Tag Archives: doa

Doa saat Angin Bertiup Kencang dan Hujan Lebat



Jakarta

Ada doa yang bisa dibaca ketika melihat atau merasakan angin bertiup kencang disertai hujan yang lebat. Doa ini diajarkan Rasulullah SAW dan bisa dipanjatkan agar mendapat perlindungan Allah SWT dari bencana.

Angin dan hujan merupakan tanda kekuasaan Allah SWT yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh makhluk di Bumi. Dalam Al-Qur’an, hujan dan angin disebutkan dalam beberapa ayat, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 164,

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ


Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Angin dan hujan merupakan berkah yang diturunkan oleh Allah SWT sebagai bentuk rahmat-Nya. Namun ada kalanya angin dan hujan juga bisa menjadi azab yang diturunkan Allah SWT kepada umat yang dzalim.

Sebagaimana yang ditimpakan Allah SWT kepada Kaum ‘Ad di masa Nabi Hud. Kaum ‘Ad yang sombong akhirnya binasa diterjang angin dan hujan badai.

Kisah ini diabadikan dalam Al-Quran surat Al-Aḥqaf ayat 24, Allah SWT berfirman:

فَلَمَّا رَاَوْهُ عَارِضًا مُّسْتَقْبِلَ اَوْدِيَتِهِمْ قَالُوْا هٰذَا عَارِضٌ مُّمْطِرُنَا ۗبَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهٖ ۗرِيْحٌ فِيْهَا عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ

“Maka, ketika melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.” (Bukan,) tetapi itu azab yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, (yaitu) angin yang mengandung azab yang sangat pedih.

Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi dalam kitabnya, al-Du’a al-Ma’tsûr wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ityâ’nuhu wa Ijtinâbuhu menuliskan hadits yang diriwayatkaan Abu Daud, Ahmad dan Baihaqi, Rasulullah ketika melihat awan hitam yang kelam. Beliau akan meninggalkan semua pekerjannya dan langsung membaca doa.

Doa Ketika Angin Kencang dan Hujan Lebat

Merangkum buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat karya Ust Enjang Burhanudin Yusuf, M.Pd, ada bacaan doa yang bisa dibaca ketika angin berhembus kencang dan hujan turun dengan lebat.

Doa ketika angin bertiup kencang diriwayatkan dalam hadits Abu Dawud dan Ibnu Majah. Rasulullah bersabda agar umat islam berdoa ketika melihat angin kencang

“Maka apabila kalian melihat angin kencang, jangan lah kalian memakinya, tetapi minta lah kepada Allah kebaikannya dan berlindung lah kepada Allah dari kejahatannya.”

Adapun, doa angin kencang sesuai sunnah sebagai berikut

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا

Latin: Allahumma innii as’aluka khairahaa wa a’uudzubika min syarriha

Artinya: Ya Allah, sungguh aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini, serta aku berlindung kepadaMu dari keburukannya.

Selain itu, doa ketika angin kencang lainnya yang diriwayatkan dalam hadits riwayat Muslim dan At Tirmidzi

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ

Latin: Allahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa fiiha wa khaira maa ursilat bihi wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiiha wa syarri maa ursilat bihi.

Artinya: Ya Allah, sungguh aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini, kebaikan apa yang ada padanya, dan kebaikan pada tujuan angin ini dihembuskan. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan angin ini, keburukan apa yang ada padanya, dan keburukan tujuan angin ini dihembuskan.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga berdoa ketika melihat awan gelap dan angin yang berhembus kencang.

عن أبي هريرة قال: سمعت النبي صلي الله عليه وسلم يقول: الريح من روح الله تعالي تأتي بالرحمة وتأتي بالعذاب, فإذا رأيتموها فلا تسبوها واسألوا الله خيرها واستعيذوا بالله من شرها

Artinya: “Dari Sayyidina Abu Hurairah ra. beliau berkata: “Aku mendengar Nabi SAW bersabda: ‘Angin adalah bagian dari pemberian Allah, bisa membawa rahmat dan juga bisa membawa azab. Jika kalian melihatnya, jangan mencelanya, mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.”

Dari Sayyidah Aisyah ra. sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat awan hitam di langit, beliau langsung meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang melakukan shalat, kemudian berucap: “Allahumma innî a’ûdzu bika min syarrihâ” (ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan awan ini).” Dan ketika turun hujan, beliau berucap: “Allahumma shayyiban nâfi’an (ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan).”

Ibnul Qayyim mengatakan, “Ketika hujan semakin lebat, para sahabat meminta Nabi SAW supaya berdoa agar cuaca kembali menjadi cerah. Akhirnya beliau membaca doa.” Berikut bacaan doa Rasulullah SAW saat hujan deras.

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Bacaan latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR Bukhari).

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa saat Terjadi Bencana Alam, Yuk Baca agar Dilindungi Allah SWT


Jakarta

Tidak ada yang tahu kapan bencana alam akan terjadi. Ketika tertimpa ataupun menyaksikan bencana, usahakan untuk selalu mengingat Allah SWT dengan berdoa kepada-Nya.

Bencana alam merupakan bentuk ujian Allah SWT kepada hamba-Nya. Melalui bencana alam seperti gunung meletus, banjir, tanah longsor atau bahkan tsunami, Allah SWT ingin melihat sejauh mana kesabaran hamba-Nya.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah Ayat 155 dan 156, Allah SWT berfirman tentang adanya bencana dan musibah yang menimpa manusia,


وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Surat Al-Baqarah Ayat 156

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

Artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Di balik hadirnya bencana ini, tentu Allah SWT sudah menakar sesuai kemampuan hamba-Nya. Jadi setiap ujian yang diberikan, tentu sudah sesuai dengan batas kemampuan setiap orang.

Sebagai makhluk yang tidak berdaya tanpa kekuatan dan perlindungan dari Allah SWT, kita wajib memohon pertolongan saat dilanda bencana. Berdoa bisa menjadi cara untuk meminta pertolongan Allah SWT serta memohon agar diberi kesabaran, juga kekuatan.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

“Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan yang terus menerus, buruknya qadha serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits lain, dari Abu Sa’id al-Khudri dan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

“Tidaklah seorang muslim ditimpa sesuatu seperti kelelahan, penyakit (yang tetap), kekhawatiran (terhadap sesuatu yang kemungkinan akan menyakitinya), kesedihan, gangguan, dan duka cita karena suatu kejadian, sampai duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan sebab itu.” (HR. Bukhari no. 5642; Muslim no. 2572).

Doa saat Terjadi Bencana

Merangkum buku Setiap Saat Bersama Allah yang ditulis oleh Islah Gusmian, berikut adalah bacaan doa yang dapat dibaca saat melihat orang tertimpa bencana:

الـحَمْدُ لِلَّـهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّـا ابْتَلاكَ بِهِ، وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً

Arab-latin: Alhamdulillahilladzi afani mimmabtalaka bihi wafadhalani ‘ala katsirin mimman khalaqa tafdhila

Artinya: Segala puji bagi Allah yang menyelamatkan kami dari bencana yang menimpa ini, dan mengutamakan kami melebihi orang-orang dengan kelebihan yang nyata (HR Imam At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi, “Kitab Al-Da’awat”, nomor: 3353).

Adapun selain doa, terdapat juga ucapan yang dapat dilakukan sebagaimana yang Rasulullah lakukan. Saat mendengar musibah menimpa seseorang, Rasulullah SAW menganjurkan untuk senantiasa mengucapkan:

مِنْهَا خَيْرًا لَهُمْ فْ وَأَخْلِمُصِيبَتِهِمْ، فِي أجرْهُم اللَّهُمَّ رَاجِعُونَ، إِلَيْهِ وَإِنَّا لِلَّهِ إِنَّا

Arab-latin: Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, Allahumma ajirhum fii mushibatihim, wa akhlif lahum khoiron minha

Artinya: Sesungguhnya kita milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kita akan kembali. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan berilah ganti yang lebih baik.

Doa Memohon Perlindungan dari Bencana

Doa bisa diamalkan kapan saja, termasuk ketika memohon perlindungan dari bencana. Amalkan doa ini seraya berpasrah kepada Allah SWT dan yakin bahwa hanya Allah SWT satu-satunya yang Maha Kuasa atas segala kejadian.

Berikut beberapa bacaan doa yang bisa dibaca untuk memohon perlindungan dari datangnya bencana:

1. Doa agar terhindar dari bencana

Dalam Hadits Abu Daud dan Tirmidzi dari Ustman bin Affan radhiyallahu’anhu, dirinya pernah mendengar Rasulullah SAW memanjatkan doa agar terhindar dari bahaya. Berikut bacaan doanya:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Arab Latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat). Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).”

2. Doa memohon perlindungan

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

Arab Latin: Allahumma inni a-‘udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, janganlah sampai aku tersesat atau disesatkan (syaitan atau orang jahat), tergelincir atau digelincirkan orang lain, menganiaya atau dianiaya orang lain, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang lain.” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi).

3. Doa memohon keselamatan

اَللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَدَنِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى سَمْعِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَصَرِ

Arab Latin: Allahumma afini fi badani allahumma afini fi sam’i allahumma afini fi bashari la ilaha illa anta.

Artinya : “Ya Allah, sehatkanlah badan ku. Ya Allah sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah sehatkanlah penglihatanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau”.

4. Doa berlindung dari takdir buruk

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.

Arab latin: Allahumma innii a-‘uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh.” (HR Bukhari dan Muslim).

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Shalat Istisqa dan Tata Caranya Sesuai Syariat


Jakarta

Doa shalat istisqa dibaca untuk memohon turunnya hujan. Amalan sunnah ini dilakukan ketika suatu wilayah mengalami kekeringan atau kemarau panjang.

Menukil buku Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 2 karya Prof Wahbah Az-Zuhaili, secara bahasa istisqa artinya meminta hujan. Sementara itu, menurut syariat istisqa berarti meminta hujan dari Allah SWT ketika semua orang membutuhkannya.

Terkait shalat istisqa ini juga dijelaskan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Abbad bin Tamim, ia berkata:


“Sesungguhnya Rasulullah mengajak orang-orang keluar untuk memohon turunnya hujan. Beliau shalat dua rakaat bersama mereka, dan beliau membaca dengan suara keras. Setelah memindahkan kain selendang, beliau mengangkat kedua tangannya, lalu berdoa memohon diturunkan hujan sambil menghadap kiblat.” (HR Bukhari)

Doa Shalat Istisqa: Arab, Latin dan Terjemahnya

Terdapat berbagai versi doa shalat istisqa yang dapat dibaca oleh kaum muslimin. Dikutip dari buku Super Lengkap Shalat Sunnah susunan Ubaidurrahim El-Hamdy, berikut bacaannya.

1. Doa Shalat Istisqa Versi Pertama

Doa shalat istisqa versi pertama ini merujuk pada hadits Abu Dawud, Hakim, dan Baihaqi.

اللَّهمَّ اسْقِنَا عَيْنَا مُغْنِنَا رَبَّنَا نَافِعًا غَيْرُ ضَارِ عَاجِلا غَيْرُ آحِلٍ.

Arab latin: Allaahumasqinaa ghaitsan mughiitsan naafi’an ghairu dhaarin ‘aajilan ghairu aajilan. marii-an

Artinya: “Ya Allah turunkanlah kepada kami hujan yang menyejukkan, menggembirakan dan membawa manfaat serta tidak membawa mudharat, dengan segera tanpa ditunda.” (HR Abu Dawud, Hakim, dan Baihaqi)

2. Doa Shalat Istisqa Versi Kedua

Selanjutnya, doa shalat istisqa versi kedua merujuk pada hadits Abu Dawud,

اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِكَ، وَاشْرُ رَحْمَكَ وَأَحْيِ بَلْدَكَ البَيتِ

Arab latin: Allaahumas qi ‘ibaadaka wa bahaa-imika, wan syur rah- mataka wa ahyi baldakal mayyit.

Artinya: “Ya Allah, hujanilah hamba-hamba-Mu dan juga binatang-binatang-Mu, tebarkanlah kasih sayang-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati (gersang) ini.” (HR Abu Dawud)

3. Doa Shalat Istisqa Versi Ketiga

Sementara itu, doa shalat istisqa versi ketiga didasarkan pada hadits Abu Dawud dan Hakim.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَانِ الرَّحِيمِ ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ لاإِلَهَ إِلَّا اللَّهَ فَعَلَ مَا يُرِيدُ اللَّهُم أَتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَّكَ أَنتَ الْغَنِي وَبَحْنُ الْفُقَرَاءَ، أُنزِلَ عَلَيْنَا الْغَيْتَ، وَاجْعَلْ مَا أَنزَلْتَ لنَا قُوةً وبلاغا إِلَى حِينٍ.

Arab latin: Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maaliki yaumid diin. Laa ilaaha illaallaahu yaf’alu maa yuriid, allaahumma antallaahu laa ilaaha illaa anta, antal ghaniyyu wa nahnul fuqaraa’, anzil ‘alainal ghait- sa, waj’al maa anzalta lanaa quwwatan wa ballaaghan ilaa hiinin.

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan, (Al-Fatihah 2-4). Tiada Tuhan selain Allah Yang Melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Ya Allah, Engkau Allah yang tiada Tuhan selain Engkau. Engkau kaya dan kami tidak memiliki apa-apa. Turunkanlah hujan kepada kami. Dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan kepada kami sebagai kekuatan yang menembus waktu.” (HR. Abu Dawud dan Hakim)

Tata Cara Shalat Istisqa

Menukil buku Fikih Sunnah susunan Sayyid Sabiq, tata cara shalat istisqa ialah sebagai berikut.

  • Mengerjakan sholat dua rakaat secara berjamaah
  • Rakaat pertama membaca surah Al Fatihah dan surah Al A’la
  • Rakaat kedua membaca surah Al Fatihah dan surah Al Ghasyiyah
  • Imam membaca khutbah. Pada khutbah pertama khatib membaca istighfar sebanyak sembilan kali dan pada khutbah kedua membaca istighfar tujuh kali.
  • Setelah selesai berkhutbah, imam menghadap kiblat seraya mengubah (memutar) pakaiannya. Yang kanan diputar ke sebelah kiri dan yang kiri diputar ke sebelah kanan, diikuti oleh semua jemaah yang hadir. Untuk kemudian bersama-sama berdoa
  • Membaca doa kepada Allah SWT

Demikian doa shalat istisqa dan tata caranya yang bisa dipahami oleh kaum muslimin. Semoga bermanfaat.

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Dzikir Nabi Ayub AS saat Sakit untuk Meminta Kesembuhan


Jakarta

Sakit merupakan suatu ujian yang tidak dapat kita hindari. Dzikir Nabi Ayub AS adalah doa yang dipanjatkan ketika sedang ditimpa ujian dari Allah SWT dalam bentuk penyakit.

Semasa hidupnya, tubuh Nabi Ayub AS diselimuti rasa sakit yang tak terhingga, tapi hatinya teguh dalam kesabaran. Dalam keterpurukan, dia berdzikir, “Hanya pada-Mu aku memohon kesembuhan”.

Ujian dalam bentuk penyakit tersebut tidak pernah membuat Nabi Ayub AS menyerah pada imannya kepada Allah SWT. Ujian tersebut melahirkan kesabaran yang luar biasa sehingga Allah SWT mendengar doanya dan memberikan kesembuhan sebagai balasan atas ketabahan dan kepercayaannya.


Nah, dalam artikel ini, kita akan mempelajari tentang dzikir Nabi Ayub AS yang dilantunkan saat memohon kesembuhan dari penyakit yang sedang menimpa. Untuk memahaminya, simak pembahasannya sebagai berikut.

Penyakit Dalam Islam

Dikutip dari buku Bahagia Ketika Sakit: Meraih Kemuliaan di Tengah Ujian Iman oleh Abu Muhammad Rafif Triharyanto, banyak yang masih salah paham tentang penyakit yang diberikan oleh Allah SWT.

Masih banyak orang yang beranggapan bahwa penyakit adalah wujud murka dan laknat Allah SWT. Bahkan, beberapa orang kemudian menggugat dan memprotes Allah SWT terkait dengan penyakit yang menimpanya.

Sebenarnya, rasa sakit justru merupakan ujian yang menunjukkan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Sakit merupakan sarana untuk bisa lebih dekat dengan Allah SWT dan penghapusan dosa-dosa.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT ketika mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka, menguji dengan musibah. Siapa yang ridho dengan musibah itu dengan ujian Allah SWT, maka Allah SWT akan ridho kepadanya. Sebaliknya siapa yang marah dengan musibah itu, maka dia akan mendapatkan murka dari Allah SWT.” (Hr. Ahmad dan Tirmidzi).

Maka dari itu, bagi hamba Allah SWT yang beriman, datangnya musibah berupa penyakit perlu disikapi dengan rasa sabar dan ikhlas. Karena Allah SWT sedang menunjukkan cinta dan kasih sayang-Nya. Betapa mulia dan istimewanya orang yang sedang ditimpa sakit karena sakitnya itu menjadi bukti dan kasih sayang Allah SWT padanya.

Bacaan Dzikir Nabi Ayub

Bagi umat Islam yang sedang dilanda dengan sebuah penyakit, maka sebaiknya sabar dan tetap berdoa meminta kesembuhan kepada Allah SWT. Kita harus tetap bertawakat dan berprasangka kepada Allah SWT sambil terus berdoa memohon kesembuhan.

Berikut ini adalah dzikir Nabi Ayub AS yang tertulis dalam Al Quran Surat Al-Anbiya ayat 83: https://www.detik.com/hikmah/quran-online/al-anbiya

… رَبَّهٗٓ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Bacaan latin: … Rabbahu anni massaniyad-durru wa anta ar-hamur-rahimin.

Artinya: “… Ya Rabb, sesungguhnya aku telah ditimpa suatu penyakit, padahal Engkau Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang.”

Keteladanan Nabi Ayub AS

Meski mengalami ujian dengan penyakit yang luar biasa, Nabi Ayub AS tidak pernah meragukan takdir Allah SWT. Dzikir yang dilantunkan oleh Nabi Ayub AS mencerminkan tawakal dan keimanan yang tidak tergoyahkan.

Dalam situasi yang sangat buruk, Nabi Ayub AS tetap berbaik sangka kepada Allah SWT. Sikapnya yang tidak tergoyahkan dalam ujian mengajarkan kita sebagai umat Islam tentang pentingnya bersabar dalam menghadapi cobaan.

Sambil berserah kepada Allah SWT dengan melantunkan dzikir Nabi Ayub AS, kita juga tentu harus melakukan berbagai macam usaha untuk bisa sembuh. Usaha tersebut bisa dilakukan dengan cara mendatangi dokter untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.

Kisah Nabi Ayub AS ini memberikan kita pelajaran berharga bawah ujian penyakit merupakan bagian dari rencana-Nya, dan dengan bersabar, kita bisa mendapatkan keberkahan dan kesembuhan. Keteladanan ini mengajarkan bahwa dalam kesulitan, tawakal dan kesabaran membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.

Wallahu a’lam.

(hnh/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Setelah Sholat Tahajud, Dibaca agar Keinginan Cepat Terkabul


Jakarta

Setelah sholat Tahajud hendaknya memanjatkan doa kepada Allah SWT. Kita bisa meminta apapun yang diinginkan ketika berada di sepertiga malam.

Deni Lesmana dalam bukunya Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan, mengatakan sholat tahajud di sepertiga malam adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Waktunya adalah mendekati waktu Subuh atau di waktu sahur.

Informasi ini merujuk pada firman-Nya dalam surah Az-Zariyat ayat 18, di mana Allah berfirman,


وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

Artinya: “dan pada akhir malam, mereka memohon ampunan (kepada Allah SWT).”

Rasulullah SAW pun menyampaikan tentang keutamaan sholat tahajud dalam hadisnya, “Puasa paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, sementara sholat paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam.” (HR Muslim).

Dalam riwayat lain mengatakan bahwa waktu sepertiga malam ini adalah waktu di mana Allah SWT turun ke langit dunia, Rasulullah SAW bersabda, “Tuhan kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya, kemudian berfirman, ‘Orang yang berdoa kepadaKu akan Kukabulkan. Orang yang meminta sesuatu kepadaKu akan kuberikan. Orang yang meminta ampunan dariKu akan Kuampuni,” (HR Bukhari dan Muslim).

Walaupun pada dasarnya doa tidak terikat oleh waktu dan tempat tertentu, bagi seorang Muslim, penting untuk memperhatikan waktu-waktu yang dianggap istimewa (musjatab) dalam berdoa, dengan harapan doanya dapat lebih mudah dikabulkan.

Doa Setelah Sholat Tahajud: Arab, Latin, Artinya

Menukil Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap karya Nasrullah dan Tim Shahih, berikut doa setelah sholat tahajud yang bisa dipanjatkan.

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Bacaan latin: Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus-samawati wal ardhi wa man fi hinna, wa lakal hamdu anta malikus-samawati wal ardhi wa man fi hinna, wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fi hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqa’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haq. Was sa’atu haq. Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wailaika hakamtu, fagfirli maqaddamtu, wama akhkhartu, wama asrartu, wama a’lantu, wama anta a’lamu bihi minni, antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. La ilaha illa anta, wala haula wa la quwwata illa billah.

Artinya: “Wahai Rabb, Tuhan kami. Segala puji bagiMu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagiMu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagiMu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagiMu, Engkau Maha Benar. JanjiMu benar, pertemuan denganMu kelak itu benar, firmanMu benar adanya, surga itu nyata, neraka pun demikian, para nabi itu benar demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar, hari Kiamat itu benar.

Ya Tuhanku, hanya kepadaMu aku berserah, hanya kepadaMu juga aku beriman. KepadaMu aku pasrah, hanya kepadaMu aku kembali. KarenaMu aku rela bertikai, hanya padaMu dasar putusanku. Karena itu ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian, tiada Tuhan selain Engkau, tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah SAW.” (HR Bukhari dan Muslim).

Keutamaan Sholat Tahajud

Terdapat berbagai keutamaan dan manfaat yang dapat diperoleh dengan menunaikan sholat tahajud. Menyitir buku Shalat Tahajud Cara Rasulullah SAW Sesuai Al-Quran dan Hadist karya Ust. Hamdi El-Natary, berikut keutamaannya.

  • Mendapat pahala berlimpah
  • Termasuk golongan orang beriman
  • Mendapat kedudukan terpuji di dunia dan akhirat
  • Mendapat ampunan dari Allah SWT

(hnh/lus)



Sumber : www.detik.com

Kumpulan Doa Pelunas Utang, Panjatkan agar Diberi Kemudahan


Jakarta

Syariat Islam mengatur segala aspek kehidupan sehari-hari, termasuk soal utang piutang. Kewajiban membayar utang turut dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al Baqarah ayat 283,

وَإِن كُنتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا۟ كَاتِبًا فَرِهَٰنٌ مَّقْبُوضَةٌ ۖ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ ٱلَّذِى ٱؤْتُمِنَ أَمَٰنَتَهُۥ وَلْيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥ ۗ وَلَا تَكْتُمُوا۟ ٱلشَّهَٰدَةَ ۚ وَمَن يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُۥٓ ءَاثِمٌ قَلْبُهُۥ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

Artinya: “Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”


Sebetulnya konsep utang piutang bertujuan untuk memberi kemudahan bagi orang yang sedang kesulitan. Dikatakan dalam buku Panduan Muslim Sehari-Hari karya Dr. KH. M. Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha, memberi utang dianjurkan sebagai hadiah berpahala karena menolong saudara sesama muslim.

Syariat Islam memberikan hak kepada orang yang memberi utang untuk menagih harta yang dipinjamkannya apabila orang yang berutang dalam keadaan mampu dan memiliki harta yang cukup untuk membayar utangnya. Meski demikian, Islam mengharamkan (tidak diperkenankan) untuk menagih utang kepada orang yang sedang berada dalam keadaan tidak mampu untuk membayar utang. Pemberi pinjaman wajib menunggu sampai orang yang berutang dalam kondisi lapang.

Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 280,

surat Al-Baqarah ayat 280, Allah SWT berfirman:

وَإِن كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَن تَصَدَّقُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: “Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”

Berkaitan dengan itu, ada juga doa pelunas utang yang dapat dibaca. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Jihad Keluarga: Membina Rumah Tangga Sukses Dunia Akhirat susunan A Fatih Syuhud.

Kumpulan Doa Pelunas Utang

1. Doa Pelunas Utang Versi Pertama

اللَّهُمَّ يَا فَارِجَ الْهَمِّ ، كَاشِفَ الْغَمِّ ، مُجِيبَ دَعْوَةَ الْمُضْطَرِّينَ ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَرَحِيمَهُمَا ، أَنْتَ تَرْحَمُنِي ، فَارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

Arab latin: Allahumma ya farijal ham kasyifal gham mujiba da’watal mudhthorriin rahmanad dunya wal akhirah warahimahuma anta tarhamuni farhamni rahmatan tughnini biha rahmati man siwak.

Artinya: “Ya Allah, yang menghilangkan kerisauan, Maha Mengikis gundah gulana, Maha mengabulkan doa orang yang menderita. Engkau Maha Pengasih kepada seisi dunia dan akhirat dan menyayangi keduanya. Engkau mengasihiku, berilah aku rahmat yang membuatku tidak memerlukan lagi pertolongan selain dari-Mu.

2. Doa Pelunas Utang Versi Kedua

Menukil buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki oleh KH Sulaeman bin Muhammad Bahri, doa pelunas utang versi kedua ini dapat dibaca agar Allah SWT membuka pintu rezeki. Berikut bunyinya,

اَللهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ اَنْ تَرْزُقَنِىْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَمَشَقَّةٍ وَلاَضَيْرٍ وَلاَنَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

Arab latin: Alllhumma innii as’aluka antarzuqunii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’abin walaa musyaqqotin walaa dhairin wala nashabin innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir

Artinya: “Ya Allah, aku minta kepada-Mu akan pemberian rezeki yang halal, luas, baik tanpa repot, dan kemelaratan dan tanpa keberatan dan sesungguhnya Engkau maha atas segala sesuatu.”

3. Doa Pelunas Utang Versi Ketiga

Selain itu, doa pelunas utang versi lainnya dibaca agar terhindar dari utang.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Arab latin: Allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazan, wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’uudzu bika min qahrir rijaal.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesumpekan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari ketakutan dan kekikiran, dari lilitan hutang dan kezaliman orang-orang.”

4. Doa Pelunas Utang Versi Keempat

اَللَّهُمَّ يَسِّرْ وَ لَا تُعَسِّرْ

Arab latin: Allahumma yassir walaa tu’assir

Artinya: “Ya Zat yang memudahkan segala yang sulit, mudahkanlah jangan Engkau persulit.”

Setelah ikhtiar dan membaca doa pelunas utang, kaum muslimin harus memperhatikan sejumlah hal agar doa terkabul. Mengutip buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah tulisan Abdullah Zaedan, hendaknya doa dibaca dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

Selain itu, doa diawali dengan pujian terhadap Allah SWT dan membaca sholawat kepada Rasulullah SAW. Ketika berdoa sebaiknya tidak tergesa-gesa, usahakan dibaca dalam keadaan lapang maupun susah.

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa agar Dimudahkan Segala Urusan: Arab, Latin dan Arti


Jakarta

Doa agar dimudahkan segala urusan bisa dipanjatkan kaum muslimin ketika memiliki hajat tertentu. Allah SWT bahkan menganjurkan umat Islam untuk senantiasa berdoa kepada-Nya sebagaimana tercantum dalam surah Al Mukmin ayat 60,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”


Rasulullah SAW turut menyebut dalam haditsnya bahwa Allah SWT menyukai orang-orang yang berdoa. Dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam berdoa.” (HR Hakim)

3 Doa agar Dimudahkan Segala Urusan

Menukil dari buku Doa Mengundang Rezeki karya Islah Susmian, berikut sejumlah doa yang dapat dibaca agar dipermudah segala urusan.

1. Doa Dimudahkan Segala Urusan Versi Pertama

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Arab latin: Ya hayyu ya qayyumu birahmatika astaghitsu, ashlih li sya’ni kullahu wala takilni ila nafsi tharfata ‘ainin abadan

Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmatMu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dariMu selamanya.” (HR Tirmidzi).

2. Doa Dimudahkan Segala Urusan Versi Kedua

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Arab latin: Robbanaa laa tuaa khidznaa innasiinaa au akhtho’na, robbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘ala al ladziina min qoblinaa, robbana walaa tuhammilnaa maa laa thoo qatalanabih, wa’ fuanna waghfirlanaa warhamnaa, anta maulana fansurnaa ‘ala al qaumilkaafiriin

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kamu memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir,” (QS Al Baqarah 286).

3. Doa Dimudahkan Segala Urusan Versi Ketiga

اللهم الطف بي في تيسير كل عسير، فإن تيسير كل عسير عليك يسير، وأسألك اليسر والمعافاة في الدنيا والآخرة

Arab latin: Allaahummalthuf bii fii taisiiri kulli ‘asiirin, fa inna taisiira kulli ‘asiirin ‘alaika yasiir, as ‘alukal yusra wal mu’aafaata fid dun-yaa wal aakhirati

Artinya: “Ya Allah, berilah taufik, kebajikan, atau kelembutan kepadaku dalam hal kemudahan pada setiap kesulitan, karena sesungguhnya kemudahan pada setiap yang sulit adalah mudah bagiMu, dan aku mohon kemudahan serta perlindungan di dunia dan di akhirat.” (HR Thabrani).

Itulah beberapa versi doa dimudahkan segala urusan yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin. Semoga bermanfaat.

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com

Doa Orang Terzalimi Disebut Mustajab, Begini Bacaannya


Jakarta

Ada sejumlah doa yang disebut mustajab atau kecil kemungkinan tak dikabulkan. Salah satunya doa orang terzalimi.

Mustajabnya doa orang terzalimi disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Aslam bahwa Umar RA menjadikan seorang budaknya yang bernama Hunay untuk menjaga himaa (tempat penggembala ternak). Umar berkata, “Wahai Hunay, janganlah kau menzaimi orang-orang muslim dan takutlah dari doa orang yang terzalimi, karena sesungguhnya doa orang yang dizalimi terkabulkan.”

Umar RA melanjutkan bicaranya, “Izinkanlah orang-orang yang hanya memiliki sedikit unta dan sedikit domba untuk masuk ke dalam himaa tersebut. Jangan utamakan ternak Ibnu Auf dan ternak Ibnu Affan. Karena jika ternak keduanya rusak, mereka dapat kembali kepada pohon-pohon kurma dan tanaman mereka.


Dan sesungguhnya, jika ternak milik orang-orang yang memiliki sedikit unta dan sedikit domba rusak, maka mereka mendatangi saya dengan membawa anak-anak mereka, seraya berkata, ‘Wahai Amirul Mukminin, wahai Amirul Mukminin, apakah saya biarkan mereka terlunta-lunta?’

Menyediakan air dan rerumputan lebih ringan bagi saya daripada memberikan emas dan perak. Demi Allah, sesungguhnya mereka melihat saya telah menzalimi saya. Sesungguhnya ini adalah negeri mereka. Pada masa jahiliah, mereka berperang melindunginya dan mereka masuk Islam agar tetap di dalamnya.

Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seandainya bukan karena harta (unta ternak lainnya) yang saya siapkan fi sabilillah, pasti saya tidak akan menjadikan sejengkal tanah mereka sebagai himaa.” (HR Bukhari)

Hadits tersebut terdapat dalam kitab Mukhtashar Shahih Bukhari yang disusun M. Nashiruddin Al-Albani (Syekh Al-Albani) dan diterjemahkan Abdul Hayyie al-Kattani dan A. Ikhwani.

Ada hadits lain yang menyebut doa orang terzalimi termasuk satu dari tiga yang mustajab. Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi, Allah akan mengangkatnya di bawah naungan awan pada hari kiamat, pintu-pintu langit akan dibukakan untuknya seraya berfirman: Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski setelah beberapa saat.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Doa Orang Terzalimi: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

Ada sejumlah bacaan doa orang terzalimi yang terdapat dalam Al-Qur’an. Salah satunya dalam surah Al Qasas ayat 21.

رَبِّ نَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ

Rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn(a).

Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”

Ada juga bacaan doa agar terhindar dari orang zalim. Doa ini terdapat dalam surah Al Mu’minun ayat 94.

رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِيْ فِى الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ

Rabbi falā taj’alnī fil-qaumiẓ-ẓālimīn(a).

Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku termasuk kaum yang zalim.”

Anjuran Menolong orang yang Dizalimi

Ulama terkemuka asal Mesir Yusuf Qardhawi dalam Fiqh Al-Jihad yang diterjemahkan Irfan Maulana Hakim dkk menyebutkan sebuah hadits shahih yang berisi anjuran menolong saudara yang dizalimi.

Rasulullah SAW bersabda, “Tolonglah saudaramu yang zalim dan yang dizalimi.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kami menolongnya karena ia dizalimi, lalu bagaimana kami menolong orang zalim?” Beliau menjawab, “Mencegahnya dari kezaliman, karena itu adalah pertolongan untuknya.”

Melawan kezaliman juga termasuk jihad dalam Islam. Dalam beberapa hadits dikatakan jihad semacam ini adalah jihad yang paling utama, sebagaimana diriwayatkan Thariq ibn Syihab Al-Bajali RA bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apa jihad yang paling utama?” Beliau menjawab, “Menyampaikan kalimat kebenaran kepada penguasa yang zalim.”

(kri/lus)



Sumber : www.detik.com

Kumpulan Doa Kesembuhan untuk Orang Sakit



Jakarta

Kesehatan adalah anugerah berharga yang harus dijaga dengan baik. Ketika sakit, doa adalah salah satu cara untuk memohon dan meminta kesembuhan kepada Allah SWT.

Sembuh dari penyakit adalah keinginan setiap orang yang sedang sakit. Berikut beberapa doa kesembuhan orang sakit.

Doa Kesembuhan untuk Orang Sakit

Doa yang Dibaca Orang yang Sakit

Dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil, berikut bacaan doa kesembuhan yang bisa dibaca oleh orang yang sakit:


Doa Pertama

بِسْمِ اللهِ أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَ أَحَاذِرُ

Bacaan latin: Bismillaah (3 kali), a’uudzu bi ‘izzatillaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7 kali).

Artinya: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari kejahatan yang menimpaku dan yang aku takuti.” (HR. Muslim)

Doa Kedua

بِسْمِ اللهِ أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ مِنْ وَجَعِي هَذَا.

Bacaan latin: Bismillaah a’uudzu bi ‘izzatillaah wa qudratihi min syarri maa ajidu min waja’ii haadzaa.

Artinya: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah, dari kejahatan penyakit yang aku derita ini.” (HR Tirmidzi)

Doa Kesembuhan yang Dibaca oleh Orang yang Menjenguk

Dikutip dari kitab Al-Adzkar oleh Al-Imam An-Nawawi, Rasulullah SAW telah mengajarkan beberapa doa kesembuhan orang sakit yang dibaca oleh orang yang menjenguk. Beberapa di antaranya yaitu:

Doa Pertama

Membaca ta’awudz pada sebagian keluarga, sambil mengusap dengan tangan kanan, lalu berucap,

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Bacaan latin: Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’an laa yughadiru saqaman

Artinya: “Ya Allah, Tuhannya manusia, hilangkanlah rasa sakit, sembuhkanlah, Engkau-lah Dzat Yang Menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.”

Doa Kedua

Meletakkan tangan pada bagian tubuh yang sedang sakit, sambil membaca,

بِسْمِ اللّهِ

Bacaan latin: Bismillah (3x)

Artinya: “Dengan Nama Allah”

Kemudian membaca doa ini sebanyak tujuh kali,

أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Bacaan latin: A’udzu bi ‘izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir

Artinya: “Aku berlindung dengan keperkasaan dan kuasa Allah dari keburukan apa yang aku rasakan dan apa yang aku khawatirkan.”

Doa Ketiga

Ketika Rasulullah SAW menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash, beliau membaca,

اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

Bacaan latin: Allahummasyfi Sa’dan. Allahummasyfi Sa’dan. Allahummasyfi Sa’dan

Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad. Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad. Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad.”

Doa Keempat

Jika menjenguk orang sakit yang belum tiba ajalnya, ucapkan doa ini tujuh kali,

أَسْأَلُ الله العَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

Bacaan latin: As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka

Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhannya Awasy yang agung, semoga Dia menyembuhkanmu,”

Doa Kelima

Doa malaikat Jibril untuk Rasulullah SAW yang sedang sakit,

بِاسْمِ اللهِ، أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ مِنْ شَرِ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيْكَ

Bacaan latin: Bismillahi arqika min kulli syai’in yu’dzika min syarri kulli nafsin aw ainin haasidin, Allahu yasyfika bismillahi arqika

Artinya: “Dengan Nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari keburukan segala jiwa atau mata yang dengki. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan Nama Allah aku meruqyahmu.”

Demikian beberapa doa yang dapat dibaca untuk memohon kesembuhan dari sakit. Lafalkan doa dengan ikhlas dan hanya berharap kesembuhan datangnya dari Allah SWT.

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

3 Doa Saat Mendengar Petir Sesuai Ajaran Rasulullah SAW



Jakarta

Petir adalah salah satu tanda kekuasaan Allah SWT. Suara petir yang menggelegar kerap kali membuat orang yang mendengarnya akan merasa takut dan khawatir. Dalam Islam, terdapat anjuran untuk berdoa ketika mendengar petir.

Termaktub dalam surah Al Baqarah ayat 20 , Allah SWT berfirman,

يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ اَبْصَارَهُمْ ۗ كُلَّمَآ اَضَاۤءَ لَهُمْ مَّشَوْا فِيْهِ ۙ وَاِذَآ اَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوْا ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَاَبْصَارِهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ࣖ ٢٠


Artinya: “Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu. Apabila gelap menerpa mereka, mereka berdiri (tidak bergerak). Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Petir merupakan bentuk tasbih kepada Allah SWT. Termaktub dalam surah Ar Ra’d ayat 13, Allah SWT berfirman,

وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ ١٣

Artinya: “Guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Mahakeras hukuman-Nya.”

Ketika mendengar petir, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa. Hal ini bertujuan untuk melindungi diri dan mengurangi rasa takut.

Lantas, bagaimana doa mendengar petir? Berikut beberapa doa mendengar petir sesuai ajaran Rasulullah SAW.

Doa Mendengar Petir

Dikutip dari kitab Al-Adzkar oleh Al-Imam An-Nawawi, berikut beberapa doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika mendengar petir:

Doa Pertama

Jika mendengar suara guruh dan petir, Rasulullah SAW berucap,

اللَّهُمَّ لَا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلَا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذُلِكَ

Bacaan latin: Allahumma laa taqtulnaa bighadhabika wala tuhlikna biadzabika waafina qobla dzalika

Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau membunuh kami dengan murka-Mu, dan jangan binasakan kami dengan azab-Mu, serta selamatkanlah kami sebelum itu” (HR Ahmad dan lainnya)

Doa Kedua

Jika mendapati petir, kilat, dan hujan lalu mengucapkan doa ini tiga kali, maka ia akan selamat dari petir tersebut.

سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ.

Bacaan latin: Subhaanalladzii yusabbikhurra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih

Artinya: “Mahasuci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya dan juga para malaikat karena takut kepada-Nya.” (HR Thabrani)

Doa Ketiga

سُبْحَانَ مَنْ سَبَّحَتْ لَهُ.

Bacaan latin: Subhaana man subhatlahu

Artinya: “Mahasuci Allah yang petir itu bertasbih kepada-Nya.” (HR Asy-Syafi’i dan lainnya)

Dirangkum dari buku Pasti Terkabul oleh Thoriq Anwar, menurut sains, petir merupakan gejala alam karena pelepasan medan listrik yang menembus lapisan-lapisan udara sehingga menimbulkan listrik. Petir terbentuk dari muatan-muatan yang dibawa oleh awan.

Dalam pandangan Islam, petir memiliki banyak istilah, seperti Ar Ra’d, Ash Shawa’iq, dan Al Barq. Ar Ra’d digunakan untuk menyebut geledek atau suara petir, sedangkan Ash Shawa’iq dan Al Barq digunakan untuk menyebut kilatan petir.

Terdapat perbedan dalam pembentukan petir antara sains dan Islam.Dalam hadits marfu’, Rasulullah SAW mengatakan bahwa Ar Ra’d adalah malaikat pengatur awan dan bersamanya ada pengoyak api yang bertugas memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah SWT.

Meski berbeda pendapat, keduanya memiliki kesamaan yaitu sama-sama suara yang ditimbulkan karena sebuah gerakan. Sebagai seorang beriman, hendaknya membaca doa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Petir juga bertasbih kepada Allah SWT. Artinya, petir merupakan ciptaan Allah SWT, sama seperti manusia. Maka tidak dibenarkan jika petir dianggap sebagai Yang Maha Adidaya, apalagi menjadikan petir sebagai sesembahan.

Wa’allahu a’lam.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com