Bappebti menerbitkan daftar 229 aset kripto yang bisa diperdagangkan di bursa aset kripto/crypto marketplace (calon pedagang fisik aset kripto) Indonesia. Di luar itu, wajib dilakukan delisting.
“Dengan terbitnya peraturan Bappebti tersebut, diharapkan perdagangan fisik aset kripto di Indonesia mampu memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi masyarakat yang bertransaksi fisik aset kripto di Indonesia,” ujar Kepala Bappebti Sidharta Utama dalam keterangan resminya, dilansir dari Kompas, (11/1/2021).
Sidharta menyebutkan Bappebti menetapkan 229 jenis aset kripto yang bisa diperdagangkan di pasar fisik aset kripto.
“Dengan demikian, wajib dilakukan delisting jenis aset kripto di luar dari jumlah tersebut, yang diikuti dengan kepastian langkah penyelesaian bagi pengguna,” tegas Sidharta.
Sidharta menjelaskan, penerbitan peraturan itu juga dimaksudkan mencegah penggunaan aset kripto untuk tujuan ilegal, seperti pencucian uang, pendanaan terorisme, serta pengembangan senjata pemusnah massal.
Hal itu sesuai rekomendasi standar internasional Financial Action Task Force (FATF)untuk melindungi pengguna aset kripto serta memfasilitasi inovasi dan pertumbuhan aset kripto di Indonesia.
Berdasarkan penelusuran Blockchainmedia.id di peraturan itu, berikut daftar lengkap 229 aset kripto yang bisa diperdagangkan di Indonesia. Di luar daftar itu, bursa aset kripto di Indonesia (calon pedagang fisik aset kripto), wajib men-delisting-nya.
Saat ini, Indonesia adalah salah satu dari sekian negara yang meregulasi digital asset/ cryptocurrency sebagai komoditi atau yang lebih dikenal dengan jual beli aset kripto. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto:
Aset kripto resmi legal di Indonesia sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka, bukan sebagai mata uang atau alat pembayaran. Untuk pembinaan, pengawasan dan pengembangan dari aset kripto diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI)
Secara lebih khusus, pengaturan mengenai pelaksanaan bisnis aset kripto di Indonesia juga diatur didalam Peraturan BAPPEBTI No.5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.
Tidak hanya mengatur tentang perdagangan aset kripto, terdapat juga beberapa pasal terkait Perlindungan Pelanggan Aset Kripto: <baca disini>
Peraturan ini menjadi salah satu dasar kepastian hukum dan perlindungan hukum baik bagi pedagang (exchange) maupun pelanggan (nasabah) aset kripto di Indonesia.
Dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) no 11 Tahun 2018 juga diatur mengenai kewajiban dalam menyertakan informasi yang lengkap dan benar terkait syarat kontrak, produsen dan produk yang ditawarkan. Hal ini demi menjamin agar tidak ada pelanggan fisik aset kripto yang dirugikan akibat minimnya pengetahuan akan resiko dari aset kripto.
Dengan perkembangan industri aset kripto yang pesat menunjukkan pentingnya edukasi mengenai aset kripto baik untuk pelanggan aset kripto maupun masyarakat yang belum mengenal aset kripto. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya penipuan atau tindak kejahatan dunia maya (cybercrime).
Dengan ini dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Indonesia sudah sangat aktif dalam melindungi Pelanggan Aset Kripto melalui peraturan dan undang-undang yang telah berlaku di Indonesia. Untuk mencegah kerugian yang dialami oleh pelanggan fisik aset kripto, sebaiknya pilihlah pedagang fisik aset kripto yang terdaftar di BAPPEBTI untuk menjamin perlindungan terhadap pedagang fisik aset kripto. hal ini membantu nasabah untuk lebih memahami mengenai aset kripto dan mencegah terjadinya kerugian di masa yang akan datang.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan industri aset kripto di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. OJK mencatat hingga Agustus 2023, investor aset kripto di Indonesia mencapai 17,8 juta.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan capaian tersebut mencerminkan bahwa masyarakat Indonesia masih menunjukkan tren peminatan terhadap aset kripto.
“Pertumbuhan jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia ini terus meningkat dari semula 11,2 juta orang atau investor pada akhir 2021, telah meningkat menjadi 16,7 juta (investor) pada akhir 2022 yang lalu. Dan data terakhir per Agustus 2023, tercatat kembali tumbuh menjadi 17,8 juta investor,” kata Hasan seperti dikutip Antara, Rabu (11/10).
Transaksi Aset Kripto
Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap Anggota DK OJK. Sumber: Antara.
Lebih lanjut, Hasan mengungkap nilai transaksi kripto yang terus menunjukkan adanya penurunan. OJK mencatat pada pada 2021, nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai angka yang cukup tinggi sebesar Rp 859,4 triliun.
Tapi, pada 2022 nilai transaksi tersebut menurun drastis menjadi Rp 296,66 triliun, hingga per Juli 2023 total transaksi kripto terus menurun hingga mencapai Rp 75,81 triliun.
“Penurunan ini kita harapkan juga cerminan dari semakin memahaminya (masyarakat) akan profil risiko dari aset kripto ini di kalangan para investor yang bertransaksi di aset kripto,” jelas Hasan.
Terlepas dari rendahnya transaksi aset kripto, Hasan memproyeksikan bahwa jumlah investor aset kripto di Indonesia akan terus bertumbuh. Ia meyakini aset kripto masih mempunyai potensi dan daya tarik tersendiri bagi investor dalam negeri.
Arah Kebijakan OJK
Dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK September 2023, Senin (9/10), Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara menjelaskan ada 6 fokus kebijakan OJK, yang salah satunya dalam rangka penguatan dan pengembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) dan Aset Keuangan Digital (IAKD) dan sebagai wujud quick wins atas implementasi UUP2SK.
Adapun berikut penjabaran kebijakan OJK secara lengkap:
OJK sedang menyusun Masterplan dan Roadmap Bidang IAKD termasuk aset kripto.
Rancangan POJK dan ketentuan pelaksanaan di ITSK dalam rangka mengembangkan inovasi di sektor keuangan dan memberikan kepastian hukum kepada Penyelenggara ITSK juga sedang disusun, yang mencakup ketentuan terkait fungsi pengembangan, perizinan, pengawasan dan pengenaan sanksi dengan dukungan bimbingan teknis dari lembaga internasional dan otoritas negara lain.
OJK sedang mengembangkan Digital Innovation Center sebagai innovation hub dan penguatan fungsi Regulatory Sandbox dalam mendorong inovasi, produk, layanan, dan aktivitas baru berbasis teknologi di sektor jasa keuangan.
Selain itu, OJK senantiasa berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk pelaksanaan pengaturan dan pengawasan:
OJK berkoordinasi dengan Bappebti terkait peralihan tugas pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital termasuk aset kripto sebagaimana diatur dalam UU P2SK. Proses yang dilakukan saat ini yaitu melakukan pendalaman mekanisme pengaturan, perizinan, dan pengawasan aset kripto secara berkelanjutan.
OJK berkoordinasi dengan Bank Indonesia dalam rangka membahas pelaksanaan pengaturan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan ITSK sesuai dengan ruang lingkup kewenangan masing-masing sebagaimana diatur dalam UU P2SK. Hal yang dilakukan antara lain memetakan cross-cutting issue dalam hal koordinasi dan harmonisasi kebijakan dan pengaturan aset kripto.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Pasar kripto terlihat melambat secara global, tapi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang menarik dalam nilai transaksi perdagangan aset digital. Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa pada bulan Agustus lalu, nilai transaksi aset kripto meningkat sebesar 13,5% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, mencapai total Rp 10,64 triliun.
Selama delapan bulan pertama tahun 2023, total transaksi kripto yang tercatat oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah mencapai Rp 86,45 triliun. Sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya, total transaksi kripto di Indonesia masih mencapai level Rp 249,3 triliun. Ini mengindikasikan penurunan transaksi yang tajam sebanyak 65,32% secara tahunan.
“Minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di perdagangan aset kripto terus berkembang pesat dan pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan adil bagi para pelaku serta untuk melindungi kepentingan masyarakat. Kripto diregulasi sebagai komoditas sehingga disebut aset kripto, bukan sebagai alat pembayaran,” kata Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga.
Setelah mencapai puncaknya pada tahun 2021, ketika total transaksi aset kripto mencapai angka luar biasa Rp 859,5 triliun, nilai transaksi di dalam negeri selama beberapa tahun terakhir terus menunjukkan tren penurunan.
Sebagai perbandingan, pada akhir tahun lalu, nilai transaksi kripto di Indonesia juga terpengaruh oleh sentimen negatif akibat keruntuhan pasar kripto global, dan akhirnya mencapai angka Rp 306,4 triliun.
Di sisi lain, minat masyarakat terhadap perdagangan aset kripto tetap kuat. Menurut data Kemendag hingga bulan Agustus 2023, jumlah pelanggan kripto yang tercatat mencapai 17.789.974 orang. Jumlah ini terus meningkat, dengan tambahan 119.410 pelanggan dalam satu bulan terakhir, menunjukkan peningkatan jumlah pelanggan sebesar 466.382 setiap bulannya.
CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, menegaskan bahwa minat masyarakat yang tetap tinggi meskipun ada penurunan nilai transaksi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki keyakinan kuat terhadap masa depan aset kripto.
“Meskipun nilai transaksi kripto di Indonesia mengalami fluktuasi, minat masyarakat terhadap aset kripto terus berkembang. Ada beberapa alasan kuat di balik minat ini. Pertama, kripto merupakan alternatif investasi yang menarik. Kondisi ekonomi yang tidak pasti membuat banyak orang mencari peluang investasi yang lebih stabil, dan aset kripto telah terbukti sebagai pilihan yang menarik,” kata Yudho.
Dorongan untuk mengembangkan aset kripto ini selaras dengan data dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS). Menurut CELIOS, salah satu dari tiga produk investasi utama yang dimiliki masyarakat Indonesia adalah aset kripto, dengan proporsi mencapai 21,1%.
Selain itu, Yudho juga mengakui peran penting regulasi yang semakin jelas dalam mendukung pertumbuhan pasar kripto di Indonesia. “Regulasi yang lebih jelas dan terstruktur membantu menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih aman dan terpercaya. Ini memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk berinvestasi dan bertransaksi dengan aset kripto tanpa banyak keraguan,” tambahnya.
Dengan minat yang terus meningkat dan dukungan dari regulasi yang semakin baik, pasar aset kripto di Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan. Yudho berharap bahwa industri ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.
Indonesia telah menorehkan pencapaian gemilang dalam dunia kripto yang patut dibanggakan. Menurut laporan terbaru dari Chainalysis, tingkat adopsi kripto di Indonesia yang pada tahun 2022 masih berada di peringkat 20, kini telah melonjak tajam ke posisi ke-7 dalam waktu yang relatif singkat.
Dalam metodologi penelitian bertajuk “The 2023 Global Crypto Adoption Index: Central & Southern Asia Are Leading the Way in Grassroots Crypto Adoption” menggabungkan data on-chain dan data dunia nyata untuk mengukur negara-negara yang memimpin dalam adopsi kripto di tingkat grassroots atau di kalangan masyarakat. Chainalysis mencatat bahwa adopsi kripto grassroots di seluruh dunia sedang mengalami penurunan. Meskipun telah terjadi pemulihan yang nyata sejak kelesuan pada akhir tahun 2022, adopsi masyarakat masih jauh dari mencapai puncak sepanjang sejarah.
Adopsi kripto di kawasan Asia telah mengalami perkembangan yang signifikan, terutama di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Hal ini tercermin dari peningkatan volume transaksi, daya beli, dan jumlah penduduk di wilayah tersebut. Indonesia menjadi salah satu negara yang sering disebut sebagai salah satu yang mengalami perkembangan aset kripto paling dinamis di dunia.
Tingkat adopsi kripto di Indonesia naik pada tahun 2023. Sumber: Chainalysis.
CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, melihat peningkatan ini menjadi suatu bukti nyata tentang pertumbuhan aset kripto di Indonesia yang masih terus berjalan ke arah lebih baik, meski pasar sedang lesu. Semakin tingginya adopsi kripto menunjukkan posisi Indonesia telah menjadi pemain utama dalam ekosistem kripto global. Namun, apa yang mendorong pertumbuhan ini, dan apa yang dapat diharapkan di masa depan?
“Salah satu faktor yang mendorong adopsi kripto di Indonesia adalah peningkatan pemahaman masyarakat tentang teknologi blockchain dan kripto. Pendidikan dan informasi yang lebih mudah diakses telah membantu orang-orang di Indonesia untuk lebih memahami manfaat dan potensi kripto. Selain itu, pertumbuhan pesat ekonomi digital, termasuk e-commerce dan fintech, juga telah membuka pintu bagi kripto sebagai salah satu alat pembayaran dan investasi,” kata Yudho.
Lebih mengejutkan adalah pertumbuhan jumlah investor kripto di Indonesia. Meskipun sedang menghadapi bear market, jumlah investor kripto di Tanah Air terus meningkat. Data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) per Juli 2023 mencatat bahwa jumlah investor kripto di Indonesia telah mencapai 17,67 juta orang, meningkat sebanyak 13 ribu orang atau naik 0,74% dibandingkan dengan bulan Juni 2023, yang sebelumnya mencapai 17,54 juta orang.
Namun, meskipun pencapaian ini mengesankan, jika dibandingkan dengan populasi Indonesia yang mencapai 278 juta orang, jumlah investor kripto masih tergolong kecil. “Ini menciptakan peluang besar bagi Indonesia, sebuah negara dengan bonus demografi yang sedang berlangsung dan penetrasi internet yang mencapai lebih dari 70%, untuk menjadi salah satu pusat utama dalam industri aset digital di Asia Tenggara,” terang Yudho.
CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam acara Media Gathering pada 9 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.
Selain itu, regulasi yang semakin jelas dan pemahaman pemerintah terhadap kripto juga telah membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat. Ketika pemerintah memberikan panduan yang lebih jelas tentang bagaimana kripto akan diatur, hal ini dapat mengurangi ketidakpastian dan mendorong lebih banyak orang untuk terlibat dalam ekosistem kripto dengan keyakinan.
Di Indonesia, aset kripto telah diakui sebagai komoditas yang sah, dan pada tahun 2023, sudah ada 501 aset kripto yang sah diperdagangkan di dalam negeri. Langkah ini disambut dengan penuh antusiasme oleh pelaku industri kripto di Tanah Air.
“Regulasi yang jelas merupakan fondasi utama untuk membangun ekosistem kripto yang kuat di Indonesia. Ini adalah tanda positif bagi pelaku industri, dan kami sangat mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan kripto. Dengan upaya bersama dan komitmen yang kuat, Indonesia sepertinya akan terus memimpin dalam adopsi dan perkembangan aset digital di masa depan,” tutur Yudho.
Indonesia juga telah mencatat sejarah sebagai negara pertama yang memiliki ekosistem perdagangan kripto yang lengkap, mencakup investor, pedagang fisik aset kripto, bursa, depository, dan kliring. Keberadaan bursa kripto yang terkemuka di Indonesia menjadi kunci utama dalam membentuk iklim investasi aset digital yang sehat dan aman di dalam negeri. Diharapkan bahwa dengan adanya infrastruktur ini, volume perdagangan kripto akan terus meningkat, membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.
Penyedia layanan pengiriman uang internasiona, SBI Remit bagian dari SBI Group, telah membuat pengumuman menarik mengenai operasinya di Asia Tenggara yang melibatkan Ripple. Menurut postingan blog, SBI Remit meningkatkan jangkauannya di wilayah ASEAN dengan bantuan Ripple.
Kedua perusahaan, yang telah menjalin kemitraan jangka panjang , melanjutkan upaya mereka dalam membangun jalur global untuk sistem keuangan masa depan. Dalam pengumumannya, SBI menyatakan akan menyediakan layanan pengiriman uang lintas batas ke Filipina, Vietnam, dan Indonesia.
SBI Remit, yang telah memfasilitasi pembayaran melalui Ripple sejak tahun 2017, memperkenalkan transfer uang internasional pada tahun 2021. Menggunakan XRP sebagai ‘jembatan’ antara mata uang fiat yang sah sebagai alat pembayaran dengan wallet kripto di Filipina dan menjadikannya yang pertama di Jepang yang menawarkan layanan ini.
Karena tingginya aktivitas pengiriman uang di negara-negara Asia Tenggara, RBI memperluas layanan ini ke rekening bank di Filipina, Vietnam, dan Indonesia. Tujuannya adalah untuk menyediakan transfer uang internasional yang cepat, berbiaya rendah, dan terukur, sehingga memperkuat daya saing Ripple dan SBI di industri ini.
SBI Remit akan mengirimkan permintaan transfer uang dari pelanggan dan akan mengirimkan XRP sebagai tanggapan atas permintaan tersebut secara real time. SBI bermitra dengan Tranglo, mitra Ripple lainnya, untuk memungkinkan pelanggan menerima pengiriman uang melalui alat pembayaran resmi setempat.
Jepang memiliki sejarah panjang dengan XRP dan Ripple; baru pada bulan April 2023, bank Jepang Yamaguchi, Momiji, dan Kitakyushu mengadopsi MoneyTap. Aplikasi pinjaman peer-to-peer ini menggunakan RippleNet dan diluncurkan bersama oleh Ripple dan SBI Holdings pada tahun 2018. Bank-bank yang mengadopsi MoneyTap memiliki beberapa ratus cabang di Jepang, yang menyoroti kelanjutan perluasan layanan berbasis kripto.
Langkah SBI Remit melanjutkan narasi yang semakin bullish untuk XRP. Seiring dengan meningkatnya penggunaan XRP dan ODL, permintaan terhadap XRP juga meningkat.
Namun ekspektasi harga sejauh ini masih jauh dari ekspektasi beberapa pihak. Pada saat penulisan, XRP diperdagangkan pada US$ 0,503, turun 18,3% dari bulan lalu. Harga XRP melonjak setelah Hakim Torres memberikan Ripple kemenangan parsial melawan SEC pada bulan Juli. Harganya naik dari US$ 0,47 menjadi US$ 0,83 tetapi sejak itu kehilangan sebagian besar keuntungannya.
Hal ini terjadi karena ketidakpastian seputar proses hukum dengan SEC ketika lembaga tersebut mengajukan mosi banding sela. Ripple telah mengajukan penolakannya dengan tanggapan SEC yang dijadwalkan pada hari Jumat, 8 September. Perlu dicatat bahwa SEC tidak mempertanyakan status XRP melainkan penjualan terprogram dan penjualan lainnya oleh Ripple dan para eksekutifnya.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.
Bursa Komoditi Nusantara (BKN) akan menjadi pusat informasi kripto yang lengkap di Indonesia. Direktur Utama BKN Subani mengatakan, bursa akan melakukan berbagai inovasi dalam rangka pengembangan dan mengenalkan perdagangan aset kripto kepada masyarakat luas.
BKN akan memiliki pusat informasi kripto dengan konsep crypto village. Sehingga, Bursa Aset Kripto juga menjadi pusat untuk berkumpul, belajar, dan berbagi informasi seputar perdagangan aset kripto bagi komunitas, pelaku usaha, mahasiswa, dan masyarakat. Di samping itu, crypto village juga akan menyediakan sarana edukasi dan promosi bagi para Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK).
“Sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, BKN juga akan menyediakan informasi terkait top PFAK, top aset kripto, dan informasi lain tentang pergerakan harga. Masyarakat juga akan dipermudah dalam membuka akun, apabila akan melakukan transaksi aset kripto,” kata Subani dalam keterangan resminya dikutip Senin (4/9).
Integrasi Sistem
Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.
Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Didid Noordiatmoko, menjelaskan dalam melakukan transaksi kripto, saat ini Aplication Programming Interface (API) BKN ke Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) sebagian sudah terkoneksi. Telah ada beberapa CPFAK yang melaporkan transaksinya ke BKN dan selebihnya masih terus berproses.
Dijelaskan pula oleh Didid, sistem pengawasan BKN dapat menampilkan fitur pelaku usaha teraktif dan aset kripto yang dominan ditransaksikan. Ke depan,akan diupayakan lebih banyak fitur sebagai upaya evaluasi dan edukasi. “Sistem dari BKN ini diperkirakan sudah terkoneksi dengan seluruh CPFAK pada Oktober—November 2023,” kata Didid.
Didid meminta agar BKN lebih proaktif mendorong para CPFAK untuk tepat waktu menyampaikan laporan transaksinya secara berkala sesuai dengan Surat Edaran Kepala Bappebti Nomor 49 Tahun 2022 Tentang Penyampaian Laporan Berkala dan Sewaktu-waktu atas Pelaksanaan Perdagangan Aset Kripto.
Didid menjelaskan, dengan dibentuknya Bursa Berjangka Aset Kripto, semua pencatatan, pengawasan, serta pelaporan yang awalnya dilakukan oleh Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK), kini dilakukan oleh bursa. Saat ini, tercatat 27 CPFAK telah mendaftar sebagai anggota BKN. CPFAK tersebut selanjutnya akan mengajukan pendaftaran sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) ke Bappebti.
Didid menyampaikan, ekosistem perdagangan aset kripto di Indonesia saat ini telah lengkap. Selain pedagang, saat ini terdapat tiga kelembagaan yang telah dibangun pemerintah, yaitu Bursa Berjangka Aset Kripto (PT Bursa Komoditi Nusantara), Lembaga Kliring Berjangka Aset Kripto (PT Kliring Berjangka Indonesia), serta Pengelola Tempat Penyimpanan Aset Kripto (PT Tennet Depository Indonesia).
“Kementerian Perdagangan melalui Bappebti terus berkomitmen mendukung pengembangan perdagangan aset kripto di Indonesia. Lengkapnya pendukung ekosistem aset kripto yang telah dibangun menjadi bukti nyata dukungan pemerintah dalam menciptakan ekosistem yang baik bagi pengembangan perdagangan aset kripto di Indonesia,” terang Didid.
Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengungkap data jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 17,67 juta orang hingga Juli 2023. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, jumlah tersebut meningkat 13.000 orang atau naik 0,74% dari Juni 2023 sebanyak 17,54 juta orang.
Walaupun terus mengalami peningkatan, pertumbuhan investor kripto di dalam negeri cenderung melambat. Mulai dari Oktober 2022 sampai dengan Juli 2023, peningkatan jumlah investor kripto tidak pernah melebihi 1%. Secara tahunan (YoY), jumlah investor kripto telah bertambah sekitar 2,09 juta orang atau tumbuh 13,4% dibanding pada Juli 2022 sebesar 15,58 juta orang.
Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko menuturkan dinamika perdagangan fisik aset kripto tengah mengalami pasang surut sejak beberapa tahun terakhir. Didid menjelaskan “dunia masih mengalami fase crypto winter. Artinya, terjadi penurunan transaksi perdagangan aset kripto, tapi dari sisi jumlah pelanggan masih terjadi penambahan. Kondisi di Indonesia saat ini semakin banyak orang yang wait and see. Investor sudah mulai sedikit paham untuk transaksi kripto harus lebih hati-hati dan sebagainya,” tuturnya.
Investor Pasar Kripto
CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis memaparkan bahwa penurunan pertumbuhan jumlah investor di pasar kripto Indonesia berasal dari penurunan tren perdagangan kripto global. Dampak dari situasi ini menyebabkan menurunnya minat para investor untuk berpartisipasi dalam pasar kripto.
“Pelambatan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penurunan nilai aset kripto dalam beberapa periode terakhir. Hal ini juga sejalan dengan tekanan yang masih dirasakan oleh pasar kripto global. Saat ini, kapitalisasi pasar aset kripto global belum mengalami lonjakan yang signifikan sejak awal tahun 2023. Terdapat faktor lain yang turut berperan, seperti ketidakpastian ekonomi global dan tingginya tingkat inflasi di beberapa negara. Kondisi ini membuat para investor ragu-ragu dalam menentukan keputusan untuk masuk atau meninggalkan pasar,” jelas Yudho.
Dalam hal nilai transaksi kripto di Indonesia pada bulan Juli 2023, tercatat adanya peningkatan sebesar 4,5% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Jumlahnya mencapai Rp 9,37 triliun, melonjak dari angka Rp 8,97 triliun pada bulan Juni 2023. Yudho mengungkap trading volume Tokocrypto pada Juli 2023 masih mencapai lebih dari US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,59 triliun.
Yudho memiliki harapan bahwa pertumbuhan jumlah investor kripto di Indonesia akan mengalami perbaikan di masa mendatang. Keyakinan ini muncul seiring adanya stimulus dari pemerintah yang telah mendirikan bursa kripto, lembaga kliring, dan lembaga penyimpanan atau depository. Semua ini bertujuan untuk memberikan perlindungan, kepastian, serta peraturan yang lebih komprehensif saat terlibat dalam perdagangan kripto.
“Pemerintah menjadikan aset kripto salah satu komponen utama dalam ekosistem ekonomi digital nasional. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dalam industri kripto. Dengan ekosistem yang lengkap diharapkan bahwa para investor akan merasa lebih percaya diri dan aman dalam menjalankan aktivitas perdagangan kripto,” ujar Yudho.
Di samping itu, saat ini pelaku usaha sedang Peraturan Pemerintah (PP) dan masterplan yang secara spesifik akan mengatur peralihan pengaturan dan pengawasan perdagangan aset kripto dari Bappebti kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peralihan pengawasan ini merupakan perwujudan pengambilan kebijakan oleh pemerintah yang kedua industri ini beririsan dengan sektor keuangan.
Menurut Yudho, masa transisi dari Bappebti ke OJK adalah momen penting dalam perjalanan regulasi Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) di Indonesia. Pemindahan pengawasan aset kripto menunjukkan upaya yang lebih menyeluruh dalam mengatur dan mengawasi segmen pasar yang semakin berkembang pesat ini.
“Masa transisi memiliki peran krusial dalam memastikan perpindahan otoritas yang mulus dan efisien. Salah satu tantangan khusus dalam masa transisi ini adalah memastikan kontinuitas dalam pengawasan dan regulasi. Sementara pemindahan pengawasan ke OJK bisa membawa manfaat seperti koordinasi yang lebih efektif dan sinergi antara berbagai bidang pengawasan sektor keuangan, tetapi juga penting untuk memastikan bahwa tidak ada celah dalam pengawasan yang mungkin muncul selama proses ini,” jelas Yudho.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, menyuarakan optimisme terhadap potensi teknologi web3 dalam sektor pariwisata di Indonesia. Menurutnya, teknologi blockchain dan web3 bisa membantu pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi digital.
Sandiaga mengatakan web3 mewakili masa depan internet yang lebih terdesentralisasi dengan memanfaatkan blockchain, kecerdasan buatan (AI), dan pembelajaran mesin.
“Teknologi Web3 mampu menciptakan perjalanan yang lebih inklusif dan personal, meningkatkan daya tarik dan kepuasan para wisatawan,” kata Sandiaga dalam pidatonya di acara Coinfest Asia 2023 yang diadakan oleh Coinvestasi di Bali, dikutip pada Jumat (25/8).
Sambut Coinfest Asia 2023
Sandiaga menambahkan bahwa Coinfest Asia adalah bukti keterbukaan Asia, terutama Indonesia, terhadap kreasi dan inovasi di dunia Web3. Ia pun mengapresiasi Coinvestasi yang menyelenggarakan Coinfest Asia yang menjadi bukti keterbukaan kawasan Asia, terkhusus Indonesia terhadap kreasi dan inovasi di web3.
“Selamat kepada Coinvestasi atas penyelenggaraan Coinfest Asia. Saya sangat bersemangat untuk melihat pertumbuhan dan kolaborasi berkelanjutan dalam ekosistem Web3 yang akan terus berkembang dari Coinfest Asia di tahun-tahun mendatang,” tuturnya.
Coinfest Asia 2023 sendiri digelar pada 24-25 Agustus 2023 di Jimbaran, Bali, hadir dalam skala lebih besar dengan target kehadiran 3.000 peserta dari lebih dari 50 negara. Dalam edisi kali ini, Coinfest Asia 2023 membawa industri Web2 dan Web3 bersatu untuk menciptakan ekosistem Web3 yang kuat dan berkelanjutan.
Coinfest Asia 2023 di Jimbaran, Bali pada 24-25 Agustus 2023. Sumber: Coinfest Asia.
Acara ini menghadirkan lebih dari 25 topik panel diskusi, dengan lebih dari 100 pembicara, yang dibagi menjadi dua panggung utama yaitu Converge dan Sunset. Para pembicara berkolaborasi, berbagi pengetahuan, dan pengalaman mereka dalam industri Web2 dan Web3 dari berbagai aspek, termasuk bisnis, investasi, adopsi, dan regulasi.
Beberapa pembicara terkemuka yang hadir termasuk Co-Founder Animoca Brands, Yat Siu; Co-Founder Ledger, Thomas France; Direktur Arsitek Solusi Alibaba Cloud, Eggy Tanuwijaya; CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis; CEO Ballet, Bobby Lee; Chief Commercial Officer OKX, Lennix Lai; Head of DeFi Algorand, Daniel Oon; VP Sales, APAC Fireblocks, Amy Zhang, dan banyak lagi.
Selain panggung utama, Coinfest Asia juga menyediakan area seperti Breakout Area, di mana peserta dapat berdiskusi lebih mendalam dengan pembicar. Selain itu ada area Bull House di mana para tokoh industri dan regulator berkumpul, serta Government Pitching yang ditujukan bagi proyek-proyek Web3 yang ingin bekerja sama dengan pemerintah.
Tokocrypto Dukung Coinfest Asia 2023
Tokocrypto pun hadir dan mendukung sebagai salah satu sponsor dalam acara Coinfest Asia 2023 sebagai festival tentang blockchain, web3 hingga aset kripto yang terbesar di Asia, khususnya Indonesia.
MO Tokocrypto, Wan Iqbal, mengatakan Coinfest Asia bukan hanya sebuah festival, melainkan wadah bagi kolaborasi dan pengembangan positif. Festival ini menjadi platform yang memungkinkan para pelaku industri untuk saling berbagi ide, berkolaborasi, serta merangsang perkembangan yang dapat membangun ekosistem blockchain, web3 hingga kripto di Indonesia menjadi jauh lebih baik.
“Kami di Tokocrypto merasa sangat berbahagia karena dapat menjadi bagian penting dari Coinfest Asia 2023 dan memiliki kesempatan luar biasa untuk terlibat lebih jauh untuk mensukseskan acara ini. Bagi kami ini adalah salah satu platform yang dapat menerangi jalan bagi pemahaman lebih luas mengenai potensi tak terbatas yang ditawarkan oleh ekosistem blockchain dan aset kripto,” kata Iqbal.
Tokocrypto di Coinfest Asia 2023 di Jimbaran, Bali pada 24-25 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.
Dalam dua hari intensitas penuh pada tanggal 24 dan 25 Agustus 2023, Tokocrypto membuka booth eksklusif, menawarkan kesempatan berharga serta penawaran istimewa bagi para pengunjung.
Program-program yang dihadirkan meliputi peluang kemitraan strategis bersama Tokocrypto, program VIP eksklusif, manfaat dari program Tokocrypto Angels, dan beragam acara menarik yang akan menghidupkan semarak Coinfest Asia 2023.
Tidak hanya berhenti di situ, Tokocrypto juga merayakan semangat komunitas dengan menghadirkan side event Obrolan Komunitas (OBRAS) Special Edition yang akan berlangsung pada tanggal 26 Agustus 2023, di The Ambengan Tenten, Denpasar, Bali, dimulai dari pukul 15.00 hingga 22.00 WITA.
OBRAS Edisi Khusus akan menghadirkan talkshow yang menggugah serta sesi interaktif penuh inspirasi, ditemani oleh para pembicara handal yang berasal dari latar belakang beragam di ranah blockchain, Web3, NFT, dan dunia media kripto.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghadirkan seorang penanggung jawab baru yang akan fokus pada bidang Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto. Pasca pelantikan oleh Mahkamah Agung, Hasan Fawzi resmi memulai perannya sebagai Anggota Dewan Komisioner (ADK) sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD).
Menurut Hasan, tugas dan tanggung jawab barunya mencakup koordinasi penyelenggaraan sistem pengawasan, perizinan, pengaturan, pemeriksaan khusus, serta pengembangan arahan, strategi, dan kebijakan di bidang IAKD.
“Saya nantinya akan memiliki tugas dan fungsi untuk mengoordinasikan penyelenggaraan sistem pengawasan, perizinan, pengaturan, pemeriksaan khusus serta mengembangkan arahan, strategi, kebijakan bidang IAKD,” kata Hasan saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (18/8).
Mengacu pada Undang-Undang Perlindungan dan Pengawasan Sistem Keuangan (PPSK), ruang lingkup IAKD melibatkan berbagai aspek. Termasuk di antaranya adalah inovasi teknologi yang terkait dengan penghimpunan dana dari masyarakat, pengelolaan investasi, serta penyelesaian transaksi surat berharga. Selain itu, ruang lingkup ini juga mencakup aspek inovasi teknologi dalam pengelolaan risiko, penanganan klaim, distribusi dan penjualan, serta inovasi teknologi yang berhubungan dengan penghimpunan dan penyaluran dana.
Bidang IAKD juga akan memasukkan inovasi teknologi yang mendukung berbagai aspek pasar, seperti credit scoring, aggregator, dan e-know your customer, guna memenuhi kebutuhan IJK (Industri Jasa Keuangan). Selain itu, bidang ini juga melibatkan aktivitas-aktivitas terkait aset keuangan digital, termasuk di dalamnya adalah aset kripto, serta layanan keuangan digital lainnya.
Dalam kerangka ini, Hasan berkomitmen untuk melaksanakan tujuh pilar strategi yang bertujuan memajukan sektor inovasi teknologi di sektor keuangan, termasuk aset keuangan digital dan aset kripto, di Indonesia. Strategi ini mencakup perlindungan terhadap investor dan konsumen melalui program-program yang holistik, dengan kerjasama dari Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, serta pendidikan dan perlindungan konsumen.
Lebih lanjut, strategi ini juga memasukkan langkah-langkah seperti normalisasi pengaturan dan pengawasan oleh OJK yang mendukung inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan, serta pemanfaatan teknologi dalam sektor keuangan dan aset kripto. Koordinasi dengan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan juga menjadi bagian dari strategi ini, khususnya dalam pendidikan dan perlindungan konsumen.
Selain itu, strategi lainnya mencakup berbagai program inovasi teknologi untuk sektor keuangan dan aset keuangan digital, termasuk aset kripto. Ini juga meliputi akselerasi pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi baru, serta sinergi dan kolaborasi untuk memajukan industri ini bersama-sama. Strategi terakhir berfokus pada menjaga integritas pasar melalui pengembangan ekosistem industri dan transformasi kelembagaan yang melibatkan tata kelola, sumber daya manusia, dan teknologi.
Hasan mengungkapkan, “Implementasi dari ketujuh strategi ini akan dilakukan melalui kombinasi kebijakan dan rencana strategis yang mendukung pengembangan inovasi secara berimbang dan kolaboratif, dengan memprioritaskan prinsip-prinsip utama seperti perlindungan konsumen, integritas pasar, dan pencegahan risiko sistemik.”
Kehadiran dua Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK yang baru tentu diharapkan akan memperkuat tugas, fungsi, kewenangan dan peran OJK dalam menjalankan amanat UU PPSK yang bertujuan semakin mendorong kontribusi sektor keuangan bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat, mengurangi ketimpangan ekonomi, dan mewujudkan Indonesia yang sejahtera, maju, dan bermartabat.