Tag: Bisnis

  • Tokocrypto Prioritaskan Keamanan Nasabah dan Sinergi Strategi Bisnis

    Industri aset kripto global tengah bergejolak. Krisis yang dihadapi oleh salah satu platform crypto exchange global berbuah sentimen negatif. Oleh karena itu, Tokocrypto tetap prioritaskan keamanan nasabah.

    Peristiwa tersebut pun menciptakan trust issue terhadap business plan dan sistem keamanan aset investor yang ada di platform centralized exchange. Kondisi ini menjadi perhatian bersama para pelaku industri aset kripto di Indonesia untuk memastikan kondisi tersebut tidak akan terjadi.

    CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Tokocrypto sebagai pedagang fisik aset kripto yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) akan terus meningkatkan keamanan aset investor. Tokocrypto tetap menjalani operasional dengan normal dan tidak memiliki afiliasi, serta eksposur dengan platform crypto exchange yang mengalami krisis tersebut.

    “Kami memahami penurunan nilai di pasar aset kripto menimbulkan kekhawatiran bagi investor dan dirasakan dampaknya di seluruh dunia. Namun, kami memastikan bahwa keseluruhan dana nasabah aman dan Tokocrypto akan selalu menaati regulasi yang ditetapkan pemerintah terkait penyimpanan aset kripto nasabah,” kata Kai.

    Keamanan dan Kenyamanan Transaksi Nasabah

    Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: BREAKING: FTX Ajukan Bangkrut, CEO Sam Bankman-Fried Mundur

    Kai menegaskan keamanan dan kenyamanan transaksi nasabah adalah komitmen utama perusahaan. Tokocrypto akan terus memberikan pelayanan optimal kepada setiap nasabah dalam menjalankan perdagangan aset kripto. “Diimbau setiap nasabah untuk lebih berhati-hati dan tetap melakukan riset atas setiap keputusan investasi aset kripto yang diambil.”

    Dalam menjalankan operasional perusahaan, Tokocrypto senantiasa mengikuti ketentuan dari Bappebti Kementerian Perdagangan selaku lembaga yang mengawasi dan mengatur perdagangan aset kripto. Bappebti telah mengamanahkan kepada semua pedagang fisik aset kripto yang terdaftar resmi untuk memisahkan rekening dana yang dimiliki nasabah dengan rekening dana operasional milik perusahaan untuk menjaga likuiditas. 

    “Kami selalu menjalankan prinsip utama dari Bappebti agar dapat menjalankan operasional bisnis dengan baik dan tetap memprioritaskan keamanan investor. Tokocrypto pun saat ini sudah memenuhi syarat penyertaan modal lebih dari yang ditentukan oleh Bappebti. Modal yang besar bisa membuat bisnis lebih stabil dan memiliki rencana jangka panjang,” jelas Kai.

    Bisnis yang Berkelanjutan

    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Market Gonjang-ganjing, Saat yang Tepatkah untuk Nabung Kripto?

    Menurut Kai, kondisi industri kripto yang pasang surut merupakan hal yang biasa dalam dunia finansial dan investasi. Oleh karena itu untuk menghadapinya, Tokocrypto tetap akan fokus pada strategi bisnis jangka panjang.

    “Tokocrypto saat ini sudah melakukan optimalisasi bisnis jangka panjang dengan fokus pada model bisnis crypto exchange dan mengembangkan ekosistem blockchain. Harapannya bisnis akan lebih stabil dan pertumbuhan bisa terjadi dengan rencana yang berkelanjutan,” ungkapnya.

    Investasi aset kripto terus alami pertumbuhan di Indonesia. Adapun jumlah investor kripto terdaftar hingga September 2022 mencapai 16,3 juta pelanggan dengan rata-rata peningkatan jumlah pelanggan terdaftar sekitar 692 ribu setiap bulannya. Nilai transaksi aset kripto selama Januari-September 2022 baru mencapai Rp 266,9 triliun atau turun 57,8% dibandingkan periode sama pada 2021. 

    “Kami percaya aset kripto dan blockchain masih berada di masa pertumbuhan, adopsinya menyerupai pertumbuhan internet di awal kemunculannya. Tahap ini memerlukan waktu yang panjang untuk adopsi masal,” pungkas Kai.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • KunciCoin Gandeng Qoinpay Perluas Utilitas Project Kripto, Apa Itu?

    Project aset kripto lokal, KunciCoin (KUNCI) menjalin kemitraan strategis dengan mengandeng Qoinpay untuk menambah cakupan utilitasinya. Kemitraan ini dilakukan sebagai upaya memperkenalkan ekosistem dan pemanfaatan aset kripto di tengah masyarakat.

    Qoinpay sendiri merupakan platform aplikasi payment gateway berbasis QRIS dan blockchain yang menjembatani pengguna menggunakan aset kripto yang dimiliki untuk melakukan transaksi pembelian di lebih dari 12 juta merchant, mulai dari restaurant, kafe, hotel, tempat perbelanjaan dan lainnya.

    “QoinPay kami kembangkan itu bertujuan untuk membantu para crypto holders yang telah memiliki aset kripto beberapa waktu dan mereka mencari cara untuk melakukan utilisasi terhadap aset kripto mereka. Maka, Qoinpay ada,” kata CEO QoinPay, Setiawan Adhiputro dikutip CoinDesk.

    KunciCoin gandeng Qoinpay perluas utilitas project kripto. Foto: KunciCoin.
    KunciCoin gandeng Qoinpay perluas utilitas project kripto. Foto: KunciCoin.

    Baca juga: Peneliti Ini Riset Cari Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia

    KunciCoin Masuk ke Platform Qoinpay

    KunciCoin menjadi salah satu aset kripto dari Indonesia yang masuk ke dalam platform Qoinpay. Sebelumnya sudah ada kripto big cap, seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, BNB dan Tether.

    Qoinpay akan memfasilitasi para holder KUNCI untuk bisa bertransaksi membeli apapun secara instan dengan scan QRIS. Sistem Qoinpay akan secara otomatis mengkonversi menjadi rupiah (IDR) setiap aset kripto yang dipilih pengguna pada saat transaksi dilakukan.

    Munculnya inovasi yang dikembangkan Qoinpay tidak menyalahi aturan tentang aset kripto sebagai komoditi atau bukan digunakan untuk alat pembayaran. Model utilisasi yang ditawarkan oleh Qoinpay sudah legal, karena tetap menggunakan rupiah dan menggandeng alat transaksi digital resmi dari Bank Indonesia yakni QRIS.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 September 2022: Kripto Kembali Bangkit, ETH Raih Untung

    Aturan Kripto di Indonesia

    Bisnis model QoinPay juga sudah sejalan dengan aturan dan regulasi pemerintah di mana transaksi keperdataan antar pihak sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, dan telah sejalan dengan kerangka regulasi di bidang sistem pembayaran, pengelolaan aset digital, pengelolaan sistem elektronik, dan perlindungan konsumen.

    “Yang kita bantu disini adalah bukan (penukaran) terhadap aset kripto tersebut, akan tetapi untuk mengutilisasi aset kripto tersebut menjadi sesuatu hal yang lebih real,” terang Setiawan.

    QoinPay dapat menjadi media untuk transaksi digital dan mendukung penggunaan e-wallet dan QoinPay dapat saling terintegrasi. E-wallet yang dimiliki pengguna bisa langsung diintegrasikankan dengan Qoinpay, agar aset kriptonya bisa diutilisasi menjadi uang fiat. Selain itu, QoinPay memberikan kemudahan bagi pengguna untuk membuat akun e-wallet-nya sendiri.

    Pengembangan yang dilakukan oleh KunciCoin juga merupakan bagian dari cara mengedukasi berbagai elemen masyarakat atas pembaruan teknologi berbasis kripto dan blockchain, serta menepis anggapan miring mengenai kemampuan developer Indonesia dalam mengembangkan kedua sektor tersebut.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mana yang Lebih Menguntungkan, Putar Modal di Investasi atau Freelance?

    Terkadang bagi sebagian orang mengandalkan gaji bulanan untuk kebutuhan sehari-hari tidak selalu bisa mencukupi, karena kebutuhan diluar dugaan atau lain sebagainya.

    Jika kamu pernah di posisi tersebut, mungkin kamu pernah mempertimbangkan untuk memutar uang yang ada di tabungan untuk investasi atau mungkin mempertimbangkan untuk masuk ke dunia freelance?

    Tapi sebenarnya, mana yang lebih menguntungkan? Memutar uang di kegiatan investasi atau mencari tambahan berupa freelance? Yuk, kita bahas!

    Putar Modal di Investasi

    Investasi sering menjadi salah satu cara bagi kamu yang ingin mendapat pendapatan secara pasif atau sering juga disebut passive income. Perlu kamu ketahui bahwa investasi memiliki berbagai jenis, seperti:

    1. Saham: Saham memungkinkan kamu membeli sebagian kecil dari perusahaan dan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham atau dividen yang dibayarkan.
    2. Reksadana: Dana kolektif yang diinvestasikan dalam berbagai instrumen. Dikelola oleh manajer investasi.
    3. Properti: Investasi dalam real estate seperti rumah atau tanah. Keuntungan dari kenaikan nilai dan pendapatan sewa.
    4. Emas: Aset safe haven untuk lindung nilai terhadap inflasi. Investasi emas memungkinkan kamu terlindung dari inflasi dan mendapat keuntungan.
    5. Cryptocurrency: Mata uang digital seperti Bitcoin. Potensi keuntungan tinggi dengan tempo waktu singkat, tetapi sangat volatil.

    Memutar modal di investasi tentunya membutuhkan modal yang sebanding dengan return yang kamu inginkan, karena investasi memberikan return yang tergantung dari modal awal kamu.

    Baca juga: 7 Cara Menghasilkan Uang dari Crypto Bagi Pemula

    Menjadi Freelancer

    Menjadi freelancer sebenarnya tidak membutuhkan modal, cukup memiliki skill yang dibutuhkan pasar atau klien. Kelebihan menjadi seorang freelancer juga memungkinkan kamu bekerja dengan fleksibilitas waktu dan tempat.

    Menjadi seorang freelancer akan sangat cocok jika kamu ingin mengumpulkan modal lebih untuk investasi, apa saja pekerjaan freelance yang sering dibutuhkan?

    1. Penulis Konten: Membuat artikel, blog, dan konten pemasaran untuk berbagai platform.
    2. Desain Grafis: Membuat desain visual untuk media cetak dan digital.
    3. Penerjemah: Menerjemahkan dokumen, buku, dan konten lainnya dari satu bahasa ke bahasa lain.
    4. Ahli Pemasaran Digital: Mengelola kampanye pemasaran online, SEO, dan media sosial.
    5. Pengembang Web: Membangun dan memelihara situs web menggunakan berbagai bahasa pemrograman.

    Menjadi seorang freelancer memungkinkan kamu mendapat penghasilan yang lebih pasti per bulannya dibanding dengan investasi.

    Banner Beli Bitcoin Mulai dari Rp 1.600

    Lalu Mana yang Lebih Menguntungkan, Putar Modal di Investasi atau Freelance?

    Jika kamu memiliki modal yang cukup, kamu bisa mencoba menginvestasikan modal kamu di instrumen yang cocok dengan profil risiko kamu. Dengan menginvestasikan uang yang kamu miliki, diharapkan kamu bisa mendapat keuntungan dari hasil investasi.

    Namun, jika kamu tidak memiliki modal yang cukup kamu bisa melakukan side hustle menjadi seorang freelancer, dengan begitu kamu bisa mendapat penghasilan yang lebih pasti perbulannya dibanding dengan investasi.

    Investasikan Hasil Freelance

    Untuk mendapat keuntungan dan mengurasi risiko yang ada, kamu bisa mempertimbangkan untuk melakukan freelance dan menginvestasikan hasil freelance kamu dengan harapan mendapat keuntungan lebih besar nantinya.

    Salah satu metode investasi yang cocok untuk ini adalah metode Dollar Cost Averaging (DCA) metode DCA ini memungkinkan kamu melakukan pembelian berkala suatu aset investasi dengan harga rata-rata yang lebih stabil. Sehingga, dapat mengurangi risiko dari volatilitas pasar.

    Jika kamu ingin melakukan investasi dengan metode DCA pada aset kripto atau Bitcoin, kamu bisa menggunakan aplikasi Tokocrypto mulai dari Rp20.000 yang bisa kamu sesuaikan jadwal pembeliannya, baik perhari, minggu atau perbulan.

    Disclaimer: Sebelum membuat keputusan investasi, pastikan lakukan riset terlebih dahulu. Informasi yang disediakan di sini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat keuangan, investasi, atau hukum.

    Referensi:

    Erkut



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Mendapatkan Corporate Card Dengan Mudah! 

    Corporate card semakin populer di kalangan perusahaan karena memudahkan pengelolaan keuangan dan pengeluaran bisnis. 

    Dengan kartu ini, kamu bisa lebih mudah melacak setiap transaksi, mengontrol budget, dan menikmati berbagai keuntungan seperti cashback, akses fasilitas kredit, hingga otomatisasi manajemen pengeluaran. 

    Tak hanya itu, corporate card juga membantu menjaga transparansi dalam pengeluaran tim, memudahkan pencatatan laporan keuangan, dan mempercepat proses reimbursement.

    Kenapa perusahaan kamu harus menggunakan corporate card? Karena di era digital ini, efisiensi dan kemudahan akses terhadap keuangan adalah kunci. Corporate card memungkinkan pengelolaan yang lebih terstruktur, mengurangi risiko kebocoran biaya, dan memberikan fleksibilitas dalam pengaturan anggaran.

    Lantas, bagaimana cara mendapatkan corporate card dengan mudah? Mari kita bahas beberapa cara yang bisa kamu tempuh, baik melalui bank tradisional maupun platform teknologi finansial (fintech) digital.

    Cara Mendapatkan Corporate Card dari Bank

    Mengajukan corporate card melalui bank memang memerlukan waktu, sering kali lebih dari dua minggu. Tapi, meskipun prosesnya cukup panjang, bank menawarkan sejumlah keuntungan, seperti program loyalitas yang kuat dan jaringan global. Ini penting terutama jika bisnis kamu sering beroperasi di luar negeri.

    Berikut langkah-langkah untuk mengajukan corporate card dari bank:

    1. Pilih bank yang tepat untuk bisnis kamu

    Setiap bank punya penawaran berbeda untuk corporate card. Kamu perlu membandingkan beberapa opsi dengan memperhatikan hal-hal berikut:

    • Suku Bunga dan Biaya Tahunan: Cari bank yang menawarkan suku bunga dan biaya tahunan yang kompetitif.
    • Program Loyalitas: Banyak bank menawarkan keuntungan seperti cashback atau poin reward yang bisa ditukar dengan tiket pesawat, akomodasi, dan lainnya.
    • Jaringan Internasional: Jika bisnismu beroperasi lintas negara, pastikan bank yang kamu pilih punya jaringan internasional yang luas agar transaksi berjalan lancar.

    2. Persiapkan dokumen yang dibutuhkan

    Sebelum mengajukan, pastikan kamu sudah menyiapkan semua dokumen yang diperlukan. Beberapa di antaranya meliputi:

    • Akte Pendirian Perusahaan yang terbaru.
    • NPWP perusahaan yang aktif.
    • Laporan keuangan terbaru yang sudah diaudit.
    • SIUP yang masih berlaku.
    • KTP dan NPWP direktur atau pemilik perusahaan

    3. Ajukan Permohonan Corporate Card

    Setelah semua dokumen siap, kamu bisa langsung mengajukan permohonan corporate card ke bank pilihan. Proses ini bisa dilakukan secara online atau dengan mendatangi cabang bank. Bank akan melakukan analisis kredit sebelum menyetujui pengajuan kamu.

    Tips Agar Pengajuan Corporate Card Disetujui

    • Perbarui Dokumen: Pastikan semua dokumen yang kamu lampirkan sudah diperbarui, terutama SIUP dan laporan keuangan.
    • Tunjukkan Keuangan yang Sehat: Bank cenderung menyetujui pengajuan dari perusahaan yang memiliki arus kas positif dan rasio utang yang rendah (idealnya di bawah 40%).
    • Hindari Sengketa Hukum: Reputasi bisnis yang baik tanpa masalah hukum bisa meningkatkan peluang pengajuan kamu diterima.

    Cara Mendapatkan Corporate Card Melalui Platform Digital (Fintech)

    Jika kamu mencari proses yang lebih cepat, kamu bisa mengajukan corporate card melalui platform digital atau fintech

    Proses ini biasanya lebih sederhana dan bisa diselesaikan dalam hitungan hari. Platform fintech cocok bagi perusahaan yang membutuhkan akses cepat ke fasilitas kredit dengan proses pengajuan yang lebih praktis.

    Berikut langkah-langkah untuk mendapatkan corporate card secara digital:

    1. Pilih platform digital yang sesuai

    Banyak platform fintech yang menawarkan corporate card dengan fitur yang berbeda-beda. Perhatikan beberapa hal penting seperti:

    • Biaya: Platform digital biasanya memiliki biaya yang lebih rendah dibanding bank tradisional. Periksa biaya aktivasi, bulanan, atau biaya lainnya.
    • Keamanan Data: Pastikan platform yang kamu pilih memiliki sistem keamanan yang kuat dan sesuai dengan regulasi perlindungan data.
    • Fitur Tambahan: Beberapa platform menawarkan integrasi dengan software akuntansi, laporan transaksi real-time, dan manajemen pengeluaran otomatis.

    2. Persiapkan dokumen dalam format digital

    Meskipun prosesnya lebih sederhana, kamu tetap perlu menyiapkan dokumen seperti data perusahaan, KTP direktur, serta rekening bank perusahaan. Pastikan semua dokumen ini dalam format soft copy dan siap diunggah.

    3. Ajukan melalui aplikasi atau website

    Proses pengajuan corporate card digital dilakukan sepenuhnya melalui aplikasi atau situs web. Ikuti instruksi yang diberikan, unggah dokumen, dan tunggu proses verifikasi. Biasanya, verifikasi hanya memakan waktu 1-3 hari kerja. 

    Tips Agar Pengajuan Corporate Card Kamu Disetujui

    Apakah kamu mengajukan corporate card melalui bank tradisional atau platform fintech digital, ada beberapa langkah penting yang bisa meningkatkan peluang persetujuan. Berikut beberapa tips yang perlu kamu perhatikan agar proses pengajuan berjalan lancar dan cepat:

    1. Pastikan data dan dokumen terbaru 

    Selalu cek keakuratan dan validitas dokumen yang kamu serahkan. Dokumen seperti Akta Pendirian, SIUP, dan NPWP perusahaan harus diperbarui. Data yang tidak akurat atau kadaluwarsa bisa menjadi alasan utama pengajuan kamu ditolak, baik di bank maupun platform digital.

    2. Tunjukkan laporan keuangan yang sehat 

    Salah satu faktor penentu dalam pengajuan corporate card adalah kondisi keuangan perusahaan. Pastikan laporan keuangan perusahaan menunjukkan profitabilitas yang konsisten dan arus kas yang positif. Bank atau platform fintech lebih cenderung menyetujui pengajuan dari perusahaan yang punya rekam jejak keuangan yang kuat.

    3. Jaga rasio utang yang sehat 

    Rasio utang perusahaan yang ideal berada di bawah 40%. Jika rasio ini terlalu tinggi, bank atau fintech mungkin akan ragu memberikan persetujuan karena dianggap terlalu berisiko. Pastikan perusahaan kamu memiliki kemampuan untuk melunasi utang dengan baik.

    4. Baca dan pahami syarat serta ketentuan 

    Setiap penyedia corporate card, baik bank maupun fintech, punya kebijakan yang berbeda. Sebelum mengajukan, pastikan kamu membaca syarat dan ketentuan dengan cermat. Pahami bagian tentang biaya, limit kartu, dan persyaratan dokumen. Ini akan menghindarkan kamu dari masalah di kemudian hari.

    5. Aktif menggunakan platform digital 

    Jika kamu mengajukan melalui fintech, platform digital sering kali memprioritaskan pengguna yang aktif menggunakan aplikasi atau layanan mereka. Pastikan kamu sudah familiar dan aktif bertransaksi atau menggunakan layanan platform sebelum melakukan pengajuan untuk meningkatkan peluang persetujuan.

    Dengan mengikuti tips di atas, kamu akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan corporate card yang kamu butuhkan, baik melalui bank maupun platform digital. Pastikan kamu mempersiapkan semua dengan baik dan sesuai syarat yang diminta.

    Baik pengajuan corporate card melalui bank maupun fintech memiliki kelebihan masing-masing. Kamu perlu menilai opsi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnismu, terutama dari segi limit, reward, dan kemudahan dalam memantau transaksi.

    Perbedaan Paper Horizon Card dari Corporate Card Lainnya (Sumber: Paper.id)

    Untuk kamu yang ingin proses pengajuan cepat, coba gunakan Paper Horizon Card. Kartu kredit dari Paper.id ini menawarkan proses pengajuan hanya 5 hari kerja, kamu bisa menikmati berbagai keuntungan seperti cashback 0,5%, biaya transaksi rendah sebesar 1,1%, serta tambahan tempo pembayaran hingga 60 hari. Semua transaksi bisa kamu pantau real-time dalam satu dashboard.

    Cek info lebih lanjut tentang Paper Horizon Card di sini!

    *Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

    Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah terbuka terhadap perusahaan, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk bergabung ke dalam pasar aset kripto yang tengah berkembang. Diharapkan perusahaan tersebut tidak mengabaikan aspek keterlacakan dan keamanan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pasar aset kripto.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan keterbukaan pemerintah ini menjadi momentum baik untuk pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Menurutnya, Indonesia menjadi negara yang memiliki regulasi cukup baik untuk mewadahi transaksi perdagangan kripto.

    “Keterbukaan pemerintah ini sangat baik untuk pertumbuhan industri kripto. Terlebih saat ini sudah ada regulasi yang tegas terkait perdagangan kripto sebagai komoditi. Kemendag juga tengah dalam proses mendirikan bursa aset kripto, lembaga kliring dan kustodian untuk mendukung ekosistem aset kripto Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.
    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Wamendag: Indonesia Berpotensi Jadi Pasar Kripto yang Menjanjikan

    Potensi Besar Bisnis Kripto di Indonesia

    Industri aset kripto dalam negeri sendiri sejauh ini masih memiliki potensi cukup besar. Bappebti mencatat hingga Juni 2022, jumlah investor aset kripto sudah mencapai 14,6 juta, naik dari akhir tahun 2021 hanya 11,2 juta.

    “Secara angka investor kripto dalam negeri masih bisa terus tumbuh. Saat ini angkanya masih sekitar lebih dari 4% dari jumlah populasi sekitar 270 juta penduduk Indonesia. Penetrasi kripto bisa dioptimalkan ke seluruh wilayah Indonesia,” tutur Manda.

    Sementara, total transaksi perdagangan untuk kripto periode Januari-Juni 2022 tembus Rp 212 triliun. Angka transaksi tersebut memang jauh lebih kecil dibanding tahun lalu, dengan periode yang sama Januari-Juni 2021 mencapai Rp 428 triliun. Hal ini terjadi lantaran beberapa nilai aset kripto mengalami penurunan.

    Industri aset kripto juga bisa menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Seperti, membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya yang berkaitan dengan teknologi blockchain. Kemudian, sudah banyak masyarakat Indonesia yang terbantu dengan investasi aset kripto, mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, driver ojek online dan lainnya.

    Regulasi Bisnis Perusahaan Kripto Dalam Negeri

    Akhir-akhir ini runtuhnya ekosistem kripto membuat masyarakat dan investor khawatir. Banyak perusahaan kripto yang memasuki masa ‘gelap’ dalam menjalankan bisnis. Bagaimana dengan di Indonesia?

    Ilustrasi market kripto di Indonesia.
    Ilustrasi market kripto di Indonesia.

    Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

    Menurut Manda, investor kripto di Indonesia tidak perlu khawatir. Melihat market kripto yang memiliki volatil tinggi, regulator di Indonesia dalam hal ini Bappebti Kemendag sudah memperhitungkan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, Bappebti membuat aturan yang ketat untuk memberikan persetujuan kepada perusahaan atau pedagang aset kripto yang bisa menyelenggarakan transaksi. 

    “Peraturan tersebut menjadi landasan bagi pelaku pasar industri kripto untuk melakukan bisnis yang mencakup mekanisme perdagangan fisik aset kripto. Terlebih potensi bisnis di dalam negeri masih menjanjikan,” jelasnya.

    Kuatkan Aturan Bisnis Kripto

    Untuk dapat memperoleh persetujuan dalam memfasilitasi transaksi perdagangan, pedagang kripto di Indonesia harus memenuhi persyaratan yang dijelaskan dalam Peraturan Bappebti No. 8 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka. 

    Dalam aturan tersebut, Pedagang Fisik Aset Kripto wajib memenuhi persyaratan memiliki modal disetor paling sedikit Rp 80 miliar dan mempertahankan ekuitas paling sedikit sebesar 80% dari modal yang disetor. Mereka harus membentuk Badan usaha Berbadan Hukum (PT) dan menempatkan dana transaksi pada rekening terpisah dengan modal.

    Ilustrasi Bappebti.
    Ilustrasi Bappebti.

    Baca juga: Pemuda Indonesia Bobol Wallet Coinbase Raup Rp 16 M Ditangkap FBI

    Calon Pedagang Fisik Aset Kripto juga wajib menyediakan dan/atau membuka akses terhadap seluruh sistem yang dipergunakan kepada Bappebti dalam rangka pengawasan. Selain itu, pedagang juga wajib menyerahkan Laporan Posisi Keuangan; Laporan Laba Rugi Komprehensif; Laporan Perubahan Ekuitas; Laporan Arus Kas; dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK).

    Bappebti berharap peraturan itu tentu dapat memberikan manfaat, seperti memberikan perlindungan kepada konsumen dan kepastian usaha, meningkatkan penanaman modal dalam negeri atau mencegah arus keluar modal, mencegah pencucian uang dan pendanaan terorisme. Selain itu, juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi negara melalui penerimaan perpajakan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solusi Modern untuk Pebisnis Kecil

    Virtual Credit Card (VCC) semakin populer di kalangan pebisnis kecil, terutama di Amerika Serikat. Dengan kemajuan teknologi dan peningkatan kebutuhan akan keamanan dalam transaksi bisnis, VCC muncul sebagai solusi yang praktis dan efisien.Penting untuk menyadari manfaat yang bisa kamu dapatkan dari penggunaan VCC. 

    Yuk, kita bahas lebih lanjut tentang keuntungan menggunakan VCC untuk bisnismu.

    Popularitas Virtual Credit Card di Dunia

    Virtual credit card adalah versi digital dari kartu kredit fisik yang kamu gunakan untuk melakukan transaksi bisnis. VCC biasanya digunakan sekali pakai atau memiliki masa berlaku tertentu, yang menjadikannya lebih aman untuk transaksi daring. 

    Menurut laporan dari PYMNTS, penggunaan VCC diperkirakan akan mendorong transaksi B2B otomatis hingga mencapai $3 triliun pada tahun 2024. Ini menunjukkan bahwa VCC semakin diadopsi oleh berbagai bisnis, termasuk usaha kecil.

    Keuntungan Menggunakan Virtual Credit Card untuk Bisnis

    Sebagai pebisnis, kamu perlu memahami berbagai keuntungan yang bisa diperoleh dari penggunaan VCC. Berikut adalah beberapa keuntungan utama:

    1. Keamanannya terjamin 

    VCC memiliki nomor kartu yang unik dan biasanya hanya berlaku untuk satu transaksi atau periode tertentu, risiko pencurian data berkurang. Jika detail VCC dicuri, kartu tersebut tidak dapat digunakan untuk transaksi lain. 

    2. Pengeluaran lebih terkontrol

    VCC memungkinkan kamu untuk mengatur batas pengeluaran pada setiap kartu, sehingga memudahkan pengelolaan anggaran bisnis. Kamu bisa mengalokasikan dana tertentu untuk setiap transaksi atau departemen, yang membantu mengendalikan pengeluaran dan mencegah pemborosan.

    3. Transaksi mudah dilacak

    Dengan VCC, setiap transaksi dapat dilacak dengan mudah karena setiap kartu memiliki nomor yang unik. Ini memudahkan kamu dalam mencatat dan memantau pengeluaran bisnis secara real-time. Proses rekonsiliasi keuangan pun menjadi lebih sederhana dan cepat, menghemat waktu dan tenaga.

    4. Penggunaan yang fleksibel 

    VCC dapat digunakan untuk berbagai keperluan bisnis, mulai dari pembelian peralatan kantor hingga pembayaran layanan online. Fleksibilitas ini menjadikan VCC sebagai alat pembayaran yang serbaguna dan praktis untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis.

    Baca juga: 5 Keuntungan Menerima Pembayaran Pakai Kartu Kredit, Makin Cuan!

    Virtual credit card adalah solusi pembayaran yang semakin populer di kalangan pebisnis kecil. Dengan berbagai manfaat yang ditawarkannya, mulai dari peningkatan keamanan hingga kemudahan pelacakan transaksi. 

    VCC dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk bisnismu. Jadi, jika kamu belum mempertimbangkan untuk menggunakan VCC, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai mengeksplorasi opsi ini dan melihat bagaimana VCC bisa membantu bisnismu berkembang.

    Untuk ini, gunakanlah VCC dari Paper.id, dimana ada banyak manfaat dari Paper Virtual Credit Card yang bisa kamu dapatkan termasuk fitur lainnya. Klik di sini untuk mendaftar dan mendapatkan informasi lebih lanjut!

    *Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 6 Kartu Kredit untuk Bisnis, Ayo Manfaatkan Keuntungannya!

    Founder Virgin Group, Richard Branson, pernah mengatakan bahwa peluang bisnis itu seperti bus, selalu ada yang datang. Melihat dinamika bisnis saat ini, keputusan keuangan yang bijak, termasuk memilih kartu kredit yang tepat, bisa menjadi penentu sukses atau gagalnya bisnis, lho!

    Menurut survei Visa pada tahun 2022, 69% dari 2.000 pengguna kartu kredit korporat di Amerika Serikat percaya bahwa credit card dapat meningkatkan produktivitas perusahaan mereka.

    Namun, memilih kartu kredit yang terbaik untuk kebutuhan bisnis bisa menjadi tantangan di tengah banyaknya pilihan yang tersedia, terutama jika ini adalah pengalaman pertama kamu dalam memilih credit card bisnis.

    Berikut ini adalah 6 kartu kredit bisnis terbaik yang bisa kamu pertimbangkan untuk memanfaatkan segala keuntungannya. Simak selengkapnya di bawah!

    1. PAPERCARD

    Keunggulan kartu kredit PAPERCARD.

    PAPERCARD adalah rekomendasi pertama untuk kamu. Diterbitkan pada 15 Juli 2023 oleh Bank BRI bekerja sama dengan PT Pakar Digital Global atau Paper.id dan didukung oleh jaringan Visa, kartu ini menawarkan segudang keuntungan.

    Bagaimana tidak? PAPERCARD memberikan keuntungan menarik secara eksklusif yang bisa menjadi solusi atas transaksi atau operasional bisnis sekaligus memberikan manfaat secara personal.

    PAPERCARD memiliki dua jenis kartu kredit, yaitu SPACECARD dan UNIVERSECARD. SPACECARD cocok untuk kebutuhan dasar bisnis, seperti mengatur cash flow dan memantau transaksi secara real-time dengan cashback 0,1% di Paper.id setiap kelipatan transaksi Rp 100.000 dan bebas iuran tahunan selamanya.

    Sementara itu, UNIVERSECARD memiliki semua keunggulan dari SPACECARD dan dilengkapi berbagai manfaat tambahan, seperti konversi transaksi ke GarudaMiles (12 GarudaMiles untuk setiap transaksi kelipatan Rp 100 ribu atau Rp 8.333 per mil) dan akses gratis ke Airport Lounge secara eksklusif.

    Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan tambahan tempo pembayaran hingga 55 hari dengan PAPERCARD jenis apa pun. Jadi, kesempatan untuk membayar tagihan bisnis tepat waktu makin besar, cash flow makin lancar, dan hubungan dengan mitra bisnis jadi makin harmonis.

    PAPERCARD bisa menjadi pilihan utama karena cocok untuk berbagai skala bisnis, mulai dari mikro, kecil, menengah, hingga besar. Menarik sekali, bukan? Yuk, klik tombol di bawah ini untuk informasi selengkapnya!

    Tentang PAPERCARD

    Baca juga: Trik Bayar Supplier Tanpa Pusing Jatuh Tempo Pakai Kartu Kredit

    2. Mandiri Distribution Card

    Untuk kebutuhan bisnis, Mandiri Distribution Card menjadi pilihan yang cocok, terutama bagi kamu yang bergerak di bidang ritel. Fitur Visa Distribution memungkinkan kamu menjalin hubungan dengan agen-agen distribusi di seluruh Amerika, Asia, dan beberapa negara lainnya.

    Menariknya lagi, Mandiri Distribution Card memiliki suku bunga bulanan hanya 0,99%. Selain itu, kartu kredit ini juga bisa digunakan untuk berbagai macam transaksi di seluruh dunia yang memiliki logo Visa atau Mastercard.

    Namun, credit card ini menawarkan limit yang cukup rendah, hanya sekitar Rp 40 juta saja. Hal ini bisa menjadi kendala jika kamu membutuhkan akses dana yang lebih besar untuk berbagai kebutuhan bisnis. 

    3. Danamon Corporate American Express

    Selanjutnya ada kartu kredit Danamon Corporate American Express yang bisa menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan bisnismu. Fitur Central Billing Account menjadi daya tarik utama kartu ini, mempermudah pengelolaan cash flow bisnis kamu.

    Kartu kredit ini juga menawarkan diskon hingga 50% di berbagai merchant pilihan dan gratis iuran hingga 3 tahun pertama. Benefit ini bisa kamu manfaatkan untuk menghemat pengeluaran sekaligus meningkatkan arus kas bisnis.

    Sayangnya, opsi cicilan 0% dengan jangka waktu hanya 6 bulan mungkin terasa terlalu singkat dibandingkan beberapa credit card lainnya yang menawarkan fasilitas tersebut hingga 12 bulan. Pertimbangkan ini jika kamu membutuhkan cicilan 0% yang lebih lama.

    4. OCBC NISP Platinum Business Card

    Selanjutnya ada kartu kredit OCBC NISP Platinum Business Card yang menawarkan fasilitas kredit tanpa agunan dengan batas maksimal Rp 1 miliar, program cashback, dan diskon di berbagai merchant pilihan, baik lokal maupun internasional.

    Selain itu, kartu kredit ini memberikan akses ke Airport Lounge, layanan concierge, dan bantuan darurat 24/7. Credit card ini juga bisa digunakan di ATM, cabang, dan merchant OCBC NISP.

    Namun, kartu kredit ini tidak cocok untuk bisnis yang masih berskala mikro hingga menengah. Jika kamu ingin memiliki credit card ini, setidaknya bisnis harus mencapai minimal Rp 500 juta per bulan dan sudah berjalan minimal dua tahun.

    5. Bukopin Business Diamond

    Kartu kredit Bukopin Business Diamond menawarkan sejumlah keuntungan menarik yang menjadikannya pilihan yang tepat. Misalnya, cicilan 0% di tahun pertama untuk pembelanjaan di berbagai merchant pilihan.

    Dengan cicilan bulanan sebesar 2,90%, Bukopin Business Diamond juga relatif kompetitif di pasaran. Bunga ini tentunya bisa membantu kamu menghemat pengeluaran untuk transaksi belanja yang tidak bisa dilakukan dengan cara cicilan 0% (merchant non-Bukopin).

    Namun, credit card ini tidak didukung jaringan ternama seperti Visa dan Mastercard, sehingga penerimaannya sangat terbatas atau tidak diakui secara global.

    6. BCA Smartcash

    Terakhir, ada kartu kredit BCA Smartcash yang menawarkan fasilitas kredit tanpa agunan dengan limit hingga Rp 100 juta yang bisa kamu manfaatkan untuk menambah modal atau keperluan bisnis lainnya.

    Pembayaran tagihan kartu kredit BCA Smartcash bisa dilakukan dengan minimum sebesar 5% dari total tagihan atau minimal hanya Rp 50 ribu saja. Ini memberikan kemudahan bagi kamu yang memiliki keterbatasan cash flow tetapi tetap ingin memiliki credit cardt untuk kebutuhan bisnis.

    Sayangnya, kartu kredit ini memiliki persyaratan yang cukup ketat, termasuk kamu harus memiliki omset bisnis mencapai minimal Rp 30 juta per bulan dan sudah beroperasi minimal 2 tahun.

    Itulah 6 kartu kredit untuk bisnis terbaik yang bisa kamu pertimbangkan. Pada akhirnya, memilih credit card untuk bisnis harus dilakukan dengan hati-hati; pilihlah yang menyediakan fitur sesuai dengan kebutuhan bisnismu.

    Sebelum menentukan pilihan, pastikan kamu memahami semua detailnya, termasuk batas kredit, biaya-biaya terkait, dan bonus atau insentif yang ditawarkan oleh masing-masing kartu. Jadi, kartu kredit mana yang akan kamu pilih untuk bisnis?

    *Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Keuntungan Menerima Pembayaran Pakai Kartu Kredit, Makin Cuan!

    Di era digital yang serba cepat ini, fleksibilitas dalam metode pembayaran menjadi salah satu faktor krusial bagi kelangsungan dan pertumbuhan bisnis. Terutama dalam hal penerimaan pembayaran tagihan bisnis. 

    Bagi kebanyakan pebisnis menerima pembayaran tagihan bisnis dengan berbagai metode pembayaran merupakan hal yang sangat menguntungkan bagi mereka, kenapa? Karena dengan itu buyer mereka bisa dengan mudah memilih ingin menggunakan metode pembayaran seperti apa. 

    Salah satu metode pembayaran yang sering digunakan ialah kartu kredit, banyak sekali keuntungan yang didapat jika pebisnis menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit. Yuk simak penjelasannya dibawah ini. 

    Keuntungan Terima Pembayaran dengan Kartu Kredit

    1. Meningkatkan penjualan

    Penerimaan pembayaran dengan kartu kredit dapat secara signifikan meningkatkan penjualan bisnismu. Pelanggan yang menggunakan kartu kredit cenderung melakukan pembelian lebih besar dibandingkan dengan mereka yang membayar tunai. 

    Kartu kredit tentu dapat memberikan fleksibilitas kepada pelanggan untuk membeli produk atau layanan bahkan ketika mereka tidak memiliki dana tunai yang cukup. Selain itu, dengan menerima berbagai jenis kartu kredit, bisnismu bisa dapat menarik lebih banyak pelanggan dari berbagai kalangan.

    2. Kenyamanan dan kecepatan transaksi

    Proses pembayaran dengan kartu kredit sangat cepat dan efisien, baik untuk pelanggan maupun bisnis. Dalam hitungan detik, transaksi dapat diselesaikan tanpa perlu mengandalkan uang tunai atau menunggu konfirmasi pembayaran melalui transfer bank.

    3. Keamanan transaksi

    Transaksi menggunakan kartu kredit memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Penyedia layanan kartu kredit biasanya memiliki sistem proteksi terhadap penipuan dan pelanggaran keamanan. 

    Selain itu, standar keamanan seperti PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) diterapkan untuk melindungi data transaksi pelanggan. Hal ini memberikan rasa aman bagi pelanggan dan bisnis, mengurangi risiko penipuan dan kerugian finansial.

    4. Peningkatan arus kas

    Dengan menerima pembayaran menggunakan kartu kredit, bisnismu dapat meningkatkan arus kasnya. Pembayaran dengan kartu kredit biasanya diproses dan diterima dalam beberapa hari kerja, jauh lebih cepat dibandingkan metode pembayaran lainnya seperti cek atau transfer bank.

    Arus kas yang lebih lancar berarti bisnis dapat lebih baik mengelola keuangan, membayar supplier tepat waktu, dan mengurangi jumlah piutang yang belum dibayar. 

    5. Meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas bisnis

    Menerima pembayaran dengan kartu kredit dapat meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas bisnismu di mata pelanggan. Metode pembayaran yang modern dan aman mencerminkan profesionalisme dan keseriusan bisnis dalam memberikan layanan terbaik. 

    Pelanggan merasa lebih nyaman dan percaya untuk melakukan transaksi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan loyalitas dan kepuasan pelanggan.

    6. Kemudahan dalam pelacakan dan pembukuan

    Pembayaran dengan kartu kredit memberikan kemudahan dalam pelacakan dan pembukuan transaksi. Setiap transaksi yang dilakukan akan tercatat secara otomatis dalam sistem, memudahkan bisnis untuk mengelola laporan keuangan dan pembukuan nantinya. 

    Biar lebih gampang tanpa harus repot mengurusnya ke bank, kamu bisa lho mempertimbangkan menggunakan aplikasi invoice yang sudah terintegrasi dengan metode pembayaran lewat kartu kredit. 

    PAPERCARD, Kartu Kredit Bisnis yang Memiliki Beragam Manfaat

    (Sumber: Paper.id)

    Berbicara mengenai kartu kredit, buat kamu yang seorang pebisnis dan ingin menggunakan kartu kredit sebagai untuk membayar tagihan bisnis, kamu kamu bisa mencoba untuk menggunakan PAPERCARD kartu kredit bisnis dari Paper.id.

    PAPERCARD merupakan kartu kredit co-branding yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (Bank BRI) berkolaborasi dengan PT Pakar Digital Global atau Paper.id dan didukung oleh jaringan Visa. Di mana PAPERCARD menggabungkan manfaat bisnis dan personal dalam satu tempat.

    Perbedaan PAPERCARD dengan Kartu Kredit Personal dan Korporat (Sumber: Paper.id)

    Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan ketika menggunakan kartu kredit bisnis PAPERCARD dari Paper.id, seperti kamu bisa mendapatkan tambahan tempo hingga 55 hari dan limit yang didapatkan cukup besar, dibanding dengan kartu kredit pribadi. Terlebih lagi, ada pula cashback 0,1% tanpa batas di setiap pembayaran invoice di Paper.id, sehingga biaya transaksi di Paper.id yang tadinya 1,5% makin murah, yaitu hanya 1,4%!

    Selain itu dengan menggunakan PAPERCARD, kamu pun bisa melakukan business expense management dengan mudah. Yang artinya, kamu bisa melacak, membuat, serta melihat laporan pengeluaran dari penggunaan kartu kredit ini untuk membuat bisnismu tetap berjalan. Jadi transaksi bisnismu akan terekap secara otomatis, jadi pencatatan untuk bisnis jauh lebih mudah, dan tidak ribet.

    Lalu, pengajuan PAPERCARD jauh lebih mudah, dan sepenuhnya dilakukan dengan cara online. Dengan hanya terdaftar sebagai pengguna Paper.id, dengan usia akun minimal tiga bulan, dan beberapa syarat yang lain, kamu sudah memiliki kesempatan untuk mendapatkan kartu kredit bisnis PAPERCARD. 

    Menarik bukan? Yuk #SwipeUpYourLife bersama PAPERCARD biar bisnis up, hidup juga up! Cari tahu PAPERCARD sekarang juga dengan cara daftarkan terlebih dahulu bisnis kamu di Paper.id dengan klik di sini!

    Daftar Sekarang
    *Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Invoice Online Membuat Biaya Bisnis Jadi Hemat & Dibayar Cepat

    Dalam ekosistem bisnis, efisiensi penagihan menjadi sebuah aspek kritikal yang secara langsung mempengaruhi aliran kas dan operasional sebuah perusahaan. Tantangan yang sering dihadapi adalah invoice yang sering telat dibayar oleh buyer

    Invoice Sering Dibayar Telat = Cash Flow Jadi Terhambat

    Di Indonesia, masalah ini cukup prevalen; rata-rata keterlambatan pembayaran invoice mencapai 52 hari menurut Tipalti, jauh melebihi periode jatuh tempo yang biasanya diberikan.

    Kondisi ini tidak hanya memperlambat siklus kas perusahaan tapi juga menambah risiko keuangan, terutama bagi UMKM yang mungkin tidak memiliki cadangan likuiditas yang cukup untuk menutupi jangka waktu yang panjang tanpa penerimaan pembayaran.

    Selain masalah keterlambatan pembayaran, biaya operasional yang berkaitan dengan penagihan juga menjadi beban tambahan yang tidak bisa dianggap remeh. Untuk perusahaan yang masih menggunakan metode penagihan manual, biaya yang dikeluarkan bisa cukup signifikan. 

    Misalnya, menghitung dari proses pencetakan, pengepakan, hingga pengiriman invoice fisik, biaya bisa memakan biaya yang besar. Menurut penelitian Paper.id, biaya pengelolaan invoice memakan biaya sebesar Rp15 juta perbulan dengan estimasi 50 invoice per bulan. Untuk lebih jelasnya, bisa cek di sini.  

    Beralih ke Invoice Online, Banyak Manfaatnya

    Menghadapi tantangan tersebut, solusi invoice online muncul sebagai inovasi yang mampu mengatasi masalah penagihan di lingkungan B2B dengan lebih efektif. Penerapan invoice digital atau online tidak hanya menjawab persoalan keterlambatan pembayaran tapi juga menawarkan efisiensi biaya yang signifikan.

    Mempercepat Proses Pembayaran

    Salah satu manfaat utama dari invoice online adalah kemampuannya untuk mempercepat proses pembayaran. Dengan fitur seperti pembayaran langsung dari invoice, pengingat otomatis, dan kemudahan akses informasi, invoice online meningkatkan probabilitas pembayaran tepat waktu atau bahkan lebih awal. 

    Data dari Asosiasi Fintech Indonesia menunjukkan bahwa perusahaan yang menggunakan invoice online mengalami peningkatan kecepatan pembayaran hingga 35%. Fitur integrasi pembayaran memudahkan klien untuk melunasi tagihan mereka dengan cepat, mengurangi rata-rata waktu tunggu pembayaran dari 45 hari menjadi sekitar 29 hari. Ini merupakan perubahan yang signifikan, terutama untuk UMKM yang sangat bergantung pada aliran kas untuk operasional harian mereka.

    Penghematan Biaya Operasional

    Dari sisi penghematan biaya, invoice online menawarkan keuntungan yang tak kalah penting. Dengan mengeliminasi kebutuhan akan kertas, tinta, pengiriman fisik, dan waktu kerja yang terkait dengan penagihan manual, perusahaan dapat mengalami pengurangan biaya yang substansial. 

    Sebuah studi yang dilakukan oleh Asosiasi Ekonomi Digital Indonesia menemukan bahwa penggunaan invoice online dapat mengurangi biaya operasional penagihan hingga 60%. Untuk perusahaan yang sebelumnya menghabiskan Rp 15 juta per bulan untuk proses penagihan, penghematan ini bisa berarti pengurangan biaya menjadi hanya Rp 6 juta. 

    Semua manfaat di atas bisa dirasakan dengan menggunakan Paper.id, platform penagihan & pembayaran bisnis. Tagih buyer dengan invoice digital, bisa dibuat dari HP, gratis dan kirim via WhatsApp/Email/SMS.

    Buyer kamu bisa bayar dengan berbagai metode, termasuk kartu kredit, auto dapat tambahan tempo. Soal keamanan, ada ISO 27001 yang memastikan data di Paper.id dikelola dengan sistem keamanan terbaik selevel bank. Gunakan sekarang dengan daftar gratis!

    Image by aymane jdidi from Pixabay



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pentingnya Kepatuhan e-Meterai dalam Transaksi Bisnis: Tantangan dan Integrasi Sistem

    Munculnya teknologi untuk membantu dunia bisnis tentu juga memunculkan regulasi baru yang harus dipatuhi. Salah satu hal yang wajib jadi perhatian oleh pelaku usaha adalah penggunaan e-meterai untuk transaksi yang bernilai lebih dari Rp 5 juta. 

    Berdasarkan Undang-Undang No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Materai, penggunaan meterai elektronik (e-meterai) menjadi wajib untuk dokumen-dokumen yang memiliki nilai ekonomis, termasuk transaksi bisnis di atas Rp5 juta. 

    Regulasi ini bukan hanya memastikan legalitas dokumen tetapi juga melindungi kedua belah pihak dalam transaksi dari potensi sengketa di masa depan. Namun, implementasinya tidak semudah yang dibayangkan.

    Tantangan dalam Penggunaan E-Meterai dalam Bisnis

    Meskipun penting, implementasi e-meterai dalam praktik bisnis tidak selalu berjalan mulus karena: 

    1. Masih Banyak Business Owner Yang Belum Paham
      Banyak business owner masih belum sepenuhnya mengerti tentang kebijakan yang diatur dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 2020 mengenai Bea Materai, khususnya penggunaan e-meterai untuk transaksi di atas Rp 5 juta. Sebuah survei dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) pada tahun 2023 menunjukkan bahwa sekitar 40% responden masih bingung terkait dokumen apa saja yang harus menggunakan e-meterai. Ini menandakan pentingnya penyuluhan dan edukasi lebih lanjut mengenai regulasi ini agar business owner dapat mematuhi ketentuan hukum dengan benar.
    2. Tantangan Integrasi Sistem
      Perusahaan yang masih bergantung pada sistem manajemen dokumen tradisional dihadapkan pada tantangan besar untuk mengadopsi e-meterai. Mereka harus melakukan investasi signifikan pada teknologi yang mampu mengintegrasikan e-meterai ke dalam sistem yang ada. Menurut laporan McKinsey pada tahun 2022, sekitar 60% perusahaan di Indonesia memerlukan pembaruan infrastruktur IT untuk dapat mengimplementasikan e-meterai secara efektif.
    3. Kesiapan SDM dalam Mengelola e-Meterai
      Transisi dari penggunaan meterai fisik ke e-meterai membutuhkan adaptasi SDM. Survei Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia pada tahun 2023 menemukan bahwa hanya 55% perusahaan yang merasa karyawan mereka sudah siap untuk mengelola e-meterai dengan efektif, menunjukkan pentingnya pelatihan dan pengembangan keterampilan untuk menyiapkan tim agar dapat mengelola proses bisnis baru ini dengan lancar.
    4. Masalah Kompatibilitas Teknis
      Menemukan solusi e-meterai yang kompatibel dengan berbagai perangkat lunak manajemen dokumen menjadi tantangan tersendiri. Studi dari Gartner pada tahun 2022 menunjukkan bahwa 35% perusahaan di Asia Tenggara mengalami hambatan dalam pengadopsian e-meterai karena masalah kompatibilitas sistem. Ini memperkuat kebutuhan akan solusi teknis yang fleksibel dan dapat diintegrasikan dengan mudah ke dalam infrastruktur IT yang ada.

    Dalam menghadapi tantangan penggunaan e-meterai buat bisnis, ternyata ada solusi yang lebih gampang dan praktis, lho. Solusinya, Paper.id, platform ini bekerja sama langsung dengan PERURI. Yang asyik, e-meterai bisa dibeli dengan harga Rp11 ribu saja per lembar, langsung dari PERURI. Ini berarti, kamu nggak perlu pusing-pusing lagi cari e-meterai yang asli dan terjamin keamanannya.

    Penggunaan e-meterai di Paper.id itu dirancang supaya mudah banget dipakai. Para pemilik bisnis bisa kasih akses ke tim mereka sesuai dengan kebutuhan, jadi penggunaan e-meterai bisa lebih terkontrol dan nggak sembarangan. Semua data yang ada di Paper.id dienkripsi dengan ketat, jadi informasi penting kamu aman terjaga.

    Dengan Paper.id, proses yang tadinya ribet jadi lebih simpel dan nyaman. Kamu bisa lengkapi dokumen bisnismu dengan e-meterai tanpa harus keluar kantor. Plus, semua transaksi kamu jadi lebih nyaman dan aman, sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah. Jadi, nggak perlu lagi deh khawatir soal kepatuhan terhadap regulasi pemerintah, karena Paper.id sudah menyediakan solusi yang efisien dan praktis buat bisnismu.

    Image by aymane jdidi from Pixabay



    Sumber : news.tokocrypto.com