Tag: binance

  • Sukses Digelar, Indonesia Blockchain Week Binance Summit 2021 Berhasil Menarik 10.000 Pendaftar dan 65.000 Views

    Jakarta, 21 Maret 2021 – Indonesia Blockchain Week X Binance Summit 2021 sukses digelar Sabtu (20/3), disaksikan lebih dari 6.000 peserta secara virtual, 65.000 views di Youtube, didukung oleh lebih dari 40 partner, 15 media partner dan menghadirkan lebih dari 15 narasumber lokal dan mancanegara. Berlangsung dari jam 10 pagi hingga jam 4 sore, webinar ini tidak hanya dapat disaksikan oleh masyarakat di Indonesia tetapi di seluruh dunia. IBW X Binance Summit 2021 diselenggarakan dengan tujuan untuk mengenalkan masyarakat serta mendalami penggunaan ekosistem dan keunggulan teknologi Binance Smart Chain dan lebih dalam mengenai CeFi dan DeFi.

    Pada awal sesi online summit, Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto mengumumkan pencapaian Tokocrypto sampai kurun waktu Q1 2021. Pencatatan volume transaksi harian lebih dari 25 juta USD, user yang teregistrasi lebih dari 300.0000, weekly active trader mencapai 50.000 user, dan mobile apps download, sejak pertama diluncurkan di Oktober 2020 telah hit di 200.000 pada akhir minggu lalu. Begitu juga dengan pertumbuhan community yang mengalami pertumbuhan 200% dari akhir tahun 2020 sampai Q1 2021 dan per hari ini; total community sebesar 176.000 dan total follower twitter account mencapai 154.000.

    T.K Harmanda atau yang akrab disapa Manda, COO Tokocrypto mengatakan bahwa kemudahan penggunaan dan ekosistem yang terus berkembang dengan sangat baik membuat adopsi Binance Smart Chain ini berkembang sangat pesat di seluruh dunia.

    “Indonesia sendiri merupakan negara teratas di Asia Tenggara dan terbesar ke-5 di dunia yang mengadopsi blockchain protocol ini. Menyadari potensinya, Binance Smart Chain resmi bermitra dengan Tokocrypto untuk menumbuhkan dan mengembangkan ekosistem ini di Indonesia, khususnya pada lingkup CeFi dan DeFi”, kata Manda.

    IBW X Binance Summit 2021 yang menghadirkan CZ CEO Binance, Janet Weng dari ForTube, Daryl Hok dari CertiK, Veronica Wong dari SafePal sebagai pembicara. Tidak hanya berisi debat dan tanya jawab, webinar ini juga mengumumkan pemenang kompetisi desain NFT yang digelar Tokocrypto seminggu sebelum acara ini berlangsung. Ketiga pemenang kompetisi ini masing-masing mendapatkan 5.000 TKO, 3.000 TKO dan 2.000 TKO.

    Toko Token (TKO) sendiri adalah proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang dibangun diatas Binance Smart Chain. TKO menawarkan model token hybrid yang unik dengan utilitas sebagai token untuk platform pertukaran, NFT Marketplace, CeFi dan DeFi.

    “TKO adalah salah satu solusi dari permasalahan perbankan yang terjadi saat ini, yang bertujuan untuk menciptakan sistem keuangan terdesentralisasi, yaitu sistem keuangan peer-to-peer yang transparan”. Dengan visi untuk menyebarkan kebebasan finansial kepada semua, Binance senantiasa mendukung Tokocrypto, platform perdagangan aset kripto dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, untuk meningkatkan adopsi blockchain dan mendorong penetrasi aplikasi Binance Smart Chain di negeri ini”, Tutup Kai.

    Indonesia Blockchain Week X Binance Summit 2021 dapat di tonton ulang di kanal Youtube Tokorypto di : bit.ly/YTIBWBinance2021



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto dan Binance Gelar Kompetisi Trading Aset Kripto, Total Hadiah 151Juta BIDR

    Dalam rangka menyambut kehadiran BIDR yang secara resmi mulai diperdagangkan di Tokocrypto dan Binance, Tokocrypto mengadakan Kompetisi Trading BIDR dengan total hadiah lebih dari Rp150 juta.

    Kompetisi trading yang diadakan bersama dengan Binance sebagai bagian dari perayaan ulangtahun mereka yang ke-3 ini akan dilaksanakan mulai hari Rabu, 1 Juli 2020 pukul 10:00 WIB, dan berakhir pada hari Senin, 13 Juli 2020, pukul 23:59 WIB.

    Akan ada 2 (dua) jenis kompetisi trading yang diadakan, yaitu :

    1. Kompetisi trading BIDR dengan seluruh pairing (BTC, ETH, BNB, BUSD, & USDT) dimana pemenang akan ditentukan berdasarkan jumlah volume trading yang dilakukan;
    2. Kompetisi trading BIDR/BNB dimana pemenang akan ditentukan berdasarkan jumlah seberapa banyak transaksi dilakukan dalam waktu yang ada tanpa melihat volume transaksi.

    Ikut dan menangkan total hadiah sebesar Rp151,900,000 yang dibagikan kepada total 333 orang!

    Syarat dan Ketentuan, selengkapnya baca disini.

    Baca Juga: Tokocrypto Gandeng Shopee Bagi Bagi 5.000 Voucher Cashback

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Binance Jelaskan Alasan Kenapa Pasar Crypto Jatuh Minggu Lalu

    Pasar crypto telah jatuh dengan volume terbesarnya pada hari Kamis lalu. Dengan Bitcoin memimpin aksi jual besar-besaran yang mengirim patokan aset digital mencapai titik terendah sebesar $3.800, yang kemudian menyebabkan sebagian besar altcoin utama juga ikut turun lebih rendah.

    Ini menyebabkan pasar crypto agregat kehilangan hampir $100 miliar dari kapitalisasi pasarnya. Yang turun dari $225 miliar menjadi $125 miliar selama periode perdagangan satu hari.

    Sekarang, CEO dari salah satu pertukaran crypto terbesar di dunia, Binance, Changpeng Zhao telah berbagi pemikirannya tentang apa penyebab sebenarnya di balik aksi jual baru-baru ini. Juga mencatat bahwa ia masih memandang Bitcoin sebagai aset safe haven meskipun terlepas dari hubungannya dengan pasar tradisional baru-baru ini. .

    Banyak analis dan investor kecewa melihat penurunan Bitcoin di samping pasar tradisional. Yang kelihatannya membatalkan statusnya sebagai aset “safe haven”. Changpeng Zhao, CEO dan pendiri Binance yang sering dijuluki “CZ” – berbicara tentang pembatalan narasi ini dalam posting blog baru-baru ini.

    Menjelaskan bahwa ia masih memandang Bitcoin dan cryptos lainnya sebagai aset safe-haven. Tetapi bahwa turbulensi yang kuat dalam ekonomi global terlalu banyak untuk ditoleransi oleh pasar kecil. Dia menyamakan penurunan pasar crypto baru-baru ini dengan “pelampung berenang” yang melekat pada Titanic saat tenggelam. Lebih jauh melanjutkan dengan mengklaim bahwa pada akhirnya, cryptocurrency akan dapat memisahkan diri dari pasar tradisional. CZ mengatakan:

    “Katakanlah Anda mengambil pelampung renang, itu berfungsi dan itu akan membantu Anda melayang di dalam air. Sekarang katakanlah itu melekat pada Titanic karena tenggelam. Apakah kerja pelampung itu akan membawa Anda ke permukaan sekarang? Tidak, itu tidak akan. Apakah karena pelampung tidak lagi berfungsi? Tidak, properti apung dari float masih berfungsi.”

    Inilah alasan sebenarnya pasar crypto jatuh di mata CZ

    Selanjutnya CZ menjelaskan lebih lanjut bahwa aksi jual kapitalisasi baru-baru ini di pasar crypto terjadi karena dua faktor utama:

    Pertama, ia mencatat bahwa investor crypto non-hard-hard cenderung mengambil turbulensi baru-baru ini di pasar tradisional. Sebagai alasan untuk membenarkan keluar dari posisi crypto mereka, menciptakan semburan tekanan jual yang diabadikan ketika harga turun.

    Kedua, ia mencatat bahwa banyak investor cenderung berbalik untuk menjual kepemilikan crypto mereka. Untuk membebaskan modal guna membayar sewa dan mempersiapkan kemungkinan perubahan dalam situasi pekerjaan mereka karena ketidakstabilan global.

    Karena semua investor ini sudah keluar dari pasar crypto yang relatif kecil, ada kemungkinan kuat bahwa bottom jangka panjang ada dan bahwa investor tradisional dapat mulai memasuki posisi baru dalam crypto jika Bitcoin dan aset digital lainnya dapat mulai dipisahkan dari pasar tradisional.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Binance Harapkan Lebih Banyak Defi Berbasis Ethereum Untuk Bergabung

    CEO Binance Changpeng Zhao mengharapkan lebih banyak proyek DeFi berbasis Ethereum untuk bergabung dengan platform Binance Smart Chain. Zhao mengutarakan hal ini dalam sebuah diskusi dengan pengguna Twitter lain.

    Menurut Zhao, langkah ini akan mengurangi beban di jaringan Ethereum yang pada saatnya akan menurunkan biaya gas Ethereum.

    Zhao kemudian menekankan bahwa Binance Smart Chain bukanlah pengganti atau pesaing jaringan Ethereum, melainkan Binance kompatibel dengan Ethereum. Zhao menambahkan bahwa Binance Smart Chain justru memberikan pembuat kontrak pintar lebih banyak pilihan.

    “Binance Smart Chain tidak pernah bertujuan untuk menggantikan ETH, Binance Smart Chain hanya kompatibel dengan ETH. BSC memberi penggunanya lebih banyak pilihan. Opsi dengan biaya lebih murah,” kata Zhao.

    Baca Juga: Ketahui Cara Trading yang Simple Tapi Untung

    Zhao menyimpulkan komentarnya bahwa volume transaksi Binance Smart Chain baru-baru ini mencapai 10% dari jaringan Ethereum beberapa hari yang lalu.

    Platform Binance Smart Chain diluncurkan pada 1 September dengan dana investasi $ 100 juta yang dikhususkan untuk proyek yang dibangun di Smart Chain.

     

    Dalam Tweet terpisah, Zhao berbicara tentang keputusan Binance untuk menambahkan proyek DeFi terbaru bahkan saat perusahaan gagal mendaftarkan SushiSwap.

    Binance Smart Chain sekarang menjadi tuan rumah BurgerSwap dan melihat sejumlah besar transaksi hanya dalam 24 jam dalam proyek DeFi terbaru itu.

    “Di masa lalu, saya biasanya mencoba untuk tidak mengomentari proyek atau koin tertentu. Untuk selanjutnya, saya akan Tweet lebih banyak tentang proyek di #BinanceSmartChain. Itu bukan dukungan. Hanya cara untuk mempromosikan komunitas,” ungkap Zhao.

    Dia juga menambahkan bahwa di balik sebagian besar proyek DeFi yang gagal, investor tidak disarankan untuk menginvestasikan uang jika tidak sanggup kehilangan uang tersebut.

    “Beberapa mungkin menawarkan keuntungan jangka pendek, tetapi mereka juga memiliki risiko yang sangat tinggi. Jangan menginvestasikan uang yang Anda tidak bisa kehilangan (uang tersebut),” kata Zhao menegaskan.

    Baca Juga: Yearn Finance Hadirkan Inovasi Baru Berupa StableCredit



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Konflik Regulasi Binance di Inggris Selesai! Berakhir Bahagia

    Binance Markets Limited, cabang Binance yang bergerak di Inggris, nampaknya telah menyelesaikan konfliknya dengan Pemerintah Inggris.

    Hal ini disebabkan adanya pernyataan dari Financial Conduct Authority (FCA) atau Lembaga Pengawas Keuangan Inggris yang baru dipublikasi kemarin.

    Konflik Binance dengan Pemerintah Inggris

    Pada Juni 2021, FCA memberikan peringatan kepada Binance Inggris bahwa mereka bergerak secara tidak legal.

    Kasus ini telah membuat beberapa rekan kerja Binance Markets Limited seperti Barclyas, NatWest, dan HSBC melepaskan diri.

    Pada saat itu FCA juga memberikan peringatan kepada Binance Markets Limited bahwa mereka akan memberikan beberapa batasan terhadap operasionalnya.

    Batasan tersebut termasuk, melarang Binance untuk melakukan perihal teregulasi tanpa persetujuan FCA, mewajibkan publikasi Batasan FCA pada situs resmi dan media sosial, dan menghentikan kegiatan periklanan di Inggris.

    Saat itu FCA juga menyatakan bahwa Binance Markets Limited tidak dapat diawasi dan akan sangat sulit untuk bergerak sebagai perusahaan.

    Sebelumnya, Binance menyatakan bahwa konflik dengan pemerintah ini tidak akan berdampak besar pada kinerjanya di Inggris.

    Namun FCA menanggapi pernyataan tersebut dan ternyata memperketat pengawasan terhadap Binance Markets Limited.

    Binance Inggris menanggapi pengawasan tersebut dengan menghentikan mayoritas operasionalnya, dan terlihat seakan telah berhenti bergerak di Inggris.

    Baca Juga: Rayakan HUT RI Ke-76 Bareng Tokocrypto, Total Hadiah Rp 760.000.000 menantimu!

    Tapi ternyata kondisi tersebut bukan akhir dari konflik antara Pemerintah Inggris dan Binance Inggris.

    Resmi Diizinkan Beroperasi Kembali

    Kabar terbaru datang dari FCA yang menyatakan bahwa saat ini Binance Market Limited telah resmi diperbolehkan untuk bergerak kembali.

    Hal ini disebabkan ternyata tanpa sepengetahuan pasar, di tengah konflik Bulan Juni 2021, Binance Markets Limited mengajukan syarat-syarat yang dibutuhkan untuk bergerak secara legal.

    Oleh karena itu, FCA menyatakan bahwa saat ini perusahaan tersebut telah memenuhi syarat-syarat yang diberikan oleh Lembaga pengawas keuangan tersebut.

    Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh CEO, Changpeng Zhao (CZ) yang mengabarkan bahwa sejak 25 Agustus 2021, Binance resmi legal di Inggris.

    Pernyataan ini menjadi kabar positif akibat rencana CZ untuk lebih patuh terhadap pemerintah mulai terwujud.

    Dengan lebih amannya Binance bergerak, maka potensinya untuk turun dari posisi bursa terbesar di dunia semakin mengecil.

    Kabar ini juga dianggap sebagai pendorong harga Binance Coin (BNB) akibat CZ yang juga yakin dengan kondisi ini ekosistem Binance akan maju secara perlahan tapi pasti.

    Untuk saat ini nampaknya Binance secara menyeluruh masih akan terus bergerak untuk patuh terhadap regulasi.

    Pernyataan tersebut juga didasarkan oleh pernyataan CZ yang menyatakan bahwa Binance saat ini memiliki komitmen besar untuk melindungi konsumen dan mengikuti regulasi.

    Baca Juga: CZ Lakukan Pertemuan dengan Regulator, Kabar Baik untuk Binance

    Kabar ini dapat menjadi langkah awal Binance untuk menanggapi serangan yang dialaminya dari beberapa negara melalui Lembaga Pengawas Keuangannya masing-masing.

    Untuk menanggapi serangan tersebut, Binance terlihat akan lebih patuh dan merancang rencana agar Binance dapat bergerak secara legal.

    Salah satu langkah yang diambil adalah mempekerjakan Greg Monahan, mantan Kepala Lembaga Pengawas Kriminalitas Keuangan Amerika.

    Selain itu bursa terbesar di dunia ini juga telah mempekerjakan mantan direktur kepatuhan regulasi dari eToro Inggris yaitu Jonathan Farnell.

    Seluruh tujuannya adalah untuk melindungi konsumen dan juga agar Binance terus bergerak secara legal dan aman di seluruh dunia.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Binance Yakin Bitcoin akan Mencapai $ 1 Juta, Kapan?

    CEO dan pendiri pertukaran crypto Binance, Changpeng Zhao, telah mengatakan dalam wawancaranya dengan Altcoin Daily bahwa Bitcoin (BTC) nanti akan mencapai $ 1 Juta.

    Namun, dia tidak mengatakan kapan dan bagaimana BTC bisa mencapai harga tersebut. Terlebih lagi, pihak Altcoin Daily hanya memberikan benar atau tidak.

    Ketika ditanya apakah 1 BTC akan mencapai $1 juta, Zhao sangat cepat mengatakan benar. (Menit 43:51)

    Yang lebih penting adalah, pandangan CEO Binance tentang prospek jangka panjang untuk pemimpin pasar. Berlawanan dengan prediksi harga jutaan dolarnya, ia juga percaya alternatif yang lebih besar dan lebih baik akan hadir untuk menggantikan Bitcoin di ‘beberapa titik.’

    Wawancara tersebut diketahui mencakup berbagai topik.

    Menariknya, dengan mempertimbangkan sifat masa lalu dan teknologi inti pada BTC, Zhao memiliki pandangan untuk jangka panjang Bitcoin seperti ini:

    “Sejujurnya, saya pikir dominasi Bitcoin dari waktu ke waktu akan berkurang, bukan meningkat. Ini dapat meningkat dalam jangka pendek … ada banyak inovasi yang dilakukan orang-orang yang dapat membawa kembali ke Bitcoin, seperti solusi lapisan kedua dll. Tetapi ketika teknologi sudah keluar dan diadopsi selama sepuluh tahun, ada ruang lingkup yang relatif terbatas yang dapat Anda perbarui.”

    Ia pun mengatakan, cepat atau lambat, setiap teknologi akhirnya akan digantikan oleh sesuatu yang lebih baik.

    Dia menggunakan contoh-contoh seperti bahasa pemrograman yang sudah ketinggalan zaman, media sosial yang bergantian dan juga search engine sudah berganti.

    Baca Juga: 4 Persamaan Bitcoin dan Emas Sebagai Alat Investasi Masa Kini

    Dalam pandangannya Zhao masih berpikir bahwa Bitcoin masih akan menjadi raja cryptocurrency dalam 10-15 tahun kedepan.

    Namun, cepat atau lambat sesuatu baru akan mengganti yang lama. Dia juga tidak tahu berapa lama mungkin 20 tahun atau 100 tahun kedepan.

    Dia juga percaya bahwa Bitcoin tidak akan musnah karena semua orang yang mau masuk ke pasar cryptocurrency akan belajar tentang Bitcoin.

    Zhao juga menambahkan untuk industri cryptocurrency untuk berhasil, Bitcoin harus berhasil.

    Disisi lain, DeFi adalah contoh nyata yang saat ini terlihat akan mengungguli rekan tradisionalnya disektor keuangan, meski ini masih membutuhkan waktu yang lebih lama.

    Dia mengatakan bahwa banyak proyek yang gagal dan hanya beberapa yang berhasil. Dan DeFi akan memperkuat adopsi cryptocurrency.

    Untuk wawancara yang full, pembaca bisa nonton di Youtube.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sah! Coinmarketcap Pastikan Diakusisi Binance

    Situs data pasar aset kripto ternama, Coinmarketcap baru saja memastikan bahwa mereka memang benar diakuisisi oleh bursa aset kripto Binance.

    Sebelumnya tersiar rumor yang dilaporkan TheBlock, bahwa Binance mengakuisisi Coinmarketcap senilai US$400 juta (Rp6,5 triliun).

    Sejumlah pengamat mengkhawatirkan itu bisa membuat reputasi Coinmarketcap menjadi tercoreng, karena mungkin tak bisa bersikap independen dan imparsial.

    Dalam keterangan resmi Coinmarketcap malam ini kepada Blockchainmedia, mereka enggan memastikan nilai akuisisi seperti yang dilaporkan oleh TheBlock kemarin.

    “Melalui akuisisi ini Binance dan Coinmarketcap bekerja secara bersama-sama, tetapi masing-masing tetap independen untuk memperluas adopsi aset kripto secara global. Coinmarketcap pun secara khusus memanfaatkan keunggulan Binance, mulai dari keahlian, sumber daya dan daya jangkaunya, tanpa mencampuri sisi operasional Binance,” sebut Carylyne Chan, CEO Interim Coinmarketcap dalam keterangannya kepada Blockchainmedia malam ini.

    Chan menambahkan, sejak awal Coinmarketcap berdiri pada tahun 2013, mereka terus berkomitmen untuk tetap netral, menghindari dikte, sensor dari proyek blockchain ataupun sejumlah bursa aset kripto.

    BERITA TERKAIT  Survei Terbaru: 10 Persen Orang Indonesia Punya Aset Kripto

    “Kami lebih suka membiarkan pengguna membuat keputusan sendiri berdasarkan data yang yang ada. Kami senang Binance menjamin cara kerja kami tetaplah sama,” imbuhnya. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto 2.0 Berbasis Binance Cloud Siap Meluncur

    Jakarta, 26 Mei 2020 – Tokocrypto, pedagang aset kripto terdepan dan teregulasi di Indonesia, siap hadirkan Tokocrypto 2.0, sistem perdagangan aset kripto yang telah diperbaharui. Sistem terbaru ini kini didukung oleh Binance Cloud, sebuah solusi infrastruktur bagi mitra untuk meluncurkan pertukaran aset kripto yang memanfaatkan teknologi, keamanan, dan likuiditas industri terkemuka dari  Binance.

    Pang Xue Kai, Co-Founder sekaligus CEO Tokocrypto menyatakan “Setelah mengumumkan investasi dari Binance beberapa waktu lalu, kini pengguna kami dapat merasakan manfaat langsung dari kolaborasi ini. Platform baru Tokocrypto yang berbasis Binance Cloud memungkinkan publik untuk merasakan teknologi terbaru di industri kripto, keamanan tingkat tinggi, serta likuiditas yang jauh lebih baik. Kami berharap dapat menghadirkan minat dan pengalaman baru yang belum pernah ada sebelumnya di dunia kripto Indonesia.”

    Tokocrypto 2.0 memungkinkan nasabah untuk melakukan perdagangan dengan koin maupun token utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), Tether (USDT), serta kehadiran beberapa koin baru, termasuk Binance Coin (BNB).

    Baca juga: Tokocrypto, Pedagang Aset Kripto Pertama yang Teregulasi di Indonesia, Berhasil Raih Pendanaan dari Binance

    Tokocrypto-2.0-CampaignGabung Tokocrypto Sekarang dan Berkesempatan Memenangkan Total 500 juta BIDR

    Tidak hanya melakukan peningkatan dan pembaharuan pada platform, Tokocrypto juga akan mengadakan program promosi untuk pelanggan yang terverivikasi, yang tidak boleh dilewatkan. Untuk bulan Juni, semua pengguna Tokocrypto baru yang menyelesaikan verifikasi identitas Know-Your-Customer (KYC), serta user lama yang melakukan upgrade, akan secara otomatis menerima hadiah senilai 75.000 BIDR. Tidak hanya itu, pelanggan juga akan mendapatkan kesempatan untuk memenangkan hadiah total 500 juta BIDR untuk 50 orang yang beruntung. Untuk informasi lebih rinci, pelanggan dapat mengunjungi situs web Tokocrypto resmi di www.tokocrypto.com.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto, Pedagang Aset Kripto Pertama yang Teregulasi di Indonesia, Berhasil Raih Pendanaan dari Binance

    Jakarta, 12 Mei 2020 – Tokocrypto, pedagang aset kripto pertama yang teregulasi dan terdepan di Indonesia, hari ini resmi mengumumkan keberhasilan mereka mendapatkan investasi dari Binance, perusahaan blockchain global dibalik pedagang aset kripto terbesar di dunia dari sisi volume transaksi dan pengguna.

    Investasi ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan bisnis Tokocrypto , termasuk dalam hal produk dan layanan baru, pengembangan teknologi, menghadirkan inisiatif-inisiatif baru dalam hal edukasi blockchain di Indonesia, serta ekspansi secara nasional, seperti Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Balikpapan, dan lainnya.

    Pang Xue Kai, Co-Founder dan CEO Tokocrypto menyatakan. “Investasi di Tokocrypto ini menjadi penegasan akan kepercayaan dari pemimpin pasar aset kripto secara global terhadap potensi blockchain ekosistem di Indonesia yang sangat menjanjikan. Investasi dari Binance ini akan digunakan untuk menghadirkan dan meningkatkan layanan terbaik dari Tokocrypto di pasar Indonesia, serta mempercepat visi kami dalam menghadirkan ekosistem keuangan terbuka melalui teknologi blockchain.”

    Didirikan pada awal 2018, Tokocrypto bertujuan untuk mendorong adopsi dan aksesibilitas berkelanjutan  dari aset kripto di Indonesia melalui transaksi perdagangan dan layanannya.

    Pada awal berdirinya, Tokocrypto juga berhasil mendapat pendanaan putaran awal, dimana pada putaran ini, salah satu pemberi dana adalah QCP Capital, perusahaan perdagangan aset digital dan investasi yang berbasis di Singapura.

    Tim ini mencapai tonggak sejarah penting pada tahun 2019 ketika Tokocrypto menjadi pedagang aset kripto pertama yang terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

    Changpeng Zhao (CZ), Pendiri dan CEO Binance, menyatakan bahwa “dengan adopsi teknologi yang cepat, pertumbuhan ekonomi yang kuat, serta populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia akan menjadi salah satu pusat terkemuka dari ekosistem blockchain di Asia Tenggara. Investasi kami di Tokocrypto memungkinkan kami untuk mengeksplorasi bersama peluang baru yang menarik untuk pasar Indonesia bersama mitra lokal yang telah teregulasi untuk menghadirkan kebebasan dalam hal keuangan.”

    Tokocrypto sendiri juga didukung oleh dewan penasihat yang sangat berpengalaman dalam dunia aset kripto, termasuk Joshua Ho dan Darius Sit dari QCP Capital, serta Shaun Djie dari Digix, yang telah menjadi penasihat tim sejak 2018.

    “Tokocrypto juga akan tetap mengembangkan berbagai inisiatif baru, termasuk melanjutkan kerjasama dan kolaborasi dengan para pemangku kebijakan di Indonesia seperti BAPPEBTI dan PPATK, serta menjalin kerjasama strategis dengan para pelaku industri lainnya”, tutup Teguh Kurniawan Harmanda, COO Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dapatkan TKO Gratis Dengan Staking di Pancakeswap!

     

    Pasar aset kripto menjadi sorotan masyarakat luas karena ramai diperbincangkan di media sosial. Terlebih saat kehadiran token baru, TKO yang diluncurkan oleh Tokocrypto x Binance menambah antusiasme pecinta kripto. Selain melalui trading, Anda bisa mendapat TKO secara gratis dengan staking di PancakeSwap, lho.

    Staking Koin: Cara Dapat Kripto Selain Mining

    Secara sederhana, staking adalah mempertaruhkan aset kripto yang telah Anda miliki kepada pihak ketiga seperti PancakeSwap. Cara kerja staking sendiri adalah pengguna harus memvalidasi blok pada protokol blockchain menggunakan konsensus Proof-of-Stake (PoS). 

    Lantas, apa perbedaan antara mining dengan staking?

    Perbedaan mining dan staking terletak pada konsensusnya. 

    Di mana mining menggunakan konsensus Proof-of-Work (PoW) sehingga para miners harus memiliki perangkat komputer khusus untuk mining. Sedangkan pada staking yang menggunakan konsensus PoS, seseorang hanya perlu mengunci sejumlah koin yang mereka punya di blockchain dalam kurun waktu tertentu dan setelahnya akan mendapat reward.

    Pada umumnya, tujuan dari staking ini adalah untuk mendapat passive income, karena caranya mudah dan tidak membutuhkan perangkat komputer yang rumit. 

    Kenalan dengan Metamask dan PancakeSwap, yuk!

    Sebelum lanjut kepada langkah-langkah untuk mendapat TKO gratis dengan staking, mari kenalan dulu dengan Metamask dan PancakeSwap!

    Metamask merupakan wallet aset kripto yang dapat digunakan pada beberapa browser, seperti Firefox, Chrome, Brave, dan Edge. Metamask bekerja seperti extension pada browser yang menjembatani antara browser dengan blockchain Ethereum.

    Untuk mendapatkan TKO dengan gratis, Anda bisa menggunakan Metamask yang nantinya akan digunakan secara bersamaan untuk staking di PancakeSwap.

    Nah, PancakeSwap apa, sih?

    PancakeSwap sendiri adalah pertukaran terdesentralisasi yang mirip dengan UniSwap milik Ethereum, namun PancakeSwap berjalan di atas Binance Smart Chain. 

    Jika pada penjelasan sebelumnya Metamask bekerja sebagai jembatan antara browser dengan blockchain Ethereum, maka kita harus set up Metamask dengan pengaturan khusus agar bisa digunakan untuk mendapat TKO melalui PancakeSwap yang berjalan di Binance Smart Chain.

    Berikut cara set up Metamask yang benar sebelum staking di PancakeSwap:

    1. Download Metamask pada link ini dan sesuaikan dengan browser Anda
    2. Setelah download, tambahkan Metamask sebagai extension pada browser 
    3. Kemudian, masuk ke Metamask, klik “Get Started” dan klik “Create a Wallet”
    4. Usai membaca Terms and Condition dan menyetujuinya, buat kata sandi baru dan pastikan memiliki konfigurasi yang rumit
    5. Selanjutnya, klik pada bagian “Ethereum Mainnet” dan ubah menjadi “Custom RPC” untuk mengubah pengaturan Metamask menjadi Binance Mainnet. 
    6. Pada Custom RPC, Anda harus mengisi kolom dengan set up di bawah ini untuk menjadikannya Binance Mainnet:
    7. Congratulations! Anda telah memiliki SmartChain Mainnet di wallet Metamask!

    Usai Set Up Metamask, Saatnya Dapat TKO Gratis di PancakeSwap!

    Jika Anda kesulitan untuk mendapat TKO dengan mengikuti Launchpad di Binance, Anda bisa mendapatkannya secara gratis melalui staking di PancakeSwap. 

    Berikut langkah staking di PancakeSwap untuk mendapat TKO Gratis:

    1. Klik link ini untuk menuju ke PancakeSwap
    2. Sambungkan Metamask dan PancakeSwap dengan menekan tombol “Connect”
    3. Pilih “Trade” dan klik “Liquidity”
    4. Setelah masuk ke page Liquidity, klik “Add Liquidity”
    5. Klik “Select a currency” dan pilih TKO serta BNB
    6. Masukan jumlah nominal BNB (Jumlah BNB ini nantinya akan dikalkulasikan dengan jumlah TKO)
    7. Sisakan  BNB Anda untuk biaya transaksi, ya!
    8. Jika sudah masukkan nominal yang diinginkan, klik “Supply”
    9. Setelah muncul pop-up konfirmasi yang berisi detail transaksi, klik “Confirm Supply”
    10. Pop-up konfirmasi akan muncul kembali pada Metamask Anda dan klik “Confirm”
    11. Jika sudah selesai, akan tertulis “Transaction Submitted” dan klik “Close”
    12. Langkah berikutnya klik “Farms” dan cari “TKO-BNB”
    13. Aktifkan Stake TKO-BNB LP Anda dengan klik “Enable” dan klil “Stake LP”
    14. Masukkan nominal dan klik “Confirm”
    15. Konfirmasi ulang melalui pop-up yang muncul pada Metamask

    Nah, dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda bisa memaksimalkan keuntungan dengan staking di PancakeSwap untuk mendapat TKO gratis lebih banyak!

    Oh, iya, jangan lupa untuk selalu ketahui keuntungan dan risiko sebelum trading dan investasi aset kripto, ya! Untuk memulai investasi bitcoin dan aset kripto lainnya, kunjungi Tokocrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.

    Salam to the Moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com