Tag: Aset Digital

  • IMF Akui Bitcoin Sebagai Emas Digital dan Aset Modal

    International Monetary Fund (IMF) tengah membuat perubahan signifikan terkait Bitcoin.

    Thedefiant menyebutkan bahwa IMF menambahkan Bitcoin ke dalam cadangannya serta mengklasifikasikannya sebagai “Emas Digital.”

    Langkah ini menandai pergeseran besar dalam sikap IMF terhadap mata uang kripto, yang sebelumnya bersikap skeptis terhadap Bitcoin.

    Bitcoin Diakui sebagai Aset Global dan Aset Modal

    Dengan diberlakukannya standar baru, termasuk aturan BPM7, IMF mulai melacak Bitcoin sebagai aset global dalam transaksi lintas negara.

    Ini berarti Bitcoin kini diperlakukan setara dengan aset lain seperti emas atau tanah dalam sistem keuangan global.

    Selain itu, Bitcoin juga dikategorikan sebagai aset modal, yang mengindikasikan pengakuan atas nilai investasi jangka panjangnya.

    Kemungkinan Bitcoin Masuk dalam SDR IMF

    Terdapat spekulasi bahwa Bitcoin bisa saja dimasukkan ke dalam Special Drawing Rights (SDR), yaitu indeks atau keranjang mata uang yang digunakan IMF dalam transaksi keuangan global.

    Jika hal ini terjadi, Bitcoin akan memiliki peran lebih besar dalam sistem moneter internasional.

    Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari IMF mengenai kemungkinan opsi tersebut untuk direalisasikan.

    Dampak bagi Pasar Kripto dan Regulasi

    Keputusan IMF ini berpotensi membawa dampak besar terhadap pasar kripto secara keseluruhan.

    Dengan diakuinya Bitcoin sebagai aset global dan aset modal, kepercayaan investor terhadap mata uang digital ini dapat meningkat.

    Selain itu, langkah ini bisa mendorong negara-negara lain untuk mempertimbangkan Bitcoin dalam kebijakan keuangan mereka.

    Pergeseran Sikap IMF terhadap Bitcoin

    Max Keiser, seorang pendukung Bitcoin, menyatakan bahwa IMF tengah melakukan perubahan kebijakan yang diam-diam mengarah pada adopsi kripto.

    Padahal, selama ini IMF dikenal memiliki pandangan yang cenderung negatif terhadap Bitcoin.

    Jika IMF benar-benar mulai menerima Bitcoin sebagai bagian dari sistem keuangan global, ini bisa menjadi langkah awal bagi mata uang digital untuk mendapatkan legitimasi lebih luas.

    Penambahan Bitcoin ke dalam cadangan IMF dan pengakuannya sebagai “Emas Digital” merupakan langkah signifikan dalam evolusi mata uang kripto.

    Jika tren ini terus berkembang, Bitcoin berpotensi menjadi bagian integral dari sistem keuangan global di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fidelity Luncurkan Saham OnChain Berbasis Ethereum

    Fidelity Investments baru saja mengumumkan peluncuran kelas saham berbasis blockchain Ethereum yang disebut “OnChain” untuk dana pasar uang Treasury, seperti dikabarkan oleh Theblock pada Senin (24/3).

    Langkah ini menandai perkembangan signifikan dalam adopsi teknologi blockchain di sektor keuangan tradisional, khususnya dalam pengelolaan aset institusional.

    Apa Itu Saham OnChain Berbasis Ethereum?

    Fidelity memperkenalkan OnChain sebagai kelas saham baru dalam Fidelity Treasury Digital Fund (FYHXX) yang akan tercatat di jaringan Ethereum.

    Meskipun kepemilikan saham akan tetap didokumentasikan dalam sistem pembukuan tradisional, pencatatan juga akan dilakukan di blockchain Ethereum, dengan proses rekonsiliasi harian oleh agen transfer Fidelity.

    Dalam dokumen pengajuannya ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), Fidelity menekankan bahwa catatan utama kepemilikan saham tetap dalam format book-entry.

    Namun, pencatatan di blockchain Ethereum memberikan keamanan, transparansi, dan verifikasi transaksi yang lebih baik bagi para investor.

    Manfaat Integrasi Blockchain Ethereum

    Penerapan blockchain dalam pencatatan kepemilikan saham memberikan berbagai keuntungan.

    Dari sisi transparansi, investor dapat dengan mudah melacak kepemilikan dan transaksi melalui jaringan Ethereum.

    Untuk aspek keamanan, data yang tercatat di blockchain lebih sulit untuk dimanipulasi oleh para peretas atau oknum yang memanfaatkan situasi.

    Sedangkan dari sisi efisiensi, proses verifikasi transaksi dapat dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan sistem tradisional.

    Apakah Saham Ini Menggunakan Tokenisasi?

    Meskipun menggunakan teknologi blockchain Ethereum, Fidelity menegaskan bahwa investasi utama dalam dana ini tetap pada kas dan sekuritas Treasury AS.

    Artinya, aset yang dikelola tidak ditokenisasi, melainkan hanya pencatatan kepemilikan yang dibuat dalam format digital di blockchain.

    Posisi Fidelity di Pasar Tokenisasi

    Dengan langkah ini, Fidelity bergabung dengan raksasa keuangan lain seperti BlackRock dan Franklin Templeton yang telah lebih dulu mengeksplorasi tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA).

    Data dari rwa.xyz menunjukkan bahwa total nilai pasar untuk Treasury AS yang ditokenisasi telah mencapai sekitar $4,77 miliar, di mana Ethereum memegang $3,3 miliar dari jumlah tersebut.

    BlackRock memimpin sektor ini dengan dana tokenisasi T-bill BUIDL senilai $1,5 miliar, sementara Franklin Templeton telah mengumpulkan sekitar $689 juta dalam dana FOBXX yang kini juga diperluas ke jaringan Solana.

    Kapan Saham OnChain Fidelity Diluncurkan?

    Saham berbasis blockchain Ethereum dari Fidelity ini dijadwalkan mulai berlaku pada 30 Mei 2025, tergantung pada persetujuan regulasi.

    Keputusan Fidelity untuk mengadopsi blockchain Ethereum menunjukkan semakin besarnya minat institusional dalam mengintegrasikan teknologi ini ke dalam produk keuangan tradisional.

    Selain itu, Fidelity juga baru-baru ini mendaftarkan kepercayaan hukum bernama “Fidelity Solana Fund” di Delaware, yang menandakan kemungkinan peluncuran produk berbasis Solana di masa mendatang.

    Peluncuran saham OnChain berbasis Ethereum oleh Fidelity menjadi langkah penting dalam evolusi pasar keuangan digital.

    Dengan transparansi, keamanan, dan efisiensi yang ditingkatkan oleh teknologi blockchain, produk ini berpotensi menarik lebih banyak investor institusional ke dalam ekosistem Ethereum.

    Ke depannya, semakin banyak aset keuangan yang dapat memanfaatkan blockchain untuk meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi bagi para pemegang saham.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Trump Coin Melejit 10%, Bukan Fase Aman!

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mendukung token meme Trump Coin ($TRUMP) melalui unggahan di Truth Social.

    Dalam unggahannya, Trump menyebut koin ini sebagai hal yang “sangat keren” dan bahkan menyebutnya sebagai “yang terbaik dari semuanya.”

    Tak perlu lama untuk memberikan dampak, dukungan ini secara instan langsung memicu lonjakan harga Trump Coin sebesar 10%.

    Menurut data CoinGecko pada Senin (24/3), harga Trump Coin naik dari sekitar $10,9 menjadi $12 dalam waktu singkat.

    Lonjakan dan Volatilitas Harga Trump Coin

    Sementara itu, Cryptobriefing mengabarkan bahwa Trump Coin mengalami lonjakan harga yang signifikan sejak pertama kali dirilis menjelang pelantikan Trump.

    Token berbasis blockchain Solana ini memiliki total suplai sebanyak 1 miliar token. Saat peluncuran awal, sebanyak 200 juta token dilepas ke publik, sementara sisanya, sebanyak 800 juta token, dimiliki oleh CIC Digital LLC dan Fight Fight Fight LLC.

    Dalam beberapa hari pertama perdagangan, harga Trump Coin melonjak dari di bawah $10 (Rp 165 ribu) menjadi $75 (Rp 1,2 juta), dengan kapitalisasi pasar mencapai lebih dari $15 miliar.

    Volume perdagangan juga mencatat angka fantastis, mencapai $29 miliar di hari-hari awal perdagangannya.

    Jadwal Pelepasan Token Trump Coin

    Demi menjaga stabilitas pasar, pelepasan sisa token Trump Coin dilakukan secara bertahap dalam tiga tahun.

    Token ini memiliki periode penguncian antara 3 hingga 12 bulan sebelum akhirnya dilepas secara bertahap dalam kurun waktu 24 bulan.

    Strategi ini bertujuan untuk mengurangi dampak volatilitas ekstrem di pasar kripto secara keseluruhan.

    Dampak Peluncuran Melania Coin terhadap Trump Coin

    Meskipun mengalami lonjakan harga setelah didukung oleh Trump, Trump Coin tidak luput dari volatilitas pasar.

    Pada 19 Januari, peluncuran Melania Coin ($MELANIA) memicu penurunan drastis harga Trump Coin, yang turun hampir 50% ke kisaran $30-$40.

    Hal ini menunjukkan bahwa meskipun token ini mendapat dukungan besar, faktor eksternal tetap dapat memengaruhi nilainya.

    Trump Coin Sebagai Simbol Dukungan, Bukan Investasi Tradisional

    Berbeda dengan cryptocurrency lain yang berorientasi pada keuntungan investasi, proyek Trump Coin lebih diposisikan sebagai bentuk ekspresi dukungan terhadap Trump.

    Logo token ini menampilkan gambar kartun Trump yang mengangkat kepalan tangan, merujuk pada insiden percobaan pembunuhan terhadapnya pada Juli 2024 lalu.

    Secara keseluruhan, meskipun Trump Coin mengalami volatilitas tinggi, dukungan langsung dari Donald Trump memberikan dampak positif terhadap nilai dan minat pasar terhadap token ini.

    Namun, bagi investor, memahami risiko fluktuasi harga tetap menjadi aspek yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi dalam aset digital ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Dominasi Stablecoin: Volume $850 Miliar!

    Ethereum terus mengukuhkan posisinya sebagai blockchain utama untuk aktivitas stablecoin, dengan USDC senilai $35 miliar dan USDT sebesar $67 miliar yang beredar di ekosistemnya.

    Theblock menyebutkan bahwa keunggulan ini menunjukkan bahwa meskipun banyak blockchain baru bermunculan, Ethereum tetap menjadi lapisan penyelesaian utama untuk transaksi digital berbasis dolar.

    Lonjakan Volume Transaksi Stablecoin

    Selama empat bulan terakhir, volume transaksi stablecoin di Ethereum tetap stabil dengan rata-rata $800 miliar per bulan.

    Pada Februari 2025, total transaksi stablecoin mencapai $850 miliar, dengan USDC dan USDT menyumbang $740 miliar dari angka tersebut.

    Selain itu, jumlah alamat yang mentransfer stablecoin juga terus meningkat, mencapai 600.000 dalam satu minggu terakhir.

    Keunggulan Stablecoin dalam Ekosistem Kripto

    Stablecoin telah menjadi salah satu solusi finansial paling stabil dalam industri kripto. Beberapa keunggulan utamanya meliputi:

    • Penyelesaian transaksi 24/7 tanpa batasan jam operasional bank.
    • Biaya lebih rendah untuk transaksi lintas negara dibandingkan sistem keuangan tradisional.
    • Dapat diprogram melalui smart contract untuk otomatisasi keuangan.
    • Meningkatkan akses keuangan bagi populasi yang belum terjangkau layanan perbankan.

    Regulasi Semakin Jelas, Masa Depan Stablecoin Cerah

    Pemerintah AS tengah mengajukan undang-undang stablecoin yang bertujuan untuk memberikan kerangka kerja regulasi bagi penerbit stablecoin seperti Circle (USDC), Paxos (USDP), dan PayPal (PYUSD). Regulasi yang lebih jelas ini dapat semakin memperkuat posisi stablecoin dalam sistem keuangan global.

    Ethereum dan Stablecoin: Fondasi Masa Depan Keuangan Digital

    Dengan volume transaksi yang tetap tinggi di tengah volatilitas pasar kripto, stablecoin di Ethereum menunjukkan bahwa sektor ini semakin matang.

    Keunggulan dalam efisiensi, biaya rendah, dan fleksibilitas menjadikan stablecoin sebagai pilar utama adopsi keuangan digital di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bukan ETH, XRP, SOL, atau ADA, Pemerintah AS Hanya Beli Bitcoin

    Pemerintah federal Amerika Serikat (AS) telah memutuskan untuk hanya membeli Bitcoin dalam cadangan kripto strategisnya.

    Menurut sumber yang dikutip oleh Cryptointelligence, meskipun sebelumnya ada pengumuman bahwa berbagai aset kripto seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Ripple (XRP) akan dimasukkan, pemerintah hanya akan aktif membeli Bitcoin.

    Dampak Pengumuman terhadap Pasar Kripto

    Setelah pengumuman ini, pasar kripto merespons dengan lonjakan harga signifikan. Bitcoin naik lebih dari 11% ke $94.164, sementara Ethereum meningkat 13% ke $2.516.

    XRP, Solana, dan Cardano juga mengalami kenaikan. Namun, antusiasme ini tidak bertahan lama karena pada 3 Maret 2025, harga Bitcoin kembali terkoreksi ke $86.000, mencerminkan volatilitas tinggi dalam pasar kripto.

    Implikasi Strategis bagi Keuangan Nasional

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Keputusan ini mencerminkan diversifikasi strategi cadangan nasional AS. Dengan menambahkan aset digital seperti Bitcoin, pemerintah berupaya meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan finansial negara.

    Federico Brokate, kepala bisnis AS di 21Shares, menyebut langkah ini sebagai sinyal keterlibatan aktif pemerintah dalam ekonomi kripto.

    Kritik dan Tantangan

    Keputusan ini tidak lepas dari kritik. Beberapa ekonom menilai langkah tersebut berisiko karena volatilitas tinggi Bitcoin.

    Selain itu, kurangnya regulasi di pasar kripto menimbulkan kekhawatiran terkait stabilitas finansial dan potensi penyalahgunaan.

    Kritik lainnya menyebut bahwa kebijakan ini bisa menguntungkan investor besar yang telah memiliki Bitcoin dalam jumlah yang besar.

    Meskipun kebijakan ini menandai era baru dalam pengelolaan cadangan kripto nasional, risiko dan tantangan tetap menjadi perhatian utama.

    Dengan pasar kripto yang terus berkembang, langkah pemerintah AS ini akan menjadi sorotan utama dalam industri aset digital global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Grayscale Ajukan Proposal ETF untuk Hedera (HBAR) di Nasdaq

    Grayscale Investments, salah satu manajer aset kripto terbesar di dunia, mengajukan proposal baru untuk meluncurkan exchange-traded fund (ETF) bagi token asli Hedera Network, HBAR.

    Dailyhodl menyebutkan bahwa langkah ini terlihat dalam pengajuan dokumen 19b-4 oleh Nasdaq kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk mencatatkan dan memperdagangkan Grayscale Hedera Trust.

    Apa Itu ETF Kripto?

    ETF adalah instrumen investasi yang memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap aset seperti logam mulia dan kripto tanpa harus membelinya secara langsung.

    SEC telah menyetujui ETF berbasis Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) pada tahun 2024, sekaligus membuka jalan bagi aset kripto lainnya untuk memasuki pasar ETF.

    Hedera (HBAR) Masuk dalam Daftar ETF Altcoin

    Pergerakan harga Hedera (HBAR/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Hedera (HBAR/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sebagai pesaing Ethereum, Hedera menjadi salah satu aset kripto yang sedang diupayakan untuk masuk dalam ETF oleh Grayscale.

    Harga HBAR saat ini diperdagangkan di kisaran $0,24, mengalami kenaikan 7,4% dalam 24 jam terakhir.

    Ekspansi Grayscale ke Aset Kripto Lainnya

    Selain Hedera, Grayscale juga telah mengajukan ETF untuk Cardano (ADA), yang jika disetujui akan menjadi ETF pertama untuk pesaing Ethereum tersebut.

    Perusahaan ini juga sedang mengupayakan ETF untuk Solana (SOL) dan konversi Grayscale XRP Trust menjadi ETF berbasis spot.

    Dukungan Regulasi dari Pemerintah AS

    Aktivitas pengajuan ETF oleh Grayscale semakin meningkat seiring dengan janji Presiden AS Donald Trump untuk menciptakan lingkungan regulasi yang lebih ramah terhadap aset digital.

    Paul Atkins, yang dikenal sebagai pendukung industri kripto, telah ditunjuk untuk memimpin SEC menggantikan Gary Gensler yang sebelumnya dianggap anti-kripto.

    Dengan tren positif ini, pasar ETF kripto berpotensi semakin berkembang, memberikan investor lebih banyak pilihan untuk mendapatkan eksposur terhadap aset digital tanpa harus memilikinya secara langsung.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dampak Kebijakan Trump: Pasar Kripto Anjlok $1 Triliun

    Pada awal Februari 2025, pasar mata uang kripto mengalami guncangan hebat akibat kebijakan tarif impor yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

    Langkah ini memicu aksi jual besar-besaran. Sehingga menyebabkan kapitalisasi pasar kripto menyusut hingga $1 triliun.

    Latar Belakang Kebijakan Tarif

    Benzinga menyebutkan bahwa pada 1 Februari 2025, Trump menandatangani perintah yang mengenakan tarif 25% pada impor dari Meksiko dan Kanada, serta tarif 10% untuk barang-barang dari China.

    Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada 4 Februari 2025, mencakup transaksi perdagangan senilai sekitar $1,6 triliun dari ketiga negara tersebut.

    Dampak Langsung pada Pasar Kripto

    Pengumuman tarif tersebut segera mempengaruhi pasar kripto. Bitcoin, mata uang kripto terbesar, mengalami penurunan rharga signifikan.

    Pada 2 Februari 2025 lalu, harga Bitcoin turun 7% menjadi $93.768 (Rp1,5 miliar), menurut data dari Coin Metrics.

    Sementara Ethereum, yang merupakan mata uang kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, ikut merosot 20% ke level terendah sejak November 2024.

    Reaksi Investor dan Analisis

    Jeff Park, Kepala Strategi di Bitwise Asset Management, menyatakan bahwa perang tarif yang berkelanjutan dapat berdampak positif bagi Bitcoin dalam jangka panjang karena potensi pelemahan dolar AS.

    Namun, dalam jangka pendek, Bitcoin cenderung diperdagangkan seperti aset berisiko dan merespons negatif terhadap ketidakpastian ekonomi.

    Pertanyaan tentang Masa Depan ‘Presiden Kripto’

    Kebijakan tarif Trump menimbulkan pertanyaan tentang masa depan era ‘Presiden Kripto’.

    Meskipun sebelumnya dianggap pro-kripto, langkah terbaru ini memicu ketidakpastian di kalangan investor.

    Beberapa analis menilai bahwa volatilitas pasar kripto akan terus berlanjut seiring dengan perkembangan kebijakan perdagangan AS.

    Kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden Trump pada awal Februari 2025 memiliki dampak signifikan terhadap pasar mata uang kripto.

    Penurunan harga yang tajam mencerminkan sensitivitas pasar terhadap kebijakan perdagangan global.

    Masa depan pasar kripto akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana kebijakan ini berkembang dan respons investor terhadap ketidakpastian ekonomi yang ditimbulkannya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Donald Trump Gelar White House Crypto Summit Perdana pada 7 Maret

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengadakan White House Crypto Summit pertama pada 7 Maret 2025 mendatang.

    Biberitakan oleh Cryptobriefing pada Minggu (2/3), acara ini bertujuan untuk menetapkan kerangka regulasi yang jelas bagi sektor aset digital sekaligus mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi.

    Regulasi dan Inovasi di Sektor Kripto

    Summit ini akan menghadirkan para pemimpin industri, CEO, investor, serta anggota Kelompok Kerja Presiden untuk Aset Digital.

    David Sacks, yang menjabat sebagai AI & Crypto Czar di Gedung Putih, mengonfirmasi hal ini dalam pernyataan di platform X pada Jumat lalu.

    Langkah ini merupakan kelanjutan dari perintah eksekutif yang telah ditandatangani Trump untuk membentuk kelompok kerja internal guna menjadikan Amerika sebagai pemimpin global dalam dunia kripto.

    Di bawah kepemimpinan Sacks, kelompok ini akan mengeksplorasi penciptaan serta regulasi cadangan aset kripto nasional dan kerangka kerja stablecoin.

    trump or biden
    Ilustrasi Bitcoin dan bendera Amerika Serikat. Sumber:

    Membatalkan Kebijakan Sebelumnya

    Selain itu, kebijakan baru ini juga sekaligus mencabut perintah eksekutif sebelumnya yang ditetapkan oleh mantan Presiden AS, Joe Biden.

    Kebijakan lama tersebut bertujuan untuk membangun kerangka regulasi kripto yang lebih ketat serta melarang pengembangan mata uang digital bank sentral (CBDC) di Amerika Serikat.

    Dukungan terhadap Kebebasan Ekonomi Dalam siaran pers terbaru, Gedung Putih menekankan pentingnya mendukung inovasi serta kebebasan ekonomi melalui regulasi yang lebih jelas bagi sektor kripto.

    Pemerintahan Trump juga mengkritik kebijakan sebelumnya yang dianggap telah “mengadili secara tidak adil” industri aset digital.

    Dengan adanya White House Crypto Summit ini, diharapkan Amerika dapat memimpin perkembangan industri kripto secara global dengan pendekatan yang lebih pro-inovasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Arizona Maju dalam Legislasi Bitcoin

    Arizona semakin menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam adopsi cryptocurrency dengan kemajuan dua rancangan undang-undang Bitcoin di Senat negara bagian.

    Langkah ini menjadikan Arizona semakin dekat untuk memiliki cadangan Bitcoin strategis, hanya tertinggal dari Utah dalam hal penerapan regulasi aset digital seperti dilaporkan oleh Ecoinimist pada Sabtu (1/3).

    Rancangan Undang-Undang Strategis untuk BitcoinSenat Arizona telah meloloskan Strategic Digital Assets Reserve Bill (SB 1373) dalam pembacaan ketiga pada 27 Februari dengan suara 17-12.

    RUU yang diusulkan oleh Senator Partai Republik, Mark Finchem, ini akan diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat negara bagian untuk pertimbangan lebih lanjut.

    Jika disahkan, undang-undang ini akan membentuk Dana Cadangan Aset Digital Strategis yang dikelola oleh bendahara negara.

    RUU ini membatasi investasi Bitcoin untuk mengurangi risiko keuangan, dengan batas maksimal 10% dari total dana yang dapat dialokasikan setiap tahun fiskal.

    Selain itu, bendahara diperbolehkan untuk meminjamkan aset digital guna mendapatkan imbal hasil, selama tidak meningkatkan risiko keuangan bagi negara.

    Fokus pada Cadangan Bitcoin

    Selain SB 1373, ada juga Strategic Bitcoin Reserve Act (SB 1025) yang turut mendapat perhatian.

    RUU ini, yang disponsori oleh Senator Wendy Rogers dan Perwakilan Jeff Weninger, lolos dalam pembacaan ketiga di Senat pada 27 Februari dengan suara 17-11.

    Berbeda dengan SB 1373, RUU ini secara khusus akan memberi wewenang bagi dana publik untuk berinvestasi langsung dalam Bitcoin.

    Dukungan terhadap RUU ini menunjukkan meningkatnya penerimaan cryptocurrency di tingkat negara bagian. Namun, tidak semua negara bagian mengikuti jejak Arizona.

    Beberapa negara bagian lainnya seperti Montana, Wyoming, North Dakota, South Dakota, dan Pennsylvania telah menolak proposal serupa.

    Hingga saat ini, sebanyak 18 negara bagian memiliki RUU cadangan kripto yang menunggu persetujuan Senat, tetapi hanya Arizona dan Utah yang telah mencapai tahap akhir.

    Momentum Legislasi Kripto di AS

    Kebijakan pro-Bitcoin Arizona sejalan dengan tren yang lebih luas di Amerika Serikat, di mana semakin banyak negara bagian yang mempertimbangkan regulasi cryptocurrency.

    Beberapa analis menghubungkan tren ini dengan kebijakan pro-kripto dari mantan Presiden Donald Trump, yang meningkatkan minat politik terhadap aset digital.

    Namun, meskipun ada kemajuan dalam regulasi, pasar Bitcoin masih menghadapi tantangan besar. Selama tujuh hari terakhir, harga Bitcoin turun hingga 17%, dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi dan kebijakan perdagangan yang diusulkan Trump.

    Meski begitu, meningkatnya minat institusional terhadap cadangan Bitcoin menunjukkan bahwa aset digital dapat memainkan peran yang lebih besar dalam strategi keuangan negara bagian dan federal di masa depan.

    Jika kedua RUU ini disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat, Arizona akan semakin memperkuat posisinya sebagai pelopor dalam adopsi Bitcoin di tingkat negara bagian.

    Keberhasilan ini juga dapat menjadi contoh bagi negara bagian lain yang ingin mengintegrasikan aset digital ke dalam ekosistem keuangan mereka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Pasar Kripto Merah Hari Ini (26/2/2025)?

    Pasar kripto hari ini anjlok! Bitcoin turun di bawah $88K, dan Altcoin merosot. Inilah semua hal yang perlu investor ketahui.

    Pasar kripto mengalami penurunan yang signifikan karena Bitcoin (BTC) jatuh di bawah angka $88.000 untuk pertama kalinya pada tahun 2025. 

    Penurunan dramatis ini telah mengirimkan gelombang kejut ke seluruh pasar, menyebabkan kepanikan yang meluas di kalangan investor.

    Selain itu, penurunan tersebut juga diperburuk oleh likuidasi berjenjang, dengan lebih dari $1 miliar posisi dihapuskan.

    Bitcoin Anjlok

    Menurut laporan Crypto Economy pada Rabu (26/2), penurunan nilai BTC yang tiba-tiba telah membuat banyak orang mempertanyakan stabilitas pasar dan masa depan aset digital.

    Pada saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin telah sedikit pulih di atas angka $88.000 tetapi masih diperdagangkan dengan kerugian.

    Anjloknya Bitcoin terasa di seluruh pasar kripto, dengan altcoin mengalami kerugian besar. XRP dan Solana memimpin kemerosotan pasar, turun lebih dari 14% dan diperdagangkan pada harga masing-masing $2 dan $134.

    Altcoin utama lainnya seperti ETH, BNB, dan Dogecoin (DOGE) juga mengalami penurunan signifikan, dengan kerugian berkisar antara 5% hingga 13%, dan diperdagangkan pada harga masing-masing $2.396, $602, dan 0,2009.

    Aksi jual di seluruh pasar telah mengakibatkan penurunan kapitalisasi pasar total sebesar 8%, sehingga turun menjadi sekitar $2,8 triliun.

    Alasan Penurunan

    Beberapa faktor berkontribusi terhadap kemerosotan pasar baru-baru ini. Salah satu katalis utamanya adalah peretasan bursa mata uang kripto Bybit senilai $1,4 miliar, yang mengguncang kepercayaan investor dan memicu gelombang penjualan.

    Selain itu, arus keluar yang terus berlanjut dari produk investasi kripto dan penolakan keras terhadap kenaikan harga turut menghambat upaya pemulihan.

    Ditambah lagi, posisi pasar yang terlalu banyak menggunakan leverage semakin memperburuk situasi, yang menyebabkan likuidasi yang signifikan dan penurunan harga yang tajam.

    Sentimen Investor dan Prospek Pasar

    Sentimen pasar yang sedang melemah saat ini telah membuat investor bersikap hati-hati dan tidak yakin tentang masa depan.

    Bahkan dalam Indeks Ketakutan dan Keserakahan, ukuran sentimen pasar yang populer, telah menunjukkan ketakutan yang ekstrem, yang menunjukkan bahwa investor bersikap hati-hati.

    Meskipun terjadi penurunan baru-baru ini, beberapa analis percaya bahwa kematangan dan ketahanan pasar akan membantunya pulih dalam jangka panjang.

    Kemampuan platform seperti Bybit untuk mengamankan pinjaman jembatan dan menutupi kesenjangan likuiditas menyoroti stabilitas yang semakin meningkat dalam ruang pinjaman kripto.

    Dengan demikian, anjloknya pasar kripto baru-baru ini menjadi pengingat nyata akan volatilitas dan risiko yang terkait dengan aset digital.

    Karena Bitcoin dan Altcoin terus melewati masa sulit ini, investor disarankan untuk tetap mendapatkan informasi dan berhati-hati dalam keputusan perdagangan mereka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com