Tag: bybit

  • Dominasi Bitcoin Melonjak Tinggi Pasca Peretasan Bybit

    Dominasi Bitcoin melonjak pasca peretasan besar-besaran kembali mengguncang dunia kripto. Kali ini, bursa perdagangan kripto Bybit menjadi korban serangan siber yang mengakibatkan hilangnya Ethereum senilai $1,4 miliar.

    Insiden ini menimbulkan berbagai reaksi dari tokoh-tokoh penting di industri kripto, termasuk Adam Back, Samson Mow, dan komunitas Ethereum. Peristiwa ini juga berkontribusi terhadap lonjakan dominasi Bitcoin di pasar.

    Peretasan Bybit dan Dugaan Keterlibatan Lazarus Group

    Menurut para analis, serangan ini diduga dilakukan oleh kelompok peretas terkenal Lazarus, yang berbasis di Korea Utara. Lazarus dikenal sebagai dalang di balik berbagai peretasan besar yang menargetkan industri keuangan dan kripto selama bertahun-tahun. Kejahatan siber ini semakin memperkuat kekhawatiran tentang keamanan platform perdagangan aset digital.

    Dikutip U Today, CEO dan salah satu pendiri Bybit, Ben Zhou, mengonfirmasi bahwa para peretas mulai mencuci Ethereum yang dicuri dengan mengonversinya ke Bitcoin melalui platform Chainflip.

    Zhou pun meminta bantuan komunitas dan berbagai jembatan blockchain untuk memblokir transaksi yang dilakukan oleh peretas. Selain itu, Bybit berencana meluncurkan program hadiah bagi siapa saja yang dapat membantu melacak atau memulihkan dana yang telah dicuri.

    Dominasi Bitcoin Melonjak Pasca Peretasan

    Adam Back, cypherpunk sekaligus CEO Blockstream, menanggapi insiden ini dengan kritik tajam terhadap Ethereum. Ia menyatakan bahwa peretasan terhadap kontrak EVM (Ethereum Virtual Machine) sudah terlalu sering terjadi dan membuktikan kelemahan fundamental dalam desain Ethereum.

    Back menyebut teknologi EVM sebagai “kompleks, rapuh, dan sulit diamankan.” Ia juga menegaskan bahwa selama bertahun-tahun, miliaran dolar telah hilang akibat kelemahan ini.

    Ia menambahkan bahwa dominasi Bitcoin di pasar semakin meningkat akibat peretasan ini. Keamanan Bitcoin yang lebih terdesentralisasi dan tidak bergantung pada kontrak pintar seperti Ethereum menjadikannya pilihan yang lebih menarik bagi investor.

    Mantan Chief Strategy Officer Blockstream, Samson Mow, turut mengkritik Ethereum dengan menyarankan agar Vitalik Buterin melakukan hard fork untuk membalikkan transaksi yang telah dilakukan oleh peretas.

    Ia mengingatkan bahwa pada tahun 2016, Ethereum pernah melakukan hard fork setelah peretasan DAO, yang kemudian menyebabkan perpecahan antara Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC). Namun, usulan ini masih menuai perdebatan di komunitas kripto.

    Respons Bursa Kripto Lain dan Dampaknya pada Pasar

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 23 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 23 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Menanggapi peretasan ini, beberapa bursa kripto utama seperti Binance, Bitget, dan MEXC telah memberikan pinjaman kepada Bybit untuk membantu menjaga likuiditasnya. CEO Binance, Richard Teng, serta mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), turut menyuarakan dukungan mereka terhadap Bybit.

    Sementara itu, dampak dari insiden ini cukup signifikan terhadap pasar kripto. Harga beberapa aset digital utama, termasuk XRP, ADA, SHIB, dan DOGE, mengalami penurunan akibat tekanan likuidasi besar-besaran.

    Total nilai likuidasi kripto dilaporkan mencapai $556 juta dalam kurun waktu yang singkat. Sementara itu, Bitcoin justru mengalami peningkatan dominasi di pasar sebagai aset yang lebih aman dibandingkan dengan Ethereum.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lazarus Group: Dalang di Balik Peretasan Bybit Senilai $1,4 Miliar

    Lazarus Group kembali mengguncang industri kripto dengan salah satu peretasan terbesar dalam sejarah. Pada hari Sabtu (22/2) lalu, platform bursa kripto Bybit mengalami serangan siber yang menyebabkan hilangnya aset kripto senilai $1,4 miliar.

    Insiden ini sontak menciptakan kepanikan di seluruh ekosistem kripto, dengan para ahli dan analis keamanan siber berusaha mengungkap dalang di baliknya.

    Lazarus Group dan Jejak Digitalnya

    Tak butuh waktu lama hingga seorang penyelidik independen, ZachXBT, berhasil mengungkap jejak yang mengarah pada kelompok peretas terkenal, Lazarus Group, yang diduga berasal dari Korea Utara.

    Dilaporkan Coinfomania, kelompok ini telah lama dikenal sebagai salah satu ancaman terbesar di dunia siber, dengan rekam jejak peretasan terhadap berbagai platform keuangan, termasuk bank dan bursa kripto.

    Dalam investigasinya, ZachXBT menemukan pola khas yang digunakan oleh Lazarus Group, termasuk metode pencucian dana serta penggunaan alamat dompet yang sama untuk beberapa serangan sebelumnya.

    Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa mereka tidak hanya menyerang Bybit tetapi juga platform Phemex beberapa hari sebelumnya. Aksi mereka semakin terstruktur dengan penggunaan alamat pencurian awal yang sama untuk mengumpulkan dana dari kedua peretasan tersebut.

    Metode Operasi Lazarus Group

    Ilustrasi Bybit.
    Ilustrasi Bybit.

    Lazarus Group dikenal menggunakan berbagai teknik canggih dalam serangan sibernya. Mereka kerap melakukan transaksi uji sebelum melancarkan serangan utama, melacak kelemahan dalam sistem keamanan, serta menggunakan dompet yang saling terhubung untuk mencuci dana hasil kejahatan mereka.

    Bukti tambahan dari investigasi menunjukkan bahwa kelompok ini diduga mendapat dukungan dari pemerintah Korea Utara, menjadikannya ancaman global bagi industri keuangan digital.

    Dampak Besar bagi Dunia Kripto

    Peretasan yang dilakukan Lazarus Group menimbulkan kekhawatiran besar terhadap sistem keamanan di industri aset digital. Dengan meningkatnya frekuensi serangan siber terhadap bursa kripto, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aset digital masih rentan terhadap ancaman serius dari kelompok peretas yang disponsori negara.

    Lebih dari sekadar peretasan biasa, insiden ini juga menyoroti kenyataan bahwa dunia kripto kini berada di garis depan peperangan digital global. Pertanyaan yang kini muncul adalah apakah regulator, seperti SEC dan lembaga keamanan lainnya, akan mengambil langkah konkret untuk meningkatkan keamanan dana investasi kripto atau apakah dunia harus bersiap menghadapi lebih banyak serangan di masa depan.

    Satu hal yang pasti, kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh industri bahwa keamanan harus selalu menjadi prioritas utama dalam ekosistem aset digital yang terus berkembang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bybit Diretas, Harga XRP Turun

    Harga XRP telah menurun dalam satu minggu terakhir, sehingga menimbulkan dampak ketidakpastian tentang masa depan mata uang digital besutan Ripple tersebut.

    Bukan hanya XRP saja yang membuat para trader was-was, pelanggaran keamanan yang signifikan di bursa mata uang kripto Bybit telah menambah kekhawatiran pasar.

    Untuk diketahui, XRP saat ini diperdagangkan pada nilai $4,06 , menandai peningkatan 1% dari satu jam yang lalu tetapi penurunan 2,2% sejak kemarin.

    Selama tujuh hari terakhir , XRP telah kehilangan 7,8% nilainya. Penurunan 30 hari sekarang mencapai 18% , menunjukkan tren penurunan yang berkelanjutan. Sedangkan volume perdagangan hariannya mencapai $8,19 miliar dalam 24 jam terakhir.

    Prediksi Harga XRP

    Ada dua kemungkinan skenario untuk pergerakan harga XRP pada beberapa waktu ke depan.

    Skenario pertama, pemulihan harga XRP mungkin dimulai karena telah menyelesaikan fase koreksinya. Jika harga stabil, harganya bisa naik ke $3,40 yang merupakan harga tertinggi sebelumnya. Akan tetapi, jika turun di bawah $2,47, skenario ini tidak berlaku lagi.

    Skenario kedua, akan ada koreksi lebih lama lagi. XRP mungkin masih mengalami penurunan pasar.

    Jika jatuh di bawah $2,52 , harganya mungkin turun lebih jauh ke $2,26-$2,31 .Kemungkinan level dukungan mencakup $2,22, $2,10, atau bahkan $1,95 sebelum pemulihan apa pun.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 23 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 23 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Peretasan Bybit

    Di sisi lain, peretasan besar telah melanda Bybit, salah satu bursa mata uang kripto terbesar di dunia.

    Peretasan Bybit mengakibatkan lebih dari $1,1 miliar dicuri. Aset yang dicuri termasuk Ethereum yang dipertaruhkan secara likuid (stETH), Mantle Staked ETH (mETH), dan token ERC-20 lainnya.

    Menurut laporan Colitco pada Minggu (23/3), analis keamanan onchain ZachXBT adalah orang pertama yang mendeteksi pelanggaran tersebut. Kelompok peretas Korea Utara Lazarus pun telah dikaitkan dengan serangan tersebut.

    Salah satu pendiri sekaligus CEO Bybit, Ben Zhou, pun menanggapi pelanggaran tersebut dan membagikan informasi terbaru Terkait peretasan tersebut.

    “Yakinlah bahwa semua dompet kripto lainnya aman. Semua penarikan bersifat normal. Saya akan terus memberi tahu kalian jika ada perkembangan. Jika ada tim yang dapat membantu kami melacak dana yang dicuri, kami akan sangat menghargainya.”

    Meski diretas, lanjut Ben Zhou, pihaknya sama sekali tidak memiliki rencana untuk menangguhkan atau membatalkan penarikan dari para trader.

    “Saat ini, kami masih menerima semua permintaan penarikan, dan, faktanya, 70% di antaranya telah disetujui dan diproses. Masih banyak kemacetan jaringan, jadi kami memprosesnya secepat mungkin,” pungkasnya.

    Terkait kronologi peretasan Bybit, insiden ini berawal dari pemindahan dompet multitanda tangan Bybit. Transaksi tersebut disamarkan agar tampak sah tetapi mengandung kode sumber berbahaya.

    Peretas mengubah logika kontrak pintar dompet untuk mencuri dana. Bybit kini tengah mengamankan pinjaman untuk mempertahankan operasi sembari memulihkan kerugian yang dialami perusahaan.

    Efek Domino

    Peretasan Bybit telah menimbulkan kekhawatiran atas keamanan bursa dan dapat memengaruhi kepercayaan investor. XRP dan altcoin lainnya mungkin menghadapi volatilitas jangka pendek lebih lanjut.

    Reaksi pasar terhadap upaya pemulihan Bybit akan sangat penting. Maka dari itu, trader harus memantau tingkat harga XRP dengan cermat, terutama $2,52 dan $3,40.

    Sementara itu, XRP terus berjuang di tengah ketidakpastian pasar kripto yang lebih luas. Peretasan Bybit telah menambah tekanan, membuat investor berhati-hati.

    Apakah XRP pulih atau melanjutkan tren penurunannya bergantung pada pergerakan harga yang akan datang dan sentimen pasar secara keseluruhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bybit Kena Peretasan Ethereum $1,4 Miliar, Dana Klien Tetap Aman

    Bybit, salah satu bursa kripto terkemuka, mengonfirmasi bahwa dana senilai $1,4 miliar dalam bentuk Ethereum (ETH) telah dicuri oleh peretas. Industri kripto kembali diguncang insiden peretasan besar ini.

    Kabar ini diumumkan langsung oleh pendiri Bybit, Ben Zhou, melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter).

    Bagaimana Peretasan Terjadi?

    Menurut analis keamanan blockchain ZackXBT, peretas berhasil mengakses dan mencuri lebih dari $1,4 miliar dalam bentuk ETH dan MetaETH (mETH) yang dikunci dalam mekanisme liquid-staking.

    Zhou menjelaskan bahwa dompet dingin multisig milik Bybit mengalami serangan ketika melakukan transfer ke dompet hangat. Namun, ia menegaskan bahwa dompet dingin lainnya tetap aman.

    Bybit juga menyebut bahwa peretas menggunakan teknik canggih untuk menyamarkan serangan mereka. Mereka memanipulasi antarmuka kontrak pintar, sehingga alamat yang terlihat tampak benar, tetapi logika di baliknya telah diubah untuk mengalihkan dana ke dompet peretas.

    Upaya Mitigasi dan Jaminan Keamanan

    Meski mengalami peretasan besar, Bybit memastikan bahwa semua dana klien tetap aman dan tidak terpengaruh oleh insiden ini.

    Tim keamanan mereka, bersama para ahli forensik blockchain, kini sedang melakukan investigasi mendalam untuk melacak pelaku dan mengamankan sistem agar kejadian serupa tidak terulang.

    “Operasi kami tetap berjalan seperti biasa tanpa gangguan,” tegas pihak Bybit dalam pernyataan resminya.

    Keamanan Kripto Jadi Sorotan

    Peretasan ini menjadi pengingat betapa pentingnya keamanan dalam industri kripto yang terus berkembang pesat. Dengan adopsi aset digital yang semakin luas di berbagai negara, risiko kejahatan siber pun meningkat.

    Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) bahkan telah membentuk Unit Siber baru untuk menghadapi ancaman penipuan dan pencurian di dunia kripto.

    Kasus ini menegaskan bahwa meski teknologi blockchain menawarkan transparansi dan desentralisasi, pengguna dan platform tetap harus waspada terhadap celah keamanan yang bisa dimanfaatkan peretas. Keamanan siber bukan hanya tanggung jawab platform, tetapi juga para investor yang harus lebih cermat dalam menjaga aset digital mereka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dompet Tim Pendle Diduga Kirim 1,8 Juta Token ke Bybit, Sinyal Apa?

    Sebuah alamat dompet yang diduga terafiliasi dengan tim Pendle Finance dilaporkan memindahkan sebanyak 1,8 juta token PENDLE ke bursa kripto Bybit. Transaksi bernilai sekitar US$3,61 juta tersebut terpantau oleh platform pemantauan blockchain Onchain Lens pada 25 Januari 2026.

    Token PENDLE yang dipindahkan diketahui telah disimpan selama 3 hingga 4 tahun, sehingga pergerakan ini memicu spekulasi mengenai potensi pelepasan likuiditas strategis. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pendle Finance maupun Bybit terkait tujuan transaksi tersebut.

    Pergerakan Token PENDLE

    Pergerakan harga Pendle (PENDLE/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Pendle (PENDLE/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Harga PENDLE Tembus 2.70 Dolar! Daftar Token DeFi yang Naik Hari Ini

    Pergerakan token dalam jumlah besar ini berpotensi memengaruhi likuiditas PENDLE di Bybit serta dinamika perdagangan jangka pendek. Beberapa analis menilai deposit tersebut dapat membuka peluang peningkatan volume perdagangan, meski juga berisiko menimbulkan volatilitas harga.

    Menurut data Onchain Lens, nilai awal token yang di-vesting diperkirakan hanya sekitar US$266.000, namun kini nilainya melonjak menjadi lebih dari US$3,8 juta, mencerminkan kenaikan harga signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

    Mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes, turut menyoroti fenomena pergerakan token besar ke bursa. Ia menyatakan bahwa transfer semacam ini kerap mengindikasikan maksud strategis tertentu. “Pergerakan token dalam jumlah besar sering kali menandakan adanya kepentingan operasional atau strategi pasar yang perlu dicermati,” ujarnya.

    Analisis Harga PENDLE

    Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Pendle (PENDLE) berada di kisaran US$1,85 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$313,66 juta. Volume perdagangan 24 jam tercatat mencapai US$51,86 juta, melonjak 54,66%. Dalam 24 jam terakhir, harga PENDLE bergerak naik-turun sebesar 7,38%, sementara dalam sepekan terakhir berubah 11,54%, menandakan kondisi pasar yang cukup volatil.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Transaksi ini memicu spekulasi pasar yang kontradiktif. Di satu sisi, Arthur Hayes sendiri diketahui agresif mengakumulasi token DeFi (termasuk PENDLE) di awal 2026 sebagai taruhan bullish.

    Dilaporkan Coincu, tim riset Coincu menilai bahwa pergerakan ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Mereka menyebutkan bahwa faktor inovasi teknologi maupun strategi investasi bisa menjadi latar belakang transaksi tersebut. Namun, sentimen pasar terhadap dampaknya terhadap likuiditas PENDLE masih cenderung netral sambil menunggu perkembangan lanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Rekomendasi Aplikasi Crypto Terpercaya 2025


    Jakarta

    Pada tahun 2025, pasar keuangan global memperlihatkan dinamika yang menarik. Walaupun dibayangi oleh ketidakpastian terkait tarif dan kebijakan makroekonomi, performa pasar cryptocurrency tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid.

    Menurut data TradingView, hingga 3 September 2025, Bitcoin (BTC) telah mencatat kenaikan sebesar 18,6%, sementara Ethereum (ETH) meningkat 28,6% sepanjang tahun berjalan.

    Bitcoin bahkan berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa sebanyak empat kali dalam tahun ini. Selain itu, kapitalisasi pasar crypto secara keseluruhan juga meningkat sebesar 18,2% pada periode yang sama.


    Tren serupa juga tercermin dari aliran dana institusi. Sejak peluncuran ETF (Exchange Traded Fund) Bitcoin pada 2024, yang kemudian diikuti oleh ETF Ethereum dan ETF Solana, semakin banyak investor institusional yang masuk ke pasar aset digital. Berdasarkan data Farside Investors, total dana institusi yang masuk ke Bitcoin melalui ETF telah mencapai $54,5 miliar, diikuti oleh Ethereum sebesar $13,4 miliar, dan Solana $190,4 juta (per 3 September 2025).

    Situasi ini menciptakan peluang baru bagi para trader dan investor untuk memanfaatkan perkembangan pasar, terutama di sektor cryptocurrency. Bagi investor di Indonesia, perkembangan positif ini membuka berbagai peluang investasi. Namun, untuk dapat merespons peluang dengan optimal, pemilihan aplikasi crypto yang tepat menjadi faktor kunci agar proses investasi berjalan cepat dan efisien.

    Pilihan aplikasi crypto di Indonesia pun semakin beragam. Meski demikian, aspek keamanan dan regulasi harus menjadi prioritas utama agar transaksi tetap aman dan nyaman.

    Ulasan berikut membandingkan lima aplikasi crypto terpopuler yang digunakan di Indonesia. Dengan mempertimbangkan tren adopsi teknologi finansial serta kebutuhan akan platform yang aman, efisien, dan mudah diakses, artikel ini bertujuan membantu pembaca mengevaluasi pilihan aplikasi crypto yang paling sesuai dengan preferensi dan tujuan investasi masing- masing.

    1. Pluang

    Pluang semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu aplikasi crypto terdepan di Indonesia. Dengan ekosistem investasi yang luas dan jumlah pengguna lebih dari 12 juta, platform ini hadir sebagai solusi investasi digital yang aman, berizin, dan diawasi langsung oleh Bappebti serta OJK.

    Lewat satu aplikasi, pengguna bisa mengakses lebih dari 1.000 produk investasi-mulai dari aset crypto, saham Amerika dan ETF, emas, reksa dana, hingga crypto futures dan opsi saham Amerika-dengan biaya kompetitif.

    Fitur & Keunggulan

    – Jual beli 360+ aset crypto populer seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), Pepe, dan Altcoin lainnya mulai dari Rp10.000 dengan pair IDR maupun USD/USDT.

    – Trading crypto futures 130+ coin dengan leverage hingga 25X. Dengan fitur ini, trader dapat bertransaksi melebihi modal yang dimiliki, sehingga peluang keuntungan bisa meningkat signifikan.

    – Pro Features: advanced order, take profit, dan stop loss, ditambah akses gratis ke web trading berbasis TradingView untuk analisis teknikal yang lebih akurat.

    – Kirim dan terima aset crypto kapan saja. Transfer token populer antar platform via Binance Smart Chain (BSC) mulai dari Rp6.300, terima aset tanpa biaya.

    – Pluang Academy dengan video dan artikel edukasi investasi ringkas dan relevan.

    Dari sisi keamanan dan kepatuhan, Pluang beroperasi melalui PT Bumi Santosa Cemerlang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin OJK untuk aset crypto . Seluruh transaksi tercatat di CFX dan KKI, sementara produk Crypto Futures difasilitasi oleh PT PG Berjangka yang berlisensi Bappebti. Pluang bermitra dengan Fireblocks untuk menjamin keamanan transfer dan penyimpanan aset digital.

    Catatan Risiko

    Meski berada dalam pengawasan regulator, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas tinggi aset crypto.

    2. eToro

    eToro adalah platform investasi global yang menawarkan akses ke saham, ETF, komoditas, dan kripto melalui konsep social trading. Platform ini diawasi oleh regulator internasional seperti FCA, CySEC, dan ASIC, namun belum berada di bawah lisensi OJK.

    Fitur & Keunggulan

    – 70+ aset kripto tersedia

    – CFDs (non-US, leverage)

    – Web & mobile app

    – CopyTrader, social trading, Smart Portfolios, riset pasar

    – Recurring deposits tersedia

    – Akun demo

    Platform ini cocok bagi investor pemula maupun berpengalaman yang ingin memanfaatkan social trading sekaligus mengakses berbagai instrumen global dalam satu aplikasi.

    Catatan Risiko

    eToro belum mengantongi izin PAKD dari OJK, yang berarti transaksi kripto di platform ini bisa menimbulkan masalah pajak dan perlindungan konsumen bagi pengguna di Indonesia.

    3. Webull

    Webull adalah platform trading global yang menyediakan akses ke berbagai produk investasi seperti saham, indeks, komoditas, futures, serta kripto. Platform ini diawasi oleh sejumlah regulator internasional, namun hingga kini belum berada di bawah pengawasan OJK untuk produk kripto.

    Fitur & Keunggulan

    – Akses pembelian dan penjualan aset crypto melalui layanan Webull Pay di wilayah tertentu.

    – Mendukung trading futures pada komoditas, indeks, dan aset crypto.

    – Platform web dan desktop penuh fitur, tersedia juga aplikasi mobile.

    – Mendukung trading saham, ETF, opsi saham, lengkap dengan charting tools, price alerts, paper trading, dan trading di luar jam pasar.

    – Program cash management dengan APY menarik untuk dana nganggur.

    Platform ini cocok bagi investor yang mencari aplikasi trading komprehensif dan terpercaya, lengkap dengan sejumlah instrumen investasi dan tools analisa canggih.

    Catatan Risiko

    Webull belum memiliki izin resmi PAKD dari OJK untuk perdagangan aset kripto, sehingga transaksi di platform ini berpotensi menimbulkan persoalan pajak maupun perlindungan konsumen di Indonesia.

    4. Bybit

    Bybit adalah platform exchange kripto global yang berbasis di Dubai yang diawasi oleh regulator internasional, namun belum berada di bawah lisensi OJK. Platform ini menawarkan akses aset kripto dan menjadi salah satu bursa derivatif yang menawarkan futures berjangka (perpetual contracts) dan leverage tinggi.

    Fitur & Keunggulan

    – 500+ coins: Akses ke ratusan aset kripto populer dan altcoin

    – Termasuk perpetual futures dengan leverage hingga 200×

    – Otomatisasi trading dan tiru strategi trader handal

    – Order Types & Tools: Termasuk Market, Limit, Conditional orders, Trailing Stop, serta tools manajemen risiko

    Platform ini cocok bagi trader yang membutuhkan opsi leverage tinggi dan fleksibilitas trading.

    Catatan Risiko

    Risiko pasar cukup tinggi, terutama pada produk derivatif. Ditambah, absennya izin PAKD dari OJK membuat transaksi kripto di Bybit berpotensi menimbulkan persoalan pajak serta lemahnya perlindungan konsumen.

    5. Coinbase

    Coinbase adalah platform exchange dan dompet aset kripto asal Amerika Serikat. Platform ini merupakan salah satu bursa kripto dengan reputasi keamanan tinggi serta diawasi oleh berbagai regulator global terkemuka, namun belum berada di bawah lisensi OJK.

    Fitur & Keunggulan

    – 300+ aset kripto tersedia luas bagi pengguna

    – Coinbase Wallet, staking, recurring buys, integrasi DeFi

    – Jenis Order & Tools: Limit, Market, Stop-Limit, OCO (one-cancels-the-other), TWAP (time-weighted average price); Futures (hingga 20× leverage), margin, grid trading, copy trading

    – Yield / Staking

    Platform ini cocok bagi investor yang menginginkan akses luas ke aset digital dan berbagai opsi investasi (termasuk leverage dan staking).

    Catatan Risiko

    Coinbase belum berizin PAKD dari OJK, sehingga transaksi kripto di platform ini bisa menimbulkan masalah pajak dan perlindungan konsumen di Indonesia.

    Tips Memilih Aplikasi Crypto

    – Pastikan aplikasi berizin dan diawasi regulator seperti OJK atau Bappebti.

    – Pertimbangkan biaya transaksi, minimum deposit, dan fitur yang sesuai kebutuhan.

    – Pilih aplikasi dengan keamanan data dan dana yang jelas.

    – Manfaatkan akun demo atau fitur edukasi sebelum mulai investasi riil.

    – Sesuaikan pilihan dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda.

    Kesimpulan

    Di tengah pertumbuhan pesat industri aset digital di Indonesia, setiap aplikasi crypto menawarkan nilai tambah yang berbeda. Namun, investor tetap perlu memperhatikan aspek keamanan, biaya transaksi, serta kepatuhan regulasi sebelum mengambil keputusan.

    Sepanjang 2025, Pluang terlihat menonjol sebagai salah satu platform investasi terdepan berkat ekosistem produk yang lengkap, biaya kompetitif, serta dukungan regulasi yang kuat. Komitmen Pluang terhadap literasi finansial dan penyediaan fitur edukasi juga memperkuat posisinya di pasar, sekaligus merefleksikan arah perkembangan industri investasi digital di Tanah Air.

    Bagi investor, penting untuk mengevaluasi kebutuhan dan profil risiko pribadi sebelum berinvestasi. Manfaatkan fitur edukasi maupun akun demo yang tersedia agar lebih siap dalam mengambil keputusan investasi.

    (akn/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Inilah 5 Aplikasi Crypto Terbaik di Dunia, Cocok untuk Investasi


    Jakarta

    Ketika ingin melakukan investasi pada cryptocurrency, langkah awal yang harus Anda lakukan adalah memilih aplikasi crypto terbaik. Sementara itu, di dunia terdapat ratusan aplikasi crypto yang bisa Anda pilih, namun manakah yang terbaik?

    Jika saat ini kamu sedang mencari platform trading crypto, maka ada beberapa faktor yang harus Anda perhatikan untuk mendapatkan aplikasi yang terbaik, salah satunya adalah kelengkapan fitur yang ditawarkan. Semakin lengkap maka akan semakin membantu Anda dalam investasi crypto.

    Selain itu, platform exchange terbaik pastinya menyediakan grafik pergerakan harga, Anda bisa memantau pergerakan kurs btc atau koin crypto lainnya. sehingga Anda dapat melakukan analisa teknikal sehingga mengurangi resiko kerugian dari trading atau investasi crypto.


    5 Aplikasi Crypto Terbaik di Dunia

    Berbagai faktor dinilai dengan skala antara 0 hingga 10 dan diberikan bobot yang berbeda. Berikut adalah daftar 5 platform exchange terbaik di dunia yang bisa kamu pertimbangkan untuk digunakan, di antaranya:

    1. Pintu

    Pintu merupakan salah satu aplikasi trading crypto terbaik di dunia, ideal untuk pemula maupun trader berpengalaman di Indonesia. Platform ini terdaftar dan diatur di bawah BAPPEBTI, serta menawarkan layanan penyimpanan aset cryptocurrency dengan dukungan dari custodian.

    Ini berarti Anda dapat memanfaatkan Pintu untuk menyimpan, mengirim, dan menerima cryptocurrency dengan aman. Pintu kini menawarkan lebih dari 200 jenis aset cryptocurrency untuk diperdagangkan, serta berbagai fitur inovatif yang bersifat edukatif, seperti Limit Order, Auto DCA, Pintu Earn, Sistem Referral, PTU Staking, dan Pintu Kelas Academy.

    Crypto-PINTUCrypto: PINTU

    Fitur Aplikasi Pintu

    A. Nabung Rutin

    Jika Anda memilih Pintu sebagai platform untuk trading cryptocurrency, ada beberapa fitur yang dapat membantu meraih peluang. Selain trading, Pintu juga menyediakan opsi menabung. Fitur ini dikenal sebagai Nabung Rutin, sangat sesuai untuk Anda yang ingin meminimalkan risiko kerugian saat trading. Dengan fitur Menabung Secara Reguler, Anda dapat terhindar dari kerugian yang mungkin terjadi selama aktivitas trading.

    B. Pintu Pro

    Aplikasi Pintu kini menyediakan dua tampilan dengan halaman utama yang menyajikan berbagai fitur seperti Menabung Secara Reguler, Staking, Peringatan Harga, Pasar, Trading sederhana, Earn, Akademi, dan lain-lain yang berhubungan dengan cryptocurrency. Bagi Anda yang ingin bertransaksi cryptocurrency dengan cara yang lebih profesional, Anda bisa mengakses halaman Pintu Pro. Di sini, Anda akan menemukan berbagai alat yang bermanfaat untuk trading crypto, termasuk grafik perdagangan cryptocurrency dengan berbagai periode waktu, mulai dari satu menit, 15 menit, satu jam, empat jam, hingga satu hari.

    C. Pintu Pro Futures

    Pintu saat ini meluncurkan fitur baru untuk perdagangan berjangka yang sudah terdaftar di BAPPEBTI dan berada di bawah pengawasan bursa crypto CFX, yang bernama Pintu Pro Futures. Dengan fitur ini, pengguna dapat melakukan transaksi dengan berbagai aset cryptocurrency pilihan, termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), serta Solana (SOL) dan produk derivatif crypto lainnya secara aman dan legal.

    2. Coinbase Exchange

    Diluncurkan pada tahun 2012 oleh Brian Armstrong dan Fred Ehrsam, Coinbase Exchange adalah platform perdagangan cryptocurrency paling terkenal di Amerika Serikat. Coinbase mendapatkan skor 8,2 dengan volume perdagangan 24 jam sekitar 1,49 miliar dolar AS. Aplikasi ini menawarkan lebih dari 250 jenis aset crypto dan 400 pasangan perdagangan.

    Coinbase dikenal karena antarmukanya yang sangat ramah pengguna, menyediakan cara mudah untuk banyak orang memulai perjalanan di dunia cryptocurrency. Selain itu, Coinbase menjaga fokus pada aspek keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi, menjadikannya pilihan yang terpercaya bagi pengguna crypto.

    3. OKX

    OKX Exchange, yang didirikan pada tahun 2017 dan berlokasi di Seychelles, cepat menjadi salah satu bursa cryptocurrency terkemuka di dunia. Dengan lebih dari 250 aset digital yang tersedia, OKX melayani dari pemula hingga trader berpengalaman.

    Bursa ini dikenal karena antarmukanya yang ramah pengguna, dapat diakses di desktop dan perangkat mobile, memungkinkan pengguna untuk mengaksesnya kapan saja dan di mana saja. Selain itu, OKX juga memiliki teknologi blockchain yang dikenal dengan nama OKExChain. Inovasi ini menunjukkan komitmen bursa terhadap desentralisasi, memberikan akses langsung kepada pengguna ke berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    Mulai dari pengelolaan aset on-chain hingga ekosistem Non-Fungible Token (NFT) yang berkembang, OKExChain mencerminkan pendekatan inovatif dari OKX. Sebagai salah satu bursa trading derivatif cryptocurrency terbesar kedua berdasarkan volume transaksi, OKX menarik perhatian trader dengan sejumlah fitur, seperti perdagangan berjangka, penggunaan bot trading, dan trading margin dirancang untuk mereka yang ingin meraih peluang dalam strategi trading mereka.

    4. Binance

    Dibentuk pada tahun 2017 oleh Changpeng Zhao, yang lebih dikenal dengan sebutan CZ, Binance telah pesat tumbuh untuk menjadi salah satu bursa cryptocurrency terbesar di dunia berdasarkan volume dan likuiditas perdagangan. Binance meraih skor 9,9 dengan volume perdagangan dalam 24 jam mencapai 9,82 miliar dolar AS.

    Binance memberikan akses kepada lebih dari 416 aset crypto serta 1.611 pasangan perdagangan. Platform ini terkenal akan tingkat keamanan yang tinggi, berbagai fitur perdagangan, dan inovasi produk yang terus menerus diperbarui, sehingga menjadikannya pilihan utama di kalangan trader dan investor crypto.

    5. Bybit

    Bybit adalah platform untuk perdagangan derivatif cryptocurrency yang memungkinkan pengguna untuk bertransaksi dengan berbagai mata uang crypto, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan Ripple, dengan leverage hingga 100 kali lipat. Platform ini dikenal karena desainnya yang intuitif, fitur perdagangan yang canggih, serta biaya yang kompetitif. Selain itu, Bybit juga menawarkan berbagai alat perdagangan dan materi pembelajaran untuk membantu pengguna memahami dinamika perdagangan derivatif cryptocurrency yang kompleks.

    Didirikan pada tahun 2018 oleh sekelompok profesional dari sektor teknologi dan keuangan yang berasal dari Singapura, Taiwan, dan Amerika Serikat, Bybit sejak awal telah menyediakan kontrak berjangka dan produk derivatif yang inovatif serta mudah digunakan. Bybit resmi mulai beroperasi pada bulan Agustus 2018 dan sejak saat itu, platform ini telah berkembang dengan pesat.

    Pada bulan Desember 2018, Bybit mencapai volume perdagangan harian sebesar 1 miliar dolar AS, dan pada bulan Februari 2019, platform ini mencatat rekor baru dengan volume perdagangan harian mencapai 2,2 miliar dolar AS. Pada tahun 2020, Bybit mengumumkan rencana untuk memperluas layanannya dengan menambahkan perdagangan spot, yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual cryptocurrency secara langsung.

    Itulah beberapa ulasan mengenai aplikasi exchange terbaik di dunia yang bisa Anda gunakan untuk trading atau investasi dalam crypto. Salah satu contohnya adalah Pintu, aplikasi crypto asal Indonesia yang telah terdaftar di BAPPEBTI. Jika Anda menggunakan aplikasi crypto dari luar negeri yang tidak terdaftar, maka biaya transaksinya cenderung lebih tinggi.

    Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

    Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.

    Simak juga Video: Peran Ajaib Kripto Dalam Kemajuan Kripto di Indonesia

    (ega/ega)



    Sumber : finance.detik.com