Tag: emas

  • Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!

    Dunia tengah memasuki fase baru yang ditandai oleh pergeseran kekuatan ekonomi antara Amerika Serikat dan China. Jika dulu kekayaan negara diukur dari besarnya cadangan emas, kini aset digital seperti Bitcoin mulai menantang dominasi tersebut. 

    Ketika China memperkuat posisi Yuan dengan menimbun emas dan menolak kripto, Amerika justru mendorong adopsi Bitcoin secara agresif!

    Bitcoin dan Amerika Serikat

    Sejak terpilihnya Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat, Pemerintah AS gencar memberlakukan aturan baru yang pro terhadap Bitcoin dan aset kripto.

    Pada Maret 2025, perintah Amerika Serikat secara resmi memberlakukan Bitcoin Strategic Reserve, yang mewajibkan BTC yang disita disimpan sebagai aset nasional tanpa penjualan, kecuali atas kewajiban hukum. Kerangka ini memungkinkan AS eksposur terhadap pasokan Bitcoin untuk jangka panjang. 

    Baca juga: Trader Veteran Peter Brandt Memprediksi Target Harga Bitcoin Baru

    Total Cadangan Bitcoin Amerika Serikat Terbaru

    Pemerintah AS saat ini menjadi pemegang Bitcoin sovereign terbesar di dunia, dengan sekitar 325.000 BTC bernilai sekitar $33 miliar per November 2025. 

    Keterlibatan pemerintah AS dengan Bitcoin secara garis besar dimulai melalui tindakan penegakan hukum daripada investasi proaktif.

    Contohnya seperti penutupan Silk Road oleh FBI pada 2013 menyita 69,370 BTC, 94,643 BTC dari pemulihan peretasan Bitfinex 2016, dan masih banyak lagi.

    Data negara-negara dengan Bitcoin terbanyak. Sumber: Bitcointreasuries

    Hingga kini, Amerika masih menjadi negara dengan pemegang Bitcoin terbesar di dunia dengan total kepemilikan sebesar 1.555% dari total supply Bitcoin.

    Perusahaan yang mengakumulasi Bitcoin. Sumber: Bitcointreasuries

    Tak berhenti disitu, banyak juga perusahaan publik asal Amerika Serikat yang berbondong-bondong memborong Bitcoin, seperti MicroStrategy, MARA Holdings, Riot Platform, hingga Trump Media & Technology milik Presiden Amerika, Donald Trump.

    Emas dan China

    Tren harga emas terus naik selama dua tahun terakhir, mencapai rekor baru di atas $3,940 per ons pada Oktober 2025.

    Menurut analis Fortune, pembelian emas secara besar-besaran oleh China digadang-gadang jadi salah satu penyebab kenaikan emas, selain tingginya tingkat inflasi dan ketegangan China dengan Amerika.

    China disebut sedang melakukan diversifikasi dari aset USD, karena terinspirasi oleh sanksi terhadap Rusia, dan mendukung upaya de-dolarisasi seperti konvertibilitas yuan-emas.

    Baca juga: Apa Itu PAX Gold (PAXG)?

    Total Cadangan Emas China Terbaru

    Cadangan emas resmi China mencapai 2.304 ton pada kuartal III 2025, menyumbang 7,7% dari cadangan devisanya dan menandai pembelian bulanan ke-11 berturut-turut pada September (menambahkan 1,2 ton). People’s Bank of China (PBoC) menambahkan 5 ton pada kuartal III, bagian dari tren sejak 2023 di tengah reli harga emas hingga $3.508 per ons. 

    Cadangan emas negara-negera. Sumber: tradingeconomics

    Para analis memperkirakan kepemilikan aktual bisa lebih tinggi, mungkin menargetkan 5.000 ton untuk menyamai skala ekonomi China (64% dari PDB AS) dan peringkat kedua secara global di belakang 8.133 ton AS. 

    ‘Perang Aset’ Antara Amerika dan China

    Langkah-langkah yang dilakukan oleh Amerika dan China mencerminkan posisi strategis dalam tatanan global yang bergeser, dengan AS merangkul aset digital untuk inovasi dan China merapat ke emas untuk stabilitas. 

    Para ahli mencatat peran emas dalam mempengaruhi dominasi dolar melalui inisiatif BRICS, sementara Bitcoin bisa melawannya jika AS mengintegrasikannya lebih lanjut. 

    Korelasi antara Bitcoin (hitam) dan Emas (orange). Sumber: Newhedge

    Di tengah kedua negara besar yang tengah mengakumulasi kedua aset tersebut, korelasi antara Bitcoin dan emas meningkat, menunjukkan bahwa Bitcoin semakin bergeser berfungsinya sebagai safe haven di tengah defisit dan konflik.

    Tertarik untuk investasi di Bitcoin dan Emas? Kamu bisa langsung beli di Tokocrypto dengan biaya perdagangan 0% lho! Download sekarang!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Referensi:

    Relative Return Insider: Gold and crypto take different paths amid US–China tension. Diakses 5 November 2025

    Gold plunges below $4,000 as U.S.-China truce erodes haven demand. Diakses 5 November 2025

    Top Government Bitcoin Holders: US Stash Could Increase Following Historic $15B Criminal Seizure. Diakses 5 November 2025



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Ungguli Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global, INDODAX Sebut Kripto Jadi Sorotan Investor

    Jakarta, 24 Maret 2026 – Meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah memicu ketidakpastian di pasar keuangan global. Di tengah kondisi tersebut Bitcoin justru menunjukkan ketahanan dengan kenaikan sekitar 12% dalam 60 hari terakhir dan diperdagangkan di kisaran US$70.000 – US$71.000 per Selasa (24/03). Sebaliknya indeks S&P 500 turun sekitar 4%, sementara harga emas terkoreksi hingga 16% dan mencatatkan penurunan terbesar sejak 1983 dengan menyentuh level sekitar US4.400 per ons troi. Kondisi ini mendorong meningkatnya perhatian investor terhadap Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai di tengah gejolak pasar.

    Menanggapi dinamika pasar ini, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa kinerja kuat Bitcoin saat krisis bukanlah fenomena baru, melainkan pola yang sudah pernah terjadi seperti pada krisis pandemi COVID-19, ketegangan AS-Iran 2020, hingga konflik Rusia-Ukraina. 

    “Karakteristik Bitcoin yang terdesentralisasi, dapat diperdagangkan 24 jam, serta tidak bergantung pada sistem perbankan konvensional menjadikannya relevan di tengah terganggunya stabilitas sistem keuangan akibat konflik geopolitik. Hal ini membuat Bitcoin memiliki fungsi praktis sekaligus potensi sebagai alternatif lindung nilai,” jelas Antony.

    Kepala Strategi Logam JPMorgan, Greg Shearer menyebutkan penurunan harga emas dipicu oleh aksi sell-off di tengah lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur tengah yang meningkatkan kekhawatiran inflasi. Tekanan ini turut didorong oleh penguatan dolar AS serta meningkatnya keuntungan dari obligasi, sehingga membuat emas kurang menarik dibandingkan aset imbal hasil dan berpotensi mengubah pola pembelian emas oleh bank sentral.

    Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi energi global di Selat Hormuz, meningkatkan risiko inflasi akibat lonjakan harga minyak. Kondisi ini mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam kondisi tersebut, emas yang tidak memberikan imbal hasil rutin cenderung kehilangan daya tarik, khususnya bagi investor institusional.

    Meski demikian, pasar kripto masih berada dalam fase volatil dengan sentimen yang cenderung berhati-hati. Faktor makro ekonomi seperti inflasi dan kebijakan suku bunga masih akan menjadi penentu arah pergerakan harga ke depan. Dengan demikian, investor disarankan untuk tetap memperhatikan manajemen risiko dan memahami dinamika pasar secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.

    Sebagai platform perdagangan aset kripto terpercaya di Indonesia, INDODAX terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. INDODAX juga secara rutin mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) yang dapat diakses publik di CoinMarketCap, serta aktif mendorong literasi dan edukasi agar masyarakat dapat berinvestasi aset kripto secara bijak dan bertanggung jawab.

    ***

    Tentang INDODAX

    INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan Blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 9,8 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 450+ aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

    Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015 & 27001:2013.

    Sejak berdiri dua belas tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

    Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

    Telegram                               : https://t.me/indodaxroom

    Instagram                              : https://www.instagram.com/indodax/

    Tiktok                                     : https://www.tiktok.com/@indodax

    Twitter                                    : https://twitter.com/Indodax

    Youtube                                  : https://www.youtube.com/c/indodax

    Facebook                               : https://www.facebook.com/indodax

    INDODAXAcademy            : https://indodax.com/academy

    INDODAXPress Release   https://blog.indodax.com/newsroom-press-release





    Sumber : blog.indodax.com

  • Harga Emas Bergejolak, Investor Justru Borong XAUT dan PAXG

    Pasar tokenized gold terus menunjukkan pertumbuhan agresif meskipun harga emas fisik mengalami volatilitas dalam jangka pendek. Data terbaru mencatat kapitalisasi pasar tokenized gold telah melampaui $6 miliar, menjadikannya salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di industri aset digital.

    Kenaikan ini menandakan meningkatnya minat investor terhadap eksposur aset safe haven melalui infrastruktur blockchain, di tengah kondisi pasar global yang tidak stabil.

    Kapitalisasi Tokenized Gold Naik $2 Miliar Sejak Awal Tahun

    Berdasarkan data Dune, total market cap tokenized gold telah naik lebih dari $2 miliar sejak awal tahun. Pada saat laporan ini dibuat, nilai pasar sektor tersebut berada di level $6,12 miliar.

    Seiring pertumbuhan tersebut, lebih dari 1,2 juta ounce emas fisik kini tercatat tersimpan dalam sistem kustodian untuk mendukung penerbitan token-token emas berbasis blockchain. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap representasi digital emas terus meningkat.

    XAUT Dominasi Pasar, Capai $3,5 Miliar

    Tether Gold (XAUT) masih menjadi pemain terbesar dalam ekosistem tokenized gold. Market cap XAUT kini berada di sekitar $3,5 miliar, atau lebih dari setengah total nilai pasar tokenized gold.

    Data Token Terminal menunjukkan kapitalisasi XAUT melonjak lebih dari 50% hanya dalam sebulan terakhir. CEO Tether Paolo Ardoino sebelumnya juga menyatakan perusahaan berencana meningkatkan eksposur emas hingga 10–15% dari total portofolio investasi mereka.

    Tether dilaporkan mempercepat strategi akumulasi emas dan bahkan disebut melampaui pembelian beberapa negara seperti Yunani, Qatar, dan Australia. Pada kuartal terakhir 2025, Tether menambah eksposur sekitar 27 metrik ton emas.

    Baca juga: Tether Masuk Bisnis Emas! Gold.com Kebagian Dana $150 Juta

    Tether Investasi di Gold.com dan Kembangkan Akses Emas Digital

    Selain menambah cadangan emas, Tether juga melakukan investasi strategis senilai $150 juta ke platform logam mulia Gold.com. Investasi tersebut memberi Tether sekitar 12% kepemilikan perusahaan.

    Melalui kerja sama ini, Tether akan mengintegrasikan XAUT ke dalam ekosistem Gold.com, dengan tujuan memperluas akses emas melalui jalur distribusi digital maupun tradisional.

    Tether juga menyebut pihaknya sedang mengeksplorasi opsi agar pelanggan dapat membeli emas fisik menggunakan mata uang digital seperti USDT, stablecoin terbesar di dunia, serta USA₮, stablecoin baru yang diklaim telah diatur secara federal dan didukung dolar AS.

    Dalam upaya memperluas utilitas token emasnya, Tether turut meluncurkan Scudo, satuan unit baru yang mewakili 1/1.000 dari XAUT.

    PAXG Jadi Pesaing Terdekat dengan Market Cap $2,3 Miliar

    Di posisi kedua, Paxos Gold (PAXG) mencatat market cap sekitar $2,3 miliar. Token emas ini mengalami kenaikan 33,2% dalam sebulan terakhir.

    Secara keseluruhan, XAUT dan PAXG menjadi dua aset dominan yang menyumbang mayoritas aktivitas dalam pasar tokenized gold.

    Dengan kapitalisasi pasar yang terus naik, tokenized gold semakin mempertegas posisinya sebagai alternatif eksposur emas bagi investor yang ingin memanfaatkan sistem blockchain tanpa kehilangan dukungan aset fisik sebagai underlying.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan ini menunjukkan meningkatnya permintaan investor untuk aset safe-haven dalam format digital yang likuid.

    “Pertumbuhan pesat RWA (Real World Assets) berbasis emas membuktikan blockchain menjadi infrastruktur utama untuk kepemilikan aset fisik secara global,” jelasnya.

    Baca juga: Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Masuk Bisnis Emas! Gold.com Kebagian Dana $150 Juta

    Perusahaan penerbit stablecoin terbesar di dunia, Tether, resmi mengumumkan investasi senilai $150 juta atau sekitar Rp2,4 triliun ke perusahaan logam mulia Gold.com. Langkah ini menjadi strategi besar Tether untuk memperluas akses emas fisik ke ekosistem aset digital di tengah lonjakan minat terhadap stablecoin berbasis emas.

    Dari investasi tersebut, Tether memperoleh sekitar 12% saham di Gold.com. Investasi ini juga memperkuat fokus jangka panjang Tether dalam mengembangkan sektor real-world assets (RWA) atau aset nyata yang dihubungkan ke teknologi blockchain.

    Investasi Dilakukan Dua Tahap, Tether Bisa Duduk di Dewan Direksi

    Dalam kesepakatan tersebut, investasi Tether akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, Tether membeli saham Gold.com senilai $125 juta, kemudian dilanjutkan dengan tambahan $25 juta yang masih menunggu persetujuan regulator.

    Tidak hanya itu, Tether juga mendapatkan hak untuk menunjuk satu anggota dewan direksi, sehingga memiliki pengaruh dalam arah strategi bisnis Gold.com ke depan.

    Tether Gold (XAU₮ Akan Terintegrasi Lebih Dalam

    Dilaporkan Coinpedia, salah satu fokus utama kerja sama ini adalah integrasi lebih dalam antara Tether Gold (XAU₮) dengan platform Gold.com.

    XAU₮ merupakan token digital berbasis emas, di mana setiap 1 token didukung 1:1 oleh emas fisik yang disimpan dalam brankas dengan keamanan tinggi. Melalui kolaborasi ini, pengguna nantinya berpeluang membeli emas fisik menggunakan aset digital seperti USDT maupun XAU₮.

    Dengan menggabungkan kekuatan jaringan stablecoin Tether dan operasi bullion Gold.com, kedua perusahaan menargetkan terciptanya platform yang menjembatani pasar emas tradisional dengan pembayaran berbasis kripto.

    Baca juga: Diam-Diam Borong Bitcoin, Tether Tambah Rp12 Triliun BTC di Awal 2026!

    Harga Emas Pecah Rekor, Stablecoin Berbasis Emas Ikut Meledak

    Kerja sama ini muncul di saat harga emas sedang mengalami reli besar. Harga emas dilaporkan mencapai rekor tertinggi hingga menembus $5.000 per ounce, yang ikut mendorong kenaikan permintaan aset digital berbasis emas.

    Dalam satu tahun terakhir, nilai pasar aset digital berbasis emas melonjak dari $1,3 miliar menjadi $5,5 miliar. Tether Gold saat ini memimpin sektor tersebut dengan menguasai lebih dari setengah total kapitalisasi pasar.

    Tether juga disebut memiliki sekitar 140 ton emas fisik senilai lebih dari $23 miliar, memperkuat posisinya sebagai pemain besar dalam industri keuangan digital berbasis aset nyata.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ekspansi Tether ke infrastruktur komoditas fisik (RWA) adalah langkah diversifikasi cerdas. Ini memposisikan XAU₮ bukan hanya sebagai stablecoin, tapi sebagai jembatan likuiditas utama antara pasar kripto dan pasar logam mulia tradisional.

    Gold.com Siap Masuk Dunia Digital Berkat Suntikan Dana Tether

    bitcoin dan emas

    Gold.com merupakan perusahaan logam mulia yang berdiri sejak 1965 dan membawahi beberapa merek besar seperti JMBullion, Monex Precious Metals, GovMint, serta Stack’s Bowers Galleries. Selama ini, bisnis mereka dikenal kuat di sektor penjualan emas fisik dan koleksi.

    Dengan dukungan Tether, Gold.com disebut akan memperluas layanan ke produk emas digital, stablecoin, hingga aset tokenisasi, bahkan membuka peluang ke bisnis gold leasing atau penyewaan emas.

    Manajemen Gold.com menyatakan kerja sama ini akan mempercepat ambisi mereka menjadi platform logam mulia “full service” yang mampu melayani investor konvensional sekaligus pengguna kripto.

    Strategi Baru Tether: Serius Garap Aset Nyata

    Investasi ke Gold.com menjadi bagian dari strategi diversifikasi besar Tether. Perusahaan tersebut melaporkan laba bersih mencapai $10 miliar pada 2025, serta memiliki cadangan berlebih lebih dari $6,3 miliar.

    Selain mengembangkan USDT, Tether juga aktif masuk ke berbagai sektor seperti Bitcoin mining, kecerdasan buatan (AI), komunikasi terdesentralisasi, hingga industri logam mulia.

    Kesepakatan ini mempertegas ambisi Tether untuk memposisikan emas tokenisasi sebagai instrumen penyimpan nilai modern, menggabungkan stabilitas emas fisik dengan kecepatan transaksi aset digital.

    Baca juga: Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dana Kabur dari Bursa Kripto, Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi

    Data on-chain menunjukkan terjadinya penurunan signifikan cadangan stablecoin dan Bitcoin di berbagai bursa kripto global di tengah meningkatnya risiko geopolitik dunia. Fenomena ini terjadi pada periode 18–24 Januari dan memunculkan spekulasi adanya pergeseran dana dari aset kripto ke instrumen safe haven tradisional.

    Cadangan seluruh stablecoin berbasis ERC20 di bursa kripto tercatat turun dari 72,5 miliar dolar AS menjadi 67,8 miliar dolar AS. Penurunan juga terlihat jelas di level bursa, khususnya Binance, yang mengalami penyusutan cadangan stablecoin dari 48,5 miliar dolar AS menjadi 44,4 miliar dolar AS dalam periode yang sama.

    Dalam kondisi normal, keluarnya stablecoin dan Bitcoin secara bersamaan dari bursa biasanya diartikan sebagai berkurangnya tekanan jual jangka pendek serta membaiknya struktur pasokan aset kripto. Namun, situasi makroekonomi global saat ini memberikan sinyal berbeda.

    Harga Emas Tembus Rekor

    Baca juga: Iran Bergolak, Emas Cetak Rekor $4.600, Sinyal Bitcoin Menuju $100K?

    Pada periode yang sama, pasar logam mulia mencatat reli historis. Harga emas menembus rekor tertinggi baru di level 5.280 dolar AS per ons, sementara perak melonjak hingga 114 dolar AS per ons. Kenaikan tajam ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk risiko konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong investor masuk ke aset lindung nilai.

    Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa sebagian arus keluar stablecoin,terutama dari bursa besar seperti Binance—merupakan indikasi rotasi modal dari pasar kripto ke emas dan perak, alih-alih dialokasikan kembali ke pasar spot kripto.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dalam kondisi normal, outflow stablecoin + BTC dari exchange = bullish (kurangi sell pressure). Namun, konteks makro saat ini berbeda: Emas ATH $5.280, Perak $114, ini mengindikasikan rotasi modal ke safe-haven tradisional karena risiko geopolitik (konflik AS-Iran), bukan reinvestasi langsung ke crypto.

    Meski penurunan cadangan aset di bursa masih dinilai positif secara struktural bagi pasar kripto, analis menilai konfirmasi tren bullish belum dapat dipastikan. Diperlukan validasi tambahan melalui peningkatan volume perdagangan spot, analisis arus modal lintas pasar, serta perkembangan sentimen risiko global.

    Baca juga: Bitcoin Kalah di 2025, tapi 2 Tahun Terakhir Masih Imbang dengan Emas


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Iran Bergolak, Emas Cetak Rekor $4.600, Sinyal Bitcoin Menuju $100K?

    Gold (emas) mencapai harga tertinggi sepanjang masa di atas $4,600 per ounce pada 12 Januari 2026, karena investor global beralih ke aset perlindungan selama meningkatnya gejolak geopolitik di Iran dan ketegangan politik di AS. Harga kemudian sedikit turun setelah lonjakan tersebut, namun tetap berada di puncak wilayah historis.

    Dilaporkan Coingape, lonjakan harga emas ini terjadi ketika kerusuhan di Iran memasuki minggu ketiga, dengan aksi protes dan pemogokan yang telah menyebar luas sejak akhir Desember akibat lonjakan inflasi dan runtuhnya nilai mata uang nasional. Lembaga pemantau hak asasi mengatakan ratusan orang tewas dan lebih dari 10.000 ditangkap sejak demonstrasi dimulai.

    Menurut laporan Associated Press, sedikitnya 544 orang telah tewas, dan para analis memperingatkan bahwa tindakan keras ini berpotensi memicu krisis keamanan di seluruh Timur Tengah.

    Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan opsi militer jika pasukan Iran terus melakukan tindakan keras terhadap demonstran atau membahayakan sekutu regional serta basis-basis militer AS. Pernyataan ini memicu respons keras dari pejabat Iran yang menyatakan kesiapan mereka untuk perang, sambil juga menunjukkan sikap siap berdialog secara kondisional.

    Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana

    Apa arti lonjakan emas bagi pasar lainnya?

    Analis pasar mengatakan kombinasi risiko yang meningkat dan volume perdagangan yang tipis telah mendorong para investor ke aset “safe haven” seperti emas. Emas dipandang sebagai tempat berlindung ketika ketidakpastian global meningkat, terutama ketika pasar saham dan obligasi bergerak tidak menentu.

    Bitcoin: Bertahan di $90K, Risiko Turun atau Potensi Breakout?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Sementara emas melesat, Bitcoin (BTC) tetap berada di dekat support utama $90.000, dengan momentum yang relatif lemah setelah pemulihan singkat ke sekitar $94.000 awal bulan ini. Para analis mengatakan BTC perlu menembus di atas $94.500 untuk memicu tren kenaikan menuju $100.000. Sebaliknya, penurunan di bawah level support dapat membuka jalan bagi harga turun lebih rendah, sekitar $85.000.

    Seorang analis di X (dulu Twitter) juga mencatat bahwa dalam banyak siklus pasar, kapital pertama kali mengalir ke safe haven tradisional seperti emas sebelum kemudian menuju aset berisiko seperti Bitcoin ketika risiko mereda. Hal ini membuat Bitcoin menjadi salah satu aset yang “berpotensi bergerak besar berikutnya” jika sentimen pasar berubah.

    Baca juga: Bitcoin Kalah di 2025, tapi 2 Tahun Terakhir Masih Imbang dengan Emas


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Kalah di 2025, tapi 2 Tahun Terakhir Masih Imbang dengan Emas

    Perbandingan antara Bitcoin dan emas kembali menjadi topik hangat di komunitas kripto global menjelang akhir tahun 2025. Narasi “Bitcoin vs emas” ramai dibahas di platform X setelah data terbaru menunjukkan bahwa kedua aset tersebut mencatatkan imbal hasil dua tahunan yang nyaris identik, meskipun pergerakan harganya menempuh jalur yang sangat berbeda.

    Berdasarkan data kinerja persentase hingga akhir 2025, Bitcoin dan emas sama-sama berakhir di level return yang kurang lebih setara dalam periode dua tahun terakhir. Grafik tersebut memperlihatkan bagaimana dua aset yang sama-sama kerap disebut sebagai penyimpan nilai (store of value) justru menunjukkan karakter pergerakan harga yang kontras. Perbedaan ini terutama terlihat dari pola volatilitas dan waktu terjadinya penguatan harga.

    Emas Alami Volatilitas Lebih Tinggi

    Emas tercatat mengalami volatilitas yang lebih tinggi di fase awal periode dua tahun tersebut. Harga logam mulia ini sempat melonjak tajam dalam beberapa fase, namun diikuti oleh koreksi dalam yang cukup signifikan. Pergerakan agresif tersebut berlangsung dalam waktu yang relatif panjang sebelum akhirnya harga emas bergerak lebih stabil dan mendekati level return akhirnya. Kondisi ini mencerminkan peran tradisional emas sebagai aset lindung nilai yang sensitif terhadap perubahan sentimen makroekonomi dan geopolitik.

    Sementara itu, Bitcoin menunjukkan pola yang relatif lebih stabil jika dibandingkan dengan emas dalam periode yang sama. Meski tetap mengalami beberapa fase penurunan harga, tren kenaikan Bitcoin terlihat lebih bertahap dan konsisten, terutama pada paruh akhir periode dua tahun tersebut. Momentum penguatan Bitcoin terbentuk secara perlahan dan berlanjut hingga akhirnya menyamai tingkat return emas di akhir periode pengamatan.

    Namun, jika dilihat secara year-to-date (YTD) sepanjang 2025, emas masih mencatatkan kinerja yang jauh lebih unggul dibandingkan Bitcoin. Data menunjukkan bahwa pada 2025, emas mengungguli Bitcoin hingga sekitar 79 persen. Performa ini memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global, termasuk tekanan geopolitik, kebijakan moneter, dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara.

    Perbandingan Bitcoin dan Emas

    Dilaporkan Crypto News, perbandingan ini kembali memicu komentar dari sejumlah tokoh pasar, termasuk pendukung emas yang selama ini kritis terhadap Bitcoin. Peter Schiff, salah satu pengkritik kripto yang vokal, memanfaatkan momentum ini untuk menyoroti pergerakan harga Bitcoin yang dinilainya masih sangat bergantung pada sentimen pasar berisiko, khususnya saham teknologi. Menurut Schiff, korelasi tersebut mencerminkan kerentanan Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai jangka panjang.

    Meski demikian, data dua tahun terakhir menunjukkan hasil akhir yang relatif seimbang bagi investor yang bersabar. Baik emas maupun Bitcoin sama-sama memberikan imbal hasil positif bagi pemegang aset jangka panjang, meskipun dengan karakter risiko yang berbeda. Emas mempertahankan citranya sebagai aset defensif dengan fungsi perlindungan nilai, sementara Bitcoin tetap dipandang sebagai aset berisiko tinggi dengan potensi imbal hasil besar.

    Perbandingan kinerja ini menegaskan bahwa pilihan antara emas dan Bitcoin tidak hanya ditentukan oleh tingkat return semata, tetapi juga oleh profil risiko, toleransi volatilitas, serta tujuan investasi masing-masing investor. Menjelang penutupan tahun 2025, diskusi mengenai peran kedua aset ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring perubahan kondisi pasar global dan dinamika sentimen investor.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Gold (XAU₮): Solusi Stabil di Tengah Volatilitas Kripto

    Di tengah tingginya volatilitas pasar kripto, investor mulai melirik instrumen yang lebih stabil tanpa harus keluar dari ekosistem blockchain. Salah satu aset yang kini mendapat perhatian adalah Tether Gold (XAU₮), token berbasis emas yang masuk dalam kategori Real World Assets (RWA).

    XAU₮ merupakan aset kripto yang merepresentasikan kepemilikan emas fisik, di mana setiap 1 token setara dengan 1 troy ounce emas yang disimpan di vault. Dengan mekanisme ini, nilai XAU₮ mengikuti harga emas global, menjadikannya alternatif safe haven di pasar kripto.

    Tokenisasi Emas Dorong Akses dan Likuiditas

    Kehadiran XAU₮ dinilai menjawab keterbatasan emas fisik yang selama ini sulit diakses, kurang likuid, serta membutuhkan biaya penyimpanan. Melalui teknologi blockchain, emas kini dapat diperdagangkan secara digital dengan akses global dan waktu transaksi 24 jam.

    XAU₮ berjalan sebagai token ERC-20 di jaringan Ethereum dan memanfaatkan sistem blockchain untuk mencatat kepemilikan secara transparan serta memungkinkan transfer lintas negara dengan efisien.

    Supply Dinamis Ikuti Cadangan Emas

    Berbeda dengan aset kripto pada umumnya, suplai XAU₮ bergantung pada cadangan emas fisik. Token ini menggunakan mekanisme minting dan burning yang disesuaikan dengan permintaan pasar.

    Berdasarkan data CoinGecko per 31 Maret 2026, jumlah XAU₮ yang beredar mencapai sekitar 559.598 token, dengan total suplai sekitar 707.747 token.

    Baca juga: Tokenized Gold: Solusi Investasi Emas yang Fleksibel dan Modern

    Perkuat Posisi dalam Narasi RWA Global

    Dalam ekosistem RWA, sektor komoditas seperti emas menjadi salah satu kategori terbesar setelah US Treasury, dengan nilai total sekitar US$2,53 miliar. XAU₮ sendiri tercatat memiliki sekitar 37.883 holder secara on-chain, menunjukkan tingkat adopsi yang cukup kuat.

    Hal ini menempatkan XAU₮ sebagai salah satu instrumen utama dalam tren tokenisasi aset komoditas di pasar global.

    Telah Kantongi Izin dan Terapkan Kepatuhan Global

    XAU₮ diterbitkan oleh entitas berbasis El Salvador yang telah terdaftar sebagai stablecoin issuer dan Digital Asset Service Provider (DASP) di bawah regulator setempat.

    Dari sisi kepatuhan, aset ini menerapkan standar KYC/AML serta mengikuti regulasi global seperti FATF dan kebijakan anti-terorisme. Namun, Tether sebagai penerbit tetap memiliki kewenangan untuk membatasi atau membekukan transaksi dalam kondisi tertentu.

    Unggul dalam Akses dan Distribusi

    Dibandingkan dengan kompetitor seperti PAX Gold (PAXG), XAU₮ memiliki beberapa keunggulan, antara lain dukungan multi-chain (Ethereum dan BNB Chain) serta ketersediaan yang lebih luas di berbagai bursa kripto global.

    Sementara itu, PAXG masih terbatas pada jaringan Ethereum dengan akses yang relatif lebih sempit.

    Tetap Memiliki Risiko

    Meski menawarkan stabilitas dan kemudahan akses, XAU₮ tidak lepas dari risiko. Investor tetap menghadapi risiko ketergantungan pada penerbit (counterparty risk), keterbatasan dalam proses penukaran emas, serta potensi risiko teknis pada smart contract.

    Selain itu, pengguna juga tidak memegang emas secara langsung karena aset disimpan oleh kustodian.

    Instrumen Baru Safe Haven Digital

    Secara keseluruhan, XAU₮ dinilai menjadi inovasi yang menggabungkan stabilitas emas dengan fleksibilitas teknologi blockchain. Kehadirannya memperkuat tren tokenisasi aset dunia nyata dan membuka peluang baru bagi investor yang mencari perlindungan nilai di tengah fluktuasi pasar kripto.

    Namun demikian, aspek sentralisasi dan ketergantungan pada penerbit tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi.

    Baca juga: Santient AI Siap Saingi ChatGPT? Gini Cara Cobanya


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solusi Investasi Emas yang Fleksibel dan Modern

    Di tengah perkembangan pesat industri kripto dan kebutuhan investor akan aset lindung nilai, tokenized gold atau emas yang ditokenisasi muncul sebagai solusi inovatif yang menggabungkan kestabilan emas dengan fleksibilitas teknologi blockchain.

    Tokenized gold merupakan representasi digital dari emas fisik yang disimpan di brankas oleh kustodian terpercaya. Umumnya, satu token mewakili satu ons emas atau jumlah tertentu dari emas asli, sehingga nilainya tetap mengikuti harga emas di pasar global.

    Konsep ini menjadi bagian dari tren Real World Assets (RWA), di mana aset dunia nyata diubah menjadi bentuk digital agar lebih mudah diakses dan diperdagangkan.

    Akses Lebih Mudah dan Fleksibel

    Berbeda dengan emas fisik yang membutuhkan biaya besar dan penyimpanan khusus, tokenized gold memungkinkan investor memiliki emas dalam jumlah kecil (fractional ownership). Hal ini membuka akses investasi emas bagi lebih banyak kalangan, bahkan hanya dengan modal kecil.

    Selain itu, token ini dapat diperdagangkan 24 jam sehari di platform kripto, berbeda dengan pasar emas tradisional yang terbatas pada jam operasional tertentu. Proses transaksi pun menjadi lebih cepat dan efisien.

    Cara Kerja Tokenized Gold

    Secara umum, proses tokenisasi emas melibatkan tiga tahap utama, yaitu penyimpanan emas fisik oleh penerbit, pembuatan token digital melalui smart contract, serta audit berkala untuk memastikan jumlah token sesuai dengan cadangan emas yang dimiliki.

    Investor yang memiliki token juga dapat memperdagangkannya di bursa kripto atau, dalam beberapa kasus, menukarkannya kembali dengan emas fisik sesuai ketentuan yang berlaku.

    Transparansi dan Integrasi DeFi

    Keunggulan lain dari tokenized gold adalah transparansi melalui teknologi blockchain. Catatan kepemilikan tersimpan secara permanen dan dapat diverifikasi, terutama jika didukung oleh sistem proof of reserve.

    Tidak hanya itu, aset ini juga dapat dimanfaatkan dalam ekosistem decentralized finance (DeFi), seperti dijadikan jaminan pinjaman atau sumber likuiditas, sehingga memberikan nilai tambah dibandingkan emas fisik yang cenderung pasif.

    Contoh Produk dan Perkembangan Pasar

    Beberapa contoh tokenized gold yang populer di pasar adalah Tether Gold (XAUT) dan Paxos Gold (PAXG), yang masing-masing didukung oleh emas fisik yang disimpan di brankas di Swiss dan London.

    Seiring meningkatnya minat terhadap aset digital, tokenized gold diperkirakan akan terus berkembang sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan ekosistem kripto.

    Risiko yang Perlu Diperhatikan

    Meski menawarkan berbagai keunggulan, tokenized gold juga memiliki risiko, terutama terkait kepercayaan terhadap pihak kustodian yang menyimpan emas. Jika terjadi masalah pada penerbit, nilai token bisa terdampak.

    Selain itu, regulasi terkait aset digital masih terus berkembang di berbagai negara, sehingga dapat memengaruhi perdagangan dan penggunaan tokenized gold di masa depan.

    Likuiditas yang masih lebih rendah dibandingkan pasar emas global serta potensi biaya transaksi juga menjadi pertimbangan bagi investor.

    Penutup

    Tokenized gold menjadi salah satu inovasi penting dalam transformasi keuangan digital. Dengan menggabungkan keamanan emas dan kemudahan teknologi blockchain, instrumen ini menawarkan alternatif investasi yang lebih modern, fleksibel, dan inklusif di era digital.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Optimis! Sinyal Emas Tandai Bottom Bitcoin

    Pergerakan Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah muncul sinyal langka dari korelasinya dengan emas. Data terbaru menunjukkan bahwa hubungan antara Bitcoin dan emas mencapai level terendah dalam tiga tahun terakhir, memicu spekulasi bahwa Bitcoin kemungkinan telah membentuk titik dasar (bottom) pada Maret ini.

    Di saat emas mengalami penurunan selama empat minggu berturut-turut, Bitcoin justru bergerak stabil di kisaran 70.000 dolar AS, menciptakan divergensi yang menarik perhatian pelaku pasar.

    Rasio BTC/Gold Beri Sinyal Historis

    Dilaporkan BeInCrypto, analis melihat bahwa rasio BTC terhadap emas saat ini mengalami penurunan sekitar 70%, level yang sebelumnya sering bertepatan dengan titik terendah siklus pasar. Dalam siklus sebelumnya, penurunan rasio sebesar 86% pada 2014, 83% pada 2018, dan 76% pada 2022 semuanya menandai fase bottom sebelum tren naik dimulai.

    Kondisi saat ini dinilai mulai memasuki fase konsolidasi, yang berpotensi menjadi awal pemulihan harga Bitcoin. Jika rasio ini kembali meningkat, hal tersebut menandakan bahwa Bitcoin mulai mengungguli emas sebagai aset investasi.

    Baca juga: Harga Emas Bergejolak, Investor Justru Borong XAUT dan PAXG

    Korelasi Bitcoin–Emas Capai Titik Terendah

    Data menunjukkan bahwa korelasi antara Bitcoin dan emas turun hingga -0,9, level terendah sejak akhir 2022. Pada periode tersebut, Bitcoin berada di level 15.600 dolar AS sebelum memulai tren kenaikan yang berlangsung lebih dari dua tahun.

    Korelasi negatif yang kuat ini mengindikasikan bahwa kedua aset bergerak berlawanan arah, dan dalam konteks saat ini, memberikan sinyal potensi penguatan Bitcoin dibandingkan emas dalam waktu dekat.

    Di sisi lain, analis teknikal juga melihat bahwa emas sedang membentuk pola bearish yang jarang terjadi, yang secara historis sering diikuti oleh periode pemulihan yang panjang.

    Peran Faktor Makro dan Investor Besar

    Divergensi antara Bitcoin dan emas juga dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dan geopolitik. Bitcoin dinilai telah lebih cepat merespons risiko global, termasuk konflik di Timur Tengah, dibandingkan aset tradisional.

    Selain itu, data menunjukkan bahwa jumlah whale Bitcoin dengan kepemilikan di atas 1.000 BTC mencapai level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan adanya akumulasi oleh investor besar di tengah ketidakpastian pasar.

    Dalam waktu dekat, rilis data ekonomi seperti PMI dan jobless claims juga akan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi arah pasar.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa korelasi negatif antara Bitcoin dan emas saat ini menjadi sinyal penting dalam membaca fase siklus pasar. Menurut mereka, kondisi ini menunjukkan bahwa Bitcoin mulai berperan lebih kuat sebagai aset alternatif yang tidak sepenuhnya mengikuti pergerakan aset safe haven tradisional.

    Namun, mereka juga mengingatkan bahwa konfirmasi tren tidak hanya bergantung pada satu indikator. Faktor seperti likuiditas global, kebijakan moneter, dan sentimen geopolitik tetap menjadi penentu utama dalam jangka pendek.

    Tim Research Tokocrypto menambahkan bahwa akumulasi oleh whale menjadi indikator positif, tetapi pergerakan harga tetap membutuhkan dukungan dari arus dana yang lebih luas untuk membentuk tren naik yang berkelanjutan.

    Pasar Menanti Konfirmasi Tren

    Dengan kombinasi antara sinyal teknikal, divergensi makro, dan aktivitas investor besar, pasar kini berada pada fase yang krusial. Pelaku pasar akan mencermati apakah Bitcoin mampu mempertahankan stabilitas dan mulai menunjukkan penguatan yang konsisten.

    Jika pola historis kembali terulang, kondisi saat ini berpotensi menjadi titik awal fase baru bagi Bitcoin. Namun, kepastian arah tetap akan bergantung pada perkembangan faktor eksternal dan respons pasar dalam beberapa waktu ke depan.

    Baca juga: Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com