Tag: Analisa Pasar

  • Bitcoin Tertahan di US$ 27 Ribu dan XRP Melonjak Tinggi

    Volume perdagangan market kripto turun selama akhir pekan lalu, mengakibatkan Bitcoin (BTC) gagal menghasilkan pergerakan signifikan di kedua arah.

    Sementara itu, altcoin juga terhenti dalam skala harian, sementara Ripple (XRP) telah muncul sebagai salah satu yang berkinerja terbaik selama tujuh hari terakhir.

    Laju Bitcoin Tertahan

    Dilaporkan CryptoPotato, banyak yang terjadi di industri aset kripto dalam beberapa minggu terakhir, dan Bitcoin diperkirakan telah mengambil masa jeda sekarang, setelah reli panjang.

    Market Bitcoin meledak dari di bawah US$ 20.000 menjadi lebih dari US$ 28.000 selama krisis perbankan AS, yang sebenarnya meluas ke Eropa, dengan UBS harus mengakuisisi Credit Suisse dan saham Deutsche Bank anjlok . Kenaikan suku bunga terbaru The Fed pada hari Rabu (22/3) membawa lebih banyak volatilitas ke BTC, yang turun sebesar US$ 2.000 dalam beberapa jam.

    ilustrasi membeli bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Goldman Soroti Bitcoin Sebagai Aset Berkinerja Terbaik Kalahkan Emas

    Namun, fase bull segera kembali bermain, dan Bitcoin melonjak lebih dari US$ 29.000 secara singkat pada hari Jumat (24/3). Setelah mencatatkan level tertinggi sembilan bulan lainnya di atas level tersebut, aset kripto ini menelusuri kembali hingga di bawah US$ 28.000, di mana BTC bertahan selama beberapa hari terakhir.

    Kapitalisasi pasarnya tetap di bawah US$ 540 miliar, sementara dominasinya atas altcoin masih bertahan di 46,2%.

    Laju XRP Naik

    Dengan volume perdagangan kripto yang menurun di semua grafik, diharapkan altcoin tetap relatif stabil dalam skala harian. Ethereum (ETH) diperdagangkan mendekati US$ 1.800 setelah kenaikan kecil 1,3%. Keuntungan serupa terlihat dari Binance Coin (BNB), Dogecoin, MATIC, Solana, Litecoin, Tron, dan Avalanche.

    Ripple (XRP) adalah satu-satunya 10 altcoin teratas dengan kenaikan harga yang lebih mencolok. XRP naik hampir 4% dalam sehari dan lebih dari 21% dalam seminggu terakhir. Dengan demikian, aset berdiri tepat di atas US$ 0,45.

    xrp bullish
    Ilustrasi aset kripto ripple (XRP).

    Baca juga: Tokoh di Balik Kripto Terra Luna Do Kwon Ditangkap di Montenegro

    Arbitrum (ARB) telah memulihkan beberapa kerugian kemarin, melonjak 6,5% menjadi hampir US$ 1,3. LDO, XMR, dan XLM adalah pemain top lainnya dari altcoin mid-cap, karena semuanya naik sekitar 3%.

    Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan berdiri di tempat yang sama seperti kemarin di US$ 1,150 triliun.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

    DISCLAIMER: Analisa Market ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Pasar: Investor Lebih Pilih Ethereum Dibanding Bitcoin?

    Pergerakan market aset kripto pada Selasa (6/9) pagi tampak bervariasi, tapi cenderung lesu. Menariknya, terpantau harga Bitcoin kalah menarik dibanding Ethereum yang sejak Senin (6/9) terus reli hingga mencapai kenaikan yang signifikan.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 8 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak berada di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Meski begitu, nilai Bitcoin (BTC) turun tipis 0,25% ke US$ 19.819 dalam sehari terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) melonjak 4,21% ke US$ 1.642 di waktu yang sama. Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai XRP, Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) juga kompak naik sekitar lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

    Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan pola pergerakan market kripto saat ini cukup bervariasi. Secara umum, perdagangan aset kripto terbilang datar dan cenderung sepi. Hal ini disebabkan oleh libur panjang di Amerika Serikat yang sedang memperingati Hari Buruh. Alhasil tidak ada aksi transaksi yang signifikan di market kripto sejak awal pekan lalu.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Proyek Kripto Metaverse yang Bisa Dilirik di Tahun 2022

    Namun, Nathan memberi perhatian kepada dua aset kripto big cap teratas, yaitu Ethereum dan Bitcoin. Menurutnya, saat ini kemungkinan besar investor lebih memilih untuk melakukan akumulasi ETH dibanding BTC. Salah satu penyebabnya, investor punya pandangan positif terhadap The Merge Ethereum yang akan terjadi dalam waktu dekat.

    “Harga Ethereum melesat karena dikaitkan dengan rencana The Merge yang semakin dekat. Apalagi lagi pada tanggal 6 September ini, akan dilakukan Bellatrix upgrade, yang merupakan uji coba yang terakhir sebelum The Merge Ethereum yang akan datang. Hal ini disambut baik investor dengan melakukan akumulasi ETH,” kata Nathan.

    Dari analisis teknikal, harga Ethereum (ETH) sedang ditargetkan menuju level resistance di level US$ 1.911. Jika harga ETH berhasil breakout, maka target selanjutnya berada di level US$ 2.230-US$ 2.548.

    Altcoin yang Bergerak Naik

    Sementara itu, ada altcoin lainnya yang harganya sudah gerak naik. Seperti, Ethereum Classic (ETC) yang sukses melesat sektiar 25,85% dalam 24 jam terakhir. Hal ini terjadi setelah BTC.com, platform blockchain explorer dan pool penambangan kripto, meluncurkan pool khusus bagi ETC berbiaya gratis untuk tiga bulan ke depan.

    Kemudian, duo koin jaringan Terra, Terra Classic (LUNC) dan Terra (LUNA), sukses menarik perhatian setelah nilai keduanya meroket masing-masing 57,94% dan 8,21% dalam sehari terakhir. Nilai keduanya lompat setelah terus dihujani kabar baik dalam sebulan belakangan.

    Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).
    Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).

    Baca juga: Analis: Terra Classic (LUNC) Tidak Akan Pernah Capai Harga US$ 1

    Setelah mengaktivasi fitur staking di jaringannya pada akhir bulan lalu, LUNC dikabarkan bisa burn keping-keping tokennya di platform Binance dan Kucoin pada Senin (12/9) mendatang.

    “Jika aktivitas ini benar-benar terjadi, maka suplai LUNC di pasaran diramal menyusut 1,2%. Sesuai hukum ekonomi, penurunan suplai tentu akan berdampak baik bagi harga satu aset kripto,” jelas Nathan.

    Sementara analisis teknikal pergerakan Bitcoin, kini titik support BTC berada pada level US$ 17.614 yang merupakan titik penurunan terendah Bitcoin pada 2022 yang terjadi pada 13 Juni lalu. Jika terjadi breakdown, kemungkinan penurunan Bitcoin akan berlanjut dengan tahanan selanjutnya berada pada level US$ 15.549.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Awal Pekan: Harga Bensin Naik, Kripto Ikut Kuat

    Pergerakan market aset kripto pada Senin (5/9) pagi tampak optimis. Harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya terpantau naik tipis ke zona hijau, di saat harga bensin juga sudah melonjak sejak hari Sabtu (2/9) lalu.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak berada di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) naik 0,17% ke US$ 19.848 dalam sehari terakhir. Ethereum (ETH) juga melonjak 1,03% ke US$ 1.572 di waktu yang sama.

    Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) juga kompak naik lebih dari 2% dalam 24 jam terakhir. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan kembalinya market kripto ke zona hijau pada awal pekan ini, mungkin disebabkan oleh mulai bergairahnya investor untuk melakukan akumulasi, pasca penurunan yang terjadi pada akhir pekan lalu. Selain itu investor mulai percaya diri setelah mencerna data ekonomi baru yang cukup penting, yaitu laporan ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payroll).

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: TokoMall dan Grid Network Rilis Koleksi Gajah Monster NFT di Otobursa Tumplek Blek 2022

    “Laporan itu menjadi sentimen positif untuk market tingkat pengangguran di AS naik menjadi 3,7%, tapi penyerapan tenaga kerja baru sepanjang Agustus juga cukup besar 315.000 pekerjaan. Pengumuman itu pun direspon positif oleh market kripto dan saham. Bitcoin dan beberapa altcoin mengalami pumping secara serentak. Namun, setelahnya harga kripto kembali turun,” kata Afid.

    Market Kripto Masih Sideways

    Afid melanjutkan, meski performa aset kripto membaik di Senin pagi, namun pergerakan sejatinya masih sideways. Jika dibanding sepekan sebelumnya, misalnya Bitcoin masih diperdagangkan di bawah US$ 20.000. Hal ini menandakan bahwa ada tekanan kuat baik dari sisi jual maupun beli.

    Sementara dari sisi makroekonomi, investor sepertinya mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 75 basis poin setelah kemampuan penyerapan tenaga kerja AS masih kuat di Agustus.

    “Di saat bersamaan, investor juga terlihat antusias menanti dua peristiwa penting di jaringan Ethereum dan Cardano, yang dijadwalkan terjadi pada September,” ungkap Afid.

    Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Analis: Terra Classic (LUNC) Tidak Akan Pernah Capai Harga US$ 1

    Rencananya, pembaruan jaringan Ethereum, atau yang disebut The Merge, diperkirakan meluncur antara 10-20 September. Sementara itu, Vasil Hard Fork jaringan Cardano juga diharapkan terjadi pada 22 September mendatang.

    Analisis Harga Bitcoin dan Ethereum

    Sementara dari sisi analisis teknikal, harga Bitcoin dalam beberapa hari ini berada di rentang ketat antara US$ 19.540 hingga US$ 20.576. Hal Iini mengindikasikan bahwa terdapat pelaku pasar yang fokus memborong BTC atau melakukan buy the dip, namun masih belum kuat mengalahkan sentimen market yang belum kondusif.

    Target naik BTC saat ini berada pada level US$ 20.359, kembali ke posisi aman di level psikologisnya. “Apabila harga Bitcoin mampu brekaout resistance, maka bisa lanjut naik ke US$ 20.859. Sementara, jika breakdown akan lanjut penurunan dengan target di level US$ 19.313,” proyeksi Afid.

    Kemudian, Ethereum level support terdekat berada pada level US$ 1.544. Kemudian, level resistensi di level US$ 1.616 masih menjadi target naik terdekat.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: September Bukan Bulan Baik untuk Harga Kripto?

    Menjelang akhir pekan awal September 2022, market aset kripto mulai mengalami pullback. Namun, secara keseluruhan pergerakan market dalam sepekan terakhir masih tergolong sideways.

    Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (2/9) pukul 12.00, nilai Bitcoin naik ke zona hijau, 0,67% dengan harga US$ 20.170 selama 24 jam terakhir, tapi tetap anjlok 6,44% dalam sepekan. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) yang digadang-gadang akan memasuki fase bullish jelang The Merge, mulai naik lebih tinggi dari BTC, 2,95% di harga US$ 1.597 selama 24 jam terakhir. Namun, dalam sepekan ETH turun 5,32%.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak market yang melaju tipis pada Jumat (2/9) pagi ini menandakan optimisme investor untuk melakukan akumulasi. Melihat harga kripto yang anjlok sejak pekan lalu, membuat investor mulai bersemangat mengoleksi aset tersebut.

    “Saat ini tampaknya para investor menganggap waktu yang tepat untuk melakukan aksi akumulasi. Terlebih, prospek kripto terbilang cemerlang dalam jangka pendek di awal bulan September ini,” kata Afid.

    Afid menambahkan dalam waktu dekat akan ada dua peristiwa yang mungkin memberikan sentimen positif ke market kripto. Pertama, ekosistem Ethereum akan segera melakukan pembaruan jaringan, alias The Merge, yang dilakukan pada tanggal 10-20 September 2022.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Analis: Terra Classic (LUNC) Tidak Akan Pernah Capai Harga US$ 1

    Kedua, ekosistem Cardano pun digadang-gadang akan melakukan upgrade jaringan lebih cepat dari jadwal. Implementasi Vasil Hard Fork atau pembaruan jaringan Cardano sebenarnya bisa menjadi sentimen positif bagi laju harga kripto. 

    Namun Afid mengingatkan, bahwa masih ada sentimen negatif yang bisa menghadang laju market kripto. iklim makroekonomi dipandang sedang tidak kondusif, apalagi perilisan data-data ekonomi, seperti inflasi zona Euro, yang melingkupi 19 negara, naik selama sembilan bulan berturut-turut. Pada Agustus ini, angkanya mencapai 9,1% atau naik dari 8,9% dari Juli lalu.

    Kemudian, sinyal kenaikan suku bunga acuan The Fed semakin kuat, sehingga bisa saja investor akan buru-buru melepas aset kriptonya demi mengambil untung, ketika market sedang reli singkat.

    Di samping itu, nilai indeks Dolar AS (DXY) yang menyentuh level tertingginya dalam 20 tahun kemarin juga masih menekan kinerja aset kripto. Sekadar informasi, laju harga aset kripto punya korelasi negatif dengan pergerakan DXY.

    Ilustrasi market kripto.
    Ilustrasi market kripto.

    Baca juga: Vitalik Buterin Rilis Buku Gagasan di Balik Ethereum

    Proteksi Gerak Market Kripto di September

    Sementara itu, banyak analis masih meyakini bulan September memiliki rekam jejak yang tidak bersahabat dengan harga kripto, khususnya Bitcoin (BTC). Melihat grafik Bitcoin Monthly Returns, Bitcoin rata-rata turun hampir 6% di bulan September dalam lima tahun terakhir.

    Pada saat penulisan, Bitcoin sudah mengalami penurunan 14% pada Agustus lalu yang ditutup pada candle bulanan di level US$ 20.055. Sementara, Bitcoin masih dalam fase bearish dalam jangka pendek.

    “Gerak Bitcoin sekarang siap untuk diperdagangkan dalam kisaran level antara US$ 18.000 dan US$ 21.000. Awal September, indeks Fear and Greed Index Bitcoin kembali turun dan retest support di kategori Extreme Fear. Bitcoin Dominance kembali Agustus juga ditutup merah dengan penurunan sebesar 4,46%. Kenaikan dominance dibutuhkan untuk mendongkrak harga dan sentimen pasar pada Bitcoin. Kondisi terbaik terjadi apabila pergerakan harga dan dominasi selaras mengalami kenaikan,” jelas Afid.

    Afid menjelaskan menarik untuk melihat perkembang market ke depan, karena bulan September tahun 2022 ini, berbeda dengan adanya peristiwa The Merge dan Vasil Hard fork Cardano. Namun, disisi lain, The Fed pasti akan menaikan suku bunga acuan di rapat FOMC bulan ini.

    “Banyak sisi baik dan buruk yang terjadi di September tahun ini. Analis sulit memprediksi gerak kripto menjelang akhir tahun. Kemungkinan besar The Merge Ethereum dan kenaikan suku bunga The Fed akan memainkan peran penting di laju market,” pungkasnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Aset Kripto Masih Mendung di Awal September ‘Ceria’

    Mengawali bulan September 2022, market aset kripto terpantau masih diselimuti oleh awan mendung. Sejumlah aset kripto big cap atau berkapitalisasi besar kompak terjebak di zona merah.

    Melansir CoinMarketCap pada hari Kamis (1/9) pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin turun tipis 0,69% ke level US 20.176 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum juga turun lebih dalam 1,15% ke harga US$ 1.568 dalam sehari terakhir. Altcoin lainnya, seperti BNB, XRP, Cardano (ADA) hingga Dogecoin (DOGE) juga bernasib sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat market aset kripto terpantau mengalami pergerakan yang beragam. Salah satunya Bitcoin (BTC) kembali mengalami penurunan tipis pada hari Kamis (1/9), namun masih tetap mempertahankan level psikologisnya.

    “Secara keseluruhan market masih terpantau bearish, mengingat bagaimana tingginya aktivitas penjualan, dibanding akumulasi. Setelah bolak-balik menguat dan melemah beberapa hari terakhir, harga aset kripto terpantau turun tipis pada Kamis pagi,” kata Afid.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 31 Agustus 2022: Kripto Gerak Sideways Cenderung Kritis

    Penyebab Market Kripto Lesu

    Afid mengungkap ada beberapa penyebab dari lesunya market aset kripto di awal bulan September ini. Pertama, investor tengah menjaga jarak dengan market setelah mencemaskan pengetatan kebijakan moneter The Fed, setelah pejabat otoritas moneter tersebut silih berganti menyuarakan sikap hawkish-nya.

    “Kemungkinan besar The Fed berkomitmen untuk meneruskan sikap suku bunga tinggi demi mengekang inflasi AS. Proyeksi The Fed akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin di rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bulan ini,” jelasnya.

    Selanjutnya, pergerakan market kripto yang melemah mengindikasikan gejolak yang tinggi di mana investor sepertinya sedang bingung menentukan posisi masuk atau keluar. Karena market yang bergerak sideways naik-turun dengan cepat.

    Faktor ketiga, keraguan investor bertambah melihat pelemahan yang terjadi di pasar saham AS yang menunjukan performa yang buruk dalam beberapa hari terakhir.

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Proyek Kripto Metaverse yang Bisa Dilirik di Tahun 2022

    “Masih banyak investor kripto yang berpedoman pada situasi kinerja indeks saham AS untuk mendapatkan gambaran selera risiko investor secara luas. Terlebih pagi ini indeks dolar AS (DXY) perlahan kembali menguat 108.9 atau naik 0.29%,” tutur Afid.

    Faktor Keempat, sentimen buruk kembali datang dari perkembangan terbaru pemberian ganti rugi Mt. Gox ke penggunanya. Dalam dokumen baru yang dirilis Rabu (31/8), salah satu pihak penjamin Mt. Gox, Nobuaki Kobayashi, mengatakan korban peretasan Mt. Gox diharapkan bisa mendaftarkan klaim ganti ruginya hingga 15 September mendatang.

    “Setelah proses itu selesai, Mt. Gox diramal akan segera mendistribusikan Bitcoin dalam jumlah besar tersebut. Hal itu akan ditakutkan investor, karena bisa terjadi aksi jual yang besar,” imbuhnya.

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Dari segi analisis teknik, Bitcoin (BTC) masih berjuang sedikit menguat di atas US$ 20.000. Level resistance ada di US$ 20.701 masih menjadi target naik terdekat. Sementara, support ada di US$ 19.520, jika terjadi koreksi.

    Sementara, Ethereum (ETH) masih berjuang di kisaran US$ 1.500 dalam beberapa hari terakhir jelang The Merge. level resistance berada pada harga US$ 1.606 dan support terdekat US$ 1.424. Titik support selanjutnya berada pada level US$ 1.356 sebagai tahanan apabila harga kembali turun.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Pasar: Kripto Kembali Menguat saat Pasar Saham Anjlok

    Pergerakan market aset kripto pada Selasa (30/8) pagi terpantau tampil menguat dan membuat investor kembali tersenyum. Sejumlah aset kripto big cap terpantau naik tipis atau berhasil rebound setelah tiga hari berturut-turut mengalami kerugian.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) naik 2,13% ke level psikologisnya di US$ 20.194 dalam sehari terakhir. Nasib sama terjadi pada Ethereum (ETH) meroket 6,06% ke US$ 1.534 di waktu yang sama.

    Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) juga kompak meroket lebih dari 4% dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

    Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan pergerakan market kripto mulai tampak menguat dengan Bitcoin kembali pada level psikologisnya di level US$ 20.000. Di sisi lain, pasar saham atau nilai indeks saham AS belum bisa bangkit setelah terjun bebas di sesi perdagangan akhir pekan lalu.

    “Kenaikan harga kripto ini bisa dibilang investor sudah mulai menerima, jika nantinya The Fed akan mengetatkan kebijakan moneternya untuk menekan laju inflasi. Sikap investor yang mulai mengabaikan sentimen The Fed, membuat market kripto menguat, namun tidak cukup kuat mendorong laju pasar saham atau indeks Wall Street ke zona hijau,” kata Nathan.

    market aset kripto bitcoin
    Ilustrasi market aset kripto. Foto: Roy Buri, Pixabay.

    Baca juga: Kelas Kripto: Trust Wallet Vs MetaMask, Mana Lebih Baik?

    Sentimen Makroekonomi Sepi

    Di samping itu, menurut Nathan, investor juga tampak memanfaatkan sepinya sentimen makroekonomi di awal pekan, sehingga cukup stabil untuk kembali melakukan aksi akumulasi.

    “Selain perkara The Fed, gairah investor untuk kembali melakukan akumulasi juga didorong oleh meningkatnya antusiasme terhadap upgrade jaringan Ethereum, atau dikenal dengan The Merge. Peristiwa bersejarah itu akan berlangsung sekitar 10-20 September mendatang,” terangnya.

    Selain itu, platform exchange kripto, Mt. Gox yang dikabarkan menunda jadwal distribusi ganti rugi sekitar 140.000 BTC juga membuat investor bisa bernapas lega dan kembali percaya diri masuk ke pasar aset kripto.

    Waspada Sentimen Negatif

    Namun, investor perlu waspada pada pekan ini karena akan ada data ekonomi yang akan dirilis. Secara global, market kemungkinan akan menunggu data inflasi Jerman untuk Agustus, yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Selasa (30/8) waktu setempat.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: Kenal Mythical Beings NFT, Proyek Seni Digital Bangun Kesadaran Restorasi Bumi

    “Pekan ini semua mata akan tertuju pada laporan tingkat pengangguran di AS untuk bulan Agustus, yang dirilis pada hari Jumat (2/8). Analis memperkirakan bahwa tingkat pengangguran akan tetap stabil di 3,5%,” jelas Nathan.

    Dari analisis gerak harga Bitcoin, reli kemungkinan besar akan menuju level US$ 21.894. Sementara, jika level tersebut tidak tertembus akan kemungkinan harga BTC bisa turun kembali ke level terendah berada di US$ 19.519.

    Sementara, Ethereum sedang reli menuju harga US$ 1.722. Jika tidak tertembus kemungkinan bisa kembali breakdown ke harga US$ 1.424. Level resistance ETH ada di US$ 1.912 menjadi tahanan yang cukup solid untuk menahan laju naik.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hindari Kesalahan Pemula Fatal Membaca Volume Trading

    Volume trading bisa menjadi salah satu indikator penting saat melakukan trading atau investasi, tapi bagi pemula, banyak yang salah membaca dan menganggap bahwa volume trading bisa jadi satu-satunya indikator untuk mengambil keputusan beli atau jual, tanpa dilengkapi indikator lain.

    Selain salah membaca, ada juga kesalahan lain yang sering dilakukan oleh pemula dalam membaca volume trading lho! Simak lebih lengkapnya di bawah ini.

    Baca juga: Cara Membaca Volume Trading untuk Pemula

    Tidak Memperhatikan Kedalaman Order Book

    Kesalahan pertama adalah hanya fokus pada volume harian yang tinggi tanpa mengecek kedalaman order book (order book depth). Padahal order book ini bisa menunjukkan seberapa besar likuiditas yang benar-benar tersedia dan dicatat dalam permintaan beli (bid) atau jual (ask) yang siap dieksekusi di rentang harga terdekat tanpa mempengaruhi pergerakan harga secara signifikan.

    Order book ini bisa mencerminkan dua hal:

    • Kesehatan likuiditas: seperti yang disebutkan di atas, order book ini mencerminkan likuiditas di rentang harga terdekat, dan bisa jadi pertimbangan apakah trader bisa masuk/keluar posisi tanpa menggerakkan harga secara ekstrem.
    • Kekuatan psikologis pasar: ekspektasi naik atau turunnya harga bisa tercermin dan dilihat langsung dari kedalaman sisi bid atau ask.

    Misalnya, jika harga jual (ask) BTC saat ini di $100.000 dan terdapat banyak permintaan beli dan jual antara $100.000-101.000 maka bisa kedalaman order book dianggap tinggi. Dan pasar dianggap memiliki likuiditas yang baik sehingga trader bisa dengan mudah melakukan jual beli dalam rentang harga tersebut tanpa menggeser harga secara signifikan.

    Sebaliknya jika terdapat permintaan beli dan jual yang sedikit kedalaman order book dianggap dangkal.

    Simpelnya, bayangkan kalau kedalaman order book ini seperti lapisan yang harus ditembus oleh roket (market order). Kalau lapisannya tebal, roket bakal lambat karena harus melewati banyak lapisan (harga tetap stabil karena banyak order yang siap dieksekusi). Tapi, kalau lapisannya tipis, roket bisa langsung melesat (harga bisa naik/turun drastis karena sedikit order yang siap dieksekusi).

    Pemula yang hanya memperhatikan volume trading tanpa membaca kedalaman order book bisa terjebak dalam manipulasi volume hingga mengalami perbedaan slippage yang cukup besar.

    Mengabaikan Gap dan Ketidakkonsistenan Volume

    Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak memperhatikan gap atau ketidakkonsistenan dalam volume trading. Volume yang tiba-tiba menghilang lalu muncul kembali secara tidak teratur bisa menjadi tanda:

    • Server exchange mengalami downtime.
    • Market maker menarik likuiditas secara tiba-tiba.
    • Ada pihak sengaja melakukan wash trading untuk menciptakan ilusi volume.

    Wash trading sendiri merupakan aktivitas jual beli aset yang sama oleh pihak yang sama untuk menciptakan ilusi seakan-akan memiliki volume yang tinggi. Tujuannya, tidak lain untuk membuat minat trader dan investor kembali atau masuk dengan perasaan FOMO.

    Agar membantu kamu terhindar dari wash trading, yuk gunakan platform terpercaya seperti Tokocrypto yang telah berizin resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu bisa mulai investasi atau trading dengan deposit mulai dari Rp20.000 aja lho! 👉 Daftar di sini.

    Tidak Melakukan Cross-Check Volume antar Exchange

    Pemula seringkali lupa untuk membandingkan volume trading antar exchange. Aktivitas volume yang tinggi di satu exchange bisa saja tidak didukung oleh exchange lain, yang bisa jadi indikasi manipulasi lokal.

    Cara Menghindari Kesalahan dalam Membaca Volume Trading

    • Gunakan Platform Analitik: Gunakan platform seperti CoinGecko, CoinMarketCap, atau CoinGlass untuk mendapatkan data komprehensif mengenai volume trading, dan kedalaman order book.
    • Gunakan Lebih dari Satu Sumber Data: Selalu gunakan lebih dari satu sumber data, karena adanya potensi manipulasi lokal.
    • Gunakan Indikator Volume Tambahan: Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan volume trading, gunakan indikator tambahan untuk membantu validasi analisis yang kamu miliki.

    Baca juga: Kapan Volume Trading Bisa Jadi Sinyal Beli Agar Trading Lebih Akurat?

    Masih bingung gimana baca volume trading? Yuk, gabung bareng ribuan trader lainnya di komunitas Tokocrypto melalui link berikut 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Berpotensi Anjlok Hingga $2.000, Mengapa?

    Harga Ethereum telah mengalami penurunan tajam, dengan analisis teknis menunjukkan adanya kemungkinan jatuh ke angka $2.000.

    Analis kripto SwallowAcademy menunjukkan pada platform TradingView bahwa beberapa sinyal bearish terbentuk dalam kerangka waktu yang lebih kecil, terutama karena pembeli telah gagal mempertahankan zona support utama di $2.700.

    Khususnya, penurunan pasar yang lebih luas selama 24 jam terakhir hanya memperkuat kasus penurunan lebih lanjut untuk Ethereum.

    ETH Turun Lebih dari 12%

    Dalam beberapa waktu terakhir, pasar kripto mengalami pukulan berat, dengan Bitcoin jatuh di bawah level support utama di $90.000 dan merosot 6,9% selama 24 jam terakhir.

    Ethereum yang sudah terpuruk malah bernasib lebih buruk, dengan harganya anjlok 12,6% dalam jangka waktu yang sama. Lebih spesifik lagi, harga Ethereum turun di bawah level support di $2.600, $2.500, dan $2.400 secara berurutan.

    Penurunan tajam ini sejalan dengan peringatan SwallowAcademy tentang kelemahan Ethereum pada kerangka waktu yang lebih kecil, yang selanjutnya memperkuat kemungkinan penurunan yang lebih dalam hingga $2.000.

    Mulanya, SwallowAcademy menekankan bahwa Ethereum tetap berada dalam zona pembelian yang solid karena adanya EMA pada level support $2.700.

    Namun, dengan pergeseran aksi harga, analis mengakui bahwa tekanan bearish pada kerangka waktu yang lebih rendah dapat membuka pintu bagi penurunan lebih lanjut.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Menariknya, jatuhnya harga Ethereum dalam 24 jam terakhir ini merupakan suatu kejutan, karena para investor berhasil bertahan di atas level support utama $2.700 meskipun terjadi kegagalan peretasan Bybit senilai $1,5 miliar yang terjadi sepanjang akhir pekan.

    Meskipun dampak langsung dari peretasan bursa tersebut tampak terkendali, pasar kini tampaknya mengalami reaksi yang tertunda, dan ketakutan secara bertahap mulai muncul di kalangan investor.

    Ketidakpastian yang meningkat ini, dikombinasikan dengan arus keluar yang terus-menerus dari produk investasi kripto, termasuk dana Spot Bitcoin dan Spot Ethereum, telah menambah tekanan ke bawah pada harga Ethereum.

    Saat ini, candle harian Ethereum berada di tangan penjual, tanpa tanda-tanda akan meredanya tekanan. Ini adalah perubahan signifikan dari sentimen beli yang kuat sebelumnya.

    Momentum Bearish Bisa Meluas Hingga $2.000

    Candle mingguan yang melemah telah mengarahkan timbangan ke arah lebih banyak penurunan daripada tren naik yang bullish, meskipun masih terlalu dini untuk memutuskan ataubmemperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk memutuskan.

    Ethereum sudah diperdagangkan di bawah EMA dalam jangka waktu harian, sehingga yang menjadi faktor krusialnya adalah apakah ia dapat bertahan di atas EMA dalam jangka waktu mingguan.

    Jika momentum penjualan saat ini berlanjut dan harga turun di bawah $2.200, target penurunan utama berikutnya adalah $2.000 sebelum pemulihan signifikan dapat terjadi.

    Hingga berita ini tayang, Ethereum diperdagangkan pada harga $2.395 dan berisiko mengalami penurunan lebih lanjut dalam 24 jam ke depan.

    Meskipun terjadi penurunan tajam, RSI belum mencapai kondisi jenuh jual, yang berarti bahwa penjual mungkin masih memiliki ruang untuk menekan harga lebih rendah sebelum benar-benar mengalami kerugian yang lebih besar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Indikator Swing Trading Terbaik dan Mudah Digunakan Pemula

    Indikator teknikal merupakan alat penting dalam swing trading karena membantu trader mengidentifikasi tren, momentum, dan potensi titik masuk atau keluar pasar. 

    Bagi pemula, indikator dapat menjadi pemandu yang menyederhanakan analisis teknikal dan mengurangi pengambilan keputusan berdasarkan emosi.

    Berikut empat indikator swing trading terbaik yang mudah untuk digunakan pemula.

    Baca juga: Perbedaan Swing Trading, Day Trading, dan Scalping: Mana yang Paling Menguntungkan?

    Apa itu Swing Trading

    Swing trading adalah strategi trading yang bertujuan untuk menangkap momentum pergerakan harga dalam jangka waktu pendek hingga menengah.

    Seperti namanya, “swing” berarti mengayun—strategi ini memanfaatkan fluktuasi harga yang naik dan turun seperti gerakan ayunan. Untuk mengidentifikasi titik masuk dan keluar yang optimal, trader menggunakan analisis teknikal, seperti pola grafik, indikator tren, dan level support-resistance.

    Baca juga: Apa itu Swing Trading dan Bagaimana Cara Swing Trading Crypto? – Tokocrypto News

    Dengan pendekatan ini, swing trader tidak perlu memantau pergerakan harga setiap saat, tetapi tetap bisa mendapatkan keuntungan dari perubahan harga yang signifikan dalam beberapa hari hingga minggu.

    Lalu apa itu indikator dalam melakukan swing trading?

    Mengenal Maksud Indikator dalam Swing Trading

    Indikator swing trading adalah alat bantu analisis teknikal yang digunakan untuk mengevaluasi arah dan kekuatan tren harga. Indikator ini dapat bersifat “leading” (memberi sinyal sebelum tren terjadi) atau “lagging” (mengonfirmasi tren yang sedang berlangsung). 

    Fungsi utama indikator ini dalam swing trading adalah untuk menentukan titik entry dan exit, berdasarkan analisis pergerakan harga. Ketika trading, para trader biasanya memanfaatkan kombinasi dari beberapa indikator agar lebih akurat.

    Akurasi saat melakukan trading sangat penting. Oleh karena itu, untuk memaksimalkannya memilih bursa dengan pergerakan harga real-time dan spread rendah, seperti Tokocrypto bisa jadi pilihan. Hanya dengan deposit minimal hanya Rp20.000, Tokocrypto menawarkan fasilitas trading dan investasi yang lengkap bagi trader pemula maupun berpengalaman. Klik di sini untuk cobain fiturnya sekarang!

    Berikut empat indikator yang biasa digunakan saat melakukan swing trading dan mudah digunakan untuk pemula.

    Moving Average (MA)

    Moving Average adalah indikator yang merata-ratakan pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu untuk memudahkan kamu melihat tren yang sedang terjadi di pasar.

    Moving average memiliki dua jenis utama, yaitu: Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA).

    Perbedaan antara SMA dan EMA adalah dari cara menghitungnya. Simple Moving Average (SMA) dihasilkan dari perhitungan jumlah setiap harga penutupan dalam periode tertentu kemudian membaginya dengan jumlah periode tersebut.

    Di sisi lain Exponential Moving Average (EMA) memberikan bobot lebih besar pada penutupan harga terbaru. Misalnya, jika kamu menggunakan EMA 20 maka penutupan harga di hari ini akan memberikan bobot besar dibanding penutupan 20 hari kebelakang. Cara penghitungan EMA ini membuat indikator EMA lebih cepat bereaksi terhadap perubahan pasar dibandingkan SMA.

    Baca juga: 4 Strategi Trading Dengan Moving Average – Tokocrypto News

    Cara penggunaannya:

    • Golden Cross (Sinyal Beli): Jika MA jangka pendek (misalnya 20 hari) menyilang ke atas MA jangka panjang (misalnya 50 hari), itu menandakan tren bullish dan peluang beli.
    • Death Cross (Sinyal Jual): Jika MA jangka pendek menyilang ke bawah MA jangka panjang, itu menandakan tren bearish dan peluang jual.

    Contoh penggunaan:

    Gambar: Penggunaan Moving Average (MA) ditandai oleh garis hijau dan merah.
    Gambar: Penggunaan Moving Average (MA) ditandai oleh garis hijau dan merah.

    Dalam chart di atas, garis hijau menandakan pergerakan EMA 9 sedangkan garis merah menandakan pergerakan EMA 21. 

    Ketika MA jangka pendek (MA 9) menyilang ke atas MA jangka panjang (MA 21) terlihat momentum harga mengalami kenaikan. Dan begitu juga sebaliknya, ketika MA jangka pendek (MA 9) menyilang ke bawah MA jangka panjang (MA 21) terlihat momentum harga mengalami penurunan.

    Relative Strength Index (RSI)

    RSI adalah indikator yang dapat kamu gunakan untuk mengukur kekuatan tren dan kemungkinan pembalikan arah. 

    Indikator ini bekerja dengan menunjukkan apakah suatu aset sedang dalam kondisi overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual), sehingga dapat membantu kamu dalam menentukan waktu terbaik untuk masuk atau keluar dari pasar.

    Cara penggunaannya:

    • Overbought (>70): Harga sudah terlalu tinggi dan berpotensi mengalami koreksi atau penurunan
    • Oversold (<30): Harga sudah terlalu rendah dan berpotensi mengalami pemulihan atau kenaikan.

    Contoh penggunaan:

    Gambar: Penggunaan RSI ditandai oleh kotak dan garis ungu di bagian bawah.
    Gambar: Penggunaan RSI ditandai oleh kotak dan garis ungu di bagian bawah.

    Terlihat dalam chart di atas bahwa ketika RSI mendekati angka 70 atau lebih, harga cenderung mengalami koreksi, dan begitu juga sebaliknya. Ketika harga mendekati area 30, harga cenderung mengalami rebound.

    Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Indikator Relative Strength Index (RSI)

    MACD (Moving Average Convergence Divergence)

    MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator teknikal yang digunakan untuk mengukur momentum dan tren harga saat trading. Indikator ini terdiri dari tiga elemen utama: garis MACD, garis sinyal, dan histogram.

    • Garis MACD: Membantu menentukan momentum naik atau turun (tren pasar) dengan mengurangkan dua Exponential Moving Average (EMA).
    • Garis Sinyal: Sebuah EMA dari garis MACD (biasanya EMA 9-periode). Analisis kombinasi garis sinyal dengan garis MACD dapat membantu mengidentifikasi potensi pembalikan atau titik masuk dan keluar.
    • Histogram: Representasi grafis dari Divergence dan Convergence dari garis MACD. Dalam kata lain, histogram dihitung berdasarkan perbedaan antara dua garis.

    Cara penggunaannya:

    • Bullish crossover (MACD naik di atas garis sinyal): Ketika garis MACD melintasi garis sinyal dari bawah ke atas, itu menandakan sinyal beli karena momentum bullish mulai terbentuk.
    • Bearish crossover (MACD turun di bawah garis sinyal): Jika garis MACD melintasi garis sinyal dari atas ke bawah, itu menandakan sinyal jual, menunjukkan potensi tren turun.

    Contoh penggunaan:

    Gambar: Penggunaan indikator MACD, ditandai oleh garis biru dan oranye di bagian bawah.
    Gambar: Penggunaan indikator MACD, ditandai oleh garis biru dan oranye di bagian bawah.

    Garis MACD = ditandai dengan pergerakan garis biru, dan Garis sinyal = ditandai dengan pergerakan garis oranye. Terlihat pada saat MACD (biru) pada tanggal 23 Mei melintasi garis sinyal (oranye) dari atas ke bawah, harga mengalami penurunan. Sedangkan ketika MACD (biru) melintasi garis sinyal (oranye) dari bawah ke atas pada tanggal 25 Mei, harga mengalami kenaikan.

    Baca juga: Penjelasan Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD)

    Bollinger Bands

    Bollinger Bands adalah indikator teknikal yang digunakan untuk mengukur volatilitas pasar dan mengidentifikasi kondisi overbought atau oversold

    Indikator ini terdiri dari tiga garis utama: garis tengah (simple moving average/SMA 20-hari), band atas, dan band bawah, yang dihitung berdasarkan deviasi standar dari SMA.

    Cara penggunaannya:

    • Jika harga bergerak di dekat band atas, tren bisa dianggap bullish. Namun, jika harga menyentuh band atas bisa menjadi tanda overbought, dan berpotensi koreksi.
    • Jika harga bergerak di dekat band bawah, tren bisa dianggap bearish. Namun, jika harga menyentuh band bawah bisa menjadi tanda oversold, dan berpotensi rebound.

    Contoh penggunaan:

    Gambar: Penggunaan indikator Bollinger Bands, garis merah untuk band atas, dan garis hijau untuk band bawah.
    Gambar: Penggunaan indikator Bollinger Bands, garis merah untuk band atas, dan garis hijau untuk band bawah.

    Pada grafik ONDO 4H di atas, terlihat beberapa momen penting dalam penggunaan Bollinger Bands:

    • Lingkaran hijau: Menunjukkan harga menyentuh band bawah yang disertai dengan candle pembalikan arah (bullish reversal). Ini memberikan sinyal beli potensial.
    • Lingkaran merah: Menunjukkan harga menyentuh atau menembus band atas, yang disertai oleh candle merah. Menunjukan bahwa ketika harga menyentuh band atas, indikator ini memberi sinyal potensi pembalikan atau waktu untuk take profit.

    Baca juga: Penjelasan Tentang Apa Itu Bollinger Band? – Tokocrypto News

    Kesimpulan

    Penggunaan indikator teknikal dalam swing trading memberikan keuntungan besar bagi trader. Indikator seperti Moving Average (MA), RSI, MACD, dan Bollinger Bands dapat membantu kamu mengidentifikasi momentum harga, titik pembalikan, serta tingkat overbought dan oversold, sehingga keputusan trading bisa lebih akurat.

    Namun, penting untuk tetap memperhatikan faktor lain seperti sentimen pasar dan berita ekonomi untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.

    Untuk mendapatkan update terbaru seputar pasar kripto, dan informasi tentang momentum pergerakan harga yang potensial untuk trading kamu bisa bergabung dengan komunitas Tokocrypto di Telegram. Di sana kamu bebas melakukan diskusi mengenai trading dan aset kripto yang sedang potensial.

    Gabung dengan komunitas Tokocrypto melalui tautan berikut: https://t.me/TokocryptoOfficial


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com