Tag: crypto

  • Kolaborasi Tokocrypto dan UKI Dirikan Pusat Inovasi Blockchain

    Tokocrypto menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI) untuk membangun sebuah ekosistem inovasi dan literasi dalam mendukung transformasi teknologi blockchain dan aset kripto. Melalui ekosistem ini, para akademisi diharapkan dapat meningkatkan kontribusi terhadap perkembangan industri aset kripto di Indonesia.

    Kolaborasi ini diwujudkan melalui TokoScholar, sebuah platform dari salah satu ekosistem Tokocrypto yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait teknologi blockchain dan aset kripto. TokoScholar bersama UKI akan mendirikan Pojok Kripto, dedicated space pertama di kota Jakarta yang dikhususkan untuk pengembangan riset dan inovasi soal blockchain.

    Kehadiran Pojok Kripto di UKI merupakan innovation center ketiga yang didirikan oleh Tokocrypto berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Sebelumnya, Pojok Kripto telah berdiri di Telkom University dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

    Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan pendirian Pojok Kripto di lingkungan kampus merupakan bentuk upaya Tokocrypto untuk meningkatkan literasi dan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia melalui pemanfaatan teknologi blockchain. Pendirian pusat penelitian dan pengembangan tersebut diharapkan dapat memberi akses kepada seluruh Sivitas Akademika di UKI.

    Penandatanganan MoU Kerja Sama Tokocrypto dengan Universitas Kristen Indonesia.
    COO Tokocrypto, Teguh K. Harmanda (kanan) dan Dekan Fakultas Vokasi UKI, Maksimus Bisa, S.K.M., Sst.Ft., M.Fis (kiri) melakukan penandatanganan MoU Kerja Sama Tokocrypto dengan Universitas Kristen Indonesia.

    “Sebagai perusahaan teknologi yang bertujuan mengubah kehidupan melalui teknologi blockchain dan aset kripto, Tokocrypto berkomitmen untuk terus tumbuh dan mengembangkan layanan inovatifnya melalui peningkatan literasi yang tinggi di masyarakat. Kami bangga menyambut kolaborasi dengan UKI sebagai kelanjutan komitmen kami untuk meningkatkan literasi dan inovasi teknologi blockchain dan kripto di Indonesia,” kata Manda.

    Manda berharap Pojok Kripto di UKI bisa menjadi one-stop place agar para akademisi dan masyarakat umum bisa lebih memahami dan merasakan manfaat dari adopsi teknologi blockchain secara optimal. Dengan edukasi bisa melahirkan inovasi penerapan teknologi yang memberikan solusi bagi kebutuhan industri dan masyarakat secara luas.

    Penandatanganan MoU Kerja Sama Tokocrypto dengan Universitas Kristen Indonesia
    COO Tokocrypto, Teguh K. Harmanda (kiri) dan Dekan Fakultas Vokasi UKI, Maksimus Bisa, S.K.M., Sst.Ft., M.Fis (kanan) melakukan penandatanganan MoU Kerja Sama Tokocrypto dengan Universitas Kristen Indonesia.

    Dekan Fakultas Vokasi UKI, Maksimus Bisa, S.K.M., Sst.Ft., M.Fis, menilai kerja sama dengan Tokocrypto dalam meningkatkan literasi dan inovasi blockchain menjadi langkah yang baik dan penting. Melalui kerja sama ini pula, diharapkan Sivitas Akademika UKI bisa mengembangkan pengetahuannya dan dapat mereka aplikasikan secara langsung dalam dunia nyata.

    “Kerja sama ini adalah wujud dari komitmen bersama kedua institusi untuk terus mengembangkan inovasi dari teknologi blockchain dan aset kripto. Berharap mahasiswa, dosen, ataupun peneliti bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk melakukan penelitian. Selain itu diharapkan dapat menghasilkan talenta terbaik dalam membangun dan mengembangkan industri aset kripto di masa depan,” kata Maksimus.

    Penandatanganan MoU Kerja Sama Tokocrypto dengan Universitas Kristen Indonesia
    Penandatanganan MoU Kerja Sama Tokocrypto dengan Universitas Kristen Indonesia.

    Kolaborasi Tokocrypto bersama UKI ini akan memudahkan mahasiswa, dosen dan kalangan peneliti untuk mempelajari lebih jauh memahami teknologi blockchain, NFT, DeFi, GameFi dan lainnya dengan tepat. Selain menghadirkan Pojok Kripto, Tokocrypto juga akan menyediakan kurikulum dan mengadakan seminar, workshop serta program magang untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa di dunia kerja, khususnya terkait sektor blockchain.

    Tokocrypto juga akan mendukung penuh segala bentuk penelitian berkaitan dengan blockchain dan aset kripto untuk dosen dan mahasiswa UKI. Melalui program Tokocrypto Research Grants bisa meningkatkan sumber penelitian blockchain dan aset kripto di Indonesia, serta memfasilitasi para akademisi untuk dapat membuat penelitian dari sektor tersebut.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Sediakan Dana Rp 100 Juta Riset Aset Kripto dan Blockchain

    Tokocrypto meluncurkan program pendanaan riset aset kripto dan blockchain di Indonesia. Program yang dinamakan “Tokocrypto Researcher Grants” ini merupakan inisiatif dari TokoScholar, salah satu ekosistem Tokocrypto yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait kripto dan teknologi blockchain.

    Indonesia memiliki potensi yang besar terhadap perkembangan industri aset kripto. Tercatat menurut data Bappebti, jumlah investor kripto per Februari 2022 telah tembus 12,4 juta investor. Sejak Januari hingga Februari 2022, total nilai transaksi aset kripto telah capai Rp 83,88 triliun.

    Di samping itu, Indonesia diyakini bisa menjadi pusat perkembangan blockchain di Asia Tenggara. Kementerian Perdagangan RI mencatat teknologi blockchain bersamaan dengan 5G, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada tahun 2030.

    Ilustrasi blockchain. Foto: Pixabay.
    Ilustrasi blockchain. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

    Riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada tahun 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan, dan kesehatan akan paling diuntungkan. 

    Lead of TokoScholar by Tokocrypto, Dimas Surya Al-Faruq, mengatakan teknologi blockchain telah digunakan di Indonesia sejak generasi awal perkembangannya. Namun, penggunannya masih terfokus pada aplikasi transaksi finansial. 

    “Padahal, potensinya bisa untuk membantu sektor lain di Indonesia yang masih tertinggal, seperti pertanian dan kesehatan. Butuh riset yang mendalam untuk mengembangkan blockchain dan aset kripto di Indonesia,” kata Dimas.

    Dimas menambahkan, salah satu tujuan utama TokoScholar adalah membawa riset dan inovasi aset kripto dan blockchain pada level yang bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat atau inklusif. Oleh karena itu, tentunya peran dan kolaborasi sangat diperlukan dengan berbagai pihak untuk peningkatan dan optimalisasi bidang riset di Indonesia. 

    “Kami sangat berharap sekali riset kripto dan blockchain yang hadir nanti, bisa dimanfaatkan oleh semua pihak yang mau mengembangkan inovasi untuk kebaikan bersama,” sambungnya.

    Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.
    Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.

    Baca juga: Mengenal Aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

    Syarat Pendaftaran dan Ketentuan Tokocrypto Researcher Grants

    Program pendanaan riset ini terbuka untuk masyarakat Indonesia dengan minimal pendidikan sedang menjalankan program magister S2. Riset dapat dibuat secara individu ataupun kelompok. Kemudian, telah mempublikasikan hasil riset minimal terindeks SINTA 2 atau jurnal internasional yang diakui DIKTI.

    Proposal riset yang didaftarkan harus memberi benefit untuk ekosistem kripto di Indonesia dan Tokocrypto. Topik riset harus meliputi beberapa topik di antara ini:

    1. Strength and weakness of Indonesian crypto exchanges: a comparison study of Indonesian crypto exchanges.
    2. What kind of crypto products that Indonesians need from Tokocrypto.
    3. Tax and Regulation study of crypto assets in Indonesia: The impact of new tax law and strengthened regulation on the crypto market in Tokocrypto exchanges.

    Pendaftaran proposal riset sudah dibuka mulai 25 Mei hingga 17 Juni 2022. Untuk informasi selengkapnya bisa simak di link ini. 2 pemenang proposal riset terbaik akan diumumkan pada 24 Juni 2022.

    Dana penelitian yang dapat diberikan sebesar maksimal Rp 50 juta per proposal terpilih. Riset bisa dilakukan segera setelah dana diterima dan wajib diselesaikan dengan durasi maksimal 3 bulan hingga November 2022.

    Tokocrypto Researcher Grants
    Ilustrasi Tokocrypto Researcher Grants.

    Baca juga: Kenalan dengan Decentraland, Salah Satu Proyek Metaverse

    Selain mengadakan pendanaan riset, untuk tujuan meningkatkan pertumbuhan market dan literasi kripto di Indonesia, TokoScholar juga telah bekerja sama dengan program Kampus Merdeka untuk mengakomodasi inisiatif peningkatan kapasitas dan pelatihan di tempat kerja bagi mahasiswa Indonesia.

    TokoScholar juga menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti Telkom University dan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mendirikan pusat inovasi blockchain dan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenal Fear and Greed Index Crypto dan Cara Kerjanya

    Dalam dunia investasi kripto ada suatu indikator yang selalu dipantau oleh investor dan trader sebelum melakukan akumulasi. Indikator tersebut adalah Fear and Greed Index Crypto.

    Fear and Greed Index Crypto dibuat untuk mengukur keserakahan dan ketakutan investor di pasar kripto. Ini digunakan untuk menganalisis perilaku investor.

    Ketika peristiwa penting terjadi di pasar, baik positif maupun negatif, investor segera menerima berita dan dapat segera mengambil keputusan. Ketika ada arus permintaan untuk membeli atau menjual dalam pasar 24/7 ini, Fear and Greed Index Crypto digunakan untuk menganalisis perilaku investor untuk membantu meningkatkan proses pengambilan keputusan.

    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.
    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.

    Baca juga: Data Baru Inflasi AS Dorong Market Kripto Reli Kencang, Tanda Bull Run?

    Digunakan untuk Rencana Investasi

    Investor yang tidak terikat dan dipengaruhi oleh suasana pasar yang mungkin lebih baik mengikuti rencana investasi mereka. Fear and Greed Index Crypto bisa digunakan untuk membuat strategi yang terrencana.

    Investor bisa melakukan pengecekan Fear and Greed Index Crypto yang berasal dari situs web, alternative.me. Indeks akan memberikan skor 0 hingga 100, mengkategorikan sentimen Bitcoin dari ketakutan hingga keserakahan ekstrem.

    Banyak investor kripto menggunakan indeks untuk membantu mereka menemukan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar dari pasar.

    Kategori Skor Fear and Greed Index Crypto

    Skor Fear and Greed Index Crypto ini dibagi menjadi empat kategori berikut:

    • 0-24: Extreme fear (orange)
    • 25-49: Fear (amber/yellow)
    • 50-74: Greed (light green)
    • 75-100: Extreme greed (green)
    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.
    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto.

    Baca juga: Unik! NFT CryptoPunk Akan Dipecah Kepemilikannya Jadi Ribuan, Siapa Mau?

    Bagaimana cara menggunakan Fear and Greed Index Crypto?

    Market kripto kadang-kadang bisa berubah-ubah. Ini sebagian karena investor emosional bereaksi terhadap pasar. Orang bisa merasakan FOMO (Fear Of Missing Out) dan menjadi serakah ketika pasar sedang naik. Mereka juga bisa menjadi takut ketika pasar jatuh dan menjual koin mereka.

    Banyak investor menggunakan indeks sebagai indikator pasar, alat yang memberi mereka informasi tentang market untuk membantu mereka berdagang dengan lebih cerdas. Menganalisis sentimen keseluruhan dan emosi yang mendorong pasar telah membantu banyak pedagang mengungguli pasar.

    Inilah cara pembuat indeks menyarankan agar dapat digunakan untuk membantu investor

    • Extreme fear: Bisa menjadi peluang beli karena investor terlalu khawatir.
    • Extreme Greed: Bisa berarti bahwa investor terlalu serakah dan pasar akan mengalami koreksi.

    Bagaimana Fear and Greed Index Crypto Dihitung?

    Indeks dihitung oleh Alternate.me menggunakan berbagai sumber: Volatilitas, momentum/volume pasar, media sosial, dominasi, dan tren. Survei juga telah digunakan di masa lalu, tetapi saat ini dijeda. Juga, sinyal didasarkan pada Bitcoin, tetapi kripto besar lainnya dapat segera dimasukkan ke dalam indeks.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Aset Kripto Lokal yang Masuk Daftar Legal Bappebti

    Berikut adalah melihat lebih dekat pada masing-masing dari lima sinyal utama:

    • Volatilitas – Kenaikan volatilitas digunakan sebagai tanda pasar yang menakutkan.
    • Momentum/volume pasar – Momentum pasar saat ini dibandingkan dengan volume saat ini. Ketika volume pembelian melampaui momentum jangka panjang, ini menandakan pasar menjadi terlalu serakah.
    • Media sosial – Menggunakan alat analisis sentimen Twitter, tingkat interaksi yang sangat tinggi digunakan untuk mengidentifikasi perilaku pasar yang serakah.
    • Dominansi – Peningkatan dominasi bitcoin dianggap sebagai tanda pasar yang takut pindah ke aset yang lebih aman, sementara penurunan dominasi bitcoin dilihat sebagai tanda pasar menjadi terlalu serakah dan beralih ke altcoin yang lebih spekulatif.
    • Trends – Data dari Google Trends digunakan untuk melihat berapa banyak orang yang mencari informasi tentang Bitcoin. Peningkatan pencarian tertentu seperti ‘manipulasi harga bitcoin’ dianggap sebagai sinyal yang menakutkan, sementara ‘prediksi harga BTC’ akan dianggap lebih bullish.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Mantap Masuk ke Market Kripto Incar Investor Kaya

    Setelah bertahun-tahun menolak, perusahaan manajemen investasi raksasa dunia, BlackRock, makin mantap melangkah ke market kripto. BlackRock, yang mengawasi aset senilai US$ 10 triliun, bermitra dengan Coinbase untuk memberikan klien investor institusionalnya akses ke kripto.

    BlackRock akan menawarkan konektivitas ke Coinbase Prime untuk menawarkan perdagangan kripto, penyimpanan, pialang utama, dan kemampuan pelaporan kepada klien. Bitcoin adalah aset digital pertama yang ditawarkan melalui kemitraan ini

    “Klien umum BlackRock dan Coinbase akan dapat mengelola eksposur Bitcoin mereka bersama dengan investasi publik dan swasta mereka untuk pandangan keseluruhan portofolio risiko,” tulis BlackRock dalam sebuah pengumuman dikutip TechCrunch.

    Ilustrasi market kripto
    Ilustrasi market kripto.

    Baca juga: Memahami Perspektif Aset Kripto Tak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan

    Berita Baik untuk Industri Kripto

    Berita ini menandai perubahan besar bagi BlackRock, sebelumnya sang CEO pernah menyebut Bitcoin sebagai “indeks pencucian uang” pada lima tahun lalu. Sejak itu, perusahaan manajemen aset ini telah membuat kemajuan kecil ke dalam web3, memperkenalkan perdagangan berjangka Bitcoin ke platformnya dan beberapa dananya tahun lalu.

    Fink mengatakan kepada pemegang saham dalam sebuah surat pada bulan Maret tahun ini bahwa BlackRock sedang mempelajari “mata uang digital, stablecoin, dan teknologi yang mendasarinya” untuk melihat bagaimana mereka dapat membantu perusahaan melayani kliennya.

    Sementara itu, layanan Coinbase Prime memiliki 13.000 klien institusional yang menggunakan rangkaian platformnya hari ini, menurut perusahaan. Masih belum jelas kapan perusahaan berencana untuk menambah platform penawaran aset kripto lainnya di luar Bitcoin.

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Meta Akhirnya Rilis Instagram NFT, Pengguna Bisa Pamer Koleksi

    Ini juga hari besar bagi Coinbase. CEO Meta, Mark Zuckerberg, telah mengumumkan bahwa perusahaannya telah menambahkan integrasi dengan dompet Coinbase, di antara dompet kripto pihak ketiga lainnya, ke platform Instagram.

    Saham Coinbase melonjak lebih dari 17% pada pukul 11:00 EST Kamis (5/8) lalu dan juga naik lebih dari 70% pada bulan lalu, menunjukkan bahwa perusahaan telah mulai pulih dari posisi terendah yang dicapai pada bulan Mei karena mundurnya pasar kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jaringan Solana Diretas, Dana Investor Diminta Transfer ke CEX

    Ribuan crypto wallet Solana dilaporkan telah diretas dan seluruh token di dalamnya dikuras dalam beberapa jam pada hari Rabu (3/8) lalu. Sejauh ini, dalam serangan itu total hampir US$ 7 juta telah diambil oleh hacker.

    Setidaknya lebih dari 8.000 crypto wallet yang terkena dampaknya. Crypto wallet yang tidak aktif selama lebih dari 6 bulan menjadi target peretasan. Pengguna crypto wallet di platform Phantom dan Slope mengaku bahwa mereka telah kehilangan dana hingga jutaan dolar AS.

    Diketahui, kerentanan keamanan pada ekosistem Solana dilaporkan menjadi penyebabnya. Jutaan dolar AS dana yang diambil terjadi di crypto wallet berbasis Solana. Hacker tampaknya menguras token SOL dan SPL dalam eksploitasi serangan mereka di jaringan Solana.

    Ilustrasi peretasan jaringan Solana. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi peretasan jaringan Solana. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Pemuda Indonesia Bobol Wallet Coinbase Raup Rp 16 M Ditangkap FBI

    Penyebab Peretasan Jaringan Solana

    Serangan yang menyakitkan ini dilaporkan mulai terjadi pada Selasa (2/8) malam, banyak pengguna dan platform Solana awalnya curiga bahwa wallet dieksploitasi melalui izin yang sebelumnya diberikan untuk smart contract. Namun, transaksi ditandatangani oleh wallet yang bersangkutan, menunjukkan private keys yang dikompromikan.

    Pengembang Solana mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi akar penyebab peretasan: Private keys yang disusupi yang dibuat, diimpor, atau digunakan dalam aplikasi dompet seluler Slope. Dompet perangkat keras tidak terpengaruh.

    Slope merekomendasikan agar penggunanya membuat dompet baru dengan seed phrase baru dan mentransfer dana ke dalamnya. Selain itu, dompet perangkat keras tidak terpengaruh oleh peretasan, dan juga direkomendasikan untuk menjaga aset tetap aman di tengah situasi eksploitasi yang berpotensi masih berlangsung.

    Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).
    Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 3 Agustus 2022: Gerak Kripto Masih Koreksi, Apa Sebabnya?

    Investor Diminta Transfer Dana ke CEX

    Dengan Solana menjadi berita utama karena menyerah pada peretasan, CEO Centralized Exchange (CEX) terkemuka – termasuk Changpeng “CZ” Zhao dari Binance, Johnny Lyu dari KuCoin dan Jay Hao dari OKX – merekomendasikan agar investor Solana (SOL) memindahkan kepemilikan mereka ke platform mereka sebagai tindakan pengamanan segera.

    Banyak penyelidik blockchain dan investor kripto menandai dugaan kompromi private keys yang tersebar luas, memungkinkan penyerang mencuri token SOL dan SPL yang kompatibel dengan Solana seperti USD Coin (USDC) dari wallet Phantom dan Slope.

    Baca juga: Tiffany & Co. Sulap NFT CryptoPunks Jadi Liontin Seharga Rp 743 Juta

    Namun, akar penyebab serangan tetap menjadi misteri karena semua pihak, termasuk Solana dan Phantom, menyangkal kesalahan pada akhirnya. Sikap resmi Phantom tentang masalah ini dibagikan dengan Cointelegraph:

    “Kami bekerja sama dengan tim lain untuk mengetahui kerentanan yang dilaporkan di ekosistem Solana. Saat ini, tim tidak percaya ini adalah masalah khusus Phantom.”





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 6 April 2022: Pasar Kripto Belum Stabil

    Kondisi market aset kripto masih belum stabil di awal bulan April 2022. Dari pantauan situs Coinmarketcap hari Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir.

    Nilai Bitcoin (BTC) masih nyaman berada di harga $ 45.195 saat artikel ini ditulis dan merupakan penurunan 2,62% dalam sehari terakhir. Altcoin lainnya juga bernasib tidak jauh berbeda. Nilai Ethereum (ETH) anjlok 4,74% ke $ 3.344,06 per keping di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat walaupun market kripto belum stabil, peluang altcoin yang berada di 10 besar big cap tetap berpeluang bullish pekan ini. Ia mencontohkan Solana (SOL) dan Cardano (ADA) akan berpeluang naik masing-masing sekitar 20% dan 10%.

    Overall market masih mendominasi ke altcoin. Sementara, Bitcoin sedang mengalami sideaways, kondisi ketika harga suatu aset yang diperdagangkan di pasar bergerak relatif datar, karena kurangnya sentimen positif akhir-akhir ini,” kata Afid.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

    Lebih lanjut Afid menjelaskan secara umum, pergerakan aset kripto masih dipengaruhi oleh sikap pelaku pasar yang kembali ragu-ragu menanamkan dananya ke pasar berisiko, termasuk kripto.

    Hal tersebut terjadi setelah The Fed kembali menyebarkan komentar mengenai kebijakan moneternya yang ketat ke publik. Pengetatan moneter The Fed akan menuntun investor untuk mencari aset yang lebih aman dan berbondong-bondong meninggalkan aset spekulatif.

    Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan Maret ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Solana (SOL)

    Ilustrasi analisis teknikal Solana (SOL).

    Solana membuka daftar aset kripto berpotensi bullish pada pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pergerakan nilai SOL kemunginan besar akan melonjak, pasca kabar integrasi NFT marketplace, OpenSea dengan Solana pada tanggal 12 April mendatang.

    “OpenSea akan mengintegrasikan Solana pada bulan April ini untuk memperluas ekosistem NFT di platformnya. Langkah ini telah lama ditunggu-tunggu oleh industri sehingga menimbulkan sentimen positif di market. Dari analisis teknikal, SOL berpeluang meningkat harganya sekitar 20% hingga $ 153,” kata Afid.

    Solana adalah proyek open source yang menggunakan teknologi blockchain permissionless, untuk menyediakan sebuah solusi decentralized finance (DeFi). Protokol Solana dirancang untuk memfasilitasi pembuatan decentralized app (DApp).

    Peringkat SOL di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #6, dengan kapitalisasi pasar $ 41.606.279.924. Jumlah koin yang beredar  325.728.501 koin SOL dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    2. PancakeSwap (CAKE)

    Ilustrasi analisis teknikal PancakeSwap (CAKE).

    CAKE masuk dalam daftar aset kripto bullish pekan ini dengan alasan adanya peningkatan smart contract MasterChef. Afid mengatakan MasterChef V2 yang baru  menjanjikan lebih banyak hadiah kepada para pemegang CAKE.

    “PancakeSwap sedang bersiap untuk rilis MasterChef V2, smart contract yang mengontrol farming dan staking di aplikasi terdesentralisasi. Upgrade ini akan membawa berbagai peningkatan fitur. Analisis teknikal melihat pergerakan CAKE bisa melonjak hingga 23% dengan harga mencapai $ 11,” tutur Afid.

    PancakeSwap adalah pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang dibangun di atas Binance Smart Chain (BSC) dengan biaya gas fee rendah dan transaksi yang cepat. Sementara, CAKE merupakan token asli dari PancakeSwap dengan standar BEP-20. CAKE ini berfungsi sebagai token tata kelola. 

    Peringkat CAKE di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #51, dengan kapitalisasi pasar $ 2.694.502.970. Jumlah koin yang beredar  281.051.699 koin CAKE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    3. NEAR Protocol (NEAR)

    Ilustrasi analisis teknikal NEAR Protocol (NEAR).

    NEAR Protocol (NEAR) adalah blockchain layer-one yang dirancang sebagai platform komputasi awan yang dijalankan komunitas dan menghilangkan beberapa batasan, seperti kecepatan transaksi rendah, throughput rendah, dan interoperabilitas yang buruk. 

    NEAR juga memiliki token utilitas asli sendiri dinamai “NEAR”. Pemegang token NEAR dapat berpartisipasi dalam tata kelola on-chain dari platform NEAR, atau mereka dapat memiliki suara validator atas nama mereka. Menariknya, pekan ini NEAR masuk dalam kripto potensi bullish.

    “NEAR berpeluang mengalami bullish dengan peningkatan nilai mencapai 13 persen. harga NEAR diprediksi akan naik hingga $ 17. Penyebabnya datang dari sentimen positif yang ramai di Twitter, di mana NEAR mengumumkan peluncuran Unchainfund, kemitraan mereka dengan SialGP, dan pemenang MetaBUILD 2,” kata Afid.

    Peringkat NEAR di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #19, dengan kapitalisasi pasar $ 10.873.890.094. Jumlah koin yang beredar  661.739.117 koin NEAR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEAR.

    Baca juga: Harga Aset Kripto Akan Meningkat pada Kuartal 2 Tahun 2022?

    4. Cardano (ADA)

    Ilustrasi analisis teknikal Cardano (ADA).

    Cardano (ADA) menjadi salah satu aset berkinerja baik di 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar selama 7 hari terakhir. Harga ADA kemungkinan akan melonjak pada pekan ini hingga 10% dengan harga mencapai $ 1,2.

    Afid melihat kenaikan harga ADA didorong oleh perilisan NFT dari rapper legendaris, Snoop Dogg di jaringan Cardano. Tidak hanya itu, Cardano menandai tonggak baru dengan menambahkan lebih dari 450.000 wallet baru di Q1 2022.  Ekosistem Cardano juga memiliki hampir 900 proyek blockchain.

    “Pengumuman dari Snoop Dogg yang akan merilis koleksi NFT lagunya di jaringan Cardano membawa angin segar. Nilai ADA langsung melonjak dan akan berlangsung selama sepekan ke depan,” jelas Afid.

    Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar $ 39.695.511.165. Jumlah koin yang beredar 33.752.555.544 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

    5. Mines of Dalarnia (DAR)

    Ilustrasi analisis teknikal Mines of Dalarnia (DAR).

    Afid melihat token DAR dalam waktu dekat berpotensi bullish. Peningkatan nilai DAR kemungkinan bisa mencapai lebih dari 24% dengan harga hingga $ 1,5 yang dikarenakan peluncuran Mainnet V2.0.

    “Pengumuman peluncuran Mines of Dalarnia Versi 2.0 Mainnet pada 31 Maret lalu terus membawa harga DAR melonjak. Diperkirakan nilainya akan terus meningkat hingga Mainnet tersebut berhasil dirilis pada akhir April ini,” ungkap Afid.

    Mines of Dalarnia adalah game petualangan dengan konsep play-to-earn dan para pemainnya akan mendapatkan NFT sebagai rewards. Token asli dalam game MoD adalah DAR dan memainkan peran kunci dalam mengelola ekonomi dalam permainan, mendorong pemain dan juga menjaga ekonomi di dunia Dalarnia tumbuh secara berkelanjutan.

    Peringkat DAR di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #315, dengan kapitalisasi pasar $ 160.562.830. Jumlah koin yang beredar 123.200,000 koin DAR dan maksimal pasokan 800.000.000 koin DAR.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Zcash (ZEC)

    Ilustrasi analisis teknikal Zcash (ZEC).

    Zcash akan berpeluang mengalami penurunan nilai pada pekan ini. Kondisi bearish ZEC dipengaruhi oleh sentimen negatif pada koin privasi. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat penurunan ZEC bisa sampai 15% dengan harga hingga $ 143.

    “Koin privasi tidak menemukan banyak pendukung di antara regulator dan penegak hukum. Mereka dianggap dapat membantu menghindari sanksi dan pencucian uang. Ramainya kabar ini turut membuat nilai ZEC tertekan,” kata Afid.

    Zcash adalah aset kripto terdesentralisasi yang berfokus pada privasi dan anonimitas. Ini menggunakan jaringan untuk memverifikasi transaksi tanpa mengungkapkan informasi sensitif apa pun tentang transaksi tersebut.

    Peringkat ZEC di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #53, dengan kapitalisasi pasar $ 2.346.559.236. Jumlah koin yang beredar 14.104.656 koin ZEC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin ZEC.

    2. ApeCoin (APE)

    Ilustrasi analisis teknikal ApeCoin (APE).

    Aset kripto fenomenal, ApeCoin (APE) berpotensi kembali masuk fase bearish pada pekan ini. Afid melihat ApeCoin berisiko melakukan aksi jual besar-besaran karena APE turun 70% dalam dua minggu. Dari analisis teknikal, APE akan mengalami penurunan hingga 14% dengan harga sampai $ 10.

    “Reli harga APE yang terjadi pada pertengahan Maret tampaknya sudah habis berkat penurunan 70% dalam dua minggu terakhir dan mungkin jatuh lebih jauh pada bulan April ini,” kata Afid.

    Peringkat APE di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #45, dengan kapitalisasi pasar $ 3.247.030.354. Jumlah koin yang beredar 277.500.000 koin APE dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin APE.

    Baca juga: Aturan Pajak Aset Kripto di Indonesia Resmi Terbit: Terlalu Berat Bagi Investor

    3. Injective (INJ)

    Ilustrasi analisis teknikal Injective (INJ).

    Injective Protocol merupakan proyek blockchain yang memiliki ide revolusioner. Ini bertujuan untuk membuat pertukaran mata uang sepenuhnya terdesentralisasi atau jaringan yang dioperasikan publik. Artinya, pertukaran hanya dioperasikan oleh orang-orang yang memegang token INJ.

    Meski memiliki fundamental yang baik, INJ pada pekan ini masuk dalam kripto berpotensi bearish. Afid melihat walaupun sempat terjadi kenaikan nilai hampir 100% pada pekan lalu, tapi pekan ini INJ mengarah ke penurunan.

    “INJ saat ini tengah mengalami koreksi setelah overbought pada pekan lalu. Akibatnya berpotensi turun hingga 7% dan hargannya sampai $ 5,8,” ungkapnya.

    Peringkat INJ di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #183, dengan kapitalisasi pasar $ 310.021.356. Jumlah koin yang beredar 48.653.971 koin INJ dan maksimal pasokan 100.000.000 koin INJ.

    4. JUST (JST)

    Ilustrasi analisis teknikal JUST (JST).

    JUST adalah ekosistem decentralized finance (DeFi) baru yang populer untuk blockchain TRON. Produk ini adalah sebagian besar berpusat di sekitar platform pinjaman stablecoin terdesentralisasi dengan nama JustStable.

    Pengelola Ekosistem koin Just (JST) adalah JUST Foundation, yang mencakup individu dari Alibaba, Tencent, IBM. Sementara tim analisis keuangan JUST berasal dari beberapa bank investasi global.

    Afid menjelaskan JST berpotensi bearish karena nilainya sedang terdepresiasi. JST sudah sempat koreksi naik, namun akan tetap turun karen jauh dari level support-nya.

    “JST berada dalam koreksi ke bawah karena nilai terdepresiasi. Kripto ini juga sudah alami fase overbought. Penurunan nilainya bisa capai 15 persen dan harganya anjlok sampai $ 0,06,” katanya.

    Peringkat JST di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #126, dengan kapitalisasi pasar $ 555.121.871. Jumlah koin yang beredar 7.300.425.000 koin JST dan maksimal pasokan 9.900.000.000 koin JST.

    5. SelfKey (KEY)

    Ilustrasi analisis teknikal SelfKey (KEY).

    SelfKey adalah platform identitas berbasis blockchain. Teknologi ini memberi individu, perusahaan, bursa, startup fintech, dan bank untuk platform mengelola data identitas atau biasa disebut KYC (Know Your Costumer).

    Afid melihat KEY berpotensi bearish dengan penurunan nilai hingga 11 persen. Dari analisis teknikalnya harga KEY bisa anjlok sampai $ 0,006.

    “KEY memang salah satu aset kripto yang kurang populer. Namun, beberapa waktu terakhir sempat mencuri perhatian sehingga pernah mengalami peningkatan harga yang tinggi. Tapi saat ini sudah overbought dan mengalami konsolidasi,” kata Afid.

    Peringkat KEY di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #579, dengan kapitalisasi pasar $ 50.014.608. Jumlah koin yang beredar 5.124.969.446 koin KEY dan maksimal pasokan 6.000.000.000 koin KEY.

    Baca juga: Daftar Anak Muda yang Kaya Berkat Investasi Aset Kripto

    Disclaimer:

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Memahami Perspektif Aset Kripto Tak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan

    International Monetary Fund (IMF) telah mengeluarkan pernyataan baru soal krisis dalam market kripto (crypto crash) tidak berdampak pada stabilitas keuangan global. Kabar ini datang di tengah kekhawatiran otoritas keuangan global mengenai masa depan kripto.

    Dalam laporan terbarunya IMF, mengakui aset kripto telah mengalami aksi jual yang dramatis menyebabkan kerugian besar dalam investasi dan kegagalan yang dialami stablecoin algoritmik serta dana lindung kripto, tetapi dampak terhadap sistem keuangan global tidak terlalu besar.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, menyambut positif pernyataan IMF tersebut. Pernyataan itu mengindikasikan bahwa justru guncangan sistem keuangan global yang bisa memberikan efek cukup besar bagi pasar kripto. Guncangan tersebut adalah situasi makroekonomi yang goyah, akibat resesi dan geopolitik yang memanas. Menurutnya saat ini dengan regulasi yang tepat, aset kripto tidak akan menimbulkan risiko terhadap stabilitas sistem keuangan.

    “Risiko stabilitas keuangan saat ini relatif terbatas. Saat ini tidak mungkin dengan sendirinya cukup besar untuk menjadi risiko stabilitas keuangan. Area ini terus berkembang dengan cepat. Stakeholder harus berpikir sangat hati-hati untuk tidak bereaksi berlebihan, terutama ketika berhadapan dengan sesuatu yang tidak dikenal. Kita tidak boleh mengklasifikasikan pendekatan baru sebagai ‘berbahaya’ hanya karena mereka berbeda,” kata pria yang akrab disapa Manda.

    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.
    Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Berlaku 1 Bulan, Pemerintah Indonesia Kantongi Pajak Kripto Rp 48,19 M

    Melihat konteks di Indonesia, regulasi mengenai aset kripto sudah sangat jelas dan memitigasi segala risiko yang akan ditimbulkan, termasuk mengganggu stabilitas sistem keuangan. Dengan tegas otoritas menyatakan kripto sebagai aset komoditi, bukan sebagai mata uang untuk alat pembayaran.

    Aset kripto tidak diatur Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, atau Otoritas Jasa Keuangan, melainkan Kementerian Perdagangan. Melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ada Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Perdagangan Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.

    Pengaturan diharapkan dapat memberikan manfaat, seperti meningkatkan investasi dalam negeri atau mencegah arus keluar modal, memberikan perlindungan kepada konsumen dan kepastian usaha, mencegah pencucian uang dan pendanaan terorisme, serta membuka lowongan di bidang teknologi informasi.

    “Peraturan perlu berkembang cukup cepat, baik di dalam negeri maupun di tingkat global, untuk mengatasi risiko yang dapat ditimbulkan di masa depan. Seberapa besar risiko tersebut dapat tumbuh akan sangat bergantung pada sifat dan kecepatan respons dari otoritas, tanpa menghambat inovasi,” jelas Manda.

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Tertahan, Tanda Bull Trap?

    Teknologi Blockchain-kripto Tawarkan Prospek Peningkatan Layanan Keuangan

    Manda melihat teknologi blockchain yang mendasari hadirnya aset kripto dapat menawarkan prospek peningkatan radikal dalam layanan keuangan dan kecepatan bisnis untuk terus tumbuh.  

    “Di tengah lonjakan adopsi digital, blockchain adalah salah satu teknologi yang semakin terkenal dan diharapkan menjadi fokus untuk penerapannya untuk layanan keuangan dan bisnis. Alasan utama yang mendorong pertumbuhan solusi ini adalah karena transparansi yang tinggi dan peningkatan efisiensi,” ungkapnya.

    Banyak bank sentral dunia yang mempertimbangkan penggunaan blockchain sebagai landasam teknologi untuk central bank digital currency (CBDC). Faktor utama untuk adopsi blockchain adalah bahwa teknologi tersebut hadir dengan janji keamanan dan privasi. 

    “Nilai blockchain muncul dari kemampuannya untuk berbagi data dengan cepat dan aman. Ini membuat catatan data dengan enkripsi ujung ke ujung. Ini juga mengamankan transaksi yang dilakukan ke jaring. Oleh karena itu, dengan cara ini, blockchain memungkinkan privasi data. Ini adalah teknologi canggih yang dapat membawa perubahan positif dalam efisiensi dan inklusi keuangan. Tidak ada pendekatan satu ukuran untuk semua regulasi,” pungkas Manda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Jual Bitcoin Yang Tepat

    Harga bitcoin yang meroket di beberapa tahun kebelakang menyebabkan cryptocurrency menjadi terobosan di dunia digital, dan membuat banyak orang melirik akan manfaat dan keuntungan dari Cryptocurrency. Saat ini banyak user yang sudah bermain bitcoin di seluruh dunia, banyaknya user tersebut sebanding dengan banyaknya transaksi di mata uang kripto tersebut.

    Sebanyak-banyaknya transaksi yang dilakukan pada mata uang kripto atau bitcoin akan tercatat semua pada sistem jaringan, karena setidaknya ada tiga pencatat dalam transaksi tersebut. Penjual-pembeli dan sistem yang terdesentralisasi sehingga semua user akan bisa melihat setiap transaksi di mata uang kripto tersebut dan mencatatnya. Maka dari itu cara jual-beli bitcoin akan terekam sampai kapanpun.

    Cara untuk Jual Bitcoin

    Tujuan akhir dari berinvestasi pada mata uang kripto adalah menjualnya. Lalu, pada prinsipnya ada dua macam cara yang bisa dilakukan untuk bertransaksi bitcoin ke rupiah atau sebaliknya (jual-beli) pada mata uang kripto, yaitu:

    1. Menggunakan Exchange (Marketplace)

    Cara paling mudah untuk menjual bitcoin anda adalah dengan menggunakan exchange atau marketplace mata uang kripto. Namun sebelumnya, anda harus mencari terlebih dahulu exchange yang sudah terpercaya.

    Setelah menemukan exchange, langkah selanjutnya adalah registrasi dan buat akun anda. Dalam proses registrasi, biasanya anda akan melakukan KYC (Know Your Customer) untuk melengkapi data diri anda. Tahap ini berfungsi untuk mencegah tindakan penipuan untuk transaksi pada exchange.

    Langkah selanjutnya adalah, pastikan saldo pada wallet bitcoin exchange anda. Jika saldo bitcoin anda masih pada wallet digital pribadi, maka anda harus mengirim bitcoin anda ke alamat wallet exchange yang anda akan gunakan.

    Tahap selanjutnya untuk menjual bitcoin anda adalah memilih cara menjualnya, ada dua cara menjual bitcoin di exchange.

    Proses penjualan pada cara ini, anda akan menjual bitcoin anda dengan mengikuti harga dari market cap sebuah exchange yang anda pilih tersebut.

    Pada cara yang kedua kamu bisa memasukan harga dari total bitcoin yang kamu akan jual. Namun, anda harus menunggu hingga harga bitcoin mencapai harga yang kamu tentukan pada exchange tersebut.

    Setelah melalui proses tersebut, anda hanya tinggal menunggu order penjualan terpenuhi. Lalu setelah saldo rupiah ada pada akun anda. Langkah terakhir adalah mencairkan ke bank. Anda cukup memasukan nomor rekening tujuan dan dalam 24 jam uang anda akan terkirim pada rekening bank anda.

    2. Menggunakan Wallet Digital Pribadi

    Cara yang kedua untuk menjual bitcoin adalah dengan menggunakan wallet digital. Wallet digital atau dompet digital ini, selain berfungsi untuk menyimpan cryptocurrency anda juga bisa menggunakannya untuk mengirim dan menerima kiriman mata uang kripto. Hal tersebut mirip seperti anda memiliki suatu rekening di bank konvensional.

    Karena mirip seperti mempunyai rekening di bank konvensional, pada wallet digital ini anda tidak bisa menjual atau memperdagangkan bitcoin anda secara terbuka. Anda harus memiliki kesepakatan terlebih dahulu, berapa nilai dari bitcoin yang akan dikirim. Setelah kesepakatan diperoleh barulah anda bisa mengirimkan bitcoin tersebut. Jangan lupa untuk meminta alamat wallet digital pembeli untuk anda masukan pada wallet digital anda.

    Hal tersebut menjadi salah satu kekurangan jika bertransaksi secara langsung, kami merekomendasikan anda menggunakan exchange dalam bertransaksi. Salah satu exchange yang terpercaya dan sudah memiliki izin dari pemerintah adalah Tokocyrpto.

    Saat yang Pas untuk Menjual Bitcoin

    Secara sederhana waktu yang pas untuk menjual bitcoin anda adalah saat harga bitcoin tersebut naik. Naik tersebut dalam arti ketika harga yang anda beli berada dibawah harga jual, sehingga anda akan mendapatkan keuntungan dari dari selisih yang harga bitcoin tersebut.

    Namun, kenaikan harga bitcoin tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah permintaan bitcoin di pasar mata uang kripto. Faktor tersebut sejalan dengan penelitian Hanindya Febri Qadarika tentang Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Bitcoin yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Yogyakarta. Menurutnya, total Bitcoin, jumlah transaksi, biaya per transaksi, jumlah pengguna, dompet blockchain, dan harga emas secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga Bitcoin.

    Maka dari itu, untuk menentukan saat yang pas dalam menjual bitcoin, anda memerlukan analisis yang baik terhadap grafik bitcoin. Untuk melihat grafik-nya anda bisa melihatnya di halaman dashboard www.tokocryrpto.com dan pilih mata uang bitcoin. Selain mempermudah anda menjual bitcoin, di Tokocrypto juga anda bisa mendapatkan bitcoin dengan market cap yang bersaing. Info lebih lengkap kamu bisa menghubungi melalui website www.tokocyrpto.com atau seluruh media sosial kamil @Tokocrypto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenal Kripto Perl.eco (PERL) dan UniLend (UFT)

    Aset kripto Perl.eco (PERL) dan UniLend (UFT) memiliki project yang unik. Misalnya saja, Perl.eco dibuat dengan desain menjadi project kripto yang bisa tokenisasi jejak karbon dan aset bioekologis dunia nyata ke blockchain.

    Sementara, UniLend membuat protokol DeFi yang bisa menggabungkan layanan perdagangan spot dan fungsi pinjam-meminjam dalam platform yang sama. Platform ini menjembatani kesenjangan aspek desentralisasi yang memungkinkan token ERC20 digunakan sebagai jaminan untuk pinjam-meminjam.

    So, penasaran dengan keunggulan dan keunikan project Perl.eco (PERL) dan UniLend (UFT)? Simak selengkapnya artikel di bawah ini.

    Perl.eco (PERL)

    Apa Itu Perl.eco (PERL)?

    PERL.eco merupakan proyek terbaru Perlin yang memiliki nama lengkap Planetary Ecosystem Registration Ledger. PERL.eco fokus pada tokenisasi dan mencapai adopsi yang lebih luas dari aset terkait ekologi, termasuk kredit karbon, genom keanekaragaman, NFT dan banyak lagi.

    Kredit karbon adalah sertifikat digital yang mewakili hak untuk mengeluarkan satu ton karbon dioksida atau jumlah yang setara dengan gas rumah kaca (tCO2e). Tujuan penerbitan dan perdagangan kredit karbon adalah untuk memungkinkan mekanisme pasar untuk mendorong proses industri dan komersial ke arah pendekatan emisi rendah.

    Ilustrasi aset kripto Perl.eco (PERL).
    Ilustrasi aset kripto Perl.eco (PERL).

    Baca juga: Apa Itu Kripto Vite (VITE) dan New BitShares (NBS)?

    PERL adalah token tata kelola untuk PERL.eco. Dengan berpartisipasi dalam tata keola, pengguna dapat memperoleh imbalan berupa airdrop kredit karbon yang mereka gunakan untuk mengimbangi emisi.

    PERL akan beroperasi sebagai token tata kelola DAO yang memainkan peran penting dalam menentukan sistem insentif, membangun basis pemangku kepentingan yang luas dan memfasilitasi aliran nilai ekonomi dalam jaringan. Pemegang PERL dapat memberikan suara pada model dan distribusi biaya serta keputusan penting lainnya.

    Apa yang Membuat Perl.eco (PERL) Unik?

    PERL.eco berfokus pada tokenisasi dan mencapai adopsi yang lebih luas dari aset terkait ekologi seperti aset karbon tokenized, keanekaragaman hayati genom dan banyak lagi.

    PERL memungkinkan pemegang token untuk memainkan peran penting dalam menentukan sistem insentif, membangun basis pemangku kepentingan yang luas, dan memfasilitasi aliran nilai ekonomi dalam jaringan. Pemegang PERL dapat memberikan suara pada model dan distribusi biaya ini, serta keputusan penting lainnya.

    Ilustrasi aset kripto Perl.eco (PERL).
    Ilustrasi aset kripto Perl.eco (PERL).

    Baca juga: Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

    PERL.eco berfokus pada bidang-bidang utama ini:

    • Carbon We memberikan kredit karbon dan pengguna mungkin dapat mengimbangi emisi mereka dan berpartisipasi dalam pertumbuhan karbon di masa depan.
    • Biodiversity We yang sedang mencari cara untuk menciptakan pasar yang menghubungkan penawaran dan permintaan nilai keanekaragaman hayati. Hal ini akan mendorong konservasi keanekaragaman hayati, sesuatu yang sangat dibutuhkan seiring dengan memburuknya perubahan iklim.
    • NFT We bekerja sama dengan badan amal satwa liar, laut, dan lingkungan yang diakui secara global untuk mengembangkan NFT guna mendanai konservasi spesies dan habitat yang terancam punah.
    • DeFi We akan mengizinkan pemegang token PERL untuk menghasilkan pertanian untuk selamanya dan mendapatkan insentif gratis.
    • Blockchain infrastructure We berencana untuk memiliki blockchain proof-of-stake kami sendiri.
    • Education and evolution We percaya pada pemberdayaan masyarakat untuk bergabung dengan kami dalam melindungi planet ini.

    Peringkat PERL di situs CoinMarketCap pada Rabu (27/7) jam 08.00 WIB adalah #715, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 11.835.381. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 490.938.908 koin PERL dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    UniLend (UFT)

    Apa Itu UniLend (UFT)?

    UniLend adalah protokol DeFi dengan konsep permission-less yang menggabungkan layanan perdagangan spot dan fungsi pinjam-meminjam dalam platform yang sama. Sementara protokol DeFi lainnya hanya mendukung kurang dari 30 aset, siapa pun dapat mendaftarkan aset ERC20 apa pun di UniLend untuk perdagangan dan peminjaman/peminjaman yang terdesentralisasi.

    Misi UniLend adalah membuka ruang DeFi hingga US$ 29 miliar token ERC20 yang saat ini dikeluarkan dari DeFi, oleh karena itu moto mereka “unlocking the true potential of decentralised finance“.

    Ilustrasi aset kripto UniLend (UFT).
    Ilustrasi aset kripto UniLend (UFT).

    Baca juga: Kenal Kripto Fio Protocol (FIO) dan RSK Infrastructure Framework (RIF)

    Solusi DeFi yang ada telah meninggalkan sebagian besar aset digital di luar ekosistem DeFi. Ada lebih dari 6000 token yang terdaftar di CoinMarketCap. Namun, protokol DeFi lainnya mendukung kurang dari 30 aset.

    Beberapa protokol menawarkan pinjam-meminjam dengan seperangkat token terbatas sementara yang lain menawarkan kebebasan untuk memperdagangkan aset ERC20 apa pun, tetapi mengabaikan aspek pinjam-meminjam.

    UniLend menjembatani kesenjangan itu dengan menggabungkan aspek desentralisasi yang memungkinkan ERC20 digunakan sebagai jaminan untuk pinjam-meminjam sambil memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk juga memperdagangkan aset mereka dalam platform. Pada akhirnya, UniLend bertujuan untuk membuka potensi penuh aset digital bagi pemiliknya.

    Apa yang Membuat UniLend (UFT) Unik?

    Token UFT digunakan untuk memfasilitasi tata kelola protokol UniLend. Sejumlah faktor yang berkaitan dengan berfungsinya protokol, akan diputuskan oleh pemegang UFT melalui proposal yang membutuhkan konsensus mayoritas untuk dilaksanakan.

    Penyedia likuiditas adalah komponen kunci dalam memastikan keberlanjutan protokol keuangan terdesentralisasi dengan memfasilitasi likuiditas dalam protokol. Oleh karena itu, mereka akan diberi token UFT melalui penambangan likuiditas, di samping persentase biaya perdagangan dan pinjaman.

    Ilustrasi aset kripto UniLend (UFT).
    Ilustrasi aset kripto UniLend (UFT).

    Baca juga: Kenal Kripto Aion (AION) dan OG Fan Token (OG)

    Pengguna platform yang menggunakan UniLend untuk meminjamkan, meminjam atau berdagang akan diberi kekuatan tata kelola dalam bentuk token UFT untuk mendorong tidak hanya penggunaan layanan platform, tetapi juga untuk memfasilitasi tata kelola terdistribusi.

    Peringkat UFT di situs CoinMarketCap pada Rabu (27/7) jam 08.00 WIB adalah #877, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 6.132.470. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 31.052.564 koin UFT dan maksimal pasokan 100.000.000 koin UFT.

    Perl.eco (PERL) dan UniLend (UFT) Listing di Tokocrypto

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Perl.eco (PERL) dan UniLend (UFT).

    Trading PERL/USDT, PERL/BTC, UFT/BTC dan UFT/ETH dapat dilakukan mulai tanggal 26 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran PERL dan UFT di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Potensi Pertumbuhan Adopsi Kripto di Asia Tenggara

    Sejak tahun 2020, pasar kripto telah mengalami pertumbuhan signifikan dengan Bitcoin yang naik hingga lebih dari 1.000% dari Maret 2020 hingga November 2021. 

    Menurut laporan dari Crypto.com, adopsi kripto di seluruh dunia meningkat sekitar 178% di tahun 2021 mencapai 300 Juta pengguna dan investor kripto. 

    Sebagian besar pertumbuhan ini terlihat di Asia Tenggara dimana adopsi kripto meningkat sebesar 3,5% di 2021 menurut laporan dari perusahaan modal ventura bernama Star Capital.

    Potensi Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

    Menurut laporan tersebut, lebih dari 600 perusahaan berbasis kripto dan blockchain memilih Asia Tenggara sebagai kantor pusatnya. 

    Perusahaan-perusahaan ini berhasil mendapatkan lebih dari US$ 1 Miliar dalam pendanaan hanya di 2021 dan diprediksi melebihi US$ 1,45 Miliar di 2022. 

    Pertumbuhan ini juga didukung oleh populasi Asia Tenggara yang terus bertumbuh pesat dimana 68,6% populasinya adalah pengguna internet secara aktif. 

    Selain itu beberapa masyarakat menengah ke bawah Asia Tenggara juga memiliki akses terbatas untuk menggunakan jasa perbankan. 

    Menurut laporan dari Bain & Company, sekitar 70% populasi Asia Tenggara masih berada di kondisi kesulitan untuk mendapatkan jasa perbankan dengan 27% hidup tanpa memiliki rekening bank. 

    Potensi Pertumbuhan Adopsi Crypto di Asia Tenggara 
    Data Populasi Asia Tenggara Kesulitan Jasa Perbankan dan Memilih Jasa Alternatif Perbankan

    Baca juga: Tokocrypto Setor Pajak Transaksi Kripto Pengguna Puluhan Miliar Rupiah

    Kurangnya akses ini dapat membuka jalan untuk adopsi kripto terutama jasa di sektor Decentralized Finance atau DeFi yang merupakan alternatif lain dari sistem perbankan. 

    Kedua alasan ini dapat membawa potensi signifikan untuk adopsi kripto di Asia Tenggara dan hal tersebut telah terbukti bersama peningkatan adopsi sebesar 3,56% di 2021. 

    Singapura adalah pemimpin dari adopsi ini dengan 10% populasinya yang memiliki kripto, lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat yang berada di 8,3%. 

    Adopsi DeFi dipimpin oleh Vietnam dan Thailand yang memiliki adopsi terbesar kedua dan ketiga setelah Amerika di 2021 menurut data dari Chainalysis.

    Indonesia juga terlihat memiliki potensi tinggi akibat ekosistem perusahaan berbasis kripto yang terlihat terus menarik perhatian dunia dari sisi tenaga kerja dan potensi keuntungannya. 

    Salah satu contohnya adalah PINTU yang merupakan salah satu platform investasi kripto terbesar di Indonesia yang menarik perhatian global sehingga berhasil mendapatkan pendanaan sebesar  US$ 113 Juta dari beberapa investor ternama. 

    Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia juga membawa potensi signifikan untuk adopsi kripto. 

    Diperkirakan bahwa valuasi ekonomi digital Indonesia telah mencapai US$ 40 Miliar di 2019, naik empat kali lipat sejak 2015. Angka ini telah mencapai US$ 70 Miliar di 2021 dan saat ini merupakan perekonomian digital terbesar di Asia Tenggara. 

    Ilustrasi market kripto di Indonesia.
    Ilustrasi market kripto di Indonesia.

    Baca juga: Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

    Potensi Pertumbuhan Kripto di Indonesia

    World Bank juga memberikan data perkiraan bahwa akan terjadi peningkatan sebesar 5,1% di 2022 dari 2021 karena transisi ke ekonomi digital.

    Menurut laporan tersebut, saat ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang merasa lebih nyaman dalam menggunakan uang digital mulai dari dompet digital hingga kripto. 

    Kenyamanan ini datang dari sulitnya mendapat akses perbankan bagi beberapa golongan masyarakat, dimana 51% dari populasi Indonesia masih tidak memiliki akses ke jasa perbankan dan 26% memiliki rekening bank tapi lebih sering menggunakan jasa keuangan di luar perbankan. 

    Dilaporkan juga bahwa 9 dari 10 pengguna internet di Indonesia lebih memilih menggunakan e-wallet atau dompet digital untuk belanja dan transaksi. 

    Kondisi ini menunjukkan data di mana total transaksi Rupiah melalui dompet digital telah naik signifikan terutama di 2022 mencapai sekitar US$ 30,8 Miliar dan diprediksi naik hingga US$ 70,1 Miliar di 2025. 

    Besarnya penggunaan dompet digital ini juga mempermudah transisi ke adopsi kripto.

    Coinvestasi melaporkan bahwa pertumbuhan adopsi kripto di Indonesia telah naik signifikan dari 2020 hingga 2021 yaitu lebih dari 100%. 

    Pada 2020, investor kripto hanya berada di angka 4 Juta investor, namun di 2021, angka tersebut telah naik menjadi 11,4 Juta investor. 

    Potensi Pertumbuhan Adopsi Crypto di Asia Tenggara 
    Data Investor Kripto Indonesia Januari 2020 – Mei 2022

    Baca juga: Wamendag: Indonesia Berpotensi Jadi Pasar Kripto yang Menjanjikan

    Laporan tersebut juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan transaksi kripto telah meningkat dengan rata-rata 16,2% per bulan di 2021 dengan rata-rata transaksi harian mencapai US$ 156,9 Juta. 

    Hingga Mei 2022, angka ini terus meningkat bahkan telah mencapai sekitar 14,1 Juta investor menurut data yang diambil dari Bappebti. 

    Pertumbuhan ini tidak hanya ditunjukkan oleh investor ritel namun juga institusional yang mulai investasi pada proyek terkait kripto dan blockchain di Indonesia. 

    Contohnya adalah Sinar Mas, salah satu perusahaan konglomerat terbesar di Indonesia yang membuka platform perdagangan kripto baru bernama Nanovest dan kripto baru bernama NanoByte (NBT). 

    BRI Ventures, perusahaan modal ventura di bawah bank milik negara Indonesia juga meluncurkan kerja sama dengan Tokocrypto, salah satu platform kripto terbesar di Indonesia, untuk mendukung pertumbuhan adopsi kripto di Indonesia. 

    Regulator juga terlihat terus mendukung dengan adanya regulasi baru terkait pajak dan keamanan perdagangan kripto di Indonesia.  

    Untuk saat ini regulator juga telah mempermudah transaksi kripto dengan melegalkan lebih banyak platform investasi kripto di Indonesia. 

    Saat ini terdapat 25 platform perdagangan kripto legal yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi kripto. 

    Diprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan mencapai valuasi sebesar US$ 146 Miliar di 2025, dan kemungkinan besar kripto akan menjadi bagian besar dari pertumbuhan ini. 

    Artikel ini telah tayang di Coinvestasi dengan judul Potensi Pertumbuhan Adopsi Crypto di Asia Tenggara



    Sumber : news.tokocrypto.com