Tag: coinbase

  • Efek Trump: Harga Bitcoin Stabil di Dekat $85.000 atau Rp 1,4 Miliar

    Harga Bitcoin kembali menunjukkan pergerakan positif yang menarik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan pernyataan terbaru.

    Laporan terbaru dari Cointelegraph pada Jumat (21/3), menyebutkan bahwa mata uang kripto ini sempat mencapai level tertinggi intraday di $87.453 (Rp 1,4 miliar) sebelum turun kembali ke $83,655 (Rp 1,3 miliar).

    Efek Pernyataan Trump

    Sebelum pernyataan Trump dalam acara Digital Asset Summit di New York, beredar spekulasi bahwa ia akan mengumumkan pajak nol untuk beberapa aset kripto atau kebijakan strategis terkait cadangan Bitcoin AS.

    Namun, ekspektasi ini tidak terpenuhi. Trump hanya menegaskan kembali janjinya untuk tidak menjual Bitcoin yang telah disita oleh pemerintah dan mendorong Kongres untuk segera mengesahkan regulasi stablecoin.

    Pernyataan paling optimis dari Trump adalah keinginannya untuk menjadikan AS sebagai pemimpin global dalam dunia kripto.

    Merespons Spekulasi Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Seperti yang sering terjadi di pasar kripto, banyak investor membeli Bitcoin berdasarkan spekulasi sebelum pernyataan Trump.

    Namun, ketika pengumuman tersebut tidak sesuai dengan harapan, harga Bitcoin mengalami koreksi yang cukup cepat.

    Menurut analis pasar Aksel Kibar, terdapat kemungkinan Bitcoin mengalami koreksi lebih lanjut ke level $73,700 (Rp 1,2 miliar) sebelum menentukan tren jangka panjang berikutnya.

    Dukungan dari The Fed

    Selain faktor Trump, penguatan Bitcoin juga dipengaruhi oleh pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell.

    Dalam risalah pertemuan FOMC, Powell mengisyaratkan perlambatan kebijakan pengetatan kuantitatif dan kemungkinan adanya dua kali pemotongan suku bunga pada 2025.

    Imbasnya, hal ini memberikan optimisme yang cukup besar di kalangan para investor Bitcoin.

    Prediksi Pasar dan Strategi Investor

    Arthur Hayes, salah satu pendiri BitMEX, menyebut bahwa kebijakan Federal Reserve kemungkinan besar akan mendukung pergerakan harga Bitcoin.

    Namun, ia memperingatkan bahwa volatilitas masih bisa terjadi dan menyarankan investor untuk tetap waspada serta memiliki dana cadangan.

    Kembalinya premi Coinbase pada Bitcoin juga menjadi sinyal bahwa permintaan di pasar spot kembali meningkat.

    Hal ini bisa menjadi indikator positif bagi pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat.

    Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi harga Bitcoin saat ini, investor disarankan untuk tetap fleksibel dan mengikuti perkembangan kebijakan ekonomi global yang dapat mempengaruhi pasar kripto secara signifikan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Coinbase Tingkatkan Batas Pinjaman Berbasis BTC Hingga $1 Juta

    Coinbase, salah satu platform pertukaran kripto terbesar di dunia, telah meningkatkan batas pinjaman berbasis Bitcoin (BTC) hingga $1 juta dalam bentuk stablecoin USDC.

    Langkah ini diambil setelah melihat pertumbuhan signifikan dalam layanan pinjaman tersebut, dengan total originasi mencapai $130 juta sepanjang tahun 2025.

    Apa Itu Pinjaman Kripto Berbasis BTC?

    Pinjaman kripto memungkinkan pengguna untuk meminjam USDC dengan menjaminkan Bitcoin mereka sebagai agunan.

    Layanan ini difasilitasi melalui integrasi Coinbase dengan protokol pinjaman on-chain Morpho di jaringan Base.

    Lebih lanjut, pengguna dapat mengakses layanan ini langsung melalui antarmuka Coinbase.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Masih Murah? Ini Alasannya Institusi Besar Borong BTC

    Detail Pinjaman

    Pergerakan harga Circle (USDC/USDT) pada Kamis, 1 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga USD Coin (USDC/USDT) pada Kamis, 1 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    • Batas Pinjaman: Hingga $1.000.000 USDC, tergantung pada jumlah BTC yang dijaminkan.
    • Rasio Loan-to-Value (LTV): Menentukan seberapa besar pinjaman dibandingkan dengan nilai agunan. Jika LTV mencapai 86%, agunan dapat dilikuidasi untuk melunasi pinjaman ditambah biaya penalti sebesar 4,38% dari Morpho.
    • Proses Kolateralisasi: BTC yang dijaminkan akan dikonversi menjadi cbBTC dan disimpan dalam kontrak pintar Morpho.

    Dampak dan Prospek

    Peningkatan batas pinjaman ini mencerminkan permintaan yang tinggi terhadap layanan pinjaman kripto, terutama di kalangan pengguna yang ingin memanfaatkan nilai BTC mereka tanpa harus menjualnya.

    Dengan integrasi teknologi DeFi dan peningkatan batas pinjaman, Coinbase menunjukkan komitmennya dalam menyediakan layanan keuangan inovatif yang memenuhi kebutuhan pasar kripto yang berkembang pesat.

    Langkah ini juga menandai kemajuan signifikan dalam adopsi layanan keuangan berbasis kripto, memberikan alternatif baru bagi pengguna untuk mengakses likuiditas tanpa harus melepaskan aset digital mereka.

    Baca Juga: Infini Neobank Diretas, $49,5 Juta USDC Raib


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit

    JP Morgan Chase, bank terbesar di Amerika Serikat, resmi mengumumkan kerja sama dengan platform kripto Coinbase.

    Mulai musim gugur 2025, pemegang kartu kredit Chase dapat langsung membeli aset kripto di Coinbase.

    Kolaborasi ini menjadi langkah yang menandai titik balik bagi penerimaan kripto oleh lembaga keuangan mainstream.

    Fitur Utama Kerja Sama Ini

    1. Pembelian Crypto via Kartu Kredit Chase
      Nasabah Chase dapat menggunakan kartu kreditnya untuk mendanai akun Coinbase dan membeli cryptocurrency dengan mudah tanpa perlu transfer bank terpisah. Kerjasama ini akan diluncurkan pada musim gugur 2025.
    2. Tukar Poin Reward Chase ke Crypto Mulai 2026
      Mulai tahun depan, nasabah bisa menautkan akun Chase langsung ke Coinbase dan mengonversi poin Chase Ultimate Rewards menjadi USDC, stablecoin yang terikat ke dolar AS. Setiap 100 poin setara $1 crypto (USDC).
    3. Integrasi Bank‑to‑Wallet
      Melalui integrasi API yang aman, Chase dan Coinbase memungkinkan tautan langsung antara akun bank Chase dan dompet Coinbase, mempermudah proses pembelian dan keamanan transaksi.

    Baca Juga: Pionir! JP Morgan Beri Pinjaman Dengan Jaminan Bitcoin dan Ethereum

    Tonggak Sejarah Baru

    • Bank Pertama yang Memudahkan Pembelian Crypto Pakai Kartu Kredit
      JPMorgan menjadi pelopor di antara bank besar AS yang memberikan opsi ini yang memberi sinyal bahwa kripto semakin diterima dalam layanan keuangan arus utama.
    • Potensi Ekspansi 80 Juta Nasabah
      Akses langsung ke basis nasabah Chase memungkinkan Coinbase menjangkau lebih banyak pengguna tanpa melalui perantara pihak ketiga yang biasanya menambah friksi seperti biaya dan kompleksitas.
    • Regulasi Kripto yang Semakin Menjanjikan
      Langkah ini datang seiring Regulasi yang semakin jelas di AS, seperti melalui inisiatif pemerintahan Trump dan SEC yang menghadirkan kerangka hukum lebih ramah bagi aset digital.

    Dampak ke Saham dan Ekuitas

    Pasca pengumuman kerjasama ini, saham Coinbase melonjak sekitar 3% di sesi pra-bursa, membalikan tren penurunan selama tujuh hari sebelumnya.

    Nilai pasar Coinbase kini mencapai sekitar $95 miliar, dan dipastikan masuk ke dalam indeks S&P 500. JP Morgan juga mencatat kenaikan sekitar 0,5% pada sahamnya.

    Namun dalam laporan laba Q2 2025 baru-baru ini, Coinbase gagal memenuhi ekspektasi di banyak metrik: pendapatan transaksi turun, revenue institusi melemah, dan biaya operasional membengkak.

    Saham sempat anjlok 16,7% setelah publikasi hasil. Meskipun demikian, ekspansi layanan melalui kemitraan seperti ini diyakini mampu menjadi katalis pemulihan harga saham ke depan.

    Tantangan dan Peringatan

    • Pengaturan Transaksi Kartu Kredit
      Beberapa pengguna Reddit mencatat bahwa pembelian kripto dengan kartu kredit kemungkinan dikategorikan sebagai cash advance, yang sering kena fee dan bunga lebih tinggi, sehingga perlu diperhatikan penggunaannya.
    • Ketergantungan Regulasi Aman dan Stabil
      Transformasi keuangan yang aman bagi publik membutuhkan kepastian regulasi. PNC Bank, contohnya, juga menjalin kerja sama serupa sebelumnya—semua ini menuntut aturan jelas agar tidak ada risiko hukum di masa depan.
    • Risiko Volatilitas Aset
      Meskipun stablecoin seperti USDC menawarkan kestabilan nilai, risiko volatil masih besar saat membeli aset kripto volatile. Nasabah perlu berhati-hati dan memahami bahwa reward poin dapat menjadi leverage jika tidak dikelola dengan baik.

    Pandangan Masa Depan

    Kerja sama JP Morgan–Coinbase membuka pintu bagi integrasi lebih dalam antara layanan keuangan tradisional dan aset digital.

    Dengan memudahkan pembelian kripto dan memanfaatkan poin kartu kredit sebagai alat investasi modern, inisiatif ini bisa memicu adopsi kripto skala besar.

    Investor dan pengamat industri menilai langkah ini sebagai titik balik penting. JP Morgan tidak hanya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga menjadi jembatan antara tradfi dan kripto melalui produk yang aman dan identitas brand tepercaya.

    Baca Juga: AERO Naik 40%: Dorongan Coinbase dan Permintaan Tinggi

    Fitur Periode
    Beli crypto via kartu kredit Chase Musim Gugur 2025
    Tautkan akun bank ke Coinbase Mulai 2026
    Tukar reward poin Chase ke USDC Mulai 2026 (100 poin = $1)
    Dampak terhadap saham Coinbase +3%, JPM +0.5%

    Dengan langkah pionir ini, JP Morgan dan Coinbase membawa blockchain satu langkah lebih dekat ke mainstream finansial.

    Integrasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi strategi besar untuk memperluas akses aset digital secara aman dan fleksibel bagi jutaan pengguna.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Coinbase Buka Era Agen AI Otonom Bertransaksi di Blockchain

    Industri kripto kembali memasuki babak baru setelah Coinbase melalui Coinbase Developer Platform resmi memperkenalkan fitur revolusioner bernama Agentic Wallets.

    Menurut laporan Cointelegraph, inovasi ini memungkinkan agen AI otonom memiliki dompet kripto sendiri, mengelola dana, serta melakukan transaksi onchain tanpa input langsung dari manusia.

    Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting dalam konvergensi antara kecerdasan buatan (AI) dan teknologi blockchain, membuka jalan menuju ekonomi mesin-ke-mesin (machine-to-machine economy) yang sepenuhnya terdesentralisasi.

    Baca Juga: Polymarket hingga Coinbase Dorong Lonjakan Pasar Prediksi Global

    Mengenal Agentic Wallets

    Agentic Wallets adalah infrastruktur dompet kripto yang dirancang khusus untuk agen AI.

    Berbeda dengan dompet kripto tradisional yang memerlukan kontrol manual manusia, fitur ini memungkinkan sistem AI untuk melakukan berbagai tugas.

    Sebut saja mengirim dan menerima aset kripto; membayar layanan digital secara otomatis; melakukan perdagangan aset; mengelola portofolio secara mandiri; hingga berinteraksi langsung dengan smart contract.

    Dengan kata lain, AI kini tidak hanya mampu mengambil keputusan berbasis data, tetapi juga memiliki kemampuan finansial untuk mengeksekusi keputusan tersebut secara langsung di blockchain.

    Konsep ini sering disebut sebagai “AI with a wallet”, AI yang memiliki identitas finansial digital sendiri.

    Menuju Ekonomi Mesin-ke-Mesin

    Peluncuran Agentic Wallets berpotensi mempercepat lahirnya ekosistem machine-to-machine economy.

    Dalam skenario ini, agen digital dapat membayar API atau layanan komputasi, menyewa storage terdesentralisasi, membeli data untuk analisis, dan melakukan settlement otomatis antar sistem.

    Tim Research Tokocrypto menilai inovasi ini sebagai langkah signifikan.

    “Peluncuran ini menandai konvergensi nyata antara AI dan Crypto. Dengan memberi agen AI kemampuan finansial otonom (AI with a wallet), Coinbase memfasilitasi masa depan di mana agen digital dapat membayar layanan, berdagang, dan mengelola aset secara independen, menciptakan utilitas baru bagi infrastruktur blockchain,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Integrasi AI dan blockchain selama ini masih terbatas pada analitik atau otomatisasi trading berbasis algoritma. Namun dengan Agentic Wallets, AI kini menjadi entitas ekonomi aktif dalam jaringan kripto.

    Dampak bagi Ekosistem Blockchain

    Langkah Coinbase ini dapat membawa sejumlah implikasi besar bagi industri kripto:

    1. Peningkatan Aktivitas Onchain

    Jika agen AI mulai bertransaksi secara mandiri, volume transaksi onchain berpotensi meningkat signifikan. Aktivitas ini dapat mendorong pertumbuhan jaringan layer-1 maupun layer-2.

    2. Utilitas Baru untuk Smart Contract

    AI dapat berinteraksi langsung dengan protokol DeFi, NFT, atau DAO, menciptakan model penggunaan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.

    3. Transformasi Model Bisnis Digital

    Bayangkan agen AI yang mengelola kampanye pemasaran, membayar iklan secara otomatis, atau melakukan arbitrase harga lintas platform tanpa campur tangan manusia. Semua ini dapat berjalan 24/7 tanpa jeda.

    4. Tantangan Regulasi dan Keamanan

    Di sisi lain, muncul pertanyaan terkait tanggung jawab hukum dan keamanan. Siapa yang bertanggung jawab jika agen AI melakukan transaksi yang merugikan? Bagaimana mekanisme kontrol dan auditnya?

    Isu ini diperkirakan akan menjadi perhatian regulator di berbagai negara.

    Konvergensi AI dan Kripto Semakin Nyata

    Dalam beberapa tahun terakhir, tren penggabungan AI dan kripto semakin menguat.

    Berbagai proyek mencoba menghadirkan AI terdesentralisasi, marketplace data berbasis blockchain, hingga autonomous agents dalam ekosistem Web3.

    Namun langkah Coinbase memiliki bobot tersendiri karena perusahaan ini merupakan salah satu bursa kripto terbesar dan paling teregulasi di dunia.

    Dengan infrastruktur yang matang dan basis pengguna global, implementasi Agentic Wallets berpotensi mempercepat adopsi konsep ekonomi digital otonom.

    Inovasi ini juga dapat meningkatkan relevansi blockchain sebagai infrastruktur keuangan untuk sistem AI generatif, autonomous agents, dan robotika di masa depan.

    Masa Depan: AI sebagai Entitas Ekonomi Digital

    Jika adopsi berjalan sesuai rencana, kita mungkin akan memasuki AI-driven economy, di mana agen digital menghasilkan pendapatan, dan mengelola kas operasional.

    Selain itu, agen digital berbasis AI ini juga diberi kewenangan untuk membayar biaya komputasi, berinvestasi dalam protokol DeFi, atau bahkan berpartisipasi dalam governance DAO.

    Blockchain menyediakan transparansi dan finalitas transaksi, sementara AI menyediakan kecerdasan dan otonomi pengambilan keputusan.

    Kombinasi keduanya berpotensi menciptakan sistem ekonomi baru yang sepenuhnya otomatis.

    Baca Juga: Bos Coinbase: Pasar Boleh Guncang, Masa Depan Kripto Tetap Cerah

    Peluncuran Agentic Wallets oleh Coinbase menjadi sinyal kuat bahwa integrasi AI dan kripto bukan lagi sekadar narasi, melainkan realitas yang mulai diimplementasikan.

    Dengan memungkinkan agen AI memiliki dompet kripto dan bertransaksi secara mandiri, Coinbase membuka jalan menuju era baru ekonomi mesin-ke-mesin di blockchain. Jika berhasil diadopsi secara luas, inovasi ini dapat mengubah cara sistem digital berinteraksi, bertransaksi, dan menciptakan nilai di masa depan Web3.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bos Coinbase: Pasar Boleh Guncang, Masa Depan Kripto Tetap Cerah

    CEO Coinbase Brian Armstrong kembali menegaskan pandangan optimistisnya terhadap masa depan industri kripto, meski pasar tengah diliputi volatilitas tinggi. Dalam unggahan di platform X pada 7 Februari, Armstrong menyebut bahwa ketidakpastian harga merupakan hal yang lumrah dalam siklus kripto dan bukan sinyal adanya kelemahan struktural.

    Armstrong menanggapi gejolak pasar terbaru, termasuk penurunan tingkat kesulitan mining Bitcoin sebesar 11,16%, yang merupakan penurunan terbesar sejak larangan penambangan kripto di China pada 2021, sebagai bagian dari dinamika pasar yang sudah berulang kali terjadi. Menurutnya, volatilitas jangka pendek tidak mengubah prospek jangka panjang industri aset digital.

    Armstrong: Sulit untuk Tidak Bullish pada Kripto

    Brian Armstrong, CEO Coinbase
    Brian Armstrong, CEO Coinbase. Foto: Techcrunch.

    Dalam pernyataannya, Armstrong menekankan bahwa tren adopsi kripto terus berjalan di berbagai sektor, mulai dari pembayaran, kustodi, hingga infrastruktur keuangan. Ia menyatakan bahwa perkembangan tersebut tetap berlangsung terlepas dari sentimen pasar jangka pendek.

    Dilaporkan News Bitcoin, Armstrong mengatakan bahwa dirinya tidak melihat alasan untuk bersikap pesimistis terhadap kripto dalam jangka panjang. Ia menilai kripto berkembang sangat cepat dan mulai mengambil peran besar dalam layanan keuangan global. Menurutnya, teknologi blockchain secara perlahan “memakan” sistem keuangan tradisional dan mendorong perubahan struktural yang sulit dihindari.

    Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 9 Februari 2026: Mulai Bangkit, BTC di Atas $70.000

    Coinbase Tetap Bangun Infrastruktur di Tengah Volatilitas

    Ilustrasi exchange Coinbase.
    Ilustrasi exchange Coinbase.

    Terkait strategi perusahaan, Armstrong menyebut bahwa Coinbase akan terus fokus membangun produk dan infrastruktur tanpa terpengaruh kondisi pasar. Ia menegaskan bahwa Coinbase memiliki misi jangka panjang untuk memperbarui sistem keuangan global yang dinilai sudah usang.

    Armstrong menilai bahwa pembangunan infrastruktur kripto tidak bisa bergantung pada siklus harga. Karena itu, Coinbase akan terus meluncurkan produk dan mengembangkan teknologi sebagai bagian dari proses pematangan pasar kripto secara keseluruhan.

    Kripto, AI, dan Masa Depan Sistem Keuangan

    Optimisme Armstrong tidak hanya terbatas pada harga aset digital. Ia juga menyoroti peran kripto dalam era kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, agen AI otonom di masa depan akan lebih cocok menggunakan uang yang dapat diprogram seperti stablecoin dan smart contract, dibandingkan rekening bank tradisional.

    Dari sisi regulasi, Armstrong melihat perkembangan positif di Amerika Serikat. Ia menyinggung pengesahan GENIUS Act pada 2025 serta pembahasan CLARITY Act sebagai sinyal menuju aturan yang lebih jelas untuk stablecoin, kustodi, dan pengawasan pasar kripto. Meski begitu, Armstrong mengkritik versi terbaru CLARITY Act di Senat karena dinilai justru lebih buruk dibandingkan kondisi regulasi saat ini.

    Base dan Visi “Everything Exchange”

    Armstrong juga menempatkan peran strategis pada Base, jaringan Layer 2 milik Coinbase. Ia melihat Base sebagai fondasi untuk membangun super app on-chain yang mendukung transaksi murah dan penggunaan kripto sehari-hari. Dalam jangka panjang, Armstrong membayangkan Coinbase berevolusi menjadi “everything exchange” yang tidak hanya memperdagangkan aset kripto, tetapi juga saham yang ditokenisasi, prediction market, hingga komoditas.

    Mengacu pada siklus pasar historis dan suplai tetap Bitcoin yang hanya 21 juta koin, Armstrong menilai bahwa volatilitas harga adalah bagian dari proses menuju adopsi massal. Menurutnya, meski pasar kerap mengalami reset, fondasi jangka panjang kripto sebagai infrastruktur keuangan global terus menguat.

    Menurut Tim Rsearch Tokocrypto, Visi Armstrong tentang AI Agents yang menggunakan uang yang dapat diprogram (programmable money) seperti stablecoin alih-alih rekening bank tradisional adalah poin paling futuristik di sini. Ini memvalidasi narasi “Agentic Economy” (ekonomi antar-robot) yang sedang tren.

    “Selain itu, penolakan Armstrong terhadap draf CLARITY Act adalah sinyal penting bagi investor: tidak semua “regulasi” itu positif; industri membutuhkan aturan yang membebaskan inovasi, bukan yang membelenggu. Jika Coinbase sukses dengan Base, mereka tidak hanya akan menjadi bursa, tapi menjadi “App Store” bagi keuangan terdesentralisasi,” jelasnya.

    Baca juga: Riset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Polymarket hingga Coinbase Dorong Lonjakan Pasar Prediksi Global

    Pasar prediksi mencetak rekor baru pada Januari 2026 dengan total volume perdagangan menembus USD 12 miliar. Capaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah dan menandai meningkatnya minat publik terhadap platform yang memungkinkan perdagangan berbasis prediksi peristiwa dunia nyata.

    Dilaporkan Coincu, sejumlah pemain utama seperti Kalshi, Polymarket, Opinion, dan Probable masing-masing membukukan volume perdagangan di atas USD 1 miliar sepanjang bulan Januari. Lonjakan aktivitas tersebut menunjukkan meningkatnya partisipasi trader yang memanfaatkan pasar prediksi untuk memperkirakan hasil berbagai peristiwa, mulai dari politik hingga ekonomi.

    Selain mencatatkan volume tinggi, pasar prediksi juga menghasilkan lebih dari USD 11 juta biaya transaksi berbasis on-chain selama Januari. Opinion menjadi kontributor terbesar dengan biaya mencapai USD 6,14 juta, disusul Polymarket sebesar USD 2,62 juta.

    Coinbase Resmi Masuk

    Di tengah pertumbuhan ini, Coinbase resmi memasuki sektor pasar prediksi dengan meluncurkan platform khusus untuk pengguna di Amerika Serikat. Platform tersebut dikembangkan melalui kemitraan dengan Kalshi dan memungkinkan pengguna memperdagangkan hasil berbagai peristiwa, termasuk pemilu, olahraga, dan indikator ekonomi.

    Kalshi sendiri saat ini memiliki valuasi sekitar USD 11 miliar. Platform ini menawarkan kontrak berbasis peristiwa yang bekerja mirip dengan derivatif sederhana, di mana pengguna dapat mengambil posisi “ya” atau “tidak” terhadap suatu hasil. Harga kontrak mencerminkan probabilitas yang ditetapkan oleh pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan ini menandakan pergeseran minat trader dari spekulasi token murni ke event-based trading.

    “Masuknya Coinbase ke ranah ini (bermitra dengan Kalshi) memvalidasi sektor prediksi sebagai instrumen finansial mainstream, yang berpotensi menarik likuiditas institusional lebih besar,” ujarnya.

    Masuknya Coinbase dinilai dapat memperluas akses ke pasar prediksi melalui lingkungan yang lebih teregulasi. Langkah ini berpotensi meningkatkan likuiditas sekaligus menarik basis pengguna yang lebih luas.

    Ekspansi tersebut juga sejalan dengan visi Coinbase untuk menjadi “everything exchange” dengan menghadirkan berbagai instrumen keuangan baru, termasuk pasar prediksi, di tengah meningkatnya minat global terhadap model perdagangan berbasis probabilitas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Base Bidik Ekonomi AI Agent 2026: Jadi Settlement Layer Utama!

    Jaringan layer-2 besutan Coinbase, yakni Base, mulai mengarahkan visinya ke masa depan yang lebih ambisius.

    Menurut laporan Cointelegraph, tahun 2026 diposisikan sebagai momentum penting untuk membangun infrastruktur pasar yang dirancang khusus bagi ekonomi berbasis AI agent atau agentic economy.

    Langkah ini mencerminkan evolusi baru dalam industri kripto, di mana integrasi antara kecerdasan buatan dan blockchain mulai bergerak dari sekadar konsep menuju implementasi nyata.

    Baca Juga: Gawat! Solana Curiga Base Mau Mengambil Alih Ekosistem Mereka

    Infrastruktur untuk AI Agent

    Dalam roadmap terbarunya, Base mengembangkan sejumlah komponen kunci yang dirancang untuk mendukung aktivitas AI agent di jaringan blockchain. Beberapa di antaranya meliputi:

    • Smart accounts berbasis agent (agent-native)
    • Akses melalui CLI (command-line interface) dan MCP
    • Payment rails online untuk transaksi otomatis
    • Dukungan untuk berbagai instrumen seperti spot trading, perpetuals, hingga prediction markets

    Dengan pendekatan ini, Base ingin menciptakan ekosistem di mana AI agent dapat beroperasi secara mandiri: melakukan transaksi, mengelola aset, hingga berinteraksi dengan berbagai protokol tanpa intervensi manusia secara langsung.

    Lonjakan RWA dan Stablecoin

    Ambisi Base juga didukung oleh pertumbuhan signifikan di sektor aset dunia nyata (real-world assets/RWA).

    Nilai on-chain RWA dilaporkan melonjak hingga 240% dalam 12 bulan terakhir, mencerminkan meningkatnya minat terhadap tokenisasi aset tradisional seperti obligasi, properti, dan instrumen keuangan lainnya.

    Di sisi lain, kapitalisasi stablecoin juga mengalami kenaikan sebesar 32%, menegaskan peran penting stablecoin sebagai fondasi likuiditas dalam ekosistem kripto.

    Kombinasi antara RWA dan stablecoin ini menjadi pilar utama bagi Base untuk membangun settlement layer yang mampu mendukung transaksi dalam skala besar, termasuk untuk kebutuhan AI agent.

    Menjadi Settlement Layer Ekonomi Agentic

    Dengan berbagai pengembangan tersebut, Base secara terbuka memposisikan dirinya sebagai settlement layer bagi ekonomi agentic, sebuah sistem di mana AI agent berperan sebagai pelaku ekonomi aktif.

    Dalam skenario ini, AI tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga entitas yang dapat melakukan aktivitas ekonomi secara mandiri, seperti melakukan pembayaran, trading, atau mengelola portofolio.

    Jika berhasil, pendekatan ini dapat mengubah cara interaksi dalam ekosistem digital, sekaligus membuka peluang baru dalam efisiensi dan otomatisasi.

    Dari Narasi ke Eksekusi

    Meski terlihat menjanjikan, strategi Base tetap menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal eksekusi dan adopsi. Pasar kripto dikenal sangat kompetitif, dan banyak proyek dengan narasi besar gagal membuktikan utilitas nyata.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa pendekatan Base cukup menarik, namun tetap membutuhkan validasi dari sisi penggunaan.

    “Ini bukan sekadar narasi AI tempelan, karena Base mencoba mengaitkan pembayaran, tokenisasi, dan account abstraction ke use case agent economy yang konkret. Kalau eksekusinya jalan, Base bisa memperkuat posisi sebagai L2 dengan utilitas paling dekat ke distribusi user Coinbase, tapi pasar tetap akan menuntut bukti traffic dan activity nyata, bukan cuma roadmap futuristik,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Dengan demikian, keberhasilan Base akan sangat bergantung pada kemampuannya menghadirkan aktivitas nyata di jaringan, bukan hanya sekadar visi jangka panjang.

    Posisi Strategis Base

    Sebagai bagian dari ekosistem Coinbase, Base memiliki keunggulan distribusi pengguna yang signifikan. Integrasi langsung dengan platform exchange besar ini memberikan akses ke jutaan pengguna yang dapat menjadi katalis adopsi.

    Selain itu, sebagai jaringan berbasis Ethereum, Base juga mendapatkan manfaat dari ekosistem developer yang luas serta kompatibilitas dengan berbagai aplikasi terdesentralisasi (dApps).

    Hal ini menempatkan Base dalam posisi strategis untuk menjadi salah satu pemain utama dalam gelombang inovasi berikutnya di industri kripto.

    Baca Juga: Coinbase Tolak RUU Kripto AS Terkait Yield Stablecoin

    Ambisi Base untuk membangun infrastruktur bagi AI agent pada 2026 menandai arah baru dalam perkembangan blockchain.

    Dengan fokus pada integrasi pembayaran, tokenisasi, dan otomatisasi berbasis AI, Base berupaya menjadi settlement layer utama dalam ekonomi digital masa depan.

    Namun, seperti halnya inovasi besar lainnya, keberhasilan strategi ini akan sangat ditentukan oleh eksekusi dan tingkat adopsi di dunia nyata.

    Jika mampu menghadirkan utilitas yang konkret, Base berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu layer-2 paling relevan di era AI-driven economy.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Coinbase Tolak RUU Kripto AS Terkait Yield Stablecoin

    Perusahaan exchange kripto raksasa, Coinbase, dilaporkan menolak kompromi terbaru dalam pembahasan RUU struktur pasar kripto di Senat Amerika Serikat.

    Penolakan ini berfokus pada klausul yang berpotensi melarang pihak ketiga (termasuk exchange) untuk menawarkan atau membayar yield dari stablecoin kepada pengguna.

    Perkembangan ini menunjukkan bahwa proses legislasi kripto di AS masih jauh dari kata selesai, dengan konflik kepentingan antara industri kripto dan sektor perbankan semakin mengemuka.

    Baca Juga: Coinbase Resmi Luncurkan Futures Kripto di 26 Negara Eropa

    Inti Masalah: Yield Stablecoin

    Salah satu isu paling krusial dalam RUU ini adalah regulasi terkait yield stablecoin. Dalam draf terbaru, terdapat bahasa yang dianggap dapat membatasi.

    Sebut saja exchange dalam memberikan insentif bunga atau yield, model bisnis berbasis stablecoin di platform kripto, hingga distribusi hasil dari produk berbasis likuiditas.

    Padahal bagi industri kripto, yield stablecoin merupakan salah satu fitur penting yang dapat menarik pengguna baru, meningkatkan likuiditas, dan menjadi sumber pendapatan utama.

    Namun bagi perbankan tradisional, fitur ini dipandang sebagai ancaman langsung terhadap sistem deposito.

    Konflik Kripto vs Perbankan

    Perdebatan ini mencerminkan konflik yang lebih luas antara dua sektor.

    Dari sudut pandang industri kripto, tentu saja ingin mempertahankan fleksibilitas produk untuk mendorong inovasi keuangan berbasis blockchain dan mengembangkan ekosistem DeFi dan CeFi.

    Tapi dari perbankan tradisional, mayoritas khawatir terhadap deposit flight (perpindahan dana nasabah) sehingga mendesak regulator untuk membatasi kompetisi, sekaligus meminta perlindungan terhadap sistem keuangan konvensional.

    Menurut laporan Cointelegraph, tarik-menarik kepentingan inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa kompromi sulit dicapai.

    Senator Alsobrooks, yang difoto pada sebuah acara perbankan di awal Maret, mengatakan bahwa RUU kompromi tersebut mungkin akan membuat baik dunia kripto maupun bank-bank tidak senang. Sumber: American Bankers Association.
    Senator Alsobrooks, yang difoto pada sebuah acara perbankan di awal Maret, mengatakan bahwa RUU kompromi tersebut mungkin akan membuat baik dunia kripto maupun bank-bank tidak senang. Sumber: American Bankers Association.

    Peran Gedung Putih

    Pemerintah AS melalui Gedung Putih dilaporkan telah beberapa kali mempertemukan kedua kubu untuk mencari titik tengah.

    Namun hingga saat ini, belum ada kesepakatan final yang dapat diterima semua pihak. Hal ini menunjukkan bahwa regulasi kripto semakin menjadi isu politik strategis.

    Maka dari itu, pemerintah berusaha menyeimbangkan inovasi dan stabilitas. Namun sebagai ganjarannya, proses legislasi akan memakan waktu lebih panjang.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Penolakan dari Coinbase membawa beberapa implikasi penting:

    1. Ketidakpastian Regulasi

    Pasar masih belum memiliki kejelasan terkait aturan stablecoin di AS.

    2. Potensi Regulasi Lebih Ketat

    Jika kompromi condong ke arah perbankan, aturan bisa menjadi lebih restriktif.

    3. Pengaruh Global

    Sebagai pasar terbesar, regulasi AS akan berdampak pada kebijakan di negara lain.

    Pertarungan Masih Jauh dari Selesai

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, sikap Coinbase menunjukkan bahwa konflik inti dalam RUU ini belum terselesaikan.

    “Kalau bahkan Coinbase masih menahan dukungan, berarti pertarungan inti RUU ini belum selesai dan isu stablecoin yield tetap jadi ranjau politik utama. Bagi pasar, ini sinyal bahwa jalur legislasi kripto AS masih hidup, tapi bentuk akhirnya bisa lahir jauh lebih keras dan lebih bank-friendly dari yang diinginkan industri,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa hasil akhir regulasi bisa berbeda jauh dari ekspektasi awal industri kripto.

    Apa Artinya bagi Stablecoin?

    Stablecoin merupakan salah satu pilar utama ekosistem kripto, digunakan untuk perdagangan aset digital, penyimpanan nilai, dan transfer lintas batas.

    Jika yield stablecoin dibatasi, dampaknya bisa meluas seiring berkurangnya daya tarik bagi pengguna, penurunan likuiditas di exchange, dan perubahan model bisnis platform kripto.

    Melihat situasi saat ini, arah regulasi kripto di AS masih sangat dinamis dan penuh ketidakpastian.

    Artinya, pelaku pasar harus siap menghadapi berbagai kemungkinan, mulai dari regulasi yang mendukung hingga pembatasan yang lebih ketat.

    Baca Juga: Coinbase Buka Era Agen AI Otonom Bertransaksi di Blockchain

    Penolakan Coinbase terhadap kompromi terbaru dalam RUU kripto AS menegaskan bahwa perdebatan seputar regulasi stablecoin masih jauh dari kata selesai. Isu yield menjadi titik konflik utama antara industri kripto dan perbankan tradisional.

    Meski jalur legislasi tetap berjalan, bentuk akhir regulasi kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh kepentingan politik dan stabilitas sistem keuangan.

    Bagi investor dan pelaku industri, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa regulasi tetap menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah masa depan kripto—tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga secara global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Coinbase Resmi Luncurkan Futures Kripto di 26 Negara Eropa

    Bursa kripto Coinbase resmi meluncurkan perdagangan kontrak berjangka (futures) Bitcoin dan aset kripto lainnya untuk trader di 26 negara Eropa. Langkah ini menandai pertama kalinya Coinbase menawarkan produk derivatif secara langsung kepada pengguna di kawasan tersebut.

    Produk futures ini tersedia melalui platform Coinbase Advanced dan ditawarkan melalui entitas Coinbase yang telah terdaftar di bawah regulasi MiFID di Eropa, sehingga sesuai dengan kerangka regulasi pasar keuangan Uni Eropa.

    Trader Eropa Dapat Akses Derivatif yang Teregulasi

    Dilaporkan Bitcoin Magazine, peluncuran ini mencakup trader di sejumlah negara besar di Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.

    Sebelumnya, banyak trader Eropa yang mengakses produk derivatif kripto melalui platform luar negeri yang tidak selalu berada di bawah pengawasan regulator lokal. Kondisi tersebut sering kali menimbulkan risiko operasional dan ketidakpastian regulasi.

    Dengan produk futures yang teregulasi, Coinbase berupaya menyediakan alternatif yang lebih aman dan transparan bagi investor di kawasan tersebut.

    Menurut Tim Resesarch Tokocrypto, dari sisi regulasi, ekspansi ini penting karena memperlihatkan bagaimana exchange besar tidak lagi hanya mengejar volume, tetapi juga legitimasi pasar melalui produk yang diawasi secara formal.

    “Jika penetrasi derivatif teregulasi terus tumbuh, Eropa bisa menjadi salah satu pusat pengembangan pasar crypto yang lebih selaras dengan kerangka hukum dan partisipasi institusi besar,” jelasnya.

    Jenis Kontrak Futures yang Ditawarkan

    Coinbase menyediakan dua jenis kontrak futures utama bagi trader di Eropa.

    Jenis pertama adalah kontrak bergaya perpetual dengan masa berlaku hingga lima tahun. Kontrak ini menggunakan mekanisme funding rate per jam untuk menjaga harga tetap selaras dengan aset dasar dan melakukan penyelesaian harian.

    Jenis kedua adalah kontrak futures dengan tanggal jatuh tempo tertentu, yang tersedia dalam periode bulanan atau kuartalan. Kontrak ini juga dinilai ulang setiap hari dan akan diselesaikan secara tunai ketika kontrak mencapai jatuh tempo.

    Selain Bitcoin dan Ethereum, Coinbase juga menawarkan kontrak futures yang terkait dengan indeks saham dan aset kripto, termasuk produk yang disebut “Mag7 + Crypto Equity Index Futures”.

    Produk ini menggabungkan eksposur terhadap perusahaan teknologi besar, saham Coinbase, serta exchange-traded fund (ETF) kripto.

    Leverage Hingga 10 Kali

    Trader yang memenuhi syarat dapat menggunakan leverage hingga 10 kali pada beberapa kontrak, termasuk Bitcoin dan Ethereum.

    Produk lain menawarkan tingkat leverage yang lebih rendah, umumnya berada di kisaran 4 hingga 5 kali.

    Biaya perdagangan futures di platform ini dimulai dari sekitar 0,02% per kontrak, belum termasuk biaya tambahan seperti biaya bursa dan kliring.

    Untuk mengakses produk tersebut, pengguna harus melewati proses verifikasi identitas (KYC) serta pemeriksaan pengalaman trading sebelum dapat mendanai akun menggunakan euro atau stablecoin USDC.

    Bagian dari Strategi Ekspansi Coinbase

    Peluncuran futures di Eropa merupakan bagian dari strategi Coinbase untuk memperluas layanan menjadi platform perdagangan yang lebih luas.

    Perusahaan sebelumnya juga memperkenalkan fitur perdagangan saham bagi pengguna di Amerika Serikat, memungkinkan transaksi saham seperti Apple dan Tesla sepanjang waktu.

    Selain itu, Coinbase juga menjalin kerja sama dengan platform prediksi Kalshi untuk menghadirkan pasar prediksi serta mengembangkan roadmap tokenisasi aset tradisional agar dapat diakses melalui teknologi blockchain.

    Ekspansi di Tengah Pasar Kripto Melemah

    Langkah ekspansi Coinbase di Eropa terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih mengalami tekanan.

    Total kapitalisasi pasar kripto global diperkirakan turun sekitar 50% dari puncaknya pada Oktober 2025.

    Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan geopolitik global, ketidakpastian kebijakan perdagangan di Amerika Serikat, konflik di Timur Tengah, serta kekhawatiran pasar terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

    Meski demikian, Coinbase menilai permintaan terhadap produk derivatif kripto yang teregulasi tetap tinggi, terutama dari investor yang mencari akses pasar dengan perlindungan regulasi yang lebih jelas.

    Baca Juga: Bos Coinbase: Pasar Boleh Guncang, Masa Depan Kripto Tetap Cerah


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Tembus Rp 1 M, Masih Bisa Ngegas Lagi?


    Jakarta

    Bitcoin tembus US$ 70.000 atau Rp 1,09 miliar (kurs Rp 15.700) untuk pertama kalinya sejak Juni 2024. Investor bersiap menyambut pemilihan umum Amerika Serikat (AS) dan data ekonomi yang akan mempengaruhi keputusan bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) berikutnya.

    Dilansir dari CNBC, Selasa (29/10/2024), harga bitcoin terakhir naik sekitar 3% ke level US$ 69.925, menurut Coin Metrics. Sekitar pukul 6:00 sore waktu setempat pada Senin (28/10), harganya menyentuh US$ 70.207 dan terus berfluktuasi sejak saat itu.

    Saham yang terkait dengan harga kripto juga sedikit berubah. Dalam perdagangan reguler pada Senin (28/10), platform bursa kripto Coinbase naik 5% dan proksi bitcoin MicroStrategy melonjak hampir 9%.


    “Optimisme meningkat menjelang pemilihan presiden AS minggu depan. Bitcoin telah dibatasi pada kisaran ketat antara US$ 55.000 dan US$ 70.000, namun Bitcoin mungkin siap untuk menembus level tertinggi baru bulan ini,” tulis pemberitaan tersebut.

    Sebagai informasi, hari pemilihan presiden AS akan jatuh pada 5 November 2024. Kemudian disusul keputusan kebijakan suku bunga The Fed pada 7 November 2024.

    Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump telah merayu industri kripto tahun ini dan menampilkan dirinya sebagai kandidat pro-kripto. Sementara calon presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris lebih bungkam tentang kripto dan industri terpecah tentang bagaimana potensi kepresidenannya dapat memengaruhi perusahaan kripto.

    Di tempat lain, investor mengamati laporan keuangan dari Coinbase dan MicroStrategy, di mana keduanya dijadwalkan akan mengumumkan pada Rabu (29/10). Pada Senin (28/10), saham MicroStrategy mencatat penutupan tertinggi sejak 15 Maret 2000.

    (aid/das)



    Sumber : finance.detik.com