Tag: diet seimbang

  • Lari Sebelum atau Setelah Sarapan, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?


    Jakarta

    Lari dan sarapan merupakan dua aktivitas yang dapat membuat tubuh menjadi segar dan bersemangat untuk menjalani aktivitas seharian. Selain itu, keduanya juga dapat meningkatkan produktivitas dan membantu kita jauh lebih fokus.

    Namun pertanyaannya, apakah sebaiknya lari dilakukan sebelum atau sesudah sarapan?

    Beberapa orang memilih untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berlari untuk menghindari masalah seperti sakit perut atau lemas. Namun, sebagian lainnya merasa baik-baik saja jika melakukan lari pagi sebelum sarapan.


    Mengutip dari detikHealth, olahraga dan pemenuhan nutrisi merupakan dua aspek penting yang saling berpengaruh. Studi menunjukkan bahwa respon tubuh terhadap olahraga berbeda-beda tergantung apakah seseorang sudah makan atau belum.

    Sarapan sebelum lari penting untuk dilakukan namun juga bisa diabaikan tergantung intensitas larinya. Tubuh manusia tetap membutuhkan energi untuk melakukan berbagai aktivitas fisik.

    Bagi detikers yang tetap ingin sarapan sebelum lari pagi, maka sebaiknya dapat memilih makanan yang tepat untuk menjaga stamina tubuh.

    Berikut beberapa rekomendasi jenis makanan yang dapat dimakan sebelum mulai lari pagi:

    1. Putih telur
      Bagian putih dalam telur mengandung kalium, magnesium, kalsium, hingga vitamin yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, putih telur juga kaya akan protein sehingga detikers dapat menjalani lari tanpa harus merasa kelaparan atau malah kenyang berlebihan.
    2. Pisang
      Salah satu buah yang bisa dikonsumsi sebelum lari yaitu pisang. Buah yang kaya akan potasium ini memiliki kandungan yang mudah dicerna dan dapat memperkuat stamina namun tetap membuat tubuh terasa ringan.
    3. Dada ayam
      Makanan kaya akan protein lainnya yaitu dada ayam. Daging pada dada ayam mengandung 27 gram protein dan vitamin B6, sehingga sangat cocok meningkatkan daya tahan tubuh.
    4. Roti panggang
      Roti panggang mengandung karbohidrat yang dapat mengembalikan energi yang digunakan saat berlari. Dengan begitu, detikers tidak akan merasa cepat lelah.
    5. Oatmeal
      Oatmeal merupakan makanan berbahan dasar gandum yang kaya akan serat dan karbohidrat. Saat sarapan dengan oatmeal, tubuh akan mencerna karbohidrat sehingga gula darah akan tetap stabil selama berlari.

    Demikianlah jawaban terkait pernyataan apakah sebaiknya sarapan atau tidak sebelum berolahraga lari pagi. Semoga dapat membantu ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • 7 Jenis Teh Ini Ternyata Cocok untuk Turunkan Berat Badan, Ada Matcha

    Jakarta

    Diet yang seimbang merupakan diet yang kaya serat, protein, dan lemak sehat. Hal ini dapat membantu mengatur metabolisme, menahan rasa lapar, dan mencegah makan berlebihan.

    Makanan dengan indeks glikemik rendah dapat mencegah lonjakan gula darah, sehingga mengurangi penyimpanan lemak. Minuman seperti teh juga mendukung penurunan berat badan dengan meningkatkan metabolisme, mendorong oksidasi lemak, dan mengurangi nafsu makan.

    Beberapa teh mengandung senyawa, seperti katekin dan polifenol, yang meningkatkan pembakaran lemak dan melancarkan pencernaan. Ini yang akan mendukung penurunan berat badan.


    Dikutip dari laman NDTV, berikut beberapa jenis teh yang dapat meningkatkan penurunan berat badan:

    1. Teh Hijau

    Teh hijau adalah salah satu teh yang paling banyak diteliti untuk menurunkan berat badan karena kandungan katekin yang tinggi. Antioksidan ini meningkatkan oksidasi lemak dan laju metabolisme, sehingga membantu tubuh membakar lebih banyak kalori.

    Jenis teh ini juga mengandung kafein, yang bekerja bersama katekin untuk meningkatkan pengeluaran energi.

    2. Teh Oolong

    Teh Oolong adalah teh yang difermentasi sebagian yang menggabungkan manfaat teh hijau dan teh hitam. Teh ini terbukti meningkatkan oksidasi lemak dan memperbaiki metabolisme karena kandungan polifenolnya.

    Penelitian menunjukkan bahwa teh oolong dapat meningkatkan pengeluaran energi selama berjam-jam setelah dikonsumsi, yang menyebabkan pembakaran kalori lebih besar.

    3. Teh Hitam

    Teh hitam kaya akan flavonoid yang disebut theaflavin, yang meningkatkan pemecahan lemak dan mengurangi peradangan. Minum teh hitam tanpa gula atau susu dapat membantu mengatur kadar gula darah, mencegah keinginan makan, serta meningkatkan pembakaran lemak seiring berjalannya waktu.

    4. White tea

    White tea atau teh putih adalah teh yang paling sedikit diproses dan mengandung katekin serta polifenol yang tinggi. Kandungan ini mencegah terbentuknya sel-sel lemak baru.

    Teh ini juga meningkatkan lipolisis, proses pemecahan lemak yang tersimpan di dalam tubuh.

    5. Teh Peppermint

    Teh peppermint membantu pencernaan dan menekan nafsu makan, sehingga bermanfaat bagi mereka yang sedang diet atau mencegah makan berlebihan. Menthol alami dalam peppermint dapat merilekskan saluran pencernaan dan mengurangi kembung, yang dapat membuat perut terasa lebih rata.

    6. Teh Jahe

    Teh jahe memiliki sifat termogenik yang kuat, yang dapat meningkatkan suhu dan mempercepat pembakaran lemak. Jenis teh ini juga membantu mengatur kadar gula darah, mencegah lonjakan dan penurunan yang menyebabkan keinginan makan.

    Jahe mendukung pencernaan dan mengurangi peradangan, sehingga tubuh lebih mudah menyerap nutrisi sekaligus mendorong pembakaran lemak.

    7. Matcha

    Matcha adalah bentuk konsentrat teh hijau yang terbuat dari daun teh utuh yang dihaluskan. Asupan ini memiliki dosis katekin dan kafein yang lebih tinggi.

    Kombinasi matcha secara signifikan meningkatkan metabolisme, meningkatkan oksidasi lemak, dan meningkatkan daya tahan selama berolahraga. Matcha mengandung lebih banyak antioksidan daripada teh hijau biasa, yang sangat efektif untuk menurunkan berat badan.

    Dengan memasukkan salah satu dari jenis teh ini ke dalam pola makan seimbang dan gaya hidup aktif, penurunan berat badan dapat lebih efektif. Selain itu, tubuh dapat memperoleh manfaat kesehatan tambahan, seperti pencernaan yang lebih baik, mengurangi stres, dan metabolisme yang lebih baik.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Jenis Teh Ini Ternyata Cocok untuk Turunkan Berat Badan, Ada Matcha

    Jakarta

    Diet yang seimbang merupakan diet yang kaya serat, protein, dan lemak sehat. Hal ini dapat membantu mengatur metabolisme, menahan rasa lapar, dan mencegah makan berlebihan.

    Makanan dengan indeks glikemik rendah dapat mencegah lonjakan gula darah, sehingga mengurangi penyimpanan lemak. Minuman seperti teh juga mendukung penurunan berat badan dengan meningkatkan metabolisme, mendorong oksidasi lemak, dan mengurangi nafsu makan.

    Beberapa teh mengandung senyawa, seperti katekin dan polifenol, yang meningkatkan pembakaran lemak dan melancarkan pencernaan. Ini yang akan mendukung penurunan berat badan.


    Dikutip dari laman NDTV, berikut beberapa jenis teh yang dapat meningkatkan penurunan berat badan:

    1. Teh Hijau

    Teh hijau adalah salah satu teh yang paling banyak diteliti untuk menurunkan berat badan karena kandungan katekin yang tinggi. Antioksidan ini meningkatkan oksidasi lemak dan laju metabolisme, sehingga membantu tubuh membakar lebih banyak kalori.

    Jenis teh ini juga mengandung kafein, yang bekerja bersama katekin untuk meningkatkan pengeluaran energi.

    2. Teh Oolong

    Teh Oolong adalah teh yang difermentasi sebagian yang menggabungkan manfaat teh hijau dan teh hitam. Teh ini terbukti meningkatkan oksidasi lemak dan memperbaiki metabolisme karena kandungan polifenolnya.

    Penelitian menunjukkan bahwa teh oolong dapat meningkatkan pengeluaran energi selama berjam-jam setelah dikonsumsi, yang menyebabkan pembakaran kalori lebih besar.

    3. Teh Hitam

    Teh hitam kaya akan flavonoid yang disebut theaflavin, yang meningkatkan pemecahan lemak dan mengurangi peradangan. Minum teh hitam tanpa gula atau susu dapat membantu mengatur kadar gula darah, mencegah keinginan makan, serta meningkatkan pembakaran lemak seiring berjalannya waktu.

    4. White tea

    White tea atau teh putih adalah teh yang paling sedikit diproses dan mengandung katekin serta polifenol yang tinggi. Kandungan ini mencegah terbentuknya sel-sel lemak baru.

    Teh ini juga meningkatkan lipolisis, proses pemecahan lemak yang tersimpan di dalam tubuh.

    5. Teh Peppermint

    Teh peppermint membantu pencernaan dan menekan nafsu makan, sehingga bermanfaat bagi mereka yang sedang diet atau mencegah makan berlebihan. Menthol alami dalam peppermint dapat merilekskan saluran pencernaan dan mengurangi kembung, yang dapat membuat perut terasa lebih rata.

    6. Teh Jahe

    Teh jahe memiliki sifat termogenik yang kuat, yang dapat meningkatkan suhu dan mempercepat pembakaran lemak. Jenis teh ini juga membantu mengatur kadar gula darah, mencegah lonjakan dan penurunan yang menyebabkan keinginan makan.

    Jahe mendukung pencernaan dan mengurangi peradangan, sehingga tubuh lebih mudah menyerap nutrisi sekaligus mendorong pembakaran lemak.

    7. Matcha

    Matcha adalah bentuk konsentrat teh hijau yang terbuat dari daun teh utuh yang dihaluskan. Asupan ini memiliki dosis katekin dan kafein yang lebih tinggi.

    Kombinasi matcha secara signifikan meningkatkan metabolisme, meningkatkan oksidasi lemak, dan meningkatkan daya tahan selama berolahraga. Matcha mengandung lebih banyak antioksidan daripada teh hijau biasa, yang sangat efektif untuk menurunkan berat badan.

    Dengan memasukkan salah satu dari jenis teh ini ke dalam pola makan seimbang dan gaya hidup aktif, penurunan berat badan dapat lebih efektif. Selain itu, tubuh dapat memperoleh manfaat kesehatan tambahan, seperti pencernaan yang lebih baik, mengurangi stres, dan metabolisme yang lebih baik.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Ini Dia 10 Makanan Terbaik Buat Usia 50-an, Fisik Dijamin Bugar!


    Jakarta

    Menjaga kesehatan saat usia sudah menginjak 50 tahunan bukan perkara mudah. Salah satu solusinya adalah dengan mengonsumsi makanan dan minuman bernutrisi tepat. Ini daftarnya.

    Kebutuhan nutrisi akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama untuk menjaga kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol agar tetap dalam batas aman.

    Kadar kolesterol harus dipantau secara rutin agar tetap berada dalam rentang normal. Mengutip laman Cleveland Clinic, total kolesterol yang normal antara 125 hingga 200 mg/dL.


    Adapun batas aman trigliserida di bawah 150 mg/dL, LDL di bawah 100 mg/dL, dan HDL minimal 40 mg/dL untuk laki-laki, serta 50 mg/dL untuk perempuan.

    Saat usia 50 tahunan, tubuh mengalami perubahan metabolisme dan fungsi organ yang memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Karenanya penting memilih makanan dan minuman yang tepat.

    Pilihan makanan tersebut bisa mencegah risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan gangguan metabolik lainnya. Mengutip berbagai sumber, berikut daftar makanan dan minuman sehat yang bisa membantu menjaga kesehatan Anda di usia 50-an.

    1. Buah beri

    Mixed berriesMixed berries Foto: Getty Images/iStockphoto/ansonmiao

    Buah beri seperti stroberi, blueberry, dan raspberrykaya akan serat, vitamin C, serta senyawa anti-inflamasi dan antioksidan.

    Nutrisi lengkap dalam buah beri membantu menjaga kesehatan fisik dan mental. Konsumsi buah beri secara rutin dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan radikal bebas.

    2. Ikan kembung
    Ikan kembung mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat mengurangi risiko kematian akibat penyakit kronis, terutama penyakit jantung.

    Ikan kembung juga kaya antioksidan yang membantu menurunkan peradangan dan menjaga sel-sel tubuh dari radikal bebas.

    3. Nasi merah

    Rice red in bowl isolated on blue grey background has spoon close up, top view, Asian food and drink concept.nasi merah. Foto: Getty Images/NNK

    Mengganti nasi putih dengan nasi merah adalah pilihan cerdas. Soalnya, nasi merah kaya serat dan karbohidrat kompleks.

    Serat membantu pencernaan dan mengatur kadar gula darah agar tetap stabil. Nasi merah juga memberikan energi yang lebih tahan lama dibandingkan nasi putih.

    4. Jamur
    Jamur mengandung potasium yang membantu melawan efek negatif natrium serta menurunkan tekanan darah.

    Kandungan potasium juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dengan mengendurkan pembuluh darah.

    Dengan rutin mengonsumsi jamur, Anda dapat menjaga tekanan darah tetap stabil dan jantung sehat.

    5. Kacang-kacangan

    Various kinds of vegan protein sources on beige background. Set of food supplements. Gluten free cereals as ground hemp seeds, quinoa. Nuts and legumes (green mung beans, chick-pea, red lentil, kidney bean, almonds, hazelnuts). Flat lay, top viewgreen mung beans, chick-pea, red lentil, kidney bean, almonds, hazelnuts). Foto: Getty Images/Tanja Ivanova

    Menurut ahli gizi Tara Tomaino, kacang-kacangan sepertichickpeasdanblack beansadalah sumber serat dan protein nabati yang sangat baik untuk orang berusia 50 tahun ke atas.

    “Kacang merupakan sumber serat dan protein nabati yang baik. Serat merupakan nutrisi penting untuk kesehatan jantung, pengelolaan gula darah, dan pengendalian berat badan,” ujar Tomaino, seperti dikutip dari Huffington Post.

    Jika menggunakan kacang kalengan, bilas terlebih dahulu untuk mengurangi kandungan natrium. Usahakan untuk mengonsumsi kacang-kacangan setengah cangkir per hari dengan menambahkannya ke dalam salad atau sup.

    6. Susu tanpa rasa
    Susu tanpa rasa dapat menjadi bagian dari pola makan sehat untuk jantung. Di dalam susu terdapat banyak kalsium, protein, dan mineral penting lainnya.

    Produk susu rendah lemak direkomendasikan bagi orang dengan usia 50-an, terutama yang memiliki kolesterol tinggi. Bagi yang intoleran laktosa, susu nabati seperti susu kedelai, almond atauoatbisa menjadi alternatif sehat.

    7. Teh
    Teh termasuk dalam pola makan sehat untuk jantung, apalagi jika dikonsumsi tanpa tambahan gula.

    MenurutHeart Foundation, teh hijau memiliki kandungan kafein lebih rendah dibanding teh hitam, sehingga cocok bagi yang sensitif terhadap kafein.

    Kombucha, teh fermentasi yang sedang populer, juga bisa menjadi pilihan minuman sehat yang mendukung pencernaan.

    8. Jus jeruk

    Ilustrasi jus jerukIlustrasi jus jeruk Foto: Getty Images/DianaHirsch

    Jus jeruk kaya akan vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang, terutama saat usia bertambah.

    Selain itu, kandungan vitamin C dalam jus jeruk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Minum jus jeruk secara teratur dapat memperkuat daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan tulang.

    9. Jus semangka
    Semangka mengandung likopen. Senyawa antioksidan ini bisa mendukung kesehatan jantung dan mencegah penyakit kronis.

    Selain itu, jus semangka dapat membantu fungsi ginjal untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Minuman ini menyegarkan dan sangat baik untuk menjaga kesehatan organ vital.

    10. Jus delima
    Jus delima dikenal dapat meningkatkan memori dengan merangsang sistem saraf. Selain itu, jus ini juga membantu menurunkan kadar kolesterol yang sering menjadi masalah di usia 50-an.

    Konsumsi jus delima secara rutin dapat mendukung fungsi otak dan menjaga kesehatan jantung.

    Memilih makanan dan minuman sehat di usia 50-an sangat penting untuk menjaga kebugaran dan mencegah penyakit kronis.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “10 Makanan dan Minuman Terbaik buat Usia 50-an, Tubuh Sehat Bugar!”

    (sob/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • Kenali 5 Tanda Tubuh Telalu Banyak Mengasup Lemak


    Jakarta

    Makanan yang dikonsumsi saat buka dan sahur bisa saja berupa makanan gorengan atau bersantan. Tubuhpun mengasup banyak lemak. Kenali ciri-cirinya!

    Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak bisa menimbulkan dampak negatif bagi tubuh, termasuk masalah pencernaan dan kualitas tidur.

    Makanan berlemak banyak ditemukan dalam daging dan produk sampingan hewani, seperti keju dan susu. Ada beberapa tanda utama yang menunjukkan bahwa Anda mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh.


    Ahli jantung dan pendiri Step One Foods, Dr. Elizabeth Klodas, MD, FACC, merinci beberapa tanda peringatan tersebut dan menjelaskan beberapa efek jangka panjang dari mengonsumsi terlalu banyak lemak yang dapat diderita tubuh.

    Berikut paparannya seperti dilansir dari Eat This Not That.

    1. Berat badan bertambah

    Lemak memasok kalori dua kali lebih banyak daripada karbohidrat atau protein. Hal ini membuat berat badan Anda bertambah.

    Sebagai konteks, lemak menyediakan sembilan kalori per satu gram, sedangkan karbohidrat dan protein sama-sama menyediakan empat kalori per gram.

    2. Kadar kolesterol meningkat

    Catat! 5 Makanan Ini Bisa Turunkan Kadar Kolesterol Secara Alamimakanan mengandung kadar kolesterol tinggi Foto: Ilustrasi Getty Images/enviromantic

    Orang yang mengonsumsi lemak jenuh dalam jumlah berlebihan cenderung menunjukkan peningkatan kadar kolesterol LDL. Kolesterol LDL juga dikenal sebagai jenis kolesterol jahat.

    Mereka yang mengikuti diet keto sangat rentan memiliki kadar LDL yang lebih tinggi dari normal karena mereka mengonsumsi lemak.

    3. Napas akan berbau tidak sedap

    “Jika kamu menggunakan lemak sebagai sumber energi utama, Anda memproduksi keton, yang menyebabkan kamu mengeluarkan bau napas yang tidak sedap,” kata Klodas.

    Banyak orang yang menjalani diet tinggi lemak dan sangat mengurangi asupan karbohidrat perlu menggosok gigi beberapa kali sehari untuk mengurangi efek samping ini.

    4. Alami ketidaknyamanan gastrointestinal

    Jika makanan kamu tinggi lemak, kemungkinan besar kamu tidak mengonsumsi banyak sayuran, buah, atau biji-bijian utuh, yang semuanya merupakan sumber serat yang baik.

    Diet rendah serat dapat menyebabkan sembelit dan masalah pencernaan lainnya. Ini juga merupakan efek samping umum bagi mereka yang makan terlalu banyak daging.

    5. Sering kembung

    minum kopi bikin perut kembungperut kembung Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Klodas mengatakan bahwa lemak jenuh dan lemak trans sama-sama diketahui menyebabkan peradangan dalam tubuh, yang dapat membuat kamu merasa kembung dan lesu, di antara hal-hal lainnya.

    Efek samping dalam jangka panjang

    Jika kamu lebih suka mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, seperti daging, jenis ikan tertentu, dan bahkan kacang-kacangan daripada mengonsumsi berbagai jenis makanan yang seimbang seperti sayuran berdaun hijau, buah, dan biji-bijian utuh, kamu bisa kekurangan beberapa vitamin dan mineral penting.

    Hal lain yang diperingatkan Klodas adalah perubahan biokimia bawaan tubuh. Jika kamu secara teratur mengonsumsi makanan padat kalori atau makanan yang tinggi lemak dan menyadari bahwa berat badan bertambah dan dapat meningkatkan risiko terkena resistensi insulin. Hal itu dapat menyebabkan diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak, dan hipertensi.

    Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak makanan lemak secara terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko penyakit kanker.

    “Studi yang mengamati kebiasaan makan berbagai populasi dan metrik kesehatan menunjukkan hubungan yang konsisten antara asupan lemak tinggi dan tingkat kanker keseluruhan yang tinggi,” ungkapnya.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • 3 Bahan Makanan Untuk Sarapan Sehat yang Ampuh Turunkan BB


    Jakarta

    Sarapan dengan kandungan nutrisi bergizi seimbang menjadi kunci diet sehat. Seorang ahli mengungkapkan ada 3 bahan makanan untuk menurunkan berat badan.

    Pola makan bergizi seimbang memang penting diterapkan dalam keseharian untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Selain kenyang dan sehat, gizi seimbang juga dapat membuat berat badan turun secara signifikan.

    Dilansir dari Mirror (5/2/2025), seorang ahli diet, Julia Zumpano, menjelaskan tentang pola makan sehat yang dapat diterapkan saat diet, terutama waktu sarapan. Sarapan tak harus membosankan, meskipun asupan kalorinya dibatasi.


    Bukan hanya seberapa banyak porsi sarapan yang dinikmati, tapi yang terbaik adalah mengikuti isyarat lapar. Julia mengungkapkan, jika merasa lapar di pagi hari maka sarapanlah. Tetapi jika tidak merasakan lapar juga tak perlu khawatir.

    Julia juga menyarankan untuk menghindari makanan seperti donat, muffin, ataupun scone. Hidangan tersebut diketahui tinggi gula, lemak jahat dan kalori tinggi.

    Lantas, pola makan seperti apa yang dianjurkan oleh Julia Zumpano? Pola makan untuk sarapan itu harus terdiri atas 3 bahan utama, yaitu sumber protein, biji-bijian utuh, dan buah atau sayur.

    Menu sarapan sehatMenu sarapan sehat Foto: Getty Images/iStockphoto

    1. Sumber protein yang dikonsumsi setiap hari bisa dari hewan atau tumbuhan. Di antaranya meliputi telur, susu, yogurt, keju, daging, ikan, dan produk protein nabati.

    2. Biji-bijian utuh juga harus menjadi asupan yang tak boleh dihilangkan setiap sarapan. Seperti oatmeal atau roti gandum bisa menjadi pilihan yang pas.

    3. Buah dan sayuran juga patut menjadi asupan harian saat sarapan, karena mengandung serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Tak hanya serat saja, tapi buah dan sayuran juga bisa menambahkan asupan lemak sehat, seperti mengonsumsi alpukat.

    Kunci utama sarapan yang menyehatkan tubuh dan dapat menurunkan berat badan ini didukung oleh sebuah penelitian yang terbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition. Penelitian itu menemukan bahwa wanita muda yang makan lebih banyak protein saat sarapan cenderung tidak ngemil makanan berlemak tinggi.

    Asupan kalori juga dibatasi setiap harinya, jumlahnya bervariasi dibedakan antara pria dan wanita. Menurut NHS, asupan kalori harian pria sekitar 2.500 kcal, sedangkan wanita 2.000 kcal per hari. UMantuk sarapan, Julia menyarankan untuk mengonsumsi antara 300-500 kalori saja.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • 3 Makanan Ini Tidak Sehat Dimakan dengan Mi Instan


    Jakarta

    Mi instan sering kali ditambahkan topping atau dimakan bersama makanan lain agar lebih nikmat. Namun hati-hati karena efeknya bisa buruk untuk kesehatan.

    Mi instan tergolong makanan rekreasional menurut ahli gizi. Karenanya konsumsinya tak boleh terlalu sering. Mi instan kurang mengandung nutrisi untuk menyehatkan tubuh.

    Mi instan sendiri sebenarnya sudah cukup “berat”. Terbuat dari tepung terigu atau gandum, ia merupakan sumber karbohidrat utama, mirip seperti nasi.


    Ditambah lagi, mi instan biasanya tinggi kalori, natrium, dan mengandung bahan pengawet. Ketika dipadukan dengan makanan yang juga tinggi karbohidrat, lemak, atau zat aditif, makan risiko terhadap kesehatan bisa meningkat jika dikonsumsi terlalu sering.

    Beberapa makanan disarankan tidak dimakan bersama mi instan karena kombinasinya kurang menyehatkan. Berikut daftarnya:

    1. Nasi

    Korean steamed multigrain riceKorean steamed multigrain rice Foto: iStock

    Makan mi instan pakai nasi? Ini memang combo maut untuk tim “harus pakai nasi”. Sayangnya, ini bukan ide yang baik.

    Keduanya sama-sama sumber karbohidrat. Ketika dikonsumsi bersamaan, jumlah asupan karbohidrat bisa melambung tinggi.

    Efeknya? Terlalu banyak karbohidrat dapat menyebabkan kenaikan berat badan, meningkatkan kadar gula darah, dan dalam jangka panjang bisa memperburuk risiko diabetes tipe 2.

    2. Kerupuk

    Menilik Produksi UMKM Kerupuk di SurabayaKerupuk Foto: Rifki Afifan Pridiasto

    Kerupuk memang sahabat setia banyak makanan, termasuk mi instan. Namun keduanya punya karakteristik serupa: tinggi karbohidrat, lemak, dan MSG. Ini bukan kombinasi yang ideal, apalagi jika dikonsumsi terlalu sering.

    Risiko dari paduan mi instan dan kerupuk bisa meningkatkan sindrom metabolik, yaitu kumpulan kondisi seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kadar lemak tidak normal, dan semua ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    3. Kornet dan keju

    Delicious sliced corned beef on cutting boardDelicious sliced corned beef on cutting board Foto: Getty Images/iStockphoto/fotek

    Campuran mi instan dengan topping kornet dan keju mungkin terasa nikmat di lidah. Namun ini adalah contoh klasik dari makanan olahan yang digabungkan jadi satu dan itu bisa jadi bencana untuk tubuh Anda.

    Kornet dan keju sama-sama tinggi lemak dan kalori. Ditambah lagi, mereka adalah makanan olahan, yang dikenal bisa memicu peradangan dan berbagai penyakit kronis jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

    Alih-alih menambahkan makanan yang tidak boleh dikonsumsi dengan mi instan, sebaiknya tambahkan beberapa protein seperti telur, ayam, atau daging sapi dan sayuran.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Jangan Asal Campur, 3 Makanan Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Mi Instan”

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Catat! 5 Makanan Sehat untuk Turunkan Kadar Kolesterol Pada Tubuh


    Jakarta

    Kadar kolesterol pada tubuh perlu dikontrol agar tidak mengganggu pada kesehatan. Salah satunya dengan rajin konsumsi makanan sehat.

    Menjaga kadar kolesterol dalam tubuh merupakan langkah penting untuk mempertahankan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kolesterol sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk sel-sel baru, memproduksi hormon, dan menjalankan berbagai fungsi biologis lainnya.

    Namun, ketika kadar kolesterol jahat atau LDL (low-density lipoprotein) terlalu tinggi, lemak dapat menumpuk di dinding arteri dan membentuk plak yang menyumbat aliran darah. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.


    Makanan sehat berperan besar dalam mengatur kadar kolesterol karena mengandung nutrisi yang dapat menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kolesterol baik atau HDL (high-density lipoprotein).

    Ada beberapa makanan sehat yang dipercaya bisa membantu menurunkan kadar kolesterol pada tubuh. Tentunya makanan-makanan ini mudah ditemukan dan rasanya juga tak kalah enak dari makanan lainnya.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut lima makanan sehat yang bagus untuk mengontrol kolesterol di tubuh:

    1. Alpukat

    Textured many fresh, organic and green avocado fruits in full-frame backgroundalpukat Foto: iStock

    Alpukat dikenal sebagai buah kaya lemak tak jenuh tunggal yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Meski tidak secara langsung menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), alpukat berpotensi meningkatkan kolesterol baik (HDL), yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan kesehatan untuk tubuh.

    Penelitian menunjukkan bahwa mengganti sumber lemak jenuh, seperti produk hewani, dengan alpukat dapat membantu menurunkan kadar LDL dan trigliserida. Kandungan nutrisi dalam alpukat, seperti vitamin A, K, folat, kalium, dan magnesium, juga mendukung kesehatan secara menyeluruh.

    Mengonsumsi alpukat sebagai bagian dari pola makan sehat, tanpa tambahan gula atau lemak jenuh, dapat menjadi pilihan bagus untuk menjaga kadar kolesterol tetap stabil dan mencegah risiko terserang penyakit jantung.

    2. Sayuran Hijau

    View of Clear vegetable spinach served on white bowl Isolated on white backgroundbayam Foto: Getty Images/iStockphoto/Rahmah Hastuti

    Bayam dan kangkung termasuk sayuran berwarna hijau gelap yang berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Kandungan seratnya mampu mengikat asam empedu di saluran pencernaan, sehingga tubuh akan membuang lebih banyak kolesterol. Proses ini berkontribusi dalam menurunkan kolesterol jahat secara alami.

    Selain serat, bayam dan kangkung juga mengandung lutein, pigmen yang dapat mencegah kolesterol menempel pada dinding arteri dan membentuk plak. Dengan demikian, konsumsi rutin sayuran ini dapat membantu menjaga kelancaran aliran darah.

    Tak hanya itu, karotenoid dalam bayam dan kangkung berfungsi sebagai antioksidan yang menangkal radikal bebas, yang menjadi salah satu pemicu utama penyakit jantung. Mengonsumsi sayuran hijau secara rutin menjadi langkah sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan jantung.

    3. Kacang-kacangan

    Various kinds of vegan protein sources on beige background. Set of food supplements. Gluten free cereals as ground hemp seeds, quinoa. Nuts and legumes (green mung beans, chick-pea, red lentil, kidney bean, almonds, hazelnuts). Flat lay, top viewkacang-kacangan Foto: Getty Images/Tanja Ivanova

    Kacang-kacangan mengandung nutrisi, serat, dan antioksidan yang baik untuk dikonsumsi oleh penderita kolesterol. Kacang-kacangan ini seperti kacang polong, buncis, kacang kedelai, edamame, kacang almon, dan kenari.

    Beberapa jenis kacang ini adalah sumber protein yang baik dan mengandung protein dan isoflavon yang terbukti dapat menurunkan kolesterol jahat. Selain itu, kacang juga mengandung fitosterol, senyawa steroid dalam tumbuhan, yang dapat menghambat penyerapan kolesterol jahat dalam usus.

    4. Cokelat Hitam

    Cokelat hitam bisa menjadi pilihan camilan sehat yang membantu menurunkan kadar kolesterol. Kandungan kakao di dalamnya terbukti dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL). Efek ini membuat cokelat hitam tidak hanya lezat, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan jantung.

    Namun, penting untuk memilih cokelat hitam dengan persentase kakao tinggi dan tanpa tambahan gula. Cokelat dengan gula berlebih justru berisiko meningkatkan kadar gula darah dan memicu penyakit lain seperti diabetes.

    Mengkonsumsi cokelat hitam dalam porsi secukupnya dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang yang mendukung pengelolaan kolesterol. Dengan begitu, menjaga kesehatan tidak selalu berarti menghindari makanan enak atau camilan favorit.

    5. Tomat dan Terong

    manfaat konsumsi terongmanfaat konsumsi terong Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Tomat dan terong dikenal sebagai sayuran yang dapat membantu menurunkan kolesterol secara alami. Tomat mengandung lycopene, senyawa antioksidan yang berperan dalam menekan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Tomat juga kaya vitamin A dan C yang mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan.

    Sementara itu, terong mengandung serat dan pektin yang berfungsi menurunkan kadar kolesterol serta membantu mencegah penumpukan lemak di pembuluh darah.

    Dalam satu buah terong seberat 94 gram, terkandung sekitar 2,4 gram serat, jumlahnya cukup untuk mendukung fungsi pencernaan dan menjaga profil lipid tubuh. Mengonsumsi tomat dan terong secara rutin dapat menjadi bagian dari strategi alami untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal.

    (sob/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Panduan Pola Makan Sehar agar Tubuh Tetap Bugar


    Jakarta

    Diet sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat. Hal ini berkaitan dengan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan batasannya agar tidak berisiko bagi kesehatan.

    Diet identik untuk menurunkan berat badan. Namun, pada dasarnya diet merupakan pola makan yang teratur, yang ditujukan untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap bugar.

    Mengatur pola makan ini dilakukan dengan memenuhi asupan nutrisi penting, seperti karbohidrat, protein, lemak dan lainnya. Juga mengatasi batasan agar tidak berlebihan.


    Selain itu, penting juga untuk memahami kondisi kesehatan tubuh agar dapat memilih jenis makanan. Pastinya hindari makanan yang tinggi garam dan gula.

    Dikutip dari Medical News Today (12/11/24) berikut 5 panduan pola makan sehat.

    1. Berapa banyak karbohidrat yang diperlukan tubuh?

    KarbohidratKarbohidrat penting sebagai sumber energi utama. Foto: Getty Images/happy_lark

    Karbohidrat kerap dipandang sebelah mata. Namun, WHO telah menegaskan bahwa karbohidrat merupakan bagian penting dari pola makan, karena menjadi sumber energi utama.

    WHO menganjurkan karbohidrat minimal harus mencapai 45% dari total kalori harian. Dan ini tidak lebih dari 75% kalori harian. Sumber karbohidrat tidak hanya dari nasi.

    Kamu bisa mendapatkannya dari biji-bijian, singkong, buncis, ubi, dan lainnya. Orang dewasa membutuhkan setidaknya 130 gram karbohidrat setiap hari.

    2. Jenis lemak yang bagus untuk nutrisi

    Lemak selalu mendapat pandangan miring dalam pola makan. Itu bisa jadi benar, tetapi ada jenis lemak yang justru dibutuhkan tubuh. Biasanya disebut sebagai lemak baik.

    Lemak baik penting untuk berfungsinya sel-sel tubuh, produksi hormon, dan meningkatkan fungsi otak. Lemak baik tersebut ada yang disebut sebagai asam linoleat, contohnya seperti lemak omega-6.

    Lemak tersebut terkandung dalam kacang-kacangan seperti walnut, biji bunga matahari, dan almond. Ada juga asam alfa-linolenat, seperti lemak omega-3 yang terkandung pada ikan berlemak, seperti tuna dan salmon.

    WHO menyatakan bahwa pada orang dewasa 15-30% kalori harian harus berasal dari lemak, terutama lemak asam lemak tak jenuh, seperti yang disebutkan di atas.

    Panduan pola makan sehat untuk tubuh tetap fit ada di halaman selanjutnya.

    3. Seberapa penting asupan protein

    Ini 5 Efek Samping Diet Tinggi Protein yang Bahayakan KesehatanProtein menyediakan bahan pembangunan bagi sebagian besar elemen struktural tubuh. Foto: Getty Images/Kanawa_Studio

    Protein sangat dibutuhkan tubuh. Protein menyediakan bahan pembangunan bagi sebagian besar elemen struktural tubuh, seperti otot, serta molekul fungsional, seperti hormon dan enzim.

    WHO telan menyarankan bahwa 10-15% kalori harian harus berasal dari protein. Asupan tersebut dapat diperoleh dari makanan hewani maupun nabati.

    Namun, jika orang dengan kondisi kesehatan tertentu, bisa memilih protein nabati untuk kesehatan kardiovaskular dan metabolisme.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asupan protein harus melebihi batas yang direkomendasikan WHO, sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan.

    “Jumlah harian ini harus dipecah sepanjang hari, karena kita menjadi kurang efisien dalam memproses protein seiring bertambahnya usia. Sebaiknya mengasup 25-30 gram protein setiap kali makan,” tutur ahli gizi Rapozo.

    4. Hindari makanan olahan

    Makanan olahan tinggi akan natrium. Ahli gizi Rapozo mengatakan bahwa asupan natrium yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular.

    Karenanya, orang dewasa sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 2 gram natrium per hari. Jumlah tersebut setara dengan 5 gram garam meja.

    Selain asupan garam, asupan gula juga perlu diperhatikan. WHO menegaskan bahwa gula bukanlah nutrisi penting, sehingga harus dibatasi asupannya.

    “Asupan gula sebaiknya kurang dari 10% dari asupan energi harian. Ini mencatat bahwa akan lebih baik lagi jika di bawah 5% asupan kalori berasal dari gula,” tutur Razopo.

    Razopo menjelaskan bahwa makanan olahan merupakan makanan yang mengubah struktur bahan makanan asli. Proses itu cenderung mengandung tambahan garam dan gula dalam jumlah besar.

    Makanan olahan harus dibatasi, karena dapat menyebabkan penuaan biologis, meningkatkan risiko penurunan kognitif, stroke, dan lainnya.

    5. Batasi mengonsumsi daging merah

    Pencinta Steak, Ini 10 Potongan Daging Sapi Paling Mahal di DuniaDaging merah berkontribusi terhadap kanker kolorektal dan jenis kanker lainnya Foto: Chef’s Pencil

    WHO menekankan bahwa daging merah, seperti daging babi dan sapi harus dibatasi karena bisa merugikan kesehatan. Dan ini sudah banyak penelitian yang membuktikannya.

    Daging merah berkontribusi terhadap kanker kolorektal dan jenis kanker lainnya, meningkatkan risiko diabetes tipe-2, menyebabkan masalah kardiovaskular, dan demensia.

    “Pada orang dewasa, asupan daging merah yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa penyakit meskipun dikonsumsi dalam jumlah yang rendah,” tutur Razopo.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Stop Percaya! 5 Mitos yang Bikin Pola Makan Jadi Keliru


    Jakarta

    Banyak mitos makanan beredar dan dipercaya tanpa bukti ilmiah. Padahal, tidak semua informasi diet benar sepenuhnya. Ini fakta sebenarnya!

    Gluten atau pati, lemak, hingga buah sering disalahpahami dalam dunia diet. Beberapa orang bahkan rela menghindarinya meski tubuh tetap membutuhkannya.

    Tren sehat kadang membuat orang mengikuti klaim populer tanpa cek fakta. Hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan jika dilakukan berlebihan.


    Dikutip dari Food and Home (8/9) berikut 5 mitos makanan dan kesehatan yang tidak usah dipercaya lagi:

    1. Diet bebas gluten lebih sehat

    Makanan yang harus dihindari dan dikonsumsi bagi para penderian intoleransi gluten.Roti merupakan salah satu makanan yang mengandung gluten. Foto: Getty Images

    Banyak orang yang menganggap makanan yang bebas gluten lebih sehat. Padahal, hal ini tidak berlaku bagi semua orang.

    Kecuali kamu memiliki celiac atau intoleransi, gluten tidak berbahaya bagi tubuh. Faktanya, banyak makanan bebas gluten yang tinggi gula dan tidak secara otomatis lebih rendah kalori atau karbohidrat.

    Gluten adalah campuran protein secara alami yang ditemukan pada gandum dan barley atau jelai. Biasanya gluten berfungsi sebagai pengikat dan memberikan tekstur kenyal dan elastis pada makanan, seperti roti dan pasta.

    2. Semua lemak harus dihindari

    Lemak sering jadi musuh saat diet. Lemak dianggap dapat menambah kalori yang berakhir pada penambahan berat badan. Faktanya, tidak semua lemak demikian.

    Sebenarnya tubuh membutuhkan lemak untuk menyerap vitamin A, D, E, dan K. Selain itu, juga dapat meningkatkan fungsi otak. Kuncinya adalah memilih jenis lemak sehat.

    Lemak sehat terdapat dalam kandungan alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan berminyak. Lemak sehat dapat meningkatkan fungsi jantung.

    3. Air lemon melunturkan lemak

    Ilustrasi air lemonIlustrasi air lemon Foto: Getty Images/iStockphoto/JulijaDmitrijeva

    Air hangat dengan lemon sering diklaim bantu turunkan berat badan. Faktanya, klaim ini tidak terbukti. Tidak ada riset kuat yang menunjukkan lemon bisa membakar lemak tubuh.

    Namun, rutin minum air lemon di pagi hari, khususnya setelah bangun tidur tetap memiliki manfaat kesehatan. Salah satunya untuk menghidrasi tubuh sebelum sarapan.

    Intinya, air lemon tetap bermanfaat, tetapi bukan untuk melunturkan lemak.

    4. Susu mentah lebih bergizi

    Ada anggapan susu mentah lebih alami dan kaya nutrisi daripada susu pasteurisasi. Susu pasteurisasi adalah susu yang telah dipanaskan dalam suhu dan durasi tertentu.

    Banyak yang khawatir tentang proses pasteurisasi dapat menghilangkan nutrisi pada susu. Faktanya justru berbalik.

    Proses pasteurisasi bermanfaat untuk menghilangkan kuman, sehingga lebih aman dikonsumsi, dan memperpanjang masa simpannya dibandingkan susu mentah.

    5. Buah mengandung banyak gula

    Woman eating fresh rainbow colored salad. Multicolored fruits and vegetables background. Healthy eating and dieting concept. High resolution 42Mp studio digital capture taken with SONY A7rII and Zeiss Batis 40mm F2.0 CF lensIlustrasi buah-buahan. Foto: Getty Images/fcafotodigital

    Sebagian orang menghindari buah karena dianggap tinggi gula. Padahal gula yang terkandung pada buah merupakan alami.

    Gula alami tersebut juga dipadukan dengan nutrisi penting, seperti serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

    Para ahli gizi menganjurkan untuk rutin mengonsumsi buah, tetapi harus tetap memperhatikan porsinya.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com