Tag: bybit

  • Harga Bitcoin Melonjak, Targetkan Level $90.000 Saat Sentimen Positif

    Harga Bitcoin kembali mencatatkan lonjakan signifikan di tengah pertumbuhan pasar kripto global.

    Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin naik sebesar 3,36% dan diperdagangkan di kisaran $87.196,52, mendekati level resistance baru di $88.500 dan berpotensi menembus angka psikologis $90.000.

    Kenaikan ini turut mendorong kapitalisasi pasar kripto global meningkat 2,93% menjadi $2,75 triliun, dengan volume perdagangan harian melonjak 42,67% menjadi $68,79 miliar.

    Dilaporkan Coinpedia, Ethereum juga mengalami kenaikan sebesar 3,21%, sementara XRP menguat 3,19%. Di antara altcoin lainnya, Solana naik 1,08%, sedangkan Stacks dan MANA mencatatkan lonjakan tertinggi masing-masing sebesar 16,30% dan 12,57%.

    Pendorong Kenaikan Bitcoin

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 22 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 22 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Charles Schwab Dorong Harga Bitcoin Tembus $100.000?

    Kinerja impresif Bitcoin turut didorong oleh data teknikal yang menguat. Pola segitiga menaik dan indikator RSI yang tetap netral memperkuat proyeksi bullish dalam jangka pendek.

    Arus masuk ETF sebesar $45,5 juta serta keluarnya 14.000 BTC dari bursa oleh investor besar (whale) turut mendukung sentimen positif pasar. Selain itu, jumlah dompet Bitcoin yang tidak kosong meningkat ke angka 54,72 juta, mendekati rekor tertinggi, mencerminkan minat dan partisipasi investor yang terus tumbuh.

    Institusi Beli BTC

    Di sisi institusional, perusahaan investasi Strategy kembali menambah kepemilikan Bitcoin-nya dengan membeli 6.556 BTC senilai $555,8 juta. Pembelian ini dilakukan dengan harga rata-rata $84.785 per BTC, meningkatkan total kepemilikan Strategy menjadi 538.200 BTC dengan nilai lebih dari $36,47 miliar. Pendiri perusahaan, Michael Saylor, mencatat bahwa Bitcoin telah memberikan imbal hasil sebesar 12,1% sepanjang tahun ini.

    Dengan indikator teknikal yang mendukung dan dukungan kuat dari institusi besar, Bitcoin kini menargetkan level resistance selanjutnya di angka $90.000, menandakan momentum bullish yang kian menguat di pasar kripto.

    Baca Juga: Bitcoin Bisa Tembus $138.000 dalam 3 Bulan? Ini Kata Analis!

    Secara umum, berbagai peristiwa yang terjadi baru-baru ini menunjukkan bahwa pasar kripto tetap berada dalam fase dinamis dengan peluang dan risiko yang besar. Bagi pelaku pasar, penting untuk terus mengikuti perkembangan regulasi, tren teknologi blockchain, dan kondisi makroekonomi global.

    Strategi diversifikasi dan manajemen risiko menjadi kunci utama untuk tetap bertahan dan berkembang di tengah ketidakpastian yang ada.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kelar Cuci Ethereum, Lazarus Group Kuasai 6.706 BTC

    Analisis blockchain dari Arkham Intelligence mengungkap bahwa kelompok peretas Lazarus Group telah menyelesaikan pencucian ethereum (ETH) yang diperoleh dari peretasan Bybit.

    Sebagian besar dana hasil kejahatan ini telah dikonversi menjadi bitcoin (BTC), dengan total kepemilikan mencapai 6.706 BTC.

    Dari 57 akun yang diperiksa, kelompok hacker asal Korea Utara itu diketahui telah menghabiskan hampir seluruh saldo awal mereka sebanyak 499.000 ETH.

    Saat ini, hanya tersisa 0,1991871 ETH atau sekitar $432 dalam akun mereka. Konversi besar-besaran ke BTC ini menjadi indikasi bahwa kelompok tersebut telah berhasil mencuci dana mereka melalui berbagai transaksi.

    Lazarus Group dan Aliran Dana Tak Terlacak

    Arkham Intelligence juga melaporkan bahwa platform Thorchain telah memproses lebih dari $5,5 miliar dalam volume transaksi sejak serangan terhadap Bybit pada 21 Februari 2025 lalu.

    Sebagian besar dana tersebut kini telah berpindah ke BTC, dengan transaksi yang dilakukan melalui jaringan alamat yang belum teridentifikasi oleh regulator.

    BitcoinNews melaporkan pada Rabu (5/3) bahwa Pada 4 Maret 2025 pukul 15:30 ET, kepemilikan bitcoin Lazarus Group melonjak menjadi 6.706 BTC, dengan nilai sekitar $591 juta.

    Meskipun jumlah aset mereka saat ini turun menjadi $619,5 juta dari $919 juta dua hari sebelumnya, peretas ini tetap aktif melakukan transaksi.

    ETH Masih Beredar dalam Jaringan Lazarus Group

    Meskipun sebagian besar ETH telah dikonversi ke BTC, jaringan dompet Lazarus Group yang berisi lebih dari 70 akun masih menyimpan sekitar 10.690 ETH.

    Dana ini terus bergerak, dengan puluhan transaksi keluar yang tercatat dalam dua minggu terakhir.

    Sayangnya, belum diketahui secara pasti alasan utama peretas ini beralih ke BTC, tetapi faktor likuiditas kemungkinan menjadi alasan utama di balik keputusan mereka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hacker Korea Utara Selesaikan Pencucian Dana $1,5 Miliar dari Bybit!

    Hacker Korea Utara yang menyerang Bybit hampir menyelesaikan proses pencucian dana dari 499.000 ETH yang dicuri, atau senilai sekitar $1,5 miliar (Rp 24,7 triliun), seperti dikabarkan oleh Beincrypto pada Senin (3/3).

    Dengan kecepatan saat ini, pencucian dana ini diperkirakan akan selesai dalam tiga hari ke depan.

    Aktivitas Pencucian Dana Kian Meningkat

    Pada 1 Maret 2025, peretas memindahkan tambahan 62.200 ETH senilai $138 juta, menyisakan hanya 156.500 ETH yang belum dicuci.

    Menurut penyelidik kripto EmberCN, pola transaksi menunjukkan bahwa para peretas memiliki strategi pencucian dana yang sangat efisien dan canggih, melibatkan dompet perantara, bursa terdesentralisasi, serta jembatan lintas rantai (cross-chain bridges) untuk menyamarkan pergerakan dana.

    FBI Identifikasi Pelaku di Balik Serangan

    Pada 27 Februari, FBI mengidentifikasi kelompok peretas yang terkait dengan Korea Utara, TraderTraitor, sebagai dalang di balik serangan Bybit.

    Menanggapi hal ini, Bybit telah meluncurkan program bounty senilai $140 juta untuk membantu melacak dan membekukan aset yang dicuri.

    Sejauh ini, 16 orang telah menerima total $4,2 juta sebagai imbalan atas kontribusi mereka.

    Circle Dikritik karena Tanggapan yang Lambat

    Sementara itu, penerbit stablecoin USDC, Circle, mendapat kritik tajam karena dianggap lambat dalam memblokir dompet yang dikendalikan oleh peretas.

    Pakar blockchain ZachXBT menyoroti bahwa Circle membutuhkan lebih dari 24 jam untuk bertindak, memberi waktu bagi peretas untuk memindahkan dana lebih jauh dari jangkauan hukum.

    CEO Circle, Jeremy Allaire, membela kebijakan perusahaan dengan menyatakan bahwa mereka hanya bertindak berdasarkan permintaan resmi dari otoritas hukum.

    Namun, para pakar keamanan, termasuk Taylor Monahan, menilai bahwa keterlambatan ini memungkinkan peretas untuk mencuci dana sebelum tindakan pencegahan dilakukan.

    Pentingnya Respons Cepat dalam Menangani Kejahatan Kripto

    Kritik terhadap Circle menyoroti perlunya respons yang lebih cepat dalam menangani kejahatan siber, terutama di sektor kripto yang bergerak dengan kecepatan tinggi.

    Monahan menegaskan bahwa perusahaan seperti Circle harus lebih proaktif dalam membekukan dana hasil kejahatan untuk mengurangi dampak buruk bagi ekosistem kripto secara keseluruhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Waspada, Arus Keluar ETF Bitcoin Tembus $1,1 Miliar

    Ketakutan pasar mendorong investor menjauh dari aset berisiko karena meningkatnya ketegangan perdagangan dan ketidakpastian ekonomi.

    Imbasnya, ETF Bitcoin spot AS membukukan arus keluar bersih sekitar $1,1 miliar pada hari Selasa. Ini merupakan arus keluar harian terbesar sejak peluncurannya, menurut data dari Farside Investors.

    Sejauh minggu ini, arus keluar bersih grup tersebut telah melonjak hingga lebih dari $1,6 miliar.

    Penarikan besar-besaran berlanjut selama aksi jual tajam pasar kripto, dengan investor mundur dari aset berisiko dalam menghadapi meningkatnya kekhawatiran ekonomi makro setelah ancaman tarif Presiden Trump.

    FBTC milik Fidelity memimpin eksodus dengan arus keluar sekitar $344 juta, diikuti oleh IBIT milik BlackRock dengan hampir $162 juta dalam penebusan, dan ARKB milik ARK Invest dengan $126 juta.

    Sementara itu, BITB milik Bitwise dan BTC milik Grayscale masing-masing mencatat lebih dari $85 juta dalam arus keluar bersih.

    Arus Keluar ETF Bitcoin

    EZBC milik Franklin Templeton merugi $74 juta, sedangkan GBTC milik Grayscale dan BTCO milik Invesco masing-masing turun sebesar $66 juta dan $62 juta.

    Dana pesaing yang dikelola oleh Valkyrie, WisdomTree, dan VanEck juga melaporkan arus keluar bersih.

    Arus keluar yang intens melampaui rekor sebelumnya yang ditetapkan pada 19 Desember, ketika kelompok ETF Bitcoin spot melihat penarikan hampir $672 juta setelah Bitcoin turun di bawah $97.000.

    Penarikan tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar $672 juta yang ditetapkan pada tanggal 19 Desember, menandai hari keenam berturut-turut arus keluar untuk kelompok ETF, yang melihat penarikan sebesar $539 juta pada hari Senin.

    Bitcoin menyentuh $86.000 hari ini, level terendah sejak November, dan saat ini diperdagangkan pada $88.000, turun 7% selama seminggu terakhir, menurut TradingView.

    Secara keseluruhan, total kapitalisasi pasar kripto telah turun 3,5% dalam waktu 24 jam terakhir.

    Picu Likuidasi

    Penurunan tajam di seluruh aset memicu likuidasi leverage senilai $1,6 miliar pada hari Senin, sebagaimana dilaporkan Crypto Briefing pada Kamis (27/2).

    Mantan CEO BitMEX Arthur Hayes memperingatkan potensi penurunan pasar saat dana lindung nilai menghentikan perdagangan dasar mereka yang melibatkan ETF Bitcoin.

    “Banyak pemegang $IBIT adalah dana lindung nilai yang melakukan long ETF short CME futures untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih besar daripada yang mereka lakukan, yaitu pendanaan jangka pendek US treasury,” kata Hayes.

    Ia memperingatkan bahwa jika harga Bitcoin jatuh, “dana ini akan menjual $IBIT dan membeli kembali CME futures.”

    Gejolak pasar menyusul pengaktifan kembali tarif oleh Presiden Trump atas barang-barang dari Meksiko dan Kanada, yang menyalakan kembali ketakutan terhadap inflasi dan mendorong investor menjauh dari aset-aset berisiko.

    Bahkan Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto, ukuran sentimen pasar kripto, telah turun dari 25 ke 21, tetap berada dalam “zona ketakutan ekstrem.”


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Infini Neobank Diretas, $49,5 Juta USDC Raib

    Infini Neobank mengalami peretasan besar pada 24 Februari 2025, dengan kerugian dana sebesar $49,5 juta atau setara Rp 805 miliar dalam bentuk USDC yang dicuri akibat kompromi kunci privat.

    Coincu mengabarkan pada Selasa (25/2) bahwa insiden ini menambah daftar panjang serangan siber terhadap platform kripto pada tahun 2024, termasuk kasus Bybit yang kehilangan $1,4 miliar (Rp 22,7 triliun).

    Cara Peretas Mencuri Dana Infini Neobank

    Menurut laporan dari CertiK, peretas memperoleh akses ke dompet terkait Infini dan menarik seluruh saldo USDC. Setelah itu, dana tersebut dikonversi ke DAI sebelum akhirnya digunakan untuk membeli Ethereum.

    Dengan memindahkan dana ke dompet baru, peretas berhasil menyulitkan proses pelacakan dan pemulihan aset oleh tim keamanan IT Infini Neobank.

    Tidak seperti banyak kasus peretasan sebelumnya yang mengeksploitasi celah smart contract, kejadian ini murni disebabkan oleh pengelolaan kunci privat yang buruk.

    Hal ini memicu kekhawatiran serius mengenai standar keamanan yang diterapkan oleh Infini Neobank dalam melindungi dana penggunanya.

    Infini Neobank Janji Ganti Rugi Penuh

    Meski mengalami kerugian besar, salah satu pendiri Infini Neobank, Christian (@Christianeth), meyakinkan pengguna bahwa seluruh dana yang hilang akan diganti sepenuhnya.

    Ia menegaskan bahwa perusahaan memiliki kapasitas keuangan untuk menutupi kerugian para trader akibat peretasan tersebut.

    Pernyataan ini juga didukung oleh salah satu co-founder lainnya, @0xsexybanana, meskipun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan mengenai jadwal kompensasi.

    Lonjakan Peretasan di Sektor Keuangan Kripto

    Di sisi lain, peretasan Infini Neobank merupakan bagian dari tren meningkatnya serangan terhadap platform keuangan kripto pada 2024.

    Sebelumnya, Bybit mengalami kerugian lebih besar akibat manipulasi logika smart contract yang memungkinkan peretas menguras dompet dingin mereka.

    Sebagai platform yang menghubungkan perbankan tradisional dengan keuangan kripto, Infini Neobank kini menghadapi tantangan besar dalam memperkuat keamanannya.

    Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan kunci privat yang baik dan perlindungan smart contract yang ketat adalah langkah krusial dalam menghindari kerugian di sektor ini.

    Dengan semakin berkembangnya adopsi keuangan digital, langkah-langkah keamanan yang lebih ketat perlu diterapkan guna melindungi pengguna dari ancaman peretasan yang terus meningkat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Adam Back Kecam EVM Ethereum sebagai Biang Peretasan Bybit

    Cypherpunk Adam Back menjelaskan proses peretasan Bybit, lalu menyalahkan semuanya pada EVM.

    Adam Back, seorang cypherpunk dan CEO Blockstream, telah menggunakan akunnya di jaringan media sosial X untuk mengomentari peretasan Bybit baru-baru ini, ketika bursa tersebut kehilangan Ethereum senilai $1,4 miliar.

    Tokoh terkemuka di bidang kripto dan salah satu kandidat Satoshi ini menyatakan bahwa hal yang memungkinkan para peretas berhasil adalah Ethereum Virtual Machine (EVM) itu sendiri.

    Menurut cuitan tersebut, Adam Back tampaknya yakin bahwa kompleksitas transaksi EVM dan Ethereum adalah alasan utama para peretas berhasil menguras seluruh isi dompet dingin Ethereum milik Bybit.

    Dompet perangkat keras, ungkapnya, khususnya menyebutkan Ledger HWW (dompet perangkat keras) kesulitan melakukan transaksi pada blockchain ini karena kompleksitasnya.

    “HWW memiliki daya yang terlalu rendah untuk ditafsirkan dan memuat informasi untuk memverifikasi skrip dan status EVM yang terlalu rumit,” cuit Adam Back via media sosial X.

    Ia lantas menjelaskan bahwa dalam kasus peretasan Bybit ini, bursa tersebut mencoba mengirim Ethereum senilai $100 juta dari dompet dingin ke dompet panas.

    Namun, karena melibatkan mekanisme penandatanganan buta, para peretas berhasil memanipulasi kontrak pintar ETH dan menguras seluruh ETH senilai $1,4 miliar.

    Pada hari Sabtu, Back menyampaikan pendapatnya tentang peretasan Bybit, dengan mengatakan bahwa “Dominasi Bitcoin meningkat pesat” dan mengecam Ethereum dan EVM sebagai sesuatu yang “kompleks, rapuh, ditandatangani secara membabi buta, dan tidak dapat diamankan.”

    Tutup Celah ETH yang Hilang

    Di sisi lain, eksploitasi Bybit yang terjadi pada hari Jumat lalu diyakini telah diatur oleh kelompok peretas Korea Utara yang terkenal, Lazarus, yang didukung oleh pemerintah setempat.

    Seperti yang dilaporkan oleh U.Today, beberapa penganut Bitcoin yang maksimalis, termasuk CEO JAN3 Samson Mow, secara ironis mendesak Vitalik Buterin untuk melakukan rollback pada rantai Ethereum untuk memulihkan dana yang hilang, seperti kasus serupa yang telah terjadi pada tahun 2016 setelah peretasan DAO, ketika $60 juta dalam ETH dicuri oleh para peretas.

    Hardfork tersebut mengakibatkan munculnya koin Ethereum Classic (ETC). Namun, tim Ethereum mengatakan bahwa dari sudut pandang protokol Ethereum, transaksi yang menguras dompet sama sahnya dengan transaksi lainnya di ETH.

    Saat ini, menurut CEO Bybit, Ben Zhou, bursa telah sepenuhnya menutup kesenjangan likuiditas ETH guna menghindari kejadian serupa terjadi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Digemari Crypto Whales, Harga XRP Segera Melonjak?

    Investor besar alias crypto whales menunjukkan minat yang terbilang tinggi terhadap XRP besutan Ripple dalam 24 jam terakhir.

    Bahkan dalam sehari, mereka membeli XRP senilai lebih dari $20 juta (Rp 326 miliar), sehingga mendorong kenaikan volume perdagangan dan harga koin digital tersebut.

    Zycrypto mengungkapkan pada Senin (24/2), tren ini sejalan dengan meningkatnya ketertarikan institusional terhadap XRP, terutama setelah persetujuan ETF XRP pertama di Brasil.

    Dalam waktu 24 jam saja, akumulasi transaksi secara besar-besaran mendorong harga XRP naik sebesar 2%.

    Hanya saja, kenaikan ini tidak berlangsung lama karena pasar kripto mengalami tekanan setelah skandal peretasan Bybit yang menghapus lebih dari $1,4 miliar (Rp 22,8 triliun) dari kapitalisasi pasar.

    Meskipun begitu, investor tetap optimis terhadap XRP, terutama karena adanya kemungkinan persetujuan ETF di Amerika Serikat.

    Optimisme tersebut, salah satunya diungkapkan oleh CEO Bitwise, Hunter Horsley, yang menilai peluang persetujuan ETF XRP cukup tinggi, mengingat permintaan besar dari komunitas dan tingginya volume perdagangan di bursa terpusat.

    Jika ETF ini disetujui, XRP berpotensi mengalami lonjakan harga yang signifikan karena akan lebih mudah diakses oleh investor tradisional.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 24 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 24 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Altcoin Lain Ikut Terkatrol

    Seakan menimbulkan efek domino, kenaikan harga XRP juga memicu lonjakan harga pada Altcoin lainnya.

    CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, mengungkapkan bahwa musim Altcoin telah dimulai, meskipun tanpa rotasi modal besar-besaran.

    Dominasi Bitcoin tidak lagi mencerminkan tren keseluruhan karena investor semakin selektif dalam memilih aset kripto yang potensial.

    Ethereum dan beberapa meme coin lainnya juga mengalami kenaikan harga dalam perdagangan harian sebelum sentimen negatif akibat peretasan Bybit menghambat pergerakan pasar.

    Seandainya pasar kembali pulih, maka XRP dan Altcoin lainnya masih berpotensi untuk mengalami kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cuci Dana $26 Juta dari Bybit, Lazarus Group Rilis Meme Coin

    Lazarus Group, kelompok peretas asal Korea Utara, kembali menjadi sorotan setelah meluncurkan meme coin bernama QinShihuang.

    Cryptopolitan mengabarkan pada Senin (24/2) bahwa koin ini digunakan untuk mencuci dana sebesar $26 juta (Rp 423 miliar) yang mereka curi dari bursa kripto Bybit.

    Dengan memanfaatkan platform Pump Fun, mereka menciptakan transaksi yang sulit dilacak.

    Di sisi lain, peneliti blockchain, ZachXBT, mengungkap bahwa peretas ini pertama kali mengirim 60 SOL ke dompet lain sebelum meluncurkan setengah juta token QinShihuang.

    Dalam waktu tiga jam, volume transaksi token ini mencapai $26 juta (Rp 423 miliar), yang menunjukkan adanya manipulasi pasar dalam jumlah besar.

    Sembunyikan Jejak dengan Teknik Canggih

    Setelah mendapatkan USDC yang dicuri dari Bybit, Lazarus Group lantas memindahkannya ke Binance Smart Chain (BSC) melalui beberapa dompet.

    Dana ini kemudian dibagi menjadi lebih dari 30 alamat, sebelum akhirnya dikonsolidasikan kembali ke satu dompet utama. Teknik ini bertujuan untuk menyulitkan pelacakan transaksi oleh peneliti blockchain.

    Dalam melancarkan aksinya, Lazarus Group tidak hanya menggunakan transaksi biasa, tetapi juga menukar meme coin kecil yang mereka terima secara acak menjadi SOL.

    Mereka lalu menggunakan Pump Fun untuk memperdagangkan meme coin, untuk menciptakan ilusi transaksi sah dan akhirnya membersihkan dana hasil curian.

    Kritik Terhadap Platform DeFi

    Akibat kebocoran ini, CEO Helius Labs, Mert, mengkritik platform seperti Pump Fun yang tidak memiliki sistem filter untuk mencegah pencucian uang.

    Ia juga membandingkannya dengan layanan email seperti Gmail besutan Google yang dapat memblokir pengirim berbahaya, sementara banyak aplikasi DeFi masih membiarkan transaksi dari dompet berisiko tinggi.

    Sialnya, aksi yang dilakukan Lazarus Group bukan yang pertama kalinya. Dalam investigasi lanjutan, para peneliti menyebutkan bahwa sindikat peretas asal Korea Utara itu telah beberapa kali menggunakan teknik serupa.

    Mereka sebelumnya meluncurkan meme token lain di Pump Fun untuk tujuan pencucian uang. Firma keamanan SlowMist juga mengonfirmasi bahwa mereka menggunakan platform mixing seperti eXch untuk mengubah dana curian menjadi aset yang lebih sulit dilacak, seperti Bitcoin dan Monero.

    Sementara itu, Arthur Hayes yang merupakan salah satu pendiri BitMEX, sempat meminta Vitalik Buterin untuk mempertimbangkan rollback Ethereum guna mengembalikan dana Bybit yang dicuri.

    Namun, komunitas kripto menentang ide tersebut, mengingat rollback sebelumnya yang dilakukan saat peretasan DAO tahun 2016 menimbulkan kontroversi besar.

    Implikasi bagi Masa Depan Keamanan Kripto

    Meskipun rollback tidak mungkin dilakukan di Ethereum saat ini, kasus ini kembali memicu perdebatan tentang keamanan blockchain dan perlunya regulasi yang lebih ketat.

    Beberapa jaringan blockchain yang lebih kecil telah berhasil melakukan rollback setelah serangan, tetapi untuk jaringan besar seperti Ethereum dan Bitcoin, ini sangat sulit dilakukan.

    Menanggapi kasus peretasan Bybit, komunitas kripto secara luas mengecam taktik Lazarus, serta menyoroti kurangnya sistem keamanan di platform DeFi.

    Binance dan platform lain sebelumnya telah mengambil langkah untuk membatasi dompet yang terkait dengan Lazarus, tetapi pencucian dana melalui metode yang semakin canggih tetap menjadi tantangan besar.

    Dengan demikian, kemunculan meme coin QinShihuang menunjukkan bagaimana kelompok peretas terus mengembangkan metode baru untuk mencuci uang dalam skala besar.

    Dengan semakin canggihnya teknologi blockchain, tantangan bagi regulator dan peneliti keamanan, khususnya di dunia kripto, juga semakin meningkat.

    Ke depannya, transparansi dan sistem keamanan yang lebih ketat sangat diperlukan untuk mengatasi ancaman serupa.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pulihkan Dana Setelah Peretasan, Bybit Gelar Sayembara Berhadiah $140 Juta

    Bybit baru saja mengumumkan sayembara berhadiah $140 juta atau hampir senilai Rp 2,3 triliun sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk melacak dan berpotensi memulihkan $1,4 miliar dana yang dicuri pasca insiden peretasan.

    Inisiatif ini muncul bersamaan dengan pemulihan terkini senilai lebih dari $43 juta cmETH dan USDT yang terkait dengan insiden tersebut.

    Rinciannya, pada tanggal 22 Februari kemarin, Bybit mengumumkan program hadiah yang ditujukan kepada para peretas profesional dan spesialis keamanan siber untuk membantu memulihkan aset digital yang telah dicuri.

    Bybit telah menjanjikan hingga 10% dari dana yang berhasil diperoleh kembali sebagai hadiah. Jika jumlah penuh berhasil diperoleh kembali, para kontributor dapat menerima uang kompensasi hingga senilai $140 juta atau nyaris menyentuh angka Rp 2,3 triliun.

    Hadiah Sayembara Peretasan

    Hadiah juga akan diberikan Bybit kepada individu yang memberikan informasi intelijen berharga atau memainkan peran langsung dalam pemulihan aset.

    Terkait sayembara ini, CEO Bybit Ben Zhou memberikan apresiasi karena langsung mendapatkan respons yang kuat dari komunitas kripto. Ia mencatat bahwa pakar dan organisasi industri telah melangkah maju untuk membantu.

    Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam melawan ancaman siber dan menegaskan kembali komitmen Bybit untuk memperkuat infrastruktur keamanannya.

    “Kami ingin secara resmi memberi penghargaan kepada komunitas kami yang telah memberikan keahlian, pengalaman, dan dukungan mereka melalui Program Recovery Bounty, dan upaya kami untuk menjadikan pelajaran sulit ini berharga tidak berhenti di sini,” ujar Ben Zhou sebagaimana dikutip dari Beincrypto pada Senin (24/2).

    Ke depannya, lanjut Ben Zhou, Bybit bertekad untuk bangkit dari kemunduran dan secara mendasar mengubah infrastruktur keamanan perusahaan , meningkatkan likuiditas, dan menjadi mitra yang setia bagi Bybit di komunitas kripto.

    $43 Juta Aset Berhasil Diamankan

    Bersamaan dengan pengumuman hadiah, Ben juga mengumumkan kabar sejumlah aset digital yang hilang, kini telah berhasil dikembalikan.

    Aset digital senilai lebih dari $43 juta telah diamankan, yang didapat dari sejumlah praktisi keamanan siber yang langsung turun tangan untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

    Mudit Gupta, Chief Information Security Officer di Polygon, mengonfirmasi pemulihan 15.000 Mantle Restaked Ethereum (cmETH), senilai sekitar $43 juta.

    Ia menyatakan bahwa pemulihan tersebut dimungkinkan melalui kerja sama dengan tim SEAL dan Mantle.

    Gupta menjelaskan bahwa mereka mengidentifikasi celah keamanan dalam protokol, yang memungkinkan mereka memulihkan aset.

    “Saya melihat kemungkinan pemulihan segera setelah peretasan dan SEAL menghubungkan saya dengan tim Mantle/mETH yang mewujudkannya. Penghargaan besar kepada tim SEAL, Mantle, dan mETH atas tindakan cepat mereka,” kata Gupta.

    Sementara itu, dalam sebuah pernyataan terpisah, tim Mantle mengonfirmasi bahwa mereka memblokir alamat eksploiter menggunakan penundaan penarikan selama delapan jam dari protokol.

    Tindakan ini dilakukan guna mencegah transaksi tidak sah lebih lanjut, sekaligus mengamankan dana yang sempat dicuri oleh para peretas.

    Selain itu, penerbit stablecoin Tether membekukan $181.000 dalam USDT yang terkait dengan peretasan tersebut. Meskipun jumlahnya relatif kecil, CEO Tether Paolo Ardoino menekankan pentingnya kerja sama industri dalam membatasi kerugian finansial.

    “Kami baru saja membekukan 181.000 USDt yang terkait dengan peretasan ByBit. Mungkin tidak banyak, tetapi ini adalah kerja jujur. Kami terus memantau,” pungkas Ardoino.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bybit Tetap Kuat Meski Alami Peretasan Terbesar dalam Sejarah Kripto

    Bybit baru saja mengalami peretasan besar senilai $1,4 miliar, yang disebut-sebut sebagai pencurian kripto terbesar dalam sejarah.

    Meski begitu, Bybit tetap mempertahankan cadangan yang melebihi kewajibannya, menurut data dari DefiLlama.

    Dampak Peretasan terhadap Bybit

    Dilaporkan Cointelegraph, serangan yang terjadi pada 21 Februari ini mengakibatkan pencurian lebih dari $1,4 miliar dalam bentuk Ether yang dipertaruhkan (staked Ether), Mantle Staked ETH (mETH), serta berbagai token ERC-20 lainnya.

    Setelah insiden tersebut, nilai total aset Bybit mengalami penurunan drastis lebih dari $5,3 miliar, termasuk dana yang hilang akibat peretasan.

    Namun, di tengah krisis ini, laporan dari auditor independen Proof-of-Reserve (PoR), Hacken, menegaskan bahwa cadangan Bybit tetap lebih besar dibanding kewajibannya. Dalam sebuah unggahan di X pada 21 Februari, Hacken menyatakan bahwa dana pengguna tetap terjamin sepenuhnya.

    Respon Cepat Bybit dan Dukungan Industri

    Bybit berhasil menangani lebih dari 350.000 permintaan penarikan dalam waktu 10 jam, dengan 99,9% transaksi terselesaikan pada pukul 1:45 pagi UTC. CEO Bybit, Ben Zhou, mengungkapkan dalam unggahannya di X pada 22 Februari bahwa timnya bekerja tanpa henti untuk menjaga semua layanan tetap berjalan.

    Tak hanya itu, berbagai bursa kripto lainnya turut membantu Bybit dengan memberikan transfer darurat, di antaranya Binance dengan 50.000 Ether, Bitget dengan 40.000 Ether, dan Du Jun (pendiri HTX Group) dengan 10.000 Ether.

    Siapa di Balik Serangan Ini?

    Para analis keamanan blockchain, termasuk Arkham Intelligence dan detektif on-chain ZachXBT, melacak bahwa peretasan ini kemungkinan dilakukan oleh Lazarus Group, kelompok peretas yang berafiliasi dengan Korea Utara. Lazarus Group sebelumnya juga dikaitkan dengan serangan terhadap jaringan Ronin senilai $600 juta.

    Meir Dolev, salah satu pendiri dan CTO Cyvers, menyebut bahwa metode yang digunakan dalam peretasan ini mirip dengan insiden pada WazirX ($230 juta) dan Radiant Capital ($58 juta).

    Para peretas berhasil menipu penanda tangan dompet dingin multisig Ethereum Bybit untuk menyetujui perubahan logika kontrak pintar yang berbahaya, sehingga memungkinkan mereka menguasai dompet dan mentransfer dana ke alamat yang tidak diketahui.

    Peringatan bagi Industri Kripto

    Serangan terhadap Bybit ini menjadi pengingat bahwa bahkan platform perdagangan kripto terbesar dengan langkah-langkah keamanan ketat pun masih rentan terhadap ancaman siber. Sepanjang 2024, peretas yang diduga dari Korea Utara juga telah melakukan serangan terhadap DMM Bitcoin ($305 juta), Upbit ($50 juta), Radiant Capital ($50 juta), dan Rain Management ($16 juta).

    Otoritas Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam aktivitas peretasan yang diduga digunakan untuk mendanai program pengembangan senjata nuklir Korea Utara. Bahkan, pemerintah Korea Selatan telah memberikan sanksi kepada 15 warga Korea Utara yang diduga terlibat dalam pencurian aset kripto ini.

    Meski menghadapi tantangan besar, Bybit menunjukkan ketahanan luar biasa dalam menjaga operasionalnya tetap berjalan dan memastikan keamanan dana penggunanya. Namun, insiden ini juga menjadi peringatan bagi seluruh industri kripto untuk terus meningkatkan sistem keamanan mereka agar tidak menjadi korban serangan berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com