Tag: blockchain

  • Kripto Masa Depan atau Janji Kosong?

    Dunia kripto terus berkembang dengan munculnya proyek-proyek baru yang menjanjikan inovasi dan potensi keuntungan besar.

    Salah satunya adalah Pi Network, sebuah proyek kripto yang mengklaim dirinya sebagai “mata uang digital untuk orang biasa.”

    Namun, apakah Pi benar-benar bisa menjadi aset bernilai seperti Bitcoin atau Ethereum, atau hanya sekadar hype semata?

    Apa Itu Pi Network?

    Pi Network adalah proyek kripto yang diluncurkan pada 2019 oleh sekelompok lulusan Stanford.

    Berbeda dengan Bitcoin atau Ethereum yang membutuhkan perangkat komputasi canggih untuk menambang, Pi Network memungkinkan pengguna menambang koin Pi hanya melalui aplikasi ponsel.

    Beberapa fitur utama Pi Network:

    • Mining Tanpa Beban (Mobile Mining) – Pengguna bisa mendapatkan Pi hanya dengan menekan tombol setiap 24 jam.
    • Fase Enclosed Mainnet – Jaringan saat ini masih dalam tahap pengembangan, di mana transaksi hanya bisa dilakukan antar pengguna Pi.
    • Tujuan Jangka Panjang – Pi Network ingin menjadi mata uang digital yang mudah diakses oleh masyarakat umum.

    Perkembangan Terkini Pi Network

    Menurut data dari CoinMarketCap, Pi belum resmi terdaftar di bursa kripto besar karena masih dalam fase Enclosed Mainnet.

    Namun, beberapa platform perdagangan luar negeri telah mencantumkannya. Hingga artikel ini ditayangkan, harga Pi Network menembus level $0,6508.

    Baca Juga: Token Unlock 276 Juta Pi Network Berpotensi Tekan Harga

    Analisis Potensi dan Risiko Pi Network

    Peluang Besar Jika Berhasil

    Dengan jutaan pengguna, Pi Network memiliki basis penggemar yang besar. Tidak seperti Bitcoin yang rumit, Pi bisa ditambang oleh siapa saja.

    Jika suatu saat Pi masuk ke Binance atau Coinbase, harganya bisa saja melonjak signifikan.

    Analisis harga Pi Coin. Kredit:Crypto news.
    Analisis harga Pi Coin. Kredit:Crypto news.

    Prediksi Harga Pi Network di Masa Depan

    Harga Pi saat ini masih bergantung pada perdagangan IOUs, bukan nilai pasarnya yang sebenarnya. Beberapa prediksi dari analis kripto:

    • Jika Open Mainnet diluncurkan tahun 2024/2025, harga Pi bisa mencapai $50–$100 di awal perdagangan.
    • Jika gagal mendapatkan adopsi luas, nilai Pi bisa jatuh drastis atau bahkan tidak bernilai sama sekali.
    • Jika terintegrasi dengan sistem pembayaran global, Pi bisa menjadi pesaing stablecoin seperti USDT atau XRP.

    Baca Juga: Pi Network: Kripto Semudah Uang Tunai, Gaet 60 Juta Pengguna

    Haruskah Anda Berinvestasi di Pi?

    Pi Network adalah proyek unik dengan visi yang menarik, tetapi risikonya masih tinggi. Jika Anda sudah menambang Pi, tidak ada salahnya menunggu hingga Open Mainnet diluncurkan.

    Namun, jika ingin membeli Pi di pasar gelap atau bursa IOUs, berhati-hatilah karena harganya bisa sangat fluktuatif.

    Apakah Pi akan menjadi kripto terkemuka atau hanya proyek yang gagal? Waktu yang akan menjawabnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dogecoin dan Tiga Altcoin yang Layak Diperhatikan di Juni 2025

    Pasar kripto kembali memanas di awal Juni 2025, ditandai dengan pergerakan signifikan dari para “whale”—investor besar yang memiliki kekuatan untuk menggerakkan harga.

    Salah satu aset yang menjadi sorotan adalah Dogecoin (DOGE), yang mengalami akumulasi besar-besaran oleh para whale, serta tiga altcoin lainnya yang menunjukkan potensi pertumbuhan menarik.

    Baca Juga: Fartcoin Salip Dogecoin & Shiba Inu, Jadi Meme Coin Terpanas

    Dogecoin (DOGE): Raja Meme yang Tak Pernah Padam

    Dogecoin kembali mencuri perhatian setelah data on-chain menunjukkan bahwa dompet yang memegang antara 1 juta hingga 10 juta DOGE telah menambahkan 30 juta koin hanya dalam satu minggu.

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 4 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Akumulasi ini menandakan bahwa para whale sedang mempersiapkan diri untuk pergerakan besar di bulan Juni.

    Menurut laporan dari 99Bitcoins, aktivitas ini menunjukkan bahwa “smart money” sedang bersiap untuk sesuatu yang besar.

    DOGE telah lama dikenal sebagai aset kripto yang volatil, namun ketika mengalami lonjakan, kenaikannya bisa sangat signifikan.

    Avalanche (AVAX): Raksasa Layer 1 yang Mendapat Cinta dari Whale

    Selain DOGE, Avalanche (AVAX) juga menarik perhatian para whale. Sebagai platform Layer 1 yang menawarkan kecepatan transaksi tinggi dan biaya rendah, AVAX menjadi pilihan menarik bagi investor besar yang mencari alternatif dari Ethereum.

    Akumulasi AVAX oleh para whale menunjukkan kepercayaan terhadap potensi jangka panjang proyek ini, terutama dengan ekosistem DeFi dan NFT yang terus berkembang di platform Avalanche.

    Solaxy (SOLAXY): Layer 2 Pertama dan Terbaik di Solana

    Solaxy (SOLAXY) muncul sebagai proyek Layer 2 pertama di ekosistem Solana, menawarkan solusi skalabilitas dan efisiensi biaya yang lebih baik.

    Dengan dukungan dari para whale, SOLAXY menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan di bulan-bulan mendatang.

    Sebagai Layer 2 di atas Solana, SOLAXY memanfaatkan kecepatan dan efisiensi jaringan Solana sambil menawarkan fitur tambahan yang menarik bagi pengembang dan pengguna.

    Baca Juga: Dogecoin Isyaratkan Pembalikan Tren: Akankah Ada Kenaikan Harga?

    Mengapa Pergerakan Whale Penting?

    Pergerakan para whale sering kali menjadi indikator awal dari tren pasar yang lebih luas.

    Akumulasi besar-besaran terhadap aset tertentu dapat menandakan keyakinan terhadap potensi pertumbuhan harga di masa depan.

    Bagi investor ritel, mengikuti jejak para whale dapat memberikan wawasan berharga dalam membuat keputusan investasi.

    Dengan akumulasi besar-besaran terhadap Dogecoin dan minat yang meningkat terhadap AVAX dan SOLAXY, bulan Juni 2025 tampaknya akan menjadi periode yang menarik bagi pasar kripto.

    Bagi investor yang mencari peluang, memperhatikan pergerakan para whale dan aset-aset yang mereka akumulasi dapat menjadi strategi yang bijak.

    Namun, penting untuk diingat bahwa investasi di pasar kripto tetap memiliki risiko tinggi.

    Selalu lakukan riset menyeluruh dan pertimbangkan toleransi risiko pribadi sebelum membuat keputusan investasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Anjlok, MicroStrategy Terancam Likuidasi?

    MicroStrategy, perusahaan yang dikenal karena strategi agresifnya dalam mengakuisisi Bitcoin, kini menghadapi tekanan besar akibat ketidakpastian pasar.

    Saham perusahaan ini telah anjlok lebih dari 55%, menimbulkan kekhawatiran apakah mereka akan dipaksa untuk menjual kepemilikan Bitcoin mereka yang hampir mencapai 500.000 BTC dengan nilai sekitar $43,7 miliar.

    Strategi Pembelian Bitcoin MicroStrategy

    MicroStrategy telah mengadopsi strategi akumulasi Bitcoin dengan harga rata-rata $66.350 per koin.

    Untuk mendanai pembelian ini, perusahaan menerbitkan obligasi konversi dengan bunga 0% dan menjual saham, sehingga berhasil mempertahankan portofolio Bitcoin senilai $43,4 miliar dengan utang mencapai $8,2 miliar.

    Risiko Likuidasi dan Utang Jangka Panjang

    Sebagian besar utang MicroStrategy jatuh tempo pada tahun 2028, sehingga risiko likuidasi dalam waktu dekat masih minim.

    Namun, potensi likuidasi hanya bisa terjadi jika perusahaan mengalami kebangkrutan atau ada keputusan pemegang saham untuk membubarkan perusahaan.

    Mengingat Michael Saylor masih mengendalikan 47% hak suara, skenario ini tampaknya tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.

    Ancaman dari Penurunan Harga Bitcoin

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 27 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Skenario yang dapat memicu krisis likuiditas bagi MicroStrategy adalah penurunan drastis harga Bitcoin.

    Jika ini terjadi, perusahaan mungkin akan kesulitan mengumpulkan modal tambahan untuk mempertahankan strateginya.

    Namun, Saylor tampaknya tetap optimis dan bahkan menyatakan bahwa MicroStrategy akan membeli lebih banyak Bitcoin jika harga turun secara signifikan.

    Dilema Investor

    Dengan kondisi ini, Investor kini dihadapkan pada pilihan sulit: terus mendukung strategi agresif MicroStrategy dalam investasi Bitcoin atau mempertimbangkan kembali keputusan mereka.

    Jika harga Bitcoin dan saham MicroStrategy terus merosot, perusahaan dapat menghadapi tantangan besar dalam jangka panjang, yang dapat mengancam stabilitas bisnis mereka.

    Ke depannya, keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada pergerakan harga Bitcoin dan kemampuan MicroStrategy dalam mempertahankan kepercayaan investor serta likuiditas mereka di tengah ketidakpastian pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Rocket Pool (RPL) Melonjak 23% Jadi Solusi Staking Ethereum

    Rocket Pool (RPL) adalah protokol staking Ethereum yang terdesentralisasi, dirancang untuk mempermudah partisipasi dalam staking Ethereum 2.0 tanpa memerlukan 32 ETH atau infrastruktur teknis yang kompleks.

    Dengan pendekatan inovatif, Rocket Pool memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam staking dengan modal yang lebih kecil dan fleksibilitas yang lebih besar.

    Harga dan Kapitalisasi Pasar Terkini

    Per 3 Juni 2025, harga token RPL berada di kisaran $6,17 USD, dengan volume perdagangan harian sekitar $33 juta USD.

    Kapitalisasi pasar RPL mencapai sekitar $131 juta USD, dengan total pasokan beredar sebanyak 21,38 juta token.

    Baca Juga: Strategi Treasury SharpLink Gaming Dorong ETH ke $2.700

    Fitur Utama Rocket Pool

    1. Staking Terdesentralisasi: Rocket Pool memungkinkan siapa saja untuk menjalankan node validator dengan hanya 16 ETH, dibandingkan dengan persyaratan 32 ETH pada staking tradisional Ethereum.
    2. Liquid Staking: Pengguna yang melakukan staking melalui Rocket Pool menerima token rETH, yang mewakili ETH yang di-stake dan dapat digunakan dalam ekosistem DeFi lainnya.
    3. Insentif bagi Operator Node: Operator node yang menyediakan layanan staking mendapatkan imbalan tambahan dalam bentuk token RPL, sebagai insentif atas kontribusi mereka dalam menjaga keamanan jaringan.

    Keuntungan Menggunakan Rocket Pool

    • Aksesibilitas: Dengan persyaratan modal yang lebih rendah, lebih banyak pengguna dapat berpartisipasi dalam staking Ethereum.
    • Fleksibilitas: Token rETH yang diterima dapat digunakan dalam berbagai aplikasi DeFi, memberikan likuiditas kepada pengguna.
    • Keamanan: Protokol Rocket Pool telah diaudit oleh beberapa firma keamanan terkemuka, memastikan keandalan dan keamanan bagi penggunanya.
    Pergerakan harga Rocket Pool (RPL/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Rocket Pool (RPL/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Cara Memulai Staking dengan Rocket Pool

    1. Persiapkan ETH: Pastikan Anda memiliki ETH yang ingin di-stake.
    2. Kunjungi Platform Rocket Pool: Akses situs resmi Rocket Pool dan pilih opsi staking yang sesuai.
    3. Ikuti Instruksi: Ikuti panduan yang disediakan untuk menyelesaikan proses staking dan mulai menerima imbalan.

    Baca Juga: EIP-7702 Ethereum: Antara Janji dan Bahaya

    Rocket Pool menawarkan solusi staking Ethereum yang lebih inklusif dan fleksibel, memungkinkan lebih banyak pengguna untuk berpartisipasi dalam keamanan dan konsensus jaringan Ethereum.

    Dengan fitur-fitur seperti liquid staking dan insentif bagi operator node, Rocket Pool menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin memaksimalkan potensi aset kripto mereka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Attestation Service (SAS): Identitas Terdesentralisasi Web3

    Solana Foundation baru-baru ini meluncurkan Solana Attestation Service (SAS), sebuah protokol terbuka dan tanpa izin yang memungkinkan penerbitan, penyimpanan, dan verifikasi kredensial identitas secara on-chain.

    SAS dirancang untuk mengatasi tantangan verifikasi identitas di dunia Web3, seperti proses Know Your Customer (KYC) yang rumit dan kontrol akses yang tidak efisien, sambil tetap menjaga privasi pengguna.

    Mekanisme Kerja SAS

    Menurut laporan Blockworks pada Selasa (3/6), SAS beroperasi melalui tiga peran utama:

    1. Penerbit (Issuer): Entitas seperti penyedia KYC, DAO, atau pemerintah yang membuat dan menandatangani pernyataan (attestation) berdasarkan informasi off-chain.
    2. Pemegang (Holder): Pemilik dompet Solana yang menerima dan menyimpan referensi pernyataan tersebut dalam dompet mereka.
    3. Pemeriksa (Verifier): Aplikasi atau protokol yang memverifikasi keabsahan pernyataan sebelum memberikan akses atau layanan kepada pengguna.

    Pernyataan ini disimpan secara on-chain, memungkinkan verifikasi yang cepat dan tanpa perlu mengungkapkan data pribadi pengguna.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Manfaat Utama SAS

    • Privasi Terjaga: Informasi pribadi tidak disimpan secara on-chain, hanya referensi pernyataan yang dapat diverifikasi.
    • Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik: Pengguna hanya perlu melakukan verifikasi sekali dan dapat menggunakan kredensial tersebut di berbagai aplikasi.
    • Terbuka dan Tanpa Izin: Siapa pun dapat membangun dan menggunakan SAS tanpa perlu izin khusus.

    Baca Juga: Solana Menguat: Staking $621 Juta, ETF di Persimpangan

    Kasus Penggunaan SAS

    SAS dapat digunakan dalam berbagai skenario, termasuk:

    • KYC dan Kepatuhan: Memenuhi persyaratan regulasi dengan sekali verifikasi yang dapat digunakan di berbagai platform.
    • Kontrol Akses Berdasarkan Wilayah: Membatasi akses ke aplikasi atau aset berdasarkan yurisdiksi pengguna.
    • Perlindungan terhadap Bot (Sybil Resistance): Membuktikan keunikan pengguna untuk airdrop, tata kelola, atau peluncuran yang adil.
    • Verifikasi Akreditasi: Memvalidasi kelayakan investor untuk platform aset dunia nyata.
    • Sistem Reputasi DAO: Membangun kredensial voting, kontribusi, atau prestasi yang dapat digunakan di berbagai komunitas.

    Integrasi dengan Mitra Ekosistem

    Beberapa proyek telah mengintegrasikan SAS ke dalam layanan mereka:

    • Civic: Menggunakan SAS untuk menerbitkan kredensial kepatuhan yang dapat digunakan kembali.
    • Solid: Memungkinkan pengguna mengumpulkan “stempel” seperti “pengembang terverifikasi” atau “anggota komunitas pendiri”.
    • RNS.ID: Meluncurkan infrastruktur “Proof” mereka sendiri di SAS.
    • Sumsub: Mengintegrasikan Sumsub ID dengan SAS untuk kredensial identitas digital yang dapat digunakan kembali.

    Baca Juga: SEC Tinjau ETF Staking Solana dan Ethereum

    Solana Attestation Service (SAS) menghadirkan solusi identitas terdesentralisasi yang menjaga privasi, meningkatkan efisiensi, dan memungkinkan interoperabilitas di ekosistem Web3.

    Dengan dukungan dari berbagai mitra dan kasus penggunaan yang luas, SAS berpotensi menjadi standar baru dalam verifikasi identitas digital di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sberbank Luncurkan Obligasi Bitcoin di Rusia

    Sberbank, bank terbesar di Rusia, telah meluncurkan obligasi terstruktur yang dipatok pada harga Bitcoin dan nilai tukar USD/RUB.

    Langkah ini menandai komitmen Sberbank untuk memperluas eksposur Rusia terhadap aset kripto, meskipun negara tersebut memiliki regulasi yang ketat terhadap cryptocurrency.

    Inovasi Keuangan di Tengah Regulasi Ketat

    Meskipun Bank Rusia telah mengeluarkan kebijakan yang membatasi penggunaan cryptocurrency, Sberbank berhasil mengembangkan produk keuangan yang memungkinkan investor domestik mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin tanpa melanggar regulasi yang ada.

    Obligasi ini dirancang sedemikian rupa sehingga tidak melibatkan transaksi langsung dengan cryptocurrency, tetapi tetap memberikan keuntungan yang terkait dengan fluktuasi harga Bitcoin dan nilai tukar USD/RUB.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 3 Juni 2025: Harga Bitcoin Perlahan Bangkit

    Struktur Obligasi dan Mekanisme Pengembalian

    Obligasi terstruktur ini menawarkan pengembalian yang bergantung pada dua faktor utama: harga Bitcoin dan nilai tukar USD/RUB.

    Investor yang membeli obligasi ini akan menerima pembayaran berdasarkan kinerja kedua faktor tersebut selama periode tertentu.

    Namun, penting untuk dicatat bahwa produk ini tidak memberikan hak kepemilikan langsung atas Bitcoin, melainkan eksposur terhadap pergerakan harga aset kripto tersebut.

    Peluang dan Risiko bagi Investor Rusia

    Peluncuran obligasi berbasis Bitcoin ini memberikan peluang bagi investor Rusia untuk mendapatkan keuntungan dari potensi apresiasi harga Bitcoin tanpa harus terlibat langsung dalam pasar kripto yang masih dianggap berisiko tinggi oleh regulator.

    Namun, produk ini juga membawa risiko, terutama terkait dengan volatilitas harga Bitcoin dan fluktuasi nilai tukar USD/RUB. Investor perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam obligasi terstruktur ini.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 3 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Langkah Sberbank Menuju Masa Depan Keuangan Digital

    Peluncuran obligasi berbasis Bitcoin ini merupakan bagian dari strategi Sberbank untuk mengintegrasikan teknologi blockchain dan aset digital ke dalam layanan keuangan tradisional.

    Sebelumnya, pada tahun 2021, Sberbank telah meluncurkan ETF berbasis blockchain pertama di Rusia, yang memberikan eksposur kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi blockchain dan cryptocurrency.

    Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Sberbank untuk tetap berada di garis depan inovasi keuangan, meskipun menghadapi tantangan regulasi di pasar domestik.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 2 Juni 2025: Likuidasi Bitcoin Bisa Dorong Harga

    Inovasi dalam Batasan Regulasi

    Peluncuran obligasi berbasis Bitcoin oleh Sberbank mencerminkan upaya bank terbesar di Rusia untuk mengakomodasi minat masyarakat terhadap aset kripto, sambil tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

    Meskipun produk ini tidak memberikan akses langsung ke cryptocurrency, ia menawarkan cara bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga Bitcoin dan nilai tukar USD/RUB.

    Langkah ini dapat menjadi model bagi institusi keuangan lainnya yang ingin memasuki pasar aset digital tanpa melanggar batasan regulasi yang ada.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • EIP-7702 Ethereum: Antara Janji dan Bahaya

    Ethereum, sebagai salah satu platform blockchain terbesar di dunia, terus berinovasi untuk meningkatkan keamanan, efisiensi, dan fleksibilitas penggunaannya.

    Salah satu pembaruan terbaru yang mencuri perhatian adalah Ethereum Improvement Proposal (EIP) 7702.

    Ide Vitalik Buterin

    Proposal ini dikembangkan oleh Vitalik Buterin, pendiri Ethereum, dan bertujuan untuk memberikan kemampuan akun pengguna (Externally Owned Account/EOA) agar bisa bertindak seperti smart contract dalam satu transaksi.

    Meski terdengar menjanjikan dari sisi inovasi, kehadiran EIP-7702 juga menimbulkan kekhawatiran baru di komunitas, terutama mengenai potensi pencurian koin atau eksploitasi oleh pihak tidak bertanggung jawab.

    Baca Juga: Outlook Harga Ethereum Juni 2025: Menuju $3.000 atau Koreksi Lagi?

    Apa Itu EIP-7702?

    Secara teknis, EIP-7702 memperkenalkan konsep yang memungkinkan akun biasa (EOA) untuk mengadopsi kode kontrak sementara selama transaksi.

    Artinya, akun pengguna dapat bertindak layaknya smart contract, menjalankan logika tertentu dalam satu transaksi, dan kembali menjadi EOA setelah selesai.

    Fitur ini membuka banyak potensi menarik, seperti:

    • Otomatisasi transaksi yang kompleks.
    • Peningkatan kompatibilitas dengan berbagai aplikasi.
    • Langkah awal menuju adopsi akun kontrak secara menyeluruh di Ethereum.

    Namun seperti inovasi lain di dunia blockchain, fitur canggih ini membawa risiko jika tidak diterapkan dengan benar atau jika digunakan oleh aktor jahat.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Potensi Risiko: Celah Bagi Pencurian?

    Kekhawatiran utama dari komunitas adalah bahwa EIP-7702, jika tidak diawasi dengan ketat, bisa membuka pintu masuk baru bagi pencurian aset kripto.

    Dengan memungkinkan EOA bertindak seperti kontrak, maka potensi kesalahan dalam penulisan atau penerapan kode sementara bisa menyebabkan celah keamanan.

    Beberapa risiko yang dikhawatirkan meliputi:

    • Serangan rekayasa kode: Aktor jahat dapat menyisipkan kode kontrak berbahaya saat pengguna tidak menyadarinya.
    • Kompromi akun pribadi: Jika pengguna salah dalam menetapkan logika kontrak sementara, hal ini dapat dieksploitasi untuk memindahkan dana tanpa izin.
    • Penggunaan library atau dependensi berbahaya dalam eksekusi transaksi.

    Para pengembang dan ahli keamanan Ethereum telah menekankan pentingnya audit dan pengujian menyeluruh sebelum implementasi fitur ini secara luas.

    Mereka juga mendorong pengguna untuk memahami risiko dan tidak langsung menggunakan fitur ini dalam aktivitas sehari-hari sampai dipastikan aman.

    Respon Komunitas dan Pengembang

    Reaksi terhadap EIP-7702 terpecah. Di satu sisi, banyak yang memuji langkah Ethereum untuk bergerak ke arah account abstraction, sebuah konsep di mana akun pengguna bisa diprogram dan lebih fleksibel.

    Hal ini dinilai sebagai pondasi penting menuju Ethereum yang lebih efisien dan ramah pengguna.

    Namun, sejumlah pengembang khawatir bahwa fitur sekuat ini jika diterapkan terlalu cepat tanpa kontrol yang ketat bisa menyebabkan eksploitasi masif seperti yang pernah terjadi pada smart contract di masa lalu (misalnya insiden DAO tahun 2016).

    Vitalik Buterin dan timnya menyadari kekhawatiran tersebut dan telah berkomitmen untuk menyertakan mekanisme perlindungan tambahan, termasuk batasan dalam implementasi kode sementara serta metode validasi untuk menghindari tindakan berbahaya.

    Baca Juga: Vitalik Buterin: Blockchain Privasi Kunci Pembayaran Nasional

    Inovasi dan Kewaspadaan Harus Berjalan Beriringan

    EIP-7702 menawarkan potensi besar bagi ekosistem Ethereum, terutama dalam hal fleksibilitas dan kemajuan teknis.

    Namun, inovasi ini juga menghadirkan tantangan baru dalam hal keamanan dan kesadaran pengguna.

    Pengguna disarankan untuk terus mengikuti perkembangan dan edukasi terkait fitur ini sebelum menggunakannya secara langsung.

    Di dunia blockchain yang berkembang cepat, inovasi selalu datang bersama tanggung jawab, baik dari pengembang, penyedia layanan, maupun pengguna akhir.

    Dengan pendekatan yang hati-hati dan kolaboratif, EIP-7702 dapat menjadi langkah besar menuju Ethereum yang lebih kuat dan adaptif di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • HK Asia Holdings Tambah Investasi Bitcoin, Saham Naik Signifikan

    HK Asia Holdings Limited, perusahaan investasi asal Hong Kong, kembali menambah kepemilikan Bitcoin setelah mengalami lonjakan harga saham yang signifikan.

    Dalam pengumuman terbaru pada 23 Februari 2025 seperti dikutip dari Cointelegraph pada Selasa (25/2), perusahaan menyatakan bahwa dewan direksi telah menyetujui peningkatan investasi dalam Bitcoin.

    Dongkrak Harga Saham

    Pada 20 Februari, HK Asia membeli sekitar 7,88 BTC dengan total biaya sekitar $761.705. Dengan pembelian ini, total kepemilikan Bitcoin perusahaan mencapai 8,88 BTC dengan harga rata-rata pembelian sebesar $97.021 per koin atau sekitar $861.500 secara keseluruhan.

    Sebelumnya, pada 16 Februari, HK Asia pertama kali membeli 1 BTC. Langkah ini langsung berdampak positif pada harga saham perusahaan yang melonjak hampir 93% pada 17 Februari saat pasar dibuka kembali.

    Tren kenaikan saham ini berlanjut setelah pembelian terbaru. Pada 24 Februari, saham HK Asia naik sekitar 5,7% di bursa saham Hong Kong dan diperdagangkan di angka 6,66 dolar Hong Kong (sekitar $0,86).

    Jika harga saham ini bertahan, HK Asia berpotensi menutup perdagangan di atas rekor tertinggi Juni 2019, yaitu 6,50 dolar Hong Kong (sekitar $0,84). Sejauh tahun ini, harga saham perusahaan telah meningkat hingga 1.700%.

    Langkah HK Asia dalam mengadopsi Bitcoin mencerminkan tren global di mana perusahaan publik mulai menginvestasikan aset mereka dalam cryptocurrency guna meningkatkan pendapatan.

    Harga Bitcoin

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 24 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 24 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam pengumuman sebelumnya, perusahaan menyatakan bahwa popularitas cryptocurrency yang meningkat di dunia bisnis menjadi salah satu alasan utama investasi ini.

    Harga Bitcoin sendiri saat ini masih stabil dalam 24 jam terakhir, turun kurang dari 1% ke angka $95.537. Sejak 5 Februari, Bitcoin belum mampu menembus batas psikologis $100.000 dan turun 12% dari puncaknya pada 20 Januari yang mencapai $108.786.

    Keputusan HK Asia untuk terus menambah kepemilikan Bitcoin menunjukkan bahwa minat institusional terhadap aset digital ini terus meningkat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Georgia Ajukan RUU SBR yang Baru Terkait Cadangan Bitcoin

    Georgia tengah mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait Cadangan Bitcoin Strategis (Strategic Bitcoin Reserve/SBR), yang saat ini telah diserahkan kepada pihak Senat di negara bagian AS tersebut.

    Langkah itu merupakan upaya legislatif (SB 228) yang diperkenalkan oleh Partai Demokrat. RUU ini muncul sebagai pesaing partisan terhadap RUU SBR yang diajukan oleh Partai Republik (SB 178), sepuluh hari sebelumnya.

    Perlu dicatat, RUU yang diajukan oleh Partai Demokrat tidak memiliki batasan investasi. Sebagai perbandingan, RUU yang bersaing memiliki batasan 5%. Secara keseluruhan, lebih dari 20 RUU SBR tingkat negara bagian kini telah diperkenalkan di AS.

    Undang-undang Cadangan Bitcoin

    Sementara itu, RUU SBR (HB 429) baru-baru ini gagal lolos pembacaan kedua di DPR Montana, yang berarti RUU tersebut secara efektif tidak akan disahkan.

    RUU tersebut dinyatakan gagal karena banyak anggota Partai Republik yang menentang inisiatif tersebut.

    Teraktual, UT saat ini memimpin dalam pemilihan SBR. Minggu lalu, RUU HB230-nya disahkan oleh Komite Pendapatan dan Perpajakan Senat.

    Senat kini akan mengadakan pembacaan kedua, yang akan diikuti oleh pembacaan ketiga. Langkah terakhir adalah gubernur menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang.

    Seperti dilansir U.Today pada Selasa (25/2), RUU SBR serupa juga telah diperkenalkan di negara bagian lainnya, seperti North Carolina dan Kentucky.

    Alasan Pengajuan

    Sekadar informasi, Georgia menjadi salah satu negara bagian AS yang masyarakatnya cukup aktif bertransaksi di dunia aset digital, termasuk pasar kripto.

    Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Georgia aktif mendorong pengembangan inovasi teknologi, termasuk blockchain dan cryptocurrency.

    Sejak 2019, negara ini telah memberlakukan kebijakan pajak yang menguntungkan bagi perusahaan cryptocurrency dan penambangan Bitcoin, menarik investasi asing dan menciptakan ekosistem teknologi yang dinamis.

    Selain untuk menjadi penantang kebijakan yang diajukan Partai Republik, langkah pengajuan RUU SBR ini juga tidak terlepas dari dua faktor utama.

    Pertama, geopolitik. Georgia berada di persimpangan Eropa dan Asia, dengan ketegangan politik yang masih ada dengan Rusia.

    Diversifikasi ekonomi melalui aset digital diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada mata uang tradisional (USD, EUR) dan meningkatkan ketahanan finansial.

    Kedua, ambisi teknologi. Partai Demokrat ingin memposisikan Georgia sebagai “hub blockchain” global guna menyaingi negara-negara seperti Swiss dan Singapura.

    Dalam pengajuannya, RUU SBR mengusulkan tiga langkah utama, antara lain:

    Alokasi Cadangan Devisa ke Bitcoin

    Pemerintah akan mengalokasikan sebagian dari cadangan devisa negara ke Bitcoin. Persentase pastinya masih dalam diskusi, tetapi diperkirakan antara 1-5% dari total cadangan (sekitar $200 juta hingga $1 miliar).

    Georgia akan membangun fasilitas penambangan Bitcoin (mining) yang didukung energi terbarukan, seperti PLTA dan tenaga surya. Ini sejalan dengan komitmen negara tersebut terhadap keberlanjutan lingkungan.

    Bitcoin akan diakui sebagai alat pembayaran sukarela untuk layanan publik dan pajak, layaknya mata uang konvensional.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Staking $621 Juta, ETF di Persimpangan

    Solana (SOL) menunjukkan ketangguhannya di tengah ketidakpastian regulasi terkait ETF (Exchange-Traded Fund) dengan mencatatkan lonjakan staking sebesar $621 juta dan peningkatan signifikan dalam aktivitas sosial media.

    Meskipun menghadapi penundaan dan pengawasan dari SEC terhadap ETF berbasis staking, Solana berhasil menarik perhatian investor dan komunitas kripto global.

    Lonjakan Staking yang Mengesankan

    Dalam beberapa minggu terakhir, Solana mencatatkan peningkatan staking sebesar $621 juta, menandakan kepercayaan yang kuat dari para investor terhadap jaringan ini.

    Staking, proses di mana pemilik token mengunci aset mereka untuk mendukung operasi jaringan dan menerima imbalan, menjadi indikator penting dari kesehatan dan kepercayaan terhadap ekosistem blockchain.

    Lonjakan ini menunjukkan bahwa, meskipun ada ketidakpastian regulasi, banyak investor melihat nilai jangka panjang dalam berpartisipasi aktif dalam jaringan Solana melalui staking.

    Aktivitas Sosial Media yang Meningkat

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 2 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Selain peningkatan staking, Solana juga mengalami lonjakan dalam aktivitas sosial media.

    Diskusi, mention, dan sentimen positif mengenai Solana meningkat di berbagai platform seperti Twitter, Reddit, dan Telegram.

    Peningkatan ini mencerminkan minat dan antusiasme komunitas terhadap perkembangan dan potensi Solana di masa depan.

    Buzz sosial yang meningkat ini juga berkontribusi pada visibilitas dan adopsi Solana, menarik lebih banyak pengguna dan pengembang ke ekosistemnya.

    Baca Juga: SEC Tinjau ETF Staking Solana dan Ethereum

    Tantangan Regulasi ETF

    Meskipun ada perkembangan positif, Solana tidak terlepas dari tantangan. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah menunda keputusan terkait ETF berbasis staking untuk Ethereum dan Solana, menimbulkan ketidakpastian di pasar.

    Penundaan ini mencerminkan kehati-hatian regulator terhadap produk keuangan baru yang melibatkan aset kripto dan mekanisme staking.

    Namun, beberapa perusahaan investasi seperti REX Shares telah mengajukan struktur ETF inovatif yang menggabungkan staking, menunjukkan upaya industri untuk memenuhi persyaratan regulasi sambil menawarkan produk yang menarik bagi investor.

    ETF Staking Solana: Inovasi di Tengah Ketidakpastian

    Beberapa ETF berbasis Solana telah diluncurkan di pasar internasional, menawarkan investor eksposur terhadap aset ini beserta imbal hasil dari staking.

    Misalnya, 3iQ Corp. meluncurkan Solana Staking ETF (SOLQ) di Bursa Efek Toronto, memberikan investor cara yang aman dan efisien untuk berinvestasi di Solana sambil mendapatkan imbalan staking.

    Alhasil, ETF ini menarik perhatian dengan investasi awal sebesar $50 juta dari SkyBridge Capital.

    Selain itu, 21Shares meluncurkan Solana Staking ETP (ASOL) yang terdaftar di Eropa, menawarkan akses yang diatur dan transparan ke pertumbuhan Solana.

    Produk ini memungkinkan investor untuk mendapatkan imbal hasil staking tanpa harus mengelola aset secara langsung.

    Solana menunjukkan ketangguhan dan daya tarik yang kuat di tengah tantangan regulasi dan ketidakpastian pasar. Lonjakan staking sebesar $621 juta dan peningkatan aktivitas sosial media mencerminkan kepercayaan dan minat yang terus tumbuh terhadap jaringan ini.

    Baca Juga: Anomali Pasar, Tren Bullish Solana di Depan Mata?

    Meskipun menghadapi hambatan dalam peluncuran ETF berbasis staking, inovasi dan dukungan komunitas menunjukkan bahwa Solana memiliki potensi untuk terus berkembang dan memainkan peran penting dalam ekosistem kripto global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com