Tag: crypto

  • Nasabah Terbesar Prancis Kini Bisa Beli Bitcoin Langsung via Bank

    Bank terbesar di Prancis, BNP Paribas, resmi menghadirkan produk kripto untuk investor ritel dengan meluncurkan enam Exchange-Traded Notes (ETNs) berbasis Bitcoin dan Ethereum mulai 30 Maret 2026.

    Langkah ini menjadi terobosan penting karena membuka akses kripto bagi jutaan nasabah tanpa perlu membeli atau menyimpan aset digital secara langsung.

    Investor bisa eksposur kripto tanpa pegang aset

    Dilaporkan Crypto Briefing, ETN merupakan instrumen utang yang diperdagangkan di bursa dan memberikan eksposur terhadap aset tertentu melalui indeks. Dengan produk ini, investor dapat mengikuti pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum tanpa harus memiliki koin tersebut.

    Produk ini juga dirancang sesuai rbegulasi MiFID II di Eropa, yang bertujuan meningkatkan transparansi dan perlindungan investor. Artinya, akses terhadap kripto kini semakin terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional.

    Produk ETN ini akan tersedia untuk berbagai segmen nasabah, termasuk investor ritel dan private banking, dengan rencana ekspansi ke pasar internasional secara bertahap.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini adopsi yang serius karena salah satu bank terbesar Eropa mulai mengemas kripto ke format yang akrab bagi investor tradisional.

    “Kalau distribusi ETN seperti ini berhasil, pasar Bitcoin dan Ethereum bisa dapat jalur permintaan baru dari tabungan ritel Eropa tanpa harus menunggu semua orang mau jadi native crypto user,” jelasnya.

    Baca juga: Bank Dunia Lirik Aset Blockchain: Era Baru Keuangan Dimulai

    Strategi jangka panjang BNP Paribas di sektor kripto

    BNP Paribas bukan pemain baru dalam eksplorasi teknologi blockchain. Bank ini sebelumnya telah melakukan berbagai uji coba, termasuk dalam trade finance, settlement sekuritas, hingga tokenisasi aset.

    Baru-baru ini, mereka juga menguji tokenisasi reksa dana pasar uang di jaringan Ethereum, sebagai bagian dari eksplorasi efisiensi distribusi dan operasional.

    Selain itu, BNP Paribas tergabung dalam konsorsium Qivalis, yang sedang mengembangkan stablecoin berbasis euro untuk kebutuhan institusi dan ekosistem kripto, dengan target peluncuran pada akhir 2026.

    Potensi arus dana besar ke pasar kripto

    Langkah ini datang di tengah pertumbuhan investor ritel di Prancis yang cukup signifikan. Sekitar 2,5 juta investor aktif tercatat di pasar saham sepanjang 2025, dengan tambahan 1,6 juta investor baru dalam tiga tahun terakhir.

    Dengan total simpanan likuid rumah tangga Prancis yang mencapai sekitar €2 triliun, bahkan alokasi kecil ke produk berbasis kripto berpotensi memberikan dampak besar terhadap likuiditas Bitcoin dan Ethereum.

    Peluncuran ETN ini menandai fase baru integrasi kripto dengan sistem keuangan tradisional, di mana akses semakin mudah dan hambatan teknis bagi investor semakin berkurang.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto Futures Trading untuk Pemula: Hal yang Perlu Dipahami

    Crypto futures trading menjadi salah satu instrumen trading paling populer untuk mendapatkan keuntungan dari Bitcoin, Ethereum, atau altcoin lain di pasar kripto. 

    Tak heran banyak pemula tertarik untuk mencoba, sebab crypto futures memberikan peluang untuk menghasilkan profit cepat, bahkan dengan modal kecil karena adanya leverage. 

    Namun, sebelum kamu benar-benar memutuskan untuk terjun dan mencoba crypto futures trading, ada baiknya kamu memahami apa itu futures trading. Artikel ini membahas semua yang perlu kamu ketahui sebagai pemula.

    Apa Itu Futures?

    Crypto futures merupakan kontrak keuangan yang memungkinkan kamu berspekulasi atas pergerakan harga aset kripto seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH), tanpa harus memiliki aset tersebut secara langsung. Berbeda dengan trading spot di mana kamu membeli aset secara langsung dan dapat menyimpannya, aktivitas trading futures menggunakan basis kontrak yang merepresentasikan nilai aset di masa depan.

    Dalam kontrak futures, kamu membuat kesepakatan untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu di masa depan sesuai kesepakatan. 

    Bayangkan seperti ini: 

    Andi adalah penambang Bitcoin yang setiap bulan harus membayar listrik dan biaya perawatan mesin. Andi memperkirakan bahwa dia baru bisa mendapatkan 10 BTC 2 bulan ke depan, tapi karena takut harga Bitcoin turun, ia membuat kontrak futures untuk menjual 10 BTC di harga $60.000 tiga bulan ke depan setelah BTC miliknya cair.

    Ketika waktunya tiba, harga pasar ternyata jatuh ke $50.000, nah karena ada kontrak futures tadi Andi tetap bisa menjual di $60.000 sesuai kontrak. Dengan begitu, ia aman menutup biaya operasional meski kehilangan peluang untung lebih besar jika harga naik.

    Dalam praktiknya, di pasar kripto ada jenis futures:

    • Dated Futures (futures biasa) → punya tanggal kedaluarsa.
    • Perpetual Futures (perps) → tanpa tanggal kadaluarsa.

    Dari kedua jenis tersebut, jenis yang paling umum digunakan di pasar kripto adalah adalah perpetual futures, yakni kontrak tanpa tanggal kedaluwarsa yang bisa dipegang selama margin mencukupi.

    Perbedaannya sudah dibahas di artikel sebelumnya, baca di sini: Perpetual Futures Crypto: Apa Bedanya dengan Futures Biasa?

    Istilah Penting yang Harus Dipahami Pemula

    Berikut beberapa istilah yang perlu dipahami oleh pemula:

    Istilah Penjelasan Singkat
    Long Posisi beli → untung jika harga naik
    Short Posisi jual → untung jika harga turun
    Leverage Pinjaman dana dari exchange (10x, 20x, bahkan 100x)
    Margin Modal jaminan yang disetor saat membuka posisi ber-leverage
    Liquidation Posisi otomatis ditutup jika kerugian terlalu besar
    Funding Rate Funding rate adalah biaya berkala yang dibayarkan antara pemegang posisi long dan short pada perpetual futures
    Mark Price Harga pasar yang menjadi acuan untuk menghitung unrealized profit/loss dan likuidasi posisi yang kamu miliki.

    Baca juga: Cara Kerja Perpetual Futures Crypto: Funding Rate & Mekanismenya

    Kelebihan dan Risiko Futures

    Kelebihan Risiko
    Profit 2 arah: Bisa untung saat harga naik atau turun Likuidasi: Salah dalam melakukan analisa arah bisa kehilangan seluruh modal
    Modal kecil: Leverage memungkinkan eksposur besar dengan modal terbatas Volatilitas: Pergerakan harga dengan leverage menjadi lebih volatil
    Likuiditas tinggi: Volume transaksi besar karena adanya leverage Funding fee: Biaya menahan posisi jangka panjang bisa membengkak
    Hedging: Efektif untuk melindungi portofolio aset dari risiko fluktuasi harga yang merugikan. Bukan untuk semua trader: Bagi trader muslim futures dianggap haram, selain itu futures tidak ramah pemula

    Tips Memulai untuk Pemula

    • Pelajari dasar-dasarnya terlebih dahulu: Pahami konsep margin, leverage, funding rate, dan mekanisme likuidasi sebelum menyentuh uang nyata. Manfaatkan materi edukasi di platform atau komunitas trader.
    • Mulai dengan leverage rendah: Jangan langsung pakai leverage tinggi. Leverage 2x–5x sudah cukup untuk belajar merasakan dinamika pasar tanpa risiko likuidasi yang terlalu besar.
    • Terapkan manajemen risiko ketat: Gunakan fitur Stop Loss untuk membatasi kerugian. Jangan pernah menggunakan dana kebutuhan pokok untuk trading. Alokasikan hanya sebagian kecil portofolio per posisi.
    • Fokus pada satu atau dua aset dahulu: Pelajari pergerakan BTC atau ETH secara mendalam sebelum mencoba aset lain. Jangan tergoda FOMO dari media sosial tanpa riset mendalam.

    Kesimpulan

    Crypto futures menawarkan peluang yang menarik karena fleksibilitasnya dalam berbagai kondisi pasar. Namun, instrumen ini juga memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan spot trading.

    Bagi pemula, memahami konsep dasar seperti leverage, margin, dan likuidasi adalah langkah awal yang penting sebelum mulai trading.

    Apa pun langkah yang diambil, selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading dan pastikan menggunakan exchange terpercaya seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pelaku Terancam Bui Seumur Hidup

    Otoritas Amerika Serikat mengungkap kasus besar yang mengaitkan penggunaan cryptocurrency dalam jaringan perdagangan narkoba global.

    Sebuah grand jury federal di Ohio resmi mendakwa dua perusahaan farmasi asal China dan enam warga negaranya atas dugaan perdagangan prekursor fentanyl serta pencucian uang lintas negara.

    Crypto Jadi Alat Utama Transaksi Narkoba

    Dalam dakwaan tersebut, perusahaan Shandong Believe Chemical Company Pte Ltd. dan Shandong Ranhang Biotechnology Co. Ltd. disebut menjual bahan kimia prekursor dan zat campuran (cutting agents) yang digunakan untuk memproduksi fentanyl. Para pelanggan diarahkan untuk melakukan pembayaran menggunakan cryptocurrency ke wallet yang dikendalikan oleh para pelaku.

    Dilaporkan The Block, Otoritas menyebut dana dari transaksi tersebut kemudian dipindahkan ke institusi keuangan luar negeri, menunjukkan peran penting crypto dalam memfasilitasi aliran dana ilegal secara global.

    Bagian dari Operasi Besar FBI

    Kasus ini merupakan bagian dari inisiatif FBI bertajuk “Operation Box Cutter” yang bertujuan membongkar jaringan perdagangan fentanyl internasional. Tiga dari terdakwa juga didakwa mencoba memberikan dukungan kepada kartel narkoba Meksiko yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris asing.

    Jaksa AS Dominick S. Gerace II menegaskan bahwa penegakan hukum kini menargetkan seluruh rantai pasokan, mulai dari produsen bahan kimia hingga distributor di lapangan.

    Zat Campuran Tingkatkan Produksi Hingga 20 Kali Lipat
    Salah satu bahan yang diperdagangkan adalah medetomidine, obat penenang hewan yang digunakan untuk mencampur fentanyl. Zat ini dapat meningkatkan volume produksi secara signifikan, di mana satu kilogram fentanyl bisa diperbanyak hingga 20 kali lipat dan menghasilkan jutaan dosis yang beredar di jalanan.

    Jika terbukti bersalah, para terdakwa menghadapi ancaman hukuman berat, termasuk penjara seumur hidup untuk kasus perdagangan narkoba serta hingga 20 tahun untuk pencucian uang dan pendanaan terorisme.

    Pola Pencucian Uang Crypto Terungkap

    Peneliti dari TRM Labs mengungkap pola pencucian uang yang digunakan dalam kasus ini. Prosesnya dimulai dari penerimaan stablecoin di satu alamat, kemudian dana dipecah dan dialirkan melalui serangkaian wallet sebelum akhirnya dikonversi menjadi fiat di titik keluar lintas negara.

    Data juga menunjukkan bahwa sekitar 97% produsen prekursor narkoba berbasis di China menerima pembayaran crypto. Aliran dana on-chain ke vendor ini mencapai $39,1 juta pada 2025, meningkat dari $34,7 juta di 2024 dan $30,9 juta di 2023.

    Tim Research Tokocrypto mengatakan kasus ini mempertegas arah regulasi AS yang makin agresif terhadap penggunaan kripto dalam kejahatan lintas negara, terutama ketika menyentuh fentanyl dan kartel.

    “Begitu narasinya bergeser dari sekadar money laundering umum ke suplai narkotika global, tekanan penegakan hukum terhadap wallet, payment rails, dan fasilitator on-chain bakal jadi jauh lebih brutal,” ungkapnya.

    Penegakan Hukum Mulai Sasar Rantai Hulu

    Kasus ini menandai perubahan strategi penegakan hukum, yang kini tidak hanya fokus pada kartel, tetapi juga menyasar pemasok bahan baku, fasilitator pembayaran, hingga pemilik wallet crypto.

    Langkah ini menunjukkan bahwa penggunaan cryptocurrency dalam aktivitas ilegal semakin menjadi perhatian global, seiring meningkatnya peran aset digital dalam rantai pasokan narkotika internasional.

    Baca juga: Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dana Besar Whale Mengalir, Sinyal Bullish Kripto Baru?

    Aktivitas derivatif kripto mengalami peningkatan signifikan seiring terjadinya relief rally pada pekan ketiga Maret. Lonjakan ini tercermin dari kenaikan open interest (OI) pada kontrak perpetual futures Bitcoin dan Ethereum yang mencapai sekitar US$30 miliar pada 16 Maret, tertinggi sejak akhir Januari.

    Data menunjukkan open interest Bitcoin menyentuh sekitar US$23 miliar, sementara Ethereum mendekati US$16 miliar. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan leverage di tengah penguatan harga aset kripto.

    Binance Dominasi Arus Modal

    Dilaporkan Crypto, Quant, bursa kripto Binance tercatat sebagai kontributor utama dalam lonjakan open interest. Peningkatan terbesar terjadi pada kontrak Bitcoin dengan tambahan sekitar US$829 juta, sementara Ethereum mencatat kenaikan sekitar US$1,6 miliar.

    Kondisi ini mengindikasikan masuknya arus modal baru dari trader yang membuka posisi long, memanfaatkan momentum kenaikan harga di pasar.

    Selain Binance, platform lain seperti Bybit dan Gate.io juga mencatat peningkatan aktivitas derivatif yang cukup signifikan, meski tidak sebesar Binance.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, data ini bilang pasar sedang kembali mengambil risiko lewat leverage, dan mayoritas modal itu larinya ke bursa-bursa paling besar.

    “Itu bagus buat likuiditas jangka pendek, tapi juga berarti kalau momentum harga patah, area yang sama bisa berubah jadi pusat unwind leverage yang brutal,” analisanya.

    Baca juga: Sinyal Bahaya atau Peluang? Leverage Ethereum Naik

    Aktivitas Terkonsentrasi di Bursa Besar

    Data heatmap menunjukkan bahwa pertumbuhan open interest terkonsentrasi pada bursa-bursa besar dengan likuiditas tinggi. Binance menjadi pusat utama, diikuti oleh Gate.io dan Bybit.

    Fenomena ini menegaskan bahwa dalam kondisi pasar yang bullish, trader dan investor cenderung memusatkan aktivitas pada platform utama yang dianggap lebih aman dan likuid.

    Indikasi Ekspansi Leverage

    Peningkatan open interest yang signifikan di tengah kenaikan harga mencerminkan ekspansi penggunaan leverage di pasar derivatif. Hal ini biasanya terjadi ketika pelaku pasar memiliki ekspektasi lanjutan terhadap tren naik.

    Namun, tingginya leverage juga meningkatkan risiko volatilitas, terutama jika terjadi pembalikan arah harga secara tiba-tiba.

    Lonjakan open interest hingga US$30 miliar menunjukkan bahwa arus modal besar kini mulai kembali ke pasar derivatif kripto. Dominasi Binance serta meningkatnya posisi long menandakan optimisme jangka pendek, namun juga membuka potensi risiko akibat penggunaan leverage yang semakin agresif.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader

    Tak bisa dipungkiri crypto futures trading menjadi salah satu opsi untuk mendapatkan keuntungan dari pasar kripto yang sangat populer di kalangan para trader karena dapat memberikan keuntungan cepat, meskipun dengan time-frame kecil seperti jam, hingga menit.

    Meski menawarkan potensi profit yang menarik, futures juga membawa risiko. Banyak strategi crypto futures yang sering digunakan oleh para trader seperti mulai dari scalping, swing trading, hedging, breakout trading, trend following, hingga range trading digunakan untuk menyesuaikan gaya, serta toleransi risiko tersebut.

    Maka dari itu, sebelum kamu memutuskan untuk melakukan trading dengan menggunakan futures di aset kripto, ada baiknya kamu mengetahui beberapa strategi dasar crypto futures yang umum digunakan trader tadi. Yuk simak lebih lengkap di bawah!

    Baca juga: Apa Itu Crypto Futures? Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Spot Trading

    1. Scalping

    Scalping menjadi salah satu strategi paling populer di kalangan trader crypto futures karena fokus pada keuntungan kecil tapi sering. 

    Scalping adalah strategi yang dilakukan dengan membuka dan menutup posisi dalam waktu singkat untuk mendapatkan keuntungan kecil secara konsisten, memanfaatkan pergerakan harga seperti 0,5%-1% dengan memanfaatkan fitur leverage untuk memperbesar keuntungan.

    Strategi ini cocok untuk pasar sideways, namun biaya transaksi dan funding rate bisa menggerus keuntungan jika kamu terlalu sering melakukan trading.

    2. Swing Trading

    Swing trading mengambil keuntungan dari ayunan harga baik dari dalam kondisi penurunan ke kenaikan, atau sebaliknya. 

    Strategi ini mengandalkan analisis teknikal seperti support-resistance, moving averages, dan pola harga, serta kadang dipadukan dengan analisis fundamental untuk konfirmasi arah.

    Swing trading cocok dilakukan di pasar yang sedang memiliki tren, seperti membeli saat harga rebound dari support dan jual saat mendekati resistance. Karena mengikuti tren, jika harga telah bergerak sesuai konfirmasi analisa awal, strategi ini biasanya tidak memerlukan monitoring terus-menerus seperti scalping, dan potensi profit lebih besar per trade dibanding scalping.

    3. Hedging

    Strategi hedging memiliki arti yang sama seperti namanya, yakni sebagai strategi untuk lindung nilai. Strategi ini strategi defensif dan sering dipakai oleh holder jangka panjang. 

    Strategi hedging digunakan oleh trader crypto futures untuk mengunci nilai portofolio atau mengurangi potensi kerugian saat pasar bergerak melawan posisi utama.

    Dalam praktiknya, hedging dilakukan dengan membuka posisi berlawanan dengan posisi yang sebelumnya telah dimiliki. Misalnya, mengambil posisi short untuk melindungi kepemilikan aset kripto yang ada di spot… sehingga ketika harga aset turun, kerugian pada satu sisi dapat dikompensasikan oleh keuntungan dari posisi short.

    Strategi ini sangat berguna saat pasar berada di fase volatil atau ketika ada event besar yang membuat harga sulit diprediksi karena membantu menjaga modal dan mengurangi drawdown tanpa harus menjual aset kripto yang dimiliki.

    Baca juga: Risiko Crypto Futures yang Perlu Dipahami Sebelum Trading

    4. Breakout Trading

    Breakout trading adalah teknik membuka posisi ketika harga menembus resistance (untuk long) atau support (untuk short) dengan harapan momentum akan melanjutkan arah setelah menembus area tersebut. Sebelum benar-benar memutuskan untuk membuka posisi, trader biasanya menunggu konfirmasi seperti penutupan candle di atas/bawah level atau lonjakan volume sebelum masuk.

    Strategi ini efektif pada pasar yang baru keluar dari fase konsolidasi atau sedang membentuk tren karena potensi pergerakan lebih dari 2% namun rentan terhadap false breakout.

    5. Trend Following

    Trend following adalah strategi yang berfokus untuk mengikuti arah tren utama, baik naik maupun turun dengan membuka posisi searah tren dan menahan hingga tanda pembalikan muncul.

    Trend following memanfaatkan momentum jangka menengah hingga panjang untuk menangkap pergerakan besar di pasar crypto futures. Trader biasanya menggunakan indikator sederhana seperti Moving Average Crossover (EMA 9 x EMA 21), MACD, atau Fibonacci Retracement.

    Strategi ini cocok saat pasar menunjukkan tren jelas karena memungkinkan target keuntungan lebih besar per trade dibanding scalping atau swing, namun tetap memerlukan disiplin. Penempatan stop loss, dan penggunaan trailing stop untuk mengunci profit dapat menjadi salah satu cara risiko saat trading dengan trend following. 

    Baca juga: Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko

    6. Range Trading 

    Ketika pasar tidak memiliki tren yang jelas dan bergerak sideways, banyak trader menggunakan strategi range trading.

    Range trading sendiri merupakan strategi yang memanfaatkan pergerakan harga antara level support dan resistance. Trader membuka posisi long di dekat support dan short di dekat resistance untuk menangkap pergerakan harga layaknya pantulan bola dari atas ke bawah dan sebaliknya. 

    Strategi ini membutukan identifikasi zona harga yang jelas, konfirmasi pola candlestick, dan indikator seperti RSI atau stochastic untuk mendeteksi kondisi overbought/oversold.

    Keunggulannya adalah frekuensi peluang yang relatif tinggi saat pasar tidak trending, namun risiko termasuk false breakout

    Itu dia beberapa contoh strategi dasar crypto futures yang sering digunakan oleh para trader. Apa pun pilihanmu, pastikan untuk selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading, dan pastikan menggunakan exchange resmi seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Binance. 5 Top Crypto Futures Trading Strategies for Pro Traders

    Investopedia. What Is Swing Trading?, Trend Trading: Definition and How Strategy Aims For Profit



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inggris Siapkan Langkah Besar Lawan Ancaman Penipuan Kripto

    Pemerintah Inggris melalui Home Office merilis strategi jangka panjang untuk memerangi penipuan periode 2026 hingga 2029, dengan menyoroti aset kripto sebagai salah satu risiko yang terus berkembang. Dalam dokumen tersebut, kripto disebut sebagai medium yang kerap digunakan dalam skema penipuan, terutama melalui media sosial dan platform pesan.

    Dilaporkan Cointelegraph, pemerintah menilai masih terdapat celah dalam upaya penanganan kejahatan berbasis teknologi pembayaran baru, termasuk aset digital, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif.

    Kripto Masuk Sorotan dalam Strategi Anti-Fraud

    Dalam laporan tersebut, otoritas menyebut bahwa banyak korban penipuan yang secara sukarela mentransfer dana mereka setelah terpapar skema penipuan berbasis kripto. Hal ini menunjukkan bahwa modus kejahatan semakin berkembang seiring dengan adopsi teknologi keuangan digital.

    Pemerintah juga menekankan bahwa kerentanan dalam sistem pengawasan terhadap pembayaran berbasis kripto masih menjadi tantangan utama dalam upaya penegakan hukum.

    Upaya Penguatan Penegakan Hukum

    Sebagai bagian dari strategi, pemerintah Inggris telah meluncurkan kampanye nasional pada 2025 melalui National Crime Agency (NCA) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengenali penipuan.

    Selain itu, pemerintah juga memperkuat kapasitas lembaga penegak hukum, termasuk Serious Fraud Office (SFO), dalam melakukan investigasi terkait aset kripto. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penanganan kasus penipuan berbasis digital.

    Baca juga: Selandia Baru: Stablecoin Bukan Produk Keuangan

    Regulasi Lebih Ketat untuk Industri Kripto

    Upaya pemerintah juga mencakup penguatan regulasi terhadap perusahaan kripto. Financial Conduct Authority (FCA) telah melakukan pengetatan terhadap promosi aset kripto sejak 2023.

    Ke depan, pemerintah berencana menerapkan kerangka regulasi komprehensif yang mewajibkan perusahaan kripto untuk memperoleh izin dari FCA serta mematuhi aturan yang berlaku. Regulasi ini dijadwalkan mulai diterapkan secara bertahap pada Oktober 2027.

    Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi risiko penipuan sekaligus meningkatkan perlindungan bagi konsumen.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sudut regulasi, pelabelan seperti ini penting karena bisa menjadi dasar bagi pengetatan kebijakan, kewajiban kepatuhan, dan pengawasan pemasaran crypto di Inggris.

    “Semakin kuat narasi risiko penipuan melekat pada crypto, semakin besar pula tekanan bagi industri untuk membuktikan standar keamanan dan perlindungan pengguna yang lebih tinggi,” jelasnya.

    Isu Donasi Kripto Jadi Perhatian

    Meski fokus utama strategi ini adalah penipuan, terdapat pula perhatian terhadap penggunaan kripto dalam ranah politik. Pemerintah Inggris dikabarkan tengah mempertimbangkan larangan donasi politik menggunakan aset digital sebagai bagian dari pembahasan RUU pemilu.

    Isu ini mencuat setelah adanya praktik penerimaan donasi kripto oleh beberapa pihak politik, yang dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

    Fokus pada Kepercayaan Publik

    Pemerintah Inggris menegaskan bahwa strategi ini tidak hanya bertujuan menekan angka kejahatan, tetapi juga untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan.

    Otoritas menilai bahwa setiap kasus penipuan tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berdampak pada perekonomian secara luas. Oleh karena itu, langkah-langkah yang diambil diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih aman bagi masyarakat dan pelaku usaha di era digital.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ghana Legalkan 11 Perusahaan Kripto Sekaligus

    Otoritas pasar modal Ghana resmi memberikan persetujuan kepada 11 perusahaan kripto untuk mengikuti program regulatory sandbox. Langkah ini menjadi tonggak penting setelah negara tersebut mengesahkan undang-undang aset digital pada Desember lalu untuk memberikan kepastian regulasi di pasar lokal.

    Program ini menjadi sinyal awal dukungan pemerintah Ghana terhadap inovasi kripto, sekaligus upaya mengawasi perkembangan industri secara lebih terstruktur.

    11 Perusahaan Masuk Sandbox Kripto

    Sebanyak 11 platform kripto yang disetujui antara lain Africoin, Blu Penguin, Goldbod, Hanypay, Hyro Exchange, HSB Global, KoinKoin, Whitebits, Vaulta, XChain, dan Bsystem.

    Seluruh perusahaan ini akan beroperasi di bawah kerangka Virtual Asset Service Providers (VASP) Act, yang memungkinkan mereka menguji produk dan layanan dalam lingkungan terbatas dengan pengawasan langsung dari Securities and Exchange Commission (SEC) Ghana.

    Program sandbox ini dirancang untuk mendorong inovasi sekaligus memastikan perlindungan konsumen tetap terjaga.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi regulasi, sandbox seperti ini penting karena memberi kerangka yang lebih aman bagi eksperimen industri sekaligus mengurangi ketidakpastian hukum.

    “Jika program berjalan baik, Ghana bisa memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar Afrika yang mencoba membangun regulasi crypto dengan pendekatan bertahap dan pro-inovasi,” analisanya.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Peluang Dapat Lisensi Penuh

    Dilaporkan Cointelegraph, program sandbox akan berlangsung selama 12 bulan. Namun, perusahaan yang dinilai siap secara pasar dan memenuhi seluruh persyaratan regulasi dapat memperoleh lisensi penuh hanya dalam waktu enam bulan.

    Selama masa uji coba, peserta wajib mematuhi standar anti pencucian uang (AML) dan pencegahan pendanaan terorisme (CFT).

    Hasil dari program ini nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah Ghana dalam merumuskan kebijakan kripto di masa depan.

    Regulasi Baru Perkuat Pengawasan

    Undang-undang VASP yang baru juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas aset digital berada di bawah pengawasan SEC. Pelaku industri diwajibkan untuk memperoleh lisensi atau mendaftar ke Bank of Ghana atau SEC agar dapat beroperasi secara legal.

    Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kripto yang lebih aman dan transparan di dalam negeri.

    Perusahaan Global Mulai Masuk Ghana

    Seiring dengan perkembangan regulasi, perusahaan kripto global juga mulai melirik Ghana sebagai pasar potensial. Blockchain.com, misalnya, baru-baru ini mengumumkan ekspansi ke negara tersebut dengan fokus pada pengembangan infrastruktur pembayaran kripto.

    Integrasi dengan sistem mobile money menjadi salah satu prioritas utama, mengingat tingginya penggunaan layanan tersebut di Ghana.

    Potensi Pasar Kripto Afrika Terus Tumbuh

    Ghana merupakan salah satu ekonomi terbesar di Afrika dan memiliki tingkat adopsi kripto yang cukup tinggi, terutama untuk transaksi bernilai kecil di bawah 1.000 dolar AS.

    Data menunjukkan bahwa nilai transaksi kripto di kawasan Sub-Sahara Afrika meningkat 52% secara tahunan menjadi lebih dari 205 miliar dolar AS dalam periode Juli 2024 hingga Juni 2025.

    Meski Nigeria masih menjadi pasar terbesar, Ghana bersama Afrika Selatan, Ethiopia, dan Kenya menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

    Langkah Ghana membuka sandbox kripto ini dinilai sebagai strategi untuk memanfaatkan potensi pasar sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi aset digital.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto.com Gandeng Raksasa Korea, Bayar Pakai Kripto?

    Crypto.com resmi menjalin kemitraan dengan KG Inicis, salah satu penyedia gateway pembayaran terbesar di Korea Selatan, untuk menghadirkan opsi pembayaran kripto bagi wisatawan asing. Langkah ini membuka akses penggunaan aset digital secara langsung di berbagai merchant di Korea Selatan, baik secara offline maupun online.

    Kerja sama ini menargetkan wisatawan internasional yang selama ini menghadapi kendala dalam sistem pembayaran domestik Korea Selatan, terutama terkait verifikasi identitas.

    Kolaborasi dengan Jaringan Merchant Besar

    Dilaporkan Cointelegraph, KG Inicis dikenal sebagai salah satu pemain utama di sektor pembayaran Korea Selatan, dengan jaringan sekitar 190.000 merchant dan memproses ratusan juta transaksi setiap tahunnya. Perusahaan ini juga menguasai sekitar 40% pangsa pasar.

    Melalui integrasi ini, layanan Crypto.com Pay akan tersedia di seluruh jaringan merchant KG Inicis. Wisatawan asing nantinya dapat menggunakan aset kripto untuk membayar berbagai kebutuhan, sementara merchant dapat memilih menerima pembayaran dalam bentuk fiat atau aset digital secara instan.

    Langkah ini dinilai dapat memperluas adopsi kripto dalam penggunaan sehari-hari, khususnya di sektor pariwisata.

    Baca Juga: Crypto Lending: Perkembangan dan Dampaknya di Indonesia

    Dukungan Regulasi untuk Wisatawan Asing

    Kebijakan ini juga didukung oleh regulator Korea Selatan yang sebelumnya meluncurkan skema sandbox khusus untuk wisatawan. Financial Services Commission (FSC) mengizinkan penggunaan instrumen pembayaran elektronik prabayar bagi turis asing.

    Batas transaksi anonim untuk wisatawan juga ditingkatkan dari 500.000 won menjadi 1 juta won, guna memberikan fleksibilitas lebih dalam bertransaksi tanpa harus melalui proses verifikasi identitas yang kompleks.

    Skema ini menjadi solusi atas keterbatasan akses sistem pembayaran lokal bagi wisatawan internasional.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini Adopsi karena yang terjadi adalah perluasan use case pembayaran nyata lewat infrastruktur merchant besar, bukan perubahan aturan semata.

    “Kalau rollout ini jalan mulus, Korea Selatan bisa jadi contoh bahwa crypto payment lebih masuk akal dimulai dari segmen turis lintas negara dulu, bukan langsung memaksa adopsi retail domestik massal yang ribet soal KYC dan kebiasaan belanja,” jelasnya.

    Ekspansi Layanan Crypto.com

    Kemitraan ini merupakan bagian dari ekspansi global Crypto.com dalam memperluas penggunaan kripto di dunia nyata. Sebelumnya, pada Februari 2026, perusahaan ini memperoleh persetujuan bersyarat untuk charter bank nasional di Amerika Serikat.

    Crypto.com juga telah mendapatkan sertifikasi ISO untuk manajemen sistem berbasis kecerdasan buatan, menunjukkan fokus perusahaan dalam pengembangan teknologi di sektor aset digital.

    Tren Global Pembayaran Kripto untuk Wisatawan

    Korea Selatan bukan satu-satunya negara yang mulai mengintegrasikan kripto dalam sektor pariwisata. Bhutan sebelumnya telah meluncurkan sistem pembayaran kripto untuk wisatawan, memungkinkan pembayaran menggunakan lebih dari 100 jenis aset digital.

    Thailand juga mengumumkan rencana program “TouristDigiPay” yang memungkinkan wisatawan mengonversi kripto menjadi mata uang lokal untuk bertransaksi.

    Meski demikian, penggunaan kripto untuk transaksi sehari-hari masih tergolong terbatas. Sebagian besar penggunaan saat ini masih terfokus pada transaksi online, lintas negara, atau pembelian bernilai besar.

    Kemitraan antara Crypto.com dan KG Inicis menjadi salah satu langkah terbaru dalam mendorong adopsi kripto di sektor riil, khususnya untuk kebutuhan wisatawan global.

    Baca Juga: Euler Finance: Protokol Lending Modular yang Siap Dominasi DeFi


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jepang Ancam Penjara 10 Tahun bagi Pelaku Kripto Ilegal

    Pemerintah Jepang melalui Financial Services Agency (FSA) berencana memperketat regulasi terhadap aktivitas kripto ilegal dengan meningkatkan hukuman pidana secara signifikan. Dalam revisi aturan terbaru, hukuman penjara maksimum untuk penjualan kripto tanpa izin akan naik dari 3 tahun menjadi 10 tahun.

    Dilaporkan BeInCrypto, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Jepang mulai memperlakukan aset kripto setara dengan instrumen keuangan utama seperti saham dan obligasi, bukan sekadar alat pembayaran digital.

    Hukuman dan Denda Naik Tajam

    Selain hukuman penjara, denda bagi pelanggar juga akan meningkat dari 3 juta yen menjadi 10 juta yen, atau kombinasi keduanya. Regulasi kripto juga akan dipindahkan dari Payment Services Act ke Financial Instruments and Exchange Act (FIEA), yang merupakan kerangka hukum utama untuk pasar keuangan di Jepang.

    Perubahan ini menempatkan kripto di bawah pengawasan yang sama dengan instrumen investasi tradisional. Operator resmi juga akan mengalami perubahan istilah dari “crypto asset exchange providers” menjadi “crypto asset trading firms”.

    Baca juga: Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin

    Otoritas Diberi Kewenangan Penindakan Langsung

    Dalam aturan baru ini, Securities and Exchange Surveillance Commission (SESC) akan mendapatkan kewenangan lebih luas untuk melakukan investigasi kriminal terhadap pelaku kripto ilegal. Sebelumnya, otoritas hanya dapat memberikan peringatan atau mengajukan penghentian aktivitas melalui pengadilan.

    Kini, SESC dapat melakukan inspeksi langsung, menyita barang bukti, hingga membawa kasus ke ranah pidana. Kewenangan ini sebelumnya hanya berlaku pada kasus pelanggaran di pasar saham, seperti insider trading dan manipulasi pasar.

    Regulasi ini juga akan mencakup aktivitas derivatif kripto OTC yang tidak terdaftar, tidak hanya perdagangan spot.

    Kasus Meme Coin Picu Percepatan Regulasi

    Dorongan untuk memperketat regulasi ini tidak lepas dari kasus SANAE TOKEN yang sempat menghebohkan pasar. Token berbasis Solana tersebut sempat melonjak lebih dari 30 kali lipat sebelum akhirnya anjlok lebih dari 58% setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, membantah keterlibatannya.

    Kasus ini menjadi perhatian serius regulator, terlebih dengan meningkatnya jumlah keluhan masyarakat. Pada kuartal IV 2025, FSA mencatat lebih dari 500 laporan terkait kripto setiap bulannya, sebagian besar terkait penipuan di media sosial dengan janji imbal hasil yang tidak realistis.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini jelas Regulasi dan nada pesannya keras: Jepang sudah tidak mau lagi memperlakukan crypto liar sebagai area abu-abu yang cukup ditegur lewat surat peringatan.

    “Kalau perubahan ini disahkan, Tokyo sedang bilang bahwa operator tak berizin, termasuk derivatif OTC dan peluncuran memecoin liar, akan dihajar dengan standar penegakan yang mirip pasar sekuritas tradisional.

    Pendekatan “Keras dan Insentif”

    Meski memperketat hukuman, pemerintah Jepang juga menyiapkan insentif bagi investor yang patuh regulasi. Dalam rencana fiskal 2026, Jepang akan menerapkan pajak flat sebesar 20% untuk aset kripto, menggantikan sistem progresif yang sebelumnya bisa mencapai 55%.

    Kebijakan pajak ini diperkirakan mulai berlaku pada 2028, setelah revisi undang-undang selesai diterapkan. Strategi ini menunjukkan pendekatan ganda: memperketat pengawasan terhadap pelaku ilegal sekaligus mendorong partisipasi investor yang taat aturan.

    Persaingan Regulasi di Asia Semakin Ketat

    Langkah Jepang ini sejalan dengan tren di kawasan Asia yang juga memperketat regulasi kripto. Korea Selatan, misalnya, dapat menjatuhkan hukuman penjara tanpa batas untuk manipulasi pasar dalam jumlah besar, sementara Singapura menetapkan hukuman hingga 7 tahun untuk aktivitas perdagangan ilegal.

    Dengan rencana hukuman hingga 10 tahun penjara, Jepang kini berada di antara negara dengan sanksi paling keras terhadap pelanggaran kripto. Kebijakan ini sekaligus menegaskan posisi Jepang dalam membentuk ekosistem kripto yang lebih teratur dan terintegrasi dengan sistem keuangan global.

    Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto Futures vs Spot Trading: Mana yang Cocok untuk Trader?

    Saat pertama kali terjun ke dunia kripto dan melakukan trading, kamu akan dihadapkan dengan dua pilihan… yakni trading menggunakan fitur futures atau trading dengan menggunakan fitur spot.

    Keduanya memang menawarkan peluang untuk mencetak keuntungan, namun dengan cara kerja, tingkat risiko, dan tuntutan keahlian yang jauh berbeda. Sebagian orang terutama pemula mungkin lebih memilih spot karena dirasa lebih aman, namun sebagian orang lagi mungkin lebih lebih memilih futures karena dirasa bisa memberikan keuntungan yang lebih signifikan.

    Sebelum kamu menetapkan pilihan trading futures atau spot, mari kita bedah perbedaan antara Crypto Futures dan Spot Trading, serta tentukan mana yang sebenarnya yang lebih cocok buat kamu yuk!

    Apa Itu Spot Trading?

    Spot trading merupakan jenis transaksi perdagangan yang bisa kamu lakukan langsung atau “on the spot”, kamu akan menerima aset setelah order beli terpenuhi dan masuk ke dalam dompet kamu secara langsung.

    Karena perdagangan ini dilakukan langsung atau “on the spot”, maka dari itu fitur ini disebut dengan Spot Trading. Saat menggunakan fitur spot keuntungan didapat dari selisih harga–seperti beli saat murah, simpan, lalu jual saat harganya naik.

    Contoh sederhana:

    • Beli Bitcoin di harga Rp500 juta.
    • Jual saat harga naik ke Rp550 juta.
    • Profit yang direalisasi = Rp50 juta.

    Karena kamu benar-benar memiliki asetnya dan tersimpan di dompet, spot trading sering dianggap lebih mudah dan aman, terutama untuk pemula.

    Apa Itu Crypto Futures?

    Berbeda dengan spot, crypto futures adalah jenis kontrak keuangan di mana kamu setuju membeli atau menjual aset kripto pada harga yang disepakati di masa depan, bukan langsung menerima koinnya saat itu juga. Karena ada janji penyelesaian di waktu mendatang, fitur ini disebut futures

    Di dunia kripto, yang paling populer adalah Perpetual Futures, sebuah kontrak tanpa tanggal kadaluarsa, jadi kamu bisa menahan posisi selama margin mencukupi dan belum terkena likuidasi.

    Singkatnya melalui fitur futures ini kamu tidak langsung memegang aset kripto secara langsung, melainkan yang kamu pegang adalah kontrak yang nilainya bergerak sesuai harga aset. 

    Di futures, kamu bisa:

    • Buka posisi long kalau kamu memiliki analisa jika harga akan naik.
    • Buka posisi short kalau memiliki analisa jika harga akan turun.

    Selain itu, futures biasanya dilengkapi dengan fitur leverage, yang memungkinkan membuka posisi lebih besar dari modal awal. Namun, leverage ini juga meningkatkan risiko kerugian.

    Lebih lengkap mengenai crypto futures, bisa baca di sini: Apa Itu Crypto Futures? Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Spot Trading

    Perbedaan Antara Crypto Futures vs Spot Trading

    Untuk membuat kamu lebih mudah memilih, berikut tabel sederhana perbandingan antara crypto futures dan spot trading:

    Aspek Spot Trading Crypto Futures
    Kepemilikan Aset Memiliki aset kripto secara langsung Tidak memiliki aset (hanya kontrak)
    Cara Profit Dari kenaikan harga Dari kenaikan & penurunan harga
    Leverage Tidak ada Tersedia (bisa memperbesar posisi)
    Risiko Relatif lebih rendah Lebih tinggi (terutama karena leverage)
    Kompleksitas Lebih sederhana dan ramah pemula Lebih kompleks

    Baca juga: Risiko Crypto Futures yang Perlu Dipahami Sebelum Trading

    Kesimpulan: Mana yang Cocok Untukmu?

    Pilihan antara trading dengan menggunakan Futures atau Spot, tentunya sangat bergantung pada profil risiko dan tujuan finansialmu.

    Pilih Spot Trading jika: 

    • Baru mulai di dunia kripto
    • Ingin investasi jangka panjang
    • Tidak ingin mengambil risiko tinggi
    • Lebih nyaman dengan strategi buy and hold

    Pilih Futures Trading jika

    • Sudah memahami cara kerja pasar kripto
    • Ingin trading aktif dalam jangka pendek
    • Ingin memanfaatkan kondisi pasar naik maupun turun
    • Siap dengan risiko yang lebih tinggi

    Meskipun begitu, pilihan pada akhirnya kembali ke gaya trading dan profil risiko masing-masing. Ada yang nyaman dengan menyimpan aset langsung lewat spot, ada pula yang memilih futures untuk fleksibilitas short/long dan potensi leverage–atau bahkan banyak juga trader menggunakan keduanya secara bersamaan, tergantung pada strategi yang ingin digunakan.

    Apa pun pilihan kamu dalam melakukan trading, baik futures atau spot trading… selalu pastikan kamu trading di exchange crypto yang terdaftar di resmi di Indonesia yang mengikuti prosedur  yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com