Tag: altcoin

  • Harga AS Roma Fan Token Stabil di $1,82, Volume Tinggi Picu Volatilitas

    Harga AS Roma Fan Token (ASR) hari ini menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dengan kecenderungan melemah tipis.

    Berdasarkan data terbaru, ASR diperdagangkan di level $1,8277 per token, mengalami koreksi sekitar 0,43% dalam 24 jam terakhir.

    Meski harga bergerak datar, aktivitas pasar justru menunjukkan dinamika tinggi dengan lonjakan volume transaksi yang signifikan.

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $14,65 juta, ASR saat ini menempati peringkat ke-843 dalam daftar aset kripto terpopuler, namun tetap menarik perhatian trader jangka pendek.

    Pergerakan Harga ASR dalam 24 Jam Terakhir

    Dalam periode 24 jam terakhir, ASR mengalami fluktuasi yang cukup tajam secara intraday.

    Tekanan jual terlihat jelas pada perubahan harga satu jam terakhir yang turun 5,31%, mengindikasikan aksi ambil untung setelah reli sebelumnya.

    Secara harian, ASR tercatat melemah sekitar $0,00195 atau -0,11%, sebuah koreksi ringan yang masih tergolong wajar mengingat lonjakan harga signifikan yang terjadi dalam sepekan terakhir.

    Menariknya, data harga terendah dan tertinggi 24 jam tidak tercatat secara spesifik.

    Kondisi ini kerap terjadi pada fan token dengan pergerakan cepat dan volume besar, sehingga pembaruan data pasar belum sepenuhnya sinkron.

    Pergerakan harga AS Roma Fan Token (ASR/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga AS Roma Fan Token (ASR/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Volume Perdagangan Melejit Tajam

    Salah satu sorotan utama dari pergerakan ASR hari ini adalah volume perdagangan 24 jam yang mencapai $109,01 juta, jauh melampaui kapitalisasi pasarnya sendiri.

    Rasio volume terhadap market cap yang sangat tinggi ini mencerminkan aktivitas spekulatif intens, terutama dari trader jangka pendek.

    Lonjakan volume seperti ini sering kali menjadi indikator meningkatnya volatilitas, yang dapat berujung pada pergerakan harga ekstrem ke dua arah, baik lanjutan reli maupun koreksi cepat.

    Kinerja ASR dalam Berbagai Periode Waktu

    Jika dilihat dari performa historis, ASR menunjukkan gambaran yang cukup beragam:

    • 7 hari terakhir: +38,15%
    • 30 hari: +35,62%
    • 60 hari: +21,67%
    • 90 hari: -16,71%

    Data ini menegaskan bahwa meskipun ASR masih mencatat koreksi dalam horizon 90 hari, tren jangka pendek hingga menengah justru menunjukkan pemulihan yang kuat.

    Kenaikan lebih dari 38% dalam sepekan terakhir menjadi faktor utama di balik meningkatnya minat pasar.

    Struktur Pasokan dan Valuasi

    ASR memiliki pasokan beredar sekitar 8,01 juta token, dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) sebesar $18,26 juta.

    Tidak adanya data pasokan maksimum menandakan bahwa dinamika suplai masih perlu dicermati oleh investor, terutama terkait potensi tekanan dari token yang belum beredar.

    Sebagai fan token, valuasi ASR juga sangat dipengaruhi oleh sentimen komunitas, performa tim AS Roma, serta agenda kompetisi, di samping faktor teknikal pasar kripto.

    Sentimen Pasar dan Prospek ASR

    Koreksi tipis harga ASR hari ini lebih mencerminkan fase konsolidasi setelah reli kuat, ketimbang sinyal pembalikan tren.

    Namun, penurunan tajam dalam satu jam terakhir menjadi peringatan bahwa volatilitas masih tinggi. Dalam jangka pendek, ASR berpotensi bergerak fluktuatif dengan rentang yang lebar.

    Jika minat beli tetap terjaga dan volume tinggi berlanjut, harga dapat mencoba bertahan di atas area $1,80.

    Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, koreksi lanjutan ke bawah tidak dapat diabaikan.

    Baca Juga: AS Roma Fan Token (ASR) Naik 38%, Fan Token Kembali Bergema!

    Harga AS Roma Fan Token (ASR) hari ini yang melemah tipis terjadi di tengah lonjakan volume perdagangan yang luar biasa. Kondisi ini mencerminkan pasar yang sangat aktif, namun juga sarat risiko volatilitas tinggi.

    Bagi investor dan trader, ASR saat ini lebih cocok dipantau sebagai aset spekulatif jangka pendek, dengan perhatian khusus pada pergerakan volume dan perubahan harga intraday.

    Selama momentum jangka pendek tetap terjaga, ASR masih memiliki peluang mempertahankan tren pemulihannya, meski kehati-hatian tetap menjadi kunci utama.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap

    Pasar kripto kembali diramaikan oleh deretan Binance Alpha Airdrops yang mencatatkan lonjakan kinerja signifikan. Berdasarkan data kapitalisasi pasar terbaru, terdapat 3 altcoin teratas di kategori Binance Alpha Airdrops yang menarik perhatian pelaku pasar karena valuasi besar dan pergerakan harga agresif dalam 7 hari terakhir.

    Berikut rangkuman straight news mengenai 3 top altcoin Binance Alpha Airdrops berdasarkan market capitalization dikutip CoinMarketCap.

    1. Midnight (NIGHT) Pimpin Market Cap Airdrops Binance Alpha

    Token Midnight (NIGHT) menjadi altcoin dengan kapitalisasi pasar terbesar di kategori Binance Alpha Airdrops. NIGHT diperdagangkan di harga $0.1055 dengan kenaikan 34.07% dalam 24 jam dan 61.71% dalam 7 hari.

    Kapitalisasi pasar Midnight tercatat mencapai $1,753,470,291 dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $7,325,338,591. Total suplai beredar mencapai 16.6B NIGHT dari suplai maksimum 69.27B NIGHT, menunjukkan likuiditas tinggi dan minat pasar yang kuat.

    2. Audiera (BEAT) Bertahan Kuat di Posisi Kedua

    Di posisi kedua, Audiera (BEAT) mencatat kapitalisasi pasar sebesar $652,839,448. Harga BEAT berada di level $4.06, naik 55.12% dalam 24 jam dan 57.29% selama 7 hari terakhir.

    Volume perdagangan harian Audiera mencapai $152,984,108 dengan suplai beredar 160.51M BEAT dari total 38.45M yang tercatat di data pasar. Performa ini menempatkan BEAT sebagai salah satu token airdrops Binance Alpha paling aktif diperdagangkan.

    3. RaveDAO (RAVE) Catat Lonjakan Mingguan Tertinggi

    Token RaveDAO (RAVE) melengkapi daftar 3 besar dengan kapitalisasi pasar $124,778,471. RAVE diperdagangkan di harga $0.5418, naik 43.24% dalam 24 jam dan mencatat lonjakan 88.79% dalam 7 hari, tertinggi di antara 3 besar.

    Volume perdagangan 24 jam RAVE mencapai $289,318,097 dengan suplai beredar 230.3M RAVE dari total 506.18M, mencerminkan aktivitas spekulatif yang tinggi di pasar.

    Ketiga altcoin ini menunjukkan bahwa kategori Binance Alpha Airdrops tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan kapitalisasi pasar mulai dari ratusan juta hingga miliaran dolar, Midnight, Audiera, dan RaveDAO menjadi sorotan utama investor kripto dalam periode perdagangan terbaru.

    Baca juga: Bukan Monero! 3 Altcoin Privacy Ini Diam-Diam Meledak di Pasar Kripto


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun 0,76%: Tekanan Teknikal Bayangi Prospek

    Harga Pi Network (PI) kembali melemah dalam 24 jam terakhir, turun 0,76% ke area $0,205, sejalan dengan pelemahan pasar kripto secara umum.

    Namun, tekanan terhadap PI tidak hanya berasal dari sentimen makro, melainkan juga kombinasi sinyal teknikal bearish, krisis likuiditas, serta ketidakpastian hukum dan regulasi yang masih membayangi ekosistemnya.

    Pergerakan ini menegaskan bahwa Pi Network masih berada dalam fase krusial, di mana kepercayaan investor jangka pendek sangat rapuh.

    Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Turun ke $0,206, Tekanan Teknis Likuiditas Tipis

    Tekanan Teknikal Masih Dominan

    Dari sisi analisis teknikal, PI saat ini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 30 hari (SMA 30) yang berada di kisaran $0,225.

    Harga juga gagal menembus level Fibonacci retracement 23,6% di $0,261, yang kini berfungsi sebagai resistance kuat.

    Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di rentang 41–42, mencerminkan momentum netral cenderung lemah.

    Sementara itu, MACD memang menunjukkan tanda-tanda divergensi bullish ringan, tetapi belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

    Kegagalan PI mempertahankan level psikologis $0,21 memicu aksi stop-loss, yang diperparah oleh kondisi likuiditas yang sangat tipis.

    Dengan turnover ratio hanya 0,00698, pergerakan harga PI menjadi sangat sensitif terhadap tekanan jual kecil sekalipun.

    Secara struktur harga, pola double top yang terbentuk sejak November 2025 masih aktif. Jika support $0,20 jebol secara meyakinkan, target penurunan berikutnya diproyeksikan menuju area $0,15.

    Namun demikian, penutupan harga di atas SMA 7 hari ($0,2058) berpotensi memberikan stabilisasi jangka pendek, meski belum cukup untuk mengubah tren utama.

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap

    Gugatan Hukum dan Risiko Regulasi Menekan Sentimen

    Tekanan terhadap PI semakin berat setelah muncul gugatan hukum pada 10 Desember 2025, yang menuduh Pi Network melakukan penjualan token secara diam-diam dan menunda peluncuran open mainnet.

    Isu ini semakin sensitif mengingat harga PI telah anjlok sekitar 93% dari rekor tertinggi Februari 2025 di $3.

    Bagi investor, risiko hukum ini memicu kekhawatiran akan tekanan jual berkepanjangan, baik dari potensi penyelesaian hukum maupun kemungkinan likuidasi paksa.

    Ketidakjelasan mengenai pasokan beredar PI yang diklaim mencapai 8,36 miliar token, ditambah hambatan proses KYC, turut memperbesar ketidakpastian.

    Pasar kini menanti perkembangan penting dari sidang pengadilan pada 23 Desember 2025, serta langkah Pi Network dalam menyesuaikan diri dengan regulasi MiCA di Eropa, yang dapat menjadi penentu arah sentimen berikutnya.

    Perkembangan Ekosistem vs Sentimen Pasar

    Di sisi fundamental, Pi Network sebenarnya mencatat beberapa kemajuan.

    Pembaruan testnet terbaru menghadirkan alat DEX/AMM serta pasangan perdagangan berbasis PI, yang bertujuan meningkatkan utilitas token.

    Namun, adopsi nyata masih terbatas. Di saat yang sama, Crypto Fear & Greed Index berada di level 29/100 (Fear), menandakan investor cenderung menghindari altcoin berisiko tinggi dan lebih memilih aset besar seperti Bitcoin.

    Tekanan suplai juga menjadi faktor penting. Unlock token sebesar 182 juta PI pada Desember 2025 berpotensi menambah beban jual di pasar, terutama jika tidak diimbangi lonjakan permintaan.

    Meski ada kabar positif seperti kemitraan dengan CiDi Games, sentimen negatif masih mendominasi, tercermin dari imbal hasil PI -87,95% dalam satu tahun terakhir.

    Baca Juga: Pi Network (PI) Menguat 3,08%, Terkatrol Upgrade Testnet DEX

    Penurunan harga Pi Network saat ini mencerminkan kombinasi pelemahan teknikal, risiko hukum, dan pasar yang cenderung risk-off.

    Meski pengembangan ekosistem terus berjalan, sentimen jangka pendek PI sangat bergantung pada kejelasan regulasi, hasil gugatan hukum, dan perbaikan likuiditas.

    Level kunci yang perlu diperhatikan investor adalah support $0,20. Jika bertahan, PI berpeluang bergerak sideways.

    Namun, jika gagal, skenario penurunan menuju $0,15 semakin terbuka. Monitoring volume perdagangan dan perkembangan hukum menjadi kunci membaca arah PI selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga ALPINE Melonjak 13%, Volume Meledak Picu Spekulasi Pasar

    Harga Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE) mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan hari ini.

    Berdasarkan data terbaru, ALPINE diperdagangkan di level $0,59567 per token, naik sekitar 13,17% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan tajam ini langsung menarik perhatian pelaku pasar, terutama karena didukung oleh lonjakan volume transaksi yang jauh melampaui rata-rata hariannya.

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $11,18 juta, ALPINE saat ini berada di peringkat ke-955 aset kripto paling populer, namun aktivitas perdagangannya menunjukkan minat spekulatif yang cukup tinggi.

    Baca Juga: Alpine F1 Token (ALPINE) Bikin Kaget, Naik 180%! Siap Jadi Sultan?

    Lonjakan Harga Didukung Volume Besar

    Salah satu sorotan utama dari pergerakan ALPINE hari ini adalah volume perdagangan 24 jam yang mencapai $66,43 juta.

    Angka ini jauh lebih besar dibandingkan kapitalisasi pasarnya, mengindikasikan adanya rotasi dana agresif dan aktivitas trader jangka pendek yang intens.

    Secara historis, rasio volume yang tinggi terhadap kapitalisasi pasar sering kali mencerminkan volatilitas ekstrem, baik sebagai awal tren lanjutan maupun sebagai sinyal potensi koreksi cepat setelah reli.

    Dalam satu hari terakhir, harga ALPINE naik sekitar $0,0728 atau +13,83%, menegaskan bahwa momentum jangka pendek sedang berpihak pada pembeli.

    Performa Harga dalam Berbagai Timeframe

    Pergerakan harga Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari kinerja lintas periode waktu, pergerakan ALPINE menunjukkan kontras yang tajam antara jangka pendek dan menengah:

    • 24 jam terakhir: +13,83%
    • 7 hari: +8,39%
    • 30 hari: +0,72% (relatif stagnan)
    • 60 hari: -25,29%
    • 90 hari: -69,39%

    Data ini memperlihatkan bahwa lonjakan harga saat ini lebih bersifat rebound jangka pendek, setelah tekanan jual besar dalam tiga bulan terakhir.

    Penurunan hampir 70% dalam 90 hari menandakan bahwa struktur tren jangka menengah ALPINE masih berada dalam fase bearish.

    Dinamika Pasokan dan Valuasi

    ALPINE memiliki pasokan beredar sebesar 18,78 juta token, atau sekitar 46,94% dari total pasokan maksimum 40 juta token.

    Dengan demikian, masih terdapat potensi penambahan pasokan di masa depan yang dapat memengaruhi tekanan harga.

    Jika seluruh pasokan maksimum beredar, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) ALPINE diperkirakan mencapai $23,96 juta.

    Angka ini menunjukkan bahwa valuasi saat ini masih relatif kecil, tetapi juga membuat harga token lebih rentan terhadap pergerakan spekulatif.

    Volatilitas Jangka Pendek Masih Tinggi

    Meskipun harga ALPINE melonjak secara harian, data menunjukkan adanya koreksi kecil dalam satu jam terakhir sebesar -2,37%.

    Hal ini menandakan bahwa aksi ambil untung (profit-taking) mulai muncul setelah reli cepat.

    Menariknya, data terendah dan tertinggi 24 jam tidak tercatat secara spesifik, yang biasanya terjadi pada token dengan pergerakan cepat atau data pasar yang belum sepenuhnya sinkron.

    Kondisi ini semakin menegaskan bahwa ALPINE saat ini berada dalam fase volatilitas tinggi.

    Sentimen Pasar dan Prospek ALPINE

    Sebagai fan token, pergerakan harga ALPINE kerap dipengaruhi oleh sentimen komunitas, agenda olahraga, serta aktivitas promosi, selain faktor teknikal murni.

    Lonjakan harga dan volume hari ini mengindikasikan adanya katalis sentimen jangka pendek, meski belum tentu berkelanjutan.

    Dalam jangka pendek, ALPINE berpotensi melanjutkan pergerakan fluktuatif dengan rentang yang lebar. Jika momentum beli tetap terjaga, harga dapat mencoba bertahan di atas area $0,60.

    Namun, tanpa dukungan volume yang konsisten, reli cepat seperti ini juga rawan diikuti koreksi tajam.

    Baca Juga: Fans Token Alpine F1 Ngebut, Apa Rahasianya?

    Kenaikan 13% harga ALPINE hari ini menegaskan bahwa token ini kembali masuk radar trader setelah periode penurunan panjang.

    Lonjakan volume yang signifikan menjadi sinyal utama meningkatnya minat pasar, tetapi juga membawa risiko volatilitas tinggi.

    Bagi investor dan trader, ALPINE saat ini lebih cocok dipantau sebagai aset spekulatif jangka pendek, sembari mencermati pergerakan volume dan reaksi harga pasca-reli.

    Tanpa konfirmasi tren jangka menengah, kehati-hatian tetap menjadi kunci dalam menghadapi dinamika fan token seperti ALPINE.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nyaris Tembus $2, XRP Mendadak Mandek, Apakah Ini Bull Trap?

    Harga XRP nyaris menyentuh level psikologis US$2,00 pada 21 Desember 2025, namun momentum kenaikan kembali tertahan. Aset kripto ini diperdagangkan di kisaran US$1,91, menunjukkan pelemahan reli setelah beberapa pekan membentuk puncak yang lebih rendah dan dasar harga yang naik perlahan.

    Data teknikal menunjukkan sinyal campuran. Osilator berada di zona netral, sementara mayoritas indikator tren belum memberikan konfirmasi pembalikan arah. Kondisi ini membuat pergerakan jangka pendek XRP sangat bergantung pada kemampuannya menembus level resistensi kunci.

    Analisa Harga XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Bukan Bitcoin atau Ethereum! Ini Alasan ETF XRP Jadi Rebutan Investor

    Pada grafik 1 jam, XRP terjebak dalam rentang sempit US$1,89–US$1,96. Penolakan kuat di area US$1,94–US$1,96 memicu pembentukan candlestick merah besar, mengindikasikan aksi jual cepat setelah euforia jangka pendek. Indikator momentum seperti Momentum Oscillator (-0,13) dan MACD (-0,07) masih mengarah ke bias bearish, memunculkan kekhawatiran terjadinya bull trap.

    Sementara itu, grafik 4 jam memberikan gambaran yang sedikit lebih positif. Harga memantul tajam dari US$1,77 ke hampir US$1,96, didukung lonjakan volume yang signifikan. Zona US$1,88–US$1,90 kini menjadi area krusial yang harus dipertahankan agar struktur higher low dapat terbentuk. Namun, tanpa penembusan bersih di atas US$1,96, reli ini berisiko kehilangan tenaga.

    Pada grafik harian, tren turun masih mendominasi. XRP tercatat telah turun dari puncak US$2,31 ke US$1,77, dan upaya pemulihan sejauh ini belum mampu menembus zona resistensi US$2,00–US$2,05. Indikator seperti RSI (40,73), Stochastic (35,31), dan ADX (22,89) berada di wilayah netral, mencerminkan ketidakpastian arah pasar.

    Grafik XRP

    Dilaporkan News Bitcoin, tekanan semakin terasa dari sisi rata-rata pergerakan. Seluruh EMA dan SMA utama, mulai dari periode 10 hingga 200, masih menunjukkan sinyal bearish. SMA 200 harian berada jauh di atas harga saat ini, di sekitar US$2,58, menegaskan bahwa tren jangka panjang XRP belum berubah.

    Secara keseluruhan, XRP berada di persimpangan antara pemulihan jangka pendek dan kelanjutan tren turun. Penutupan harga yang meyakinkan di atas US$1,96 dan US$2,00 dengan volume kuat berpotensi membuka jalan menuju US$2,15–US$2,25. Namun, kegagalan mempertahankan area US$1,88 dapat menyeret harga kembali menguji US$1,77 atau lebih rendah.

    Hingga konfirmasi arah muncul, pasar tampaknya masih memilih bersikap waspada, sementara level US$2,00 tetap menjadi tembok besar yang belum berhasil ditembus XRP.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 22 Desember 2025: Awal Pekan Rebound Tipis!

    Pasar kripto hari ini, Senin (22/12) mengawali pekan dengan rebound tipis, dipimpin altcoin seperti ASR yang melonjak 19%, POLX naik 20%, dan BANK menguat 14%, sementara perhatian investor tertuju pada Bitcoin yang bergerak sensitif di area $90.000 setelah Michael Saylor memberi sinyal potensi akumulasi dan likuiditas di level tersebut dinilai krusial.

    Di tengah dinamika pasar, Tokocrypto menghadirkan promo Dadakan Cashback 100% dengan total hadiah hingga Rp20 juta khusus deposit via VA BCA menjelang akhir tahun. Sementara itu, Solana masih berjuang mempertahankan area $125 dengan potensi menuju $160 jika support bertahan. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Altcoin Pimpin Kenaikan Pasar di Awal Pekan yang Rebound Tipis

    • ASR mencatat penguatan harian 19%, harganya naik $1,807.
    • Harga POLX mengalami kenaikan 20%, harga mencapai $0,0569.
    • BANK melonjak 14%, saat ini diperdagangkan di level $0,0429.

    Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin di Level $90.000

    • Cuitan Saylor picu spekulasi beli saat BTC dekati $90.000.
    • Likuiditas $90.000 buat pasar waspada pergerakan besar.
    • ETF dan obligasi jaga kuatnya minat institusi.

    Akhir Tahun Makin UntungTotal Cashback Rp20 JUTA*

    Prediksi SOL: Mampukah Bertahan di $125 pada Akhir 2025?

    • Per 19 Desember, SOL fluktuatif di $117,3–$128,8 karena pasar waspada.
    • SOL di $125,9, pulih tipis pasca turun 10% akibat data CPI AS.
    • Target $160 jika support kuat; tembus di bawah $125 picu jatuh ke $100.

    Pembeli XRP Jaga Support Kunci, Analis Peringatkan Risiko Jatuh

    • XRP turun 6% ke zona rebound usai tembus rentang harga tahunan.
    • Analis: Tembus level rendah saat ini bisa seret XRP ke MA-200.
    • Sebagian analis optimis akumulasi XRP bakal picu breakout hingga 2026.

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Dalam Momentum 1971, Apa Maksudnya?

    Tom Lee, seorang analis keuangan yang cukup terkenal di Wall Street dan kini ikut berkecimpung di dalam industri kripto dengan menjadi Chairman BitMine Immersion Technologies Inc. menjadi sorotan di kalangan investor kripto setelah pernyataannya yang membandingkan Ethereum (ETH) dengan momen bersejarah tahun 1971.

    Pernyataan ini ia lontarkan di Binance Blockchain Week 2025, di mana Lee menekankan bahwa Ethereum sedang memasuki fase transformasional yang mirip dengan“Nixon Shock”, yakni fase ketika Presiden Richard Nixon menghentikan konvertibilitas dolar AS ke emas pada 15 Agustus 1971.

    Guna memahami maksud Tom Lee tentang  bagaimana kaitan momentum 1971 dengan Ethereum, mari kita bedah latar belakang sejarah pada tahun 1971 yuk!

    Maksud dari Ethereum Ethereum Dalam Momentum 1971

    Tahun 1971 dikenal sebagai tahun yang menandai berakhirnya sistem Bretton Woods (1944–1971), sebuah mekanisme yang menetapkan bahwa Dolar AS dijamin dapat dikonversi menjadi emas dengan harga tetap, yaitu USD 35 per ons.

    Sejak konvertibilitas itu dibatalkan oleh Presiden Richard Nixon pada tanggal 15 Agustus 1971 (Nixon Shock), Dolar AS yang sebelumnya didukung oleh cadangan emas resmi berubah menjadi mata uang fiat penuh, yakni uang yang nilainya hanya bergantung pada kepercayaan terhadap pemerintah dan stabilitas ekonomi Amerika Serikat.

    Perubahan ini sempat memicu kekhawatiran inflasi, namun justru membuka pintu bagi Wall Street untuk berinovasi. Institusi keuangan kemudian menciptakan produk baru seperti derivatif, obligasi, dan instrumen keuangan kompleks guna mempertahankan status dolar sebagai mata uang cadangan dunia. Hasilnya adalah ekspansi ekonomi global, pertumbuhan pesat pasar keuangan, serta semakin kokohnya dominasi Amerika Serikat dalam sistem finansial internasional.

    Lee melihat hal yang sama terjadi di Ethereum sekarang, dimana Ethereum bukan dipandang sebagai “emas digital” seperti Bitcoin, melainkan infrastruktur yang memungkinkan tokenisasi segala aset.

    Tom Lee kemudian membandingkan “Nixon Shock” tahun 1971, dengan  regulasi crypto AS tahun 2025 yang sama-sama berpotensi memodernisasi Wall Street, mendorong inovasi keuangan, dan menciptakan kekayaan triliunan di pasar tradisional.

    Aturan seperti:

    • GENIUS Act: Undang-undang federal pertama yang mengatur stablecoin (kripto yang nilainya dipatok 1:1 dengan USD), dengan aturan cadangan, penerbit, dan pengawasan. Ini meningkatkan legitimasi dan adopsi.
    • Project Crypto SEC: Inisiatif SEC untuk memperbarui kerangka regulasi sehingga lebih selaras dengan teknologi on-chain yang semakin berkembang, isinya seperti aturan tentang self-custody, kapan token dianggap sekuritas atau bukan), dan mendorong inovasi seperti tokenisasi saham/obligasi.

    Perubahan aturan seperti di atas dipandang mampu memberikan kejelasan regulasi, mengurangi ketidakpastian, dan mendorong institusi besar yang dulu hanya bermain di Wall Street untuk mulai masuk ke dalam kripto.

    Tom Lee melihat potensi hal tersebut dapat memicu “supercycle” di mana Ethereum sebagai proyek smart contract terdepan, dapat diuntungkan sebab Ethereum akan menjadi platform blockchain utama yang banyak digunakan ketika adopsi tokenisasi aset dunia nyata (Real World Asset—RWA) menjadi new normal sama seperti uang fiat setelah era Nixon.

    Tokenisasi (RWA) sendiri adalah proses mengubah aset fisik atau tradisional menjadi token digital di blockchain, memungkinkan perdagangan 24/7, likuiditas, dan akses global tanpa intermediary. 

    Lee menyoroti bahwa sebagian besar infrastruktur RWA saat ini dibangun di Ethereum, termasuk Layer 2 seperti Polygon atau Optimism, yang mendominasi sekitar 70% pasar RWA. 

    Ini termasuk tokenisasi saham, obligasi, real estate, dan bahkan dolar AS melalui stablecoins seperti USDT atau USDC. Institusi besar seperti Mastercard, Ripple, dan TON Blockchain telah menyatakan komitmen mereka untuk membangun di Ethereum, dengan pertumbuhan stablecoins mencapai 20-30% per tahun untuk remitansi, treasury, dan settlement lintas batas.

    Lee percaya bahwa kedepannya adopsi tokenisasi akan meledak hingga 200x. Alasan utamanya adalah adanya regulasi yang mendukung, seperti GENIUS Act dan Project Crypto dari SEC yang sebelumnya telah dijelaskan di atas, karena dapat memudahkan migrasi aset ke blockchain. 

    Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

    Target Harga: Ethereum Bisa Tembus $62.000

    Tom Lee memperkirakan ETH bisa mencapai $62.000 dalam beberapa bulan jika rasio ETH/BTC naik ke 0,25 dengan asumsi BTC mencapai $250.000. Jika hanya kembali ke rata-rata historis delapan tahun, ETH bisa ke $12.000.

    Saat ini, ETH di sekitar $3.000 dianggap “grossly undervalued” karena telah keluar dari pola sideways lima tahun. BitMine, perusahaan yang dipimpin Lee sendiri telah mengakumulasi 1,52 juta ETH (sekitar 1,3% suplai total) senilai $6,6 miliar, menjadikannya pemegang treasury ETH terbesar dunia, mereka bertujuan setidaknya menguasai 5% suplai ETH untuk staking dan DeFi.

    Secara keseluruhan, apa yang dimaksud Tom Lee dengan Ethereum dalam momentum 1971 adalah momen dimana Ethereum bukan lagi dianggap sebagai altcoin biasa, tapi aset strategis untuk era tokenisasi.

    Bagi investor Indonesia, dengan regulasi pemerintah yang mendukung adopsi aset kripto, Ethereum bisa jadi salah satu aset yang dapat kamu pertimbangkan untuk masuk ke dalam portofolio. Selain karena menjadi aset yang konsisten duduk sebagai aset kedua terbesar setelah Bitcoin dari segi kapitalisasi pasar, potensi adopsi tokenisasi aset dunia nyata (RWA) juga semakin lebar.

    Bagi kamu yang tertarik untuk memiliki aset kripto Ethereum—di Tokocrypto kamu bisa beli dengan deposit hanya mulai dari Rp50.000 lho! Dapatkan juga potongan biaya trading sampai dengan 20% dengan memasukkan kode TEMUTOKO registrasi. Download dan daftar aplikasinya di sini!

    Baca juga: Piala Dunia 2026 Sebentar Lagi, Likuiditas Pasar Siap Tersedot!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

    Sumber:

    YahooFinance: Tom Lee Claims Ethereum Will Hit $62,000 in Next Few Months, Ramps up Bitcoin Call to $250,000. Diakses 15 Desember 2025

    Bezinga: Tom Lee Calls Ethereum A 1971-Style Gold Moment As ETH Hits New All-Time High, Says ‘Very High Probability’ Of Flipping Bitcoin. Diakses 15 Desember 2025



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bukan Bitcoin atau Ethereum! Ini Alasan ETF XRP Jadi Rebutan Investor

    ETF Ripple (XRP) terus mencuri perhatian investor global. Di saat dana berbasis Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL) justru mengalami arus keluar, ETF XRP mencatat kinerja konsisten dengan aliran dana masuk sejak pertama kali melantai di Wall Street.

    Sudah lebih dari satu bulan sejak ETF spot XRP pertama, Canary Capital’s XRPC, resmi diperdagangkan pada 13 November 2025. Saat debutnya, XRPC langsung mencetak rekor volume perdagangan hampir USD 60 juta dalam sehari. Sejak itu, empat ETF XRP lainnya menyusul, yakni Grayscale GXRP, Bitwise XRP, Franklin Templeton XRPZ, dan 21Shares TOXR.

    ETF XRP tetap Lebih Tinggi

    Inflow ETF XRP.
    Inflow ETF XRP.

    Meski permintaan mulai melandai seiring waktu, minat investor terhadap ETF XRP tetap lebih tinggi dibandingkan hampir seluruh ETF kripto spot lainnya. Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa selama 25 hari perdagangan berturut-turut, tidak satu pun dari lima ETF XRP tersebut mencatat arus keluar dana. Total net inflow pun melonjak hingga USD 1,07 miliar per penutupan perdagangan Jumat (20/12).

    Dilaporkan Crypto Potato, dalam sepekan terakhir saja, kelima ETF tersebut membukukan tambahan dana masuk sebesar USD 82,04 juta. XRPC masih menjadi yang terbesar dengan akumulasi inflow USD 384 juta, disusul GXRP, Bitwise XRP, dan XRPZ. Sementara itu, TOXR mencatat inflow paling kecil sebesar USD 23,05 juta.

    Baca juga: Dana Jumbo Masuk ETF XRP! Harga Ripple Siap Tembus US$2?

    Kinerja Kontras dengan ETF Kripto

    Kinerja ini kontras dengan ETF kripto utama lainnya. ETF spot Bitcoin hanya mencatat satu hari positif dalam sepekan terakhir dan berakhir dengan arus keluar hampir USD 500 juta. ETF Ethereum bahkan belum mencatat hari hijau sejak 10 Desember, dengan total outflow hampir USD 650 juta dalam satu minggu.

    ETF Solana menjadi satu-satunya yang mendekati performa XRP dengan 12 hari berturut-turut mencatat inflow. Namun, total dana masuk mingguan ETF SOL masih berada di bawah ETF XRP, yakni USD 66,56 juta.

    Analis menilai daya tarik ETF XRP bukan semata karena statusnya sebagai produk baru di Wall Street. Pasalnya, ETF Dogecoin yang juga tergolong baru hanya menarik inflow sekitar USD 2 juta.

    Faktor utama diduga berasal dari kinerja Ripple sepanjang 2025. Perusahaan di balik XRP itu mencatat tahun yang solid dengan berbagai kemitraan strategis, perolehan lisensi, serta aksi akuisisi. Ripple juga telah menyelesaikan gugatan panjang dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) beberapa bulan lalu, yang selama ini menjadi bayang-bayang bagi XRP.

    Langkah terbaru Ripple termasuk persetujuan bersyarat dari US Office of the Comptroller of the Currency (USOCC) untuk peluncuran Ripple National Bank Trust, serta kerja sama strategis dengan lembaga keuangan asal Swiss, AMINA Bank. Kombinasi kepastian hukum dan ekspansi bisnis inilah yang dinilai membuat ETF XRP lebih menarik di mata investor dibandingkan produk kripto lainnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dogecoin Bangkit Lagi? Pola Langka Muncul, Analis Bidik Harga $1,10

    Dogecoin (DOGE) menunjukkan tanda-tanda awal pemulihan setelah mengalami tekanan jual signifikan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Meski sempat terpuruk akibat aksi jual agresif dan likuidasi besar-besaran investor jangka pendek, pergerakan harga terbaru mengindikasikan kondisi pasar mulai stabil.

    Pada saat penulisan, DOGE diperdagangkan di kisaran US$0,132, mencatatkan kenaikan sekitar 1,9% dalam 24 jam terakhir, menurut data CoinMarketCap.

    Dilaporkan Coinpaper, sejumlah analis teknikal mencermati bahwa momentum bearish Dogecoin mulai melemah. Beberapa sinyal teknikal penting muncul di berbagai kerangka waktu, memunculkan spekulasi bahwa DOGE berpotensi membentuk pola bullish yang terakhir kali terlihat pada 2021.

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Support Kunci Bertahan, Struktur Harga Mulai Berubah

    Analis kripto Tony mencatat bahwa DOGE sebelumnya mengalami aksi jual tajam dari level US$0,1360, sebelum turun hingga di bawah US$0,1240. Penurunan tersebut diduga sebagai liquidity sweep karena diikuti oleh pemulihan yang relatif cepat.

    Sejak menyentuh level terendah tersebut, harga DOGE membentuk pola higher low di sekitar US$0,1260. Meski kenaikannya belum eksplosif, pola ini menunjukkan adanya minat beli pada level harga yang semakin tinggi, sebuah perubahan signifikan dibandingkan struktur tren turun sebelumnya.

    Zona US$0,1280–US$0,1300 kini menjadi area krusial. Jika DOGE mampu merebut kembali area ini, struktur pasar jangka pendek berpotensi berbalik menjadi bullish, dengan target lanjutan di US$0,1350 hingga US$0,1400. Sebaliknya, kegagalan menembus zona tersebut dapat mendorong harga kembali ke area support US$0,1200.

    Baca juga: Dogecoin Tertekan! Harga Terancam Ambles ke $0,115, Sinyal Bearish?

    Divergensi Bullish Perkuat Peluang Reversal

    Analis lain, Trader Tardigrade, mengidentifikasi adanya bullish divergence pada indikator Relative Strength Index (RSI) 4 jam. Saat harga DOGE terus menurun dari atas US$0,1400, RSI justru membentuk higher low. Pola ini kerap muncul menjelang pembalikan arah harga setelah tren turun yang panjang.

    Dari sisi volume, tekanan jual dinilai mulai melemah. Gelombang penjualan masih terjadi, namun dengan intensitas yang lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan tekanan distribusi mulai mereda.

    Secara teknikal, penembusan di atas swing high US$0,1320 dapat menjadi konfirmasi awal perubahan momentum. Jika level ini berhasil dilewati, DOGE berpeluang melaju cepat menuju area US$0,1450–US$0,1500. Namun, jika harga justru jatuh di bawah level terendah divergensi, skenario bullish akan gugur dan membuka risiko penurunan ke sekitar US$0,1180.

    Sejumlah analis bahkan menyoroti kemunculan pola teknikal jangka panjang yang menyerupai struktur bullish besar seperti pada 2021—periode ketika Dogecoin mencatat reli masif. Meski target US$1,10 masih bersifat spekulatif, sinyal teknikal terbaru membuat pasar mulai kembali melirik potensi kebangkitan koin meme tersebut.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SOL $126, Bertahan di $123 atau Ambles ke $118?

    Harga Solana (SOL) masih kesulitan bangkit setelah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga Jumat (20/12/2025) pukul 21.00 UTC, SOL tercatat bergerak di kisaran US$126 dan belum mampu menembus level resistensi penting di US$130.

    Kondisi ini membuat arah pergerakan Solana ke depan dinilai sangat bergantung pada perilaku pemegang lama (existing holders), bukan dari masuknya investor baru.

    Beberapa Pemegang Solana Menunjukkan Ketahanan

    Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan adanya sinyal stabilisasi awal. Indikator Chaikin Money Flow (CMF) tercatat mengalami kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir. Meski masih berada di bawah garis nol, pergerakan naik CMF mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan arus keluar modal melambat. Kondisi tersebut sering kali menjadi fase awal sebelum pasar beralih dari outflow ke inflow.

    Pelemahan tekanan jual ini menjadi faktor penting bagi peluang pemulihan Solana. Jika pemegang lama tetap mempertahankan asetnya atau mulai melakukan akumulasi, harga SOL berpotensi merespons positif dalam waktu singkat. Namun, pemulihan ini dinilai masih rapuh tanpa dukungan permintaan baru.

    Di sisi lain, indikator makro jaringan menunjukkan sinyal yang lebih hati-hati. Jumlah alamat baru di jaringan Solana tercatat turun signifikan dalam 10 hari terakhir. Data menunjukkan penurunan dari 6,077 juta alamat menjadi 5,390 juta alamat, atau turun sekitar 11,3%. Penurunan ini mencerminkan melemahnya partisipasi jaringan dan rendahnya minat spekulatif dari investor baru.

    Baca juga: Solana Terancam Anjlok Lebih Dalam, Target $107 Mulai Mengintai

    Pemulihan Harga SOL Dimungkinkan

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Minimnya pertumbuhan alamat baru menandakan bahwa pelaku pasar belum melihat insentif jangka pendek yang cukup menarik. Akibatnya, stabilitas harga Solana saat ini sangat bergantung pada kepercayaan dan ketahanan pemegang lama dalam menahan tekanan jual.

    Secara teknikal, SOL masih berada di fase konsolidasi. Level US$130 menjadi target terdekat yang harus direbut kembali untuk mengubah momentum jangka pendek menjadi lebih bullish. Penurunan arus keluar modal meningkatkan peluang terjadinya rebound, namun penembusan resistensi membutuhkan dukungan berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan spekulatif sesaat.

    Meski demikian, risiko penurunan tetap terbuka. Jika sentimen pasar kembali memburuk dan tekanan jual meningkat, SOL berpotensi turun menembus support US$123. Apabila level tersebut gagal dipertahankan, harga Solana berisiko meluncur ke area US$118. Penurunan ke bawah level ini dapat membatalkan prospek pemulihan jangka pendek dan memperkuat tren pelemahan.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com