Tag: etf

  • Bank Sentral Rusia Belum Siap Izinkan Perdagangan ETF Bitcoin

    Bank Sentral Rusia belum siap untuk menerima dana dari hasil diperdagangkan ETF (exchange-traded fund) Bitcoin di bursa. Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina menegaskan kembali sikap tegas institusinya terhadap cryptocurrency.

    Pernyataan sikap Nabiulina itu keluar ketika menjawab pertanyaan tentang apakah regulator kebijakan moneter Rusia akan mengikuti contoh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengizinkan pencatatan ETF Bitcoin. Dana investasi pertama dari Proshares Bitcoin Strategy ETF, sendiri diluncurkan di New York Stock Exchange (NYSE) pada 19 Oktober lalu.

    Setelah menyetujui Bitcoin ETF pertama, regulator keuangan di Amerika Serikat terus menekan negara lain untuk mempertimbangkan berbagai produk kripto. Namun, Rusia tidak terpengaruh keputusan AS karena regulator Elvira Nabiullina baru-baru ini menyatakan bahwa Bank Sentral Rusia tidak siap untuk menerima ETF Bitcoin dari pasar.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Apa itu Mining Pool dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Rusia Tolak Ikut Kebijakan Kripto Amerika Serikat

    Pernyataan Nabiullina sejalan dengan sikap konservatif CBR (Central Bank of Russia) yang sudah lama ada pada mata uang digital terdesentralisasi dan produk investasi berbasis kripto. Pada bulan Juli 2021, bank menyarankan bursa Rusia untuk menghindari perdagangan instrumen keuangan yang terkait dengan aset kripto. 

    Undang-Undang Aset Keuangan Digital, yang mulai berlaku awal tahun 2021, sebagian mengatur tentang cryptocurrency, akan tetapi para pejabat telah mencatat bahwa aturan tambahan sangat diperlukan untuk memastikan regulasi komprehensif terhadap ruang aset kripto di Rusia. Bank Sentral Rusia menentang legalisasi peredaran, seperti Bitcoin, dan menganggap cryptocurrency sebagai pengganti mata uang ilegal.

    Tidak mengherankan, jika Rusia tidak ingin mengikuti jejak AS karena bukanlah penggemar cryptocurrency. Gagasan untuk meluncurkan produk berjangka berbasis kripto tampak seperti mimpi yang masih jauh mengingat pandangan negara Rusia saat ini.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Putin Pertimbangkan Cryptocurrency Bisa untuk Pembayaran

    Menanggapi situasi ini, Presiden Rusia, Vladimir Putin juga menyatakan optimismenya tentang cryptocurrency. Dalam sebuah wawancara dengan media CNBC, ia memperingatkan bahwa kebijakan AS pasti akan merugikan, karena lebih banyak negara menggunakan mata uang lain sebagai cadangan mereka.

    Ketika ditanya apakah Rusia sedang mempertimbangkan untuk menggunakan cryptocurrency sebagai cara untuk menyelesaikan kontrak pasokan minyak, Putin mencatat bahwa kemungkinan itu ada di masa depan. Dia menambahkan bahwa kelas aset kripto bisa ada sebagai bentuk pembayaran, tetapi terlalu dini untuk menggunakannya dalam transaksi kontrak minyak.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fidelity: Institusi Semakin Mengadopsi Bitcoin

    Akibat kelesuan ekonomi global yang disebabkan pandemi COVID-19, Bitcoin dan aset kripto lain mendapat dorongan adopsi besar oleh investor institusi. Hal tersebut diutarakan Christine Sandler, Kepala Pemasaran dan Penjualan Fidelity Digital Assets.

    Sejak tahun 2014, Fidelity telah mulai mempelajari teknologi distributed ledger itu. Mereka menyadari ada sejumlah friksi yang dihadapi institusi dalam hal penyimpanan dan perdagangan aset kripto, serta kurangnya infrastruktur. Sebab itu, Fidelity memutuskan untuk menciptakan layanan dan produk bagi institusi.

    Perusahaan tersebut umumnya memiliki klien dari kalangan investor ritel, individu kaya, family office, penasihat investasi, dana lindung nilai dan hibah, sehingga memungkinkan Fidelity menghadirkan produk-produk baru serta memudahkan penggunaan bagi pelanggan yang belum mengenalnya.

    Kendati demikian, baru pada tahun 2020 terjadi pergeseran investasi Bitcoin oleh institusi. Faktor yang mendorongnya adalah pandemi dan regulasi produktif oleh organisasi seperti Komisi Pertukaran dan Sekuritas AS (SEC) serta Kantor Pengawas Mata Uang AS.

    Sandler menjelaskan, pada tahun ini terjadi adopsi narasi emas digital. Bitcoin mulai diminati oleh investor institusi, seperti dana lindung nilai, individu kaya dan family office. Terjadi perluasan jenis klien yang berinteraksi dengan ekosistem aset kripto.

    Pada Agustus 2020, presiden Fidelity, Peter Jubber, mengumumkan rencana untuk meluncurkan dana indeks Bitcoin.

    Dengan investasi minimal US$100 ribu, produk ini ditujukan bagi institusi serta investor terakreditasi yang tidak bisa membeli Bitcoin langsung.

    Sandler berkata dana indeks tersebut diperuntukkan pihak yang terkendala menyimpan Bitcoin spot dalam portofolio mereka.

    Soal Bitcoin exchange-traded funds (ETF), suatu inisiatif yang telah berulang kali diajukan berbagai perusahaan dan ditolak SEC, Sandler berkata hal tersebut akan fantastis.

    Jika terjadi, layanan tersebut akan memberikan akses instan terhadap Bitcoin bagi investor tradisional, dan mampu menggenjot permintaan.

    Kendati institusi mulai serius terhadap Bitcoin, sikap tersebut tidak diberikan kepada aset kripto lain seperti Ethereum. Sandler menjelaskan klien Fidelity menunjukkan minat terhadap Ethereum hanya sesekali, dan minat utama masih ditujukan kepada narasi Bitcoin. Narasi emas digital lebih tepat mengena investor tradisional.

    Tetapi, dukungan bagi Ethereum ada di rencana Fidelity Digital Assets. Dengan adanya fitur Proof-of-Stake sebagai bagian Ethereum 2.0, Fidelity berencana menambahkan dukungan bagi layanan terkait di masa depan.

    “Sebagai kustodian aset digital, kita harus menawarkan layanan staking. Saya pikir kami akan menciptakan layanan tersebut setelah kami resmi mendukung Ethereum, tapi saat ini yang kami dengar kebanyakan adalah Bitcoin,” tambah Sandler.

    Baca Juga: Filecoin Capai Kapasitas 1 Exabyte, Lebih Besar dari Netflix!

    Sandler juga menyoroti lembaga keuangan tradisional yang mulai menyusul masuk ke industri aset kripto, dan uang digital bank sentral akan hadir dalam beberapa tahun ke depan. Ekosistem kripto berkembang cepat, terutama dengan adanya kegunaan tokenisasi aset nyata serta kontrak pintar (smart contract).

    Ia berpikir bukan tidak mungkin dolar digital atau uang digital bank sentral akan digunakan untuk berinteraksi dengan ekosistem tersebut. Kripto dan uang fiattradisional akan hidup berdampingan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto Semakin Diminati Institusi, Ini Alasannya!

    Minat terhadap derivatif crypto melonjak, setelah investor dan sejumlah institusi menunjukkan demand pada pergerakan harga Bitcoin tanpa benar-benar harus memegang aset tersebut.

    Jumlah ETF Bitcoin yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC) adalah contoh yang utama.

    Volume dan open interest dari Bitcoin Futures telah melonjak sejak peluncuran ETF pertamanya di ticker BITO.

    Produk ETF Bitcoin Futures, seperti exchange trade note (ETN) yang diluncurkan oleh Eurex, serta European derivatives exchange, merupakan produk utama yang memicu derivatif crypto untuk berkembang.

    Sementara itu, volume dari Bitcoin Options juga tak mau kalah! Menurut data yang dilansir oleh Skew, notional value dari Bitcoin Options telah bernilai 12 miliar dolar di crypto exchanges.

    Baca jugaUNICEF Terbitkan NFT di Ethereum, Buat Apa?

    Pendorong Ekspansi Crypto

    Ekspansi didorong oleh pertumbuhan financial derivative di pasar over-the-counter (OTC) sebesar 40 persen per-tahun. Dan pada saat ini, kapitalisasi pasar crypto OTC keuangan terdesentralisasi (Defi) mencatat $140 miliar.

    Namun jika melihat perkiraan pasar derivatif yang berukuran lebih dari $1 kuadriliun, jumlah tersebut tidak ada apa-apanya. Menurut Bank of International Settlements, pasar derivatif OTC pada 2020 bahkan berhasil mencapai $15 triliun.

    Jumlah lonjakan yang berbeda tersebut, didorong oleh semakin ketatnya regulasi crypto akhir-akhir ini. Terlebih, Amerika Serikat belum lama ini juga mengumumkan akan memperketat regulasi aset digital tersebut.

    Sementara itu, peluncuran ETF Bitcoin Futures yang sukses adalah kesempatan emas bagi cryptocurrency untuk tumbuh lebih besar dalam derivatif crypto.

    Baca JugaEksekutif Crypto Bimbing Kongres Soal Aset Digital

    Inovasi dari ISDA

    Asosiasi Swap dan Derivatif Internasional (ISDA) mengembangkan standar untuk menyelesaikan dan menghapus derivatif digital. 

    Standar tersebut secara khusus dirancang untuk mengatasi hard fork (peningkatan teknologi blockchain) dan soft fork (blockchain yang ditetapkan berdasarkan aturan baru) yang dapat menyebabkan aset kripto yang dinilai secara tidak konsisten.

    ISDA mengelola derivatif crypto, dengan cara yang sama seperti mereka membenahi suku bunga, FX, komuditas, serta equity derivative.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC Setujui Revolusi Industri Kripto, Begini Dampaknya

    Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) telah setujui Revolusi Industri Kripto Volt dan ETF Teknologi. Hal ini memberi dampak positif serta kemudahan akses antara perusahaan dan eksposur signifikan terhadap Bitcoin (BTC).

    Dana yang diperdagangkan di bursa akan mendefinisikan sebagai entitas yang memegang mayoritas aset bersih mereka pada BTC.

    Atau jika tidak, menurut pengajuan dari SEC, mereka akan memperoleh sebagian besar pendapatan mereka dari Bitcoin, termasuk menambang, meminjamkan, serta bertransaksi.

    Kabarnya, 80% dari kepemilikan dana tersebut akan dialokasikan ke perusahaan-perusahaan yang sudah di sepakati.

    ETF sendiri baru akan muncul sebagai daftar New York Stock Exchange Arca di bawah simbol ticker BTCR.

    Sementara itu, regulator SEC memang telah mempertimbangkan wacana ini selama bertahun-tahun. Dan Jumat lalu, SEC mengumumkan akan menunda keputusan pada 4 Bitcoin EFT pertama yang didiskusikan selama 45 hari.

    Baca JugaBitcoin Naik Usai Ketua SEC Tegaskan Tidak Melarang Crypto

    SEC kemudian memundurkan timelinenya pada Global X Bitcoin Trust, Valkyrie XBTO Bitcoin Futures Fund, WisdomTree Bitcoin Trust, dan Kryptoin Bitcoin ETF pada masing-masing 21 November, 8, 11, dan 24 Desember.

    Tidak seperti proposal lain untuk Bitcoin ETF yang didukung secara fisik, dana Volt Equity langsung disetujui bahkan tanpa melacak harga Bitcoin atau menahan aset terlebih dahulu.

    Sebaliknya, Volt Equity mencari eksposur ke perusahaan yang menghasilkan sebagian besar bisnis mereka dari aktivitas yang berkaitan dengan Bitcoin.

    Dengan demikian, Volt Equity adalah jalan terdekat yang dimiliki investor Amerika Serikat dengan Bitcoin EFT untuk saat ini. Banyak spekulasi yang merajalela seputar tanda-tanda SEC yang semakin dekat akan menyetujui Bitcoin EFT.

    Namun nyatanya, menurut analis Bloomberg, Eric Balchunas, yang ia ungkap di laman Twitter pribadinya, regulator masih terus dalam proses mempertimbangkan dimana tempat terbaik untuk Bitcoin EFT dan Bitcoin futures untuk benar-benar disahkan.

    Optimisme seputar persetujuan potensial mungkin telah berkontribusi pada reli harga Bitcoin di awal minggu ini.

    Baca jugaApa yang Seru di Dunia Kripto Minggu Ini?

    Rasa aset kripto tersebut terpantau melonjak menjadi $ 55.000 pada hari Rabu karena total kapitalisasi pasar aset kembali ke $ 1 triliun. Hal itu juga menandai tonggak pertama dalam rentan waktu sekitar empat bulan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Institusi Ini Ajukan Perizinan Reksadana ETF Ethereum

    Kryptoin salah satu perusahaan keuangan yang cukup ternama di Amerika, dikabarkan sedang mengajukan perizinan Reksadana ETF Ethereum.

    Dikabarkan bahwa perizinan tersebut sedang dalam tahap ulasan oleh Securities and Exchange Commission atau SEC.

    Kryptoin Ajukan Reksadana ETF Ethereum

    Perusahaan yang berbasis di Delaware ini dikabarkan telah mengajukan perizinan ETF Ethereum dengan penerbitan di Bursa Chicago Board Options Exchange (CBOE).

    Nantinya ETF tersebut akan memiliki harga yang sama dengan harga dasar ikatan antara Ethereum dan Dolar Amerika yang telah ditetapkan oleh pemerintah Amerika.

    Sebelumnya, perusahaan ini telah gagal menerima izin untuk penerbitan ETF Bitcoin di Tahun 2019. Namun perizinan telah diajukan lagi di April 2021.

    Saat ini perizinan tersebut terlihat bertambah dengan adanya perizinan ETF Ethereum yang saat ini dikabarkan keduanya masih dalam tahap ulasan SEC.

    Nantinya jika disetujui, ETF Ethereum ini akan terikat dengan Gemini yang akan berperan sebagai kustodian atau tempat penyimpan dana.

    Menurut perusahaan, tujuan penerbitan ini adalah untuk memberikan akses investasi kepada Ethereum tanpa risiko tinggi dari investasi pada aset aslinya.

    Nantinya ETF ini tidak akan memperdagangkan Ethereum secara langsung, namun akan memperdagangkan lembar kepemilikan sekitar 100.000 lembar per transaksi.

    Dengan bertambahnya pengajuan izin dari Kryptoin, saat ini terdapat 21 perizinan ETF Ethereum yang sedang dalam tahap ulasan oleh SEC.

    Salah satu analis senior dari Bloomberg memprediksi bahwa keputusan perizinan masih akan terjadi dalam waktu yang cukup lama.

    Kemungkinan disetujui masih besar mengingat Gary Gensler, Kepala SEC, yang mulai setuju dengan ETF Bitcoin dan adopsi crypto dengan aman.

    Baca Juga: Analis Bloomberg: Ethereum Akan Melebihi Bitcoin

    Kelanjutan Regulasi Pajak Mempengaruhi ETF

    Walau saat ini mulai banyak institusi yang mengajukan penerbitan ETF Bitcoin dan Ethereum, minat investasi terhadapnya masih dapat terhalang oleh regulasi.

    Regulasi yang dimaksud adalah regulasi pajak, yang hingga saat ini masih dalam tahap diskusi oleh pihak pemerintah.

    Saat ini tahap perancangan telah melewati diskusi senator dan sedang berada di tangan dewan perwakilan rakyat dan menteri keuangan.

    Hasil dari perancangan awal terlihat kurang memuaskan dan membuat banyak investor kecewa terhadap hasil yang dilanjutkan.

    Hal ini disebabkan hasil dari perancangan tersebut mengabaikan beberapa saran dari investor dan juga senator yang mendukung regulasi positif untuk crypto.

    Baca Juga: Ketua SEC Akhirnya Buka Suara Bahas Regulasi Crypto!

    Saat ini walau sudah melewati tahap pengajuan di tingkat senator, terdapat satu senator yang masih berusaha membela crypto.

    Senator tersebut adalah Anna G. Eshoo, yang terlihat mendesak Menteri Keuangan Amerika, Janet Yellen, untuk mempertimbangkan regulasi tersebut.

    Senator Eshoo terlihat mendesak menteri keuangan untuk mempertimbangkan pemilihan kalimat dalam regulasi tersebut.

    Tujuannya adalah agar regulasi tetap tidak menghalangi pertumbuhan crypto di Amerika, yang menurut senator pendukung crypto, dapat membuat Amerika tertinggal.

    Intinya saat ini regulasi masih terlihat dalam tahap perencanaan dan diskusi. Jika berakhir dengan regulasi yang kurang baik, Amerika dapat tertinggal dari sisi inovasi.

    Regulasi yang buruk juga dapat mengurangi minat investasi crypto di Amerika, yang juga dapat berpengaruh pada ETF Bitcoin serta Ethereum.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Bloomberg Berbagi Peluang ETF Bitcoin Disetujui Bikin Kripto Naik

    Persetujuan aplikasi ETF Bitcoin oleh sejumlah perusahaan keuangan raksasa di Amerika Serikat (AS) diyakini akan memicu lonjakan harga kripto di pasar. Analis Bloomberg, James Seyffart dan Eric Balchunas menaikkan ekspektasi mereka untuk persetujuan ETF Bitcoin oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) di masa depan.

    Seyffart dan Balchunas menaikkan ekspetasi sekitar 65% dari 50%, bahwa SEC akan menyetujui aplikasi ETF Bitcoin dari sejumlah perusahaan, seperti BlackRock. Analis mencantumkan keterlibatan BlackRock dan Coinbase dalam pengajuan aplikasi akan berdampak luas.

    Sejauh ini pertarungan hukum yang sedang berlangsung antara SEC dan Grayscale Investments atas kepercayaan Bitcoin, dan kemenangan signifikan XRP dalam gugatannya terhadap SEC sebagai peristiwa penting yang memengaruhi pandangan akhir mereka.

    Keniscayaan ETF Bitcoin

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Halving Litecoin Tidak Mendorong Kenaikan Harga Segera, Ini Analisanya

    Seyffart mengatakan dia mengikuti perlombaan antara delapan pelamar ETF BTC tempat lainnya dan Grayscale, yang ingin mengubah kepercayaan Bitcoin menjadi ETF.

    Grayscale berspekulasi tentang waktu tanggal litigasi, tetapi berpikir skenario yang paling mungkin adalah SEC menyetujui kesembilan produk secara bersamaan setelah pengadilan membatalkan penolakan SEC terhadap aplikasi Grayscale.

    “Premis dari tesis saat ini adalah kemenangan Grayscale atas SEC di pengadilan Federal. Bisakah itu mengatur hal yang benar untuk gelombang persetujuan SEC di Q4? Itu semua tergantung pada seberapa keras keinginan Ketua SEC Gary Gensler untuk bermain-main di sini.,” kata Seyffart.

    Dia menambahkan bahwa perjanjian layanan strategis (SSA) yang memungkinkan BlackRock dan Coinbase menggunakan layanan penitipan dan eksekusi Coinbase untuk aplikasi ETF BlackRock adalah pengubah permainan untuk analisis prospek ETF BTC spot.

    Tenggat waktu

    BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.
    BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.

    Baca juga: Ini Alasan Bullish Bitcoin Tetap Kuat, Meskipun Sideways di US$ 29K

    Banyak yang memperhatikan jadwal keputusan SEC untuk ETF bitcoin spot BlackRock yang direncanakan pada 12 Agustus dapat mengirim sinyal ke manajer aset dan emiten lainnya. Sementara, SEC memiliki waktu hingga 13 Agustus untuk menyetujui, menolak, atau menunda ETF bitcoin oleh 21Shares dan Ark Invest.

    Tenggat waktu mewakili tahap kedua dari proses 240 hari yang dibagi menjadi empat periode: 45 hari, 90 hari, 60 hari dan 240 hari. Pada akhir tiga periode pertama, SEC harus mengizinkan peluncuran produk yang direncanakan, memblokirnya, atau meminta lebih banyak waktu.

    SEC tidak dapat meminta lebih banyak waktu di akhir 240 hari. Putusan awal seringkali menceritakan bagaimana SEC akan memperlakukan proposal tersebut di kemudian hari, kata pengamat industri.

    “Sangat jarang bagi SEC untuk menyetujui pengarsipan ETF setelah begitu banyak kecemasan yang jelas, dengan banyak ekstensi dan pengarsipan/pengarsipan ulang dan sebagainya,” menurut Lara Crigger, pemimpin redaksi di perusahaan data VettaFi.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Tembus US$ 25K Lagi, Setelah BlackRock Ajukan Bitcoin ETF di AS

    Harga Bitcoin dan pasar kripto kembali bergairah setelah BlackRock mengajukan aplikasi pendaftaran produk spot Bitcoin ETF melalui Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada Jumat (16/6) pagi. Bitcoin melonjak melewati level US$ 25.000 dan alami kenaikan lebih dari 1,3 persen, dalam satu jam setelah dokumen BlackRock tersebar.

    Sehari sebelumnya pada Kamis (15/6), harga Bitcoin sempat merosot di bawah US$ 25.000 atau level psikologisnya untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir. Salah satu pendorong penurunan ini adalah Tether (USDT), stablecoin terbesar di pasar kripto, terlihat mengalami penurunan nilai atau “depegging” yang signifikan. Namun, pengumuman BlackRock membuat BTC melayang tepat di atas ambang itu.

    Harga BTC telah tenggelam di tengah kekhawatiran tentang sikap hawkish bank sentral AS atau The Fed dan meningkatnya pengawasan peraturan AS terhadap industri kripto. Namun pengumuman BlackRock menghidupkan kembali optimisme tentang kemungkinan spot Bitcoin ETF, bahkan setelah SEC menolak beberapa aplikasi selama 18 bulan terakhir.

    BlackRock dan Bitcoin ETF

    BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.
    BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.

    Baca juga: Michael Saylor Prediksi Dominasi Bitcoin Akan Berlipat Ganda

    BlackRock, yang mengelola aset senilai US$ 9,5 triliun pada kuartal pertama tahun 2023, bekerja sama dengan Coinbase (COIN), bursa kripto AS terbesar di AS untuk mengembangkan iShares Bitcoin Trust. Dua perusahaan raksasa itu akan meluncurkan produk ETF yang akan menggunakan Coinbase Custody, dan bergantung pada data pasar spot bursa untuk penentuan harga, sementara BNY Mellon akan menjadi penjaga kas.

    BlackRock sebelumnya menjalin kemitraan dengan Coinbase pada Agustus lalu untuk memungkinkan klien menggunakan platform manajemen investasi BlackRock Aladdin guna memiliki dan memperdagangkan aset digital, dimulai dengan Bitcoin. Kesepakatan itu memberi klien BlackRock akses ke layanan perdagangan, kustodian, pialang utama, dan pelaporan Coinbase.

    Produk itu akan diberi nama iShares Bitcoin Trust, aset dana tersebut “terutama terdiri dari bitcoin yang dipegang oleh kustodian atas nama Trust,” menurut pengajuan. Penjaga itu akan oleh crypto exchange Coinbase (COIN), kata pengarsipan.

    Jalan Terjal

    ilustrasi Bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Bitcoin Tetap Ungguli Emas Meski Turun ke Terendah 3 Bulan Terakhir

    Mendaftarkan produk Bitcoin ETF ke SEC merupakan tugas yang sulit, terutama untuk dana yang berurusan dengan perdagangan pasar spot. Hingga saat ini, tidak ada satu aplikasi pun untuk ETF spot semacam itu yang telah disetujui oleh SEC atas kekhawatiran tentang potensi penipuan atau manipulasi di pasar spot. Sebaliknya, SEC telah menyetujui empat ETF Bitcoin untuk perdagangan berjangka.

    ETF adalah jenis produk investasi yang terkait dengan komoditas, mata uang, saham, atau obligasi. Ini memungkinkan investor memiliki strategi dalam permainan tanpa benar-benar memiliki aset tertentu. Bitcoin ETF memungkinkan investor untuk berinvestasi dalam aset kripto tertua dan terbesar di dunia tanpa harus memegangnya sendiri—sebaliknya, mereka hanya membeli saham yang mengikuti harga aset.

    Keengganan SEC untuk memberi lampu hijau pada ETF untuk pasar spot Bitcoin telah menjadi poin yang menyakitkan bagi calon pelamar. Pada tahun 2016, manajer aset Grayscale mengajukan permohonan untuk ETF pasar spot Bitcoin dengan SEC, tetapi ditolak oleh SEC pada Juni 2022, mendorong Grayscale untuk menanggapi dengan gugatan.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis: Peluang Persetujuan ETF XRP Capai 95%

    Sejumlah analis memperkirakan bahwa spot ETF XRP dan beberapa aset lainnya, termasuk Solana (SOL), dan Litecoin (LTC), kini memiliki peluang 95% untuk disetujui oleh SEC sebelum akhir tahun 2025.

    Jika benar-benar terealisasi, ini merupakan momen monumental bagi investor, institusi, dan ekosistem altcoin secara keseluruhan.

    Deretan Fakta yang Mengguncang

    Analis top dari Bloomberg, James Seyffart dan Eric Balchunas, meningkatkan prediksi mereka untuk peluang spot ETF XRP, SOL, dan LTC menjadi 95%, naik dari sebelumnya 90%.

    Mereka menyatakan bahwa tren persetujuan ini berjalan konsisten sejak pertengahan tahun, dengan sikap SEC yang menunjukkan arah dengan lebih positif.

    Sementara itu, perusahaan-perusahaan seperti Grayscale, Bitwise, dan 21Shares aktif mengajukan revisi dokumen 19b‑4 sesuai permintaan SEC, menandai bahwa dialog antara regulator dan emiten sedang berlangsung intens.

    Sekadar informasi, batas akhir keputusan SEC untuk spot ETF ini terjadwal antara Oktober hingga November 2025 mendatang.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 13 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 13 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: XRP Capai Puncak Seminggu! 2 Faktor Penentu Arah Selanjutnya

    Sinyal dari GDLC Grayscale
    Selain itu, FDA ETF campuran Grayscale (Digital Large Cap Fund) juga mendapatkan persetujuan SEC baru‑baru ini.

    Ini dipandang sebagai “sandbox rendah risiko” untuk mengenalkan altcoin dalam satu produk, sekaligus memicu optimisme untuk ETF XRP, SOL, dan LTC.

    Dampak Terhadap Pasar dan Harga

    • Likuiditas masif & akses institusi
      Spot ETF memungkinkan investor membeli eksposur altcoin melalui akun broker tradisional tanpa harus menyimpan token langsung. Ini bisa memicu migrasi modal besar dari lembaga ke aset kripto yang sebelumnya belum tersedia secara mainstream .
    • Kepercayaan investor
      Persetujuan ETF dianggap sebagai penanda penerimaan regulasi. Dengan kemungkinan 95% disetujui, investor institusi bisa lebih percaya diri memasuki XRP, SOL, dan LTC, tidak hanya Bitcoin dan Ether.
    • Potensi kenaikan harga signifikan
      Antisipasi listing spot ETF dapat mendorong lonjakan harga, seperti yang dialami spot Bitcoin dan Ether setelah ETF diluncurkan. ETF altcoin diperkirakan mendatangkan dampak serupa untuk XRP, SOL, dan LTC.

    Apa Risiko yang Perlu Diperhatikan?

    • Delay atau kompromi persyaratan
      SEC masih bisa meminta perubahan dokumen atau menunda keputusan, seperti yang sebelumnya pada Fidelity (Solana) dan Bitwise (Ether staking).
    • Resistensi terhadap aset tertentu
      ETF altcoin lainnya (Dogecoin, Cardano, Polkadot) diprediksi memiliki peluang lebih rendah, sekitar 90%. Beberapa proyek seperti Sui, Tron, bahkan hanya di kisaran 50–60%.

    Strategi untuk Investor

    • Jangka pendek: Pantau berita SEC dan progress filing antara July–October.
    • Jangka panjang: Siapkan diri untuk potensi inflow institusi terutama jika ETF resmi aktif diperdagangkan.
    • Diversifikasi: Perluas portofolio ke XRP, SOL, dan LTC sebagai pelengkap BTC/ETH.

    Baca Juga: Analis Prediksi XRP Bisa Capai $4 hingga $6 di Tengah Breakout

    Pasar kripto mungkin akan memasuki fase baru: altcoin institutional-grade via produk ETF tradisional. Dengan hampir pasti (95%) disetujuinya spot ETF XRP, Solana, dan Litecoin sebelum akhir 2025, momentum ini bisa membuka pintu pengadopsian massal, likuiditas tinggi, dan gelombang investor institusi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Sekarang saatnya bersiap: apakah Anda ingin ikut gelombang altcoin ETF ini, atau menunggu hasil final dari SEC?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF XRP, SOL, LTC Bakal Disetujui, Siap Melesat di 2025

    Optimisme tengah menyelimuti pasar aset kripto, khususnya menjelang paruh kedua tahun 2025. Para analis terkemuka memperkirakan bahwa gelombang baru ETF (Exchange-Traded Fund) berbasis altcoin akan segera disetujui, membuka jalan bagi eksposur institusional yang lebih luas terhadap aset digital seperti XRP, Solana (SOL), dan Litecoin (LTC).

    Dilaporkan Zycrypto, dua nama besar di bidang analisis ETF, James Seyffart dari Bloomberg dan Eric Balchunas, menyampaikan proyeksi yang sangat bullish. Dalam unggahan terbarunya di platform X, Seyffart menyebutkan bahwa peluang persetujuan ETF spot kripto oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mencapai 95% sebelum akhir 2025.

    “Kami memperkirakan gelombang ETF baru akan muncul pada paruh kedua tahun 2025,” ujar Seyffart.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 13 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 13 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Capai Puncak Seminggu! 2 Faktor Penentu Arah Selanjutnya

    Altcoin Jadi Fokus Baru ETF

    Beberapa altcoin utama—termasuk XRP, SOL, dan LTC—telah masuk dalam daftar pengajuan ETF oleh perusahaan manajer aset besar seperti Grayscale, CoinShares, dan Canary. Proyeksi persetujuan untuk altcoin tersebut ditingkatkan oleh Seyffart dan Balchunas ke angka yang sangat tinggi: 95%.

    Tak hanya itu, ETF berbasis Dogecoin (DOGE), Cardano (ADA), Polkadot (DOT), Hedera (HBAR), dan Avalanche (AVAX) juga diperkirakan memiliki peluang persetujuan tinggi, yakni sekitar 90%.

    Namun, tidak semua altcoin berada dalam posisi yang sama kuat. ETF untuk Sui (SUI), Tron (TRX), dan bahkan proyek NFT Pudgy Penguins (PENGU) hanya diberi peluang 50–60% untuk memperoleh lampu hijau dari SEC. Menurut kedua analis, faktor yang mempengaruhi penilaian ini mencakup kesiapan infrastruktur, tingkat adopsi, serta kepatuhan terhadap regulasi.

    Sinyal Positif dari Regulator

    Sementara itu, sejumlah perusahaan pengelola dana terus menyesuaikan strategi mereka agar selaras dengan ekspektasi regulator. Tuttle Capital Management, misalnya, mengajukan perubahan tanggal efektif pengajuan ETF kripto mereka menjadi 16 Juli 2025.

    Lebih signifikan lagi, SEC baru saja menyetujui konversi Grayscale Digital Large Cap Fund menjadi ETF, yang mencakup BTC, ETH, XRP, SOL, dan ADA. Langkah ini dianggap sebagai bukti bahwa SEC kini lebih terbuka terhadap eksposur institusional terhadap aset kripto yang memiliki fundamental dan ekosistem kuat.

    Dengan meningkatnya sentimen pasar dan langkah proaktif dari institusi serta regulator, paruh kedua tahun 2025 bisa menjadi momen penting dalam sejarah integrasi kripto ke pasar keuangan arus utama. Jika prediksi para analis terwujud, ETF berbasis altcoin seperti XRP, SOL, dan LTC berpotensi menjadi pintu gerbang masuknya likuiditas besar-besaran dari investor tradisional ke dunia kripto.

    Baca juga: Analis Prediksi XRP Bisa Capai $4 hingga $6 di Tengah Breakout


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Truth Social Ajukan ETF Bitcoin dan Ethereum ke SEC

    Langkah ini menandai keterlibatan strategis Truth Social dalam ranah aset digital, dengan tujuan menangkap minat investor institusional terhadap Bitcoin dan Ethereum.

    Dalam pengajuan tersebut, TMTG bekerja sama dengan Yorkville America Digital dan Crypto.com, yang masing-masing akan berperan sebagai kustodian dan penyedia likuiditas. Crypto.com, sebagai pemain besar dalam pengelolaan aset kripto, dipandang memberikan legitimasi dan dukungan infrastruktur terhadap ETF ini.

    Menariknya, ETF yang diajukan mengusulkan alokasi Bitcoin dan Ethereum dengan rasio 3:1, mempertegas fokus pada Bitcoin sebagai aset utama, sambil tetap memberikan eksposur terhadap Ethereum. Kendati harga kedua aset ini sempat naik tipis menjelang pengajuan, belum ada konfirmasi apakah kenaikan tersebut dipengaruhi langsung oleh kabar ETF ini.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 8 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 8 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 8 Juli 2025: Tarif Trump Tekan Bitcoin

    Sikap Donald Trump

    Dilaporkan Coincu, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Donald Trump maupun eksekutif senior Truth Social mengenai langkah ini di media sosial, termasuk Twitter dan LinkedIn. Namun, pengajuan ini tetap menjadi sorotan penting di tengah tren peningkatan adopsi institusional terhadap aset digital.

    “Trump Media and Technology Group Corp. hari ini mengumumkan pengajuan pernyataan pendaftaran awal pada Formulir S-1 untuk Truth Social Bitcoin dan Ethereum ETF,” ujar Shannon Devine, Managing Director MZ North America, dalam keterangan resmi.

    Secara pasar, Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar $107.960, dengan kapitalisasi pasar mendekati $2,15 triliun dan dominasi pasar sebesar 64,46%, menurut data CoinMarketCap per 7 Juli 2025. Sementara Ethereum diperdagangkan di kisaran $2.640 dengan dominasi 24,54%.

    Menurut analisis Coincu, peluncuran ETF seperti yang diajukan oleh Truth Social berpotensi memperluas minat institusional dan memperkuat adopsi kripto di arus utama. Hal ini menjadi bagian dari tren global menuju integrasi lebih luas aset digital ke dalam sistem keuangan tradisional.

    Baca juga: Bitcoin Mengincar Rekor Tertinggi Baru Jelang Batas Waktu Tarif AS


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com