Tag: Apple

  • BlackRock: Tahun 2022 adalah Tahun Besar untuk Metaverse

    Blackrock menduga tahun 2022 merupakan tahun besar bagi metaverse. Perusahaan teknologi besar menggelontorkan investasi di sektor ini. Perangkat Augmented Reality (AR) dan teknologi 5G turut mendorong pertumbuhan.

    Kendati demikian, kepala ekuitas Blackrock, Nigel Bolton, berkata sulit mengetahui perusahaan serta sektor mana yang akan mendominasi metaverse.

    “Kami pikir ada beberapa hal yang terjadi yang akan memicu perubahan besar dalam waktu dekat,” jelas Bolton dalam wawancara kepada kanal berita CNBC.

    Baca jugaRusia Akhirnya Mengakui Bitcoin sebagai Mata Uang (Currency)

    Ia menambahkan, di akhir tahun ini, teknologi kacamata AR akan semakin nyata. Melalui gawai inilah perubahan di sektor metaverse tersebut akan terjadi.

    Apple termasuk perusahaan yang menggarap kacamata AR, tetapi tanggal peluncuran bagi produk tersebut belum ditetapkan secara konkrit.

    Komentar Bolton menyusul laporan kuartal keempat perusahaan teknologi besar yang mengungkap minat tinggi terhadap sektor ini. Metaverse merupakan dunia virtual dimana pengguna memakai avatar untuk bermain game, bekerja, membangun hal atau menonton acara virtual.

    Penghasilan Meta menunjukkan seksi metaverse Reality Labs mengalami kerugian besar dan semakin membengkak yang mencakup US$10 milyar pada tahun 2021.

    Meta berada di posisi terdepan antara perusahaan teknologi yang memasuki metaverse. Tetapi belum lama ini, Microsoft mengakuisisi pembuat game Activision senilai US$75 milyar.

    Menanggapi hal tersebut, CEO Apple Tim cook berkata hal itu sangat menarik.

    Bolton menegaskan perluasan kecepatan internet 5G akan menjadi katalis yang mendorong orang-orang untuk semakin menggunakan teknologi terkait sektor ini.

    Baca jugaMengenal Berbagai Kelebihan Aset Kripto

    Kendati demikian, dari sisi investasi, Bolton berkata sulit bagi Blackrock untuk memahami secara persis bagaimana metaverse akan menjadi besar dan siapa pemenangnya.

    Ia menyamakan metaverse dengan masa awal internet di tahun 1990an atau penciptaan ponsel di dekade 2000an.

    Di sisi lain, sejumlah pihak yang skeptis terhadap metaverse berpendapat hal ini hanyalah sebuah penamaan ulang teknologi yang sudah beredar sejak lama.

    Ethan Zuckerman, profesor komunikasi Universitas Massachusetts Amherts, berkata sebagian besar orang enggan menjalankan kehidupan di dunia virtual.

    Sebagai contoh, menggelar rapat kerja dalam bentuk avatar tanpa ekspresi merupakan suatu aktivitas yang hanya digandrungi oleh pegiat sains komputer, tandas Zuckerman.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Sudah Senilai Apple dan Amazon?

    Beragam prediksi harga Bitcoin akhir-akhir ini dilemparkan tanpa konteks. Menanggapi hal itu, kanal berita AmbCrypto membahas pencapaian Bitcoin dibandingkan dengan nilai aset tradisional, seperti nilai saham Apple dan Amazon.

    Hal pertama adalah kemiripan Bitcoin dengan emas. Kapitalisasi pasar serta rasio stock to flow emas lebih tinggi daripada Bitcoin. Untuk mencapai kapitalisasi pasar yang sama, maka harga Bitcoin perlu berada di angka US$600 ribu per BTC.

    Kinerja Bitcoin mengalahkan emas selama tahun 2020. Sejak awal tahun, Bitcoin meningkat 7,5 kali lebih tinggi dibanding emas. Kendati demikian, bukan berarti Bitcoin sepenuhnya menang atas emas.

    Data dari Bloomberg memberikan arus masuk modal ke Exchangetraded Products (ETP) emas dan Bitcoin. Sesuatu terjadi pada musim panas 2020 saat arus masuk emas tiba-tiba longsor dan arus masuk Bitcoin meroket.

    Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa Bitcoin lebih diminati dibanding emas. Tetapi, hal tersebut juga bisa berarti sebagian modal yang keluar dari ETP emas masuk ke Bitcoin, kendati belum pasti.

    Jika Bitcoin mencapai harga US$600 ribu, maka kapitalisasi pasarnya lebih besar dari neraca Bank Sentral AS, aset yang dikelola perusahaan investasi BlackRock, kekayaan Jeff Bezos, valuasi Apple, Amazon, Microsoft dan lainnya.

    Tetapi hal tersebut mungkin sulit dicapai, atau butuh waktu lama dan bukan merupakan jaminan. Angka yang lebih realistis adalah Bitcoin US$100 ribu per BTC. Target ini sudah diprediksi banyak analis dan investor pasar aset kripto.

    Jika Bitcoin berhasil tiba di harga tersebut, artinya adopsi Bitcoin sudah menginfiltrasi beragam lapisan dibanding saat ini. Bitcoin akan melampaui kekayaan Jeff Bezos, kapitalisasi pasar JP Morgan, Facebook, Microsoft, Amazon, PayPal, Visa, Google, Tesla dan lainnya.

    Di masa depan, bukan tidak mungkin kanal-kanal berita akan melaporkan Bitcoin telah melampaui kapitalisasi pasar aset atau perusahaan tertentu. Fundamental Bitcoin semakin kuat, tetapi soal skalabilitas [lambat dan transaksi sedikir per detik–] belum dipecahkan sepenuhnya.

    Kendati demikian, skalabilitas bukanlah prioritas, sebab Bitcoin menjadi standar emas untuk disimpan sebagai alat simpan nilai, bukan sebagai sistem transfer dana setara VISA. Jika Bitcoin berhasil mencapai skalabilitas on-chain, adopsi Bitcoin sebagai alat tukar dan unit perhitungan akan terjadi secara alamiah.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa yang Membuat CEO Apple Tertarik pada Cryptocurrency?

    CEO Apple Tim Cook baru saja membuat statement bahwa ia memiliki aset kripto (cryptocurrency). Pemimpin perusahaan terbesar kedua di dunia ini mengaku memilki aset kripto untuk mendiversifikasi portofolionya.

    “Saya pikir masuk akal untuk memilikinya sebagai bagian dari portofolio yang terdiversifikasi, ”kata Cook kepada Andrew Ross Sorkin dalam sebuah wawancara dalam acara Dealbook, The New York Times, Selasa, 10 November 2021.

    Baca jugaToken Squid Game (SQUID) Sedang Diinvestigasi oleh Binance

    Ia mengaku tertarik dengan aset kripto hanya untuk sementara waktu. Cook pun menggarisbawahi bahwa pernyataannya bukan ajakan dan saran kepada siapapun untuk berinvestasi pada aset digital ini.

    “Ngomong-ngomong, saya tidak memberikan saran investasi kepada siapa pun,” ujarnya.

    Dalam wawancara tersebut, Cook pun memastikan bahwa hingga saat ini perusahaanya sama sekali belum berniat untuk eksposure ke aset kripto. Ia menekankan bahwa investasi ini dilakukan secara pribadi, tidak ada kaitannya dengan Apple.

    Baca jugaEthereum dan Projek DeFi Semakin Didekati Investor Institusional

    “Saya tidak akan berinvestasi di crypto, bukan karena saya tidak akan menginvestasikan uang saya sendiri, tetapi karena saya tidak berpikir orang membeli saham Apple untuk mendapatkan eksposur ke crypto,” katanya.

    Pernyataan pemimpin perusahaan teknologi paling bergengsi tersebut menjadi sorotan terutama di kalangan pasar crypto. Namun, sejumlah kalangan tidak terlalu kaget mendengar kabar tersebut.

    Pengamat pasar sekaligus influencer kripto Pompliano mengatakan bahwa kabar tersebut tidak aneh. Karena menurutnya, bagi seorang pengusaha teknologi, langkah tersebut sangat lumrah.

    “Ini seharusnya tidak mengejutkan siapa pun bahwa seorang teknolog tertarik pada teknologi baru,” ujarnya melalui akun Twitter @APompliano.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengamat: Apple Bisa Saja Juga Beli Bitcoin

    Pengamat keuangan dari RCB Capital Markets mengatakan, bahwa perusahaan Apple bisa saja juga membeli Bitcoin. Pernyataan itu datang bersamaan dengan pembelian Bitcoin senilai US$1,5 milyar oleh Tesla.

    “Apple bisa saja mempertimbangkan untuk membeli Bitcoin, sehingga aset itu menjadi bagian dari neraca keuangan perusahaan. Apple bisa juga memadukan layanan jual-beli Bitcoin di iPhone. Ini yang bisa meningkatkan harga Bitcoin,” kata Mitch Steves dari RCB Capital Markets, dilansir dari Bloomberg, (8/2/2021).

    Baca Juga: Tesla Beli Bitcoin US$1,5 Milyar

    Steves mengatakan, jika Apple membuat bursa aset kripto di iPhone, maka Apple berpotensi meraih pendapatan miliaran dolar.

    “Dengan kekuatan research dan development terbatas saat ini, potensi pendapatan Apple bisa mencapai US$40 milyar secara tahunan,” tegas Steves.

    Bitcoin US$1,5 Milyar
    Kemarin Tesla mengumumkan bahwa telah membeli Bitcoin senilai US$1,5 milyar pada Januari 2021 lalu.

    Tesla memang tak menyebutkan di rata-rata harga berapa mereka membeli Bitcoin. Namun, Anthony Pompliano kemarin memprakirakan Tesla membelinya harga satuan sekitar US$33 ribuan per BTC.

    Catatan lain menyebutkan, bahwa Bitcoin bernilai jumbo itu menggunakan dana dari gross cash Tesla sebesar 7,7 persen.

    Rumor bahwa Tesla pimpinan Elon Musk akan membeli Bitcoin mulai menyeruak sejak Desember 2020 lalu, ketika Michael Saylor CEO MicroStrategy “merayu” Elon untuk juga membeli Bitcoin.

    Hingga pada 4 Februari 2021 lalu, sejumlah perwakilan Tesla turut hadir dalam konferensi “World Now 2021” besutan MicroStrategy. Dalam konferensi itu sejumlah materi terkait Bitcoin untuk perusahaan juga dipaparkan.

    MicroStrategy memang terkenal sebagai perusahaan publik asal AS yang membeli Bitcoin dalam jumlah besar-besaran. Setelah pembelian terbaru senilai US$10 juta belum lama ini, kini perusahaan itu memiliki Bitcoin lebih dari 71 ribu BTC.

    Baca Juga: Oscar Darmawan: Langkah Tesla Beli Bitcoin akan Diikuti Perusahaan Besar

    Harga Bitcoin Menuju US$50 Ribu?
    Kabar Tesla membeli Bitcoin praktis melejitkan harga Bitcoin hingga US$47.570 per BTC (Rp666 juta) pada pagi hari ini (9/2/2021). Itulah rekor tertinggi baru sepanjang masa, setelah 8 Januari 2021 lalu.

    Sebelum kabar Tesla itu, Mike McGlone dari Bloomberg Intelligence meramalkan harga Bitcoin bisa mencapai kapitalisasi pasar hingga US$1 miliar. Itu bermakna harga satuan Bitcoin lebih dari US$50.000 (Rp700 juta).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Jumlah Bitcoin yang Dibutuhkan untuk Beli iPhone 15 Baru

    Apple akhirnya memperkenalkan seri iPhone 15 baru beserta fitur dan harganya. Jadi, berapa Bitcoin (BTC) yang diperlukan untuk membeli setiap iPhone baru?

    Pada acara Apple yang digelar pada Rabu (13/9) dinihari, perusahaan memperkenalkan produk barunya dan seri iPhone 15 dan iPhone 15 Pro. Harga iPhone 15 di Amerika Serikat tidak berubah dan ditetapkan mulai US$ 799 atau sekitar Rp 12,2 juta.

    Beli iPhone Pakai Bitcoin

    Jadi berapa banyak Bitcoin yang perlu kamu keluarkan untuk membeli iPhone 15 baru dan seri lainnya?

    Baik, kami akan memberikan jumlah BTC yang diperlukan untuk membeli iPhone tergantung pada tahun perilisannya. Berikut jumlah Bitcoin yang harus dikeluarkan pada periode tersebut untuk membeli setiap seri baru di hari pertama:

    • iPhone 4S (2011): 162 BTC
    • iPhone 5 (2012): 52 BTC
    • iPhone 5S (2013): 5,04 BTC
    • iPhone 5 (2014): 1,65 BTC
    • iPhone 6S (2015): 2,76 BTC
    • iPhone 7 (2016): 1,07 BTC
    • iPhone 8 (2017): 0,19 BTC
    • iPhone X (2017): 0,13 BTC
    • iPhone XS (2018): 0,15 BTC
    • iPhone 11 (2019): 0,06 BTC
    • iPhone 12 (2020): 0,05 BTC
    • iPhone 13 (2021): 0,01 BTC
    • iPhone 14 (2022): 0,04 BTC
    • iPhone 15 (2023): 0,038 BTC
    Ilustrasi iPhone 15. Sumber: Apple.
    Ilustrasi iPhone 15. Sumber: Apple.

    Baca juga: Laporan Inflasi CPI AS Rilis, Akankah Dorong Bitcoin ke Rp 430 Juta?

    Beli iPhone Pakai Ethereum

    Saat kami menerapkan metode yang sama pada Ethereum, muncul data menarik:

    • iPhone 6s – 690,41 ETH
    • iPhone 7 – 52,17 ETH
    • iPhone 10 – 3,37 ETH
    • iPhone 11 – 3,70 ETH
    • iPhone 8 – 2,49 ETH
    • iPhone 12 – 1,96 ETH
    • iPhone 13 – 0,24 ETH
    • iPhone 14 – 0,48 ETH
    • iPhone 15 – 0,51 ETH

    IPhone 15 standar mulai dari US$ 799, sedangkan iPhone 15 Plus yang lebih besar mulai dari US$ 899 atau sekitar Rp 13,8 juta. IPhone 15 Pro akan dijual seharga US$ 999 (RP 15,3 juta), sedangkan iPhone 15 Pro Max yang lebih besar akan dijual seharga US$ 1.199 (RP 18,4 juta).

    Keempat model iPhone akan tersedia untuk pre-order pada 15 September dan akan tersedia di toko-toko pada 22 September. Untuk di Indonesia sendiri belum ada kepastian kapan waktu ketersediaan dan harga dari seri iPhone 15.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Beli Kripto di Binance Bisa Bayar Pakai Apple Pay dan Google Pay

    Bursa kripto terbesar di dunia, Binance menghadirkan fitur baru untuk para penggunanya. Kini, beli aset kripto di Binance bisa membayar menggunakan Apple Pay dan Google Pay.

    Meningkatnya keunggulan aplikasi pembayaran telah menjadi perkembangan nyata di sektor keuangan selama beberapa tahun terakhir. Menurut Binance, langkah ini merupakan langkah kuat untuk meningkatkan aksesibilitas layanan, serta adopsi arus utama investasi aset kripto.

    Saat ini, konsumen sudah menggunakan berbagai jenis pembayaran di Binance lebih sering daripada sebelumnya, dan penerapannya ke dalam telah stabil. Selanjutnya, platform bursa kripto terbesar berdasarkan volume mengimplementasikannya secara besar-besaran.

    Potensi Pasar

    Beli kripto di Binance bisa bayar pakai Apple Pay dan Google Pay.
    Beli kripto di Binance bisa bayar pakai Apple Pay dan Google Pay.

    Baca juga: Tokocrypto Umumkan Rencana Perubahan Kepemilikan Saham

    Dihadirkannya metode pembayaran menggunakan Apple Pay dan Google Pay, membuat Binance membuka potensi pasar yang lebih luas. Kedua dompet seluler itu adalah yang paling populer di pasar dan tentunya membuka potensi pangsa pasar yang besar bagi pengguna yang tertarik dengan aset kripto.

    Apple Pay saja memiliki 43,9 juta pengguna, menurut Business.com. Sebagai perbandingan, Google Pay membanggakan 25 juta melalui data yang sama, masing-masing menempati urutan pertama dan kedua dalam total pengguna untuk dompet digital.

    Selain itu, pengenalan dompet seluler ini ke dunia kripto menandai langkah maju lainnya dalam aksesibilitas arus utama aset digital. Dengan kemudahan penggunaan yang disediakan pembaruan semacam ini, ada potensi akuisisi pelanggan terbesar ke dunia kripto untuk Binance, dan industri secara keseluruhan.

    Jumlah Pengguna

    CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao. Foto: Binance.
    CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao. Foto: Binance.

    Baca juga: Anak Bisa Belajar Tentang Manajemen Keuangan dengan Kripto

    CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), bahwa platformnya saat ini melayani lebih dari 120 juta pengguna secara global. Sejak didirikan pada tahun 2017, Binance telah berkembang pesat. Binance telah memantapkan dirinya sebagai salah satu yang paling tangguh di antara yang lainnya, terlepas dari bear market yang bergejolak dan kekacauan lainnya.

    CZ juga menyebutkan bahwa Binance akan selalu menjadi yang terdepan dalam hal kepatuhan dan transparansi. Dia juga menyoroti beberapa hal utama yang dilakukan Binance dalam hal kepatuhan, transparansi, kepercayaan, dan keamanan.

    Zhao menyebutkan bahwa meskipun harga kripto anjlok, Binance akan fokus pada pembangunan dan tetap utamakan pengguna. Dia juga menyatakan bangga dengan fakta bahwa mereka tetap setia pada nilai-nilai inti ini dalam segala hal yang mereka lakukan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apple Izinkan Penjualan NFT di App Store Dukung Industri Blockchain

    Raksasa teknologi Apple sekarang memungkinkan NFT untuk dibeli dan dijual melalui aplikasi yang terdaftar di App Store. Ini memungkinkan pengembang aplikasi saat ini untuk menjual NFT dalam aplikasi dan diklaim sebagai wujud perkembangan industri blockchain.

    Sebelum keputusan ini, aplikasi yang menyimpan atau menampilkan NFT mungkin telah melanggar aturan Apple. Sekarang, pengembang dapat menjual NFT dengan restu Apple.

    Namun, masih ada kendala dari kebijakan Apple ini. Hal penting yang perlu diketahui adalah Apple mengambil potongan 30% dari pengembang untuk semua transaksi NFT yang dilakukan melalui aplikasi.

    Toko aplikasi Android, Google Play Store pun menerapkan kebijakan yang sama.

    Ilustrasi NFT.
    Ilustrasi NFT.

    Baca juga: Kenal Aset Kripto DODO, Fundamental Protokol Blockchain DeFi Optimal

    Biaya Potongan

    Biaya potongan yang besar ini diproyeksikan akan menghalangi perkembangan proyek, pemilik game, dan aplikasi untuk menggunakan fitur ini di App Store. Ini karena pasar NFT khas lainnya, seperti OpenSea dan Magic Eden sering hanya mengambil komisi 5% yang sangat kecil.

    Seperti dilansir The Information, startup NFT, Magic Eden telah memutuskan untuk menarik layanannya dari App Store. Ini terjadi bahkan setelah Apple mengurangi komisinya menjadi 15% untuk perusahaan dengan pendapatan tahunan kurang dari US$ 1 juta.

    Apple Belum Terima kripto

    Meskipun, Apple saat ini mengizinkan aplikasi di App Store untuk menjual NFT, perusahaan masih belum menerima kripto. Selain itu, perusahaan menahan diri untuk tidak terlibat langsung dengan ruang kripto dan NFT.

    Ilustrasi Apple iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max yang baru rilis. Foto: Apple.
    Ilustrasi Apple iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max yang baru rilis. Foto: Apple.

    Baca juga: Grup K-pop Aespa Luncurkan Koleksi NFT Bersama Blake Kathryn

    Salah satu alasan yang jelas adalah mereka tidak ingin menimbulkan kemarahan regulasi seperti yang dihadapi Meta, sebelumnya Facebook.

    Awal Juni tahun ini, ada beberapa rumor tentang kemungkinan Apple merilis kartu perdagangan NFT di salah satu konferensi pengembang mereka. Namun, tidak pernah membuahkan hasil.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apple Vision Pro Diklaim Dapat Mengubah Cara Merancang Metaverse

    Apple akhirnya mengungkap Vision Pro, headset augmented reality (AR) yang diklaim dapat mengubah cara pengembangan metaverse di masa depan. Vision Pro adalah salah satu produk Apple yang paling ambisius hingga saat ini, dengan proses satu tahun dalam pembuatan dan dikemas dengan teknologi yang tinggi.

    Tapi ada lebih banyak pengumuman hari ini daripada perangkat keras. Bersamaan dengan Vision Pro, Apple meluncurkan sistem operasi yang sama sekali baru, visionOS , dan sejumlah aplikasi yang akan tersedia di OS saat diluncurkan.

    Pada acara Apple WWDC 2203 yang berlangsung hari Selasa (6/6) dini hari, Apple Vision Pro digambarkan sebagai perangkat ramping dengan perluasan jajaran perangkat keras Apple yang ada, dikendalikan oleh input mata, tangan, dan suara pengguna.

    Yang paling mengesankan, Apple mengatakan bahwa perangkat tersebut akan “berinteraksi dengan konten digital dengan cara yang terasa seperti hadir secara fisik di ruang mereka,” yang berarti perangkat beresolusi tinggi dapat memproyeksikan konten secara mulus ke ruang fisik pengguna.

    “Vision Pro bertahun-tahun ke depan dan tidak seperti apa pun yang dibuat sebelumnya – dengan sistem input baru yang revolusioner dan ribuan inovasi inovatif,” kata CEO Apple, Tim Cook dalam siaran pers . “Ini membuka pengalaman luar biasa bagi pengguna kami dan peluang baru yang menarik bagi pengembang kami.”

    Metaverse dan Apple

    Ilustrasi Apple Vision Pro. Sumber: Apple.
    Ilustrasi Apple Vision Pro. Sumber: Apple.

    Baca juga: Investor Kripto Indonesia Terus Tumbuh Capai 17,25 Juta pada April 2023

    Di WWDC dan juga video promosi Apple untuk Vision Pro, tidak ada penggunaan kata “metaverse”. CEO Tim Cook juga mengatakan bahwa headset baru ini akan menjadi perangkat yang “memadukan dunia nyata dan dunia maya dengan mulus.”

    Metaverse telah lama digembar-gemborkan sebagai evolusi internet selanjutnya. Selain itu, Apple memiliki kesempatan untuk mengubah cara orang melihat panggung digital dengan Vision Pro AR/VR Headset. Lebih penting lagi, ini dapat mengubah cara ruang digital berinteraksi dengan konsumen umum.

    Pengalaman metaverse, meskipun tidak terbatas pada mereka, dapat ditingkatkan dengan headset VR. Selain itu, Anda dapat menjelajahi lingkungan digital semacam ini dengan produk baru Apple. Selanjutnya membuka sejumlah peluang bagi dunia digital untuk berkembang dengan kecepatan yang agak cepat.

    Augmented reality adalah proses melapisi dunia nyata dengan dunia maya. Selain itu, basis konsumen Apple yang tersebar luas dan koneksi ke standar tertinggi pengembangan aplikasi dapat membuka pintu baru untuk teknologi tersebut. Platform sosial, pengalaman bermain game, dan lebih banyak lagi dapat melihat perkembangan yang dipercepat dengan Apple sekarang sedang menjajaki upaya tersebut.

    Seluruh industri tampak bersemangat dengan prospek keterlibatan Apple. Berbicara kepada The Verge, CEO platform VR/AR Campfire 3D mencatat kegembiraannya. “Ini adalah satu-satunya hal terbesar yang dapat terjadi pada industri ini,” kata Wright. “Apakah Anda membuat perangkat keras atau perangkat lunak, kami sangat senang karenanya.”

    Nasib Token Metaverse

    ilustrasi metaverse
    Ilustrasi metaverse.

    Baca juga: Mengapa Pasar Kripto dan Bitcoin Turun Hari Ini (6/6)?

    Seminggu sebelum Apple WWDC, token metaverse paling populer mengalami kenaikan harga secara bertahap, mungkin karena hype yang bagus dari para influencer kripto. Sebagai hasil dari banyak pum dan shilling , Decentraland (MANA), The Sandbox (SAND), dan Axie Infinity (AXIE), terlihat hijau di lautan merah.

    Pertama, harga MANA sempat naik 18% dari US$ 0,45 menjadi US$ 0,53. Selanjutnya, harga SAND meningkat 17% dari US$ 0,52menjadi US$ 0,61. Terakhir, harga AXIE naik 9% dari US$ 6,83 menjadi US$ 7,45.

    Namun, pada hari yang sama ketika Apple mengumumkan ‘Vision Pro’, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyatakan bahwa token metaverse adalah sekuritas. Tak lama kemudian, harga token metaverse turun tajam.

    SEC memberikan alasan yang sama untuk pelabelan SAND dan AXIE sebagai sekuritas. Ini tentu bukan kabar baik bagi mereka yang telah berinvestasi di platform metaverse Web3.

    Jika suatu entitas dianggap sebagai sekuritas, mereka harus terdaftar di SEC atau regulator sekuritas yang relevan di wilayah tersebut, yang banyak di antaranya tidak terdaftar. Ini dapat menyebabkan denda yang besar, dan beberapa aset kripto bahkan dapat dianggap ilegal.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apple Rilis iPhone 14, Harga Kripto Ikut Semangat Naik

    iPhone 14 resmi diungkap oleh Apple di sebuah acara khusus pada Kamis (8/9) dini hari. Menariknya, pasca iPhone terbaru ini rilis, market kripto pun ikut bergerak naik, setelah mengalami hari yang sulit sebelumnya.

    Apple telah secara resmi mengungkapkan iPhone 14. Ponsel terbaru akan dirilis akhir pertengahan September nanti. iPhone 14 hadir dalam empat model: iPhone 14, iPhone 14 Pro, iPhone 14 Pro Max, dan iPhone 14 Plus. Ini adalah pertama kalinya kita akan melihat iPhone Plus di jajaran smartphone Apple.

    Fitur baru yang disugguhkan Apple termasuk lensa yang lebih besar untuk kamera belakang pada iPhone 14 pro dibandingkan dengan 13 Pro. Lompatan ukuran mencakup lompatan dari 12 menjadi 48 megapixel. Selain itu dari segi tampilan ada yang menarik terlihat dari perubahan ‘poni’ atau notch yang kini semakin ramping desainnya dinamakan “Dynamic Island.”

    Ilustrasi Apple iPhone 14 dan iPhone 14 Plus yang baru rilis. Foto: Apple.
    Ilustrasi Apple iPhone 14 dan iPhone 14 Plus yang baru rilis. Foto: Apple.

    Baca juga: Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

    Selain itu, setiap iPhone baru mencakup masa pakai baterai dan ukuran layar yang ditingkatkan, serta fitur-fitur baru yang membantu melacak keselamatan pengguna, seperti Car Crash Detection.

    Daftar Harga iPhone 14

    Dari segi harga, sebenarnya tidak ada kenaikan dibanding dengan banderol yang sama ketika Apple meluncurkan iPhone generasi sebelumnya. Berikut adalah daftar harga iPhone 14:

    • iPhone 14 mulai US$ 799 (Rp 11,9 juta).
    • iPhone 14 Plus mulai US$ 899 ( Rp 13,4 juta).
    • iPhone 14 Pro mulai US$ 999 (Rp 14,8 juta).
    • iPhone 14 Pro Max mulai US$ 1099 (Rp 16,3 juta).

    Preorder untuk iPhone dan iPhone Plus akan tersedia pada 9 September. iPhone 14 akan tersedia untuk dikirim pada 16 September, sedangkan iPhone 14 Plus akan tersedia pada 7 Oktober.

    Pre-order untuk iPhone Pro dan Pro Max keduanya tersedia pada 9 September dan akan dikirimkan pada 16 September. Untuk di Indonesia sendiri, Apple belum mengungkap kapan waktu perilisan resminya, namun biasanya membutuhkan waktu satu atau dua bulan.

    Ilustrasi Apple iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max yang baru rilis. Foto: Apple.
    Ilustrasi Apple iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max yang baru rilis. Foto: Apple.

    Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

    Di samping itu, Apple juga memperkenalkan Apple Watch Series 8 baru serta desain Apple Watch Ultra baru. Keduanya memiliki fitur, termasuk Always-on Display, Swim-proof, Crack Resistance, dan desain 2-sensor baru dengan pelacakan suhu. Seri 8 sekarang tersedia untuk dipesan seharga US$ 249 dan akan tersedia untuk dikirim pada 16 September.

    Harga Kripto Ikut Naik

    Ketika Apple meluncurkan iPhone 14, rupanya market kripto juga ikut menyambutnya dengan positif. Setelah mengalami kebakaran kemarin, aset kripto kembali masuk zona hijau di Kamis (8/9) pagi.

    Melansir CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto big cap seluruhnya naik dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) naik 3,21% dalam sehari terakhir di US$ 19.248. Sementara itu nilai Ethereum (ETH) melonjak 8,33% menuju US$ 1.625 di waktu yang sama.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: Ketua MPR: Bursa Kripto Bantu Tumbuhkan Ekonomi Indonesia

    Altcoin lainnya tak kalah positifnya. Nilai Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan Polkadot (DOT) menanjak lebih dari 4% di saat bersamaan. Binance Coin (BNB) bahkan meroket dengan nilai pertumbuhan 6,28% dalam sehari.

    Performa aset kripto baik ini salah satunya disebabkan oleh melemahnya indeks Dolar AS (DXY). Nilai indeks Dolar AS turun dari level 110 kemarin ke 109 pada dini hari tadi. Investor tentu akan melepas dolar AS dan kembali beralih ke aset kripto ketika daya tarik nilai sang aset greenback tersebut memudar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bos Apple: Investasi Kripto adalah Keputusan Masuk Akal dan Menarik

    Aset kripto kini menjadi salah satu pilihan investasi yang banyak diminati. Tak disangka, CEO Apple, Tim Cook, juga turut bersuara mengenai investasi aset kripto yang tengah tren ini.

    Dikutip CNBC, Cook mengakui keunggulan aset kripto sebagai instrumen investasi. Menurutnya berinvestasi pada aset digital itu akan menjadi suatu hal yang umum dan masuk akal.

    Dalam sebuah video wawancara, Cook bahkan menceritakan dia memiliki sejumlah aset kripto yang disimpan. Meski, untuk membuat perusahaannya, Apple masuk ke industri kripto atau blockchain belum dilakukan.

    “Ya, saya pribadi bersedia (investasi kripto). Saya rasa memilikinya sebagai bagian dari portofolio yang terdiversifikasi adalah hal (yang) masuk akal,” katanya.

    CEO Apple, Tim Cook.
    CEO Apple, Tim Cook. Sumber: Getty Images

    Baca juga: Kenal Fear and Greed Index Crypto dan Cara Kerjanya

    Tak Berikan Saran Investasi

    Sosok Cook memang bisa menjadi patut dalam hal apapun, terlebih dia adalah nakhoda perusahaan teknologi raksasa dunia. Pria berkacamata itu pun menekankan tidak berniat mengajak atau memberikan rekomendasi ataupun nasihat keuangan terkait investasi dalam bentuk apapun, termasuk kripto.

    Cook sendiri pun dari awal telah memutuskan tetap terus melakukan riset mendalam soal ekosistem kripto, hingga akhirnya menganggap hal tersebut adalah menarik.

    Ilustrasi investasi aset kripto.
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Data Baru Inflasi AS Dorong Market Kripto Reli Kencang, Tanda Bull Run?

    Cook juga menegaskan bahwa minatnya berasal dari “sudut pandang pribadi” dan menolak saran bahwa Apple mungkin mengambil aset kripto dengan imbalan produk sebagai tender atau membelinya dengan dana perusahaan.

    “Perusahaan tidak akan berinvestasi di kripto, bukan karena saya tidak akan menginvestasikan uang saya sendiri, tetapi karena saya tidak berpikir orang membeli saham Apple untuk mendapatkan eksposur ke kripto,” pungkasnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com