Tag: bitcoin

  • 600.000 Bitcoin Venezuela Akan Disita Trump, Apa Dampaknya?

    Beberapa pekan terakhir, dunia kripto diramaikan oleh rumor bahwa pemerintah AS di bawah Trump akan menyita cadangan Bitcoin milik Venezuela senilai puluhan miliar dolar, diperkirakan sekitar 600.000 BTC. Isu ini mencuat menyusul tindakan militer dan penahanan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS, serta spekulasi bahwa aset digital tersebut kini berada dalam kendali AS atau bisa segera disita.

    Menurut laporan dari MSN, proses akumulasi dimulai sejak 2018, dan melibatkan penukaran emas, dimana Venezuela dilaporkan menjual 73,2 ton emas senilai $2,7 miliar melalui perantara di Turki dan UEA, kemudian dikonversi menjadi BTC melalui mixer untuk menyembunyikan jejak.

    Tapi sampai saat ini tidak ada bukti on-chain yang ditemukan oleh firma seperti Arkham Intelligence, “Kami belum mengidentifikasi kepemilikan sebesar itu saat ini,” kata Matteo Colledan, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis di perusahaan pengawasan blockchain Arkham.

    Secara historis, Venezuela terbilang memang aktif di dunia kripto, contohnya pada 2018, Venezuela meluncurkan Petro, mata uang digital berbasis minyak yang gagal karena kritik sebagai alat penghindaran sanksi. Adopsi kripto di kalangan rakyat juga tinggi karena hiperinflasi (500% pada 2025), tingginya adopsi ini terbukti dengan tercatatnya Venezuela sebagai peringkat 11 dalam adopsi aset digital global, menurut data dari TRM Labs.

    Baca juga: Apa itu Quantum Computing yang Dianggap Acaman Bagi Bitcoin?

    Venezuela Jadi Negara dengan Bitcoin Terbanyak

    Jika benar Venezuela berhasil mengumpulkan lebih dari 600.000 Bitcoin melalui skema “shadow reserve” sejak 2018, maka posisinya bukan hanya akan melampaui El Salvador yang saat ini memiliki sekitar 7.500 BTC, tetapi juga jauh di atas Amerika Serikat dengan cadangan hasil sitaan sekitar 325,293 BTC, serta China yang diperkirakan menyimpan 190.000 BTC.

    Di sisi korporasi, angka Venezuela bahkan mendekati kepemilikan MicroStrategy, perusahaan publik yang dikenal sebagai akumulator Bitcoin terbesar dengan lebih dari 672.497 BTC. Dengan estimasi nilai lebih dari 60 miliar dolar AS, Venezuela akan berdiri sebagai negara dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia, melampaui semua catatan resmi yang ada.

    Baca juga: 2025 Wrapped: Ini Kejadian Penting di Pasar Kripto Sepanjang Tahun 2025.

    Apa Jadinya Jika 600.000 Bitcoin Venezuela Benar-Benar Disita Trump?

    Meskipun belum ada data pasti yang menyebutkan bahwa Venezuela memiliki 600.000 Bitcoin, mari kita bayangkan jika 600.000 Bitcoin yang setara dengan 3% dari total suplai Bitcoin ini benar-benar nyata dan disita oleh Trump.

    Chart Bitcoin setelah Jerman mendjual Bitcoin. Sumber: Binance @TradingHeihgts

    Pasar kripto sebenarnya bukan pertama kali menghadapi isu penjualan aset strategis milik negara, contohnya pada 2024 Jerman menjual 50.000 BTC yang mereka miliki dan menyebabkan koreksi 15-20%.

    Sebagai perbandingan, jika kita kalkulasikan maka Bitcoin milik Venezuela adalah 12x lebih banyak dari Bitcoin yang di jual oleh Jerman pada 2024 kemarin.

    Tentunya hal ini akan memicu volatilitas pasar, karena ketakutan dan ketidakpastian.

    Namun melihat Amerika Serikat yang pro crypto dan telah mengesahkan Bitcoin strategic reserve, maka skenario Trump menyimpan Bitcoin hasil sitaan tersebut sebagai aset strategis AS untuk jangka panjang mungkin saja terjadi–sehingga bukan tidak mungkin pasar kembali bullish karena BTC sitaan ini berkurang secara tidak langsung dari sirkulasi karena disimpan untuk cadangan strategis AS, dan memperkuat narasi kelangkaan BTC.

    Jika kamu tertarik untuk membeli Bitcoin, pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber: 

    Bitcoin’s price could be hit by Venezuela’s 3% BTC reserve: Here’s how – AMBCrypto

    Does Venezuela own a colossal Bitcoin hoard? Here’s everything we know – DL News





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $92.160, Uji Momentum

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin kembali bergerak positif setelah beberapa hari cenderung melemah.

    Berdasarkan data terbaru Tokocrypto pada Senin (12/1), harga Bitcoin (BTC) saat ini berada di level $92,160.86 per BTC/USD, mencatat kenaikan sekitar +1,62% hingga +1,75% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin kembali menguat ke kisaran $1,84 triliun, mempertegas posisi BTC sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

    Tak hanya harga, aktivitas pasar juga menunjukkan peningkatan. Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sekitar $22,40–$22,48 miliar, menandakan adanya arus transaksi yang lebih aktif dibandingkan sesi sebelumnya.

    Dengan jumlah pasokan beredar 19,97 juta BTC atau sekitar 95,12% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, struktur kelangkaan Bitcoin tetap menjadi salah satu daya tarik utama bagi investor global.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $90.624, Masih Konsolidasi

    Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam Terakhir

    Dalam rentang 24 jam, Bitcoin bergerak dalam kisaran terendah $90,212.02 hingga tertinggi $92,244.41.

    Area ini menunjukkan bahwa pasar sempat menguji tekanan jual di sekitar $90 ribu sebelum akhirnya rebound dan menembus kembali level $92 ribu.

    Secara intraday, BTC mencatat kenaikan sekitar +0,78% dalam satu jam terakhir, menandakan adanya dorongan beli lanjutan.

    Meski begitu, volatilitas masih cukup terasa, dengan pergerakan cepat yang membuka peluang bagi trader jangka pendek sekaligus menuntut kewaspadaan ekstra dari investor.

    Pemulihan Jangka Pendek, Tekanan Menengah Masih Terasa

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari data historis, pergerakan Bitcoin saat ini mencerminkan fase pemulihan jangka pendek di tengah tren menengah yang belum sepenuhnya pulih.

    • Harian: +$1,463.84 atau +1,62%
    • 30 hari: +$1,770.42 atau +1,96%
    • 60 hari: -$9,944.75 atau -9,75%
    • 90 hari: -$21,375.88 atau -18,85%

    Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun BTC berhasil bangkit dalam sebulan terakhir, tekanan korektif pada timeframe 2–3 bulan masih membayangi.

    Dengan kata lain, reli harian saat ini lebih tepat dibaca sebagai upaya membangun fondasi pemulihan, bukan konfirmasi penuh kembalinya tren bullish jangka menengah.

    Posisi Pasar Bitcoin Masih Sangat Dominan

    Dengan peringkat 1 aset kripto global, Bitcoin tetap menjadi barometer utama pasar kripto. Kapitalisasi pasar sebesar $1,838–$1,840 triliun menempatkan BTC jauh di atas altcoin mana pun.

    Sementara itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) mencapai sekitar $1,93 triliun, mencerminkan nilai teoretis Bitcoin jika seluruh suplai 21 juta BTC telah beredar.

    Volume harian di atas $22 miliar juga menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Bitcoin tetap tinggi.

    Rasio volume yang besar terhadap market cap mengindikasikan likuiditas yang kuat, menjadikan BTC sebagai aset kripto paling stabil untuk aktivitas perdagangan skala besar.

    Apa Arti Kenaikan Ini bagi Pasar?

    Kenaikan Bitcoin ke area $92 ribu membawa beberapa implikasi penting:

    1. Uji kepercayaan pasar
      Bertahannya harga di atas $90 ribu memperlihatkan bahwa area tersebut mulai berfungsi sebagai zona psikologis penting. Selama level ini mampu dipertahankan, sentimen jangka pendek cenderung konstruktif.
    2. Potensi konsolidasi sehat
      Dengan performa 7 hari yang masih -1,13%, kenaikan hari ini bisa menjadi bagian dari fase konsolidasi sebelum pergerakan besar berikutnya.
    3. Dampak ke altcoin
      Pergerakan stabil BTC sering menjadi fondasi bagi reli altcoin. Jika Bitcoin mampu menjaga volatilitas tetap terkendali, minat terhadap aset kripto lain berpotensi ikut meningkat.
    4. Jarak dari rekor tertinggi
      Meski menguat, Bitcoin masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi $126,198.07. Jarak ini menjadi pengingat bahwa ruang pemulihan masih luas, namun juga menegaskan tantangan besar untuk kembali ke puncak.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bertahan di $91.021, Menguat Tipis

    Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan Bitcoin sedang membangun momentum pemulihan di atas $92 ribu.

    Kenaikan harian, volume yang meningkat, serta kapitalisasi pasar yang kembali mendekati $1,84 triliun menunjukkan bahwa minat terhadap BTC belum surut.

    Namun, dengan performa 60 hingga 90 hari yang masih negatif, pasar masih berada dalam fase transisi.

    Investor dan trader disarankan untuk terus memantau reaksi harga di sekitar area $90.000–$92.000 sebagai penentu apakah Bitcoin mampu melanjutkan penguatan atau justru kembali ke fase konsolidasi lebih dalam.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Wall Street Serbu Bitcoin dan Stablecoin

    Perdebatan Wall Street soal kripto resmi berakhir. Bank-bank terbesar dunia kini tidak lagi mempertanyakan legitimasi aset digital, melainkan berlomba membangun infrastruktur kripto mereka sendiri, mulai dari Bitcoin, stablecoin, hingga uang tunai berbasis blockchain (tokenized cash).

    Selama bertahun-tahun, industri perbankan memandang kripto sebagai risiko yang harus dikendalikan. Namun sikap itu berubah drastis. Alih-alih menjauh, bank-bank global kini aktif mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam layanan keuangan arus utama, baik melalui produk investasi teregulasi maupun sistem pembayaran digital.

    Perubahan ini tercermin dari serangkaian langkah strategis yang diambil JPMorgan, Morgan Stanley, Barclays, dan Bank of America dalam sepekan terakhir.

    JPMorgan dorong token dolar ke jaringan blockchain baru

    JP Morgan
    JP Morgan

    JPMorgan mengumumkan rencana memperluas token simpanan dolar AS miliknya, JPM Coin (JPMD), ke Canton Network, sebuah blockchain layer-1 yang berfokus pada privasi dan interoperabilitas.

    Melalui kerja sama dengan Digital Asset dan unit blockchain internalnya, Kinexys, JPM Coin akan memungkinkan perpindahan uang digital yang teregulasi antarjaringan blockchain. JPM Coin sendiri merupakan token simpanan dolar AS yang mewakili klaim langsung atas deposito JPMorgan dan dirancang untuk transaksi institusional yang lebih cepat dan aman.

    CEO Digital Asset, Yuval Rooz, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah nyata menuju sistem uang digital teregulasi yang dapat bergerak secepat pasar global.

    Morgan Stanley masuk pasar ETF kripto

    Morgan Stanley resmi memasuki persaingan exchange-traded fund (ETF) kripto dengan mengajukan dua produk baru ke otoritas pasar modal AS. Produk tersebut adalah Morgan Stanley Bitcoin Trust dan Morgan Stanley Solana Trust, yang memberikan eksposur pasif terhadap harga Bitcoin dan Solana.

    Jika disetujui, ETF ini berpotensi menjangkau lebih dari 19 juta klien divisi wealth management Morgan Stanley. Langkah ini menyusul kesuksesan besar ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat, yang kini secara kolektif mengelola lebih dari 1,3 juta BTC dengan nilai mendekati US$120 miliar.

    Baca juga: Wall Street Menghijau, Saham Blockchain AS Melejit Tajam! Ini Pemicunya

    Barclays bertaruh pada infrastruktur stablecoin

    Dari Eropa, Barclays mencatatkan langkah penting dengan melakukan investasi pertamanya di sektor stablecoin. Bank asal Inggris tersebut menanamkan modal pada Ubyx, perusahaan clearing stablecoin berbasis di AS yang menghubungkan penerbit stablecoin teregulasi dengan lembaga keuangan.

    Barclays menyebut investasi ini sebagai bagian dari eksplorasi peluang uang digital baru, termasuk stablecoin. Langkah ini menandai perubahan sikap Barclays, yang sebelumnya dikenal vokal menyoroti risiko aset digital.

    Bank of America izinkan rekomendasi ETF Bitcoin

    Sementara itu, Bank of America semakin membuka pintu bagi kripto di layanan wealth management-nya. Bank tersebut telah mengizinkan penasihat keuangan di Private Bank dan Merrill Edge untuk merekomendasikan ETF Bitcoin spot kepada klien.

    Empat ETF yang disetujui berasal dari Bitwise, Fidelity, BlackRock, dan Grayscale, dengan total aset kelolaan lebih dari US$100 miliar. Sebelumnya, Bank of America juga menyarankan alokasi 1% hingga 4% portofolio ke aset digital bagi investor yang siap menghadapi volatilitas tinggi.

    Era baru perbankan dan kripto

    Serangkaian langkah ini menegaskan bahwa sektor perbankan global tidak lagi sekadar mengamati perkembangan kripto dari pinggir lapangan. Integrasi Bitcoin, stablecoin, dan uang digital teregulasi kini menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang Wall Street.

    Dengan bank-bank besar mulai membangun langsung di atas blockchain, batas antara keuangan tradisional dan aset digital semakin kabur, menandai fase baru dalam evolusi sistem keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Stabil di $90.624, Masih Konsolidasi

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin bergerak relatif stabil di tengah pasar kripto yang masih diliputi sikap wait and see.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Minggu (11/1), harga Bitcoin (BTC) berada di level $90,624.84 per BTC/USD, mencatatkan kenaikan tipis sekitar +0,18% hingga +0,25% dalam 24 jam terakhir.

    Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang cenderung tenang, dengan volatilitas yang jauh lebih rendah dibandingkan periode reli maupun koreksi tajam sebelumnya.

    Dari sisi kapitalisasi, Bitcoin masih kokoh di peringkat 1 sebagai aset kripto terbesar di dunia, dengan kapitalisasi pasar sekitar $1.809–$1.810 triliun.

    Sementara itu, volume perdagangan 24 jam berada di kisaran $11,90–$11,95 miliar, menunjukkan aktivitas transaksi yang moderat.

    Angka ini menandakan bahwa minat pasar masih ada, namun belum cukup kuat untuk mendorong pergerakan harga yang agresif.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $90.559, Efek Konsolidatif

    Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam Terakhir

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang yang relatif sempit. Harga terendah tercatat di $90,283.40, sementara harga tertinggi mencapai $90,713.03.

    Rentang yang sempit ini menegaskan bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi, di mana kekuatan beli dan jual cenderung seimbang.

    Perubahan harga jangka sangat pendek juga menguatkan gambaran tersebut.

    Dalam satu jam terakhir, harga BTC nyaris tidak berubah (0%), menandakan minimnya dorongan besar dari pelaku pasar.

    Kondisi seperti ini sering kali menjadi fase “tenang sebelum badai”, di mana pasar menunggu katalis baru untuk menentukan arah berikutnya.

    Tren Jangka Pendek hingga Menengah

    Meski stabil hari ini, performa Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tekanan yang cukup terasa.

    Dalam 30 hari terakhir, BTC turun sekitar -1,73%, relatif ringan. Namun jika diperluas, koreksi menjadi lebih jelas. Dalam 60 hari, harga turun -12,29%, dan dalam 90 hari terakhir, penurunan mencapai -21,08%.

    Data ini menempatkan Bitcoin dalam fase koreksi menengah setelah sebelumnya sempat mencetak reli besar hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di $126,198.07.

    Jarak yang cukup lebar dari level tertinggi tersebut menandakan bahwa pasar masih berada dalam periode penyesuaian, baik dari sisi teknikal maupun psikologis investor.

    Kekuatan Fundamental Bitcoin

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dari sisi fundamental, posisi Bitcoin masih sangat kuat. Sirkulasi pasokan saat ini mencapai 19,97 juta BTC, atau sekitar 95,12% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Artinya, sebagian besar Bitcoin yang akan pernah ada sudah beredar di pasar. Kelangkaan struktural inilah yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu pilar utama narasi nilai Bitcoin.

    Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) sekitar $1,902 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto dengan dominasi paling signifikan, baik dari sisi valuasi maupun persepsi investor global.

    Bagi banyak pelaku pasar, Bitcoin masih berperan sebagai “barometer” utama arah industri kripto secara keseluruhan.

    Apa Arti Pergerakan Stabil Ini bagi Pasar?

    Pergerakan mendatar di area $90.000 dapat dibaca dari dua sudut pandang.

    Di satu sisi, stabilitas ini mencerminkan ketahanan harga Bitcoin, yang tetap bertahan di level tinggi meski tekanan koreksi 2–3 bulan terakhir cukup dalam.

    Ini bisa diartikan sebagai sinyal bahwa pasar sedang membangun basis (base) baru.

    Di sisi lain, volume yang tidak terlalu besar dan rentang harga yang sempit juga menunjukkan minimnya dorongan baru, baik dari investor ritel maupun institusi.

    Tanpa katalis kuat, harga berpotensi melanjutkan fase konsolidasi, bergerak sideways hingga muncul pemicu berikutnya.

    Prospek Bitcoin ke Depan

    Ke depan, perhatian pasar umumnya akan tertuju pada dua hal utama: apakah Bitcoin mampu mempertahankan area $90.000 sebagai support, dan apakah volume mulai meningkat seiring upaya harga menembus area yang lebih tinggi.

    Jika tekanan beli menguat, peluang untuk rebound teknikal terbuka. Namun jika support gagal bertahan, risiko uji level yang lebih rendah tetap perlu diantisipasi.

    Baca Juga: Riset Kripto 05-09 Jan 2026: Konflik Geopolitik: Bom Waktu Bitcoin?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berada dalam fase konsolidasi di sekitar $90,624, dengan pergerakan harian yang relatif datar.

    Meski tren 60 hingga 90 hari masih mencerminkan koreksi, stabilitas harga saat ini memberi sinyal bahwa pasar sedang mencari arah baru.

    Bagi investor dan trader, fase seperti ini sering kali menjadi periode krusial untuk mengamati volume, sentimen, dan reaksi harga di level kunci.

    Bitcoin mungkin sedang tenang, tetapi sejarah menunjukkan bahwa fase tenang kerap menjadi awal dari pergerakan besar berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun ke $90.559, Efek Konsolidatif

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Sabtu (10/1), harga Bitcoin hari ini berada di $90.559,71 per BTC, melemah sekitar -0,67% dalam 24 jam terakhir.

    Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase konsolidasi, setelah tekanan jual yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

    Secara mingguan, Bitcoin masih relatif stabil dengan perubahan +0,24% dalam 7 hari, mengindikasikan bahwa minat beli masih mampu menahan penurunan lebih dalam.

    Baca Juga: Riset Kripto 05-09 Jan 2026: Konflik Geopolitik: Bom Waktu Bitcoin?

    Data Pasar Bitcoin Terkini

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 10 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 10 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    • Harga BTC: $90.559,71
    • Kapitalisasi pasar: $1,808.82 triliun
    • Volume perdagangan 24 jam: $36,46 miliar
    • Sirkulasi pasokan: 19,97 juta BTC (95,11% dari total maksimum)
    • Total pasokan maksimum: 21 juta BTC
    • Fully diluted market cap: $1,900.82 triliun
    • Peringkat pasar: 1 kripto global

    Tingginya rasio suplai beredar menunjukkan Bitcoin semakin mendekati fase kelangkaan maksimum, faktor yang kerap menjadi perhatian investor jangka panjang.

    Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

    Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak pada rentang harga terendah $89.625,38 dan harga tertinggi $91.910,67.

    Rentang pergerakan yang tidak terlalu lebar ini menandakan pasar berada dalam kondisi menunggu arah, dengan aktivitas jual dan beli yang relatif seimbang.

    Riwayat Performa Harga BTC

    Jika melihat kinerja Bitcoin dalam beberapa periode:

    Periode Perubahan Persentase
    Hari ini -$614,17 -0,67%
    30 hari +$599,54 +0,67%
    60 hari -$16.299,96 -15,26%
    90 hari -$19.787,84 -17,94%

    Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun dalam 30 hari terakhir harga cenderung datar, tekanan koreksi masih cukup terasa dalam rentang 2–3 bulan.

    Jarak Harga BTC dari Rekor Tertinggi

    Bitcoin saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07.

    Dengan harga sekarang, BTC masih terkoreksi lebih dari seperempat dari level puncaknya, menjadikan fase ini sebagai periode penting untuk konsolidasi dan pembentukan struktur tren baru.

    Analisa Singkat dan Sentimen Pasar

    Penurunan harian yang relatif kecil, ditambah volume perdagangan di atas $36 miliar, mencerminkan bahwa pasar belum menunjukkan tanda kepanikan. Beberapa poin utama yang dapat dicermati:

    • Area $89.000–$90.000 menjadi zona support penting.
    • Area $91.900–$92.000 masih menjadi resistance terdekat.
    • Pasar berpotensi melanjutkan konsolidasi sebelum menentukan arah tren berikutnya.

    Apabila Bitcoin mampu bertahan di atas support, peluang pemulihan teknikal tetap terbuka. Sebaliknya, pelemahan lanjutan dapat memicu uji level yang lebih rendah.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bertahan di $91.021, Menguat Tipis

    Dalam analisa harga BTC hari ini, Bitcoin tercatat di $90.559 dengan koreksi ringan 0,67%. Kapitalisasi pasar yang masih berada di atas $1,8 triliun menegaskan dominasi BTC sebagai aset kripto utama.

    Dengan suplai beredar yang telah mencapai lebih dari 95%, pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh sentimen makro, volume pasar, serta reaksi investor di area support krusial.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Bertahan di $91.021, Menguat Tipis

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di level $91.021,45 per BTC.

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat Bitcoin mengalami kenaikan tipis sekitar 0,15%, atau setara dengan penguatan kurang lebih $140.

    Pergerakan ini menunjukkan bahwa BTC masih berusaha mempertahankan stabilitasnya di tengah kondisi pasar kripto yang belum sepenuhnya pulih, sekaligus menandai fase konsolidasi setelah tekanan jual yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

    Secara umum, penguatan tipis ini mencerminkan adanya keseimbangan sementara antara tekanan beli dan jual.

    Pelaku pasar terlihat masih berhati-hati, sembari menunggu katalis baru yang dapat mendorong pergerakan harga lebih signifikan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $90.585, Tekanan Terasa

    Pergerakan BTC 24 Jam Terakhir

    Dalam rentang perdagangan harian, harga Bitcoin bergerak di kisaran $89.233,88 hingga $91.520,19. BTC sempat tertekan ke area bawah sebelum kembali menguat mendekati zona $91.000.

    Pola ini menunjukkan adanya minat beli yang muncul ketika harga mendekati area rendah harian, meskipun dorongan untuk menembus resistance jangka pendek masih terbatas.

    Dalam satu jam terakhir, pergerakan harga Bitcoin tercatat turun sekitar 0,29%, menandakan bahwa volatilitas jangka pendek masih terjadi.

    Meski demikian, secara keseluruhan BTC masih mampu mempertahankan posisi di atas level psikologis $90.000, yang kini menjadi salah satu area kunci yang terus diawasi pasar.

    Kinerja Mingguan Positif, Namun Tren Menengah Masih Tertekan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 9 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 9 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari perspektif jangka pendek, performa Bitcoin terbilang cukup konstruktif.

    Dalam tujuh hari terakhir, BTC masih mencatatkan kenaikan sekitar 2,71%, menandakan adanya upaya pemulihan bertahap.

    Namun, dalam kerangka waktu yang lebih panjang, tekanan masih terasa. Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin tercatat turun sekitar 1,47%.

    Penurunan lebih dalam terjadi pada periode 60 hari yang mencapai sekitar 14%, dan dalam 90 hari terakhir, koreksi tercatat hampir 19%.

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin mulai stabil, pasar masih berada dalam fase pemulihan setelah koreksi cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir.

    Dominasi Pasar Bitcoin Masih Sangat Kuat

    Dari sisi fundamental pasar, posisi Bitcoin tetap kokoh sebagai aset kripto terbesar di dunia. Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,818 triliun, Bitcoin menempati peringkat 1 kripto global.

    Dominasi ini menegaskan peran BTC sebagai barometer utama pergerakan pasar kripto.

    Aktivitas perdagangan juga tergolong tinggi. Volume transaksi 24 jam yang mencapai sekitar $42,4 miliar menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Bitcoin masih sangat besar.

    Tingginya volume ini mengindikasikan bahwa BTC tetap menjadi aset utama bagi trader institusional maupun ritel.

    Saat ini, jumlah pasokan Bitcoin yang beredar berada di angka 19,97 juta BTC, atau sekitar 95,11% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

    Dengan pasokan yang semakin mendekati batas maksimum, faktor kelangkaan Bitcoin masih menjadi narasi utama yang terus diperhatikan oleh investor jangka panjang.

    Jarak dari Rekor Tertinggi dan Dinamika Psikologis Pasar

    Bitcoin saat ini masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Selisih ini menunjukkan bahwa BTC masih berada dalam fase penyesuaian harga setelah periode volatilitas tinggi.

    Bagi sebagian investor, kondisi ini dipandang sebagai fase konsolidasi yang sehat sebelum pasar menentukan arah tren berikutnya.

    Sementara bagi trader jangka pendek, jarak dari rekor tertinggi menciptakan ruang volatilitas yang dapat dimanfaatkan, baik dalam skenario lanjutan pemulihan maupun koreksi susulan.

    Prospek Jangka Pendek Bitcoin

    Dalam jangka pendek, pergerakan Bitcoin masih cenderung sideways dengan bias hati-hati. Selama BTC mampu bertahan di atas area psikologis $90.000, sentimen pasar relatif masih stabil.

    Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga turun menembus zona tersebut, potensi pengujian ulang ke area yang lebih rendah tetap terbuka.

    Sebaliknya, apabila minat beli meningkat dan volume terus menguat, Bitcoin berpeluang kembali menguji area atas di sekitar $91.500 hingga $92.000 sebagai resistance terdekat.

    Baca Juga: Arah Baru Bank of America Kini Dorong ETF Bitcoin ke Nasabah

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi.

    Meski penguatannya tipis, kenaikan harian dan kinerja mingguan yang positif menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda.

    Dengan kapitalisasi pasar yang sangat besar dan volume perdagangan yang tetap tinggi, Bitcoin masih menjadi pusat gravitasi pasar kripto.

    Ke depan, arah pergerakan BTC akan sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan area kunci dan munculnya katalis baru yang mampu mendorong minat beli secara lebih agresif.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Suku Bunga Turun, Institusi Masuk, Market Bangkit?

    Tim Riset Tokocrypto mencatat tahun 2025 sebagai salah satu tahun terberat dalam sejarah pasar kripto dari sisi performa harga. Bagaimana dengan di tahun 2026?

    Namun di balik tekanan tersebut, justru terjadi perubahan struktural yang penting. Kripto mulai dipandang lebih serius sebagai bagian dari sistem keuangan global. Masuknya institusi besar, perbankan, serta hadirnya produk seperti ETF membuat kripto tidak lagi sekadar dianggap sebagai aset spekulatif jangka pendek.

    Sayangnya, kondisi makroekonomi global yang ketat membuat kinerja pasar kripto secara keseluruhan melemah. Bitcoin cenderung stagnan, sebagian besar altcoin terkoreksi dalam hingga 50–70%, sementara hanya sektor tertentu seperti Real World Assets (RWA) yang mencatatkan kenaikan signifikan. Lalu, bagaimana prospek pasar kripto di tahun 2026?

    Prediksi 1: Era Suku Bunga Tinggi Akan Berakhir

    Suku bunga tinggi tidak dapat bertahan dalam jangka panjang, terutama di tengah beban utang Amerika Serikat yang terus membengkak. Tekanan pembayaran bunga utang menjadi salah satu faktor utama yang mendorong The Fed untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga lebih cepat.

    Pada 2026, suku bunga diperkirakan turun ke kisaran 2%. Kondisi ini secara historis mendukung aset lindung nilai seperti emas dan Bitcoin, sekaligus mendorong minat investor kembali ke aset berisiko, termasuk kripto.

    Prediksi 2: Utang AS Mempercepat Penurunan Suku Bunga

    Tingginya utang pemerintah AS membuat suku bunga tinggi semakin sulit dipertahankan. Untuk menjaga stabilitas fiskal, The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga secara bertahap hingga mendekati 2%.

    Penurunan suku bunga ini berpotensi mengembalikan likuiditas global. Dana institusi yang sebelumnya tertahan mulai kembali masuk ke aset kripto. Seiring meningkatnya aliran modal, regulator dan pemerintah juga terdorong menghadirkan aturan yang lebih jelas demi menjaga stabilitas dan keamanan pasar.

    Prediksi 3: Regulasi Makin Matang, Adopsi Terus Meningkat

    Di Indonesia, perpindahan pengawasan aset kripto ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi tonggak penting bagi kepastian hukum industri kripto. Kerangka regulasi yang lebih jelas ini diperkirakan akan terus berkembang sepanjang 2026.

    Dari sisi adopsi, data OJK mencatat jumlah investor kripto Indonesia mencapai 18,1 juta orang pada 2025, tumbuh sekitar 36%. Chainalysis juga menempatkan Indonesia di peringkat ke-7 dunia dalam adopsi kripto. Dengan regulasi yang semakin matang, tren pertumbuhan adopsi ini diproyeksikan berlanjut di 2026.

    Prediksi 4: Bitcoin Berpeluang Cetak All-Time High Baru

    Sepanjang 2025, Bitcoin mengalami dua koreksi besar, masing-masing sekitar -30% pada April dan -35% pada November. Meski demikian, Bitcoin tetap mampu bertahan di atas area $75.000–$100.000, menunjukkan struktur pasar yang semakin matang dibanding siklus sebelumnya.

    Dengan inflow ETF mencapai sekitar $26 miliar, valuasi on-chain yang wajar di kisaran $125.000, serta target harga minimum 2026 di $150.000, Bitcoin diprediksi memiliki peluang besar untuk mencetak rekor harga tertinggi (all-time high) baru pada 2026.

    Prediksi 5: Valuasi Layer 1 Naik Meski Pendapatan Turun

    Token Layer 1 (L1) menunjukkan fenomena unik. Rasio valuasi L1 melonjak dari sekitar 40x pada 2021 menjadi 536x di 2025, meskipun pendapatan jaringan justru turun hingga 52%.

    Di 2026, Layer 1 diperkirakan tetap menjadi aset inti dalam portofolio investor. Minat terhadap L1 bukan semata karena kinerja bisnis jangka pendek, melainkan karena perannya sebagai fondasi utama ekosistem blockchain, mirip dengan posisi Bitcoin dan Ethereum di pasar kripto.

    Prediksi 6: Prediction Market Masuk Arus Utama

    Prediction market mengalami pertumbuhan pesat dengan total volume mencapai $36,3 miliar sepanjang 2025. Sekitar 98% volume tersebut dikuasai oleh Polymarket dan Kalshi, menandakan meningkatnya minat pasar terhadap instrumen ini.

    Kripto menjadi pendorong utama pertumbuhan prediction market. Di Polymarket, kategori kripto menyumbang sekitar 28% dari volume mingguan. Dengan masuknya pasar Amerika Serikat, sektor ini diperkirakan akan semakin berkembang pada 2026.

    Prediksi 7: Real World Assets Memasuki Fase Pertumbuhan

    Sektor Real World Assets diproyeksikan memasuki fase ekspansi besar. Total nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi diperkirakan menembus $500 miliar pada 2026, melonjak tajam dari sekitar $35 miliar di 2025.

    Tokenisasi kredit diprediksi melampaui $50 miliar, sementara tokenisasi saham yang saat ini bernilai sekitar $700 juta berpotensi tumbuh hingga lebih dari $10 miliar. Masuknya institusi keuangan tradisional menjadi katalis utama pertumbuhan ini.

    Prediksi 8: Stablecoin Menjadi Infrastruktur Inti Kripto

    Pada 2025, total nilai stablecoin mencapai sekitar $306 miliar, tumbuh 57% secara tahunan. Angka ini diproyeksikan menembus $1 triliun pada akhir 2026.

    Stablecoin seperti USDT dan USDC semakin banyak digunakan untuk pembayaran, remitansi lintas negara, hingga DeFi. Hal ini menandakan stablecoin telah berevolusi dari sekadar alat trading menjadi infrastruktur keuangan digital yang krusial.

    Prediksi 9: Perpetual DEX Semakin Dominan

    Volume transaksi perpetual DEX terus meningkat. Pada 2025, pangsa volume Perp DEX terhadap CEX hampir mencapai 19%, menunjukkan pergeseran minat trader ke platform on-chain.

    Hyperliquid mencatat volume transaksi sekitar $3 triliun sepanjang 2025, naik signifikan dari sekitar $565 miliar pada 2024. Kehadiran pemain baru diperkirakan akan memperketat persaingan dan mendorong inovasi lebih lanjut di sektor ini pada 2026.

    Kesimpulan

    Tahun 2026 diproyeksikan menjadi fase pematangan pasar kripto. Penurunan suku bunga, regulasi yang semakin jelas, serta masuknya dana institusi menciptakan fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

    Fokus pasar diperkirakan bergeser ke sektor-sektor dengan penggunaan nyata seperti Bitcoin, stablecoin, Real World Assets, serta layanan blockchain yang memiliki permintaan riil. Era spekulasi jangka pendek perlahan berganti menuju ekosistem kripto yang lebih matang, terstruktur, dan terintegrasi dengan sistem keuangan global.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun ke $90.585, Tekanan Terasa

    Harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin kembali bergerak melemah di tengah volatilitas pasar kripto global.

    Berdasarkan data terbaru Tokocrypto pada Kamis (8/1), harga Bitcoin (BTC) tercatat berada di level $90,585.27 per BTC, turun sekitar 2,35% dalam 24 jam terakhir.

    Koreksi ini menekan kapitalisasi pasar Bitcoin ke kisaran $1,809 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $39,05 miliar.

    Baca Juga: Arah Baru Bank of America Kini Dorong ETF Bitcoin ke Nasabah

    Pergerakan Harga BTC Hari Ini

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang yang relatif sempit dengan harga terendah $90,574.70 dan harga tertinggi $92,867.54.

    Tekanan jual terlihat cukup dominan sejak BTC gagal bertahan di atas area $92.000. Secara intraday, perubahan harga 1 jam terakhir juga masih mencatat pelemahan sekitar -0,18%, mengindikasikan pasar belum sepenuhnya menemukan momentum pemulihan.

    Kinerja Bitcoin dalam Berbagai Periode

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika melihat performa historis, pergerakan BTC menunjukkan gambaran yang cukup beragam:

    • Hari ini: -$2,039.03 (-2,2%)
    • 7 hari: +3,41%
    • 30 hari: +$268.51 (+0,3%)
    • 60 hari: -$10,946.65 (-10,77%)
    • 90 hari: -$30,456.94 (-25,14%)

    Data tersebut mengonfirmasi bahwa meskipun Bitcoin masih mampu mencatat kenaikan dalam sepekan terakhir, tren menengah hingga tiga bulan masih berada dalam fase koreksi cukup dalam.

    Data Pasar Bitcoin Saat Ini

    Dari sisi fundamental pasar, Bitcoin tetap kokoh sebagai aset kripto nomor satu dunia dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,81 triliun.

    Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir mencapai $39,71 miliar dengan sirkulasi suplai 19,97 juta BTC atau 95,11% dari total suplai suplai maksimum sebesar 21 juta BTC, serta Fully Diluted Market Cap sekitar $1,90 triliun.

    Dengan suplai yang semakin mendekati batas maksimum, dinamika harga BTC ke depan akan semakin dipengaruhi oleh permintaan pasar dan sentimen makro global.

    Jarak dengan Rekor Tertinggi Bitcoin

    Sebagai catatan, harga Bitcoin saat ini masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126,198.07.

    Selisih yang besar ini membuka dua kemungkinan besar di pasar: peluang akumulasi bagi investor jangka panjang, atau potensi volatilitas lanjutan jika tekanan jual kembali meningkat.

    Analisa Singkat dan Prospek

    Pelemahan harga BTC hari ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bearish jangka menengah.

    Area $90.000 menjadi level psikologis penting yang saat ini sedang diuji. Jika level ini gagal dipertahankan, potensi penurunan lanjutan bisa terbuka.

    Sebaliknya, apabila BTC mampu kembali menembus dan bertahan di atas $92.000 – $93.000, peluang rebound jangka pendek tetap ada.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Terkoreksi ke $92.617, Isyaratkan Pertarungan

    Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan bahwa Bitcoin masih menghadapi tekanan, meski performa mingguan masih relatif positif.

    Investor dan trader disarankan untuk terus memantau pergerakan volume, sentimen pasar global, serta level support dan resistance kunci sebelum mengambil keputusan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Koreksi Tipis, BTC Turun ke $91.000

    Pasar kripto hari ini, Kamis (8/1) mengalami koreksi tipis dengan Bitcoin turun di bawah $93.000, dipicu arus keluar ETF dan aksi jual penambang, meski sejumlah altcoin seperti GUN, STRAX, dan BABY tetap mencatat kenaikan tajam.

    Ke depan, pelonggaran kebijakan The Fed berpotensi menjadi katalis pemulihan. Di sisi aset utama, XRP menunjukkan pemulihan berkat adopsi institusional dan penguatan infrastruktur, sementara peluang lanjutan Solana bergantung pada kekuatan support dan aktivitas on-chain. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Deretan Altcoin Potensial di Tengah Pasar yang Koreksi Tipis

    • Lonjakan 43% membawa harga GUNZ ke titik $0,02225.
    • STRAX mencatatkan kenaikan 18% dan mencapai level $0,02577.
    • BABY tumbuh 17% menjadi $0,02089 pada perdagangan hari ini.

    Mengapa Harga Kripto Turun Hari Ini?

    • Harga kripto turun karena Bitcoin jatuh di bawah angka $93.000.
    • Arus keluar ETF dan penjualan penambang menekan harga kripto ke bawah.
    • Pelonggaran kebijakan The Fed dapat mendukung harga kripto.

    Tahun Baru, Cashback langsung GAS! Total Hadiah Rp25 JUTA!*

    XRP vs Solana: Mana yang Lebih Unggul di Januari 2026?

    • Harga XRP pulih berkat adopsi institusional dan infrastruktur baru.
    • Breakout Solana bergantung pada dukungan harga dan sistem on-chain.
    • Pemulihan ini tunjukkan perbedaan antara stabilitas dan momentum pasar.

    Prediksi Harga Meme Coin Januari 2026: DOGE, SHIB & PEPE

    • DOGE, SHIB, dan PEPE pimpin reli meme coin
    • Pasar berbalik arah usai Bitcoin tertahan di $94.000.
    • Pola bullish flag PEPE sinyalkan potensi breakout.

    Baca juga: Riset Kripto 29 Des 2025 – 02 Jan 2026: Nasib Pasar di Awal Tahun 2026


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Harga BTC Hari Ini: Terkoreksi ke $92.617, Isyaratkan Pertarungan

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini bergerak melemah. Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Selasa (7/1), BTC diperdagangkan di level $92.617,62 per koin, turun sekitar 1% dalam 24 jam terakhir.

    Koreksi ini memangkas sebagian keuntungan jangka pendek, namun secara mingguan Bitcoin masih mencatatkan kinerja positif +4,88%.

    Meski mengalami penurunan, kapitalisasi pasar Bitcoin tetap sangat besar, berada di kisaran $1.849 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu dunia.

    Aktivitas pasar juga masih sangat tinggi, tercermin dari volume perdagangan 24 jam yang mencapai $55,17 miliar.

    Baca Juga: Bank of America: Penasihat Keuangan Rekomendasikan ETF Bitcoin

    Koreksi Sehat di Tengah Tren Jangka Pendek Positif

    Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang $91.286,55 hingga $94.395,30.

    Rentang ini menunjukkan volatilitas yang cukup lebar, menandakan pasar sedang berada dalam fase tarik-menarik antara pelaku ambil untung dan pembeli baru.

    Koreksi 1% hari ini terjadi setelah Bitcoin sempat menguat dalam beberapa hari sebelumnya.

    Secara teknikal, kondisi seperti ini sering dianggap sebagai koreksi sehat selama harga masih mampu bertahan di atas area support penting.

    Namun, bila ditarik lebih panjang, Bitcoin masih menghadapi tekanan tren menengah.

    Dalam 60 hari terakhir, harga BTC tercatat turun -9,33%, dan dalam 90 hari terakhir bahkan terkoreksi -24,04%.

    Data ini menunjukkan bahwa meski reli jangka pendek terjadi, pasar masih berada dalam fase pemulihan dari tekanan besar beberapa bulan sebelumnya.

    Volume Besar Menunjukkan Minat Pasar Belum Surut

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Salah satu poin terpenting dari pergerakan hari ini adalah volume perdagangan yang sangat tinggi. Dengan nilai transaksi di atas $55 miliar, Bitcoin tetap menjadi pusat aktivitas pasar kripto global.

    Volume tinggi saat harga terkoreksi tipis sering diartikan sebagai tanda bahwa pasar belum kehilangan minat.

    Banyak pelaku memanfaatkan penurunan untuk akumulasi, sementara sebagian lain melakukan distribusi jangka pendek. Kondisi ini kerap mendahului pergerakan besar berikutnya.

    Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar juga menunjukkan bahwa likuiditas Bitcoin masih sangat kuat dibanding sebagian besar aset kripto lainnya.

    Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Lebar

    Bitcoin masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Dengan harga saat ini, BTC masih terkoreksi lebih dari 26% dari puncaknya.

    Bagi sebagian investor, jarak ini mencerminkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar.

    Bagi yang lain, kondisi ini justru dipandang sebagai peluang untuk membangun posisi jangka menengah, selama struktur pasar mampu bertahan di atas zona psikologis utama.

    Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

    Dari sudut pandang teknikal, area $91.000–$92.000 kini menjadi support kunci. Selama Bitcoin bertahan di atas zona ini, struktur jangka pendek masih relatif konstruktif.

    Jika tekanan jual berlanjut dan BTC menembus di bawah $91.000, potensi penurunan menuju area psikologis $88.000–$89.000 akan terbuka.

    Sementara itu, di sisi atas, area $94.400–$95.000 menjadi resistance terdekat. Penembusan meyakinkan di atas zona ini berpotensi mengembalikan sentimen bullish dan membuka jalan bagi uji ulang area $97.000 hingga $100.000.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan di Atas $93.700

    Analisa harga BTC hari ini mencerminkan fase konsolidasi dengan kecenderungan koreksi ringan.

    Penurunan 1% belum cukup untuk mengubah struktur jangka pendek yang masih relatif positif, terutama karena ditopang oleh volume perdagangan yang sangat besar.

    Namun, tekanan tren menengah masih membayangi, mengingat performa 60 dan 90 hari terakhir yang masih negatif.

    Oleh karena itu, pergerakan Bitcoin ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuannya mempertahankan support utama dan kembali menembus area resistance terdekat.

    Bagi pelaku pasar, kondisi saat ini menandakan periode krusial: apakah Bitcoin mampu melanjutkan pemulihan, atau justru kembali terjebak dalam fase koreksi lanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com