Tag: Aset Digital

  • Pulihkan Dana Setelah Peretasan, Bybit Gelar Sayembara Berhadiah $140 Juta

    Bybit baru saja mengumumkan sayembara berhadiah $140 juta atau hampir senilai Rp 2,3 triliun sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk melacak dan berpotensi memulihkan $1,4 miliar dana yang dicuri pasca insiden peretasan.

    Inisiatif ini muncul bersamaan dengan pemulihan terkini senilai lebih dari $43 juta cmETH dan USDT yang terkait dengan insiden tersebut.

    Rinciannya, pada tanggal 22 Februari kemarin, Bybit mengumumkan program hadiah yang ditujukan kepada para peretas profesional dan spesialis keamanan siber untuk membantu memulihkan aset digital yang telah dicuri.

    Bybit telah menjanjikan hingga 10% dari dana yang berhasil diperoleh kembali sebagai hadiah. Jika jumlah penuh berhasil diperoleh kembali, para kontributor dapat menerima uang kompensasi hingga senilai $140 juta atau nyaris menyentuh angka Rp 2,3 triliun.

    Hadiah Sayembara Peretasan

    Hadiah juga akan diberikan Bybit kepada individu yang memberikan informasi intelijen berharga atau memainkan peran langsung dalam pemulihan aset.

    Terkait sayembara ini, CEO Bybit Ben Zhou memberikan apresiasi karena langsung mendapatkan respons yang kuat dari komunitas kripto. Ia mencatat bahwa pakar dan organisasi industri telah melangkah maju untuk membantu.

    Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam melawan ancaman siber dan menegaskan kembali komitmen Bybit untuk memperkuat infrastruktur keamanannya.

    “Kami ingin secara resmi memberi penghargaan kepada komunitas kami yang telah memberikan keahlian, pengalaman, dan dukungan mereka melalui Program Recovery Bounty, dan upaya kami untuk menjadikan pelajaran sulit ini berharga tidak berhenti di sini,” ujar Ben Zhou sebagaimana dikutip dari Beincrypto pada Senin (24/2).

    Ke depannya, lanjut Ben Zhou, Bybit bertekad untuk bangkit dari kemunduran dan secara mendasar mengubah infrastruktur keamanan perusahaan , meningkatkan likuiditas, dan menjadi mitra yang setia bagi Bybit di komunitas kripto.

    $43 Juta Aset Berhasil Diamankan

    Bersamaan dengan pengumuman hadiah, Ben juga mengumumkan kabar sejumlah aset digital yang hilang, kini telah berhasil dikembalikan.

    Aset digital senilai lebih dari $43 juta telah diamankan, yang didapat dari sejumlah praktisi keamanan siber yang langsung turun tangan untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

    Mudit Gupta, Chief Information Security Officer di Polygon, mengonfirmasi pemulihan 15.000 Mantle Restaked Ethereum (cmETH), senilai sekitar $43 juta.

    Ia menyatakan bahwa pemulihan tersebut dimungkinkan melalui kerja sama dengan tim SEAL dan Mantle.

    Gupta menjelaskan bahwa mereka mengidentifikasi celah keamanan dalam protokol, yang memungkinkan mereka memulihkan aset.

    “Saya melihat kemungkinan pemulihan segera setelah peretasan dan SEAL menghubungkan saya dengan tim Mantle/mETH yang mewujudkannya. Penghargaan besar kepada tim SEAL, Mantle, dan mETH atas tindakan cepat mereka,” kata Gupta.

    Sementara itu, dalam sebuah pernyataan terpisah, tim Mantle mengonfirmasi bahwa mereka memblokir alamat eksploiter menggunakan penundaan penarikan selama delapan jam dari protokol.

    Tindakan ini dilakukan guna mencegah transaksi tidak sah lebih lanjut, sekaligus mengamankan dana yang sempat dicuri oleh para peretas.

    Selain itu, penerbit stablecoin Tether membekukan $181.000 dalam USDT yang terkait dengan peretasan tersebut. Meskipun jumlahnya relatif kecil, CEO Tether Paolo Ardoino menekankan pentingnya kerja sama industri dalam membatasi kerugian finansial.

    “Kami baru saja membekukan 181.000 USDt yang terkait dengan peretasan ByBit. Mungkin tidak banyak, tetapi ini adalah kerja jujur. Kami terus memantau,” pungkas Ardoino.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Canary Capital Listingkan Litecoin Spot ETF dengan Ticker LTCC

    Canary Capital telah mencatatkan Litecoin Spot ETF di sistem Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC) dengan ticker LTCC, menandai langkah penting menuju peluncuran dana tersebut.

    Dikutip dari Cryptobriefing, pada Sabtu (22/2), meskipun telah terdaftar di DTCC, persetujuan dari Securities and Exchange Commission (SEC) masih dalam proses.

    Pencatatan di DTCC ini memastikan infrastruktur perdagangan yang diperlukan untuk ETF. DTCC sendiri adalah penyedia utama layanan kliring dan kustodian untuk transaksi sekuritas di AS.

    Dengan masuknya LTCC dalam sistem DTCC, investor melihat ini sebagai sinyal positif bagi pasar Litecoin.

    Menunggu Keputusan SEC

    Sebelumnya, Canary Capital mengajukan aplikasi ETF Litecoin Spot pada Oktober 2024 lalu, bersama dengan perusahaan lain seperti Grayscale dan CoinShares.

    Namun, aplikasi dari Canary Capital diprediksi akan menjadi yang pertama mendapatkan keputusan dari SEC.

    Sementara itu, analis ETF dari Bloomberg, Eric Balchunas dan James Seyffart, menilai prospek ETF berbasis Litecoin lebih menjanjikan dibandingkan dengan dana kripto lainnya.

    Mereka mencatat bahwa ETF ini memenuhi persyaratan persetujuan, karena Litecoin sudah diklasifikasikan sebagai komoditas oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

    Lonjakan Harga Litecoin

    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Sabtu, 22 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Litecoin (LTC/USDT) pada Sabtu, 22 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sejak pengajuan pertama ETF Litecoin ke SEC, harga aset digital ini telah naik lebih dari 100%, menurut data dari CoinGecko. Saat ini, Litecoin diperdagangkan di sekitar $130 (Rp 2,1 juta), dengan kenaikan 2% dalam satu jam terakhir.

    Dengan pencatatan di DTCC dan prospek persetujuan dari SEC, Litecoin Spot ETF milik Canary Capital berpotensi menjadi pionir di sektor ini.

    Investor semakin optimis terhadap dampaknya terhadap pasar kripto secara keseluruhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Masa Depan Dompet Kripto: Keamanan dan UX Jadi Kunci Utama

    Dalam dunia aset digital yang terus berkembang, dompet kripto menjadi elemen penting untuk menyimpan dan mengelola aset dengan aman.

    Mengutip laman Coinpaprika pada Sabtu (22/2), Trust Wallet menegaskan bahwa masa depan dompet kripto akan ditentukan oleh peningkatan keamanan dan pengalaman pengguna (UX), yang memungkinkan adopsi lebih luas di sektor keuangan digital.

    Pentingnya Dompet Kripto dalam Ekosistem Digital

    Seiring meningkatnya penerimaan global terhadap mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, kebutuhan akan dompet digital yang aman dan mudah digunakan semakin meningkat.

    Dengan institusi besar mulai mengadopsi aset kripto, termasuk melalui Exchange-Traded Funds (ETFs), pasar dompet digital diprediksi akan berkembang pesat.

    Namun, adopsi dompet kripto masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal kemudahan penggunaan dan keamanan.

    Banyak pengguna baru yang merasa kesulitan dengan proses onboarding di platform Web3 dan DeFi, sehingga para developer perlu berfokus pada penyederhanaan pengalaman pengguna.

    Kemudahan Penggunaan Jadi Kunci Adopsi

    Sementara itu, Pierre Lavarague, Head of Business Development di Trust Wallet, berpendapat bahwa dompet kripto seharusnya tidak lagi dianggap sebagai produk khusus, melainkan sebagai aplikasi fintech standar yang bisa digunakan dengan mudah oleh siapa saja.

    Oleh karena itu, desain UI/UX yang intuitif menjadi prioritas utama agar pengguna bisa bertransaksi dengan cara yang mirip dengan aplikasi perbankan tradisional.

    Banyak pengguna merasa rumit dengan transaksi kripto yang melibatkan langkah-langkah kompleks.

    Untuk mengatasi hal ini, pengembang dompet digital berupaya menciptakan pengalaman yang lebih sederhana dan mirip dengan sistem keuangan konvensional. Sehingga blockchain lebih mudah diakses oleh masyarakat umum.

    Peran AI dalam Personalisasi dan Keamanan

    Di sisi lain, kecerdasan buatan (AI) diharapkan memainkan peran penting dalam meningkatkan pengalaman pengguna dompet kripto.

    AI dapat menyesuaikan antarmuka berdasarkan preferensi, riwayat transaksi, dan aktivitas on-chain, sehingga pengalaman setiap pengguna menjadi lebih personal dan relevan.

    Dari aspek keamanan, AI juga dimanfaatkan untuk mendeteksi kerentanan dalam kontrak pintar dan sistem blockchain. Dengan teknologi ini, dompet digital dapat melakukan penilaian risiko secara real-time dan mencegah serangan siber sebelum terjadi.

    AI juga dapat memantau transaksi mencurigakan, meningkatkan kemungkinan pemulihan aset yang dicuri, dan memperketat perlindungan bagi pengguna.

    Seiring dengan meningkatnya popularitas aset digital, ancaman keamanan juga semakin berkembang. Laporan terbaru menunjukkan peningkatan kasus peretasan dan pencurian dana dalam jumlah besar.

    Eve Lam, Chief Information Security Officer di Trust Wallet, menekankan bahwa peningkatan keamanan berbasis AI sangat penting untuk melindungi pengguna dari ancaman siber.

    Teknologi pemantauan ancaman yang canggih dan mekanisme pemulihan yang lebih baik menjadi solusi utama dalam menghadapi serangan siber.

    Dengan alat berbasis AI, transaksi mencurigakan dapat diidentifikasi lebih cepat, dan analisis forensik di blockchain dapat membantu dalam mengamankan kembali aset pengguna.

    Masa Depan Dompet Kripto

    Dengan meningkatnya adopsi kripto, developer dompet digital terus berinvestasi dalam teknologi mutakhir untuk meningkatkan keamanan, menyederhanakan onboarding, dan mengintegrasikan solusi blockchain ke dalam sistem keuangan sehari-hari.

    Keseimbangan antara kemudahan penggunaan dan perlindungan yang kuat akan menjadi faktor utama dalam memastikan pengalaman yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Michael Saylor Sarankan AS Beli 20% Bitcoin, Apa Alasannya?

    Michael Saylor, CEO MicroStrategy, baru-baru ini menyarankan agar pemerintah Amerika Serikat membeli 20% dari total suplai Bitcoin.

    Pernyataan ini ia sampaikan dalam acara Conservative Political Action Conference (CPAC) yang beredar dalam sebuah postingan di media sosial X dengan akun NameCoinNews.

    Menurut Saylor, pembelian 20% dari total suplai Bitcoin ini dapat memperkuat dominasi AS dalam ekonomi digital selama satu abad ke depan.

    Bitcoin Sebagai Kunci Kepemimpinan Ekonomi Digital

    Saylor menekankan bahwa kepemilikan Bitcoin akan menjadi faktor utama dalam menguasai ruang siber.

    Menurutnya, dengan memiliki Bitcoin, AS dapat menjalankan dan mengendalikan jaringan Bitcoin, termasuk dalam aspek penambangan dan transaksi.

    “Jika Anda ingin memiliki masa depan, Anda ingin memiliki dunia maya. Bagaimana Anda memiliki dunia maya? Anda memiliki Bitcoin, dan kemudian Anda menjalankan jaringan Bitcoin. Anda menambang Bitcoin; Anda memiliki Bitcoin,” kata Saylor dalam acara Conservative Political Action Conference (CPAC).

    Strategi dan Implementasi dalam 12 Bulan

    Jika serius dijalankan, Saylor memprediksi bahwa Amerika Serikat dapat merealisasikan strategi ini dalam waktu yang relatif singkat, yaitu hanya 12 bulan saja.

    Pada kesempatan yang sama, dia juga mencatat bahwa semakin banyak anggota kabinet, parlemen, dan Senat yang mulai memahami dan menghargai Bitcoin. Oleh karena itu, peluang untuk menerapkan strategi ini semakin besar.

    Potensi Manfaat Ekonomi

    Menurut Saylor, kepemilikan 4 hingga 6 juta Bitcoin dapat membantu mengatasi utang nasional AS.

    Ia bahkan memproyeksikan potensi manfaat ekonomi sebesar $50 triliun (Rp 815 kuadriliun) hingga $80 triliun bagi para wajib pajak di negara tersebut.

    Saat ini, pemerintah AS telah menguasai sekitar 198.109 Bitcoin dengan nilai lebih dari $19 miliar (Rp 309 triliun). Dengan angka ini, AS menjadi pemerintah dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

    Dukungan terhadap Kebijakan Bitcoin Nasional

    Sebelumnya pada Desember lalu, Saylor merilis kerangka kerja terkait Bitcoin dan kripto untuk pemerintah AS. Ia juga mendukung pembentukan cadangan strategis Bitcoin nasional.

    Menurutnya, langkah ini akan memperkuat posisi AS dalam ekonomi digital global. Dengan semakin meningkatnya peran aset digital, strategi yang diusulkan oleh Saylor bisa menjadi pertimbangan serius bagi pemerintah AS.

    Bitcoin tidak hanya sekadar aset investasi, tetapi juga alat untuk memperkuat dominasi ekonomi digital dalam jangka panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terseret Arus Koreksi, Harga Bitcoin Jatuh Hingga $111 Ribuan

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan volatilitas tajam. Per hari ini, Bitcoin diperdagangkan di level $111,676.05 per BTC, turun -2,39% dalam 24 jam terakhir.

    Kapitalisasi pasarnya ikut tergerus menjadi $2,225.13 miliar, sementara volume perdagangan harian justru meningkat tajam hingga $65,12 miliar.

    Angka ini menandakan tekanan jual yang cukup kuat dari investor, baik ritel maupun institusional.

    Baca Juga: Jatuh Makin Dalam, Harga Bitcoin Merosot 1,12%

    Tren Penurunan dalam Tiga Bulan Terakhir

    Jika ditelusuri lebih jauh, pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir memperlihatkan pola yang cukup jelas:

    • Hari ini: turun $-2,536.45 (-2,22%)
    • 30 hari terakhir: melemah $-3,030.42 (-2,64%)
    • 60 hari terakhir: terkoreksi $-4,186.36 (-3,61%)
    • 90 hari terakhir: masih positif dengan kenaikan $+5,374.62 (+5,05%)

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun dalam horizon tiga bulan Bitcoin masih mencatatkan kenaikan, tren jangka pendek dalam 1–2 bulan terakhir justru lebih condong pada pelemahan.

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat diperdagangkan di rentang $111,591.45 (terendah) hingga $114,711.77 (tertinggi).

    Angka ini cukup jauh dari rekor tertingginya di $124,457.12, yang kini terasa semakin sulit dijangkau tanpa adanya katalis positif dari pasar global.

    Faktor Penyebab Tekanan Harga

    Ada beberapa faktor utama yang menjadi pemicu penurunan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir:

    1. Sentimen Pasar Global yang Negatif
      Kondisi makroekonomi global yang tidak menentu, termasuk ketidakpastian kebijakan suku bunga bank sentral, membuat investor lebih berhati-hati. Risiko di aset kripto kembali dipandang tinggi dibandingkan aset tradisional seperti emas atau obligasi.
    2. Profit Taking dari Investor Besar
      Setelah reli kuat pada kuartal sebelumnya, banyak investor besar (whales) yang memilih untuk mengamankan keuntungan. Tekanan jual ini mempercepat pelemahan harga dalam jangka pendek.
    3. Kenaikan Volume Perdagangan
      Menariknya, volume perdagangan harian Bitcoin melonjak hingga lebih dari $65 miliar. Lonjakan ini biasanya menandakan pergeseran besar, baik karena panic selling maupun reposisi portofolio oleh investor institusional.
    4. Minimnya Katalis Positif
      Tidak ada kabar besar yang cukup kuat untuk menopang harga Bitcoin. Adopsi institusional masih stabil, tetapi belum ada perkembangan baru yang bisa menjadi penggerak utama ke level harga lebih tinggi.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 23 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 23 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Implikasi untuk Pasar Kripto

    Sebagai aset kripto nomor satu dengan dominasi pasar yang tinggi, setiap penurunan Bitcoin berdampak langsung pada altcoin.

    Penurunan lebih dari 2% dalam sehari ini membuat sebagian besar altcoin juga ikut tertekan, memperdalam koreksi di pasar kripto secara keseluruhan.

    Namun, meningkatnya volume perdagangan bisa dilihat sebagai tanda bahwa minat pasar masih ada.

    Artinya, meskipun harga Bitcoin menurun, likuiditas tetap terjaga, sehingga membuka peluang bagi rebound dalam jangka menengah.

    Proyeksi Harga Bitcoin ke Depan

    Ada tiga skenario yang bisa menjadi gambaran arah Bitcoin dalam waktu dekat:

    • Skenario Bullish (Optimis): Jika tekanan jual mereda dan ada kabar positif, Bitcoin bisa kembali menembus level $115,000–$118,000 dalam beberapa minggu ke depan.
    • Skenario Bearish (Pesimis): Jika tekanan jual berlanjut, BTC berpotensi turun lebih dalam hingga ke kisaran $108,000–$110,000, terutama jika volume jual tidak mereda.
    • Skenario Konsolidasi (Netral): Bitcoin mungkin bergerak sideways di kisaran $111,000–$114,000, menunggu katalis eksternal dari pasar global.

    Antara Tekanan dan Peluang

    Penurunan harga Bitcoin hari ini mencerminkan tingginya ketidakpastian di pasar kripto.

    Dari sisi teknis, BTC masih dalam jalur bullish jangka panjang, namun koreksi jangka pendek tidak bisa dihindari.

    Bagi trader harian, volatilitas ini bisa menjadi peluang emas untuk meraih keuntungan dari pergerakan cepat harga.

    Namun, bagi investor jangka panjang, penurunan ini bisa dimaknai sebagai fase akumulasi, dengan catatan tetap memperhatikan manajemen risiko.

    Dengan sirkulasi pasokan yang kini mencapai 19,92 juta BTC (94,88% dari total 21 juta BTC), kelangkaan Bitcoin semakin nyata.

    Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang diyakini akan menopang harga dalam jangka panjang, meski saat ini pasar masih diliputi sentimen negatif.

    Satu hal yang pasti, perjalanan Bitcoin tidak pernah datar. Setiap penurunan tajam selalu diikuti oleh fase kebangkitan baru.

    Bagi mereka yang sabar, volatilitas ini bukan akhir dari cerita, melainkan bagian dari dinamika pasar kripto yang penuh kejutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Temukan Momentum, Harga Bitcoin Melejit ke Level $110.000

    Setelah merosot dalam beberapa waktu terakhir, Bitcoin (BTC) akhirnya menemukan kembali momentum untuk menaikkan harganya di pasar kripto.

    Hingga artikel ini ditayangkan, Tokocrypto mencatat bahwa harga Bitcoin telah menyentuh level $110,288.49 per BTC, atau meningkat +2,69% dalam 24 jam terakhir.

    Lonjakan ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin bertengger di $2,196 miliar, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

    Meski belum menembus rekor tertinggi sepanjang masa di $124,457.12, tren positif ini memperlihatkan betapa kuatnya fundamental Bitcoin dalam menghadapi dinamika pasar global.

    Baca Juga: Badai Pasti Berlalu! Bitcoin Terkoreksi, Waktunya Serok?

    Menguat di Tengah Fluktuasi Pasar

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $107,271.18 hingga $110,578.45, menunjukkan volatilitas sehat namun tetap dalam tren kenaikan.

    Data historis juga mengungkapkan bahwa meski sempat terkoreksi -2,75% dalam 30 hari terakhir, Bitcoin kembali menunjukkan pemulihan dengan kenaikan +1,16% dalam 60 hari dan +4,53% dalam 90 hari terakhir.

    Dengan pasokan sirkulasi mencapai 19,91 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, semakin jelas bahwa kelangkaan aset ini terus menjadi daya tarik investor global.

    Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 2 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 2 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir tidak datang begitu saja. Ada sejumlah faktor besar yang mendukung pergerakan ini:

    1. Institusionalisasi dan Adopsi Global
      Bitcoin semakin diadopsi oleh lembaga keuangan besar. Masuknya ETF Bitcoin spot di berbagai negara, terutama di Amerika Serikat, mendorong arus modal baru yang lebih stabil. Dengan adanya instrumen keuangan berbasis Bitcoin yang legal dan terdaftar, investor institusi kini memiliki jalur yang lebih aman untuk masuk ke pasar kripto.
    2. Likuiditas Tinggi dan Volume Perdagangan Besar
      Volume perdagangan 24 jam mencapai $67,76 miliar, menandakan arus transaksi yang sangat aktif. Likuiditas tinggi ini memberikan stabilitas tambahan dan mengurangi risiko gejolak harga ekstrem, sekaligus memperkuat sentimen positif pelaku pasar.
    3. Tekanan Inflasi dan Kebijakan Moneter Global
      Kekhawatiran terhadap inflasi global dan kebijakan bank sentral yang masih ketat membuat investor mencari aset lindung nilai. Bitcoin, yang dikenal sebagai “emas digital”, kembali dilirik sebagai alternatif untuk melindungi portofolio dari pelemahan mata uang fiat.
    4. Narasi Kelangkaan dan Fase Pra-Halving
      Dengan tingkat sirkulasi mencapai 94,83% dari total maksimum, pasar semakin sadar bahwa kelangkaan Bitcoin akan memainkan peran penting. Halving berikutnya yang semakin dekat membuat ekspektasi harga melonjak karena suplai baru semakin terbatas.
    5. Sentimen Pasar dan Psikologi Investor
      Meski pergerakan 7 hari terakhir hanya mencatatkan kenaikan tipis +0,13%, kenaikan dalam 24 jam terakhir memberikan dorongan psikologis besar. Investor ritel mulai kembali percaya diri, sementara pelaku institusi semakin menegaskan posisinya.

    Antara Reli dan Koreksi: Jalan Panjang Bitcoin

    Meskipin reli saat ini menimbulkan euforia, namun investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek.

    Perubahan harga 1 jam terakhir menunjukkan penurunan kecil sebesar -0,02%, tanda bahwa volatilitas tetap ada.

    Namun, tren jangka menengah hingga panjang masih positif, dengan dukungan fundamental yang solid dan sentimen global yang mendukung adopsi kripto.

    Prospek ke Depan

    Jika tren kenaikan ini berlanjut, Bitcoin berpotensi menguji kembali level $115,000 dalam waktu dekat sebelum bergerak menuju rekor tertinggi baru.

    Dengan kapitalisasi pasar yang sudah menembus $2,19 triliun dan kapitalisasi pasar terdilusi penuh mencapai $2,316 triliun, Bitcoin semakin memperkuat posisinya sebagai aset kripto dominan yang tidak tertandingi.

    Investor melihat kombinasi antara adopsi global, keterbatasan pasokan, serta legitimasi regulasi yang semakin jelas sebagai bahan bakar utama reli ini.

    Sementara itu, analisis on-chain juga menunjukkan peningkatan aktivitas wallet besar (whale) yang kembali melakukan akumulasi, menandakan keyakinan terhadap potensi pertumbuhan lebih lanjut.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Merangkak Naik, Sinyal Baru di Tengah Tekanan Pasar Global

    Kenaikan harga Bitcoin menuju level $110,000 bukan sekadar pergerakan teknikal, melainkan refleksi dari kekuatan fundamental yang solid: adopsi institusional, narasi kelangkaan, serta sentimen global yang mendukung aset digital ini sebagai instrumen lindung nilai.

    Meski potensi koreksi tetap ada, arah jangka panjang Bitcoin masih sangat menjanjikan.

    Reli terbaru ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar kripto sedang memasuki fase baru, di mana Bitcoin semakin diakui sebagai aset kelas dunia yang tahan terhadap gejolak ekonomi global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Negara yang Punya Bitcoin Terbanyak di Dunia


    Jakarta

    Bitcoin bukan hanya dimiliki oleh investor dari kalangan pebisnis ataupun instansi perusahaan dalam menyimpan asetnya. Tapi beberapa negara melalui pemerintahnya juga mengivestasikannya di bitcoin.

    Melansir coingecko, pemerintah Amerika Serikat (AS) adalah pemegang bitcoin terbanyak di dunia dengan asset lebih dari 213.297 BTC. Sebagian besar aset ini berasal dari penyitaan dari kasus kriminal di negaranya.

    Hingga Juli 2024, pemerintah berbagai negara di seluruh dunia memiliki kepemilikan 2,2% total aset bitcoin senilai US$ 32,7 miliar atau setara dengan Rp 515,4 triliun (kurs Rp 15.760). Kepemilikan bukan hanya dari harta sitaan kasus kriminal saja, tapi juga membelinya secara aktif dan berkala.


    Hal ini menunjukkan tren positif dengan pentingnya bitcoin sebagai salah satu referensi penyimpanan aset dan pengakuan aset digital dalam sistem keuangan global. Lantas negara mana saja dengan kepemilikan aset bitcoin terbanyak?

    5 negara dengan kepemilikan bitcoin terbanyak

    1. Amerika Serikat

    Amerika Serikat merupakan negara pemilik Bitcoin terbesar, dimana pemerintahnya memiliki 213.297 BTC yang diperoleh melalui penyitaan mata uang kripto. Saat ini, nilai Bitcoin yang dimiliki AS sekitar Rp 233,6 triliun. Sebagian besar BTC ini berasal dari penutupan Silk Road, ketika pemerintah AS menutup Silk Road, mereka berhasil menyita sekitar 69.000 BTC.

    2. Cina

    Saat ini, pemerintah Cina memiliki sekitar 190.000 BTC, yang bernilai sekitar Rp 208 triliun. Sebagian besar Bitcoin ini disita dari PlusToken, sebuah skema Ponzi besar yang menjanjikan keuntungan hingga 30% kepada para investornya. Negara ini memiliki cadangan Bitcoin yang signifikan hasil penyitaan, menjadikannya pemegang Bitcoin terbesar kedua di kalangan pemerintah.

    3. Inggris

    Inggris telah menyita sekitar 61.000 BTC, yang bernilai sekitar Rp 66,8 triliun, dalam rangka operasi pemberantasan pencucian uang. Penyitaan ini menunjukkan komitmen Inggris dalam memerangi kejahatan keuangan yang melibatkan aset digital, menjadikannya negara ketiga dengan kepemilikan kripto terbesar di antara pemerintah.

    4. El Salvador

    El Salvador menjadi negara pertama yang menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Negara ini juga aktif membeli Bitcoin, berbeda dengan kebanyakan pemerintah lain yang memperoleh mata uang kripto terutama melalui penyitaan. Saat ini, El Salvador memiliki 5.800 BTC, yang bernilai sekitar Rp 6,3 triliun.

    5. Ukraina

    Sebaliknya, Ukraina telah menerima sebagian besar Bitcoin melalui donasi untuk mendukung upaya perangnya melawan Rusia. Donasi yang diterima mencapai 685,1 BTC sekitar Rp 749,9 miliar. Sisa aset yang tersisa saat ini adalah Rp 203 miliar karena dana tersebut digunakan secara aktif untuk biaya perang.

    Simak juga Video ‘Sebelum Trading Kripto Pahami Bisnis Modelnya Dulu’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • 5 Rekomendasi Aplikasi Kripto Terbaik, Mumpung Harga Bitcoin Naik


    Jakarta

    Kripto masih menjadi salah satu pilihan utama untuk investasi di tahun 2024. Seiring meningkatnya minat terhadap aset digital, memilih aplikasi trading kripto yang andal sangat penting.

    Selain jumlah aset yang tersedia, pastikan aplikasi memiliki fitur lengkap dan lisensi resmi untuk keamanan bertransaksi. Berikut ini adalah 5 aplikasi trading kripto di Indonesia yang bisa kamu pertimbangkan seperti dikutip dari berbagai sumber:

    1. Pluang


    Pluang Foto: Pluang

    Pluang menawarkan lebih dari 1000+ aset, termasuk 350+ koin kripto, saham AS, ETF, reksa dana, dan emas, cocok bagi investor yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka dengan berbagai variasi aset tersebut. Keberagaman ini juga memberikan fleksibilitas bagi pengguna pemula maupun pro untuk menyesuaikan strategi investasi mereka.

    Bagi investor maupun trader menengah hingga expert, bisa mengakses Pro Features dari aplikasi yang menawarkan biaya dan spread terendah ini. Pro Features Pluang mencakup web trading tercanggih dengan dukungan advanced orders dalam mode terlengkap di pasar saat ini, seperti Market, Limit, Stop Market, dan Stop-Limit.

    Selain itu, pengguna juga mungkin untuk menyesuaikan trading watchlist mereka serta menggunakan lebih dari 100 indikator di chart tanpa batasan, semuanya secara gratis. Sementara itu, pengguna baru juga akan mendapat penawaran menarik dari Pluang berupa 0% biaya transaksi kripto dan saham AS. Hal ini menjadikannya pilihan yang sangat ramah baik untuk pemula maupun profesional.

    Pluang juga sangat mengutamakan keamanan dan legalitas. Aplikasi ini menjadi salah satu yang pertama di Indonesia dengan lisensi penuh sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK). Lisensi ini adalah bentuk perlindungan bagi investor, memastikan perdagangan aset kripto di Pluang telah resmi, dan memenuhi ketentuan perizinan dari Bappebti. Selain itu, lisensi ini membuktikan Pluang telah memenuhi standar operasional dan teknologi yang handal, sehingga memberikan jaminan keamanan bagi penggunanya.

    Tidak hanya menawarkan kelengkapan variasi dan kelas aset, aplikasi yang dipercaya oleh lebih dari 11 juta pengguna ini menawarkan fitur terbaru yang membedakan dari kompetitor, yaitu Opsi Saham Amerika (US Stock Options). Meski masih dalam tahap beta, fitur ini termasuk salah satu yang terbaru di Indonesia, dan memungkinkan trader untuk memperoleh keuntungan baik saat pasar saham naik maupun turun.

    Bagi pengguna dengan Nilai Investasi Bersih minimum Rp 100.000.000 akan secara otomatis tergabung dalam program eksklusif Pluang Plus. Terdapat berbagai keuntungan spesial yang didapatkan seperti akses ke pertemuan online ataupun offline oleh sesama investor, petinggi Pluang serta financial influencer dan expert. Pengguna Pluang Plus juga bisa menikmati biaya transaksi Saham AS yang lebih rendah dibanding pengguna reguler.

    2. Pintu

    Investor pemula di dunia kripto bisa mencoba aplikasi Pintu yang fokus pada kemudahan penggunaan. Pintu menawarkan lebih dari 300+ koin kripto dan fleksibilitas yang cukup luas bagi penggunanya. Salah satu fitur unggulan Pintu termasuk Web3 yang merupakan crypto wallet yang menggunakan teknologi multi-party computation (MPC).

    Ini memudahkan pengguna untuk mengakses berbagai dApps, mendukung beberapa jaringan blockchain (Ethereum, BNB Smart Chain, Polygon, dll), serta mengelola aset crypto dan NFT dengan pelengkap lapisan keamanan tambahan Firewall. Pintu juga memiliki fitur Price Alert yang memungkinkan pengguna mendapat notifikasi saat harga aset kripto mencapai level tertentu. Fitur ini dapat membantu pengambilan keputusan trading dengan cepat.

    Untuk keamanan yang lebih optimal, Pintu memiliki 2FA dan Google Authenticator. Aplikasi ini menjadi pilihan populer bagi mereka yang baru memulai investasi di aset digital dengan tampilan yang sederhana dan fitur-fitur yang fokus pada kripto.

    3. Indodax

    Indodax merupakan salah satu platform kripto terbesar dan tertua di Indonesia yang menawarkan lebih dari 410+ koin kripto dengan volume perdagangan harian yang tinggi. Aplikasi ini terkenal akan fitur Pro-nya yang menawarkan pengalaman trading secara lebih mendalam. Selain itu, dukungan integrasi dengan Trading View dan Web Trading untuk analisis harga yang lebih akurat.

    Bukan hanya fitur Pro, Indodax juga menawarkan program Indodax Prioritas yang memberikan special fee bagi pengguna prioritas. Fitur unggulan lainnya termasuk Crypto Earn, yang memungkinkan pengguna mendapatkan bunga dari aset kripto yang disimpan.

    4, Tokocrypto

    Tokocrypto merupakan aplikasi trading kripto yang berkolaborasi dengan Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Aplikasi ini menawarkan lebih dari 340+ koin kripto dan berbagai pilihan aset untuk pengguna, yang menjadikannya salah satu platform terlengkap di Indonesia.

    Beberapa fitur unggulannya adalah Crypto Earn, Order Book, serta dukungan untuk Advanced Order dan Web Trading. Tokocrypto juga menawarkan biaya transaksi lebih rendah bagi pengguna prioritas lewat program Tokocrypto VIP.

    5. Reku

    Berikutnya, Reku adalah platform kripto yang menawarkan lebih dari 175+ koin kripto. Aplikasi ini terkenal dengan layanan Reku VIP OTC, yang memberikan special fee bagi pengguna prioritas. Terdapat fitur Packs dalam Reku yang memudahkan pengguna, khususnya investor pemula, untuk membeli aset-aset saham pilihan dalam satu kategori. Selain itu, ada pula fitur Crypto Staking yang memungkinkan pengguna memperoleh bunga dari aset digital mereka.

    Reku memiliki keamanan berlapis melalui 2FA dan Google Authenticator. Aplikasi ini tetap menjadi pilihan yang solid untuk pengguna yang mencari platform trading kripto sederhana namun efektif.

    Kelima aplikasi di atas menawarkan berbagai keunggulan dalam hal fitur, keamanan, dan jumlah aset yang tersedia. Namun, Pluang menjadi yang menonjol karena diversifikasi asetnya, spread dan biaya terendah, serta fitur-fitur canggih seperti Pro Features dan Opsi Saham Amerika.

    Sementara itu, Pintu unggul di Web 3 dan Reku dengan fitur Packs mereka. Sisanya, Indodax dan Tokocrypto unggul dalam jumlah koin kripto yang ditawarkan serta Crypto Earn. Dari kelima aplikasi tersebut, pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa mempertimbangkan fitur-fitur unggulan serta keamanan yang disediakan oleh masing-masing platform.

    Saksikan juga video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

    [Gambas:Video 20detik]

    (akn/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Trump Mau Bikin Kripto Berjaya, Janji Bakal Longgarkan Aturan


    Jakarta

    Donald Trump ingin membuat popularitas aset kripto naik, Presiden Terpilih Amerika Serikat itu dikabarkan akan melonggarkan aturan untuk perusahaan kripto di negaranya.

    Sejak kampanye untuk kembali menjadi presiden, Trump memang aktif mempromosikan mata uang kripto. Melansir Reuters, Minggu (19/1/2025), kini dia berencana untuk menggunakan kekuasaannya untuk mengurangi regulasi yang dihadapi oleh perusahaan aset kripto. Bahkan, Trump disebut ingin mempromosikan adopsi aset digital dalam beberapa hari pertamanya menjabat.

    Kabar soal rencana melonggarkan aturan untuk kripto pertama kali berembus pada hari Kamis kemarin. Bloomberg News melaporkan rencana kelonggaran aturan ini muncul setelah Trump berencana untuk mengeluarkan perintah eksekutif yang membentuk dewan kripto. Dewan yang akan beranggotakan 20 orang ahli itu akan membantunya memberi nasihat kepada pemerintah tentang kebijakan yang ramah terhadap kripto.


    Penasihat Trump juga telah membahas penggunaan perintah eksekutif untuk mengarahkan Komisi Sekuritas dan Bursa untuk mencabut pedoman akuntansi tahun 2022 yang dikenal sebagai SAB 121.

    SAB 121 dinilai terlalu mahal bagi beberapa perusahaan, khususnya bank, untuk menyimpan mata uang kripto atas nama pihak ketiga. Trump juga diperkirakan akan memerintahkan diakhirinya Operation Choke Point 2.0, operasi ini menurut para eksekutif kripto merupakan upaya bersama oleh regulator bank untuk mencekik perusahaan kripto keluar dari sistem keuangan tradisional.

    Operasi itu memerintahkan bank untuk menolak memberikan layanan kepada pengguna kripto. Regulator bank membantah adanya upaya semacam itu, namun selama ini operasi itu diyakini sudah berjalan dengan masif.

    Belum jelas apakah Trump akan mengarahkan perubahan regulasi kripto melalui satu atau beberapa perintah eksekutif, tetapi sumber informasi yang ada mengatakan tujuannya adalah untuk segera mengirimkan sinyal kuat bahwa pemerintahan baru secara luas mendukung adopsi aset digital.

    Kebijakan Trump berpotensi mendorong mata uang kripto ke arus utama. Hal itu sangat kontras dengan kebijakan Presiden Joe Biden yang kurang mendukung aset kripto.

    Biden berupaya untuk melindungi warga Amerika dari penipuan dan pencucian uang, menindak tegas perusahaan kripto, menggugat bursa Coinbase, Binance, Kraken, dan puluhan lainnya di pengadilan federal.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • OJK Buka Suara soal Transparansi dan Keamanan Kripto


    Jakarta

    Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) kembali menyelenggarakan program tahunan Bulan Literasi Kripto (BLK) sebagai bagian dari komitmen industri dalam meningkatkan edukasi aset digital.

    Asosiasi juga menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat upaya literasi dan mendorong pemahaman yang lebih luas mengenai aset kripto dan teknologi blockchain di Indonesia.

    Selain itu OJK mengawasi industri aset kripto guna memastikan perlindungan konsumen, keamanan transaksi, serta transparansi dalam ekosistem aset keuangan digital.


    Sejak 10 Januari 2024, sesuai amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), pengaturan dan pengawasan aset kripto resmi beralih dari Bappebti ke OJK.

    “Kami menegaskan pentingnya transparansi dan perlindungan konsumen dalam menjaga kepercayaan publik terhadap industri ini,” ujar Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Djoko Kurnijanto dalam keterangan tertulis, Senin (3/3/2025).

    Data menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia masih tergolong rendah, dengan literasi keuangan umum sebesar 65%, literasi keuangan digital sekitar 45% dan pemahaman global terhadap aset kripto hanya mencapai 31,8%.

    “Kami menekankan pentingnya riset mandiri (Make Your Own Research) sebelum melakukan investasi dalam aset kripto,” tutur Djoko.

    Direktur Pengawasan Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Uli Agustina menegaskan bahwa OJK memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai regulator dan sebagai pengawas market conduct untuk perlindungan konsumen.

    “Kami tidak hanya melakukan pengawasan pasca kejadian, tetapi juga menitikberatkan pada literasi dan edukasi melalui program seperti Bulan Literasi Kripto, Bulan Fintech, dan berbagai inisiatif digital lainnya,” jelas Uli.

    Sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan keamanan, Indodax bersama OJK dan asosiasi terus mendukung berbagai program literasi keuangan, termasuk edukasi publik mengenai investasi aset kripto yang aman dan terverifikasi.

    Penegakan hukum dan pencegahan kejahatan digital di halaman berikutnya. Langsung klik

    Kasubdit III Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol. Robertus Yohanes De Deo Tresna Eka Trimana, menyoroti tiga kategori utama dalam kaitannya dengan aset kripto yakni sebagai subjek kejahatan, sarana kejahatan dan objek kejahatan.

    “Kolaborasi antara regulator, pelaku industri dan penegak hukum sangat penting untuk mencegah modus kejahatan seperti investasi bodong dan pencucian uang melalui aset digital,” ujarnya.

    Robert menjelaskan bahwa industri aset digital berkembang pesat dan memiliki potensi menjadi sarana pencucian uang.

    “Kami telah melakukan berbagai kajian sejak 2009 tentang penggunaan aset digital dalam kejahatan finansial. Oleh karena itu, dialog dan pertukaran informasi antara regulator, pelaku industri dan penegak hukum menjadi kunci dalam mitigasi risiko ini,” tambahnya.

    Kanit 2 Subdit 2 Dittipidsiber Bareskrim Polri, AKBP Irvan Reza menambahkan bahwa meskipun anonimitas dalam aset digital menjadi tantangan, investigasi kejahatan berbasis blockchain justru lebih mudah dibandingkan dengan metode pencucian uang konvensional. Ia mengingatkan bahwa tantangan utama dalam keamanan siber sering kali berasal dari faktor manusia dan bukan hanya dari sistem IT itu sendiri.

    “Kami terus meningkatkan mitigasi risiko dengan berbagai pihak terkait, termasuk penyedia layanan aset kripto. Walaupun sistem IT tidak pernah benar-benar aman, pelaku industri di Indonesia telah berusaha menerapkan keamanan terbaik,” jelasnya.

    (aid/hns)



    Sumber : finance.detik.com