Tag: eth

  • Analisa Teknikal 5 Agustus: Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH)

    Dalam beberapa hari lalu, Bitcoin (BTC) telah mencoba melampaui level $ 40.000, dimana harga saat ini tengah tertekan, yang masih bisa dianggap sebagai Pullback dengan berpegang pada analisa kali ini.

    Dan ETH, juga tengah membentuk pijakan yang lebih tinggi mengikuti pembaruan London yang sangat dinanti oleh para investor dan pengamat.

    Pada analisa ini, kita akan mencoba melihat peluang trend yang ada berdasarkan aksi harga di beberapa hari sebelumnya.

    Dan dalam artikel ini, kami akan berbagi pandangan kami dalam analisa teknikal untuk peluang trend BTC dan ETH untuk beberapa hari kedepan.

    BTCUSD

    Dalam analisa kami, pada time frame Daily, BTC yang sempat mencapai $ 42.000 kini kembali jatuh, yang kami lihat masih sebagai aksi harga yang normal, karena tentu ada beberapa aksi Take Profit yang coba dibentuk untuk mulai memberi sinyal trend.

    Dalam pandangan teknikal kali ini, harga perlu bertahan di atas level-level Support yang ada untuk mempertahankan prospek Bullish yang telah coba dibangun sejak beberapa minggu lalu, dimana level psikologis $ 40.000 adalah tujuan utama yang harus dilampaui untuk menjaga prospek rally.

    Baca Juga: PELUNCURAN MAINNET OLYMPIA DI JARINGAN RADIX SUDAH BERJALAN

    Indikator Teknis:

    MACD : MA mencoba menutup Zona Bullish. Ini dapat memberi dua sinyal. Pertama, harga akan membentuk sedikit Zona Bearish untuk kembali melonjak. Kedua, harga justru terperosok tajam yang akan tetap berpegang pada reaksi harga di level Support Kunci yang ada.

    RSI : Kini menjauh turun dari wilayah Overbought, sehingga saat di posisi Netral, aksi harga kemungkinan akan sangat penting karena berpegang pada MACD dan titik pemulihan.

    Level Resistance Utama : $ 40.000

    Level Support Utama : $ 35.000 dan $ 37.000

    ETHUSD

    Dalam analisa kami, pada time frame Daily, ETH masih terlihat on-Bullish sejak beberapa minggu lalu yang mendasari antusiasme pasar terhadap pembaruan London-nya di awal Agustus ini.

    Dalam struktur harga saat ini, geliat Bullish masih cenderung dominan, sehingga kami masih mengantisipasi adanya upaya-upaya perlawanan dari Buyer selama harga masih diatas level-level Support Kunci.

    Dalam analisa ini, tujuan optimisme pasar adalah melampaui level $ 2.700 yang menjadi dasar Resistance utama di analisa kami.

    Rejeksi atau breakout pada level ini adalah kunci utama prospek harga dalam beberapa hari ke depan.

    Baca Juga: Ketua SEC Akhirnya Buka Suara Bahas Regulasi Crypto!

    Indikator Teknis:

    MACD : MA hendak menutup Zona Bullish. Ini hampir mirip seperti skema MACD pada Bitcoin, sehingga dasar akan berpegang pada aksi harga yang dibentuk dari sini.

    RSI : Masih terlihat cukup percaya diri dipertengahan Overbought dan Netral, sehingga reaksi pada Resistance Kunci mungkin akan menjadi dasar analisa menggunakan RSI.

    Level Resistance Utama : $ 2.700

    Level Support Utama : $ 2.150 dan $ 2.300



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Popularitas Smart Contract Ethereum Bisa Salip Posisi Bitcoin Saat Ini

    Perusahaan investasi asal Amerika Serikat Goldman Sachs membuat sebuah catatan untuk nasabahnya yang mengatakan Ethereum bisa menjadi aset kripto yang paling dominan di masa depan mengalahkan Bitcoin.

    Dikutip dari Business Insider, Goldman memperkirakan total kapitalisasi pasar ether (ETH) bisa menyalip total kapitalisasi pasar Bitcoin (BTC) di tahun-tahun mendatang.

    Baca Juga: Ubah Recehan Jadi Cuan!

    “[Ether] saat ini terlihat seperti cryptocurrency dengan potensi penggunaan nyata tertinggi seperti Ethereum, platform yang menjadi mata uang digital asli, adalah platform pengembangan paling populer untuk aplikasi kontrak pintar.”

    Smart contract Ethereum saat ini memang mendominasi ekosistem keuangan desentralisasi (DeFI). Meski banyak yang menilai gas fee dan biaya transaksi di jarangina Ethereum dirasa sangat mahal, namun jaringan mereka masih lebih populer dibandingkan dengan jarinagn blockchain lain.

    Baca Juga: Titik Beli dan Jual Ethereum Sebelum London Hardfork Juli 2021

    Sejumlah analis mencatat bahwa Ethereum saat ini menjadi penggerak utama Bitcoin dan sejumlah proyek token dan coin kripto. Secara pertumbuhan, Ethereum pun kini mampu tumbuh lebih cepat daripada Bitcoin. Dalam 12 bulan terakhir nilai ETH tumbuh 865%, sedangkan Bitcoin hanya mengalami pertumbuhan sebanyak 261%.

    Kendati demikian, saat ini total kapitalisasi pasar Ethereum masih di bawah BTC. Bitcoin saat ini memiliki $651,110,414,182 total market cap. Sedangkan, ETH masih di bawah BTC dengan total market cap senilai $277,859,938,148.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Skenario Bullish Untuk Ethereum – Tokocrypto News

    Dengan mulai banyaknya negara yang “dibuka kembali” pasca pandemi COVID-19, kita dapat ekspektasikan sebagian besar aset yang ada di pasar finansial untuk mulai mengalami “recovery”. Salah satunya adalah Ethereum (ETH).

    Harapan tadi diperkuat dengan skenario bullish secara teknikal.

    Di timeframe harian, Ethereum sedang membentuk pola konsolidasi triangle, yang idealnya mengikut pada konteks trend sebelumnya, yaitu naik.

    Baca Juga: Mampukah Ether (ETH) Masuk ke US$300?

    Jika skenario ini terjadi, target kenaikan dapat ditentukan dengan menggunakan fib extension di angka 1.618.

    Dengan menggunakan hal tersebut, kita mendapatkan potensi kenaikan Ethereum dapat mencapai 273 USD.

    Skenario ini valid jika harga Ethereum tidak keluar dari pola triangle (di bawah 236 USD)



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mampukah Ether (ETH) Masuk ke US$300?

    Mampukah Ether (ETH) masuk ke US$300? Itu adalah pertanyaan paling penting setelah ETH menikmati keuntungan besar sepanjang akhir pekan. Altcoin itu masuk ke perdagangan akhir pekan dalam kisaran yang memukau setelah kenaikan moderat pada akhir minggu.

    Penembusan di atas kisaran US$210-215 ini pada awal akhir pekan, telah menyebabkan “aksi parabola”. Sekarang, diperdagangkan di sekitar US$245-237, ETH hampir mencapai target jangka pendeknya sebesar USUS$250 sebagai titik resisten.

    Perubahan ini sebenarnya tidak mengejutkan, mengingat indikator harga terbaru dan aktivitas tinggi di aset kripto besar itu.

    Berita Terkait: Berharap pada Ethereum Sebelum Bitcoin Halving

    Sebagai permulaan, ETH telah berada dalam fase akumulasi besar selama beberapa minggu terakhir. ETH juga, hanya beberapa hari yang lalu, penggunaan jaringan blockchain-nya telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa.

    Menuju US$300

    Bull di ETH setidaknya mencari posisi di US$250 dalam beberapa jam ke depan, tetapi didahului dengan penurunan yang kuat.

    Dalam skenario pullback, kenaikan perlu mempertahankan di US$230 agar tren naik bisa terkonfirmasi dalam beberapa hari mendatang. Penurunan lebih lanjut bisa ke US$220.

    Dengan perkembangan proyek dan peluncuran Ethereum 2.0 pada tahun ini, kendati terus akan menurun, diharapkan ETH bisa menembus di atas US$250 dan US$300 dalam beberapa minggu ke depan.

    Mengingat Ethereum 2.0 adala event yang besar dan penting, maka FOMO akan memainkan peran utama menuju US$300 per ETH. [Zycrypto/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETH Bakal Langka, Kini Masuk Tahap Akhir

    Kabar pembaruan blockchain Ethereum (ETH) kini kembali menggema. Pembaruan bakal membuat jumlah ETH jadi lebih langka. Prosesnya di tahap akhir sudah dimulai.

    ETH Akan Menjadi Aset yang Langka

    Berdasarkan laporan dari Decrypt, hard fork London, pembaruan terjadwal di blockchain Ethereum, kini kali pertama menuju ke jaringan uji blockchain.

    Tim Beiko dari Ethereum Foundation belum lama ini mengumumkan bahwa London akan aktif di test net Ropsten sekitar  24 Juni 2021 mendatang, diikuti oleh Goerli pada 30 Juni 2021 dan Rinkeby pada 7 Juli 2021.

    Tetapi tanggal-tanggal tersebut bukanlah waktu pasti, karena semua ini masih akan bergantung dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan block untuk ditambang.

    “Setelah pemutakhiran berhasil diaktifkan di jaringan ini, block akan ditetapkan untuk main net Ethereum, yang seharusnya pada  Juli,” kata Ethereum, dilansir dari pengumuman resmi mereka, Jumat (18/6/2021).

    Baca Juga: Analis Plan B: Harga Bitcoin Bisa Sentuh Rp 6,5 Milyar di Akhir Tahun 2021

    Dikabarkan, pembaruan London tersebut akan menerapkan lima Proposal Peningkatan Ethereum (EIP) terpisah, yang merupakan perubahan pada kode blockchain yang harus disetujui secara luas oleh anggota komunitas sebelum dapat diadopsi secara penuh.

    Dan yang terbaru, setiap kali seseorang melakukan transaksi atau berinteraksi dengan smart contract di Ethereum, mereka harus memutuskan biaya dengan cara yang cukup unik, yakni dengan menebak (kira-kira).

    Untuk mendorong transaksi dengan cepat, Anda dapat menetapkan biaya tinggi, kecuali memastikan penambang akan memasukkannya ke dalam block.

    Jika Anda lowball (sengaja atau tidak), transaksi Anda kemungkinan akan menunggu hingga penambang tidak terlalu sibuk memroses transaksi dengan bayaran lebih tinggi.

    Kecepatan adalah peran penting dalam beberapa kasus, termasuk saat berdagang di bursa terdesentralisasi berbasis Ethereum seperti Uniswap, di mana harga token dapat berayun dengan cepat yang dapat menyebabkan pedagang kehilangan uang jika mereka menunggu (bahkan dalam beberapa menit saja).

    Akan Jadi Aset Deflasi

    Selain itu, salah satu yang paling menarik dari pembaruan ini adalah akan ditambahkannya fitur burn (pembakaran) terhadap Ether (ETH), sedikit mengadopsi sistem Bitcoin.

    Mekanisme burn memastikan mengurangi jumlah ETH yang beredar alias lebih langka.

    Cara itu pula guna menekan laju inflasi akibat pasokan ETH yang terlampau banyak.

    Fitur burn terkait dengan EIP-1559 yang kelak memastikan setiap ETH yang digunakan sebagai biaya transaksi (gas fee) akan di-burn (dimusnahkan). Itu yang kelak jumlah ETH jauh lebih langka daripada sebelumnya.

    Cara ini sebenarnya serupa dengan mekanisme burn di blockchain Ripple, di mana XRP di-burn untuk setiap transaksinya. Perbedaannya hanya terletak pada pasokan unit kripto-nya.

    XRP misalnya masih dibatasi pasokannya maksimalnya, yakni 100 milyar XRP. Sedangkan ETH memang tak ada batasan, sekalipun itu nanti masuk Ethereum 2.0.

    Itu akan berdampak pada tertekannya tingkat inflasi ETH, karena pasokan ETH pada dasarnya tidaklah terbatas.

    Sejumlah penambang (miner) ETH ada yang tak setuju dengan itu, karena bisa berdampak pada berkurangnya pendapatan mereka, karena imbalan transaksi hanya akan berasal dari pengguna transaksi itu sendiri.

    Skenarionya begini. Pengguna A mengirimkan ETH kepada pengguna B. Maka pengguna A menambahkan sejumlah kecil ETH sebagai biaya transaksi. Lalu beberapa ETH lagi diberikan kepada penambang.

    Mekanisme burn adalah bagian dari rencana menuju Ethereum 2.0 yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2022 atau tahun 2023 mendatang.

    Kala itu Ethereum tak lagi mengandalkan Proof-of-Work seperti saat ini, melainkan murni Proof-of-Stake yang lebih hemat energi.

    Baca Juga: MicroStrategy Beli Bitcoin Lagi, Setara Rp7 Triliun

    Ethereum 2.0 memastikan biaya transaksi menjadi lebih rendah dan mampu menangangi volume transaksi yang jauh lebih banyak.

    Penambang di Ethereum 2.0 disebut “node validator” akan mendapatkan imbalan ETH secara tahunan. Besarannya tergantung pada jumlah node validator dan jumlah ETH yang di-stake di sistem.

    Imbalan paling kecil adalah 4,9 persen secara tahunan (APR), jikalau jumlah total ETH yang di-stake adalah 10 juta ETH. Rinciannya bisa dilihat di situs ini.

    Sejumlah analis dan pengamat yang berpandangan, nilai ETH akan menjadi semakin besar dan diminati jika proses pembaruan ini telah berjalan 100 persen.

    Ujung-ujungnya sejumlah produk investasi terkait ETH berpotensi semakin beragam dan dibeli oleh investor institusi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apakah Ethereum 2.0 Akan Tetap Rilis pada Juli 2020 Nanti?

    Peluncuran Ethereum 2.0 diantisipasi akan berlangsung seperti yang direncanakan sebelumnya. Peluncuran dijadwalkan akan rilis pada bulan Juli 2020 nanti.  Vitalik Buterin, co-founder platform telah menepis rumor yang mengatakan perilisan tersebut akan ditunda. Ia menambahkan bahwa tidak akan ada perubahan pada jadwal. Namun, pengembang Ethereum menolak sentimen itu dan mengatakan itu adalah miskomunikasi.

    Co-founder itu juga menambahkan platform 2.0 testnet telah beroperasi dan fase implementasi pertamanya sudah mulai dilakukan. Setelah implementasi tersebut selesai, anggota jaringan Ethereum akan bermigrasi ke protokol Proof-of-Stake (PoS). Hal ini  diantisipasi untuk mengantarkan era baru bagi altcoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Baca juga: Hasil Audit Ungkap Potensi Kelemahan Ethereum 2.0

    Tanggal Rilis ETH Serenity Dikaitkan dengan Buterin

    Seluruh rumor tentang peluncuran Ethereum 2.0 dimulai ketika Afri Schoeden, salah satu pengembang inti Ethereum diduga mengungkapkan keadaan yang sebenarnya dari testnet “Schlesi”. Kemudian, rumor mulai menyebar dengan kemungkinan-kemungkinan kapan peluncuran mainnet dan merujuk pada pertengahan Juli 2020 nanti.

    Spekulasi dipicu oleh pernyataan dari salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, baru-baru ini. Selama konferensi virtual Konsensus 2020, terdapat laporan-laporan yang berspekulasi bahwa Buterin memberikan jawaban ‘ya’ untuk jawaban apakah Ethereum 2.0 akan diluncurkan pada bulan Juli.

    Baca juga: Hasil Audit Ungkap Potensi Kelemahan Ethereum 2.0

    Spekulasi Waktu Perilisan ETH Serenity Sama Sekali Tidak Membantu

    Dalam sebuah tweet, Schoeden menepis spekulasi ini dengan mengatakan bahwa ini adalah sebuah miskomunikasi. Merujuk pada berita yang dikeluarkan Buterin, pengembang Ethereum mengatakan perilisan tanggal (peluncuran Ethereum 2.0) dengan panel atau mengatakannya di atas panggung sama sekali tidak membantu. Meskipun Schoeden mengklaim dia belum melihat tweet dari Buterin, ia masih tidak bisa berpikir bahwa Buterin benar-benar menyebutkan bulan Juli.

    Buterin juga mengkonfirmasi pernyataan Schoeden. Dia menanggapi tweet tersebut dengan mengatakan dia tidak menyebutkan bulan Juli. Meskipun terdapat konfirmasi dari para jurnalis yang menyebutkan pertanyaan peluncuran ini di bulan Juli, salah satu pendiri Ethereum tersebut berkomentar, dia bahkan tidak mendengar pertanyaan itu.

    Kenapa Ditunda?

    Sebagian dari masalah yang diangkat oleh pengembang ini ditunjukan untuk pengembangan testnet, yang belum diluncurkan. Schoeden mengatakan testnet belum siap, dan masih akan membutuhkan periode kurang lebih dua bulan untuk menggunakannya tanpa cacat sebelum diteruskan ke Mainnet.

    Kerangka kerja testnet multi-klien dianggap sebagai jalur kritis menuju Serenity. Oleh karena itu, tidak bisa ditentukan peluncuran Ethereum 2.0 akan terlaksana pada bulan Juli 2020 nanti.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Crypto Potensial dari Sisi Fundamental untuk Diperhatikan Pekan Ini

    Pekan ini nampaknya angin badai mulai mereda di pasar crypto dengan awal pekan yang terlihat positif bersama apresiasi dari Bitcoin.

    Walaupun begitu apresiasi ini masih belum menandakan berakhirnya konsolidasi dari pergerakan mayoritas crypto.

    5 Crypto Potensial Pekan Ini

    Namun pada pekan ini terdapat beberapa kabar yang berpotensi mendorong beberapa crypto untuk bergerak naik.

    Dalam artikel ini akan diberikan pandangan mengenai lima crypto potensial yang memiliki kemungkinan untuk bergerak naik pada pekan ini.

    1. Ethereum (ETH)

    Pertama adalah Ethereum yang diprediksi dapat mengalami apresiasi dari sentimen positif sisi fundamental teknologinya.

    Dikabarkan bahwa pekan ini, tepatnya pada 16 Juni 2021, Ethereum akan menjalankan uji coba pembaruan jaringannya yang membawanya semakin dekat ke Ethereum 2.0.

    Uji coba ini akan dilakukan pada Testnet Goerli yang akan berlanjut pada Testnet Rinkeby di 23 Juni 2021, dan berujung pada London Hardfork di Juli 2021.

    Selain itu, saat ini berkat Polygon (MATIC) yang memberikan solusi lapisan kedua untuk Ethereum, biaya transaksi sedang mengalami penurunan.

    Biaya transaksi pada Blockchain Ethereum baru saja turun ke sekitar $4 per transaksi dari sebelumnya di Bulan Mei naik ke sekitar $70 per transaksi.

    Semua ini terjadi berkat bantuan dari Polygon yang memberikan solusi untuk masalah efisiensi transaksi pada Blockchain Ethereum.

    Lapisan kedua oleh Polygon ini telah mencapai lebih dari 7 Juta transaksi dari Blockchain Ethereum, yang mencerminkan signifikansi bantuan Polygon untuk Ethereum.

    Oleh karena itu, saat ini nampaknya Ethereum mulai dapat bergerak normal jika kondisi ini bertahan, bersama dengan ketertarikan dari institusi yang meningkat terhadapnya.

    Dari sisi teknikal, Ethereum nampaknya sedang berusaha untuk mencoba bergerak naik kembali setelah melewati bear trap beberapa hari yang lalu

    grafik eth
    Grafik Harian ETHUSD

    Kemungkinan besar saat ini ETH akan berusaha untuk menembus batas atas pada $2.606 atau sekitar Rp37,07 Juta.

    Batas pengaman apresiasi yang harus dijaga terlihat berada pada $2.397 atau Rp34,09 Juta yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi pekan ini.

    Jika terus naik, kemungkinan besar target pada pekan ini dapat mencapai $2.878 atau Rp40,93 Juta namun harus melewati batas atas yang ada saat ini.

    2. Kusama (KSM)

    Crypto kedua yang terlihat memiliki potensi untuk naik pekan ini adalah Kusama, akibat adanya lelang tempat atau slot untuk parachain Polkadot (DOT).

    Hubungan Kusama dan Polkadot adalah, Kusama sendiri berperan sebagai jaringan awal sebelum proyek masuk ke Parachain Polkadot.

    Namun mereka memiliki teknologi yang saling melengkapi dimana Kusama melengkapi teknologi Polkadot untuk bergerak stabil.

    Dikabarkan akan ada lelang untuk tempat di parachain Polkadot melalui Kusama yang akan terjadi pada 15 Juni 2021.

    Kabar ini berpotensi mengangkat harga Kusama akibat lelang ini menjadi sentimen positif bahwa adopsinya terus berlanjut.

    Melihat lelang ini akan membuat proyek-proyek berebutan untuk berada di jaringan Polkadot, kemungkinan besar berita tersebut akan berdampak besar.

    Sehingga melihat kabar ini juga menjadi kabar terbaru untuk memastikan “kehidupan” Polkadot dan Kusama terus berjalan, kemungkinan besar akan ada sentimen positif.

    Namun, saat ini dari sisi teknikal nampaknya Kusama terlihat lebih positif dari Polkadot yang masih berusaha juga untuk naik.

    grafik ksm
    Grafik Harian KSMUSD

    Dapat dilihat bahwa sejak beberapa hari terakhir, menuju lelang ini, Kusama terlihat masih dalam pergerakan apresiasi, dan kemungkinan akan terus berlanjut.

    Saat ini batas atas yang harus dilewati terlihat berada pada $436,6 atau Rp6,21 Juta sebelum dapat naik hingga $525,1 atau Rp7,46 Juta pada pekan ini.

    Tapi apresiasi ini harus menjaga batas pengaman pada $395 atau Rp5,61 Jutayang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi pekan ini.

    3. Theta Fuel (TFUEL)

    Berikutnya adalah Theta Fuel, crypto yang digunakan sebagai biaya transaksi dan imbalan dalam penggunaan jaringan Blockchain Theta Network (THETA).

    TFUEL akhir-akhir ini sedang mendapatkan ketertarikan yang cukup tinggi akibat 30 Juni 2021.

    Dikabarkan bahwa pada 30 Juni 2021 Theta Network akan meluncurkan blockchain versi 3.0-nya, yang mendorong pembelian TFUEL.

    Dorongan beli terlihat terus kuat kepada TFUEL terlihat terjadi akibat penggunaan Blockchain Theta Network untuk Staking.

    Tujuannya adalah agar dapat menjadi validator utama, terutama dengan perpindahan jaringan versi-versi kecil yang sedang terjadi saat ini.

    Pada Jumat pekan lalu, THETA baru saja resmi meluncurkan jaringan versi pembaruan untuk pada node atau validator utama penggerak jaringannya.

    Dengan peluncuran pada Jumat lalu, para node dan validator juga resmi mendapatkan imbalannya dari Bulan Mei lalu.

    Sehingga kabar tersebut memperjelas imbalan yang dapat dihasilkan sebagai validator dan staking di Theta Network.

    Sentimen positif juga terlihat masih terfokus pada 30 Juni 2021, dimana peluncuran Theta Network 3.0 akan resmi terjadi.

    Baca Juga: THETA Masih Terlihat Kuat Akibat 30 Juni 2021, Ini Analisis Harganya

    Dari sisi teknikal, saat ini TFUEL sedang mengalami pergerakan yang lebih kuat dibandingkan THETA akibat kegunaannya yang lebih besar sebagai biaya transaksi dan imbalan.

    grafik tfuel
    Grafik Harian TFUELUSD

    TFUEL saat ini terlihat masih bergerak dalam zona apresiasi dan kemungkinan besar dapat terus naik dengan banyaknya sentimen positif di sekitarnya.

    Untuk saat ini kemungkinan besar koreksi akan terjadi untuk menormalisasi apresiasi dalam jangka pendek, kemungkinan besar menuju ke $0,52 atau Rp7.396.

    Setelah itu, jika dorongan beli terjadi lagi, kemungkinan besar apresiasi dapat terus belanjut menuju $0,66 atau Rp9.388 jika berhasil menembus batas atas pada $0,57 atau Rp8.108.

    Batas pengaman apresiasi terlihat berada pada $0,48 atau Rp6.827 yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi pekan ini.

    4. Algorand (ALGO)

    Algorand juga menjadi salah satu crypto yang memiliki potensi untuk naik sebab dukungan positif yang berada di sekitarnya.

    Saat ini Algorand baru saja mendapatkan dana investasi untuk memperluas ekosistemnya dari Arrington Capital.

    Dikabarkan bahwa perusahaan investasi tersebut baru saja memberikan dana senilai $100 Juta atau Rp1,42 Triliun untuk membantu pertumbuhan ekosistem ALGO.

    Kabar ini menjadi salah satu sentimen positif yang dapat meningkatkan kepercayaan terhadap Blockchain Algorand, yang memiliki teknologi cukup kuat.

    Selain itu, saat ini Blockchain Algorand juga baru saja mendapatkan kerja sama yang cukup signifikan dengan perusahaan pembayaran di bidang kesehatan bernama MA Pay.

    Dikabarkan bahwa MA Pay akan menggunakan Blockchain Algorand untuk memperluas sistem pembayaran bidang kesehatan lebih luas di daerah Bermuda.

    Nantinya jika berhasil, Blockchain Algorand akan memproses dana lebih dari $800 Juta atau Rp11,37 Triliun.

    Oleh karena banyaknya sentimen positif ini, kemungkinan besar ALGO memiliki potensi yang cukup signifikan untuk naik pekan ini.

    Dari sisi teknikal saat ini ALGO juga sedang berusaha bergerak naik walau belum terlihat signifikan pada pembukaan perdagangan hari ini.

    grafik algo
    Grafik Harian ALGOUSD

    Saat ini jika ingin naik lebih tinggi, kemungkinan besar ALGO harus melewati batas atas pada $1,03$ atau Rp14.651 sebelum dapat naik hingga $1,24 atau Rp17.638pada pekan ini.

    Batas pengaman apresiasi yang harus dijaga terlihat berada pada $0,97 atau Rp13.798 yang jika ditembus dapat mengurangi potensi apresiasi pekan ini.

    5. Stellar Lumen (XLM)

    Terakhir adalah Stellar Lumen yang dikabarkan akan segera melantai atau listing  di Bursa Zipmex secara global.

    Dengan kabar ini, kemungkinan besar akan ada dorongan beli akibat kemudahan untuk investor membeli melalui bursa tersebut.

    Selain itu, nampaknya XLM juga sedang bersiap untuk  membangun kerja sama dan adopsi baru dengan menyediakan USD Coin (USDC) pada platformnya.

    Namun untuk saat ini, XLM masih terlihat lemah akibat korelasinya dengan Ripple (XRP) yang masih terikat kasus dengan pemerintah Amerika.

    Tapi dari sisi teknikal, saat ini XLM sedang berusaha untuk mulai bergerak naik terutama setelah bergerak turun beberapa hari terakhir.

    Grafik Harian XLMUSD

    Jika ingin naik lebih tinggi, kemungkinan besar XLM harus melewati batas atas yang berada pada $0,36 atau Rp5.190 sebelum dapat naik hingga menuju $0,42 atau Rp5.974.

    Namun saat ini volume beli masih terlihat kecil, yang membuat harganya sedang menguji batas bawah pada $0,33 atau Rp4.692.

    Jika terus bergerak turun dan melewati $0,31 atau Rp4.409 kemungkinan besar potensi apresiasi akan hilang pada pekan ini.

    Untuk saat ini terdapat beberapa crypto lain yang juga bersifat potensial, namun dari sisi fundamental berita lima crypto ini nampak memiliki kabar terbaik, di luar Bitcoin.

    Baca Juga: Analisis Pasar Bitcoin, Apakah Sudah Saatnya Trader Masuk Lagi?

    *Disclaimer

    Perlu diingat bahwa artikel ini bersifat analisis pribadi dan bukan saran atau ajak untuk investasi atau trading.

    Selalu gunakan manajemen keuangan dan manajemen risiko yang baik serta analisis pribadi sebelum membeli atau menjual crypto. Risiko ditanggung masing-masing.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berharap pada Ethereum Sebelum Bitcoin Halving

    Bitcoin sempat melakukan rally yang cukup ganas di akhir bulan April lalu. Namun, raja aset kripto tadi gagal menembus resisten kunci di 9400, langsung “dump” ke zona 8400-8500, dan sekarang mulai “recovery” menuju arah 9000 USD. Bagaimana dengan harga Ethereum?

    Jika dilihat di analisa time frame besar, masih ada kemungkinan Bitcoin menuju 9000-9200 USD sebelum halving, dengan potensi turun setelah halving. Bagaimanakah para trader bisa meng-kapitalisasi kesempatan ini?

    Baca Juga: Ayo Bitcoin Halving, Tunjukkan Taringmu!

    Altcoin terbesar, Ethereum menunjukkan kesempatan bullish di tengah-tengah gonjang-ganjing volatilitas aset kripto dan pasar finansial lainnya.

    Saat ini harga harga ETH menembus zona putih dan garis hijau yng ada dalam gambar. Zona putih adalah resistance mingguan, dan garis hijau adalah resistance yang didapat dengan menggambar trendline di timeframe 1 bulan.

    Saat semuanya tertembus, kemungkinan bullish untuk jangka pendek-menengah (paling tidak sampai bitcoin halving) terbentuk. Terlebih lagi, Ethereum telah melakukan retest di area zona putih, mempersiapkan pondasi untuk naik lebih lanjut.

    Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin: US$10 Ribu Sebelum Halving, US$19 Ribu Setelah Halving

    Diperkirakan bahwa halving 11 Mei akan membuat crypto turun cukup keras, dengan sedikit bullish dari sekarang hingga hari-H.

    Target kenaikan Ethereum, harga bisa naik hingga daily resistance yang terbentuk (zona kuning) atau bahkan area trendline wick-ke-wick bulanan, hingga saat sekitaran halving BTC , semuanya turun besar-besaran.

    Secara sepintas, Ethereum mempunyai potensi gain yang lebih besar daripada Bitcoin hingga halving nanti



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 1% Bitcoin Terkunci di Blockchain Ethereum, Ini Artinya

    Tercatat bahwa saat ini terdapat sekitar $6 Miliar atau Rp85,5 Triliun dalam Bitcoin (BTC) yang telah ditokenisasi dan terkunci di Blockchain Ethereum (ETH).

    Bitcoin ini telah berubah wujud menjadi Wrapped Bitcoin dimana istilah Wrapped adalah salah satu cara untuk memindahkan crypto dalam blockchain yang berbeda.

    Perlu diingat bahwa Blockchain Bitcoin tidak memiliki fitur cross chainatau lintas blockchain sehingga diubah menjadi versi Wrapped.

    Ini alasan mengapa kabar terkuncinya Wrapped Bitcoin di Blockchain Ethereum dapat berujung positif untuk pasar crypto.

    1% Bitcoin Terkunci di Blockchain Ethereum

    Bitcoin senilai sekitar $6 Miliar atau Rp85,5 Triliun yang merupakan 1% dari keseluruhan Bitcoin yang beredar saat ini sudah di tokenisasi.

    Bitcoin tersebut telah diubah menjadi Wrapped BTC (WBTC) yang saat ini disimpan pada Blockchain Ethereum.

    Pencapaian ini ditekankan oleh salah satu manajer investasi di BitGo, Kia Mosayeri, yang menyatakan jumlah ini pada Twitter.

    BitGo sendiri adalah salah satu kustodian atau pengelola protokol WBTC yang diluncurkan pada Januari 2019 melalui Blockchain Ethereum.

    Menurut data dari  Etherscan, terdapat sekitar 187.610 Bitcoin yang telah berubah menjadi WBTC dan beredar di protokol tersebut.

    Saat ini jumlah persediaan Bitcoin yang telah beredar sudah mencapai 18,73 Juta Bitcoin menurut data dari CoinGecko.

    Hal tersebut memastikan bahwa jumlah WBTC yang terkunci pada Blockchain Ethereum telah mencapai 1% dari keseluruhan Bitcoin yang beredar.

    Baca Juga : Dana Institusi Keluar dari Produk Investasi Berbasis Bitcoin, Tidak Sepenuhnya Buruk

    BTConEthereum membuat estimasi bahwa terdapat 240.620 Bitcoin yang telah ditokenisasi untuk berbagai penggunaan di Blockchain Ethereum.

    Jumlah keseluruhan Bitcoin yang beredar di Blockchain Ethereum tersebut berarti berada pada $7,91 Miliar atau Rp112,83 Triliun.

    Wrapped Bitcoin (WBTC) saat ini masih mendominasi Blockchain Ethereum dalam jenis-jenis Bitcoin yang ditokenisasi, dengan dominasinya yang mencapai 78%.

    Ini Artinya Untuk Bitcoin

    Saat ini nampaknya permintaan terhadap Bitcoin yang ditokenisasi di Blockchain lain sedang terus meningkat.

    Dominasi tersebut terlihat tetap berada pada Blockchain Ethereum yang membuat signifikansi Blockchain Ethereum cukup besar.

    Tokenisasi dari Bitcoin atau proses Wrapping diperlukan untuk memudahkan Bitcoin bergerak pada blockchain lain.

    Hal ini disebabkan Bitcoin memiliki blockchainnya sendiri namun tidak memiliki fitur operasional lintas blockchain yang menghalangnya bergerak di blockchain lain secara nyata.

    Oleh karena itu, tokenisasi ini telah dilakukan oleh banyak pihak dan Wrapped Bitcoin ini menjadi pilihan yang paling tenar.

    WBTC sendiri tidak diciptakan secara mandiri namun akan terus melihat persediaan Bitcoin sehingga harganya selalu terikat berdasarkan Bitcoin.

    Jadi jika WBTC yang terkunci adalah 1% dari keseluruhan Bitcoin yang beredar saat ini, terdapat 1% dari persediaan Bitcoin yang tidak dapat dijual.

    Baca Juga: Pendukung Shiba Inu (SHIB) Menanti ShibaSwap

    Bitcoin tersebut dapat menjadi penghalang untuk tekanan jual terhadap Bitcoin yang signifikan akibat terkunci dan tidak bisa dijual.

    Ditambah dengan protokol lain yang memiliki Bitcoin terkunci, pemilik Bitcoin yang tidak menjual, serta Bitcoin yang hilang, nampaknya masih ada “penjaga” harga Bitcoin.

    Untuk data jumlah tersebut masih terlihat belum pasti dengan adanya estimasi untuk Bitcoin yang hilang berada di angka 21% dari jumlah peredaran yang berada.

    Ditambah dengan banyaknya Bitcoin yang terkunci, hal ini dapat menciptakan kelangkaan untuk Bitcoin dan jika permintaan terus naik, maka harganya dapat terus naik.

    Selain itu, dengan adanya halving atau pengurangan imbalan hasil tambang Bitcoin, maka diprediksi persediaannya akan semakin langka.

    Jika adopsi semakin luas, maka kemungkinan besar dalam jangka panjang harga Bitcoin dapat terus mengalami apresiasi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Semakin Digilai oleh Investor Institusional, Bagaimana dengan Bitcoin?

    Ethereum semakin mendekati dominasi Bitcoin sebagai koin yang paling diburu oleh investor institusional. Cryptocurrency terbesar kedua dari segi kapitalisasi pasar ini kini telah mewakili lebih dari seperempat aset yang dikelola (assets under management ) dari produk investasi kripto.

    Hal tersebut diungkapkan oleh laporan mingguan CoinShares, yang berjudul June 1 Digital Asset Fund Flows Weekly. Laporan tersebut menyebutkan arus masuk institusional pada akhir-akhir ini melonjak signifikan sebesar US$ 74 juta.

    Investor terlembaga ini nampaknya berusaha untuk memanfaatkan kejatuhan pasar yang dimulai sejak 19 April 2021. Selama kurang lebih satu bulan, sejumlah koin kehilangan lebih dari 50% keuntungannya.

    Dalam situasi seperti itu, ETH nampaknya menjadi cryptocurrency yang paling disukai oleh investor institusional. Lebih dari 63% dari total arus masuk investasi tersebut disuntikan ke ETH. Jumlahnya sekitar US$ 46,8 juta.

    Baca Juga: Investor Positif Terhadap Ethereum 2.0, Ini Buktinya!

    “Produk ether sekarang mewakili 27% dari AUM (assets under management) gabungan untuk produk investasi kripto — pangsa tertinggi yang pernah ada,” tulis laporan tersebut.

    Selain ETH, coin lain yang menjadi incaran investor kakap adalah Cardano (US$ 5,2 juta), XRP (US$ 4,5 juta), dan Polkadot ($ 3,8 juta). Selain itu, investor institusional juga menyuntikan ke sejumlah produk aset kripto  sebesar US$11,1 juta.

    Sementara itu, arus keluar Bitcoin dilaporkan melambat. Arus keluar BTC selama tiga minggu terakhir tercatat sebesar US$246 juta.

    Meskipun demikian,  arus masuk Bitcoin selama 30 hari sebesar $47,9 juta saat ini setara dengan kira-kira sepertiga dari $147,7 juta Ether. Maka dari itu, Bitcoin masih mendominasi arus masuk tahun ini dengan hampir $4,4 miliar dibandingkan dengan $973 juta dari ETH.

    Baca Juga: Bitcoin Bisa Kembali Sentuh Harga US$ 58 Ribu, Begini Skemanya

    Namun, momentum ETH baru-baru ini telah memunculkan spekulasi mengenai persaingannya dengan BTC. Ethereum saat ini mengalahkan “dewa” cryptocurrency crypto dengan jumlah transaksi, volume, dan biaya, dan volume perdagangan.

    Berdasarkan data CoinGecko, ETH saat ini adalah aset kripto yang paling banyak diperdagangkan kedua dengan volume harian $38,8 miliar, peringkat di belakang hanya $103 miliar Tether. BTC senilai sekitar $32,9 berpindah tangan selama 24 jam terakhir.

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    Semua informasi pada artikel ini bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com