Tag: featured

  • Tokocrypto Kuasai Pasar Kripto Sebagai Exchange No. 1 di Indonesia

    Platform perdagangan kripto terkemuka di Indonesia, Tokocrypto, dengan bangga mengumumkan bahwa pangsa pasarnya telah meningkat secara signifikan sejak awal tahun 2022. 

    Berdasarkan dua sumber, yang pertama riset dilakukan oleh CoinGecko Juni 2023, Tokocrypto berhasil mencatat lonjakan pangsa pasar dari 23,4% pada awal tahun 2022 menjadi 43% hingga Juni 2023, menjadikan platform ini sebagai local exchange terbesar di Indonesia. Kedua, berdasarkan data CoinMarketCap, sepanjang Januari sampai Juni 2023 Tokocrypto selalu unggul dibandingkan dua pemain besar lainnya. 

    Tokocrypto berkomitmen untuk memberikan layanan berkualitas tinggi kepada para pengguna dan membangun ekosistem kripto yang kuat di Indonesia. CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, mengatakan keberhasilan raihan ini berkat dedikasi dan upaya berkelanjutan dalam memberikan pengalaman perdagangan kripto terbaik bagi para pengguna di Tanah Air.

    Berbicara tentang perjalanan perusahaan, Yudho menyoroti beberapa momen penting yang mengubah arah perusahaan di akhir tahun 2022. Melalui aksi korporasi yang strategis, Tokocrypto berhasil memperkuat struktur organisasinya. 

    “Fokus utama Tokocrypto saat ini adalah untuk membangun strategi bisnis yang kuat dan tetap menjadi nomor satu dalam hal volume perdagangan di pasar lokal. Kami telah mengarahkan kembali bisnis yang mendasar, dan ini terlihat dari angka profit dalam beberapa bulan di paruh pertama tahun ini. Jadi, dapat kami katakan bahwa, kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan kami,” kata Yudho.

    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam acara Media Gathering pada 9 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.
    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam acara Media Gathering pada 9 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Semangat Kolaborasi, Tokocrypto Meriahkan Ulang Tahun ke-2 blu

    Yudho menjelaskan dengan lebih dari 3 juta pengguna terdaftar, Tokocrypto telah mencatat prestasi mengesankan dengan rata-rata volume transaksi perdagangan kurang lebih US$ 300  juta per bulan sepanjang semester I 2023. Tokocrypto telah bertanggung jawab sebagai entitas yang mengenakan pajak pada transaksi aset kripto. Periode Januari-Mei 2023, jumlah total pajak yang telah disetorkan ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan dari transaksi para pengguna mencapai Rp 42,4 miliar.

    Tokocrypto menawarkan sejumlah besar aset kripto yang terdaftar, dengan lebih total 350 aset yang dapat diperdagangkan. Dengan begitu banyak pilihan, pengguna dapat dengan mudah menyusun portofolio yang sesuai dengan tujuan investasi mereka.

    “Pada kuartal kedua 2023, kami mulai meningkatkan komunikasi dengan pelanggan dan pasar dengan sangat baik. Kami juga berkolaborasi dengan lembaga keuangan, dimulai dengan perbankan dan akan lebih banyak lagi kolaborasi ke depan, seperti dengan e-commerce, F&B dan media group,” jelas Yudho.

    Dorong Pertumbuhan

    Tokocrypto menunjuk Wan Iqbal sebagai Chief Marketing Officer (CMO) adalah langkah strategis lainnya yang sejalan dengan semangat untuk memberikan layanan yang lebih agresif dan unggul bagi para pengguna melalui strategi pemasaran yang inovatif, memperkuat brand, serta mendorong adopsi aset digital dan kripto di Indonesia. 

    Porsi usia pengguna Tokocrypto cukup bervariasi, dengan sebagian besar pengguna berusia antara 18-30 tahun (56,7%), 31-45 tahun (33,9%), 46-55 tahun (9,4%). Saat ini, pengguna sudah menyebar di seluruh Indonesia, namun mayoritas masih berada kota-kota besar seperti di Jabodetabek, Jawa dan Bali. 

    “Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk terus memperkenalkan aset digital dan kripto ke kota-kota lainnya, pada periode Januari sampai Juni 2023, kami telah menjangkau lebih dari 27.000 orang di 22 kota di Indonesia,” kata Iqbal. 

    Dalam meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pengguna, ada sejumlah fitur baru di dalam platform di antaranya, mulai dari Bukti Pajak, Profit and Loss, Easy Buy/Sell, layanan customer support 24/7 Live Chat, Price Alert dan peluncuran IDR. Berbagai fitur yang dihadirkan akan mendorong pengguna untuk mitigasi potensi risiko dan keuntungan lebih baik.

    (ki-ka) COO Tokocrypto, Wan Iqbal dan CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam acara Media Gathering pada 9 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.
    (ki-ka) CMO Tokocrypto, Wan Iqbal dan CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis dalam acara Media Gathering pada 9 Agustus 2023. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Apa Itu Kelas Crypto Tokocrypto?

    Untuk memastikan keamanan dan transparansi, Tokocrypto juga sudah merilis Proof of Reserve (PoR) atau Bukti Cadangan yang diaudit secara akurat. Perusahaan menyadari pentingnya kepercayaan pengguna dalam menghadapi industri yang dinamis dan berkembang pesat seperti aset kripto. Dengan cara ini, pengguna dapat memastikan bahwa dana mereka disimpan secara utuh 1:1 dan dapat diverifikasi.

    “Hingga semester 1 2023 Tokocrypto menjadi exchange no. 1 di Indonesia dengan volume perdagangan terbesar dan memiliki pencapaian lainnya; Lebih dari 400.000 pengguna aktif setiap bulannya, total mobile apps download yang mencapai 4 juta dari sejak pertama diluncurkan dan menjadi komunitas terbesar di kanal telegram,” jelas Iqbal.

    Berbagai program lain untuk meningkatkan edukasi, menjangkau lagi masyarakat untuk mengenal aset kripto di mana ini juga harus diimbangin dengan memberikan benefit baik langsung dan tidak langsung. Di antaranya; kelas kripto gratis setiap minggunya bersama trader profesional, OBRAS (Obrolan Bersama Komunitas) yang diselenggarakan di kota-kota diluar pulau Jawa, Web3 on Campus bersama IDNFT yang diselenggarakan di Universitas ternama di Indonesia,” tutup Iqbal.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kabar Terkait ETF BTC Bikin Bitcoin Masih Bergerak di Bawah US$ 30K

    Pasar kripto dan Bitcoin masih dalam sentimen bearish memulai pekan ke-3 Agustus ini. BTC berada di bawah tekanan pada Senin (14/8) pagi ini. Sentimen yang menghambat laju pasar salah satu utamanya adalah ketidakpastian SEC terhadap aplikasi ETF tetap menjadi penghalang.

    Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan BTC memperpanjang penurunan beruntun pada hari Senin pagi pukul 09.00 WIB, turun 0,54% berada di level US$ 29.284 dalam 24 jam terakhir.

    “Ketidakpastian ETF Spot BTC dan aktivitas SEC terus membebani selera pembeli. Indikator teknis jangka pendek tetap bearish, menandakan pengembalian di bawah US$ 28.500,” kata Fyqieh.

    Kabar penundaan persetujuan SEC terhadap ETF Bitcoin spot oleh Ark Investment Management (ARK) yang dipimpin Cathie Wood pada Jumat (11/8) lalu membuat pelaku pasar kembali memikirkan rencana investasinya. Ada kemungkinan besar pengajuan aplikasi lainnya dari perusahaan seperti, BlackRock dan Fidelity juga akan mengalami penundaan. SEC belum mengomentari aplikasi ETF BTC spot lainnya.

    Di samping itu, kabar yang menyebutkan SEC tidak akan menyetujui ETF Bitcoin Spot juga membuat pelaku pasar kurang bergairah. Mantan Kepala SEC,  John Reed Stark memberikan pendapat tentang SEC saat ini mungkin tidak menyetujui aplikasi ETF BTC karena berbagai alasan kuat. Stark menekankan potensi perubahan peraturan yang signifikan dalam lanskap kripto akan terjadi setelah pemilu AS 2024 mendatang.

    Ketidakpastian

    Ilustrasi indeks Dolar AS dan Bitcoin.
    Ilustrasi indeks Dolar AS dan Bitcoin.

    Baca juga: 5 Faktor yang Dapat Mengirim Harga Shiba Inu ke US$ 0,01

    Menurut Fyqieh, dalam kondisi ketidakpastian ini, para investor dan pelaku pasar di pasar kripto perlu tetap waspada terhadap pergerakan harga dan berbagai kabar terkait regulasi.

    “Pasar kripto tetap menjadi sorotan global dan faktor-faktor seperti berita terkait ETF Bitcoin spot dan keputusan SEC akan terus mempengaruhi harga dan sentimen pasar dalam waktu yang akan datang,” jelasnya.

    Sementara dari ekonomi makro, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Indeks Harga Produsen (PPI) meningkat 0.3% (month-over-month) pada bulan Juli 2023. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi daripada data bulan Juni maupun estimasi pasar. 

    Kenaikan inflasi produsen tersebut kemungkinan tak cukup untuk mendesak The Fed menaikkan suku bunga lebih lanjut pada September, sehingga ekspektasi bunga saat ini tetap sama dengan seusai pengumuman FOMC terakhir. Namun, ada kemungkinan The Fed menaikkan bunga lagi pada akhir tahun jika data-data inflasi lain juga meningkat dalam periode-periode mendatang.

    Sentimen Pekan Ini

    Untuk pekan ini, pelaku pasar juga harus mencermati The Fed akan mengumumkan risalah rapat FOMC Juli pada Kamis (17/8) dini hari. Risalah ini diharapkan bisa memberi petunjuk lebih kepada pelaku pasar mengenai kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

    Dalam rapat FOMC bulan lalu, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,25-5,5% dan memberi sinyal akan ada kenaikan suku bunga ke depan. Risalah FOMC diharapkan bisa memberi tahu lebih jelas langkah The Fed ke depan dan sikapnya bisa menggerakan pasar kripto.

    “Selanjutnya, Dolar AS juga mengokohkan posisinya di pasar forex, meskipun tak ada terobosan baru. Indeks Dolar (DXY) juga kembali menguat sebesar 0,15%, berada di level 103. Penguatan harga pagi ini sedikit berpengaruh pada sentimen pasar kripto. Fear and Greed Index turun empat poin, ditutup pada level 50 dengan kategori Neutral,” tutup Fyqieh.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Node dalam Blockchain?

    Apakah Anda pernah bertanya-tanya tentang apa yang dimaksud dengan “node” dalam konteks teknologi blockchain?

    Dalam artikel ini, kita akan membahas secara komprehensif tentang apa itu node dalam blockchain, serta peran pentingnya dalam menjaga keamanan dan keandalan jaringan blockchain.

    Node dapat dianggap sebagai salah satu komponen utama yang membangun struktur blockchain, dan pemahaman yang mendalam tentang konsep ini akan membantu Anda memahami bagaimana transaksi diproses dan disimpan di dalam blockchain.

    Mari kita mulai menjelajahi konsep yang menarik ini dan mengungkap keajaiban di balik teknologi blockchain yang revolusioner.

    Definisi node dapat bervariasi tergantung pada konteksnya. Dalam konteks jaringan komputer atau telekomunikasi, node dapat berfungsi sebagai titik distribusi ulang atau sebagai endpoint komunikasi.

    Biasanya, node terdiri dari perangkat jaringan fisik. Namun, ada situasi tertentu di mana node virtual digunakan.

    Dalam konteks blockchain, node adalah titik yang memungkinkan pesan dibuat, diterima, atau dikirim. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa jenis node Bitcoin, seperti node penuh, supernode, node miner, dan klien SPV.

    Dalam sistem terdistribusi blockchain, jaringan node komputer memungkinkan Bitcoin berfungsi sebagai mata uang digital peer-to-peer (P2P) terdesentralisasi. Dengan demikian, Bitcoin didesain untuk tahan terhadap sensor dan tidak memerlukan perantara untuk melakukan transaksi antara pengguna di seluruh dunia.

    Node blockchain berfungsi sebagai titik komunikasi yang menjalankan berbagai fungsi. Komputer atau perangkat yang terhubung ke antarmuka Bitcoin dapat dianggap sebagai node karena mereka saling berkomunikasi. Node ini juga dapat mengirim informasi tentang transaksi dan blok dalam jaringan komputer terdistribusi menggunakan protokol peer-to-peer Bitcoin. Setiap node komputer memiliki fungsi khususnya sendiri, sehingga ada berbagai jenis node Bitcoin.

    Full Node

    Salah satu jenis node adalah Full node. Full node sepenuhnya mendukung dan memberikan keamanan bagi Bitcoin. Node ini juga dapat disebut sebagai node yang memvalidasi sepenuhnya karena terlibat dalam proses verifikasi transaksi dan blok berdasarkan aturan konsensus sistem. Selain itu, node penuh dapat meneruskan transaksi dan blok baru ke dalam blockchain.

    Biasanya, full node mengunduh salinan lengkap blockchain Bitcoin dengan setiap blok dan transaksi. Namun, hal ini bukan persyaratan mutlak untuk disebut “full node”, karena salinan blockchain yang disederhanakan juga dapat digunakan.

    Anda dapat menjalankan node Bitcoin penuh melalui berbagai implementasi perangkat lunak, tetapi Bitcoin Core adalah salah satu yang paling populer dan banyak digunakan. Berikut adalah persyaratan minimum untuk menjalankan full node Bitcoin Core:

    • Desktop atau laptop dengan sistem operasi Windows, Mac OS X, atau Linux terbaru.
    • Setidaknya 200 GB ruang disk kosong.
    • Setidaknya 2 GB memori (RAM).
    • Koneksi internet berkecepatan tinggi dengan kecepatan unggah setidaknya 50 kB/detik.
    • Koneksi yang tidak memiliki batasan unggah atau memiliki batasan unggah yang tinggi. Node penuh online dapat mencapai atau melampaui penggunaan unggah sebesar 200 GB/bulan dan penggunaan unduh sebesar 20 GB/bulan. Anda juga perlu mengunduh sekitar 200 GB saat pertama kali menjalankan full node.

    Sebagian besar organisasi dan pengguna sukarelawan menjalankan node Bitcoin penuh sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem Bitcoin. Pada tahun 2018, terdapat sekitar 9.700 node publik yang aktif di jaringan Bitcoin. Harap diketahui bahwa jumlah ini hanya mencakup node publik yang terlihat dan dapat diakses (juga dikenal sebagai listening node).

    Selain node publik, ada juga node tersembunyi yang tidak terlihat (non-listening node). Node-node ini biasanya beroperasi di balik firewall, menggunakan protokol tersembunyi seperti Tor, atau sengaja dikonfigurasi untuk tidak menerima koneksi.

    Dengan pemahaman yang lebih baik tentang node dalam blockchain, Anda dapat menghargai kompleksitas teknologi yang mendasarinya, serta memahami peran penting node dalam menjaga keandalan dan keamanan jaringan blockchain. Teruslah membaca artikel ini untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang topik menarik ini.

    Listening Node (Supernode)

    Pada dasarnya, supernode atau listening node adalah node penuh yang terlihat oleh publik. Node ini berkomunikasi dan memberikan informasi kepada node lain yang memutuskan untuk terhubung dengannya. Oleh karena itu, supernode berfungsi sebagai titik distribusi ulang yang juga berperan sebagai sumber data dan jembatan komunikasi.

    Supernode yang dapat diandalkan biasanya beroperasi 24/7 dan memiliki beberapa koneksi, serta mengirimkan riwayat blockchain dan data transaksi ke beberapa node di seluruh dunia. Karena itu, supernode mungkin membutuhkan daya komputasi yang lebih besar dan koneksi internet yang lebih baik daripada node penuh yang tersembunyi.

    Node Miner

    Untuk melakukan kegiatan penambangan Bitcoin (mining) dalam kondisi yang kompetitif saat ini, seseorang harus berinvestasi dalam perangkat keras khusus dan perangkat lunak penambangan. Perangkat lunak penambangan ini tidak berhubungan langsung dengan Bitcoin Core dan dijalankan secara paralel untuk menambang blok Bitcoin. Seorang penambang bisa memilih untuk beroperasi secara independen (solo miner) atau bergabung dengan grup penambang (mining pool).

    Node penuh penambang solo menggunakan salinan blockchain mereka sendiri, sementara penambang dalam grup berkolaborasi, di mana setiap penambang menyumbangkan daya komputasionalnya (hashing power). Dalam penambangan kolaboratif (mining pool), hanya administrator pool yang perlu menjalankan node penuh. Node ini bisa disebut sebagai node penuh penambang kolaboratif.

    Klien Ringan atau SPV

    Klien ringan, juga dikenal sebagai Simplified Payment Verification (SPV) client, adalah node yang menggunakan jaringan Bitcoin tetapi tidak berfungsi sebagai node penuh. Oleh karena itu, klien SPV tidak berkontribusi pada keamanan jaringan karena tidak menyimpan salinan lengkap blockchain dan tidak terlibat dalam proses verifikasi dan validasi transaksi.

    Secara singkat, dengan menggunakan metode SPV, pengguna dapat memeriksa apakah transaksi tertentu termasuk dalam suatu blok tanpa harus mengunduh seluruh data blok. Klien SPV bergantung pada informasi yang diberikan oleh node penuh lainnya (supernode). Klien ringan berfungsi sebagai titik akhir komunikasi dan digunakan oleh berbagai dompet mata uang kripto.

    Node Klien vs Mining

    Perlu diperhatikan bahwa menjalankan node penuh tidak sama dengan menjalankan node penambangan penuh. Penambang harus berinvestasi dalam perangkat keras dan perangkat lunak penambangan yang mahal, sementara siapa pun dapat menjalankan node yang memvalidasi sepenuhnya.

    Sebelum mencoba menambang blok, seorang penambang harus mengumpulkan transaksi tertunda yang sudah dianggap valid oleh node penuh. Selanjutnya, penambang membuat blok kandidat (dengan sekelompok transaksi) dan mencoba menambang blok tersebut.

    Jika penambang berhasil menemukan solusi yang valid untuk blok kandidatnya, mereka akan menyiarkan blok tersebut ke jaringan agar node penuh lainnya dapat memverifikasi keabsahan blok tersebut. Oleh karena itu, aturan konsensus ditentukan dan diamankan oleh jaringan node validator yang terdistribusi, bukan oleh para penambang.

    Kesimpulan

    Node Bitcoin berkomunikasi melalui protokol jaringan Bitcoin P2P. Dengan melakukannya, mereka menjaga integritas sistem. Node yang berperilaku buruk atau mencoba menyebarkan informasi yang salah akan segera diidentifikasi oleh node yang jujur dan akan diisolasi dari jaringan.

    Meskipun menjalankan node yang memvalidasi sepenuhnya tidak memberikan keuntungan finansial, tindakan ini sangat disarankan karena memberikan kepercayaan, keamanan, dan privasi kepada pengguna. Node penuh memastikan kepatuhan terhadap aturan, melindungi blockchain dari serangan dan penipuan (seperti double spending). Selain itu, node penuh tidak harus mengandalkan kepercayaan pada node lain, yang memungkinkan pengguna memiliki kendali penuh atas aset kripto mereka.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Manfaat dari Teknologi Blockchain – Tokocrypto News

    Blockchain, sebuah inovasi teknologi yang muncul bersama dengan mata uang kripto pertama, yakni Bitcoin, telah mengatasi batasan-batasan awalnya dan menemukan beragam manfaat luas di berbagai sektor industri.

    Pada hakikatnya, blockchain merupakan suatu sistem terdesentralisasi yang memungkinkan pencatatan transaksi dengan cara yang aman, transparan, serta tidak dapat diubah.

    Walaupun semula diidentifikasikan sebagai landasan bagi mata uang digital, potensi blockchain merambah lebih jauh, merentang ke domain seperti logistik, sektor keuangan, kesehatan, dan beraneka ragam lainnya. Artikel ini akan menguraikan dengan cermat berbagai aplikasi blockchain yang telah mengubah perspektif dan pengelolaan beragam aspek dalam kehidupan kita.

    Sejarah Singkat Teknologi Blockchain

    Wacana di balik teknologi blockchain telah ada sejak tahun 1991, namun inovasi ini belum memperoleh banyak sorotan hingga pengembangan Bitcoin dimulai pada tahun 2009. Bitcoin diciptakan oleh seseorang atau kelompok yang menggunakan alias Satoshi Nakamoto.

    Hingga saat ini, identitas sebenarnya dari Satoshi Nakamoto masih menjadi misteri, namun kontribusi teknologi yang ia perkenalkan telah memberikan dampak besar terhadap cara dunia memandang dan menggunakan uang.

    Sebagian besar teknologi ini berfungsi sebagai buku kas terdistribusi yang merekam dan melindungi data digital melalui penggunaan kriptografi. Teknologi ini sering diterapkan dalam jaringan mata uang digital (kriptocurrency), namun sifat terdesentralisasi dan keamanannya juga menjadikannya alat yang sangat bermanfaat di berbagai industri lain.

    Ilustrasi blockchain. Sumber: Pixabay.
    Ilustrasi blockchain. Sumber: Pixabay.

    Seiring dengan pertumbuhan dunia mata uang digital dan solusi berbasis blockchain, sangatlah penting bagi kita untuk memahami bagaimana teknologi inovatif ini dapat diaplikasikan dalam berbagai skenario.

    Dengan menghilangkan kebutuhan akan kepercayaan dan keamanan yang mahal, teknologi ini menawarkan efisiensi tambahan. Lebih dari itu, jaringan terdesentralisasi dapat diatur sebagai suatu basis data yang transparan, dapat diakses oleh semua pihak yang terlibat.

    Dalam konteks ini, teknologi blockchain menyediakan kapasitas untuk menghasilkan riwayat yang didistribusikan namun tetap padat. Ini juga membuka peluang untuk peningkatan performa dan keamanan dalam beragam industri dan organisasi (misalnya amal, rantai pasokan, kesehatan, dan sebagainya).

    Kegunaan Teknologi Blockchain

    Dalam Aksi Amal

    Banyak organisasi sosial di seluruh dunia berjuang menghadapi tantangan dalam manajemen sumber daya, transparansi operasional, serta pengelolaan yang efisien. Teknologi blockchain pastinya dapat membantu yayasan-yayasan ini mengoptimalkan proses penerimaan dan pengeluaran dana.

    Contoh nyata telah ada dalam integrasi teknologi blockchain dalam sektor amal. Blockchain Charity Foundation (BCF) merupakan organisasi nirlaba yang berupaya melawan kemiskinan dan ketidaksetaraan, dengan niat mendorong filantropi yang didukung oleh teknologi blockchain di seluruh dunia.

    Rantai Pasokan yang Terintegrasi

    Banyak jaringan rantai pasokan menghadapi berbagai kendala dalam transparansi dan efisiensi. Sistem manajemen saat ini masih sangat bergantung pada kepercayaan dan masih jauh dari tercapainya integrasi yang mulus antara perusahaan-perusahaan dan semua pihak yang terlibat.

    Manfaat teknologi blockchain dapat diterapkan untuk melacak seluruh proses produksi dan distribusi material dalam suatu jaringan rantai pasokan. Sebuah basis data terdistribusi sangat cocok untuk merekam dengan aman semua data yang terkait, guna memastikan otentisitas produk, serta transparansi dalam pembayaran dan pengiriman.

    Sektor Kesehatan

    Kendala operasional yang berbelit-belit, risiko kerusakan data, dan birokrasi kompleks telah menjadi tantangan serius bagi industri kesehatan. Namun, blockchain telah menunjukkan potensi besar dalam domain ini, mencakup pelacakan obat melalui rantai pasokan serta pengelolaan data pasien.

    Lebih lanjut, keamanan yang dihadirkan oleh blockchain sangatlah berharga bagi rumah sakit, karena seringkali menjadi sasaran serangan oleh para peretas yang mengejar data berharga.

    Perusahaan kini tengah mengeksplorasi potensi blockchain sebagai cara untuk menyimpan catatan kesehatan digital. Solusi semacam ini tidak hanya dapat mengurangi biaya yang berlebihan, tetapi juga meningkatkan privasi dan keakuratan.

    Pembayaran Royalti

    Musisi, pembuat game, dan para seniman sering kali menghadapi kesulitan dalam memperoleh bayaran yang pantas, baik itu akibat pembajakan digital, hubungan yang kurang menguntungkan dengan agen pihak ketiga, atau keterlambatan pembayaran royalti.

    Teknologi blockchain dapat menciptakan suatu lingkungan di mana para bakat kreatif memiliki jejak rekam yang abadi dan transparan mengenai siapa yang menggunakan, meminjam, dan/atau membeli konten mereka. Lingkungan semacam itu juga bisa memfasilitasi pembayaran melalui kontrak pintar – yaitu pelaksanaan otomatis kontrak digital.

    illustrasi apa itu blockchain
    Ilustrasi blockchain.

    Penggunaan dalam Pemerintahan

    Teknologi blockchain memiliki potensi besar untuk meningkatkan tata kelola di berbagai sektor pemerintahan. Dengan pengaturan jaringan dan operasi yang lebih demokratis, adil, dan aman, sistem berbasis blockchain bisa diadopsi sebagai cara untuk menghindari penipuan dalam pemilihan atau proses konstitusi serta meningkatkan kepercayaan.

    Tidak hanya itu, teknologi ini juga bisa digunakan sebagai senjata efektif melawan korupsi, memperkuat integritas data dan pelacakan dalam berbagai konteks, mulai dari pengumpulan pajak hingga distribusi bantuan keuangan.

    Solusi Pembayaran dan Aplikasi Terdesentralisasi (dApps)

    Ketika berbicara tentang pengiriman uang lintas negara, teknologi blockchain telah membuktikan diri sebagai solusi yang efisien. Mengirim mata uang digital kepada teman, keluarga, dan mitra di seluruh dunia kini lebih cepat dan ekonomis dibandingkan alternatif seperti bank sentral dan metode pembayaran lainnya.

    Selain itu, platform sentralisasi dan aplikasi sering kali membatasi pengguna dalam mengontrol data mereka dan tidak selalu memberi kompensasi yang adil sesuai dengan nilai yang mereka kontribusikan. Aplikasi terdesentralisasi berbasis blockchain (dApps) mengeliminasi perantara, memberi pengguna potensi untuk menikmati biaya lebih rendah, insentif yang lebih menarik, dan transaksi yang lebih efisien dalam pengiriman dan penerimaan mata uang digital.

    Sebagaimana yang diungkapkan oleh Vitalik Buterin, solusi blockchain memungkinkan individu berinteraksi secara langsung, menghapuskan kebutuhan akan perantara atau sistem sentral.

    “Istilah umum dalam sebagian besar teknologi adalah mengotomatisasi apa yang ada saat ini. Namun, blockchain mengotomatisasi pusat itu sendiri. Alih-alih menggantikan pengemudi taksi, blockchain menghilangkan Uber dan membiarkan pengemudi taksi bekerja langsung dengan penumpang.”

    Internet of Things (IoT)

    Teknologi blockchain dan Internet of Things (IoT) menjalin kolaborasi yang serasi. Blockchain sebagai teknologi terdesentralisasi sejalan dengan jaringan IoT yang sering digunakan untuk menghimpun data dari berbagai sumber tersebar.

    Dalam konteks ini, blockchain memberi kesempatan bagi organisasi untuk menyimpan buku kas abadi dan transparan untuk perangkat IoT. Semua data dan interaksi di antara perangkat dapat tercatat secara efektif. Ditambah lagi, dengan fitur-fitur keamanan dan potensi mata uang digitalnya, blockchain menciptakan lingkungan yang ideal untuk transaksi mesin-ke-mesin (M2M).

    Sebagai teknologi yang mengutamakan akurasi dan keamanan dalam transaksi, integrasi dengan IoT pun menjadi wajar, mengamankan akuntabilitas dan keakuratan data. Inilah sebabnya banyak perusahaan mengalokasikan sumber daya penting dalam pengembangan jaringan IoT berbasis blockchain.

    Kesimpulan

    Sebagai teknologi buku kas terdistribusi, blockchain memiliki potensi untuk menyediakan jaringan yang lebih aman, transparan, akuntabel, dan efisien bagi organisasi. Ini juga mendorong peningkatan privasi dan menghilangkan kebutuhan akan kepercayaan. Konsep ini bahkan membuka jalan menuju “Internet of Value” di mana pengguna bisa melakukan transaksi antarpengguna lintas batas dan pemegang aset dapat memperoleh bagian mereka.

    Inilah alasan mengapa teknologi blockchain dan mata uang digitalnya bukan hanya hadir untuk tetap eksis, melainkan juga memegang kekuatan untuk mengubah berbagai industri dan aspek kehidupan—mulai dari sektor keuangan, pertanian, hingga analisis data besar; dan dari tata pemerintahan, pemilihan umum, hingga sistem hukum.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Bitcoin Ordinals? Alternatif NFT untuk Blockchain BTC

    Bitcoin sekarang mendukung fitur yang disebut Ordinals, memungkinkan pengguna untuk mempublikasikan media on-chain dengan cara yang sebanding dengan token atau NFT yang tidak dapat dipertukarkan. Ordinal adalah hal baru yang menggemparkan Bitcoin.

    Pengembang Bitcoin telah bekerja untuk membawa token atau NFT yang tidak dapat dipertukarkan ke blockchain nomor satu selama hampir satu dekade, dimulai pada tahun 2014 dengan Counterparty, pencipta koleksi Rare Pepe NFT, diikuti oleh Stacks pada tahun 2017. Proses berkembang setelah dapat menulis atau menorehkan data konten yang disimpan menjadi saksi transaksi Bitcoin . Ini diperkenalkan dalam peningkatan SegWit ke jaringan Bitcoin pada tahun 2017.

    “Apa yang dihasilkan tim dengan Ordinals adalah jenius,” Alex Miller, CEO Hiro, pengembang platform smart contract layer-2 Stacks, mengatakan kepada Decrypt dalam sebuah wawancara. “Ini sangat inti dari etos Bitcoin karena mereka pada dasarnya mengambil beberapa hal berbeda dan menyatukannya dengan cara yang tidak diramalkan atau diharapkan oleh pembuat aslinya.”

    Apa Itu Ordinals?

    Ordinals adalah metode penyematan gambar dan media pada blockchain Bitcoin.

    Ordinals dimungkinkan oleh peningkatan ke Bitcoin yang disebut Taproot, yang diperkenalkan pada tahun 2021. Namun, Ordinals tidak digunakan sampai pengembang blockchain, Casey Rodarmor meluncurkan ordinals inscriptions pada Januari 2023.

    Penambahan ini memungkinkan pengguna untuk membuat satoshi inscribe — unit terkecil dari Bitcoin — dengan konten seperti gambar, teks, atau kode HTML.

    Langkah pertama dalam pembuatan Ordinals adalah pengguna mengunduh Bitcoin Core dan menyinkronkan node ke blockchain. Setelah sinkronisasi selesai, langkah selanjutnya adalah membuat dompet Ordinals dan mengirimkan beberapa satoshi ke wallet tersebut.

    Ilustrasi Bitcoin Ordinals. Alternatif NFT untuk Blockchain BTC. SUmber: Shutterstock.
    Ilustrasi Bitcoin Ordinals. Alternatif NFT untuk Blockchain BTC. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Rihanna Rilis NFT Lagu Terpopulernya, Kolektor Bisa Dapat Royalti

    Ordinals Berbeda dari NFT?

    Ordinal sangat mirip dengan non-fungible token (NFT) karena mengandung media. Namun, mereka berbeda dalam satu hal penting: Semua data Ordinals disimpan secara on-chain.

    Sebaliknya, NFT tradisional di Ethereum dan blockchain lainnya biasanya berisi tautan ke media yang disimpan di tempat lain — baik di layanan terdesentralisasi seperti IPFS atau di layanan terpusat seperti host web atau server data.

    Ini berarti Ordinals harus bersifat permanen dan tahan terhadap kehilangan data seperti Bitcoin itu sendiri, sedangkan NFT dapat kehilangan media tertautnya jika terjadi kegagalan layanan.

    Apakah Ordinals Ramah Energi?

    Ethereum dan banyak blockchain lainnya telah beralih ke staking, artinya transaksi NFT tidak lagi membutuhkan energi dalam jumlah besar.

    Bitcoin, bagaimanapun, masih bergantung pada proses penambangan kripto yang intensif energi. Dengan demikian, transaksi Ordinals sama menuntutnya dengan transaksi Bitcoin serupa.

    Meskipun Bitcoin tidak akan mengakhiri ketergantungannya pada penambangan, langkah-langkah dapat diambil untuk memastikan bahwa penambangan dilakukan secara berkelanjutan. Faktanya, sekitar 60% penambangan Bitcoin saat ini dilakukan dengan energi terbarukan, menurut beberapa perkiraan baru-baru ini.

    Di Mana Dapat Mengakses Ordinals?

    Ordinals dapat dilihat di Ordinals.com. Pada 26 Februari, ada lebih dari 194.000 Bitcoin Ordinals, menurut data dari Dune Research.

    ilustrasi konsep nft
    Ilustrasi NFT.

    Baca juga: Riset: Nilai Pasar NFT Indonesia Bisa Capai Rp 200 T pada Tahun 2028

    Salah satu koleksi Ordinals yang paling populer adalah Taproot Wizards, serangkaian 2.099 penyihir yang digambar dengan gaya “MS Paint.” Ini sering digunakan dalam gambar profil (PFP).

    Litecoin, yang sangat mirip dengan kode Bitcoin, juga mendukung Ordinals. Pada 25 Februari, ada 38.000 Ordinals di jaringan Litecoin.

    Bagaimana Cara Membeli atau Membuat Ordinals?

    Anda dapat membeli Ordinals dengan wallet Bitcoin yang kompatibel — yaitu wallet Sparrow . Ada langkah-langkah yang sangat spesifik yang harus diambil pengguna untuk menghindari kehilangan dana.

    Selanjutnya, untuk menjual atau membuat Ordinals, pengguna harus menjalankan Bitcoin full node. Meskipun saat ini tidak ada pasar utama tempat pengguna dapat membeli Ordinals, hal ini diperkirakan akan terjadi di masa mendatang. Pengguna baru mungkin lebih suka menunggu pasar seperti itu tiba, yang akan sangat menyederhanakan proses perdagangan Ordinal.

    Pengguna aktif harian telah meningkat selama beberapa minggu terakhir dan metrik lainnya naik. Bitcoin Ordinals melewati tolok ukur dengan berhasil mengukir lebih dari 200.000 NFT. Tonggak pencapaian ini tercapai dengan cepat, karena baru beberapa bulan sejak peluncuran Ordinals. Total Ordinals yang ditorehkan pada 1 Maret 2023 adalah 207.269, dengan ordinals tipe gambar merupakan bagian terbesar, diikuti oleh teks.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto dan Bitcoin Masih Flat saat Data Inflasi AS Rilis, Kenapa?

    Pasar kripto masih terpantau flat atau sideways menjelang akhir pekan ke-2 Agustus 2023. Padahal di pekan ini ada sentimen data inflasi AS bulan Juli yang dirilis, tapi tampaknya tidak terpengaruh.

    Harga Bitcoin (BTC) bahkan masih berada di zona merah pada Jumat (11/8) pagi, jatuh di bawah ambang batas US$ 29.500. Ethereum (ETH) juga turun sementara 10 kripto teratas CoinMarketCap diperdagangkan beragam.

    Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan pelaku pasar tampaknya merasa ada sinyal untuk langsung melakukan aksi saat angka inflasi AS terbaru dirilis. Data tersebut menunjukkan pertumbuhan inflasi dalam jumlah sedang dan sedikit sesuai dengan prediksi para ekonom. Pada bulan Juli, inflasi naik 0,2%, dan inflasi inti, tidak termasuk makanan dan energi, naik 0,2%. Alhasil, inflasi year-over-year naik ke 3,2%, dan inflasi inti naik 4,7%.

    “Seharusnya ini menjadi potensi yang mengarah ke kemungkinan penghentian atau bahkan penurunan kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September mendatang. Data CPI ini adalah salah satu yang penting, yang menandakan bahwa kemungkinan besar berada di akhir kurva kenaikan dari The Fed,” ungkap Fyqieh.

    Investor Menunggu

    Menurut ungkap Fyqieh, pelaku pasar saat ini, khususnya di AS masih tergoda dengan Money Market Fund (MMF) yang capai rekor tertinggi capai 5%. MMF adalah pasar uang yang di dalamnya ada obligasi dan SBN, jika mengalami kenaikan, maka pelaku pasar akan beralih karena percaya lebih menguntungkan daripada high risk aset, seperti kripto.

    Di samping itu, masih ada faktor penghambat laju pasar kripto lainnya. Mulai dari investor sekarang harus memeriksa data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang dirilis Jumat malam nanti sebagai ukuran utama lain dari inflasi.

    “Melihat perkiraan PPI akan ada kenaikan artinya benar inflasi naik. Jika PPI naik, maka Indeks dolar AS (DXY) naik, maka ada kemungkinan pasar kripto akan koreksi,” katanya.

    Ilustrasi Bitcoin Fear and Greed Index pada Jumat, 11 Agustus 2023. Sumber: Alternative.me.

    Baca juga: Tokocrypto Kuasai Pasar Kripto Sebagai Exchange No. 1 di Indonesia

    Sentimen lainnya adalah investor sedang menatap tenggat waktu untuk aplikasi ETF Bitcoin spot dari BlackRock dan ARK Investment yang jatuh pada tanggal 12 dan 13 Agustus. Meski kemungkinan akan ada perpanjangan waktu, tapi keputusan SEC akan dinanti dan berpengaruh pada pergerakan pasar kripto.

    Penurunan pasar kripto pagi ini berdampak negatif pada sentimen pelaku pasar. Berdasarkan Bitcoin Fear and greed index turun dua poin dibanding hari Kamis (10/8) lalu.  Saat ini berada pada level 51, sehari sebelumnya ada di 53 poin dengan kategori Neutral. Ini mengindikasi ada keraguan dari investor dan trader untuk terjun ke pasar.

    “Meskipun pasar cenderung bergerak mendatar. Situasi seperti ini bisa menjadi pertanda untuk melakukan dollar-cost averaging (DCA) bulanan, terutama menjelang bulan September,” terang Fyqieh.

    Analisis Harga Bitcoin

    BTC/USDT 4H Time Frame by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Akhir-akhir ini, harga Bitcoin mengalami konsolidasi yang cukup lama dengan pergerakan sideways. Saat ini, kita melihat bahwa harga Bitcoin telah mendapatkan dukungan kuat di sekitar US$ 29.500 dan belum menembus level support tersebut.

    “Jika harga terus berada di atas US$ 29.500, ada kemungkinan Bitcoin akan mengalami kenaikan menuju resisten terdekat di sekitar US$ 30.000. Namun, analisis tren harian menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut tanpa adanya tanda-tanda perubahan arah (reversal),” analisis Fyqieh.

    Target penurunan berada di sekitar US$ 28.322. Namun, untuk mencapai target tersebut, perlu ada konfirmasi setelah fase konsolidasi saat ini. Diperlukan kesabaran karena proses ini mungkin memerlukan waktu yang cukup lama dan bisa terasa membosankan.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apakah Data Inflasi AS Juli 2023 Bisa Dorong Sinyal Bullish Bitcoin?

    Kenaikan Bitcoin (BTC) diharapkan segera terwujud dengan dirilisnya data inflasi AS bulan Juli pada Kamis (10/8) malam. Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis laporan Consumer Price Index (CPI) Juli yang akan menggambarkan situasi ekonomi makro di Amerika Serikat sejauh ini.

    Banyak ekonom memperkirakan inflasi akan mengalami kenaikan 0,2% setiap bulan, hal yang sama seperti terlihat di bulan Juni. Pertumbuhan tahun-ke-tahun diperkirakan sebesar 3,3%, naik dari 3% pada bulan Juni. Inflasi utama, yang tidak disesuaikan dengan faktor musiman dan mencakup harga pangan dan energi sering bergejolak, memuncak pada 9,1% pada Juni 2022 dan melaju pada laju 8,5% pada Juli tahun lalu.

    CPI Inti, yang menghapus biaya makanan dan energi yang lebih fluktuatif, diperkirakan akan mencapai 0,2% pada bulan Juli, sesuai dengan angka bulan Juni. Kecepatan CPI inti tahunan diperkirakan turun menjadi 4,7% dari 4,8%. IHK Inti mencapai puncaknya di 6,5% pada Maret 2022, dan satu tahun lalu di bulan Juli, tingkat tahunannya adalah 5,9%.

    Nasib Bitcoin

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Momen Terbaik dalam Seminggu untuk Investasi Bitcoin, Kapan?

    Meskipun sulit membayangkan data CPI Juli, tetapi dapat mengubah kalkulus Bitcoin bullish sehubungan dengan kebijakan bank sentral, kejutan negatif — yaitu, CPI datang secara signifikan lebih tinggi dari yang diharapkan — dapat mengirim BTC lebih rendah karena kekhawatiran bahwa suku bunga akan naik lebih tinggi lagi.

    Setelah rilis data CPI, pasar Bitcoin dan kripto akan bersiap merespons. Dengan pasar tradisional dan bank sentral memantau dengan cermat metrik inflasi, efek riak pada pasar aset digital bisa sangat besar.

    Wall Street bersiap untuk data IHK Juli, dengan ekspektasi bahwa indeks utama dan inti akan naik 0,2% dari Juni. Hal ini akan menyesuaikan IHK inti 12 bulan menjadi 4,7% dari 4,8% bulan Juni, sementara indeks headline (YoY) diperkirakan naik menjadi 3,3% dari 3,0% bulan Juni.

    Proyeksi JP Morgan juga menandakan percepatan kembali dalam CPI AS, dengan Juli, Agustus, dan September diperkirakan masing-masing mencatatkan 3,33%, 3,46%, dan 3,32% YoY.

    Kripto Mendapat Kejutan?

    Ilustrasi inflasi AS. Foto: Reuters.
    Ilustrasi inflasi AS. Foto: Reuters.

    Baca juga: Tokocrypto Kuasai Pasar Kripto Sebagai Exchange No. 1 di Indonesia

    Analisis mendalam Fundstrat baru-baru ini menunjukkan potensi kejutan positif untuk pasar keuangan. “Tim ilmu data kami mengharapkan CPI Inti mencapai +0,15% atau MoM yang lebih baik,” kata laporan tersebut. Ini terutama di bawah perkiraan konsensus +0,22%.

    Oleh karena itu, jika data IHK sejalan dengan prediksi Fundstrat, hal itu dapat menyebabkan sikap Federal Reserve yang lebih dovish. Ini, pada gilirannya, dapat melemahkan dolar AS, memberikan dorongan potensial untuk Bitcoin dan kripto.

    pasar menilai peluang 85% tidak ada kenaikan suku bunga pada pertemuan September berikutnya menurut alat FedWatch. Akan menarik untuk melihat apakah laporan CPI hari ini mengubahnya.

    Perilisan data inflasi mengisyaratkan potensi pergerakan harga yang cepat di pasar kripto. Area di US$ 29.000 ke bawah dan US$ 30.000 ke atas tetap menjadi area utama support dan resistance saat ini. Pada saat ini, harga Bitcoin mencapai US$ 29.565.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berkilauan atau Redup? Melihat Update Pengembangan Rupiah Digital

    Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, telah mengumumkan perkembangan terbaru terkait Central Bank Digital Currency (CBDC) proyek Garuda yang juga dikenal sebagai Rupiah Digital.

    Pada sebuah konferensi pers, Rabu (2/8), Perry mengungkapkan bahwa Bank Indonesia telah menerima berbagai saran dari pelaku industri terkait Rupiah Digital pada tanggal 15 Juli 2023. Saat ini, pihak Bank Indonesia sedang melakukan kajian mendalam terhadap saran-saran tersebut.

    “Dalam rangka pematangan konsep Central Bank Digital Currency (CBDC), kami baru-baru ini menerima masukan dari industri pada bulan Juli yang lalu. Kami di Bank Indonesia saat ini tengah melaksanakan tahap evaluasi dan penyesuaian,” kata Perry dalam konferensi pers di Gedung Radius Prawiro, Jakarta Pusat, pada hari Rabu (2/8).

    Perry mengungkapkan, Bank Indonesia sebagai pihak yang mengembangkan Rupiah Digital hingga kini pihaknya masih menyiapkan proof of concept atau desain awalnya. Adapun dalam persiapannya, Gubernur Bank Indonesia menyoroti rencana pengembangan CBDC di Indonesia ke depan, mulai dari struktur, model bisnis hingga teknologinya.

    Masukan dari Industri

    Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan
    Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan.

    Baca juga: PayPal Meluncurkan Stablecoin PYUSD untuk Pembayaran dan Transfer

    Proyek Garuda, yang merupakan inisiatif dari Bank Indonesia (BI) dalam mengembangkan Rupiah Digital, telah berhasil menarik perhatian berbagai pihak sejak diumumkan. D3 Labs, sebuah perusahaan yang menghadirkan solusi berbasis teknologi blockchain, bekerja sama erat dengan Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) untuk memberikan kontribusi signifikan pada tahap awal pengembangan Rupiah Digital.

    Bank Indonesia telah membuka kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan masukan dan pandangan mengenai Consultative Paper (CP) guna mengkaji serta menyempurnakan perancangan pengembangan Rupiah Digital. Dalam CP tersebut, aspek dampak penerbitan Rupiah Digital terhadap sistem pembayaran, stabilitas keuangan, dan kebijakan moneter juga dibahas secara rinci.

    Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia, Asih Karnengsih, menjelaskan bahwa sejak diperkenalkan pada Januari 2023, Dokumen Konsultasi dari Bank Indonesia telah membuka pintu partisipasi bagi industri blockchain di Indonesia untuk turut serta dalam fase perencanaan awal pengembangan Rupiah Digital. A-B-I dan anggotanya, termasuk D3 Labs, telah bekerja keras untuk memberikan rekomendasi yang berfokus pada efisiensi dan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

    “Inisiatif ini tidak hanya mengenai teknologi semata, tetapi juga mengenai bagaimana teknologi tersebut dapat diintegrasikan dengan kebutuhan nyata masyarakat Indonesia. Kami memahami pentingnya kolaborasi. Dengan sinergi yang terjalin di antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat, kami optimis bahwa pengembangan Rupiah Digital dapat menciptakan solusi yang ideal untuk masa depan,” kata Asih.

    Dukungan D3 Labs

    Tigran Adiwirya, COO D3 Labs, menyoroti pentingnya partisipasi aktif para pelaku industri dalam mengembangkan Rupiah Digital. Ini menjadi peluang berharga untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem blockchain di Indonesia. Selain itu, penerbitan CBDC ini akan memberikan manfaat luas kepada seluruh lapisan masyarakat karena mendorong inklusivitas di sektor keuangan.

    “Pengembangan Rupiah Digital diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi. Teknologi blockchain mampu mendukung inklusi keuangan bagi masyarakat serta memastikan akses yang luas terhadap CBDC tanpa hambatan bagi individu maupun bisnis dalam melakukan transaksi keuangan,” ujar Tigran.

    Ilustrasi D3 Labs dukung Rupiah Digital. Sumber: D3 Labs.
    Ilustrasi D3 Labs dukung Rupiah Digital. Sumber: D3 Labs.

    Baca juga: 5 Faktor yang Dapat Mengirim Harga Shiba Inu ke US$ 0,01

    Dalam memperkenalkan Rupiah Digital, Tigran menyoroti pentingnya memitigasi risiko-risiko yang mungkin muncul selama proses pengeluaran dan penarikan. Bagaimana menjaga stabilitas keuangan dan menghindari risiko yang dapat diantisipasi?

    Mengokohkan Stabilitas Keuangan

    Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan oleh Bank Indonesia adalah menerapkan desain fitur khusus, seperti pembatasan kepemilikan individu terhadap CBDC dan sistem insentif berjenjang, sebagai alat untuk melindungi stabilitas keuangan.

    “Dengan pembatasan maksimal kepemilikan CBDC oleh individu, BI dapat menghindari akumulasi berlebihan oleh pihak-pihak tertentu yang berpotensi memicu kepanikan dan penarikan dana besar-besaran. Sementara itu, sistem insentif berjenjang dapat memberikan motivasi bagi pemegang CBDC untuk menjaga stabilitas serta mengurangi potensi penarikan masif yang dapat mengganggu keseluruhan sistem keuangan. Melalui pendekatan ini, BI berupaya menciptakan lingkungan aman dan stabil bagi penggunaan CBDC, sambil mengurangi risiko-risiko yang mungkin timbul dalam ekonomi,” paparnya.

    Dengan memperkenalkan Rupiah Digital dengan bijaksana dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, Bank Indonesia dapat menciptakan sistem yang aman, stabil, dan memberi keyakinan kepada masyarakat. Diharapkan dapat menjadi sarana transaksi inovatif dan nyaman bagi semua lapisan masyarakat.

    Sebagai kesimpulan, kolaborasi antara D3 Labs, A-B-I, dan seluruh pemangku kepentingan dalam industri blockchain diharapkan akan memperkuat pengembangan Rupiah Digital serta menghasilkan ekosistem yang unggul di Indonesia. Dengan mengintegrasikan teknologi blockchain dengan kebutuhan masyarakat, inisiatif ini berpotensi menciptakan solusi finansial masa depan yang inovatif, efisien, inklusif, dan kompetitif.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kolaborasi Aptos Labs dengan Microsoft, Bikin APT Melonjak Hampir 18%

    Aptos Labs dan Microsoft telah mengumumkan kemitraan strategis untuk memamerkan konvergensi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi blockchain.

    Aptos Labs, pengembang blockchain terkemuka, dan Microsoft, pendukung utama kemajuan AI melalui OpenAI, bergabung untuk menciptakan Aptos Assistant yang inovatif, chatbot bertenaga ChatGPT yang dirancang untuk memberi pengguna dan pengembang informasi dan analisis komprehensif tentang ekosistem Aptos .

    Menurut sebuah laporan oleh Yahoo Finance, tidak seperti upaya sebelumnya di ruang AI terkait kripto, yang terutama berputar di sekitar lisensi ChatGPT OpenAI, kolaborasi Aptos Labs dengan Microsoft berusaha melampaui batas.

    Inovasi AI dan Kripto

    Kemitraan ini mencakup berbagai aspek, dengan Aptos Labs meng-hosting node validator di platform komputasi awan Azure Microsoft, mengintegrasikan bahasa pemrogramannya, Move, ke dalam platform pengkodean populer Microsoft, GitHub Copilot, dan menjajaki peluang untuk terhubung dengan lembaga keuangan besar yang ingin membangun bertenaga blockchain aplikasi di Azure.

    Aptos Labs dan Microsoft telah mengumumkan kemitraan strategis. Sumber: Conseils Crypto.
    Aptos Labs dan Microsoft telah mengumumkan kemitraan strategis. Sumber: Conseils Crypto.

    Baca juga: Bitcoin Naik di Atas US$ 30K untuk Pertama Kalinya dalam Seminggu

    Rashmi Misra, General Manager of A.I. and Emerging Technologies Microsoft, mengungkapkan kegembiraannya tentang perpaduan AI dan blockchain, dengan menyatakan:

    “Persimpangan AI dan blockchain adalah salah satu kombinasi paling menarik dari teknologi baru. Dengan memadukan teknologi Aptos Labs dengan kemampuan Microsoft Azure OpenAI Service, kami bertujuan untuk mendemokratisasi penggunaan blockchain.”

    Aptos Labs telah mendapatkan dana besar sebesar US$ 400 juta dari investor, menurut Crunchbase, menyoroti kepercayaan pada kehebatan teknologi mereka. Kolaborasi dengan Microsoft semakin memantapkan posisinya sebagai pemain tangguh di ruang blockchain.

    Sementara startup AI telah mendominasi pendanaan pada tahun 2023, mengumpulkan hampir US$ 25 miliar, dibandingkan dengan sekitar $3,6 miliar untuk usaha crypto, Mo Shaikh, Co-founder dan CEO Aptos Labs, percaya bahwa AI dan blockchain tidak saling eksklusif.

    Harga APT Bangkit

    APT, token asli dari blockchain Aptos, mengalami lonjakan signifikan hampir 18% setelah pengumuman kemitraannya dengan Microsoft.

    Lonjakan ini menandai titik balik penting setelah tren turun berkepanjangan yang bertahan sejak awal Februari. Khususnya, APT telah mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$ 20 sebelum menyerah pada tren menurun.

    Grafik harian APT/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian APT/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Analisis Aset Kripto YGG hingga THETA, Potensi Bullish Pekan Ini?

    Penurunan harga APT dapat dikaitkan dengan acara pembukaan kunci pada 12 Februari, di mana Aptos merilis 4,5 juta token APT. Peristiwa pembukaan kunci, yang melibatkan pelepasan sejumlah besar token, menghasilkan tekanan jual yang meningkat, yang menyebabkan penurunan harga APT secara terus-menerus.

    Namun, pengumuman kemitraan baru-baru ini dengan Microsoft telah menyuntikkan kehidupan baru ke dalam nilai token, menghidupkan kembali minat investor dan menghasilkan lonjakan harga yang luar biasa.

    Meski mengalami beberapa retracement, APT masih memegang keuntungan 10% sejak terungkapnya kemitraan dengan Microsoft. Saat ini diperdagangkan pada US$ 7,3340, turun 63% dari level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Januari 2023.

    Secara keseluruhan, investor telah menanggapi berita ini secara positif, mengakui potensi kemitraan Aptos-Microsoft untuk mendorong inovasi dan memperluas jangkauan blockchain Aptos. Lonjakan substansial dalam harga APT mencerminkan kepercayaan yang tumbuh terhadap prospek proyek dan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi ini.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Kripto Ini Bisa Turun ke Harga Terendah Baru di Bulan Agustus 2023

    Pada bulan Agustus 2023, pasar kripto kembali menjadi sorotan perhatian dengan volatilitas yang meningkat. Seiring dengan fluktuasi yang tak terduga, empat kripto utama telah menarik perhatian para investor dan analis.

    Namun, bukan keuntungan yang menjadi pusat perbincangan, melainkan kekhawatiran akan potensi penurunan harga terendah baru yang mengintai di balik pasar digital ini. Dalam artikel ini, kami akan mengulas secara mendalam tentang empat mata uang kripto yang dianggap berpotensi untuk mengalami penurunan harga signifikan di bulan Agustus ini.

    Dengan analisis yang cermat dan data terkini, mari kita cari tahu apa yang mungkin menanti di depan untuk kripto-kripto ini berdasarkan laporan BeInCrypto.

    Cardano (ADA)

    Harga Cardano (ADA) telah mengikuti garis support naik sejak terendah tahunan US$ 0,22 pada 10 Juni. Kenaikannya cepat dan memuncak dengan tertinggi US$ 0,38 pada 14 Juli. Ini merupakan pergerakan naik sebesar 72% diukur dari tahunan rendah. Bagaimana peluang kripto ini di bulan Agustus?

    Grafik dua hari ADA/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik dua hari ADA/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Keuntungan Trading Kripto dengan Limit Order

    Namun, kripto bearish telah jatuh sejak itu. Penurunan dipicu oleh penolakan dari area resistensi horizontal US$ 0,36, yang menciptakan sumbu atas yang panjang. Alasan mengapa penolakan itu krusial adalah karena hal itu menyebabkan penembusan dari garis support naik pada 1 Agustus.

    Jika penurunan berlanjut, support terdekat berikutnya adalah di US$ 0,25, penurunan sebesar 13% diukur dari harga saat ini di US$ 0,29. Karena ini adalah area support terakhir sebelum US$ 0,15, penembusan darinya dapat mempercepat tingkat penurunan lebih jauh.

    Namun, perlu disebutkan bahwa pemutakhiran terbaru Cardano Mithril merupakan peningkatan efisiensi yang signifikan. Pendiri Cardano, Charles Hoskinson menyatakan bahwa Mithril akan sangat meningkatkan performa.

    BNB

    Harga BNB telah turun sejak mencapai level tertinggi tahunan US$ 350 pada 16 April. Pergerakan turun menyebabkan level terendah US$ 220 pada 12 Juni. Ini merupakan penurunan sebesar 37% yang diukur dari level tertinggi.

    Setelah itu, harga BNB memantul, memvalidasi area horizontal US$ 230 sebagai support. Namun, pantulannya belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

    Grafik Harian BNB/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik Harian BNB/USDT. Sumber: TradingView.

    Sebaliknya, harga BNB diperdagangkan di dalam saluran paralel naik, yang dianggap sebagai pola bearish. Fakta bahwa harga diperdagangkan di bagian bawah saluran ini semakin sejalan dengan kemungkinan terjadinya gangguan.

    Karena area US$ 230 sangat dekat dengan harga saat ini, tembusan dari saluran kemungkinan juga akan menyebabkan tembusan dari area US$ 230. Dalam hal ini, harga BNB bisa turun 20% lagi dan mencapai dukungan US$ 190, jatuh ke level terendah tahunan baru dalam prosesnya.

    Terlepas dari prediksi harga BNB yang bearish ini , pantulan yang kuat di garis support saluran dapat menyebabkan kenaikan menuju garis resistance di US$ 270. Ini dapat dipicu oleh berita positif bahwa Binance menerima lisensi operasional dari Otoritas Pengatur Aset Virtual Dubai.

    Theta Network (THETA)

    Harga THETA telah jatuh di bawah garis resistensi menurun sejak harga tertinggi sepanjang masa di US$ 15,88 pada April 2021. Garis tersebut telah berlaku selama 840 hari dan telah memicu penurunan harga sebesar 95%.

    Grafik Harian THETA/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik Harian THETA/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Tether (USDT) Jadi Stablecoin Favorit, Punya Cadangan Aset Besar

    Baru-baru ini, harga THETA ditolak pada 24 Juli. Penolakan ini mengkhawatirkan karena harga diperdagangkan sedikit di atas area support horizontal US$ 0,60. Jika THETA dipecah dari area tersebut, harga dapat dengan cepat jatuh ke US$ 0,34, penurunan sebesar 55% diukur dari harga saat ini.

    Namun, terlepas dari prediksi harga THETA yang bearish ini, penembusan dari garis resistensi turun kemungkinan akan menyebabkan kenaikan 100%, membawa harga ke US$ 1,50.

    Curve DAO (CRV)

    Harga CRV telah meningkat bersamaan dengan garis support naik sejak November 2022. Garis support tersebut telah menyebabkan banyak pemantulan sejauh ini.

    Meskipun tampaknya pemantulan dimulai pada 31 Juli, harga CRV dengan cepat turun dari garis, jatuh ke level terendah baru tahunan di US$ 0,48. Kerusakan itu bisa saja dipicu oleh kekhawatiran likuidasi pinjaman pendiri CRV, Michael Egorov.

    Grafik Harian CRV/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik Harian CRV/USDT. Sumber: TradingView.

    Namun, pemantulan berikutnya telah menyebabkan harga hampir merebut kembali garis support naik ini. Apakah CRV berhasil melakukannya atau ditolak justru dapat menentukan arah tren di masa depan.

    Terobosan kemungkinan akan menyebabkan penurunan 45% menjadi US$ 0,33 sementara penembusan kemungkinan akan menyebabkan peningkatan ke area resistensi US$ 0,85, pergerakan naik hampir 50% diukur dari harga saat ini.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com