Tag: Bitcoin Halving

  • Waspada! Bearish Bitcoin Membayang-bayangi – Tokocrypto News

    Setelah bullish selama 8 pekan berturut-turut, akhirnya Bitcoin menyentuh zona US$8 ribuan. Apakah ini pertanda berakhirnya bullish Raja Aset Kripto itu?

    Menjelang Bitcoing Halving, dengan banyaknya euforia dan sentimen optimistik, kemudian harga Bitcoin sempat menyentuh US$10 ribu, membuat para “moon bois” yakin akan Raja Aset Kripto itu akan terus naik.

    Namun, pagi ini, Minggu 10 Mei 2020, Bitcoin malah turun ke zona sekitar US$8 ribu-an dan membuat candlestik minggu ini menjadi merah setelah 8 minggu berturut-turut berwarna hijau (bullish).

    Berita Terkait: Harga Bitcoin Diprediksi Berlipat Ganda dalam Beberapa Hari Mendatang

    Analisis Teknikal Sederhana

    Sebenarnya, “dump” yang terjadi di Minggu pagi ini, hanyalah reaksi biasa setelah tersentuhnya resistance psikologis US$10 ribu. Itu juga berbarengan dengan garis tren yang terbentuk sejak bull run di akhir 2017 (seperti terlihat di garis hijau pada gambar di atas).

    Support berikutnya yang perlu menahan agar harga tidak turun lebih jauh adalah area US$8 ribuan. Jika ini jebol clean break, maka bisa diperkirakan Bitcoin akan jatuh lebih jauh lagi.

    Ada Sinyal Bearish

    Bitcoin Halving yang kurang dari 3 hari lagi (diperkirakan pada 12 Mei 2020 di block ke-630.000), membuat ekspektasi para pelaku pasar melambung tinggi. Namun, indikator RSI mengatakan ada dump akan membayang-bayangi.

    Jika dilihat di timeframe 1 hari, RSI sudah keluar dari zona overbought, dan telah keluar dari garis tren.

    Untuk perlu kembali bullish, maka kenaikan harga Bitcoin perlu cukup cepat dan kuat agar RSI bisa kembali ke garis tren dan tidak membuat failure swing.

    Para trader disarankan untuk berhati-hati dalam menghadapi Halving ini, karena volatilitas yang tinggi bisa membuat trader kehilangan posisinya. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Diprediksi Berlipat Ganda dalam Beberapa Hari Mendatang

    Harga Bitcoin diprediksi berlipat ganda dalam beberapa hari mendatang. Jake Yocom-Piatt, Pendiri Decred juga meramalkan, bahwa akibat Bitcoin Halving pada Mei 2020 nanti, bisa mendorong para penambang (miner) menjual Bitcoin (BTC) mereka di harga paling tinggi daripada saat ini.

    “Kita tahu Bitcoin Halving akan mengurangi imbalan BTC sebanyak separuh untuk jenis operasi yang relatif sama kepada penambang. Inilah yang kelak melipatgandakan biaya menambang yang juga relatif tak terjangkau oleh sebagian besar penambang kecil,” katanya.

    Baca Juga: Kinerja Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham Selama April 2020

    Tambahnya, dengan biaya penambangan yang tetap, untuk mempertahankan margin laba yang sama, mereka akan terdorong menjual Bitcoin di harga yang lebih tinggi.

    “Dengan kata lain, kita akan melihat kenaikan Bitcoin berlipat ganda daripada harga hari ini dalam beberapa hari ke depan. Tetapi, prediksi jelas jangka panjang sulit dibuat. Namun, dalam jangka panjang, menggunakan model stock-to-flow (StF), harga bisa meningkat secara substansial,” pungkasnya.

    Berdasarkan data dari Digitalik.net, menggunakan model StF, harga BTC bisa mencapai US$265 ribu per BTC pada 20 Oktober 2021. [Cointelegraph/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kinerja Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham Selama April 2020

    Selama April 2020, kinerja Bitcoin jauh lebih baik daripada saham dan emas. Bitcoin mampu tumbuh hingga 32 persen, sedangkan emas 6 persen dan saham (Indeks S&P500) hanya 18 persen.

    Bitcoin seolah-olah mulai mampu memantik dirinya sebagai aset safe haven di tengah krisis ekonomi akibat COVID-19. Ini terbukti dari kinerja aset kripto itu berbanding jenis investasi lainnya, termasuk emas selama April 2020.

    Indeks saham S&P500 (SPX) naik dari 2444.10 menjadi 2908.28 point, sekitar 18,99 persen (464 point). Sedangkan Bitcoin naik dari US$6.546 menjadi US$8.651, tumbuh sekitar 32 persen (US$2.104).

    Berita Terkait: Prediksi Harga Bitcoin: US$10 Ribu Sebelum Halving, US$19 Ribu Setelah Halving

    Sementara itu, emas hanya mampu tumbuh 6 persen, naik dari US$1.593 per troy oz menjadi US$1.689 per troy ons.

    Pun secara fundamental, investor semakin banyak melirik Bitcoin menjelang Halving pada medio Mei 2020 mendatang.

    Di momen langka itu, pasokan Bitcoin baru melalui imbalan kepada para miner, tereduksi hingga 50 persen, dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC per block.

    Sejak Maret 2020 arus masuk uang ke pasar Bitcoin juga meningkat drastis. Menurut kajian Glassnode, jumlah address Bitcoin bersaldo lebih 10.000 BTC naik menjadi 111 pada Rabu (29 April 2020).

    Itu adalah tingkat tertinggi sejak 2 Agustus 2019. Dengan demikian kenaikannya menjadi 11 persen sejak awal Maret 2020.

    “Peningkatan jumlah address Bitcoin bersaldo lebih dari 10.000 BTC kemungkinan merupakan hasil dari pemegang jangka panjang yang kembali masuk ke pasar untuk memperluas kepemilikan mereka,” kata Matthew Dibb, Pendiri Stack.

    Peningkatan minat dari pemegang jangka panjang dan investor besar dapat dikaitkan dengan narasi bullish di sekitar faktor makro dan imbalan yang berkurang pada Bitcoin Halving Mei 2020 nanti. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berharap pada Ethereum Sebelum Bitcoin Halving

    Bitcoin sempat melakukan rally yang cukup ganas di akhir bulan April lalu. Namun, raja aset kripto tadi gagal menembus resisten kunci di 9400, langsung “dump” ke zona 8400-8500, dan sekarang mulai “recovery” menuju arah 9000 USD. Bagaimana dengan harga Ethereum?

    Jika dilihat di analisa time frame besar, masih ada kemungkinan Bitcoin menuju 9000-9200 USD sebelum halving, dengan potensi turun setelah halving. Bagaimanakah para trader bisa meng-kapitalisasi kesempatan ini?

    Baca Juga: Ayo Bitcoin Halving, Tunjukkan Taringmu!

    Altcoin terbesar, Ethereum menunjukkan kesempatan bullish di tengah-tengah gonjang-ganjing volatilitas aset kripto dan pasar finansial lainnya.

    Saat ini harga harga ETH menembus zona putih dan garis hijau yng ada dalam gambar. Zona putih adalah resistance mingguan, dan garis hijau adalah resistance yang didapat dengan menggambar trendline di timeframe 1 bulan.

    Saat semuanya tertembus, kemungkinan bullish untuk jangka pendek-menengah (paling tidak sampai bitcoin halving) terbentuk. Terlebih lagi, Ethereum telah melakukan retest di area zona putih, mempersiapkan pondasi untuk naik lebih lanjut.

    Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin: US$10 Ribu Sebelum Halving, US$19 Ribu Setelah Halving

    Diperkirakan bahwa halving 11 Mei akan membuat crypto turun cukup keras, dengan sedikit bullish dari sekarang hingga hari-H.

    Target kenaikan Ethereum, harga bisa naik hingga daily resistance yang terbentuk (zona kuning) atau bahkan area trendline wick-ke-wick bulanan, hingga saat sekitaran halving BTC , semuanya turun besar-besaran.

    Secara sepintas, Ethereum mempunyai potensi gain yang lebih besar daripada Bitcoin hingga halving nanti



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Harga Bitcoin: US$10 Ribu Sebelum Halving, US$19 Ribu Setelah Halving

    Harga Bitcoin diprediksi bisa mencapai US$10 ribu per BTC sebelum Halving, medio Mei 2020. Sedangkan setelah Halving (sekitar 12-18 bulan) bisa menembus US$19 ribu seperti bull run 2016-2017.

    “Kami memprediksi adanya kemungkinan harga Bitcoin akan naik lebih dari US$10.000 sebelum Halving,” kata Simon Peters, analis aset kripto di eToro.

    Peters juga menyebutkan sejumlah faktor yang dapat mendorong harga Bitcoin selama beberapa minggu ke depan. Pertama, penambang (miner) terus mengakumulasi imbalan Bitcoin baru mereka alih-alih menjual dalam jumlah banyak

    Kedua, banyak pengguna baru yang membeli Bitcoin, baik itu dari kalangan pemain besar atau pun ritel.

    Ketiga, banyak orang mulai khawatir akan datangnya inflasi akibat kebijakan moneter oleh sejumlah bank sentral di seluruh dunia.

    “Seberapa tinggi faktor itu mendorong harga Bitcoin naik lebih tinggi, itu bisa jangka panjang, di tengah prospek ekonomi memburuk untuk ekonomi AS dan kemungkinan pasokan moneter yang terus meningkat, yang melemahkan dolar AS dan memicu kekhawatiran inflasi. Kami percaya itu dapat dengan mudah menguji harga tertinggi Bitcoin sebelumnya, di atas US$19.000, karena investor mencari tempat berlindung yang aman dari aset tradisional [saham, surat utang-Red],” kata Peters.

    Berita Terkait: Total Volume Perdagangan Bitcoin Cs Mencapai US$8,8 Triliun pada Kuartal Pertama 2020

    Setelah Halving tahun 2016, harga Bitcoin melonjak kurang dari US$1.000 per BTC, lalu naik sekitar US$19.800 dalam waktu kurang dari 12 bulan.

    Petinggi bursa aset kripto Binance US, Catherine Coley juga turut bullish terhadap Raja Aset Kripto itu.

    “Pada Halving kedua tahun 2016, reli yang sebenarnya terjadi adalah 18 bulan kemudian. Ini bisa saja terjadi pada Bitcoin setelah Halving Mei 2020 nanti. Saya relatif bullish dalam jangka panjang,” katanya. [Forbes/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tembus US$ 9.000, Pergerakan Bitcoin Sulit Diprediksi Jelang Halving Day

    Jelang periode halving day pada Mei 2020, harga bitcoin cenderung sulit diprediksi dalam beberapa pekan terakhir.

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Jelang periode halving day pada Mei 2020, harga bitcoin cenderung sulit diprediksi dalam beberapa pekan terakhir. Kamis (30/4), harga bitcoin sempat menyentuh level US$ 9.447 per btc pukul 15:56 WIB.

    Halving day adalah momen bagi para penambang bitcoin untuk mendulang cuan.

    Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto Teguh Harmanda mengatakan, pergerakan bitcoin jadi sulit diprediksi di minggu-minggu terakhir ini. Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi saat ini tidak bisa dijadikan acuan untuk memastikan ke depan masih akan naik.

    “Pada halving 1 dan halving 2 juga diperhatikan pergerakannya mirip. Hingga (tidak bisa dipastikan) sampai dengan benar-benar proses halving itu selesai,” kata Harmanda kepada Kontan, Kamis (30/4).

    Baca Juga: Tembus level US$ 9.000, harga bitcoin bakal terkoreksi lagi

    Jelang periode halving, Harmanda memperkirakan kenaikan harga bitcoin masih akan terjadi, bahkan hingga beberapa waktu ke depan sampai terbentuk harga baru, atau sekitar 5-7 bulan ke depan. Secara history, di 2012 kenaikan harga bitcoin mencapai 8.000% dan 2016 kenaikan 280%.

    “Maka range kenaikan maksimal 100% sudah sangat baik pergerakannya untuk halving kali ini,” ujarnya.

    Adapun sentimen yang menjadi penggerak bitcoin ke depan sangat bergantung pada kondisi eksternal dan situasi yang terjadi saat ini. Harmanda meyakini bahwa harga bitcoin akan kokoh selama periode halving dan ke depannya.

    Selama halving terjadi, bitcoin juga bakal membentuk harga baru dan harganya selalu positif meningkat. Dia menilai, jika bitcoin menjadi safe haven maka, disisi lain trader yang baru masuk akan kesulitan untuk memanfaatkan stabilitas harga.

    Untuk saat ini, Harmanda menilai level harga bitcoin masih sangat menarik untuk dilirik investor, sembari mengikuti arus halving wave. Bahkan, kebanyakan pelaku pasar memprediksi pergerakan bitcoin bakal berada di rentang US$ 10.000 per btc hingga US$ 16.000 per btc.

    “Nanti, setelah mendapatkan keuntungan halving, sesegera mungkin untuk convert ke stable coin agar saat akan trading lebih lanjut bisa lebih efektif,” kata Harmanda.

    Baca Juga: Harga bitcoin kembali reli dan berpotensi menuju ke US$ 8.000



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ayo Bitcoin Halving, Tunjukkan Taringmu!

    Dengan Bitcoin halving yang tinggal beberapa hari lagi, antusiasme masyarakat crypto-space sudah memuncak. Para moon-bois sudah meneriakkan 14k, 20k, bahkan 250k USD.

    Namun, analisa teknikal masih belum menunjukkan adanya kemungkinan untuk menuju ke atas zona 10k, apalagi puluhan ribu USD. Teknikal masih menunjukkan adanya PERINGATAN akan merahnya candlestick di bulan Mei.

    Hormati Trendline Di Timeframe Besar!

    Di timeframe 1 bulan, terlihat bahwa candlestick tidak berhasil menutup di atas trendline yang saya gambarkan (warna oranye). Jika diperhatikan, trendline ini paling dihormati sejak akhir 2017-awal 2018. Candlestick bulanan gagal menutup di atas itu, candlestick berikutnya akan merah dan menunjukkan penurunan yang signifikan dengan potensi wick-fishing (wick yang berusaha menyentuh) area trendline abu-abu, yang saya tandai areanya di kotak hijau.

    Baca Juga: Proyeksi Bitcoin Menjelang Halving

    Confluence Dengan Pre-Halving Pump?

    Jika kita lihat secara sejarah, sebelum halving (seperti di 2016) bahwa harga naik, lalu turun setelah halvingnya. Apa yang terjadi di bulan lalu hampir mengkonfirmasinya. Area wick-fishing yang saya tandai mungkin menjadi lanjutan dari kenaikan pre-halving nanti, sebelum MUNGKIN harga akan dump setelah halving mengikuti resistance dari trendline yang telah saya gambar.

    Pertanyaannya: Target turunnya sampai mana?

    Trendline Sebagai Support, Namun Ada Yang Menghantui

    Saya lakukan hal yang sama dengan area bawah, menggunakan trendline yang “dihormati”. Kemungkinan turun adalah di area garis biru dan merah di bawah. Jadi, mungkin 4-5k USD masih memungkinkan. Tapi, ada yang menghantui…

    Baca Juga: Bitcoin Halving Sebentar Lagi! Saatnya Membeli?

    Level resistance yang terbentuk sejak November 2013 (1100-an USD), dan ditembus di bulan Maret 2017, BELUM DI-RETEST LAGI. Bukan maksud FUD, namun, melihat nature dari Bitcoin , hal ini sangat mungkin terjadi, walau kemungkinannya tidak sebesar garis merah dan biru yang saya gambar.

    Dengan besarnya volatilitas dunia finansial saat ini, alangkah baiknya kita berhati-hati sebelum mulai berinvestasi di aset crypto. Akan menjadi investasi yang jauh lebih baik jika kita mulai membeli bitcoin, misalkan, setelah dump besar-besaran pasca halving.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Kembali Bergerak Ke Atas $8.000 Karena Optimisme Halving

    Jelajahcoin.comBitcoin berdetak sekali lagi sebagai obrolan tentang meroketnya halving mendatang platform media sosial dan outlet berita. Bitcoin kembali di atas $8.000 sepenuhnya menghapus semua kerugian yang terjadi selama Kamis Hitam.

    Momentum bullish tampaknya dipicu oleh ekspektasi tinggi bahwa para pelaku pasar memiliki tentang apa yang ditawarkan separuh yang akan datang. Sementara pencarian Google untuk kata kunci “bitcoin halving” mencapai tertinggi sepanjang masa.

    Santiment melaporkan bahwa obrolan seputar topik ini di beberapa platform media sosial juga meledak. Analisis perilaku awal menegaskan bahwa tingkat bunga meningkat di samping harga menunjukkan tanda-tanda optimisme di antara investor. Santiment berkata:

    “Tingkat bunga sebagian besar berkorelasi dengan momentum positif, yang berarti konsensus kerumunan secara luas optimis tentang peristiwa ini meskipun tidak ada jaminan ledakan harga (di kedua arah) pada saat separuh akhirnya dieksekusi.”

    Pola serupa dapat dilihat dalam penggunaan kata “membagi dua” dalam artikel berita yang diterbitkan tentang Bitcoin, jelas The TIE. Perusahaan data alternatif menyatakan bahwa sebagian besar publikasi yang terkait dengan cryptocurrency andalannya merujuk pada separuh lebih tinggi dari penyebutan emas dan coronavirus.

    Sementara itu, acara pengurangan hadiah blok memiliki “coronavirus terkalahkan sebagai narasi dominan untuk Bitcoin” di Twitter. TIE menyatakan:

    “Ada 1.278 tweet tentang Bitcoin yang terbelah dua dalam 24 jam terakhir dengan 68% positif. “Menambang” juga merupakan salah satu dari sepuluh kata yang paling sering digunakan dalam tweet Bitcoin hari ini untuk pertama kalinya sejak setidaknya 2017.”

    Implikasi harga Bitcoin yang tidak pasti

    Meskipun pelaku pasar tampaknya tumbuh sangat bullish, data mengungkapkan bahwa hasil jangka pendek setelah separuh tidak selalu optimal. Menyusul acara pengurangan hadiah blok 2016, misalnya, Bitcoin menukik 27 persen. Dan, setelah satu bulan berlalu masih turun lebih dari 11 persen.

    Saat emosi memanas di sekitar acara ini, analis teknis Michaël van de Poppe menyarankan bahwa Bitcoin dapat naik lebih jauh ke level resistensi $8.400. Namun, model IntoTheBlock “Masuk / Keluar dari Uang di Sekitar Harga” mengungkapkan bahwa bulls mungkin mengalami kesulitan mendorong harga menuju target ini.

    Indeks fundamental ini memperkirakan bahwa hampir 570.000 alamat membeli lebih dari 340.000 BTC antara $8.170 dan $8.400. Tembok suplai besar seperti itu bisa menghentikan pemberontakan cryptocurrency.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 16 Hari Sebelum Halving, Apakah Anda Siap Menjadi OKB?

    Para investor dan pedagang crypto sama-sama sedang menunggu momen Halving Bitcoin (BTC) yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei mendatang.

    Sejak awal Bitcoin pada 2009, Halving adalah peristiwa yang berlangsung kira-kira setiap 4 tahun. Seperti namanya, momen ini akan mengurangi hadiah setengah (50%) kepada miner.

    Harga Bitcoin naik perlahan dalam 14 hari terakhir. Pada saat pers, harga menduduki Rp 119 juta di Indodax.

    Michael Dubrovsky, salah seorang pendiri perusahaan pertambangan PoWx menjelaskan bagaimana dampak dari Bitcoin yang mengurangi pasokan, “Teorinya adalah bahwa akan ada lebih sedikit Bitcoin yang tersedia untuk dibeli jika penambang memiliki lebih sedikit untuk menjual.” Jadi, dari perspektif penawaran-permintaan:

    • Jika pasokan Bitcoin menurun dan permintaan Bitcoin tetap sama, maka harga Bitcoin akan meningkat.
    • Jika pasokan Bitcoin berkurang dan permintaan Bitcoin meningkat (misalnya Investor institusi, milenial, atau boomer, dan lainnya, yang ingin memanfaatkan peningkatan hype), maka harga Bitcoin akan melihat kenaikan harga yang signifikan.

    Hingga saat ini, baru ada 2 peristiwa Halving BTC. Dari perspektif historis, selama Halving Bitcoin sebelumnya, harga Bitcoin telah mencetak level tertinggi baru sepanjang masa:

    • Pada 28 November 2012, Halving Bitcoin pertama terjadi, yang menyebabkan harga Bitcoin meningkat dari $ 11 menjadi $ 1.000 sekitar setahun kemudian.
    • Selama Juli 2016, Halving kedua terjadi dan harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar $ 700, dan pada 2017, harga meroket menjadi $ 20.000.

    Dengan Halving ketiga, yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2020 yang telah melihat beberapa prediksi tinggi pada harga Bitcoin.

    Baca Juga: Jika Sejarah Berulang, Bitcoin Akan Rally Besar-Besaran
    Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin (BTC) Pada Tahun 2020 Oleh Pakar Crypto

    Billionaire Bitcoin Tim Draper percaya bahwa harga satu Bitcoin bisa naik menjadi $ 250.000.

    Pendiri Buku Buffett Preston Pysh berpikir bahwa Bitcoin dapat meroket hingga $ 300.000 setelah Halving.

    Mantan manajer Hedge Fund Raoul Pal memperkirakan bahwa harga Bitcoin mencapai $ 1.000.000 dalam waktu 3 tahun.

    Pendiri Silk Road, Ross Ulbricht memprediksikan bahwa token itu dapat mencapai harga astronomi $ 333.000.000 per Bitcoin.

    Kemungkinan Adanya Miliarder Bitcoin Baru

    Selama 2 momen Halving sebelumnya, jutawan BTC telah dicetak. JR Forsyth, pendiri Onfo adalah salah satunya. Dia belajar matematika sebagai sarjana dan terkena teknologi Bitcoin dan buku besar digital.

    Forsyth mengatakan, “Menjadi jelas bagi saya bahwa mata uang berbasis matematika (seperti Bitcoin) akhirnya akan menggantikan uang fiat.

    Saya menambang Bitcoin dan Litecoin sejak dini dan memeganginya. Penghargaan besar-besaran atas aset-aset itu memungkinkan saya untuk berinvestasi dalam teknologi mata uang digital lain yang pada akhirnya mengarah pada pengembangan Onfo, sebuah platform yang membantu orang mendapatkan uang melalui penambangan jaringan.

    Dan sebut saja Alan Glanse, pendiri amal dan CEO dari bisnis JuicyFields misalnya. Selama masa Wall Street, dia membeli 100 Bitcoin dari seorang rekan yang sangat membutuhkan uang pada tahun 2012.

    Kemudian, dia lupa tentang Bitcoin-nya. Tidak sampai harga parabola tertinggi bitcoin kedua 2017 saat Halving, ia menyadari bahwa ia telah menjadi jutawan instan.

    Glanse percaya bahwa paket stimulus hanya akan memperkuat ekonomi AS dan pertumbuhan pasar yang substansial dapat disaksikan 2-3 bulan setelah peristiwa Halving BTC.

    Baca Juga: Proyeksi Bitcoin Menjelang Halving

    The Fed

    Neraca The Fed diperkirakan akan melampaui $ 6,5 triliun tahun ini, dengan tingkat pencetakan uang yang belum pernah terlihat sebelumnya. Dalam retrospeksi, itu merupakan peningkatan lebih dari $ 2 triliun di bawah 6 minggu.

    Todd Crossland, CEO CoinZoom mengatakan bahwa “Walaupun saya memuji dan mendukung pemerintah dalam mengambil langkah-langkah paling agresif dalam memberikan stimulus bagi perekonomian, hanya besarnya stimulus dan pencetakan dolar, dan hutang yang menyertainya memberi saya alasan untuk berhenti sejenak. Stimulus akan datang dengan inflasi dan selanjutnya akan menekan nilai dolar. Menurut pendapat saya, ini melukiskan kasus Bulls lain untuk Bitcoin dan aset digital. “

    Saat ini, dunia sedang mengalami perubahan keuangan besar. Selama kehancuran pasar saham angsa hitam pada bulan Maret 2020, investor menjatuhkan saham untuk uang tunai, yang mengakibatkan krisis likuiditas .

    Harga bitcoin dan aset crypto digital lainnya menukik sementara. Sejak itu, bitcoin telah sepenuhnya pulih, bersama dengan sebagian besar aset crypto lainnya. Yang mengatakan, jika rencana stimulus The Fed menghasilkan deflasi, kemudian diikuti segera setelah oleh hiperinflasi, ini bisa melukiskan skenario yang sangat Bullish untuk Bitcoin.

    Pergeseran Kekayaan

    Investor miliarder dan pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio , percaya bahwa dalam waktu dekat, mungkin ada pergeseran besar-besaran kekayaan. Banyak di komunitas crypto mengambil ini untuk menyiratkan bahwa cryptocurrency seperti Bitcoin adalah solusi yang dibicarakan oleh Dalio. Jika itu masalahnya, maka golongan miliuner baru mungkin akan muncul dari krisis parah yang mencekam ekonomi dunia.

    Dalio mengatakan , “Pemerintah yang memiliki kekuatan untuk melakukannya mencetak uang untuk membantu meringankan beban utang dan membantu membiayai pengeluaran yang didenominasi dalam mata uang mereka sendiri, yang akan melemahkan mata uang mereka sendiri dan meningkatkan tingkat inflasi moneter mereka untuk mengimbangi deflasi yang datang dari berkurangnya permintaan dan penjualan aset paksa yang terjadi karena mereka yang menggeliat harus mengumpulkan uang tunai.”

    Dalio adalah orang yang sangat percaya bahwa kekayaan tidak dapat diciptakan begitu saja dengan menghasilkan lebih banyak uang dan kredit dan bahwa siklus utang jangka panjang akan segera berakhir.

    Dalio menduga bahwa restrukturisasi sistem moneter sudah dekat. Dengan negara-negara seperti Venezuela, Lebanon, dan Bahama yang menukar mata uang lokal dengan Bitcoin, maka Dalio mungkin memang benar. Jika itu masalahnya, maka Halving Bitcoin ketiga bisa menjadi katalisator utama untuk perubahan moneter, menghasilkan generasi jutawan crypto baru . Kita lihat saja.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Halving Sudah 85%, Pemegang BTC Jangka Panjang Meningkat

    Pasar kripto sedang memasuki fase yang sangat menarik, di mana proses Bitcoin halving sudah mencapai 85%. Halving Bitcoin yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun 2024 merupakan peristiwa yang semakin menarik bagi para investor.

    Meski demikian, jika sejarah sejalan, pasar bullish yang matang tidak akan dimulai paling cepat tahun depan. Menurut data terbaru, Bitcoin halving sudah selesai 85%. Pada saat yang sama, pasokan yang dimiliki oleh pemegang jangka panjang (LTH) mendekati titik tertinggi sepanjang masa (ATH).

    Pada siklus sebelumnya, peristiwa ini merupakan sinyal sekitar titik terendah makro, yang diikuti dengan fase awal siklus baru.

    Bitcoin Halving

    Menurut akun X (Twitter) trader kripto, @therationalroot, Bitcoin halving saat ini sudah selesai 85%. Selain itu, periode akhir siklus yang relatif kecil yaitu 15% ditandai dengan aksi harga BTC yang cenderung koreksi. Pada kedua kesempatan tersebut – pada tahun 2016 dan 2020 – harga kripto terbesar ini tetap sama.

    Progress Bitcoin halving. Sumber: Twitter @therationalroot.
    Progress Bitcoin halving. Sumber: Twitter @therationalroot.

    Baca juga: Fakta Menarik Dibalik Trading dengan Stablecoin USDC

    Bedanya, pada 2 siklus lalu, Bitcoin mengalami tren sideways dengan bias naik. Sebaliknya, pada siklus sebelumnya, yang disebabkan oleh krisis COVID-19 memberikan peluang tambahan bagi investor. Mereka dapat mengambil posisi yang menarik tepat sebelum halving yang direncanakan.

    Jika sejarah terulang kembali, maka – dalam skema besar – pasar kripto dapat menghadapi tren sideways selama sekitar satu tahun. Halving Bitcoin, yang dijadwalkan pada pertengahan April 2024 , mungkin tidak langsung berdampak pada harga BTC. Dampaknya mungkin baru terlihat pada kuartal terakhir tahun 2024 dan sepanjang tahun 2025.

    Prediksi ini sejalan dengan tren yang terlihat pada grafik pasokan yang dipegang oleh pemegang saham jangka panjang. Indikatornya saat ini mendekati ATH. Dibutuhkan waktu sekitar 12 bulan untuk membalikkan trennya dan beralih ke fase distribusi. Ketika LTH mulai dijual setelah Bitcoin dibelah dua, ini akan menjadi salah satu sinyal pertama dimulainya kenaikan harga kripto.

    Pasokan Bitcoin

    Dilaporkan BeInCrypto, Indikator pasokan BTC di tangan pemegang jangka panjang secara historis menjadi ukuran yang baik untuk kesehatan pasar kripto. Secara historis, metrik ini berkorelasi negatif dengan pergerakan harga jangka panjang dari BTC.

    Grafik pemegang jangka panjang Bitcoin. Sumber: Twitter @therationalroot.
    Grafik pemegang jangka panjang Bitcoin. Sumber: Twitter @therationalroot.

    Baca juga: Citigroup Luncurkan Citi Token untuk Mitra Institusi Adopsi Kripto

    Pemegang jangka panjang menahan aset mereka tidak bergerak selama pasar berada pada titik terendah. Selain itu, peningkatan pasokan terbesar di tangan LTH terjadi selama pasar bearish.

    Investor yang kuat, melihat harga BTC anjlok, enggan untuk menjual. Mereka menyimpan koin mereka karena mereka percaya bahwa pasar kripto akan bangkit kembali di masa depan dan investasi mereka akan terbukti menguntungkan.

    Hal sebaliknya terjadi ketika pasar sedang naik daun. Lonjakan harga BTC menyebabkan LTH semakin bersedia menjual asetnya untuk mendapatkan keuntungan.

    Secara historis, selama setiap pasar bullish besar, akan terjadi penurunan dramatis dalam pasokan yang dimiliki oleh LTH. Secara alami, koin-koin tersebut kemudian berpindah ke tangan pemegang jangka pendek (STH), yang bergabung dengan pasar pada tahap akhir, didorong oleh keinginan untuk mendapatkan keuntungan cepat.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apa pun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas berisiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com