Tag: altcoin

  • DigiByte Luncurkan DigiDollar RC25 Testnet dengan 11 Bug Fixes

    Pengembangan ekosistem DigiByte (DGB) kembali menunjukkan progres baru dengan rencana peluncuran DigiDollar RC25 Testnet.

    Versi terbaru dari testnet ini membawa sejumlah pembaruan teknis, termasuk 11 perbaikan bug yang bertujuan meningkatkan stabilitas dan performa jaringan.

    Testnet merupakan tahap penting dalam pengembangan teknologi blockchain, karena memungkinkan tim pengembang menguji fitur baru sebelum akhirnya dirilis ke jaringan utama (mainnet).

    Dengan peluncuran DigiDollar RC25, tim DigiByte berupaya memastikan bahwa sistem berjalan lebih stabil sebelum melangkah ke fase pengembangan berikutnya.

    Selain pembaruan perangkat lunak, tim pengembang juga mengungkapkan bahwa mereka masih membutuhkan tambahan operator node oracle untuk mendukung tahap pengembangan selanjutnya.

    Baca Juga: Token NFT Panas! DigiByte Pimpin Reli, Baby Shark Universe Ikut Meroket

    Lebih Dekat dengan DigiDollar

    Menurut laporan Coinmarketcal, DigiDollar merupakan inisiatif dalam ekosistem DigiByte yang bertujuan membangun sistem stablecoin atau aset digital berbasis jaringan DigiByte.

    Proyek ini dirancang untuk menghadirkan mekanisme nilai yang lebih stabil di dalam ekosistem blockchain DigiByte, sekaligus memperluas potensi penggunaan jaringan dalam berbagai aplikasi keuangan digital.

    Dalam pengembangannya, DigiDollar menggunakan sistem oracle terdesentralisasi untuk membantu menjaga integritas data dan mekanisme konsensus dalam jaringan.

    Karena itu, keberadaan operator node oracle menjadi komponen penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan sistem.

    RC25 Testnet Hadirkan 11 Perbaikan Bug

    Peluncuran DigiDollar RC25 difokuskan pada penyempurnaan teknis melalui serangkaian bug fixes.

    Sebanyak 11 perbaikan bug telah dimasukkan dalam versi ini untuk meningkatkan performa sistem, memperbaiki potensi kerentanan, serta memastikan kompatibilitas dengan komponen jaringan lainnya.

    Perbaikan bug merupakan bagian penting dalam siklus pengembangan perangkat lunak blockchain.

    Sebelum fitur baru diluncurkan secara penuh ke jaringan utama, tim pengembang biasanya melakukan berbagai pengujian untuk memastikan bahwa sistem dapat beroperasi dengan aman dan stabil.

    Dengan pendekatan ini, pengembang dapat meminimalkan risiko kesalahan teknis yang dapat memengaruhi pengguna ketika produk akhirnya dirilis secara resmi.

    Kebutuhan Operator Oracle Tambahan

    Selain peluncuran RC25, tim DigiByte juga mengungkapkan rencana untuk tahap pengembangan berikutnya, yaitu RC26.

    Dalam fase tersebut, proyek DigiDollar membutuhkan lima relawan tambahan untuk menjalankan node oracle secara aktif selama 24 jam sehari.

    Langkah ini dilakukan untuk memenuhi target 9 dari 15 node oracle dalam mekanisme decentralized consensus yang digunakan oleh sistem DigiDollar.

    Oracle node berperan penting dalam menyediakan data eksternal yang diperlukan oleh jaringan untuk memastikan validitas transaksi dan stabilitas sistem.

    Dengan memperluas jumlah operator oracle, jaringan dapat mencapai tingkat desentralisasi yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan keamanan sistem.

    Dampak bagi Ekosistem DigiByte

    Meskipun pengumuman ini menandai kemajuan teknis yang penting, analis menilai bahwa peluncuran testnet biasanya tidak langsung memengaruhi permintaan token di pasar.

    Menurut tim riset dari Tokocrypto, perkembangan ini lebih mencerminkan kelanjutan proses pengembangan ekosistem DigiByte dibandingkan katalis harga jangka pendek.

    “Untuk DGB, ini lebih merupakan sinyal kelanjutan pengembangan daripada katalis harga besar, karena testnet dan bugfix biasanya tidak langsung mengubah demand token. Namun detail kebutuhan 5 operator oracle baru menunjukkan bahwa infrastruktur DigiDollar masih aktif dibangun, jadi nilainya lebih ke progres ekosistem jangka panjang daripada hype jangka pendek,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Dengan kata lain, dampak utama dari pengumuman ini lebih terasa pada fundamental proyek dalam jangka panjang dibandingkan pergerakan harga token secara langsung.

    Pentingnya Testnet dalam Pengembangan Blockchain

    Dalam industri blockchain, testnet merupakan tahap krusial sebelum teknologi baru diterapkan pada jaringan utama.

    Testnet memungkinkan pengembang untuk melakukan eksperimen, menguji fitur baru, serta memperbaiki kesalahan tanpa memengaruhi sistem utama yang digunakan oleh pengguna.

    Banyak proyek blockchain besar menggunakan testnet sebagai laboratorium pengembangan sebelum melakukan upgrade besar atau meluncurkan fitur baru.

    Melalui proses ini, proyek dapat meningkatkan kualitas perangkat lunak sekaligus menjaga keamanan ekosistem.

    Baca Juga: Harga DigiByte Melejit 36%, Tanda Awal Bullish Rally?

    Prospek Pengembangan DigiByte

    Peluncuran DigiDollar RC25 menunjukkan bahwa pengembangan teknologi dalam ekosistem DigiByte masih terus berlanjut.

    Meskipun perkembangan seperti testnet dan bug fixes jarang memicu lonjakan harga secara langsung, progres teknis tetap menjadi indikator penting bagi keberlanjutan proyek blockchain.

    Jika DigiDollar berhasil mencapai tahap pengembangan yang lebih matang dan menarik lebih banyak operator oracle, ekosistem DigiByte berpotensi memperluas utilitas jaringan di masa depan.

    Bagi komunitas DigiByte, pembaruan ini menjadi bukti bahwa proyek masih aktif membangun infrastruktur yang dapat mendukung inovasi di sektor keuangan terdesentralisasi dan stablecoin berbasis blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Anjlok 26%, Tekanan Jual Besar Picu Koreksi Tajam

    Harga Pi Network (PI) mengalami koreksi tajam dalam perdagangan 24 jam terakhir.

    Token ini tercatat turun sekitar 26,14% ke level $0,215, jauh lebih buruk dibandingkan pergerakan pasar kripto secara umum yang hanya melemah tipis.

    Penurunan tersebut juga diiringi lonjakan volume perdagangan sekitar 31%, yang mencapai $159,6 juta dalam sehari.

    Kombinasi antara penurunan harga tajam dan volume tinggi biasanya menjadi indikasi bahwa pasar sedang mengalami tekanan distribusi besar dari para holder.

    Berbeda dengan banyak pergerakan kripto yang dipicu oleh berita atau sentimen pasar global, penurunan harga Pi kali ini terlihat lebih dipengaruhi oleh faktor internal proyek, terutama terkait dinamika suplai dan permintaan token.

    Baca Juga: Harga Pi Network Melonjak 30%, Listing di Kraken Jadi Pemicu Utama Reli

    Tekanan Jual Besar dan Faktor Tokenomics

    Salah satu faktor utama yang mendorong penurunan harga PI adalah tekanan jual yang cukup besar dari pasar.

    Saat ini, Pi Network memiliki sekitar 9,66 miliar token yang beredar, sementara total suplai maksimalnya mencapai 100 miliar token.

    Perbedaan besar antara suplai beredar dan total suplai ini sering kali memicu kekhawatiran di kalangan investor mengenai potensi tekanan jual di masa depan.

    Lonjakan volume perdagangan hingga lebih dari $159 juta menunjukkan bahwa banyak holder kemungkinan melakukan distribusi atau menjual sebagian kepemilikan mereka di pasar.

    Ketika volume penjualan meningkat lebih cepat dibandingkan permintaan pembelian, harga biasanya mengalami tekanan turun yang signifikan.

    Situasi ini menunjukkan bahwa pasar saat ini masih mencari keseimbangan baru antara pasokan token yang tersedia dan minat beli investor.

    Tidak Ada Katalis Eksternal yang Jelas

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 14 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 14 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Menariknya, Coinmarketcap mencatat penurunan tajam harga Pi tidak disertai dengan katalis eksternal yang jelas.

    Tidak ada pengumuman besar, kerja sama baru, ataupun perubahan teknis signifikan yang biasanya dapat menjelaskan pergerakan harga sebesar ini.

    Bahkan dalam periode yang sama, pasar kripto secara keseluruhan tidak mengalami tekanan besar. Sebagai contoh, Bitcoin hanya turun sekitar 0,44%, yang berarti penurunan Pi hampir sepenuhnya dipengaruhi oleh dinamika internal token tersebut.

    Hal ini menunjukkan bahwa ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan token kemungkinan menjadi penyebab utama koreksi harga.

    Level Support Penting di $0,20

    Dalam analisis teknikal jangka pendek, level $0,20 kini menjadi area support penting bagi harga PI.

    Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, pasar berpotensi memasuki fase konsolidasi, di mana volatilitas mulai mereda dan harga bergerak dalam rentang tertentu.

    Namun jika tekanan jual terus berlanjut dan harga turun di bawah $0,20, risiko koreksi yang lebih dalam bisa meningkat.

    Dalam skenario tersebut, harga PI berpotensi mencari level support yang lebih rendah, terutama jika tidak ada peningkatan minat beli dari investor.

    Karena itu, banyak trader saat ini memantau pergerakan volume perdagangan sebagai indikator penting.

    Penurunan volume jual biasanya menjadi tanda awal bahwa gelombang distribusi mulai mereda.

    Risiko Volatilitas Jangka Pendek

    Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa Pi Network berada dalam fase bearish jangka pendek.

    Selama tekanan jual masih tinggi dan volume perdagangan tetap besar, besar harga akan tetap bergerak volatil.

    Selain itu, kurangnya katalis positif dalam jangka pendek membuat pergerakan harga sangat bergantung pada sentimen pasar dan perilaku holder yang ada.

    Dalam kondisi seperti ini, banyak investor biasanya memilih untuk menunggu tanda-tanda stabilisasi sebelum kembali masuk ke pasar.

    Baca Juga: Harga Pi Network Melonjak 30%, Listing di Kraken Jadi Pemicu Utama Reli

    Prospek Pergerakan Pi Network

    Secara keseluruhan, penurunan harga Pi dalam 24 jam terakhir mencerminkan fase koreksi tajam yang dipicu oleh tekanan jual internal.

    Lonjakan volume perdagangan menunjukkan bahwa sebagian holder kemungkinan sedang keluar dari posisi mereka, sementara permintaan baru belum cukup kuat untuk menyerap pasokan tersebut.

    Dalam jangka pendek, arah harga Pi kemungkinan akan ditentukan oleh kemampuan pasar mempertahankan support di sekitar $0,20.

    Jika level tersebut bertahan dan volume jual mulai menurun, harga berpotensi stabil dan memasuki fase konsolidasi.

    Namun jika support tersebut ditembus, tren penurunan bisa berlanjut hingga menemukan area harga yang mampu menarik kembali minat beli investor.

    Bagi pelaku pasar, periode ini menjadi momen penting untuk memantau apakah tekanan jual mulai mereda atau justru berkembang menjadi tren penurunan yang lebih panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Bottom XRP Muncul, Harga Siap Melonjak?

    Harga XRP saat ini mendekati salah satu sinyal teknikal yang secara historis sering menandai titik dasar pasar. Sejumlah indikator on-chain menunjukkan bahwa aset kripto tersebut berada dalam kondisi undervalued, memunculkan spekulasi bahwa fase pemulihan harga dapat segera terjadi.

    Saat ini XRP diperdagangkan di kisaran US$1,36 dan bergerak dalam pola teknikal descending wedge, formasi grafik yang sering dikaitkan dengan potensi pembalikan tren ke arah bullish.

    Indikator MVRV Tunjukkan Kondisi Undervalued

    Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah MVRV Z-Score, metrik yang membandingkan nilai pasar dengan nilai realisasi dari aset kripto.

    Dilaporkan BeInCrypto, data terbaru menunjukkan bahwa XRP saat ini berada di bawah ambang nilai wajar menurut indikator tersebut. Kondisi ini biasanya menandakan bahwa harga aset berada dalam fase undervaluation.

    Secara historis, situasi serupa pada sejumlah aset kripto sering diikuti oleh pemulihan harga setelah tekanan jual mereda.

    Meski demikian, analis mencatat bahwa sinyal dari MVRV tidak selalu langsung diikuti oleh kenaikan harga dalam jangka pendek.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan teknikal, narasi seperti ini biasanya menarik karena menggabungkan kondisi sentimen yang tertekan dengan kemungkinan terbentuknya support yang lebih kuat.

    “Namun level yang dipantau pasar akan jadi penentu: jika XRP gagal bertahan di area tersebut, sinyal bottom bisa batal total; sebaliknya jika bertahan, potensi relief rally akan terlihat jauh lebih meyakinkan,” analisanya.

    Baca juga: Cadangan XRP di Bursa Anjlok, Tanda Supply Makin Menipis?

    Rasio Profit dan Loss Mendekati Titik Kapitulasi

    Indikator lain yang diamati adalah realized profit/loss ratio, yang mengukur perbandingan antara transaksi yang menghasilkan keuntungan dan transaksi yang terjadi dalam kondisi rugi.

    Saat ini rasio tersebut mendekati level 1,0. Angka ini menunjukkan bahwa jumlah transaksi yang direalisasikan dalam kerugian hampir sama dengan transaksi yang menghasilkan keuntungan.

    Kondisi tersebut sering dianggap sebagai tanda meningkatnya tekanan kapitulasi di pasar, yaitu fase ketika banyak investor menjual aset mereka dalam kondisi rugi.

    Dalam beberapa siklus sebelumnya, fase kapitulasi seperti ini sering menjadi titik awal bagi pemulihan harga.

    Level Penting Harga XRP

    Secara teknikal, XRP saat ini bergerak di antara area resistance sekitar US$1,39 dan support di sekitar US$1,33.

    Jika harga berhasil menembus resistance tersebut, pola descending wedge berpotensi memicu kenaikan sekitar 11% menuju area US$1,43.

    Namun jika tekanan jual masih berlanjut, XRP kemungkinan tetap bergerak dalam rentang tersebut atau bahkan turun menuju level US$1,31.

    Penurunan ke area tersebut dapat menandai fase kapitulasi yang lebih dalam, yang dalam beberapa kasus sebelumnya justru menjadi titik awal bagi fase pemulihan harga berikutnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Ethereum Staking Pertama BlackRock Catat Debut Kuat di Pasar

    BlackRock resmi meluncurkan produk exchange-traded fund (ETF) Ethereum berbasis staking yang langsung mencatat aktivitas perdagangan cukup tinggi pada hari pertama. ETF bernama iShares Staked Ethereum Trust (ETHB) tersebut membukukan volume perdagangan sekitar US$15,5 juta saat debutnya di pasar.

    Dilaporkan Cointelegraph, angka tersebut dinilai analis sebagai awal yang kuat bagi produk ETF kripto baru, meskipun masih berada di bawah volume yang dicatat oleh beberapa ETF staking Solana yang diluncurkan sebelumnya.

    Volume Perdagangan Hari Pertama

    Berdasarkan data Nasdaq, ETF ETHB mencatat sekitar 592.804 saham diperdagangkan pada hari pertama peluncurannya. Total nilai transaksi tersebut mencapai sekitar US$15,5 juta.

    Analis ETF Bloomberg, James Seyffart, menyebut angka tersebut sebagai debut yang “sangat solid” untuk produk ETF baru.

    Meski demikian, volume tersebut masih lebih rendah dibandingkan ETF staking Solana yang diluncurkan sebelumnya. Bitwise Solana Staking ETF (BSOL), misalnya, mencatat volume sekitar US$55,4 juta pada hari pertama saat diluncurkan pada Oktober tahun lalu. Sementara itu, REX-Osprey SOL + Staking ETF (SSK) mencatat sekitar US$33,7 juta pada debutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, angka debut US$15,5 juta ini dinilai solid untuk hari pertama, tetapi masih di bawah produk staking Solana sejenis seperti BSOL yang sempat mencatat US$55,4 juta dan SSK sekitar US$33,7 juta saat debut.

    “Secara onchain dan pasar, peluncuran ETHB penting karena menunjukkan ada permintaan institusional untuk eksposur ETH yang sekaligus menangkap yield staking sekitar 4% per tahun, sementara struktur biaya 0,25%—dipotong ke 0,12% untuk US$2,5 miliar AUM pertama—membuat produk ini cukup kompetitif untuk menguji appetite investor tradisional terhadap ETH yield-bearing exposure,” jelasnya.

    Baca juga: BlackRock Diam-Diam Pindahkan Rp1,9 Triliun Bitcoin dan Ethereum

    ETF Ethereum dengan Fitur Staking

    Berbeda dengan ETF kripto biasa, iShares Staked Ethereum Trust tidak hanya berinvestasi pada Ether (ETH), tetapi juga melakukan staking aset tersebut di jaringan Ethereum.

    Melalui staking, aset ETH yang dimiliki oleh dana tersebut akan dikunci di jaringan blockchain untuk membantu proses validasi transaksi. Sebagai imbalannya, dana akan memperoleh staking reward yang diperkirakan sekitar 4% per tahun.

    Struktur portofolio ETF ini terdiri dari sekitar 80% Ether yang di-stake dan 20% Ether yang tidak di-stake.

    Hadiah staking akan didistribusikan kepada investor setiap bulan. Proses staking dilakukan melalui validator jaringan Ethereum yang dioperasikan oleh perusahaan seperti Figment, Galaxy Digital, dan Attestant.

    Bagian dari Ekspansi Produk Kripto BlackRock

    Peluncuran ETHB menambah daftar produk kripto yang dimiliki BlackRock. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah meluncurkan dua ETF kripto utama yaitu iShares Bitcoin Trust (IBIT) dan iShares Ethereum Trust (ETHA).

    Sejak diluncurkan pada 2024, IBIT telah menarik arus dana sekitar US$62,8 miliar, sementara ETHA mencatat inflow sekitar US$11,9 miliar.

    ETF ETHB sendiri diluncurkan dengan total aset awal sekitar US$106,7 juta dan menggunakan Coinbase sebagai kustodian penyimpanan aset.

    Biaya Pengelolaan dan Rencana Produk Baru

    Produk ETF ini mengenakan biaya pengelolaan sebesar 0,25%. Namun BlackRock memberikan potongan biaya selama satu tahun pertama sehingga tarifnya menjadi sekitar 0,12% untuk aset hingga US$2,5 miliar.

    Selain ETHB, BlackRock juga dilaporkan tengah menyiapkan produk ETF Bitcoin Premium Income. Produk tersebut dirancang untuk menghasilkan pendapatan tambahan dengan menjual opsi covered call pada kontrak futures Bitcoin.

    Langkah ini menunjukkan semakin besarnya minat institusi keuangan global dalam mengembangkan produk investasi berbasis aset kripto, terutama yang menawarkan potensi imbal hasil tambahan seperti staking.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Snapshot RNGR Digelar, Ranger Distribusikan 5 Juta USDC ke Holder

    Ekosistem kripto kembali menghadirkan program distribusi dana bagi komunitasnya.

    Proyek Ranger Token (RNGR) dijadwalkan melakukan snapshot holder sebagai bagian dari rencana distribusi dana sebesar 5.047.250 USDC kepada para pemegang token.

    Menurut laporan Coinmarketcal, Snapshot tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret pukul 11 PM UTC, atau sekitar 4 PM PST, dan akan menjadi dasar penentuan siapa saja yang berhak menerima bagian dari distribusi dana tersebut.

    Program ini diumumkan oleh MetaDAO, yang menyatakan bahwa dana USDC telah dipindahkan dari treasury dan liquidity pool proyek untuk kemudian dibagikan kepada komunitas pemegang RNGR.

    Distribusi ini menarik perhatian pasar karena jumlah dana yang dibagikan tergolong besar dan berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan token menjelang maupun setelah snapshot dilakukan.

    Baca Juga: Geger! JPMorgan Terbitkan Surat Utang AS Pertama di Blockchain Solana

    Detail Distribusi 5 Juta USDC

    Dalam pengumuman resmi, MetaDAO mengonfirmasi bahwa total 5.047.250 USDC telah dialokasikan untuk dibagikan kepada para holder RNGR.

    Dana tersebut sebelumnya berada dalam treasury proyek dan liquidity pool, kemudian dipindahkan untuk tujuan distribusi kepada komunitas.

    Sebagai bagian dari mekanisme program ini, snapshot akan mencatat jumlah kepemilikan RNGR di setiap wallet pada waktu yang telah ditentukan.

    Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan besaran distribusi USDC yang akan diterima masing-masing holder.

    Namun, proyek juga memberikan catatan penting terkait kelayakan (eligibility) bagi pemegang token.

    Holder RNGR yang menyimpan token di centralized exchange (CEX) atau dalam liquidity pool disarankan untuk memindahkan token mereka ke wallet pribadi sebelum waktu snapshot agar tetap memenuhi syarat menerima distribusi.

    Langkah ini penting karena sistem snapshot biasanya hanya menghitung token yang berada di alamat wallet yang dapat diverifikasi secara langsung di blockchain.

    Potensi Dampak pada Pergerakan Harga RNGR

    Program distribusi dana dalam ekosistem kripto sering kali berdampak langsung terhadap pergerakan harga token terkait.

    Menurut analis, skema seperti ini sering memicu akumulasi token menjelang snapshot, karena investor ingin memastikan mereka masuk dalam daftar penerima distribusi.

    Sementara itu, Tim Research Tokocrypto menilai bahwa nilai distribusi ini cukup signifikan bagi komunitas RNGR.

    “Untuk RNGR, distribusi USDC sebesar ini cukup material dan berfungsi seperti one-time dividend yang bisa mendorong akumulasi menjelang snapshot. Tapi setup seperti ini juga klasik buy the rumor, sell the news: setelah snapshot selesai, tekanan ambil untung bisa meningkat tajam dan volatilitas kemungkinan tetap tinggi di sekitar event,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pola buy the rumor, sell the news memang cukup sering terjadi dalam berbagai event kripto, mulai dari airdrop hingga pembagian reward komunitas.

    Investor biasanya membeli token sebelum event berlangsung untuk mendapatkan manfaatnya, kemudian menjual setelah snapshot selesai.

    Snapshot dan Airdrop dalam Ekosistem Kripto

    Snapshot merupakan mekanisme yang umum digunakan dalam dunia kripto untuk menentukan hak distribusi token, airdrop, atau reward komunitas.

    Pada waktu tertentu yang telah ditetapkan, sistem akan mengambil data kepemilikan token di blockchain. Data ini kemudian menjadi dasar pembagian reward kepada holder yang memenuhi syarat.

    Program seperti ini sering digunakan oleh proyek kripto untuk meningkatkan partisipasi komunitas, memperkuat loyalitas holder, dan mendorong aktivitas ekosistem.

    Namun, di sisi lain, event snapshot juga sering memicu lonjakan volatilitas harga karena adanya perubahan perilaku trading dari investor.

    Volatilitas Potensial Setelah Snapshot

    Meski program distribusi USDC dapat menarik minat investor, analis juga mengingatkan bahwa volatilitas tinggi kemungkinan terjadi setelah snapshot.

    Hal ini disebabkan oleh investor jangka pendek yang hanya ingin memperoleh distribusi reward, kemudian menjual token mereka setelah snapshot selesai.

    Jika tekanan jual meningkat setelah event berlangsung, harga RNGR dapat mengalami koreksi dalam jangka pendek.

    Karena itu, trader biasanya memantau volume perdagangan, sentimen pasar, dan distribusi token untuk memahami potensi pergerakan harga setelah snapshot.

    Baca Juga: Solana dalam Sorotan: Sentimen Terendah dan Tantangan di Depan

    Dengan demikian, snapshot RNGR untuk distribusi lebih dari 5 juta USDC menjadi salah satu event menarik dalam ekosistem kripto saat ini.

    Dengan jumlah dana yang cukup besar, program ini berpotensi mendorong akumulasi token sebelum snapshot sekaligus meningkatkan aktivitas komunitas.

    Namun, seperti banyak event serupa di pasar kripto, investor juga perlu memperhatikan potensi volatilitas setelah snapshot, terutama jika terjadi aksi ambil untung dalam jumlah besar.

    Bagi holder RNGR, memastikan token berada di wallet pribadi sebelum waktu snapshot menjadi langkah penting agar tetap memenuhi syarat menerima distribusi USDC dari program ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BOB Mainnet Segera Luncurkan Jovian Hardfork

    Ekosistem blockchain kembali menghadirkan pembaruan teknis penting.

    BOB Mainnet dijadwalkan meluncurkan Jovian Hardfork, sebuah peningkatan jaringan yang menjadi bagian dari implementasi OP Stack Upgrade 17.

    Menurut laporan Coinmarketcal, upgrade ini difokuskan pada peningkatan infrastruktur jaringan, terutama bagi operator node eksternal yang menjalankan layanan pada jaringan BOB.

    Melalui pembaruan ini, tim pengembang ingin memastikan bahwa jaringan tetap kompatibel dengan standar teknologi terbaru dalam ekosistem layer-2 berbasis OP Stack.

    Seiring dengan pengumuman tersebut, operator node di jaringan BOB juga diminta untuk memastikan bahwa infrastruktur mereka telah diperbarui sebelum hardfork diterapkan, guna menghindari potensi gangguan operasional ketika upgrade berlangsung.

    Baca Juga: Shentu (CTK) Siap Upgrade Mainnet, Perkuat Stabilitas Harga?

    Apa Itu Jovian Hardfork?

    Hardfork merupakan salah satu mekanisme pembaruan dalam teknologi blockchain yang memungkinkan perubahan pada aturan protokol jaringan.

    Dalam beberapa kasus, hardfork dapat menghadirkan fitur baru, peningkatan keamanan, atau perbaikan performa jaringan.

    Dalam konteks Jovian Hardfork, fokus utamanya adalah pada pembaruan teknis dan kompatibilitas infrastruktur, bukan perubahan besar pada sistem ekonomi token.

    Upgrade ini merupakan bagian dari integrasi dengan OP Stack, sebuah framework open-source yang banyak digunakan untuk membangun jaringan layer-2 Ethereum.

    OP Stack sendiri dikembangkan oleh **Optimism untuk mendukung ekosistem blockchain yang lebih skalabel dan interoperable.

    Dengan mengikuti pembaruan dalam OP Stack Upgrade 17, jaringan BOB diharapkan dapat tetap kompatibel dengan perkembangan terbaru di ekosistem layer-2.

    Fokus pada Infrastruktur Operator Node

    Salah satu aspek utama dalam upgrade ini adalah peningkatan dukungan bagi operator node eksternal.

    Node operator memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas jaringan, memproses transaksi, serta memastikan sinkronisasi data blockchain secara akurat.

    Melalui Jovian Hardfork, pengembang BOB ingin meningkatkan reliabilitas jaringan serta kompatibilitas dengan komponen teknologi terbaru, sehingga operator node dapat menjalankan sistem dengan performa yang lebih stabil.

    Karena itu, operator diingatkan untuk memperbarui perangkat lunak dan infrastruktur mereka sebelum tanggal hardfork agar dapat tetap terhubung dengan jaringan setelah upgrade selesai.

    Jika node tidak diperbarui tepat waktu, terdapat kemungkinan node tersebut tidak lagi kompatibel dengan versi jaringan terbaru.

    Dampak terhadap Ekosistem dan Pasar

    Meskipun upgrade ini penting dari sisi teknologi, analis menilai bahwa dampak langsungnya terhadap pasar kemungkinan tidak terlalu besar.

    Menurut Tim Research dari **Tokocrypto, pembaruan ini lebih berfokus pada fondasi teknis jaringan dibandingkan perubahan ekonomi token.

    “Untuk BOB, ini adalah upgrade teknis yang penting dari sisi reliabilitas jaringan dan kompatibilitas dengan stack yang lebih luas, tetapi tidak langsung mengubah tokenomics atau insentif pengguna. Efek pasarnya kemungkinan terbatas dan lebih bersifat mendukung fundamental jangka panjang daripada memicu arus spekulatif besar,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, meskipun upgrade ini tidak secara langsung memicu lonjakan harga atau aktivitas spekulatif, peningkatan kualitas infrastruktur tetap penting untuk mendukung perkembangan ekosistem dalam jangka panjang.

    Pentingnya Upgrade Infrastruktur Blockchain

    Dalam dunia blockchain, pembaruan jaringan seperti hardfork merupakan bagian penting dari evolusi teknologi.

    Upgrade teknis dapat membantu meningkatkan keamanan, efisiensi transaksi, serta kompatibilitas dengan protokol lain di ekosistem yang lebih luas.

    Bagi proyek blockchain yang ingin berkembang secara berkelanjutan, kemampuan untuk terus mengikuti perkembangan teknologi menjadi faktor kunci.

    Dengan mengadopsi pembaruan dari OP Stack, BOB Mainnet berupaya memastikan bahwa infrastrukturnya tetap selaras dengan standar teknologi terbaru dalam ekosistem layer-2.

    Baca Juga: Rapatkan Barisan, Proyek Token Privasi Gelar “Why Privacy Matters?”

    Prospek Jangka Panjang BOB

    Walaupun upgrade ini tidak langsung memengaruhi insentif pengguna atau tokenomics, langkah tersebut tetap memiliki arti penting bagi perkembangan jaringan.

    Peningkatan reliabilitas dan kompatibilitas dapat membantu menarik lebih banyak pengembang dan operator node untuk membangun aplikasi di atas jaringan BOB.

    Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memperkuat fondasi teknis ekosistem, yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan penggunaan dan aktivitas jaringan.

    Dengan pelaksanaan Jovian Hardfork pada 12 Maret, BOB Mainnet menunjukkan komitmennya untuk terus memperbarui teknologi dan menjaga stabilitas infrastrukturnya di tengah perkembangan pesat industri blockchain global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Melonjak 30%, Listing di Kraken Jadi Pemicu Utama Reli

    Harga Pi Network (PI) mencatat lonjakan signifikan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

    Token ini naik sekitar 30,89% ke level $0,290, jauh mengungguli kinerja pasar kripto secara keseluruhan yang hanya naik sekitar 2,64% dalam periode yang sama.

    Kenaikan tajam tersebut terutama dipicu oleh konfirmasi listing PI di bursa kripto besar, yang menjadi katalis fundamental baru bagi proyek ini.

    Selain itu, faktor teknikal dan sentimen pasar altcoin yang membaik juga turut memperkuat momentum kenaikan.

    Reli harga ini menunjukkan bahwa Pi Network untuk sementara berhasil “decouple” dari pergerakan Bitcoin, yang hanya mencatat kenaikan moderat dalam periode yang sama.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,225, Tekanan Pasar Mulai Melanda

    Listing Kraken Jadi Katalis Utama

    Menurut laporan Coinmarketcap pada Jumat (13/3), pendorong utama reli harga Pi adalah pengumuman bahwa token tersebut akan segera diperdagangkan di Kraken, salah satu bursa kripto besar yang berbasis di Amerika Serikat.

    Kraken mengonfirmasi bahwa pasangan perdagangan PI/USDT akan mulai tersedia pada 13 Maret 2026.

    Listing ini dianggap sebagai langkah penting bagi proyek Pi Network karena membuka akses ke likuiditas yang lebih besar serta meningkatkan legitimasi di mata investor global.

    Sebagai salah satu exchange yang terdaftar di FinCEN dan terhubung dengan sistem pembayaran Federal Reserve AS, kehadiran PI di Kraken dinilai sebagai validasi terhadap proyek tersebut.

    Bagi komunitas Pi Network, listing di exchange besar telah lama menjadi salah satu milestone yang dinantikan, terutama karena akses perdagangan sebelumnya relatif terbatas.

    Dengan terbukanya pasar baru ini, investor ritel maupun institusional memiliki jalur yang lebih mudah untuk memperdagangkan token PI.

    Breakout Teknis Perkuat Momentum

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 13 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Selain faktor fundamental, reli harga Pi juga didukung oleh sinyal teknikal yang kuat.

    Harga PI berhasil menembus level resistance penting di $0,23, yang sebelumnya menjadi area penghalang utama bagi kenaikan harga.

    Breakout ini dikonfirmasi oleh lonjakan volume perdagangan yang sangat besar, dengan kenaikan volume sekitar 172,85% dalam 24 jam terakhir.

    Lonjakan volume tersebut menandakan meningkatnya minat investor terhadap token ini.

    Di saat yang bersamaanw, indikator pasar menunjukkan bahwa sentimen terhadap altcoin juga mulai membaik.

    Altcoin Season Index tercatat naik sekitar 11,11% dalam satu minggu terakhir, yang menunjukkan bahwa sebagian investor mulai mengalihkan modal dari Bitcoin ke aset kripto alternatif.

    Namun demikian, indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) saat ini berada di atas level 70, yang mengindikasikan kondisi overbought atau jenuh beli dalam jangka pendek.

    Artinya, meskipun tren masih bullish, potensi volatilitas tetap cukup tinggi.

    Potensi Target Harga Selanjutnya

    Jika momentum beli tetap kuat setelah listing Kraken resmi aktif, harga Pi berpotensi melanjutkan reli menuju zona $0,30 hingga $0,35.

    Level tersebut menjadi target jangka pendek berikutnya yang banyak dipantau oleh trader.

    Namun, pasar juga harus mewaspadai potensi koreksi jika tekanan jual meningkat.

    Data on-chain menunjukkan bahwa lebih dari 450 juta token PI saat ini berada di berbagai exchange, yang dapat menjadi sumber likuiditas sekaligus potensi tekanan jual.

    Jika harga turun dan gagal bertahan di atas support $0,25, pasar berpotensi mengalami koreksi cepat menuju $0,23.

    Dengan kondisi ini, arah pergerakan harga Pi dalam beberapa hari ke depan kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh reaksi pasar setelah listing Kraken benar-benar aktif.

    Risiko Volatilitas dan Efek “Sell the News”

    Event besar seperti listing di exchange sering kali memicu dua fase pergerakan harga.

    Pertama adalah fase akumulasi sebelum event, ketika investor membeli token untuk mengantisipasi kenaikan harga.

    Fase kedua adalah potensi “sell the news”, di mana sebagian investor menjual aset setelah event terjadi untuk merealisasikan keuntungan.

    Karena itu, trader biasanya memantau data arus masuk dan keluar token di exchange setelah listing berlangsung.

    Jika aliran dana masuk (net inflow) tetap kuat, harga berpotensi mempertahankan tren bullish.

    Namun jika banyak holder mulai memindahkan token ke exchange untuk dijual, volatilitas harga dapat meningkat secara signifikan.

    Baca Juga: Harga Pi Network Melonjak 7%, Momentum Spekulatif Dorong ke $0,232

    Prospek Jangka Pendek Pi Network

    Secara keseluruhan, lonjakan harga Pi saat ini mencerminkan reaksi pasar terhadap katalis fundamental besar, yaitu akses likuiditas baru melalui exchange besar.

    Dukungan teknikal yang kuat serta sentimen positif terhadap altcoin juga turut memperkuat momentum kenaikan.

    Namun, dengan indikator teknikal yang sudah menunjukkan kondisi overbought, pasar kemungkinan akan tetap sangat volatil dalam jangka pendek.

    Investor kini akan memantau apakah listing Kraken mampu menghadirkan arus pembelian baru yang berkelanjutan, atau justru memicu aksi ambil untung setelah reli besar yang terjadi menjelang momentum tersebut.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

    Tokocrypto menyajikan market Sinyal Kripto edisi Jumat, 13 Maret 2026, yang merangkum analisis mendalam dan strategi perdagangan harian.

    Edisi awal tahun ini menyoroti tiga aset kripto dengan potensi pergerakan harga signifikan. Berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, informasi ini dirancang untuk membantu trader mengambil keputusan tepat di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

    Rangkuman Berita Hari Ini

    1. AS Izinkan Pembelian Minyak Rusia
      Amerika Serikat mengeluarkan izin sementara selama 30 hari bagi negara lain untuk membeli minyak Rusia yang terdampar. Kebijakan ini bertujuan menstabilkan pasar energi di tengah konflik dengan Iran.
    2. Stablecoin Negara Bagian Wyoming Diluncurkan
      Stablecoin Frontier Token ($FRNT) dari negara bagian Wyoming resmi diluncurkan di jaringan Hedera. Token ini menjadi stablecoin pertama yang diterbitkan oleh pemerintah negara bagian di AS.
    3. JPMorgan Digugat Terkait Skema Ponzi Kripto
      Investor mengajukan gugatan terhadap JPMorgan atas dugaan memfasilitasi skema Ponzi kripto senilai US$328 juta. Skema tersebut dikaitkan dengan perusahaan Goliath Venture.
    4. Grayscale Avalanche Staking Mulai Diperdagangkan
      Produk investasi Grayscale Avalanche Staking ($GAVA) dijadwalkan mulai diperdagangkan. Produk ini memberi eksposur staking terhadap ekosistem Avalanche.

    Bank of England Tinjau Aturan Stablecoin
    Bank of England mempertimbangkan revisi aturan stablecoin berbasis pound setelah mendapat penolakan dari industri. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan regulasi dengan perkembangan pasar.

    Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

    ENA/USDT (🔼 +5.57%)

    • Entry: $0.1077
    • Stop Loss: $0.1033
    • Take Profit: $0.1156

    ENA/USDT pada timeframe 4 jam menunjukkan momentum bullish dengan MACD yang bergerak di area positif serta volume yang relatif stabil, menandakan aktivitas pasar yang cukup terjaga.

    RSI berada mendekati level 70, yang menunjukkan harga mulai memasuki area jenuh beli sehingga kemungkinan terjadi koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan pergerakan. Area yang dapat diperhatikan yaitu entry di 0,1077, stop loss di 0,1033, dan take profit di 0,1156.

    EIGEN/USDT (🔼 +8.81%)

    • Entry: $0.189
    • Stop Loss: $0.181
    • Take Profit: $0.206

    EIGEN/USDT pada timeframe 4 jam menunjukkan breakout dari area konsolidasi sebelumnya dengan MACD yang bergerak ke area positif, menandakan momentum bullish mulai terbentuk. Volume terlihat stabil, sementara RSI juga menunjukkan peningkatan yang cukup kuat, menandakan minat beli yang mulai meningkat.

    Struktur harga saat ini mengarah pada potensi pergerakan menuju area resistance terdekat. Area yang dapat diperhatikan yaitu entry di 0,189, stop loss di 0,181, dan take profit di 0,206 dengan estimasi kenaikan sekitar 8,81%.

    WIF/USDT (🔼 +11.03%)

    • Entry: $0.170
    • Stop Loss: $0.160
    • Take Profit: $0.190

    WIF/USDT pada timeframe 4 jam masih berada dalam tren downtrend, namun mulai terlihat indikasi potensi pembalikan arah dengan terbentuknya pola double bottom di area support. MACD mulai menunjukkan perbaikan momentum, sementara volume terlihat meningkat, menandakan aktivitas pasar mulai bertambah.

    RSI juga bergerak naik dari area bawah, menunjukkan adanya dorongan beli yang mulai muncul. Area yang dapat diperhatikan yaitu entry di 0,17, stop loss di 0,16, dan take profit di 0,190 dengan estimasi kenaikan sekitar 11,03%.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum di $2.000, Tapi Sinyal Pasar Masih Tarik-Menarik?

    Pergerakan harga Ethereum (ETH) masih berada dalam tekanan meskipun data pasar terbaru menunjukkan mulai munculnya aliran pembelian di pasar derivatif. Indikator on-chain memperlihatkan bahwa aktivitas beli mulai meningkat, namun dominasi pasar antara pembeli dan penjual masih belum menunjukkan arah yang jelas.

    Dilaporkan Crypto Quant, situasi ini mencerminkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase tarik-menarik antara sentimen bullish dan bearish di tengah volatilitas yang tinggi.

    Indikator CVD Tunjukkan Aktivitas Pembelian

    Salah satu indikator yang digunakan untuk melihat dinamika pasar adalah Cumulative Volume Delta (CVD). Indikator ini mengukur selisih kumulatif antara volume order beli dan order jual di pasar.

    Data dari Binance menunjukkan bahwa Ethereum saat ini diperdagangkan di sekitar level US$2.000 dengan nilai CVD sekitar 31.207 kontrak. Angka tersebut menunjukkan adanya kecenderungan kecil ke arah order beli dibandingkan order jual pada saat pengamatan.

    Namun dalam beberapa bulan terakhir, indikator CVD menunjukkan fluktuasi tajam antara wilayah positif dan negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar Ethereum masih berada dalam kondisi persaingan ketat antara pembeli dan penjual.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, meski buying flow mulai membaik, gambar menegaskan bahwa Ethereum belum benar-benar keluar dari tekanan karena beberapa bulan terakhir masih diwarnai fluktuasi tajam antara dominasi buyer dan seller.

    “Secara onchain dan derivatif, ini berarti demand mulai pulih, tetapi belum cukup kuat untuk menghapus fakta bahwa ETH masih berada di fase rapuh dan tetap butuh konfirmasi lanjutan sebelum bisa dianggap berbalik sehat,” ungkapnya.

    Baca Juga: Vitalik Buterin: Vibe Coding AI Bisa Percepat Roadmap Ethereum

    Korelasi Harga dan Aktivitas Trading

    Selain itu, indikator korelasi harga terhadap CVD dalam periode 30 hari menunjukkan nilai sekitar 0,682. Angka ini tergolong positif dan relatif kuat, yang berarti pergerakan harga Ethereum cukup sejalan dengan aktivitas order beli dan jual di pasar.

    Ketika nilai korelasi berada pada level positif seperti ini, pergerakan harga biasanya mencerminkan dinamika permintaan dan penawaran yang nyata di pasar, bukan sekadar dipengaruhi oleh faktor likuiditas rendah atau pergerakan eksternal.

    Tekanan Jual Sempat Mendominasi

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 12 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 12 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Data sebelumnya juga menunjukkan bahwa penurunan harga tajam pada awal 2026 terjadi bersamaan dengan melemahnya momentum CVD. Kondisi ini menandakan bahwa tekanan jual saat itu lebih kuat dibandingkan permintaan beli.

    Tekanan tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan harga Ethereum selama periode tersebut.

    Sinyal Awal Pemulihan Permintaan

    Meski demikian, perubahan terbaru pada indikator CVD yang kembali bergerak ke wilayah positif dapat mengindikasikan adanya upaya dari pembeli untuk kembali mengambil kendali pasar.

    Pergerakan ini bisa menjadi sinyal awal meningkatnya permintaan, meskipun arah tren pasar Ethereum secara keseluruhan masih belum sepenuhnya jelas.

    Para analis menilai bahwa selama volatilitas masih tinggi dan dominasi pembeli belum stabil, harga Ethereum kemungkinan akan tetap bergerak dalam fase konsolidasi sebelum menentukan arah tren berikutnya.

    Baca Juga: Vitalik Buterin Perkenalkan EIP-8141, Siap Ubah UX Ethereum


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meme Coin Kembali Viral, Sinyal Pasar Kripto Masuk Fase Spekulasi?

    Meme coin kembali menjadi sorotan di pasar kripto seiring meningkatnya perhatian investor terhadap aset digital berbasis komunitas ini. Berbeda dengan banyak proyek kripto lain yang mengandalkan teknologi atau utilitas tertentu, pergerakan harga meme coin lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen komunitas dan penyebaran di media sosial.

    Dilaporkan Crypto Quant, fenomena ini menciptakan pola siklus perhatian (attention cycle) yang sering terlihat dalam pasar kripto, di mana popularitas meme coin dapat melonjak dengan cepat sebelum kembali mereda.

    Meme Coin Didorong Sentimen Komunitas

    Meme coin adalah jenis cryptocurrency yang biasanya lahir dari meme internet, tren online, atau narasi viral di komunitas digital. Permintaan terhadap aset ini sering kali dipicu oleh popularitas di media sosial dan pertumbuhan komunitas, bukan oleh nilai fundamental dari produk atau teknologi.

    Akibatnya, harga meme coin sangat sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. Ketika minat publik meningkat, harga dapat melonjak tajam dalam waktu singkat.

    Namun ketika perhatian publik menurun, harga juga dapat terkoreksi dengan cepat, menciptakan pola siklus yang berulang.

    Kapitalisasi Pasar Meme Coin

    Data pasar menunjukkan bahwa sektor meme coin memiliki kapitalisasi sekitar US$31 miliar pada Maret 2026. Meski hanya mewakili sebagian kecil dari keseluruhan pasar kripto, sektor ini sempat mengalami pertumbuhan sangat cepat selama periode spekulasi tinggi.

    Pada akhir 2024, kapitalisasi pasar meme coin bahkan pernah melampaui US$150 miliar sebelum kembali turun ketika kondisi pasar mulai mendingin.

    Lonjakan dan penurunan tersebut menunjukkan bagaimana sektor meme coin sangat dipengaruhi oleh siklus minat investor.

    Baca juga: Bukan Meme Coin, 3 Altcoin Generative AI Ini Justru Paling Bersinar

    Aktivitas On-Chain Ikuti Siklus Perhatian

    Data on-chain juga memperlihatkan pola yang serupa. Volume perdagangan meme coin sering meningkat tajam pada tahap akhir kenaikan harga yang signifikan.

    Lonjakan volume ini biasanya mencerminkan meningkatnya minat publik serta fenomena fear of missing out (FOMO) di kalangan investor.

    Dalam banyak kasus, kenaikan harga itu sendiri dapat memicu permintaan tambahan karena semakin banyak investor yang tertarik untuk ikut berpartisipasi di pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, pola ini penting karena meme coin sering menjadi barometer psikologi pasar retail: Ketika volume spot dan perhatian sosial melonjak, appetite risiko biasanya ikut memanas.

    “Namun gambar juga menekankan bahwa lonjakan perhatian tidak identik dengan keberlanjutan, jadi fase overhype di meme coin lebih tepat dibaca sebagai indikator spekulasi ekstrem ketimbang fondasi pertumbuhan jangka panjang,” ungkapnya.

    Indikator Psikologi Pasar Kripto

    Karena sifatnya yang sangat dipengaruhi sentimen, meme coin sering dianggap sebagai indikator psikologi investor dalam pasar kripto.

    Lonjakan aktivitas perdagangan dan interaksi di media sosial sering menandakan meningkatnya selera risiko di kalangan pelaku pasar.

    Sebaliknya, ketika aktivitas tersebut menurun, pasar biasanya memasuki fase yang lebih berhati-hati.

    Risiko di Balik Popularitas Meme Coin

    Meski dapat memberikan peluang bagi sebagian investor, popularitas meme coin juga membawa sejumlah risiko.

    Narasi viral dan momentum komunitas yang kuat tidak selalu mencerminkan keberlanjutan jangka panjang sebuah proyek.

    Dalam periode hype yang tinggi, investor disarankan untuk tetap berhati-hati serta memeriksa informasi terkait proyek, struktur token, dan likuiditas sebelum mengambil keputusan investasi.

    Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com