Tag: featured

  • Asosiasi dan OJK Kolaborasi Perkuat Perdagangan Kripto di Indonesia

    Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO) dan Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) telah mengadakan audiensi yang sangat penting dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 8 September 2023. Audiensi ini bertujuan untuk mendiskusikan mekanisme perdagangan aset kripto di Indonesia dan berbagi pengetahuan tentang perkembangan industri kripto di Tanah Air.

    Wakil Ketua Umum ASPAKRINDO, Yudhono Rawis, menyambut baik pertemuan dengan sejumlah perwakilan OJK. Dalam audiensi ini, delegasi OJK dihadir oleh Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto serta Anggota Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi; Wakil Komisioner Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Ihsanuddin; Direktur Inovasi Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Dino Milano Siregar; Wakil Direktur Inovasi Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Novita.

    “Kami merasa sangat berterima kasih atas kesempatan ini untuk berdialog dengan perwakilan OJK. Pertemuan ini merupakan sebuah langkah maju yang signifikan, kami percaya bahwa kolaborasi antara industri aset kripto dan regulator sangat penting untuk memastikan perkembangan yang berkelanjutan dan aman bagi ekosistem kripto di Indonesia,” kata Yudho yang juga menjabat sebagai CEO Tokocrypto.

    Dalam audiensi tersebut, beberapa poin penting telah dibahas. Para pelaku industri yang tergabung di ASPAKRINDO dan A-B-I memaparkan berbagai aspek perdagangan aset kripto, termasuk regulasi yang ada, tantangan yang dihadapi oleh industri, serta langkah-langkah yang telah diambil untuk meningkatkan transparansi, keamanan dan perlindungan konsumen dalam perdagangan kripto.

    Foto bersama perwakilan ASPAKRINDO, A-B-I dan OJK pada 08 September 2023. Sumber: A-B-I.
    Foto bersama perwakilan ASPAKRINDO, A-B-I dan OJK pada 08 September 2023. Sumber: A-B-I.

    Baca juga: Pasar Kripto Naik Setelah Rilis Data Inflasi AS, Bagaimana ke Depannya?

    Sinergi Kuatkan Perdagangan Kripto

    Salah satu poin utama yang dibahas dalam pertemuan adalah upaya untuk menciptakan kerangka regulasi yang jelas dan adil bagi perdagangan aset kripto di Indonesia. Hal ini dianggap penting untuk memastikan bahwa konsumen dan investor dilindungi dengan baik.

    “Kami berharap dapat bekerja sama dengan OJK untuk merumuskan regulasi yang seimbang dan progresif. Regulasi yang tepat akan membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan industri kripto, sambil tetap menjaga integritas dan keamanan pasar,” jelas Yudho.

    Selain itu, ASPAKRINDO dan A-B-I juga berkomitmen untuk memberikan edukasi yang lebih baik kepada masyarakat tentang aset kripto dan potensinya. Mereka menyadari pentingnya pemahaman yang lebih baik tentang risiko dan manfaat aset kripto sehingga individu dapat membuat keputusan investasi yang cerdas.

    Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk melanjutkan dialog antara industri aset kripto dan OJK. Kedua belah pihak akan terus berkolaborasi untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak dan untuk mengembangkan ekosistem aset kripto yang lebih baik di Indonesia.

    “Dengan kolaborasi yang kuat antara pelaku industri dan OJK, diharapkan bisa dapat memperkuat posisi Indonesia dalam industri perdagangan aset kripto secara global. Selain itu, pemahaman yang lebih baik tentang aset kripto di kalangan masyarakat akan membantu menciptakan investor yang lebih cerdas, yang pada gilirannya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekonomi Indonesia,” tutup Yudho.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Naik Setelah Rilis Data Inflasi AS, Bagaimana ke Depannya?

    Pasar kripto dan Bitcoin mengalami apresiasi setelah publikasi data inflasi Amerika Serikat pada Rabu (13/9). Respons terhadap data inflasi ini mencerminkan percampuran sentimen jangka pendek dan jangka panjang yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan trader dan investor terkait masa depan pasar kripto.

    Pada hari Kamis (14/9) lalu, pasar kripto tetap relatif stabil karena statistik inflasi AS terbaru menunjukkan peningkatan yang cukup moderat. Harga barang konsumsi secara umum masih terus meningkat, dan pemerintah belum sepenuhnya berhasil mengendalikan inflasi yang terus tinggi.

    Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS), Indeks Harga Konsumen (CPI) telah naik sebesar 3,7% hingga bulan Agustus tahun ini, melebihi sedikit prediksi ekonom sebesar 3,6%. Pada bulan Agustus, indeks ini naik sebanyak 0,6% secara bulanan, terutama karena kenaikan harga bensin. Meskipun data inflasi inti bulanan juga mengalami kenaikan dari 0,2% menjadi 0,3%, data inflasi inti tahunan menunjukkan penurunan dari 4,7% menjadi 4,3%.

    Pasca rilis laporan, Bitcoin (BTC) diperdagangkan sekitar US$ 26.270, mengalami kenaikan sebesar 1,6% dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, Ethereum (ETH) mengalami peningkatan sebesar 1,9% dan diperdagangkan sekitar US$ 1.620. Data inflasi yang meningkat memberikan sentimen negatif bagi Dolar AS yang sedang mengalami penurunan nilai.

    Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan penurunan nilai Dolar AS memberikan dorongan positif bagi aset berisiko seperti Bitcoin, karena ada korelasi negatif antara nilai Dolar AS dan harga Bitcoin.

    “Dengan meningkatnya data inflasi, kepercayaan terhadap ekonomi Amerika mengalami penurunan. Dalam situasi ini, mayoritas investor mencari alternatif untuk melindungi kekayaan mereka, sehingga aset berisiko menjadi pilihan favorit. Namun, dalam jangka panjang, narasi ini dapat berubah,” kata Fyqieh.

    Jangka Panjang

    Ilustrasi data inflasi dan Bitcoin. Sumber: Securities.io.
    Ilustrasi data inflasi dan Bitcoin. Sumber: Securities.io.

    Baca juga: Tingkat Adopsi Kripto di Indonesia Naik, Tanda Pertumbuhan Menjanjikan

    Fyqieh melanjutkan pada tingkat jangka panjang, Bitcoin mungkin akan mengalami penurunan kembali karena data inflasi menunjukkan bahwa sebagian besar barang dan jasa pokok mengalami kenaikan harga, yang dapat mengurangi daya beli masyarakat.

    “Penurunan kemampuan masyarakat untuk mengeluarkan uang dapat menjadi alasan mengapa harga Bitcoin mungkin turun, karena kebutuhan sehari-hari akan diutamakan daripada berinvestasi. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan volume pembelian dan bahkan munculnya tekanan penjualan saat orang menjual aset kripto mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup,” jelas Fyqieh.

    Sementara itu, para pelaku pasar saat ini sedang mengantisipasi kemungkinan The Fed untuk mempertahankan suku bunganya pada pertemuan yang dijadwalkan pada 19-20 September mendatang. Menurut CME FED Watch, meskipun data inflasi berada di atas ekspektasi, kemungkinan tidak ada kenaikan suku bunga pada bulan September diperkirakan sebesar 97%. Ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan FED bulan November lebih seimbang, dengan angka sekitar 40%.

    Kenaikan suku bunga dapat berdampak pada pasar kripto dan aset berisiko lainnya. Meskipun telah terjadi penurunan signifikan sejak bulan Juni, inflasi masih berada di atas target tahunan The Fed sebesar 2%.

    Saat ini, pasar kripto mendekati akhir pekan dengan tren naik, dan sikap para investor cenderung lebih condong ke arah akumulasi. Hal ini tercermin dari indeks Fear and Greed yang meningkat dibandingkan dengan awal pekan, berada dalam kategori “Fear,” dengan nilai pada Jumat (15/9) sekitar 45 poin.

    Analisis Harga Bitcoin (BTC)

    BTC/USDT Daily Time Frame by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: 28 Altcoin akan Token Unlock Pekan Ini, Waspada Perubahan Harga

    Dari segi analisis teknikal, saat ini Bitcoin berusaha untuk keluar dari zona koreksinya yang telah berlangsung sejak awal Agustus 2023. Menurut Fyqieh, ada kemungkinan bahwa jika berhasil keluar dari zona koreksi ini, Bitcoin mungkin hanya akan mengalami kenaikan sementara menuju level sekitar US$ 28.200 sebelum menghadapi potensi penurunan kembali akibat kurangnya sentimen positif.

    “Level resistensi terdekat saat ini berada di sekitar US$ 26.755. Namun, BTC terus menguji batas garis tren karena investor merespons harapan Tesla untuk menerima kembali Bitcoin, yang telah membantu meredakan kekhawatiran terkait kemungkinan resesi ekonomi di AS,” ungkap Fyqieh.

    Jika Bitcoin berhasil menembus di atas level resistensi US$ 26.755, ini bisa menjadi dukungan untuk pergerakan BTC menuju level US$ 28.000. Meskipun demikian, sentimen bearish masih cukup kuat dan dapat menarik Bitcoin kembali ke garis tren serta level dukungan sekitar US$ 25.506. Perlu diingat bahwa BTC sudah mulai memasuki wilayah overbought.

    Selain itu, saat ini volume transaksi masih relatif rendah, dan ada banyak ketidakpastian di pasar kripto, termasuk perihal penjualan aset FTX dalam bentuk Bitcoin. Oleh karena itu, para trader disarankan untuk tetap waspada dan menjalankan manajemen risiko yang bijaksana. Kondisi pasar yang masih rentan terhadap koreksi tiba-tiba karena volume rendah dan tingginya volatilitas menjadikan manajemen risiko yang cermat sangat penting.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tingkat Adopsi Kripto di Indonesia Naik, Tanda Pertumbuhan Menjanjikan

    Indonesia telah menorehkan pencapaian gemilang dalam dunia kripto yang patut dibanggakan. Menurut laporan terbaru dari Chainalysis, tingkat adopsi kripto di Indonesia yang pada tahun 2022 masih berada di peringkat 20, kini telah melonjak tajam ke posisi ke-7 dalam waktu yang relatif singkat.

    Dalam metodologi penelitian bertajuk “The 2023 Global Crypto Adoption Index: Central & Southern Asia Are Leading the Way in Grassroots Crypto Adoption” menggabungkan data on-chain dan data dunia nyata untuk mengukur negara-negara yang memimpin dalam adopsi kripto di tingkat grassroots atau di kalangan masyarakat. Chainalysis mencatat bahwa adopsi kripto grassroots di seluruh dunia sedang mengalami penurunan. Meskipun telah terjadi pemulihan yang nyata sejak kelesuan pada akhir tahun 2022, adopsi masyarakat masih jauh dari mencapai puncak sepanjang sejarah.

    Adopsi kripto di kawasan Asia telah mengalami perkembangan yang signifikan, terutama di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Hal ini tercermin dari peningkatan volume transaksi, daya beli, dan jumlah penduduk di wilayah tersebut. Indonesia menjadi salah satu negara yang sering disebut sebagai salah satu yang mengalami perkembangan aset kripto paling dinamis di dunia.

    Tingkat adopsi kripto di Indonesia naik pada tahun 2023. Sumber: Chainalysis.
    Tingkat adopsi kripto di Indonesia naik pada tahun 2023. Sumber: Chainalysis.

    Baca juga: PayPal Luncurkan Fitur Pembayaran dengan Kripto

    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, melihat peningkatan ini menjadi suatu bukti nyata tentang pertumbuhan aset kripto di Indonesia yang masih terus berjalan ke arah lebih baik, meski pasar sedang lesu. Semakin tingginya adopsi kripto menunjukkan posisi Indonesia telah menjadi pemain utama dalam ekosistem kripto global. Namun, apa yang mendorong pertumbuhan ini, dan apa yang dapat diharapkan di masa depan?

    “Salah satu faktor yang mendorong adopsi kripto di Indonesia adalah peningkatan pemahaman masyarakat tentang teknologi blockchain dan kripto. Pendidikan dan informasi yang lebih mudah diakses telah membantu orang-orang di Indonesia untuk lebih memahami manfaat dan potensi kripto. Selain itu, pertumbuhan pesat ekonomi digital, termasuk e-commerce dan fintech, juga telah membuka pintu bagi kripto sebagai salah satu alat pembayaran dan investasi,” kata Yudho.

    Lebih mengejutkan adalah pertumbuhan jumlah investor kripto di Indonesia. Meskipun sedang menghadapi bear market, jumlah investor kripto di Tanah Air terus meningkat. Data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) per Juli 2023 mencatat bahwa jumlah investor kripto di Indonesia telah mencapai 17,67 juta orang, meningkat sebanyak 13 ribu orang atau naik 0,74% dibandingkan dengan bulan Juni 2023, yang sebelumnya mencapai 17,54 juta orang.

    Namun, meskipun pencapaian ini mengesankan, jika dibandingkan dengan populasi Indonesia yang mencapai 278 juta orang, jumlah investor kripto masih tergolong kecil. “Ini menciptakan peluang besar bagi Indonesia, sebuah negara dengan bonus demografi yang sedang berlangsung dan penetrasi internet yang mencapai lebih dari 70%, untuk menjadi salah satu pusat utama dalam industri aset digital di Asia Tenggara,” terang Yudho.

    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam acara Media Gathering pada 9 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.
    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam acara Media Gathering pada 9 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Arthur Hayes Bocorkan Rahasia: Potensi Harga Bitcoin ke Rp 1 Miliar

    Regulasi Jelas

    Selain itu, regulasi yang semakin jelas dan pemahaman pemerintah terhadap kripto juga telah membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat. Ketika pemerintah memberikan panduan yang lebih jelas tentang bagaimana kripto akan diatur, hal ini dapat mengurangi ketidakpastian dan mendorong lebih banyak orang untuk terlibat dalam ekosistem kripto dengan keyakinan.

    Di Indonesia, aset kripto telah diakui sebagai komoditas yang sah, dan pada tahun 2023, sudah ada 501 aset kripto yang sah diperdagangkan di dalam negeri. Langkah ini disambut dengan penuh antusiasme oleh pelaku industri kripto di Tanah Air.

    “Regulasi yang jelas merupakan fondasi utama untuk membangun ekosistem kripto yang kuat di Indonesia. Ini adalah tanda positif bagi pelaku industri, dan kami sangat mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan kripto. Dengan upaya bersama dan komitmen yang kuat, Indonesia sepertinya akan terus memimpin dalam adopsi dan perkembangan aset digital di masa depan,” tutur Yudho.

    Indonesia juga telah mencatat sejarah sebagai negara pertama yang memiliki ekosistem perdagangan kripto yang lengkap, mencakup investor, pedagang fisik aset kripto, bursa, depository, dan kliring. Keberadaan bursa kripto yang terkemuka di Indonesia menjadi kunci utama dalam membentuk iklim investasi aset digital yang sehat dan aman di dalam negeri. Diharapkan bahwa dengan adanya infrastruktur ini, volume perdagangan kripto akan terus meningkat, membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Potensi Harga Bitcoin ke Rp 1 Miliar

    Mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes, telah memberikan wawasan menarik tentang masa depan harga Bitcoin dan hubungannya dengan kebijakan suku bunga Federal Reserve AS.

    Menurut Hayes, ada korelasi erat antara kebijakan suku bunga The Fed dan nilai Bitcoin. Dia berpendapat bahwa jika Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunga, maka Bitcoin bisa saja mencapai angka spektakuler US$ 70.000 atau sekitar Rp 1 miliar dalam waktu singkat.

    Pada awalnya, Hayes meramalkan bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga rendah setelah krisis perbankan pada bulan Maret, yang akan memungkinkan Bitcoin melambung tinggi. Namun, Fed sebaliknya telah meningkatkan suku bunga sebanyak tiga kali sejak saat itu, dengan fokus pada mengendalikan inflasi.

    Hentikan Kenaikan Suku Bunga

    Hayes mengakui bahwa banyak ekonom telah berusaha memprediksi kapan Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga setelah mengawali prosesnya. Namun, The Fed telah mengambil langkah yang tidak terduga dengan terus menaikkan suku bunga setelah krisis perbankan pada bulan Maret.

    Mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes. Sumber: Medium.
    Mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes prediksi harga Bitcoin. Sumber: Medium.

    Baca juga: FTX Dapat Restu Pengadilan Jual Aset Kripto, Bitcoin Kok Malah Naik?

    Hayes menjelaskan, “Sebelumnya, banyak dari kita berpikir bahwa satu-satunya pilihan The Fed adalah menurunkan suku bunga untuk memulihkan sistem perbankan AS dan memungkinkan Bitcoin mencapai US$ 70.000. Namun, The Fed telah meningkatkan suku bunga tiga kali sejak Maret.”

    Menurut Hayes, alasan mengapa Bitcoin belum mencapai US$ 70.000 setelah bulan Maret adalah karena perhatian publik lebih tertuju pada langkah-langkah Fed dalam menaikkan suku bunga daripada pada masalah penurunan inflasi.

    Harga Bitcoin Menarik

    Dia menjelaskan bahwa Bitcoin memiliki hubungan positif dengan kebijakan FED dan faktor makro ekonomi lainnya. Saat ini, suku bunga riil (yang merupakan hasil Treasury AS 2 Tahun dikurangi pertumbuhan PDB nominal) mengindikasikan sinyal positif akan datangnya kenaikan Bitcoin.

    Terakhir, Arthur Hayes menyimpulkan bahwa Bitcoin merupakan alternatif yang sangat menarik bagi masyarakat karena menyediakan opsi yang lebih baik dibandingkan sistem perbankan dan investasi tradisional.

    Dengan pasokan terbatas sebesar 21 juta dan jaringan pembayaran yang cepat, Bitcoin menjadi pilihan yang logis bagi individu yang ingin berinvestasi di masa depan.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • FTX Dapat Restu Pengadilan Jual Aset Kripto, Bitcoin Kok Malah Naik?

    Bursa kripto yang bangkrut, FTX, telah menerima izin pengadilan AS pada hari Rabu (13/9) untuk melikuidasi aset kripto yang dimilikinya. Ini adalah sebuah langkah yang menurut perusahaan akan memungkinkannya membayar pelanggan dalam dolar AS dan meminimalkan risiko terkait volatilitas harga di pasar kripto.

    Hakim John Dorsey menyetujui proposal FTX pada sidang pengadilan di Wilmington, Delaware, mengizinkan FTX untuk menjual aset kripto hingga US$ 100 juta per minggu dan mengadakan perjanjian lindung nilai dan staking yang akan memungkinkan FTX meminimalkan risiko volatilitas harga, serta mendapatkan keuntungan pasif pendapatan dari aset kripto yang lebih umum seperti Bitcoin dan Rter.

    Permintaan FTX didukung oleh komite resmi yang ditunjuk untuk mewakili pelanggannya dalam kebangkrutan, dan oleh komite ad hoc yang mewakili pelanggan non-AS yang memiliki simpanan di bursa internasional FTX.com.

    Dampak ke Pasar Kripto

    Selama sidang, Dorsey mengesampingkan kekhawatiran yang diajukan oleh dua pelanggan FTX yang mengatakan penjualan FTX dapat menyebabkan jatuhnya harga kripto dan bahwa FTX mungkin tidak memiliki semua kripto yang disimpan di akunnya.

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Bitcoin Kembali di Atas Rp 400 Juta Setelah Rilis Data Inflasi CPI AS

    FTX mengatakan dalam pengajuan pengadilan bahwa mereka sangat menyadari risiko bahwa upayanya untuk melikuidasi koin dapat menggerakkan pasar kripto. Dikatakan bahwa pihaknya telah mempekerjakan perusahaan kripto AS, Galaxy sebagai penasihat investasi untuk mengelola risiko bahwa “kebocoran informasi” akan menyebabkan aktivitas short-selling dan penurunan tajam harga kripto.

    Dorsey mengizinkan FTX untuk meningkatkan kecepatan likuidasi hingga US$ 200 juta per minggu, jika kedua komite kreditur setuju.

    FTX mengatakan dalam pengajuan pengadilan hari Senin (11/9) bahwa mereka memiliki US$ 3,4 miliar dalam kripto, termasuk US$ 1,16 miliar dalam Solana, US$ 560 juta dalam Bitcoin, dan US$ 192 juta dalam Ethereum.

    FTX mengajukan kebangkrutan pada November 2022 setelah adanya klaim bahwa mereka menyalahgunakan dan kehilangan simpanan kripto pelanggan senilai miliaran dolar. FTX telah memulihkan lebih dari US$ 7 miliar aset untuk membayar kembali pelanggan.

    Harga Bitcoin Naik

    Grafik 1 jam BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik 1 jam BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Dua Kripto Ini Bakal Naik di Atas 10% pada Pekan Ini, Simak Analisisnya

    Sebelum keputusan ini resmi keluar, investor kripto memulai minggu ini dengan gelisah tentang kehancuran pasar yang akan segera terjadi karena FTX melepaskan kepemilikan kripto senilai US$ 3,4 miliar. Tapi para analis mengatakan kekhawatiran tersebut kemungkinan besar berlebihan.

    Dilaporkan CoinDesk, Kepala Riset FalconX, David Lawant menunjukkan bahwa simpanan kripto FTX adalah investasi ventura dengan penguncian yang mencegah penjualan aset, dan juga akan ada batasan pada penjualan aset, sehingga mengurangi dampak pasar. “Kemungkinan besar reaksi terhadap potensi penjualan FTX dilebih-lebihkan dan pasar menjadi tenang sejak saat itu,” ujar Lawant.

    Jeff Dorman, kepala investasi di perusahaan investasi aset digital Arca, mengatakan bahwa pelaku pasar pada awalnya bereaksi berlebihan terhadap potensi dampak penjualan. “Cara pembuat pasar dan pedagang kripto menjalankan pasokan FTX menunjukkan kesalahpahaman total tentang cara kerja proses penjualan sindikasi,” kata Dorman.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Kembali di Atas Rp 400 Juta Setelah Rilis Data Inflasi CPI AS

    Harga Bitcoin (BTC) terpantau naik pada Kamis (14/9) pagi dan diperdagangkan di atas US$ 26.000 atau sekitar Rp 400 juta mengikuti rilisnya data inflasi AS terbaru bulan Agustus 2023. Aset kripto terbesar di dunia ini memperoleh kembali level dukungan US$ 26.000 pada Rabu (13/9) sore dan menyentuh level tertinggi harian di atas US$ 26.370 pada Kamis pagi dini hari.

    Meskipun berhasil merebut kembali batas utama US$ 26.000, momentum Bitcoin tampaknya telah melemah pada hari Selasa (12/9), namun “masih cukup kuat untuk mempertahankan sebagian besar dari apa yang diperoleh kembali setelah pemantulan,” Keith Alan, Co-founder Material Indicators dikutip Forkast News.

    Bitcoin masih menghadapi berbagai resistensi teknis, termasuk “death cross” antara rata-rata pergerakan sederhana 50 hari dan 200 hari – yang saat ini berada di US$ 27.444 dan US$ 27.670. Serta rata-rata pergerakan 100 hari pada US$ 28.292 yang menguraikan batas atas kisaran, menurut Alan.

    Grafik 1 jam BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik 1 jam BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Ini Jumlah Bitcoin yang Dibutuhkan untuk Beli iPhone 15 Baru

    Sementara, Ethereum (ETH) juga naik untuk mendapatkan kembali level US$ 1.600 atau sekitar Rp 24 juta, tetapi masih diperdagangkan 1,64% lebih rendah dalam tujuh hari terakhir. Kripto teratas kedua mencapai level tertinggi 24 jam di US$ 1.619.11 pada Selasa malam.

    Semua 10 token kripto non-stablecoin teratas lainnya naik, dengan Solana (SOL) menjadi ujung tombak para pemenang dengan kenaikan 24 jam lebih dari 2%.

    Data Inflasi AS

    Reli ‘tipis’ pasar kripto tersebut mengikuti rilis indeks harga konsumen (CPI) AS pada hari Rabu (13/9), yang menunjukkan percepatan tingkat inflasi tahunan pada bulan Agustus, sementara CPI inti yang tidak termasuk harga pangan dan energi menunjukkan perlambatan. Saham berjangka AS diperdagangkan lebih tinggi, setelah Wall Street ditutup bervariasi pada hari Rabu.

    (CPI) bulan Agustus naik 0,6%, sejalan dengan ekspektasi ekonom sebesar 0,6% dan naik dari 0,2% di bulan Juli. Pada basis tahun-ke-tahun, inflasi CPI naik menjadi 3,7% dibandingkan perkiraan sebesar 3,6% dan dari 3,2% pada bulan sebelumnya.

    CPI inti – yang tidak termasuk biaya pangan dan energi – naik 0,3% dibandingkan ekspektasi ekonom sebesar 0,2% dan dibandingkan 0,2% pada bulan sebelumnya. Pada basis tahun-ke-tahun, CPI inti turun menjadi 4,3%, sejalan dengan perkiraan ekonom dan turun dari 4,7% pada bulan Juli.

    Ilustrasi inflasi AS. Foto: Reuters.
    Ilustrasi inflasi AS. Foto: Reuters.

    Baca juga: Bagaimana Teknologi Blockchain Akan Mengubah Industri Perbankan

    The Fed menggunakan CPI, Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi, dan data tenaga kerja AS untuk menginformasikan keputusan kebijakan suku bunganya. Bank sentral akan bertemu minggu depan untuk memutuskan apakah akan menaikkan suku bunga untuk mengembalikan inflasi tahunan menjadi 2%.

    Sentimen FTX

    Harga Bitcoin dan Ether sempat anjlok pada Kamis pagi waktu setempat di Asia setelah bursa kripto FTX yang bangkrut menerima persetujuan pengadilan untuk menjual aset kripto senilai US$ 3,4 miliar. Penjualannya dibatasi hingga US$ 100 juta per minggu, yang dapat diperpanjang hingga US$ 200 juta.

    Kepemilikan kripto FTX saat ini termasuk US$ 1,16 miliar dalam SOL Solana dan US$ 560 juta dalam Bitcoin, menurut pengajuan pengadilan pada hari Senin.

    Meskipun ada likuidasi FTX, harga kripto sebagian besar tetap stabil. Semua 10 kripto non-stablecoin teratas lainnya membukukan keuntungan dalam 24 jam terakhir. SOL memimpin kenaikan, yang naik 2,70% menjadi US$ 18,43 tetapi kehilangan 6,70% untuk minggu ini.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bagaimana Teknologi Blockchain Akan Mengubah Industri Perbankan

    Teknologi blockchain telah menjadi sorotan di dunia teknologi dan keuangan, dan bukan tanpa alasan. Ini adalah inovasi revolusioner yang memiliki potensi untuk mengubah dasar-dasar cara industri perbankan beroperasi.

    Dengan kemampuannya untuk menyediakan keamanan, transparansi, dan efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya, blockchain siap untuk menjadi salah satu kekuatan utama yang membentuk masa depan perbankan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi bagaimana teknologi blockchain akan membawa perubahan signifikan dalam industri perbankan, membimbingnya menuju era yang lebih modern, aman, dan inklusif.

    Bagaimana Blockchain Dapat Menggantikan Sistem Perbankan Saat Ini?

    Perbankan tradisional sering bertindak sebagai perantara dalam ekonomi global dengan mengelola dan mengoordinasikan sistem keuangan melalui buku besar internal mereka. Karena buku besar ini tidak tersedia untuk diperiksa oleh publik, ini memaksa nasabah untuk bergantung pada kepercayaan kepada bank dan infrastrukturnya yang seringkali sudah ketinggalan zaman.

    Teknologi blockchain memiliki potensi untuk mengganggu tidak hanya pasar mata uang global, tetapi juga industri perbankan secara keseluruhan dengan menghilangkan perantara dan menggantikannya dengan sistem yang tidak memerlukan kepercayaan, terbuka, dan transparan yang mudah diakses oleh semua orang.

    Blockchain berpotensi untuk menyederhanakan transaksi, mengurangi biaya, meningkatkan akses ke modal, meningkatkan keamanan data, mendorong perjanjian yang tidak memerlukan kepercayaan melalui kontrak pintar, dan membuka pintu bagi berbagai layanan keuangan baru.

    Apa Manfaat Utama Blockchain dalam Perbankan dan Keuangan?

    Keamanan: Arsitektur blockchain menghilangkan titik kegagalan tunggal dan mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga.

    Transparansi: Blockchain menciptakan sumber kebenaran bersama yang dapat diakses oleh semua peserta jaringan.

    Kepercayaan: Buku besar yang transparan membuat berbagai pihak lebih mudah berkolaborasi dan mencapai kesepakatan.

    Programmable: Blockchain memungkinkan otomatisasi proses bisnis melalui kontrak pintar yang dapat diandalkan.

    Privasi: Teknologi privasi dapat diterapkan dalam blockchain dengan membagikan sebagian data di antara pihak terkait.

    Performa: Jaringan blockchain dirancang untuk menangani volume transaksi besar sambil mendukung interoperabilitas antar rantai, menciptakan ekosistem blockchain yang saling terhubung.

    Penyelesaian Dana Cepat dengan Blockchain

    Mengirim uang melalui sistem perbankan tradisional melibatkan proses yang lama, biaya tambahan, dan kadang-kadang memerlukan verifikasi dan administrasi tambahan. Dalam era konektivitas instan, sistem perbankan konvensional ini tidak dapat bersaing dengan kemajuan teknologi di sekitarnya.

    Teknologi blockchain menyediakan metode pembayaran yang lebih cepat, dengan biaya yang lebih rendah, yang tersedia kapan saja dan dengan jaminan keamanan yang sama seperti yang ditawarkan oleh bank.

    Penggalangan Dana Langsung Melalui Blockchain

    Tradisionalnya, pengusaha yang mencari pendanaan harus bergantung pada modal eksternal seperti investor angel, modal ventura, atau pinjaman bank. Proses ini seringkali rumit, melibatkan negosiasi penilaian, pembagian saham, strategi bisnis, dan administrasi yang rumit.

    Penawaran Koin Awal (ICO) dan Penawaran Pertukaran Awal (IEO) memberikan kesempatan kepada proyek-proyek baru untuk menggalang dana tanpa keterlibatan bank dan lembaga keuangan. Didorong oleh blockchain, ICO memungkinkan perusahaan untuk menjual token di pasar dengan keyakinan bahwa token tersebut akan memberikan keuntungan kepada investor.

    Selain itu, blockchain juga dapat membantu mengurangi biaya yang signifikan yang dikenakan oleh bank dalam pengaturan sekuritisasi bisnis dan Penawaran Saham Perdana (IPO).

    Penting untuk diingat bahwa meskipun ICO dapat mendemokratisasikan penggalangan dana, mereka juga memiliki risiko tertentu, karena tidak ada regulasi pemerintah yang ketat dalam pasar ICO, sehingga calon investor harus berhati-hati dan berpikir matang sebelum berinvestasi.

    Tokenisasi Aset pada Blockchain

    Membeli dan menjual sekuritas serta aset lainnya seperti saham, obligasi, komoditas, mata uang, dan derivatif merupakan proses yang memerlukan kerjasama kompleks antara bank, broker, lembaga kliring, dan bursa. Proses ini harus efisien dan akurat, sementara kompleksitasnya sering kali mengakibatkan peningkatan waktu dan biaya.

    Teknologi blockchain memberikan solusi dengan menyediakan fondasi teknologi yang memfasilitasi tokenisasi yang mudah dari berbagai jenis aset. Karena sebagian besar aset keuangan diperdagangkan secara digital melalui platform broker online, tokenisasi aset-aset ini menjadi solusi yang nyaman bagi semua pihak terlibat.

    Sejumlah perusahaan blockchain inovatif saat ini sedang mengeksplorasi potensi tokenisasi aset di dunia nyata, termasuk dalam bidang real estate, seni, dan komoditas. Hal ini akan mengubah proses kepemilikan aset berharga menjadi lebih efisien dan terjangkau. Selain itu, ini membuka pintu bagi investor dengan modal terbatas untuk berinvestasi dalam kepemilikan fraksional aset mahal yang sebelumnya sulit diakses.

    Peminjaman Melalui Blockchain

    Hingga saat ini, bank dan lembaga pemberi pinjaman telah menguasai sektor peminjaman, memungkinkan mereka menetapkan tingkat bunga tinggi dan membatasi akses ke modal berdasarkan skor kredit. Proses peminjaman yang lama dan mahal menjadi norma. Selama bank mendapatkan keuntungan, ekonomi tetap bergantung pada mereka untuk mendanai pembelian besar seperti mobil dan rumah.

    Teknologi blockchain membuka pintu bagi siapa saja di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam ekosistem pemberian pinjaman baru yang berasal dari gerakan yang dikenal sebagai Keuangan Tak Terpusat (DeFi). DeFi bertujuan untuk membawa semua aplikasi keuangan ke dalam lingkungan blockchain dengan tujuan menciptakan sistem keuangan yang lebih inklusif.

    Pemberian pinjaman peer-to-peer, yang didukung oleh blockchain, memungkinkan individu untuk meminjam dan memberikan pinjaman secara sederhana, aman, dan dengan biaya rendah tanpa batasan yang berlebihan. Dengan persaingan yang semakin ketat dalam sistem pemberian pinjaman, bank-bank juga akan merasa tekanan untuk memberikan persyaratan yang lebih menguntungkan bagi nasabah mereka.

    Dampak Blockchain pada Perdagangan Keuangan Global

    Terlibat dalam perdagangan internasional selama ini telah menjadi pekerjaan yang rumit karena adanya berbagai peraturan dan regulasi internasional yang mengatur importir dan eksportir. Pelacakan barang dan perpindahannya melalui setiap tahap masih memerlukan proses manual yang melibatkan dokumentasi serta pencatatan buku besar secara manual.

    Teknologi blockchain memungkinkan peserta dalam perdagangan keuangan untuk mencapai tingkat transparansi yang lebih tinggi melalui buku besar bersama yang akurat dalam melacak pergerakan barang di seluruh dunia. Dengan menyederhanakan dunia perdagangan keuangan yang kompleks, teknologi blockchain dapat menghemat waktu dan biaya bagi importir, eksportir, dan bisnis lainnya.

    Perjanjian yang Lebih Aman Melalui Smart Contracts

    Kontrak merupakan instrumen penting dalam melindungi individu dan perusahaan saat mereka mengadakan perjanjian, tetapi memprosesnya sering kali memerlukan upaya dan biaya tinggi. Karena kontrak seringkali rumit, pembuatannya memerlukan bantuan ahli hukum dan pekerjaan manual yang berkepanjangan.

    Smart contracts menawarkan solusi dengan otomatisasi persetujuan berbasis kode yang berjalan di atas blockchain. Dana dapat diparkir dengan aman dalam kontrak dan hanya dapat ditarik saat kondisi tertentu dalam kontrak terpenuhi.

    Smart contracts secara signifikan mengurangi tingkat kepercayaan yang diperlukan untuk mencapai persetujuan, mengurangi risiko yang terkait dengan perjanjian keuangan, serta mengurangi kemungkinan perselisihan hukum.

    Integritas dan Keamanan Data melalui Blockchain

    Berbagi data dengan perantara yang dipercayai selalu memiliki risiko kebocoran data. Selain itu, banyak institusi keuangan masih menggunakan penyimpanan manual berbasis kertas, yang meningkatkan biaya administrasi secara signifikan.

    Teknologi blockchain menyederhanakan proses dengan otomatisasi verifikasi dan pelaporan data, digitalisasi data KYC/AML dan catatan transaksi, serta memungkinkan autentikasi keuangan secara langsung. Ini membantu mengurangi risiko operasional, penipuan, dan biaya pengelolaan data dalam institusi keuangan.

    Kesimpulan

    Industri perbankan dan keuangan adalah salah satu sektor utama yang akan dipengaruhi oleh teknologi blockchain. Potensinya sangat luas, mencakup segala hal mulai dari transaksi hingga tokenisasi aset, pemberian pinjaman, kemudahan perdagangan internasional, persetujuan digital yang kuat, dan banyak lagi.

    Mengatasi tantangan teknologi dan regulasi yang diperlukan untuk sepenuhnya menggali potensi infrastruktur keuangan baru ini mungkin hanya masalah waktu.

    Sistem perbankan dan keuangan yang didasarkan pada teknologi yang meminimalisir kebutuhan akan kepercayaan, transparan, dan tanpa batas cenderung efisien dalam menciptakan ekonomi yang lebih terbuka dan terhubung secara global.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Laporan Inflasi CPI AS Rilis, Akankah Dorong Bitcoin ke Rp 430 Juta?

    Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan Agustus 2023 pada hari Rabu (13/9). Akankah harga Bitcoin (BTC) menguat?

    CPI adalah indeks utama yang mengukur perubahan harga selama periode waktu tertentu. Data tersebut mengukur kenaikan atau penurunan harga yang dibayarkan oleh konsumen perkotaan setiap bulan untuk sejumlah pasar barang dan jasa konsumen.

    Di masa lalu, laporan data inflasi yang menggembirakan telah memicu harga Bitcoin (BTC).

    Data Inflasi

    Pasar keuangan telah menunjukkan tanda-tanda antisipasi terhadap sikap The Fed yang mengharuskan mempertahankan suku bunga tetap tinggi dalam konteks data ekonomi yang kuat. Oleh karena itu, investor akan mencermati rilis data CPI bulan Agustus, untuk dapat menilai keputusan bank sentral mendatang pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dijadwalkan antara 19-20 September 2023.

    Biro sebelumnya telah melaporkan bahwa pada bulan Juli 2023, CPI untuk seluruh konsumen perkotaan meningkat 0,2%, disesuaikan secara musiman, dan naik 3,2% selama 12 bulan terakhir, tidak disesuaikan secara musiman.

    Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.
    Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.

    Baca juga: 28 Altcoin akan Token Unlock Pekan Ini, Waspada Perubahan Harga

    Sebagai perbandingan, ekspektasi pasar yang lebih luas adalah bahwa CPI untuk bulan Agustus meningkat sebesar 0,6%, sedangkan inflasi umum untuk bulan Agustus diperkirakan akan mencapai sekitar 3,6% year-on-year.

    Suku Bunga Stabil?

    CME FedWatch Tool, yang mengukur kemungkinan bahwa Fed akan mengubah suku bunga target Federal pada pertemuan FOMC mendatang, menunjukkan peluang sebesar 93% untuk suku bunga tetap stabil di level 525-550 bps pada bulan September dan hanya peluang suku bunga tersisa sebesar 56,4%. stabil pada pertemuan bulan November.

    Sementara itu, masih harus dilihat apakah harga Bitcoin akan mengalami reli setelah rilis data CPI jika pencatatan inflasi sesuai dengan yang diharapkan. Sebelumnya, CoinGape melaporkan bahwa harga BTC memiliki US$ 28,168 atau sektiar Rp 430 Juta sebagai level resistensi.

    Pada jangka waktu harian, harga telah bergulat dengan level dukungan US$ 25.000 selama beberapa waktu sekarang. Ini telah menolak harga sekali lagi, dan pasar tampaknya menargetkan rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari.

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: PayPal Luncurkan Fitur Pembayaran dengan Kripto

    Indikator-indikator ini akhirnya menunjukkan persilangan bearish di sekitar US$ 28.000, dengan 50 hari turun di bawah 200 hari. Ini adalah sinyal pergeseran tren negatif yang kuat, dan harga akhirnya mungkin menembus di bawah US$ 25.000 dan bahkan turun menuju US$ 20.000.

    Dalam jangka waktu 4 jam, segalanya terlihat sedikit lebih baik untuk BTC. Harga telah membentuk pola wedge jatuh yang besar dengan batas bawah terletak di level dukungan US$ 25.000. Harga saat ini sedang tren menuju garis tren yang lebih tinggi dari pola tersebut, dan jika terjadi penembusan bullish, kemungkinan besar akan terjadi kenaikan kembali ke zona resistensi US$ 30.000.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengenalan Binance Smart Chain (BSC)

    Anda mungkin pernah mendengar tentang Binance Chain, yang merupakan asal usul dari mata uang kripto Binance Coin (BNB). Binance Chain dirancang untuk memberikan kecepatan luar biasa dalam transaksi kripto. Namun, dalam upaya mencapai kecepatan tersebut, beberapa kompromi perlu dibuat. Salah satunya adalah kurangnya fleksibilitas Binance Chain dibandingkan dengan blockchain lainnya, terutama dalam hal kemampuan untuk diprogram.

    Binance Smart Chain (BSC) hadir untuk mengatasi keterbatasan ini. BSC adalah blockchain inovatif yang menawarkan ekosistem lengkap untuk pengembangan aplikasi terdesentralisasi dengan kinerja tinggi. Dibangun dengan fokus pada kompatibilitas lintas rantai, BSC memastikan pengguna dapat merasakan semua keunggulan terbaiknya.

    Latar Belakang

    Binance Chain, yang kemudian berganti nama menjadi BNB Beacon Chain pada tahun 2022, pertama kali diperkenalkan oleh Binance pada bulan April 2019. Tujuannya utama adalah untuk mendukung perdagangan yang terdesentralisasi dan cepat. Tak heran jika aplikasi terdesentralisasi terbesar (DApp) yang ada di Binance Chain adalah Binance DEX, yang merupakan salah satu bursa terdesentralisasi paling user-friendly. Pengguna dapat mengaksesnya melalui antarmuka web di binance.org atau melalui integrasi yang mudah dengan Trust Wallet.

    Namun, karena keterbatasan yang melekat pada blockchain dengan fokus perdagangan cepat, Binance Chain menghadapi kendala fleksibilitas. Smart contract dalam ekosistem yang dioptimalkan untuk transaksi cepat dapat mengakibatkan kepadatan jaringan. Ingatlah kasus CryptoKitties di Ethereum? Pada puncak popularitasnya, CryptoKitties bahkan membuat jaringan Ethereum terhenti.

    Masalah skalabilitas tetap menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan blockchain. Inilah peran penting yang dimainkan oleh Binance Smart Chain.

    Apa itu Binance Smart Chain?

    Binance Smart Chain (BSC) adalah blockchain yang beroperasi secara sejajar dengan BNB Beacon Chain. Berbeda dengan BNB Beacon Chain, BSC menyediakan kemampuan smart contract dan kompatibilitas dengan Mesin Virtual Ethereum (EVM). Tujuannya adalah untuk menjaga throughput tinggi dari BNB Beacon Chain sambil membawa smart contract ke dalam ekosistemnya.

    Intinya, kedua blockchain ini berjalan berdampingan secara independen. Harap dicatat bahwa BSC bukanlah solusi penskalaan lapisan kedua atau off-chain. BSC adalah blockchain yang dapat beroperasi sendiri bahkan jika BNB Beacon Chain mengalami masalah. Dengan kata lain, desain keduanya sangat mirip.

    Karena kompatibel dengan EVM, BSC diluncurkan dengan dukungan untuk alat dan DApp dari Ethereum. Ini seharusnya memudahkan pengembang dalam memindahkan proyek-proyek mereka dari Ethereum ke BSC. Bagi pengguna, ini berarti bahwa aplikasi seperti MetaMask dapat dengan mudah diatur untuk digunakan dengan BSC. Prosesnya hanya melibatkan sedikit penyesuaian pengaturan. Anda dapat mengunjungi “Panduan Penggunaan MetaMask untuk Binance Smart Chain” untuk memulai.

    Bagaimana BNB Smart Chain Beroperasi?

    Konsensus

    BNB Smart Chain mencapai tingkat waktu blok sekitar 3 detik dengan mengadopsi algoritma konsensus Proof-of-Stake. Dalam konteks BSC, digunakan suatu mekanisme yang disebut Proof of Staked Authority (PoSA). Para peserta melakukan staking BNB untuk berperan sebagai validator. Ketika mereka mengusulkan blok yang valid, mereka diberi imbalan berupa biaya transaksi dari transaksi yang terdapat dalam blok tersebut.

    Perlu dicatat bahwa, berbeda dengan banyak protokol lainnya, tidak ada pencetakan BNB baru sebagai hadiah blok karena BNB tidak mengalami inflasi. Sebaliknya, suplai BNB secara bertahap berkurang seiring berjalannya waktu karena tim BNB secara rutin melakukan pembakaran koin.

    Kompatibilitas Cross-Chain

    BNB Smart Chain dirancang untuk beroperasi secara independen namun tetap berkomplementasi dengan BNB Chain. Dual-chain architecture digunakan dengan tujuan agar pengguna dapat dengan mudah mentransfer aset dari satu blockchain ke yang lainnya. Dengan pendekatan ini, perdagangan yang cepat dapat terus berlanjut di BNB Chain, sementara aplikasi terdesentralisasi yang kuat dapat dibangun di BSC. Interoperabilitas ini memberikan pengguna ekosistem yang sangat fleksibel untuk berbagai keperluan.

    Anda dapat melakukan pertukaran antara token BEP-2 dan BEP-8 dari BNB Beacon Chain ke token BEP-20, standar baru yang diperkenalkan untuk BNB Smart Chain. Apakah Anda sudah familiar dengan format token ERC-20 di Ethereum? Jika iya, maka Anda akan dengan mudah memahami BEP-20 karena menggunakan fungsi yang serupa.

    Untuk melakukan perpindahan token dari satu chain ke chain lainnya (misalnya, dari BEP-2 ke BEP-20 atau sebaliknya), salah satu cara paling sederhana adalah dengan menggunakan Binance Chain Wallet yang tersedia sebagai ekstensi di browser Chrome dan Firefox.

    Keuangan Terdesentralisasi di BNB Smart Chain

    Anda mungkin telah mendengar tentang sejumlah aset digital seperti BTC, LTC, ETH, EOS, atau XRP yang hadir di BNB Chain dalam bentuk “Peggy coin.” Token-token ini diikat nilainya dengan aset pada blockchain asal mereka. Sebagai contoh, Anda bisa memutuskan untuk mengunci 10 BTC untuk mendapatkan 10 BTCB di BNB Chain. Dengan memiliki 10 BTCB, Anda dapat menukarnya dengan 10 BTC kapan saja. Ini berarti bahwa nilai BTCB seharusnya selalu mengikuti nilai BTC asli.

    Proses ini memungkinkan Anda untuk memindahkan aset Anda ke dalam ekosistem BNB Chain. Ingin mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana prosedur ini berlangsung? Anda dapat membaca penjelasan tentang versi token Bitcoin di Ethereum sebagai panduan.

    Berkat fleksibilitas yang ditawarkan oleh BNB Smart Chain, aset dari berbagai blockchain dapat digunakan dalam ekosistem DeFi yang sedang berkembang. Misalnya, aplikasi seperti PancakeSwap memberikan pengguna kemampuan untuk menukarkan aset tanpa harus mengandalkan pihak ketiga (serupa dengan Uniswap), melakukan farming untuk mendapatkan hasil, dan berpartisipasi dalam pemilihan proposal. 

    Proyek-proyek serupa seperti BurgerSwap dan BakerySwap juga turut memperkaya ekosistem ini. (Untuk para pemula di dunia kripto, selamat datang! Kami juga sangat antusias tentang bursa terdesentralisasi dengan nama yang menggugah selera makan).

    Penutup

    BNB Smart Chain memperluas fungsi dari Binance Chain asli dan menggabungkan serangkaian protokol terkini yang dirancang untuk mengatasi perbedaan di antara berbagai blockchain. Meskipun masih berada dalam tahap awal perkembangannya, prospek staking BNB dan kompatibilitas EVM menjadikannya platform yang sangat menarik bagi para pengembang yang ingin membangun aplikasi terdesentralisasi yang kuat.

    Apakah Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang BNB Smart Chain? Untuk penjelasan teknis yang lebih mendalam, Anda dapat merujuk ke whitepaper yang tersedia.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PayPal Luncurkan Fitur Pembayaran dengan Kripto

    Raksasa pembayaran online global, PayPal telah mengumumkan fitur baru yang memungkinkan perusahaan atau klien mereka yang bergerak di bidang web3 dapat menerima pembayaran aset kripto dari pelanggan di Amerika Serikat.

    Fitur tersebut, yang disebut PayPal On and Off Ramps, merupakan integrasi dengan layanan PayPal yang sudah ada, yang memungkinkan konsumen AS untuk membeli dan menjual kripto yang didukung PayPal.

    PayPal On dan Off Ramps akan memungkinkan wallet, dApps, dan marketplace NFT berintegrasi dengan platform pembayaran PayPal, memberikan pelanggan cara yang cepat dan lancar untuk membeli dan menjual kripto di AS. Fitur ini juga akan mendapatkan manfaat dari manajemen penipuan, penagihan balik, dan kontrol serta alat keamanan sengketa PayPal.

    Adopsi Kripto

    Ilustrasi pembayaran kripto. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi pembayaran kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Harga Bitcoin Turun, Pasar Pertimbangkan Kemungkinan Likuidasi FTX

    Menurut PayPal, klien Web3 dapat memanfaatkan fitur ini dengan terhubung ke pengalaman pembayaran PayPal yang andal dan mengembangkan basis pengguna mereka. Selain itu, pengguna wallet kripto di AS dapat mengonversi kripto mereka menjadi USD langsung dari wallet ke saldo PayPal, sehingga mereka dapat berbelanja, mengirim, menyimpan, atau mentransfer ke bank atau kartu debit mereka.

    “Dengan menambahkan Off Ramps, pengguna dompet kripto di AS dapat mengonversi kripto mereka menjadi USD langsung dari dompet ke saldo PayPal sehingga mereka dapat berbelanja, mengirim uang, menyimpan, atau mentransfer ke kartu debit atau debit mereka,” sebut pengumuman PayPal.

    PayPal On dan Off Ramps sekarang tersedia untuk pedagang web3 dan tersedia di MetaMask, salah satu dompet kripto dan ekstensi browser paling populer.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com