Tag: crypto

  • 5 Aset Kripto yang Paling Diminati Investor Indonesia

    Industri aset kripto terus mengalami pertumbuhan dari sisi jumlah investor kripto dan nilai transaksi dari waktu ke waktu. Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai lembaga yang mengawasi dan mengatur perdagangan aset kripto mengeluarkan data transaksi terbaru dari industri yang baru tumbuh ini.

    Dari data yang dirilis Kemendag, disebutkan jumlah nasabah aset kripto telah mencapai 14,1 juta pada Mei lalu. Sementara itu, investor saham tercatat hanya 8,86 juta.

    Selain itu, aset kripto di Indonesia mengalami lonjakan luar biasa. Per 2020, nilai transaksi aset kripto sebesar Rp 64,9 triliun. Satu tahun kemudian, per Desember 2021, angkanya melonjak sangat signifikan menjadi Rp 859,4 triliun. Selama periode Januari hingga Mei 2022, tercatat sudah mencapai Rp 192 triliun.

    Ada hal menarik yang disebut dari data tersebut, bahwa ada lima jenis aset kripto teratas yang memiliki nilai transaksi tertinggi, yaitu Tether (Rp42,3 triliun), Bitcoin (Rp 18,5 triliun), Ethereum (Rp14,2 triliun), Dogecoin (Rp 6,8 triliun), dan Terra (Rp 6 triliun).

    Nasib Tether yang didenda 41 juta dolar AS oleh CFTC.
    Ilustrasi Nasib Tether yang didenda 41 juta dolar AS oleh CFTC.

    Baca juga: Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu, Apakah Investor Mulai Menyerah?

    Tether (USDT) sendiri adalah aset kripto stablecoin yang dipatok ke dolar AS. Itu dibuat untuk menstabilkan nilai tukar dalam transaksi aset digital. Sejak kemunculannya, stablecoin telah memainkan peran yang sangat penting di pasar. 

    Tidak seperti aset kripto tradisional seperti Bitcoin dan Ethereum, yang nilai moneternya dapat berfluktuasi secara luas, stablecoin USDT dirancang untuk mempertahankan harga konstan US$ 1 dan didukung oleh cadangan dana yang besar atau rekayasa keuangan lainnya.

    Alasan Stablecoin Jadi Pilihan saat Bear Market

    VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto, mengatakan laporan yang dikeluarkan oleh Kemendag sejalan dengan transaksi yang terjadi di Tokocrypto. Ia mengungkap bahwa tiga jenis aset kripto teratas yang ditransaksinya di platfrom Tokocrypto adalah USDT, ETH dan BTC.

    “Laporan transaksi aset kripto yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan untuk bulan Mei 2022, sejalan dengan situasi di Tokocrypto. Di platform kami tiga jenis aset kripto yang paling banyak di-trading adalah USDT, Ethereum dan Bitcoin. Untuk volume trading masing-masing belum bisa kami ungkap,” kata Cenmi.

    Menurut CoinGecko, USD Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) adalah dua stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar sejauh ini, masing-masing mencapai US$ 66 miliar dan US$ 55 miliar, pada 1 Juli 2022. Cenmi sedikit mengungkap kenapa volume trading Tether mengalami lonjakan ketika kripto sedang bear market

    Ilustrasi stablecoin.
    Ilustrasi stablecoin. Foto: David Sandron/Shutterstock.com.

    Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

    Menurut Cenmi, secara teori, nilai Tether seharusnya lebih konsisten daripada aset lainnya dan disukai oleh investor yang waspada terhadap volatilitas ekstrim dari koin lain. Selama pasar naik, Bitcoin biasanya akan jauh mengungguli stablecoin. Namun, selama tekanan pasar, stablecoin menawarkan perlindungan dari volatilitas.

    “Aset kripto tradisional berada di bear market, karena meningkatnya inflasi dan ancaman kenaikan suku bunga dari The Fed. Akibatnya, sulit untuk menemukan peluang untuk menghasilkan hasil keuntungan. Stablecoin mewakili satu-satunya tempat berlindung yang tersisa yang menawarkan pengembalian yang mengalahkan inflasi,” jelasnya.

    Meski begitu, Cenmi mengingatkan stablecoin adalah aset volatilitas yang lebih rendah, tetapi bukan tanpa risiko. Waspadai hal ini dan jangan mengalokasikan investasi yang berlebihan dan selalu melakukan riset serta selalu menggunakan uang dingin, bukan dana darurat.

    Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.
    Ilustrasi Tpkocrypto dan Binance buat aset kripto BIDR.

    Di samping itu, Bappebti mencatat lima calon pedagang fisik aset kripto dengan nilai transaksi tertinggi pada Januari-Mei 2022, yaitu Tokocrypto, Indodax, Pintu, Rekeningku dan Zipmex. Cenmi mengatakan Tokocrypto masih memiliki daily trading volume yang terus tumbuh walaupun saat bear market.

    “Dalam situasi bear market saat ini, daily trading volume harus diakui terjadi penurunan dari segi daily trading volume dari sebelumnya pada saat normal bisa mencapai US$ 50-70 juta (Rp 747 miliar-1 Triliun), kini jadi US$ 15-20 juta (RP 224 miliar-298 miliar),” pungkas Cenmi.

    Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Banyak Investor Muda, Edukasi Jadi Kunci Dorong Investasi Kripto

    Kementerian Perdagang (Kemendag) merilis laporan terbaru soal demografi investor aset kripto di Indonesia. Menariknya, usia muda mendominasi jumlah investor dari total 14,1 juta pelanggan per Mei 2022.

    Dalam laporan Kemendag, demografi investor kripto didominasi kelompok usia 18–24 tahun (32%); Kelompok 25–30 tahun (30%); Dan kelompok 31–35 tahun (16%).

    Adapun berdasarkan kelompok profesi, persentasi karyawan swasta mendominasi sebesar 28%, wiraswasta 23% dan pelajar/mahasiswa 18%.

    Menyikapi pertumbuhan investor muda yang mendominasi di instrumen aset kripto, butuh edukasi yang tepat untuk mendapatkan kualitas dan pertumbuhan industri yang sehat. VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, generasi muda lebih cenderung menjadi investor kripto dan investasi paling populer di kalangan milenium (usia 26-41 tahun).

    Investor kripto muda
    Ilustrasi investor kripto muda.

    Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

    Adytia melihat dibandingkan dengan yang lain, investor yang lebih muda berpikir bahwa aset kripto akan memberikan pengembalian investasi terbaik selama dekade berikutnya. Maka, dari itu diperlukan memahami aset kripto secara menyeluruh sebelum berinvestasi.

    “Investor Milenial, Gen X dan Gen Z kemungkinan besar memiliki aset kripto. Namun, melihat secara umum mereka yang berusia muda masih sekadar ikuti-ikutan atau termakan FOMO untuk berinvestasi aset kripto. Jadi ada sebagian dari mereka yang kurang nyaman dengan volatilitas kripto. Sementara, sebagian besar lain bersikap optimis dan lebih agresif berinvestasi dalam aset berisiko daripada rekan-rekan mereka,” kata Adytia.

    Edukasi yang Inklusif dan Berkelanjutan

    Melihat pola perilaku investor muda di aset kripto tersebut, Adytia menekankan perlu edukasi yang inklusif dan berkelanjutan untuk memberikan gambaran luas terkait investasi aset berisiko ini. Padahal, memiliki pengetahuan yang baik bisa membuat perencanaan investasi yang jelas dan terukur.

    “Bagi investor muda, pahami profil risiko mereka dahulu. Pastikan hanya berinvestasi sebanyak yang mereka mampu dan tidak berharap dapat keuntungan yang cepat dengan mudah. Untuk membatasi risiko, tidak boleh menginvestasikan semua tabungan dalam kepemilikan kripto, sebagai gantinya, harus mendiversifikasi portofolio investasi,” jelasnya.

    Ilustrasi investasi aset kripto.
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Daftar Anak Muda yang Kaya Berkat Investasi Aset Kripto

    Kemudian, tidak disarankan untuk menginvestasikan semua dana hanya dalam satu jenis aset kripto. Investor muda memiliki lebih banyak waktu untuk mencoba aset baru dan mendapatkan pengalaman dalam berinvestasi. Kripto dapat membuat investasi alternatif untuk generasi muda dalam jangka panjang, karena cenderung tetap kuat dan melewati setiap krisis keuangan yang mungkin terjadi di masa depan.

    “Investasi aset kripto dinilai masih potensial meski sempat mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Oleh karena itu, edukasi kepada investor secara luas menjadi kunci guna menjaga kesinambungan industri kripto ke depannya,” pungkas Adytia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Investor Tetap Tenang Bear Market Masih berlanjut

    Sepanjang pekan terakhir bulan Juni 2022, pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin cukup mengejutkan. Bitcoin sempat gagal mempertahankan posisi level psikologisnya di US$ 20.000 dan membuat khawatir investor akan turun lebih jauh.

    Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap bergerak sideways atau datar. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, Jumat (1/7) jam 12.00 WIB, nilai Bitcoin masih berada di harga US$ 20.289 atau turun 4,17% dalam 7 hari terakhir.

    Altcoin lainnya pun bernasib sama. Nilai Ethereum (ETH) ikut turun 5,33% ke US$ 1.091 sepekan terakhir. Solana (SOL) dan XRP bahkan anjlok lebih dari 10%. Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) turun lebih dari 5%. Hanya Dogecoin (DOGE) yang tumbuh 2,93% seminggu terakhir.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan perdagangan market kripto secara keseluruhan masih datar dan tidak bergairah selama sepekan terakhir. Namun, menarik melihat pergerakan Bitcoin yang sempat anjlok ke US$ 18.729, kemudian naik lagi ke level US$ 20.000. Itu setara dengan penurunan sekitar 70 persen dari nilai puncaknya dicapai November lalu. Penurunan triwulanan sekitar 59 persen adalah yang terburuk sejak 2011.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Wacana Pemilu Berbasis Blockchain Kembali Dibahas di Indonesia

    “Sentimen negatif berasal dari kabar perusahaan hedge fund kripto, Three Arrows Capital yang akan dipaksa untuk melikuidasi asetnya, serta komentar baru dari para bankir sentral yang menyarankan lebih banyak kenaikan suku bunga akan datang, membuat industri kripto menjadi gelap. Itu membuat harga BTC anjlok dari level psikologisnya,” kata Afid.

    Afid menjelaskan penguatan tipis aset kripto pada hari Jumat ini, disebabkan oleh rebound teknikal yang sudah diprediksi sebelumnya. Di masa-masa saat ini, investor tengah kompak menjaga nilai aset kripto di atas level support-nya. Khusus Bitcoin, akan ada gerakan untuk menahan harganya di atas level psikologis US$ 20.000.

    Di sisi lain, adanya data on-chain Glassnode yang menunjukkan investor kripto kelas kakap atau whales telah menarik 8.755 keping BTC atau setara US$ 181,67 juta dari platform exchange ke wallet-nya masing-masing antara 26 Juni hingga 30 Juni 2022. Aktivitas itu juga diduga mendorong harga aset kripto bergerak ke zona hijau.

    Kekhawatiran Resesi 

    Ada beberapa pandangan analis yang melihat bahwa dorongan bearish masih belum usai. Itu juga masuk dalam pertimbangan adanya kekhawatiran resesi yang masih membayangi investor.

    Ilustrasi Rekt Capital.
    Ilustrasi market aset.

    Baca juga: Riset: Industri NFT Bakal Tetap Tumbuh, Meski Bear Market

    Sejatinya, market kripto masih diliputi sentimen risk-off investor menyusul performa indeks saham AS yang masih susah bangkit. Secara teori, resesi akan terjadi dan membawa nilai dari dolar AS lebih rendah. Ini akan mengangkat nilai dari aset yang dianggap sebagai lindung nilai.

    “Pergerakan market kripto masih berada dalam fase bear market. Sehingga, penguatan ini diramal tak akan berlangsung lama. Bitcoin bisa saja jatuh kembali ke area di bawah US$ 20.000 atau bahkan bisa semakin dalam, mengingat kondisi pasar yang memang sangat rapuh,” jelas Afid.

    Jika harga Bitcoin kembali menembus di bawah US$ 19.000, bisa berisiko jatuh ke level support penting di $17.000. Ini adalah level penting yang harus diwaspadai karena penembusan dan penutupan di bawahnya dapat memulai tren turun berikutnya ke US$ 15.000.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Uni Eropa Sahkan UU Melacak Transaksi Aset Kripto

    Uni Eropa (UE) akhirnya merampungkan Undang-undang Anti Pencuian Uang pada aset kripto. Regulasi ini telah diumukan ke publik pada Rabu (29/6).

    Dengan aturan baru itu maka penyedia layanan, seperti exchange kripto wajib menyimpan informasi identitas pemilik wallet yang melakukan transaksi terlepas dari berapa pun jumlahnya.

    Aturan baru ini bertujuan untuk mencegah pencucian uang dan pendanaan teroris atau kejahatan lainnya, dengan mewajibkan penyedia layanan aset kripto untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi yang mengidentifikasi orang-orang yang terlibat dalam transaksi mata uang kripto.

    Penyedia layanan wajib menyerahkan informasi tersebut kepada pihak berwenang yang sedang melakukan penyelidikan.

    Baca juga: Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu, Apakah Investor Mulai Menyerah?

    Peraturan tersebut tidak mematok ambang batas minimum atau pengecualian untuk jumlah transfer bernilai rendah dan berlaku untuk semua transaksi yang melibatkan penyedia layanan, seperti pertukaran mata uang kripto.

    “Kami mengakhiri dunia kripto yang tidak diatur, menutup celah besar dalam aturan anti pencucian uang Eropa,” jelas anggota Parlemen Eropa, Ernest Urtasun.

    Dengan aturan baru ini, memungkinkan pihak berwenang mengatahui identitas seseorang dalam aliran transaksi kripto, persis seperti lalu lintas transfer uang.

    Namun, pertauran tersebut tidak berlaku untuk transfer antar individu yang menggunakan wallet yang tidak menggunakan penyedia layanan. Misalnya transaksi Ethereum antara dua dompet seperti MetaMask tidak akan dikenakan pemeriksaan anti pencucian uang.

    Baca juga: MicroStrategy Serok Lagi 480 BTC Senilai Rp 148 Miliar

    Tetapi jika seseorang berinteraksi dengan wallet yang di-hosting oleh penyedia layanan seperti Coinbase, FTX, atau bursa lainnya, aturan baru akan berlaku, terlepas dari berapapun jumlah transaksinya. Jika transaksi lebih dari 1.000 euro, penyedia layanan harus memverifikasi identitas pemilik dompet pribadi yang digunakan dalam transaksi.

    Langkah baru ini untuk memastikan bahwa penyedia layanan tidak memfasilitasi transaksi yang melibatkan organisasi yang berada di bawah sanksi ekonomi UE atau berpotensi mengarah pada pendanaan teroris.

    “Sudah terlalu lama, aset kripto berada di bawah radar otoritas penegak hukum kami,” kata Assita Kanko, anggota Parlemen Eropa.

    Artikel ini telah tayang di Portalkripto.com dengan judul “Uni Eropa Sahkan UU untuk Melacak Transaksi Aset Kripto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis: Waspadai Penjualan Bitcoin Secara Besar-besaran Lagi

    Tom Lee dari Fundstrat Global Advisor telah membagikan pandangan terbarunya, di mana ia memperkirakan penjualan Bitcoin secara besar-besaran akan terjadi lagi.

    Tom Lee adalah salah seorang analis Bitcoin yang telah membuat beberapa prediksi tepat terkait pergerakan harga kripto utama tahun lalu.

    Salah satunya adalah, harga BTC yang “akan melampaui US$40.000 di tahun ini,” yang ia ungkapkan pada awal tahun 2021 dan terbukti terjadi, bahkan hingga ke ATH terbarunya di kisaran US$68.000.

    Penjualan Bitcoin Besar-Besaran akan Terjadi Lagi

    Berdasarkan laporan U Today, Tom Lee telah mengatakan kepada CNBC bahwa ia telah melihat peluang terjadinya aksi jual besar lagi pada BTC.

    Dalam penelitiannya, Lee meyakini bahwa aksi penjualan besar Bitcoin ini akan menjadi “pencucian” terakhir sebelum menciptakan peluang pembelian yang lebih banyak.

    Baca juga: Nilai Pasar Metaverse Diramalkan Menjadi US$ 5 Triliun pada Tahun 2030

    Lee pun mengungkapkan bahwa harga BTC dapat turun sebentar di bawah level terendah bulan ini, di sekitar US$ 17.592, berdasarkan data dari BitStamp.

    Memang, jika melirik beberapa minggu terakhir, harga belum dapat membangun pemulihan yang meyakinkan dari level harga tersebut. Sehingga, ada kemungkinan terjadi retest sebelum pasar benar-benar mencoba untuk pulih.

    Selain Lee, Kepala Strategi dari FS Investments, Troy Gayesk, juga melihat adanyan peluang penurunan lanjutan dari harga BTC, meski dia tidak menyebutkan seperti Lee, apakah ini akan menjadi peluang beli baru atau tidak.

    Kekhawatiran Resesi 

    Tampaknya, ada beberapa pandangan analis yang melihat bahwa dorongan bearish masih belum usai. Itu juga masuk dalam pertimbangan adanya kekhawatiran resesi yang masih membayangi investor.

    Selera risiko tidak terbentuk dengan “lega,” yang kali ini kembali berhadapan dengan sikap hawkish dari Ketua the Fed, Jerome Powell, yang membuat dolar AS kembali perkasa dalam dua hari terakhir.

    Baca juga: Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu, Apakah Investor Mulai Menyerah?

    Meski begitu, membahas resesi telah membawa kembali kepada pernyataan Robert Kiyosaki, yang telah lama menyarankan untuk membeli lebih banyak emas, perak dan Bitcoin.

    Dari sudut pandangnya, resesi akan terjadi dan membawa nilai dari dolar AS lebih rendah. Ini akan mengangkat nilai dari aset yang dianggap sebagai lindung nilai. Dan menurut Kiyosaki, ketiganya adalah aset yang tepat untuk menghadapi resesi. [st]

    Artikel ini telah tayang di Blockchainmedia.id dengan judul “Analis: Waspadai Penjualan Bitcoin Secara Besar-besaran Lagi



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Deposit Bitcoin di Tokocrypto Yang Praktis dan Aman

    Era digitalisasi seperti saat ini, teknologi modern telah melahirkan Bitcoin sebagai komoditas keuangan baru yang menggairahkan bagi masyarakat dunia. Bitcoin menjadi alternatif untuk  kebutuhan transaksi keuangan di level global yang mendambakan kemudahan, efisiensi dan keamanan. Selain itu, bitcoin juga dipandang untuk menjadi instrumen investasi yang menggiurkan karena harganya yang terus-menerus naik. Maka dari itu, jika kamu ingin memiliki bitcoin, penting untuk tahu tahapan untuk melakukan deposit bitcoin.

    Cryptocurrency khususnya bitcoin telah menangkap peluang pertumbuhan pasar global dengan begitu baik. Tren peningkatan pengguna internet yang ada di seluruh dunia menjadi momen strategis untuk kehadiran Bitcoin. Salah satunya pada perkembangan potensi bisnis e-commerce global yang mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi lintas negara.

    Baca Juga: Cara Transaksi Cryptocurrency Yang Praktis Agar Tidak Gagal

    Pertumbuhan nilai cryptocurrency khususnya bitcoin tersebut banyak dimanfaatkan oleh berbagai kalangan sebagai salah satu instrumen investasi. Maka dari itu, kebutuhan akan platform exchange untuk memudahkan jual-beli (trading) bitcoin diperlukan khususnya di Indonesia. Platform exchange cryptocurrency yang berada di Indonesia harus mengantongi izin dari Bappebti

    Bappebti atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi merupakan lembaga pemerintahan yang bertanggung jawab dalam ranah pengawasan dan pengaturan kegiatan perdagangan komoditi berjangka di Indonesia. Termasuk trading forex, kripto, dan emas berjangka.

    Keuntungan Menggunakan Tokocrypto sebagai Platform Exchange

    Salah satu platform exchange yang sudah mendapatkan izin dari Bappebti adalah Tokocrypto. Selain sudah mendapatkan legalitas dari pemerintah indonesia, ada beberapa fasilitas yang dimiliki Tokocrypto untuk memudahkan anda dalam trading cryptocurrency, diantaranya:

    1. Menggunakan keamanan Know Your Customer (KYC) dan Two Factor Authentication (2 FA)
    2. Mempunyai platform trading mobile sehingga memudahkan anda melihat pasar crypto dari handphone.
    3. Memiliki berbagai pilihan market cryptocurrency, mulai dari Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, Tether US,  Binance USD dan akan masih banyak lagi kedepannya.
    4. Biaya transaksi yang relatif rendah dibandingkan platform exchange lain.
    5. Menyediakan wadah untuk memfasilitasi para trader untuk memperoleh berbagai informasi. salah satunya, komunitas online via Telegram.
    6. Memiliki user interface yang mudah di pahami.

    Cara Isi Bitcoin di Tokocrypto

    Salah satu keunggulan dari platform exchange Tokocrypto adalah user interface yang mudah dipahami, sehingga trader yang menggunakan platform exchange tidak kebingungan lagi dalam menggunakannya, seperti cara deposit bitcoin, cara withdrawal, cara melihat grafik pasar dan sebagainya. Pada bagian ini, kami akan menjelaskan cara deposit bitcoin yang mudah untuk anda lakukan di Tokocrypto, langkah-langkahnya adalah:

    1. Pada halaman dashboard pilih kolom dompet lalu klik pada bagian setoran
    2. Selanjutnya, klik tombol fiat untuk deposit rupiah atau klik tombol kripto untuk deposit bitcoin atau aset kripto.
    3. Sebelum ke langkah selanjutnya, sebaiknya anda membaca dengan seksama syarat & ketentuan deposit fiat dan deposit kripto yang ingin anda lakukan.
    4. Jika anda memilih deposit fiat pilih bank dan metode transfer baik via transfer ATM, iBanking atau mBanking. Pastikan dalam melakukan transfer anda menggunakan nama yang sama antara nama pemilik rekening dan pemilik akun di Tokocrypto. Minimal deposit fiat Rp.50.000,- Proses ini akan memakan waktu 5-10 menit atau tergantung kliring bank.
    5. Jika anda memilih deposit bitcoin atau cryptocurrency lainnya, pilih koin yang akan di depositkan, lalu pilih jaringan yang akan digunakan dan pastikan anda mengirim ke alamat yang tertera di akun tokocrypto anda. Untuk proses deposit kripto ini akan memakan waktu 10-60 menit atau tergantung traffic pada platform exchange.
    6. Setelah berhasil, transaksi anda akan tercatat di riwayat setoran, baik untuk deposit fiat atau deposit kripto.
    7. Setelah itu, anda dapat langsung masuk ke pasar untuk melakukan trading.

    Seperti itulah cara deposit bitcoin dan deposit fiat di Tokocrypto, mudah bukan? Untuk lebih jelasnya anda dapat melihatnya dalam bentuk video pada link ini. Mari undang teman dan saudara kamu untuk menggunakan Tokocrypto sebagai exchange yang aman, terpercaya dan mudah digunakan. Salam to the moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Transaksi Cryptocurrency Yang Praktis Agar Tidak Gagal

    Seperti yang sudah anda ketahui, cryptocurrency atau aset kripto menggunakan blockchain yang terdesentralisasi agar pengguna dapat melakukan transaksi dan menyimpannya secara aman dan cepat tanpa menggunakan pihak ketiga seperti bank. Setiap transaksi akan dicatat oleh sebuah buku besar publik secara digital atau biasa disebut dengan Public Ledgers

    Public Ledgers merupakan tempat penyimpanan semua transaksi cryptocurrency yang dikonfirmasi sejak dimulainya pembuatan identitas kepemilikan coin crypto. Buku besar ini juga akan memastikan bahwa dompet-dompet crypto dapat menghitung saldo dari setiap transaksi cryptocurrency.

    Jenis Transaksi Cryptocurrency

    Dalam melakukan transaksi cryptocurrency ada dua jenis cara transaksi crypto yang bisa anda lakukan, yang pertama adalah dengan mengirimkannya langsung ke alamat wallet pribadi penerima atau bisa disebut dengan Pay To Address (P2A). Kedua, anda bisa mengirimnya menggunakan platform exchange (bursa) crypto. untuk mengetahui secara detail bagaimana dua jenis transaksi tersebut berjalan mari kita bahas.

    1. Pay To Address (P2A)

    Pay To Address atau sering juga dikenal dengan nama Pay to Public Key Hash (P2PKH) adalah metode transaksi bitcoin yang banyak dilakukan. transaksi P2A merupakan metode pembayaran cryptocurrency yang ditujukan kepada sesama alamat crypto sehingga tidak ada perantara atau peer to peer.

    Untuk menggunakan transaksi jenis ini, yang akan menerima bitcoin harus memberikan alamat cryptocurrency-nya kepada orang yang akan memberikan. Hal ini sederhananya sama seperti kita meminta nomor rekening untuk melakukan pengiriman uang melalui bank.

    2. Melalui Platform Exchange

    Jenis transaksi melalui platform exchange merupakan transaksi yang paling sering digunakan. Khususnya untuk para investor dan trader yang memiliki aset crypto. Platform exchange aset kripto merupakan bursa aset kripto. Anda dapat menjual dan membeli berbagai jenis cryptocurrency di platform exchange tersebut. Salah satu platform exchange yang terpercaya dan legal di Indonesia adalah TokoCrypto.

    Untuk melakukan transaksi baik menjual ataupun membeli, sebelumnya anda harus mempunyai akun pada platform exchange tersebut. Setelah mempunyai akun, anda baru bisa bertransaksi pada platform exchange tersebut.

    Baca Juga: Begini Cara Deposit Bitcoin Di Tokocrypto!

    Cara Transaksi Cryptocurrency di Platform Exchange Agar Tidak Gagal

    Transaksi menggunakan platform exchange saat ini banyak dilakukan oleh para trader dan investor untuk mendapatkan keuntungan di bursa aset kripto. Pertumbuhan aset kripto yang terus naik membuat ketertarikan para pengguna bitcoin untuk membeli dan menjualnya di platform exchange crypto.

    Namun, karena menggunakan platform exchange ada beberapa hal yang harus diketahui agar transaksi crypto bisa berjalan dengan cepat dan aman. Inilah beberapa cara transaksi crypto agar tidak gagal.

    1. Pastikan akun sudah di verifikasi dan sudah deposit

    Kedua hal ini penting dilakukan sebelum anda melakukan pengiriman aset crypto. Sebab ketika anda belum terverifikasi dan deposit, anda tidak bisa bertransaksi pada aset crypto anda di platform exchange tersebut

    2. Waktu Pengiriman

    Meski dikatakan cepat, bertransaksi crypto dengan teknologi blockchain juga memerlukan waktu untuk memproses data tersebut. Biasanya waktu yang wajar dalam pengiriman cryptocurrency adalah 5-10 menit. Namun, untuk Bitcoin waktu yang wajar dalam mengirimkan aset bitcoin adalah 30 menit paling lama.

    3. Kirim Sesuai Wallet Crypto-nya

    Cara transaksi crypto agar tidak gagal yang ketiga adalah kirimkan jenis crypto sesuai dengan wallet crypto-nya. Dalam pengiriman crypto, jenis dan wallet harus anda perhatikan, apakah crypto tersebut berada dalam satu platform yang sama atau tidak.

    Contohnya seperti jenis cryptocurrency rupiah token (IDRT), tether (USDT) dan Ethereum (ETH) berada pada satu wallet platform sehingga bisa saling mengirim. Namun, hal ini kembali lagi pada kebijakan masing-masing platform exchange.

    Nah itulah beberapa cara agar transaksi crypto di platform exchange tidak gagal, sehingga anda dapat bisa bertransaksi dengan nyaman. Jika masih menemui kendala, anda bisa menghubungi layanan konsumen platform exchange tersebut. Jika anda mencari platform exchange yang terpercaya dan sudah mendapatkan izin resmi dari pemerintah Indonesia, Tokocyrpto-lah jawabanya! 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu

    Pergerakan harga Bitcoin pada perdagangan hari ini, Kamis, 30 Juni 2022, berada pada fase kritis. BTC kembali menyentuh area di bawah US$ 20 ribu, setelah sehari sebelumnya sempat breakout ke level US$ 21 ribu. 

    Saat laporan ini ditulis, BTC diperdagangkan di area US$ 19,522, atau turun 2,96% dalam 24 jam terakhir. Titik support terkuat BTC saat ini berada di area US$ 19,3-19,5 ribu. Jika breakdown atau turun dari level tersebut, bukan tidak mungkin BTC anjlok ke area US$ 14,900.

    BTC/USDT TF 4 jam. By: Portalkripto/TR

    Penurunan ini kembali menegaskan bahwa musim bearish masih mengintai pasar crypto. Meski, sempat membaik selama dua hari ke belakang, namun aktivitas on-chain dan sentimen makro menunjukan bahwa pasar belum baik-baik saja. 

    Berdasarkan analisa on-chain, perusahaan analitik blockchain, Glassnode menyebutkan, pasar crypto saat ini tengah berada dalam tekanan yang cukup ekstrem. Kerugian trader di musim ini menjadi paling parah sepanjang masa.

    Glassnode mencatat, kondisi harga spot yang diperdagangkan di bawah harga realisasi sebenarnya jarang terjadi. Kondisi ini baru terjadi tiga kali dalam enam tahun terakhir dan lima kali sejak peluncuran Bitcoin pada 2009.

    Baca juga: Bos Binance: Bearish Pasar Kripto Mungkin Segera Usai

    “Harga spot saat ini diperdagangkan lebih rendah 11,3% dari harga realisasi, menandakan bahwa rata-rata pelaku pasar sekarang berada di bawah posisi saat mereka membeli,” ujar Glassnode.

    Sementara itu arus keluar investor institusional di Bitcoin dan sejumlah aset kripto lainnya pun mengalami peningkatan. Coinshares melalui laporan mingguannya mencatat bahwa investor institusional telah menarik keluar aset digital mereka sebanyak US$ 422 juta pada pekan lalu. 

    Kondisi ini membuat cemas trader dan investor, di mana menurut Glassnode, fase ini sangat memungkinkan pasar menghadapi kapitulasi atau kondisi di mana investor menyerah dengan keadaan pasar yang merah berkepanjangan. 

    “Mengingat durasi dan ukuran bearish yang luas, 2022 dapat dikatakan sebagai bear market paling signifikan dalam sejarah aset digital,” tulis laporan mingguan Glassnode berjudul A Bear of Historic Proportions, yang terbit pada 24 Juni 2022.

    Artikel ini telah tayang di Portalkripto.com dengan judul “Bitcoin Kembali Turun ke Harga di Bawah $ 20 Ribu, Apakah Investor Mulai Menyerah?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Masih Ragu Trading? Ini 3 Keuntungan Memiliki Bitcoin

    Saat ini ada berbagai jenis instrumen investasi yang dapat dipilih untuk dapat memberikan keuntungan. Masing-masing instrumen investasi tersebut memiliki tingkat resiko yang berbeda. Hal itu dapat dilihat dari prinsip investasi, semakin tinggi tinggi resiko investasi akan berbanding lurus dengan potensi keuntungannya. Maka dari itu, penting untuk mengenali keuntungan memiliki bitcoin secara mendalam dan memilih instrumen investasi yang sesuai untuk anda.

    Keuntungan Memiliki Bitcoin

    Salah satu instrumen investasi yang saat ini sedang menjadi tren khususnya di Indonesia adalah investasi di mata uang kripto atau cryptocurrency. Teknologi blockchain yang terdapat pada sistem cryptocurrency membuat investasi dalam mata uang kripto akan sepenuhnya aman. Blockchain sendiri merupakan teknologi sistem database yang memiliki karakter data identik unik yang disimpan di banyak ditempat secara digital dan bersifat immutable (tidak bisa diubah dan dihapus).

    Salah satu mata uang kripto yang  sedang banyak diperbincangkan adalah bitcoin. Harga bitcoin yang terus menerus naik sejak awal ditemukannya pada 2009, menjadi hal yang membuat banyak investor tertarik untuk berinvestasi di mata uang kripto tersebut. Selain itu, ada beberapa keuntungan memiliki bitcoin ataupun berniat untuk investasi bitcoin, diantaranya:

    1. Kenaikan Harga 

    Hal yang menjadi daya tarik utama adalah kenaikan harga bitcoin yang tinggi. Nilai bitcoin pada akhir 2017 lalu, sempat mencapai valuas sebesar Rp.275 Juta untuk 1 bitcoin. Nilai tersebut menjadi nilai yang paling tinggi untuk bitcoin selama ini. Hal tersebut dikarenakan banyaknya permintaan pasar terhadap bitcoin.

    2. Kebebasan dan Kecepatan

    mayoritas mata uang kripto salah satunya bitcoin menggunakan teknologi blockchain tanpa melibatkan pihak ketiga dalam hal ini perbankan. Dengan demikian, tidak ada aturan yang akan berpotensi menghambat proses payment atau transaksi. Sehingga anda bisa mengirimkan dana secara cepat dan bebas dari aturan-aturan yang biasanya dilakukan oleh bank.

    3. Menghindari pemalsuan uang

    Salah satu masalah dari penggunaan uang kertas ataupun kartu kredit adalah pencurian dan pemalsuan. Dengan sistem blockchain yang sudah dijelaskan di atas anda akan terbebas dari  pemalsuan dan pencurian uang kripto anda.

    Keuntungan Bergabung Dengan Tokocrypto

    Dengan tiga keuntungan memiliki bitcoin tersebut anda dapat memaksimalkan untuk dapat berinvestasi dalam mata uang kripto khususnya bitcoin. Anda dapat memulai berinvestasi mata uang kripto bersama Tokocrypto. Sebagai platform exchange terdepan di Indoensia, Tokocyrpto juga menyediakan berbagai wadah untuk para trader untuk  mencari informasi. Contohnya seperti komunitas online yang ada pada group telegram. Ada beberapa keuntungan jika kamu bergabung dalam grup tersebut, diantaranya:

    1. Sharing pengalaman dari Trader Lain

    Pada group komunitas trader ini terdapat trader-trader yang sudah profesional yang sudah berpengalaman di dunia trader aset kripto. Kesempatan berkomunikasi langsung dengan trader seperti ini tentu menjadi kesempatan berharga yang tak bisa Anda dapatkan jika trading sendiri

    2. Informasi yang Update

    Dalam group telegram Tokocrypto, para anggota dapat mengakses berbagai informasi yang paling update dan akurat. Dengan memasukan kode command dan mengetik “/” pada kolom chat anda dapat memilih informasi apa yang anda butuhkan.

    Contohnya, jika anda ingin mengetahui mengenai Arbit Opportunity, anda bisa mengetik “/c compare@tokocompare_bot” maka akan muncul perbandingan harga di berbagai exchange dan juga dilengkapi dengan persentase profit opportunity.

    3. Menjalin Silaturahmi

    Untuk anda para trader yang senang bersosialisasi atau kumpul bersama trader lain, grup ini sangat cocok untuk anda. Komunitas trader Tokocrypto bisa menjadi wadah ideal untuk anda menjalin relasi di dunia trading.

    Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar aset kripto dan bagaimana cara membeli bitcoin di Tokocyrpto, anda bisa mengakses website Tokocrypto dan mengunjungi seluruh media sosial kami dengan nama @Tokocyrpto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MicroStrategy Serok Lagi 480 BTC Senilai Rp 148 Miliar

    Perusahaan investasi MicroStrategy kembali menyerok Bitcoin di saat harga aset ini tengah terseok-seok di area US$ 20.000. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor ini mengumukan telah membeli 480 BTC senilai US$ 10 juta atau sekitar Rp 148 Miliar.

    Dalam sebuah surat pengumuman yang dikeluarkan oleh Komisi Sekuritas dan Exchanges (SEC) Amerika Serikat bertitimangsa 29 Juni 2022, MicroStrategy membeli 480 Bitcoin pada periode Mei-Juni 2022, pada titik harga rata-rata US$ 20.817.

    “MicroStrategy memperoleh sekitar 480 Bitcoin untuk sekitar US$ 10,0 juta tunai, dengan harga rata-rata sekitar US$ 20.817 per Bitcoin, termasuk biaya dan pengeluaran,” tulis surat tersebut.

    Pertanggal 28 Juni 2022, perusahaan ini memilki total aset BTC sebanyak 129.699 keping dengan nilai pembelian US$ 3,98 miliar. Total pembelian aset tersebut dibeli  dengan harga pembelian rata-rata US$ 30.664 perkeping. Artinya, pertanggal 29 Juni 2022,  Microstrategy tengah mengalami kerugian sekitar 34%.

    CEO MicroStrategy, Michael Saylor, dikenal sebagai Bitcoin Maximalist. Ia selalu optimis terkait dengan masa depan Bitcoin. Bahkan, ia percaya bahwa Bitcoin bisa menjadi penyelamat di tengah badai ekonomi yang ia percayai bakal segera tiba. 

    Baca juga: 4 Dasar Rekt Capital Klaim Bottom Absolut dari Bitcoin (BTC) Sudah Dekat

    Saat diwawancarai oleh CNN pada 22 Juni 2022, ia mengatakan: “Bitcoin adalah sekoci, dilempar ke lautan badai, menawarkan harapan kepada siapa pun di dunia yang perlu turun dari kapal mereka yang tenggelam. Kita menyaksikan kelahiran industri baru selama krisis keuangan terburuk dalam hidup kita.”

    Saat pembelian BTC oleh Microstrategy, pergerakan Bitcoin sedang dalam fase kritis. Aset kripto ini kembali tersungkur di bawah harga US$ 20.000. Meski dengan cepat memantul kembali ke harga US$ 20.000, pergerakan BTC terpantau sangat melemah. 

    BTC Melemah

    Analis Portalkripto, Arly Fauzi, mengatakan pergerakan volume BTC terus mengalami penurunan. Menurutnya, dalam kondisi ini Bitcoin berpeluang untuk terkoreksi lebih dalam lagi. 

    “​​Untuk saat ini terlihat pergerakan harga Bitcoin sudah mulai melemah, terlihat dari volume yang terus turun, dan Moving Average (MA) 25 yang menunjukan akan cross dengan MA50 nya,” ujarnya.  “Skenario terburuknya apabila pergerakan harga Bitcoin memilih untuk breakdown support-nya, maka target penurunan akan berada pada Support Area sebelumnya pada area harga US$ 17.592-US$ 18.036.”

    BTC/USDT 4Hour. By: Arly Fauzi

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 29 Juni 2022: Kripto Bergerak Stagnan

    Pelemahan BTC saat ini terkonfirmasi dari aksi jual dan meningkatnya arus keluar investor institusional. Sebelumnya, perusahaan investasi asal Kanada Cypherpunk Holdings (HODL), menjual seluruh kepemilikan aset kripto yang mereka miliki. Langkah ini diambil perusahaan untuk meminimalisir risiko terburuk selama musim dingin kripto ini.

    Cypherpunk diketahui menyimpan sejumlah aset kripto diantaranya Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Dalam rilis resminya, mereka telah menjual 205.8209 ETH, senilai US$ 227.000 dan 214.7203 BTC dengan harga sekitar US$ 4,7 juta. Total penjualan dari dua aset kripto teratas tersebut menghasilkan US$ 5 juta.

    Artikel ini telah tayang di Portalkripto.com dengan judul “MicroStrategy Kembali Serok 480 BTC Senilai Rp 148 Milyar





    Sumber : news.tokocrypto.com