Tag Archives: doa

Bacaan Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara Beserta Latin dan Artinya


Jakarta

Terdapat banyak doa harian yang bisa diamalkan umat muslim. Mulai dari bangun tidur, masuk kamar mandi, keluar kamar mandi, berpakaian, hingga naik kendaraan.

Doa naik kendaraan diperuntukkan agar terhindar dari marabahaya, mendapatkan perlindungan dan mendapat keberkahan selama perjalanan. Berikut bacaannya beserta latin dan artinya.

Doa Naik Kendaraan

Kendaraan terbagi menjadi tiga yaitu darat, laut, dan udara. Kamu bisa mengamalkan doa-doanya ketika menaiki salah satu kendaraan tersebut.


Doa Naik Kendaraan Darat

Ketika menaiki kendaraan darat, hendaknya seorang muslim selalu mengingat Allah. Di samping itu memberikan kemudahan untuk pejalan kaki. Mengutip laman Baznas Jabar, adapun doa yang dapat dibacakan yaitu:

سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْن
“Subhaanalladzi sakhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbina lamunqolibuun.”

Artinya: “Maha suci Allah yang memudahkan ini (kendaraan) bagi kami dan tiada kami mempersekutukan bagi-Nya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

Jika dahulu, kendaraan yang dipakai Rasulullah aalah unta, kuda atau keledai, kini ada motor, mobil, hingga kereta yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan. Mengutip buku Kumpulan Dzikir dan Doa Shohih, Tuntunan Hidup 24 Jam oleh Anshari Taslim, kita tetap dianjurkan utuk mengucap doa tersebut dengan ikhlas dan penuh keyakinan. Tujuannya hanya untuk mengharap ridha dari Allah SWT, sehingga kendaraan yang dinaiki berkah, tidak menyusahkan dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Doa Naik Kendaraan Laut

Banyak orang yang melakukan perjalanan menggunakan kapal atau perahu. Dinukil dari buku 100 Doa Harian untuk anak oleh Nurul Ihsan, Allah berfirman dalam surat Al Isra ayat 66:

رَبُّكُمُ الَّذِيْ يُزْجِيْ لَكُمُ الْفُلْكَ فِى الْبَحْرِ لِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّهٗ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا
Rabbukumulladzî yuzjî lakumul-fulka fil-baḫri litabtaghû min fadllih, innahû kâna bikum raḫîmâ

Artinya:

Tuhanmulah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu agar kamu mencari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penyayang terhadapmu.

Ketika melakukan perjalanan dengan kendaraan laut dan melakukan perjalanan membelah lautan, umat muslim dituntun untuk selalu memohon rahmat, cinta dan maaf dari Allah agar selalu mendapat keselamatan. Sehingga, dalam perjalanan laut hendaknya membaca doa:

بِسْمِ اللهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Bismillaahi majreehaa wa mursaahaa inna robbii laghofuurur rohiim.”

Artinya: “Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Doa Naik Kendaraan Udara

Tak hanya kendaraan darat dan laut, ada doa yang dapat dipanjatkan untuk perjalanan udara. Jadi, ketika menaiki pesawat atau helikopter, kamu bisa membaca doa berikut:

اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ
“Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl.”

Artinya: Ya Allah, mudahkanlah kami bepergian ini dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam bepergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.”

Doa Setelah Sampai Tujuan

Setelah sampai tujuan, hendaknya kita mengucapkan doa yang berisi rasa syukur atas keselamatan yang Allah berikan. Berikut bacaan beserta artinya:

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِىْ سَلَّمَنِىْ وَالَّذِىْ آوَانِى وَالَّذِىْ جَمَعَ الشَّمْلَ بِىْ

Alhamdulillahil ladzi sallamani wal ladzi awani wal ladzi jama’asy syamla bii

Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah menyelamatkan aku dan yang telah melindungiku dan yang mengumpulkanku dengan keluargaku.

Itulah doa naik kendaraan darat, laut, dan udara yang dapat dipanjatkan untuk memohon keselamatan. Yuk, amalkan doa-doa ini agar perjalanan kita mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Doa Makan dan Adabnya Sesuai Tuntunan Rasulullah


Jakarta

Makan menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia. Dalam Islam, Rasulullah SAW mengajarkan doa makan dan adab makan yang bisa dilakukan umatnya.

Doa makan bisa dipanjatkan sebelum dan setelah makan. Apabila lupa membaca doa sebelum makan, Rasulullah SAW juga telah mengajarkan doa begitu teringat.

Dikutip dari buku Doa Harian Pilihan untuk Anak karya Muhammad Rayhan, berikut bacaan doa sebelum makan, doa sesudah makan, dan doa ketika lupa membaca doa makan.


Doa sebelum Makan

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Arab-latin: Allaahumma baarik lanaa fiima rozaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban nar.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami dengan rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami, dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.”

Doa sesudah Makan

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Arab-latin: Alhamdulillaahil ladzii ath’amanaa wa saqoonaa wa ja’alanaa minal muslimiin.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, dan telah menjadikan kami sebagai seorang muslim.”

Doa ketika Lupa Membaca Doa Makan

بِسْمِ اللهِ أَوَّلُهُ وَ آخِرُهُ

Arab-latin: Bismillaahi awwaluhu wa aakhiruhu.

Artinya: “Dengan nama Allah (di) permulaannya dan (di) akhirnya.”

Ada sejumlah riwayat yang menceritakan adab makan yang dilakukan dan diajarkan Rasulullah SAW. Dalam buku Penuntun Makan Minum Cara Rasul karya M. Zaka Alfarisi terdapat suatu kisah Umar bin Abu Salma makan bersama Rasulullah SAW.

Diceritakan, saat itu Umar masih kecil, ketika melihat makanan membuatnya sangat berselera, ia tidak tahan lagi, dan segera mengambil makanan yang sudah terhidang itu.

Karena hal itu, tidak ada satu pun mangkok yang terlewat, ia mengambil makanan dari mangkok terdekat hingga yang terjauh. Melihat hal ini Rasulullah SAW menggelengkan kepala, namun beliau masih maklum karena Umar bin Abu Salam masih kecil.

Rasulullah SAW pun berkata, “Nak, baca dulu bismillah. Makan dengan tangan kanan. Dan ambillah makanan-makanan yang dekat dengan mu.” (HR Bukhari)

Selain membaca basmalah, berikut adab makan lainnya dalam Islam seperti dikutip dari buku Adab Muslim Sehari Semalam karya al-Qismul Ilmi Bi Madaril Wathan.

  • Memilih makanan yang halal. Hal ini termaktub dalam surah Al-Baqarah ayat 168. Allah SWT berfirman,

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ١٦٨

Artinya: “Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata.”

  • Berniat ketika makan dan minum menjadi orang yang bertakwa dalam beribadah kepada Allah SWT, supaya dari yang dimakan dan diminum menjadi pahala.
  • Mencuci kedua tangan sebelum dan setelah makan.
  • Tidak makan dan minum dari wadah/piring emas dan perak. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan dari Huzaifah, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“… Dan janganlah kalian minum dengan emas dan perak, dan janganlah kalian makan dengan wadah tersebut, maka sesungguhnya bejana tersebut bagi mereka di dunia dan bagi kita di akhirat.”

  • Ucapkan “Bismillah” ketika mulai makan makan dan ucapkan “Alhamdulillah” ketika selesai makan.
  • Makan dengan tangan kanan, dan carilah makanan yang terdekat.
  • Sunah makan dengan tiga jari dan menjilatinya sesudah makan. Kesunahan ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Ka’ab bin Malik dari ayahnya, ia berkata,

“Rasulullah SAW makan dengan tiga jari lalu menjilat-jilat tangannya sebelum membersihkannya.”

  • Sunah mengambil butiran makanan yang jatuh, lalu membuang yang kotor darinya, dan memakan yang bersih. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

“Apabila sebutir makanan jatuh, maka ambilah lalu buanglah yang kotor darinya, lalu makanlah (yang bersih) dan janganlah kalian tinggalkan makanan untuk setan.”

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Allahumma Inna Nas Aluka Salamatan Fiddin, Doa Selamat Dunia Akhirat


Jakarta

Allahumma inna nas aluka salamatan fiddin adalah salah satu penggalan doa yang biasa dibacakan setelah melakukan sholat fardhu. Berikut bacaan selengkapnya dan maknanya.

Doa tersebut ternyata termasuk dalam doa selamat dunia akhirat. Adapun doa ini dapat dipanjatkan umat Islam untuk mendapat perlindungan dan pengampunan Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Memanjatkan doa adalah sesuatu yang sangat dianjurkan, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Gafir ayat 60,


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Doa Allahumma Inna Nas Aluka Salamatan Fiddin

Menukil buku Majmu Syarif dan Al-Ma’tsurat karya Sulthan Adam, berikut bacaan doa allahumma inna nas aluka salamatan fiddin atau doa selamat dunia akhirat.

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ .رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allaahumma innaa nas aluka salaamatan fiddiini wa ‘aafiyatan fil jasadi waziaadatan fil’ilmi wabarakatan firrizqi wataubatan qablal maut warahmatan ‘indal maut wamaghfiratan ba’dal maut allahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut wa najjata minanaari wal ‘afwa indal hisaab rabbanaa laatuzig quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab rabbana aatinaa fiddunya hasanatan wafil aakhirati hasanatan waqinaa ‘adzaabannaar.

Artinya: “Ya Allah kami mohon pada-Mu keselamatan dalam agama, kesehatan tubuh, tambahan pada ilmu, keberkatan pada rezeki, penerimaan tobat sebelum maut, kasih sayang ketika maut, dan keampunan setelah maut. Ya Allah permudahkanlah kami dalam menghadapi sakarataul maut dan kelepasan dari neraka, dan kemaafan ketika hisab. Ya Allah jangan ragukan hati kami setelah Engkau beri petunjuk dan berilah kepada kami dari-Mu kasih sayang, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Doa Selamat Dunia Akhirat Lainnya

Berikut bacaan doa selamat dunia akhirat selain allahumma inna nas aluka salamatan fiddin, dikutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya Sulaeman bin Muhammad Bahri.

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُوْرِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ حِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ

Allaahumma ahsin ‘aaqibatana fil umuuri kulliha wa ajirnaa min khiyid dunya wa’azaabil aarhirah.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah semua perkara kami berakhir dengan baik, dan selamatkanlah kami dari menerima malu di dunia dan azab di akhirat.”

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fiddunnyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaa ban naar.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّلِمِينَ

Rabbanaa laa taj’alnaa ma’al qaumidhaalimiin.

Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, semoga Engkau tidak memasukkan kami semua kepada golongan orang-orang yang dzalim”

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

7 Doa agar Dilancarkan Mengerjakan Ujian, Bisa Dibaca Pelajar


Jakarta

Ada doa yang bisa dibaca untuk mengharapkan kelancaran ujian. Doa ini bisa dibaca semua kalangan, termasuk para pelajar yang sedang bersiap menempuh ujian sekolah.

Berdoa menjadi bagian dari usaha untuk mencapai sesuatu. Dalam Islam, seorang muslim dianjurkan untuk berdoa dalam segala kondisi.

Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an surah Gafir ayat 60. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa,


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Berdoa agar dilancarkan ujian bisa dilakukan kapanpun, termasuk saat salat dan ketika dihadapkan pada momen ujian.

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya adalah tatkala ia sedang sujud, maka perbanyaklah berdoa (pada saat itu).” (HR Muslim)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda tentang kekuatan doa sebagai salah satu cara yang mampu mengubah takdir.

Dari Tsauban berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada yang dapat mengelakkan takdir kecuali doa dan tidak ada yang bisa memperpanjang umur kecuali perbuatan baik.” (HR Hakim dan Ahmad)

Menurut buku Dahsyatnya Doa Para Nabi, Syamsuddin Noor menjelaskan doa didefinisikan sebagai permintaan atau permohonan manusia kepada Allah SWT.

Seorang muslim memohon kepada Allah SWT karena Dia adalah hakikat yang memiliki kebesaran, ketinggian, kemuliaan, keagungan, dan maha mengabulkan segala permintaan hamba-Nya.

Doa memiliki kedudukan tinggi. Sebab, ketika berdoa, pada hakikatnya kita sangat membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Doa agar Dimudahkan Ujian

Berikut beberapa doa yang dapat dibaca agar dimudahkan dalam menghadapi ujian.

1. Doa agar Diberi Kesiapan Menghadapi Ujian

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَأَعِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا وَ عَلَّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ.

Arab Latin: Subhaanakallaahumma laa ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa wa’allimnaa maa yanfa’unaa wa baarik lanaa fii maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiimu.

Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, kami tidak akan memiliki ilmu kecuali Engkau mengajari kami, maka ajarilah kami ilmu yang bermanfaat bagi kami dan berkahilah kami dalam apa yang telah Engkau ajari untuk kami. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu lagi Maha Bijaksana.”

2. Doa agar Dimudahkan Ujian

اللَّهُمَّ الْطُفْ بِنَا فِي تَيْسِيْرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.

Arab Latin: Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati.

Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohon kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat.”

3. Doa ketika Masuk Ruang Ujian

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَلُكَ خَيْرُ الْمَوْلَجِ وَخَيْرُ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا بِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا.

Arab Latin: Allaahumma innii as-aluka khairal muulaji wa khairal mukhraji. Bismillaahi waljnaa bismillaahi kharajnaa wa’alallaahi rabbuna tawakkalnaa.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, sebaik-baiknya tempat masuk dan sebaik-baiknya tempat keluar. Dengan nama Allah, kami masuk. Dengan nama Allah, kami keluar. Dan, kepada Allah Tuban kami, kami berserah diri.”

4. Doa Menghadapi Ujian yang Sulit

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحُزْنَ إِذَا شِئْتَ سهلاً.

Arab Latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahuu sahlan wa anta taj’alul huzna idzaa syi’ta sahlan.

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan selain telah Engkau jadikan mudah, dan Engkau, jika Engkau kehendaki, dapat menjadikan kesedihan itu menjadi kemudahan.”

5. Doa Mengerjakan Ujian dengan Benar

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

Arab Latin: Allaahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat tibaa’ahu wa arinal baathila- baathila warzuqnaj tinaabahu.

Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran itu dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya, dan tunjukkan yang salah sebagai kesalahan dan berilah kami kemampuan untuk menjauhinya.”

6. Doa Memohon Lulus Ujian

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِ إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيمِ

Arab Latin: Allaahumma shalli alaasayyidinaamuhammadinil faatihi limaa ughliqa wal khaatimi limaa sabaqa naashiril haqqi bil haqqi wal haadi ilaa shiraathikal mustaqiimi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi haqqa qadrihi wamiqdaarihil ‘azhimi.

Artinya: “Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keagungan atas tuan kami, Nabi Muhammad Saw., yang menjadi pembuka bagi segala yang terkunci yang menjadi penutup bagi segala yang dahulu, yang memperjuangkan kebenaran dengan kebenaran dan yang menunjukan kepada-Mu yang lurus, dan juga atas keluarga dan para sahabatnya dengan hak kapasitas dan derajat yang agung.”

7. Doa Dilancarkan Ujian Lisan

Doa ini termaktub dalam Al-Qur’an surah Thaha ayat 25-28,

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِيوَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَا نِييَفْقَهُوا قَوْلِي

Arab Latin: Rabbisyah li sadri wa yassir li amri wahlul ‘uqdatam mil lisani yafqahu qauli

Artinya: Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.

Demikian beberapa doa yang bisa dibaca ketika hendak mengerjakan ujian. Semua doa dibaca seraya memantapkan hati bahwa Allah SWT akan membantu dalam setiap usaha yang dilakukan.

(dvs/rah)



Sumber : www.detik.com

Doa Nabi Yunus dalam Perut Ikan untuk Bertobat pada Allah SWT


Jakarta

Nabi Yunus AS dikisahkan pernah ditegur langsung oleh Allah SWT hingga ditelan oleh ikan nun. Pada saat itulah, Nabi Yunus AS memanjatkan doa untuk melakukan tobat dan meminta ampunan Allah SWT.

Dinukil dari buku Cerita 25 Nabi Dan Rasul karya Kak Yudho P, sebelumnya di negeri Syam, ada seorang utusan Allah SWT bernama Nabi Yunus AS, hingga suatu hari Nabi Yunus AS mendapatkan perintah untuk pergi ke negeri Niniwe yang berada di Muasil, Irak. Negeri ini mempunyai kaum bernama Ninawa, kaum yang suka menyembah benda, menyembah patung, dan menganggap tempat tertentu sebagai karamat.

Kemudian, Yunus AS segera pergi ke Niniwe dan beliau berdakwah disana, memerintahkan kaum tersebut untuk mencegah yang munkar dan menyeru terhadap kebaikan. Namun, Nabi Yunus AS malah mendapatkan sambutan yang tidak ramah, mereka menyombongkan diri akan kekayaan mereka, bahkan sampai mengolok-olok beliau.


Perlakuan yang buruk dari kaumnnya, tidak membuat Nabi Yunus AS putus asa, dia terus berdakwah hingga 33 tahun lamanya. Namun, sudah selama itu dia menyebarkan agama Allah SWT, dia hanya mendapatkan dua orang pengikut, yaitu Rubil dan Tanukh.

Barulah setelah selama ini Nabi Yunus AS hampir putus asa, kemudian Allah SWT memerintahkan Nabi Yunus AS untuk berdakwah 40 hari lagi. Bila selama 40 hari umatnya belum beriman, Allah SWT akan turunkan siksaan.

Setelah 40 hari berlalu ternyata kaum tersebut masih belum mengakui keesaan Allah SWT, hingga Allah SWT menurunkan azabnya. Hari itu awan di kota menjadi tebal seakan bergulung-gulung di langit, Nabi Yunus AS segera meninggalkan mereka.

Kaum tersebut kemudian ketakutan dan hatinya menjadi sempit, mereka secara serentak keluar rumah dan berkumpul di satu tempat. Mereka pun menyatakan tobat kepada Allah SWT. Kisah ini diabadikan dalam surah Yunus ayat 98 :

فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ اٰمَنَتْ فَنَفَعَهَآ اِيْمَانُهَآ اِلَّا قَوْمَ يُوْنُسَۗ لَمَّآ اٰمَنُوْا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ ٩٨

Artinya: “Mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang segera beriman sehingga imannya itu bermanfaat kepadanya, selain kaum Yunus? Ketika mereka beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia dan Kami berikan kesenangan hidup (sementara) kepada mereka sampai waktu yang ditentukan.”

Doa Nabi Yunus AS Ditelan Ikan Nun

Nabi Yunus AS pun pergi dengan menaiki perahu, di tengah perjalanan perahu yang ditumpangi beliau ditimpa angin topan dan badai. Dalam kondisi yang mendesak itu, nahkoda kapal akan mengundi, dan barang siapa yang terpilih tiga kali berturut-turut akan mengorbankan diri mencebur ke laut.

Ternyata sesudah diundi tiga kali berturut-turut, Nabi Yunus AS mendapatkan semua undian tersebut. Kemudian, Nabi Yunus AS meloncat dari kapal, dan dalam sekejap tubuhnya ditelan lautan badai. Namun, dalam lautan itu Nabi Yunus AS didatangi oleh ikan besar yang langsung menelan dirinya.

Dilansir dari buku Kado Terindah untuk Orang yang Berdosa Saiful Hadi El-Sutha dijelaskan ketika Nabi Yunus AS terjebak dalam perut ikan. Nabi Yunus AS pun memanjatkan doa yang termaktub dalam surah Al Anbiya ayat 87 :

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ ٨٧

Arab-latin: wa dzan-nûni idz dzahaba mughâdliban fa dhanna al lan naqdira ‘alaihi fa nâdâ fidh-dhulumâti al lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn

Artinya: “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, ‘Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim’.”

Demikianlah kisah Nabi Yunus AS yang meninggalkan kaumnya hingga ditegur Allah SWT melalui ikan yang besar menelan beliau. Serta doa Nabi Yunus AS dalam perut ikan bisa ditiru detikers untuk berdoa dan meminta ampun.

(dvs/rah)



Sumber : www.detik.com

Doa Iftitah Lengkap Tulisan Arab, Latin, Arti dan Maknanya


Jakarta

Doa iftitah adalah doa yang memiliki makna mulia. Ada beberapa versi terkait bacaan doa tersebut. Berikut ini bacaan doa iftitah Arab, arti, dan maknanya.

Dijelaskan dalam buku Tuntunan Shalat Sesuai Al-Qur’an & Hadits Sahih karya Redaksi Qultum Media dkk, hukum membaca doa iftitah adalah sunah. Kesunahan ini bersandar pada hadits berikut,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرِ الْمُقَدَّمِيُّ، حَدَّثَنَا يُوسُوْفُ الْمَاجِسُوْنَ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ ابْنِ أَبِي رَافِعُ، عَنْ عَلِيّ ابْنِ أَبِي طَالِبٍ، عَنْ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، أَنَّهُ كَانَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قَالَ: وَخَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ.. إِلَى أخره.


Artinya: “Muhammad bin Bakr Al-Muqaddami menceritakan kepada kami, Yusuf Al-Majisun menceritakan kepada kami, Ayahku mencertikan kepadaku, dari Abdurrahman Al-A’raj, dari ‘Ubaidillah bin Abi Rofi’, dari Ali bin Abi Thalib, dari Rasulullah SAW, “Apabila Rasulullah SAW berdiri salat, beliau membaca: Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha… sampai akhir hadits.” (HR Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai, Ibu Majah dan Ad-Darimi)

Doa Iftitah Arab, Latin, dan Artinya

اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ”

Latin: Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa’ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Artinya: “Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah. Maha Suci Allah pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku (hatiku) kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim.”

Bacaan doa iftitah tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dari ‘Ali bin Abi Thalib RA. Bacaan ini dipakai oleh Imam Al- Syafi’i dan Ibn Mundzir.

Dalam buku Shalat for Character Building Buat Apa Shalat Kalau Akhlak Tidak Menjadi Lebih Baik karya M. Fauzi Rachman terdapat bacaan doa iftitah yang lebih pendek. Doa iftitah ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA. Berikut bacaannya,

اللهم باعد بينِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَا عَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ تقْنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنقى الثوبُ الْأَرْضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Latin: Allahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqatsawbul abyadlu minaddanasi. Allahummaghsil khathaayaaya bil maai watstsalji walbaradi.

Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah diriku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana telah Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana telah Engkau bersihkan baju putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah diriku dari kesalahan-kesalahan-ku dengan air, es dan embun.”

Makna Doa Iftitah

Menurut penjelasan dalam buku Sudah Shalat, Kok Tetap Maksiat? karya Muhammad Mawaidi terdapat kalimat, “Sungguh kuhadapkan wajahku kepada Allah SWT yang menjadikan langit dan bumi dengan keadaan suci lagi berserah diri.” memiliki arti mengenai seorang hamba yang meyakini kekuasaan Allah SWT. Kalimat ini juga bermakna seorang yang berserah melalui salat.

Kemudian, ia menghadapkan wajahnya kepada Allah SWT artinya sebagai orang yang mewujudkan atau menunaikan semua gerakan salat. Arti lainnya bisa juga upaya menghadirkan-Nya ketika salat.

Kalimat, “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, matiku, hanya semata-mata bagi Allah SWT.” Artinya semua hal yang ada di alam semesta ini terjadi karena Allah SWT. Termasuk diciptakannya manusia untuk beribadah kepada Allah SWT, dan menjauhkan larangan-Nya.

Maka dari itu, apa pun yang manusia perbuat di dunia harus berdasarkan ketentuan dan ketetapan Allah SWT.

Demikianlah bacaan doa iftitah sesuai sunah. Doa iftitah tersebut dapat dibaca setelah takbiratul ihram sebelum membaca surah Al Fatihah.

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Dzikir Asmaul Husna untuk Mendapatkan Keturunan


Jakarta

Keturunan yang baik dan saleh merupakan karunia terindah bagi orang tua. Terdapat amalan yang bisa dilakukan untuk memperoleh keturunan, salah satunya membaca dzikir Asmaul Husna untuk mendapatkan keturunan.

Keturunan berupa anak yang baik dan saleh dapat menjadi pelengkap keluarga. Selain berikhtiar untuk mendapat keturunan, pasangan kaum muslim bisa membaca doa dan dzikir untuk memperoleh keturunan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Gafir ayat 60.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ


Artinya: “Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina’.”

Dzikir Asmaul Husna untuk Mendapatkan Keturunan: Ya Mushawwir

Mengutip buku Manfaat Dahsyat Dzikir Asmaul Husna karya Syaifurrahman El-Fati, Asmaul Husna yang dapat dibaca sebagai wirid atau zikir untuk mendapatkan keturunan yaitu Al-Mushawwiru atau Maha Membentuk Rupa. Cara mengucapkan dzikirnya dengan lafaz “Ya Mushawwir”.

Al-Mushawwiru sendiri berasal dari kata shawwara yang berarti memberi rupa bagi sesuatu, sehingga menjadi berbeda dengan yang lainnya. Sehingga maksud dari sifat ini yaitu Allah Maha Membentuk Rupa pada semua ciptaan-Nya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah At-Tin ayat 4.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْم

Artinya: “sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Masih mengacu sumber yang sama, orang yang memperbanyak membaca “Yaa Mushawwiru”, maka insyaallah akan dikaruniai keturunan. Dzikir ini dibaca ketika hendak berbuka puasa sunah dan ketika hendak jima’ (berhubungan badan).

Doa untuk Mendapatkan Keturunan

Selain dzikir tersebut, ada beberapa doa yang bisa diamalkan untuk mendapatkan keturunan. Berikut di antaranya.

Doa untuk Mendapatkan Keturunan yang Saleh

Mengutip buku Doa & Zikir Muslimah karya Tim Redaksi Qultummedia, salah satu doa yang bisa dibaca untuk mendapatkan keturunan yang saleh terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Furqan ayat 74.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

Rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a’yuniw waj’alnā lil-muttaqīna imāmā.

Artinya: “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Doa Nabi Zakaria AS untuk Mendapatkan Keturunan

Masih dari sumber yang sama, doa yang dapat dibaca untuk dikaruniai momongan terdapat pada Al-Qur’an surah Ali ‘Imran ayat 38. Doa ini dibaca Nabi Zakaria AS ketika beliau memohon untuk diberi keturunan yang saleh.

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤء

Rabbi hab lī mil ladunka żurriyyatan ṭayyibah(tan), innaka samī’ud-du’ā’.

Artinya: “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

Adapun dikutip dari Doa Ajaran Ilahi karya Anis Masykhur dan Jejen Musfah, doa Nabi Zakaria AS juga termaktub dalam Al-Qur’an surah Al-Anbiya’ ayat 89.

رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ

Rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn.

Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris.”

Doa Nabi Ibrahim AS untuk Mendapatkan Keturunan

Mengutip buku Jangan Lelah Berdoa karya Nasrudin Abd. Rohim, berikut doa yang dibaca Nabi Ibrahim AS ketika beliau belum dikaruniai keturunan. Doa ini terdapat pada Al-Qur’an surah As-Saffat ayat 100.

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn.

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.”

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

4 Doa untuk Orang Meninggal, Arab, Latin dan Artinya Lengkap


Jakarta

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk mendoakan setiap saudara muslim yang telah meninggal dunia. Berikut ini doa untuk orang yang meninggal.

Berdoa untuk diri sendiri atau berdoa untuk orang lain adalah perintah langsung dari Allah SWT. Justru orang yang tidak mau berdoa akan dihukum oleh Allah SWT. Sesuai Al-Qur’an surah Al-Gafir ayat 60 Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Doa untuk Orang Meninggal

Dari Buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi karya Imam an-Nawawi ada doa-doa yang bisa diucapkan untuk orang meninggal. Berikut bacaannya:

1. Doa Ketika Ada Seseorang yang Meninggal

Pada kitab Shahih Muslim, dari Ummu Salamah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Jika kalian mendatangi orang yang sakit, atau takziah pada kematian, maka doakanlah untuk mereka dengan doa yang baik, karena para malaikat mengaminkan apa yang kalian ucapkan.”

Dia berkata: “Ketika kematian Abu Salamah, aku mendatangi Rasulullah SAW dan berkata kepadanya: ‘Wahai Rasulullah, sungguh Abu Salamah telah meninggal,’ kemudian beliau ber- sabda: ‘Bacalah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

Arab-latin: Allaahummaghfir lii wa lahuu wa ‘aqibnii minhu ‘uqba hasanata.

Artinya : “Ya Allah ampunilah aku, dan dia dan anugerahkanlah akhir yang baik kepadaku dan kepadanya.”

“Maka Allah menggantikan orang yang lebih baik darinya, yakni Muhammad SAW.”

2. Doa untuk Keluarga Mayit

Kami riwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Ummu Salmah RA, dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidaklah seorang hamba muslim yang tertimpa musibah, kemudian membaca:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أَجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْهَا

Arab-latin: Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun, Allaahumma’jurnii fii mushi- ibatii wakhlif lii khairan minhaa.

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah, dan sungguh kepada-Nya dikem- balikan, ya Allah berilah pahala kepadaku atas musibah yang menim- paku, dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik darinya.”

Kecuali Allah SWT akan memberikan pahala dan menggantikan yang lebih baik darinya.

Pada kitab Sunan Abu Dawud, dari Ummu Salamah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian tertimpa musibah, maka bacalah:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اَللَّهُمَّ عِنْدَكَ احْتَسِبُ مُصِيبَتِي فَأْجُرْنِي فِيهَا وَأَبْدِلْنِي بِهَا خَيْراً مِنهَا

Arab-latin: Innaa lil laahi wa innaa ilaihi raaji’uun, allaahumma ‘indaka mushi- ibatii fa’jurnii fiiha wa abdil nii bihaa khairan minhaa.

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah SWT, dan kepadanyalah kami kembali, ya Allah hanya kepada-Mu aku memohon pahala, maka beri- kanlah pahala dalam musibah ini, dan gantikanlah untukku yang lebih baik darinya.”

3. Doa ketika Melihat Jenazah

Dari buku 100 Doa Harian untuk Anak karya Nurul Ihsan inilah beberapa doa untuk orang meninggal.

سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِهَذَ الْمَيْتِ وَارْحَمْهُ وَإِنسَ فِي القَبْرِ وَحْدَتَهُ وَغَرَبَتَهُ وَنَوْرْ قَبْرَهُ.

Arab-latin: Subhaanal hayyil ladzii laa yamuutu. Alloohummaghfir lihaadzal mayyiti warhamhu wa anis fil qobri wahdatahu wa ghurbatahu wa nawwir qobroh.

Artinya: “Mahasuci Allah Zat Yang Hidup yang tidak akan mati. Ya Allah, ampunilah mayat ini dan sayangilah ia, dan temanilah ia di dalam kesendirian dan keasingannya di dalam kubur, dan terangilah kuburannya.”

4. Doa ketika Mendengar Kematian Kerabat

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنْقَلِبُونَ ، اللَّهُمَّ اكْتُبُهُ عِنْدَكَ فِي الْمُحْسِنِينَ ، وَاجْعَلْ كِتَابَهُ فِي علِيِّينَ، وَا خَلْفٌ فِي أَهْلِهِ فِي الْغَابِرِينَ .

Arab-latin: Innaa lillaahi wa innaa ilayhi rooji’uuna wa inna ilaa robbinaa lamunqolibuun. Alloohummaktubhu ‘indaka fil muhsiniina waj’al kitaabahuu fii ‘illiyyiina wakhluf fii ahlihii fil ghoobiriin.

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya dan kami pasti akan kembali kepada Tuhan kami, Ya Allah! Tulislah dia (yang meninggal dunia) termasuk golongannya orang-orang yang berbuat kebaikan di sisi Engkau dan jadikanlah tulisannya itu dalam tingkatan yang tinggi serta gantilah ahlinya dengan golongan orang-orang yang pergi.”

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa setelah Salat Dhuha yang Dianjurkan Nabi, Ini Haditsnya


Jakarta

Salat dhuha adalah amalan sunnah yang dianjurkan bagi kaum muslimin. Ibadah yang dikerjakan pada pagi hari itu dikatakan dapat mendatangkan rezeki dan menjadi amalan penghapus dosa.

Setelah salat dhuha, umumnya umat Islam mengamalkan doa dengan lafaz Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka. Namun, tidak dilarang pula bagi kaum muslimin mengisi amalan lain dengan zikir atau tahmid.

Berkaitan dengan itu, terdapat doa yang bisa dibaca setelah salat dhuha sesuai hadits shahih Rasulullah SAW dari Aisyah RA.


Doa setelah Salat Dhuha sesuai Hadits Shahih

Mengutip buku Keberkahan Sholat Dhuha, Raih Rezeki Sepanjang Hari Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki susunan Ustaz Arif Rahman, berikut bunyi doa setelah salat dhuha sesuai hadits shahih.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ‏:‏ صَلَّى رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الضُّحَى ثُمَّ قَالَ‏:‏ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، حَتَّى قَالَهَا مِئَةَ مَرَّةٍ

Artinya: Aisyah berkata, “Rasulullah SAW melaksanakan salat dhuha, kemudian beliau mengucapkan: Allahummaghfirli wa tub ‘alayya innaka antat tawwabur rahim (Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah tobat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima tobat dan Maha Pengampun) hingga 100 kali.” (HR Bukhari)

Bacaan Doa setelah Salat Dhuha Innad Duha’a Duhaa’uka

Mengutip buku Bertambah Kaya & Berkah Dengan Shalat Dhuha karya Ustaz Khalillurahman El-Mahfani, berikut doa setelah salat dhuha yang dapat diamalkan.

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Arab latin: Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.

Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

Artinya: “Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu”.

“Ya Allah, jika rezekiku masih diatas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

(aeb/rah)



Sumber : www.detik.com

Doa Haji Mabrur Tulisan Arab dan Latin


Jakarta

Menunaikan ibadah haji yang mabrur merupakan impian umat Islam. Berdasarkan hadits, terdapat doa yang bisa dibaca agar haji menjadi mabrur. Berikut bacaan doa haji mabrur beserta artinya.

Dikutip dari buku Panduan Ibadah Haji dan Umrah karya Retno Widyani dan Mansyur Pribadi, definisi haji menurut ulama fikih adalah menyengaja mendatangi Kakbah untuk menunaikan amalan-amalan tertentu.

Hukum menunaikan haji adalah wajib bagi umat Islam yang mampu secara biaya, fisik, dan waktu. Hal ini bersandar pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Ali ‘Imran ayat 97.


فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: “Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.”

Pengertian Haji Mabrur

Menukil buku Tuntunan Super Lengkap Haji & Umrah karya Sholihin As Suhaili, mabrur berasal dari kata barra yang berarti mendapat kebaikan atau menjadi baik. Selain itu, Ibnu Mandzur dalam Lisananul Arab menjelaskan kata mabrur mengandung dua makna. Pertama, mabrur berarti baik, suci, dan bersih. Kedua, mabrur berarti maqbul atau mendapat rida Allah SWT.

Dari penjelasan makna kata mabrur tersebut, haji mabrur adalah haji yang dikerjakan seorang muslim dengan memperoleh kebaikan setelahnya, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain, sebagai bukti bahwa hajinya telah diterima dan mendapat rida di sisi Allah SWT.

Mengutip buku Panduan Doa dan Dzikir Haji dan Umrah yang Dicontohkan Rasulullah dan Para Ulama karya Deden Hafid Usman dkk, keutamaan haji mabrur dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW,

“Haji mabrur pahalanya tiada lain kecuali surga.” (HR Ahmad dan Thabrani)

Selain itu, diriwayatkan pula bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya seorang laki-laki, “Amal apakah yang paling baik?” Rasulullah SAW menjawab, “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Lelaki itu pun bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Rasulullah SAW menjawab, “Jihad di jalan Allah.”

Lagi, lelaki tersebut bertanya, “Kemudian apa lagi?” Rasulullah SAW menjawab, “Haji mabrur.” (HR Ahmad)

Doa Haji Mabrur

Dinukil dari buku Untaian Mutiara Doa karya Ali Manshur, berikut bacaan doa haji mabrur.

اللهُمَّ اجْعَلْهَا حَاجًا مَبْرُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا

Allaahummaj-‘alhaa hajjan mabruuran wa dzanban maghfuuraan.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ia (ibadah) sebagai ibadah haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.”

Doa ini berasal dari hadits yang diriwayatkan dari Jarir, dari Laits, dari Muhammad bin Abdurrahman bin Yazid, dari ayahnya. Ia berkata,

“Aku bersama Abdullah hingga berhenti di Jumrah Aqabah, lalu ia berkata, ‘Beri aku beberapa batu’, maka aku memberinya tujuh batu, lalu ia berkata padaku ‘Ambilkan aku tali kekang unta.’

Kemudian dia kembali ke Jumrah Aqabah dan melemparnya dari perut lembah dengan tujuh batu kerikil, sedangkan dia menunggangi untanya sambil bertakbir setiap kali melempar satu kerikil, dan dia mengucapkan, ‘Ya Allah, jadikanlah ia (ibadah) sebagai ibadah haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.’

Kemudian dia berkata, ‘Di sini berdiri orang yang diturunkan kepadanya surah Al-Baqarah’.” (HR Ahmad)

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com