Tag: chainlink

  • LINK dan STRK Pimpin Aktivitas Ekosistem Ethereum pada Agustus 2025

    Aktivitas pengembangan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kekuatan fundamental sebuah proyek kripto Ethereum. Laporan terbaru dari Santiment pada 11 Agustus 2025 menunjukkan bahwa Chainlink (LINK) kembali menempati posisi teratas dalam daftar aktivitas pengembangan ekosistem Ethereum, disusul oleh Starknet (STRK) di peringkat kedua.

    Chainlink Tetap Kokoh di Posisi #1

    Chainlink ($LINK) berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin aktivitas pengembangan tanpa perubahan dari bulan sebelumnya. Dominasi ini mencerminkan komitmen kuat tim developer dalam terus membangun jaringan oracle terdesentralisasi yang menjadi tulang punggung bagi banyak aplikasi DeFi, NFT, hingga proyek Web3 lainnya.

    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Adu Indikator On-Chain, Dogecoin Lewati Bitcoin dan Ethereum!

    Menurut data, konsistensi aktivitas pengembangan $LINK kerap berhubungan dengan kepercayaan investor dan potensi reli harga. Pola historis juga menunjukkan bahwa proyek dengan pengembangan berkelanjutan cenderung lebih tahan banting saat pasar kripto mengalami penurunan. Hal ini menjadikan LINK kandidat menarik bagi investor yang menerapkan strategi akumulasi jangka menengah hingga panjang.

    Starknet Menguat di Posisi #2

    Sementara itu, Starknet ($STRK) kembali mengamankan posisi kedua, menegaskan perannya sebagai salah satu solusi penskalaan layer-2 paling aktif di ekosistem Ethereum. Ketertarikan pasar terhadap teknologi rollup dan efisiensi biaya gas Ethereum menjadi faktor pendorong meningkatnya perhatian terhadap STRK.

    Pergerakan harga Starnet (STRK/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Starknet (STRK/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dengan potensi pembaruan besar pada mainnet Ethereum, termasuk implementasi sharding, Starknet dipandang memiliki peluang untuk memanfaatkan momentum tersebut dalam memperluas adopsi di sektor DeFi dan NFT.

    Implikasi bagi Pedagang dan Investor

    Peringkat aktivitas pengembangan ini tidak hanya memberi gambaran tentang inovasi teknis, tetapi juga berfungsi sebagai indikator peluang perdagangan. Bagi pedagang, stabilitas posisi $LINK dan $STRK di puncak daftar menunjukkan adanya sentimen positif sekaligus potensi fluktuasi harga yang bisa dimanfaatkan.

    • Untuk $LINK, analis menyoroti area support di kisaran $10–$12 dan resistance di sekitar $15 sebagai level penting yang perlu diperhatikan.
    • Untuk $STRK, perkembangan pada sektor DeFi dan NFT diperkirakan dapat memicu kenaikan permintaan, terutama jika adopsi layer-2 semakin meluas.

    Selain itu, tren bullish Ethereum ($ETH) dan stabilitas Bitcoin ($BTC) di atas $60.000 dapat memberikan efek riak yang mendorong likuiditas pada altcoin seperti LINK dan STRK.

    Prospek Jangka Panjang

    Aktivitas pengembangan yang tinggi menandakan lebih dari sekadar pembaruan teknis—ia juga membuka peluang bagi masuknya modal ventura, kemitraan strategis, hingga integrasi lintas sektor. Chainlink, misalnya, memiliki potensi untuk menghubungkan data oracle dengan proyek berbasis AI, sementara Starknet berpeluang menjadi katalis utama dalam solusi skalabilitas Ethereum.

    Secara keseluruhan, data Santiment mempertegas posisi Chainlink dan Starknet sebagai dua aset berbasis Ethereum dengan fundamental kuat. Bagi investor jangka panjang, kedua token ini dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi, terutama di tengah lanskap kripto yang semakin kompetitif.

    Baca juga: Bitcoin Nyaris Sentuh $110.000, Ethereum dan Dogecoin Ikut Melonjak


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Chainlink Meroket Berkat Sistem Cadangan Baru dan Adopsi RWA

    Chainlink (LINK) kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah reli tajam mendorong harganya ke level $17,85, naik 8,24% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini turut mengangkat kapitalisasi pasar LINK melampaui $12 miliar, memicu optimisme investor terhadap potensi kenaikan yang lebih tinggi berkat kombinasi faktor fundamental dan teknikal yang solid.

    Langkah Strategis: Sistem Cadangan LINK Resmi Berjalan

    Pada 7 Agustus 2025, Chainlink mengaktifkan mekanisme Cadangan (Reserve System) terbarunya. Sistem ini mengonversi seluruh pendapatan protokol — baik dari dalam maupun luar jaringan — menjadi token LINK. Hingga kini, lebih dari $1 juta LINK telah dikunci tanpa rencana penarikan dalam waktu dekat.

    Langkah ini menciptakan tekanan beli konstan dengan menyerap pasokan token, sehingga memperkuat kelangkaan LINK seiring pertumbuhan jaringan. Dengan suplai beredar sebesar 678 juta LINK, inisiatif ini dipandang sebagai dorongan besar bagi keberlanjutan ekosistem jangka panjang dan menjadi sinyal kuat bagi investor institusional tentang keyakinan terhadap model ekonomi Chainlink.

     Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Jumat, 8 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Chainlink Luncurkan Layanan Data Saham AS Real-Time di 37 Jaringan

    Ekspansi Besar: Menjembatani Aset Dunia Nyata ke Blockchain

    Beberapa hari sebelum peluncuran sistem cadangan, Chainlink merilis data feed ekuitas dan ETF AS yang telah ditokenisasi di 37 blockchain. Proyek-proyek seperti GMX dan Kamino menjadi pengguna awal, menunjukkan meningkatnya adopsi teknologi Chainlink di pasar aset dunia nyata (RWA) yang bernilai lebih dari $10 triliun.

    Pengembangan ini melengkapi integrasi Chainlink dengan Mastercard pada Juni lalu, memperkuat peran LINK sebagai infrastruktur penting untuk menghadirkan data keuangan tradisional ke Web3 — melampaui sekadar peran di ranah DeFi.

    Analisis Teknikal: Potensi Bullish, tapi Butuh Konfirmasi

    Secara teknikal, LINK berhasil menembus level $17,55, yang merupakan retracement Fibonacci 38,2% dari rentang harga $20,24 (puncak) hingga $13,21 (dasar). Pergerakan ini juga mengonfirmasi formasi double-bottom, yang umumnya menjadi sinyal bullish.

    Meski begitu, indikator masih campuran:

    • MACD masih berada di wilayah negatif.
    • RSI mendekati area netral.
    • Rasio perputaran 24 jam sebesar 4,85% menunjukkan likuiditas tinggi.

    Momentum kenaikan berkelanjutan kemungkinan memerlukan dukungan dari volume perdagangan yang lebih besar.

    Proyeksi Harga: Target $46 dalam Jangka Panjang

    Menurut analis kripto Ali (@ali_charts), tren LINK akan tetap positif selama harga tidak jatuh di bawah support $13. Jika mampu menembus swing high $20,24, LINK berpotensi melaju menuju $46 dalam pola kanal harga yang sedang terbentuk.

    Prospek ke Depan: Bullish, tapi Waspadai Faktor Makro

    Fundamental Chainlink semakin kuat berkat inovasi on-chain dan perluasan peran di sektor keuangan dunia nyata. Namun, beberapa faktor kunci tetap perlu diperhatikan:

    • EMA 200 hari di kisaran $15,84 harus dipertahankan untuk menjaga tren positif.
    • Sentimen pasar global, terutama dominasi Bitcoin.
    • Perkembangan ekonomi makro AS, termasuk kebijakan suku bunga Federal Reserve.

    Dengan kombinasi inovasi teknologi, dukungan institusional, dan posisi strategis di pasar RWA, Chainlink berpotensi menjadi salah satu pemain utama dalam gelombang adopsi blockchain berikutnya.

    Baca juga: Enam Alasan Harga Chainlink Bisa di Atas $20


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Chainlink Luncurkan Layanan Data Saham AS Real-Time di 37 Jaringan

    Chainlink, pelopor penyedia layanan oracle dalam dunia blockchain, kembali menunjukkan taringnya dengan meluncurkan layanan data pasar saham AS real-time yang tersedia di 37 blockchain berbeda secara bersamaan.

    Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam menjembatani ekosistem keuangan tradisional (TradFi) dengan dunia Web3, dan membuka potensi besar bagi inovasi produk keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    Apa Itu Chainlink dan Mengapa Ini Penting?

    Chainlink dikenal sebagai penyedia layanan oracle yang memungkinkan smart contract di berbagai blockchain untuk terhubung dengan data dari dunia nyata.

    Dengan reputasi sebagai penyedia data yang andal dan aman, Chainlink telah lama menjadi pilihan utama bagi banyak proyek DeFi.

    Kini, Chainlink memperluas cakupan layanannya dengan menghadirkan data pasar saham AS secara real-time ke ekosistem blockchain, yang meliputi harga saham perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, Microsoft, Amazon, hingga Google.

    Langkah ini memungkinkan blockchain untuk mengakses data pasar keuangan tradisional secara langsung dan akurat.

    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 5 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 5 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Enam Alasan Harga Chainlink Bisa di Atas $20

    37 Blockchain, Satu Sumber Data

    Inovasi ini didukung oleh Chainlink Data Streams, sebuah solusi oracle generasi berikutnya yang dirancang untuk memberikan data dengan latensi rendah dan pembaruan berkala secara cepat.

    Dengan kata lain, data yang disediakan oleh Chainlink kini tidak hanya akurat dan aman, tapi juga sangat cepat — menjadikannya ideal untuk berbagai aplikasi, termasuk perdagangan otomatis (algo-trading), derivatif sintetis, dan banyak lagi.

    Dengan mengintegrasikan layanan ini di 37 blockchain, Chainlink memperkuat statusnya sebagai penghubung utama antara dunia keuangan tradisional dan ekosistem blockchain yang berkembang pesat.

    Ini adalah langkah konkret menuju integrasi yang lebih dalam antara TradFi dan DeFi.

    Dampaknya bagi DeFi dan Aplikasi Web3

    Peluncuran layanan ini membuka pintu bagi berbagai inovasi produk keuangan di dunia kripto:

    • Synthetic Assets: Proyek-proyek seperti Synthetix kini dapat membuat turunan saham secara on-chain dengan data yang lebih real-time dan kredibel.
    • Automated Trading: Pengembang dapat menciptakan bot trading atau strategi arbitrase yang menggunakan data saham AS langsung dari blockchain.
    • Tokenisasi Aset Tradisional: Dengan data akurat di ujung jari, perusahaan dapat lebih mudah melakukan tokenisasi saham di blockchain, mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga.

    Langkah ini juga memberi peluang besar bagi pasar negara berkembang yang selama ini sulit mengakses pasar saham global secara langsung.

    Dengan data yang tersedia secara terbuka di blockchain, partisipasi investor ritel global dalam pasar saham bisa meningkat secara drastis.

    Kolaborasi Strategis

    Chainlink menggarap proyek ini bersama beberapa mitra infrastruktur dan penyedia data terkemuka.

    Meskipun detail teknisnya belum sepenuhnya dibuka ke publik, layanan ini kemungkinan menggunakan pendekatan hybrid off-chain dan on-chain untuk memastikan efisiensi biaya sekaligus menjaga kecepatan dan reliabilitas data.

    Hal ini juga menunjukkan bahwa Chainlink tidak hanya membangun teknologi, tetapi juga ekosistem kolaboratif yang kuat untuk membawa keuangan masa depan menjadi lebih terbuka, transparan, dan inklusif.

    Baca Juga: Chainlink Bertahan di Support $13, Analis Optimistis Potensi Pemulihan

    Dengan mengintegrasikan data pasar saham AS real-time ke dalam 37 blockchain, Chainlink sekali lagi membuktikan komitmennya sebagai jembatan antara dunia nyata dan Web3.

    Inovasi ini bukan hanya soal membawa data ke blockchain, tapi tentang membangun masa depan di mana keuangan global benar-benar terdesentralisasi dan bisa diakses siapa saja, di mana saja.

    Langkah ini membuka babak baru bagi DeFi dan aplikasi blockchain—sebuah dunia di mana batas antara pasar tradisional dan aset digital semakin kabur. Masa depan keuangan bukan hanya digital, tetapi juga global dan terdesentralisasi—dan Chainlink berada di garis depan revolusi ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Top 3 Token RWA dengan Prospek Cerah di Kripto

    Tokenisasi aset dari dunia nyata atau Real‑World Assets (RWA) merupakan destinasi investasi baru yang menghubungkan aset fisik seperti saham, emas, uang pasar uang, hingga obligasi ke blockchain.

    Berdasarkan data CoinGecko pada Minggu (27/7), total kapitalisasi pasar kategori RWA telah mencapai lebih dari $51,7 miliar, naik sekitar 2,9% dalam 24 jam terakhir.

    Berikut ini tiga token RWA paling populer dan menjanjikan yang kini layak jadi sorotan pada tahun 2025:

    1. Stellar (XLM)

    • Market Cap: ± $14 miliar
    • Volume 24 jam: ± $356 juta

    Stellar adalah platform blockchain yang dirancang untuk mempermudah transfer uang lintas batas.

    Kini XLM sering digunakan sebagai jembatan likuiditas sekaligus bagian dari tokenisasi fiat dan aset kas di benua seperti Afrika dan Asia Tenggara.

    Stellar berhasil menarik minat karena kemudahan integrasi dan scalable hingga puluhan ribu transaksi per detik.

    Dengan dominasi pasar di kategori RWA, XLM tetap menjadi pemain utama karena adopsi luas dalam proyek stablecoin dan proyek tokenisasi likuiditas.

    2. Chainlink (LINK)

    • Market Cap: ± $12,8 miliar
    • Volume 24 jam: ± $474 juta

    Chainlink memainkan peran penting dalam ekosistem tokenisasi sebagai penyedia data real-world ke smart contract.

    Sebagai orakel terdesentralisasi, Chainlink memungkinkan protokol RWA mengakses nilai pasar real-time untuk saham, komoditas, atau obligasi yang dijadikan jaminan token digital.

    Dengan volume tinggi dan pertumbuhan stabil, LINK menjadi salah satu token krusial untuk memastikan akurasi dan keamanan ekosistem RWA.

    3. Ondo (ONDO)

    • Market Cap: ± $3,3 miliar
    • Volume 24 jam: ± $133 juta

    Token ONDO milik protokol Ondo merupakan contoh nyata tokenisasi produk keuangan tradisional, yaitu uang pasar uang (money-market).

    Melalui kemitraan dengan Goldman Sachs, BlackRock, dan BNY Mellon, ONDO mewakili akses ke token digital yang direpresentasikan reksa dana pasar uang.

    Token ini memudahkan investor institusi atau ritel untuk bertransaksi dengan aset berkualitas tinggi secara luas dan efisien.

    Protokol RWA seperti Ondo memimpin tokenisasi produk finansial tingkat tinggi serta mendorong penggunaan blockchain di pasar modal tradisional.

    Baca Juga: Token RWA Tetap Lebih Aman daripada Bitcoin Selama Tarif AS Berlaku

    Mengapa Ketiganya Layak Diperhatikan?

    Token Fokus RWA Keunggulan Utama
    XLM Tokenisasi stablecoin / fiat Likuiditas global & adopsi luas
    LINK Data real-time untuk smart contracts Membantu keamanan & akurasi harga aset
    ONDO Tokenized money-market funds Token regulatif dengan backing institusi

    Tren & Momentum RWA Saat Ini

    Pasar RWA diproyeksikan tumbuh dari puluhan miliar menuju $2 triliun pada 2028, dipicu tokenisasi saham, obligasi, real estate, serta instrumen keuangan lainnya.

    Goldman Sachs dan BNY Mellon telah meluncurkan token uang pasar uang melalui platform LiquidityDirect, menandakan adopsi institusional yang nyata dan regulatif.

    Hal ini membuka pintu tokenisasi lebih luas di kalangan asset manager besar seperti BlackRock dan Fidelity.

    Sementara itu, protokol tokenisasi seperti Securitize telah mengeluarkan lebih dari $4 miliar aset on‑chain, termasuk US Treasury token terbesar milik BlackRock, menunjukkan dominasi infrastruktur tokenisasi modern.

    Baca Juga: Pasar RWA di Sektor Real Estat Diprediksi Mencapai $4 Triliun pada 2035

    Risiko & Tantangan yang Harus Diwaspadai

    • Fragmentasi peraturan antar negara tentang token digital dapat memperlambat adopsi massal.
    • Likuiditas token terbatas, terutama untuk token real estate dan saham—beda dengan stablecoin.
    • Risiko operasional & audit karena tokenisasi aset memerlukan transparansi tinggi dan legitimasi hukum.

    Proyeksi Masa Depan

    Token XLM, LINK, dan ONDO adalah representasi paling matang dan menjanjikan dalam ruang tokenisasi RWA saat ini.

    Stellar mempermudah akses finansial global, Chainlink menyediakan kepercayaan data, dan Ondo membawa aset finansial institusi ke blockchain publik.

    Dengan fondasi teknologi kuat, dukungan institusional, serta perkembangan regulasi positif seperti Genius Act AS, sektor RWA berpeluang menjadi kompetitor utama dalam ekosistem crypto jangka panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • LINK Sentuh $14,59! Token Interoperabilitas Mulai Naik Gila-Gilaan

    Pasar aset kripto sektor interoperabilitas kembali menunjukkan pergerakan signifikan hari ini. Sejumlah token utama mencatatkan kenaikan harga dalam 24 jam terakhir, dipimpin oleh Chainlink (LINK) yang masih menjadi penguasa kapitalisasi pasar di kategori ini.

    Berdasarkan data terbaru, berikut perkembangan token interoperabilitas dengan kapitalisasi terbesar dikutip CoinMarketCap:

    Chainlink (LINK) Melesat, Kapitalisasi Tembus USD 10 Miliar

    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Minggu, 21 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Minggu, 21 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Chainlink yang berada di posisi teratas mencatat harga USD 14,59 dengan kenaikan 1,34% dalam 24 jam dan 9,45% dalam 7 hari terakhir.
    Kapitalisasi pasarnya kini mencapai USD 10,17 miliar dengan volume perdagangan harian menembus USD 1,01 miliar.
    LINK juga memiliki suplai beredar sebesar 696,84 juta token.

    Canton (CC) Ikut Menguat, Tembus Kapitalisasi USD 2,7 Miliar

    Di posisi berikutnya, token Canton (CC) diperdagangkan pada level USD 0.07766.
    Token ini mencatat pertumbuhan moderat 0,12% dalam 24 jam, namun tetap menguat 9,29% dalam sepekan.
    Dengan suplai beredar mencapai 35,71 miliar CC, kapitalisasi pasarnya kini berada di angka USD 2,77 miliar.

    Quant (QNT) Sentuh USD 94,48, Naik 11% dalam Sepekan

    Analisis Harga QNT. Sumber: TradingView.
    Analisis Harga QNT. Sumber: TradingView.

    Token interoperabilitas lainnya, Quant (QNT), menguat 0,95% dalam 24 jam dan 11,13% dalam 7 hari.
    Harga QNT kini berada di level USD 94,48, dengan market cap USD 1,14 miliar serta volume harian USD 26,43 juta.

    Cosmos (ATOM) Stabil, Namun Tetap Hijau

    Cosmos (ATOM) diperdagangkan di harga USD 2,36, naik tipis 0,87% dalam 24 jam dan 5,97% dalam 7 hari.
    Token dengan fokus pada ekosistem interoperabilitas blockchain ini memiliki market cap USD 1,13 miliar dan volume perdagangan USD 60 juta.

    BAT Catat Kenaikan Tertinggi Mingguan: 20,18%

    Pergerakan harga Basic Attention Token (BAT/USDT) pada Jumat, 28 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Basic Attention Token (BAT/USDT) pada Jumat, 28 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Menariknya, Basic Attention Token (BAT) menjadi salah satu token dengan kenaikan mingguan terbesar.
    Dengan harga USD 0.2696, BAT melejit 7,09% dalam 24 jam dan 20,18% dalam seminggu.
    Market cap token ini mencapai USD 403 juta, dengan volume perdagangan harian USD 101,2 juta.

    Pasar Interoperabilitas Kripto Makin Bergairah

    Kenaikan harga pada lima token besar ini menandai sentimen positif pasar terhadap sektor interoperabilitas yang semakin penting dalam ekosistem blockchain.
    Analis menilai bahwa kebutuhan akan komunikasi lintas jaringan dan transfer aset yang lebih efisien terus meningkatkan permintaan terhadap token-token ini.

    Baca juga: Riset Kripto 6-10 Okt 2025: Koreksi Sehat Bitcoin, Siap Puncak Baru?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Chainlink Aktifkan Transfer cbBTC ke Monad

    Ekosistem DeFi kembali mencatatkan perkembangan penting setelah Chainlink melalui protokol CCIP (Cross-Chain Interoperability Protocol) mengaktifkan transfer cbBTC dari jaringan Base ke Monad.

    Cointelegraph menyebut, integrasi ini membuka jalur bagi likuiditas berbasis Bitcoin untuk masuk ke dalam ekosistem DeFi Monad.

    Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menghadirkan kolateral berbasis Bitcoin ke pasar lending dan borrowing Monad, sekaligus memperluas utilitas aset wrapped BTC seperti cbBTC dalam sektor keuangan terdesentralisasi.

    Baca Juga: Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink

    Mengenal cbBTC

    cbBTC merupakan representasi Bitcoin yang diterbitkan di jaringan EVM tertentu, memungkinkan pemegang BTC untuk mengakses aplikasi DeFi tanpa harus menjual aset utamanya.

    Dengan aktivasi transfer lintas jaringan melalui CCIP, pemilik cbBTC di Base kini dapat memindahkan aset mereka ke Monad.

    Artinya, Bitcoin yang sebelumnya “diam” sebagai store of value kini bisa dimanfaatkan sebagai kolateral untuk meminjam, memberikan likuiditas, atau mendapatkan yield di protokol DeFi Monad.

    Akses terhadap kolateral berbasis BTC selama ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan Total Value Locked (TVL) di berbagai ekosistem DeFi.

    Dampak terhadap Ekosistem Monad

    Monad, sebagai blockchain layer-1 yang dirancang untuk performa tinggi dan kompatibilitas EVM, tengah membangun fondasi likuiditas agar ekosistem DeFi-nya berkembang pesat.

    Masuknya cbBTC berpotensi menjadi katalis penting, karena Bitcoin masih menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar dan basis pemegang yang luas.

    Likuiditas berbasis BTC dapat mempercepat pertumbuhan protokol lending dan borrowing di Monad, terutama jika pengguna mulai aktif memanfaatkan cbBTC sebagai jaminan pinjaman.

    Namun, keberhasilan integrasi ini sangat bergantung pada adopsi nyata di lapangan.

    Analisis: Potensi Besar, Tapi Belum Tentu Instan

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa akses terhadap kolateral BTC memang membuka peluang besar, tetapi dampaknya tidak otomatis terjadi hanya karena pengumuman integrasi.

    “Akses ke kolateral BTC bisa mempercepat TVL, tapi itu baru nyata jika pengguna menerapkan cbBTC dalam skala besar. Asumsi keamanan bridge dan permintaan berkelanjutan akan menentukan ini sekadar pengumuman atau perubahan nyata,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Garis besarnya, transfer via cbBTC ini menyoroti dua faktor kunci: keamanan dan permintaan.

    Pertama, keamanan bridge menjadi isu krusial dalam ekosistem cross-chain. Sejarah industri kripto mencatat berbagai insiden eksploitasi bridge yang menyebabkan kerugian besar.

    Meskipun CCIP dirancang dengan standar keamanan tinggi, kepercayaan pengguna tetap menjadi faktor utama.

    Kedua, permintaan riil dari pengguna akan menentukan apakah cbBTC benar-benar digunakan sebagai kolateral atau hanya sekadar dipindahkan tanpa aktivitas signifikan.

    Peran Chainlink CCIP dalam Interoperabilitas

    CCIP dari Chainlink dirancang untuk menyediakan infrastruktur transfer aset dan pesan lintas jaringan secara aman.

    Dengan meningkatnya fragmentasi likuiditas di berbagai blockchain, solusi interoperabilitas menjadi kebutuhan mendesak.

    Integrasi ini menunjukkan bagaimana Chainlink memperluas perannya, bukan hanya sebagai oracle harga, tetapi juga sebagai penghubung ekosistem multi-chain.

    Jika adopsi CCIP terus berkembang, model interoperabilitas semacam ini dapat menjadi standar baru dalam perpindahan likuiditas lintas jaringan.

    Outlook: Katalis TVL atau Sekadar Eksperimen?

    Dalam jangka pendek, dampak terhadap TVL Monad kemungkinan bertahap.

    Aktivitas lending dan borrowing perlu menunjukkan peningkatan signifikan agar integrasi ini benar-benar mengubah lanskap likuiditas.

    Namun dalam jangka panjang, akses terhadap kolateral BTC dapat memperkuat fondasi DeFi Monad, terutama jika dikombinasikan dengan insentif yield atau program likuiditas tambahan.

    Bagi pasar DeFi secara keseluruhan, integrasi ini mencerminkan tren besar: Bitcoin semakin terintegrasi ke dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi lintas chain.

    Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan

    Aktivasi transfer cbBTC dari Base ke Monad melalui Chainlink CCIP membuka peluang baru bagi pemanfaatan likuiditas berbasis Bitcoin di DeFi. Potensinya besar, terutama untuk mendorong pertumbuhan TVL dan pasar lending.

    Namun, keberhasilan nyata akan ditentukan oleh tingkat adopsi pengguna, keamanan bridge, dan permintaan berkelanjutan terhadap produk DeFi berbasis cbBTC.

    Apakah ini akan menjadi lonjakan likuiditas besar bagi Monad atau sekadar integrasi teknis tanpa dampak signifikan, pasar akan segera memberikan jawabannya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan

    Chainlink resmi menghadirkan price feed untuk saham AS yang telah ditokenisasi oleh Ondo Finance di jaringan Ethereum. Integrasi ini memungkinkan token seperti SPYon, QQQon, dan TSLAon digunakan dalam ekosistem decentralized finance (DeFi), termasuk sebagai jaminan (collateral) untuk meminjam stablecoin.

    Dalam pengumuman terbarunya, Ondo Finance menyatakan bahwa platform Ondo Global Markets telah mengintegrasikan Chainlink sebagai oracle data resmi. Langkah ini memungkinkan harga saham tokenisasi terhubung langsung dengan referensi harga underlying equity di pasar tradisional.

    Token Saham Bisa Jadi Jaminan di Euler

    Dilaporkan Trading VIew, Price feed tersebut kini telah aktif dan digunakan di protokol lending Euler. Pengguna dapat menyetor token saham seperti SPYon (representasi SPDR S&P 500 ETF), QQQon (Invesco QQQ ETF), dan TSLAon (saham Tesla) sebagai jaminan untuk meminjam stablecoin.

    Integrasi oracle dari Chainlink memungkinkan protokol DeFi menetapkan parameter risiko seperti collateral factor dan liquidation threshold berdasarkan data harga yang terhubung dengan pasar saham asli. Selain itu, sistem ini juga memperhitungkan aksi korporasi seperti pembagian dividen agar nilai referensi tetap akurat.

    Parameter risiko untuk pasar lending baru tersebut dipantau dan ditetapkan oleh Sentora.

    Atasi Keterbatasan Token Saham di DeFi

    Ondo menyebut bahwa sebelumnya saham tokenisasi sebagian besar hanya digunakan untuk eksposur harga, tanpa banyak dimanfaatkan dalam ekosistem DeFi sebagai collateral. Dengan hadirnya price feed onchain yang terhubung ke pasar saham tradisional, token saham kini dapat digunakan dalam berbagai produk terstruktur seperti lending dan derivatif.

    Langkah ini dinilai sebagai upaya memperluas utilitas aset tokenisasi, dengan menggabungkan likuiditas berbasis exchange dan data harga onchain yang terverifikasi.

    Kemitraan ini melanjutkan kerja sama antara Ondo Finance dan Chainlink yang diumumkan pada Oktober 2025, di mana Chainlink ditunjuk sebagai penyedia data utama untuk saham dan ETF tokenisasi Ondo.

    Baca juga: SEC Hentikan Investigasi Ondo Finance, Roadmap Baru Siap Dirilis

    Persaingan Tokenisasi Saham AS Makin Sengit

    Langkah Ondo dan Chainlink terjadi di tengah percepatan tokenisasi saham AS oleh berbagai institusi keuangan dan platform kripto. Nasdaq sebelumnya mengajukan perubahan aturan ke SEC untuk memungkinkan perdagangan saham tokenisasi dalam kerangka bursa teregulasi.

    Pada Desember 2025, SEC juga mengeluarkan no-action letter yang mengizinkan anak usaha Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) meluncurkan layanan tokenisasi sekuritas yang sudah berada dalam kustodi DTC.

    Sementara itu, New York Stock Exchange dan Intercontinental Exchange sedang mengembangkan platform blockchain untuk perdagangan saham dan ETF tokenisasi dengan fitur 24/7 trading dan settlement hampir instan, menunggu persetujuan regulator.

    Di sisi kripto, lebih dari 60 saham AS tokenisasi telah diluncurkan melalui Kraken dan Bybit pada Juni lalu. Produk tersebut dikembangkan oleh Backed Finance melalui brand xStocks, meski belum tersedia bagi pengguna AS.

    Robinhood juga telah memperkenalkan hampir 500 saham tokenisasi untuk pengguna di Uni Eropa dan kini menguji Robinhood Chain, jaringan layer-2 Ethereum berbasis Arbitrum yang dirancang untuk mendukung aset dunia nyata dan digital, termasuk fitur lending dan derivatif onchain.

    Dengan integrasi terbaru ini, saham AS tokenisasi semakin mendekati penggunaan luas di ekosistem DeFi, memperkuat tren konvergensi antara pasar keuangan tradisional dan infrastruktur blockchain.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kolaborasi ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam interoperabilitas antara pasar keuangan tradisional dan DeFi. Dengan jaminan keamanan data Oracle, Ondo membuka likuiditas triliunan dolar dari pasar saham AS untuk digunakan dalam ekosistem DeFi yang lebih luas.

    Baca Juga: Ini Altcoin yang Crypto Whale Borong Untuk Oktober, Termasuk ONDO dan SPX


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • LINK Terancam Fire Sale ke $5? Inflow Exchange Naik 19%

    Chainlink (LINK) kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah muncul sinyal tekanan jual baru yang berpotensi menyeret harga lebih dalam. Setelah sempat mencatat pemulihan singkat dari level $7,19, data terbaru menunjukkan lonjakan besar aliran LINK ke exchange. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan bearish kembali mendominasi pasar.

    Menurut data yang beredar, inflow LINK ke exchange melonjak sekitar 19% dalam satu hari, sebuah pola yang disebut mirip dengan tekanan jual yang terjadi pada akhir Januari. Lonjakan inflow ke exchange umumnya diasosiasikan dengan potensi aksi jual, karena token yang dipindahkan ke bursa sering kali disiapkan untuk dilepas ke pasar.

    Level $7,19 Jadi Penentu, Risiko Turun ke $5 Menguat

    Kenaikan inflow tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa jika support $7,19 gagal bertahan, LINK dapat mengalami flush menuju area $5,00. Analis menilai level tersebut berpotensi menjadi target koreksi berikutnya seiring tekanan spekulatif meningkat.

    Meski begitu, pasar juga mencatat adanya kemungkinan bahwa koreksi ini hanya bersifat sementara, karena sejumlah indikator menunjukkan bahwa investor besar belum sepenuhnya keluar. Beberapa pihak menilai penurunan tajam dapat menjadi fase shakeout, yaitu situasi di mana investor ritel terdorong menjual karena panik sebelum harga kembali pulih.

    Data ETF: LINK Disebut Belum Pernah Alami Outflow

    Di tengah kekhawatiran tekanan jual, data ETF Chainlink disebut masih menunjukkan sinyal positif. Disebutkan bahwa sejak peluncuran, LINK ETF belum pernah mencatat satu hari pun outflow. Kondisi ini dinilai mencerminkan bahwa minat institusional terhadap LINK masih relatif stabil meskipun harga mengalami volatilitas.

    Hal ini menjadi faktor yang dipantau pasar, karena arus ETF sering dianggap sebagai indikator sentimen investor institusi terhadap aset kripto tertentu.

    Baca juga: Harga Chainlink (LINK) di Ujung Tanduk: Tembus $10 Bisa Seret ke $7,15

    Aktivitas Oracle Chainlink Klaim Capai $28,02 Triliun

    Selain ETF, metrik dari situs resmi Chainlink juga menunjukkan bahwa layanan oracle Chainlink disebut telah memfasilitasi transaksi dengan total nilai mencapai $28,02 triliun. Angka tersebut dilaporkan terus meningkat, menandakan bahwa penggunaan jaringan Chainlink masih berkembang di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.

    Di sisi lain, disebutkan pula bahwa cadangan strategis Chainlink yang didanai dari pendapatan (revenue-funded reserves) terus mengalami kenaikan, yang dinilai memperkuat keberlanjutan jaringan dalam jangka panjang.

    Investor Ritel Panik, Smart Money Diduga Tunggu Harga Diskon

    Sejumlah analis menyebut bahwa penurunan harga LINK saat ini kemungkinan masih dipengaruhi panic selling dari investor ritel. Namun, data juga memunculkan spekulasi bahwa investor besar atau smart money justru menunggu kesempatan untuk membeli di level lebih rendah, khususnya jika harga benar-benar turun ke area $5.

    Peta volume juga menunjukkan sinyal “cooling”, yang diartikan sebagai meredanya tekanan jual dibanding sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sell-off besar mulai kehilangan tenaga, meskipun risiko penurunan masih tetap terbuka dalam jangka pendek.

    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dengan demikian, LINK kini berada pada fase krusial. Jika level $7,19 gagal bertahan, pasar berpotensi melihat koreksi lebih dalam menuju $5. Namun, jika tekanan jual melemah dan akumulasi institusi tetap berlangsung, level tersebut juga dapat menjadi zona masuk strategis bagi investor yang menunggu harga diskon.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pola inflow tinggi sering mendahului volatilitas/koreksi jangka pendek (tekanan jual retail), tapi divergensi dengan aksi whale/institusi (yang diam/akumulasi) adalah sinyal bullish tersembunyi. Area $5 disebut sebagai “generational entry point”.

    Baca juga: Perkuat Ekosistem DeFi, Plasma Gabung Chainlink SCALE dan Aave


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tembus $10 Bisa Seret ke $7,15

    Harga Chainlink (LINK) saat ini berada di titik krusial yang menjadi perhatian para analis kripto. Support utama di kisaran US$10–11 disebut sebagai penentu arah pergerakan harga LINK sepanjang tahun ini. Jika level tersebut gagal dipertahankan, LINK berpotensi mengalami tekanan besar hingga turun ke US$7,15.

    Sejumlah analis menilai risiko penurunan semakin nyata seiring munculnya indikasi teknikal bearish pada grafik mingguan. Salah satu pola yang disorot adalah Head & Shoulders, yang kerap menjadi sinyal awal pembalikan tren ke arah bawah.

    Analisis Harga LINK

    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: 5 Kripto Paling Bullish Minggu Ini: SEI dan Chainlink Jadi Favorit Investor!

    Dilaporkan Coincu, analis kripto CryptoBullett memperingatkan bahwa pelemahan di bawah area US$10–11 dapat berdampak buruk bagi LINK. Ia menyebut skenario terburuk bisa membawa harga Chainlink turun ke kisaran US$4–5, yang diperkirakan menjadi level terendah tahun ini. Meski demikian, analis menekankan bahwa pergerakan pasar kripto sangat dinamis dan proyeksi tersebut tidak bersifat pasti.

    Pada saat penulisan, harga LINK tercatat diperdagangkan di level US$11,92, naik 3,94% dalam 24 jam terakhir, dengan volume perdagangan harian mencapai US$395,8 juta.

    Di sisi lain, masih terdapat peluang pemulihan apabila LINK mampu bertahan di zona support US$11,8–12,2. Area ini sebelumnya terbukti kuat dan berpotensi menjadi landasan bagi pergerakan naik menuju level resistansi berikutnya di US$14,9.

    Data On-chain LINK

    Data on-chain dari Santiment menunjukkan bahwa LINK saat ini berada dalam kondisi undervalued. Rasio Market Value to Realized Value (MVRV) 30 hari tercatat di angka -9,5%, yang mengindikasikan potensi fase stabilisasi harga. Sementara itu, CoinGlass melaporkan penurunan open interest sebesar 2,19%, menandakan berkurangnya risiko spekulatif di pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Chainlink (LINK) saat ini berada di persimpangan teknikal yang sangat krusial, di mana para analis memperingatkan adanya risiko penurunan tajam menuju $7,15 atau bahkan $4-5 jika zona penyangga utama di kisaran $10-11 ditembus, sebuah skenario bearish yang diperkuat oleh pembentukan potensi pola Head & Shoulders pada grafik mingguan.

    “Namun, di tengah ancaman tersebut, harga yang bertahan di atas area $11,8–$12,2 saat ini memberikan harapan pemulihan jangka pendek menuju $14,9, didukung oleh sentimen pasar yang masih mencoba mempertahankan struktur harga agar tidak runtuh,” ujarnya.

    Dengan meningkatnya volume perdagangan dalam beberapa hari terakhir, pergerakan LINK ke depan dinilai akan sangat menentukan, apakah harga akan menembus support penting atau justru memantul dan melanjutkan tren pemulihan.

    Baca juga: Perkuat Ekosistem DeFi, Plasma Gabung Chainlink SCALE dan Aave


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dompet Whale LINK Tembus Rekor, Sinyal Rebound ke $12?

    Di tengah kondisi pasar altcoin yang masih tertekan, pergerakan tidak biasa justru mulai terlihat pada token Chainlink (LINK).

    Menurut Crypto Quant, data terbaru menunjukkan peningkatan aktivitas whale yang berpotensi menjadi sinyal awal perubahan arah pasar.

    Penarikan besar dari exchange mulai meningkat

    Salah satu indikator utama yang diamati adalah arus keluar (outflow) dari exchange. Dalam beberapa waktu terakhir, terjadi lonjakan penarikan LINK dari Binance, khususnya pada transaksi besar.

    Tercatat, dua lonjakan harian menunjukkan lebih dari 8.000 LINK ditarik hanya dari 10 transaksi terbesar dalam satu hari. Pergerakan seperti ini biasanya dikaitkan dengan aktivitas whale yang memindahkan aset ke penyimpanan pribadi.

    Dalam banyak kasus, langkah ini sering diartikan sebagai indikasi berkurangnya niat jual dan kecenderungan untuk menyimpan aset dalam jangka menengah.

    Baca Juga: Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink

    Rata-rata outflow terus naik

    Tidak hanya lonjakan sesaat, tren jangka menengah juga menunjukkan peningkatan aktivitas. Rata-rata bulanan outflow dari 10 transaksi terbesar naik dari sekitar 2.000 LINK per hari menjadi hampir 2.600 LINK sejak pertengahan Februari.

    Kenaikan ini mencerminkan bahwa aktivitas whale tidak hanya sporadis, tetapi mulai meningkat secara konsisten.

    Di tengah pasar yang lemah, pola seperti ini menjadi perhatian karena bisa mengindikasikan adanya akumulasi oleh pemain besar.

    Dikutip Tim Research Tokocrypto, secara onchain ini biasanya dibaca sebagai tanda awal akumulasi atau penurunan niat jual jangka menengah, karena aset dipindahkan ke penyimpanan non-exchange.

    “Belum cukup untuk membalik tren LINK sendirian, tapi intensifikasi whale outflow seperti ini jelas sinyal yang layak dipantau ketat,” ujarnya.

    Sinyal awal atau hanya pergerakan sementara?

    Meskipun peningkatan aktivitas whale sering dianggap sebagai sinyal positif, kondisi saat ini masih perlu disikapi dengan hati-hati. Dalam beberapa kasus sebelumnya, lonjakan akumulasi tidak selalu berhasil membalikkan tren penurunan harga.

    Namun, pergerakan ini tetap menjadi indikator penting untuk dipantau. Jika tren penarikan terus berlanjut dan diikuti dengan peningkatan permintaan, maka potensi perubahan arah harga bisa semakin terbuka.

    Untuk saat ini, aktivitas whale pada LINK menjadi salah satu sinyal menarik di tengah pasar yang masih lesu, apakah ini awal dari akumulasi besar atau hanya pergerakan sementara, masih perlu dikonfirmasi dalam beberapa minggu ke depan.

    Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com