Tag: crypto

  • Alasan Harga Kripto Shiba Inu Melonjak 35% Dalam Satu Hari

    Harga aset kripto Shiba Inu (SHIB) telah melonjak lebih dari 35% menjadi $ 0,00003 pada Selasa (12/4). Angka ini merupakan pencapaian tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir. Lalu, apa penyebabnya?

    Dilaporkan Cointelegraph, meroketnya harga SHIB pada 12 April imbas dari debut listing-nya di Robinhood, platform layanan trading dan investasi bebas komisi yang berbasis di AS. Meski begitu, SHIB masih berada di jalur untuk mencatat kinerja harian terbaiknya sejak 6 Februari ketika reli hampir 27%.

    David Gokhstein, pendiri Gokhshtein Media, mengatakan penambahan SHIB ke Robinhood adalah hal yang hebat untuk ruang crypto, mencatat bahwa aset kripto dapat membantu mengarahkan lebih banyak pengguna ke koin top lainnya seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

    Ilusrasi aset kripto SHIB.
    Ilusrasi aset kripto SHIB.

    Baca juga: Pendiri PayPal Beberkan Alasan Bitcoin Gagal Tembus $ 100.000

    Robinhood Untung dari Transaksi Aset Kripto

    Platform Robinhood muncul sebagai jalan masuk bagi masyarakat AS memulai investasi sejak pandemi dimulai pada Maret 2020. Tahun lalu, Robinhood mendapatkan 10 juta akun yang melakukan investasi saham, dengan lebih dari setengah pendaftaran baru berasal dari investor pemula.

    Perusahaan melaporkan kerugian bersih sebesar $ 423 juta dalam pendapatan kuartal keempat tahun 2021, mencatat bahwa sumber pendapatan utamanya menghasilkan $ 263 juta dibandingkan dengan $ 267 juta pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.

    Sementara itu, pendapatan dari perdagangan aset kripto melonjak lebih dari 300% pada periode yang sama, menempatkan Robinhood di jalur untuk memperkenalkan lebih banyak layanan terkait crypto pada tahun 2022, termasuk wallet dan penambahan lebih banyak altcoin dan meme coin ke platformnya.

    analisis teknikal
    Ilustrasi analisis teknikal.

    Baca juga: Dogecoin Bakal Jadi Metode Pembayaran di Twitter dan Tesla, Harganya Naik?

    Apakah Shiba Inu Terus Bullish?

    Peristiwa pergerakan reli Shiba Inu juga dipengaruhi periode akumulasi yang kuat. Menurut data IntoTheBlock, mencatat whales yang memegang SHIB selama lebih dari setahun meningkatkan saldo mereka dalam 30 hari terakhir. Akibatnya, mereka sekarang memiliki kendali atas 2,82% dari pasokan bersih SHIB yang beredar.

    Dari perspektif teknis, bagaimanapun, Shiba Inu terus menghadapi ancaman dari pola kelanjutan bearish. Khususnya, SHIB telah berkonsolidasi di dalam apa yang disebut pola symmetrical triangle sejak akhir Desember 2021. Ini membentuk pola setelah turun hampir 70% dari tertinggi Oktober 2021 di $ 0,00008894.

    Dalam aturan perdagangan teknis umum, SHIB sekarang harus menembus di bawah pola symmetrical triangle untuk melanjutkan tren bearish-nya. Jika SHIB jatuh di bawah garis tren bawah pola tersebut, target penurunan berikutnya akan menjadi sama panjangnya dengan jarak maksimum antara garis tren atas dan bawah pola, bila diukur dari titik penembusan.

    Skenario bearish ini menempatkan target untuk Shiba Inu di bawah $ 0,00001200, turun lebih dari 50% dari harga 12 April.

    Baca juga: Volume Perdagangan Kripto di India Runtuh Setelah Pajak Baru Berlaku



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Luncurkan Stablecoin di Jaringan Polygon

    Tether meluncurkan token USDT di jaringan Polygon. Stablecoin ini akan membantu mendukung ekosistem decentralized finance (DeFi) Polygon dengan menyediakan mata uang yang stabil bagi investor.

    Saat ini, stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar itu sudah tersedia di lebih dari 11 blockchainUSDT yang berpatok 1:1 dengan dolar AS, kini memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $ 72,4 miliar.

    Polygon merupakan blockchain layer 2 di jaringan Ethereum, yang menawarkan transaksi cepat dengan biaya lebih rendah. Ada lebih dari 19.000 decentralized applications (dapps) yang beroperasi di jaringan ini.

    Polygon sejauh ini telah memproses lebih dari 1,6 miliar transaksi, memiliki lebih dari 142 juta alamat pengguna unik, dan memiliki total value locked (TVL) lebih dari $ 5 miliar.

    Baca juga: Miliuner: Bitcoin Akan Capai US$ 250.000 Tahun 2022, Mungkin?

    “Kami antusias untuk meluncurkan USDT di Polygon, (kami) menawarkan akses ke stablecoin paling likuid, stabil, dan tepercaya di ruang token digital, untuk komunitasnya,” kata Chief Technology Officer (CTO), Tether Paolo Ardoino, dalam keterangan resminya.

    Tether menjadi stablecoin yang paling banyak diadopsi dan saat ini sudah tersedia di jaringan Kusama, Ethereum, Solana, Algorand, EOS, Liquid Network, Omni, Tron dan Bitcoin Cash’s Standard Ledger Protocol.

    Kehilangan Kapitalisasi Pasar $ 10 Miliar

    USDT sempat ikut terguncang saat Terra ambruk pada pertengahan Mei lalu. Tak tanggung-tanggung, stablecoin ini kehilangan kapitalisasi pasarnya hingga $ 10 miliar.

    Berdasarkan data CoinGecko, kapitalisasi pasar USDT saat ini masih stabil di angka sekitar $ 73 miliar. Padahal, sebelum kejatuhan Terra, kapitalisasi pasarnya mencapai $ 84 miliar.

    Tether USDT merupakan stablecoin yang paling banyak digunakan oleh pasar kripto. Hal ini menjadikan USDT sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga setelah Bitcoin dan ETH.

    Baca juga: GMT Turun 40% dalam Sehari! Ini Penyebabnya

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

    Kondisi aset kripto, seperti Bitcoin dan market secara keseluruhan terpantau tertekan sepanjang awal Mei 2022. Melansir CoinMarketCap pada Senin (9/5) pukul 12.00 WIB, 10 aset kripto utama terlihat masuk ke zona merah dalam 24 jam terakhir.

    Nilai Bitcoin (BTC) terjerembab 2,27% dalam 24 jam terakhir dan bertengger di $ 33.602,87 per keping. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) turun 3,27% ke $ 2.450,26 per keping di waktu yang sama.

    Altcoin lainnya pun bernasib serupa. Nilai BNB merosot 3,14% dalam sehari belakangan. Sementara itu, nilai Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Terra (LUNA) masing-masing anjlok 3,46%, 4,46% dan 3,72% di waktu yang sama.

    Tren Turun Bitcoin

    Nasib Bitcoin kini sedang mendung. BTC gagal menembus tren naik jangka pendek karena sinyal momentum berubah negatif. BTC menahan reli di level $ 40.000 selama beberapa bulan terakhir dan turun 47% dari level tertinggi sepanjang masa sekitar $ 69.000 yang dicapai pada November tahun lalu.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan ada beberapa faktor fundamental yang membuat harga BTC tertekan. Mulai dari kebijakan bank sentral AS, the Fed, telah memberi dampak besar pada Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

    “Jadi peningkatan volatilitas pasar dalam beberapa waktu terakhir ini dapat dikaitkan dengan kenaikan inflasi, krisis geopolitik dan kekhawatiran atas kebijakan moneter yang lebih ketat oleh The Fed. Nilai BTC terus terbebani oleh tekanan makroekonomi dan sentimen umum pasar yang belum pulih,” kata Afid pada Senin (9/5).

    Lebih lanjut, Afid menambahkan fluktuasi harga Bitcoin baru-baru ini juga masih berhubungan dengan ketidakpastian yang berkelanjutan atas pandemi COVID-19 dan tindakan regulasi baru oleh pemerintah AS, termasuk perintah eksekutif Joe Biden.

    Pergerakan Bitcoin dan altcoin, saat ini berkorelasi dengan aset sensitif risiko lainnya seperti saham, terutama saham teknologi, selama beberapa bulan terakhir. Saham-saham teknologi pun berguguran. Nilai saham Alphabet, Microsoft, Amazon, dan Meta kompak terjerumus lebih dari 1%.

    Secara lebih umum, dari data analisis on-chain sebagian besar investor jangka pendek telah menjual kepemilikan BTC mereka sebagai reaksi terhadap penurunan harga. Aksi jual mereka mungkin berkontribusi terhadap penurunan nilai Bitcoin. Nilai pasar BTC saat ini sekitar $ 662 miliar, setara dengan 39,4% dari ekonomi crypto senilai $ 1,68 triliun.

    Ilustrasi Bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: 5 Crypto Potensial Bulan Mei 2022: KAVA, EOS, RUNE, NEAR dan SCRT

    Proyeksi Harga Bitcoin Awal Mei 2022

    Afid mengatakan secara keseluruhan market kripto masih cenderung terus turun. Pada grafik Bitcoin: Estimated Leverage Ratio dari CryptoQuant, BTC berisiko menembus di bawah rata-rata pergerakan tembus sekitar $ 30.000. Namun, tidak menutup kemungkinan akan terjun ke area $ 25.000—$ 27.000 yang faktanya bakal sangat menyakitkan bagi banyak investor.

    “Jika BTC tembus ke harga $ 27.000, berarti capai level terendah dari Juli 2021 lalu. Meski begitu, penurunan ini mungkin akan berlangsung lama dan pemulihan harga tampaknya lebih cepat,” ucapnya.

    Grafik Bitcoin: Estimated Leverage Ratio dari CryptoQuant.
    Grafik Bitcoin: Estimated Leverage Ratio dari CryptoQuant.

    Dari analisis teknikal, harga BTC lagi berusaha mempertahankan posisi di level support-nya $ 34.000. Jika harga terus menuju ke bawah level support, berarti ini konfirmasi bahwa harga akan terus mengalami penurunan ke level selanjutnya di sekitar $ 30.000.

    “Tapi mungkin Bitcoin akan bertahan di level support $ 34.000, selama beberapa hari baru akan ada konformasi selanjutnya, yaitu terus mengalami penurunan ke $ 30.000,” jelasnya.

    Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.
    Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.

    Dalam grafik CryptoQuant, Bitcoin masih menunggu konfirmasi, baik Short Squeeze maupun Long Squeeze. Jika garis ungu mengalami kejatuhan, berarti akan dampak likuidasi untuk posisi long, maka berkurangnya leverage membuat harga mengalami penurunan berkelanjutan atau Short Squeeze.

    “Untuk Short Squeeze sebaliknya, tapi market lebih melihat ke arah Short Squeeze daripada Long Squeeze. Tidak ada penahanan lagi untuk mengalami kenaikan dan akhirnya market ambrol,” pungkasnya Afid.

    Baca juga: Ini Skema Perhitungan Pajak Kripto di Tokocrypto Berlaku 1 Mei 2022



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Membakar Koin BNB Senilai $ 740 Miliar, Harganya Bakal Naik?

    Platform exchange kripto terbesar di dunia, Binance, menghapus lebih dari 1,8 juta koin BNB dari peredaran, menyelesaikan pembakaran atau burning periode triwulanan ke-19. CEO Binance, Changpeng Zhao, mengatakan bahwa proses tersebut membuktikan sifat deflasi aset BNB.

    Dilaporkan Crypto Potato, BNB Chain (BNB), koin kripto asli dari Binance mengalami pembakaran ke-19 pada 19 April lalu. Perusahaan mengirim 1.830.382 BNB yang bernilai lebih dari $ 741 juta (setara Rp 10 triliun) pada saat transaksi ke dompet yang hanya dapat menerima token tetapi tidak dapat mengirim apa pun.

    Upaya pembakaran koin atau burning memang umum dilakukan oleh sejumlah pengembang kripto. Pasalnya, dengan cara mengurangi pasokan koin yang beredar, nilai koin bisa meningkat.

    Baca juga: Mirip Plant vs Zombies, Begini Cara Main Game NFT Plant vs Undead

    Harga BNB Bakal Naik?

    Coindesk melaporkan pembakaran akan dilakukan harga rata-rata $ 403 per BNB. Koin BNB diluncurkan pertama kali pada tahun 2017. aset kripto tersebut telah memperkuat ekosistem BNB Chain dan BNB Smart Chain.

    Untuk melenyapkan sejumlah BNB dari total pasokan saat ini, pihak Binance menggunakan sistem pembakaran otomatis. Mekanisme pembakaran otomatis menyesuaikan jumlah BNB yang akan dibakar berdasarkan harga BNB dan jumlah blok yang dihasilkan pada BNB Smart Chain (BSC) selama kuartal tersebut.

    Ilustrasi aset kripto BNB.
    Ilustrasi aset kripto BNB.

    Sementara itu, data menunjukkan perkiraan 1,8 juta BNB berada di jalur yang akan dibakar pada kuartal berikutnya, diharapkan sekitar bulan Agustus mendatang. Pembakaran perusahaan sebelumnya terjadi pada bulan Januari lalu. Saat itu, Binance membersihkan BNB senilai hampir $ 800 juta dari peredaran.

    Saat penulisan artikel pada Kamis (21/4) pukul 08.00 WIB harga BNB terpantau di situs CoinMarketCap diperdagangkan di level Rp 6.030.770. Performa harga BNB mengalami kenaikan sebesar 2,47 persen dalam 24 jam terakhir.

    Baca juga: Mengenal Aset Kripto Metal (MTL) dan TokenClub (TCT), Apa Utilitasnya?





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Miliarder Ini Proyeksi Harga Bitcoin Mentok di $ 50.000, Kenapa?

    Banyak spekulasi kenaikan suku bunga oleh The Fed dan banyaknya institusi yang terjun ke industri kripto bisa mendongkrak pergerakan positif harga Bitcoin hingga $ 100.000. Namun, ada sosok miliader yang tidak setuju dengan hal itu.

    Michael Novogratz, CEO Galaxy Digital Holdings Ltd., skeptis dengan kemungkinan Bitcoin akan memecahkan rekor harga tertinggi pada tahun 2022 ini atau bisa menembus harga $ 100.000.

    Menurutnya, harga BTC sepanjang tahun ini, hanya akan bergerak di wilayah $ 30.000 hingga $ 50.000.

    “Saya pikir secara harfiah The Fed belum mulai menaikkan suku bunga, mereka belum mulai menarik likuiditas dari sistem, sehingga sepanjang tahun diperkirakan akan menjadi kisaran $ 30.000 hingga $ 50.000 dalam risiko bitcoin ke atas, bukan ke bawah,” kata Michael Novogratz dikutip Bloomberg.

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 23 Maret 2022: Kripto Tampil Menawan, Mulai Siuman?

    Investor Belum Investasi Besar di Kripto

    Lebih lanjut, Novogratz menyebutkan, meskipun The Fed mengerek suku bunga, investor nyatanya belum mau menginvestasikan banyak uang ke kripto selama pandemi COVID-19. Dampaknya Bitcoin belum bisa mencapai level tertinggi baru.

    Investor akan selalu mengevaluasi tingkat risiko dengan mempertimbangkan aksi The Fed yang melakukan pengetatan pasar dalam upaya untuk mengatasi inflasi. Ini berarti, memungkinkan mengembosi nilai Bitcoin jauh lebih rendah tahun ini.

    Novogratz menambahkan, perang yang sedang berlangsung di Ukraina juga akan mempengaruhi pilihan investor. Perang yang sedang berlangsung telah membawa pasar saham dan kripto ke dalam serangkaian pergerakan yang tidak terduga.

    Pada saat awal ketegangan Rusia-Ukraina terjadi, harga Bitcoin sempat bereaksi positif, karena diyakini Rusia bakal menggunakan kelas aset untuk menghindari sanksi. Namun, nampaknya tidak terlalu berpengaruh pada pergerakan nilai BTC.

    Ilustrasi aset kripto Bitcoin.
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

    Baca juga: Kecerdasan Buatan Bisa Digunakan untuk Investasi Aset Kripto

    Harga Bitcoin Bisa $ 500.000 Per Keping

    Dalam wawancara dengan Bloomberg tersebut, Novogratz juga memperkirakan bahwa Bitcoin (BTC) akan mencapai angka $ 500.000 per keping dalam lima tahun ke depan.

    “Anda tahu lima tahun ke depan, jika Bitcoin tidak mencapai $ 500.000, saya salah dalam memprediksi siklus,” katanya.

    Dia percaya bahwa aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin telah tumbuh jauh lebih cepat tahun lalu daripada internet pada 1990-an. Novogratz percaya bahwa kita perlu mendapatkan jeda jika Bitcoin ingin reli secara agresif karena cerita naratif BTC adalah untuk membawa orang ke dalam komunitas.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Terus Jatuh, Metrik Tunjukan Fase Extreme Fear

    Penurunan harga Bitcoin (BTC) dalam beberapa pekan ini, membuat metrik Fear and Greed Index menunjukan posisi fase ketakutan ekstrem atau Extreme Fear. Faktanya, metrik tersebut berada dalam kondisi yang terburuk sejak akhir Januari lalu, ketika harga aset turun menjadi $33.000.

    Berdasarkan pantauan situs CoinMarketCap, nilai Bitcoin terus anjlok hingga hari Selasa (10/5) pukul 08.00 WIB, harga BTC berada di $ 31.027,13, turun 9,15% dalam 24 jam terakhir. Sementara, laporan data dari Coingecko, harga BTC anjlok 13,4 persen dalam dua pekan terakhir.

    Jatuhnya harga BTC yang hebat ini mengakibatkan perubahan dalam sentimen pasar secara keseluruhan, yang ditunjukkan oleh Bitcoin Fear dan Green Index. Dengan memeriksa posting media sosial komunitas, survei, volatilitas, volume perdagangan dan lainnya menentukan perasaan umum terhadap aset kripto terpopuler tersebut.

    Bitcoin Fear dan Green Index
    Bitcoin Fear dan Green Index masuk fase Extreme Fear.

    Baca juga: Proyeksi Harga Bitcoin yang Tertekan di Awal Mei 2022, Terus Turun?

    Investor Bitcoin Merasa Takut

    Metrik Bitcoin Fear dan Green Index menunjukkan hasil akhir dari 0 (ketakutan ekstrem) hingga 100 (ketamakan ekstrem). Hasilnya Bitcoin telah berada di wilayah ketakutan sejak pertengahan April, tetapi penurunan harga terbaru mendorongnya ke ketakutan yang ekstrem.

    Menurut laporan Crypto Potato, metrik menunjukan posisi BTC yang berada di posisi terendah sejak penurunan akhir Januari lalu. Performa Bitcoin di awal Mei juga tidak begitu bagus.

    Anjloknya harga BTC membuat para investor dan trader mengalami ketakutan hingga melakukan penjualan. Aksi jual ini turut memicu penurunan harga BTC. Tidak berhenti sampai di situ, anjloknya harga Bitcoin turut memicu penurunan harga altcoin.

    Tren Bitcoin Bakal Terus Turun

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat dari analisis teknikal, harga BTC lagi berusaha mempertahankan posisi di supportnya $ 34.000. Sekarang masih berada di bawah level support-nya dan menunggu konfirmasi pada candle daily.

    “Jika harga menutup di bawah garis level support, berarti ini konfirmasi bahwa harga akan terus mengalami penurunan ke level selanjutnya di sekitar $ 30.000. Tapi, mungkin Bitcoin akan bertahan di level support $ 34.000 selama beberapa hari baru akan ada konformasi selanjutnya, yaitu terus mengalami penurunan hingga capai $ 30.000,” kata Afid.

    Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.
    Analisis teknikal harga Bitcoin awal Mei 2022.

    Baca juga: Proyeksi Analis: Harga Bitcoin Menguat Pasca $ 25 Ribu, November 2022

    Bulan Mei biasanya merupakan periode musiman yang kuat untuk saham dan kripto. Alasannya secara historis, Bitcoin telah mengalami kenaikan transaksi 17% di bulan Mei dalam 9 tahun terakhir.

    Hal ini dapat memberikan kesempatan bagi investor untuk memasuki pasar setelah tiga bulan melakukan perdagangan sideways. Namun, melihat penurunan yang hebat dan banyaknya sentimen negatif, membuat pergerakan naik akan jauh lebih sulit.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Harga Bitcoin, US$ 209 Ribu pada Tahun 2025

    Prediksi harga Bitcoin berdasarkan bagan “Bitcoin Cycle Repeat”, bisa mencapai US$ 209 ribu per BTC pada tahun 2025. Halving 2024 adalah salah satu komponen terpentingnya. Bagan pun harus dianggap sebagai sekadar teori. Bagan yang mirip, yakni S2F karya PlanB, sudah dikritik tajam oleh Vitalik Buterin.

    Dengan tren saat ini, harga Bitcoin diprediksi bisa menjadi US$ 209 ribu pada Oktober 2025. Harga itu ditandai sebagai harga puncak tertinggi setelah Halving (after halving top) tahun 2024.

    Angka prediksi, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai FOMO (fear of missing opportunity) itu, berdasarkan data dari bagan (chartBitcoin Cycle Repeat dari situs BuyBitcoinWorldWide.

    Ada belasan bagan lain yang cukup berfaedah membantu Anda belajar lebih banyak tentang konsep, teori dan model proyeksi. Situs itu sebelumnya berdomain Digitalik.net yang sangat popular dan diakusisi oleh BuyBitcoinWorldWide pada tahun lalu.

    Baca juga: Yuk, Ketahui Cara Bermain Game Kawaii Island NFT Agar Cuan!

    Bagan itu menunjukkan bagaimana jadinya jika dari perubahan harga hari ini, atau pada hari lain di masa lalu, akan mengulangi polanya dari siklus sebelumnya. Satu siklus penuh adalah 1458 hari (4 tahun) dan data di bagan itu diperbarui setiap 5 menit.

    “Bagan Bitcoin Cycle Repeat menggunakan pergerakan rata-rata harga BTC selama 1.458 hari terakhir dan mengulangi pergerakan tersebut lagi untuk memprediksi harga setiap hari selama 1.458 hari ke depan. Bagan ini juga menampilkan harga teratas setelah halving sebelumnya serta puncak setelah setiap halving yang akan datang,” tertera di bagian penjelasan bagan itu oleh pengelola situs.

    Karena tidak diperuntukkan sebagai acuan utama dan akurat, menurut BuyBitcoinWorldWide, angka proyeksi 1.458 hari mendatang harus dianggap hanya sebagai perkiraan.

    “Keakuratan bagan ini sangat bergantung pada ‘perilaku Bitcoin’ untuk berulang dengan sempurna. Pun ada banyak alasan mengapa Bitcoin mungkin berkinerja baik ataupun sebaliknya dibandingkan tren 1.458 hari sebelumnya. Maka, bagan ini harus dilihat sebagai teori saja,” tulis BuyBitcoinWorldWide, dengan catatan harga acuan berdasarkan data dari CryptoCompare.

    Dan entah karena memang kebetulan, pada 17 Januari 2020, berdasarkan bagan itu, harga Bitcoin diprediksi akan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) baru pada Oktober 2021.

    Faktanya yang diketahui publik, ATH terkini adalah pada 8 November 2021 di kisaran US$69 ribu. Bagan Bitcoin Cycle Repeat menerakan ATH itu sebagai “after halving top” di harga US$67.549.

    Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin, US$209 Ribu pada Tahun 2025

    Nah, ketika artikel ini ditulis, Jumat (24/6/2022) dini hari, harga BTC di bagan itu tertera US$ 20.300 per BTC dengan acuan harga Kamis (23/6/2022)-price end of day, berdasarkan data CryptoCompare.

    Dengan sandaran itu, berdasarkan prinsip dan variabel bagan, harga puncak setelah Halving ke-4 tahun 2024 diprediksi bisa mencapai US$ 209.851 pada 27 Oktober 2025.

    prediksi harga bitcoin

    Dalam rentang waktu yang pendek, dengan harga harian yang serupa, harga BTC diprediksi menjadi US$ 10.051 pada 2 Desember 2022. Harga itu “dianggap” sebagai support level terbesar yang melentingkan harga kripto itu berada di atas Moving Average (MA) 200 hari dan MA 1458 hari.

    Perlu ditegaskan kembali, bahwa bagan ini harus dianggap sebagai teori saja dan tidak boleh dijadikan acuan utama dalam mengambil keputusan, pasalnya bagan ini lebih mengarah pada teknikal dan tentu saja tidak memasukan faktor makroekonomi, sebagaimana model Stock-to-Flow (S2F) rancangan PlanB, yang dinilai oleh Vitalik Buterin “sangat berbahaya.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Ambruk adalah Peluang Beli yang Besar

    Pendiri dan CEO MicroStrategy, Michael Saylor, mengatakan, bahwa harga Bitcoin yang sedang ambruk saat ini adalah peluang beli yang sangat besar. Sementara itu hasil survei Bloomberg menunjukkan, BTC diproyeksikan bisa jatuh ke US$ 10 ribu, akibat terus menguatnya dolar AS.

    MicroStrategy, perusahaan publik asal Amerika Serikat, memang sejak tahun 2020 melakukan pembelian Bitcoin secara besar-besaran. Mereka menilai kripto itu sebagai alat lindung nilai ketika terjadi inflasi.

    “Saat ini adalah peluang beli yang besar terhadap Bitcoin. Saat ini adalah entry point yang tepat,” ucap Saylor kepada CNBC belum lama ini.

    Pernyataan Saylor itu, sejatinya menegaskan pendapatnya sejak lama, bahwa BTC memiliki keunggulan relatif dibandingkan kelas aset lain seperti emas.

    Namun, pada kenyataannya, ketika inflasi tinggi 8,6 persen di AS, justru harga Bitcoin terkoreksi besar-besar, hampir 70 persen dari puncak tertinggi sebelumnya pada November 2021 di kisaran US$ 69 ribu.

    harga bitcoin
    Grafik harga Bitcoin.

    Baca juga: Bitcoin dan Kripto Lainnya Terbang saat Data Inflasi AS Meroket

    Satu risiko besar yang menghampiri perusahaan itu adalah, margin call, yang dapat memaksa perusahaan menjual sebagian dari lebih dari 130.000 BTC. BTC sebanyak itu dijadikan agunan untuk meminjam uang dari Silvergate Bank beberapa waktu lalu untuk membeli BTC tambahan. Status margin call terjadi, mana kala harga BTC jatuh di besaran tertentu, karena perusahaan harus mengembalikan dana pinjaman secara rutin setiap bulan.

    Sebenarnya Bitcoin sebagian komponen utama di pasar kripto bukanlah satu-satunya pasar yang mengalami aksi jual besar-besaran. Sepanjang Juni 2022 saja, indeks Dow Jones Industrial Average melandai di -0,62% dan Indeks S&P -0,92 persen memasuki wilayah bearish.

    Pasar saham dan pasar kripto yang melandai adalah dampak dari menguatnya dolar AS yang ditandai dengan indeks dolar (DXY) sudah mencapai 108 (tertinggi sejak Oktober 2002), akibat kebijakan kenaikan suku bunga oleh The Fed sejak Maret.

    Jika inflasi terus tinggi, diperkirakan The Fed akan terus menaikkan suku bunganya, hingga inflasi dapat ditekan hingga di kisaran 2 persen.

    Secara teknikal berdasarkan indikator RSI mingguan, harga Bitcoin saat ini berada di wilayah sangat oversold, yang menandakan tekanan jual yang besar mulai mereda.IKLAN

    harga bitcoin
    Grafik harga Bitcoin.

    Baca juga: Bank Indonesia: Aset Kripto Ciptakan Inklusi Keuangan

    RSI ini melampaui oversold 12 Januari 2015 pada time frame mingguan dan menyamai oversold 12 Januari 2012.

    Namun demikian, masih ada ruang penurunan berikutnya, setidaknya berdasarkan hasil survei oleh Blooomberg yang dirilis beberapa hari lalu. Sejumlah pelaku pasar, lewat hasil survei Bloomberg yang digelar pada awal Juli 2022 lalu, memproyeksikan harga Bitcoin bisa jatuh lagi di kisaran US$10 ribu. [ps]

    Artikel ini telah tayang di Blockchainmedia.id dengan judul Michael Saylor: Harga Bitcoin Ambruk adalah Peluang Beli yang Besar





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Reli Harga Bitcoin Terhenti Pasca Laporan Tesla Jual BTC

    Bitcoin (BTC) mengalami minggu terbaiknya sejak Maret, dengan nilai naik 12% sejak hari Minggu (17/7), dan Ethereum (ETH) bahkan lebih baik, naik 15%. Namun pada hari Rabu (20/7) reli tampaknya agak terhenti, pasca berita buruk di industri kripto.

    Pawai BTC menuju US$ 24.000 tampaknya bakal mengambil jeda singkat setelah berita utama media mengumumkan bahwa Tesla telah menjual 75% dari posisi Bitcoin-nya. Ditelusuri dari data pendapatan Q2 Tesla, menunjukkan bahwa perusahaan mobil listrik itu telah menjual 75% kepemilikan Bitcoinnya untuk mendapatkan uang tunai sebesar US$ 963 juta ke neraca.

    Tak lama setelah berita Tesla tersiar, harga Bitcoin mundur dari tertinggi hariannya di US$ 24.280 menjadi US$ 22.900, sebelum stabil di sekitar US$ 23.500. Dan pada saat artikel ini ditulis harga Bitcoin duduk di US$ 23.186 (Rp 347 juta).

    Ilustrasi Tesla jual Bitcoin.
    Ilustrasi Tesla jual Bitcoin.

    Baca juga: Prediksi Titik Balik Kripto Momen Super Bullish

    Berita Buruk dari Minecraft dan Zipmex

    Kemunduran tak terduga dari pergerakan market kripto ini mungkin juga membantu membawa sedikit perspektif pasar kepada investor yang siap menyerukan diakhirinya bear market. Kapitalisasi pasar kripto keseluruhan sekarang mencapai US$ 1,035 triliun dan tingkat dominasi Bitcoin adalah 42,7%.

    Sementara kemunduran untuk Bitcoin sejauh ini relatif ringan, beberapa altcoin mengalami penurunan yang lebih tajam karena kenaikan harga baru-baru ini menciptakan peluang bagus bagi para investor untuk membukukan beberapa keuntungan.

    Sentimen negatif lain datang juga dari Mojang Studios, pengembang game Minecraft yang berbalik arah dengan memutuskan untuk melarang NFT di platformnya. Perusahaan juga mengkritik “harga spekulatif” dan “mentalitas investasi” di sekitar NFT yang menghilangkan pengalaman game dan mendorong pencatutan sehingga merugikan playability game jangka panjang.

    “NFT dapat membuat model kelangkaan dan pengecualian yang bertentangan dengan Guideline kami dan semangat Minecraft,” kata Mojang Studios.

    Ilustrasi Zipmex. Foto: Zipmex.
    Ilustrasi Zipmex. Foto: Zipmex.

    Baca juga: Kenal Kripto Fio Protocol (FIO) dan RSK Infrastructure Framework (RIF)

    Di sisi lain exchange kripto, Zipmex, yang umumkan melakukan penghentian sementara untuk proses penarikan dana dan aset kripto. Saat ini terpantau Zipmex juga menghentikan berbagai kegiatan yang direncanakan sebelumnya di media sosial.

    Berdasarkan keterangan yang dipublikasi Zipmex di media sosial, keputusan ini diambil karena kondisi market yang sangat volatil, berbagai peristiwa besar tidak terduga yang mengubah kondisi pasar atau Black Swan, dan kesulitan finansial perusahaan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 7 Cara Menghasilkan Uang dari Crypto Bagi Pemula

    Ketika mendengar tentang Bitcoin dan kripto, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara menghasilkan uang dari crypto. Apakah dengan jual-beli saja? Atau ada yang lain?

    Sebenarnya industri cryptocurrency menawarkan berbagai cara untuk menghasilkan keuntungan. Baca peluang-peluang tersebut di bawah ini :

    1. Investasi Jangka Panjang (HODLing)

    Investasi jangka panjang atau “HODLing” adalah strategi di mana Anda membeli aset kripto dan menyimpannya untuk jangka waktu yang panjang, dengan harapan nilainya akan meningkat seiring waktu.

    Contoh cryptocurrency yang sering digunakan untuk strategi ini adalah Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), Tether USDT dan PAXG.

    Kelebihan dari metode ini adalah potensi perubahan harga yang naik signifikan dan Anda tidak perlu memantau harga crypto harian.

    Fitur pembelian berkala dari Tokocrypto adalah fitur yang bisa Anda gunakan, jika Anda ingin menggunakan strategi ini.

    Banner Beli Bitcoin Mulai dari Rp 1.600

    2. Trading Harian (Day Trading)

    Trading harian adalah proses jual beli aset kripto dalam jangka waktu satu hari, dengan tujuan mendapatkan laba dari fluktuasi harga jangka pendek.

    Pekerjaan ini memerlukan analisis teknikal yang mendalam dan pemahaman yang baik tentang pasar. Keuntungan dari trading harian bisa sangat besar, tetapi risiko yang terlibat juga tinggi.

    Anda bisa bergabung dengan Telegram Official Tokocrypto atau mengikuti Sinyal Ngobras di Youtube Tokocrypto untuk mendapatkan sinyal mingguan dan harian.

    Sinyal ini bisa membantu Anda menganalisa aset kripto apa yang potensial.

    Staking adalah proses menyimpan aset kripto di dompet tertentu untuk mendukung operasi jaringan blockchain. Sebagai imbalannya, Anda mendapatkan hadiah dalam bentuk aset kripto.

    Staking cocok untuk mereka yang ingin mendapatkan pendapatan pasif dengan risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan trading harian. Contoh aset kripto yang bisa di-stake adalah Cardano (ADA) dan Polkadot (DOT).

    4. Yield Farming

    Yield farming melibatkan penyediaan likuiditas ke platform DeFi (Decentralized Finance) dan mendapatkan imbalan sebagai kompensasi. Ini bisa sangat menguntungkan, tetapi juga memiliki risiko, terutama terkait dengan keamanan platform dan fluktuasi harga.

    5. ICO dan IEO

    ICO (Initial Coin Offering) dan IEO (Initial Exchange Offering) adalah cara bagi proyek baru untuk mengumpulkan dana dengan menjual token mereka sebelum diluncurkan di pasar. Jika proyek tersebut sukses, nilai token yang dibeli dengan harga awal bisa meningkat drastis. Namun, penting untuk melakukan riset menyeluruh karena ada banyak penipuan di ruang ini, dan risiko harga turun drastis setelah ICO.

    Mining adalah proses memvalidasi transaksi di jaringan blockchain dan mendapatkan reward dalam bentuk cryptocurrency.

    Ini memerlukan investasi awal dalam perangkat keras dan biaya listrik yang signifikan. Mining lebih cocok untuk mereka yang memiliki pengetahuan teknis dan sumber daya yang memadai.

    Baca juga: Daftar 5 Situs Mining Bitcoin Terpercaya yang Aman Digunakan

    7. Airdrops dan Bounty Programs

    Beberapa proyek crypto membagikan token gratis (airdrop) atau menawarkan imbalan untuk tugas-tugas tertentu (bounty programs). Ini bisa menjadi cara yang bagus untuk mendapatkan cryptocurrency tanpa investasi awal. Namun, sering kali jumlahnya tidak terlalu besar.

    Tokocrypto juga kadang mengadakan event Launchdrop. Jika Anda tertarik, Anda bisa membaca tentang event terbaru Tokocrypto.

    8. Referral Crypto

    Anda bisa mendapat komisi 20% jika menjadi referral Tokocrypto. Jadi tidak hanya penghasilan dari trading, Anda juga mendapat pasive income ketika teman Anda trading.

    Daftar di sini untuk jadi referral Tokocrypto.

    Tips untuk Mendapatkan Keuntungan di Industri Crypto

    1. Riset Mendalam: Selalu lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi atau trading. Kenali proyek, tim, dan teknologi di balik aset kripto. Karena jika Anda gagal, Anda akan kecewa pada diri sendri.
    2. Diversifikasi: Jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang. Diversifikasikan investasi Anda untuk mengurangi risiko.
    3. Manajemen Risiko: Tetapkan batasan untuk kerugian dan keuntungan Anda. Jangan terpengaruh oleh emosi dalam mengambil keputusan.
    4. Tetap Terinformasi: Ikuti berita dan perkembangan terbaru di dunia crypto. Perubahan regulasi dan teknologi bisa mempengaruhi pasar secara signifikan.
    5. Belajar Terus-Menerus: Industri crypto berkembang cepat. Selalu up-to-date dengan tren dan teknik trading baru.

    Demikianlah cara menghasilkan uang crypto. Cobalah yang paling cocok untuk Anda. Namun, ingatlah bahwa setiap investasi mengandung risiko, dan penting untuk berinvestasi sesuai dengan toleransi risiko Anda.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.

    Photo by Alesia Kozik



    Sumber : news.tokocrypto.com