Tag: featured

  • 5 Prediksi Masa Depan Kripto, Web3 dan Blockchain di Tahun 2023

    2022 mungkin menjadi tahun yang cukup sulit dan penuh gejolak untuk perkembangan pasar kripto, web3 dan blockchain. Namun memasuki tahun 2023, harapan adopsi kripto dan blockchain kembali meningkat.

    Seperti diketahui, banyak entitas yang mengadopsi teknologi blockchain, web3, dan kripto yang gagal atau berjuang untuk tetap bertahan. Banyak orang yang menganggap ini adalah proses yang dramatis dan diperlukan untuk kematangan keseluruhan sistem.

    Meskipun demikian, keyakinan teknologi Web3 yang muncul dari musim dingin kripto ini akan mengubah segalanya terus ada. Web3 mewakili evolusi pertukaran informasi berikutnya.

    Teknologi Blockchain akan menghadirkan cara baru untuk berinteraksi dengan internet dan secara mendasar akan mengubah cara kita terlibat satu sama lain. Berikut adalah beberapa prediksi untuk apa yang dapat kita lihat di sisi lain pada tahun 2023, menurut Cointelegraph.

    Ilustrasi investasi aset kripto
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Digital Rupiah Bakal Jadi Alat Transaksi di Ekosistem Web3

    1. Investasi Turun

    Pendanaan modal ventura kripto akan terus menurun hingga paruh pertama tahun 2023, tetapi itu belum tentu merupakan hal yang buruk. Investor tidak ingin terjerumus, jadi mereka menunggu hal-hal mencapai titik terendah sambil juga mempertimbangkan kekhawatiran ekonomi makro yang lebih luas dan risiko resesi global.

    2. Banyak Brand Masuk ke Web3

    Pada tahun 2023, banyak brand seperti Nike, Starbucks, dan Meta akan terus bereksperimen di Web3, dengan fokus berkelanjutan pada non-fungible token (NFT) sebagai format pilihan, dan dengan penekanan pada akuisisi dan keterlibatan pelanggan melalui monetisasi.

    3. Pengembangan Aplikasi dan Game Web3

    Karena biaya pengembangan aplikasi dan game Web3 turun dan biaya akuisisi pengguna naik, akan ada penekanan pada kualitas dan penemuan. Ini akan menciptakan pertumbuhan yang tidak terlalu signifikan. Seiring waktu, pengembang game maupun aplikasi akan mempelajari kembali, menciptakan platform yang sehat dan bertanggung jawab.

    Web3
    Ilustrasi Web3.

    Baca juga: Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

    4. Potensi Keuntungan Web3

    Web3 akan terus menawarkan ceruk keuntungan yang solid, dengan aplikasi yang secara fungsional merupakan tiruan dari bisnis yang ada, tetapi dengan beberapa komponen dasar blockchain. Aplikasi ini akan mengukir ceruk pasar pengguna yang menginginkan penawaran produk inti tradisional yang sama tetapi memiliki ketertarikan pada Web3, mirip dengan banyak perusahaan internet awal, seperti Amazon.

    Stablecoin akan menemukan lebih banyak kasus penggunaan di luar pasar kripto, yang akan mendorong adopsi yang lebih umum — terutama di kalangan bisnis — dan inovasi dalam web3. Penelitian dan pengembangan blockchain oleh pemerintah dan swasta akan berlanjut, dengan beberapa mengumumkan infrastruktur publik terpusat seperti central bank digital currencies (CBDC) atau infrastruktur pasar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kemendag: Transaksi Aset Kripto Capai Rp 290 Triliun di Tahun 2022

    Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan laporan bahwa nilai transaksi aset kripto hingga Desember 2022 telah capai Rp 290 triliun. Laporan tersebut diungkap dalam konferensi pers Catatan Awal Tahun 2023 Kemendag pada Senin (2/1).

    Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas, optimis sektor perdagangan Indonesia akan tumbuh positif di tahun baru 2023. Meski penuh tantangan dan dinamika ekonomi global, capaian sektor perdagangan sepanjang tahun 2022 telah memberi optimisme untuk menyambut tahun 2023. Hal

    Sektor perdagangan yang mengalami pertumbuhan adalah aset kripto. Total nilai transaksi kripto sudah mencapai lebih dari Rp 290 triliun sampai Desember 2022. Sementara, Zulhas mengungkapkan jumlah investor mencapai lebih dari 16 juta pelanggan. Kenaikan pelanggan bahkan lebih dari 700 ribu orang setiap bulan.

    Perlindungan Konsumen

    Konferensi pers catatan akhir tahun 2022 Kementerian Perdagangan yang berlangsung secara hibrida, Senin (2 Jan). Sumber: Kemendag.
    Konferensi pers catatan akhir tahun 2022 Kementerian Perdagangan yang berlangsung secara hibrida, Senin (2 Jan). Sumber: Kemendag.

    Baca juga: Sam Bankman-Fried Mengaku Tidak Bersalah dalam Kasus Penipuan FTX

    Zulhas menegaskan Kementerian Perdagangan juga memberikan perlindungan konsumen untuk perdagangan komoditas termasuk aset kripto. Mulai 2022, setiap konsumen sudah dapat mengecek profil dan legalitas usaha para pialang atau pedagang secara daring melalui situs www.ceklegalitas.bappebti.go.id.

    “Mulai 2022, setiap konsumen sudah dapat mengecek profil dan legalitas usaha para pialang atau pedagang secara online melalui situs www.ceklegalitas.bappebti.go.id,” ujar Zulhas dalam keterangan persnya.

    Lebih lanjut ia memastikan Kementerian Perdagangan selalu berupaya membuat terobosan untuk menjamin keamanan perdagangan aset kripto yang tumbuh sangat besar di Indonesia.

    Dorong Kerja Sama

    Bappebti Teken PKS dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri. Sumber: Bappebti.
    Bappebti Teken PKS dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri. Sumber: Bappebti.

    Baca juga: 3 Aset Kripto Teratas Layak Dipantau pada Januari 2023

    Bappebti Kemendag juga terus melakukan upaya perlindungan terhadap masyarakat dalam pelaksanaan perdagangan aset kripto. Untuk mewujudkan hal itu Bappebti melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

    Plt Kepala Bappebti Kementerian Perdagangan, Didid Noordiatmoko, mengatakan kerja sama dengan Dukcapil ini terkait pemanfaatan nomor induk kependudukan, data kependudukan, dan kartu tanda penduduk elektronik dalam lingkup tugas Bappebti.

    Tujuan kerja sama nantinya untuk penerapan Know Your Customer (KYC) dan Customer Due Diligence (CDD) yang berbasis Regulatory Technology (Regtech), sesuai dengan program Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) serta pengembangan senjata pemusnah masal.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sam Bankman-Fried Mengaku Tidak Bersalah dalam Kasus Penipuan FTX

    Sam Bankman-Fried (SBF) secara resmi mengaku tidak bersalah dalam kasus penipuan FTX. Pendiri dan mantan CEO FTX itu menolak keterlibatannya atas delapan dakwaan pidana AS di sidang Pengadilan Distrik AS, New York City, pada hari Selasa (3/1).

    Sidang itu Bankman-Fried dituntut pidana oleh jaksa Amerika Serikat atas penipuan dan konspirasi. Ia dituduh menggunakan aset pelanggan dari platform FTX yang sekarang bangkrut untuk mendanai permodalan melalui hedge fund Alameda Research.

    Ancaman Hukuman

    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.
    Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.

    Baca juga: JPMorgan: Kasus FTX Buka Potensi Regulasi Aset Kripto Dipercepat

    Dilaporkan TechCrunch, sebelum pengumuman, Bankman-Fried diharapkan mengaku tidak bersalah. Keputusan ini bisa berubah menjadi pertarungan hukum yang panjang, dan dia bisa menghadapi hukuman 115 tahun penjara jika terbukti bersalah atas semua tuduhan. Tanggal persidangannya telah ditetapkan pada 2 Oktober 2023.

    Pengakuan SBF yang tidak bersalah, berbeda dengan tindakan yang diambil oleh dua rekannya CEO Alameda, Caroline Ellison, dan sesama pendiri FTX, Gary Wang. Ellison dan Wang keduanya mengaku bersalah atas tuntutan pidana federal sehubungan dengan keruntuhan FTX.

    Keduanya juga menghadapi hukuman perdata dari SEC dan CFTC bersamaan dengan tuntutan pidana. Wang dan Ellison berencana untuk bekerja sama dengan jaksa dan akan menjadi saksi utama mengingat hubungan dekat mereka dengan Bankman-Fried dan FTX dan dana lindung nilai kripto Alameda yang berafiliasi.

    Siasat SBF

    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
    Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Vitalik Buterin Berbagi Pikiran Tentang Sam Bankman-Fried dan FTX

    Bulan lalu, seorang hakim AS membebaskan Bankman-Fried dengan jaminan US$ 250 juta setelah ia diekstradisi ke Amerika dari Bahama. Paket jaminan memungkinkan Bankman-Fried untuk tetap menjadi tahanan rumah di rumah orang tuanya di Palo Alto, California.

    Pengacara Bankman-Fried juga mengajukan surat ke pengadilan federal Manhattan pada hari Selasa meminta redaksi nama dua orang yang berniat untuk membantu mengamankan jaminan jutaan dolar dalam upaya untuk melindungi mereka dari perhatian publik.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Misteri Pi Network yang Mendadak Listing di Bursa Kripto Houbi

    Pi Network (PI) sedang menjadi perbincangan komunitas kripto, karena misteri listing yang dilakukan oleh exchange atau bursa kripto Houbi. Sebenarnya apa yang terjadi?

    Dilaporkan Cryptoslate pada 29 Desember 2022, bursa kripto, Huobi Global mengumumkan lsiting Pi, token asli dari Pi Network. Dalam 24 jam setelah pengumuman, harga token Pi melonjak 461,3% dari US$ 44,03 mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$ 307,49 pada 30 Desember, menurut data dari CoinGecko.

    Namun, Pi Network (PI) memperingatkan agar tidak mendaftarkan tokennya di Huobi dan bursa lainnya pada 29 Desember. Sesuai data CoinGecko, Pi saat ini juga tersedia untuk diperdagangkan di bursa terpusat, XT.COM. Selain itu, data CoinMarketCap menunjukkan bahwa Pi juga tersedia untuk diperdagangkan di bursa kripto, Hotcoin Global, BitMart, dan SuperEx.

    Tanpa Persetujuan

    Ilustrasi Pi Network.
    Ilustrasi Pi Network.

    Baca juga: Simak Serba-Serbi Pi Network, Solusi Mining Lewat Smartphone

    Menurut pernyataan Pi Network, token PI-nya terdaftar “tanpa persetujuan, otoritas, atau keterlibatan Pi Network”. Ia menambahkan bahwa PiI tidak disetujui oleh jaringan untuk diperdagangkan atau didaftarkan di bursa kripto mana pun.

    Selain itu, Pi Network juga tidak terlibat dengan daftar listing apa pun, jaringan tersebut meminta penambang PI, yang disebut Pioneers, untuk tidak terlibat dengan token terdaftar yang tidak sah.

    Pi Network mengklarifikasi bahwa tokennya berada dalam periode ‘Enclosed Network‘, di mana perdagangan Pi di bursa “dilarang secara eksplisit”. Oleh karena itu, memperdagangkan token Pi di bursa akan melanggar kebijakan Pi Network, demikian peringatan dalam pernyataan tersebut.

    Minta Delisting

    Ilustrasi Pi Network.
    Ilustrasi Pi Network.

    Baca juga: Huobi dan Visa Kolaborasi Rilis Kartu Debit Kripto Buat Belanja

    Menurut pernyataan Pi Network, periode ‘Enclosed Network‘ adalah pilihan strategis untuk fokus membangun utilitas ekosistem dan mencapai KYC/migrasi massal. Ini penting untuk membangun ekosistem yang layak sebelum peluncuran mainnet terbuka.

    Pi Network juga mengatakan telah meminta token Pi untuk dihapus atau delisting dan “mengevaluasi tindakan tambahan terkait pihak ketiga dan bursa.”

    Seorang pengguna Reddit menyebut daftar Pi Huobi sebagai “penipuan”, dan mengatakan bahwa token Pi tidak dapat disetorkan ke bursa dari wallet.

    “Harga PI yang sebenarnya adalah dalam sen,” tulis pengguna Reddit, menambahkan, “Sangat memalukan bagi Houbi untuk melakukan hal seperti ini.”

    Sementara Huobi dan bursa kripto lainnya kemungkinan akan dipaksa untuk menghapus Pi Network, ribuan investor akan kehilangan jutaan secara kumulatif dari memperdagangkan token yang diklaim palsu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dua “Raja Kripto” Cameron Winklevoss dan Barry Silbert Terlibat Twitwar

    Hubungan dua “raja kripto” Cameron Winklevoss dan Barry Silbert sedang memanas belakangan ini terkait soal utang. Keduanya, saling adu pernyataan yang membuat komunitas kripto ramai dan penasaran bagaimana dengan akhir dari perseteruan ini.

    Awalnya, Cameron Winklevoss, salah satu pendiri bursa kripto, Gemini, menunjukkan dalam surat terbuka kepada Barry Silbert, CEO Digital Currency Group – yang memiliki Genesis. Winklevoss kemudian membuat penilaian yang blak-blakan terhadap praktik bisnis DCG.

    Surat Terbuka Winklevoss

    Baca juga: 3 Aset Kripto Teratas Layak Dipantau pada Januari 2023

    Menurut surat Winklevoss yang diposting di Twitter, Genesis berutang US$ 900 juta kepada Gemini untuk dana yang dipinjamkan. Winklevoss mengklaim DCG berutang uang kepada Genesis yang belum dilunasi, yang menyebabkan Genesis gagal membayar Gemini.

    “Selama enam minggu terakhir, kami telah melakukan semua yang kami bisa untuk terlibat dengan Anda melalui itikad baik dan cara kolaboratif untuk mencapai resolusi konsensual untuk membayar kembali US$ 900 juta yang Anda berutang,” tulis Winklevoss.

    “Setiap kali kami meminta keterlibatan nyata Anda, Anda bersembunyi di balik pengacara, bankir investasi, dan proses.”

    Gemini Digugat

    Dilaporkan Cointelegraph, Gemini digugat oleh investor pada 27 Desember 2022. Gugatan tersebut menuduh Gemini terlibat dalam penipuan dan pelanggaran undang-undang sekuritas karena program Earn tidak terdaftar dan investor tidak dapat menilai risikonya sepenuhnya. Earn berhenti membayar investor pada bulan November.

    Genesis Bakal Bangkrut Potensi Kirim Bitcoin ke Titik Rendah Baru.
    Ilustrasi perusahaan kripto, Genesis. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Daftar Lima Aset Kripto Berkinerja Buruk di Tahun 2022

    Silbert membalas Winklevoss, mengeklaim bahwa Genesis telah menanggapi proposal Gemini dan bahwa DCG belum terlambat membayarnya ke Genesis. Tweet Silbert berfokus pada penolakan pembayaran yang terlewatkan, memastikan bahwa DCG tidak pernah melewatkan pembayaran bunga dan lancar pada semua pinjaman yang belum dibayar, dengan pembayaran berikutnya jatuh tempo pada Mei 2023.

    Dia juga menyebutkan upaya perusahaannya untuk mengusulkan resolusi bagi pengguna Gemini Earn pada 29 Desember, yang belum diakui.

    Winklevoss memandang perilaku Silbert sebagai tidak dapat diterima dan tidak berbudi mengingat betapa banyak orang telah mempercayakan kepadanya. Salah satu pendiri Gemini menantangnya untuk bertanggung jawab atas tindakannya sendiri dan memintanya untuk secara terbuka berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini paling lambat 8 ​​Januari mendatang.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga SOL Naik 15% Saat Solana Terima Dukungan dari Pendiri Ethereum

    Jika berbicara harga kripto Solana (SOL) akhir-akhir ini, memang memiliki performa yang kurang baik. SOL telah sepenuhnya diliputi Fear, Uncertainty, dan Doubt (FUD) sejak kecelakaan FTX.

    Hal tersebut yang mengakibatkan harga token SOL menurun jauh lebih cepat daripada kripto lainnya. Bahkan, pada akhir Desember 2022 lalu, SOL menyentuh nilai satu digit untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun. Namun, tampaknya ada perubahan pada aset digital karena mendapat dukungan dari Vitalik Buterin.

    Vitalik Buterin Tawarkan Dukungan kepada Solana

    Melalui Twitter, pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, menyatakan dukungannya kepada Solana untuk pertama kalinya. Solana yang telah menjadi pesaing terberat Ethereum, mengalami pukulan yang keras terhadap performa perusahaan akibat kebangkrutan bursa kripto, FTX.

    Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.
    Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.

    Baca juga: Investor Kripto Global Dilaporkan Tumbuh Berlipat Ganda di Tahun 2023

    Dikutip Newsbtc, Buterin tampak tidak senang bahwa pesaingnya tersebut ikut mengalami kesusahan. Dalam tweetnya, pendiri Ethereum menjelaskan bahwa “beberapa orang pintar” telah mengatakan masih ada komunitas pengembang yang baik di blockchain yang bersungguh-sungguh dan cerdas.

    Selain itu, mereka menambahkan bahwa karena orang oportunis yang mencoba menghasilkan uang dengan cepat, sekarang telah terdesak, mereka berharap jaringan Solana memiliki masa depan yang cerah.

    Buterin sendiri menjelaskan bahwa dia tidak tahu apakah yang dilakukannya ini benar. Dia berharap “masyarakat mendapat kesempatan yang adil untuk berkembang.” Tweet tersebut dibuat untuk memberikan dampak yang sangat positif bagi Solana.

    Kenaikan Harga Solana

    Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).
    Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

    Baca juga: Beli Kripto di Binance Bisa Bayar Pakai Apple Pay dan Google Pay

    Harga Solana (SOL) melihat tren naik mengikuti tweet dari pendiri Ethereum. Meskipun Solana masih jauh dari hari-hari kejayaannya, tweet Buterin telah memberikan dorongan moral yang mereka butuhkan dan pada hari Senin (2/1), harga SOL telah melonjak setinggi US$ 12 sebelum terkoreksi kembali.

    Saat ini, harga aset digital berada di atas US$ 11, naik lebih dari 15% dalam 24 jam terakhir. Pemulihan ini juga telah membantu menghapus sebagian besar kerugian yang dicatat selama seminggu terakhir, dan sekarang turun hanya 1,81% dalam 7 hari terakhir dibandingkan dengan lebih dari 20% kerugian yang dicatat minggu lalu.

    Adapun apakah SOL akan mampu mempertahankan harga saat ini dan naik lebih tinggi, tergantung pada momentum di pasar.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pendapatan Penambang Bitcoin Capai Rp 148 Triliun di Tahun 2022

    2022 telah menjadi tahun yang sulit dan berat bagi investor, trader, pebisnis aset kripto, dan penambang Bitcoin pada umumnya. Bear market yang berkepanjangan, diperburuk oleh serangkaian peristiwa ‘bencana,’ menjadi ancaman bagi para penambang.

    Penambang berurusan dengan berbagai masalah, termasuk pinjaman gagal bayar, kerugian triwulanan, dan hashrate Bitcoin melonjak yang mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Semua faktor ini memengaruhi profitabilitas para penambang dan menyebabkan tekanan jual.

    Situasi diperparah ketika harga aset kripto, termasuk Bitcoin (BTC) yang anjlok. Bitcoin yang mengalami penurunan sekitar US$ 48.000 dari 2021, telah mencapai level terendah US$ 15.590 pada akhir tahun 2022. Menurut data yang dikumpulkan dari The Block, pendapatan penambang Bitcoin mencapai US$ 9,55 miliar atau sekitar Rp 148 triliun pada tahun 2022.

    Pendapatan Turun

    Ilustrasi penambang Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi penambang Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Jumlah Pengguna NFT di Polygon Lampaui Ethereum dan Solana

    Dikutip Watcher.Guru, Bitcoin yang diperdagangkan sekitar US$ 16.693 pada saat artikel ini ditulis, telah mengalami penurunan bersama kripto lainnya. Jatuhnya harga kripto berdampak besar pada pendapatan dan keuntungan para penambang.

    Meskipun tercatat pendapatan sekitar US$ 9,55 miliar pada tahun 2022, tampak seperti jumlah yang besar, namun secara komparatif lebih rendah daripada pendapatan tahun 2021.

    Selama tahun 2021, penambang Bitcoin menghasilkan pendapatan lebih dari US$ 15 miliar, menurut data dari The Block. Ini sebenarnya dianggap sebagai peningkatan 206% dari tahun ke tahun.

    Kondisi Pasar Tak Baik

    Ilustrasi market kripto. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi market kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Misteri Pi Network yang Mendadak Listing di Bursa Kripto Houbi

    Tingginya pendapatan penambang Bitcoin pada tahun 2021 disebabkan oleh meroketnya harga BTC. Aset kripto dengan market cap terbesar itu mampu menyentuh level tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 68.789 pada 10 November 2021.

    Sementara saat ini, BTC turun 75,69% dari level tertinggi sepanjang masa. Kondisi pasar yang bermasalah pada tahun 2022 menyaksikan beberapa penambang menjual dan beberapa perusahaan lain tutup.

    Namun, sejak 2022 selesai dan 2023 dibuka, banyak yang berharap ada fase bullish dan pembalikan tren. Jika keadaan seperti itu terjadi, berharap tahun 2023 bisa menjadi tahun yang lebih baik dari tahun sebelumnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini 5 Aset Kripto yang Paling Banyak Dicari di Google Tahun 2022

    Aset kripto masih menduduki daftar pencarian teratas di Google sepanjang tahun 2022. Meski begitu, di saat kondisi market sedang lesu, rasa penasaran orang untuk menelusi kripto di Google juga mengalami penurunan.

    Menurut Google Trends, berkurangnya peminatan kripto juga mendorong pencarian internet untuk kata kunci “beli cryptocurrency” ke level terendah sejak Februari 2020.

    Dikutip Cointelegraph, “Payments Get Personal Report” tahun 2022 dari Accenture menunjukkan bahwa minat ritel terhadap aset kripto tetap tinggi, meskipun terjadi kejatuhan pasar di tahun 2022. Alasan yang diberikan responden antara lain investasi jangka panjang (28%), rasa ingin tahu (22%), spekulasi jangka pendek (21%) dan lain-lain.

    Sementara, kondisi market total kapitalisasi pasar aset kripto telah turun sekitar 70% year-to-date (YTD) — dari US$ 2,5 triliun menjadi US$ 770 juta — sebagai tanda kapitulasi besar-besaran oleh para trader dan investor.

    Bitcoin Bikin Penasaran

    10 aset kripto teratas berdasarkan pencarian bulanan AS dan global. Sumber: DollarGeek.
    10 aset kripto teratas berdasarkan pencarian bulanan AS dan global. Sumber: DollarGeek.

    Baca juga: Daftar Lima Aset Kripto Berkinerja Buruk di Tahun 2022

    Menurut DollarGeek, Bitcoin (BTC) telah muncul sebagai aset kripto yang paling banyak dicari di Google pada tahun 2022, menarik 28,41 juta pencarian bulanan di seluruh dunia.

    Minatnya tetap relatif tinggi karena para ahli menilai kualitasnya dibandingkan dengan aset kripto lainnya di industri ini. Misalnya, investor modal ventura, Tim Draper, berpikir koin yang lebih lemah akan ditinggalkan di tengah musim dingin kripto yang sedang berlangsung, sehingga menguntungkan BTC.

    Harga BTC turun hampir 65% YTD, dengan beberapa analis memperkirakan harganya bisa turun hingga US$ 10.000. Tetapi, pencarian internet selama 12 bulan terakhir mengungkapkan bahwa kebanyakan orang mencari untuk membeli BTC, bukan menjualnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebanyakan orang tidak pernah memiliki BTC.

    Ilustrasi aset kripto Dogecoin.
    Ilustrasi aset kripto Dogecoin.

    Baca juga: Daftar Lima Aset Kripto Berkinerja Baik di Tahun 2022

    Dogecoin (DOGE) menduduki posisi runner-up sebagai kripto yang menarik rata-rata 5,85 juta pencarian bulanan di seluruh dunia pada tahun 2022.

    Memecoin menjadi berita terutama karena Elon Musk, yang membeli Twitter dan menggoda pengikutnya dengan mengintegrasikan DOGE untuk pembayaran dalam aplikasi. Namun, itu juga mendapatkan daya tarik setelah terdaftar di Robinhood, platform perdagangan bebas komisi yang berbasis di Amerika Serikat.

    Di belakang DOGE, dalam daftar teratas pencarian kripto 2022 berturut-turut ada Shiba Inu (SHIB), Ethereum (ETH), dan Cardano.

    Sementara di Indonesia sendiri, meski belum ada dalam lengkap aset kripto apa saja yang paling dicari, tapi trending pencarian di Google Trends 2022, menunjukan kata kunci “Apa Itu Kripto” menempati urutan lima teratas.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar Lima Aset Kripto Berkinerja Buruk di Tahun 2022

    Market aset kripto bisa dibilang sedang berkinerja buruk secara keseluruhan pada tahun 2022 ini. Meski begitu, investasi kripto terus tumbuh dengan jumlah investor yang meningkat dibanding tahun sebelumnya.

    Cointelegraph mencatat ada sejumlah aset kripto yang dikategorikan berkinerja buruk sepanjang 2022. Mereka bergerak turun tajam dan tidak mampu bangkit dari keterpurukan market.

    Penentuan daftar tersebut menggunakan pengembalian year-to-date (YTD) tertinggi dan terendah hingga penutupan 25 Desember 2022. Secara keseluruhan, Cryptoindex.com 100 (CIX100), indeks yang melacak 100 aset kripto dengan kinerja terbaik, turun hampir 68% YTD, menunjukkan sebagian besar koin teratas berkinerja buruk pada tahun 2022.

    Lima Kripto Berkinerja Buruk Tahun 2022

    1. Terra (LUNA)

    • Performa YTD: -99,99%
    • Sektor: Smart contracts
    • Kapitalisasi Pasar: US$ 604 juta
    Grafik harga harian LUNA/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian LUNA/USD. Sumber: TradingView.

    Terra LUNA menjadi bencana bagi sektor industri aset kripto setelah valuasi pasarnya jatuh sebesar 99,99% pada bulan Mei 2022. Penguraian dimulai dengan meledaknya stablecoin algoritmik Terra, TerraUSD (UST), menandai salah satu kegagalan terbesar dalam sejarah industri kripto.

    Ledakan Terra mendorong pendirinya Do Kwon untuk menyarankan fork untuk menghidupkan kembali proyek tersebut. Akhirnya, Terra mengalami perpecahan jaringan, dengan jaringan lama sebagai Terra Classic dan rantai jaringan sebagai Terra 2.0.

    Luna Classic (LUNC) melonjak hampir 100% setelah diluncurkan pada akhir Mei 2022, sementara LUNA (LUNA2) turun sekitar 40% pada periode yang sama.

    2. FTX Token (FTT)

    Grafik harga harian FTT/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian FTT/USD. Sumber: TradingView.

    Token FTX (FTT) yang berfungsi sebagai token asli FTX turun menjadi nilainya US$ 0,84. Hal tersebut terjadi akibat FTX menghadapi krisis likuiditas di bulan November lalu.

    Token terus diperdagangkan di beberapa bursa tetapi menyertai likuiditas dan volume yang buruk. Secara teknis “mati” mengingat status FTX yang tidak berfungsi.

    Baca juga: Daftar Lima Aset Kripto Berkinerja Baik di Tahun 2022

    3. Solana (SOL)

    • Performa YTD: -93,35%
    • Sektor: Smart contracts
    • Market cap: US$ 4,11 miliar
    Grafik harga harian SOL/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian SOL/USD. Sumber: TradingView.

    Solana (SOL) mengalami penurunan hingga nilainya sempat mencapai US$ 9. Protokol blockchain layer-1 itu mengalami crash 93,35% YTD karena serangkaian berita buruk sepanjang tahun 2022. Itu termasuk enam pemadaman jaringan pada tahun iini, peretasan dengan kerugian US$ 200 juta pada wallet berbasis Solana dan Solana’s association dengan FTX.

    Hal yang lebih buruk muncul dalam bentuk tuduhan bahwa Solana tidak terdesentralisasi seperti yang diklaimnya, sehingga SOL menjadi salah satu yang berkinerja terburuk di tahun 2022.

    4. Axie Infinity (AXS)

    • Kinerja YTD: -93%
    • Sektor: Game/metaverse
    • Market cap: $775 juta
    Grafik harga harian AXS/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian AXS/USD. Sumber: TradingView.

    Axie Infinity Shard (AXS) berfungsi terutama sebagai token tata kelola untuk Axie Infinity, ekosistem game play-to-earn (P2E). Itu juga bertindak sebagai alat pembayaran yang sah di pasar Axie Infinity, di mana NFT dalam game dapat dibeli.

    Pasar AXS secara konsisten cenderung lebih rendah pada tahun 2022, karena jumlah pemain yang kurang memuaskan (yang menurunkan permintaan token), peretasan yang menyebabkan kerugian US$ 650 juta terkait blockchain Ronin Axie Infinity pada akhir Maret dan kekhawatiran seputar pembukaan 8% pasokan pada bulan Oktober.

    AXS turun sekitar 93% YTD, menjadi salah satu aset dengan kinerja terburuk di bear market saat ini.

    Baca juga: Coinbase: Penurunan Pasar NFT di Tahun 2022 Masih Wajar dan Sehat

    5. The Sandbox

    • Performa YTD: -92,50%
    • Sektor: Game/metaverse
    • Market cap: US$ 690 juta
    Grafik harga harian SAND/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian SAND/USD. Sumber: TradingView.

    Seperti Axie Infinity, The Sandbox adalah platform virtual tempat pengguna dapat membuat, memiliki, dan memonetisasi keterampilan bermain mereka menggunakan NFT dan The Sandbox (SAND) yang nilainya turun sempat mencapai US$ 0,38, token utilitas platform. Namun, meski awalnya sukses, platform tersebut sekarang memiliki kurang dari 500 pengguna unik, menurut data dari DappRadar.

    Jumlah pemilih yang lebih rendah telah memengaruhi permintaan SAND di seluruh bursa kripto, yang pada gilirannya, telah mendorong harganya turun 93,50% YTD. Faktor lain di balik penurunan suku bunga termasuk kurangnya permintaan untuk aset berisiko di lingkungan suku bunga yang lebih tinggi.

    Token kripto lain yang turun lebih dari 90% YTD adalah Fantom (FTM), Avalanche (AVAX), Algorand (ALGO), Decentraland (MANA), BitTorrent (BTT) dan lainnya.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar Lima Aset Kripto Berkinerja Baik di Tahun 2022

    Aset kripto masih menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik di tahun 2022. Meski, market kripto sedang turun, ada sejumlah aset yang memiliki performa terbaik dan terburuk sepanjang tahun ini.

    Dalam daftar yang dibuat Cointelegraph, Bitcoin dan Ethereum bukan bagian dari lima aset kripto terbaik dan berkinerja terburuk untuk tahun 2022. Penentuan daftar menggunakan pengembalian year-to-date (YTD) tertinggi dan terendah hingga penutupan 25 Desember 2022.

    Secara keseluruhan, Cryptoindex.com 100 (CIX100), indeks yang melacak 100 aset kripto dengan kinerja terbaik, turun hampir 68% YTD, menunjukkan sebagian besar koin teratas berkinerja buruk pada tahun 2022. Stablecoin secara alami dihilangkan dari daftar di bawah ini.

    Lima Kripto Berkinerja Baik Tahun 2022

    1. GMX (GMX)

    Kinerja harga GMX. Sumber: CoinMarketCap.
    Kinerja harga GMX. Sumber: CoinMarketCap.

    GMX bertindak sebagai utilitas dan token tata kelola dalam ekosistem decentralized exchange (DEX) GMX dan merupakan aset digital berkinerja terbaik di antara 100 koin teratas (tidak termasuk stablecoin).

    Tren kenaikan harga GMX sebagian besar mengambil isyarat dari runtuhnya FTX, Centralized exchange, dan listing-nya di platform perdagangan populer — termasuk Binance dan Huobi Global — sepanjang tahun 2022. Selain itu, token tersebut menguat secara mengesankan pada akhir November setelah platformnya sempat melampaui saingan DEX teratasnya, Uniwap, dalam biaya perdagangan harian.

    2. Trust Wallet Token (TWT)

    • Pengembalian YTD: 92%
    • Sektor: Platform pembayaran
    • Market cap: US$ 570 juta
    Grafik harga harian TWT/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian TWT/USD. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Analisa: Prediksi Harga Bitcoin di Bulan Januari 2023

    Trust Wallet Token (TWT) berfungsi sebagai utilitas dan token tata kelola dalam ekosistem Trust Wallet. Token bergerak lebih rendah seiring dengan pasar kripto lainnya, sebagian besar pada tahun 2022, tetapi seperti GMX, momentum kenaikannya meningkat di tengah jatuhnya bursa FTX pada bulan November.

    Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, keruntuhan FTX meningkatkan ketidakpercayaan terhadap bursa terpusat, yang mungkin telah mendorong investor untuk memindahkan dana mereka ke wallet independen seperti Trust Wallet. Spekulasi bisa memainkan peran utama dalam meningkatkan valuasi TWT.

    3. Unus Sed Leo (LEO)

    • Pengembalian YTD: -3,5%
    • Sektor: Centralized exchange
    • Market cap: US$ 3,44 miliar
    Grafik harga harian LEO/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian LEO/USD. Sumber: TradingView.

    Unus Sed Leo (LEO) berasal dari ekosistem iFinex. Token mengalami kerugian pada tahun 2022, tetapi pada -3,5%, mereka sedikit dibandingkan dengan kebanyakan koin teratas, termasuk Bitcoin dan Ethereum, yang kehilangan lebih dari 65% pada periode yang sama.

    Salah satu alasan mengapa LEO mengungguli sebagian besar aset peringkat teratas adalah janji iFinex. Khususnya, perusahaan menyatakan pada saat penjualan pribadi LEO pada tahun 2018 bahwa mereka akan mempekerjakan 27% dari pendapatannya untuk membeli kembali token sampai seluruh pasokan 985,24 juta unit dihapus dari peredaran.

    4. OKB (OKB)

    • Pengembalian YTD: -19%
    • Sektor: Centralized exchange
    • Market cap: US$ 1,38 miliar
    Grafik harga harian OKB/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian OKB/USD. Sumber: TradingView.

    OKB adalah token asli dari pertukaran OKX. Ini memberikan diskon kepada pengguna untuk biaya perdagangan, akses ke platform initial exchange offering (IEO) OKX, dan hak suara untuk token yang akan didaftarkan di bursa.

    OKB cenderung sinkron dengan pasar kripto yang lebih luas pada tahun 2022, termasuk pemulihan 150% setelah mencapai titik terendah sekitar US$ 9,50 pada bulan Juni. Retracement bullish token terjadi meskipun tidak ada peristiwa penggerak pasar utama, menunjukkan bahwa sebagian besar bersifat spekulatif.

    Baca juga: AI Prediksi Harga Bitcoin di Akhir Tahun 2022, Berapa?

    5. The Open Network (TON)

    • Pengembalian YTD: -33,5%
    • Sektor: Smart contracts
    • Market cap: US$ 3,52 miliar
    Kinerja harga TON/USD YTD. Sumber: CoinMarketCap.
    Kinerja harga TON/USD YTD. Sumber: CoinMarketCap.

    The Open Network adalah ekosistem blockchain layer-1 yang dikembangkan oleh pendiri Telegram Nikolai Durov dan Pavel Durov. Token aslinya, TON, cenderung menurun sejalan dengan aset kripto teratas lainnya selama sebagian besar tahun 2022 tetapi pulih secara mengesankan menjelang penutupan tahun.

    Periode pemulihan TON bertepatan dengan berita optimis berturut-turut. Misalnya, pada bulan Oktober, Telegram mengumumkan akan menggunakan Open Network untuk melelang nama pengguna. Demikian pula, Open Network membuat bot pada bulan berikutnya yang memungkinkan pengguna Telegram untuk memperdagangkan aset kripto dalam aplikasi.

    Meskipun demikian, TON gagal menutup semua kerugiannya, masih turun 33,5% YTD di US$ 2,36.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com