Tag: coinbase

  • Adidas Kepincut Metaverse dan Gandeng Coinbase dan Mungkin Sandbox (SAND)?

    Adidas, merek sepatu ternama ternyata kepincut tema metaverse dan memutuskan menggandeng bursa kripto Coinbase dan mungkin adalah proyek metaverse Sandbox (SAND).

    Perusahaan sepatu dan pakaian olahraga multinasional asal Jerman, Adidas baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaan tersebut telah bermitra dengan Coinbase.

    Dua hari sebelumnya, Sandbox mencuit bahwa perusahaan sepatu popular itu masuk di dunia metaverse, tetapi belum dipastikan apakah akan menerbitkan NFT mereka di metaverse Sandbox, seperti merek-merek terkemuka lain.

    Metaverse Menarik Perhatian Adidas

    Menurut pernyataan terbaru dari juru bicara Adidas kepada Lily Russell-Jones di City AM, perusahaan sangat fokus pada metaverse.

    “Metaverse saat ini merupakan salah satu perkembangan paling menarik dalam dunia digital, menjadikannya platform yang menarik bagi Adidas,” jelasnya.

    Sebelumnya, Senin, 22 November 2021, Sandbox mencuit bahwa Adidas memang benar masuk ke metaverse.

    Sandbox adalah sendiri mengusung proyek metaverse, yakni dunia virtual 3 dimensi seperti dunia nyata manusia. Pengguna, lewat avatar yang apik bisa berinteraksi di dunia itu, mulai dari bermain game, membeli dan menjual lapak virtual hingga berbelanja menggunakan kripto.

    Baca jugaNFT Jadi Kata Terpopular Tahun Ini, Menurut Collins

    Adidas Bermitra Dengan Coinbase

    Perihal kemitraan Adidas dengan Coinbase sudah dipastikan oleh Adidas lewat Twitter. Namun hingga detik ini belum jelas kemitraan dalam hal apa.

    Namun diduga kuat ini terkait dengan metaverse, karena pesaing Adidas, yakni Nike sudah mengumandangkan dirinya akan masuk metaverse sebagai strategi penguatan merek. Hal lainnya, karena Coinbase punya sejumlah investasi di bisnis metaverse berkat NFT.

    Baca jugaSandbox (SAND) Kian Popular Gegara Metaverse?

    Metaverse dan Sandbox (SAND) dan Decentraland (MANA)

    Sementara itu, sejumlah kripto terkait metaverse kian menguat selama beberapa pekan sebelumnya. Ini karena terdongkrak Facebook beralih nama menjadi Meta dan masuk ke metaverse sebagai tatanan bisnis baru mereka.

    Proyek Decentraland dan Sandbox memang sejak awal fokus ke dunia maya interaktif ini dan memahami sebagai panggung baru mengenjot pasar.

    Harga SAND misalnya dalam 30 hari tergenjot hingga 1000 persen dan mencetak rekor tertingginya.

    Sandbox juga saat ini masuk ke tahapan alpha untuk program barunya, di mana pengguna bisa membuat game sendiri, termasu karakter bernada NFT yang menarik.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pendiri a16z: Kripto Adalah Terobosan Teknologi Fundamental

    Marc Andreessen, co-founder dan rekan umum perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz, yang dikenal dengan a16z, menyebut kripto dan blockchain adalah perubahan arsitektur baru yang paling signifikan di industri teknologi.

    Pandangan Pendiri a16z 

    Dalam wawancara dengan David Rubenstein dari Bloomberg Wealth, Andreesen mengubah topik debat soal apakah Bitcoin dan kripto merupakan ide investasi yang bagus. Ia menggeser diskusi tersebut ke pembahasan soal teknologi.

    Andreessen menggambarkan kripto sebagai kisah pria tunanetra dan gajah, dimana sekelompok pria yang tidak bisa melihat menyentuh seekor gajah di titik-titik berbeda dan masing-masing punya pendapat dan berdebat soal bentuk gajah.

    “Banyak orang menyentuh industri kripto dari sisi yang berbeda-beda. Perhatian mereka tersita dan terlalu fokus kepada topik-topik yang beragam ini,” jelas Andreessen.

    Bagi a16z, aspek paling krusial dari kripto adalah sebagai perubahan arsitektur fundamental di industri teknologi yang mampu menarik talenta-talenta paling pintar di ilmu sains komputer.

    Andreessen menjelaskan, ia melihat kripto sebagai transformasi teknologi. Ada terobosan teknologi fundamental yang terjadi, yaitu wilayah sains komputer bernama konsensus terdistribusi.

    “Uang hanyalah satu penerapan dari sekian banyak penerapan,” ucap Andreessen.

    Baca Juga: Mengenal Tomochain, Proyek Kripto Fokus pada Decentralized Finance

    Kripto dan Blockchain 

    Alih-alih melihat Bitcoin sebagai aset, Andreessen menekankan pentingnya kemampuan blockchain untuk membuka interaksi antara pelaku dan peranti lunak di internet demi membangun hubungan dalam lingkungan yang tidak dipercaya.

    Andreessen menjelaskan ada jenis komputer baru. Bitcoin adalah komputer internet yang tersebar di ratusan ribu komputer fisik di sekeliling dunia. Bitcoin adalah sistem pemrosesan transaksi yang berjalan tanpa lokasi terpusat dan merupakan sistem keuangan yang baru.

    Sebab itu, pemodal ventura tersebut menggarap kripto dengan serius. A16z membulatkan tekad dan komitmennya terhadap pengembangan blockchain di tahun 2021 dengan Crypto Fund III.

    Dana tersebut merupakan modal ventura sebesar US$2,2 milyar atau Rp31 triliun yang dipimpin oleh rekan umum Andreessen Horowitz, Chris Dixon dan Katie Haun, di Juni tahun ini.

    Baca Juga: Anak 12 Tahun Hasilkan Rp2,3 Milyar dari Menjual NFT

    Crypto Fund III akan berinvestasi di proyek blockchain dalam beragam tahap, mulai dari proyek tahap rintisan hingga jaringan yang sudah berkembang matang.

    A16z telah memimpin sejumlah investasi penting di sektor blockchain, termasuk penjualan privat token Solana Labs senilai US$314 juta pada bulan Juni, penggalangan dana US$23 juta bagi marketplace NFT OpenSea di bulan Maret, putaran invetasi US$28 juta bagi Aleo di April serta penanaman modal US$40 juta bagi Talos di bulan Mei.

    Bursa kripto Coinbase menyebut a16z adalah pendukung terbesarnya. Perusahaan modal ventura itu memiliki saham Coinbase senilai US$9,7 milyar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Coinbase: Penurunan Pasar NFT di Tahun 2022 Masih Wajar dan Sehat

    Pasar NFT dan kripto memiliki korelasi yang erat satu sama lain. Seiring dengan pasar kripto yang sempat bullish tahun lalu, market NFT pun bernasib sama. Namun, penurunan kedua market tersebut di 2022, masih dalam tahap wajar.

    Tidak seperti kripto, kuartal I tahun 2022 tidak terlalu suram untuk NFT. Aset digital tersebut sempat memegang rekor untuk volume perdagangan tertinggi. Pada minggu tanggal 1 Mei lalu, penjualan mingguan kumulatif NFT mencapai US$ 1,2 miliar.

    Namun setelah itu, kondisi pasar yang lesu mengurangi perdagangan NFT secara keseluruhan di kuartla II 2022. Angka penjualan telah turun tajam berada di kisaran US$ 40-US$ 50 juta akhir-akhir ini.

    Turun Tajam

    NFT CryptoPunk tetap terjual Rp 68 miliar saat bear market.
    NFT CryptoPunk tetap terjual Rp 68 miliar saat bear market.

    Baca juga: Justin Bieber Beli NFT Bored Ape Rp 20 M, Berapa Harga Sekarang?

    Contoh penurunan NFT bisa dilihat dari kasus yang dialami oleh rumah lelang seni, Christie’s. Mereka adalah salah satu penerima manfaat utama dari kegilaan NFT tahun lalu.

    Christie’s dilaporkan menjual lebih dari 100 NFT senilai lebih dari US$ 150 juta pada tahun 2021. Namun, tahun ini, 87 NFT yang dijualnya hanya berhasil mengambil total US$ 5,9 juta, menandai penurunan 96% dari tahun 2021.

    Laporan Coinbase baru-baru ini menyatakan bahwa NFT akan memainkan peran penting dalam dunia digital di masa mendatang.

    “Saat dunia terus beralih ke ranah digital, NFT akan menjadi komponen penting infrastruktur yang memungkinkan kepemilikan dan identitas berfungsi dalam lingkungan tanpa gesekan,“ ungkap laporan Coinbase.

    Efek Domino

    Bill Murray kehilangan kripto Rp 2,7 M buat amal dari hasil lelang NFT. Foto: Blockworks.
    Bill Murray kehilangan kripto Rp 2,7 M buat amal dari hasil lelang NFT. Foto: Blockworks.

    Baca juga: Harga NFT Milik Logan Paul Anjlok hingga 99%, Kenapa?

    Coinbase mencatat ada efek domino dari harga aset kripto pada NFT.

    “Sementara koleksi “blue chip” tertentu atau NFT “berkualitas tinggi” telah mampu mempertahankan relevansi dan bahkan menumbuhkan pangsa pasar karena konsolidasi likuiditas yang lebih luas, nilai USD telah berjuang untuk mengimbangi nilai berbasis ETH sebagai harga dari ETH telah jatuh lebih dari 66% tahun ini hingga saat ini di tahun 2022,”

    Meski begitu, Coinbase percaya bahwa perusahaan dan brand kemungkinan akan terus melihat NFT sebagai bentuk strategi pemasaran yang berbeda dan membuat proyek yang bertindak sebagai mekanisme orientasi yang kuat untuk konsumen non-crypto-native. Juga ditegaskan bahwa teknologi ini memungkinkan bisnis untuk terhubung dengan “cara yang lebih otentik” dengan audiens.

    Menguraikan mengapa tren turun 2022 pada dasarnya tidak memprihatinkan, laporan Coinbase mencatat, “Kami percaya adopsi NFT masih dalam tahap awal dan tren turun baru-baru ini dapat dianggap sebagai bagian dari koreksi yang sehat dalam konteks lintasan adopsi siklis yang lebih luas.”



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Institusi Tingkatkan Alokasi Dana Investasi Selama Crypto Winter

    Investor institusi dilaporkan meningkatkan alokasi mereka selama crypto winter, menurut survei yang disponsori oleh exchange, Coinbase. Hasil survei ini menunjukkan bahwa prospek kripto dalam jangka panjang tetap positif.

    Coinbase menerbitkan temuan dari survei yang disponsorinya untuk memahami bagaimana pembuat keputusan di institusi AS memandang aset digital. Survei dilakukan secara independen oleh Institutional Investor Custom Research Lab antara 21 September dan 27 Oktober.

    Sebanyak 140 investor institusional di AS berpartisipasi dalam survei tersebut, mewakili sekitar US$ 2,6 triliun aset yang dikelola. Coinbase tidak terlibat dalam mencari responden.

    “Investor institusi meningkatkan alokasi mereka selama crypto winter, dengan banyak yang menggunakan ini sebagai kesempatan untuk belajar dan membangun masa depan,” ungkap dalam laporan tersebut.

    Potensi Jangka Panjang

    market kripto bitcoin
    Ilustrasi market kripto bitcoin.

    Baca juga: Genesis Terancam Bangkrut Potensi Kirim Bitcoin ke Titik Rendah Baru

    Dikutip Bitcoin.com, 62% investor yang saat ini berinvestasi di kripto meningkatkan alokasi mereka dalam 12 bulan terakhir (vs. 12% yang menurunkan alokasi mereka). Ini adalah bukti bahwa investor institusi terus mengambil pandangan jangka panjang dari kelas aset bahkan ketika harga telah turun.

    Sementara, 58% investor berharap untuk meningkatkan alokasi mereka selama tiga tahun ke depan. Mayoritas investor (59%) saat ini menggunakan atau berencana untuk menggunakan pendekatan buy-and-hold.

    Beberapa investor mengkategorikan aset digital sebagai komoditas nyata atau sebagai aset alternatif, lebih banyak investor yang membuat kategori mereka sendiri untuk kripto atau mengklasifikasikannya sebagai bagian dari inovasi atau teknologi baru. Ini juga merupakan bukti peluang jangka panjang yang mungkin muncul di masa depan

    Tetap Positif

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: JP Morgan Resmi Daftarkan Merek Dagang untuk Layanan Wallet Kripto

    Sentimen keseluruhan terhadap aset digital tetap positif dengan 72% mendukung pandangan bahwa aset digital akan tetap ada dan 86% di antara yang saat ini diinvestasikan dalam kripto dan 64% di antara mereka yang berencana untuk berinvestasi.

    Mengingat iklim saat ini, ini adalah sinyal kuat penerimaan kripto sebagai kelas aset. Meskipun crypto winter, Coinbase mengatakan investor institusional masih bullish tentang kripto jangka panjang.

    “Prospek harga dalam jangka panjang tetap positif dengan 71% investor mengatakan bahwa mereka memperkirakan valuasi aset digital akan meningkat dalam jangka panjang,” jelas Coinbase.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Exchange Ini Tawarkan Penarikan Kripto Via Visa dan Mastercard

    Exchange kripto, Coinbase sekarang menawarkan penarikan “instan” di hampir 40 negara, termasuk Ameirka Serikat dan Inggris. Fitur baru ini bisa dilakukan melalui layanan Visa dan Mastercard.

    Dikutip The Block, Coinbase mengatakan pelanggannya di AS, Inggris, dan Eropa akan dapat menarik dana dengan kartu debit Visa yang ditautkan. Di AS, exchange kripto ini juga dapat menarik dengan Mastercard mereka.

    “Dengan mengaktifkan penarikan kartu secara real-time melalui kemampuan Visa Direct, Coinbase memberikan pengalaman yang lebih cepat, lebih sederhana, dan lebih terhubung bagi penggunanya — membuatnya lebih mudah untuk mengubah saldo kripto menjadi fiat, yang dapat dihabiskan di lebih dari 60 juta lokasi pengguna di mana Visa diterima,” kata Terry Angelos, SVP and global head of fintech at Visa.

    10 Merek Ternama yang Terbitkan NFT Sendiri
    Ilustrasi Visa card.

    Baca juga: Coinbase Luncurkan NFT Marketplace, Tampilan Mirip Instagram

    Kerja Sama Google

    Sherri Haymond, wakil presiden eksekutif kemitraan digital di Mastercard, mengatakan Coinbase akan memanfaatkan Mastercard Send, memungkinkan pelanggannya untuk menarik dan menggunakan dana mereka di mana pun debit Mastercard diterima.

    Sebelumnya, Coinbase telah bekerja sama dengan Google. Kemitraan ini dilakukan untuk saling memanfaatkan layanan keduanya. Salah satu hasil kerja sama itu, Coinbase akan memindahkan beberapa aplikasinya ke Google Cloud dari Amazon Web Services.

    Bangun Kerja Sama

    Kemudian, Google juga mengeksplorasi bagaimana ia dapat menggunakan Coinbase Prime, layanan yang menyimpan kripto untuk institusi dengan aman dan memungkinkan mereka untuk melakukan perdagangan.

    Google akan mulai mengizinkan sebagian pelanggannya untuk membayar layanan cloud dengan aset kripto awal tahun 2023. Selain itu, Google mengatakan akan mengeksplorasi penggunaan Coinbase Prime, layanan untuk menyimpan dan memperdagangkan kripto.

    Baca juga: Google Masuk Dunia Blockchain: Terima Pembayaran Kripto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Google Masuk Dunia Blockchain: Terima Pembayaran Kripto

    Google akan mulai mengizinkan sebagian pelanggannya untuk membayar layanan cloud dengan aset kripto awal tahun 2023. Selain itu, Google mengatakan akan mengeksplorasi penggunaan Coinbase Prime, layanan untuk menyimpan dan memperdagangkan kripto.

    Dikutip CNBC, Google resmi menjalin kemitraan dengan Coinbase untuk saling memanfaatkan layanan keduanya. Salah satu hasil kerja sama itu, Coinbase akan memindahkan beberapa aplikasinya ke Google Cloud dari Amazon Web Services.

    Kesepakatan tersebut diumumkan pada konferensi Google Cloud Next. Bisnis cloud membantu mendiversifikasi Alphabet, induk Google dari periklanan, dan sekarang menyumbang 9% dari pendapatan, naik dari kurang dari 6% tiga tahun lalu, karena berkembang lebih cepat secara keseluruhan.

    Ilustrasi exchange Coinbase.
    Ilustrasi exchange Coinbase.

    Baca juga: Harga NFT Milik Logan Paul Anjlok hingga 99%, Kenapa?

    Google Unggul

    Google jauh lebih unggul dibanding pesaing utamanya di layanan cloud yang saat ini tidak mengizinkan klien untuk membayar dengan aset kripto. Layanan infrastruktur Platform Google Cloud pada awalnya akan menerima pembayaran kripto dari segelintir pelanggan di dunia Web3, berkat integrasi dengan layanan Coinbase Commerce

    Amit Zavery, Vice President and General Manager and Head of Platform at Google Cloud, mengatakan Web3 adalah kata kunci yang muncul untuk layanan internet terdesentralisasi dan terdistribusi yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan internet besar seperti Facebook atau Google.

    Seiring waktu, Google akan memungkinkan lebih banyak pelanggan untuk melakukan pembayaran dengan kripto, kata Zavery. Coinbase Commerce mendukung 10 aset kripto, termasuk Bitcoin, Bitcoin Cash, Dogecoin, Ethereum, dan Litecoin. Harga Bitcoin, Dogecoin, dan Ethereum.

    CEO Google Cloud, Thomas Kurian. Foto: Michael Short | Bloomberg | Getty Images.
    CEO Google Cloud, Thomas Kurian. Foto: Michael Short | Bloomberg | Getty Images.

    Baca juga: Apple Izinkan Penjualan NFT di App Store Dukung Industri Blockchain

    Google dan Coinbase

    Google juga mengeksplorasi bagaimana ia dapat menggunakan Coinbase Prime, layanan yang menyimpan kripto untuk institusi dengan aman dan memungkinkan mereka untuk melakukan perdagangan.

    Zavery mengatakan Google akan bereksperimen dan “melihat bagaimana kami dapat berpartisipasi” dengan mengelola aset kripto. Google sebelumnya telah mengindikasikan pada bulan Mei, bahwa mereka sedang menjajaki kemungkinan menambahkan dukungan untuk pembayaran dengan kripto.

    Teknologi Blockchain seperti NFT telah menjadi fokus yang lebih besar untuk divisi Google Cloud. Sebelumnya, kepala Google Cloud, Thomas Kurian, telah mendorong pertumbuhan di industri besar seperti media dan ritel. Tahun ini mengumumkan pembentukan tim untuk menghidupkan bisnis blockchain dan membangun alat yang dapat digunakan oleh pengembang pihak ketiga untuk menjalankan aplikasi blockchain.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nilai Lido DAO (LDO) Naik Efek Tweet CEO Coinbase Brian Armstrong

    Nilai kripto Lido DAO (LDO) terpantau telah melonjak dalam 24 jam terakhir, terpantau token naik lebih dari 5% capai harga US$ 2,78. Salah satu faktor utama kenaikan LDO adalah efek dari tweet CEO Coinbase, Brian Armstrong. Apa dampaknya?

    Dikutip Coindesk, di saat aset kripto utama lainnya dalam nilai pasar baru-baru ini berada di posisi merah, beda dengan token Lido DAO (LDO) yang melonjak 8% pada satu titik, sebagian besar keuntungannya datang pada Rabu (8/2) malamsetelah CEO Coinbase, Brian Armstrong, men-tweet bahwa dia telah mendengar desas-desus tentang US Securities dan Exchange Commission (SEC) ingin melarang investor ritel untuk terlibat dalam staking kripto.

    “Saya harap itu tidak terjadi karena saya percaya itu akan menjadi jalan yang buruk bagi AS jika itu dibiarkan terjadi,” tulis Armstrong.

    Kecurigaan Armstrong mungkin mengejutkan banyak orang di industri ini, Ketua SEC,Gary Gensler, sebelumnya menyatakan bahwa aset kripto yang memungkinkan staking dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas. SEC telah menolak untuk mengomentari rumor tersebut.

    Efek Positif

    Baca juga: Mengenal Aset Kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO)

    Token tata kelola untuk platform liquid staking, Lido telah melonjak karena sinyal rumor yang didorong oleh tweet bos Coinbase. Lido DAO (LDO), token tata kelola dari organisasi otonom terdesentralisasi di belakang Lido, melonjak sekitar 11% segera setelah komentar tersebut, dan naik sekitar 8,4% dalam 24 jam terakhir.

    Lido Protocol, diatur oleh token LDO, memungkinkan untuk staking Ethereum. Pengguna diberi token yang disebut stETH yang mewakili posisi taruhan mereka di Ethereum, dan mereka akan dapat ditukarkan 1:1 untuk eter setelah pemutakhiran jaringan bulan depan bernama ‘Shanghai.’ Sebagai protokol terdesentralisasi, kecil kemungkinannya akan memiliki kepatuhan yang sama dengan aturan sekuritas sebagai entitas terpusat yang berdomisili di AS seperti Coinbase.

    Data yang diberikan oleh DeFiLlama menunjukkan bahwa nilai total yang dikunci di Lido melonjak 33% dalam sebulan terakhir. Saat ini, Lido memiliki TVL sebesar US$ 8,56 miliar. Data on-chain menunjukkan bahwa Lido saat ini memiliki pangsa pasar sebesar 25% dari pasar staking pool.

    Coinbase memiliki 11,5%, sedangkan Kraken memiliki 7%. Jika SEC mengambil langkah yang menurut Armstrong mungkin, ini akan menjadi keuntungan bagi Lido yang memungkinkannya merebut pasar yang dimiliki Coinbase dan penyedia berdomisili AS lainnya.

    Lido Upgrade V2

    Lido Dao (LDO)
    Ilustrasi aset kripto Lido Dao (LDO).

    Baca juga: Ini Alasan Harga Kripto Gifto (GFT) Melonjak Tinggi Lebih dari 300%

    Selain itu, harga LDO telah berhasil dengan baik dalam beberapa bulan terakhir karena pemutakhiran Shanghai yang akan datang membuat orang dapat menarik ETH yang mereka staking. Dalam sebuah pernyataan, para pengembang mengatakan bahwa mereka akan mengimplementasikan Lido upgrade V2 seiring berlanjutnya jalan menuju desentralisasi. Ini akan menjadi peningkatan terbesar dalam sejarah proyek.

    Sebagai bagian dari peningkatan, Lido akan memperkenalkan router staking dan penarikan. Dengan router staking, siapa pun akan dapat mengembangkan on-ramp untuk Node Operators baru. Tujuan peningkatan ini adalah untuk menciptakan ekosistem validator yang lebih beragam.

    Secara keseluruhan, prospek Lido adalah bullish, dengan level referensi berikutnya di US$ 2,85, titik tertinggi tahun ini. Harga ini sekitar 12% di atas level saat ini. Penembusan di bawah support di US$ 2,30 akan membatalkan pandangan bullish.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto LDO di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Kamu juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Mantap Masuk ke Market Kripto Incar Investor Kaya

    Setelah bertahun-tahun menolak, perusahaan manajemen investasi raksasa dunia, BlackRock, makin mantap melangkah ke market kripto. BlackRock, yang mengawasi aset senilai US$ 10 triliun, bermitra dengan Coinbase untuk memberikan klien investor institusionalnya akses ke kripto.

    BlackRock akan menawarkan konektivitas ke Coinbase Prime untuk menawarkan perdagangan kripto, penyimpanan, pialang utama, dan kemampuan pelaporan kepada klien. Bitcoin adalah aset digital pertama yang ditawarkan melalui kemitraan ini

    “Klien umum BlackRock dan Coinbase akan dapat mengelola eksposur Bitcoin mereka bersama dengan investasi publik dan swasta mereka untuk pandangan keseluruhan portofolio risiko,” tulis BlackRock dalam sebuah pengumuman dikutip TechCrunch.

    Ilustrasi market kripto
    Ilustrasi market kripto.

    Baca juga: Memahami Perspektif Aset Kripto Tak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan

    Berita Baik untuk Industri Kripto

    Berita ini menandai perubahan besar bagi BlackRock, sebelumnya sang CEO pernah menyebut Bitcoin sebagai “indeks pencucian uang” pada lima tahun lalu. Sejak itu, perusahaan manajemen aset ini telah membuat kemajuan kecil ke dalam web3, memperkenalkan perdagangan berjangka Bitcoin ke platformnya dan beberapa dananya tahun lalu.

    Fink mengatakan kepada pemegang saham dalam sebuah surat pada bulan Maret tahun ini bahwa BlackRock sedang mempelajari “mata uang digital, stablecoin, dan teknologi yang mendasarinya” untuk melihat bagaimana mereka dapat membantu perusahaan melayani kliennya.

    Sementara itu, layanan Coinbase Prime memiliki 13.000 klien institusional yang menggunakan rangkaian platformnya hari ini, menurut perusahaan. Masih belum jelas kapan perusahaan berencana untuk menambah platform penawaran aset kripto lainnya di luar Bitcoin.

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Meta Akhirnya Rilis Instagram NFT, Pengguna Bisa Pamer Koleksi

    Ini juga hari besar bagi Coinbase. CEO Meta, Mark Zuckerberg, telah mengumumkan bahwa perusahaannya telah menambahkan integrasi dengan dompet Coinbase, di antara dompet kripto pihak ketiga lainnya, ke platform Instagram.

    Saham Coinbase melonjak lebih dari 17% pada pukul 11:00 EST Kamis (5/8) lalu dan juga naik lebih dari 70% pada bulan lalu, menunjukkan bahwa perusahaan telah mulai pulih dari posisi terendah yang dicapai pada bulan Mei karena mundurnya pasar kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pemuda Indonesia Bobol Wallet Coinbase Raup Rp 16 M Ditangkap FBI

    Nama Anggi Saputra menjadi pusat pembicaraan di dunia kripto Indonesia, karena berhasil membobol wallet beberapa pengguna Coinbase, salah satu platform perdagangan kripto terbesar di dunia. Coinbase sendiri telah mengumumkan mengalami peretasan yang menyebabkan sejumlah penggunanya kehilangan dana.

    Dilansir Liputan6.com, Anggi yang merupakan pemuda berusia 21 tahun asal Pekanbaru itu berhasil memperoleh uang miliaran rupiah dengan membobol akun Coinbase milik warga negara asing dan memindahkan ke akun miliknya.

    Anggi sempat masuk dalam penyelidikan Federal Bureu Investigation (FBI) atas laporan korban dari Amerika Serikat. Berangkat dari laporan tersebut, Interpol berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri melakukan penelusuran karena pelaku diketahui berasal dari Indonesia, tepatnya di Pekanbaru.

    Setelah melakukan serangkaian penyelidikan hingga penyidikan, Anggi akhirnya tertangkap. Berkasnya kini sudah lengkap dan segera disidang setelah Kejaksaan Negeri Pekanbaru menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari Bareskrim pada akhir pekan lalu.

    Anggi Saputra menjadi pusat pembicaraan di dunia kripto Indonesia, karena berhasil membobol wallet beberapa pengguna Coinbase. Foto: Liputan6.com.
    Anggi Saputra menjadi pusat pembicaraan di dunia kripto Indonesia, karena berhasil membobol wallet beberapa pengguna Coinbase. Foto: Liputan6.com.

    Baca juga: Alasan Investasi Bitcoin Tetap Menarik untuk Jangka Panjang

    Belajar Otodidak Jadi Hacker

    Anggi dijerat dengan tindak pidana ilegal akses karena menilap aset kripto Ethereum (ETH) bernilai belasan miliar rupiah. Persidangan nantinya akan diikuti 10 Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    Dalam dokumen persidangan, Anggi melakukan ilegal akses dengan metode phising mulai dari Agustus hingga Oktober 2022. Anggi yang tidak menamatkan pendidikan sekolah dasar ini melancarkan aksinya di Perumahan Tsamara Garden, Jalan Tengku Bey, Kecamatan Bukitraya.

    Ia belajar untuk meretas aplikasi Coinbase secara autodidak. Sebulan kemudian, Anggi menonton cara menyebarkan phising atau serangan yang dilakukan untuk memancing korban agar mau mengklik link serta menginput informasi kredential seperti username dan password di Youtube.

    Setelah itu, Anggi mencari penjual list email, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) dan validator untuk memvalidasi email yang terdaftar Coinbase. Lalu, sender atau tool untuk mengirim email secara otomatis.

    Ilustrasi exchange Coinbase.
    Ilustrasi exchange Coinbase.

    Baca juga: Ethereum 2.0 Rilis September 2022, Harga ETH Naik

    Pada pertengahan Juli lalu, tersangka menemukan grup Facebook dengan nama Sixteen Market yang menjual list e-mail. Kemudian, dia berkomunikasi dengan salah seorang pemilik akun Facebook yang menjual satu juta list email seharga Rp 300 ribu dan list email dikirim melalui Messengers.

    Rampas Dana Rp 16,5 miliar

    Setelah Anggi mendapatkan semua aplikasi dan tool, ia melakukan phising dengan cara memvalidasi satu juta email yang telah didapatkan. Ini untuk memastikan apakah email itu terdaftar atau tidak di Coinbase.

    Anggi akhirnya mendapatkan tiga akun email yang terdaftar di Coinbase. Ketiganya email tersebut milik warga negara asing. Kemudian, dia melakukan phising kepada korban dengan menggunakan sender SMTP, seolah-olah akun korban bermasalah dan perlu dilakukan verifikasi ulang yang masuk ke akun email korban.

    Ilustrasi exchange Coinbase.
    Ilustrasi exchange Coinbase.

    Baca juga: Strategi Investor Kripto dalam Hadapi Gejolak Market

    Korban mengklik link tersebut karena khawatir akun Coinbase dinonaktiifkan secara permanen. Namun, rupanya link tersebut terhubung ke web palsu yang seolah-olah mirip website Coinbase aslinya. Kemudian, Anggi memerintahkan korban untuk mengisi username dan password seakan-akan login ke akun Coinbase.

    Setelah mengisi, maka username dan password korban masuk ke dalam database milik Anggi. Setelah mengantongi itu, Anggi masuk ke aplikasi Coinbase menggunakan akun korban.

    Tak berselang lama aset mata uang digital Ethereum milik korban telah berpindah ke akun milik Anggi. Selanjutnya, Anggi melakukan penarikan dana menggunakan rekening Bank BTPN dan Bank BCA miliknya sebanyak 31 kali. Nilai dana yang ditariknya bervariasi mulai dari puluhan juta hingga hingga hampir Rp 1 miliar. Total keseluruhan mencapai Rp 16,5 miliar dalam bentuk Ethereum.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Coinbase Luncurkan NFT Marketplace, Tampilan Mirip Instagram

    Platform perdagangan aset kripto global, Coinbase, akhirnya merilis NFT marketplace pada Rabu (20/4). Peluncuran ini dianggap sebagai tanda kepercayaan pada industri NFT yang semakin subur dan bisa menjadi lahan bisnis meraup keuntungan.

    Dilaporkan Coindesk, NFT marketplace milik Coinbase pertama kali diumumkan pada bulan Oktober tahun 2021 lalu. Menurut juru bicara Coinbase menjelaskan platform tersebut akan mendukung perdagangan NFT berbasis Ethereum, dengan konsep media sosial yang membedakannya dari pesaingnya, seperti OpenSea.

    Platform ini akan memungkinkan pengguna untuk menampilkan profil pribadi mereka dan mengikuti akun yang kontennya akan muncul di Feed, yang secara visual mirip Instagram dan TikTok. Pengguna juga dapat like dan mengomentari posting NFT satu sama lain.

    NFT marketplace Coinbase.
    NFT marketplace Coinbase.

    Baca juga: Webinar: Kiat Jitu Investasi Kripto untuk Pemula Dapatkan Untung

    Platform NFT Coinbase Masih Beta

    VP Product Coinbase, Sanchan Saxena, menjelaskan platform ini awalnya hanya tersedia untuk sejumlah kecil orang di Amerika Serikat. Namun, akan terdapat lebih banyak pengguna yang akan ditambahkan dari daftar tunggu atau waiting list selama tiga hingga lima minggu ke depan saat platform baru diujicobakan.

    “Produk ini lebih dari sekadar membeli dan menjual, ini tentang membangun komunitas Anda,” kata Saxena.

    “Ini tentang memastikan bahwa Anda dapat terhubung dan terlibat dengan mereka di platform. Satu hal lain yang saya sebutkan di awal adalah bahwa ini adalah pasar yang sangat “sosial”.”

    NFT marketplace ini akan mendukung semua jenis dompet kripto, selain dompet resmi Coinbase. Hal tersebut merupakan keputusan yang dibuat untuk menciptakan lingkungan NFT terbuka untuk semua orang.

    NFT marketplace Coinbase.
    NFT marketplace Coinbase.

    Baca juga: NFTMirip Plant vs Zombies, Begini Cara Main Game NFT Plant vs Undead

    Bisa Beli NFT Pakai Fiat

    Selain itu, menariknya platform ini juga akan mendukung pembelian fiat melalui kartu kredit. Pasar akan memulai dengan nol biaya transaksi (selain biaya gas Ethereum dan royalti yang diterapkan pencipta), tetapi pada akhirnya akan menerapkan biaya admin yang rendah.

    Coinbase mengatakan akan mengizinkan konten yang dilindungi hak cipta atau perlindungan atas penipuan untuk dilaporkan kepada mereka. Kemampuan untuk membuat atau minting NFT akan ditambahkan ke platform Coinbase NFT di masa depan.

    Pasar mana pun yang memasuki dunia NFT Ethereum harus mengambil kesempatan langsung di OpenSea, yang telah menampung 95% dari semua pedagang NFT berbasis Ethereum dalam 30 hari terakhir, menurut data dari DappRadar.

    Baca juga: Kenal Lebih Dekat dengan Pelanggan Tokocrypto di Tokonauts Day 2022



    Sumber : news.tokocrypto.com