Tag: akibat

  • AC Tak Harus Dibersihkan Setiap Bulan, Ini Waktu yang Tepat


    Jakarta

    Agar AC dapat mendinginkan seluruh ruangan secara optimal maka perlu dibersihkan secara rutin. Kamu dapat menggunakan jasa cuci AC untuk membersihkan debu dan kotoran yang menempel di pendingin udara.

    Namun, masih banyak orang yang tak tahu kapan AC harus dibersihkan secara berkala. Beberapa orang mencuci AC setiap tiga bulan sekali, tapi ada juga yang melakukannya setiap bulan.

    Pada dasarnya, mencuci AC memang perlu dilakukan secara berkala agar AC dapat bekerja maksimal. Namun bukan berarti pendingin udara perlu dibersihkan setiap bulan.


    Dilansir situs Melbourne Heating & Cooling, disarankan untuk membersihkan AC rumah setiap 3-4 bulan sekali. AC wajib dibersihkan agar membantu meningkatkan aliran udara dan memastikan pendingin udara dapat berfungsi secara efisien.

    Selain itu, membersihkan AC dapat membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah tetap terjaga. Jika AC jarang dibersihkan maka filter udara akan kotor, sehingga udara yang keluar dari AC bercampur dengan debu, kotoran, dan bakteri yang membahayakan kesehatan.

    Kamu juga perlu mengecek kondisi AC secara menyeluruh setiap dua kali dalam setahun oleh teknisi profesional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan AC masih dalam kondisi prima serta mengecek apakah terdapat kerusakan pada komponennya atau tidak.

    Tips Membersihkan AC yang Bisa Dilakukan Sendiri

    Selain menggunakan jasa cuci AC untuk membersihkan pendingin udara, kamu juga perlu melakukan pengecekan AC sendiri secara rutin. Langkah ini dilakukan untuk memastikan AC dalam kondisi baik dan dapat digunakan hingga bulan-bulan berikutnya.

    Berikut tips yang bisa dilakukan untuk mengecek dan membersihkan AC di rumah:

    • Cek filter udara AC secara teratur setiap sebulan sekali.
    • Periksa unit AC outdoor apakah terdapat debu, kotoran, atau daun yang menghalangi.
    • Cek apakah ada tanda-tanda kebocoran pada unit AC indoor. Jika ditemukan ada tetesan air segera panggil teknisi untuk memperbaikinya.

    Ketika AC dibersihkan setiap 3-4 bulan sekali, teknisi akan membersihkan bagian koil kondensor dan koil evaporator. Sebab, koil yang kotor dapat mengurangi kapasitas pendinginan sekaligus meningkatkan konsumsi energi.

    Teknisi juga akan mengecek level freon AC. Jika AC tidak lagi menghembuskan udara dingin secara menyeluruh, mungkin ada indikasi terjadi kebocoran freon AC.

    Tanda-tanda AC Sudah Harus Dibersihkan

    Ada sejumlah tanda-tanda yang harus diperhatikan ketika AC sudah harus dibersihkan, yaitu:

    1. AC Tidak Dingin

    Tanda-tanda yang paling jelas dan sangat terasa adalah AC sudah tidak dingin. Hal ini disebabkan karena filter AC sudah kotor dan tersumbat oleh kotoran, sehingga aliran udara yang keluar menjadi tidak lancar.

    2. Tagihan Listrik Meningkat

    Jika tagihan listrik dalam sebulan terakhir meningkat drastis, maka bisa jadi karena AC sudah kotor. Sebab, pendingin ruangan akan bekerja lebih keras untuk mendinginkan udara ketika filter AC dalam kondisi tersumbat atau kotor.

    3. Bau Tidak Sedap

    Saat AC dinyalakan seharusnya mengeluarkan udara sejuk dan tidak berbau. Namun jika kamu mencium bau apak dari AC, maka bisa jadi AC sudah kotor akibat dipenuhi jamur dan bakteri.

    Itulah penjelasan mengenai waktu yang tepat untuk membersihkan AC rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Talang Air Harus Dibersihkan? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, sebaiknya detikers segera mengecek atap rumah guna memastikan tidak ada genting yang bocor. Selain itu, kamu juga perlu membersihkan talang air.

    Talang air berfungsi untuk menampung air hujan yang turun di atap rumah. Air hujan akan diarahkan menuju pipa yang nantinya mengalir ke saluran pembuangan atau got untuk dibuang.

    Akan tetapi, air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar jika talang air dalam kondisi sangat kotor dan dipenuhi sampah daun. Oleh karena itu, talang air perlu dibersihkan secara berkala.


    Kapan waktu yang tepat untuk membersihkan talang air di rumah? Simak penjelasannya dari para ahli dalam artikel ini.

    Ini Waktu yang Tepat Membersihkan Talang Air

    Dilansir The Spruce, banyak pemilik rumah yang membersihkan talang air setidaknya dua kali dalam setahun. Namun, ada juga yang membersihkannya dalam hitungan enam bulan sekali.

    Pada dasarnya, seberapa sering talang air dibersihkan tergantung dari jumlah dan jenis pohon yang ada di halaman rumah. Semakin banyak pohon yang tumbuh maka talang air harus rutin dibersihkan karena daun dari pohon bisa berguguran dan menumpuk di talang air.

    Pakar renovasi rumah dari Leaf Home Chris Counahan mengatakan talang air harus dibersihkan secara rutin minimal sebulan sekali jika lokasi tempat tinggal sering turun hujan. Langkah ini dilakukan agar aliran air tidak tersumbat oleh sampah daun yang menumpuk.

    “Pemilik rumah seharusnya membersihkan talang air mereka dengan tujuan mencegah penumpukan, bukan mengatasi penumpukan setelah terjadi,” kata Counahan.

    Talang air yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut akibat sampah daun dan ranting yang menumpuk. Jika dibiarkan, kelembapan bisa sangat tinggi sehingga turut merusak struktur talang air.

    Tak hanya itu, jamur dan lumut yang muncul di talang air juga dapat menyebar melalui pipa pembuangan hingga ke dinding rumah. Kondisi tersebut bisa menimbulkan kerusakan cukup parah serta mengganggu estetika hunian.

    Tanda-tanda Talang Air Harus Dibersihkan

    Letaknya yang berada di atap membuat pemilik rumah terkadang merasa malas untuk mengecek kondisi talang air. Padahal, talang air yang sudah kotor bisa saja merusak material rumah yang lain.

    Sebagai pemilik rumah, penting untuk mengetahui tanda-tanda talang air sudah harus dibersihkan. Simak tanda-tandanya di bawah ini:

    1. Muncul luapan air ketika turun hujan karena talang air tersumbat oleh daun atau ranting.
    2. Muncul kerusakan pada atap, dinding, halaman, dan fondasi rumah karena talang air meluap sehingga tidak dapat mengalir dengan baik.
    3. Talang air rusak dan berubah bentuk jadi melengkung atau menggantung. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang menumpuk dan tak mampu menahan beban berat.
    4. Muncul berbagai hewan seperti tikus dan nyamuk di talang air. Hal ini bisa mengindikasikan adanya sarang alami seperti daun basah dan ranting pohon.
    5. Terlihat tumpukan daun dan kotoran di talang air. Segera buat rencana untuk membersihkan talang air demi mencegah mampet.

    Demikian penjelasan soal waktu yang tepat untuk membersihkan talang air. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Plafon Retak Bisa Jadi Tanda Bahaya! Ini Cara Perbaikinya



    Jakarta

    Bangunan rumah seiring bertambah usia bisa retak di beberapa bagian, termasuk pada plafon. Ternyata hal itu tak boleh dianggap sepele, lho. Sebab, retakan bisa memberi tanda soal kondisi rumah.

    Dikutip dari House Digest, ahli tukang kayu Bob Beacham mengatakan plafon retak dapat menunjukkan kondisi rumah yang kurang baik. Bentuk retakan mempunyai arti dan cara penanganan yang berbeda-beda.

    Berikut ini arti beserta cara memperbaiki retak pada plafon.


    Retakan Tipis

    Retakan tipis dapat diakibatkan oleh pergerakan alami rumah akibat perubahan subuh dan kelembapan musiman. Beberapa bagian rumah dapat mengembang dan menyusut karena perubahan musim.

    Jika mendapati retakan tipis pada plafon rumah, pemilik bisa dengan mudah memperbaikinya kok. Caranya cukup dengan mengecatnya buat menyamarkan retakan.

    “Retakan halus tidak ‘tumbuh’ sering kali dapat dicat ulang,” kata Beacham dikutip dari House Digest.

    Retakan yang Disertai Perubahan Warna

    Di sisi lain, retakan yang disertai perubahan warna dan plafon merosot menandakan masalah struktur atau serangan serangga. Apalagi kalau retakan menjalar ke dinding, bisa jadi disebabkan oleh struktur rumah yang bermasalah.

    Lalu, perubahan warna pada plafon biasanya akibat air hujan yang bocor melalui atap atau kebocoran pipa. Pemilik rumah dapat memanggil profesional untuk memperbaikinya.

    “Jika terjadi perubahan warna, sumber kebocoran perlu ditemukan dan diperbaiki, baru langit-langit dapat diperbaiki. Jika ada retakan dan plafon merosot tanpa perubahan warna, hubungi pembasmi hama. Jika retakannya besar, atau juga menjalar ke dinding, hubungi teknisi struktur secepatnya, terutama jika retakannya meluas,” ujarnya.

    Retakan pada plafon sebenarnya tak dapat dihindari karena penyebabnya adalah usia dan pergerakan alami. Namun, pemilik bisa menahan retakan tidak semakin parah dengan memanggil ahli. Perhatikan juga tanda-tanda plafon mulai retak agar bisa segera diperbaiki ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Rembes Ketika Hujan, Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Air bisa merembes dinding ke dalam rumah akibat hujan. Kondisi ini bisa memicu beragam masalah seperti timbul jamur, kelembapan, hingga dinding kotor.

    Jika ingin memperbaiki dinding rembes, pemilik rumah perlu mengidentifikasi sumber masalahnya. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

    Dengan memperbaiki penyebab dinding rembes, pemilik bisa menghindari membayar uang perbaikan yang mahal. Memang, apa saja penyebab dinding rembes? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Dinding Rembes

    Inilah beberapa hal yang bisa membuat dinding rembes, dikutip dari MyBuilder, Kamis (30/10/2025).

    1. Fondasi Retak

    Bangunan rumah yang sudah tua bisa mengalami keretakan pada fondasinya. Retak itu muncul karena perubahan suhu dan pergerakan tanah. Nah, retakan itu jadi celah buat air hujan masuk ke rumah.

    2. Talang Tersumbat

    Dinding rembes bisa jadi karena talang tersumbat. Air hujan tidak bisa mengalir sehingga meluap dan menggenangi area dekat dinding. Hal ini meningkatkan risiko air merembes ke fondasi rumah.

    3. Segel Jendela dan Pintu Rusak

    Segel jendela dan pintu yang rusak atau hilang membuka celah buat air hujan masuk ke dinding. Kalau dibiarkan, dinding bisa rembes saat hujan deras disertai angin kencang.

    4. Grading Tanah Tidak Tepat

    Jika tanah sekitar rumah miring ke arah fondasi, air bisa menggenang dan merembes ke dalam dinding rumah. Sebaliknya, grading atau perataan permukaan tanah yang tepat justru bisa membuat air hujan menjauh dari struktur bangunan.

    Itulah beberapa hal yang bisa bikin dinding rembes ketika hujan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Dinding Rumah Bisa Jebol gegara Hujan Angin, Ini Alasannya


    Jakarta

    Hampir seluruh wilayah di Indonesia akhir-akhir ini diguyur hujan angin. Hal ini bukan fenomena yang biasa karena hujan angin bisa mengancam keselamatan masyarakat dan bangunan.

    Angin tersebut sangat berisiko merusak rumah. Buktinya sudah banyak, salah satunya adalah beberapa dinding rumah dilaporkan jebol akibat hujan angin. Kejadian terbaru ditemukan di Kabupaten Bogor.

    Dilansir dari detikNews, dinding yang jebol tersebut berada di kamar tidur. Menurut keterangan BPBD Kabupaten Bogor dinding rumah itu jebol setelah daerah tersebut diguyur hujan angin dalam durasi yang cukup lama.


    Dari foto yang diterima detikcom, dinding rumah tersebut sudah dibangun dengan bata yang telah diplester dan diaci dengan ketebalan yang wajar. Namun, ternyata konstruksi tersebut tidak dapat selamat dari guyuran hujan angin.

    Kejadian tersebut bisa menjadi pengingat dan alarm bagi masyarakat untuk segera mengecek kondisi dinding di rumahnya. Selain mengecek, masyarakat juga harus mengetahui penyebab dinding bisa jebol setelah diguyur hujan angin.

    Penyebab Dinding Jebol saat Hujan Angin

    Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan mengatakan ada dua penyebab yang menjadi biang kerok utama dinding jebol ketika hujan angin, berikut di antaranya.

    1. Kondisi Dinding yang Tidak Kuat Menahan Tekanan

    Alasan bangunan bisa roboh karena angin memberikan tekanan yang besar. Ketika pembangunannya tidak sesuai standar, kata Wildan, dinding jebol mungkin saja terjadi. Bisa juga dikarenakan bahan perekat dindingnya tidak dibuat dengan benar. Untuk membuat bahan perekat dibutuhkan semen, kapur, pasir, dan air.

    “Karena adukannya juga bisa. Spesi (adukan) kan ada rasio campuran antara pasir dan semen,” kata Wildan kepada detikcom, pada Senin (3/11/2025).

    2. Struktur Dinding Tidak Pakai Angkur

    Widan mengatakan pembangunan dinding yang tidak memakai angkur, yakni elemen pengikat yang biasa digunakan untuk menghubungkan antara batu bata atau hebel dengan kolom beton bertulang. Angkur bisa memastikan bahwa dinding yang dibangun tersebut akan kuat menahan berbagai tekanan agar tidak mudah ambruk.

    Pembangunan tanpa angkur, kata Wildan, mungkin saja terjadi terutama pada pembangunan rumah yang dilakukan sendiri tanpa bantuan ahli.

    “Mungkin di daerah belum teredukasi dengan baik, jadi bangun rumah yang penting berdiri,” ujarnya.

    Kondisi struktur dinding yang tidak kuat sebenarnya ada hubungannya dengan pembangunannya yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu, ketika ingin membangun rumah sangat disarankan untuk melibatkan tenaga ahli seperti arsitek, ahli sipil, kontraktor, hingga tukang bangunan.

    Wildan memperingatkan agar hati-hati atau sebaiknya pindah sementara dari rumah yang dindingnya sudah jebol. Sebab, satu sisi yang sudah jebol bisa berpengaruh pada dinding yang lain.

    Itulah 2 penyebab dinding rumah ambruk ketika hujan angin, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilih Baja atau Beton? Simak Plus Minusnya Sebelum Bangun Rumah



    Jakarta

    Menentukan bahan utama struktur rumah bukan sekadar soal kuat atau tidak, tapi juga soal efisiensi, waktu pembangunan, dan dampak lingkungan. Antara baja dan beton, pilihan ini bisa sangat mempengaruhi masa depan rumah, dari dari segi ketahanan hingga pengeluaran jangka panjang.

    Rumah yang kokoh adalah impian banyak orang, namun bangunan yang kokoh tidak selalu berarti identik dengan beton padat. Di era konstruksi modern, baja muncul sebagai alternatif yang sangat populer karena kekuatannya yang tinggi, fleksibilitas struktur, dan potensi mempercepat proses pembangunan. Tapi baja punya tantangan tersendiri, terutama dalam hal korosi dan emisi karbon.

    Sementara itu, beton telah lama menjadi pilihan utama dalam banyak proyek bangunan karena daya tahan dan stabilitasnya. Dilansir dari situs Empire Engineering, berikut penjelasannya.


    Karakteristik Material Baja dan Beton

    Baja adalah material yang sangat serbaguna, tersedia dalam berbagai bentuk seperti pelat datar dan balok dengan berbagai penampang. Sementara itu, beton adalah material komposit non homogen yang beban tekannya ditahan oleh gabungan beberapa material dan semen, sedangkan beban tarik diatasi dengan besi tulangan (rebar) yang tertanam di dalamnya.

    Keunggulan & Kekurangan

    Keunggulan Beton:

    • Beton sangat tahan terhadap korosi, terutama jika dibandingkan dengan baja, yang menjadikannya pilihan kuat dalam lingkungan yang keras atau lembap.
    • Beton juga lebih tahan terhadap kerusakan akibat ketidak tahanan karena sifat massanya.
    • Dari sisi biaya, beton cenderung lebih murah sebagai material dasar dan harganya di tiap waktu lebih stabil dibanding baja.
    • Dalam hal jejak karbon, produksi beton lokal bisa lebih rendah emisinya jika dibandingkan dengan baja.

    Keunggulan Baja:

    • Baja punya keunggulan besar dalam hal kecepatan konstruksi. Struktur baja jauh lebih ringan dari beton, sehingga lebih cepat dibangun karena menghindari proses pengecoran dan curing beton.
    • Karena sifat baja yang bisa diprefabrikasi (diproduksi terlebih dahulu), bagian-bagian strukturnya bisa dirakit dengan cepat di lokasi proyek.
    • Struktur baja memungkinkan desain yang lebih efisien, misalnya profil baja bisa dirancang sedemikian rupa untuk memaksimalkan kekuatan dengan penggunaan material yang minimal.

    Biaya & Waktu Konstruksi

    Karena beton adalah material dasar yang relatif murah dan tersedia secara lokal, beton cenderung menjadi opsi ekonomis secara material. Namun, pengecoran beton membutuhkan tenaga kerja yang intensif untuk memasang tulangan, membuat bekisting, menuang beton, lalu menunggu proses curing. Semua ini memakan waktu dan biaya tenaga kerja.

    Di sisi lain, baja mengurangi durasi proyek karena banyak komponennya bisa diprefabrikasi dan langsung dirakit di lokasi. Karena struktur baja lebih ringan, fondasi yang dibutuhkan bisa lebih kecil atau lebih sederhana, yang juga bisa menekan biaya dasar.

    Umur Bangunan & Perawatan

    Beton memiliki daya tahan alami terhadap korosi, karena rancangan beton melindungi tulangan di dalamnya. Oleh karena itu, struktur beton umumnya lebih tahan lama tanpa perawatan anti korosi yang intensif. Sementara itu, struktur baja, meski cepat dibangun, memerlukan lapisan pelindung (misalnya cat anti karat) dan pemeliharaan berkala agar tidak cepat rusak karena korosi.

    Pertimbangan Lingkungan

    Salah satu poin penting dalam perbandingan adalah dampak karbon. Emisi karbon yang terkait dengan produksi beton bisa lebih rendah dibanding produksi baja, terutama jika baja harus diangkut jarak jauh. Dengan demikian, jika mempertimbangkan aspek keberlanjutan, beton bisa menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam beberapa konteks.

    Itulah beberapa perbandingan antara beton dan baja. Jika prioritas dalam proyek pembangunan adalah kecepatan pembangunan, struktur ringan, dan fleksibilitas desain, maka baja bisa menjadi pilihan unggul.

    Namun, Jika lebih menekankan biaya material yang stabil, ketahanan jangka panjang, dan jejak karbon rendah, beton bisa lebih cocok, terutama jika material agregat tersedia secara lokal.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Musim Hujan, Pahami Cara Berkendara Lewati Genangan Air dengan Aman



    Jakarta

    Hujan deras kembali melanda sebagian wilayah Indonesia akhir-akhir ini dan diperkirakan masih akan berlanjut di bulan Februari. Pengendara mobil harus waspada dengan genangan air yang berpotensi menimbulkan kerusakan pada mesin.

    Seperti dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, genangan air dapat terjadi di mana saja, khususnya di area yang permukaan jalannya rendah, atau dekat dengan sungai. Genangan air dapat pula muncul di jalan yang sistem drainasenya bermasalah sehingga limpahan air hujan tidak bisa masuk selokan pembuangan air.

    Meski kelihatannya tidak terlalu tinggi, detikers tetap wajib mewaspadai genangan air. Water hammer adalah risiko paling berbahaya lantaran dapat membuat komponen di dalam mesin jebol. Kamu bisa terlibat kecelakaan, seperti mobil terperosok ke dalam lubang atau menabrak kendaraan lain di depan yang mogok.


    Meskipun pintu sudah ditutup rapat, bukan berarti air tidak dapat masuk ke dalam kabin mobil. Celah sempit pada bodi mobil sudah cukup sebagai jalan masuk air lantaran tekanannya yang sangat tinggi. Tidak kalah penting, ada risiko klaim asuransi atas kerusakan mobil akibat banjir bisa ditolak karena dikategorikan sebagai kelalaian yang mengakibatkan kerusakan pada kendaraan.

    Tips Melewati Genangan Air yang Mudah dan Aman

    Jalan terbaik adalah kamu harus menghindari jalan yang tergenang air. Masalahnya adalah bukan perkara mudah mencari jalan alternatif, apalagi bila nyaris seluruh wilayah terendam banjir. Pelajari kondisi genangan air dengan memperhatikan patokan yang mudah terlihat seperti tinggi trotoar atau tanggul jalan.

    Ketinggian sekitar setengah ban mobil masih aman untuk dilalui. Waspada arus kencang atau jalan berlubang. Biasanya, area bahu jalan yang dekat saluran air lebih tinggi genangan airnya, untuk itu hindari area tersebut. Namun bisa saja justru lajur paling kanan yang paling tinggi genangan airnya, khususnya di jalan tol yang multi lajur. Amati dengan seksama sebelum melintasinya.

    Jalankan mobil secara perlahan dan jangan bermain ponsel supaya tetap fokus. Injak pedal gas secara halus dan jaga di putaran mesin sekitar 2.000 rpm. Buat mobil manual, pertahankan transmisi di gigi 1, sementara mobil matic bisa pindahkan ke mode manual dan pilih gigi 1.

    Hindari mempercepat atau menghentikan laju mobil secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan air masuk ke dalam ruang mesin. Kamu bisa melepaskan injakan pada pedal gas untuk mengurangi kecepatan dan menginjak pedal gas untuk menambah kecepatan mobil secara perlahan.

    Jangan terlalu dekat dan tetap jaga jarak aman dengan mobil di depan karena ada ombak yang tercipta dan bisa naik ke mobil. Selain itu, jarak aman memberikan ruang buat menghindar kalau mobil di depan mogok.

    Setelah bebas dari genangan air, tekan perlahan pedal rem dengan kaki kiri untuk mengeringkan dan memastikan rem tanpa masalah. Lakukan beberapa kali sampai yakin rem mobil sudah berfungsi normal. Perhatikan panel instrumen dari kemungkinan indikator yang menyala.

    “AutoFamily tidak boleh meremehkan genangan air di jalan akibat hujan deras. Salah perhitungan bisa menimbulkan masalah seperti terperosok lubang, air masuk ke dalam kabin, hingga mesin jebol. Perhatikan genangan air, lewati dengan baik dan tidak buru-buru. Servis berkala di bengkel Auto2000 memastikan mobil dapat melewati berbagai kondisi jalan dengan baik, order via website Auto2000.co.id,” terang Yagimin, Chief Marketing Auto2000, Kamis (30/1/2025).

    (lua/dry)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi
  • Jangan Remehkan Ban Kempis, Bisa Bikin Kecelakaan!



    Jakarta

    Belum lama ini banyak keluhan dari salah satu pengguna mobil MPV yang tiba-tiba mengalami pecah ban. Perlu diketahui, pecah ban bisa dipicu lantaran tekanan angin ban kempis.

    Dikutip dari siaran pers Auto2000, dalam banyak kasus, ban mobil pecah sampai rusak berat umumnya disebabkan oleh tekanan udara yang kurang alias ban kempis dan dibiarkan terlalu lama. Situasi ini jelas berbahaya karena dapat mengakibatkan kecelakaan.

    “Tekanan udara ban yang pas, sanggup menjaga bidang kontak telapak ban agar tetap optimal sehingga daya cengkeram ban ke permukaan jalan selalu pas. Tekanan udara ban yang sesuai juga membantu dinding ban menopang berat mobil serta meredam gaya akibat gerakan ban. Alhasil, tekanan udara yang sesuai memegang peran sangat penting dalam menjaga performa ban di jalan,” jelas Yagimin, Chief Marketing Auto2000, Selasa (9/7/2024).


    Tekanan udara ban yang sesuai rekomendasi bisa dilihat pada stiker petunjuk di pilar B sisi pengemudi atau buku petunjuk pemilik kendaraan. Di sana ada tabel tekanan udara yang direkomendasikan untuk beberapa kondisi berkendara, seperti muatan kosong atau penuh.

    Pengendara disarankan selalu memeriksa tekanan udara ban mobil di pagi hari saat ban belum berjalan dan suhu lingkungan masih dingin. Kalau repot setiap hari cek tekanan ban, paling tidak usahakan minimal seminggu sekali.

    Sebab, kalau ban dibiarkan kempis ada potensi bahaya. Lantaran kempis, ban tidak memiliki area kontak dengan aspal (contact patch) yang cukup. Bahkan cenderung berlebih akibat hanya tertumpu di pinggir telapak ban. Kondisi ini dapat mengakibatkan ban aus di pinggir sisi luar dan dalam saja. Mobil juga akan terasa semakin berat dikemudikan karena daya cengkeramnya terlalu kuat ke aspal jalan.

    Gerakan naik turun dinding ban menjadi tidak terkendali ketika kempis. Alhasil, ban menjadi terlalu lentur dan dapat membuat anyaman kawat baja dinding ban rusak. Bahkan dalam kondisi terburuk ketika muatan mobil penuh, perjalanan jauh, dan tekanan udara ban terlalu kempis, bibir pelek dapat menyentuh dinding ban dan berpotensi membuat ban robek.

    Tekanan udara ban yang kurang akan langsung terasa pada pengendalian mobil yang lebih sulit. Selain itu, biasanya mobil akan menarik ke sisi ban yang kempis atau mobil bergoyang akibat gerakan dinding ban yang berlebihan.

    Tak cuma itu, kenyamanan berkendara juga jadi berkurang akibat gerakan dinding ban yang tiada henti. Gerakan berlebih pada ban juga dapat terjadi ketika mobil berakselerasi atau melakukan pengereman, termasuk ketika belok ke kiri atau ke kanan.

    Akibatnya, mobil kian sulit dikendalikan karena gerakan dinding ban semakin liar, termasuk membutuhkan jarak pengereman yang lebih jauh sehingga mengurangi keselamatan berkendara. Dalam kondisi ekstrem di mana tekanan udara ban sangat rendah, dapat membuat ban terlepas dari pelek.

    “Jangan pernah lupa mengecek tekanan udara ban setidaknya satu minggu sekali. Dengan begitu, kemungkinan ban kempis yang berisiko pecah atau sobek dapat ditekan. Termasuk pula servis berkala, jangan pernah lupa melakukannya untuk menjaga kondisi mobil supaya selalu prima cukup dengan booking via Auto2000.co.id,” tutup Yagimin.

    (rgr/dry)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi
  • Wujud Nyata Aksi Klamby Terhadap Palestina Gelar Gerakan 1.000 Cap Tangan

    Jakarta

    Brand hijab dan busana muslim Klamby kembali melakukan gerakan untuk membela warga Palestina. Dalam memperingati Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2024 lalu Klamby mengadakan kegiatan yang berjudul Langkah Kecil Perubahan Besar.

    Klamby mengadakan kegiatan bersama Klamby Family dan anak-anak. Acara ini digelar pada Minggu, 28 Juli 2024, di tiga toko Klamby, yakni Plaza Indonesia, Supermal Karawaci, dan Padang.

    Ridho Jufri sebagai Managing Director Klamby mengatakan sebelum menggelar kegiatan ini, Klamby telah menghubungi sesi Live Instagram tentang kondisi terkini di Palestina, bersama Muhammad Husein Gaza, seorang jurnalis dan relawan kemanusiaan yang saat ini berada di Gaza.


    Brand hijab dan busana muslim Klamby mengadakan gerakan 1.000 cap tangan.Brand hijab dan busana muslim Klamby mengadakan gerakan 1.000 cap tangan. Foto: Dok. Klamby.

    Para pengikut Klamby memberikan antusiasme yang tinggi dan ingin mengetahui kondisi di Palestina. Kegiatan yang melibatkan anak-anak ini ada sesi menggambar tentang Dunia yang Damai, serta gerakan “1.000 Cap Tangan” untuk sahabat di Palestina. Sejumlah influencer hijab juga ikut hadir, seperti Hamidah Rachmayanti, Antik Arifani, Shania Indriani, dan lainnya.

    “Klamby akan terus berusaha menyuarakan dukungan kepada saudara-saudari kita yang berada di Palestina. Melalui upaya kami, kami berharap bisa memberikan sedikit kegembiraan dan semangat kepada mereka di sana. Kampanye Langkah Kecil Perubahan Besar berpotensi memberikan dampak positif dan manfaat bagi kita semua,” kata Ridho.

    Kegiatan Langkah Kecil Perubahan Besar dilakukan secara langsung bersama anak-anak Palestina yang kehilangan orang tua dan rumah akibat perang serta kini mengungsi di Yordania. Acara tersebut disambut hangat oleh anak-anak di tempat penampungan, di mana mereka terlibat dalam kegiatan menggambar Dunia yang Damai, bernyanyi, dan bermain bersama teman-teman mereka.

    Klamby mengajak pelanggan setianya untuk turut serta dalam gerakan “1.000 Cap Tangan” yang akan berlangsung dari 28 Juli hingga 15 Agustus 2024 di toko-toko Klamby Plaza Indonesia, Supermal Karawaci, dan Padang.

    Pelanggan dapat ikut serta dengan berbelanja tanpa syarat minimum dan kemudian bergabung dalam kampanye Langkah Kecil Perubahan Besar. Sebagai apresiasi bagi pelanggan setia yang ikut serta, mereka akan mendapatkan kode khusus voucher belanja. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi situs web www.klamby.id atau ikuti akun Instagram kami di @WearingKlamby.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Perpustakaan Erasmus Huis Senyaman Itu…, Seestetik Itu…



    Jakarta

    Di kawasan Jakarta Selatan terdapat perpustakaan yang menarik untuk dikunjungi, bukan hanya tentang koleksi bukunya saja. Tetapi, juga suasana perpustakaan yang bikin nyaman.

    Perpustakaan itu ada di dalam Kantor Kedutaan Besar Belanda di Kuningan, Jaksel. Yakni, perpustakaan Erasmus Huis.

    Perpustakaan itu bisa diakses oleh masyarakat umum. Jika ingin mengunjungi perpustakaan ini masyarakat tinggal bertanya kepada petugas penjaga yang mengarahkan ke area perpustakaan.


    Suasana yang nyaman dan tentunya bersih membuat pengunjung betah untuk berlama-lama. Memang Perpustakaan Erasmus Huis itu didominasi oleh buku-buku Bahasa Belanda dan Inggris, namun ada pula koleksi buku dengan Bahasa Indonesia.

    “Ada paling cuma 5% dari keseluruhan koleksi yang ada,” ujar petugas perpustakaan kepada detikTravel, Jumat (19/72024).

    Koleksi buku-buku di Perpustakaan Erasmus Huis itu mencapai 6.000 buku. Seluruh buku terpajang rapi di setiap raknya, ada di rak lantai satu dan rak lantai dua.

    Variasi buku di sini pun beragam seperti buku anak, biografi, sejarah hingga buku kebudayaan Indonesia Pencak Silat yang berbahasa Belanda.

    Erasmus Huis di Kedutaan Belanda di Kuningan, Jakarta SelatanErasmus Huis di Kedutaan Belanda di Kuningan, Jakarta Selatan (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Salah satu pengunjung saat itu adalah Ni Eko. Dia memang ada kepentingan di Kantor Kedutaan Belanda makanya sekaligus ke perpustakaan untuk mencari buku yang diincar.

    “Tujuannya itu untuk ambil visa kan udah appointment sebelumnya terus hari ini jadi terus hari ini diambil. Sekalian aja mau cari buku tentang lingkungan gitu kan, kebetulan saya dulu jurusannya Biologi tapi spesialisasinya lingkungan jadi pengen cari-cari buku tentang lingkungan,” kata dia.

    Bagi Ni Eko, Perpustakaan Erasmus Huis itu nyaman untuk dikunjungi dan juga ia menyebut Perpustakaan Erasmus Huis ini menyimpan koleksi buku sulit dicari di pasaran. Dia pun kagum ketika berada di perpustakaan itu.

    “Saya sukanya tuh ternyata banyak buku yang nggak disebarluaskan secara komersial gitu, banyak sih buku menarik cuma nggak sesuai dengan bidang saya. Tadi tuh banyak buku tentang kebudayaan Indonesia gitu kan, terus tentang bagaimana kondisi lanskap Indonesia di zaman kolonialisme nah itu tuh bagus soalnya belum pernah nemu,” kata Ni Eko.

    Selain Ni Eko, pengunjung yang menikmati Perpustakaan Erasmus Huis ini adalah Salwa. Dia datang bersama beberapa temannya untuk mencari pengetahuan baru yang ada di dalam koleksi buku-buku.

    Salwa mengetahui keberadaan Perpustakaan Erasmus Huis dari media dan teman-temannya.

    “Ke sini ingin lebih tahu tentang wawasan ilmu-ilmu yang sebelumnya belum aku tahu di sini gitu, maksudnya masih banyak hal-hal yang belum aku ketahui juga. Kalau aku tahu (perpustakaan) ini dari media sosial sama rekomendasi dari teman-teman di kampus,” kataSalwa.

    Tak hanya membaca buku, ia pun menjelaskan kedatangannya ke perpustakaan ini untuk kebutuhan konten. Alasannya karena tempat dan suasana di Perpustakaan Erasmus Huis bisa jadi magnet untuk para content creator membuat konten.

    Di ruang samping perpustakaan juga tengah ada pameran foto dari fotografer bernama Kadir van Lohuizen yang menceritakan tentang dampak naiknya permukaan laut bagi manusia akibat dampak perubahan iklim. Terdapat sekitar 35 foto yang dipamerkan dari delapan negara dan salah satunya ada Indonesia.

    Pameran foto tersebut telah dihelat dari tanggal 22 Mei hingga 3 Agustus 2024.

    Jadi, buat pengunjung yang datang ke Perpustakaan Erasmus Huis Perpustakaan Erasmus Huis yang berada di komplek Kedutaan Besar Belanda di Jalan Rasuna Said Kav S3, Jakarta Selatan ini bisa sekaligus melihat pameran foto tersebut, untuk akses masuk ke perpustakaan tidak mengeluarkan biaya alias gratis.

    “Ini perpustakaan buka dari hari Selasa sampai Sabtu, dari jam 10.00 sampai jam 16.00 WIB. Pameran juga mengikuti waktu buka perpustakaan, kecuali kalau lagi ada event,” kata petugas keamanan, Siti.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com