Tag: crypto

  • SEC Akan Putuskan ETF XRP Grayscale pada 18 Oktober 2025

    Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) akan mengumumkan keputusan terkait proposal ETF XRP dari Grayscale paling lambat pada 18 Oktober 2025.

    Dikutip Cryptobriefing, keputusan ini akan diambil setelah melalui proses peninjauan selama 240 hari, yang dimulai sejak pengajuan resminya masuk dalam Federal Register pada 14 Februari 2025.

    Proses Peninjauan dan Tantangan Regulasi

    Dalam prosesnya, SEC membuka periode komentar publik selama 21 hari, di mana para pemangku kepentingan dapat memberikan pendapat mereka mengenai ETF ini. Setelah periode tersebut berakhir, SEC akan melakukan analisis terhadap masukan yang diterima sebelum akhirnya mengeluarkan keputusan.

    Beberapa aspek utama yang akan diperiksa oleh SEC meliputi:

    • Kepatuhan terhadap undang-undang sekuritas
    • Integritas pasar dan potensi manipulasi
    • Keamanan kustodian dan perlindungan investor

    Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi proposal ETF ini adalah status hukum XRP yang masih dalam perdebatan hukum. SEC masih bersengketa dengan Ripple Labs terkait status XRP sebagai sekuritas, sehingga keputusan mengenai ETF ini akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan hukum yang sedang berlangsung.

    Selain itu, SEC cenderung lebih berhati-hati dalam menyetujui ETF altcoin dibandingkan dengan ETF Bitcoin, mengingat potensi manipulasi pasar yang lebih besar.

    Dampak Potensial bagi Pasar Crypto

    Jika ETF XRP ini disetujui, hal ini bisa menjadi momen penting bagi industri crypto, menandakan adanya penerimaan yang lebih luas terhadap aset digital di pasar tradisional.

    Namun, jika ditolak, hal ini bisa memperkuat pandangan bahwa regulasi terhadap altcoin masih sangat ketat dan sulit untuk diterima dalam ekosistem keuangan konvensional.

    SEC Setujui Stablecoin YLDS dengan Imbal Hasil 3,85%

    Dalam perkembangan lainnya, SEC telah memberikan lampu hijau bagi YLDS, stablecoin pertama yang menawarkan imbal hasil dan terdaftar sebagai sekuritas publik. YLDS menawarkan APR sebesar 3,85% dengan suku bunga berbasis Suku Bunga Pembiayaan Berjangka Semalam (SOFR), dikurangi 0,50%.

    Investor dapat memperdagangkan YLDS di Figure Markets secara terus-menerus menggunakan USD atau stablecoin lain, dengan fleksibilitas konversi ke fiat selama jam operasional perbankan AS.

    Dengan persetujuan SEC terhadap YLDS, ini menunjukkan potensi perkembangan lebih lanjut dalam integrasi aset digital dengan regulasi keuangan tradisional. Keputusan ini bisa menjadi indikator bagaimana SEC akan menangani produk keuangan berbasis blockchain lainnya di masa mendatang.

    Keputusan SEC terhadap ETF XRP Grayscale akan menjadi salah satu peristiwa penting dalam dunia crypto. Sementara itu, persetujuan terhadap YLDS menunjukkan adanya penerimaan terhadap stablecoin dengan imbal hasil.

    Kedua peristiwa ini mencerminkan dinamika regulasi yang terus berkembang dalam industri crypto dan akan menjadi faktor kunci dalam menentukan masa depan aset digital di pasar keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perilaku Investor Bitcoin: Kunci Dibalik Tren Harga

    Perilaku investor memainkan peran penting dalam membentuk tren harga Bitcoin di bursa kripto.

    Glassnode, salah satu perusahaan analitik on-chain terbesar di dunia, telah mengembangkan indikator “Supply by Investor Behavior” untuk mengkategorikan investor berdasarkan pola pengeluaran mereka di jaringan.

    Indikator ini membagi investor menjadi lima kelompok: Conviction Buyers, First Buyers, Momentum Buyers, Loss Sellers, dan Profit Takers.

    Baca Juga: Robert Kiyosaki: 0,01 Bitcoin Bisa Membuat Kaya Dalam 2 Tahun

    Lima Kategori Perilaku Investor

    1. Conviction Buyers: Investor yang membeli Bitcoin meskipun harga sedang menurun, menunjukkan keyakinan kuat terhadap aset ini.
    2. First Buyers: Investor baru yang masuk ke pasar, sering kali memicu tren naik saat mereka membeli dalam jumlah besar.
    3. Momentum Buyers: Investor yang membeli saat harga naik, mengikuti tren pasar.
    4. Loss Sellers: Investor yang menjual Bitcoin saat harga turun, sering kali untuk meminimalkan kerugian.
    5. Profit Takers: Investor yang menjual untuk merealisasikan keuntungan saat harga mencapai titik tertentu.

    Dampak Perilaku Investor terhadap Harga Bitcoin

    Glassnode menemukan bahwa Conviction Buyers cenderung meningkatkan kepemilikan mereka selama penurunan harga, membantu menstabilkan pasar.

    Sebaliknya, First Buyers sering kali memicu lonjakan harga saat mereka masuk ke pasar dengan pembelian besar-besaran.

    Misalnya, selama pemulihan pasar dari bear market, permintaan dari First Buyers meningkat tajam, berkontribusi pada reli harga Bitcoin.

    Namun, selama fase konsolidasi, permintaan dari kelompok ini menurun, menunjukkan bahwa perilaku mereka sangat memengaruhi dinamika pasar.

    Implikasi bagi Investor dan Analis

    Memahami perilaku berbagai kelompok investor dapat membantu dalam mengidentifikasi titik balik pasar dan tren harga.

    Analis dan investor dapat menggunakan informasi ini untuk membuat keputusan yang lebih tepat dalam strategi investasi mereka.

    Sebagai contoh, peningkatan aktivitas dari Conviction Buyers dapat mengindikasikan bahwa pasar mendekati titik terendah, sementara lonjakan dari First Buyers dapat menandakan awal dari tren naik baru.

    Analisis perilaku investor oleh Glassnode memberikan wawasan mendalam tentang dinamika pasar Bitcoin.

    Baca Juga: TradingShot: Bitcoin Berpotensi Tembus $200.000 di Akhir 2025

    Dengan mengkategorikan investor berdasarkan pola pengeluaran mereka, kita dapat lebih memahami bagaimana berbagai kelompok berkontribusi terhadap perubahan harga dan tren pasar.

    Pemahaman ini penting bagi siapa saja yang terlibat dalam investasi atau analisis pasar kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • WalletConnect Hadirkan Terobosan Baru Web3

    Di tengah kemajuan pesat teknologi Web3, WalletConnect tampil sebagai pionir infrastruktur yang memungkinkan konektivitas mulus antara dompet kripto dan aplikasi terdesentralisasi (dApps). Kini, protokol ini memperkuat eksistensinya dengan meluncurkan WalletConnect Token (WCT), aset digital yang tak hanya menopang operasional jaringan, tetapi juga membuka ruang partisipasi aktif bagi komunitas global.

    Per 24 jam terakhir, WCT/USDT mencatatkan lonjakan harga signifikan sebesar +28,93%, dengan harga tertinggi di US$0.9784 dan terendah di US$0.7115. Saat ini, WCT diperdagangkan di kisaran US$0.9390 atau sekitar Rp15.295,37. Volume transaksi harian pun mencerminkan tingginya minat, dengan 81,3 juta WCT berpindah tangan.

    Diluncurkan sejak 2018, WalletConnect telah menghubungkan lebih dari 23 juta pengguna, terintegrasi dengan 600 dompet dan 40.000 aplikasi dApps di berbagai blockchain utama seperti Ethereum, Solana, Cosmos, Polkadot, dan Bitcoin. Dengan fokus pada interoperabilitas lintas ekosistem, WalletConnect menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan Web3 yang inklusif dan terdesentralisasi.

    Hadirnya WCT bukan sekadar peluncuran token baru, tetapi bagian dari visi jangka panjang untuk membangun infrastruktur terbuka yang didorong oleh komunitas. Ini menjadi momen penting bagi para pelaku kripto dan Web3 untuk ikut serta dalam evolusi konektivitas on-chain yang semakin masif.

    Baca Juga: WalletConnect Perluas Ekosistem ke Solana: Luncurkan Token WCT

    WCT: Jantung Ekosistem WalletConnect

    WCT adalah token utilitas asli dari WalletConnect Network, yang diluncurkan di jaringan Optimism (OP Mainnet).

    Token ini dirancang untuk mendorong desentralisasi dan pertumbuhan jaringan melalui empat fungsi utama:

    • Biaya Jaringan: Digunakan untuk membayar layanan jaringan, termasuk penggunaan relay.
    • Imbalan: Memberikan insentif kepada kontributor dan validator untuk menjaga keamanan dan efisiensi jaringan.
    • Staking: Memungkinkan pengguna untuk mempertaruhkan token mereka untuk mendapatkan imbalan dan berkontribusi pada stabilitas jaringan.
    • Tata Kelola: Pemegang WCT memiliki hak suara dalam proposal dan perubahan penting, memberikan kontrol komunitas terhadap pengembangan protokol.
    Pergerakan harga WalletConnect (WCT/USDT) pada Rabu, 28 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga WalletConnect (WCT/USDT) pada Rabu, 28 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dengan pasokan maksimum 1 miliar token, WCT memiliki model tokenomik yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan jaringan jangka panjang.

    Alokasi token yang cermat, termasuk untuk WalletConnect Foundation, airdrop, dan pengembangan protokol, menunjukkan komitmen terhadap distribusi yang adil dan ekosistem yang kuat.

    Baca Juga: Harga WCT Naik 10% Usai Pengumuman Besar dari WalletConnect

    WCT di Pasar Kripto: Peluang yang Menjanjikan

    Minat terhadap WCT terus meningkat di pasar kripto. Token ini telah terdaftar di berbagai platform perdagangan global, termasuk Tokocrypto, salah satu bursa aset kripto terkemuka di Indonesia.

    Ketersediaan pasangan perdagangan seperti WCT/USDT di Tokocrypto memudahkan investor di Indonesia untuk terlibat dalam ekosistem WalletConnect.

    Pergerakan harga WCT mencerminkan dinamika pasar yang menarik. Baru-baru ini, token ini menunjukkan kenaikan signifikan, sebagian dipicu oleh pengumuman penting dari pendiri WalletConnect, Pedro Gomes. Lonjakan volume perdagangan dan minat pasar yang tinggi menunjukkan kepercayaan komunitas terhadap potensi jangka panjang proyek ini.

    Sebagai bagian integral dari infrastruktur Web3 yang terus berkembang, WCT tidak hanya mewakili aset digital tetapi juga partisipasi aktif dalam membangun masa depan on-chain yang lebih baik.

    Dengan kemampuan untuk menghubungkan dompet dan dApps secara mulus, serta didukung oleh token utilitas yang kuat, WalletConnect dan WCT berada di garis depan inovasi, membuka jalan bagi pengalaman pengguna yang lebih terdesentralisasi dan efisien.

    Bagi mereka yang tertarik untuk menjelajahi lebih lanjut tentang WCT dan partisipasinya dalam ekosistem Web3, informasi lebih lanjut tersedia di platform perdagangan seperti Tokocrypto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lonjakan Penggunaan Kripto di Iran Sebagai Perlindungan Aset

    Dalam setahun terakhir, warga Iran semakin beralih ke mata uang kripto untuk melindungi aset mereka dari ketidakstabilan ekonomi dan ketegangan geopolitik.

    Laporan terbaru dari Chainalysis mengungkapkan bahwa arus keluar dari bursa kripto Iran meningkat hingga 70% pada tahun 2024, mencapai angka fantastis $4,2 miliar.

    • Mengapa Warga Iran Beralih ke Kripto?

    Ekonomi Iran mengalami tekanan besar akibat inflasi tinggi dan depresiasi tajam mata uang lokal. Inflasi di negara tersebut berfluktuasi di kisaran 40% hingga 50%, membuat daya beli masyarakat semakin melemah.

    Di sisi lain, sanksi internasional telah membatasi akses Iran ke sistem perbankan global, mendorong individu dan bisnis untuk mencari alternatif dalam menyimpan dan memindahkan dana mereka.

    Bitcoin muncul sebagai pilihan utama bagi masyarakat Iran karena sifatnya yang tahan sensor dan kemampuannya untuk menyimpan aset secara mandiri. Chainalysis mencatat bahwa lonjakan aktivitas pertukaran kripto sering kali bertepatan dengan peristiwa geopolitik besar, seperti peluncuran rudal Iran dan meningkatnya ketidakpercayaan terhadap pemerintah.

    Upaya Pemerintah Iran Mengendalikan Arus Keluar Dana

    Melihat lonjakan penggunaan kripto sebagai alat pelarian modal, pemerintah Iran mencoba membatasi fenomena ini.

    Pada Desember 2024, otoritas setempat membekukan penarikan dari bursa domestik setelah nilai tukar rial Iran mengalami penurunan tajam. Namun, kebijakan ini tidak sepenuhnya menghambat warga Iran dalam mengakses kripto melalui jalur alternatif.

    Sementara itu, tekanan global terhadap bursa asing yang melayani nasabah Iran juga meningkat. Chainalysis mencatat bahwa eksposur bursa asing terhadap pengguna Iran turun 23% antara tahun 2022 dan 2024 akibat berbagai upaya kepatuhan terhadap sanksi internasional.

    Iran dan Rusia: Manuver Menghindari Sanksi

    Tidak hanya individu, pemerintah Iran juga mencoba mencari cara untuk menghindari dampak sanksi ekonomi dengan menggandeng Rusia dan negara-negara BRICS lainnya. Mereka mulai mengembangkan sistem pembayaran berbasis stablecoin sebagai alternatif transaksi lintas negara.

    Namun, langkah ini mendapat perhatian serius dari Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) AS, yang semakin gencar menindak transaksi yang dianggap melanggar aturan internasional.

    Laporan Chainalysis mengungkapkan bahwa yurisdiksi yang terkena sanksi secara kolektif menerima total $15,8 miliar dalam bentuk mata uang kripto sepanjang 2024. Jumlah ini mencakup 39% dari seluruh transaksi kripto ilegal di dunia.

    Lonjakan penggunaan kripto di Iran menunjukkan bahwa semakin banyak individu dan institusi yang beralih ke aset digital sebagai cara untuk melindungi tabungan mereka dan menghindari pembatasan keuangan.

    Dengan ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi, tren ini kemungkinan besar akan terus berkembang di masa mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bittensor (TAO) Melonjak Setelah Pengumuman Listing di Coinbase

    Harga Bittensor (TAO) mengalami lonjakan signifikan pada 19 Februari 2025 setelah bursa kripto terkemuka, Coinbase, mengumumkan pencatatan token asli jaringan kecerdasan buatan (AI) yang terdesentralisasi tersebut.

    Dalam 24 jam terakhir, TAO melonjak 20% hingga mencapai titik tertinggi intraday sebesar $420.

    Kenaikan Harga TAO di Tengah Tren Positif Altcoin

    Meskipun kenaikan ini tergolong lebih kecil dibandingkan dengan altcoin berperforma terbaik lainnya seperti Story, Sonic, Aptos, dan Floki, lonjakan dua digit tetap menjadikan TAO sebagai salah satu aset dengan performa terbaik.

    Peningkatan harga ini juga berhasil menghapus sebagian besar kerugian yang diderita TAO dalam beberapa hari terakhir akibat tekanan dari pergerakan Bitcoin yang kurang stabil.

    Dengan kenaikan ini, TAO kembali ke level harga yang sebelumnya terlihat ketika komunitas kripto bereaksi positif terhadap berita AI terkait proyek DeepSeek. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap token AI semakin menguat seiring dengan perkembangan dan inovasi yang terjadi di sektor ini.

    Coinbase Siap Memulai Perdagangan TAO

    Dalam pengumumannya, Coinbase mengonfirmasi bahwa mereka akan menambahkan dukungan perdagangan untuk TAO di jaringan Bittensor. Perdagangan TAO akan tersedia dengan pasangan TAO/USD dan akan dimulai pada atau setelah pukul 9 pagi Waktu Pasifik pada 20 Februari 2025, tergantung pada kondisi likuiditas yang terpenuhi.

    “Setelah pasokan aset ini mencukupi, perdagangan pada pasangan TAO-USD kami akan diluncurkan secara bertahap,” tulis Coinbase di platform X.

    Faktor Lain yang Mendorong Kenaikan TAO

    Pergerakan harga Bittensor (TAO/USDT) pada Jumat, 21 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bittensor (TAO/USDT) pada Jumat, 21 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Selain pengumuman dari Coinbase, harga Bittensor juga mengalami kenaikan signifikan awal bulan ini setelah proyek tersebut merilis whitepaper Dynamic TAO.

    Whitepaper ini menguraikan berbagai peningkatan besar yang akan dilakukan pada jaringan Bittensor, menarik perhatian investor dan komunitas AI yang lebih luas.

    Selain itu, volatilitas pasar kripto yang lebih luas turut berperan dalam pergerakan harga TAO. Bitcoin sempat melonjak di atas $96.000, sementara XRP mengalami kenaikan 6% setelah berita persetujuan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) XRP Hashdex di Brasil. Pergerakan ini mencerminkan sentimen positif di pasar kripto menjelang rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

    Pentingnya Pencatatan TAO di Coinbase

    Bittensor saat ini merupakan salah satu token AI teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, hanya berada di bawah NEAR. Sebelumnya, TAO telah terdaftar di bursa kripto besar seperti Binance dan Kraken.

    Namun, pencatatan di Coinbase dianggap sebagai langkah strategis yang dapat memberikan daya tarik tambahan bagi TAO, terutama di pasar Amerika Serikat.

    Proyek Bittensor, yang diluncurkan pada 2019, telah mendapatkan dukungan dari beberapa investor besar, termasuk Pantera Capital, Digital Currency Group, dan Lyrik Ventures.

    Selain itu, Grayscale juga menyoroti Bittensor sebagai proyek penting dalam bidang AI karena pendekatan desentralisasinya yang dapat meningkatkan transparansi dan mendemokratisasi akses terhadap teknologi AI.

    Menurut Grayscale, model desentralisasi seperti yang digunakan Bittensor menjadi krusial dalam proyek-proyek AI seperti DeepSeek. Meskipun proyek AI berbasis perusahaan memiliki keunggulan tertentu, mereka tetap menghadapi risiko seperti keamanan data, bias algoritma, serta kurangnya transparansi. Oleh karena itu, solusi desentralisasi yang ditawarkan Bittensor dipandang sebagai langkah penting dalam evolusi AI di masa depan.

    Dengan pencatatan di Coinbase dan perkembangan proyek yang terus berlanjut, Bittensor tampaknya berada di jalur yang kuat untuk mendapatkan adopsi lebih luas serta daya tarik yang lebih besar di ekosistem kripto dan AI.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inflasi Tahunan Solana Naik 30%: Apa Dampaknya?

    Token SOL dari jaringan Solana mengalami lonjakan harga hingga 30,5% setelah penerapan Proposal Peningkatan Solana (SIMD) 96 pada 12 Februari.

    Dilaporkan Cryptopolitan, perubahan besar dalam mekanisme pembakaran token ini memicu dampak signifikan terhadap ekonomi Solana dan insentif bagi validator serta pemegang token.

    Apa itu SIMD 96 dan mengapa penting?

    SIMD 96 adalah proposal yang mengubah cara distribusi biaya prioritas di jaringan Solana. Sebelumnya, sebagian biaya ini digunakan untuk membakar SOL. Namun, setelah implementasi SIMD 96, seluruh biaya prioritas kini diberikan kepada validator.

    Perubahan ini mengurangi jumlah SOL yang dibakar per hari dari 18.000 SOL menjadi hanya 1.000 SOL, yang berdampak pada peningkatan inflasi tahunan SOL dari 3,6% menjadi 4,7%.

    Proposal ini pertama kali diajukan oleh mitra Multicoin Capital, Tushar Jain dan Vishal Kankan, dengan tujuan menjaga keseimbangan antara inflasi SOL dan tingkat staking.

    Jika jumlah SOL yang dipertaruhkan turun di bawah 50% dari total pasokan, inflasi akan meningkat. Sebaliknya, jika staking melebihi 50%, tingkat inflasi akan dikurangi secara bertahap.

    Dampak bagi pemegang token dan validator

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 21 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 21 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sejak penerapan SIMD 96, persentase nilai ekonomi riil (REV) yang diterima oleh pemegang token menurun dari 72% menjadi 40,9% pada 16 Februari. Di sisi lain, komisi validator meningkat dari 25,1% menjadi 56,1%.

    Dengan kata lain, validator kini mendapatkan insentif lebih besar untuk menjaga keamanan dan efisiensi jaringan Solana.

    Menurut analis Blockworks, Carlos Campo, implementasi SIMD 96 menyebabkan penurunan jumlah SOL yang terbakar per minggu hingga level terendah sejak Oktober 2024, hampir setengah dari rasio minggu sebelumnya.

    Ia juga menyebut bahwa komunitas kini menantikan SIMD 228, proposal yang akan mengubah mekanisme inflasi SOL menjadi lebih dinamis berdasarkan jumlah SOL yang dipertaruhkan.

    Kontroversi dan tantangan

    Meski memberikan keuntungan bagi validator, SIMD 96 menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemegang token dan komunitas kripto.

    Beberapa pihak meminta Solana untuk menunda implementasi SIMD 96 hingga ada mekanisme pembagian biaya yang lebih adil antara validator dan staker.

    Salah satu kritik utama adalah potensi eksploitasi melalui “spoofing” biaya prioritas, di mana validator dapat dengan sengaja meningkatkan biaya ini untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan.

    Menurut laporan Blockworks Research, total biaya prioritas Solana mencapai sekitar $240 juta pada Januari 2024, yang menunjukkan betapa besarnya nilai yang dipertaruhkan.

    Solusi di masa depan: menunggu SIMD 123

    Untuk mengatasi masalah ini, komunitas Solana berharap pada SIMD 123, proposal yang memungkinkan validator berbagi biaya prioritas secara langsung dengan staker.

    Namun, menurut Tim Garcia, pimpinan hubungan validator di Solana Foundation, peluang SIMD 123 diimplementasikan dalam waktu dekat masih kecil. Hingga saat itu, staker harus bergantung pada niat baik validator untuk berbagi hadiah tambahan.

    Mert Mumtaz, CEO dari Helius, validator terbesar di Solana, mengatakan bahwa validator yang tidak membagikan hadiah ini hanya memberikan “kompensasi berlebihan” kepada diri mereka sendiri. Hal ini semakin menambah urgensi untuk segera mengimplementasikan sistem yang lebih adil.

    Penerapan SIMD 96 membawa dampak besar bagi ekosistem Solana. Di satu sisi, perubahan ini meningkatkan insentif bagi validator dan menjaga stabilitas jaringan. Namun, di sisi lain, pemegang token dan komunitas staker merasa dirugikan karena distribusi pendapatan yang kurang adil.

    Dengan adanya perdebatan ini, semua mata kini tertuju pada SIMD 123 sebagai solusi yang lebih berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan di ekosistem Solana.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Shiba Inu Berpotensi Berbalik Arah, Namun Perlu Konfirmasi Pasar

    Shiba Inu (SHIB) akhirnya mencapai level yang bisa menjadi titik balik penting bagi pergerakan harganya. Setelah mengalami pola death cross, SHIB menunjukkan tanda-tanda kemungkinan pemantulan dari titik terendah.

    Namun, apakah ini benar-benar sinyal kebangkitan atau hanya jeda sementara sebelum penurunan lebih lanjut?

    Pola Double Bottom: Tanda Awal Pemulihan?

    DIlaporkan U Today, SHIB telah mengalami tren turun dalam beberapa waktu terakhir dan sulit mendapatkan kembali momentumnya setelah aksi jual yang berkepanjangan. Namun, pola double bottom yang terbentuk di sekitar level $0,00001485 mengindikasikan kemungkinan stabilisasi harga. Pola ini sering kali dianggap sebagai tanda pembalikan tren, terutama jika didukung oleh meningkatnya minat beli.

    Ketika pembeli mulai masuk dan menghentikan penurunan lebih lanjut, area ini berpotensi menjadi level support yang kuat. Meski demikian, belum ada konfirmasi yang cukup kuat bahwa SHIB akan segera mengalami pemulihan signifikan.

    Waspada Death Cross: Indikator Teknis yang Harus Diperhatikan

    Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Kamis, 20 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Kamis, 20 Februari 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Death cross merupakan salah satu indikator teknis penting yang baru saja muncul pada grafik SHIB. Indikator ini terjadi ketika rata-rata pergerakan jangka pendek melintasi ke bawah rata-rata pergerakan jangka panjang, yang sering kali menandakan momentum bearish.

    Secara historis, pola ini sering kali diikuti oleh penurunan harga tambahan. Namun, dalam beberapa kasus, death cross justru menjadi titik awal sebelum pembalikan harga yang signifikan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan pergerakan SHIB dalam beberapa waktu ke depan.

    Level Kunci yang Harus Diperhatikan

    Agar pemulihan terjadi, SHIB perlu menembus level resistensi penting, dimulai dengan rata-rata pergerakan 50 hari yang berada di sekitar $0,00001700. Jika harga mampu bertahan di atas level ini, ada kemungkinan SHIB akan menuju ke $0,00002000.

    Sebaliknya, jika tekanan jual tetap tinggi dan SHIB gagal mempertahankan support di $0,00001485, maka aset ini bisa turun lebih dalam hingga ke $0,00001300 atau bahkan lebih rendah. Saat ini, kapasitas SHIB untuk mempertahankan pemulihan masih diragukan karena belum ada katalis bullish yang cukup kuat di pasar.

    Tetap Waspada dan Pantau Pergerakan Pasar

    SHIB telah mencapai titik dukungan teknis yang signifikan, tetapi pergerakan pasar secara keseluruhan masih akan sangat menentukan nasibnya. Minat beli yang meningkat dapat membantu pemulihan, tetapi tanpa adanya sentimen positif yang kuat, harga SHIB mungkin tetap tertekan.

    Bagi para trader dan investor, tetap waspada dan pantau level-level kunci sebelum mengambil keputusan. Pasar masih menunjukkan ketidakpastian, dan menunggu konfirmasi dari pergerakan harga bisa menjadi strategi yang lebih bijak sebelum mengambil langkah lebih lanjut.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BNB Hadapi Tekanan Jual: Mampukah Bangkit dan Menyalip Ethereum?

    Harga Binance Coin (BNB) mengalami penurunan dalam tiga hari terakhir. Dengan kondisi pasar yang penuh tantangan, apakah BNB mampu bangkit kembali dan bahkan menyalip Ethereum?

    BNB: Salah Satu Kripto dengan Kinerja Terburuk Tahun Ini

    Dilaporkan Cryptonews, tahun ini, BNB menghadapi tantangan besar dalam mengikuti tren pasar yang lebih luas. Faktanya, BNB tercatat sebagai salah satu dari lima mata uang kripto dengan performa terburuk, mengalami penurunan sebesar 4,8%.

    Meskipun demikian, BNB Chain (sebelumnya dikenal sebagai Binance Smart Chain) terus mencatat aliran masuk stablecoin yang signifikan ke dalam ekosistemnya.

    Sejak 1 Januari tahun lalu, stablecoin senilai $2,3 miliar telah mengalir ke BNB Chain. Hal ini menunjukkan peningkatan adopsi ekosistem BNB, terutama dalam aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan sektor koin meme yang tengah berkembang.

    Keunggulan dan Tantangan BNB Chain Dibandingkan Ethereum

    BNB Chain menawarkan kecepatan transaksi lebih tinggi dan biaya lebih rendah dibandingkan Ethereum.

    Namun, dalam hal total nilai terkunci (TVL), BNB masih jauh di belakang Ethereum, yang lebih disukai karena sifatnya yang lebih terdesentralisasi.

    Salah satu tantangan utama BNB adalah ketergantungannya pada Binance. Komunitas kripto telah menyuarakan kekhawatiran terkait jaringan validatornya yang sebagian besar dikendalikan oleh Binance.

    Jika Binance menghadapi masalah operasional atau finansial, maka ekosistem BNB bisa terkena dampaknya.

    Minggu lalu, Changpeng Zhao, pendiri dan mantan CEO Binance, mencoba meningkatkan kesadaran akan ekosistem BNB dengan memposting foto anjingnya serta berinteraksi dengan proyek koin meme berbasis BNB Chain.

    Namun, aksi ini tampaknya tidak cukup untuk membendung tekanan jual yang terus terjadi.

    BNB Turun 7% dalam 3 Hari Terakhir

    Pergerakan BNB/USDT. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan BNB/USDT. Sumber: Tokocrypto.

    Pada hari Kamis, harga BNB anjlok dari sekitar $720 ke $672,4, mencatatkan penurunan lebih dari 7% dalam tiga hari. Tren ini terjadi seiring dengan melemahnya pasar kripto secara keseluruhan.

    Namun, meskipun mengalami penurunan jangka pendek, BNB tetap mencatat kenaikan mingguan sebesar 10,3%. Dalam 12 sesi perdagangan terakhir, harga BNB telah naik dalam 10 sesi, menunjukkan bahwa momentum bullish masih ada. Jika tren ini berlanjut, BNB berpotensi kembali ke level $700 dalam waktu dekat.

    Indikator Teknis: Potensi Pemulihan Harga BNB

    Pada 9 Februari, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) BNB melintasi Simple Moving Average (SMA) 14-harinya, mengindikasikan peluang beli. Selain itu, histogram MACD menunjukkan peningkatan dengan pembacaan positif.

    Jika harga BNB berhasil menembus level $730, maka kemungkinan besar akan terjadi pengujian ulang terhadap resistensi psikologis di angka $800. Ini dapat memberikan peluang kenaikan tambahan sebesar 9,6% dalam jangka pendek.

    BNB vs Ethereum: Menuju Persaingan yang Lebih Ketat?

    Dengan meningkatnya adopsi BNB Chain dan aktivitas pengembang yang semakin aktif, BNB perlahan-lahan menutup kesenjangan dengan Ethereum.

    Beberapa proyek inovatif seperti Best Wallet juga berperan dalam memperkuat ekosistem BNB, menawarkan dukungan multi-rantai yang lebih baik dan fleksibilitas lebih tinggi bagi investor dalam mengelola aset digital mereka.

    Meski masih menghadapi berbagai tantangan, BNB tetap menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang di masa depan. Apakah BNB mampu melampaui Ethereum? Hanya waktu yang bisa menjawabnya, tetapi yang jelas persaingan di dunia kripto semakin menarik untuk diikuti.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pi Network Resmi Luncurkan Open Network

    Pi Network secara resmi mengumumkan bahwa Open Network akan diluncurkan pada 20 Februari 2025 pukul 08.00 UTC.

    Dengan jutaan pengguna yang telah terverifikasi melalui proses KYC dan ekosistem berbasis utilitas yang berkembang pesat, peluncuran ini menjadi langkah besar bagi komunitas Pi Network.

    Open Network akan memungkinkan para pengguna, yang disebut sebagai Pioneers, untuk menghubungkan Pi dengan sistem eksternal dan menggunakannya dalam berbagai aplikasi dunia nyata seperti belum pernah terjadi sebelumnya.

    Dalam pengumuman resminya melalui sosial media X, tim inti Pi Network mengapresiasi kerja keras komunitas selama enam tahun terakhir yang telah membawa proyek ini hingga tahap Open Network.

    Peluncuran ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi pengguna untuk mengeksplorasi berbagai manfaat dari ekosistem berbasis blockchain ini.

    Dengan jutaan pengguna yang telah lolos KYC dan ekosistem yang berkembang, proyek ini menjadi salah satu yang paling dinantikan di dunia crypto.

    Namun, sebelum berinvestasi, ada beberapa fakta penting yang perlu Anda pahami. Total pasokan Pi Coin dibatasi hingga 100 miliar token dengan distribusi sebagai berikut:

    1Hadiah Penambangan (65%): Untuk pengguna yang berkontribusi melalui penambangan jaringan seluler, referensi, dan node.

    Pembangunan Ekosistem (10%): Untuk pengembangan dApps dan proyek komunitas.

    Pool Likuiditas (5%): Untuk mendukung transaksi dalam ekosistem Pi.

    Tim Inti (20%): Sebagai kompensasi tim pengembang dengan jadwal vesting tertentu.

    Saat ini, sekitar 562 juta Pi telah beredar. Sementara banyak pengguna memilih lock-up jangka panjang hingga tiga tahun.

    Kontroversi Kebocoran Data

    Sebelumnya, pada Mei 2021, muncul laporan kebocoran data 17GB yang mencakup informasi pribadi warga Vietnam. Pelaku mengklaim data tersebut berasal dari Pi Network, tetapi Pi Network membantah tuduhan ini.

    Proses KYC dilakukan oleh Yoti, penyedia layanan pihak ketiga, yang menyatakan bahwa mereka tidak menyimpan data tersebut.

    Investigasi internal juga tidak menemukan bukti kebocoran yang berasal dari Pi Network.

    Pi Network mendapat pengawasan ketat di China karena sistemnya yang menggunakan referensi untuk meningkatkan tingkat penambangan.

    Pada Juli 2023, Biro Keamanan Publik Kota Hengyang menyatakan bahwa Pi Coin adalah penipuan dan mirip dengan skema piramida. Pi Network merespons dengan membatasi perdagangan Pi Coin di beberapa wilayah, termasuk China daratan.

    Meski belum meluncurkan mainnet, Pi Network sudah memiliki lebih dari 3,7 juta pengikut di X (Twitter), lebih banyak dibandingkan Ethereum dan Solana.

    Aplikasi Pi Network juga sangat populer di Korea Selatan dan India, dengan lebih dari 100 juta unduhan di Google Play Store.

    Prediksi Harga Pi Network

    Saat ini, harga Pi dalam perdagangan OTC sekitar $2 (Rp 32 ribu) per token, sedangkan harga IOU di bursa seperti HTX mencapai $64 (Rp 1 juta).

    Dengan lebih dari 45 juta pengguna aktif dan banyak token yang masih terkunci, analis memprediksi harga Pi Coin akan berada di kisaran $30 (Rp 490 ribu) – $50 (Rp 817 ribu) saat mainnet diluncurkan.

    Peluncuran Open Network Pi Network menjadi momen penting dalam dunia crypto. Namun, dengan berbagai tantangan regulasi dan spekulasi harga, investor perlu memahami risiko sebelum berinvestasi. Pantau perkembangan terbaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

    Untuk informasi lebih lanjut, pengguna disarankan untuk mengunjungi aplikasi Pi Network dan membaca pengumuman resmi terkait Open Network.

    Peluncuran ini menandai era baru bagi Pi Network dalam mewujudkan visinya sebagai mata uang digital yang dapat digunakan secara luas di berbagai sektor industri.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Seorang Programmer Donasikan $2 Juta ETH ke WikiLeaks

    Seorang programmer anonim yang menggunakan nama “Hu Lezhi” mengirimkan donasi sebesar 711,5 Ethereum (ETH) atau sekitar $2 juta (Rp 32 miliar) ke WikiLeaks.

    Dikutip dari Cointelegraph pada Rabu (19/2), dalam pesan onchain yang menyertai transaksi tersebut, Lezhi mengklaim bahwa militer Tiongkok telah menggunakan chip nano komputer untuk mengendalikan warganya.

    Lezhi menuduh bahwa chip otak-komputer telah digunakan dalam skala besar oleh kekuatan militer dunia untuk mengontrol masyarakat melalui stasiun pangkalan dan gelombang radio.

    Ia juga mengaku sebagai korban teknologi ini sejak lahir, bahkan menyatakan keputusasaan terhadap kehidupannya. Selain mengkritik pemerintah, Lezhi juga menuduh dua eksekutif hedge fund dari Kuande Investment, Feng Xin dan Xu Yuzhi, telah menggunakan teknologi serupa untuk mengendalikan karyawan mereka.

    Kuande Investment, yang lebih dikenal sebagai WizardQuant, adalah perusahaan investasi berbasis di Shanghai dan Beijing dengan spesialisasi strategi investasi kuantitatif.

    Transaksi besar ini berlangsung antara 10 hingga 17 Februari 2025, dengan transfer terbesar mencapai 591,6 ETH atau sekitar $1,6 juta.

    Selain ke WikiLeaks, Lezhi juga mengirimkan 603 ETH ke alamat pembakaran Ethereum serta dana tambahan ke beberapa alamat lain, termasuk “ndao.eth” dan penyedia hibah anonim.

    Total dana yang dikirimkan oleh Lezhi mencapai 2.047 ETH, senilai hampir $5,6 juta. Belum ada tanggapan resmi dari WizardQuant terkait tuduhan tersebut.

    Sementara itu, Lezhi tidak lagi melakukan transaksi dari alamat Ethereum yang digunakan sejak transfer terakhirnya.

    Peristiwa ini menarik perhatian komunitas kripto karena melibatkan jumlah besar Bitcoin dan ETH dalam konteks yang kontroversial.

    Keamanan teknologi blockchain dan transparansi transaksi menjadi perbincangan hangat di tengah kasus ini.

    Bitcoin dan Blockchain: Implikasi Keamanan dan Anonimitas

    Kasus ini menunjukkan bagaimana Bitcoin dan Ethereum dapat digunakan untuk mengirim dana dalam jumlah besar dengan anonimitas relatif.

    Meskipun transaksi dapat dilacak di blockchain, identitas pengirim tetap tidak diketahui kecuali mereka memilih untuk mengungkapkannya.

    Hal ini menimbulkan tantangan bagi regulasi dan pengawasan aset digital. Di sisi lain, teknologi blockchain juga memungkinkan transparansi penuh dalam setiap transaksi, sehingga dana yang dikirim dapat diaudit oleh siapa pun.

    Ini menjadi keunggulan sekaligus tantangan dalam ekosistem kripto, terutama dalam menangani kasus donasi anonim seperti yang dilakukan oleh Lezhi.

    Dengan semakin meningkatnya adopsi Bitcoin dan Ethereum, diskusi mengenai regulasi, keamanan, dan implikasi etis dari teknologi blockchain akan terus berkembang. Kasus ini menjadi contoh bagaimana aset digital dapat digunakan dalam konteks politik dan sosial yang kompleks.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com