Tag: indonesia

  • Kripto Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

    Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, telah menyampaikan upaya terus mendorong perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah pengembangan ekosistem aset kripto nasional.

    “Aset kripto adalah salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat, menciptakan, dan mendorong perkembangan Ekonomi Digital Indonesia hingga tahun 2030,” kata Jerry dalam seminar daring bertajuk ‘Transformasi Hukum dalam Transaksi Cryptocurrency’, yang diadakan oleh Universitas Pelita Harapan pada Senin (14/8).

    Menurut Wamendag, pada tahun 2023, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diperkirakan akan mencapai Rp 24 ribu triliun, dengan sektor ekonomi digital berkontribusi sekitar Rp 4,5 ribu triliun atau sekitar 18,9% dari total nilai PDB. Ekosistem ekonomi digital Indonesia diharapkan akan bergantung pada sektor niaga-el dengan nilai lebih dari Rp 1,9 ribu triliun.

    Tantangan

    Namun, Wamendag juga mengakui bahwa ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi dalam upaya mencapai tujuan tersebut. Pertama, regulasi perlu terus beradaptasi dengan perkembangan dinamika industri yang terus berubah. Kedua, infrastruktur digital saat ini masih terpusat di Pulau Jawa, sehingga penyebarannya perlu diperluas. Terakhir, pentingnya edukasi dan literasi masyarakat untuk melindungi konsumen.

    Ilustrasi market kripto di Indonesia.
    Ilustrasi market kripto di Indonesia.

    Baca juga: Eropa Meluncurkan ETF Bitcoin Spot Pertama, Bisa Dorong Pasar Kripto?

    Jerry juga menjelaskan bahwa aset kripto menjadi salah satu dari tiga produk investasi utama yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan data dari Center of Economic dan Law Studies (CELIOS), tiga produk investasi utama tersebut adalah reksadana (29,8 persen), saham (21,7 persen), dan aset kripto (21,1 persen).

    Dalam hal regulasi, Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah mengeluarkan berbagai peraturan terkait Perdagangan Fisik Aset Kripto di Indonesia yang terus diperbarui.

    Peraturan Bappebti Nomor 13 Tahun 2022 menggantikan Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka, dan Peraturan Bappebti Nomor 4 Tahun 2023 mengubah Peraturan Bappebti Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Saat ini, ada 501 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan, termasuk 32 jenis aset kripto lokal.

    Perkuat Ekosistem

    Nilai transaksi aset kripto di Indonesia juga mencapai angka yang signifikan. Transaksi tertinggi tercatat pada tahun 2021 dengan nilai mencapai Rp 859,4 triliun. Pada periode Januari—Juni 2023, nilai transaksi mencapai Rp 66,4 triliun. Hingga Juni 2023, terdapat sekitar 17,5 juta pelanggan yang terdaftar dalam sekitar 30 Calon Pedagang Fisik Aset Kripto di Bappebti.

    Untuk memperkuat ekosistem dan keamanan transaksi, Bappebti memberikan persetujuan kepada PT Bursa Komoditi Nusantara sebagai Bursa Berjangka Aset Kripto, PT Kliring Berjangka Indonesia sebagai Lembaga Kliring, dan PT Tennet Depository Indonesia sebagai Pengelola Tempat Penyimpanan Aset Kripto. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan perdagangan aset kripto yang adil dan terjamin, serta memberikan perlindungan bagi masyarakat dan kontribusi bagi perekonomian melalui penerimaan negara.

    Peresmian Bursa Aset Kripto Indonesia di Jakarta. Sumber: Kemendag.
    Peresmian Bursa Aset Kripto Indonesia di Jakarta. Sumber: Kemendag.

    Baca juga: Token CYBER dan SEI Melonjak Tinggi Pimpin Kenaikan Pasar Kripto

    Dalam waktu dekat, pengaturan dan pengawasan perdagangan aset kripto akan dialihkan dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini mencerminkan kebijakan pemerintah yang mengakui bahwa kedua industri ini memiliki interseksi dengan sektor keuangan. Diharapkan, peralihan ini akan memungkinkan pengaturan yang lebih baik dan manajemen risiko terutama terkait aspek fiskal yang dapat memengaruhi stabilitas sistem keuangan Indonesia. Rencananya, akan ada Peraturan Pemerintah yang akan mengatur secara rinci peralihan ini.

    “Pemerintah akan terus berkolaborasi dengan semua pihak terkait, termasuk pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya, untuk menciptakan ekosistem perdagangan digital yang kokoh. Dengan demikian, perdagangan aset kripto dapat memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat dan ekonomi nasional,” tutup Jerry.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Kuasai Pasar Kripto Sebagai Exchange No. 1 di Indonesia

    Platform perdagangan kripto terkemuka di Indonesia, Tokocrypto, dengan bangga mengumumkan bahwa pangsa pasarnya telah meningkat secara signifikan sejak awal tahun 2022. 

    Berdasarkan dua sumber, yang pertama riset dilakukan oleh CoinGecko Juni 2023, Tokocrypto berhasil mencatat lonjakan pangsa pasar dari 23,4% pada awal tahun 2022 menjadi 43% hingga Juni 2023, menjadikan platform ini sebagai local exchange terbesar di Indonesia. Kedua, berdasarkan data CoinMarketCap, sepanjang Januari sampai Juni 2023 Tokocrypto selalu unggul dibandingkan dua pemain besar lainnya. 

    Tokocrypto berkomitmen untuk memberikan layanan berkualitas tinggi kepada para pengguna dan membangun ekosistem kripto yang kuat di Indonesia. CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, mengatakan keberhasilan raihan ini berkat dedikasi dan upaya berkelanjutan dalam memberikan pengalaman perdagangan kripto terbaik bagi para pengguna di Tanah Air.

    Berbicara tentang perjalanan perusahaan, Yudho menyoroti beberapa momen penting yang mengubah arah perusahaan di akhir tahun 2022. Melalui aksi korporasi yang strategis, Tokocrypto berhasil memperkuat struktur organisasinya. 

    “Fokus utama Tokocrypto saat ini adalah untuk membangun strategi bisnis yang kuat dan tetap menjadi nomor satu dalam hal volume perdagangan di pasar lokal. Kami telah mengarahkan kembali bisnis yang mendasar, dan ini terlihat dari angka profit dalam beberapa bulan di paruh pertama tahun ini. Jadi, dapat kami katakan bahwa, kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan kami,” kata Yudho.

    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam acara Media Gathering pada 9 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.
    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam acara Media Gathering pada 9 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Semangat Kolaborasi, Tokocrypto Meriahkan Ulang Tahun ke-2 blu

    Yudho menjelaskan dengan lebih dari 3 juta pengguna terdaftar, Tokocrypto telah mencatat prestasi mengesankan dengan rata-rata volume transaksi perdagangan kurang lebih US$ 300  juta per bulan sepanjang semester I 2023. Tokocrypto telah bertanggung jawab sebagai entitas yang mengenakan pajak pada transaksi aset kripto. Periode Januari-Mei 2023, jumlah total pajak yang telah disetorkan ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan dari transaksi para pengguna mencapai Rp 42,4 miliar.

    Tokocrypto menawarkan sejumlah besar aset kripto yang terdaftar, dengan lebih total 350 aset yang dapat diperdagangkan. Dengan begitu banyak pilihan, pengguna dapat dengan mudah menyusun portofolio yang sesuai dengan tujuan investasi mereka.

    “Pada kuartal kedua 2023, kami mulai meningkatkan komunikasi dengan pelanggan dan pasar dengan sangat baik. Kami juga berkolaborasi dengan lembaga keuangan, dimulai dengan perbankan dan akan lebih banyak lagi kolaborasi ke depan, seperti dengan e-commerce, F&B dan media group,” jelas Yudho.

    Dorong Pertumbuhan

    Tokocrypto menunjuk Wan Iqbal sebagai Chief Marketing Officer (CMO) adalah langkah strategis lainnya yang sejalan dengan semangat untuk memberikan layanan yang lebih agresif dan unggul bagi para pengguna melalui strategi pemasaran yang inovatif, memperkuat brand, serta mendorong adopsi aset digital dan kripto di Indonesia. 

    Porsi usia pengguna Tokocrypto cukup bervariasi, dengan sebagian besar pengguna berusia antara 18-30 tahun (56,7%), 31-45 tahun (33,9%), 46-55 tahun (9,4%). Saat ini, pengguna sudah menyebar di seluruh Indonesia, namun mayoritas masih berada kota-kota besar seperti di Jabodetabek, Jawa dan Bali. 

    “Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk terus memperkenalkan aset digital dan kripto ke kota-kota lainnya, pada periode Januari sampai Juni 2023, kami telah menjangkau lebih dari 27.000 orang di 22 kota di Indonesia,” kata Iqbal. 

    Dalam meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pengguna, ada sejumlah fitur baru di dalam platform di antaranya, mulai dari Bukti Pajak, Profit and Loss, Easy Buy/Sell, layanan customer support 24/7 Live Chat, Price Alert dan peluncuran IDR. Berbagai fitur yang dihadirkan akan mendorong pengguna untuk mitigasi potensi risiko dan keuntungan lebih baik.

    (ki-ka) COO Tokocrypto, Wan Iqbal dan CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam acara Media Gathering pada 9 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.
    (ki-ka) CMO Tokocrypto, Wan Iqbal dan CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam acara Media Gathering pada 9 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Apa Itu Kelas Crypto Tokocrypto?

    Untuk memastikan keamanan dan transparansi, Tokocrypto juga sudah merilis Proof of Reserve (PoR) atau Bukti Cadangan yang diaudit secara akurat. Perusahaan menyadari pentingnya kepercayaan pengguna dalam menghadapi industri yang dinamis dan berkembang pesat seperti aset kripto. Dengan cara ini, pengguna dapat memastikan bahwa dana mereka disimpan secara utuh 1:1 dan dapat diverifikasi.

    “Hingga semester 1 2023 Tokocrypto menjadi exchange no. 1 di Indonesia dengan volume perdagangan terbesar dan memiliki pencapaian lainnya; Lebih dari 400.000 pengguna aktif setiap bulannya, total mobile apps download yang mencapai 4 juta dari sejak pertama diluncurkan dan menjadi komunitas terbesar di kanal telegram,” jelas Iqbal.

    Berbagai program lain untuk meningkatkan edukasi, menjangkau lagi masyarakat untuk mengenal aset kripto di mana ini juga harus diimbangin dengan memberikan benefit baik langsung dan tidak langsung. Di antaranya; kelas kripto gratis setiap minggunya bersama trader profesional, OBRAS (Obrolan Bersama Komunitas) yang diselenggarakan di kota-kota diluar pulau Jawa, Web3 on Campus bersama IDNFT yang diselenggarakan di Universitas ternama di Indonesia,” tutup Iqbal.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bursa Kripto Potensi Kembalikan Gairah Pasar dan Investor di Indonesia

    Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO) memberi sambutan hangat atas diresmikannya Bursa, Kliring, dan Pengelola Tempat Penyimpanan (Depository) aset kripto di Indonesia oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Peresmian ini menunjukkan langkah progresif BAPPEBTI dan komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan teknologi aset kripto di Indonesia.

    Ketua ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan, pendirian dan pemberian izin ini merupakan langkah awal dalam penyelenggaraan transaksi yang sesuai dengan peraturan BAPPEBTI. 

    “Langkah ini juga menjadi momentum penting bagi Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) untuk memperoleh status pedagang fisik aset kripto. Selain itu, peresmian ini juga memberikan wadah bagi pelaku usaha untuk bertransaksi secara aman dan terpercaya,” kata pria yang akrab disapa Manda. 

    Asih Karnengsih, Chairwoman Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I), juga menyatakan optimismenya akan masa depan kripto di Indonesia. “Peresmian Bursa, Kliring, dan Pengelola Tempat Penyimpanan (Depository) aset kripto ini membuka jalan bagi akselerasi pertumbuhan industri aset kripto domestik dalam hal pengawasan dan pengembangan produk dan jasa dalam transaksi aset kripto,” tutur Asih. 

    Aspirasi Pelaku Industri

    Asih Karnengsih, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).
    Asih Karnengsih, Chairwoman Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I).

    Baca juga: CFX Resmi Jadi Bursa Kripto di Indonesia: Perkuat Ekosistem Aset Digital

    Asih juga menekankan pentingnya Bursa, Lembaga Kliring, dan Depository untuk mempertimbangkan biaya keanggotaan dan transaksi demi mempertahankan daya saing pelaku usaha lokal. Adanya beban biaya pajak yang harus dibayarkan CPFAK (PPh Badan) serta pajak yang dikenakan pada pelanggan (PPN & PPh), pengenaan biaya keanggotaan dan transaksi aset kripto pada organ penyelenggaraan pasar, diharapkan tidak akan menjadi penambahan beban bagi CPFAK atau pengenaan biaya lebih pada pelanggan.

    Hal ini dapat mendorong berpindahnya minat pada penggunaan platform transaksi aset kripto asing atau tidak terdaftar, yang juga dapat mengakibatkan capital outflow. Diperlukan upaya akselerasi dan intensif dari Pemerintah, untuk membina pertumbuhan industri, mengingat Indonesia memiliki potensi dalam industri aset kripto yang besar untuk bersaing dengan negara-negara Asia Tenggara. 

    Saat ini, industri aset kripto di Indonesia telah memasuki babak baru yang diiringi dengan semangat optimisme. Yudhono Rawis, CEO Tokocrypto mengatakan langkah selanjutnya yang harus dilakukan industri kripto di Indonesia adalah pengembangan inovasi produk dan layanan kripto yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pasar Indonesia. 

    Gairahkan Pasar Lokal

    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis. Sumber: IDNFT.
    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis. Sumber: IDNFT.

    Baca juga: Apa Itu Kelas Crypto Tokocrypto?

    Menurut Yudho, meskipun pasar global saat ini cenderung turun, keberadaan bursa kripto dengan segala fungsinya dapat memberikan sentimen positif bagi pasar lokal. Dengan adanya lebih banyak pilihan dan layanan yang ditawarkan oleh bursa kripto, diharapkan akan menarik minat investor dan mendongkrak likuiditas, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi sentimen harga aset kripto secara global.

    “Kami berharap industri kripto di Indonesia dapat lebih matang dalam menciptakan ekosistem agar lebih terintegrasi dan berdaya saing dengan global players. Dengan adanya bursa kripto, potensi untuk menggairahkan transaksi di pasar lokal sangat mungkin terjadi. Bursa berperan sebagai pusat perdagangan aset kripto dan mampu menciptakan likuiditas yang lebih tinggi. Pengembangan produk juga dapat menjadi pendorong penting untuk kembali menghidupkan pasar kripto di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan minat dan aktivitas perdagangan,” kata Yudho.

    Dalam keterangannya, Yudho memastikan Tokocrypto sudah mengajukan pendaftaran untuk mendapatkan Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB). Setelah meperoleh SPAB, Calon Pedagang Fisik Aset Kripto akan kembali mendaftar ke Bappebti untuk mendapat izin sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto. “Semoga proses ini bisa berlangsung dengan cepat dan tidak ada hambatan.” 

    ASPAKRINDO dan A-B-I berkomitmen terus berkolaborasi dengan pihak berwenang dan stakeholder dalam membangun regulasi yang inklusif, mendukung pertumbuhan berkelanjutan industri aset kripto di Indonesia dan untuk mencapai keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan konsumen.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CFX Resmi Jadi Bursa Kripto di Indonesia: Perkuat Ekosistem Aset Digital

    PT Bursa Komoditi Nusantara, juga dikenal sebagai Commodity Future Exchange (CFX), meluncurkan Bursa Aset Kripto Indonesia secara resmi pada Jumat, 28 Juli 2023. Peresmian bursa ini dilakukan oleh Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, dan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Didid Noordiatmoko.

    Dalam acara peluncuran, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan menyatakan bahwa kehadiran Bursa Aset Kripto akan memperlengkap ekosistem industri kripto di Indonesia. Dengan adanya bursa ini, masyarakat kini akan merasa lebih aman dan nyaman dalam berinvestasi di dunia kripto.

    “Investasi kripto memiliki resiko tinggi karena sifatnya high risk high return. Diharapkan dengan adanya bursa kripto, kerjasama dengan berbagai pihak dapat memaksimalkan perlindungan masyarakat,” ujar Zulkifli Hasan saat memberikan sambutan di Hotel Four Season, Jakarta Selatan, pada 28 Juli 2023.

    Keterlibatan Pemerintah

    Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan meluncurkan Bursa Berjangka Aset Kripto di Jakarta, Jumat (28/7). Sumber: Kemendag.
    Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan meluncurkan Bursa Berjangka Aset Kripto di Jakarta, Jumat (28/7). Sumber: Kemendag.

    Baca juga: Pasar Kripto Sideways, Bagaimana Prediksi Harga Bitcoin di Akhir Juli?

    Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, juga menyatakan bahwa pembentukan Bursa Berjangka Aset Kripto merupakan bukti keterlibatan pemerintah dalam menciptakan kepastian berusaha dan membangun ekosistem perdagangan Aset Kripto yang adil dan terpercaya.

    “Hal ini juga bertujuan untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan bagi masyarakat sebagai pelanggan, sehingga mereka dapat bertransaksi dengan aman dan memberikan nilai dalam ekonomi dan perdagangan,” tambah Didid.

    Selain itu, Presiden Direktur CFX, Subani, menjelaskan bahwa CFX memiliki misi besar untuk menjamin kelangsungan dan keselamatan dunia kripto di Indonesia. Bursa ini tidak hanya sebagai platform perdagangan kripto, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk mengatur pertukaran kripto dan memastikan keamanan aset digital bagi masyarakat sebagai pelanggan. CFX juga berperan aktif dalam mendorong perkembangan industri kripto.

    Tantangan di masa depan dari perspektif regulator dan CFX sendiri menjadi pemicu sinergi dalam upaya memajukan ekosistem kripto di Indonesia. CFX berkomitmen untuk menerapkan keterbukaan, tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas dalam business-modelnya serta patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan seperti regulator, anggota bursa, lembaga kustodian, kliring, dan kalangan trader serta investor, akan membantu CFX mengedukasi masyarakat dan meningkatkan literasi keuangan atas produk kripto di Indonesia.

    Peran CFX

    CFX akan mengembangkan pasar kripto di Indonesia dengan infrastruktur dan prasarana edukasi konsumen yang mencakup:

    1. Melaksanakan program edukasi dan kampanye awareness untuk meningkatkan tingkat pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang manfaat serta risiko aset kripto.
    2. Menjalin kemitraan dengan berbagai otoritas keuangan dan regulator untuk memastikan kepatuhan dan keamanan dalam operasional sistem dan platform perdagangan kripto.
    3. Mengembangkan inovasi produk dan layanan kripto yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pasar Indonesia.
    4. Terus meningkatkan likuiditas pasar dengan mendorong partisipasi aktif dari berbagai pelaku pasar.
    5. Memperluas aksesibilitas kripto dengan menyediakan cara-cara yang mudah bagi masyarakat untuk membeli, menyimpan, dan menggunakan aset kripto.
    6. Membangun kemitraan strategis dengan entitas lokal, seperti bank atau perusahaan keuangan, untuk meningkatkan adopsi kripto.
    7. Menyediakan dukungan pelanggan yang baik dan penyuluhan tentang penggunaan yang benar dan aman dari aset kripto.
    Peresmian Bursa Aset Kripto Indonesia di Jakarta. Sumber: Kemendag.
    Peresmian Bursa Aset Kripto Indonesia di Jakarta. Sumber: Kemendag.

    Baca juga: Jumlah Investor Terus Bertambah, Peluang Investasi Kripto Meningkat

    Bursa kripto resmi ini disahkan sebagai respons terhadap maraknya transaksi aset kripto di Tanah Air. Pemerintah melalui Bappebti dan Kemendag menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung perkembangan sektor ini dan membuka peluang kontribusi bagi perekonomian nasional.

    Proses pendirian bursa kripto telah melalui tahap panjang sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Bappebti menetapkan pendirian bursa kripto melalui Keputusan Kepala Bappebti Nomor 01/BAPPEBTI/SP-BBAK/07/2023 tertanggal 17 Juli 2023 tentang Persetujuan Sebagai Bursa Berjangka Aset Kripto kepada PT Bursa Komoditi Nusantara atau Commodity Future Exchange (CFX). Selain itu, Bappebti juga telah mengeluarkan Keputusan Kepala Bappebti yang relevan untuk persetujuan sebagai lembaga kliring berjangka dan pengelola tempat penyimpanan aset kripto.

    Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Bursa Aset Kripto Indonesia akan semakin menguatkan posisinya dalam ekosistem kripto di Indonesia dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat sebagai pelanggan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bappebti Resmikan Bursa Kripto Indonesia, Jadi Pertama di Dunia

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) akhirnya resmi menetapkan pendirian bursa kripto dan lembaga pendukung lainnya di Indonesia. Keputusan ini menjadi kabar yang baik, karena kehadiran bursa kripto atau bursa berjangka aset kripto sudah tertunda cukup lama sejak tahun 2021.

    Dalam keterangan resminya, setelah melalui proses panjang serta sesuai ketentuan peraturan yang berlaku, Bappebti menetapkan pendirian bursa kripto melalui Keputusan Kepala Bappebti Nomor 01/BAPPEBTI/SP-BBAK/07/2023 tertanggal 17 Juli 2023 tentang Persetujuan Sebagai Bursa Berjangka Aset Kripto kepada PT Bursa Komoditi Nusantara.

    Selain itu, Bappebti juga menerbitkan Keputusan Kepala Bappebti Nomor 01/BAPPEBTI/SP-LKBAK/07/2023 tertanggal 17 Juli 2023 tentang Persetujuan Sebagai Lembaga Kliring Berjangka untuk Penjaminan dan Penyelesaian Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto kepada PT Kliring Berjangka Indonesia.

    Hal lain yang juga diatur oleh Bappebti adalah Pengelola Tempat Penyimpanan Aset Kripto melalui Keputusan Kepala Bappebti Nomor 01/BAPPEBTI/SP-PTPAK/07/2023 tertanggal 20 Juli 2023 Tentang Persetujuan Sebagai Pengelola Tempat Penyimpanan Aset Kripto kepada PT Tennet Depository Indonesia.

    “Pembentukan bursa, kliring, dan pengelola tempat penyimpanan aset kripto tersebut sebagai bukti pemerintah hadir dalam upaya menciptakan ekosistem perdagangan aset kripto yang wajar dan adil untuk menjamin kepastian hukum dan mengutamakan perlindungan bagi masyarakat sebagai pelanggan,” kata Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko dalam keterangan resminya dikutip Jumat (21/7).

    Kepastian Hukum dan Jamin Keamanan Konsumen

    Ilustrasi market kripto di Indonesia.
    Ilustrasi market kripto di Indonesia.

    Baca juga: Menkeu Sri Mulyani: Aset Kripto Memiliki Banyak Peluang dan Tantangan

    Lebih lanjut, Didid menjelaskan bahwa pendirian bursa, kliring, dan pengelola tempat penyimpanan aset kripto tersebut mengacu pada Peraturan Bappebti Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka sebagaimana diubah dengan Peraturan Bappebti Nomor 10 Tahun 2019 dan Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka sebagaimana diubah dengan Peraturan Bappebti Nomor 13 Tahun 2022.

    “Pembentukan yang dilakukan pada masa transisi Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) difokuskan agar industri kripto Indonesia tetap berjalan dan terjaga dengan baik, serta mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian melalui penerimaan negara,” jelas Didid.

    Bappebti tidak bekerja sendiri dalam pengembangan dan penguatan bursa, kliring, dan pengelola tempat penyimpanan aset kripto. Didid menjelaskan membutuhkan kolaborasi dari kementerian/lembaga terkait, khususnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan serta masyarakat luas.

    “Perdagangan fisik aset kripto mengandung risiko yang cukup tinggi. Sesuai sifatnya, nilai aset kripto bisa mengalami peningkatan maupun penurunan nilai yang sangat drastis dalam waktu yang cepat.Untuk itu, diperlukan pemahaman yang baik di masyarakat termasuk manfaat, potensi, dan risiko dari perdagangan aset kripto,” jelas Kepala Bappebti.

    Pertama di Dunia

    Ilustrasi mekanisme perdagangan aset kripto. Sumber: Bappebti.
    Ilustrasi mekanisme perdagangan aset kripto. Sumber: Bappebti.

    Baca juga: Hasan Fawzi Terpilih Jadi DK OJK Pengawas Kripto, Ini 7 Pilar Strateginya

    Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, sempat berujar menyatakan bursa kripto yang hadir di Indonesia juga akan menjadi yang pertama di dunia. “Beberapa negara pun berminat membentuk bursa yang sama seperti Korea Selatan karena mereka juga melihat potensi, kesempatan dan peluang yang bisa dilakukan dengan keberadaan bursa tersebut,” kata Jerry dikutip Antara, Rabu (14/9).

    Berdasarkan Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 untuk dapat memperoleh persetujuan sebagai penyelenggara Bursa Berjangka wajib memenuhi persyaratan yang salah satunya memiliki modal disetor paling sedikit Rp 500 miliar. Dan dalam jangka waktu tiga bulan setelah persetujuan diberikan, memiliki modal disetor menjadi paling sedikit sebesar Rp 1 triliun, atau paling sedikit sebesar 2% dari nilai transaksi yang difasilitasi atau dilaporkan.

    Tugas Bursa Berjangka sendiri adalah bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan transaksi Pasar Fisik Aset Kripto agar berjalan dengan tertib, teratur dan transparan. Bursa Berjangka yang telah mendapatkan persetujuan untuk menyelenggarakan perdagangan Aset Kripto tidak dapat menyelenggarakan transaksi untuk subyek Komoditi lainnya.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Transaksi Kripto di Indonesia Capai Rp 66,4 Triliun hingga Juni 2023

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia mencapai angka triliunan rupiah. Total nilai transaksi periode Januari-Juni 2023 tercatat sebesar Rp66,44 triliun atau turun 68,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, menjelaskan anjloknya nilai transaksi tersebut disebabkan antara lain karena pasar kripto global mengalami penurunan volume perdagangan, potensi krisis likuiditas rendah yang berdampak negatif pada stabilitas harga dan efisiensi pasar, serta tekanan jual melonjak yang menyebabkan harga aset kripto terkoreksi.

    “Kebijakan Federal Reserve Pemerintah Amerika Serikat terkait kenaikan suku bunga menyebabkan perubahan perilaku masyarakat dari yang sebelumnya memilih bertransaksi aset digital beralih ke tabungan. Selain itu, saat ini masyarakat masih menunggu kebijakan pemerintah terkait UU P2SK,” jelas Didid dalam keterangan resminya dikutip Jumat (21/7).

    Potensi Besar

    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.
    Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.

    Baca juga: Harga Chainlink (LINK) Naik Hampir 20%, Bagaimana Peluang ke Depan?

    Meski terjadi penurunan Didid yakin aset kripto masih memiliki potensi yang besar di masa depan. Hal tersebut berkaitan dengan pemanfaatan teknologi blockchain yang mendasari pengembangan aset kripto.

    “Dari sisi pemanfaatan teknologi blockchain, semakin banyak perusahaan seperti Meta, Google, dan Twitter yang mulai mengintegrasikan teknologi blockchain dalam kegiatan usahanya. Hal ini membuktikan bahwa ke depan perkembangan perdagangan fisik aset kripto masih cukup menjanjikan,” tutur Didid.

    Peminatan masyarakat terhadap investasi aset kripto masih besar. Tercatat penambahan pelanggan aset kripto sebanyak 141,8 ribu pelanggan pada Juni 2023 dengan total terdaftar sebanyak 17,54 juta pelanggan.

    Sementara itu, nilai transaksi perdagangan fisik aset kripto selama Juni 2023 tercatat sebesar Rp8,97 triliun atau naik 9,3 persen bila dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun jenis aset kripto yang banyak ditransaksikan yaitu Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Ripple (XRP) dan Binance Coin (BNB).

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aset Kripto Memiliki Banyak Peluang dan Tantangan

    Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati angkat bicara soal aset kripto yang ternyata memiliki banyak peluang, meski ada tantangan yang perlu diatasi. Seperti diketahui aset kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum, telah menjadi topik yang sangat diperbincangkan dalam beberapa tahun terakhir, terutama di Indonesia.

    Menkeu menyebutkan bahwa aset kripto merupakan salah satu instrumen yang terus berkembang, oleh karena itu perlu diatur dalam suatu standar kebijakan global. Pernyataan itu keluar saat Sri Mulyani mengikuti kegiatan “Dialog Kebijakan: Diskusi Meja Bundar tentang Aset Kripto” yang termasuk dalam rangkaian pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 ke-3 (3rd G20 FMCBG) di Gandhinagar, India.

    “Dalam pertemuan ketiga FMCBG Presidensi G20 India hari pertama kemarin, Saya sampaikan perlunya standar global tersebut dalam regulasi dan pengawasan aset kripto yang menganut prinsip “same activity, same risk, same regulation. (Selain itu) Saya juga berbagi pengalaman terkait prinsip yang sama yang diterapkan dalam reformasi sektor keuangan di Indonesia melalui UU P2SK,” ujar Menkeu, Sri Mulyani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/7).

    Regulasi yang Jelas dan Tegas

    Ilustrasi market kripto di Indonesia.
    Ilustrasi market kripto di Indonesia.

    Baca juga: Harga XRP Melonjak 10%, Angkat Altcoin saat Dominasi Bitcoin Turun

    Sri Mulyani kembali menekankan perlunya suatu standar kebijakan global yang di mana saat ini, ketentuan atau regulasi yang mengatur aset kripto bervariasi antar yuridiksi setiap negara.

    ”Saya yakin, adanya standar global akan mengatasi berbagai tantangan terkait dengan aset digital seperti perlindungan konsumen, pencucian uang, pendanaan teroris, dan manipulasi pasar. Lebih jauh lagi, adanya standar yang sama antar negara akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam industri kripto sehingga menumbuhkan kepercayaan penggunanya,” tutur Menkeu.

    Indonesia baru saja memiliki Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang memberikan mandat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengawasi sektor keuangan secara menyeluruh mulai dari perbankan, pasar modal, dana pensiun, asuransi, FinTech, transaksi kripto hingga koperasi.

    Terkait aktivitas transaksi kripto, disepakati pemindahan pengawasan aset keuangan digital termasuk aset kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke OJK. Hal itu dilakukan agar pengaturan dan pengawasan keuangan digital lebih kuat khususnya dalam hal aspek pelindungan investor atau konsumen.

    Potensi Aset Kripto

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Daftar Lengkap 501 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

    Salah satu peluang yang dimiliki oleh aset kripto adalah potensi untuk memfasilitasi transaksi keuangan yang lebih cepat dan murah. Teknologi blockchain yang mendasari aset kripto memungkinkan transfer nilai tanpa perantara pihak ketiga seperti bank atau lembaga keuangan tradisional. Hal ini dapat mengurangi biaya transaksi dan mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk mentransfer dana secara internasional.

    Selain itu, aset kripto juga dapat menjadi alternatif investasi yang menarik. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak investor telah melihat potensi keuntungan yang luar biasa dari investasi dalam aset kripto. Meskipun volatilitas harganya tinggi, beberapa orang telah berhasil mendapatkan keuntungan besar dengan berinvestasi dalam aset kripto pada saat yang tepat.

    Di samping itu, ada potensi penerimaan pajak yang besar dari transaksi perdagangan aset kripto. Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penerimaan pajak aset kripto dalam periode Juni hingga 14 Desember 2022 mencapai Rp 231,75 miliar. Pajak aset kripto merupakan bagian dari agenda Reformasi Perpajakan Jilid III pada pilar regulasi, yang kemudian diimplementasikan melalui payung hukum Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kripto dan Fintech Sumbang Pajak Rp 339 M ke Penerimaan Negara RI

    Pemerintah Indonesia berhasil mengumpulkan pajak aset kripto dan fintech hingga Oktober 2022 mencapai Rp 339 miliar. Kementerian Keuangan mulai memberlakukan pajak kedua sektor ini mulai 1 Mei 2022.

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjelaskan pungutan dari jenis pajak kripto dan fintech cukup besar total bisa mencapai Rp 339 miliar. Meski mulai diberlakukan pada 1 Mei, tetapi mulai dibayarkan dan dilaporkan pada Juni 2022.

    Sri Mulyani memerinci penerimaan negara sebesar Rp 339,71 miliar berasal dari pajak fintech sebesar Rp 148,6 miliar dan pajak kripto sebesar Rp 191,11 miliar.

    Ilustrasi pajak aset kripto.
    Ilustrasi pajak aset kripto. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Penerimaan Pajak Kripto Capai Rp 159,12 Miliar hingga September 2022

    “Untuk fintech PPh 23 atas bunga pinjaman yang diterima WPDN dan BUT sebesar Rp 101,39 miliar dan PPh 26 atas bunga pinjaman yang diterima WPLN sebesar Rp 47,21 miliar,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBNKita, Kamis (24/11).

    Pajak Kripto

    Pajak kripto yang berhasil terkumpul Rp 191,11 miliar sejak Juni hingga Oktober 2022 berasal dari PPh 22 atas transaksi aset kripto melalui PPMSE dalam negeri dan penyetoran sendiri sebesar Rp 91,4 miliar.

    Rinciannya PPN dalam negeri atas pemungutan oleh non-bendaharawan pada pajak kripto berhasil terkumpul Rp 99,71 miliar. “Jadi, ini dalam relatif yang cukup singkat dari mulai Juni hingga 31 Oktober,” jelas Sri Mulyani.

    Tarif Pajak Kripto

    Infografik pajak kripto di Indonesia. Foto: Tokocrypto.
    Infografik pajak kripto di Indonesia. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: ASPAKRINDO dan DJP Kemenkeu Tingkatkan Penerimaan Pajak Kripto

    Ketentuan PPh yang dipungut atas transaksi aset kripto adalah PPh Pasal 22 yang bersifat final. Bila perdagangan aset kripto dilakukan melalui platform yang terdaftar Bappebti, PPh Pasal 22 final yang dikenakan sebesar 0,1%.

    Sementara, apabila perdagangan dilakukan melalui platform yang tidak terdaftar di Bappebti, tarif PPh Pasal 22 final yang berlaku atas transaksi tersebut adalah sebesar 0,2%.

    Sedangkan untuk pengenaan PPN, penyerahan aset kripto melalui platform yang terdaftar Bappebti dikenai PPN sebesar 1% dari tarif umum atau sebesar 0,11%.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023, Indonesia?

    Bank sentral Jepang telah merencanakan uji coba central bank digital currency (CBDC) dengan tiga bank besar pada tahun 2023. Peluncuran percontohan akan sejalan dengan eksperimen awal CBDC sebelumnya selama satu tahun yang akan berakhir pada April 2023.

    Uji coba ini akan memeriksa apakah infrastruktur beroperasi dengan baik untuk mengantisipasi bencana alam dan gangguan tanpa koneksi internet. Eksperimen ini juga akan mengeksplorasi bagaimana setoran dan penarikan dapat bekerja dengan Yen Digital.

    Jika semua berjalan lancar sesuai rencana, Bank sentral Jepang dapat melanjutkan dan merilis CBDC Yen Digital pada tahun 2026.

    Ekplorasi CBDC

    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

    Baca juga: Penerbitan CBDC Semakin Dekat, Australia Luncurkan Proyek Pilot

    Sebelumnya, Gubernur Bank of Japan mengatakan pada Mei 2022 bahwa, meskipun Bank of Japan belum memutuskan apakah akan meluncurkan CBDC, namun pihaknya akan terus mengembangkan infrastruktur mata uang digital yang aman dan mulus di negara tersebut.

    CBDC adalah versi digital mata uang fiat suatu negara—seperti dolar AS atau euro yang didukung oleh bank sentral. CBDC adalah aset digital, tetapi berbeda dari Bitcoin, Ethereum, atau Dogecoin.

    China jauh di depan permainan — beberapa warganya saat ini sudah dapat berbelanja dengan Yuan Digital. Sementara itu, Bahama meluncurkan CBDC sendiri pada tahun 2020.

    CBDC di Indonesia

    Bank Indonesia terus mengembangkan CBDC atau yang akan dikenal sebagai Rupiah Digital. BI juga bersiap mengeluarkan Whitepaper pengembangan CBDC di akhir tahun 2022.

    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
    Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

    Baca juga: CBDC dan Aset Kripto Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

    Whitepaper pengembangan digital rupiah berisi laporan mengenai latar belakang dan rencana pengembangan CBDC. Penerbitan Whitepaper ini merupakan sebuah bentuk komunikasi kepada publik terkait rencana pengembangan Rupiah Digital serta untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak.

    BI melihat pertumbuhan aset kripto dan CBDC memiliki potensi untuk mengembangkan inklusi dan efisiensi dalam sistem keuangan walaupun dengan berbagai risiko yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi perekonomian.

    Sebagian besar bank sentral di dunia terdorong untuk mengembangkan CBDC yang bertujuan mendukung mandat penguatan kebijakan moneter, tidak serta merta hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan ketahanan sistem pembayaran.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binus University Jadi Kampus Indonesia Pertama yang Hadir di Metaverse

    Binus University bakal menjadi kampus pertama Indonesia yang hadir di metaverse. Konsep teknologi dunia virtual kini sangat menarik untuk dikembangkan pada sektor pendidikan.

    Dilansir dari situs resminya, Binus University mengambil langkah besar dalam mendukung metaverse, dibuktikan dengan terjalinnya kolaborasi strategis dengan PT WIR Asia Tbk (WIR Group) yang merupakan perusahaan pengembang teknologi berbasis AR/VR karya anak bangsa, untuk menjadi salah satu bagian dalam pembangunan Nusameta.

    “Dalam waktu dekat, prototype kita melalui BINUSMAYA versi 9 akan berbentuk Metaverse dan akan kita jalankan bersama dengan Nusameta. Artinya memang proses pembelajaran berbasis gamification tadi ke depan menjadi hal yang wajib dan itu menjadi tuntutan zamannya generasi muda sekarang,” kata Prof. Meyliana.

    Teknologi Metaverse

    Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.
    Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.

    Baca juga: Hong Kong Kembangkan Kampus Metaverse Pertama, Ijazah NFT

    Prof. Meyliana menjelaskan pihaknya akan terus mengembangkan kurikulum sesuai dengan kemajuan teknologi metaverse untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. Binus University memiliki visi untuk menjadi Perguruan Tinggi Indonesia berkelas dunia yang dapat membina dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan.

    Binus University bersama WIR Group membangun Nusameta, yang merupakan ekosistem metaverse yang menampilkan teknologi AR, VR dan AI di Indonesia diharapkan dapat mempermudah pengguna untuk merasakan pengalaman unik yang imersif, menggali potensi dan berbagai benefit.

    Stephen Ng, Chief Executive Officer Nusameta, anak perusahaan WIR Group, menyatakan apreasiasinya terhadap Binus yang telah memilih WIR Group sebagai mitra dalam mengembangkan Eduverse.

    “Masuknya BINUS dalam dunia web3 dan metaverse menambah daftar panjang sektor pendidikan, riset, dan penelitian yang memanfaatkan teknologi web3 dan metaverse untuk pengembangan berbagai lini dalam sistem pendidikan di kampus, serta kemampuan sumber daya manusia,” ujar Stephen.

    Majukan Dunia Pendidikan

    Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.
    Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.

    Baca juga: Kenal Jagat Nusantara Metaverse IKN yang Diresmikan Presiden Jokowi

    Binus merupakan kampus pertama di Indonesia yang telah hadir di dunia virtual Nusameta yang telah di launching pada acara G20 kemarin. Harapannya dengan hadirnya Binus di Nusameta dapat memajukan dunia pendidikan ke depannya.

    Kehadiran Binus University di Nusameta ini menampilkan kehidupan mahasiswa di kampus Binus. Avatar-avatar yang diciptakan bisa berinteraksi. Binus metaverse ini dirancang oleh tim Binus terdiri dari 10 dosen dan 15 mahasiswa. Adapun target utama Binus di ruang virtual ini adalah para mahasiswa Binus, alumni, dosen dan diperluas ke masyarakat.

    Pengembang teknologi digital berbasis AR/VR memiliki kapabilitas yang kuat, selain karena rekam jejaknya dalam menghadirkan teknologi metaverse di berbagai negara di dunia telah terbukti, juga telah mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah dalam mengembangkan Metaverse Indonesia.



    Sumber : news.tokocrypto.com