Tag: doa

  • Doa Setelah Sholat Dhuha: Arab, Latin dan Indonesia


    Jakarta

    Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi setelah matahari terbit setinggi tombak hingga menjelang waktu Zuhur. Sholat ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya menjadi salah satu amalan yang dicintai oleh Rasulullah SAW dan dipercaya sebagai jalan untuk meraih kelapangan rezeki.

    Jumlah rakaat sholat Dhuha minimal dua rakaat dan bisa dikerjakan dalam kelipatan dua rakaat, seperti empat, enam, atau delapan rakaat, sesuai kemampuan dan keikhlasan hati seseorang.

    Setelah melaksanakan sholat Dhuha, dianjurkan untuk berdoa dan berdzikir. Dalam buku Keberkahan Sholat Dhuha karya Ustaz Arif Rahman menyebutkan doa yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW setelah sholat Dhuha.


    عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ‏:‏ صَلَّى رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الضُّحَى ثُمَّ قَالَ‏:‏ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، حَتَّى قَالَهَا مِئَةَ مَرَّةٍ

    Artinya: Aisyah berkata, “Rasulullah SAW melaksanakan salat dhuha, kemudian beliau mengucapkan: Allahummaghfirli wa tub ‘alayya innaka antat tawwabur rahim (Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah tobat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima tobat dan Maha Pengampun) hingga 100 kali.” (HR Bukhari)

    Doa Setelah Sholat Dhuha

    Selain doa di atas, berikut ini adalah doa yang sering dibaca setelah sholat Dhuha. Menukil buku Bertambah Kaya & Berkah Dengan Shalat Dhuha karya Ustaz Khalillurahman El-Mahfani, doa ini berisi doa meminta rezeki yang luas dan berkah. Berikut lafadz doanya:

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضَحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ.
    اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَاِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ، وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنَا مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.

    Arab latin: Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.

    Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, kekuasaan itu adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku berada di langit, maka turunkanlah. Jika berada di bumi, maka keluarkanlah. Jika sulit, maka mudahkanlah. Jika haram, maka sucikanlah. Jika jauh, maka dekatkanlah. Dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.”

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Istighosah, Pengertian, dan Jenis-Jenisnya


    Jakarta

    Istighosah adalah kegiatan doa bersama yang dilakukan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT dalam menghadapi berbagai kesulitan. Baik dalam urusan dunia maupun akhirat.

    Doa istighosah bisa dipanjatkan sendiri maupun bersama-sama. Khususnya pada acara-acara penting atau saat bencana melanda. Berikut penjelasan selengkapnya.

    Bacaan Istighosah Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

    Mengutip buku Surah Yasin Tajwid Warna & Tahlil Plus dan Ayat-Ayat Rezeki terbitan Shahih dan NU Online, berikut bacaan istighosah lengkap dengan arab, latin dan terjemahannya.


    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيْمِ

    Arab latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

    الفَاتِحَة

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيْمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَٰلَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيْمِ ﴿٣﴾ مَٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ ﴿٤﴾ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ ﴿٥﴾ اِهْدِنَا الصِّرَٰطَ الْمُسْتَقِيْمَ ﴿٦﴾ صِرَٰطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآلِّيْنَ ﴿٧﴾

    Arab latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Ar rahmaanir rahiim. Maaliki yaumiddin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi’alaihim waladhaalliin. (Al Fatihah: 1-7)

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah. Dan hanya kepada Engkaulah pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat, semoga engkau kabulkan permohonan kami.”

    أَسْتَغْفِرُ ٱللّٰهَ الْعَظِيْمَ

    Arab latin: Astaghfirullahal’adzhiim. (3x)

    Artinya: “Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

    لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

    Arab latin: Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘alayyil ‘adzhiim. (3x)

    Artinya: “Tiada daya untuk menjauhi maksiat kecuali dengan pemeliharaan Allah dan tiada kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

    أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Arab latin: Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad (x3)

    Artinya: “Ya Allah. Limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya.”

    لَا إلهَ إلَّا أنْتَ سُبْحَانَكَ إنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْن

    Arab latin: Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzh dzhoolimiin (40x)

    Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, Sungguh aku termasuk orang-orang yang telah berbuat zalim.”

    يَا اَللّٰهُ يَا قَدِيْمُ

    Arab latin: Yaa Allah Yaa Qodiim. (33x)

    Artinya: “Wahai Allah, wahai Dzat yang ada tanpa permulaan.”

    يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ

    Arab latin: Yaa Samii’u Yaa Bashiir (33x)

    Artinya: “Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat.”

    يَا مُبْدِعُ يَا خَالِق

    Arab latin: Yaa Mubdi’u Yaa Khooliqu (33x)

    Artinya: “Wahai Dzat yang mewujudkan sesuatu dari tidak ada, wahai Dzat Yang Maha Pencipta.”

    يَا حَفِيْظُ يَا نَصِيْرُ يَا وَكِيْلُ ياَ اللّٰهُ

    Arab latin: Yaa Haafidzhu Yaa Nashiiru Yaa Wakiilu Yaa Allah (33x)

    Artinya: “Wahai Dzat yang memelihara dari keburukan dan kebinasaan, wahai Dzat Yang Maha Menolong, wahai Dzat yang menjamin rizki para hamba dan mengetahui kesulitan-kesulitan hamba, ya Allah.”

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

    Arab latin: Yaa Hayyu Yaa Qoyyuumu birohmatika astaghiitsu (33x)

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Hidup, yang terus menerus mengurus makhluknya, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan-Mu.”

    يَا لَطِيْفُ

    Arab latin: Yaa Lathiif (41x)

    Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,”

    أسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ إنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

    Arab latin: Astaghfirullaahal ‘adzhiim innahu kaana ghoffaaroo (33x)

    Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, sungguh Allah Dzat Yang Maha Pengampun.”

    أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَدْ ضَاقَتْ حِيْلَتِي أدْرِكْنِي يَا اَللّٰهُ يَا اَللّٰهُ يَا اَللّٰهُ

    Arab latin: Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin qod dhooqot hiilatii adriknii, Ya Allah Ya Allah Ya Allah

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sungguh telah habis daya dan upayaku maka tolonglah kami, Ya Allah Ya Allah Ya Allah.”

    أللّهُمَّ صَلِّي صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

    Arab latin: Allahumma Sholi Sholaatan Kaamilatan Wasallim Salaaman Taamman ‘Alaa Sayyidina Muhammadinil Ladzii Tanhallu Bihil ‘Uqodu Wa Tanfariju Bihil Kurobu Wa Tuqdhoo Bihil Hawaa-Iju Wa Tunaalu Bihir-Roghoo-Ibu Wa Husnul Khowaatimi Wa Yustasqol Ghomaamu Bi Wajhihil Kariimi Wa ‘Alaa Aalihii Wa Shohbihii Fii Kulli Lamhatin Wa Nafasin Bi ‘Adadi Kulli Ma’Luumin Laka.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.”

    يَا بَدِيْعُ

    Arab latin: Yaa badii’u (41x)

    Artinya: “Wahai Dzat yang menciptakan makhluk tanpa ada contoh sebelumnya,”

    حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

    Arab latin: Hasbunallahu wani’mal wakiil (33x)

    Artinya: “Cukup bagi kami Allah, dan Dia sebaik-baik penolong,”

    Untuk menyempurnakan istighosah, akhiri dengan membaca tahlil.

    Pengertian Istighosah

    Dalam buku Surat Yaasin Tahlil dan Istighosah yang disusun oleh K. Zainuri, S.Ag dan Ustaz H. Mochtar Hidayat, S.H., istilah istighosah berarti menyeru kepada Zat yang mampu menghilangkan kesulitan dan menolong seseorang dari marabahaya. Secara bahasa, kata istighosah berasal dari kata al-ghouts, yang berarti “pertolongan”.

    Istighosah biasanya dilakukan secara berjamaah, dipimpin oleh seorang pemimpin doa, dan dilaksanakan dalam suasana penuh khusyuk. Bacaan dalam istighosah terdiri dari rangkaian doa, dzikir, shalawat, serta permohonan ampun kepada Allah SWT.

    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, dijelaskan tentang istighosah:

    “Matahari akan mendekat ke kepala manusia di hari Kiamat, sehingga keringat sebagian orang mencapai telinganya. Ketika mereka berada dalam kondisi seperti itu, mereka beristighosah (meminta pertolongan) kepada Nabi Adam, kemudian kepada Nabi Musa, lalu kepada Nabi Muhammad.” (HR Bukhari)

    Jenis-Jenis Istighosah

    Merujuk pada buku yang sama, istighosah terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

    1. Istighosah yang Diperintahkan

    Istighosah yang diperintahkan adalah memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan firman-Nya dalam QS. Al-An’am ayat 40-41:

    قُلْ اَرَءَيْتَكُمْ اِنْ اَتٰىكُمْ عَذَابُ اللّٰهِ اَوْ اَتَتْكُمُ السَّاعَةُ اَغَيْرَ اللّٰهِ تَدْعُوْنَۚ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ٤٠
    بَلْ اِيَّاهُ تَدْعُوْنَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُوْنَ اِلَيْهِ اِنْ شَاۤءَ وَتَنْسَوْنَ مَا تُشْرِكُوْنَ ࣖ ٤١

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku (jika) siksaan Allah atau hari Kiamat datang kepadamu, apakah kamu akan menyeru (Tuhan) selain Allah, jika kamu orang yang benar?” Tidak! Hanya kepada-Nya kamu menyeru. Maka, jika Dia menghendaki, Dia akan menghilangkan bahaya yang kamu mohonkan kepada-Nya, dan kamu akan melupakan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).

    Ayat ini menegaskan bahwa seorang Muslim wajib beristighosah hanya kepada Allah, sebab Dialah satu-satunya yang Maha Kuasa menolong dan menghilangkan kesulitan.

    2. Istighosah yang Diperbolehkan

    Istighosah yang diperbolehkan adalah meminta bantuan kepada seseorang yang memiliki tiga syarat, yaitu:

    • Hayyun (hidup),
    • Hadhir (hadir atau ada di tempat)
    • Qadir (mampu memberikan pertolongan)

    Contohnya terdapat dalam QS. Al-Qashash ayat 15:

    وَدَخَلَ الْمَدِيْنَةَ عَلٰى حِيْنِ غَفْلَةٍ مِّنْ اَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيْهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلٰنِۖ هٰذَا مِنْ شِيْعَتِهٖ وَهٰذَا مِنْ عَدُوِّهٖۚ فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِيْ مِنْ شِيْعَتِهٖ عَلَى الَّذِيْ مِنْ عَدُوِّهٖ ۙفَوَكَزَهٗ مُوْسٰى فَقَضٰى عَلَيْهِۖ قَالَ هٰذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ عَدُوٌّ مُّضِلٌّ مُّبِيْنٌ

    Artinya: Dia (Musa) masuk ke kota ketika penduduknya sedang lengah. Dia mendapati di dalam kota itu dua orang laki-laki yang sedang berkelahi, seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari golongan musuhnya (kaum Fir’aun). Orang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya untuk (mengalahkan) orang yang dari golongan musuhnya. Musa lalu memukulnya dan (tanpa sengaja) membunuhnya. Dia berkata, “Ini termasuk perbuatan setan. Sesungguhnya dia adalah musuh yang jelas-jelas menyesatkan.”

    Dalam ayat ini, Bani Israil memohon bantuan kepada Nabi Musa yang saat itu hidup, hadir, dan mampu membantu mereka. Namun, istighosah kepada orang yang sudah wafat atau tidak hadir tidak diperbolehkan karena termasuk syirik.

    3. Istighosah yang Dilarang

    Istighosah yang dilarang adalah meminta pertolongan kepada selain Allah yang tidak memiliki sifat hayyun (hidup), hadhir (ada di tempat), dan qadir (mampu). Contohnya memohon pertolongan kepada orang yang sudah wafat. Ini termasuk perbuatan syirik, karena menyekutukan Allah SWT, serta termasuk istighosah yang dilarang.

    Demikianlah penjelasan tentang bacaan istighosah lengkap dengan pengertian dan jenis-jenis istighosah. Yuk amalkan agar mendapatkan perlindungan Allah SWT dari segala musibah.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, dan Udara, Amalkan agar Selamat Sampai Tujuan


    Jakarta

    Berkendara adalah aktivitas yang sering dilakukan oleh setiap orang. Namun, di setiap perjalanan pasti terdapat berbagai risiko yang tidak bisa diprediksi, atau bahkan sulit dihindari.

    Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT dalam setiap langkah, termasuk saat berkendara. Selain dengan berhati-hati dalam berkendara, membaca doa sebelum berkendara juga dapat menjadi salah satu cara agar perjalanan menjadi lancar dan selamat, dan mencegah terjadinya marabahaya. Berikut dipaparkan doa berkendara yang dapat diamalkan.

    Kumpulan Doa Naik Kendaraan

    Sebelum memulai perjalanan dengan berkendara, seorang muslim dianjurkan untuk membaca doa agar dikaruniai keselamatan oleh Allah SWT.


    Berikut ini adalah doa berkendara yang dapat dibaca saat hendak menaiki kendaraan, baik di darat, laut, maupun udara, yang dikutip dari buku Khasiat Zikir dan Doa karya Imam Nawawi terjemahan Bahrun Abu Bakar dan buku Doa dan Zikir Umrah susunan Amisya Tours & Travel.

    1. Doa Naik Kendaraan Darat

    Diriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim dalam Kitabul Manasik melalui Abdullah ibnu Umar RA, yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW apabila telah duduk tegak di atas untanya untuk melakukan suatu perjalanan, beliau bertakbir tiga kali, kemudian berdoa,

    ,سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ،

    وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

    Arab latin: Subhanalladzi sakkhara lana hadza wa maa kunnaa lahu muqrinin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibun, allahumma inna nas’aluka fii safarinaa hadzal birra wat taqwa wa minal ‘amal maa tardha, allahumma hawwin ‘alaina safarana hadza wa athwi ‘annaa bu’dahu, allahumma antash shahibu fis safari wal kholifatu fil ahli, allahumma inni a’udzubika min wa’tsaais safari wa kaabatil mandzhari wa suuil munqalibi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Mahasuci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal sebelum itu kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebajikan dan ketakwaan serta amal perbuatan yang Engkau ridai. Ya Allah, mudahkanlah bagi kami perjalanan kami ini, dan dekatkanlah untuk kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah teman dalam perjalanan dan pengganti dalam keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, kesedihan dalam pemandangan, dan keburukan tempat kembali dalam harta dan keluarga.”

    Apabila beliau kembali, beliau mengucapkan doa yang sama. Kemudian ditambahkan dengan bacaan ini,

    أَيبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَ بَّنَا حَامِدُونَ

    Arab Latin: Aybuna taa-ibun abidun li rabbina hamidun

    Artinya: “Kami kembali dalam keadaan bertobat, dan kami menyembah serta memuji hanya kepada Rabb kami.”

    2. Doa Naik Kendaraan Laut

    Diriwayatkan di dalam kitab Ibnu Sinni melalui Al-Husain ibnu Ali RA yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Untuk keamanan umatku dari tenggelam bila mereka berkendaraan, hendaklah mereka mengucapkan,

    بِسْمِ اللهِ مَجْرَهَا وَمُرْسَهَآاِنَّ رَبِّىْ لَغَفُوْرٌرَّحِيْمٌ

    Arab latin: Bismillaahi majraha wa mursaahaa inna robbii laghofuurur rohiim

    Artinya: “Dengan nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya.”

    3. Doa Naik Kendaraan Udara

    اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هُذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ . اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ . اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ

    وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ وَالْوَلَدِ

    Arab Latin: Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa haadzaa wa athwi ‘annaa bu’dah. Allaahumma antash shaahibu fissafari wal khaliifatu fil ahli. Allaahumma innii a’uudzu bika min wa’tsaa`issafari wa ka`aabatil mandzari wa suu’il munqalabi filmaali wal ahli wal walad(i).

    Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkan jauhnya. Ya Allah, Engkau adalah yang menyertai dalam bepergian dan pelindung terhadap keluarga yang ditinggalkan. Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kesukaran dalam bepergian, penampilan yang buruk, kepulangan yang menyusahkan dalam hubungan dengan harta benda, maupun keluarga dan anak.”

    Itulah doa berkendara yang dapat diamalkan ketika hendak menaiki kendaran, baik di darat, laut, maupun udara.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Wajah Bercahaya dan Disukai Banyak Orang


    Jakarta

    Menginginkan wajah bercahaya dan disukai banyak orang adalah sesuatu yang wajar. Penampilan menarik tidak hanya meningkatkan rasa percaya diri, tetapi juga membantu seseorang membangun hubungan sosial yang lebih baik.

    Dalam Islam, penampilan yang memikat juga tercermin dari batin yang bersih dan akhlak yang baik. Oleh karena itu, selain melakukan perawatan fisik, penting bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan ibadah seperti zikir, menjaga wudu, dan berdoa.

    Ada sejumlah doa yang bisa dipanjatkan agar wajah bercahaya dan disukai banyak orang. Mengutip Kitab Munajatun Nisa’ karya Ibnu Watiniyah dan buku Kumpulan Doa Khusus Wanita karya Arina Milatal Haq, berikut di antaranya.


    Doa agar Wajah Bercahaya

    رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

    Rabbana atmim lana nūrana waghfir lana innaka ‘ala kulli syai’in qadir.

    Artinya: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    Doa tersebut merupakan penggalan surah At Tahrim ayat 8.

    Doa agar Disukai Banyak Orang

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغَنِي حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي وَأَهْلِي

    Allahumma innii as-aluka hubbaka wa hubbba may yuhibbuka wal ‘amalal ladzii yuballighunii hubbaka, allaahummaj’al hubbaka ilayya min nafsii wa ahlii

    Artinya: “Ya Allah, aku mohon curahan cinta-Mu dan kecintaan orang-orang yang mencintai-Mu serta memohon curahan rahmat yang dapat mengantarkanku mencintai-Mu. Ya Allah, jadikanlah kecintaan kepada-Mu lebih tertanam dalam diriku, melebihi kecintaan kepada diriku dan keluargaku.”

    Kumpulan Doa Inner Beauty

    Selain doa di atas, berikut kumpulan doa terkait inner beauty yang bisa dipanjatkan.

    Doa agar Wajah Tampak Bercahaya dan Menawan

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ صُنْ وَجْهِي بِالْيَسَرِ وَلَا تَبْذَلْ جَاهِي بِالإِقْتَارِ فَاسْتَرْزِقَ طَالِبِي رِزْقِكَ وَاسْتَعْطِفَ شِرَارَ خَلْقِكَ وَابْتَلَى بِحَمْدِ مَنْ أَعْطَانِي وَاُفْتَتَنَ بِذَمِّ مَنْ مَنَعَنِي وَأَنْتَ مِنْ وَرَاءِ ذَالِكَ كُلِّهِ وَلِيُّ الْإِعْطَاءِ وَالْمَنْعِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Allaahumma shalli ‘alaa muhammad, wa aali muhammad. allahumma shun wajhii bilyasari wa laa tabdzal jaahii bil- iqtaari fastarziqa thaalibii rizqika wasta’thifa syiraara khalqika wa ubtalaa bihamdi man a’thaanii wa uftatana bidzammi man mana-‘anii wa anta miw waraa-i dzaalika kullihi waliyyul i’thaa-i wal man-‘i innaka ‘alaa kulli syai- ing qadiir.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga beliau. Ya Allah, jagalah (kemuliaan) wajahku (harga diri) dengan kemudahan hidup dan jangan hinakan diriku dengan kemiskinan. Limpahkanlah kepada rezeki, janganlah aku mengemis rezeki kepada orang-orang yang mengemis kepada-Mu, berusaha mencari kesukaan makhluk-makhluk-Mu yang jahat, menyertakan diriku memuji kepada orang-orang yang memberi kepadaku serta mencerca orang-orang yang tidak memberi kepadaku. Padahal, Engkau di balik semua itu. Engkau penyebab pemberian dan penolakan. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Kuasa di atas segalanya.”

    Doa agar Kecantikan Hati dan Jiwa Memancar

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اَللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ

    Allaahumma baa’id baini wa baina khathaayaaya, kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. allaahumma naqqinii min khathaayaaya, kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danasi. allahummaghsilnii khathaayaaya bits tsalji, wal maa-i wal baradi

    Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan kesalahanku-kesalahanku, sebagaimana telah Engkau jauhkan antara arah timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari dosa-dosa, sebagaimana pakaian putih yang terbebas dari kotoran. Ya Allah, cucilah diriku dari dosa- dosa dengan es, air, dan embun pagi.”

    Doa agar Dijauhkan dari Energi Negatif

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِي ثَنَأً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

    Allaahumma innii a’uudzubika biridhaaka min sakhatik. wa a’uudzubika bimu’aafaatika min ‘uquubatik. wa a’uudzubika mink. laa uhshii tsanaa-an ‘alaik. anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsik.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan keridhaan-Mu dari amarah-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (siksa)-Mu. Aku tidak mampu memuji dari-Mu. Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji dari-Mu sendiri.”

    Doa agar Memiliki Akhlak dan Pribadi Mulia

    اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النُّورِ الذَّاتِي وَسِرِّ السَّارِى فِي سَائِرِ الأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa sayyidinaa muhammad nuuridz dzaatii wa sirris saarii fii saa-iril asmmaa-i washshifati wa ‘alaa aalihi washahbihi ajma’iin.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, yakni semua cahaya zat dan rahasia yang mengalir dalam semua nama dan sifat serta kepada keluarga dan sahabatnya semua.”

    Doa agar Diberi Kasih Sayang

    وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَى عَيْنِي

    Wa alqaitu ‘alaika mahabbatam minni wa li tushna’a ‘ala ‘ainî.

    Artinya: “Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku, dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Sholat Taubat Beserta Dzikirnya: Arab, Latin, dan Terjemahan


    Jakarta

    Memanjatkan doa setelah sholat Taubat merupakan bagian penting yang melengkapi kesempurnaan proses pertobatan. Hal ini dianjurkan sebagai permohonan ampun dari segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.

    Untuk mengamalkannya, simak bacaan doa dan dzikir setelah sholat Taubat di artikel berikut ini, beserta penjelasan mengenai perintah bertaubat dalam Islam.

    Perintah Bertaubat dari Perbuatan Dosa

    Semua manusia pasti pernah berbuat kesalahan. Maka wajib hukumnya untuk bertaubat atas dosa yang telah dilakukan, menyesalinya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.


    Mengutip Ensiklopedia Shalat Taubat oleh Rafi’udin, S.Ag., Allah Ta’ala melalui Nabi Muhammad SAW menyeru kaum musyrikin untuk memohon ampun atas dosa yang telah diperbuat, kembali kepada Allah dan melakukan segala perintahnya, serta berjanji tidak akan mengulangi dosa lagi.

    Perintah taubat ini sebagaimana firman Allah dalam surat Hud ayat 3:

    وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗۗ وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ ۝٣

    Artinya: Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kesenangan yang baik kepadamu (di dunia) sampai waktu yang telah ditentukan (kematian) dan memberikan pahala-Nya (di akhirat) kepada setiap orang yang beramal saleh. Jika kamu berpaling, sesungguhnya aku takut kamu (akan) ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat).

    Shalat taubat merupakan salah satu amalan utama dalam proses bertaubat. Sama dengan sholat sunnah lainnya, sholat taubat dikerjakan sebanyak dua rakaat. Setiap muslim setidaknya pernah melakukan sholat taubat sekali seumur hidupnya.

    Doa setelah Sholat Taubat

    Dianjurkan untuk membaca serangkaian doa dan dzikir setelah melakukan sholat Taubat. Mengutip buku Panduan Salat Sunah Syukril Wudhu, Taubat, Hajat & Dhuha Karya Ibnu Watiniyah, setelah sholat Taubat, hendaknya membaca doa sebagai berikut:

    اسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمُ الَّذِي لا إله إلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةً عَبْدٍ ظَالِم لا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مونا وَلاحَيَا وَلاحَيَاةَ وَلَا نُشُورًا

    Astaghfirullaahal azhiim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuuniu wa atuubu ilaih taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku linafsihii dharraw wa laa naf aw wa laa mawtaw wa laa hayaataw wa laa nusyuuraa.

    Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Yang Hidup dan terus Terjaga. Aku bertaubat kepada-Nya, taubatnya seorang hamba yang banyak berbuat dosa, yang tidak mempunyai daya upaya untuk berbuat mudharat atau manfaat, untuk mati, atau hidup, atau bangkit nanti.”

    Kemudian dilanjutkan dengan doa berikut:

    اِلٰهِىْ عَبْدُكَ الْاٰ بِقُ رَجَعَ اِلٰى بَابِكَ. عَبْدُكَ الْعَاصِىْ رَجَعَ اِلَى الصُّلْحِ. عَبْدُكَ الْمُذْنِبِ اَتَاكَ بِالْعُذْرِفَاعْفُ عَنِّىْ بِجُوْدِكَ وَتَقَبَّلْ مِنِّىْ بِفَضْلِكَ وَانْظُرْاِلَىَّ بِرَحْمَتِكَ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ مَاسَلَفَ مِنَ الذُّنُوْبِ وَاعْصِمْنِىْ فِيْمَابَقِىَ مِنَ الْاَ جَلِ فَاِنَّ الْخَيْرَكُلَّهُ بِيَدِكَ وَاَنْتَ بِنَارَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

    Ilaahii ‘abdukal aabiqu raja’a ilaa baabika, ‘abdukal ‘aashii raja’a ilash-shulhi ‘abdukal mudznibu ataaka bil’udzri fa’fu ‘anniii bijuudika wataqabbal minnii bifadhlika wandzhur ilayya birahmatika. Allaahummagh firlii maa salafa minadz-dzunuubi wa’shimnii fiimaa baqiya minal ajali fainnal khaira kullaahu biyadika wa anta binaa ra-uufurrahiimun.

    Artinya: “Tuhanku, Hamba-Mu yang melarikan diri telah kembali ke pintu-Mu. Hamba-Mu yang telah berbuat maksiat telah kembali kepada perbaikan. Hamba-Mu yang berdosa telah datang kepada-Mu memohon maaf. Oleh karena itu maafkanlah aku dengan kemurahan-Mu, terimalah permohonanku dengan keutamaan-Mu, dan pandanglah aku dengan rahmat-Mu.

    Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah lampau, dan peliharalah sisa-sisa umurku, karena sesungguhnya semua kebaikan ada dalam kekuasaan-Mu dan Engkau Maha Pengasih dan Penyayang terhadap kami.”

    Setelah membaca doa sholat taubat, dianjurkan untuk memperbanyak Sayyidul Istighfar, sebagai berikut:

    اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَاإِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَاصَنَعْتُ أَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لَايَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

    Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtnii wa anna ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mastatha’tu a’uudzu bika min syarri maa shana’tu abuu u laka bini’ matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii, faghfirlii fa innahu laa yagfirudzdzunuuba illa anta

    Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan aku, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu yg sedapat mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yg dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri. Aku memohon perlindungan Engkau dari segala kejahatan yg telah aku lakukan.”

    Setelah membaca doa-doa di atas, amalkanlah juga dzikir setelah sholat taubat. Dirangkum dari buku Hidup Tanpa Masalah karya H.M. Amrin Ra’uf, berikut bacaan dzikir yang dimaksud:

    1. Istighfar 1000 Kali

    أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمِ

    Astaghfirullaahal ‘azhiim.

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

    2. Ya Tawwaab 440 Kali

    يا تَوَّابُ

    Yaa Tawwab.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Menerima Taubat.”

    3. Yaa ‘Afuwwu 187 Kali

    يَا عَفُوٌّ

    Yaa ‘Afuwwu.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Pemaaf.”

    4. Ya Haadi 251 Kali

    يَا هَادِى

    Ya Haadi.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Pemberi.”

    5. Yaa Bashiir 333 Kali

    يَا بَصَيْرُ

    Yaa Bashiir.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Melihat.”

    Demikianlah bacaan doa dan dzikir setelah sholat taubat. Semoga bermanfaat.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Tidak Banjir untuk Memohon Perlindungan dari Bencana


    Jakarta

    Doa agar tidak banjir adalah amalan yang dapat dilakukan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari bencana yang merugikan. Selain berusaha secara fisik, seperti menjaga lingkungan dan sistem drainase, doa juga dapat menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan Allah SWT dari musibah ini.

    Simak berikut ini kumpulan doa yang dapat dipanjatkan agar hujan yang turun ke bumi tidak memberikan dampak negatif, seperti banjir.

    Turunnya Hujan Adalah Berkah dari Allah

    Sejatinya, hujan dapat membawa berkah karena menyuburkan tanaman, menyediakan air bersih, dan mendukung kehidupan. Hujan juga merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.


    Dalam buku, Indahnya Doa Rasulullah Bagiku, tulisan Masriyah Amva, dijelaskan bahwa keutamaan waktu hujan untuk berdoa didasarkan pada hadits:

    اطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعاَءِ عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوْشِ وَإِقَامَةِ الصَّلاَةِ ونُزُوْلِ الْغَيْث.

    Artinya: “Raihlah kemustajaban doa di kala pasukan sedang bertempur, saat ikamah salat, dan di saat turun hujan.” (HR Imam Syafi’i)

    Lebih lanjut, juga dijelaskan bahwa hujan adalah tanda kebesaran dan rahmat Allah SWT bagi seluruh makhluk. Saat hujan turun, hati dan pikiran cenderung lebih dekat kepada-Nya, tenggelam dalam tafakur dan syukur. Karena itu, hujan menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa, di mana keikhlasan dan rasa syukur lebih mendalam.

    Namun, ketika intensitas hujan tinggi dan drainase kurang memadai, potensi banjir dapat meningkat. Kondisi ini bisa berdampak pada kerugian materiil, kesehatan, dan keselamatan.

    Kumpulan Bacaan Doa agar Tidak Banjir

    Merangkum dari arsip detikHikmah dan laman resmi Kemenag RI, berikut beberapa doa saat hujan agar tidak mendatangkan musibah banjir.

    1. Doa agar Tidak Banjir dan Menjadi Aliran yang Bermanfaat

    اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا

    Arab latin: Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi’â.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.”

    2. Doa agar Tidak Banjir dan Menjadi Berkah

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudaratkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.”

    3. Doa agar Tidak Banjir dan Angin Kencang

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Arab latin: Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarrimaa ursilat bihi

    Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya.”

    4. Doa Hujan Disertai Petir

    Berikut adalah doa yang merujuk pada hadits dari Imam Malik ketika hujan disertai petir.

    سُبْحاَنَ الَّذِي يُسْبِحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ والْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

    Artinya: “Maha Suci Allah, petir dan para malaikat memuji Allah dan menyucikan-Nya karena takut kepada-Nya.” (HR Imam Malik)

    Itulah beberapa doa agar tidak banjir yang dapat dipanjatkan saat hujan turun. Dengan membaca doa-doa tersebut, kita berharap hujan yang turun membawa rahmat, bukan musibah, serta menjadi pengingat untuk menjaga lingkungan agar bebas dari banjir. Semoga Allah selalu melindungi kita semua. Aamiin.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 11 Doa untuk Ibu Tercinta, Bisa Dibaca saat Hari Ibu


    Jakarta

    Ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam, bahkan disebutkan dalam berbagai ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW. Penghormatan kepada ibu tidak hanya diwujudkan melalui sikap dan perbuatan, tetapi juga melalui doa tulus yang dipanjatkan untuk kebaikannya.

    Pada momen istimewa seperti Hari Ibu, berterima kasih kepada ibu tidak cukup hanya dengan ungkapan cinta, melainkan juga dengan mendoakannya agar senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Sebagai anak, kita memiliki tanggung jawab besar untuk terus memohonkan yang terbaik bagi ibu, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

    Kedudukan Ibu dalam Islam

    Dalam Islam, kedudukan ibu sangat dimuliakan. Bahkan, dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menekankan pentingnya menghormati ibu dengan menyebutnya hingga tiga kali, sebagaimana dikutip dalam buku Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orang Tua karya Abdul Aziz bin Muhammad As-Sadhan.


    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُول الله، مَنْ أحَقِّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمِّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمَّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمِّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوكَ

    Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, ‘Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan sikap baikku?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau SAW menjawab, ‘Ibumu’. Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR Bukhari 5971 dan Muslim 2548).

    Doa untuk Ibu

    Sebagai anak yang berbakti, kita wajib mendoakan ibu agar senantiasa diberkahi, dirahmati, dan dilimpahi kebaikan oleh Allah SWT. Berikut ini adalah beberapa doa yang bisa kita panjatkan untuk ibu.

    1. Doa agar Dosa Ibu Dihapuskan

    رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

    Latin: Rabbigh firlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa.

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku waktu kecil.”

    2. Doa Supaya Ibu Disayangi Allah

    رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

    Latin: Rabbir hamhumaa kamaa rabbayaanii shagiiraa.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku) mendidik aku pada waktu kecil.” (QS. Al-Isra: 24)

    3. Doa untuk Ibu dan Seluruh Perempuan

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا وَاغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

    Latin: Rabbighfirlii wali waalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiran, waghfir lil mu’miniina wal mu’minaati, walmuslimiina walmuslimaat al-ahyaa’i minhum wal amwaati.

    Artinya: “Tuhanku, ampunilah dan kedua orang tuaku sebagaimana keduanya mengasuhku ketika kecil. Ampunilah orang beriman dan orang Islam baik laki-laki maupun perempuan, yang masih hidup dan yang sudah wafat,” (Imam Al-Ghazali, Ihya’i Ulūmiddīn, [Kairo, Darus Syi’b: tanpa tahun], halaman 578).

    4. Doa agar Ibu Diberikan Syafaat

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ

    Arab latin: Allāhummaghfirlahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa’fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, walmaghfirata, wassyafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.”

    5. Doa untuk Ibu dan Orang yang Berjasa

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

    Arab latin: Allaahummaghfir lil muslimiina wal muslimaat, wal mukminiina wal mukminaat, al-ahyaa’i minhum wal amwaat, min masyaariqil ardhi ilaa maghaaribihaa, barrihaa wa bahrihaa, khushuushan ilaa aabaa’inaa, wa ummahaatinaa, wa ajdaadinaa, wa jaddatinaa, wa asaatidzatinaa, wa mu’allimiinaa, wa li man ahsana ilainaa, wa li ashhaabil huquqi ‘alaynaa.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”

    6. Doa untuk Ibu agar Diberikan Kesembuhan

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

    Latin: Allahumma robbannaasi adz-hibil ba’sa wasy fihu, wa antas syaafi, laa syifaa-a illa syfaauka, syifaan laa yughaadiru saqaama.

    Artinya: “Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh. Tak ada penawar selain dari penawar-Mu, penawar yang menghabiskan sakit dan penyakit.”

    7. Doa Ketika Ibu Sakit Keras

    اللَّهُمَّ اَحْيِنِي مَاكَا نَتِ الْحَيَاةُ خَيْرً الِّى وَتَوَ فَّنِى مَاكَا نَتْ الوَ فَاةُ خَيْرًا لِى

    Latin: Allahumma ahyini maa kaa natil khayatu khoirolli, watawaf fanni adza kaanat wafaatu khoirolli.

    Artinya: “Ya Allah, hidupkanlah dia apabila itu lebih baik baginya. Dan matikanlah dia apabila kematian itu lebih baik baginya.”

    8. Doa Agar Ibu Mendapat Ampunan ketika Dihisab

    رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُࣖ

    Latin: Rabbanaghfirlii waliwaalidayya wa lil-mu’miniina yauma yaquumul-hisaab.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (Q.S Ibrahim: 41)

    9. Doa Memohon Ampun untuk Ibu, Ayah, dan Orang Beriman

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًا

    Latin: Rabbighfirlii waliwalidayya waliman dakhala baitiya mu’minaw wa lil mu’miniina wal mu’minati, wa laa tazididzh-dzhaalimiina illaa tabaaraa.

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran.” (Q.S Nuh : 28)

    10. Doa untuk Ibu yang Sudah Meninggal

    Dinukil dari laman Rumah Zakat, seorang anak dapat memanjatkan doa untuk ibu yang sudah meninggal. Berikut doa ampunan bagi ibu:

    اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِلْمَاءِ وَالشَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارً اخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَادْخِلْهُ الجَنَّةَ وَاعِذْهُ مِنْ ععَذَابِ الْقَبرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

    Arab latin: Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkholahu, waghsilhu bil maa i wats-tsalji walbarodi wa naqqihii minal khothoo ya kamaa yunaqqots-tsawbul abyadhu minad danas, wa abdilhu daaron khoiron min daarihii wa ahlan khoiron min ahlihii wa zawjan khoiron min zawjihi, wa ad-khilhul jannata wa a’idz-hu min ‘adzaabil qobri wa fitnatihi wa min ‘adzaabin naar.

    Artinya: “Wahai Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah, lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih dan sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan seperti baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan siksa api neraka.”

    11. Doa Memohon Ampunan untuk Ibu dan Seluruh Umat Islam

    اَللهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا. وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، َاْلاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

    Allaahummaghfirlii dzunuubii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiro, waliljamii’il muslimiina walmuslimaati, walmu’miniina wal mu’minaati Al ahyaa’i minhum wal amwaati, wataabi’ bainanaa wa bainahum bil khoiraati, robbighfir warham wa annta khoirur roohimiin, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil’aliyyil adzhiimi.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya itu sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil, begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah di antara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu.”

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Ziarah Kubur Singkat dan Tata Caranya dalam Islam


    Jakarta

    Ziarah kubur adalah salah satu amalan yang diajarkan dalam Islam sebagai bentuk penghormatan kepada penghuni kubur, serta untuk mengobati kerinduan keluarga atau kerabat yang ditinggalkan. Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan muslim untuk berziarah sebagai cara untuk mengingat kehidupan akhirat.

    Buraidah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang, Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang ziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu pada akhirat.” (HR. At-Tirmidzi)


    Saat berziarah kubur, seorang muslim tidak hanya duduk dan meratapi makam yang dikunjunginya, tetapi juga dianjurkan untuk berdoa bagi penghuni kubur serta memahami adab-adab yang harus dijaga sesuai dengan syariat Islam. Berikut dipaparkan bacaan ziarah kubur singkat yang dapat diamalkan.

    Bacaan Ziarah Kubur Singkat

    Berikut adalah bacaan ziarah kubur singkat yang dapat diamalkan, berdasarkan kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi yang diterjemahkan oleh Bahrun Abu Bakar, yang mengutip riwayat dari Shahih Muslim melalui Aisyah RA.

    Dalam riwayat ini, ketika Rasulullah SAW berada di malam giliran Siti Aisyah RA, apabila beliau keluar pada akhir malam menuju ke Baqi’ul Gharqad. Di sana, beliau mengucapkan doa berikut:

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ ، وَأَتَاكُمْ مَا تُوعَدُونَ، غَدًا مُؤَجَلُونَ ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِاهْلِ بقيع الغرقد

    Arab Latin: Assalamu’alaikum dara qaumin mu’minin wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa inna insya Allahu bikum lahiqun. Allahummaghfirlihli baqi’ul gharqad.

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpah buat kalian, wahai kaum mukmin yang menghuni rumah (kuburan) ini. Akan datang kepada kalian apa yang dijanjikan kepada kalian besok dengan segera; dan sesungguhnya kami, insya Allah, pasti menyusul kalian. Ya Allah, beri ampunlah kepada ahli Baqi’ul Gharqad.”

    Selain itu, dalam riwayat yang sama, terdapat bacaan ziarah kubur singkat lain yang diriwayatkan oleh Aisyah RA melalui Shahih Muslim, bahwa ia pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang aku ucapkan (bila ziarah kubur)?” Rasulullah SAW menjawab dengan doa berikut.

    السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنكُمْ وَمِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

    Arab Latin: Assalamu’ala ahlid diyar minalmu’minin walmuslimin, wa yarhumullahul mustaqdimin minkum wa minna walmustakhirin wa inna in sya Allah bikum lahiqun.

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpah kepada ahli kubur dari kalangan kaum mukmin dan kaum muslim. Semoga Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dari kalian dan kami serta orang-orang yang terkemudian (dari kalian). Sesungguhnya kami, insya Allah, benar-benar akan menyusul kalian.”

    Tata Cara Ziarah Kubur

    Dalam berziarah kubur, baik itu kuburan para wali atau kuburan orang biasa, terdapat beberapa tata cara yang perlu diperhatikan agar sesuai dengan syariat Islam, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, para sahabat, dan ulama.

    Berikut adalah tata cara ziarah kubur berdasarkan hadits dan pendapat para ulama yang dikutip dari buku Sunan Giri oleh Masykur Arif.

    1) Meluruskan niat sebelum berziarah kubur. Untuk menghindari kemusyrikan, ziarah kubur wajib diniatkan hanya untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT.

    2) Berwudhu sebelum memasuki area pemakaman, agar doa yang dipanjatkan untuk penghuni kubur lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

    3) Menghadap kuburan, lalu ucapkan salam kepada penghuni kubur sambil mendoakan mereka dengan bacaan ziarah kubur singkat yang telah dipaparkan sebelumnya.

    4) Berjalan di sekitar kuburan tanpa alas kaki. Tata cara ini telah diterangkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah riwayat dari Basyir bin Khashashiah, disebutkan bahwa,

    “Ketika Rasulullah SAW sedang berjalan, secara tiba-tiba, beliau memandang seorang laki-laki yang berjalan di antara kuburan dengan mengenakan sandal, lalu Rasulullah SAW bersabda, ‘Wahai pemilik (yang memakai) sandal, lepaskanlah sandalmu.’ Orang itu menoleh ke arah suara. Tatkala ia mengetahui itu Rasulullah SAW, ia melepaskan kedua sandalnya dan melemparkannya.” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, Hakim. Sanadnya shahih)

    5) Saat berdoa, pastikan kita menghadap kiblat dan bukan ke arah kuburan.

    Dalam sebuah riwayat, Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW keluar pada suatu malam. Aisyah kemudian mengutus Barirah untuk mengikuti arah perjalanan Rasulullah SAW. Ternyata, Rasulullah SAW menuju Baqi’ al-Gharqad, lalu berdiri di sisi terdekat dari pemakaman, dan mengangkat tangannya. Setelah itu, beliau pulang. Barirah kembali kepada Aisyah RA dan menceritakan apa yang ia lihat. Pada pagi harinya, Aisyah RA bertanya,”Wahai Rasulullah, keluar ke manakah engkau semalam?” Beliau menjawab, “Aku diutus kepada penghuni Baqi’ untuk mendoakan mereka.” (HR. Ahmad dan Malik)

    Itulah bacaan ziarah kubur singkat dan tata caranya yang sesuai dengan syariat Islam.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Keluar Masjid Beserta Adab dan Keutamaannya


    Jakarta

    Masjid adalah tempat suci yang menjadi pusat ibadah umat Islam, mulai dari menunaikan sholat hingga berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Namun, ketika berada di masjid kita juga sebaiknya mematuhi adab-adab dan membaca doa ketika masuk maupun keluar dari masjid.

    Salah satu sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah membaca doa keluar masjid sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan keutamaan dan keberkahan setelah beribadah.

    Landasan Dalil Membaca Doa Keluar Masjid

    Mengutip buku Zikir dan Doa Penghuni Surga tulisan Supriyadi, dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “‘Jika salah satu di antara kalian itu masuk masjid, salamlah kepada Nabi SAW (bershalawat), kemudian berdoalah, ‘Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.’ Ketika keluar, berdoalah (sebagaimana lafalnya), ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon fadilah kepada-Mu.’” (HR. Imam Muslim, Abu Dawud, Nasa’i, dan Ibn Majah).


    Dengan membaca doa keluar masjid, seorang muslim memohon agar Allah SWT memberikan fadilah-Nya, yaitu keutamaan-keutamaan yang hanya bisa diberikan oleh-Nya.

    Selain itu, doa ini juga mencerminkan penghormatan terhadap masjid sebagai rumah Allah SWT di muka bumi. Saat meninggalkan masjid, kita diajarkan untuk tetap menjaga hati agar selalu bergantung kepada Allah SWT, serta mengakui bahwa segala keberhasilan dan kebaikan hanya datang dari-Nya.

    Bacaan Doa Keluar Masjid: Arab, Latin dan Artinya

    Doa keluar masjid terdapat dua versi, yaitu panjang dan pendek. Berikut adalah doa keluar masjid lengkap dengan Arab, latin dan artinya yang dikutip dari sumber sebelumnya dan buku Fiqih Sunnah 1 tulisan Sayyid Sabiq yang diterjemahkan oleh Abu Aulia dkk.

    1. Doa Keluar Masjid Versi Pendek

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

    Arab latin: Allahumma inni as-aluka min fadhlik.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon fadilah kepada-Mu.”

    2. Doa Keluar Masjid Versi Panjang

    بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُونِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ، اللَّهُمَّ اعْصِمْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ.

    Arab latin: Bismillah Allahumma Shalli ‘ala Muhammadin. Allâhumma igfirli dzunûbuî wa iftah lî abwâba fadhlika. Allâhumma ishimnî min asy- Syaithân ar-Rajîm

    Artinya: “Dengan nama Allah. Ya Allah, sampaikanlah shalawat kepada Muhammad. Ya Allah, ampunilah segala dosaku, dan bukakanlah untukku semua pintu keutamaan-Mu. Ya Allah, lindungilah diriku dari godaan setan yang terkutuk.”

    Adab saat Berada di Dalam Masjid

    Berikut adalah adab-adab di dalam masjid yang sebaiknya dilakukan, menurut buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati tulisan Thoriq Aziz Jayana dan buku Buku Pintar 50 Adab Islam tulisan Arfiani:

    1. Berangkat dalam Keadaan Suci

    Pastikan sudah bersuci dari hadas kecil maupun hadas besar sebelum menuju masjid.

    2. Kenakan Pakaian yang Sopan dan Bersih

    Pakailah pakaian yang sesuai, bersih, dan suci, karena masjid adalah rumah Allah SWT yang harus dihormati.

    3. Tidak Bertelanjang, Baik Sebagian Maupun Keseluruhan Tubuh

    Jaga aurat dengan sempurna saat berada di dalam masjid. Hal ini berlaku untuk perempuan maupun laki-laki.

    4. Gunakan Wangi-wangian

    Disunnahkan memakai minyak wangi, kecuali bagi wanita, yang dianjurkan untuk tidak memakai wangi-wangian atau berdandan mencolok.

    5. Perbanyak Zikir dan Sholawat dalam Perjalanan ke Masjid

    Sepanjang perjalanan menuju masjid, isilah waktu dengan zikir dan sholawat.

    6. Masuk dengan Tenang dan Dahulukan Kaki Kanan

    Saat memasuki masjid, lakukan dengan penuh ketenangan dan dahulukan kaki kanan sebagai bentuk penghormatan bahwa masjid adalah tempat yang suci.

    7. Membaca Doa Masuk Masjid

    Jangan lupa membaca doa masuk masjid untuk memohon keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.

    8. Lakukan Sholat Tahiyyatul Masjid

    Setelah masuk, kerjakan sholat Tahiyyatul Masjid dua rakaat.

    9. Jaga Akhlak Selama di Masjid

    Hindari perilaku seperti meludah, kentut, berkata kasar, membuat gaduh, bernyanyi, merokok, bersiul atau mengotori masjid.

    10. Tidak Membuat Tempat Khusus

    Jangan memesan atau membuat tempat tertentu di masjid yang mengesankan egoisme.

    11. Hindari Melintasi Orang yang Sedang Sholat

    Jangan berjalan di depan orang yang sedang melaksanakan sholat karena ini dapat mengganggu konsentrasi ibadahnya.

    12. Jangan Melangkahi Orang yang Sedang Duduk atau Membaca Al-Qur’an

    Hormati mereka yang sedang beribadah atau membaca Al-Qur’an dengan tidak melangkahi mereka.

    13. Hindari Berjualan di Dalam Masjid

    Masjid bukan tempat untuk transaksi jual beli, tetapi rumah Allah SWT khusus untuk ibadah.

    14. Hindari Tidur di Masjid

    Masjid tidak diperuntukkan sebagai tempat tidur kecuali dalam keadaan darurat atau situasi tertentu, seperti itikaf.

    15. Menjaga Kebersihan Masjid

    Pastikan masjid tetap bersih dan terawat. Rasulullah SAW bersabda, “Jagalah kebersihan masjid, rawatlah bangunan dan perlengkapan di dalamnya, namun jangan menghiasi masjid secara bermegah-megahan.”

    16. Membuang Sampah pada Tempatnya

    Jika menemukan sampah seperti tisu, botol air, atau benda lainnya. Ambillah dan buang ke tempat sampah. Ini bentuk tanggung jawab kita terhadap kebersihan masjid.

    17. Mengembalikan Barang pada Tempatnya

    Jika melihat Al-Qur’an, mukena, atau sarung tergeletak di lantai, kembalikan ke tempat semestinya dan rapihkan kembali di tempatnya.

    18. Tidak Meninggalkan Sampah

    Pastikan tidak meninggalkan sampah atau benda lain yang dapat mengotori masjid karena kebersihan adalah sebagian dari iman.

    19. Membaca Doa Keluar Masjid

    Ketika keluar dari masjid, ucapkan doa keluar masjid yang sudah dituliskan sebelumnya diatas.

    20. Berzikir dan Bersholawat

    Doa keluar masjid tersebut bisa diiringi dengan zikir kepada Allah SWT dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

    21. Mendahulukan Kaki Kiri ketika Keluar

    Ketika melangkah keluar masjid, dahulukan kaki kiri untuk menghormati masjid sebagai tempat yang suci dan luar masjid yang tidak suci.

    22. Berniat Kembali ke Masjid

    Selalu niatkan untuk kembali ke masjid di lain waktu untuk melaksanakan sholat atau ibadah lainnya.

    23. Menjauhi Sifat Riya dan Sombong

    Hindari sikap riya atau merasa lebih baik dari orang lain setelah beribadah di masjid. Selalu rendahkan hati dan ingat bahwa ibadah adalah bentuk penghambaan kepada Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia.

    Keutamaan Membaca Doa Keluar Masjid

    Membaca doa keluar masjid bukan hanya kebiasaan, melainkan sunnah yang penuh pahala dan keutamaan. Keutamaan membaca doa keluar masjid tercermin dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA dalam buku Menggapai Nikmatnya Beribadah karya Syekh Khalid Sayyid Rusyah yang diterjemahkan oleh Abdurrahim dkk., bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Siapa yang pergi ke masjid atau kembali, Allah menyediakan baginya tempat singgah setiap kali dia pergi atau kembali.” Hadits ini menegaskan betapa istimewanya setiap langkah menuju masjid maupun meninggalkannya, termasuk ketika kita membaca doa keluar masjid.

    Dengan membaca doa keluar masjid, seorang muslim juga memperbarui niatnya untuk kembali ke masjid di waktu yang akan datang, sehingga menjadikan ibadahnya sebagai rutinitas yang konsisten setiap waktunya.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Setelah Mandi Wajib dan Penyebabnya


    Jakarta

    Mandi Wajib adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam dalam kondisi tertentu. Mandi ini memiliki tujuan untuk menyucikan diri agar seseorang bisa melaksanakan ibadah lainnya, seperti sholat, dengan sah.

    Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebutkan dalam surah Al-Ma’idah ayat 6 yang menunjukkan bahwa mandi wajib adalah salah satu bentuk ritual penyucian diri yang sangat penting dan diwajibkan dalam Islam. Allah SWT berfirman,

    وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ


    Artinya: “Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. “

    Melakukan mandi wajib tidak hanya membasahi tubuh dengan air tetapi juga menjadi wujud ketaatan terhadap perintah Allah SWT. Setelah mandi wajib, disunnahkan untuk membaca doa setelah mandi wajib sebagai bentuk pengharapan agar diri kita tetap dalam keadaan suci dan siap untuk melaksanakan ibadah lainnya.

    Namun, tidak semua orang mengetahui bacaan doa setelah mandi wajib. Apa saja doa yang sebaiknya dibaca setelah melaksanakan mandi wajib? Berikut adalah penjelasan dari kaidah-kaidah mandi wajib.

    Bacaan Doa Setelah Mandi Wajib

    Bacaan doa setelah mandi wajib pada dasarnya sama dengan doa yang dibaca setelah wudhu, seperti yang dijelaskan oleh Fatkhur Rahman dalam bukunya Pintar Ibadah.

    Berikut adalah bacaan doa setelah mandi wajib yang diambil dari buku Malaikat Pun Mengamini: Kumpulan Doa Penggapai Rida Ilahi karya Hamdan Hamedan.

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Asyhadu allaa llaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allaahummaj’alnii minat-tawwabiina, waj’alnii minal- muta-thahiriina.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Ilah (Yang berhak disembah) me-lainkan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci.”

    Penyebab Harus Mandi Wajib

    Setelah memahami bacaan doa setelah mandi wajib, penting untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab seseorang diwajibkan untuk melakukan mandi wajib.

    Menurut buku Fiqih karya Udin Wahyudin dkk., mandi wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hadas besar. Ada beberapa kondisi yang mengharuskan seorang Muslim untuk melaksanakan mandi wajib, yaitu:

    1. Hubungan suami istri

    Meskipun tidak ada ejakulasi, hubungan suami istri tetap mewajibkan mandi wajib bagi keduanya.

    2. Keluar mani

    Setiap keluarnya mani bagi seorang peria, baik karena mimpi basah atau sengaja diharuskan untuk tetap mandi wajib.

    3. Meninggal dunia

    Bagi orang yang meninggal dunia, umat Islam yang masih hidup berkewajiban untuk memandikan jenazahnya, kecuali bagi seorang syuhada yang wafat dalam perjuangan di medan jihad.

    4. Haid

    Seorang wanita yang selesai dari masa haidnya harus mandi wajib agar bisa kembali melaksanakan ibadah seperti sholat, puasa, dan membaca Al-Qur’an.

    5. Nifas

    Setelah masa nifas, yaitu darah yang keluar setelah melahirkan. Wanita wajib mandi untuk kembali dalam keadaan suci.

    6. Melahirkan

    Setelah melahirkan baik anaknya hidup atau keguguran, seorang wanita diwajibkan mandi wajib.

    Bacaan Niat Seluruh Mandi Wajib

    Setelah memahami penyebab-penyebab yang mengharuskan seseorang untuk melaksanakan mandi wajib, kini saatnya kita mengetahui niat yang tepat untuk setiap kondisi tersebut.

    Setiap penyebab mandi wajib memiliki niat khusus yang disyariatkan dalam Islam. Berikut adalah bacaan niat untuk masing-masing jenis mandi wajib yang telah dijelaskan sebelumnya yang dikutip dari arsip detikHikmah.

    1. Bacaan niat mandi wajib setelah berhubungan intim, keluar mani, junub

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta’aala.

    Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah.”

    2. Bacaan niat mandi wajib setelah haid

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ الْحَيْضِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari ‘anin haidhi lillaahi ta’aala

    Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar yang disebabkan haid karena Allah Ta’ala.”

    3. Bacaan niat mandi wajib setelah melahirkan

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ الْوِلَادَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari ‘anin wilaadati lillaahi ta’aala

    Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar yang disebabkan wiladah karena Allah Ta’ala.”

    4. Bacaan niat mandi wajib setelah nifas

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ النِّفَاسِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari ‘anin nifaasi lillaahi ta’aala

    Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar yang disebabkan nifas karena Allah Ta’ala.”

    5. Bacaan niat mandi wajib untuk memandikan jenazah

    نَوَيْتُ الغُسْلَ أَدَاءً عَنْ هُذَا الْمَيِّتِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul gusla adā an ‘an hażal mayyiti lillahi ta’ālā

    Artinya: ” Aku berniat untuk memandikan jenazah ini karena Allah ta’ala.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com