Tag: binance

  • Naik 26% Dalam 90 Hari, BNB Targetkan All-Time High?

    Binance Coin (BNB), token asli dari ekosistem Binance, kembali menunjukkan taringnya di pasar kripto.

    Dengan harga saat ini yang mencapai $746.83 per BNB, aset ini semakin mendekati rekor tertingginya di angka $793.35.

    Lonjakan harga ini tak hanya menjadi sorotan para trader harian, tetapi juga menarik perhatian investor jangka panjang yang mulai melihat potensi besar BNB di tengah pemulihan pasar kripto global.

    Kinerja BNB: Melesat Dalam 90 Hari!

    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Jumat, 18 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Jumat, 18 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Harga BNB Tembus $710, Bukti Binance Coin Paling Stabil

    Dalam 24 jam terakhir, BNB mencatat kenaikan sebesar 3.94%, dengan harga sempat menyentuh level tertinggi harian di $748.43.

    Tapi bukan itu saja, dalam jangka waktu yang lebih panjang, performa BNB semakin memukau, dengan detail sebagai berikut:

    • 7 hari: Naik 7.7%
    • 30 hari: Naik 14.19%
    • 60 hari: Naik 16.83%
    • 90 hari: Meroket 25.97%

    Dengan volume perdagangan mencapai $3.01 miliar dalam 24 jam, serta kapitalisasi pasar tembus $104.03 miliar, BNB kini kembali mengukuhkan posisinya sebagai kripto terbesar ke-5 di dunia berdasarkan valuasi pasar.

    Apa yang Mendorong Kenaikan Harga BNB?

    Beberapa faktor utama diyakini menjadi pendorong kuat di balik kenaikan ini:

    1. Pemulihan Pasar Kripto Global
      Bitcoin dan Ethereum menunjukkan tren bullish, dan hal ini turut mengangkat altcoin besar seperti BNB yang memiliki fundamental kuat.
    2. Ekosistem Binance yang Terus Berkembang
      Binance sebagai exchange terbesar dunia terus menambahkan fitur-fitur baru, memperkuat posisi BNB sebagai bahan bakar utama dalam ekosistemnya—mulai dari trading fee, staking, hingga DeFi.
    3. Burning BNB yang Konsisten
      Mekanisme pembakaran (burning) token BNB secara berkala membantu mengurangi pasokan beredar dan menciptakan tekanan deflasi, yang mendorong harga naik seiring meningkatnya permintaan.
    4. Adopsi di Berbagai Platform DeFi dan NFT
      BNB Chain terus berkembang sebagai salah satu jaringan blockchain paling aktif, dengan adopsi luas dalam sektor NFT, GameFi, dan DeFi.

    All-Time High Semakin Dekat

    Dengan harga saat ini hanya terpaut sekitar 6% dari rekor tertinggi sepanjang masa ($793.35), banyak analis dan trader mulai berspekulasi bahwa BNB siap menembus ATH dalam waktu dekat.

    Apalagi, jika sentimen pasar tetap positif dan Binance terus memperluas jangkauan globalnya.

    Tetap Waspada Volatilitas

    Meski prospeknya cerah, perlu diingat bahwa pasar kripto terkenal sangat volatil.

    BNB pun tidak luput dari fluktuasi harga yang tajam, terutama jika terjadi perubahan regulasi atau dinamika pasar makro secara tiba-tiba.

    Baca Juga: BNB Menggeliat! Harga Tembus $689, Siap Cetak Rekor Baru?

    BNB kini berada di jalur yang sangat positif menuju pemulihan harga maksimal.

    Didukung oleh ekosistem Binance yang luas dan fundamental yang kuat, BNB kembali menjadi salah satu altcoin yang paling menjanjikan di tahun 2025 ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga BNB Tembus $710, Bukti Binance Coin Paling Stabil

    Harga Binance Coin (BNB) kembali menunjukkan performa impresif. Per 17 Juli 2025, harga BNB telah menembus level $710.03 per BNB.

    Nilai tersebut mencatatkan kenaikan harian sebesar +3.36%, dan membawa kapitalisasi pasar mendekati angka $98.90 miliar USD.

    Peningkatan ini memperkuat posisi BNB di peringkat #5 kripto global paling bernilai, menandai momentum positif di tengah pemulihan pasar altcoin.

    Baca Juga: BNB Menggeliat! Harga Tembus $689, Siap Cetak Rekor Baru?

    Tren Kenaikan Stabil dalam 3 Bulan Terakhir

    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Kamis, 17 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Kamis, 17 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Kinerja harga BNB tidak hanya kuat dalam jangka pendek. Data historis menunjukkan bahwa selama 30, 60, hingga 90 hari terakhir, BNB konsisten mencatat kenaikan yang sehat:

    • 30 hari terakhir: naik $54.57 atau +8.32%
    • 60 hari terakhir: naik $66.86 atau +10.39%
    • 90 hari terakhir: melonjak $121.00 atau +20.53%

    Dengan ini, BNB membuktikan diri sebagai salah satu aset kripto yang paling stabil dan menguntungkan di tengah fluktuasi pasar.

    Apalagi, saat sebagian besar altcoin masih berjuang untuk pulih, BNB justru terus menguat dan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di angka $793.35.

    Aktivitas Pasar & Data Teknis

    BNB juga menunjukkan likuiditas tinggi, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir mencapai $2.58 miliar USD.

    Hal ini menandakan bahwa minat investor terhadap BNB tetap tinggi, baik dari kalangan ritel maupun institusi.

    Rentang harga dalam 24 jam terakhir memperlihatkan volatilitas yang sehat:

    • Harga terendah: $686.81
    • Harga tertinggi: $722.22

    Sementara itu, harga terus bergerak naik dengan kenaikan +0.07% dalam satu jam terakhir, dan +5.68% dalam 7 hari terakhir, menjadikan BNB sebagai salah satu top performer mingguan di pasar kripto saat ini.

    Faktor Pemicu Lonjakan Harga

    Beberapa faktor yang diyakini mendorong penguatan BNB antara lain:

    1. Pemulihan ekosistem Binance: Setelah melewati sejumlah tantangan regulasi, Binance berhasil mempertahankan dominasinya dengan inovasi dan ekspansi layanan.
    2. Pertumbuhan utilitas BNB: Digunakan sebagai fee trading, pembayaran token gas di BNB Chain, serta dalam staking dan DeFi, BNB terus memperluas fungsionalitasnya.
    3. Burning mekanisme aktif: Program auto-burn BNB secara berkala terus mengurangi total suplai, memberi tekanan pasokan yang mendukung harga naik.

    Potensi Menuju ATH

    Dengan harga saat ini di $710, BNB hanya terpaut sekitar 10% dari ATH-nya di angka $793.35.

    Jika tren kenaikan berlanjut didorong oleh aktivitas pengguna, staking, dan ekspansi Binance Smart Chain, maka rekor harga baru bisa tercipta dalam waktu dekat.

    Analis teknikal memperkirakan bahwa jika BNB mampu bertahan di atas $700 selama beberapa hari ke depan, maka level resistensi berikutnya berada di kisaran $740–$760, sebelum mencoba menembus ATH.

    Baca Juga: BNB Melonjak ke Angka Fantastis, Pertanda Awal Bull Run Baru?

    BNB kembali membuktikan dirinya sebagai aset kripto unggulan dengan performa stabil dan kenaikan berkelanjutan.

    Dengan kombinasi utilitas yang kuat, ekosistem Binance yang berkembang, serta minat pasar yang terus tumbuh, BNB berpotensi mencetak rekor baru dalam waktu dekat.

    Bagi investor, momen saat ini bisa menjadi peluang strategis untuk mempertimbangkan BNB sebagai bagian dari portofolio aset digital yang solid.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dituding Terkait dengan Iran, Binance Gugat Wall Street Journal!

    Bursa kripto terbesar di dunia, Binance, resmi mengajukan gugatan hukum terhadap media finansial The Wall Street Journal.

    Gugatan ini berkaitan dengan sebuah artikel yang diterbitkan pada Februari lalu yang menyinggung dugaan adanya aliran dana kripto terkait Iran melalui platform Binance.

    Dalam pernyataannya, Binance menilai bahwa laporan tersebut tidak akurat, menyesatkan, dan mencemarkan nama baik perusahaan.

    Oleh karena itu, exchange tersebut memilih menempuh jalur hukum untuk membantah tuduhan yang dianggap merugikan reputasinya.

    Kasus ini mencerminkan semakin intensnya konflik antara pelaku industri kripto, media, dan regulator, terutama ketika isu yang dibahas berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi serta potensi aktivitas keuangan ilegal lintas negara.

    Baca Juga: Whale Serbu Binance US$8,3 Miliar, Sinyal Jual Bitcoin Besar-Besaran?

    Latar Belakang Gugatan Binance

    Menurut laporan The Block, Artikel yang menjadi sumber sengketa tersebut menyinggung kemungkinan adanya aliran dana kripto yang terkait dengan Iran melalui ekosistem Binance.

    Tuduhan semacam ini sensitif karena berkaitan dengan sanksi internasional serta pengawasan terhadap aktivitas keuangan global.

    Binance membantah keras klaim tersebut dan menyatakan bahwa laporan tersebut tidak mencerminkan praktik kepatuhan yang telah diterapkan oleh perusahaan.

    Dalam beberapa tahun terakhir, Binance memang berupaya meningkatkan standar kepatuhan dengan memperkuat prosedur Know Your Customer (KYC), sistem pemantauan transaksi, serta kerja sama dengan berbagai regulator di berbagai negara.

    Langkah hukum terhadap Wall Street Journal menjadi salah satu upaya perusahaan untuk melindungi reputasi sekaligus menegaskan komitmennya terhadap kepatuhan regulasi.

    Sengketa Media dan Industri Kripto Semakin Sering Terjadi

    Kasus ini juga menunjukkan tren baru di industri kripto, di mana sengketa antara perusahaan blockchain dan media semakin sering berujung pada proses hukum.

    Seiring dengan meningkatnya pengawasan regulator terhadap sektor kripto, isu seperti pencucian uang, pendanaan ilegal, serta kepatuhan terhadap sanksi internasional menjadi topik yang sangat sensitif.

    Ketika laporan media menyinggung kemungkinan pelanggaran dalam area tersebut, perusahaan kripto sering kali merasa perlu mengambil langkah hukum untuk membela reputasi mereka.

    Situasi ini menandakan bahwa industri kripto kini semakin matang, di mana konflik narasi tidak hanya terjadi di ruang publik tetapi juga dibawa ke ranah hukum formal.

    Pentingnya Narasi Kepatuhan bagi Exchange Besar

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kasus ini menyoroti betapa pentingnya isu kepatuhan bagi platform exchange kripto berskala global.

    Exchange besar seperti Binance berada di bawah pengawasan ketat regulator di berbagai yurisdiksi, sehingga tuduhan terkait aktivitas ilegal dapat berdampak langsung terhadap reputasi dan operasional mereka.

    “Dari sisi regulasi, kasus ini penting karena menunjukkan betapa sensitifnya narasi kepatuhan bagi exchange besar. Jika tuduhan terkait aliran dana ilegal terus menjadi bahan konflik hukum dan reputasi, tekanan pada CEX untuk memperkuat transparansi, compliance, dan pengelolaan risiko akan semakin besar di mata regulator maupun publik,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Ringkasnya, reputasi terkait kepatuhan kini menjadi salah satu faktor utama dalam keberlangsungan bisnis exchange kripto.

    Tekanan Regulasi terhadap Industri Kripto

    Industri kripto global dalam beberapa tahun terakhir memang menghadapi peningkatan pengawasan dari berbagai regulator.

    Banyak negara kini menuntut exchange untuk menerapkan standar kepatuhan yang lebih ketat, termasuk pelaporan transaksi dan pengawasan aktivitas mencurigakan.

    Dalam konteks ini, setiap tuduhan terkait aliran dana ilegal atau pelanggaran sanksi internasional dapat memicu perhatian regulator dan memengaruhi kepercayaan pengguna.

    Oleh karena itu, exchange besar semakin berinvestasi dalam teknologi pemantauan transaksi serta kerja sama dengan lembaga penegak hukum untuk memastikan aktivitas di platform mereka tetap sesuai dengan regulasi.

    Baca Juga: Ketegangan AS–Iran Guncang Kripto, XRP Turun 4%: Potensi Naik?

    Dampak Potensial bagi Industri

    Terlepas dari hasil akhir gugatan tersebut, kasus Binance melawan Wall Street Journal berpotensi menjadi preseden penting dalam hubungan antara media dan industri kripto.

    Jika sengketa semacam ini semakin sering terjadi, perusahaan kripto kemungkinan akan lebih aktif dalam menanggapi laporan media yang dianggap tidak akurat atau merugikan.

    Di sisi lain, media juga akan terus memainkan peran penting dalam mengawasi industri yang masih berkembang ini.

    Bagi pasar kripto secara keseluruhan, kasus ini menjadi pengingat bahwa isu transparansi, kepatuhan regulasi, dan reputasi perusahaan kini menjadi elemen yang semakin krusial dalam menentukan arah perkembangan industri di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Likuiditas Kripto Lemah? Cadangan Stablecoin Bursa Kripto Anjlok 19%

    CryptoQuant menyebut cadangan stablecoin di Binance turun 18,6% sejak November dan kini berada di level yang terakhir terlihat pada Oktober. Menurut analis CryptoQuant Darkfost, cadangan stablecoin di bursa biasanya bergerak mengikuti permintaan investor, sehingga arus stablecoin dapat menjadi proksi untuk membaca dinamika likuiditas di pasar kripto.

    Walau cadangan menurun, Binance disebut masih memegang sekitar 64% dari total cadangan stablecoin di seluruh bursa. Namun, karena skala Binance yang besar, perubahan perilaku di platform ini dinilai menjadi sinyal yang penting untuk dipantau. Darkfost menilai pasar membutuhkan arus masuk stablecoin yang kembali menguat agar tren likuiditas saat ini bisa berbalik dan kondisi pasar lebih stabil.

    Apa Arti Penurunan Cadangan Stablecoin di Bursa

    Baca juga: Cadangan Bitcoin Binance Tembus Level Tertinggi Sejak 2024

    Dilaporkan Cointelegraph, kontraksi cadangan stablecoin di bursa umumnya diartikan sebagai penarikan likuiditas dari pasar kripto, misalnya ketika investor menukar stablecoin kembali ke fiat alih-alih menyimpannya di bursa untuk re-entry. Darkfost menambahkan, salah satu tekanan utama yang membebani pasar saat ini adalah minimnya likuiditas baru yang masuk, dan dari perspektif lintas pasar, kondisi dinilai tidak mudah membaik dalam waktu dekat.

    Data DeFiLlama menunjukkan kapitalisasi pasar stablecoin global cenderung mendatar di kisaran sedikit di atas US$300 miliar sejak Oktober. Setelah dua tahun bertumbuh kuat—dengan sirkulasi stablecoin naik sekitar 150%—pasar kini masuk fase datar. Periode penurunan besar terakhir disebut terjadi pada pertengahan 2022 pasca runtuhnya Terra/Luna, dan pemulihannya baru terlihat kembali pada November 2023, sekitar 18 bulan kemudian.

    Faktor Suku Bunga AS Masih Menahan Likuiditas

    Likuiditas juga dipengaruhi oleh suku bunga AS. Dalam laporan tersebut, Federal Reserve Governor Christopher Waller disebut membuka kemungkinan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret jika data tenaga kerja Februari menunjukkan kondisi yang “lebih solid”.

    Sementara itu, pasar futures CME memproyeksikan probabilitas 95,5% suku bunga tetap tidak berubah pada Maret, yang dinilai menambah hambatan bagi pemulihan likuiditas pasar kripto.

    kalau kamu mau, aku bisa bikinkan 5–7 opsi judul alternatif yang lebih “tajam” dengan gaya media yang kamu pakai (misal lebih dramatis, lebih data-driven, atau lebih netral).

    Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan cadangan stablecoin sebesar 0 miliar di Binance adalah indikator makro on-chain yang mengkhawatirkan bagi kelanjutan reli pasar.

    “Binance menguasai 64% total cadangan stablecoin global, sehingga pergeseran perilaku investor di sana menjadi sinyal ‘early warning’ akan adanya krisis likuiditas. Selama arus masuk (inflow) stablecoin baru belum terlihat, volatilitas harga aset kripto cenderung tetap tinggi dengan risiko penurunan lanjutan,” jelasnya.

    Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga World Liberty Financial (WLFI) Meroket 12%, Apa Pendorongnya?

    World Liberty Financial (WLFI), proyek kripto yang didukung oleh keluarga Trump, mencuri perhatian pasar kripto global setelah mencatat lonjakan harga dua digit, mengalahkan performa raksasa seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

    Dalam 24 jam terakhir, harga harga WLFI naik 12,91% menjadi $0,1408, dengan volume perdagangan melonjak 128%, menandakan meningkatnya likuiditas dan tekanan beli yang signifikan.

    Kenaikan ini terjadi di tengah kabar besar dari dunia politik dan kripto: Presiden Donald Trump memberikan grasi kepada pendiri Binance, Changpeng “CZ” Zhao, yang sebelumnya dijatuhi hukuman atas pelanggaran aturan anti pencucian uang di Amerika Serikat.

    WLFI Pimpin Pasar Kripto, Kalahkan Bitcoin dan Ethereum

    Lonjakan ini membuat WLFI melampaui performa dua aset kripto terbesar di dunia:

    • Bitcoin (BTC) naik tipis +1,67%,
    • Ethereum (ETH) menguat +1,50%,
      sementara WLFI justru melesat lebih dari +12% hanya dalam sehari.

    Data menunjukkan volume perdagangan WLFI meningkat lebih dari dua kali lipat, mencerminkan minat beli baru yang kuat.

    Menurut laporan Benzinga pada Jumat (24/10), pergerakan harga ini menandakan masuknya investor baru yang berspekulasi terhadap dampak politik dan sentimen pro-kripto dari Trump.

    Baca Juga: Presiden Prabowo Ingin Temui Eric Trump, Ada Hubungannya dengan $WLFI?

    Grasi Trump ke CZ: Pemicu Utama Lonjakan WLFI

    Katalis utama di balik lonjakan harga ini adalah putusan kontroversial Donald Trump yang memberikan grasi kepada Changpeng Zhao (CZ), pendiri Binance, yang sebelumnya dihukum karena melanggar peraturan AML (anti-money laundering).

    Keputusan ini menimbulkan euforia besar di komunitas kripto, terutama di kalangan pendukung Trump yang melihat langkah tersebut sebagai sinyal kuat bahwa administrasi Trump mendukung kebebasan finansial dan desentralisasi.

    Menariknya, World Liberty Financial memiliki hubungan bisnis tidak langsung dengan Binance. Pada awal tahun ini, stablecoin WLFI — World Liberty Financial USD (USD1), dipilih untuk menyelesaikan kesepakatan senilai $2 miliar antara Binance dan firma investasi Abu Dhabi, MGX Capital.

    Dengan adanya keterkaitan tersebut, kabar grasi kepada CZ secara tidak langsung memberikan dorongan positif terhadap sentimen pasar terhadap WLFI.

    Perjalanan Berat WLFI Sejak Diluncurkan

    Meski kini tengah menikmati reli besar, WLFI bukan tanpa masalah.

    Sejak debut perdagangan publik bulan lalu, token ini telah mengalami penurunan hampir 70% dari puncak tertingginya, dan turun lebih dari 54% sejak hari pertama listing.

    Penurunan drastis ini telah menghapus lebih dari $3 miliar kapitalisasi pasar, membuat banyak analis meragukan daya tahan fundamental proyek ini.

    Namun, lonjakan terbaru menunjukkan adanya potensi pembalikan tren (trend reversal), setidaknya untuk jangka pendek.

    Menurut situs resmi proyek, keluarga Trump menguasai sekitar 22,5 miliar token WLFI, yang kini bernilai lebih dari $3 miliar USD berdasarkan harga pasar saat ini.

    Angka tersebut menempatkan mereka sebagai pemegang terbesar WLFI, memperkuat persepsi publik bahwa token ini berperan sebagai “aset politik digital” di bawah pengaruh Trump.

    Analisa Pasar: Antara Peluang dan Risiko

    Kenaikan tajam WLFI tentu menarik perhatian trader, namun sejumlah analis memperingatkan bahwa reli ini bisa menjadi “bull trap” — kenaikan jangka pendek akibat spekulasi politik.

    “Lonjakan WLFI didorong oleh berita, bukan fundamental proyek. Volume tinggi bisa berujung pada volatilitas ekstrem,” ujar analis dari CryptoSlate.

    Namun, bagi sebagian investor, WLFI dianggap sebagai representasi ‘Trumponomics versi blockchain’, dengan misi menjadikan Amerika Serikat pemimpin di dunia keuangan digital.

    Jika proyek ini berhasil menarik mitra institusional baru — terutama setelah langkah simbolik Trump membebaskan CZ — potensi kebangkitan jangka menengah masih terbuka.

    Baca Juga: Donald Trump Kaji Kebijakan 401(k), Dana Pensiun Warga AS Pakai Kripto?

    WLFI Jadi Simbol Kebangkitan “Kripto Politik”

    Reli 12% WLFI dalam 24 jam terakhir menunjukkan betapa kuatnya hubungan antara politik dan pasar kripto.

    Grasi Trump terhadap pendiri Binance tidak hanya menimbulkan efek domino pada persepsi regulasi, tetapi juga menjadi katalis bagi token-token yang berafiliasi secara politik.

    Dengan volume perdagangan yang melonjak 128% dan meningkatnya minat investor, WLFI kini menjadi tokoh utama dalam narasi kripto-politik global.

    Meski volatilitas masih tinggi, pasar tampaknya mulai melihat Trump-backed tokens sebagai fenomena baru dalam dunia aset digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aster Berpotensi Naik 400% di Tengah Gebrakan YZi Labs

    Dunia kripto tengah menyoroti langkah besar yang berkaitan dengan ASTER dan YZi Labs, entitas yang sebelumnya dikenal sebagai Binance Labs, setelah mengumumkan pendanaan ekosistem senilai $1 miliar untuk mempercepat pengembangan Web3, AI, dan blockchain. Namun di balik gebrakan tersebut, satu nama mencuri perhatian: Aster (ASTER), DEX berbasis BNB Chain yang baru meluncur dan sudah melesat ribuan persen.

    YZi Labs Siapkan Dana Jumbo untuk Ekosistem BNB Chain

    Pendanaan ini merupakan bagian dari strategi rebranding YZi Labs untuk memperluas jangkauan investasi dan memperkuat jalur inovasi di dalam ekosistem BNB Chain. Sejarah menunjukkan bahwa inisiatif besar seperti ini sering kali menjadi katalisator bagi pertumbuhan eksplosif proyek-proyek yang terlibat di dalamnya.

    YZi Labs juga akan mengintegrasikan program YZi Residency dengan akselerator Most Valuable Builder (MVB) milik BNB Chain, di mana proyek-proyek terpilih bisa memperoleh pendanaan hingga $500.000 serta dukungan langsung dari tim inti BNB Chain.

    Aster: Kandidat Potensial dalam Ekosistem Miliaran Dolar

    Di antara banyak proyek Web3 yang sedang berkembang di BNB Chain, Aster (ASTER) disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk mendapatkan dukungan dari dana ekosistem YZi Labs.

    Dilaporkan Coinspeaker, DEX ini dibangun di atas BNB Chain dan telah mencatat lonjakan harga lebih dari 2.000% hanya dalam beberapa minggu sejak diluncurkan. Kecepatan adopsi Aster dan kesesuaiannya dengan visi ekspansi DeFi BNB membuatnya menonjol di antara pesaing lain.

    Dengan BNB Chain yang kini memimpin dalam volume transaksi harian, aktivitas DEX, dan jumlah pengguna aktif, mencapai hampir 57,8 juta alamat aktif bulanan, Aster memiliki landasan yang sangat kuat untuk mendorong reli berikutnya.

    Analisis Teknis: Aster Bersiap untuk Penembusan Besar

    Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Prediksi Harga Aster 2025–2026: Potensi & Risiko

    Saat ini, harga Aster berada di kisaran $1,76, turun sekitar 3,5% dalam 24 jam terakhir. Pola harga menunjukkan formasi segitiga simetris, yang sering kali menjadi pertanda fase konsolidasi sebelum penembusan volatilitas tinggi.

    • Support kuat berada di sekitar $1,50.
    • Resistance utama berada di level $3, $5, dan $10, dengan target kenaikan potensial mencapai 400% dari harga saat ini.
    • RSI netral dan MACD mendatar menunjukkan pasar tengah menunggu katalis besar berikutnya sebelum arah baru terbentuk.

    Jika ASTER berhasil menembus resistance atas, momentum bullish bisa membawa token ini ke level psikologis yang jauh lebih tinggi, sejalan dengan arus investasi baru yang mungkin mengalir dari dana YZi Labs.

    Tahap Konsolidasi Sebelum Lonjakan Baru?

    Secara fundamental, Aster berada di posisi strategis untuk menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari inisiatif miliaran dolar YZi Labs. Dukungan pendanaan, peningkatan likuiditas, dan kolaborasi dengan ekosistem BNB yang sudah mapan bisa memperkuat posisi ASTER sebagai salah satu pemain utama DeFi generasi baru.

    Jika momentum positif di ekosistem BNB Chain terus meningkat, fase konsolidasi Aster saat ini bisa menjadi batu loncatan menuju reli berikutnya. Investor jangka menengah hingga panjang mungkin melihat periode ini sebagai kesempatan akumulasi sebelum proyek memasuki fase pertumbuhan baru.

    Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Token IDO Teratas di Binance Wallet: MYX Finance Meroket 66%

    Sektor Initial DEX Offering (IDO) kembali memanas di ekosistem Binance Wallet. Sejumlah token unggulan mencatat lonjakan harga signifikan, menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap proyek baru berbasis Web3, AI, dan DeFi.

    Berdasarkan data CoinMarketCap terbaru, lima token IDO teratas di Binance Wallet mencatat pergerakan harga positif dalam sepekan terakhir, dipimpin oleh MYX Finance (MYX) yang melonjak lebih dari 66%, diikuti oleh Lorenzo Protocol (BANK) yang hampir mendekati 100%.

    MYX Finance (MYX)

    MYX Finance (MYX).
    MYX Finance (MYX).
    • Harga: US$5,19
    • Kenaikan 7 hari: +66,06%
    • Kapitalisasi pasar: US$1,07 miliar
    • Volume 24 jam: US$104 juta

    Sebagai proyek yang fokus pada likuiditas dan strategi yield otomatis, MYX Finance menjadi bintang utama minggu ini. Lonjakan volume dan kapitalisasi pasar menunjukkan minat kuat dari investor ritel dan institusional.

    Hemi (HEMI)

    • Harga: US$0,09003
    • Kenaikan 7 hari: +8,41%
    • Kapitalisasi pasar: US$88 juta
    • Volume 24 jam: US$624 juta

    Hemi menunjukkan tren stabil dengan volume perdagangan harian yang jauh lebih besar dibanding kapitalisasi pasarnya, sinyal bahwa token ini tengah jadi incaran spekulan jangka pendek.

    OKZOO (AIOT)

    OKZOO (AIOT).
    OKZOO (AIOT).
    • Harga: US$0,9289
    • Kenaikan 7 hari: +8,48%
    • Kapitalisasi pasar: US$76,65 juta
    • Volume 24 jam: US$12,15 juta

    Token AIOT dari proyek OKZOO menggabungkan kecerdasan buatan dan Internet of Things, sektor yang sedang booming di tengah tren AI-driven blockchain.

    Holoworld AI (HOLO)

    • Harga: US$0,1973
    • Kenaikan 7 hari: +8,88%
    • Kapitalisasi pasar: US$68,55 juta
    • Volume 24 jam: US$57,15 juta

    Holoworld AI terus menarik perhatian karena pendekatannya dalam menggabungkan realitas virtual dan AI generatif untuk dunia metaverse.

    Lorenzo Protocol (BANK)

    • Harga: US$0,1370
    • Kenaikan 7 hari: +96,01%
    • Kapitalisasi pasar: US$59,99 juta
    • Volume 24 jam: US$84,88 juta

    Lorenzo Protocol tampil sebagai “kuda hitam” dengan hampir melipatgandakan nilainya hanya dalam seminggu. Proyek DeFi ini dikenal dengan mekanisme staking fleksibel dan sistem reward berbasis stable yield.

    Lonjakan harga yang signifikan pada token-token IDO ini mencerminkan kebangkitan minat investor terhadap proyek baru di Binance Wallet. Jika tren bullish ini berlanjut, pasar IDO berpotensi menjadi sektor panas berikutnya di kuartal akhir 2025.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Baru ASTER Meledak 12% Usai Listing di Binance

    Binance, bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan, kembali membuat gebrakan dengan menambahkan token baru dari proyek bursa perpetual terdesentralisasi (DEX) yang tengah naik daun, Aster (ASTER).

    Dalam pengumuman resminya, Binance menyatakan bahwa perdagangan Aster (ASTER) akan dibuka untuk publik pada 6 Oktober 2025 pukul 12:00 (UTC). Adapun pasangan perdagangan yang tersedia mencakup ASTER/USDT, ASTER/USDC, dan ASTER/TRY. Pengguna sudah bisa mulai menyetor ASTER sejak 09:00 (UTC) di hari yang sama, sementara penarikan akan dibuka pada 7 Oktober 2025 pukul 12:00 (UTC).

    Menariknya, Binance memberikan “seed tag” pada ASTER, sebuah label khusus untuk proyek dengan likuiditas rendah dan potensi volatilitas tinggi. Pengguna yang ingin memperdagangkan aset dengan label ini diwajibkan menyelesaikan kuis risiko setiap 90 hari, sebagai langkah edukatif agar memahami potensi risiko yang lebih besar dibandingkan token lain di platform tersebut.

    Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Rabu, 8 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Rabu, 8 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Ternyata ini Fitur Unggulan Aster yang Bikin Hype dan Dilirik Trader!

    Aster: Gabungan Dua Proyek DeFi Besar

    Dilaporkan, The Daily Hodl, Aster adalah bursa perpetual terdesentralisasi multichain yang memungkinkan perdagangan spot dan kontrak berjangka (futures) di berbagai jaringan blockchain tanpa perlu proses bridging aset. Proyek ini merupakan hasil penggabungan antara Astherus dan APX Finance, dua nama yang sebelumnya telah dikenal di dunia DeFi.

    Dengan dukungan YZI Labs, grup investasi yang memiliki keterkaitan dengan para pendiri Binance, Aster menawarkan pengalaman perdagangan dengan leverage tinggi, sekaligus memungkinkan pengguna menggunakan aset penghasil imbal hasil (yield-bearing assets) sebagai jaminan. Konsep ini membuka jalan bagi inovasi baru di ranah perdagangan derivatif DeFi yang efisien lintas jaringan.

    Harga ASTER Meledak Pasca Listing di Binance

    Tak butuh waktu lama setelah pengumuman listing, harga ASTER melonjak lebih dari 12%, menandai antusiasme besar dari komunitas kripto global. Lonjakan ini terjadi di tengah rumor mengenai jadwal peluncuran token tambahan yang dapat memperluas pasokan ASTER di pasar.

    Saat artikel ini ditulis, ASTER diperdagangkan di kisaran $2,07, mencatatkan kenaikan 0,1% dalam 24 jam terakhir setelah volatilitas tinggi pasca pencatatan.

    Dengan kombinasi teknologi lintas rantai, dukungan investor besar, dan kini listing di Binance, Aster berpotensi menjadi pesaing serius bagi platform seperti GMX dan Hyperliquid di sektor bursa perpetual terdesentralisasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cadangan Bitcoin Binance Tembus Level Tertinggi Sejak 2024

    Cadangan Bitcoin (BTC) di Binance melonjak ke level tertinggi sejak 2024, memicu perhatian pelaku pasar. Data terbaru menunjukkan reserve BTC di platform tersebut mencapai sekitar 676.860 BTC, bertepatan dengan harga Bitcoin yang diperdagangkan di kisaran US$67.000.

    Dikutip Crypto Quant, lonjakan ini menandakan peningkatan aktivitas deposit dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, ketika level cadangan relatif lebih rendah.

    Apa Arti Kenaikan Cadangan Bitcoin?

    Indikator cadangan Bitcoin di bursa mencerminkan jumlah BTC yang tersimpan di platform dan secara tidak langsung menunjukkan perilaku investor. Kenaikan cadangan biasanya berarti lebih banyak Bitcoin masuk ke bursa, sementara penurunan mengindikasikan arus keluar ke dompet pribadi atau penyimpanan jangka panjang.

    Secara historis, periode dengan cadangan tinggi sering dikaitkan dengan peningkatan pasokan yang siap diperdagangkan. Kondisi ini dapat memperbesar potensi tekanan jual jangka pendek, terutama jika momentum harga sedang melemah.

    Dengan cadangan yang besar, likuiditas untuk menjual atau memindahkan posisi menjadi lebih mudah diakses.

    Baca juga: Abu Dhabi Borong ETF Bitcoin, Nilainya Kini US$803 Juta

    Tidak Selalu Berarti Tekanan Jual

    Meski kerap diasosiasikan dengan potensi distribusi, kenaikan cadangan tidak selalu menjadi sinyal negatif. Dalam beberapa kasus, Bitcoin dipindahkan ke bursa untuk digunakan sebagai jaminan (collateral) dalam perdagangan derivatif atau untuk reposisi strategi, bukan untuk langsung dijual.

    Kembalinya cadangan ke level tinggi setelah periode penurunan juga dapat mencerminkan fase penyeimbangan pasar (market rebalancing) pasca aksi jual besar sebelumnya.

    Level Sensitif Jelang Pergerakan Besar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Cadangan BTC Binance saat ini mendekati level yang terakhir terlihat pada 2024, periode yang ditandai volatilitas tinggi dan pembentukan dasar harga sebelum pergerakan besar berikutnya.

    Karena itu, level ini dipandang sebagai area sensitif yang berpotensi memainkan peran penting dalam menentukan arah pasar selanjutnya. Jika cadangan terus meningkat di tengah lemahnya harga, risiko tekanan jual dapat bertambah. Sebaliknya, stabilisasi atau penurunan cadangan bisa mengindikasikan berkurangnya suplai siap jual di pasar spot.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, level cadangan yang mendekati rekor 2024 ini menandakan bursa Binance memiliki likuiditas siap jual yang sangat besar, yang secara historis meningkatkan volatilitas.

    “Namun, jika ini digunakan sebagai collateral, maka market sedang menyiapkan panggung untuk pergerakan terarah (directional move) yang besar. Area ini adalah zona sensitif yang akan menentukan arah tren Bitcoin selanjutnya,” analisanya.

    Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Serbu Binance US$8,3 Miliar, Sinyal Jual Bitcoin Besar-Besaran?

    Arus masuk (inflow) Bitcoin dari wallet whale ke Binance melonjak tajam dan mencapai level tertinggi sejak 2024. Data terbaru menunjukkan rata-rata pergerakan 30 hari whale ke platform tersebut kini menyentuh sekitar US$8,3 miliar, menandai perubahan signifikan dalam perilaku pemegang besar BTC.

    Dilaporkan Crypto Quant, lonjakan ini terjadi saat harga Bitcoin berada di kisaran US$66.400, masih jauh di bawah level tertingginya sebelumnya. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa peningkatan inflow dapat berkaitan dengan potensi tekanan jual di pasar.

    Rata-Rata 30 Hari Sentuh Rekor Tertinggi Sejak 2024

    Kenaikan tajam dalam rata-rata 30 hari inflow whale ke Binance sering diartikan sebagai indikasi kesiapan untuk menjual atau melakukan realokasi aset. Secara historis, lonjakan serupa kerap muncul pada fase transisi pasar atau periode volatilitas tinggi.

    Sebelumnya, arus whale relatif stabil dalam beberapa pekan terakhir. Perubahan mendadak ini memperkuat dugaan adanya pergeseran sentimen dari investor besar.

    Jika tren inflow terus meningkat, maka suplai Bitcoin yang tersedia di bursa akan bertambah, yang berpotensi memberikan tekanan turun pada harga dalam jangka pendek.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, inflow whale sebesar ,3 miliar ke Binance adalah sinyal tekanan jual potensial yang sangat masif. Meskipun bisa berarti manajemen likuiditas derivatif atau reposisi strategis, secara historis lonjakan seperti ini mendahului periode volatilitas tinggi.

    “Selama arus ini terus meningkat, harga Bitcoin akan menghadapi tekanan ke bawah yang signifikan dalam jangka pendek,” analisanya.

    Baca juga: UEA Diam-Diam Tambang Bitcoin Rp7 Triliun, Kantongi Profit Berapa?

    Tidak Selalu Berarti Aksi Jual Massal

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski demikian, peningkatan inflow tidak selalu berarti aksi jual langsung. Dalam beberapa kasus, whale memindahkan aset ke bursa untuk kebutuhan manajemen likuiditas, penggunaan di pasar derivatif, atau reposisi strategi menjelang pergerakan besar.

    Namun, secara historis, lonjakan signifikan dalam rata-rata inflow 30 hari sering kali beriringan dengan periode volatilitas yang meningkat atau perubahan struktur pasar.

    Arah Selanjutnya Bergantung pada Tren Inflow

    Apabila arus masuk whale mulai menurun kembali, hal tersebut bisa menjadi sinyal berakhirnya fase distribusi dan kembalinya kepercayaan pasar secara bertahap.

    Sebaliknya, jika inflow terus bertambah, tekanan suplai di pasar spot dapat meningkat dan memperbesar risiko koreksi harga dalam waktu dekat.

    Pergerakan whale ke Binance saat ini menjadi indikator penting yang dipantau pelaku pasar, terutama di tengah harga Bitcoin yang masih bergerak di bawah level puncaknya.

    Baca juga: Hashrate Bitcoin Anjlok! Apakah Ini Pertanda Bear Market?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com