Tag: Analisa Pasar

  • Pasar Kripto Kembali Lesu Setelah Reli Kuat Pekan Lalu, Kenapa?

    Pasar kripto, terutama Bitcoin mengalami peningkatan volatilitas pada akhir pekan lalu, menyusul kemenangan penting Ripple melawan SEC. Saat putusan hakim federal AS menyatakan XRP bukan merupakan transaksi sekuritas, BTC melonjak dari di bawah US$ 30.500 ke puncak baru 13 bulan terakhir lebih dari US$ 31.800.

    Namun, Bitcoin gagal mempertahankan momentum tersebut dan mundur beberapa ratus dolar AS pada hari Sabtu (15/7). Kemudian datanglah penolakan yang lebih keras yang mendorongnya breakdown di bawah US$ 30.000 untuk ketiga kalinya dalam minggu itu. Apa yang sebenarnya terjadi?

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan salah satu penyebab Bitcoin dengan cepat turun kembali ke level psikologisnya US$ 30.000, karena hype pasar seputar keputusan pengadilan tentang XRP mulai memudar.

    “Di samping itu, para trader berusaha merealisasikan keuntungan atau taking profit, pasca lonjakan harga. Ini terlihat terjadi volatilitas yang memicu likuidasi US$ 245 juta di seluruh pasar kripto sepanjang akhir pekan lalu,” kata Fyqieh.

    Trader Ambil Profit

    Bitcoin zona merah
    Ilustrasi market Bitcoin masuk zona merah. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Bisakah Harga XRP Capai US$ 1? Selanjutnya Perhatikan Level Ini

    Berdasarkan data likuidasi heat map yang disajikan oleh Coinglass.com selama 24 jam terakhir, terlihat bahwa XRP mendominasi dengan total likuidasi sebesar US$ 11,24 juta. Diikuti oleh Bitcoin dengan total aset trader yang terlikuidasi sebesar US$ 7,52 juta, dan ETH dengan total aset trader yang terlikuidasi sebesar US$ 5,52 juta. Heat map ini memberikan representasi visual mengenai aset mana yang mengalami likuidasi dalam pasar derivatif kripto.

    “Hubungan antara aset yang terlikuidasi dengan pergerakan aset kripto secara umum, terutama untuk pasangan perdagangan seperti BTC, ETH, XRP adalah jika terjadi aksi penjualan yang besar, exchange atau bursa akan menjual aset tersebut. Banyaknya aksi penjualan ini menimbulkan koreksi di pasar kripto,” terang Fyqieh.

    Penurunan ini terjadi dalam kondisi pasar yang sebelumnya positif dan bergairah. Pada pekan ke-3 Juli ini, harga Bitcoin diperkirakan akan datar karena tidak ada data indikator ekonomi AS yang besar untuk memengaruhi sentimen investor. Namun, investor harus terus memantau kabar terkait SEC vs Ripple dan nasib ETF Bitcoin yang menunjukan arah positif, karena sejumlah institusi yang mengajukan aplikasi sudah mendapat pengakuan dari SEC.

    Bitcoin Fear and Greed Index. Sumber: Alternative.me

    “Perlu diperhatikan bahwa fluktuasi harga aset kripto sangat sulit diprediksi, sehingga diperlukan kewaspadaan saat membuat keputusan pembelian aset kripto. Strategi yang tepat untuk saat ini adalah DCA (dollar cost averaging), karena harga ‘diskon’ untuk sejumlah kripto, terutama Bitcoin,” ujar Fyqieh.

    Sentimen terkait Bitcoin mengalami perubahan signifikan menuju arah Neutral dengan poin hari ini, Senin (17/7) mencapai 54, sedangkan indeks Fear and Greed pada hari sebelumnya berada di 57.

    Poin 54 menunjukkan bahwa pasar saat ini sedang mengalami keadaan sikap wait and see, tetapi masih dalam batas yang terkontrol. Pada minggu sebelumnya, sentimen Bitcoin berada di kisaran Greed dengan poin 54. Secara keseluruhan, jika melihat sentimen per minggu, penilaian cukup baik dan cenderung bullish (optimis).

    Analisis Harga Bitcoin (BTC)

    BTC/USD Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Robert Kiyosaki: Harga Bitcoin Bakal Meledak di 2024 dan Dolar AS Turun

    Pergerakan harga Bitcoin pada saat itu mengalami penurunan yang cukup drastis dan belum ada kepastian mengenai penyebabnya. Meskipun pasar sedang dalam sentimen positif setelah keputusan regulator SEC terkait XRP, harga Bitcoin turun di bawah level US$ 31.400 dan mencapai titik terendah sebesar US$ 30.200.

    “Penurunan ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor seperti aksi jual besar-besaran oleh investor atau spekulan, kekurangan likuiditas di pasar, atau berita dan peristiwa lain yang dapat mempengaruhi sentimen pasar,” analisis Fyqieh.

    Saat ini, belum ada konfirmasi atau tanda-tanda yang jelas mengenai arah pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa minggu mendatang. Konfirmasi bearish atau bullish memerlukan analisis yang cermat terhadap faktor-faktor fundamental dan teknis yang mempengaruhi pasar. Harga Bitcoin pada saat ini mencapai total kapitalisasi pasar sebesar US$ 587.251.895.745 dengan jumlah Bitcoin yang beredar sebesar 19.431.331 BTC.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Pasar: Market Kripto Kembali Tampil Ciamik, Apa Faktornya?

    Pergerakan market kripto pada perdagangan Selasa (18/10) pagi tampil baik. Sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berada di zona hijau jika diukur dalam 24 jam terakhir.

    Menurut situs CoinMarketCap Selasa (18/10) pukul 10.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) menguat 1,69% di US$ 19.505. Sementara, nilai Ethereum (ETH) naik 2,45% ke US$ 1.329 di waktu yang sama.
    Altcoin lainnya juga kinerja apik, mulai dari XRP, Dogecoin (DOGE), Solana (SOL), dan Polygon (MATIC) masing-masing menanjak di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan saat ini investor tampak mulai bergairah masuk ke market kripto. Sentimen positif market kripto hari ini mayoritas dipengaruhi oleh kinerja apik dari indeks saham AS, utamanya indeks S&P 500 yang tumbuh (2,7%) dan Nasdaq (3,4%).

    “Saham-saham teknologi juga tumbuh positif, sehingga menjadi tolok ukur investor kripto untuk melakukan akumulasi dan selalu mengacu pada kinerja saham AS secara umum,” kata Afid.

    bitcoin dan saham
    Ilustrasi bitcoin dan saham.

    Baca juga: Analisa Market: Data Inflasi AS Tinggi, Kok Market Kripto Reli?

    Sentimen Makroekonomi

    Di samping itu, data makroekonomi akan relatif ringan minggu ini, tapi harus waspada dan mengamati data inflasi dari Inggris pada Rabu (19/10). Bank of England tercatat sudah enam kali mengeluarkan kebijakan kenaikan suku bunga secara berturut-turut untuk mengendalikan inflasi.

    “Meski pasar kripto terlihat menghijau, namun pergerakan harganya masih terlihat di rentang sempit, mengindikasikan bahwa investor sebenarnya belum bernafsu untuk berpandangan bullish, namun juga tak rela melihat nilai aset kripto melemah,” jelasnya

    “Kekhawatiran investor sekarang ini adalah potensi bank sentral AS, The Fed, untuk mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin di bulan depan.”

    Analisis Bitcoin

    Menurut Afid, jika ditinjau secara analisis teknikal, pelaku pasar juga menganggap bahwa kondisi pasar kripto saat ini, utamanya posisi harga BTC di kisaran US$ 19.000, adalah gerbang awal untuk melancarkan aksi akumulasi. BTC masih harus retest untuk kembali ke level psikologisnya di US$ 20.000.

    Sentimen negatif masih menghantui pelaku pasar kripto. Fear and greed index konsisten bergerak di bawah level 30 dengan kategori Extreme Fear. Belum adanya pemicu yang berhasil untuk merubah sentimen negatif tersebut menjadi salah satu faktor lesunya pergerakan harga saat ini.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Bank Indonesia: CBDC Dapat Atasi Hambatan Inklusi Keuangan

    “Pergerakan harga Bitcoin masih terseok-seok, level US$ 19.891 masih menjadi tahanan yang harus dilewati untuk kembali bergerak bullish. Apabila gagal, BTC kemungkinan akan breakdown kembali ke level US$ 19.264,” ungkapnya.

    Analisis Altcoin dan Ethereum

    Sementara, pergerakan harga Ethereum cenderung sideways. ETH masih usaha pullback ke harga US$ 1.430 yang merupakan level resistance terdekatnya. Breakout terhadap titik tersebut menjadi kunci untuk menarik sentimen pasar untuk mendorong pergerakan harga.

    Di antara seluruh jajaran aset kripto utama, Polygon (MATIC) menjadi primadona setelah nilainya terbang 7,14% dalam sehari terakhir. Pengumuman kemitraan Polygon dengan studio Web3 bernama SuperLayer, untuk meningkatkan pertumbuhan dari segmen game, budaya, dan investasi.

    Kemitraan ini menggarisbawahi upaya Polygon untuk mengejar peluang pertumbuhan dalam ekosistem Web3, sehingga disambut baik oleh investor dengan melakukan akumulasi.

    https://www.youtube.com/watch?v=AXsGbCXEgZg



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Bitwise: Keberuntungan Dapat Dibuat Saat Bear Market Kripto

    Keberuntungan bisa terjadi di manapun dan kapanpun, termasuk saat kripto masuk bear market. Awal kuartal IV 2022 memang membawa harapan bagi investor kripto. Namun, dengan sebelas hari ke depan, tidak banyak aksi yang terlihat aksi harga bergerak naik.

    Bitcoin, kripto terbesar, diperdagangkan di ambang US$ 19.000, sementara Ethereum telah turun di bawah US$ 1.300 pada artikel ini ditulis. Sebagian besar altcoin mengikuti dan sebagai hasilnya, kapitalisasi pasar kripto global secara kasar turun 2,28% pada hari Senin (10/10).

    Berpendapat tentang keadaan pasar kripto saat ini, CEO Bitwise, Hunter Horsley, mengatakan kondisi bear market kripto memiliki hikmah yang bisa diambil untuk para investor. Apabila bisa memahaminya, diharapkan akan ada keberuntungan.

    “Ini merupakan tahun yang penuh gejolak di pasar secara luas, dan tentu saja, di kripto. Kisah tahun ini jelas merupakan bear market. Meskipun ada peluang untuk menghasilkan uang di banyak momen. Bear market adalah momen di mana kekayaan dapat dihasilkan,” kata Horsley dikutip Watcher.Guru.

    CEO Bitwise, Hunter Horsley. Foto: CNBC.
    CEO Bitwise, Hunter Horsley. Foto: CNBC.

    Baca juga: Cara Cek Saldo Wallet Ethereum di Google Search

    Siklus Empat Tahun

    Ke depan, kata horsley, bagaimanapun, tabel mungkin berubah. Pasar kripto selalu beroperasi dalam siklus dan setelah setiap fase lamban atau penurunan, pemulihan telah terjadi. Menguraikan apa yang mungkin diharapkan berdasarkan preseden siklus 4 tahun terakhir

    “2014, pasar turun hampir 60%. 2018, pasar turun hingga 70%. Dan tahun ini, pasarnya jelas turun, pada 2022, sekitar 60%. Harapannya jika pasar melanjutkan tren historisnya, kami akan memulai siklus baru tahun depan,” ujarnya.

    Di samping kripto, ruang Web3 yang lebih luas juga telah berkembang. Untuk memanfaatkan tren tersebut dan memberi investor akses ke perusahaan yang fokus dalam pengembangan Web3, Bitwise meluncurkan ETF Web3 pada awal Oktober.

    Ilustrasi Web3.
    Ilustrasi Web3.

    Baca juga: Menabung Kripto Bisa Dapat Keuntungan Jangka Panjang

    Meskipun berada dalam resesi, peluncuran produk secara tidak langsung mendukung fakta bahwa investor kemungkinan besar akan bergabung.

    “Kami bekerja dengan lebih dari seribu penasihat keuangan, cabang, dan institusi. Dan apa yang kami lihat dengan Web3 adalah kategori peluang yang muncul di sekitar inovator mapan, perusahaan mapan untuk posisi mengambil manfaat dari kebangkitan web3, dari lingkungan yang diciptakan oleh kripto,” terangnya.

    Secara geografis, Uni Emirat Arab telah menjadi salah satu tujuan paling populer di dunia untuk bisnis terkait kripto dan Web3. Pendekatan ramah-kripto pemerintah telah melihat banyak keberhasilan dalam menarik bisnis dan pengusaha zaman baru. Faktanya, seperti yang disorot dalam sebuah artikel kemarin, UEA menampung lebih dari 1.450 organisasi Web3 yang aktif



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Kripto Stagnan, Investor Ketar-ketir Hadapi CPI

    Market kripto pada perdagangan Kamis (11/10) pagi tampak stagnan. Terpantau dari situs CoinMarketCap pada pukul 11.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) melemah 0,06% di harga US$ 19.091 dan Ethereum (ETH) anjlok 0,38% ke level US$ 1.285.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan investor semakin tak selera mengoleksi aset berisiko setelah The Fed, kembali menegaskan akan terus mengerek suku bunga acuan sampai ada bukti bahwa inflasi AS mengarah ke target 2%.

    “Risalah rapat The Fed September yang dirilis Rabu (12/10) kemarin, seakan menegaskan lembaga tersebut belum melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat. Alhasil market tak bergairah menyambut risalah rapat tersebut,” katanya.

    Tunggu Data CPI Inflasi

    Situasi market bisa lebih mencekam, karena risalah rapat The Fed terbit sehari sebelum pengumuman data inflasi AS September. Akibatnya, investor menganggap The Fed tetap akan menaikkan suku bunga acuannya 75 basis poin bulan depan terlepas dari hasil inflasi AS September membaik atau memburuk.

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Bank Indonesia: CBDC Dapat Atasi Hambatan Inklusi Keuangan

    “Nilai aset kripto yang masih mondar-mandir di rentang harga sempit mengindikasikan investor belum bisa menentukan sikap di market. Ternyata, mereka semua wait and see menanti data inflasi AS September yang akan terbit hari ini,” jelas Afid.

    Laporan JP Morgan mengatakan, nilai aset berisiko, termasuk aset kripto, bisa tumbang 5%, jika inflasi AS ternyata tak sesuai ekspektasi. Sementara itu, firma Covario mengatakan harga kripto bisa naik atau turun 3% tergantung hasil inflasi AS September.

    Lebih lanjut Afid menjelaskan sikap investor saat ini sepertinya kembali melirik Bitcoin dibanding altcoin, jika diukur dari persentase penguatannya. Bitcoin Dominance kembali ke level 40%.

    Ekosistem Kripto

    Adapun kabar yang membuat altcoin jatuh adalah platform DeFi di jaringan Solana, Mango, yang alami peretasan dan mengakibatkan aset kripto senilai US$ 100 juta raib. Kemudian, SEC yang saat ini disebut melakukan penyelidikan terhadap Yuga Labs, perusahaan di balik NFT hits Bored Ape Yacht Club.

    Ilustrasi Apecoin (APE). Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi Apecoin (APE). Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Bappebti Sebut Transaksi Kripto RI Turun, Apa Penyebabnya?

    Dari segi analisis teknik, Bitcoin sedang berjuang untuk menolak penurunan di level support terdekatnya yang berada pada level US$ 18.973. Jika berhasil breakdown, maka penurunan selanjutnya ditargetkan ke level US$ 18.860.

    “Sementara, altcoin yang menjadi primadona saat ini adalah Huobi Token (HT) yang reli lebih dari 20% dalam 24 jam terakhir,” ujar Afid.

    Kenaikan harga didorong oleh kabar exchange, Houbi yang diisukan mengakuisisi Justin Sun sebagai penasihat untuk fokus membawa nilai lebih ke Huobi Token. Alhasil investor merespons untuk mulai mengakumulasi dana mereka ke token utilitas tersebut karena nilainya meningkat untuk hari ketiga berturut-turut.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Pasar: Oktober Bisa Jadi Bulan yang Baik Market Kripto?

    Performa aset kripto masih terlihat kuat di awal pekan, Senin (10/10). Mayoritas aset kripto berada di zona hijau, meski Pergerakan harga Bitcoin beberapa hari terakhir dinilai lebih stabil dengan volatilitas yang lebih rendah.

    Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap masih berada di zona hijau, pada perdagangan Senin (10/10) pukul 09.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 19.485 atau naik 0,49% dalam 24 jam terakhir.

    Altcoin lainnya juga mengalami hal yang sama. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 1,23% ke US$ 1.326 sehari terakhir. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan XRP bahkan naik lebih dari 2%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan Secara keseluruhan, market kripto masih tertekan akibat perilisan data tenaga kerja AS pada akhir pekan lalu. Biro Statistik Ketenagakerjaan AS yang menyatakan sebanyak 263.000 tenaga kerja baru berhasil terserap di dunia usaha AS sepanjang September lalu. Angka tersebut lebih tinggi dari ekspektasi analis yakni 250.000 tenaga kerja.

    Selain itu, tingkat pengangguran AS pun turun ke level 3,5% di bulan yang sama. Data-data tersebut memberi sinyal bahwa ekonomi AS masih ‘baik-baik saja,’ sehingga The Fed diproyeksikan akan terus mengenjot suku bunga acuannya demi meredam inflasi.

    Ilustrasi Rekt Capital.
    Ilustrasi market aset.

    Baca juga: Robert Kiyosaki: Peluang Beli Bitcoin saat Ekonomi AS Anjlok

    Gerak Kripto Sideways

    Menyadari kemungkinan tersebut, investor mulai sedikit mengerem akumulasi aset. Kabar baiknya, di awal pekan ini, ternyata indeks dolar AS kembali anjlok di level 112.67 atau -0.11% sehari sebelumnya. Ini yang membuat investor sedikit kembali kembali bergairah ke market

    “Tapi overall market pergerakannya masih sideways. Ini mengindikasikan bahwa investor masih bimbang dalam mengambil keputusan di pasar kripto,” kata Afid.

    Lebih lanjut, sikap investor saat ini sepertinya lebih melirik altcoin, sambil menunggu konsolidasi harga Bitcoin usai. Terlihat kinerja harga altcoin saat ini relatif lebih baik dari BTC, jika diukur dari persentase penguatannya. Bitcoin Dominance juga masih di bawah 40%.

    Nasib Kripto di Oktober

    Banyak investor yang masih berharap fenomena ‘Uptober’ atau ‘Octobull’ bisa kembali terulang kembali di bulan Oktober 2022 ini. Biasanya menurut siklus Oktober menjadi bulan yang baik untuk market kripto secara keseluruhan.

    Menurut Bitcoin Monthly Retuns, harga BTC selalu naik di bulan Oktober dalam kurung waktu tiga tahun terakhir (2019-2021). Tertinggi nilai BTC sempat melonjak 39,93% pada tahun lalu dan itu mendorongnya untuk mencapai all-time high (ATH) pada November 2021 lalu.

    Grafik Bitcoin Monthly Returns.
    Grafik Bitcoin Monthly Returns.

    Baca juga: Prediksi Harga Kripto Algorand (ALGO), Bisa ATH di Tahun 2030?

    “Investor harus lihat secara sadar fenomena tersebut mungkin akan sulit terulang. Tidak hanya kripto, pasar saham secara global pun lagi lesu dan masih dalam tekanan. Kripto masih dipercaya sebagai shadow market-nya pasar saham global, jadi akan ada pengaruh yang besar terkait guncangan ekonomi di saat banyak negara yang alami resesi,” kata Afid.

    Kekhawatiran makroekonomi seputar inflasi, iklim geopolitik, dan kebijakan moneter telah membuat harga BTC turun sehingga mempengaruhi pasar yang lebih luas juga. 

    Dari analisis jangka pendek, pergerakan harga Bitcoin bisa kembali downtrend. Jika valid breakdown, kemungkinan target penurunan berada pada level US$ 18.920 yang merupakan harga terendah pada candle harian 2 Oktober.

    Level resistance pada level US$ 20.576 masih menjadi target naik terdekat Bitcoin. Harga tertinggi pada 12 September di level US$ 22.488 menjadi target naik selanjutnya, apabila pergerakan harga Bitcoin berhasil breakout resistance terdekatnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Pasar: Kripto Masih Sideways, Waspada Ancaman The Fed

    Pergerakan market kripto pada Selasa (20/9) pagi melaju lebih baik dibandingkan Senin kemarin. Sejumlah aset kripto, seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) hingga Solana (SOL) berhasil rebound ke zona hijau dengan kenaikan tipis.

    Melansir CoinMarketCap pada Selasa (20/9) pukul 11.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) alami kenaikan 2,94% di posisi US$ 19.377 dalam sehari terakhir. ETH bernasib lebih baik naik 4,08% capai posisi US$ 1.354. Altcoin lainnya seperti XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) terbang ke zona hijau.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat gerak market kripto sedang mengalami konsolidasi, meski kenaikan saat ini masih tergolong sideways. Sejumlah kripto masih bergerak direntang harga pendek dan mencoba untuk melewati jauh level support-nya.

    “Sejumlah kripto big cap berhasil masuk ke zona hijau, namun belum bisa membalikan keuntungan dari reli pekan lalu. Sejauh ini sikap investor sejatinya terbilang anomali. Pasalnya, di tengah antisipasi pengumuman rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS, The Fed yang dimulai Selasa (20/9), market bergerak variasi,” kata Afid.

    Ilustrasi bear market
    Ilustrasi bear market.

    Baca juga: Epic Games Rilis Game NFT Blankos Block Party

    Ia menambahkan kenaikan harga kripto ini juga mungkin di dorong oleh faktor indeks dolar AS yang menurun pada Selasa pagi ini, berada 109.64 -0.09%. Hal tersebut berhasil mendorong investor bergairah ke kripto.

    “Turunnya harga kripto yang drastis sejak akhir pekan lalu, tampaknya membuat sebagian investor melakukan akumulasi atau memborongnya. Mereka menganggap waktu yang tepat karena aset kripto harganya terjun bebas dalam beberapa hari terakhir,” terangnya.

    Waspada Kebijakan The Fed

    Menurut Afid, investor perlu mewaspadai The Fed yang bisa bikin galau. Ia menjelaskan kondisi market kripto sejatinya masih terbilang bergejolak dan rawan untuk breakdown lebih jauh.

    Dalam survei terakhir, sekitar 80% analis dan investor meramalkan The Fed dapat mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin, sementara sisanya menaksir kenaikan hingga 100 basis poin.

    “Sentimen makroekonomi, utamanya pengumuman kebijakan moneter The Fed pada pekan ini, masih menghantui gerak-gerik investor. Jika kenaikan suku bunga acuan di atas ekspektasi, maka kinerja pasar aset berisiko, termasuk aset kripto, akan terseok-seok,” tuturnya.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Tesla Jual Pluit Rp 800 Ribu Harus Bayar Pakai Dogecoin

    Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin (BTC) masih bisa terus mengalami penurunan. Level support terdekat BTC pada harga US$ 19.305. Pergerakan harga BTC masih terus menunjukan perlawanan. Khawatir BTC bisa menuju major support pada level US$ 17.567 yang merupakan all time low (ATL) atau harga terendah sementara pada 2022.

    Sementara, Ethereum masih menujukan perlawanan di level support-nya pada harga US$ 1.325. Proyeksi terburuk, ETH bisa valid breakdown, kemungkinan harganya akan melanjutkan laju turunnya dengan target US$ 880-US$ 1.128.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Awal Pekan: Harga Kripto Masih Kuat, Apa Penyebabnya?

    Market aset kripto pada Senin (12/9) pagi tampak masih bergerak optimis. Harga Bitcoin dan beberapa aset kripto utama lainnya terpantau naik tipis ke zona hijau.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) naik tipis 1,07% ke US$ 21.806 dalam sehari terakhir. BTC kembali berhasil berada di atas level psikologisnya. Sementara, Ethereum (ETH) tampaknya sedang alami sedikit koreksi turun 1,23% ke US$ 1.741 di waktu yang sama.

    Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) juga kompak naik lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan kembalinya market kripto ke zona hijau pada awal pekan ini, mungkin disebabkan investor yang mulai optimis dengan market bisa membawa keuntungan dalam jangka pendek. Hal itu bisa dilihat dari indeks dolar AS (DXY) yang masih melemah Senin pagi ini berada di posisi 108,63 (-0,34%).

    Kemudian, kabar kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa sebesar 75 basis poin justru membuat investor semangat masuk pasar, karena keyakinan mereka inflasi bisa segera turun di Benua Biru itu.

    “Kabar dari industri, seperti FTX Ventures membeli 30% saham di SkyBridge Capital milik Anthony Scaramucci memberi secercah harapan baik di ekosistem kripto yang masih bergairah,” kata Afid.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Peneliti Ini Riset Cari Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia

    Indeks Saham Dorong Market Kripto

    Afid juga menjelaskan indeks saham AS juga menyebabkan market kripto melaju optimis. Terpantau, nilai trio indeks saham Amerika Serikat (AS) berkinerja baik pada sesi perdagangan Jumat (9/9). Nilai Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 1,2%, sementara nilai S&P 500 dan Nasdaq masing-masing 1,5% dan 2,1%.

    “Indeks saham AS perkasa berkat gerak lincah saham teknologi. Performa saham membuat kripto juga bergerak optimis dan seolah-olah mengabaikan rentetan komentar pejabat The Fed yang menekankan pentingnya kenaikan suku bunga acuan,” terangnya.

    Antisipasi Sentimen Market Kripto

    Ada pula sentimen yang bisa berdampak market pada pekan ini, menurut Afid adalah adanya antisipasi perilisan data inflasi AS Agustus pada Selasa (13/9) mendatang. Pasalnya, data itu akan memberikan sinyal terkait kebijakan moneter The Fed ke depan. “Dan biasanya data tersebut buat market gerak naik dan turun lebih cepat.”

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

    Selain itu, penantian pembaruan jaringan Ethereum atau disebut The Merge, yang digadang akan meluncur pada 15 September mendatang. Dalam pembaruan tersebut, Ethereum berencana mengubah algoritma konsensusnya dari Proof-of-Stake menjadi Proof-of-Work dan digadang-gadang bisa menaikan harga ETH dan altcoin lainnya.

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Dari segi analisis teknikalnya, Bitcoin berhasil breakout resistance pada level US$ 20.701. Target naik selanjutnya berada pada level US$ 22.370, jika pergerakan harga BTC berhasil menjaga laju bullish dan didukung aksi beli yang tinggi. Level US$ 20.527 menjadi support terdekat untuk menjaga penurunan apabila harga terkoreksi.

    Sementara, Ethereum (ETH) sebagian besar lebih tinggi untuk memulai pekan, karena token melonjak melewati level resistensinya.

    “Mirip dengan Bitcoin, tampaknya ETH juga melaju bullish terus menargetkan US$ 1.800, namun untuk menangkap titik ini, kekuatan harga perlu mengatasi hambatan yang akan datang, seperti kegagalan The Merge dan dampaknya,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Faktor Memicu Pasar Bull Bitcoin Berikutnya

    Platform AI, ChatGPT dapat mengungkap faktor apa saja yang dapat memicu pasar bull Bitcoin (BTC) selajutnya di masa depan. Bitcoin telah mengalami banyak pasang surut dalam sejarahnya yang relatif singkat, tetapi hanya sedikit yang dinyatakan sebagai pasar bullish penuh.

    Pasar bull BTC yang terbaru terjadi pada akhir tahun 2021 ketika aset kripto berkapitalisasi terbesar itu harganya meroket ke ATH-nya sebesar US$ 69.000. Namun, yang terjadi kini selanjutnya adalah penurunan harga besar-besaran yang mengakibatkan dumping BTC hingga di bawah US$ 20.000 di tengah berbagai keruntuhan di industri kripto, serta inflasi global yang cepat dan perang di Eropa.

    Kini Bitcoin telah pulih banyak sejak berada di bawah US$ 16.000, komunitas sering berspekulasi apakah pasar bullish baru telah dimulai atau sudah dekat. Dalam topik yang dikutip CryptoPotato, akan mengeksplorasi pendapat AI chatbot, ChatGPT tentang lima faktor pemicu bull run Bitcoin selanjutnya.

    1. Adopsi

    Meskipun ChatGPT memiliki beberapa kesalahan tentang BTC, seperti prediksi harga tertinggi sepanjang masa, chatbot memberikan beberapa temuan menarik tentang apa yang dapat mendorong pasar bull berikutnya. Pertama dan terpenting, ini menyoroti adopsi global, yang terdiri dari dua bagian – pasar dan kelembagaan – dan kami menggabungkannya menjadi satu.

    Sejauh adopsi pasar berjalan, ChatGPT yakin harga kripto akan melanjutkan lintasan ke atas begitu lebih banyak bisnis mulai menerimanya sebagai metode pembayaran. Ini akan membantu “menciptakan sentimen positif dan mendorong permintaan.”

    Nabung kripto sekarang, potensi panen cuan saat halving Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Nabung kripto sekarang, potensi panen cuan saat halving Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Investor Kripto Indonesia Terus Tumbuh Capai 17,25 Juta pada April 2023

    “Faktor-faktor seperti integrasi opsi pembayaran Bitcoin oleh perusahaan besar atau peluncuran kendaraan investasi Bitcoin yang diatur dapat berkontribusi pada bull market.”

    Adopsi institusional juga dapat membantu mendorong harga BTC naik. Ingatlah bahwa banyak perusahaan, seperti MicroStrategy, MassMutual, Tesla, BlackRock, dan lainnya, membeli sebagian aset atau terlibat dengannya dengan cara yang berbeda selama pasar bullish terakhir. Pengulangan skenario ini bisa memulai bull run lainnya.

    2. Perkembangan Teknologi

    AI chatbot juga memunculkan perkembangan teknologi tertentu yang mungkin menjadi salah satu alasan di balik peningkatan lainnya. Misalnya, jaringan Bitcoin mulai melihat peningkatan adopsi dan keterlibatan setelah pemutakhiran Tarpoot, yang memungkinkan pembuatan NFT di atasnya.

    Sejauh ini, hal yang menguntungkan para penambang adalah meningkatnya jumlah transaksi dan biaya yang lebih tinggi. Namun, ada faktor dan kemungkinan lain, menurut ChatGPT.

    “Kemajuan signifikan dalam teknologi dasar Bitcoin atau peningkatan dalam skalabilitas, keamanan, atau fitur privasi dapat menghasilkan kegembiraan dan menarik lebih banyak pengguna dan investor.”

    3. Kejelasan Regulasi

    Meskipun beberapa negara telah melakukan upaya awal untuk mengatur industri kripto dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar masih tidak diawasi. Faktanya, beberapa negara terbesar, seperti China dan AS, telah secara resmi melarang kelas aset atau gagal memberikan peraturan terperinci yang dapat membantunya berkembang sekaligus melindungi investor pada saat yang bersamaan.

    Jika itu akhirnya berubah, ChatGPT yakin harga BTC akan mulai mengarah naik sekali lagi.

    “Peraturan yang jelas dan menguntungkan dapat memberikan lingkungan yang lebih stabil untuk aset kripto, meningkatkan kepercayaan investor. Perkembangan peraturan yang positif, seperti pengakuan Bitcoin sebagai bentuk pembayaran yang sah atau pembentukan kerangka kerja pendukung untuk bisnis kripto, dapat mendorong pertumbuhan pasar.”

    koin bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Pasar Kripto Koreksi: Amankan Investasi dengan Stablecoin

    Lanskap di AS sangat berbahaya dalam beberapa bulan terakhir karena SEC, tanpa memberikan pedoman yang jelas tentang aset kripto mana yang merupakan sekuritas, telah mengejar Coinbase, Binance, Kraken, dan lainnya.

    4. Faktor Ekonomi dan Geopolitik

    Seperti disebutkan di atas, perang yang pecah di Eropa menimbulkan rasa sakit bagi investor di berbagai sektor, termasuk kripto. Selain itu, meningkatnya inflasi dan upaya putus asa bank sentral untuk melawannya mengakibatkan arus keluar dari aset berisiko, seperti BTC.

    Tetapi pada skala yang lebih makro, ChatGPT percaya situasi ekonomi yang mengerikan, devaluasi mata uang, atau gejolak politik dapat membuat orang beralih ke Bitcoin. Ketertarikan pada aset kripto utama kemungkinan akan meningkat karena orang akan mencari “aset yang terdesentralisasi dan tidak dikendalikan pemerintah seperti Bitcoin.”

    Melihat perkembangan serupa di negara-negara seperti Argentina dan Turki, di mana penduduk setempat telah berjuang dengan tingkat inflasi dua dan bahkan tiga digit untuk sementara waktu. Dengan demikian, ChatGPT menggemakan:

    “Di saat ketidakpastian ekonomi, beberapa investor mungkin melihat Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap sistem keuangan tradisional, yang berpotensi menaikkan harganya.”

    5. Halving Bitcoin

    Last but not least, AI chatbot mengungkit halving Bitcoin. Dimasukkan ke dalam jaringan Bitcoin sejak dimulainya pada tahun 2009, mereka terjadi di setiap 210.000 blok (kira-kira empat tahun) dan bertujuan untuk mengurangi hadiah blok, sehingga mengurangi kecepatan pembuatan BTC baru.

    Tiga halving sebelumnya diikuti oleh kenaikan besar-besaran, dan ChatGPT menegaskan bahwa halving berikutnya – diharapkan terjadi pada bulan April tahun depan – kemungkinan akan mengarah pada pergerakan harga yang sama.

    “Secara historis, peristiwa halving bertepatan dengan pasar bull karena berkurangnya pasokan dan potensi peningkatan permintaan memiliki efek positif pada harga Bitcoin.”

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Bergantung pada Inflasi AS dan Pembicaraan Batas Utang AS

    Pekan ini adalah minggu yang sibuk untuk pasar kripto, termasuk Bitcoin (BTC), dengan pembicaraan plafon utang AS dan indikator ekonomi untuk mempengaruhi sentimen terhadap keputusan suku bunga bulan Juni oleh The Fed. Indikator ekonomi AS dan pembicaraan plafon utang menjadi fokus utama pergerakan market kripto yang terus tertekan pada pekan ini. 

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan Harga Bitcoin terus turun karena fokus investor beralih ke dolar AS, yang telah melonjak ke level tertinggi dua bulan. Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya untuk sesi keempat berturut-turut pada pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah kekhawatiran berkelanjutan atas kemungkinan gagal bayar utang AS dan data ekonomi makro dan pasar tenaga kerja AS yang optimis. Indeks dolar AS (DXY) naik 0,34 persen menjadi 104,24 pada akhir perdagangan.

    Anggota parlemen AS diketahui meninggalkan Washington untuk liburan panjang akhir pekan pada Kamis (25/5) tanpa kesepakatan untuk menaikkan plafon utang. Namun, ada laporan positif soal kemajuan menuju peningkatan plafon utang AS, meskipun investor kripto tetap berhati-hati, dengan pembicaraan yang terhenti sebelumnya.

    Indikator Ekonomi

    Sementara dari indikator ekonomi AS memicu taruhan kenaikan suku bunga Fed 25 basis poin pada bulan Juni. Menurut metrik CME FedWatch Tool, kemungkinan kenaikan suku bunga Fed 25 basis poin pada bulan Juni melonjak dari 36,4% menjadi 52,2% pada hari Kamis. Pasar tenaga kerja dan angka PDB yang lebih baik dari perkiraan mendukung pergeseran sentimen pada angka inflasi bulan Mei.

    “Ke depan sentimen terkait plafon utang AS akan tetap menjadi pendorong utama. pasar kripto Ancaman default AS kemungkinan akan membatasi ekspektasi pasar dari kenaikan suku bunga The Fed bulan Juni dan dapat menekan aset berisiko,” kata Fyqieh.

    Perubahan dalam nilai DXY dapat memberikan petunjuk tentang keadaan ekonomi AS dan juga dapat mempengaruhi harga komoditas, saham, dan aset-aset lainnya secara global. Dolar AS mengalami penguatan semenjak 9 mei hingga 26 mei. Penguatan ini disebabkan adanya penurunan suku bunga acuan serta data inflasi yang mengalami turun serta CPI yang menunjukan baik. Akibat penguatan USD ini maka harga Bitcoin sebagai salah satu komoditas mengalami pelemahan selama bulan Mei ini. Diprediksi USD akan koreksi pada bulan Juni akibat adanya isu plafon utang AS.

    Fear & Greed Bitcoin Index by Alternative.me

    Baca juga: Apa yang Terjadi pada Bitcoin dan Ethereum Jika AS Gagal Bayar Utang?

    Indeks Fear and Greed Bitcoin menunjukkan angka 49, yang menandakan bahwa sentimen terhadap Bitcoin saat ini berada dalam kondisi netral hingga bearish. Pada minggu sebelumnya, indeks Fear and Greed Bitcoin menunjukkan angka 48 yang juga mengindikasikan kondisi netral hingga bearish. Hal ini menunjukkan adanya konsistensi dalam sentimen yang diperlihatkan oleh indeks tersebut, yaitu adanya potensi penurunan harga Bitcoin. 

    Namun, penting untuk diingat bahwa indeks Fear and Greed hanyalah satu faktor dalam menganalisis pasar kripto. Pergerakan harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya, seperti berita dan peristiwa terkait kripto secara keseluruhan, adopsi institusional, sentimen pasar global, serta teknikal dan fundamental lainnya.

    Coinglass.com.

    Berdasarkan kapitalisasi pasarnya, aset kripto mengalami penurunan sebesar US$ 51 Miliar. Awalnya berada di US$ 1.102 Triliun. Penurunan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk berita dan ketidakpastian dalam aspek makro ekonomi. Salah satu faktor yang disebutkan adalah Debt Ceiling AS yang terbatas, yang kemudian akan menghadapi jatuh tempo obligasi pemerintah pada 1 Juni. Hal ini menciptakan ketakutan dan kekhawatiran bagi para investor kripto terhadap platfon utang AS.

    Analisis Pergerakan Harga

    Bitcoin (BTC) Terkonfirmasi Koreksi

    BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Menurut Fyqieh, pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat kemungkinan akan mengalami tekanan bearish dan berpotensi menuju retest garis support di sekitar harga US$ 25.000. Ada indikasi bearish engulfing pada timeframe harian yang berpotensi penurunan ini. Saat ini, Bitcoin sedang menguji kembali area resisten yang sebelumnya berperan sebagai support pada moving average 100 hari. Secara keseluruhan, dari perspektif makro ekonomi, terdapat kemungkinan Bitcoin akan turun di bawah harga US$ 26.000 dalam minggu mendatang.

    “Jika Bitcoin menguat di atas harga US$ 28.000, ada potensi untuk melanjutkan kenaikan harganya ke level lebih dari US$ 30.000 dalam beberapa bulan mendatang. Tetaplah berhati-hati dalam melakukan analisis dan keputusan investasi,” analisa Fyqieh.

    Beta Finance (BETA) Terkonfirmasi Breakout, Bullish segera

    BETA/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan Beta Finance memiliki potensi bullish setelah terjadi breakout dengan candlestick hijau yang kuat dan diiringi oleh volume transaksi yang signifikan. Dalam analisis teknikal, terdapat kemungkinan bahwa pergerakan Beta Finance akan mengalami peningkatan dalam beberapa hari mendatang, dengan potensi keuntungan sekitar 18,71% jika harga Beta mencapai level US$ 0,119. Estimasi ini dapat tercapai, jika ada kekuatan bullish yang kuat dan berkelanjutan dalam beberapa hari ke depan.

    Namun, perlu diingat bahwa dalam perdagangan kripto, pergerakan harga sangatlah dinamis dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Resistensi penting yang perlu diperhatikan berada di sekitar level harga US$ 0,1113, sedangkan support harga terletak di sekitar level US$ 0,1. Level resisten dan support ini dapat mempengaruhi pergerakan harga Beta Finance dan menjadi area yang signifikan untuk dipantau.

    Binance Coin (BNB) Potensi Bearish

    BNB/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Aset Kripto?

    BNB (Binance Coin) adalah mata uang kripto asli dari Binance, salah satu bursa kripto terbesar dan terpopuler di dunia. BNB digunakan untuk membayar biaya transaksi di Binance dan memiliki utilitas tambahan dalam ekosistem Binance serta di luar bursa tersebut. BNB juga memiliki nilai investasi dan fitur pembakaran yang dapat meningkatkan nilai pasar.

    Pergerakan harga BNB diprediksi akan mengalami koreksi yang cukup tinggi yaitu sekitar 5,6% dalam beberapa hari kedepan. Hal ini diakibatkan karena adanya penurunan kapitalisasi pasar seluruhnya baik altcoin maupun Bitcoin. Efek ini membawa altcoin lainnya ikut terkoreksi. Potensi penurunan ini hingga mencapai US$ 294 dan saat ini BNB diperdagangkan di harga US$ 301. Pergerakan bullish bisa saja terjadi ketika BNB melewati resisten terdekat nya pada area harga US$ 306 dan akan menuju resisten selanjutnya di harga US$ 318

    “Potensi bullish untuk BNB saat ini sangat kecil karena launchpad yang biasanya diadakan, sekarang sedang dalam keadaan yang kurang baik sehingga belum tahu kapan Binance akan melanjutkan launchpad-nya. Biasanya jika terhjadi launchpad, BNB bisa menguat 2-6% setelah pengumuman launchpad proyeknya,” pungkas Fyqieh.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Masih Sideways, Belum Positif Bullish

    Sepekan terakhir pergerakan pasar aset kripto masih cenderung sideways dan sempat terkoreksi. Apa saja sentimen penggerak pasar kripto sepekan terakhir?

    Mulai dari sentimen aksi akumulasi MicroStrategy yang cukup menghebohkan. Pada tanggal 5 April 2023, MicroStrategy melakukan pembelian Bitcoin secara bertahap. Pembelian sebesar 1045 Bitcoin dengan total transaksi sebesar Rp 437 Miliar. Dengan ini maka MicroStrategy memiliki total Bitcoin mencapai 138955 dengan valuasi sebesar US$ 4 Miliar. 

    Rata-rata harga pembelian Bitcoin oleh MicroStrategy ini berkisar di angka US$ 29.817 dan harga per hari ini Jumat (7/4) adalah US$ 28.000. Maka kerugian yang belum terealisasi sebesar US$ 138 Juta. Kerugian ini masih ditaksir hanya 7%. Namun ada hal unik yang terjadi ketika Michael Saylor mengumumkan pembelian Bitcoin-nya, harga BTC langsung mengalami pelemahan. 

    “Saya mengamati perilaku trader dan investor ketika adanya pengumuman ini menunjukan perilaku berlawanan arah dengan Michael Saylor. Penurunan terjadi sebesar 2,91 %. dengan posisi harga US$ 28.600 menjadi US$ 27.850 hanya dalam waktu 3 jam saja. Kasus pelemahan ini bukan hanya sekali terjadi, namun sering kali terjadi. Bahkan muncul jokes ketika Michael Saylor beli, artinya kita jual barang,” Trader External Tokocrypto, Fyqieh Fachrur.

    Elon Musk ganti logo Twitter dengan Shiba Inu. Sumber: Screenshot.
    Elon Musk ganti logo Twitter dengan Shiba Inu. Sumber: Screenshot.

    Kemudian, pada hari Senin (4/4), Elon Musk secara mengejutkan mengganti logo Twitter dari logo burung berwarna biru, menjadi gambar anjing shiba inu yang identik dengan aset kripto Dogecoin (DOGE). Dengan adanya update logo ini membuat harga DOGE langsung melesat sebesar 35,6% capai harga US$ 0.0769, kemudian menguat hingga US$ 0,1048 dalam waktu empat jam. Para trader kripto sangat antusias mendukung dan membicarakan hal ini. Aset kripto Dogecoin langsung menjadi topik pembicaraan yang viral di Twitter, Reddit, serta grup Telegram beberapa komunitas kripto. 

    Market Cap Cryptocurrency by Coinmarketcap.com.

    Baca juga: Shiba Inu Metaverse Rilis Update Besar, Bakal Dongkrak Harga SHIB?

    Berdasarkan total marketcap, Bitcoin (BTC) memiliki dominasi marketcap sebesar 45.81%, Ethereum (ETH) 19,2%, Tether (USDT) 6,78%, Ripple (XRP) 2.21%. Total keseluruhan marketcap hari Jumat (7/4) yaitu sebesar US$ 1,1 triliun. Total keseluruhan aset kripto yang terdaftar di CoinMarketCap sebesar 23.217. 

    Bitcoin Fear and Greed Index by Alternative.me.

    Berdasarkan Bitcoin Fear and Greed Index, saat ini sedang berada pada poin 63 dalam kategori Greed yang artinya Bitcoin sedang berada pada penguatan yang terkendali. Indikator ini menggabungkan keseluruhan berita sentimen yang terjadi di Bitcoin, selama sepekan terakhir. Walaupun saat ini Bitcoin masih dalam dominasi sentimen baik, secara teknikal Bitcoin masih dalam area sideways-nya, menunggu untuk konfirmasi breakout. Saat ini bisa melakukan akumulasi secara bertahap.

    Aksi Harga Kripto

    Berikut ini adalah aset kripto yang sudah dianalisa kinerja beberapa aset kripto sepekan terakhir.

    HashFlow (HFT)

    HFT/USD Binance by Fyqieh Fachrur – TradingView.com.

    HashFlow adalah proyek pertukaran terdesentralisasi yang berada di jaringan ERC-20, pada akhir-akhir ini muncul narasi bahwa aset kripto menjadi salah satu aset investasi setelah keruntuhan mata uang fiat. Sehingga narasi ini membuat HFT terdampak dan mengalami penguatan. 

    Berdasarkan teknikal analisis, HFT sedang terkoreksi menuju ke harga support US$ 0,535. Perdagangan hari ini US$ 0,57. Potensi penurunan ke harga support nya hingga 7%. Inilah waktu yang tepat untuk melakukan scalping. Setelah mencapai support akan berpotensi untuk membentuk “cup” dengan target kenaikan sebesar 20,5% di harga US$ 0,65 dan melanjutkan penurunan.

    Hasil analisa 

    HFT/USD Binance by Fyqieh Fachrur – TradingView.com.

    Teknikal Analisa untuk aset kripto HFT sesuai dengan ekspektasi, walaupun belum mencapai titik entry-nya yang sudah dianalisa. Pergerakan HFT dinilai mengalami penguatan yang cukup tinggi sebesar 21,5% dalam waktu tiga hari. Penguatan ini didukung dengan adanya penjualan NFT Battle Pack milik Hashverse sebesar 1000 unit di Magic Eden. Sehingga permintaan token HFT untuk menjalankan metaverse milih Hashflow juga mengalami peningkatan. 

    Untuk saat ini wait and see untuk token HFT, karena sedang berada di Take Profit area. Secara RSI juga sedang di area overbought. Jika ingin melakukan scalping di spot tidak terlalu disarankan karena kemungkinan pergerakan akan mengalami penurunan. 

    SingularityNET (AGIX)

    AGIX/USD Binance by Fyqieh Fachrur – TradingView.com.

    SingularityNET merupakan project AI yang menggunakan blockchain untuk membuat, membagikan dan monetize AI di marketplace. Project ini berdampak sangat signifikan setelah isu narasi beberapa bulan lalu tentang ChatGPT. Semua orang optimis tentang Artificial Intelegence termasuk proyek AI yang berjalan di blockchain.

    Untuk saat ini agix cenderung mengalami potensi penurunan yang berkelanjutan, hal ini disebabkan karena FOMO tentang proyek AI beberapa waktu lalu. Saat ini AGIX sudah membentuk dan telah terkonfirmasi bearish penant. Untuk target support terdekat pada harga US$ 0,355 dengan persentase penurunan sebesar 12,93%. Alangkah baiknya untuk menunggu ke harga support-nya.

    Hasil Analisa

    AGIX/USD Binance by Fyqieh Fachrur – TradingView.com.

    Hasil dari review teknikal analisa pada Senin (4/7) untuk pergerakan AGIX kembali mengalami potensi penurunan, walaupun sedikit terjadi kenaikan untuk melakukan tes garis resistennya pada harga US$ 0,426 dan tidak membentuk konfirmasi pembalikan arah. AGIX sedang masih dalam sideways. Pada hari Rabu (5/4) SingularityNET mengumumkan bahwa timnya akan ikut berpartisipasi dalam pertemuan “AI for good global summit 2023” Acara ini merupakan salah satu acara penelitian dan pengembangan Artificial Intelegence terbesar di dunia.

    Bitcoin (BTC)

    BTC/USD by Fyqieh Fachrur – TradingView.com.

    Baca juga: XRP Jadi Pemenang Altcoin dalam Lonjakan Pasar Kripto Akhir Maret

    Bitcoin merupakan salah satu aset kripto yang memiliki kapitalisasi terbesar dengan total dominasi lebih dari 45% dibanding kapitalisasi pasar aset kripto lainnya. Secara teknikal, Bitcoin akan mengalami penurunan hingga ke area support kecilnya yaitu pada harga US$ 27.300, kemudian akan membuat lower high pada harga US$ 28.000. Penurunan yang akan terjadi di minggu ini diprediksi hanya 2,65%. Ada baiknya untuk menunggu konfirmasi pembelian di harga support terkuatnya di harga US$ 26.000. 

    Hasil Analisa

    BTC/USD by Fyqieh Fachrur – TradingView.com.

    Pada pergerakan BTC kembali masuk kedalam area sideways-nya. Sudah masuk ke dalam titik entry point namun pada Rabu (5/7) menuju ke titik resistennya namun kembali sideways. Sentimen pada hari rabu dikarenakan Elon Musk mengganti logo Twitter dengan Dogecoin yang menyebabkan aset kripto menjadi perbincangan di seluruh dunia. Namun pergerakan BTC cenderung membentuk doji, yang artinya mengalami sideways parah dan trader secara dominan masih menunggu wait and see.

    PancakeSwap Token (CAKE)

    CAKE/USD Binance by Fyqieh Fachrur – TradingView.com.

    PancakeSwap adalah pasar terdesentralisasi aset kripto yang berjalan diatas jaringan BEP-20 milik Binance. PancakeSwap merupakah pasar terdesentralisasi terbesar di jaringan BEP-20. Banyak proyek aset kripto yang menggunakan pancakeswap sebagai opsi utama untuk mendaftarkan token mereka untuk listing dan menambahkan likuiditas. Namun kelemahan token ini adalah supply-nya yang tidak terbatas sehingga yang beredar kedepannya akan semakin banyak.

    Saat ini CAKE sedang berada pada area symmetrical triangel dan belum terkonfirmasi breakout. Namun pergerakan CAKE terpantul dari garis resisten pada harga US$ 3,8 dan akan mencoba tes garis support-nya pada US$ 3,6. potensi penurunan sebesar 5,6% yang akan terjadi. Untuk saat ini lebih baik wait and see.

    Hasil Analisa

    CAKE/USD Binance by Fyqieh Fachrur – TradingView.com.

    Pergerakan CAKE token mengalami bullish disebabkan karena adanya Pancakeswap meluncurkan pancakeswap V3 yang memberikan APR dan APY lebih tinggi dibanding dengan V2 untuk mereka yang menjadi liquidity provider hingga ratusan persen. Tentu ini menjadi sebuah berita baik untuk CAKE token, namun setelah berhasil migrasi, harga koin nya justru kembali mengalami pelemahan.

    Kabar baik untuk trader yang memiliki token cake untuk bisa distaking dan bisa dijual pada area stoploss. Namun secara trend, Cake masih tetap berada pada bearish dengan konfirmasi bearish pada harga US$ 3,47. Apabila dalam minggu depan berada di area tersebut maka cake terkonfirmasi mengalami penurunan dengan target ke harga US$ 3,11.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta komunitas Tokocrypto.

    DISCLAIMER:Analisa Market ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com