Tag Archives: Bisnis

5 Rekomendasi Aplikasi Stok Barang: Kelola Persediaan Lebih Akurat dan Praktis

Mengelola stok barang secara manual sering kali memakan waktu, rawan kesalahan, dan memperlambat proses bisnis.

Salah input satu angka bisa membuat kamu kehabisan stok di saat penting atau malah kelebihan barang yang tidak laku. Untungnya, kini sudah ada aplikasi stok barang yang bisa mencatat pergerakan persediaan secara otomatis, real-time, dan akurat.

Berikut adalah lima rekomendasi aplikasi stok barang terbaik tahun 2025 untuk bantu bisnis kamu jadi lebih rapi dan efisien.

1. Paper.id

Aplikasi Stok Barang Terbaik (Sumber: Paper.id)

Paper.id menawarkan fitur manajemen stok yang menyatu dengan invoicing, pembayaran, dan laporan keuangan. 

Cocok untuk kamu yang ingin semua proses bisnis terekam dalam satu sistem.

Beberapa fitur yang bisa kamu nikmati adalah:

  • Stok otomatis ter-update setiap kali terjadi penjualan melalui invoice.
  • Multi-user dengan custom role, cocok untuk bisnis dengan banyak tim atau cabang.
  • Laporan keuangan lengkap mulai dari stok masuk, keluar, hingga laporan keuangan sederhana.
  • Terhubung langsung dengan pembayaran, jadi kamu bisa pantau stok sambil menagih invoice tanpa perlu cek mutasi manual.

Dengan Paper.id, kamu tidak hanya mengatur stok, tapi juga mempercepat arus kas dan memperkecil potensi kesalahan pencatatan. Solusi ini bisa kamu gunakan secara gratis di awal, tanpa biaya besar.

Kalau kamu ingin aplikasi stok barang yang sekaligus bisa terhubung dengan invoicing, pencatatan pembayaran, dan laporan keuangan, Paper.id adalah pilihan paling lengkap. 

Semua proses terintegrasi dalam satu platform, membantu kamu menghemat waktu, menghindari kesalahan, dan menjaga cash flow tetap lancar.

Yuk, kenali lebih lanjut tentang fitur stok barang Paper.id beserta fitur lengkap lainnya, dan jangan lupa juga untuk registrasikan bisnismu agar bisa nikmati kemudahannya dengan cara klik di sini. Gratis!

2. Stock&Track

Stock&Track cocok untuk usaha kecil yang butuh pencatatan stok sederhana. Tampilannya yang minimalis, penggunaannya mudah dipahami, dan tidak membutuhkan pelatihan teknis. 

Kamu bisa mencatat barang masuk, barang keluar, sisa stok, dan melihat histori aktivitas stok dengan mudah. Aplikasi ini cocok untuk toko offline, reseller, dan sejenisnya.

3. iReap POS

Jika kamu menjalankan bisnis toko, minimarket, atau warung, iReap POS bisa jadi pilihan karena punya fitur POS (point of sale) yang terhubung langsung ke sistem stok. 

Setiap penjualan otomatis mengurangi jumlah barang di gudang. 

Kamu juga bisa mencetak laporan harian dan memantau performa produk.

Baca Juga: Expense Tracker: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya untuk Bisnis

4. EQUIP – Untuk Bisnis Skala Menengah dan Besar

EQUIP cocok untuk perusahaan yang punya banyak gudang, cabang, atau lini produk. 

Fiturnya mendukung barcode scanning, batch control, dan tracking berdasarkan lokasi penyimpanan. 

EQUIP cocok untuk distribusi, manufaktur, atau logistik. Meskipun bisa memberimu visibilitas yang bagus terhadap stok barang bisnismu, aplikasi ini cukup kompleks untuk pemula. 

5. Majoo

Majoo dirancang untuk UMKM yang menjalankan bisnis retail, kuliner, atau jasa. 

Selain fitur POS, Majoo juga menyediakan manajemen stok sederhana, termasuk pencatatan stok masuk-keluar, notifikasi restock, dan laporan penjualan terlaris. 

Kamu bisa langsung melihat produk mana yang harus ditambah dan mana yang kurang laku. Tersedia juga fitur integrasi dengan layanan pesan antar dan marketplace untuk usaha kuliner.

Demikian rekomendasi aplikasi stok barang. Aplikasi ini bukan hanya alat bantu pencatatan, tapi juga fondasi penting untuk operasional bisnis yang efisien dan minim risiko. 

Mulai dari UMKM sampai perusahaan besar, kebutuhan akan kontrol persediaan yang akurat semakin penting di era digital.

Jadi, gunakan aplikasi yang tepat untuk dukung bisnismu makin efisien mulai sekarang, ya!

*Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



Sumber : news.tokocrypto.com

Expense Tracker: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya untuk Bisnis

Pernah merasa keuangan bisnis sering bocor tanpa tahu ke mana perginya? Atau kesulitan mencatat pengeluaran dengan rapi sehingga sulit mengevaluasi keuangan? Jika iya, berarti kamu butuh expense tracker!

Expense tracker adalah sistem yang memudahkan pencatatan setiap pengeluaran bisnis, mulai dari biaya operasional hingga pembelian stok. Dengan sistem yang rapi, kamu bisa lebih mudah mengontrol cash flow, hingga membuat keputusan finansial yang lebih tepat.

Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai apa itu expense tracker, cara kerjanya, apa saja manfaatnya untuk bisnis, hingga rekomendasi aplikasi terbaik di artikel ini!

Apa Itu Expense Tracker?

Expense tracker adalah alat bantu, berupa aplikasi, software, atau fitur yang berfungsi untuk melacak pengeluaran bisnis secara rinci. Dengan menggunakan expense tracker, kamu bisa mengetahui aliran kas bisnismu, termasuk pemasukan, pengeluaran, saldo, dan berbagai transaksi keuangan lainnya.

Aplikasi ini menjadi solusi dari pengelolaan keuangan manual yang sering kali memakan waktu dan merepotkan. Faktanya, banyak pemilik bisnis yang menghabiskan puluhan jam setiap bulan hanya untuk mencatat dan mengecek keuangan secara manual. Padahal, waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk fokus mengembangkan bisnis.

Beberapa expense tracker sederhana hanya berfungsi untuk mencatat dan mengelola keuangan, sementara yang lebih canggih dapat menganalisis pola pengeluaran. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui ke mana uangnya mengalir dan membuat anggaran yang lebih efektif.

Aplikasi Expense Tracker (Sumber: Paper.id)

Salah satunya adalah Paper.id, platform invoicing dan pembayaran ini dilengkapi dengan fitur expense tracker. Kamu bisa buat invoice digital dan rekonsiliasi otomatis, artinya kamu tidak perlu lagi menginput transaksi secara manual.

Kamu bisa terima pembayaran dari buyer dengan 30+ metode pembayaran, termasuk dengan kartu kredit dan cicilan, sehingga mereka dapat tambahan tempo pembayaran 30-45 hari, sementara kamu bisa dapat pembayaran tepat waktu.

Menariknya lagi, di Paper.id kamu bisa atur role akun atau akses pengguna, sehingga data keuangan kamu makin aman dari oknum yang tidak bertanggung jawab. 

Gunakan Paper.id sekarang dan rasakan manfaatnya dengan klik tombol di bawah!

Gunakan Paper.id Gratis

Baca Juga: 5 Rekomendasi Corporate Card Terbaik untuk Bisnismu

Cara Kerja Expense Tracker

Berikut langkah-langkah cara kerja expense tracker:

1. Mencatat transaksi bisnis

Pencatatan transaksi dalam expense tracker bisa dilakukan secara manual maupun otomatis, misalnya:

  • Manual: Tim keuangan atau akuntansi mencatat pengeluaran secara manual di spreadsheet atau aplikasi akuntansi.
  • Otomatis: Beberapa bisnis menggunakan software yang terhubung langsung dengan rekening bank atau kartu kredit perusahaan untuk mencatat transaksi secara otomatis.

Contoh Pencatatan:

  • Tanggal: 10 Februari 2025
  • Kategori: Biaya Operasional
  • Jumlah: Rp5.000.000
  • Deskripsi: Pembelian bahan baku kopi

2. Mengelompokkan pengeluaran

Setiap pengeluaran diklasifikasikan ke dalam kategori tertentu, seperti biaya operasional (sewa, listrik, gaji karyawan, bahan baku, transportasi), biaya modal (pembelian mesin, investasi software, renovasi), biaya pemasaran (digital marketing, promosi, diskon), hingga biaya lain-lain (pajak, biaya konsultasi, administrasi).

3. Membandingkan dengan anggaran bisnis

Expense tracker akan membantu mengevaluasi apakah pengeluaran masih sesuai anggaran atau sudah melampaui batas.

Contoh perbandingan:

  • Anggaran pemasaran: Rp10.000.000/bulan
  • Pengeluaran saat ini: Rp9.000.000

Jika pengeluaran mencapai Rp12.000.000, berarti ada kelebihan Rp2.000.000 dari anggaran yang ditetapkan.

4. Menganalisis pengeluaran melalui laporan keuangan

Expense tracker menyediakan laporan untuk memantau kondisi keuangan bisnis, seperti:

  • Laporan arus kas: Melihat pergerakan uang masuk dan keluar.
  • Laporan laba rugi: Menilai apakah pengeluaran masih lebih kecil dari pendapatan.
  • Laporan biaya operasional: Mengidentifikasi pos pengeluaran terbesar dalam bisnis.

5. Mengoptimalkan pengeluaran

Setelah mengevaluasi laporan, kamu bisa mengambil langkah strategis, seperti:

  • Mengurangi biaya yang kurang efisien, misalnya mencari supplier dengan harga lebih kompetitif.
  • Meningkatkan efisiensi, seperti menggunakan software akuntansi otomatis.
  • Menyesuaikan anggaran bulan berikutnya berdasarkan tren pengeluaran sebelumnya.

Baca Juga:

Manfaat Expense Tracker untuk Bisnis

Menggunakan expense tracker bisa memberikan banyak keuntungan bagi bisnis kamu dalam mengelola keuangan secara lebih efektif. Berikut beberapa manfaat utamanya:

1. Mencegah pemborosan

Dengan mencatat setiap pengeluaran secara detail, bisnis bisa lebih mudah mengidentifikasi pengeluaran yang tidak perlu atau berlebihan, sehingga membantu mengontrol biaya dan memastikan dana digunakan secara optimal.

2. Mempermudah pemantauan keuangan

Expense tracker memungkinkan kamu bisa melihat cash flow secara real-time, sehingga bisa mengetahui kondisi keuangan kapan saja tanpa perlu menunggu laporan manual dari tim keuangan.

3. Membantu perencanaan anggaran yang lebih akurat

Dengan data pengeluaran yang tercatat dengan baik, kamu bisa menyusun anggaran yang lebih realistis dan sesuai dengan kebutuhan operasional. Ini juga membantu menghindari pengeluaran melebihi batas yang sudah ditentukan.

4. Mempercepat proses akuntansi

Expense tracker mengurangi proses pencatatan manual yang memakan waktu, sehingga tim keuangan bisa lebih fokus pada analisis keuangan dan pengambilan keputusan strategis.

5. Mengurangi risiko kesalahan keuangan

Kesalahan pencatatan atau kehilangan bukti transaksi sering terjadi dalam sistem manual. Dengan expense tracker, data tersimpan dengan rapi dan otomatis, sehingga mengurangi risiko kesalahan dalam laporan keuangan.

Baca Juga: 5 Virtual Credit Card Terbaik di Indonesia, Pebisnis Wajib Punya!

Demikian penjelasan mengenai expense tracker secara lengkap. Pada kesimpulannya, expense tracker adalah solusi praktis untuk membantu bisnis mengelola keuangan dengan lebih efisien.

Jika kamu ingin proses pencatatan pengeluaran lebih mudah dan otomatis, gunakan Paper.id! Dengan fitur invoicing dan pembayaran yang terintegrasi, bisnis kamu bisa lebih rapi dalam mengelola transaksi dan keuangan.

Jadi, sudahkah bisnismu menggunakan expense tracker?
*Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Rekomendasi Corporate Card Terbaik untuk Bisnismu

Kartu kredit tidak hanya berguna untuk kebutuhan pribadi, tapi juga sangat efektif dalam bisnis. Untuk perusahaan, ada corporate credit card yang dirancang khusus dengan limit lebih tinggi dan manfaat yang sesuai kebutuhan operasional.

Kartu ini biasanya diberikan kepada karyawan dengan jabatan tertentu, memudahkan mereka melakukan pembelian atas nama perusahaan. Semua transaksi tercatat secara transparan, sehingga perusahaan bisa mengontrol pengeluaran dengan lebih baik.

Mengapa tidak menggunakan kartu kredit pribadi? Pemisahan antara keuangan pribadi dan bisnis sangat penting, terutama untuk laporan pajak dan audit. Kartu kredit korporat memastikan pengeluaran bisnis tetap terpisah, plus kamu mendapat limit lebih besar yang cocok untuk kebutuhan bisnis.

Tertarik? Berikut beberapa pilihan kartu kredit korporat yang bisa kamu pertimbangkan.

1. Paper Corporate Card 

Perbedaan Paper Corporate Card dengan Kartu Kredit Korporat Lain (Sumber: Paper.id).

Paper Corporate Card merupakan kartu kredit korporat yang paling menguntungkan untuk digunakan dalam bisnis, mulai dari UMKM, hingga bisnis yang sudah skala besar. 

Kartu korporat dari Paper.id ini bisa diterima oleh merchant internasional untuk SaaS, bisnis, belanja perjalanan, memudahkan proses rekonsiliasi, pembayaran ke supplier, hingga memisahkan pengeluaran pribadi dan bisnis. 

Pengajuan Paper Corporate Card sangatlah gampang, kamu bisa mengajukannya secara online dan hanya dalam hitungan menit kamu bisa mendapatkannya. 

Syarat yang ditawarkan pun sangat mudah, kamu hanya perlu mendaftar sebagai user Paper.id dan sering-sering melakukan transaksi di sana.

Manfaat Paper Corporate Card

Ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari Paper Corporate Card ini, diantaranya adalah sebagai berikut: 

  • Biaya transaksi sebesar 1,1% sangat terjangkau untuk kebutuhan perusahaan, memudahkan pengelolaan dan pencatatan biaya operasional tanpa membebani arus kas.
  • Tambahan waktu hingga 60 hari memungkinkan perusahaan memiliki lebih banyak ruang untuk mengelola arus kas.
  • Cashback sebesar 0,5% untuk pembayaran platform online, seperti Google Ads, Meta Ads, dan Slack, membantu perusahaan menjalankan operasional dengan lebih fleksibel.
  • Satu dashboard untuk semua transaksi, memudahkan perusahaan melacak setiap transaksi bisnis secara real-time.
  • Efisiensi dalam proses rekonsiliasi, karena semua transaksi tercatat otomatis dan bisa diakses kapan saja.

Gimana menarik bukan? Kamu ingin tahu lebih lanjut tentang corporate card? Kunjungi laman Paper Corporate Card di sini!

2. Mandiri Corporate Card 

Kartu kredit dari Bank Mandiri ini cocok untuk perusahaan yang ingin mengontrol transaksi dan perjalanan bisnis karyawan. Ada dua varian:

  • Mandiri Corporate Card Gold dengan limit Rp 10-40 juta.
  • Mandiri Corporate Card Platinum dengan limit hingga Rp 1 miliar.

Berikut keuntungan dari Mandiri Corporate Card untuk bisnismu:

  • Kontrol Pengeluaran yang Lebih Baik
    Dengan fitur Expense Management, kamu bisa memisahkan transaksi bisnis dan pribadi, sehingga lebih mudah mengelola pengeluaran karyawan dan menjaga keuangan perusahaan tetap teratur.
  • Laporan Tagihan kamu untuk Transparansi
    Fitur Dual Billing Statement memungkinkan perusahaan dan pemegang kartu untuk memantau penggunaan dengan detail. Ini memudahkan kontrol dan pengawasan atas setiap transaksi yang dilakukan.
  • Kelola Arus Kas Lebih Fleksibel
    Perusahaan bisa menikmati grace period hingga 50 hari, memberikan keleluasaan lebih dalam pengaturan cash flow. Jadi, kamu bisa lebih fokus mengembangkan bisnis tanpa khawatir tentang likuiditas jangka pendek.

3. BNI Corporate Card 

Kartu kredit ini ditujukan untuk karyawan dengan jabatan tertentu dalam perusahaan, dan bisa digunakan untuk berbagai transaksi bisnis.

BNI menawarkan dua pilihan:

  • BNI Corporate Card Gold
  • BNI Corporate Card Platinum

Berikut keuntungan dari BNI Corporate Card

  • Memudahkan monitoring pengeluaran. Kantor dapat lebih mudah di monitor melalui rincian transaksi (billing statement).
  • Meningkatkan citra perusahaan. Nama perusahaan akan dicetak pada kartu sehingga citra perusahaan akan lebih dikenal.
  • Memperlancar cash flow perusahaan. Setiap pemegang BNI Corporate Card dapat melakukan pembayaran atas transaksi.

4. Mega Corporate Card 

Bank Mega menawarkan kartu kredit korporat yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, terutama untuk hiburan, perjalanan dinas, dan jamuan. Manfaatnya antara lain:

  • Limit yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Jumlah kartu dan limit yang diatur sesuai kebijakan perusahaan.
  • Fitur pengawasan dan kontrol tagihan melalui Dual Control.

5. Maybank Corporate Card 

Kartu kredit korporat dari Maybank menawarkan berbagai keuntungan, seperti:

  • Kurs kompetitif untuk transaksi internasional.
  • Akses ke lounge nakamura domestik.
  • Solusi kendaraan operasional melalui aplikasi transportasi online.
  • Personalisasi kartu dengan logo perusahaan.
  • Asuransi perjalanan hingga Rp 1 miliar.

Baca juga: Virtual Credit Card: Solusi Modern untuk Pebisnis Kecil

Nah itulah beberapa rekomendasi kartu corporate card yang bisa digunakan bisnismu. Menggunakan corporate credit card bisa menjadi langkah strategis bagi perusahaan untuk mempermudah pengelolaan keuangan dan pengeluaran bisnis. 

Selain memudahkan transaksi karyawan, perusahaan juga bisa mendapatkan kontrol yang lebih baik atas pengeluaran, serta berbagai manfaat tambahan seperti cashback, perpanjangan tempo, hingga fitur pengawasan yang canggih. 

Pilih kartu kredit korporat yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnismu untuk kelancaran operasional yang lebih efisien.

*Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Corporate Card di Indonesia, Perusahaan Wajib Pakai!

Mengelola pengeluaran bisnis adalah tantangan besar bagi banyak perusahaan, terutama seiring dengan bertambahnya skala bisnis. Semakin banyak karyawan dan kebutuhan operasional, semakin kompleks pula pengeluaran yang harus dikelola.

Jika tidak dikelola dengan baik, pengeluaran ini bisa menjadi tidak teratur dan sulit dipantau, yang pada akhirnya dapat memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan.

Salah satu solusi untuk menjawab tantangan tersebut adalah dengan menggunakan corporate card. Di Indonesia, penggunaan kartu kredit terus mengalami peningkatan yang signifikan, lho.

Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, jumlah kartu kredit yang beredar di Indonesia mencapai lebih dari 17 juta pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang dan perusahaan yang menyadari manfaat kartu kredit, termasuk untuk mempermudah pengelolaan pengeluaran bisnis.

Dengan tren ini, penggunaan corporate card diperkirakan akan terus meningkat di masa mendatang. Perusahaan tidak hanya bisa mengontrol pengeluaran dengan lebih transparan, tetapi juga mengoptimalkan efisiensi keuangan secara keseluruhan. 

Lantas, bagaimana perkembangan dan tren corporate card di tahun-tahun mendatang? Yuk, cari tahu lebih lanjut!

Pertumbuhan Penggunaan Corporate Card di Dunia Bisnis

Corporate card kini menjadi salah satu pilihan utama bagi perusahaan dalam mengelola pengeluaran secara lebih efisien. 

Berdasarkan data Bank Indonesia, penggunaan kartu kredit oleh sektor korporasi telah meningkat lebih dari 25% dalam lima tahun terakhir. Kenaikan ini berkat berbagai manfaat yang diberikan oleh kartu korporat, seperti kemudahan dalam melacak pengeluaran, pengurangan risiko penipuan, serta peningkatan efisiensi operasional. 

McKinsey memperkirakan bahwa penggunaan corporate card di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, akan tumbuh sebesar 25% per tahun hingga 2025, seiring dengan meningkatnya kesadaran perusahaan tentang pentingnya efisiensi dan pengelolaan keuangan yang lebih terkontrol.

Fitur-fitur seperti pembatasan pengeluaran berdasarkan kategori dan laporan pengeluaran secara real-time membuat tim keuangan dapat memantau pengeluaran dengan lebih terstruktur.

Manfaat Menggunakan Corporate Card bagi Perusahaan

Corporate card menawarkan sejumlah manfaat bagi perusahaan, di antaranya:

1. Efisiensi dalam pengelolaan pengeluaran

Kartu kredit korporat secara otomatis mencatat pengeluaran operasional, seperti pembayaran tagihan dan pembelian bahan baku. Data yang tercatat ini mempermudah penyusunan anggaran dan pengambilan keputusan finansial.

2. Kontrol pengeluaran yang lebih fleksibel

Batas pengeluaran pada kartu dapat disesuaikan dengan kebutuhan karyawan atau departemen. Menurut studi Ramp (2023), 77% perusahaan melaporkan peningkatan kepatuhan terhadap kebijakan pengeluaran setelah menggunakan corporate card.

3. Integrasi dengan sistem akuntansi

Transaksi yang dilakukan secara otomatis tercatat dalam sistem akuntansi, sehingga mengurangi risiko kesalahan pencatatan yang sering terjadi pada metode manual.

4. Kemudahan pengelolaan melalui smartphone

Aplikasi dari penyedia kartu kredit korporat memudahkan pemantauan transaksi dan pengunggahan bukti pembayaran, membuat laporan menjadi lebih praktis.

Proyeksi Penggunaan Corporate Card ke Depan

Melihat tren yang ada, penggunaan corporate card diperkirakan akan terus berkembang, khususnya di kalangan perusahaan yang semakin mengutamakan efisiensi dan pengelolaan keuangan yang lebih baik. 

Perkembangan teknologi juga akan mempercepat adopsi kartu korporat. Integrasi antara corporate card dan platform manajemen keuangan serta akuntansi akan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang pengeluaran perusahaan, memudahkan proses pengambilan keputusan yang lebih tepat. 

Perbedaan Paper Horizon Card dengan Corporate Card Lainnya (Sumber: Paper.id).

Paper Horizon menawarkan fitur itu semua. Terlebih lagi, dengan biaya transaksi hanya 1,1% dengan supplier mana pun, kartu kredit korporat dari Paper.id ini menawarkan keuntungan tambahan, seperti tempo hingga 60 hari. Kartu ini juga dilengkapi dengan fitur pengelolaan pengeluaran yang memungkinkan perusahaan memantau pengeluaran dari setiap kartu. 

Keamanan kartu terjamin, karena pemegang kartu dapat memblokirnya secara langsung tanpa perlu ke bank. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Paper Horizon Card, klik di sini!

*Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



Sumber : news.tokocrypto.com

7 Tips Kontrol Pengeluaran Bisnis dengan Kartu Kredit Korporat

Mengelola keuangan bisnis adalah salah satu aspek paling krusial untuk memastikan kelangsungan dan pertumbuhan perusahaan. Kalau masih mempertahankan cara-cara lama misalnya memilah-milah alokasi keuangan secara manual, membagikan budget untuk setiap tim, dan semacamnya, kamu akan kehabisan banyak waktu untuk melakukan hal ini saja. Belum lagi, banyak penyelewengan yang bisa terjadi.

Nah, ada suatu solusi yang layak jadi pertimbangan, yaitu kartu kredit korporat atau corporate credit card. Selain memberikan tempo yang lebih panjang, kartu kredit korporat juga meningkatkan keamanan dan menghindarkan penyalahgunaan kartu kredit untuk bisnis sehingga masalah keuangan bisa dihindari. Belum lagi, segala pencatatan pengeluaran sudah otomatis sehingga kamu hemat banyak waktu. 

Yuk, pelajari bagaimana tips mengelola pengeluaran bisnis lebih baik dengan kartu kredit korporat!

1. Atur Ketetapan Budget Setiap Tim

Kartu korporat bisa dengan mudah diatur limit budget atau batasan pengeluarannya untuk masing-masing tim atau divisi dalam bisnismu. Misalnya, kamu menetapkan batasan Rp20 juta untuk tim sales, Rp25 juta untuk tim marketing, Rp10 juta untuk transportasi, dan lain-lain.

Sebagai tahap awal, hal ini harus kamu lakukan agar bisa tahu pasti berapa besar biaya yang kamu alokasikan untuk masing-masing tim. Dengan begitu, pengeluaran lebih terkontrol dengan jelas.

2. Pantau Pengeluaran Secara Berkala

Dengan kartu kredit korporat, kamu bisa memantau transaksi secara real-time. Banyak penyedia kartu kredit korporat menawarkan fitur pelacakan pengeluaran yang memungkinkanmu untuk melihat transaksi langsung setelah dilakukan. 

Jadi, pengawasan lebih ketat dengan pengecekan yang mudah, sehingga jika ada transaksi yang mencurigakan, kamu dapat menindaklanjutinya segera.

3. Khususkan untuk Kategori Pengeluaran Tertentu Saja

Jika memungkinkan, pisahkan penggunaan kartu kredit berdasarkan kategori pengeluaran. Misalnya, satu kartu khusus untuk pembelian inventaris, dan yang lain untuk perjalanan bisnis.

Hal ini tidak hanya memudahkan pelacakan pengeluaran, tetapi juga membantu dalam analisis anggaran dan pengendalian biaya.

4. Manfaatkan Laporan Pengeluaran Bulanan

Sebagian besar kartu kredit korporat menawarkan laporan bulanan yang merinci semua transaksi. Gunakan laporan ini untuk mengevaluasi pengeluaran dan melihat area di mana penghematan bisa dilakukan. 

Laporan ini juga berguna untuk audit internal dan pengaturan anggaran yang lebih baik di masa depan, lho.

5. Berikan Pelatihan kepada Karyawan

Penting bagi karyawan yang diberi tanggung jawab atas kartu kredit korporat untuk memahami bagaimana cara menggunakannya dengan bijak. 

Pelatihan ini bisa mencakup cara melaporkan pengeluaran serta pentingnya menjaga keamanan informasi kartu, sehingga segala transaksi dapat dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kehati-hatian.

6. Manfaatkan Fitur Reward dengan Bijak

Banyak kartu kredit korporat yang menawarkan program reward seperti cashback atau poin yang bisa ditukarkan dengan barang atau jasa, atau miles yang bisa kamu manfaatkan untuk perjalanan bisnis sehingga lebih hemat.

7. Lakukan Audit Internal Secara Berkala

Meski sudah banyak terotomatisasi, jangan lupakan audit internal dari waktu ke waktu.

Audit internal rutin terhadap penggunaan kartu credit korporat akan membantu memastikan bahwa semua pengeluaran sesuai dengan kebijakan perusahaan. Audit juga dapat mengungkap potensi penyalahgunaan dan memastikan bahwa setiap transaksi didukung oleh dokumen yang sesuai.

Nah, itulah beberapa tips untuk menggunakan kartu credit korporat sebagai tools praktis yang membantumu mengontrol pengeluaran bisnis. Masih bingung harus gunakan kartu kredit korporat yang mana?

Corporate credit card dari Paper.id adalah opsi menarik yang bisa jadi pilihanmu. Dengan Paper Corporate Card, kamu bisa menikmati tambahan tempo hingga 60 hari dengan cashback 0,5%. Jadi lebih hemat, ‘kan?

Cek detailnya dengan klik di sini, segera daftarkan bisnismu ke Paper.id untuk jadi eligible untuk memiliki Paper Corporate Card!

*Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



Sumber : news.tokocrypto.com

Corporate Card: Pengertian, Penggunaan, dan Manfaatnya untuk Perusahaan

Seiring pertumbuhan perusahaan, mengelola transaksi dan pengeluaran secara efisien menjadi semakin krusial. Salah satu solusi praktis yang bisa digunakan adalah corporate card atau kartu kredit korporat.

Corporate card dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan finansial perusahaan, memungkinkan transaksi yang lebih mudah sekaligus memantau pengeluaran secara real-time.

Lalu, apa sebenarnya corporate card, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja manfaatnya bagi perusahaan? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Corporate Card?

Corporate card adalah kartu kredit yang diterbitkan atas nama perusahaan untuk kebutuhan perusahaan. Kartu ini biasanya digunakan oleh karyawan atau pekerja untuk berbagai pengeluaran, seperti membayar tagihan, membeli bahan baku, hingga kebutuhan operasional.

Berbeda dari kartu kredit pribadi, corporate card menawarkan fitur khusus untuk bisnis, seperti laporan pengeluaran bulanan yang terperinci dan batas penggunaan yang dapat diatur sesuai kebutuhan perusahaan.

Penggunaan Corporate Card

Penggunaan corporate card sebenarnya sangatlah mudah. Karyawan atau pemegang kartu bisa menggunakannya untuk transaksi bisnis, dan semua pengeluaran secara otomatis tercatat di sistem perusahaan.

Menariknya, kamu sebagai business owner, bisa mengatur batas pengeluaran untuk setiap karyawan atau kategori tertentu, sehingga anggaran lebih terkontrol.

Lantaran didukung teknologi digital, kartu ini memungkinkan perusahaan memantau transaksi secara real-time. Fitur ini mempermudah pengawasan, tinjauan laporan, serta membantu mengurangi risiko pengeluaran yang tidak sesuai atau tidak diperlukan.

Manfaat Corporate Card untuk Perusahaan

Menggunakan corporate card memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan, seperti:

1. Pengelolaan pengeluaran yang efisien

Corporate card membantu mencatat biaya operasional, seperti pembayaran tagihan dan pembelian bahan baku, secara otomatis. Laporan yang dihasilkan memudahkan perusahaan dalam menyusun anggaran dan keputusan keuangan.

2. Kontrol pengeluaran yang fleksibel

Kamu dapat mengatur batas pengeluaran sesuai kebutuhan setiap karyawan atau departemen. Studi Ramp (2023) menunjukkan 77% perusahaan mengalami peningkatan kepatuhan karyawan terhadap kebijakan setelah menggunakan corporate card.

3. Terintegrasi dengan sistem akuntansi

Transaksi yang dilakukan dengan corporate card bisa terintegrasi langsung ke sistem atau software akuntansi, sehingga bisa mengurangi risiko kesalahan pencatatan manual.

4. Pengelolaan mudah, cukup lewat smartphone

Aplikasi khusus dari penyedia corporate card memudahkan pemantauan transaksi dan pengunggahan bukti pembayaran, sehingga pelaporan lebih praktis dan efisien.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Corporate Card

Sebelum memilih kartu kredit korporat, pastikan kartu tersebut sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

1. Fitur yang ditawarkan

Tentukan fitur yang diperlukan, seperti pelaporan transaksi secara real-time atau batas pengeluaran khusus. Dengan fitur yang tepat akan memudahkan pengelolaan keuangan.

2. Rewards dan diskon

Pilih corporate card terbaik dengan rewards yang mendukung aktivitas bisnis, misalnya poin transaksi atau cashback.

3. Biaya dan syarat

Perhatikan biaya tahunan, suku bunga, atau biaya administrasi lainnya untuk menghindari beban tak terduga ke depannya.

4. Durasi tempo pembayaran

Pilih kartu dengan durasi tempo pembayaran sesuai siklus keuangan perusahaan agar cash flow tetap lancar.

Gunakan Paper Horizon Card, Buat Pengeluaran Perusahaan Makin Hemat!

Perbedaan Paper Horizon Card dengan Kartu Kredit Korporat Lain (Sumber: Paper.id)

Semua fitur dan manfaat yang telah disebutkan di atas, kini bisa kamu nikmati melalui Paper Horizon Card! Kartu kredit korporat dari Paper.id ini dirancang khusus untuk memberikan berbagai keunggulan yang bisa mendukung kebutuhan perusahaanmu.

Dengan Paper Horizon Card, kamu bisa merasakan keuntungan seperti:

  • Biaya transaksi hanya 1,1%: Rasakan kemudahan bertransaksi dengan supplier dengan biaya yang sangat hemat.
  • Tambahan tempo hingga 60 hari: Optimalkan cash flow perusahaan dengan perpanjangan waktu pembayaran hingga 60 hari.
  • Cashback 0,5% di platform online terpilih: Nikmati cashback menarik saat melakukan transaksi di platform i tertentu.
  • Bayar tagihan supplier lebih praktis: Proses pembayaran bisnis jadi lebih efisien dan nyaman.

Tertarik? Yuk, cari info lebih lanjut mengenai Paper Horizon Card dan temukan keunggulan menarik lainnya dengan cara klik di sini!

*Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



Sumber : news.tokocrypto.com

Jangan Salah Pilih, Ini Kriteria Tanah yang Cocok buat Bisnis Properti


Jakarta

Bisnis properti bisa dijalankan dengan membeli sebidang tanah yang kemudian dibangun rumah untuk dijual. Apabila memiliki dana yang lebih longgar, cara ini bisa dipertimbangkan karena memungkinkan pengusaha bebas berkreasi dengan bentuk rumah.

Pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan membangun rumah dari awal di tanah kosong bisa menguntungkan pengusaha. Kalau mendapatkan tanah yang luas dengan harga yang memadai, misalkan seluas 200 meter persegi. Pengusaha dapat membagi tanah untuk membangun dua rumah.

Kemudian, tanah dengan bentuk yang strategis sebagian bisa dibangun rumah, sementara separuh lain disimpan untuk dibangun di waktu lain. Menurut Steve, menjalankan bisnis properti dengan membangun rumah sendiri memberikan fleksibilitas dan lebih banyak opsi buat pengusaha.


“Kita bisa juga bangunannya itu dibangun sesuai selera kita. Umpamanya bangunan bertingkat, kita mau berapa lantai, dan manfaatnya kita bisa juga sesuaikan untuk kebutuhan. Sesuaikan dengan zoning atau peruntukan di tanah tersebut,” ujar Steve kepada detikcom, Selasa (16/4/2024).

Namun, membeli tanah untuk bisnis properti tidak boleh sembarangan. Ada beberapa kriteria tanah bisa menarik perhatian calon pembeli, sehingga cocok untuk bisnis properti.

1. Permintaan Pasar

“Beli tanah pun harus punya lokasi yang bagus, contohnya bisa dibangun terus dijual dengan cepat. Itu pertama, apakah demand-nya tinggi untuk lokasi yang akan dibeli tanah tersebut,” katanya.

Steve menyarankan agar tidak terjerumus dan salah pilih lokasi properti. Salah satunya dengan memperhatikan permintaan pasar akan suatu kawasan.

“Kita bisa lihat kita tengok di kanan, apakah rumah yang dijual itu cepat dibeli orang. Jadi baru pasang plang ‘dijual’, terus baru seminggu udah ada yang telepon,” ungkapnya.

Hal itu salah satu ciri kawasan yang digemari masyarakat. Adapun kawasan yang digemari pembeli rumah, menurut Steve tidak memakan waktu lama untuk menjual rumah. Maksimal waktu tunggu selama tiga bulan hingga rumah terjual.

Seperti halnya kawasan yang saat ini yang sedang trend, Transit Oriented Development (TOD), yakni rumah-rumah yang dekat transportasi seperti LRT, MRT, Transjakarta, dan KRL tengah digemari. Sebab, orang banyak memilih naik kendaraan umum.

2. Bentuk Tanah

Perhatikan bentuk tanah yang akan dibeli. Steve mengimbau untuk tidak memilih tanah yang berbentuk memanjang dengan lebar yang sempit dan membujur ke belakang. Ia lebih menyarankan tanah dengan lebar minimal 8-12 meter karena lebih mudah dibagi menjadi beberapa rumah.

Pemilik tanah bisa membagi tanah untuk membangun dua rumah ataupun membangun rumah di separuh tanah dulu. Sedangkan sisa setengah tanah bisa disimpan untuk membangun rumah lain ke depannya.

3. Zoning

Selain itu, pilih tanah dengan zoning yang sesuai dengan tujuan pembangunan. Zoning merupakan pemetaan atau pembagian kawasan oleh pemerintah.

Jika ingin membangun rumah, maka pastikan area tersebut diizinkan untuk menjadi kawasan residensial. Sebab, banyak orang ketipu membeli tanah yang tidak dibangun secara optimal karena ternyata tidak sesuai ketetapan zoning.

“Kita kalau membeli sesuatu itu, kita harus lihat zoningnya itu untuk apa. Kalau zoning-nya hanya residensial, kita hanya untuk disewakan sebagai residensial atau untuk dijual lagi sebagai residensial, sebagai rumah biasa. Tapi kalau zoning-nya itu campuran, atau untuk komersil, itu bisa untuk kos, hotel, restoran, dan seterusnya,” jelasnya.

4. Keamanan

Terakhir, pastikan tanah memiliki lingkungan dan kondisi alam yang aman. Pilih yang aman tanah yang tidak rawan banjir dan fenomena alam lainnya. Hal ini penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penghuni rumah nantinya.

Demikian kriteria tanah yang cocok buat bisnis properti. Semoga bermanfaat!

Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

Baca info lengkapnya di sini.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Pengin Terjun ke Bisnis Kos-kosan? Perhatikan 6 Hal Ini Dulu


Jakarta

Bisnis kos-kosan merupakan usaha properti yang cukup menarik dan digemari oleh masyarakat. Kos-kosan banyak dibutuhkan di kawasan perkantoran, industri, dan perguruan tinggi, sehingga menjadi peluang bisnis yang bagus.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan kalau ingin terjun ke bisnis kos-kosan? Simak penjelasan berikut ini.

1. Konsep Kos-kosan

Salah satu langkah penting dalam memulai bisnis kos-kosan adalah membuat konsep. Tentukan target pasar yang ingin disasar supaya bisa menentukan lokasi, harga sewa, dan fasilitas kos-kosan yang sesuai.


“Jadi memang dari awalnya konsepnya dulu harus dibuat, mau buat siapa nih,” ujar Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi kepada detikcom, Kamis (18/4/2024).

Biasanya kos-kosan ditujukan untuk pegawai atau mahasiswa. Hal ini membantu kamu menentukan berbagai pendekatan dan sistem-sistem yang diterapkan pada kos-kosan.

2. Lokasi yang Strategis

Anis menyebutkan ketika memilih lokasi kos-kosan biasanya ia lihat dari lingkungannya. Apabila ingin membuat kos khusus mahasiswa, maka pastikan lokasi dekat dengan perguruan tinggi.

“Kalau buat tenaga kerja, istilahnya pegawai, kita harus ngeliat lokasinya yang mendekati orang banyak PT-PT atau gedung perusahaan,” katanya.

3. Fasilitas

Fasilitas kos-kosan sangat tergantung pada harga sewa. Beri fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan penyewa tetapi sepadan dengan harga yang sudah ditetapkan.

“Kalau sebetulnya sih standar ya, kalau itu sudah pasti yang standar ada tempat tidur, ada lemari, paling nggak meja,” tuturnya.

Selain itu, kamu juga bisa memperhatikan tren terkini, misalkan menambahkan meja dan kursi di kos karena sedang banyak yang bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Apalagi kalau penyewa memiliki banyak keinginan, kamu bisa memenuhinya supaya tidak kalah saing dengan kos-kosan lainnya.

“Fasilitasnya bagus, misalnya lengkap furniturnya semua sama kayak gitu, terus fasilitas misalnya AC, terus ada wifi tergantung dari uang sewanya. Tapi kalau misalnya uang sewanya kita rendah, misalnya dibawah satu juta ya pasti kosongan gitu,” jelasnya.

4. Harga Pesaing

Selain menyesuaikan dengan fasilitas kos, kamu bisa menetapkan harga sewa dengan melihat kisaran harga di lingkungan kos-kosan. Anis mengatakan biasanya melihat harga pasaran di lingkungan kos-kosan agar tidak jauh dari harga pesaing.

“Kalau kita juga terlalu mahal, jadi nggak ada yang ke kita, jadi kita mesti survei lapangan juga untuk menentukan harga itu,” katanya.

5. Syarat dan Perizinan

Ketika hendak menjalankan bisnis kos-kosan, jangan lupa memperhatikan perizinan yang berlaku. Kalau kamu akan membangun rumah atau merenovasi rumah, pastikan sudah mendapat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Anis pun berbagi pengalamannya membuat kos-kosan di rumahnya. Karena ia tidak mengubah fasad depan rumah, melainkan menambah sekat-sekat di dalam rumah, sehingga tidak mengubah IMB. Berbeda halnya ketika ia membangun rumah dari awal yang membutuhkan IMB.

“Ada peraturan juga dari pemerintah, kalau dia (kamar kos) melebihi dari 10, 12, apa 11, itu dia akan kena pajak pemda (pemerintah daerah) gitu,” ungkapnya.

6. Penyewa

Dalam menjalankan bisnis kos-kosannya, Anis biasanya mencari tahu tentang penyewa dengan menemui langsung dan melakukan wawancara, terutama untuk penyewa yang sudah bekerja. Selain itu, pengusaha kos-kosan bisa meminta nomor kontak jaga-jaga atau terdekat penyewa sebagai langkah antisipasi.

Bahkan, pemilik kos juga bisa menghubungi orang tua penyewa yang masih di bangku kuliah. Hal ini untuk menghindari keadaan tidak diinginkan, seperti orang-orang yang tidak membayar kos ataupun bermasalah. Apabila merasa tidak nyaman dengan kesan pertama penyewa, maka bisa menolak baik-baik.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika hendak terjun ke bisnis kos-kosan. Semoga bermanfaat!

Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

Baca info lengkapnya di sini.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

3 Langkah Memilih Lokasi Strategis buat Bisnis Kos-kosan


Jakarta

Lokasi memang menjadi aspek yang sangat penting dalam memilih properti, termasuk untuk menjalankan bisnis kos-kosan. Bisnis ini memang sangat mengandalkan lokasi yang strategis untuk menarik minat penyewa.

Bagaimana tidak? Kos-kosan merupakan hunian sementara untuk mengakomodasi penyewa yang membutuhkan tempat tinggal dekat tempat mereka beraktivitas seperti tempat kerja atau perguruan tinggi. Oleh karena itu, lokasi strategis semestinya menjadi pertimbangan utama dalam bisnis kos-kosan.

Nah, kalau kamu berencana membeli atau membangun kos-kosan, simak penjelasan berikut ini buat memilih lokasi strategis agar ramai penyewa.


Cara Memilih Lokasi Kos-kosan

1. Target Pasar

Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi menjelaskan langkah awal berbisnis kos-kosan adalah menetapkan target pasar. Biasanya kos-kosan menyasar mahasiswa maupun pegawai.

Nah, kamu bisa memilih antara kedua tipe anak kos tersebut. Sebagai acuan, kamu bisa memperhatikan jenis kawasan, misalkan perkantoran maupun pelajar. Hal ini penting karena akan menentukan berbagai hal dari harga sewa, peraturan, hingga fasilitas.

2. Lingkungan

“Kita cari dulu maunya (atau) keinginannya (pemilik). Kalau keinginan buat kosan mahasiswa ya kita cari lokasi yang dekat universitas. Tapi kalau misal kita mau pekerja, ya kita cari lingkungan yang untuk orang-orang kerja di lingkungan itu,” ujar Anis kepada detikcom, Rabu (8/5/2024).

Apabila sudah menentukan tipe anak kos, kamu bisa mempertimbangkan jarak kos-kosan ke tempat mereka beraktivitas, seperti perkantoran atau perguruan tinggi. Tentunya semakin dekat dengan tempat tersebut akan lebih strategis dan dicari anak kos.

3. Prospek

Selanjutnya, kamu perlu menganalisa prospek kawasan untuk bisnis kos-kosan. Tahap ini penting untuk memastikan kos-kosan diminati calon penyewa.

“Habis liat lingkungan, lihat prospeknya. Kalau prospeknya dilihat rame ‘bagus nih’ baru memutuskan untuk investasi (properti dan bisnis kos-kosan). Lihat rame, harga jualnya kompetitif, bagus, yang nyewa juga banyak,” pungkas Anis.

Selain itu, salah satu indikasi lokasi kos-kosan yang strategis dan prospektif adalah banyaknya kos-kosan di suatu kawasan. Nantinya, lingkungan sekitar kos-kosan pun akan menyesuaikan kebutuhan anak kos misalkan warung makan.

Itulah langkah-langkah dasar memilih lokasi yang strategis buat bisnis kos-kosan. Semoga bermanfaat!

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Nggak Mahal Nggak Murah, Begini Cara Tentukan Harga Sewa Kos-kosan


Jakarta

Bisnis kos-kosan memang usaha yang cukup menarik karena bisa menjadi penghasilan pasif, terutama ketika pensiun. Pastinya harga sewa menjadi pertimbangan yang penting bagi anak kos, sehingga pemilik kos harus bisa menentukan harga yang paling sesuai.

Pasalnya, harga sewa turut mempengaruhi minat dan kemampuan anak kos. Selain itu, pemasukan dari sewa kos juga perlu memperhitungkan perawatan hingga modal awal bisnis kos-kosan.

Nah, bagi kamu yang masih bingung menentukan harga sewa kos-kosan, simak penjelasan berikut ini.


Cara Tentukan Harga Sewa Kos-kosan

1. Cek Harga Pasar

Menurut Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi, pemilik perlu melakukan survei harga pasaran kos-kosan di wilayah sekitar. Pemilik boleh mematok harga sesuai pasaran, tentunya dengan fasilitas dan kondisi kamar yang serupa.

“Jangan kita harganya terlalu murah akhirnya kita jadi musuh atau kita terlalu tinggi akhirnya nggak laku. Jadi melihat lawanya sebelah gimana. Misalnya sama cuman kita ada membedakan, misal fasilitasnya atau dari sisi kebersihannya, interiornya kita menangin,” ujar Anis kepada detikcom, Rabu (8/5/2024).

2. Biaya Fasilitas

Selain mengikuti harga pasar, kamu bisa menghitung anggaran untuk fasilitas dan operasional kos-kosan. Anis biasa membagi biaya operasional seperti layanan internet dan air dengan jumlah kamar yang diisi anak kos.

“Misalnya internet satu lantai yang bulanan sekitar Rp 500 ribu tapi dibagi empat (anak kos), (hasilnya) Rp 100 ribu sekian. Kalau tentuin (harga sewa) Rp 1,7 juta untuk biaya misalnya untuk bersih-bersih Rp 1,5 juta dibagi sepuluh orang. Nah, ujung-ujungnya kalau istilahnya untuk (pendapatan) bersih masih (bisa) Rp 1,4 juta kali sepuluh (kamar) itu udah di luar biaya operasional,” jelasnya.

3. Biaya Perawatan

Selanjutnya, kamu bisa mencadangkan sebagian pendapatan bersih tersebut, misalkan 20% saja untuk perawatan kos-kosan. Sebab, sewaktu-waktu mungkin ada kerusakan tak terduga atau ingin meng-upgrade bangunan.

4. Balik Modal

Adapun kos-kosan menjadi bisnis bisa cukup menggiurkan.karena bisa mendapat penghasilan pasif serta balik modal setelah beberapa waktu. Kenaikan aset tanah maupun bangunan dari waktu ke waktu pun menjadi investasi yang menguntungkan.

“Kalau nanti mau dihitung balik modalnya misalnya (pendapatan bersih) Rp 10 juta kali 12 (bulan) kan itu udah Rp 120 juta. (Andaikan harga bangun atau beli kos-kosan) Rp 1,2 miliar, jadi 15 tahun udah balik (modal). Break even point juga ada,” pungkas Anis.

Demikian perhitungan harga sewa kos-kosan. Semoga bermanfaat!

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com