Tag Archives: binance

Binance Mulai Borong Bitcoin Rp15 Triliun, Tahap Pertama Sudah Jalan!

Binance resmi memulai rencana pembelian bitcoin senilai US$1 miliar atau sekitar Rp15 triliun sebagai bagian dari strategi penguatan dana perlindungan pengguna. Tahap pertama dari rencana tersebut telah selesai dengan konversi stablecoin senilai US$100 juta ke dalam bitcoin.

Melalui unggahan di platform X pada 2 Februari, Binance mengumumkan telah menyelesaikan batch pertama konversi dana Secure Asset Fund for Users (SAFU). Dana yang sebelumnya disimpan dalam bentuk stablecoin kini mulai dialihkan ke bitcoin.

“Binance telah menyelesaikan batch pertama konversi bitcoin untuk Dana SAFU, senilai US$100 juta dalam stablecoin,” tulis perusahaan dalam pernyataannya.

Baca juga: Top Gainers! 3 Altcoin Binance Wallet IDO Catat Lonjakan Dua Digit

Bukti Transaksi Bitcoin

Dilaporkan News Bitcoin, Binance juga menyertakan bukti transaksi on-chain yang telah dikonfirmasi. Data tersebut menunjukkan sekitar 1.350 BTC telah dikonversi, dengan nilai sekitar USD 107 juta pada saat transaksi dilakukan.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat terbuka yang dirilis Binance pada 29 Januari lalu. Dalam surat tersebut, Binance menguraikan serangkaian upaya untuk memperkuat perlindungan pengguna, meningkatkan kerja sama kepatuhan, transparansi, serta mendukung pengembangan industri kripto jangka panjang.

Binance menjelaskan bahwa dana SAFU yang sebelumnya disimpan dalam bentuk USDC senilai USD 1 miliar akan sepenuhnya dikonversi ke bitcoin dalam waktu 30 hari. Keputusan ini disebut sebagai langkah alokasi struktural yang berlandaskan pada daya tahan aset.

BTC Jadi Aset Penting

“Dengan keyakinan kami bahwa BTC merupakan aset inti dalam ekosistem kripto dan mewakili nilai jangka panjang, Binance akan terus berdiri bersama industri ini melewati berbagai siklus pasar dan ketidakpastian,” tulis perusahaan dalam surat tersebut.

Menurut Tim Research Tokocrypto, rotasi modal masif ini menciptakan tekanan beli spot yang signifikan. Ini juga merupakan vote of confidence institusional terbesar bahwa Bitcoin lebih aman sebagai aset cadangan jangka panjang dibandingkan dolar/stablecoin.

Setelah proses konversi selesai, Binance menyatakan akan terus memantau nilai pasar dana SAFU. Jika nilainya turun di bawah USD 800 juta, perusahaan akan melakukan penyeimbangan ulang untuk mengembalikannya ke level USD 1 miliar.

Langkah agresif ini menegaskan posisi Binance yang semakin menguatkan peran bitcoin sebagai aset utama dalam strategi perlindungan pengguna dan keberlanjutan ekosistem kripto.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin Binance Wallet IDO Ini Curi Perhatian Pasar Kripto

Pasar altcoin kembali memanas. Sejumlah token yang tergabung dalam kategori Binance Wallet IDO mencatatkan performa signifikan dalam 7 hari terakhir, baik dari sisi harga maupun kapitalisasi pasar. Berdasarkan data market capitalization terbaru, terdapat 3 altcoin yang saat ini menempati posisi teratas dan menjadi sorotan investor.

Pieverse (PIEVERSE)

Pieverse (PIEVERSE) memimpin daftar sebagai token Binance Wallet IDO dengan kapitalisasi pasar terbesar. Token ini diperdagangkan di harga $0.6233 dengan market cap mencapai $109,083,219.

Dalam 24 jam terakhir, harga PIEVERSE naik 12.60%, sementara dalam 7 hari mencatatkan kenaikan 35.09%. Volume transaksi 24 jam juga tergolong tinggi di angka $53,301,008, dengan circulating supply sebesar 85.47 juta token.

Fanable (COLLECT)

Posisi kedua ditempati oleh Collect on Fanable (COLLECT). Token ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar $22,648,787 dengan harga $0.04217. Secara performa, COLLECT mencatatkan kenaikan 13.56% dalam 24 jam dan 50.72% dalam 7 hari terakhir.

Dikutip CoinMarketCap, aktivitas perdagangan token ini tergolong sangat aktif dengan volume 24 jam mencapai $393,239,536 dan circulating supply sebesar 9.13 miliar token.

JoJoWorld (JOJO)

Sementara itu, JoJoWorld (JOJO) menempati peringkat ketiga dengan market cap sebesar $9,829,540. Meski kapitalisasi pasarnya lebih kecil, pergerakan harga JOJO tergolong ekstrem.

Dalam 24 jam, harga JOJO melonjak 205.03% dan dalam 7 hari mencatatkan kenaikan hingga 269.34%. Token ini diperdagangkan di harga $0.08776 dengan volume transaksi harian mencapai $41,635,462 dan circulating supply sebesar 523.43 juta token.

Kinerja agresif ketiga altcoin ini menunjukkan bahwa token kategori Binance Wallet IDO masih menjadi magnet kuat bagi pelaku pasar, khususnya trader yang memburu volatilitas tinggi dan peluang jangka pendek.

Baca juga: 3 Altcoin Generative AI Ini Lagi Panas, Ada yang Naik Hampir 200% 7 Hari!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap

Pasar kripto kembali diramaikan oleh deretan Binance Alpha Airdrops yang mencatatkan lonjakan kinerja signifikan. Berdasarkan data kapitalisasi pasar terbaru, terdapat 3 altcoin teratas di kategori Binance Alpha Airdrops yang menarik perhatian pelaku pasar karena valuasi besar dan pergerakan harga agresif dalam 7 hari terakhir.

Berikut rangkuman straight news mengenai 3 top altcoin Binance Alpha Airdrops berdasarkan market capitalization dikutip CoinMarketCap.

1. Midnight (NIGHT) Pimpin Market Cap Airdrops Binance Alpha

Token Midnight (NIGHT) menjadi altcoin dengan kapitalisasi pasar terbesar di kategori Binance Alpha Airdrops. NIGHT diperdagangkan di harga $0.1055 dengan kenaikan 34.07% dalam 24 jam dan 61.71% dalam 7 hari.

Kapitalisasi pasar Midnight tercatat mencapai $1,753,470,291 dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $7,325,338,591. Total suplai beredar mencapai 16.6B NIGHT dari suplai maksimum 69.27B NIGHT, menunjukkan likuiditas tinggi dan minat pasar yang kuat.

2. Audiera (BEAT) Bertahan Kuat di Posisi Kedua

Di posisi kedua, Audiera (BEAT) mencatat kapitalisasi pasar sebesar $652,839,448. Harga BEAT berada di level $4.06, naik 55.12% dalam 24 jam dan 57.29% selama 7 hari terakhir.

Volume perdagangan harian Audiera mencapai $152,984,108 dengan suplai beredar 160.51M BEAT dari total 38.45M yang tercatat di data pasar. Performa ini menempatkan BEAT sebagai salah satu token airdrops Binance Alpha paling aktif diperdagangkan.

3. RaveDAO (RAVE) Catat Lonjakan Mingguan Tertinggi

Token RaveDAO (RAVE) melengkapi daftar 3 besar dengan kapitalisasi pasar $124,778,471. RAVE diperdagangkan di harga $0.5418, naik 43.24% dalam 24 jam dan mencatat lonjakan 88.79% dalam 7 hari, tertinggi di antara 3 besar.

Volume perdagangan 24 jam RAVE mencapai $289,318,097 dengan suplai beredar 230.3M RAVE dari total 506.18M, mencerminkan aktivitas spekulatif yang tinggi di pasar.

Ketiga altcoin ini menunjukkan bahwa kategori Binance Alpha Airdrops tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan kapitalisasi pasar mulai dari ratusan juta hingga miliaran dolar, Midnight, Audiera, dan RaveDAO menjadi sorotan utama investor kripto dalam periode perdagangan terbaru.

Baca juga: Bukan Monero! 3 Altcoin Privacy Ini Diam-Diam Meledak di Pasar Kripto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Proyek Wajib Transparan Soal Market Maker

Binance kembali mengambil langkah tegas dalam meningkatkan transparansi pasar kripto dengan merilis pedoman baru terkait peran market maker dalam proses listing token.

Dalam kebijakan terbaru ini, Binance mewajibkan setiap proyek untuk mengungkap identitas market maker, termasuk badan hukum yang terlibat serta detail kontrak kerja sama.

Selain itu, bursa juga secara eksplisit melarang praktik profit-sharing dan guaranteed return yang selama ini kerap menjadi area abu-abu dalam industri.

Langkah ini menandai upaya serius Binance untuk memperbaiki integritas pasar, khususnya pada fase awal perdagangan token baru.

Baca Juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!

Wajib Transparansi: Siapa Market Maker di Balik Token?

Salah satu poin utama dalam aturan baru ini adalah kewajiban bagi proyek untuk mengungkap secara jelas siapa pihak market maker yang mereka gunakan.

Market maker sendiri memiliki peran penting dalam menyediakan likuiditas dan menjaga stabilitas harga di pasar.

Namun, kurangnya transparansi selama ini sering membuka celah untuk manipulasi harga dan volume perdagangan.

Dengan aturan ini, Binance ingin memastikan bahwa hubungan antara issuer token dan market maker tidak lagi tersembunyi dari publik maupun regulator.

Larangan Skema “Abu-Abu”

Selain transparansi, Binance juga melarang secara tegas dua praktik yang dinilai berisiko tinggi:

  • Profit-sharing: Pembagian keuntungan antara proyek dan market maker
  • Guaranteed return: Jaminan keuntungan tertentu kepada market maker

Kedua skema ini sering dianggap sebagai potensi konflik kepentingan, karena dapat mendorong manipulasi harga demi mencapai target profit tertentu.

Dengan melarang praktik tersebut, Binance berupaya menciptakan mekanisme pasar yang lebih fair dan berbasis permintaan nyata.

Aturan Ketat untuk Peminjaman Token

Binance juga memperketat aturan terkait peminjaman token kepada market maker.

Dalam pedoman baru, setiap perjanjian pinjaman harus menjelaskan secara rinci bagaimana token tersebut boleh digunakan.

Menurut laporan Coindesk, tujuan aturan ini adalah untuk mencegah penyalahgunaan, seperti dumping besar-besaran atau manipulasi likuiditas yang merugikan investor ritel.

Jika ditemukan pelanggaran, Binance menegaskan akan mengambil tindakan cepat, termasuk blacklist terhadap market maker yang terlibat.

Perspektif Industri: Menyasar Area Gelap

Tim riset dari Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai langkah penting dalam membersihkan salah satu area paling problematik di industri kripto.

“Langkah ini menunjukkan Binance sedang mencoba menutup salah satu area paling gelap dalam pasar kripto: hubungan kotor antara issuer dan market maker yang bisa memelintir volume serta harga,” tutur Tim Research Tokocrypto.

“Kalau penegakannya benar-benar keras, aturan ini bisa meningkatkan integritas listing baru, tapi juga berisiko membuka betapa busuknya praktik likuiditas semu yang selama ini dibiarkan hidup,” imbuhnya.

Pernyataan ini menyoroti bahwa meskipun aturan baru membawa potensi perbaikan, implementasinya akan menjadi kunci utama keberhasilan.

Dampak ke Pasar Kripto

Kebijakan ini berpotensi memberikan dampak luas terhadap ekosistem kripto, terutama bagi proyek baru yang ingin listing di Binance.

Di satu sisi, aturan ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dengan memastikan bahwa harga dan volume lebih mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

Namun di sisi lain, proyek yang selama ini bergantung pada praktik likuiditas buatan mungkin akan kesulitan memenuhi standar baru ini.

Hal ini juga bisa menyebabkan penurunan jumlah listing dalam jangka pendek, karena hanya proyek dengan struktur yang lebih transparan dan profesional yang mampu memenuhi persyaratan.

Menuju Pasar yang Lebih Sehat

Langkah Binance ini mencerminkan tren yang lebih besar di industri kripto: pergeseran menuju transparansi dan akuntabilitas.

Seiring meningkatnya perhatian regulator global, bursa kripto dituntut untuk menerapkan standar yang lebih tinggi guna melindungi investor dan menjaga stabilitas pasar.

Jika kebijakan ini berhasil diterapkan secara konsisten, bukan tidak mungkin akan menjadi standar baru yang diikuti oleh bursa lain.

Baca Juga: Dituding Terkait dengan Iran, Binance Gugat Wall Street Journal!

Aturan baru Binance terkait market maker menjadi sinyal kuat bahwa industri kripto sedang bergerak menuju fase yang lebih matang.

Dengan menutup celah manipulasi dan meningkatkan transparansi, perusahaan berupaya menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih adil dan terpercaya.

Namun, seperti yang disoroti pelaku industri, tantangan terbesar bukan pada aturan itu sendiri, melainkan pada seberapa konsisten dan tegas aturan tersebut ditegakkan di lapangan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Binance Raih Kemenangan Hukum di Kasus Alabama

Platform pertukaran kripto terbesar di dunia, Binance, dikabarkan meraih kemenangan hukum penting dalam kasus yang berlangsung di pengadilan Alabama, Amerika Serikat.

Kasus tersebut berkaitan dengan tuduhan bahwa aktivitas di platform Binance diduga digunakan untuk mendukung pendanaan terorisme oleh pihak ketiga.

Dalam putusannya, pengadilan menolak klaim yang diajukan terhadap Binance, sehingga memberikan kemenangan penuh bagi perusahaan tersebut dalam sengketa hukum ini.

Menurut laporan Cointelegraph, perkembangan ini menjadi salah satu kemenangan penting bagi Binance di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan pengawasan terhadap industri kripto secara global.

Putusan tersebut juga memperkuat narasi bahwa tidak semua tuduhan serius terhadap perusahaan kripto akan bertahan ketika diuji melalui proses hukum formal.

Baca Juga: Dituding Terkait dengan Iran, Binance Gugat Wall Street Journal!

Latar Belakang Gugatan terhadap Binance

Kasus ini berawal dari gugatan yang menuduh bahwa aktivitas tertentu di platform Binance digunakan oleh pihak yang diduga terkait dengan kegiatan terorisme.

Penggugat berargumen bahwa Binance dianggap memiliki tanggung jawab atas penggunaan platformnya oleh aktor ilegal.

Namun, dalam proses persidangan, pengadilan menilai bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum yang cukup kuat untuk melanjutkan tuntutan terhadap perusahaan.

Putusan ini menjadi penting karena menyentuh isu sensitif dalam industri kripto, yaitu sejauh mana platform pertukaran dapat dimintai pertanggungjawaban atas aktivitas pengguna di dalam sistem mereka.

Sebagai platform global yang melayani jutaan pengguna, Binance kerap berada di pusat perdebatan terkait pengawasan transaksi, kepatuhan regulasi, serta pencegahan aktivitas ilegal di jaringan blockchain.

Implikasi Hukum bagi Industri Kripto

Kemenangan Binance dalam kasus ini dinilai dapat memberikan preseden penting bagi industri kripto secara keseluruhan.

Salah satu perdebatan utama dalam regulasi kripto adalah apakah platform exchange harus bertanggung jawab secara hukum atas tindakan pengguna yang memanfaatkan layanan mereka untuk aktivitas ilegal.

Dalam banyak kasus, perusahaan teknologi dan platform digital sering berargumen bahwa mereka hanya menyediakan infrastruktur, sementara aktivitas pengguna berada di luar kendali langsung perusahaan.

Putusan pengadilan Alabama ini memperkuat argumen tersebut, setidaknya dalam konteks kasus yang dihadapi Binance.

Namun demikian, keputusan ini tidak berarti bahwa exchange kripto sepenuhnya terbebas dari kewajiban kepatuhan terhadap regulasi.

Sebagian besar platform tetap diwajibkan untuk menerapkan prosedur Know Your Customer (KYC), Anti-Money Laundering (AML), serta sistem pemantauan transaksi guna mencegah aktivitas ilegal di dalam ekosistem mereka.

Pandangan Analis terhadap Dampak Putusan

Menurut analis industri, kemenangan hukum seperti ini dapat memengaruhi cara regulator dan publik menilai tanggung jawab platform kripto terhadap aktivitas pengguna.

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa hasil pengadilan ini berpotensi memperkuat posisi defensif Binance dalam menghadapi sengketa hukum serupa di masa depan.

“Dari sisi regulasi, kemenangan hukum seperti ini penting karena bisa memengaruhi cara publik dan regulator menilai tanggung jawab exchange atas aktivitas ilegal pihak ketiga. Meski tidak menghapus tekanan compliance, hasil pengadilan yang menguntungkan Binance dapat memperkuat posisi defensifnya dalam sengketa hukum serupa di masa depan,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun tekanan regulasi terhadap industri kripto masih tinggi, hasil pengadilan dapat membantu memperjelas batas tanggung jawab antara platform dan pengguna.

Binance di Tengah Tekanan Regulasi Global

Selama beberapa tahun terakhir, Binance menghadapi berbagai tantangan regulasi di berbagai yurisdiksi.

Sebagai salah satu pemain terbesar di industri kripto, perusahaan ini sering menjadi sorotan regulator terkait kepatuhan terhadap aturan keuangan, perlindungan konsumen, serta pencegahan aktivitas ilegal.

Namun di sisi lain, Binance juga terus memperluas upaya kepatuhan dengan meningkatkan sistem pemantauan transaksi, memperkuat kebijakan KYC, dan bekerja sama dengan otoritas di berbagai negara.

Kemenangan hukum di Alabama menjadi salah satu perkembangan positif bagi perusahaan dalam menghadapi dinamika regulasi global yang semakin ketat.

Baca Juga: Cadangan Bitcoin Binance Tembus Level Tertinggi Sejak 2024

Prospek Sengketa Hukum Kripto ke Depan

Kasus yang melibatkan Binance ini menunjukkan bahwa sektor kripto masih berada dalam fase evolusi regulasi.

Banyak negara dan lembaga pengawas masih berupaya menentukan kerangka hukum yang tepat untuk mengatur industri yang berkembang sangat cepat ini.

Putusan pengadilan seperti yang terjadi di Alabama dapat menjadi referensi penting bagi kasus serupa di masa depan, terutama terkait tanggung jawab platform digital terhadap aktivitas pengguna.

Bagi industri kripto secara keseluruhan, perkembangan ini juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi, perlindungan pengguna, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Jika kerangka hukum yang lebih jelas dapat terbentuk, industri kripto berpotensi berkembang lebih stabil dengan kepercayaan yang lebih besar dari investor, regulator, dan masyarakat luas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Aplikasi Kripto Terbaik di Indonesia untuk Investasi Aman dan Menguntungkan


Jakarta

Berbagai aplikasi kripto kini hadir untuk memudahkan siapa saja yang ingin terjun ke dalam dunia aset digital. Namun, dengan begitu banyak pilihan yang tersedia, memilih aplikasi kripto yang tepat bisa menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu, mari kenali beberapa aplikasi kripto terbaik yang bisa menjadi pilihanmu, termasuk keunggulan dan fitur-fitur unik yang ditawarkan oleh masing-masing platform.

Setiap aplikasi memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari keamanan, kemudahan penggunaan, hingga fitur-fitur khusus yang dirancang untuk berbagai kebutuhan. Dengan memahami hal ini, kamu bisa membuat keputusan yang lebih bijak dan mengoptimalkan potensi keuntungan dari investasi kripto yang kamu lakukan.

1. Nanovest


Nanovest adalah pemain dalam dunia kripto di Indonesia yang berhasil menarik perhatian dalam waktu singkat. Didesain untuk memudahkan akses investasi, Nanovest menawarkan fitur yang unik, yaitu investasi mikro. Ini memungkinkan kamu untuk berinvestasi dengan modal kecil, bahkan dalam jumlah yang sangat minimal.

Kemudahan penggunaan aplikasi ini sangat cocok bagi kamu yang baru mengenal kripto. Antarmuka yang sederhana dan intuitif membuatnya mudah digunakan oleh siapa saja, baik pemula maupun pengguna berpengalaman. Kamu tidak perlu memiliki pengetahuan teknis mendalam untuk memulai investasi melalui Nanovest.

Keamanan Nanovest juga dilengkapi dengan sistem keamanan yang mumpuni, termasuk verifikasi dua langkah dan enkripsi data tingkat tinggi. Dalam hal regulasi, Nanovest telah mendapatkan lisensi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), sehingga menambah kepercayaan penggunanya.

Berbicara soal fitur dan kelebihan yang unik, Nanovest dibekali beberapa hal yang sangat menguntungkan. Dikutip dari website Nanovest, beberapa keunggulan di antaranya adalah:

  • Locked Staking: Mengunci saldo di akun Nanovest pada periode waktu tertentu dengan return 7% per tahun nett
  • Flexible Staking: Menyimpan saldo di akun Nanovest pada periode waktu tertentu dengan return 5% per tahun nett, return tersebut selalu bertambah setiap hari tanpa harus menunggu periode waktu yang telah ditentukan.
  • Crypto Wallet: Integrasi crypto wallet yang membuat transaksi bisa dilakukan tanpa batas geografis.
  • Free Transfer Aset: Fitur yang memperbolehkan transfer saldo digital gratis ke siapa pun di Indonesia. Penerima tidak harus terdaftar di aplikasi Nanovest.

2. Tokocrypto

Tokocrypto adalah salah satu bursa kripto di Indonesia yang dikenal dengan keandalannya. Didirikan pada tahun 2018, Tokocrypto berhasil mendapatkan lisensi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Tokocrypto menyediakan berbagai fitur yang memudahkan penggunanya dalam membeli, menjual, dan menukar aset kripto. Salah satu fitur andalannya adalah trading dengan berbagai pasangan mata uang kripto yang memungkinkan kamu melakukan diversifikasi portofolio dengan mudah.

Keamanan dan regulasi Tokocrypto menempatkan keamanan sebagai prioritas utama. Selain memiliki lisensi resmi dari BAPPEBTI, platform ini juga menerapkan sistem keamanan berlapis, termasuk penggunaan cold storage untuk menyimpan sebagian besar aset pengguna.

Kemudahan akses dan edukasi Tokocrypto tidak hanya berfokus pada pengguna berpengalaman tetapi juga pada pemula. Platform ini menyediakan berbagai materi edukasi, termasuk webinar dan artikel yang membahas tentang dasar-dasar kripto, analisis pasar, dan tips trading.

3. Pintu

Pintu adalah aplikasi kripto lain yang layak dipertimbangkan, terutama bagi kamu yang mencari platform dengan antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan. Didirikan pada tahun 2020, Pintu berhasil menarik perhatian banyak pengguna berkat pendekatan yang simpel namun efektif dalam memperdagangkan aset kripto.

Aplikasi ini dirancang untuk kamu yang mungkin belum terlalu familiar dengan teknologi kripto. Dengan hanya beberapa langkah, kamu bisa membeli atau menjual kripto tanpa kebingungan. Hal ini menjadikan Pintu sangat populer di kalangan pengguna yang mencari pengalaman trading yang sederhana.

Keamanan dan transparansi pintu memastikan semua transaksi yang dilakukan melalui aplikasinya aman dan transparan. Setiap transaksi dicatat dan bisa diakses dengan mudah, sehingga memberikan rasa aman bagi penggunanya. Selain itu, Pintu juga telah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, jadi platform ini beroperasi secara legal dan mengikuti regulasi yang berlaku di Indonesia.

4. Binance

Binance adalah salah satu bursa kripto terbesar di dunia dengan berbagai fitur yang dirancang untuk melayani segala jenis pengguna, dari pemula hingga profesional. Didirikan pada tahun 2017, Binance dengan cepat menjadi platform favorit berkat likuiditas tinggi, dengan berbagai aset kripto yang tersedia dan inovasi berkelanjutan dalam teknologi blockchain.

Fitur trading yang canggih Binance menyediakan akses ke lebih dari 300 jenis aset kripto, termasuk koin-koin populer seperti jual beli Bitcoin, Ethereum, hingga token-token yang lebih eksotis. Platform ini juga menawarkan berbagai tipe trading, seperti spot trading, margin trading, dan futures trading.

Keamanan berstandar internasional keamanan di Binance tidak main-main. Platform ini menggunakan sistem multi-tier dan multi-cluster untuk arsitektur keamanannya. Binance juga mengimplementasikan sistem Secure Asset Fund for Users (SAFU), dana darurat yang digunakan untuk melindungi aset pengguna dalam situasi ekstrem seperti peretasan.

Binance juga menyediakan berbagai layanan lain seperti staking, lending, dan kartu debit kripto yang memungkinkan kamu untuk menggunakan kripto dalam transaksi sehari-hari. Ini membuat Binance tidak hanya sebagai platform trading, tetapi juga sebagai ekosistem kripto yang lengkap untuk berbagai kebutuhan.

5. Luno

Luno adalah salah satu aplikasi kripto yang cukup populer di Asia, terutama di Indonesia. Didirikan pada tahun 2013, Luno fokus pada misi untuk membuat kripto dapat diakses oleh siapa saja dengan menekankan pada edukasi dan kemudahan penggunaan.

Aplikasi ini menawarkan antarmuka yang bersih dan sederhana, dengan panduan langkah demi langkah untuk membeli, menjual, dan menyimpan aset kripto. Kamu tidak akan merasa kewalahan saat menggunakan aplikasi ini, bahkan jika ini adalah pengalaman pertamamu dengan kripto.

Salah satu keunggulan utama Luno adalah komitmennya dalam memberikan edukasi kepada penggunanya. Luno menyediakan berbagai materi edukasi seperti artikel, video, dan webinar yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman pengguna tentang kripto. Ini sangat bermanfaat bagi kamu yang baru memulai dan ingin belajar sebelum benar-benar terjun ke dunia trading kripto.

Nah itulah sejumlah aplikasi kripto terbaik yang bisa kamu pilih. Investasi kripto menawarkan peluang besar, namun memilih aplikasi kripto yang tepat sangatlah krusial untuk memastikan kamu dapat bertransaksi dengan aman dan efisien.

Pada akhirnya, kesuksesan dalam dunia kripto tidak hanya bergantung pada fluktuasi pasar, tetapi juga pada keputusan yang kamu buat dalam memilih alat yang tepat untuk mengelola investasi. Dengan memilih aplikasi kripto yang sesuai, kamu bisa lebih tenang dan percaya diri dalam menjalani perjalanan investasi yang penuh tantangan namun menjanjikan ini.

(Content Promotion/Nanovest)



Sumber : finance.detik.com

5 Rekomendasi Aplikasi Kripto Terbaik, Mumpung Harga Bitcoin Naik


Jakarta

Kripto masih menjadi salah satu pilihan utama untuk investasi di tahun 2024. Seiring meningkatnya minat terhadap aset digital, memilih aplikasi trading kripto yang andal sangat penting.

Selain jumlah aset yang tersedia, pastikan aplikasi memiliki fitur lengkap dan lisensi resmi untuk keamanan bertransaksi. Berikut ini adalah 5 aplikasi trading kripto di Indonesia yang bisa kamu pertimbangkan seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Pluang


Pluang Foto: Pluang

Pluang menawarkan lebih dari 1000+ aset, termasuk 350+ koin kripto, saham AS, ETF, reksa dana, dan emas, cocok bagi investor yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka dengan berbagai variasi aset tersebut. Keberagaman ini juga memberikan fleksibilitas bagi pengguna pemula maupun pro untuk menyesuaikan strategi investasi mereka.

Bagi investor maupun trader menengah hingga expert, bisa mengakses Pro Features dari aplikasi yang menawarkan biaya dan spread terendah ini. Pro Features Pluang mencakup web trading tercanggih dengan dukungan advanced orders dalam mode terlengkap di pasar saat ini, seperti Market, Limit, Stop Market, dan Stop-Limit.

Selain itu, pengguna juga mungkin untuk menyesuaikan trading watchlist mereka serta menggunakan lebih dari 100 indikator di chart tanpa batasan, semuanya secara gratis. Sementara itu, pengguna baru juga akan mendapat penawaran menarik dari Pluang berupa 0% biaya transaksi kripto dan saham AS. Hal ini menjadikannya pilihan yang sangat ramah baik untuk pemula maupun profesional.

Pluang juga sangat mengutamakan keamanan dan legalitas. Aplikasi ini menjadi salah satu yang pertama di Indonesia dengan lisensi penuh sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK). Lisensi ini adalah bentuk perlindungan bagi investor, memastikan perdagangan aset kripto di Pluang telah resmi, dan memenuhi ketentuan perizinan dari Bappebti. Selain itu, lisensi ini membuktikan Pluang telah memenuhi standar operasional dan teknologi yang handal, sehingga memberikan jaminan keamanan bagi penggunanya.

Tidak hanya menawarkan kelengkapan variasi dan kelas aset, aplikasi yang dipercaya oleh lebih dari 11 juta pengguna ini menawarkan fitur terbaru yang membedakan dari kompetitor, yaitu Opsi Saham Amerika (US Stock Options). Meski masih dalam tahap beta, fitur ini termasuk salah satu yang terbaru di Indonesia, dan memungkinkan trader untuk memperoleh keuntungan baik saat pasar saham naik maupun turun.

Bagi pengguna dengan Nilai Investasi Bersih minimum Rp 100.000.000 akan secara otomatis tergabung dalam program eksklusif Pluang Plus. Terdapat berbagai keuntungan spesial yang didapatkan seperti akses ke pertemuan online ataupun offline oleh sesama investor, petinggi Pluang serta financial influencer dan expert. Pengguna Pluang Plus juga bisa menikmati biaya transaksi Saham AS yang lebih rendah dibanding pengguna reguler.

2. Pintu

Investor pemula di dunia kripto bisa mencoba aplikasi Pintu yang fokus pada kemudahan penggunaan. Pintu menawarkan lebih dari 300+ koin kripto dan fleksibilitas yang cukup luas bagi penggunanya. Salah satu fitur unggulan Pintu termasuk Web3 yang merupakan crypto wallet yang menggunakan teknologi multi-party computation (MPC).

Ini memudahkan pengguna untuk mengakses berbagai dApps, mendukung beberapa jaringan blockchain (Ethereum, BNB Smart Chain, Polygon, dll), serta mengelola aset crypto dan NFT dengan pelengkap lapisan keamanan tambahan Firewall. Pintu juga memiliki fitur Price Alert yang memungkinkan pengguna mendapat notifikasi saat harga aset kripto mencapai level tertentu. Fitur ini dapat membantu pengambilan keputusan trading dengan cepat.

Untuk keamanan yang lebih optimal, Pintu memiliki 2FA dan Google Authenticator. Aplikasi ini menjadi pilihan populer bagi mereka yang baru memulai investasi di aset digital dengan tampilan yang sederhana dan fitur-fitur yang fokus pada kripto.

3. Indodax

Indodax merupakan salah satu platform kripto terbesar dan tertua di Indonesia yang menawarkan lebih dari 410+ koin kripto dengan volume perdagangan harian yang tinggi. Aplikasi ini terkenal akan fitur Pro-nya yang menawarkan pengalaman trading secara lebih mendalam. Selain itu, dukungan integrasi dengan Trading View dan Web Trading untuk analisis harga yang lebih akurat.

Bukan hanya fitur Pro, Indodax juga menawarkan program Indodax Prioritas yang memberikan special fee bagi pengguna prioritas. Fitur unggulan lainnya termasuk Crypto Earn, yang memungkinkan pengguna mendapatkan bunga dari aset kripto yang disimpan.

4, Tokocrypto

Tokocrypto merupakan aplikasi trading kripto yang berkolaborasi dengan Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia. Aplikasi ini menawarkan lebih dari 340+ koin kripto dan berbagai pilihan aset untuk pengguna, yang menjadikannya salah satu platform terlengkap di Indonesia.

Beberapa fitur unggulannya adalah Crypto Earn, Order Book, serta dukungan untuk Advanced Order dan Web Trading. Tokocrypto juga menawarkan biaya transaksi lebih rendah bagi pengguna prioritas lewat program Tokocrypto VIP.

5. Reku

Berikutnya, Reku adalah platform kripto yang menawarkan lebih dari 175+ koin kripto. Aplikasi ini terkenal dengan layanan Reku VIP OTC, yang memberikan special fee bagi pengguna prioritas. Terdapat fitur Packs dalam Reku yang memudahkan pengguna, khususnya investor pemula, untuk membeli aset-aset saham pilihan dalam satu kategori. Selain itu, ada pula fitur Crypto Staking yang memungkinkan pengguna memperoleh bunga dari aset digital mereka.

Reku memiliki keamanan berlapis melalui 2FA dan Google Authenticator. Aplikasi ini tetap menjadi pilihan yang solid untuk pengguna yang mencari platform trading kripto sederhana namun efektif.

Kelima aplikasi di atas menawarkan berbagai keunggulan dalam hal fitur, keamanan, dan jumlah aset yang tersedia. Namun, Pluang menjadi yang menonjol karena diversifikasi asetnya, spread dan biaya terendah, serta fitur-fitur canggih seperti Pro Features dan Opsi Saham Amerika.

Sementara itu, Pintu unggul di Web 3 dan Reku dengan fitur Packs mereka. Sisanya, Indodax dan Tokocrypto unggul dalam jumlah koin kripto yang ditawarkan serta Crypto Earn. Dari kelima aplikasi tersebut, pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa mempertimbangkan fitur-fitur unggulan serta keamanan yang disediakan oleh masing-masing platform.

Saksikan juga video: Elon Musk Dinyatakan Tak Bersalah Atas Tudingan Manipulasi Dogecoin

[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)



Sumber : finance.detik.com

Trump Mau Bikin Kripto Berjaya, Janji Bakal Longgarkan Aturan


Jakarta

Donald Trump ingin membuat popularitas aset kripto naik, Presiden Terpilih Amerika Serikat itu dikabarkan akan melonggarkan aturan untuk perusahaan kripto di negaranya.

Sejak kampanye untuk kembali menjadi presiden, Trump memang aktif mempromosikan mata uang kripto. Melansir Reuters, Minggu (19/1/2025), kini dia berencana untuk menggunakan kekuasaannya untuk mengurangi regulasi yang dihadapi oleh perusahaan aset kripto. Bahkan, Trump disebut ingin mempromosikan adopsi aset digital dalam beberapa hari pertamanya menjabat.

Kabar soal rencana melonggarkan aturan untuk kripto pertama kali berembus pada hari Kamis kemarin. Bloomberg News melaporkan rencana kelonggaran aturan ini muncul setelah Trump berencana untuk mengeluarkan perintah eksekutif yang membentuk dewan kripto. Dewan yang akan beranggotakan 20 orang ahli itu akan membantunya memberi nasihat kepada pemerintah tentang kebijakan yang ramah terhadap kripto.


Penasihat Trump juga telah membahas penggunaan perintah eksekutif untuk mengarahkan Komisi Sekuritas dan Bursa untuk mencabut pedoman akuntansi tahun 2022 yang dikenal sebagai SAB 121.

SAB 121 dinilai terlalu mahal bagi beberapa perusahaan, khususnya bank, untuk menyimpan mata uang kripto atas nama pihak ketiga. Trump juga diperkirakan akan memerintahkan diakhirinya Operation Choke Point 2.0, operasi ini menurut para eksekutif kripto merupakan upaya bersama oleh regulator bank untuk mencekik perusahaan kripto keluar dari sistem keuangan tradisional.

Operasi itu memerintahkan bank untuk menolak memberikan layanan kepada pengguna kripto. Regulator bank membantah adanya upaya semacam itu, namun selama ini operasi itu diyakini sudah berjalan dengan masif.

Belum jelas apakah Trump akan mengarahkan perubahan regulasi kripto melalui satu atau beberapa perintah eksekutif, tetapi sumber informasi yang ada mengatakan tujuannya adalah untuk segera mengirimkan sinyal kuat bahwa pemerintahan baru secara luas mendukung adopsi aset digital.

Kebijakan Trump berpotensi mendorong mata uang kripto ke arus utama. Hal itu sangat kontras dengan kebijakan Presiden Joe Biden yang kurang mendukung aset kripto.

Biden berupaya untuk melindungi warga Amerika dari penipuan dan pencucian uang, menindak tegas perusahaan kripto, menggugat bursa Coinbase, Binance, Kraken, dan puluhan lainnya di pengadilan federal.

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com

Trump Beri Perintah Rombak Kebijakan Demi Industri Kripto


Jakarta

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan pembentukan kelompok kerja mata uang kripto tak lama setelah dirinya dilantik. Kelompok itu bertugas mengusulkan peraturan aset digital baru serta menjajaki pembuatan stok kripto nasional.

Hal tersebut sesuai dengan janji kampanyenya terkait perombakan kebijakan kripto di AS. Dalam perintahnya, Trump melarang pembuatan mata uang digital bank sentral di AS yang dapat menyaingi mata uang kripto yang ada.

Perintah Trump juga meminta layanan perbankan agar perusahaan kripto dilindungi. Hal itu mengacu pada klaim industri kripto yang menuding regulator AS mempersulit industri mereka mendapatkan pendanaan dari perbankan.


Dikutip dari Reuters, Jumat (24/1/2025), semasa kampanye Trump berjanji menjadi ‘presiden kripto’ dan mempromosikan aset digital itu. Langkah Trump kontras dengan regulasi di masa pemerintahan Presiden Joe Biden yang cenderung mengawasi ketat industri tersebut.

Hal itu dilakukan Biden dalam upayanya melindungi masyarakat dari ancaman penipuan hingga potensi pencucian uang. Sejumlah perusahaan kripto seperti Coinbase, Binance, dan lusinan platform lainnya diseret ke ranah hukum karena dituding melanggar undang-undang AS.

Adapun keputusan Trump disambut baik oleh industri kripto. Perintah Trump terbaru dinilai bakal mendorong perubahan besar dalam kebijakan aset digital AS.

“Perintah eksekutif kripto hari ini menandai perubahan besar dalam kebijakan aset digital AS,” kata Nathan McCauley, CEO dan salah satu pendiri perusahaan kripto Anchorage Digital.

Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru US$ 109,071 pada hari Senin di tengah kegembiraan investor atas pemerintahan baru yang ramah kripto. Meskipun nilainya sempat turun menjadi sekitar US$ 103,000 pada Kamis sore.

“Hanya beberapa hari dalam masa pemerintahannya, Presiden Trump memenuhi janjinya untuk menjaga Amerika Serikat menjadi pemimpin dalam inovasi aset digital,” ujar Senator Tim Scott, ketua Komite Perbankan Senat dari Partai Republik

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Bitcoin dan Mata Uang Kripto Lainnya Lesu Sepekan Usai Trump Dilantik


Jakarta

Kurang dari seminggu usai dilantiknya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) pada Senin (20/1/2025) lalu, instrumen mata uang kripto mengalami pergerakan harga variatif.

Harga Bitcoin (BTC) misalnya, mengalami pelemahan dalam sepekan terakhir per tanggal 26 Januari 2025. Berdasarkan data CoinMarketCap Minggu (26/1/2025) pukul 17.20 WIB, harga BTC melemah 0,31% ke level Rp 1.690.576.804.

Hingga hari ini, BTC mencatatkan kapitalisasi pasar di level Rp 33.5 kuadraliun atau menguat 0,18%. Sementara volume transaksi tercatat sebanyak Rp 344.95 triliun per hari ini pukul 17.23 WIB.


Sementara Fully Diluted Value (FDV) BTC ada di level Rp 35,5 kuadraliun dengan volume kapitalisasi pasar 1,03%. Suplai total tercatat sebesar 19,81 miliar BTC dan suplai maksimum 21 miliar. Dengan begitu, total suplai beredar BTC sebanyak 19,81 miliar.

Sementara mata uang Solana (SOL) mengalami tren anjlok sepekan terakhir sebesar 11,95% ke level Rp 4.095.486 dalam sepekan terakhir. Namun begitu, mata uang ini mengalami penguatan kapitalisasi pasar sebesar Rp 1,99 kuadraliun atau menguat 2,31% dengan volume harian Rp 68,7 triliun atau melemah 31,29%.

Nasib serupa juga dialami Binance (BNB) yang melemah 0.77% ke level Rp 11.073.117 sepekan terakhir. CoinMarketCap mencatat kapitalisasi BNB naik 0.16% ke level Rp 1.57 kuadraliun dengan volume transaksi Rp 23.72 triliun atau melemah 4,12% dalam rentang waktu 24 jam terakhir.

Lain halnya dengan Ethereum (ETH), terlihat menguat 3,59% berdasarkan data CoinMarketCap dalam sepekan terakhir. Adapun Ethereum tercatat di level Rp 53.375.667. Adapun kapitalisasi pasar ETH menguat 0,27% ke level Rp 6.43 kuadraliun dengan volume transaksi harian Rp 204.66 triliun atau melemah 36,87%.

Tren menghijau juga diikuti mata uang XRP. CoinMarketCap mencatat penguatan tipis sebesar 0,29% di level Rp 50.439. Kapitalisasi pasar XRP juga meningkat 0,85% ke level Rp 2.9 kuadraliun kendati volume transaksi melemah 36,36% ke angka Rp 50.33 triliun.

Diketahui sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan pembentukan kelompok kerja mata uang kripto tak lama setelah dirinya dilantik. Kelompok itu bertugas mengusulkan peraturan aset digital baru serta menjajaki pembuatan stok kripto nasional.

Hal tersebut sesuai dengan janji kampanyenya terkait perombakan kebijakan kripto di AS. Dalam perintahnya, Trump melarang pembuatan mata uang digital bank sentral di AS yang dapat menyaingi mata uang kripto yang ada.

Perintah Trump juga meminta layanan perbankan agar perusahaan kripto dilindungi. Hal itu mengacu pada klaim industri kripto yang menuding regulator AS mempersulit industri mereka mendapatkan pendanaan dari perbankan.

Lihat juga Video: Trump Tunjuk Eks Kepala Paypal Jadi Pimpinan AI-Kripto Gedung Putih

[Gambas:Video 20detik]

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com