Tag: bakar

  • Indikator BBM Mobil Sudah di ‘E’, Masih Bisa Jalan Sejauh Apa?



    Jakarta

    Ketika indikator bensin pada mobil menunjukkan ‘E’ berarti keadaan darurat untuk segera mengisi BBM. Lalu kalau indikator sudah di ‘E’ mobil masih bisa berjalan?

    Pada setiap kendaraan, pastinya dilengkapi indikator tangki bahan bakar. Di indikator ini biasanya ada huruf F dan E di bagian ujung. Huruf F merupakan simbol bahwa tangki bensin berisi full. Sementara bila indikator sudah berada di E, artinya sudah masuk situasi emergency alias darurat. Kalau indikator sudah berada di E dan masuk kondisi darurat, maka pengendara harus langsung mengisi bahan bakar.

    Meski begitu, ketika indikator bahan bakar sudah di E rupanya mobil masih bisa berjalan. Dilansir dari berbagai sumber, ketika lampu indikator di E umumnya mobil masih bisa berjalan.


    Biasanya dalam kondisi tersebut, tangki masih terisi 10-15 persen dari kapasitas total tangki. Rupanya pabrikan sudah menyiapkan antisipasi ketika pengendara berada di situasi darurat tersebut.

    Soal jarak tempuhnya bergantung dari konsumsi BBM mobil itu sendiri. Sebagai contoh, sebuah mobil memiliki kapasitas tangki 50 liter. Apabila mobil tersebut terus berjalan sampai bensin mulai habis, maka lampu indikator bensin akan menyala ketika bahan bakar menyisakan 5-7,5 liter di dalamnya.

    Sedangkan untuk jarak tempuhnya, hal ini tergantung dari konsumsi bahan bakar itu sendiri. Jika bahan bakar tersisa 5 liter dengan konsumsi BBM 1:12, mobil kira-kira masih bisa berjalan sejauh 60 km. Namun, jika konsumsi BBM 1:10 dengan sisa bensin 4 liter di dalamnya, maka mobil hanya bisa berjalan sekitar 40 km saja. Namun hal itu bersifat estimasi, bisa jadi sisa jarak tempuhnya berbeda lantaran kondisi mobil juga berbeda.

    Adapun untuk menghindari hal itu sebaiknya isi tangki bensin hingga penuh. Jangan membiarkan mengisi bensin ketika tangki benar-benar kosong karena bisa menimbulkan berbagai masalah. Dikutip laman Mitsubishi Motors, sering mengisi BBM hingga tangki kosong bisa memicu timbulnya karat pada tangki BBM. Selain itu, mungkin juga tangki tercampur air karena dipicu perubahan uap air menjadi air.

    Selain air dan serpihan karat, juga terdapat kotoran BBM yang mengendap di dasar tangki. Dan ketika kendaraan dinyalakan dalam kondisi tangki kosong, kotoran ini dapat ikut terhisap oleh pompa bahan bakar dan kemudian lama kelamaan akan mengganggu kinerja pompa bahan bakar dan sistem injeksi.

    Apabila hal ini terjadi, maka bukan tak mungkin mobil akan mogok. Oleh karena itu, satu cara yang bisa dilakukan adalah menguras tangki bahan bakar agar kondisinya kembali bersih.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cegah Mogok di Jalan, Ini 4 Cara Mencari Pom Bensin Terdekat


    Jakarta

    Sebagai pengendara, detikers wajib memperhatikan indikator bensin apakah masih penuh atau hampir habis. Jika jarum sudah mendekati huruf ‘E’ itu tandanya harus segera mengisi bensin di SPBU terdekat.

    Kalau sedang berkendara di perkotaan, mungkin terbilang mudah untuk mencari pom bensin terdekat. Namun jika sedang berkendara di luar kota, mencari lokasi SPBU terdekat akan cukup merepotkan.

    Tapi jangan khawatir, seiring perkembangan teknologi kini detikers bisa mencari pom bensin terdekat dari lokasimu dengan mudah. Lantas, bagaimana caranya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Mencari Pom Bensin Terdekat

    Ada banyak cara untuk mencari lokasi SPBU terdekat. Selain bertanya dengan warga setempat, kamu juga bisa mencarinya lewat smartphone. Cukup mengandalkan HP dan kuota internet, detikers sudah bisa menemukan lokasi pom bensin terdekat.

    Berikut cara mencari pom bensin terdekat yang telah dirangkum detikOto:

    1. Mencari Pom Bensin Terdekat lewat Google

    Cara yang pertama dan yang paling mudah adalah dengan mencarinya lewat Google. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Buka Google di browser HP
    • Ketik di kolom pencarian dengan kata kunci “pom bensin terdekat”
    • Agar bisa mencari pom bensin terdekat sesuai lokasi kamu sekarang, ketuk “Gunakan lokasi presisi” di layar
    • Ketuk “Allow” untuk mengizinkan Google mengakses lokasi di HP
    • Kemudian tinggal pilih pom bensin yang terdekat dari lokasimu.

    2. Mencari Pom Bensin Terdekat Melalui Google Maps

    Selain lewat Google, detikers juga bisa mencari pom bensin terdekat melalui Google Maps. Aplikasi ini bisa kamu unduh di App Store dan Play Store.

    Simak langkah-langkahnya berikut ini:

    • Buka aplikasi Google Maps di HP
    • Di kolom pencarian ketik “pom bensin terdekat”
    • Tunggu beberapa saat dan nantinya akan muncul daftar SPBU terdekat dari lokasimu sekarang
    • Pilih salah satu pom bensin, kemudian ketuk “Directions” untuk mengarahkan rute ke SPBU tersebut.

    Oh ya, pastikan fitur “Location” di smartphone sudah hidup agar kamu bisa mencari pom bensin terdekat sesuai lokasimu saat ini.

    3. Mencari Pom Bensin Terdekat Lewat Aplikasi MyPertamina

    MyPertamina merupakan aplikasi resmi milik PT Pertamina (Persero). Selain memberikan informasi seputar produk dan promo, detikers juga bisa mencari lokasi SPBU Pertamina terdekat. Pastikan kamu telah mengunduh aplikasinya di App Store atau Play Store, ya.

    Jika sudah download, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Buka aplikasi MyPertamina di HP
    • Masukkan nomor HP dan PIN
    • Di halaman utama akan muncul informasi SPBU terdekat dari lokasimu saat ini
    • Jika ingin mencari pom bensin terdekat lainnya, ketuk “Lihat SPBU terdekat lainnya”
    • Kini, detikers tinggal pilih pom bensin Pertamina yang terdekat dari lokasi kamu saat ini.

    4. Mencari Pom Bensin Terdekat Lewat Aplikasi Shell

    Pengguna bahan bakar Shell juga bisa mencari lokasi pom bensin terdekat lewat aplikasi Shell Asia. Aplikasi tersebut bisa diunduh lewat Play Store dan App Store.

    Apabila sudah melakukan registrasi di aplikasi Shell, kini detikers tinggal mencari lokasi pom bensin terdekat. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Buka aplikasi Shell Asia di HP
    • Di halaman utama, pilih menu “Stations” yang ada di bawah layar
    • Ketuk “Allow” untuk mengizinkan akses lokasi di HP
    • Setelah itu akan muncul daftar pom bensin Shell terdekat dari lokasimu
    • Jika sudah menentukan SPBU yang dituju, ketuk “Navigate” untuk mengarahkan rute ke pom bensin tersebut.

    Itu dia empat cara mencari pom bensin terdekat dengan mudah lewat HP. Semoga bisa membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Motor Tidak Bisa Distarter tapi Bisa Diengkol? Ini 4 Penyebabnya


    Jakarta

    Salah satu masalah umum yang dialami banyak pengendara motor matic adalah tidak bisa menyala ketika distarter. Namun, motor bisa hidup jika menekan engkol atau disebut kick starter.

    Memang pada akhirnya motor akan menyala dan bisa dikendarai. Namun hal tersebut harus jadi perhatian, sebab cukup merepotkan jika perlu menginjak engkol terus menerus demi menyalakan motor.

    Lantas, apa sih penyebab motor tidak bisa distarter tapi bisa diengkol? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Penyebab Motor Tidak Bisa Distarter tapi Bisa Diengkol

    Seiring perkembangan teknologi, kini banyak motor matic keluaran terbaru yang sudah menghilangkan kick starter atau engkol. Meski begitu, masih banyak ditemui motor matic yang memiliki engkol. Biasanya motor tersebut merupakan keluaran lama.

    Jika motor detikers masih menggunakan engkel, fitur tersebut dapat membantu apabila motor tak mau menyala saat distarter.

    Mengutip situs Planet Ban, berikut sejumlah penyebab motor tidak bisa distarter tapi bisa diengkol:

    1. Tegangan Aki Kurang Optimal

    Penyebab yang pertama karena tegangan aki kurang optimal. Saat tegangan aki kurang memadai, komponen-komponen di dalamnya tidak bisa mendukung proses pengapian pada motor. Sebab, aki berperan penting sebagai pemberi pasokan listrik ke sejumlah bagian, salah satunya sistem pengapian.

    Perlu diketahui, aki yang bekerja dengan baik biasanya memiliki tegangan sekitar 12 volt. Kalau tegangannya di bawah angka tersebut, maka aki tidak berfungsi dengan baik sehingga motor sulit menyala dengan cara distarter.

    2. Korsleting pada Starter

    Faktor lainnya bisa disebabkan karena korsleting pada electric starter. Kondisi ini biasanya dapat dilihat pada terminal 30 starter, tepatnya ada di dekat logam mesin yang tersambung dengan massa dari aki.

    Tanda-tanda korsleting dapat diketahui dengan adanya bekas terbakar berwarna hitam di sekitar area tersebut. Jika memang ditemukan tanda-tanda seperti itu, bisa dipastikan bahwa electric starter motor tidak berfungsi karena sekring starter sudah putus.

    3. Masalah pada Busi

    Busi memiliki peran penting dalam sistem pengapian. Soalnya, busi bertugas menghasilkan api yang diperlukan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang pembakaran.

    Seiring pemakaian, busi motor bisa mengalami sejumlah masalah, mulai dari sudah melewati batas usia pakai, sudah aus, menjadi longgar, atau terkena kotoran maupun cairan seperti oli. Jika busi mengalami masalah tersebut, maka jangan heran kalau motor tidak bisa menyala saat distarter.

    Selain pada busi, kerusakan di kabel busi juga bisa menjadi pemicunya. Kabel ini berfungsi sebagai penghubung antara cop busi dan coil yang mendistribusikan tegangan ke busi.

    4. Aliran Bensin yang Tidak Lancar

    Penyebab yang terakhir bisa disebabkan oleh aliran bensin yang tidak lancar. Kondisi ini dapat terjadi pada motor yang menggunakan sistem bahan bakar tradisional atau karburator. Hal tersebut terjadi karena udara yang terperangkap di dalam selang bensin, sehingga tidak dapat memompa bensin.

    Untuk mengatasi masalah ini, detikers perlu melepas selang yang tersambung ke input karburator. Pada umumnya bisa dikencangkan dengan klem, lalu tunggu hingga bensin mulai mengalir dengan normal. Setelah itu, selang dapat dipasang kembali dan coba hidupkan motor dengan menekan starter.

    Demikian empat penyebab motor tidak bisa distarter tapi bisa diengkol. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Motor Zaman Sekarang Masih Perlu Kick Starter?



    Jakarta

    Motor zaman sekarang sebagian besar sudah meninggalkan fitur kick starter. Sebab sistem kelistrikan pada motor sudah semakin baik, sehingga sudah cukup mengandalkan electric starter. Namun pada kasus-kasus tertentu, kick starter masih dibutuhkan lho.

    Seperti diungkap main dealer sepeda motor Honda Jakarta – Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS), ada beberapa situasi dan masalah yang mengharuskan pengguna memanfaatkan fitur kick starter, antara lain:

    1. Sistem Pengapian Bermasalah


    Sistem pengapian pada sepeda motor perlu perhatian lebih pada bagian busi, kabel pengapian atau CDI, karena komponen tersebut memiliki tugas utama buat menghasilkan api di ruang bakar.

    2. Klep Motor Macet

    Bila komponen bermasalah, klep tidak dapat terbuka atau menutup sempurna, sehingga bahan bakar tidak mengalir dengan optimal ke ruang mesin.

    3. Karburator Bermasalah

    Karburator punya fungsi untuk mencampurkan udara dan bahan bakar di ruang mesin, apabila komponen tersebut kotor atau rusak maka aliran bahan bakar akan terganggu.

    4. Filter Udara Kotor

    Filter udara yang kotor akan menyebabkan campuran udara dan bahan bakar tidak optimal, serta mempengaruhi kualitas pembakaran di ruang mesin.

    5. Aki Motor Lemah

    Ini penyebab yang paling sering dialami. Aki yang mengalami kendala akan membuat daya listrik tidak dapat mengalir dengan maksimal, sehingga sepeda motor akan sulit dihidupkan.

    “Metode engkol atau kick starter dapat menjadi solusi apabila terjadi kendala pada sistem electric starter sepeda motor Honda. Meski jarang digunakan, konsumen tetap perlu untuk memperhatikan komponen ini, sehingga tetap dapat berfungsi dalam keadaan darurat sekalipun,” ungkap Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Motor Injeksi Sering Kehabisan Bensin? Ini Dampaknya


    Jakarta

    Motor injeksi jangan sering dibiarkan kehabisan bensin. Ini dampaknya motor injeksi kehabisan bensin.

    Motor injeksi kian populer di kalangan masyarakat. Penggunaan bahan bakar yang efisien dibandingkan motor karburator menjadi salah satu alasan motor injeksi makin populer. Untuk diketahui, teknologi injeksi bahan bakar memberikan kontrol yang lebih presisi terhadap campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar.

    Dampak Sering Membiarkan Tangki Bensin Motor Injeksi Kosong

    Bila kamu pengguna motor injeksi, ada satu hal penting yang harus diperhatikan. Motor injeksi jangan sering dibiarkan kehabisan bensin. Dikutip laman Suzuki Indonesia, motor injeksi yang sering dibiarkan kehabisan bensin bisa memberikan dampak buruk. Berikut ini 5 dampak buruk membiarkan tangki motor injeksi kehabisan bensin.


    1. Pompa Bahan Bakar Berpotensi Rusak

    Motor injeksi dilengkapi dengan pompa bahan bakar yang berfungsi untuk mengalirkan bensin dari tangki ke injektor dengan tekanan yang tepat. Pompa ini biasanya terendam dalam bensin di dalam tangki, yang juga berfungsi sebagai pendingin.

    Tangki bensin yang sering dibiarkan kosong akan membuat pompa bahan bakar bekerja keras tanpa pendingin yang cukup. Alhasil, ini memicu terjadinya overheating. Overheating bisa membuat kerusakan permanen pada pompa. Kalau sudah begini, kamu harus mengganti pompa bahan bakar.

    2. Injektor Bermasalah, Performa Tak Optimal

    Injektor berfungsi menyemprotkan bensin ke ruang bakar dengan tekanan tinggi. Dengan begitu, campuran udara dan bahan bakar bisa menghasilkan tenaga maksimal. Bila tangki bensin sering dibiarkan kosong, injektor berpotensi tersumbat oleh kotoran atau partikel kecil yang mungkin tersedot dari dasar tangki saat posisinya kosong. Injektor yang tersumbat itu mengakibatkan pembakaran tidak sempurna. Performa mesin pun jadi terganggu.

    3. Risiko Kavitasi pada Pompa Bahan Bakar

    Kavitasi adalah fenomena di mana gelembung-gelembung udara terbentuk dalam cairan yang sedang di pompa. Gelembung-gelembung ini kemudian pecah dengan kekuatan yang cukup besar, merusak komponen-komponen di sekitarnya.

    Dalam konteks motor injeksi, jika tangki bensin sering kosong atau hampir habis, udara bisa masuk ke dalam sistem bahan bakar, menyebabkan kavitasi pada pompa bahan bakar. Kavitasi ini dapat merusak bagian dalam pompa, mengurangi efisiensi pengaliran bahan bakar, dan akhirnya menyebabkan kegagalan pompa.

    4. Mesin Rusak

    Pada tangki bensin yang hampir kosong, akan ada ruang tersisa dan berisi udara. Udara di dalam tangki itu bisa menimbulkan embun sehingga menghasilkan tetesan air dalam tangki. Air itu bila tercampur dengan sistem bahan bakar bisa menimbulkan masalah saat pembakaran dan merusak komponen mesin. Selain merusak mesin, korosi pada tangki juga tak terhindarkan.

    5. Sistem Bahan Bakar Lebih Cepat Aus

    Jika keseringan membiarkan tangki kosong, akan berdampak pada sistem bahan bakar dalam jangka panjang. Sistem bahan bakar yang sering terpapar kotoran, udara, dan air akan lebih cepat mengalami keausan dan kerusakan. Komponen seperti filter bahan bakar, regulator tekanan, dan injektor akan memerlukan perawatan dan penggantian lebih sering

    (dry/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Dampak Buruk Membiarkan Oli Motor Sampai Habis


    Jakarta

    Oli mesin merupakan salah satu komponen penting bagi sepeda motor. Fungsi utama dari oli adalah untuk melumasi, mendinginkan, dan membersihkan komponen di dalam mesin agar dapat bekerja secara optimal.

    Pada umumnya, oli mesin perlu diganti setiap 3.000 km atau dalam waktu dua bulan sekali. Apabila kamu sering mengendarai sepeda motor, maka oli harus diganti lebih sering agar performa motor tetap optimal.

    Sayangnya, banyak pengendara motor yang menyepelekan tentang mengganti oli mesin. Bahkan, oli sengaja tidak diganti hingga benar-benar habis. Kondisi itu ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan mesin, lho.


    Lantas, apa dampak yang ditimbulkan jika motor kehabisan oli mesin? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Oli Mesin Motor Habis

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan oli mesin sepeda motor habis. Dilansir situs Wahana Honda, berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Terjadi kebocoran pada seal oli akibat pengisian oli mesin yang melebihi kapasitas atau usia seal yang sudah tua.
    2. Terlalu banyak oli yang terbakar akibat kondisi shielding pada ring piston yang kondisinya sudah tidak baik.
    3. Oli mesin jarang diganti akibat pemakaiannya yang terlalu panjang. Misalnya, oli mesin baru diganti setelah menempuh jarak 10.000 km.

    Akibat Membiarkan Oli Mesin Motor Sampai Habis

    Mungkin, banyak pengendara motor yang sering lupa kapan waktunya mengganti oli mesin, sehingga tidak sadar jika oli sudah habis. Namun, jika kamu sering membiarkan oli motor sampai habis, maka siap-siap saja motor kesayanganmu mengalami berbagai kerusakan.

    Berikut sejumlah dampak membiarkan oli mesin sepeda motor sampai benar-benar habis:

    1. Terasa Getaran di Bagian Mesin

    Dampak yang pertama dan umum dialami banyak pengendara adalah muncul getaran yang tidak nyaman di bagian mesin. Hal ini karena jumlah volume oli yang sudah habis sehingga tidak bisa melumasi komponen mesin.

    Akibatnya, mesin harus bekerja lebih keras lagi yang memicu timbulnya gesekan besar, sehingga menyebabkan getaran sekaligus suara kasar dari mesin motor yang bikin tidak nyaman.

    Salah satu alasan kenapa detikers perlu mengganti oli mesin secara rutin adalah agar performa motor tetap optimal. Kalau oli jarang diganti bahkan dibiarkan sampai benar-benar habis, maka dapat mempengaruhi performa mesin.

    3. Boros Bahan Bakar

    Dampak berikutnya adalah bahan bakar jadi lebih boros. Sebab, mesin motor harus bekerja lebih keras lagi karena oli sudah terkontaminasi kotoran.

    Alhasil, mesin membutuhkan tenaga yang lebih besar agar dapat bekerja secara optimal. Nah, kondisi tersebut yang menyebabkan bahan bakar jadi lebih cepat habis.

    4. Mesin Alami Overheat

    Tak hanya sebagai pelumas, oli juga berfungsi sebagai pendingin mesin. Apabila kamu telat mengganti oli atau bahkan membiarkan oli sampai benar-benar habis, hal itu menyebabkan mesin lebih cepat panas hingga mengalami overheat.

    Perlu diingat, mesin yang sudah overheat dapat mempengaruhi performa motor. Bahkan, motor bisa saja mengalami mogok karena suhu mesin sudah terlalu panas.

    Oli mesin juga berperan penting dalam menjaga daya tahan dan keawetan mesin. Maka dari itu, jika kamu terlambat mengganti oli maka bisa ‘memangkas’ usia mesin motor. Soalnya, banyak komponen di mesin motor yang cepat rusak akibat jarang mengganti oli.

    6. Turun Mesin

    Dampak yang terakhir dan paling merugikan pemilik motor adalah turun mesin. Hal ini diakibatkan motor terus dikendarai sampai oli mesin benar-benar habis.

    Biaya turun mesin tentu tidak sedikit, apalagi jika kerusakan yang ditimbulkan sudah merembet ke komponen lain. Bisa jadi, kamu harus mengeluarkan uang sampai jutaan rupiah hanya untuk memperbaiki mesin.

    Daripada harus merogoh kantong dalam-dalam hanya untuk memperbaiki mesin yang rusak, sebaiknya detikers rutin mengganti oli secara rutin. Selain menjaga keawetan mesin, rutin mengganti oli juga mampu menjaga performa motor tetap baik.

    Demikian enam dampak membiarkan oli mesin motor sampai benar-benar habis. Jangan lupa rutin ganti oli mesin, ya!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Bagaimana Cara Tahu 1 Liter Bensin Bisa Berapa Km? Begini Penjelasannya


    Jakarta

    Bagi pemilik kendaraan konvensional, bahan bakar adalah hal yang wajib diperhitungkan dengan baik. Sebab, harga bensin yang kerap berubah setiap awal bulan menjadi perhatian tersendiri.

    Maka dari itu, banyak pengendara yang mulai menghitung konsumsi bahan bakar setiap kali mengisi bensin. Apabila mobil yang dikendarai boros BBM, maka pengeluaran untuk membeli bensin juga turut membengkak.

    Nah, ada beberapa cara untuk menghitung konsumsi bahan bakar. Lantas, 1 liter bensin dapat menempuh berapa Km? Simak cara menghitungnya yang benar dalam artikel ini.


    1 Liter Bensin Berapa Km?

    Dilansir situs Wuling Indonesia, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menghitung 1 liter bensin berapa kilometer pada mobil. Berikut penjelasannya:

    1. Cek Konsumsi Bahan Bakar Lewat MID

    Mobil keluaran terbaru telah mengusung fitur Multi-Information Display (MID). Layar digital di dekat odometer ini berfungsi untuk memberikan informasi tambahan kepada pengemudi, salah satunya mengecek konsumsi bahan bakar.

    Pengendara dapat mengetahui konsumsi BBM secara otomatis berkat bantuan Electronic Control Unit (ECU) sesuai bensin yang disuplai oleh injektor. Untuk mengetahui jumlah konsumsi bahan bakar, detikers bisa mengeceknya pada kolom average fuel consumption atau umumnya disingkat menjadi ‘AVG’.

    2. Cek Konsumsi Bahan Bakar Lewat Metode Full to Full

    Apabila mobil detikers tidak dilengkapi dengan MID, kamu masih bisa menghitung konsumsi bahan bakar lewat metode full to full. Cara ini dilakukan dengan mencari total jarak tempuh yang sudah dilalui, kemudian membaginya dengan jumlah bahan bakar yang telah diisi ulang.

    Adapun rumus dalam mengecek konsumsi bahan bakar lewat metode full to full, yaitu:

    (Kilometer akhir – Kilometer awal) / BBM yang telah diisi = Hasil akhir.

    Sebagai contoh, Andi mengisi BBM untuk mobilnya hingga full tank. Saat mengisi bensin pertama, angka odometer yang tercatat di mobil adalah 2.000 Km. Setelah mengisi bensin, Andi menggunakan mobil untuk perjalanan sehari-hari.

    Setelah melaju hingga kecepatan 60-100 Km/jam, Andi kembali mengisi BBM sampai full. Di tahap ini, Andi menghitung berapa liter bahan bakar yang diisi ke dalam tangki, ternyata mencapai 30 liter bensin.

    Selain itu, Andi juga mencatat berapa kilometer jarak yang telah ditempuh setelah terakhir kali mengisi bensin. Ternyata, ia sudah menempuh jarak sejauh 300 Km, sehingga di odometer tercatat 2.300 Km.

    Kini, Andi tinggal menghitung konsumsi bahan bakar sesuai rumus di atas. Perhitungannya sebagai berikut:

    (Kilometer akhir – Kilometer awal) / BBM yang diisi = Hasil akhir
    (2.300 – 2.000) / 30 = 10 Km/liter.

    Jadi, jawaban dari pertanyaan 1 liter bensin berapa Km adalah 10 Km/liter.

    Perhitungan Konsumsi Bahan Bakar Bisa Berbeda

    Perlu diingat, konsumsi bahan bakar bisa berbeda-beda tergantung dari sejumlah faktor. Mengutip laman Daihatsu, berikut penyebabnya:

    1. Kapasitas Mesin

    Faktor yang pertama terkait dengan kapasitas mesin. Saat ini, ada banyak mobil yang memiliki kapasitas mesin yang beragam, mulai dari 1.5 L, 2.0 L, hingga 1.5 L dengan teknologi mesin turbo. Kapasitas mesin yang berbeda juga menyebabkan jumlah konsumsi BBM yang tak sama.

    2. Kompresi

    Selain kapasitas mesin, rasio kompresi juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Sebab, efisiensi BBM selaras dengan rasio kompresi yang dimilikinya. Rasio bahan bakar yang tinggi dapat mengubah energi kimia ke energi mekanis yang jauh lebih besar.

    3. Gaya Berkendara

    Setiap pengendara memiliki gaya berkendara yang berbeda. Apabila mengendarai mobil dengan santai di perkotaan, maka konsumsi bahan bakar bisa irit. Namun jika mengendarai mobil dengan ngebut atau banyak melintasi tanjakan, maka mesin mobil harus bekerja ekstra sehingga lebih boros bensin.

    4. Jenis BBM yang Dipakai

    Menggunakan jenis BBM yang punya oktan tinggi diklaim lebih irit bensin. Meski begitu, detikers juga harus menyesuaikan kembali dengan kompresi kendaraan masing-masing, apakah bisa meminum bensin dengan oktan tinggi atau tidak.

    Demikian cara menghitung 1 liter bensin berapa Km. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mengenal Komponen Thermostat pada Mobil dan Fungsinya


    Jakarta

    Ada banyak komponen yang terdapat dalam mobil, salah satunya adalah thermostat. Komponen ini sangat penting karena fungsi utamanya dapat mengatur sirkulasi pendinginan mesin dari radiator.

    Sayangnya, masih banyak pemilik mobil yang tidak tahu mengenai thermostat. Bahkan, beberapa orang masih belum tahu ciri-ciri jika thermostat sudah rusak.

    Lantas, apa sih thermostat itu? Lalu apa fungsi thermostat dalam sistem pendingin mesin mobil? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Mengenal Thermostat

    Thermostat adalah sebuah komponen pada mobil yang letaknya ada di dalam mesin. Bentuknya mirip selongsong dengan bagian berulir yang mengitarinya.

    Mengutip laman Auto2000, thermostat biasanya berwarna keemasan di bagian yang panjang, lalu warna perak di bagian ulirnya. Thermostat memiliki ukuran yang kecil, tetapi punya fungsi krusial dalam sistem pendinginan mesin mobil.

    Sebuah thermostat terdiri dari beberapa bagian penting yang mendukung kinerjanya agar tetap optimal. Bagian dalam thermostat antara lain:

    • Wax seal: berfungsi mengatur pembukaan bagian tutup thermostat.
    • Pegas: fungsinya untuk mengembalikan posisi katup ke posisi menutup.
    • Valve: memiliki bagian pelat yang berfungsi sebagai pintu air.
    • Control hole: berguna untuk mengatur jumlah air dalam water jacket.

    Fungsi Thermostat

    Fungsi utama thermostat adalah untuk mengatur sirkulasi pendinginan mesin dari radiator untuk mencegah terjadinya overheat. Di dalam thermostat terdapat komponen yang bisa mendeteksi perubahan suhu.

    Perlu diketahui, thermostat akan menjaga suhu mobil tetap berada di antara 80-92 derajat Celcius. Dalam suhu itu, mesin dapat menghasilkan pembakaran secara optimal serta pemakaian bahan bakar yang lebih efisien.

    Dalam menjaga suhu mobil tetap aman, thermostat akan menutup saluran air pendingin dari mesin ke radiator saat suhu air masih rendah. Lalu, thermostat akan membuka saluran tersebut ketika suhu air pendingin sudah tinggi. Jadi, air pendingin tersebut yang membantu thermostat dalam menjaga suhu mesin.

    Ciri-ciri Thermostat Sudah Rusak

    Sama seperti komponen mobil lainnya, seiring waktu thermostat bisa mengalami kerusakan. Kalau sudah rusak, maka thermostat tidak bisa bekerja secara optimal dalam menjaga suhu mesin.

    Apa saja ciri-ciri thermostat sudah rusak? Simak di bawah ini:

    1. Mesin Overheat

    Salah satu tanda umum thermostat sudah rusak adalah mesin mengalami overheat. Wajar saja, sebab thermostat yang tidak terbuka dengan benar membuat aliran cairan pendingin ke mesin jadi terhambat.

    2. Suhu Kerja Mesin Tidak Stabil

    Thermostat yang sudah rusak juga bisa menyebabkan suhu mesin tidak stabil. Misalnya, mesin mungkin kesulitan mencapai suhu kerja yang optimal atau suhu mesin bisa naik dan turun secara tidak terduga.

    3. Konsumsi BBM Lebih Boros

    Ciri-ciri selanjutnya adalah bahan bakar jadi lebih boros. Soalnya, thermostat yang sudah rusak menyebabkan mesin bekerja pada suhu yang tidak optimal. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan efisiensi pembakaran.

    4. Pendingin Radiator Kurang Efektif

    Thermostat yang sudah mulai rusak bisa menghambat aliran cairan pendingin ke radiator. Kondisi itu menyebabkan radiator tidak dapat melakukan pendinginan secara efektif.

    Itu dia penjelasan mengenai thermostat beserta fungsinya. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Dekat-dekat Truk! Ini Kebiasaan Sopirnya yang Bikin Rem Blong



    Jakarta

    Kecelakaan maut diduga akibat truk mengalami rem blong lagi-lagi terjadi di Tol Cipularang, Senin (11/11/2024) sore. Belajar dari kecelakaan maut ini, pengendara diminta lebih waspada saat berada di dekat truk.

    Para praktisi keselamatan berkendara selalu mewanti-wanti, kita sebagai pengendara kendaraan yang lebih kecil jangan pernah merasa nyaman berada di dekat-dekat truk. Di jalan turunan, kalau bisa jangan berada di depan truk, karena banyak kasus truk gagal mengerem di turunan. Jika di tanjakan, usahakan jangan berada di belakang truk dan menjaga jarak aman, sebab beberapa kecelakaan disebabkan truk gagal menanjak.

    Bukan cuma itu, blind spot atau titik yang tidak terlihat oleh sopir truk juga banyak, mengingat dimensi truk yang besar dan banyak penghalangnya. Juga ada kebiasaan sopir truk yang berakibat fatal hingga menyebabkan rem blong.


    Menurut praktisi keselamatan berkendara sekaligus Instruktur & Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, beberapa kasus kecelakaan akibat truk rem blong terjadi karena kesalahan pengemudinya. Ada satu kebiasaan pengemudi truk yang berniat untuk mengirit pengeluaran justru menimbulkan kecelakaan.

    Menurut Jusri, para pengemudi truk punya kebiasaan menetralkan transmisi di jalan menurun. Mereka beranggapan saat transmisi dinetralkan, beban kerja mesin jadi ringan sehingga konsumsi BBM lebih irit.

    “Ujung-ujungnya konsumsi bahan bakar irit dan ada selisih dari budget yang bisa dibawa pulang. Tapi perilaku ini sangat konyol dan sangat membahayakan diri mereka, muatan, dan pengguna jalan lain,” tegas Jusri.

    Kalau hanya menggunakan gigi netral, maka tidak ada bantuan engine brake sehingga sopir truk hanya mengandalkan service brake atau rem kaki. Jika service brake terus-menerus diinjak tanpa ada bantuan engine brake, konstruksi rem lama-lama kepanasan dan mengakibatkan brake fading atau kegagalan fungsi pengereman.

    “Kalau kita berdiri di tol situ, hitungan menit setiap truk besar di sana ngeblong, yaitu menetralkan transmisi sehingga lajunya sangat kencang. Apa yang terjadi, perlambatan-perlambatan yang mereka lakukan hanya mengandalkan service brake atau rem kaki. Padahal truk-truk semacam ini mereka sudah menggunakan full air brake. Kalau full air brake, mereka punya sistem pengereman tambahan lain namanya exhaust brake atau retarder, yang tujuannya bisa engine brake,” ujar Jusri kepada detikOto, kemarin.

    “Pada kecepatan tinggi, karena elevasi jalan yang menurun dengan bobot yang berat, maka momentum ini akan menimbulkan kecepatan yang sangat luar biasa. Dan itu perlambatan yang dilakukan oleh rem kaki itu akan menimbuilkan overheating pada sistem rem. Ketika rem panas, dampak lain dari panas adalah brake fading, yaitu penyusutan kemampuan rem akibat overheating,” jelasnya.

    Jika konstruksi rem sudah overheat atau panas berlebih, yang terjadi adalah rem blong. Kalau sudah kecepatan tinggi dan sopir berusaha masuk gigi dari netral, pasti akan kesulitan mengingat sistem transmisi kendaraan besar tidak sama dengan mobil kecil.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jarang Ganti Oli Motor? Awas, Mesin Bisa Begini


    Jakarta

    Ganti oli jadi salah satu perawatan motor yang mesti rutin dilakukan. Sayangnya, masih banyak pemilik motor yang abai untuk mengganti oli kendaraannya. Padahal, sejumlah risiko bisa dialami motor.

    Oli berperan penting pada sebuah motor. Fungsinya yaitu sebagai pelumas, pelindung, pembersih, maupun pendingin mesin kendaraan. Penggunaan oli harus diganti secara berkala agar kinerjanya tetap maksimal.

    Jika oli mesin motor jarang diganti, siap-siap motor bisa mengalami sederet risiko. Apa saja?


    Risiko Oli Mesin Motor Jarang Diganti

    Mengutip catatan detikcom, berikut deretan risiko jarang mengganti oli motor:

    1. Mesin Overheat

    Oli berfungsi sebagai pendingin dengan menyerap panas yang ditimbulkan kerja mesin, termasuk proses pembakaran hingga gesekan antar komponen.

    Jika kelamaan tidak diganti, oli jadi tidak mampu lagi menahan suhu tinggi alias fungsi pendinginan mesinnya berkurang. Suhu panas mesin tidak dapat diredam dan memicu overheat.

    Seiring penggunaan kendaraan, ruang mesin akan terkontaminasi debu dan kotoran. Kinerja oli yang tercemar ini berkurang sehingga tidak lagi optimal dalam melumasi mesin.

    Dampaknya, gesekan antar komponen mesin meningkat dan menyebabkan performa mesin menurun secara keseluruhan. Penurunan akselerasi, daya tarik, dan responsivitas mesin mungkin dapat dirasakan saat berkendara.

    3. Komponen Lebih Cepat Aus

    Fungsi pelumasan oli yang berkurang mampu menimbulkan gesekan berlebih di antara komponen. Sehingga bisa memicu komponen mesin seperti piston, dinding silinder, hingga poros engkol menjadi aus atau rusak lebih cepat.

    4. Menimbulkan Getaran dan Suara

    Akibat jarang diganti, oli akan mengental dan volumenya berkurang sehingga mesin harus bekerja lebih keras. Kerasnya kinerja mesin memicu gesekan lebih besar yang mampu menimbulkan getaran sekaligus suara kasar. Alhasil, membuat pengendara tidak nyaman saat berkendara.

    5. Konsumsi BBM Boros

    Gesekan antar komponen semakin keras jika oli kelamaan tidak diganti. Sehingga mesin bekerja lebih berat akibat tidak memperoleh pelumasan maksimal. Kondisi ini membutuhkan lebih banyak konsumsi bahan bakar agar mampu bekerja ekstra.

    6. Oli Lebih Cepat Keruh

    Dampak jarang mengganti pelumas, oli yang baru diganti akan lebih mudah menghitam nantinya. Sebab gas sisa pembakaran yang mengandung kerak dan kotoran masuk ke dalam karter. Sehingga gas yang masuk ke karter membuat oli lebih cepat keruh.

    Cairannya pun akan encer dan tidak layak digunakan kembali. Dan pengendara jadi perlu lebih sering mengganti oli.

    7. Biaya Lebih Besar

    Oli yang jarang diganti membuat boros bahan bakar hingga komponen mesin lebih cepat rusak. Itu artinya, membutuhkan biaya yang lebih besar. Pengeluaran yang seharusnya hanya untuk penggantian oli, jadi bertambah untuk isi BBM lebih sering dan memperbaiki komponen aus.

    Kapan Waktu Ganti Oli Mesin Motor yang Tepat?

    Pabrikan motor umumnya menyarankan ganti oli mesin setiap tempuh 3.000 km atau 3 bulan sekali, tergantung mana yang lebih dulu dicapai.

    Frekuensi pemakaian sepeda motor juga bisa jadi patokan dalam mengganti oli. Jika sering digunakan maka oli perlu diganti lebih cepat, bisa menjadi tiap bulan.

    (azn/row)



    Sumber : oto.detik.com