Tag: doa

  • 5 Doa yang Paling Banyak Dibaca detikers Tahun 2024



    Jakarta

    Berdoa merupakan perintah dari Allah SWT. Pada kanal detikHikmah, ada beberapa doa yang paling banyak dibaca detikers sepanjang tahun 2024. Doa apa saja?

    Doa adalah senjata bagi umat Islam. Setiap mukmin beriman diperintahkan untuk berdoa, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Mu’min ayat 60. Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


    Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

    Berdoa dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Bahkan orang yang tidak berdoa kepada Allah dimasukkan ke dalam golongan orang sombong yang akan ditempatkan di neraka Jahannam.

    Doa yang Paling Banyak Dibaca detikers

    Berikut deretan doa yang paling banyak dibaca

    1. Bacaan Doa Setelah Sholat 5 Waktu Lengkap dan Artinya

    Bacaan doa setelah sholat 5 waktu menjadi doa yang paling banyak dibaca detikers. Secara keseluruhan, doa ini telah diakses lebih dari 9,4 juta detikers. Lihat bacaan doa selengkapnya di sini.

    2. Doa Setelah Sholat Tahajud Lengkap Latin dan Tata Caranya

    Bacaan doa setelah salat Tahajud juga cukup menarik perhatian pembaca. Doa ini telah diakses lebih dari 8,3 juta detikers. Lihat bacaan doa selengkapnya di sini.

    3. Doa Setelah Sholat Dhuha Latin, Arab, dan Artinya

    Doa setelah salat Dhuha juga banyak dibaca detikers sepanjang 2024. Doa ini telah diakses lebih dari 6,5 juta pembaca detikcom. Lihat bacaan doa selengkapnya di sini.

    4. Bacaan Doa Qunut Subuh: Arab, Latin, dan Artinya

    Doa Qunut Subuh juga menjadi doa yang cukup populer di kalangan detikers. Doa ini lazimnya dilantunkan saat mendirikan salat Subuh. Lihat bacaan doa Qunut selengkapnya di sini.

    5. Bacaan Doa Sholat Jenazah Takbir ke 1, 2, 3, 4 Urut dengan Rukun dan Niatnya!

    Doa sholat jenazah juga menjadi doa yang paling banyak mendapat perhatian detikers. Doa ini telah dilihat lebih dari 2,6 juta kali. Lihat bacaan doa salat jenazah selengkapnya di sini.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa di Bulan Rajab, Ini Waktu Mustajab dan Keutamaannya


    Jakarta

    Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia yang penuh keberkahan. Selain sebagai salah satu bulan yang dianjurkan untuk berpuasa, bulan ini juga menjadi waktu yang tepat untuk berdoa dan memohon ampunan Allah SWT.

    Dalam Islam, terdapat berbagai waktu terbaik yang diyakini sebagai waktu mustajab, di mana doa-doa akan lebih cepat dikabulkan, dan salah satu waktu tersebut adalah di bulan Rajab. Namun, kapan waktu mustajab untuk berdoa di bulan Rajab? Berikut penjelasannya.

    Kapan Waktu Mustajab untuk Berdoa di Bulan Rajab?

    Dalam buku Doa-doa Khusus Wanita yang disusun oleh Amirulloh Syarbini dijelaskan bahwa, waktu mustajab untuk berdoa di bulan Rajab adalah pada malam pertama bulan Rajab. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,


    “Ada lima malam di mana doa tidak akan tertolak, yaitu malam pertama bulan Rajab, pertengahan bulan Sya’ban, malam Jumat, malam Idul fitri, dan malam Idul adha.” (HR. Ibnu Dailani)

    Doa Bulan Rajab

    Dalam buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab Untuk Berdoa yang disusun oleh Nurhasanah Naminoleh, terdapat sebuah riwayat dari Anas bin Malik RA, dia berkata bahwa Nabi SAW jika memasuki bulan Rajab, beliau berdoa,

    “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta pertemukanlah kami dengan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

    Berikut bacaan lengkap doa di bulan Rajab yang dikutip dari buku Memburu Syurga di Bulan Istimewa yang ditulis oleh Miftah Fauzi.

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلَّغْنَا رَمَضَانَ

    Arab Latin: Allahumma bârik lanâ fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhānā

    Artinya: “Ya Allah, berkatilah kami pada Rajab dan Sya’ban. Sampaikan kami dengan Ramadan.”

    Keutamaan Bulan Rajab

    Selain dianggap sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa, bulan Rajab juga memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan sebagai salah satu bulan yang mulia. Berikut adalah beberapa keutamaan bulan Rajab yang dikutip dari buku Materi Khutbah Jumat Sepanjang Tahun yang disusun oleh Muhammad Khatib.

    1. Salah Satu Bulan yang Dihormati

    Dalam setahun, terdapat dua belas bulan yang di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati, dan salah satunya adalah bulan Rajab.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun terdapat dua belas bulan yang di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati, tiga bulan diantaranya berturut-turut Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumadil Tsani Tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim.)

    2. Keutamaan Berpuasa di Bulan Rajab

    Rasulullah SAW menyebutkan bahwa amal yang dilakukan di bulan ini akan mendapat ganjaran yang sangat besar, seperti berpuasa.

    Imam Thabarani meriwayatkan dari Sa’id bin Rasyid, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari, maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari, maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari, maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya.”

    3. Rajab Merupakan Nama Sungai di Surga

    Di surga, terdapat sungai yang diyakini memiliki rasa yang manis, suasana yang sejuk, dan aroma yang harum. Menurut Malaikat Jibril, sungai tersebut adalah sungai Rajab.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Pada malam mi’raj, aku melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril AS, ‘Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini?’ Jibril berkata: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini.”

    4. Rajab Bulannya Allah SWT

    Di antara berbagai bulan yang mulia, Rajab adalah bulan yang khusus milik Allah SWT. Abul Fath meriwayatkan dari al-Hasan, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Rajab itu bulannya Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku.”

    Demikian waktu mustajab untuk berdoa di bulan Rajab. Setelah mengetahui waktu terbaik ini, jangan lewatkan untuk berdoa ya.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Amalan agar Tidak Disentuh Api Neraka


    Jakarta

    Bulan Rajab akan tiba pada tanggal 1 Januari 2025 bersamaan dengan pergantian tahun baru Masehi. Sebagai salah satu dari empat bulan Haram yang dimuliakan dalam Islam, bulan Rajab merupakan waktu yang istimewa untuk memperbanyak ibadah dan amalan sunnah.

    Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca dzikir bulan Rajab 70 kali yang dipercaya dapat melindungi dari api neraka. Berikut bacaan dzikir bulan Rajab 70 kali beserta dzikir dan doa lainnya yang dianjurkan dibaca di bulan Rajab.

    Bacaan Dzikir Bulan Rajab 70 Kali

    Mengutip buku Doa & Amalan di Bulan Rajab, Sya’ban & Ramadhan yang disusun oleh Tim Zahra, Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa yang beristighfar kepada Allah SWT dengan membaca dzikir bulan rajab 70 kali di siang hari dan 70 kali di malam hari selama bulan Rajab, maka jika ia wafat di bulan Rajab, ia akan meninggal dalam keadaan diridai Allah SWT dan tidak akan tersentuh api neraka.


    Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa beristighfar kepada Allah dengan mengucapkan, ‘Astaghfirullaha wa atûbu ilaib(i)’ sebanyak 70 kali di siang hari dan 70 kali di malam hari pada bulan Rajab, kemudian mengangkat kedua tangannya dan berkata, ‘Allahummaghfirli wa tub ‘alayya,’ maka jika ia wafat di bulan Rajab, ia wafat dalam keadaan diridhai Allah dan tidak akan tersentuh api neraka dengan berkat bulan Rajab.”

    Berikut adalah bacaan dzikir bulan Rajab 70 kali sesuai hadits Rasulullah SAW tersebut:

    أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَ أَتُوبُ إِلَيْهِ, اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَ تُبْ عَلَيَّ

    Arab latin: Astaghfirullaha wa atûbu ilaihi, Allahummaghfirli wa tub ‘alayya

    Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah dan aku bertobat kepada-Nya. Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah tobatku.”

    Bacaan ini dianjurkan untuk diulang sebanyak 70 kali pada siang hari dan 70 kali di malam hari selama bulan Rajab. Dalam membaca dzikir ini, umat Islam dianjurkan mengangkat tangan sebagai simbol kesungguhan dalam memohon ampunan dan keridaan Allah SWT.

    Amalan ini memberikan manfaat besar bagi siapa saja yang mengerjakannya dengan penuh keikhlasan. Tidak hanya mendatangkan ridha Allah SWT, dzikir ini juga menjadi sarana perlindungan dari api neraka.

    Dzikir dan Doa Memasuki Bulan Rajab

    Menurut riwayat yang dikutip oleh Abu al-Hasan bin Muhammad Hasan al-Khalal dari Anas bin Malik yang terdapat pada buku Hikmah Bulan Rajab dan Sya’ban tulisan Dimitri Mahayana, Rasulullah SAW ditanyakan kenapa dinamakan bulan Rajab, lalu beliau menjelaskan bahwa bulan Rajab dinamakan demikian karena mengandung banyak kebaikan yang menjadi persiapan menuju bulan Sya’ban dan Ramadhan.

    Rasulullah SAW bersabda, “Karena di dalamnya banyak kebaikan untuk bulan Sya’ban dan Ramadhan.”

    Selain itu, dalam kitab Mafâtih al-Jinân, disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW melihat hilal sebagai penanda masuknya bulan Rajab, beliau membaca doa:

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَحِفْظِ اللَّسَانِ وَغَضِ الْبَصَرِ وَلَا تَجْعَلْ حَطَّنَا مِنْهُ الْجُوعِ وَالْعَطَشَ

    Arab latin: Allahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya’baana wa ballighnaa syahra ramadhaana wa a’innaa ‘alas-shiyaami wal-qiyaami wa hifdzhil-lisaani wa ghadhlil-bashari wa laa taj’al hazzanaa minhu al-juu’a wal-‘athasya.

    Artinya: “Ya Allah, berkatilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Tolonglah kami untuk shiyam dan qiyam serta menjaga lisan dan menundukkan pandangan. Jangan jadikan bagian kami darinya hanya rasa lapar dan haus.”

    Dzikir dan doa seperti ini tidak hanya menambah pahala, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk mendapatkan ridha-Nya.

    Keutamaan Membaca Dzikir Bulan Rajab

    Ibadah yang dilakukan di bulan Rajab sangat dianjurkan karena pahala kebaikan yang dilipatgandakan, seperti membaca dzikir bulan Rajab 70 kali yang berisi istighfar sebagai bentuk permohonan ampun dan taubat atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

    Dzikir ini bukan hanya dzikir yang dibaca pada hari biasa, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk mendatangkan ridha-Nya dan memanfaatkan bulan penuh keberkahan ini.

    Menurut buku Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriah karya Siti Zamratus Sa’adah, Rasulullah SAW sendiri menyebutkan keutamaan malam pertama bulan Rajab sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abi Umamah, Rasulullah SAW bersabda:

    خَمْسُ لَيَالِ لَا تُرَدُّ فِيهِنَّ الدَّعْوَةُ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنَ الشَّعْبَانِ، وَلَيْلَةُ الْجُمْعَةِ، وَلَيْلَةُ الْفِطْرِ، وَلَيْلَهُ النَّحْرِ.

    Artinya: “Ada Lima malam, doa-doa di situ tidak ditolak: malam pertama di bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul fitri, malam Idul Adha”.

    Hal ini menjadikan malam pertama bulan Rajab sebagai waktu yang sangat dianjurkan untuk berdzikir dan memohon kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak dzikir bulan Rajab 70 kali, kita dapat memanfaatkan bulan mulia ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kualitas ibadah kita.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun: Arab, Latin dan Artinya



    Jakarta

    Ada doa yang dapat dibaca saat momen pergantian tahun. Mengamalkan doa ini sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT di tahun kemarin sekaligus permohonan agar dilindungi di tahun berikutnya.

    Doa adalah perintah dari Allah SWT yang ditegaskan dalam surat Al-Mu’min ayat 60. Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


    Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

    Mengutip buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid dijelaskan, barang siapa membaca doa akhir tahun, maka ia akan terhindar dari godaan dan tipu daya setan dan diampuni dosanya setahun sebelumnya.

    Doa akhir tahun dibaca setelah salat Ashar atau sebelum masuk waktu Maghrib. Doa akhir dan awal tahun ini biasanya dilafalkan ketika pergantian tahun Hijriyah.

    Bacaan Doa Akhir Tahun

    Melansir laman NU Online yang merujuk kitab Maslakul Akhyar karya Habib Utsman bin Yahya, berikut bacaan doa akhir tahun,

    اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

    Arab Latin: Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihi sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da’autanî ilat taubati min ba’di jarâ’atî ‘alâ ma’shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa’attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha’ rajâ’î minka yâ karîm.

    Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

    Bacaan Doa Awal Tahun

    Selain doa akhir tahun, terdapat juga doa awal Tahun Baru Hijriah. Berikut bacaannya,

    اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

    Arab Latin: Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu’awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

    Artinya: “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

    Hukum Membaca Doa Akhir Tahun

    Dalam buku Fiqih Do’a dan Dzikir Jilid 1 karya Syaikh Abdurrazaq Bin Abdul Muhsin Al-Badr, dijelaskan bahwa doa adalah ibadah, sedangkan ibadah dibangun di atas taufiq (wahyu) dan ittiba (mengikuti Rasul). Bukan di atas hawa nafsu dan ibtida (mengada-ada).

    Tidak diperkenankan bagi muslim untuk berpegang dengan doa-doa rutin atau yang khusus dilafalkan pada waktu-waktu tertentu atau sifat-sifat tertentu, selain yang diriwayatkan tentang hal itu dalam sunnah Rasulullah SAW.

    Adapun doa yang sifatnya spontanitas, yaitu yang terjadi pada seorang muslim karena perkara-perkara tertentu, maka boleh baginya meminta pada Allah SWT pada kondisi itu semaunya, selama tidak bertentangan dengan syariat.

    Secara syariat, tidak ada dalil yang menjelaskan secara khusus tentang doa akhir dan awal tahun masehi. Doa ini disebutkan dalam kitab yang berisi kumpulan doa, sebagaimana dicantumkan pula doa akhir dan awal tahun dalam kitab Maslakul Akhyar oleh Habib Utsman bin Yahya dan kitab Majmu’ Syarif karya Ibnu Watiniyah.

    Adapun hukum membaca doa akhir dan awal tahun saat pergantian tahun Hijriah dan Masehi dibolehkan, asal tidak meyakininya sebagai sunnah yang bersumber dari Rasulullah SAW pada momen tersebut. Melainkan mempercayainya sebagai permohonan doa secara umum di waktu kapan saja.

    Waallahu a’lam.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Buka Puasa Rajab: Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Doa buka puasa Rajab adalah doa yang dapat dibaca oleh umat Islam setelah menyelesaikan puasa satu hari penuh di bulan Rajab. Puasa merupakan salah satu amal yang dianjurkan di bulan Rajab, sebagai bagian dari bulan-bulan Haram yang penuh keberkahan.

    Berdasarkan buku Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah Rekomendasi Rasulullah karya Amirulloh Syarbini, puasa di bulan-bulan haram, termasuk bulan Rajab dianjurkan oleh Rasulullah SAW bagi mereka yang ingin dan mampu melakukannya.

    Rasulullah SAW pernah didatangi oleh seorang lelaki dari suku Bahilah yang memintanya agar diizinkan untuk berpuasa sepanjang tahun, kemudian beliau bersabda,


    صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ وَقَالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلَاثَةِ فَصَمَّهَا ثُمَّ أَرْسَلَهَا

    “Maka puasalah dari bulan haram lalu tinggalkan! Puasalah dari bulan haram lalu tinggalkan! Puasalah dari bulan haram lalu tinggalkan! Rasulullah mengatakan tiga kali dengan (menggerakkan) tangannya, mengepalkan lalu merentangkannya.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan An- Nasa’i)

    Imam Nawawi menjelaskan bahwa perkataan Rasulullah SAW tersebut merupakan anjuran untuk berpuasa di bulan Haram, dan juga untuk tidak memaksakan diri berpuasa di luar bulan-bulan tersebut.

    Ini dimaksudkan agar seorang muslim tidak melemahkan fisiknya dengan berpuasa di luar bulan-bulan Haram, dan bagi mereka yang sanggup, berpuasa di bulan-bulan Haram seperti bulan Rajab merupakan suatu keutamaan. Lalu, bagaimana bacaan doa buka puasa Rajab?

    Bacaan Doa Buka Puasa Rajab

    Untuk mengamalkan doa buka puasa Rajab, umat Islam dapat mengamalkan beberapa doa buka puasa Ramadhan yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Doa-doa ini dikutip dari kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi yang diterjemahkan oleh Bahrun Abu Bakar.

    Dalam kitab Sunan Abu Daud dan kitab Sunan Nasai, Ibnu Umar RA menceritakan bahwa Nabi SAW apabila berbuka mengucapkan doa berikut,

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Arab Latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insya Allah.

    Artinya: “Dahaga telah lenyap dan tenggorokan telah basah serta pahala telah tetap bila Allah SWT menghendaki.”

    Dalam kitab Sunan Abu Daud, diriwayatkan sebuah hadits dari Mu’adz ibnu Zahrah yang menceritakan bahwa Nabi SAW apabila berbuka mengucapkan doa berikut,

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

    Arab Latin: Allahumma laka shumtu wa’alaa rizqika afthartu.

    Artinya: “Ya Allah, karena Engkaulah aku puasa, dan berkat rezeki-Mu-lah aku berbuka.”

    Dalam kitab Ibnu Sinni, diriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas RA yang menceritakan bahwa Nabi SAW apabila berbuka mengucapkan doa berikut,

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab Latin: Allaahumma laka shumnaa wa ‘ala rizqika aftharnaa fataqabbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim.

    Artinya: “Ya Allah, karena Engkaulah kami puasa, dan atas rezeki-Mu-lah kami berbuka, maka terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Doa-doa berbuka puasa ini dapat diamalkan oleh seorang muslim sebagai doa buka puasa Rajab.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Malam Istimewa Bulan Rajab yang Disebut Waktu Mustajabnya Doa


    Jakarta

    Rajab termasuk bulan haram atau yang disucikan Allah SWT. Pada bulan tersebut, ada beberapa malam yang diyakini mustajab untuk berdoa.

    Kesucian bulan Rajab dijelaskan melalui firman Allah SWT dalam surah At Taubah ayat 36. Allah SWT berfirman,

    اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ٣٦


    Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”

    Menurut Tafsir Al Azhar Buya Hamka, ayat tersebut menjelaskan bilangan bulan menurut edaran bulan, bukan matahari. Setelah bangsa Arab memeluk agama tauhid, agama hanif yang juga disebut Islam, yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail, diadakanlah empat bulan yang dihormati. Empat bulan itu adalah Zulkaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab.

    “Dihormati itu karena pada keempat bulan itu tidak boleh berperang dan tidak boleh balas dendam,” jelas Buya Hamka dalam tafsirnya.

    Rajab adalah bulan ke-7 yang terletak di antara Jumadil Akhir dan Syakban. Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam kitabnya Ihya ‘Ulumuddin yang diterjemahkan Purwanto, menyebutkan ada tiga malam bulan Rajab yang memiliki keutamaan.

    Tiga Malam Istimewa Bulan Rajab

    1. Malam Pertama Bulan Rajab

    Menurut kalender Hijriah Indonesia 2025 terbitan Bimas Islam Kementerian Agama RI, 1 Rajab 1446 H jatuh pada Rabu, 1 Januari 2025. Sehingga, malam 1 Rajab dimulai dari Selasa, 31 Desember 2024 ba’da Maghrib.

    2. Malam Tanggal 15 Bulan Rajab

    Tanggal 15 Rajab 1446 H bertepatan dengan Rabu, 15 Januari 2025. Sehingga, malam pertengahan Rajab akan berlangsung mulai Selasa, 14 Januari 2025 selepas Maghrib.

    3. Malam Tanggal 27 Bulan Rajab

    Malam 27 Rajab disebut malam Isra Miraj. Pada malam ini, Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan berlanjut ke Sidratul Muntaha untuk kemudian menerima perintah salat 5 waktu langsung dari Allah SWT. Demikian menurut riwayat yang shahih.

    Mengacu kalender Hijriah, 27 Rajab 1446 H jatuh pada Senin, 27 Januari 2025. Sehingga, malam 27 Rajab bisa dimulai dari Minggu, 26 Januari 2025 setelah Maghrib.

    Imam al-Ghazali menjelaskan, beribadah pada malam-malam hari yang punya keutamaan hukumnya sunnah. Malam itu, kata Imam al-Ghazali, adalah ‘masa’ untuk beramal dan waktu terbaik berniaga dalam perkara agama.

    “Barang siapa lalai dan lengah pada masa tersebut, dia tidak akan menuai laba,” kata Imam al-Ghazali dalam kitabnya.

    Waktu Mustajab Malam Hari untuk Berdoa

    Malam hari, tepatnya di sepertiga malam yang akhir atau waktu sahur, adalah waktu mustajab untuk berdoa. Hal ini mengacu pada firman Allah SWT dalam surah Adz-Dzariyat ayat 18,

    وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ ١٨

    Artinya: “dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).”

    Keterangan tersebut diperkuat dengan hadits yang menyebut keutamaan berdoa pada sepertiga malam terakhir. Rasulullah SAW bersabda,

    يَنزِلُ اللهُ تَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلْتُ اللَّيْلِ الْأَخِيرُ فَيَقُولُ عَزَّ وَجَلَّ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأَعْطِيْهِ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرْ لَهُ

    Artinya: “Allah SWT akan turun (rahmat-Nya) setiap malam ke langit dunia tatkala tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ‘Barang siapa berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkan doanya. Barang siapa meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Barang siapa memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA)

    Wallahu a’lam.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Rezeki Orang Tua Lancar dan Penuh Keberkahan


    Jakarta

    Rezeki yang lancar adalah harapan setiap orang, terlebih bagi orang tua yang menjadi tulang punggung keluarga. Sebagai seorang anak, mendoakan kelancaran rezeki orang tua merupakan bentuk bakti dan kasih sayang yang dianjurkan dalam Islam.

    Doa memiliki kekuatan besar untuk memohon pertolongan Allah SWT agar rezeki orang tua dilimpahkan dan diberkahi. Dengan melibatkan doa dalam setiap usaha, diharapkan pintu-pintu rezeki terbuka luas dan membawa keberkahan bagi keluarga.

    Doa Dilancarkan Rezeki

    Mendoakan orang tua agar memiliki rezeki yang lancar adalah salah satu bentuk bakti anak yang diperintahkan dalam Islam. Doa dari anak yang tulus tidak hanya menjadi amal kebaikan, tetapi juga dapat membuka pintu keberkahan dan kelancaran rezeki bagi orang tua.


    Doa-doa ini bisa menjadi salah satu cara untuk memohon kelancaran rezeki. Baik untuk diri sendiri maupun orang tua.

    Meski tidak ada doa khusus yang disebutkan secara spesifik untuk melancarkan rezeki orang tua, doa-doa ini dapat diamalkan sebagai doa sehari-hari untuk memohon kelapangan rezeki dan keberkahan dalam kehidupan kita sendiri dan juga keluarga.

    Dirangkum dari buku Doa Mengundang Rezeki oleh Islah Susmian, berikut ini adalah beberapa doa agar rezeki lancar:

    1. Doa dilancarkan rezeki yang luas

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَ مَشَقَّةٍ وَلاَ ضَيْرٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

    Arab latin: Allaahumma innii as’aluka antarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban mingghairi ta’abin, wa laa masyaqqotin wa laa dhoirin innaka a’laa kulli sya’ing qadiir(un)

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk berkenan memberiku rezeki yang luas serta baik, tanpa payah. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    2. Doa Supaya Dilancarkan Rezeki Sebelum Aktivitas

    Dalam riwayat Abu Hurairah di dalam hadits Abu Dawud, dikatakan Nabi SAW setiap paginya membaca sebuah doa. Bacaan yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

    اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    Arab latin: Allāhummabika ashbahnā, wabika amsainā, wabika nahyā, wabika namūtu, wailaikannusyūr.

    Artinya: “Ya Allah, denganMu aku berpagi hari, denganMu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, denganMu kami mati. Hanya kepadaMu (kami) kembali.” (HR Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Majah, dan lainnya).

    3. Doa Dilancarkan Rezeki di Pagi Hari

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

    Arab latin: Allahmumma inni ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyik, wamala’ikatika wajami’a khalqik, annaka antallahu lailaha illa anta wa anna Muhammadan ‘abduka warasuluk

    Artinya: “Ya Allah, aku berada di waktu pagi bersaksi atas-Mu, dan kepada para pembawa Arsy-Mu, kepada semua malaikat, dan kepada semua mahkluk-Mu, bahwa Engkau adalah Allah yang tidak ada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Mu.” (HR Abu Daud).

    4. Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Memohon Pertolongan

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Arab latin: Yaa hayyu yaa qayyumu birahmatika astaghits, ashlihli sya’ni kullahu walaatakilni ila nafsi tharfata ‘ainin abadan

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmatMu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dariMu selamanya.” (HR Tirmidzi).

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Sehabis Wudhu, Amalan Pembuka Pintu Surga-Penghapus Dosa


    Jakarta

    Doa sehabis wudhu merupakan amalan sesuai sunnah Rasulullah SAW. Wudhu sendiri merupakan tata cara bersuci sebelum salat dan termasuk syarat sah.

    Menukil dari Fiqh Yaumiyyah Fii Thaharah oleh Wahyu Saputra, wudhu adalah aktivitas membasuh bagian anggota badan tertentu dengan niat yang dikhususkan dan dengan tujuan atau maksud tertentu.

    Adapun, terkait doa sehabis wudhu yang disunnahkan Nabi SAW tercantum dalam sebuah hadits. Berikut bunyinya,


    “Barang siapa berwudhu dengan menyempurnakan wudhunya kemudian ia membaca doa (yang artinya) ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang yang menyucikan diri.’ Maka dibukalah delapan pintu untuknya delapan pintu surga yang dapat ia masuki dari mana saja ia mau.” (HR Tirmidzi)

    Doa Sehabis Wudhu yang Bisa Dibaca Muslim

    Menurut buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil, ada beberapa versi doa sehabis wudhu yang bisa diamalkan muslim. Doa yang pertama bacaannya cukup panjang, berikut bunyinya:

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiin, waj’alnii minal mutathahhiriin, subhanakallahumma wa bi hamdika, asy- hadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk golongan yang menyucikan diri. Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

    Selain itu, ada juga doa sehabis wudhu versi sedang, tidak panjang dan pendek. Berikut doanya,

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عبْدُهُ وَرَسُولُهُ

    Arab latin: Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

    Adapun, doa sehabis wudhu versi lebih singkat merujuk pada hadits dari Tirmidzi.

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Allahummaj ‘alnii minattawwaabiina waj ‘alnii minal mutathahhiriin.

    Artinya: “Ya Allah, jagalah agar aku termasuk dalam golongan yang bertaubat dan yang menyucikan diri.” (HR Tirmidzi)

    Doa Sehabis Wudhu Dapat Membuka Pintu Surga

    Masih dari sumber yang sama, ada keistimewaan yang akan diperoleh muslim jika mengamalkan doa sehabis wudhu. Masih dari sumber yang sama, keistimewaan itu adalah dibukakan pintu surga sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Umar bin Khattab RA,

    “Barang siapa yang berwudhu, lalu mengucapkan doa, “Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah aku bersaksi bahwa Muhammad semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan adalah hamba dan utusan-Nya)” maka dibukakan baginya semua pintu surga yang 8, ia boleh memasukinya dari pintu mana pun yang disukainya.” (HR Muslim)

    Dikatakan oleh Rasulullah SAW bahwa surga terdiri dari 8 pintu. Setiap pintu itu akan terbuka sesuai amalan yang dikerjakan muslim.

    Dengan membaca doa sehabis wudhu, niscaya seluruh pintu itu yang berjumlah 8 akan terbuka. Karenanya, muslim yang mengamalkan doa sehabis wudhu bisa masuk surga dari pintu mana pun.

    Selain itu disebutkan dalam buku Gantung Wudhu oleh Sagiran, membaca doa sehabis wudhu dapat menggugurkan dosa-dosa. Seperti diketahui, wudhu termasuk perantara menyucikan diri.

    Nabi Muhammad SAW bersabda dalam haditsnya, “Bila seorang muslim berwudhu, ketika membasuh muka, maka keluar dari wajahnya dosa-dosa yang pernah dilakukan matanya bersama tetesan air yang terakhir. Ketika membasuh kedua tangannya, maka keluarlah setiap dosa yang pernah dilakukan tangannya bersama tetesan air yang terakhir. Ketika membasuh kakinya, maka keluarlah dosa yang dijalani oleh kakinya bersama tetesan air yang terakhir, sampai ia bersih dari semua dosa.” (HR Muslim)

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Doa untuk Orang yang Meninggal Menurut Anjuran Islam


    Jakarta

    Setiap jiwa yang hidup pasti akan kembali kepada Allah SWT. Dalam Islam, doa memiliki kekuatan sangat besar.

    Kiriman doa untuk orang yang sudah meninggal bisa memberikan kebaikan dan meringankan beban mereka di alam kubur.

    Mengutip buku Seni Menjemput Kematian karya Brilly El-Rasheed, disebutkan dalam fatwa Sa’id Sunbul, “Barangsiapa beramal untuk dirinya sendiri kemudian berdoa, ‘Ya Allah, jadikanlah tsawab (pahala) amal ini untuk fulan,’” maka tsawab itu akan sampai, baik ke yang hidup maupun sudah wafat, atau baik lewat jalur yang terhubung atau tidak ada jalur.” (Bughyah Al-Mustarsyidin hal. 196)


    Kita bisa membacakan doa khususon untuk orang yang sudah meninggal. Pasalnya, mayat pun bisa mendapatkan manfaat dari doa yang diucapkan orang-orang muslim saat mereka mensalati jenazahnya.

    Dalam As-Sunan disebutkan dari hadits Abu Hurairah dia berkata, “Nabi SAW bersabda, إِذَا صَلَّيْتُمْ عَلَى الْمَيِّتِ فَأَخْلِصُوا لَهُ الدُّعَاءِ. “

    Artinya: “Apabila kalian menshalati mayat, maka tuliskanlah doa baginya.”

    Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal Laki-laki

    Mengutip buku bertajuk Roh karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Dalam Shahih Muslim dari hadits Auf bin Malik, ia berkata, “Rasulullah menshalati jenazah. maka aku hafalkan doa yang beliau ucapkan saat itu:

    لَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

    Arab Latin: Allaahummaghfir lahu warham hu wa’aafi hii wa’fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi’madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa’aidz hu min’adzaabil qobri wa fitnati hi wa min’adzaabin naar.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskan-lah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.

    Ganti-lah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungi-lah dari siksa kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api.”

    Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal Perempuan

    للَّهُمَّ اغْفِرْلَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

    Latin: Allaahummaghfir lahaa warhamhaa wa’aafi haa wa’fu anha wa akrim nuzula hu wa wassi’madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa’aidz hu min’adzaabil qobri wa fitnati hi wa min’adzaabin naar.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah, dan lepaskanlah dia. Dan, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan, muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkan-lah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.

    Dan ganti-lah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, dan suami yang lebih baik dari yang ditinggalkan pula. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungi-lah dari siksa kuburnya serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.”

    Bacaan Doa untuk Orang Meninggal

    Dalam Al Qur’an surah Al-Hasyr ayat 10, Allah SWT berfirman:

    وَالَّذِينَ جَاءُو مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ ) [الحشر: ١٠]

    Artinya: “Dan, orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), berdoa, ‘Ya Allah, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau biarkan kedengkian di dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman’”. (Al-Hasyr: 10).

    Menurut tafsir Tahlili, ayat tersebut menerangkan bahwa generasi kaum Muslimin yang datang kemudian, setelah berakhirnya generasi Muhajirin dan Ansar, hingga datangnya hari Kiamat nanti berdoa kepada Allah SWT.

    Allah SWT memuji mereka, karena doa yang dipanjatkan oleh kaum Muslimin untuk memohonkan ampunan bagi kaum Mukmin yang telah mendahului mereka.

    Hal ini menjadi bukti bahwa orang-orang yang telah meninggal bisa memperoleh manfaat dari permohonan ampun yang dilakukan oleh mereka yang masih hidup.

    Bacaan yang diucapkan Ketika Ada Orang Meninggal dalam Islam

    إنَّا ِللهِ وإنَّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن وَإِنَّا إليَ رَبِّنِا َلمُنْقَلِبُون الَلهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ ِفي اُلمحِسنِينِ وِاجْعَلْ ِكتابَهُ ِفي ِعلّيِّين وَاْخلُفْهُ في أَهْلِهِ في الغَابِرين وَلا تحَرِْمْنا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ

    Latin: Innalillahi wa inna ilahi raji’un, wa inna ila rabbina lamunqalibun, allahummaktubhu indaka fil muhsinin, waj’al kitabahu fi’illiyyin, wakhlufhu fi ahlihi fil ghabirin, wa la tahrimnaa ajrahu wala taftinna ba’dahu.

    Artinya: “Sesungguhnya kamu milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami kembali. Ya Allah, tuliskan-lah ia di sisiMu termasuk golongan orang-orang yang baik. Jadikanlah catatannya di illiyyin. Ganti-lah ia di keluarganya dari orang-orang yang meninggalkan. Jangan-lah Engkau haramkan bagi kami pahalanya dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya.”

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa dan Amalan Malam 15 Rajab


    Jakarta

    Malam 15 Rajab termasuk malam istimewa sebagaimana dikatakan Imam al-Ghazali dalam beberapa kitabnya. Berikut sejumlah amalan yang bisa dilakukan untuk menghidupkan malam tersebut.

    Bulan ini, umat Islam berada pada Rajab 1446 H. Menurut kalender Hijriah Indonesia 2025 terbitan Kementerian Agama RI, malam 15 Rajab 1446 H dimulai pada Selasa, 14 Januari 2025 setelah maghrib.

    Imam al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumuddin memasukkan malam 15 Rajab sebagai malam istimewa yang punya keutamaan. Selain malam ini, ada dua malam lainnya yang istimewa pada bulan Rajab, yakni malam pertama dan malam 27 Rajab.


    Menurut Imam al-Ghazali, memperbanyak amal ibadah pada malam yang punya keutamaan, seperti malam 15 Rajab, hukumnya sunnah. Sebab, malam tersebut adalah waktu beramal dan waktu terbaik untuk berniaga dalam perkara agama. Orang yang melalaikan malam itu tidak akan mendapat untung.

    Amalan Malam 15 Rajab

    Dijelaskan dalam buku Doa & Amalan di Bulan Rajab, Sya’ban & Ramadhan karya Tim Zahra, Imam Ja’far ash-Shadiq meriwayatkan amalan malam ke-13, 14, dan 15 Rajab. Pada malam 15 Rajab, dianjurkan salat 6 rakaat dengan membaca surah Al Fatihah dilanjutkan surah Yasin, Al-Mulk, dan Al-Ikhlas setiap rakaatnya.

    Dikatakan, mengerjakan amalan tersebut akan mendapatkan keutamaan-keutamaan bulan Rajab serta diampuni segala dosanya selain syirik.

    Pada hari ke-15 Rajab saat matahari tergelincir dianjurkan mandi. Setelah itu menunaikan salat Zuhur dan Ashar dan menyempurnakan rukuk dan sujud.

    detikHikmah belum menemukan dalil kuat terkait amalan khusus malam 15 Rajab. Umumnya, amalan-amalan tersebut berasal dari para ulama terdahulu.

    Terlepas dari itu, umat Islam bisa mengerjakan amalan seperti salat malam dan memperbanyak dzikir pada malam hari. Menurut sabda Rasulullah SAW, salat malam adalah salat yang paling utama setelah salat wajib.

    وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ. أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

    Artinya: Abu Hurairah RA berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam’.” (HR Muslim)

    Hadits tersebut terdapat dalam kitab Bulughul Maram yang disusun Ibnu Hajar al-Asqalani.

    Dalam riwayat lain, salat malam sebaiknya dikerjakan per dua rakaat.

    وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

    Artinya: Ibnu Umar RA berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Salat malam itu dua rakaat, dua rakaat. Apabila salah seorang di antara kalian khawatir tiba waktu salat Subuh, salatlah meskipun satu rakaat untuk mengganjilkan salat sunnah yang telah dilakukan.” (Muttafaq ‘alaih)

    Doa Bulan Rajab

    Selain salat malam, umat Islam juga bisa memperbanyak doa di bulan Rajab. Menurut hadits yang diriwayatkan Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW membaca doa berikut saat memasuki bulan Rajab:

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

    Allahumma baarik lanaa fii rajab wa sya’ban wa ballighna ramadhana

    Artinya: “Ya Allah, berkatilah kami dalam bulan Rajab dan Syakban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.” (HR Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, Ad-Dailami dalam Musnad Al-Firdaus, dan Imam an-Nawawi dalam al-Azkar)

    Berdoa pada bulan Rajab disebut mustajab. Hal ini diterangkan dalam sebuah hadits yang dipaparkan Imam al-Ghazali dalam Mukasyafatul Qulub.

    Diriwayatkan dari Abu Umamah, Rasulullah SAW bersabda, “Ada lima malam di mana doa tidak ditolak, yaitu malam pertama pada bulan Rajab, malam Nisfu Syakban, malam Jumat, dan malam dua hari raya.” (HR Ad-Dailami)

    Wallahu a’lam.

    (kri/inf)



    Sumber : www.detik.com