Tag: dunia nft

  • Yuk, Cari Tahu Siapa Saja NFT Artist yang Memiliki Karya Termahal

    Seperti yang kita ketahui, dunia kesenian kini sedang didominasi oleh seni digital. Bahkan, tidak sedikit pula seniman rupa yang beralih dengan memproduksi karya seni berbentuk digital. Fenomena ini semakin ramai dengan kemunculan NFT sekaligus para NFT artist dengan karya termahal di sekitar kita. Penasaran siapa saja? Eits, sebelum itu, simak penjelasan singkat mengenai NFT dalam dunia seni lebih dulu, yuk!

    Pergeseran Tren Karya Seni Menjadi NFT

    Jika dahulu para kolektor seni berbondong-bondong mengoleksi lukisan hasil karya pelukis ternama, kini tren tersebut sudah mulai bergeser menjadi mengoleksi seni digital berupa NFT. NFT atau Non-Fungible Token merupakan karya seni yang berada pada teknologi blockchain dan dilengkapi dengan kode unik agar keaslian dan kepemilikannya dapat terjamin. Selain dalam bentuk seni digital, NFT juga dapat berbentuk musik dan video.

    Saat membahas NFT khususnya NFT art, sudah banyak seniman digital dari seluruh dunia yang memamerkan dan menjual karya seni terbaiknya dalam bentuk NFT. Melalui marketplace NFT sebagai wadah untuk jual-beli NFT art, para NFT artist ini berhasil menarik perhatian para kolektor seni.

    6 NFT Artist dengan Karya Termahal di Dunia

    Tidak dapat dipungkiri bahwa setelah 4 tahun sejak kelahirannya di tahun 2017, NFT menghasilkan banyak NFT artist berbakat dengan karya yang unik dan limited edition. Hal inilah yang mendorong karya seni mereka menjadi dihargai amat sangat tinggi alias mahal. Berikut ini deretan NFT artist ternama dengan karya seni termahal, yaitu:

    NFT artist yang kerap mengeluarkan karya realistis ini telah menerbitkan lebih dari 845 NFT dengan rata-rata harga per kepingnya lebih dari 133.849 USD Karya seni Beeple yang berjudul “Everydays: The First 5000 Days” berhasil terjual sebagai NFT seharga lebih dari 69 juta USD di Christie’s, sebuah rumah lelang ternama. Fenomena ini juga yang membuat peminat NFT dan cryptocurrency menjadi semakin meluas.

    Seniman pop art surealis yang satu ini juga sedang naik daun. Hal ini disebabkan oleh keberhasilannya dalam menjual lebih dari 3.103 keping NFT dengan rata-rata harga sekitar 5.812 USD, dengan usianya yang masih tergolong muda. Fewocious semakin dikenal luas berkat NFT art berjudul “The Everlasting Beautiful”, yang juga menjadi karya seni miliknya yang paling banyak terjual. 

    Sebagai seniman visual yang sangat terobsesi dengan hubungan antara seni dan teknologi, membuat Trevor Jones berpindah dari medium kanvas ke kode QR dan augmented reality. Di dunia NFT, seniman ini banyak melakukan kolaborasi dengan artist besar seperti Jose Delbo, yang menghasilkan NFT terlaris dengan judul “Genesis” seharga 553.169 USD. Hingga kini, ia telah menjual lebih dari 5.284 NFT.

    NFT artist yang menggunakan nama Mad Dog Jones ini telah berkecimpung di dunia NFT dengan ciri khas menggabungkan seni visual dan musik. Karya seni terlaris yang dijadikan NFT miliknya berjudul “Boardwalk”, berbentuk video yang menggambarkan keadaan kota metropolitan di saat hujan. NFT tersebut terjual seharga 388.888 USD. Sampai sekarang, Mad Dog Jones telah menjual lebih dari 1.567 keping NFT.

    NFT artist ini berhasil menarik perhatian masyarakat dengan karya seni yang cenderung progresif dengan tema yang tidak terduga. Sejak masuk dunia NFT, SlimeSunday berhasil menjual lebih dari 6.508 keping NFT dengan rata-rata harga per kepingnya sekitar 1.784 USD. NFT terlaris miliknya bertajuk “The Process” yang berisi kolase dan musik. Ia juga kerap melakukan kolaborasi dengan seniman lain yaitu 3lau.

    Sebagai NFT artist ternama, Hackatao dikenal dengan karya seni yang kerap mengeksplor tema lingkungan dan kemanusiaan. Duo yang terdiri dari Nadia Squarci dan Sergio Scalet ini berhasil menciptakan NFT bertajuk “Kim Jong Un – ‘Dead and Alive’ Edition” yang kemudian menjadi karya seni terlaris miliknya, kurang lebih terjual di harga 276.136 USD. Hingga kini, Hackatao telah menjual lebih dari 1.504 keping NFT.

    Berkarya Lewat Marketplace NFT di Indonesia, TokoMall

    Kehadiran NFT sangat membuka peluang bagi para seniman, khususnya seniman rupa yang sedang mengalami kesulitan di masa yang serba canggih ini serta pandemi yang juga masih berlangsung. Para seniman kini dapat berpindah ke bidang seni digital menjadi NFT Artist untuk kemudian diterbitkan sebagai NFT di berbagai marketplace NFT yang tersedia.

    Tak hanya di luar negeri saja, Indonesia kini sudah memiliki marketplace NFT yaitu TokoMall. TokoMall menjadi salah satu pionir munculnya marketplace NFT di Indonesia. Dengan kehadirannya, TokoMall dapat menjadi wadah bagi para seniman untuk membagikan karya seni terbaiknya dalam bentuk NFT dan menjualnya kepada para penikmat seni.

    Sejumlah NFT artist juga sudah ikut serta memamerkan dan menjual karya seni miliknya dalam bentuk NFT di TokoMall sebagai official merchant, lho. Di antaranya ada Si Juki, Alipjon, Soresore, hingga Nevertoolavish. 

    Selain itu, ada juga NFT artist yang sedang naik daun di dunia NFT, nih, yaitu SIPHER. SIPHER menyuguhkan NFT art berupa karakter dari game NFT “SIPHER” yang masih coming soon. Sambil menunggu perilisannya, SIPHER menjual sejumlah karakter dari game tersebut dalam bentuk NFT, salah satunya melalui kerja sama dengan Tokocrypto.

    Para seniman kini dapat ikut bergabung di TokoMall dengan mendaftarkan dirinya sebagai merchant dan melakukan minting karya NFT terbaiknya setelah lolos review dan juga verifikasi. Kemudian, NFT tersebut dapat dipublikasikan setelah seniman membayar sejumlah gas fee. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftarkan diri Anda di TokoMall sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Intip 3 Gambar Animasi Keren 3D yang Sudah Menjadi NFT!

    Banyak dari kita yang sudah gak asing dengan animasi 3 dimensi (3D). Ditambah animasi 3D hadir makin terlihat nyata dan keren. Ya, ini semua tentunya disebabkan oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih. Gak ketinggalan, pengadopsian NFT pada animasi 3D pun turut berkembang. Tapi sebelum membahas gambar animasi 3D yang sudah di-NFT-kan, yuk, simak penjelasan mengenai animasi 3D terlebih dahulu!

    Apa itu Animasi 3 Dimensi?

    Dilansir dari Idseducation.com, animasi 3D adalah penciptaan gambar yang bergerak di dalam ruang digital 3D. Penciptaan ini dilakukan dengan membuat frame yang mensimulasikan tiap gambar, difilmkan dengan kamera virtual, dan kemudian hasilnya akan berbentuk video yang sudah di-rendering.

    Sederhananya konsep dari 3D adalah model atau objek yang memiliki bentuk, volume, serta ruang. Nah, objek ini mempunyai 3 titik koordinat, yang disebut koordinat X, Y, dan Z. Ketiga koordinat ini yang membuat objek dapat digerakkan ketiga arah, yaitu kanan-kiri (X), atas-bawah (Y), dan depan-belakang (Z). 

    Perkembangan Animasi 3D menjadi NFT Animasi 3D

    NFT 3D AnimasiKehadiran animasi 3D bisa ditemukan di mana saja. Sebut saja pada efek visual pada film dan video, atau secara khusus pada film. Kini bisa Anda temukan berbagai film yang menggunakan animasi 3D. Sebut saja Pixar, salah satu perusahaan animasi dunia yang berhasil dengan film Toy Story-nya.

    Gak hanya itu, animasi 3D juga memiliki peranan penting dalam dunia game dan virtual reality. Mulai dari karakter, item-item pada game, hingga efek visual pada game, semuanya berbentuk animasi. Seiring dengan itu, hadirnya NFT (non-fungible-token) turut meramaikan perkembangan animasi 3D. NFT sendiri merupakan token digital unik yang dibuat dengan menggunakan teknologi blockchain

    Nah, tren ramainya NFT sendiri bermula dari kegilaan sebuah game blockchain bernama “CryptoKitties” pada Oktober 2017 silam. Walaupun pada saat itu game blockchain dan pengadopsian NFT ini belum ramai diperbincangkan, setidaknya 2 tahun belakangan pesona NFT mulai dilirik banyak orang khususnya para pekerja seni. Mulai dari motion designer, 2D animator,  musisi, mural artist, hingga tattoo artist menjadikan karya mereka sebagai NFT. 

    Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

    Tentunya hal ini pun turut berpengaruh kepada perkembangan NFT animasi 3D, khususnya 3D artist. Apalagi didukung dengan tingginya minat para kolektor pada pencarian NFT 3D. Dilansir dari Rakoko.com, riset yang dilakukan oleh sebuah art blog, Artnome pada sebuah platform menyebutkan pada Maret 2021, 3D art adalah bentuk NFT yang paling banyak dilihat.

    Deretan Gambar Animasi Keren 3D dari Indonesia

    Berikut adalah beberapa gambar animasi 3D keren yang sudah menjadi NFT. Oh iya, semuanya berasal dari Indonesia, lho

    1. GMO Utility Trike by Rimbawan Gerilya

    NFT animasi 3D keren GMO Utility TrikeAnimasi 3D keren pertama yang sudah di-NFT-kan adalah karya “GMO Utility Trike” dari Rimbawan Gerilya. Video animasi ini merupakan kolaborasi antara Gabber Modus Operandi, duo musisi musik elektronik bersama Rimbawan Gerilya, visual artist. Adapun kolaborasi ini berawal dari batal manggungnya Gabber Modus Operandi secara live di tahun 2020. 

    Gak tanggung-tanggung, karya yang dilelang pada bulan Maret 2021 melalui platform Foundation ini laku dengan harga US$678.80 atau sekitar Rp9,9 juta, lho!

    2. No Internet Today by Rubah Hitam

    NFT animasi 3D keren No Internet TodayGambar animasi 3D keren ini merupakan karya dari Rifqi Ardiansyah atau yang dikenal Rubah Hitam. Karya-karya dari Rubah Hitam sendiri memang sangat lekat inspirasinya dengan keseharian kita, seperti seputar teknologi, gadget, hingga makanan. 

    Nah, kalau karyanya yang berjudul “No Internet Today” ini menggambarkan seorang laki-laki yang duduk di depan komputernya namun hanya memainkan “game dino”, yaitu permainan dinosaurus yang muncul ketika komputer tidak terhubung ke jaringan internet.  Karya ini terjual pada bulan Desember 2020 di harga 1.5 ETH atau setara Rp87 juta (harga fluktuatif). Keren, kan?

    3. HumanRadio_NASAproject#01 by Venzha Christ

    Terakhir, animasi 3D NFT datang dari Venzha Christ, seorang seniman yang lekat dengan space art. Adapun karya ini adalah animasi 3D yang menampilkan sebuah antena besar yang terhubung dengan tubuh manusia sebagai medium sensornya.

    Sebenarnya animasi 3D keren yang di-NFT-kan ini sudah dipamerkan terlebih dahulu dengan nama “Listening for The Dark”. Karya ini bermula dari kerja sama ia dengan lembaga antariksa Amerika, NASA, di Art Museum di  tahun 2016. Barulah pada 13 Agustus 2021, NFT ini dirilis. 

    Itulah penjelasan gambar animasi 3D secara umum, pengadopsian NFT pada animasi 3D, hingga deretan gambar animasi 3D keren yang sudah di-NFT-kan asal Indonesia. Yuk, bagi Anda pekerja seni, daftarkan diri Anda  dan pamerkan karya Anda di TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Jenis-jenis Karya Seni yang Anda Perlu Ketahui!

    Bahasan seputar dunia kesenian memang tidak berujung, terlebih lagi soal seni rupa dan ketenaran seni visual di zaman sekarang. Namun, masih banyak orang yang belum tahu bahwa ternyata seni rupa berbeda dengan seni visual. Nah, agar Anda tidak ikut terkecoh, simak penjelasan mengenai perbedaan dari kedua kategori seni tersebut disertai jenis-jenis karya seni berikut ini!

    Perbedaan antara Seni Rupa vs Seni Visual

    Melihat fenomena yang terjadi, masih banyak orang yang masih menganggap bahwa seni rupa dan seni visual merupakan satu hal yang sama. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang sudah mengetahui kedua jenis karya seni tersebut berbeda, tetapi masih belum tahu pasti apa perbedaan di antara keduanya.

    Setelah ditinjau dari beberapa aspek, ternyata perbedaan antara seni rupa dan seni visual dapat dibedakan berdasarkan tiga hal, yaitu: 

    1. Berdasarkan Pengertian

    Seni rupa cenderung dibuat atas dasar nilai estetika dan keindahan tanpa mementingkan nilai fungsional, sementara seni visual merupakan bagian dari seni kreatif yang dibuat agar bisa menjadi sebuah wadah apresiasi bagi orang yang melihatnya.

    2. Berdasarkan Fungsi

    Dikarenakan seni rupa tidak mementingkan nilai fungsional, maka tidak dapat dianggap sebagai seni terapan maupun seni dekoratif yang memiliki baik nilai estetika maupun fungsional. Sementara itu, seni visual dapat mencakup seni terapan dan juga seni dekoratif.

    3. Berdasarkan Bentuk Karya Seni

    Bentuk karya seni rupa hanya terbatas pada gambar, lukisan, fotografi, dan printmaking. Sementara, bentuk karya seni visual lebih bervariasi, mulai dari arsitektur, film-making, hingga desain grafis. 

    Jenis-jenis Karya Seni Visual

    Setelah membahas perbedaan antara seni rupa dan seni visual, saatnya untuk membahas lebih dalam mengenai seni visual itu sendiri beserta penerapannya. Seperti kategori seni lainnya, seni visual juga memiliki jenis karya seni yang bentuknya sangat beragam disertai dengan ciri khasnya masing-masing, yakni:

    1. Seni Visual 2D

    Seperti namanya, jenis karya seni visual 2D berarti hanya terdiri dari dua dimensi saja, yaitu panjang dan juga lebar. Umumnya, jenis karya seni ini diterapkan pada bidang datar, seperti contohnya kertas dan kanvas. Walaupun dalam bidang datar, tetapi para seniman tetap mengutamakan hasil karya yang menarik untuk dilihat. Misalnya adalah lukisan, batik, ilustrasi, dan masih banyak lagi.

    2. Seni Visual 3D

    Jenis karya seni visual 3D merupakan karya seni yang dibentuk dari tiga dimensi, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Ketiga dimensi tersebut membuat jenis karya ini memiliki tiga hal, yaitu bentuk, ruang, dan juga volume. Oleh karena itu, seni visual 3D biasanya dapat dilihat dan dinikmati dari arah mana saja. Sebagai contoh dari jenis karya seni ini adalah patung, gerabah, hingga kriya.

    3. Sinematografi

    Pada awalnya, sinematografi dikenal sebagai ilmu yang menjadi bagian dalam pembentuk sebuah film. Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, sinematografi juga dapat didefinisikan sebagai jenis karya seni yang mengutamakan elemen visual dan dibuat untuk berkomunikasi ataupun menyampaikan pesan. Seperti namanya, jenis karya seni ini diterapkan pada media gambar bergerak dan juga film.

    NFT sebagai Peluang bagi Seni Visual

    Jika membahas masa depan seni visual, dapat dikatakan bahwa seni visual memiliki masa depan yang cerah. Pasalnya, di era yang sudah didominasi kecanggihan teknologi ini, para seniman visual tidak hanya bergantung pada pameran dan penjualan karya secara offline saja. Kini, seniman dapat terjun ke dunia kesenian yang baru yaitu Non-Fungible Token (NFT).

    NFT merupakan bentuk kepemilikan digital atas suatu hal, contohnya seni digital hingga musik, dengan informasi yang terdesentralisasi dan terdistribusi sehingga hal tersebut terjamin keasliannya. Selain dikoleksi, NFT juga dapat diperjualbelikan di marketplace dan tiap catatan transaksi dan perpindahannya akan terekam dalam teknologi blockchain layaknya cryptocurrency.

    Perbedaan NFT dengan karya seni biasa adalah NFT tidak memiliki sistem “beli putus”. Maksudnya, para seniman digital dapat mengatur persentase royalti sejak awal. Sehingga, meskipun karya seni miliknya sudah berkali-kali pindah tangan, pemasukan seniman akan terus mengalir. NFT juga memberi kesempatan yang merata bagi para seniman, selama seniman tersebut memiliki karya seni yang menarik dan konsisten dalam berkarya.

    Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis karya seni visual dan prospeknya di masa depan. Beberapa seniman ternama juga sudah mulai merambah ke dunia NFT, lho, seperti Beeple hingga Mad Dog Jones. Para seniman visual yang ingin mencoba peruntungan di dunia NFT tak perlu khawatir, kini Indonesia sudah memiliki marketplace NFT yaitu TokoMall. Untuk lebih lengkapnya, kunjungi www.tokomall.io dan daftarkan diri Anda sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Fitur Baru Adobe Photoshop untuk Anda Kreator NFT!

    Berbagai fitur Adobe Photoshop selama ini sudah banyak membantu para digital art designer dalam menciptakan karya mereka. Software desain ini memang punya segudang fitur yang bisa membantu para kreator untuk menghasilkan karya yang berkualitas, termasuk kreator NFT.

    Melihat perkembangan NFT yang semakin pesat, Adobe pun tergerak untuk menambahkan fitur yang mendukung para kreator NFT. Seperti apa fitur terbaru Adobe Photoshop yang ditujukan khusus untuk para kreator NFT ini? Berikut ulasan selengkapnya!

    Kolaborasi Adobe Photoshop dengan NFT Marketplace

    Pada penghujung bulan Oktober 2021 lalu, Adobe Photoshop mengumumkan melalui blog Adobe tentang penjajakan mereka di ekosistem NFT. Adobe meluncurkan beberapa fitur baru untuk Photoshop yang memudahkan para kreator ‘menandai’ karya mereka.

    Selain pengumuman mengenai fitur Adobe Photoshop, postingan tersebut juga menyebutkan soal proyek kerja sama Adobe dengan beberapa NFT marketplace besar dunia seperti OpenSea, KnownOrigin, dan SuperRare. Nantinya, karya yang dibuat melalui Photoshop dan dipamerkan di marketplace tersebut akan memiliki kredensial khusus sebagai tanda kepemilikan karya.

    Keuntungan bagi Kreator NFT

    fitur Adobe Photoshop nft Keuntungan bagi Kreator NFTApa keuntungan dari fitur Adobe Photoshop ini bagi para kreator NFT? Masih dalam postingan yang sama, Adobe menyebutkan bahwa fitur baru Photoshop akan memudahkan kreator dalam memberikan kredensial pada karya yang mereka buat.

    Selain itu, kerja sama Adobe dengan NFT marketplace besar dunia juga diharapkan bisa memberikan exposure yang lebih besar kepada kreator NFT, terutama kreator yang masih belum diketahui banyak orang.

    Dari sisi kolektor NFT, hadirnya fitur baru dari Adobe Photoshop ini juga akan sangat membantu. Adanya kredensial yang dibubuhkan pada karya NFT bisa memudahkan pelacakan. Kolektor akan lebih mudah mengetahui orisinalitas karya tanpa harus melakukan tracking yang memakan waktu lama.

    Baca Juga: Yuk, Pahami Konsep dan Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT!

    Fitur Terbaru Adobe Photoshop untuk kreator NFT

    Sekarang mari membahas satu per satu fitur baru yang ditawarkan oleh Adobe Photoshop khusus untuk para kreator NFT beserta cara kerjanya.

    1. Content Credentials

    Fitur pertama yang ditawarkan bernama Content Credentials. Apa yang bisa dilakukan dengan fitur ini? Dengan Content Credentials, Anda para kreator NFT bisa memberikan identitas unik pada karya yang dibuat melalui Adobe Photoshop. Selain itu, Anda juga bisa menautkan kredensial karya pada website Behance yang merupakan platform portofolio digital dari Adobe.

    Fitur Terbaru Adobe Photoshop untuk kreator NFT

    Sumber: https://blog.adobe.com/

    Fitur Adobe Photoshop ini akan menyimpan identitas karya yang dibuat melalui Photoshop dalam sebuah database. Sebagai pelengkap, Adobe juga meluncurkan sebuah website resmi yang memungkinkan kolektor untuk memverifikasi keaslian karya NFT bernama Verify.

    Untuk memudahkan pembuatan kredensial melalui Content Credentials ini, kreator sebaiknya menautkan akun Adobe mereka dengan profil media sosial atau dompet crypto mereka. Jadi, saat kreator menjual karyanya, sistem akan langsung mencocokkan dengan data dompet crypto yang sudah didaftarkan. Jika cocok, berarti karya tersebut asli. Namun, jika tidak, bisa jadi ada kemungkinan replikasi karya.

    2. Prepare as NFT

     fitur Adobe Photoshop nftSebagai sebuah software design yang digunakan banyak orang, Adobe Photoshop memang terus mengembangkan fitur mereka. Untuk menyesuaikan perkembangan tren desain yang mulai dipengaruhi ekosistem NFT, Adobe pun meluncurkan fitur-fitur baru yang berhubungan dengan NFT.

    Selain Content Credentials, Adobe Photoshop juga akan meluncurkan fitur lain yang disebut-sebut akan membantu para desainer untuk mempersiapkan karya mereka agar bisa menjadi NFT. Fitur yang belum punya nama resmi ini akan didukung oleh Inter-Planetary System.

    Harapannya, fitur baru ini mampu mengatasi permasalahan yang kerap dihadapi para kreator NFT saat menggunakan Adobe Photoshop. Salah satunya adalah masalah penjiplakan karya. Beberapa kreator menemukan bahwa karya yang di-mint melalui software Adobe bisa ditiru oleh kreator lain tanpa ada solusi untuk menemukan siapa kreator asli karya tersebut.

    Dengan adanya fitur Adobe Photoshop terbaru ini, diharapkan proses kreatif para kreator NFT akan menjadi lebih mudah. Risiko yang kerap dihadapi seperti masalah penjiplakan karya pun nantinya bisa diminimalisir.

    Sudah punya karya untuk dijadikan aset digital NFT? Anda bisa coba langsung pamerkan di TokoMall. TokoMall merupakan inovasi oleh TokoCrypto untuk menghadirkan ekosistem NFT di Indonesia. Di TokoMall, kreator bisa menjual karyanya dengan satuan harga ETH. Tunggu apa lagi? Daftar segera di TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Tahapan Pembuatan 3D Modelling dan Potensinya dalam NFT

    Pernahkah Anda mendengar soal 3D modelling? Atau justru sekarang Anda sedang menggeluti profesi sebagai seorang 3D modeller? Melalui NFT, Anda bisa mendapatkan income tambahan dengan menjual karya 3D modelling. Untuk mengetahui mekanismenya, simak ulasannya berikut ini!

    Apa itu 3D modelling?

    3D modelling sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut proses pembuatan model objek menggunakan grafik komputer. Proses ini tidak hanya sekadar mengubah objek 2D menjadi timbul. Namun, 3D juga mempertimbangkan berbagai aspek lain seperti tekstur, bentuk, volume, dan tentunya ukuran objek sehingga visualisasi objek bisa mendekati wujud aslinya.

    Sejarah 3D modelling

    Teknik modelling 3D awalnya hanya digunakan untuk tujuan ilmiah. Penggunanya pun terbatas pada profesional yang membuat model matematika atau analisis data. Namun, penggunaan 3D kemudian berkembang saat Ivan Sutherland dan David Evans membuka jurusan teknologi di University of Utah. Dari jurusan tersebut, Sutherland dan Evans menemukan banyak talenta berbakat yang mendorong mereka untuk mendirikan perusahaan grafis 3D komersil.

    Di zaman modern seperti sekarang, pemanfaatan grafis 3D semakin berkembang. Sebab, 3D modelling menawarkan pengalaman unik yang tidak bisa diberikan format desain lainnya. Nilai sebuah kreasi yang dijadikan 3D pun bisa mengalami peningkatan, baik dari segi artistik maupun ekonomisnya.

    Tahap pembuatan 3D modelling

    Dilansir dari Markey, berikut beberapa tahapan untuk menghasilkan model 3D:

    Steps 3D Modeling

    1. Pembuatan model 2D
    Pertama-tama, Anda harus membuat model 2D. Tentukan dulu model yang ingin dicetak dalam format 3D. Saat ini, Anda bisa memanfaatkan software komputer pada tahap yang sering disebut sebagai motion capture. Salah satu jenis software yang sering digunakan adalah Adobe Photoshop.

    2. Membuat dasar model
    Jika sudah ada model 2D, mulailah membuat dasar model 3D. Ada tiga metode yang bisa Anda ikuti untuk membuat dasar model, yaitu polygon, sub-division, dan NURBS. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Metode NURBS, misalnya, cocok untuk membuat model yang organik seperti anatomi tubuh manusia.

    3. Rendering
    Langkah selanjutnya adalah rendering yang merupakan bagian akhir dari pembuatan model. Dalam tahap rendering, seluruh data yang Anda buat di tahap pembuatan model akan diproses menjadi sebuah output. Perlu diingat, resolusi yang standar untuk rendering menurut PAL system adalah 720×576 pixels.

    4. Texturing
    3D modelling tidak akan lengkap tanpa texturing. Pada tahap ini, objek diberikan karakteristik khusus yang sesuai dengan strukturnya. Anda bisa memberikan pola, variasi warna, hingga menentukan tingkat kehalusan permukaan objek.

    5. Image dan display
    Image dan display merupakan tahap terakhir dalam pemodelan 3D. Jangan sampai melewatkan tahap ini agar output image dari model yang Anda buat memiliki hasil yang baik. Bisa dibilang, tahapan ini merupakan langkah koreksi untuk membandingkan output model dengan rancangan awalnya.

    Baca Juga: Jangan Terkecoh, Ini Dia Perbedaan Seni dan Desain!

    Potensi 3D modelling dalam NFT

    Nah, bagi Anda 3D modeller, saat ini ada peluang baru yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan keuntungan dari pemodelan 3D. Peluang tersebut bernama NFT atau Non-Fungible Token. Melalui NFT, Anda bisa memamerkan karya 3D kepada publik, bahkan tidak menutup kemungkinan jika karya Anda akan dikenal di pasar internasional.
    Menariknya lagi, di dunia NFT, Anda tidak perlu khawatir dengan masalah plagiasi dan orisinalitas karya. Sebab, saat karya Anda menjadi NFT, maka karya tersebut akan memiliki nomor serial khusus. Nomor serial tersebut bertindak sebagai sertifikat autentikasi yang menandakan kepemilikan sekaligus keaslian karya.
    Model transaksi karya seni melalui NFT ini telah terbukti keberhasilannya. Salah satu transaksi jual-beli karya seni paling berhasil dalam sejarah NFT adalah terjualnya karya NFT berjudul Everydays: The 5000 First Day milik seniman Beeple. Karya tersebut terjual dengan harga yang fantastis, yaitu sekitar US$69 juta.

    The 5000 First Day

    Sudah memiliki karya 3D modelling dan ingin menjualnya di NFT marketplace sebagai NFT? Anda bisa bergabung sebagai Official Partner TokoMall. Di TokoMall, Anda bisa langsung mulai memamerkan kreasi 3D terbaik dan berinteraksi dengan para kreator. Proses pendaftaran akun TokoMall mudah dan tidak makan waktu lama. Segera daftarkan diri Anda dan tunjukkan karya 3D modelling terbaik bersama TokoMall. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Masa depan NFT dan Peluang Besar yang Menjanjikan

    Belakangan ini, NFT selalu saja menjadi buah bibir, entah itu di media sosial maupun melalui pemberitaan. NFT dianggap sebagai sebuah metode investasi masa depan. Benarkah demikian? Selain itu, bagaimana perkembangan dan masa depan NFT nantinya, termasuk di Indonesia? Mari simak pembahasannya berikut ini!

    Membahas soal masa depan NFT tak akan lengkap tanpa membahas sejarahnya. NFT pertama yang terlacak di dunia adalah “Quantum” yang diciptakan Kevin McCoy pada 2014 dan dipresentasikan pada konferensi Seven on Seven New Museum, New York. Saat itu, NFT dianggap sebagai sebuah teknologi untuk monetisasi grafik.

     masa depan NFT - Kevin McCoy

    NFT Pertama di Dunia, “Quantum” (2014) oleh Kevin McCoy

    Sejak saat itu, NFT terus berkembang. Pada 2015, proyek NFT pertama yang bernama Etheria diluncurkan. Meski begitu, NFT baru benar-benar terdengar oleh publik pada akhir tahun 2017 saat proyek CryptoKitties viral. CryptoKitties merupakan proyek NFT berbasis online game atau NFT game. Dalam game tersebut, para pemain bisa bertukar kucing dalam dunia virtual.

    Popularitas NFT mencapai puncaknya pada tahun 2021, diawali dengan seniman digital ternama yaitu Beeple yang merilis NFT art pertamanya dengan judul “Everyday: The First 5000 Days”. Berkat popularitasnya tersebut, blockchain yang menjadi buku besar’ bagi NFT pun makin pesat perkembangannya hingga melahirkan tiga raksasa, yaitu Ethereum, Flow, dan Tezos. Kini, NFT menjadi alat untuk memperdagangkan aset digital, terutama yang berhubungan dengan seni atau NFT art.

    Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

    Apakah NFT Art Menguntungkan Seniman?

    Apakah NFT Art Menguntungkan Seniman?Seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, NFT kini digunakan sebagai alat komodifikasi aset digital yang berhubungan dengan seni. Lalu, apakah dengan begitu seniman akan diuntungkan dengan adanya NFT?

    Jawabannya, ya. NFT membuka peluang bagi para seniman termasuk digital artist untuk menjual karyanya secara langsung. Selain itu, NFT juga memberikan esensi penting karya seni, yaitu orisinalitas. Aset digital yang dijual dengan NFT tidak bisa digandakan karena sudah tersimpan dalam blockchain.

    Akan tetapi, bukankah karya digital dapat di-copy dan diunduh siapa saja? Nah, di sinilah letak keunikan NFT. Meski suatu karya bisa diperbanyak, tapi yang bisa dianggap orisinil hanya ada satu di dunia, dikarenakan dalam karya tersebut telah dipatenkan sebuah kode unik yang membuat karya tersebut otentik. Ibarat lukisan “The Starry Night” milik Van Gogh yang sudah direplikasi dan bahkan diubah medianya berulang kali, yang bisa dikatakan asli adalah tetap yang tersimpan di Museum of Modern Art.

    Masa Depan NFT di Sektor Lain

    Lalu, bagaimana dengan masa depan NFT? Benarkah NFT juga akan merambah ke sektor lain? 

    Selain digital art, kini NFT sudah mulai diterapkan pada beberapa hal lain, seperti musik dan bahkan interaksi sosial. Sebab, kepemilikan NFT sangat unik. Di satu sisi, NFT bisa memberikan kuasa kepada kolektor atas objek yang diciptakan oleh kreator. Namun, di sisi lain, kepemilikan tersebut juga terbatas. Berikut adalah beberapa rencana penerapan NFT pada beberapa sektor lain, beserta gambaran masa depannya.

    1.NFT dalam Real Estate

    NFT dalam Real EstateSelama ini, industri real estate dianggap sebagai sebuah investasi yang menjanjikan dan minim risiko. Namun, jika melihat situasi saat ini, sektor real estate rasanya sudah memasuki masa saturasi. Dapat dilihat dengan semakin sedikitnya luas tanah yang bisa dibangun dan risiko penipuan semakin besar. Dengan demikian, migrasi ke NFT bisa menjadi solusi.

    Dengan memindahkan sertifikat bangunan atau kontrak pembangunan real estate ke NFT dan menyimpannya dalam blockchain, investor bisa meminimalisir risiko penipuan. Di masa depan, bukan tidak mungkin lagi jika sertifikat bangunan konvensional akan berubah menjadi sebuah aset digital  yang tersimpan dalam blockchain.

    2. Kehidupan Sosial

    Sektor berikutnya yang berpotensi merasakan efek NFT adalah kehidupan sosial manusia. Bagaimana bisa? Saat ini, sudah terdapat  perusahaan yang mulai tertarik untuk menciptakan ‘dunia alternatif’ melalui Metaverse, gagasan milik pendiri Facebook yaitu Mark Zuckerberg. 

    Metaverse merupakan sebuah dunia virtual yang penggunaannya diharapkan bisa mendekati pengalaman di dunia nyata. Pasalnya, Metaverse akan memanfaatkan kelima teknologi yaitu media sosial, game online, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), hingga kripto. 

    Dalam Metaverse, Anda bisa menciptakan “‘kehidupan baru’”, berinteraksi dengan orang lain secara virtual tetapi dengan rasa yang nyata, hingga mengeksplor dunia baru tersebut. 

    Dikarenakan akan memanfaatkan teknologi kripto, Metaverse sendiri dinilai bisa mendorong penggunaan NFT ke jumlah yang lebih masif. 

    Jika penggunaan NFT diibaratkan dalam Metaverse, nantinya NFT akan berperan sebagai aset di dunia nyata. Seperti misalnya, untuk membeli avatar di Metaverse, Anda bisa menjual NFT art. Selain itu, nda juga dapat mengajak teman virtual untuk mendengarkan NFT music bersama-sama di rumah virtual.

    Dari sini, bisa disimpulkan bahwa popularitas NFT masih akan terus berjalan, lho. Bahkan, bisa dibilang baru dimulai. Ingin menjadi bagian dari perkembangan masa depan NFT di Indonesia? Tidak sulit, kok, Anda bisa bergabung sebagai Official Partner (kreator) dan juga Creator (kolektor) di TokoMall. Ayo daftarkan diri Anda di TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pahami Apa Itu Karya Seni Mozaik dan Perannya dalam Dunia NFT

    Karya seni mozaik merupakan jenis karya rupa yang memanfaatkan berbagai jenis bahan dalam pembuatannya. Mozaik sangat unik karena merangkai beberapa benda berbeda hingga menjadi suatu kesatuan yang indah. Biasanya, mozaik menggunakan potongan kertas atau kaca untuk membentuk sebuah karya seni. Namun, dalam perkembangannya, mozaik pun hadir dalam format digital.

    Mozaik berformat digital ini bahkan terus berkembang hingga akhirnya merambah ke dunia non-fungible token (NFT). Sebelum melihat seperti apa geliat karya seni mozaik dalam dunia NFT, yuk kenalan dengan karya seni mozaik terlebih dulu!

    Mengenal karya seni mozaik

    Mengenal karya seni mozaik

    Karya seni mozaik pada dasarnya adalah suatu proses kreatif untuk menyatukan beberapa benda yang berbeda, baik dari segi bahan, tekstur, warna, maupun pola hingga menjadi objek baru yang bernilai seni.

    Seni mozaik sendiri memiliki sejarah panjang. Mozaik tertua pernah tercatat ditemukan pada peradaban Mesopotamia, sekitar 3.000 tahun sebelum masehi. Pada zaman dahulu, mozaik bahkan dianggap sebagai karya seni tinggi karena fungsinya sebagai ornamen dekorasi untuk kuil pemujaan atau tempat ibadah seperti gereja dan masjid.  

    Untuk bisa menciptakan mozaik yang indah dan bernilai seni tinggi tentu tidak mudah. Diperlukan ketelitian tinggi terhadap detail bahan yang digunakan. Proses mozaik akan semakin sulit lagi jika Anda menggunakan bahan yang sulit untuk diubah bentuknya seperti keramik atau batu granit.

    Perkembangan mozaik

    Dalam perkembangannya, karya seni mozaik juga hadir dalam format digital dan juga photomosaic (photographic mosaic). Inovasi tersebut muncul saat Joseph Francis menciptakan sebuah poster bertajuk Live from Bell Labs. Poster tersebut menampilkan potret seorang perempuan yang dibentuk dari beberapa foto berukuran kecil.

    Live from Bell Labs - Karya seni Mozaik

    Jika potret tersebut diperbesar, maka akan tampak beberapa foto yang ukurannya lebih kecil. Rangkaian foto-foto tersebut bisa membentuk sebuah objek baru karena disusun berdasarkan warna yang sesuai. Misalnya, untuk membentuk wajah manusia, maka dipilihlah beberapa foto dengan warna dasar coklat.

    Baca juga: Lakukan Strategi Berikut Sebelum Mulai Minting NFT!

    Karya seni mozaik dalam NFT

    Mozaik digital kembali populer saat NFT ramai dibicarakan publik. Beberapa digital artist yang berkecimpung di dunia NFT memang menawarkan karya seni berupa mozaik digital. Popularitas mozaik di dunia NFT mencapai puncaknya saat Everydays: the First 5000 Days, sebuah karya seni mozaik dari Beeple, terjual dengan harga fantastis sekitar USD 69 juta pada Maret 2021 lalu.

    Karya seni mozaik dalam NFT

    Everydays: the First 5000 Days sendiri merupakan sebuah mozaik yang mulai dirancang Mike Winkelmann (sosok di balik Beeple) sejak tahun 2013. Karya seni tersebut telah terhubung dengan NFT yang bertindak sebagai “sertifikat autentikasi digital” dan dikelola oleh teknologi blockchain.

    Uniknya, karya mozaik tersebut tidak memiliki identifikasi fisik apa pun. Keseluruhan karya beserta sertifikasinya hadir dalam bentuk digital melalui NFT. Meski begitu, mozaik digital tersebut berhasil terjual melalui rumah lelang terkenal dunia, Christie’s.

    Seperti yang telah disebutkan, seluruh aspek penjualan Everydays: the First 5000 Days milik Beeple hadir dalam format digital, bahkan dalam proses transaksi penjualannya. Perwakilan dari rumah lelang Christie’s menyebutkan bahwa karya mozaik tersebut bisa dibeli dengan aset kripto, tepatnya Ethereum.

    Opsi tersebut ditawarkan karena Christie’s melihat peluang pada transaksi menggunakan aset kripto. Belakangan ini, pasar kripto memang sedang bagus dan para kolektor tidak ragu mengeluarkan dana lebih untuk mendapatkan karya seni NFT. Hasilnya, Everydays: the First 5000 Days berhasil terjual dengan nilai yang amat fantastis.

    Peluang mozaik dalam NFT di masa depan

    Karya seni Mozaik dalam NFT di masa depanKesuksesan Beeple dalam menjual Everydays: the First 5000 Days dengan harga yang sangat tinggi membuka kesempatan bagi para seniman karya seni mozaik untuk ikut serta mengadopsi NFT. Melihat pada saat itu, Christie’s sebagai rumah lelang seni konvensional dengan sengaja membuka penerimaan pembayaran dalam bentuk aset kripto. Terlebih, tidak ada batasan aliran seni dalam NFT. Anda bisa berkreasi sebebas mungkin, bahkan menggabungkan mozaik dengan jenis karya seni lainnya pun tidak menjadi masalah. 

    Selama karya seni yang Anda terbitkan adalah orisinil dan memiliki nilai keunikan tersendiri, juga dibantu dengan promosi di berbagai komunitas NFT, dijamin NFT Anda pasti akan menemukan kolektornya tersendiri.

    Ingin mulai memamerkan karya seni mozaik Anda dalam bentuk NFT? TokoMall siap memberi dukungan terbaik untuk Anda. Sebagai salah satu pelopor NFT marketplace di Indonesia, TokoMall memungkinkan pengguna untuk mengoleksi, merilis, dan memamerkan NFT.

    Dengan mengusung konsep yang memungkinkan dunia digital untuk bertemu dengan realita, TokoMall menyediakan platform bagi Anda para Official Merchant (Kreator) untuk bisa mendapatkan exposure karya seni yang lebih luas. Yuk, daftarkan diri Anda dan tunjukkan kreasi karya seni mozaik bersama TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 4 Mural Artists yang Berhasil Menjual Karyanya Sebagai NFT

    Istilah ‘mural’ tidak jarang menimbulkan konotasi negatif. Padahal, mural merupakan jenis karya seni, lho, dan tidak semua berkaitan dengan vandalisme. Para mural artists juga memiliki keterampilan khusus dalam menggambar, tidak kalah dengan seniman rupa. Terbukti dengan banyak di antara mereka yang sudah mulai berkiprah di dunia NFT dan berhasil meraup banyak dari penjualan karya seninya. Penasaran siapa saja?

    Eits, sebelum itu, mari kita bahas mengenai mural secara umum terlebih dulu. Yuk, baca terus artikel ini!

    Apa Itu Mural?

    Mengutip situs Imural, mural adalah sebuah karya seni berupa gambar atau lukisan yang memanfaatkan media yang luas dan ‘terlihat’, seperti pada dinding, tembok, hingga tidak sedikit pula yang melakukannya di atas jalanan. Seniman di balik mural biasanya disebut dengan mural artists. Sudah banyak seniman mural yang terkenal di dunia, seperti Banksy, Lady Pink, dan masih banyak lagi.

    Mural sendiri masuk ke dalam golongan street art, di mana umumnya karya seni ini dibuat sesuai dengan hukum alias legal, meskipun sebenarnya peraturannya tetap bergantung pada masing-masing negara. Selain itu, mural juga lebih memungkinkan para seniman untuk mendapatkan bayaran atas karya seni miliknya tersebut. 

    Sebagai contoh, kini mural sudah berkembang tidak hanya digambar di dinding bangunan bagian luar saja, tetapi juga bagian dalam dari bangunan atau ruangan. Sudah banyak bisnis dari berbagai sektor yang menggunakan jasa mural artists untuk meramaikan ruangan miliknya. Selain itu, seniman mural juga sudah banyak yang ikut merambah ke seni digital.

    Perbedaan Mural dan Graffiti

    Perbedaan Mural dan Graffiti

    Dikarenakan menggunakan media yang sama dengan graffiti, masih banyak yang belum mengetahui bahwa mural sebenarnya berbeda dengan graffiti. Dilansir dari situs Columbia Edu, seni graffiti sudah ada sebelum munculnya street art dan mural. Namun, keduanya memang saling berkaitan karena inspirasi gaya seni mural juga tak lepas dari graffiti.

    Perbedaan lainnya adalah dalam pendekatannya. Jika mural lebih terstruktur dan mengutamakan gambar, maka graffiti lebih mengambil pendekatan teks sebagai ekspresi langsung dari masyarakat. Hal inilah yang membuat graffiti memiliki pengaruh besar dalam perkembangan budaya. Mayoritas graffiti juga digambar secara bebas dan tidak selalu memiliki makna yang jelas, bergantung pada keinginan pembuatnya.

    Partisipasi Street Art dalam NFT Melalui Mural

    Seiring perkembangan teknologi terlebih blockchain, banyak seniman yang memperluas jangkauannya, salah satunya dengan menjual karya seni miliknya lewat NFT. Tidak hanya seniman rupa hingga visual saja, tetapi juga sudah mulai banyak street artist yang ikut terjun ke NFT, lho! Hal ini menunjukkan bahwa adopsi seni terhadap NFT sebenarnya bersifat tidak terbatas.

    Baca juga: Atasi Era Digital dengan Digitalisasi Karya Seni 2 Dimensi

    Migrasi street art ke NFT ini tentunya diawali dengan banyaknya mural artists ternama yang menjual mural miliknya ke dalam NFT. Jadi, dilakukan digitalisasi karya seni untuk kemudian menerbitkannya ke dalam NFT. Umumnya, para seniman menaruh karya seni tersebut dalam sebuah lelang. Hal ini tentunya menambah daftar adopsi NFT oleh seni konvensional, dalam hal ini adalah street art.

    4 Mural Artists yang Menjual Karyanya Menjadi NFT

    Nah, berikut ini terdapat 4 seniman mural Artists yang menjual karyanya menjadi NFT:

    1. Loro Masnah (Another Flex on the Wall)

    Pada Oktober lalu, seorang seniman mural asal Kolombia bernama Loro Masnah bersama timnya menggambar mural di tembok di Williamsburg, berupa replikasi dari koleksi NFT ternama yang telah terjual sebelumnya. Proses penggambaran mural ini tentunya bisa terjadi setelah mendapatkan izin dari para pemilik gedung juga kolektor NFT.

    The wall

    “Street Cool Cat “The Beast” 2665” oleh Another Flex on the Wall

    Masnah membuka kesempatan bagi para kolektor untuk mendapatkan jatah karya seni mural di atas tembok tersebut, dengan cara membeli koleksi NFT spesialnya yang diberi nama “Another Flex on the Wall” terlebih dulu. Beberapa koleksi NFT yang berhasil di-recreate oleh Masnah, antara lain “Cool Cat “The Beast” 2665” dan “Board Ape “CryptoPainter” #768”.

    2. Pascal Boyart

    Seniman mural yang satu ini awalnya dikenal dengan muralnya yang bertajuk “Liberty Leading the People”. Tidak hanya di atas tembok saja, ia kemudian mengubah karya seni tersebut ke dalam versi digital dan di-mint menjadi NFT. 

    Nft project

    “Contemplations of the Red Jester” oleh Pascal Boyart

    Tidak sampai situ saja, Boyart juga menjual versi digital dari muralnya yang lain ke dalam bentuk NFT yang bertajuk “Contemplations of the Red Jester”. NFT tersebut berhasil terjual di harga USD 112.000 pada akhir Februari lalu. Hingga saat ini, Boyart sudah mendigitalisasi lebih dari 10 mural miliknya menjadi NFT.

    3. Jason Peterson

    Seniman yang satu ini sebenarnya merupakan seorang fotografer asal Amerika Serikat, tetapi berhasil berkolaborasi dengan seniman Tubszilla dalam menggambar sebuah mural dengan konsep potret dari Kanye West. Untuk mengapresiasi jutaan pengunjung yang telah mendatangi lokasi mural di West Loop Chicago, Peterson akhirnya memutuskan untuk menjadikan mural tersebut menjadi NFT.

    Mural NFT art street

    “41°53’07.9″N 87°39’04.9″W Mural NFT” oleh Jason Peterson

    Hal unik dari NFT ini adalah Peterson juga menyediakan QR code pada mural, yang jika di-scan maka akan muncul siapa saja para pemilik dari NFT tersebut. NFT ini berhasil dilelang pada bulan Oktober lalu dan terjual di harga 1512 AVAX atau sekitar 119.296 USD (harga fluktuatif).

    4. Austin Zucchini-Fowler

    Pada Maret lalu, seniman mural Austin Zucchini-Fowler meluncurkan NFT berupa versi digital dari mural miliknya yang sangat terkenal, bertajuk “Healthcare Hero”. Mural yang terletak di Colfax Avenue ini mengisahkan perjuangan tenaga kesehatan dalam melawan pandemi COVID-19.

    Mural digital

    “Healthcare Hero” oleh Austin Zucchini-Fowler

    Zucchini-Fowler kemudian menjadikan mural tersebut ke dalam versi digital dan melelangnya sebagai NFT. Pelelangan ini berlangsung mulai tanggal 31 Maret hingga 12 April 2021 lalu. Hingga kini, Zucchini-Fowler telah merilis banyak NFT yang merupakan versi digital dari mural miliknya.

    Ternyata, partisipasi para mural artists terhadap blockchain khususnya NFT sudah mulai meningkat. Hal ini membuktikan bahwa NFT tidak terbatas hanya untuk seniman rupa saja, tetapi seniman lain juga bisa ikut serta menjual karya seninya dalam bentuk digital. Bagi Anda yang tertarik dengan NFT, segera daftarkan diri Anda sebagai Official Partner (Kreator) dan juga Creator (Kolektor) di TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sotheby’s Siap Merambah Menjadi Rumah Lelang Seni NFT

    Siapa sangka kini rumah lelang seni NFT tidak hanya ada di dunia virtual? Setelah kesuksesan Beeple menjual NFT art ciptaannya di rumah lelang Christie’s, kini rumah lelang konvensional mulai berlomba untuk membuka peluang bagi para creator NFT art. Tidak main-main, menyusul Christie’s, kini ada Sotheby’s yang menjadi rumah lelang seni NFT. Bagaimana prosesnya?

    Pengaruh NFT Art pada Ekosistem Seni Konvensional

    Fenomena transisi rumah lelang ini menyadarkan kita bahwa NFT sedikit banyak sudah memengaruhi ekosistem seni konvensional. Sebelumnya, rumah lelang Christie’s dan Sotheby’s hanya menjual karya seni konvensional, perhiasan berharga, serta barang koleksi antik dari seluruh penjuru dunia.

    Masuknya Sotheby’s pada ekosistem NFT tentu disambut antusias, baik oleh para creator maupun collector NFT. Pamor Sotheby’s yang tidak perlu diragukan lagi akan membantu para collector untuk mengkurasi NFT art. Bagi creator, hadirnya rumah lelang konvensional jelas akan membuka peluang exposure yang lebih besar.

    Mengenal Rumah Lelang Sotheby’s

    Rumah Lelang NFT Art

    Sebelum membahas tentang bagaimana peran Sotheby’s di ekosistem seni NFT, mari mengenal sekilas sejarahnya. Sotheby’s sendiri merupakan sebuah perusahaan lelang multinasional yang berbasis di New York City, Amerika Serikat. Rumah lelang ini menerima benda seni, perhiasan mewah, seni dekoratif, real estate, hingga barang koleksi berharga.

    Sejarah Sotheby’s sendiri sangat panjang. Didirikan pada 11 Maret 1744 di London, Sotheby’s merupakan salah satu balai lelang terbesar dan tertua di dunia. Barang-barang yang dilelang pun biasanya bukan barang biasa. Salah satu objek termahal yang berhasil dilelang melalui Sotheby’s adalah lukisan The Scream (1893) karya Edvard Munch. Lukisan tersebut laku pada 2012 dengan harga US$119.9 juta.

    Proses lelang Sotheby’s sendiri terbuka untuk umum dan dimulai pada hari kerja (Senin-Jumat). Calon peserta lelang bisa mengecek objek yang akan dilelang melalui website resmi Sotheby’s atau juga dengan langsung datang ke pameran Sotheby’s.

    Sepak Terjang Sotheby’s di Ekosistem NFT

    Bagaimana dengan sepak terjang Sotheby’s dalam ekosistem NFT? Masuknya Sotheby’s ke ekosistem seni NFT ditandai lewat kolaborasi dengan NFT artist, Pak, pada awal 2021 ini. Kolaborasi tersebut berhasil mengumpulkan penjualan lebih dari US$17 juta. Beberapa karya Pak yang dilelang adalah “The Cube”, “The Switch”, “Complexity”, dan juga “Equilibrium”.

    Lelang seni NFT Art

                      “The Cube” (2021) oleh Pak

    Pak sendiri merupakan seorang kreator anonim yang sudah berkecimpung di dunia seni digital selama dua dekade terakhir. Selama menjadi creator, Pak yang merupakan pendiri studio Undream dan Archillect berhasil mengumpulkan setidaknya US$350 juta. Ia juga merupakan creator pertama pada 2020 yang berhasil mendapatkan US$1 juta.

    Metaverse Sotheby’s lelang seni NFTTidak berhenti di situ, langkah Sotheby’s selanjutnya adalah menciptakan sebuah metaverse. Sotheby’s pun sudah berhasil mengumpulkan beberapa creator untuk dikurasi. Pada 18-26 Oktober 2021 lalu, Sotheby’s berhasil menggelar lelang NFT melalui metaverse mereka.

    Metaverse tersebut berisi 53 karya milik 19 kolektor besar seperti VerticalCrypto Art, Seedphrase, dan bahkan selebriti Paris Hilton. Untuk creator, Sotheby’s berhasil menggaet nama-nama besar NFT art seperti Hackatao, Board Ape Yacht Club, Brendan Dawes, dan Dmitri Cherniak.

    Pada lelang tersebut, peserta diharuskan mendaftarkan diri terlebih dulu melalui laman metaverse.sothebys.com. Setelah berhasil membuat profil, peserta akan otomatis mendapatkan avatar dari Pak yang merupakan in-house artist Sotheby’s.

    Rencana Sotheby’s Selanjutnya

    Rumah Lelang seni NFT pertama

    Sotheby’s mengungkapkan bahwa penjajakan ke ekosistem NFT tidak hanya untuk memperluas peluang mereka. Sotheby’s ingin menciptakan sebuah jembatan yang menghubungkan karya seni digital dengan industri lelang konvensional.

    Setelah sukses dengan kolaborasi bersama Pak dan membangun metaverse NFT, Sotheby’s berambisi untuk memperkenalkan para seniman kontemporer kenamaan dunia pada ekosistem seni digital. Sehingga diharapkan nantinya NFT art akan semakin variatif dan memiliki nilai koleksi tinggi.

    Dengan hadirnya Sotheby’s dalam ruang lelang seni NFT, maka bisa dipastikan jika masa depan NFT masih panjang. Hadirnya rumah lelang konvensional menunjukkan bahwa peluang NFT memang sangat luas dan bisa relevan dengan berbagai sektor.

    Ingin mulai terjun ke dunia lelang seni NFT? Anda bisa mulai dengan membuat profil di TokoMall, sebuah proyek Tokocrypto untuk menghadirkan ekosistem NFT yang sustainable di Indonesia. Yuk, kunjungi https://mall.tokoscape.com/ untuk informasi lebih lanjut!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tertarik Koleksi NFT? Inilah Tips Mengoleksi NFT!

    Hadirnya Non Fungible Token (NFT) saat ini memungkinkan bagi kita untuk mempunyai kepemilikan digital atas sebuah karya seni. Dengan memiliki karya seni yang sudah di NFT-kan artinya Anda akan memiliki sebuah kode unik yang berfungsi untuk melacak penerbit token, creators, pemilik awal, dan pemilik akhir untuk sebuah karya. NFT tak hanya hype di kalangan kreator saja, tapi di kalangan kolektor karya seni juga. Tak sedikit para kolektor yang kini mulai terjun untuk koleksi NFT. 

    Seiring keuntungan-keuntungan yang dihadirkan ketika mengoleksi NFT, timbul beberapa persoalan yang membuntutinya. Seperti kasus duplikasi karya seni yang dilakukan oleh Twisted Vacancy, seorang penggiat NFT atas karya milik Ardneks yang ramai diperbincangkan sejak beberapa bulan yang lalu. 

    Jelas hal ini tak hanya merugikan pihak kreator asli saja, kolektor yang telah membeli karya tersebut tentu juga merasakan dampaknya. Alih-alih puas setelah membeli karya tersebut, yang ada rasa jengkel-lah yang didapatkan. Belum lagi karya yang sudah diketahui oleh umum yang dibuat berdasarkan jiplakan karya orang lain tentunya tidak akan menjadi bernilai lagi. Tentunya ini merugikan kolektor yang juga menyisipkan value berinvestasi selain mengoleksinya.  

    Berkaca dari kasus duplikasi tersebut, rasanya tak ada jaminan untuk di kemudian hari kejadian ini tak akan terjadi kembali. Untuk itu, bagi Anda yang tertarik untuk mengoleksi NFT, berikut kami hadirkan beberapa tipsnya!

    Tips Mengoleksi NFT

    Inilah beberapa tips bagi Anda yang ingin mengoleksi NFT: 

    1. Riset Karya Seniman

    Berkaca dari kasus plagiarisme yang telah disebutkan di atas sebenarnya bisa dihindari oleh kolektor jika sebelumnya ia telah melakukan riset terlebih dahulu.  Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengeceknya langsung ke profil social media milik artist, apakah ia pernah update atau memberikan informasi kalau menjual karya NFT.

    Cara lainnya yang bisa dilakukan adalah ketika Anda menemui NFT milik Seniman B dan berniat membelinya, Anda bisa mengecek terlebih dahulu karya-karya lain miliki Seniman B tersebut. Apakah karya-karya Seniman B tersebut memiliki “ciri khas” yang sama atau tidak. Biasanya para seniman yang sudah berkecimpung bertahun-tahun, ia memiliki value atau bisa dikatakan ciri khasnya tersendiri, seperti contoh dari karya-karya Ardneks yang mempunyai ciri khas pada palet warna kuning, biru, merah hasil dari eksplorasinya sendiri. 

    Jika Anda menemukan karya NFT yang ternyata “mencurigakan”, tentunya Anda bisa mengurungkan niat beli NFT tersebut. 

    2. Lakukan Google Image Search Apakah Original atau Plagiat

    Dengan Google Image, Anda bisa melakukan pencarian berdasarkan gambar untuk mengetahui apakah ada gambar serupa yang telah dipublikasikan di internet. 

    Caranya mudah, Anda tinggal mengunjungi laman Google kemudian klik ikon Kamera yang ada di sebelah kanan kolom pencarian. Setelah itu, Anda tinggal masukkan link gambar atau juga bisa dengan mengunggah gambar yang ingin Anda cari. 

    3. Tanya-tanya Pendapat ke Komunitas NFT Apakah Artist Kredibel atau Plagiat

    Berdasarkan hasil wawancara yang telah kami lakukan dengan Radiofeeder, seorang kolektor dan juga kreator NFT di Indonesia, bagi Anda yang ingin berkecimpung di dunia NFT” sebaiknya dapat bergabung ke dalam komunitas-komunitas yang ada di Indonesia. Tak hanya kreator, komunitas NFT yang ada pun terbuka juga bagi kolektor yang ingin bergabung.

    Di dalamnya, tak hanya sharing seputar topik terkait kreator saja, Anda bisa juga menanyakan apakah NFT artist tersebut kredibel atau tidak. Karena memang dengan mengikuti komunitas, Anda bisa mengetahui jaringan antar para NFT artist

    4. Lihat Potongan Biaya yang Ditentukan Artist

    Potongan biaya yang dimaksud di sini adalah potongan royalti. Setiap karya seni NFT yang ada akan ditekankan besaran royalti yang nantinya akan diberikan kepada kreator ketika karya NFT tersebut dijual kembali oleh kolektor. Nah, besaran royalti ini bisa ditentukan oleh artist ketika ia mentokeninasi hasil karyanya di blockchain. Adapun besaran royalti nya adalah mulai dari 10% hingga 25%.

    Lantas, mengapa seorang kolektor harus melihat potongan royalti ini sebelum membelinya? Hal ini sebenarnya bermanfaat ketika Anda ingin menjual kembali koleksi NFT milik Anda. Dengan memilih potongan biaya royalti yang kecil, di kemudian hari ketika menjualnya, Anda tak perlu memasang harga yang terlalu tinggi untuk menutupi potongan royalti tersebut. 

    Itulah beberapa tips yang bisa kami berikan untuk Anda yang tertarik koleksi NFT. Apakah Anda tertarik mengoleksi karya NFT dari seniman Indonesia yang keren-keren? Kini, Anda bisa menemukannya di TokoMall, lho! Yuk, daftarkan diri Anda sebagai collector sekarang juga di www.mall.tokoscape.com



    Sumber : news.tokocrypto.com