Tag: featured

  • Harga Ontology Melejit 52% dalam 24 Jam, Apa Pemicu Lonjakan ONT?

    Harga Ontology (ONT) mencatat lonjakan tajam dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan lebih dari 52% ke level $0,065449.

    Pergerakan ini menjadikan ONT sebagai salah satu altcoin dengan performa terbaik hari ini, menarik perhatian trader dan investor di tengah pasar kripto yang relatif fluktuatif.

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $61 juta dan volume perdagangan harian yang melonjak hingga $281 juta, terjadi anomali menarik: volume jauh melampaui market cap, menandakan aktivitas perdagangan yang sangat tinggi dalam waktu singkat.

    Baca Juga: Ontology (ONT) Menarik Perhatian Meski Alami Tekanan Harga Harian

    Lonjakan Volume Jadi Kunci Utama

    Salah satu faktor paling mencolok dari kenaikan ONT adalah lonjakan volume yang sangat signifikan. Volume 24 jam mencapai lebih dari empat kali kapitalisasi pasar, yang menunjukkan:

    • Aktivitas trading ekstrem
    • Masuknya spekulan jangka pendek
    • Potensi pump berbasis momentum

    Dalam kondisi seperti ini, harga dapat bergerak sangat cepat, baik naik maupun turun, tergantung pada arus likuiditas.

    Pergerakan Harga: Volatilitas Tinggi

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat ONT bergerak dalam rentang yang lebar, yakni antara $0,04283 – $0,075255.

    Kenaikan dari area bawah ke puncak menunjukkan adanya dorongan beli agresif, meskipun harga sempat mengalami koreksi ringan setelah mencapai level tertinggi.

    Perubahan harga dalam 1 jam terakhir yang sedikit negatif (-0,25%) juga mengindikasikan mulai munculnya aksi ambil untung (profit-taking).

    Pergerakan harga Ontology (ONT/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ontology (ONT/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Tren Positif dalam Beberapa Periode

    Tidak hanya dalam 24 jam, performa ONT juga menunjukkan tren positif dalam berbagai timeframe:

    • 7 hari: +43,88%
    • 30 hari: +62,70%
    • 60 hari: +12,88%
    • 90 hari: +21,29%

    Data ini menunjukkan bahwa lonjakan terbaru bukan sepenuhnya pergerakan acak, melainkan bagian dari tren naik yang sudah mulai terbentuk dalam beberapa minggu terakhir.

    Jarak dari All-Time High Masih Jauh

    Meski mengalami lonjakan signifikan, harga ONT saat ini masih sangat jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $11,18.

    Ini berarti potensi upside jangka panjang masih besar (secara teoritis), namun juga mencerminkan penurunan besar dari masa kejayaan sebelumnya.

    Hal ini penting untuk diingat agar investor tidak hanya fokus pada kenaikan jangka pendek.

    Apa yang Mendorong Kenaikan?

    Meski tidak ada katalis spesifik yang terlihat dalam data, beberapa faktor umum yang kemungkinan mendorong lonjakan ini antara lain:

    1. Momentum Trading

    Trader memanfaatkan pergerakan harga untuk masuk dan keluar dengan cepat.

    2. Likuiditas Relatif Tipis

    Kapitalisasi pasar yang kecil membuat harga lebih mudah digerakkan oleh volume besar.

    3. Rotasi ke Altcoin

    Dalam kondisi tertentu, dana berpindah dari aset besar ke altcoin berkapitalisasi kecil untuk mencari keuntungan lebih tinggi.

    Level Penting yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, beberapa level kunci ONT adalah:

    • Support terdekat: $0,055
    • Support kuat: $0,045
    • Resistance terdekat: $0,075
    • Resistance lanjutan: $0,08

    Jika harga mampu bertahan di atas $0,055, peluang untuk melanjutkan tren naik tetap terbuka. Namun, jika turun di bawah level tersebut, koreksi bisa semakin dalam.

    Risiko: Volatilitas dan Koreksi Tajam

    Lonjakan harga yang cepat sering kali diikuti oleh koreksi tajam. Risiko utama yang perlu diperhatikan aksi ambil untung besar-besaran, penurunan volume setelah hype mereda, dan pergerakan harga yang tidak stabil.

    Dalam kondisi seperti tersebut, manajemen risiko menjadi sangat penting. Melihat kondisi saat ini, ONT berada dalam fase bullish jangka pendek, namun dengan risiko tinggi.

    Artinya, potensi kenaikan masih ada, tetapi volatilitas tinggi membuat pergerakan sulit diprediksi.

    Baca Juga: Ontology Melonjak 42%, Altcoin Lawas Kembali Jadi Perhatian Pasar

    Lonjakan harga Ontology sebesar lebih dari 52% dalam 24 jam menunjukkan bagaimana altcoin berkapitalisasi kecil dapat bergerak sangat cepat dalam kondisi pasar tertentu.

    Didukung oleh volume yang sangat tinggi, ONT berhasil menarik perhatian pasar secara signifikan.

    Namun, tanpa katalis fundamental yang jelas, kenaikan ini lebih cenderung didorong oleh momentum dan spekulasi. Oleh karena itu, investor perlu berhati-hati terhadap potensi koreksi tajam.

    Dalam pasar kripto, lonjakan besar sering kali menjadi pedang bermata dua—memberikan peluang keuntungan tinggi, tetapi juga risiko yang tidak kalah besar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bukan $69.000! Data Ini Jadi Kunci Rahasia Harga Bottom Bitcoin

    Harga Bitcoin saat ini berada di kisaran 69.234 dolar AS dan mencoba mengonsolidasikan area 65.000–70.000 dolar AS sebagai support baru. Setelah sempat menyentuh level terendah di sekitar 60.000 dolar AS pada awal Februari 2026, pasar kini berada dalam fase pengujian kekuatan tren.

    Namun, di tengah kondisi ini, muncul pertanyaan penting di kalangan investor: apakah harga nominal cukup untuk menentukan apakah Bitcoin sudah mencapai titik terendah siklusnya?

    Harga Nominal Dinilai Tidak Cukup

    Harga nominal Bitcoin sangat dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran jangka pendek, termasuk aktivitas leverage di pasar derivatif. Dalam kondisi volatilitas tinggi, harga sering kali tidak mencerminkan nilai sebenarnya karena adanya spekulasi dan potensi manipulasi pasar.

    Hal ini membuat harga semata menjadi indikator yang kurang akurat untuk menentukan posisi Bitcoin dalam siklus jangka panjang.

    Peran Capitalization Models dalam Analisis

    Sebagai alternatif, analis menyoroti pentingnya penggunaan Capitalization Models seperti MVRV, NUPL, dan Puell Multiple. Model-model ini berbasis data on-chain yang lebih mencerminkan kondisi fundamental pasar dibandingkan harga semata.

    Dilaporkan Crypto Quant, jika Bitcoin kembali menembus level 60.000 dolar AS, dan secara bersamaan indikator seperti MVRV turun di bawah 1, NUPL di bawah -0,2, serta Puell Multiple di sekitar 0,35, maka kondisi tersebut dinilai sebagai zona “favorable asymmetry”.

    Zona ini menggambarkan situasi di mana risiko penurunan relatif lebih kecil dibandingkan potensi kenaikan jangka panjang, sekaligus sering dikaitkan dengan fase akumulasi oleh investor institusional.

    Baca juga: Bitcoin Balik Arah? Pembeli Muncul Usai Tekanan Jual Besar

    Indikasi Fase Akumulasi

    Konvergensi indikator tersebut biasanya terjadi saat pasar berada dalam fase kepanikan, terutama dari investor ritel. Dalam kondisi ini, investor besar cenderung mulai melakukan akumulasi secara bertahap.

    Pendekatan ini memungkinkan investor untuk melihat nilai struktural aset, bukan hanya pergerakan harga jangka pendek yang fluktuatif.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa penggunaan indikator berbasis kapitalisasi menjadi semakin relevan dalam kondisi pasar yang kompleks dan penuh volatilitas seperti saat ini.

    Menurut mereka, harga nominal sering kali menyesatkan, terutama ketika pasar dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek dan pergerakan leverage. Oleh karena itu, pendekatan berbasis data on-chain dapat membantu investor memahami posisi siklus dengan lebih objektif.

    Namun demikian, Tim Research Tokocrypto juga menekankan bahwa tidak ada satu indikator tunggal yang dapat digunakan sebagai acuan absolut. Kombinasi antara analisis on-chain, kondisi makro, dan sentimen pasar tetap diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.

    Selain itu, mereka melihat bahwa fase saat ini masih berada dalam tahap konsolidasi, di mana pasar sedang mencari keseimbangan sebelum menentukan arah selanjutnya.

    Pasar Masih Dalam Fase Penentuan

    Dengan Bitcoin yang masih bergerak di kisaran 65.000–70.000 dolar AS, pelaku pasar kini berada dalam fase menunggu konfirmasi apakah level ini benar-benar akan menjadi support jangka panjang.

    Pendekatan berbasis Capitalization Models memberikan perspektif tambahan dalam membaca siklus pasar, terutama dalam mengidentifikasi potensi titik terendah yang tidak selalu terlihat dari harga semata.

    Ke depan, arah Bitcoin akan sangat bergantung pada interaksi antara faktor teknikal, fundamental, dan kondisi makro global yang terus berkembang.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 26 Maret 2026: Sentimen Global Membaik

    Pasar kripto hari ini, Kamis (26/3) kembali menunjukkan tanda pemulihan setelah sentimen global membaik. Bitcoin berhasil menembus level $71.000, didorong oleh kabar bahwa Amerika Serikat tengah mengupayakan pembicaraan damai dengan Iran dalam waktu dekat. Gedung Putih disebut sedang mengatur negosiasi akhir pekan ini, dan klaim bahwa Iran belum menolak tawaran tersebut turut memicu optimisme pasar serta meningkatkan minat terhadap aset berisiko.

    Di tengah rebound ini, sejumlah altcoin mencatatkan kinerja positif. SUPER memimpin kenaikan dengan lonjakan 22% ke kisaran Rp2.274,66. PROVE turut menguat 20% ke Rp5.048,80, sementara ATH naik 13% dan diperdagangkan di sekitar Rp132,17. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Prospek Altcoin Potensial Hari Ini Saat Pasar Rebound

    • SUPER melesat tajam 22% dan kini berada di level Rp2.274,66.
    • PROVE menguat signifikan sebesar 20% ke posisi harga Rp5.048,80.
    • ATH naik 13% dan saat ini diperdagangkan di angka Rp132,17.

    AS Upayakan Damai dengan Iran, Bitcoin Melonjak

    • Gedung Putih atur pembicaraan damai dengan Iran akhir pekan ini.
    • AS klaim Iran belum menolak tawaran negosiasi.
    • Bitcoin tembus $71.000 berkat kabar tersebut.

    Deposit Panen Reward dengan VA BCA di Tokocrypto

    Prediksi Dogecoin: Rencana IPO SpaceX Elon Musk Beri Dampak

    • Dogecoin dekati $0,10 seiring menguatnya momentum bullish.
    • Rencana IPO SpaceX dongkrak optimisme pasar kripto.
    • Pola breakout teknikal tunjukkan potensi kenaikan DOGE 29%.

    Prospek Cardano: Peluncuran Mainnet dan UU Clarity

    • ADA incar $0,30 jelang peluncuran mainnet tengah malam.
    • Putusan Senat soal UU Klarifikasi Kripto pengaruhi sentimen.
    • Minat terbuka derivatif melonjak seiring aktifnya perdagangan ADA.

    Baca juga: Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 25 Maret 2026: Penguatan di Tengah Geopolitik

    Pasar kripto hari ini, Rabu (25/3) menunjukkan penguatan di tengah dinamika geopolitik yang masih berkembang. Arah pergerakan Bitcoin kini sangat dipengaruhi oleh respons Iran terhadap situasi konflik di Timur Tengah.

    Klaim gencatan senjata dari Israel sempat memicu sentimen positif, namun bantahan dari Iran membuat pasar kembali waspada. Dalam kondisi seperti ini, potensi gencatan senjata cenderung mendorong reli (bullish), sementara eskalasi konflik dapat meningkatkan volatilitas secara signifikan, terutama karena kaitannya dengan harga minyak global.

    Di tengah ketidakpastian tersebut, sejumlah altcoin justru mencatat performa impresif. ONT memimpin dengan lonjakan tajam hingga 60% ke level $0,06694. Token C turut menguat 32% ke $0,064067, sementara DUSK naik 17% dan diperdagangkan di sekitar $0,126815. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Prospek Altcoin Potensial Hari Ini (25 Maret)

    • ONT melesat tajam 60% dan kini berada di level $0,06694.
    • C menguat signifikan sebesar 32% ke posisi harga $0,064067.
    • DUSK naik 17% dan saat ini diperdagangkan di angka $0,126815.

    Respons Iran tentukan arah Bitcoin

    • Israel klaim gencatan senjata, Iran bantah.
    • Iran manfaatkan narasi pasar demi harga minyak.
    • Gencatan senjata memicu bullish, konflik memicu volatilitas.

    Absen aplikasi + Undang Teman Dapet Hadiah Rp60 Juta!

    Prospek DOGE, SHIB & PEPE Membaik Pasca-jeda Konflik AS-Iran

    • Harga DOGE, SHIB, dan PEPE melonjak optimis.
    • Pasar tenang berkat jeda lima hari dari Trump.
    • Kripto naik seiring meningkatnya keberanian investor.

    Goldman Sachs Prediksi Fed Pangkas Bunga meski Minyak Naik

    • Goldman: Fed pangkas bunga pada September dan Desember.
    • Harga minyak dan risiko perang tekan prospek inflasi.
    • Fed tetap waspada karena pasar antisipasi kenaikan bunga.

    Baca juga: Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader

    Tak bisa dipungkiri crypto futures trading menjadi salah satu opsi untuk mendapatkan keuntungan dari pasar kripto yang sangat populer di kalangan para trader karena dapat memberikan keuntungan cepat, meskipun dengan time-frame kecil seperti jam, hingga menit.

    Meski menawarkan potensi profit yang menarik, futures juga membawa risiko. Banyak strategi crypto futures yang sering digunakan oleh para trader seperti mulai dari scalping, swing trading, hedging, breakout trading, trend following, hingga range trading digunakan untuk menyesuaikan gaya, serta toleransi risiko tersebut.

    Maka dari itu, sebelum kamu memutuskan untuk melakukan trading dengan menggunakan futures di aset kripto, ada baiknya kamu mengetahui beberapa strategi dasar crypto futures yang umum digunakan trader tadi. Yuk simak lebih lengkap di bawah!

    Baca juga: Apa Itu Crypto Futures? Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Spot Trading

    1. Scalping

    Scalping menjadi salah satu strategi paling populer di kalangan trader crypto futures karena fokus pada keuntungan kecil tapi sering. 

    Scalping adalah strategi yang dilakukan dengan membuka dan menutup posisi dalam waktu singkat untuk mendapatkan keuntungan kecil secara konsisten, memanfaatkan pergerakan harga seperti 0,5%-1% dengan memanfaatkan fitur leverage untuk memperbesar keuntungan.

    Strategi ini cocok untuk pasar sideways, namun biaya transaksi dan funding rate bisa menggerus keuntungan jika kamu terlalu sering melakukan trading.

    2. Swing Trading

    Swing trading mengambil keuntungan dari ayunan harga baik dari dalam kondisi penurunan ke kenaikan, atau sebaliknya. 

    Strategi ini mengandalkan analisis teknikal seperti support-resistance, moving averages, dan pola harga, serta kadang dipadukan dengan analisis fundamental untuk konfirmasi arah.

    Swing trading cocok dilakukan di pasar yang sedang memiliki tren, seperti membeli saat harga rebound dari support dan jual saat mendekati resistance. Karena mengikuti tren, jika harga telah bergerak sesuai konfirmasi analisa awal, strategi ini biasanya tidak memerlukan monitoring terus-menerus seperti scalping, dan potensi profit lebih besar per trade dibanding scalping.

    3. Hedging

    Strategi hedging memiliki arti yang sama seperti namanya, yakni sebagai strategi untuk lindung nilai. Strategi ini strategi defensif dan sering dipakai oleh holder jangka panjang. 

    Strategi hedging digunakan oleh trader crypto futures untuk mengunci nilai portofolio atau mengurangi potensi kerugian saat pasar bergerak melawan posisi utama.

    Dalam praktiknya, hedging dilakukan dengan membuka posisi berlawanan dengan posisi yang sebelumnya telah dimiliki. Misalnya, mengambil posisi short untuk melindungi kepemilikan aset kripto yang ada di spot… sehingga ketika harga aset turun, kerugian pada satu sisi dapat dikompensasikan oleh keuntungan dari posisi short.

    Strategi ini sangat berguna saat pasar berada di fase volatil atau ketika ada event besar yang membuat harga sulit diprediksi karena membantu menjaga modal dan mengurangi drawdown tanpa harus menjual aset kripto yang dimiliki.

    Baca juga: Risiko Crypto Futures yang Perlu Dipahami Sebelum Trading

    4. Breakout Trading

    Breakout trading adalah teknik membuka posisi ketika harga menembus resistance (untuk long) atau support (untuk short) dengan harapan momentum akan melanjutkan arah setelah menembus area tersebut. Sebelum benar-benar memutuskan untuk membuka posisi, trader biasanya menunggu konfirmasi seperti penutupan candle di atas/bawah level atau lonjakan volume sebelum masuk.

    Strategi ini efektif pada pasar yang baru keluar dari fase konsolidasi atau sedang membentuk tren karena potensi pergerakan lebih dari 2% namun rentan terhadap false breakout.

    5. Trend Following

    Trend following adalah strategi yang berfokus untuk mengikuti arah tren utama, baik naik maupun turun dengan membuka posisi searah tren dan menahan hingga tanda pembalikan muncul.

    Trend following memanfaatkan momentum jangka menengah hingga panjang untuk menangkap pergerakan besar di pasar crypto futures. Trader biasanya menggunakan indikator sederhana seperti Moving Average Crossover (EMA 9 x EMA 21), MACD, atau Fibonacci Retracement.

    Strategi ini cocok saat pasar menunjukkan tren jelas karena memungkinkan target keuntungan lebih besar per trade dibanding scalping atau swing, namun tetap memerlukan disiplin. Penempatan stop loss, dan penggunaan trailing stop untuk mengunci profit dapat menjadi salah satu cara risiko saat trading dengan trend following. 

    Baca juga: Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko

    6. Range Trading 

    Ketika pasar tidak memiliki tren yang jelas dan bergerak sideways, banyak trader menggunakan strategi range trading.

    Range trading sendiri merupakan strategi yang memanfaatkan pergerakan harga antara level support dan resistance. Trader membuka posisi long di dekat support dan short di dekat resistance untuk menangkap pergerakan harga layaknya pantulan bola dari atas ke bawah dan sebaliknya. 

    Strategi ini membutukan identifikasi zona harga yang jelas, konfirmasi pola candlestick, dan indikator seperti RSI atau stochastic untuk mendeteksi kondisi overbought/oversold.

    Keunggulannya adalah frekuensi peluang yang relatif tinggi saat pasar tidak trending, namun risiko termasuk false breakout

    Itu dia beberapa contoh strategi dasar crypto futures yang sering digunakan oleh para trader. Apa pun pilihanmu, pastikan untuk selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading, dan pastikan menggunakan exchange resmi seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Binance. 5 Top Crypto Futures Trading Strategies for Pro Traders

    Investopedia. What Is Swing Trading?, Trend Trading: Definition and How Strategy Aims For Profit



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Altcoin Berpotensi Picu Likuidasi Besar di Akhir Maret 2026!

    Pasar kripto memasuki pekan terakhir Maret dengan sentimen fear yang kembali meningkat, mendorong banyak trader altcoin membuka posisi short secara agresif. Namun, di tengah tekanan tersebut, sejumlah altcoin justru menunjukkan potensi berlawanan yang dapat memicu likuidasi besar pada posisi short.

    Dilaporkan BeInCrypto, tiga aset yang menjadi sorotan adalah Solana (SOL), Hyperliquid (HYPE), dan Bittensor (TAO), yang masing-masing memiliki katalis kuat di tengah kondisi pasar yang masih tidak stabil.

    Solana (SOL) Berpotensi Picu Likuidasi Hingga $680 Juta

    Data liquidation map menunjukkan adanya ketidakseimbangan besar antara posisi long dan short pada Solana. Jika harga SOL naik kembali ke level $96, potensi likuidasi posisi short diperkirakan bisa mencapai hingga $680 juta.

    Beberapa faktor mendukung potensi rebound ini. Pertama, terjadi perubahan signifikan pada arus exchange sejak 17 Maret, dengan outflow harian mencapai 700.000 SOL. Hal ini mengindikasikan adanya akumulasi oleh investor saat harga melemah.

    Kedua, volume perdagangan di DEX Solana melonjak 103% dalam sepekan terakhir hingga mencapai $138,4 miliar, menjadi level tertinggi dalam satu tahun. Peningkatan aktivitas ini menunjukkan permintaan yang kembali menguat.

    Baca juga: 4 dari 10 Altcoin Nyaris di Titik Terendah, Pasar Kripto Sedang Tertekan?

    Hyperliquid (HYPE) Diuntungkan Kondisi Global

    Hyperliquid juga menunjukkan pola serupa, di mana potensi likuidasi posisi short lebih dominan. Jika harga HYPE menembus level $42, potensi likuidasi diperkirakan dapat melampaui $60 juta.

    Salah satu pendorong utama adalah pertumbuhan pasar HIP-3, yang memungkinkan perdagangan aset non-kripto seperti minyak, logam, dan indeks saham secara 24/7. Dalam tujuh hari terakhir, volume perdagangan HIP-3 mencapai sekitar $14,39 miliar, dengan open interest sebesar $1,73 miliar.

    Selain itu, ketegangan geopolitik global turut meningkatkan minat terhadap instrumen alternatif seperti yang ditawarkan oleh Hyperliquid.

    Bittensor (TAO) Didorong Sentimen dan Institusi

    Bittensor (TAO) juga mencatat peningkatan minat yang signifikan dari investor. Data menunjukkan bahwa diskusi komunitas terkait TAO meningkat 112% dalam 30 hari terakhir, dengan total mention mencapai 3,86 juta dalam 24 jam.

    Peningkatan ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk penyebutan Bittensor oleh CEO Nvidia Jensen Huang dalam podcast, serta langkah Grayscale yang membuka produk investasi berbasis TAO.

    Selain itu, pertumbuhan subnet dalam ekosistem Bittensor juga menunjukkan peningkatan dari sisi pendapatan dan aktivitas komunitas. Jika harga TAO menembus $307, potensi likuidasi short diperkirakan mencapai $27 juta.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kondisi pasar saat ini menunjukkan dinamika yang kompleks, di mana sentimen makro yang negatif justru berhadapan dengan katalis spesifik pada beberapa altcoin.

    Menurut mereka, meningkatnya posisi short di tengah fear market membuka peluang terjadinya short squeeze, terutama jika didukung oleh faktor fundamental seperti peningkatan aktivitas jaringan dan akumulasi investor.

    Namun demikian, Tim Research Tokocrypto mengingatkan bahwa volatilitas tetap tinggi, terutama dengan adanya faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi dan geopolitik global. Tanpa manajemen risiko yang baik, posisi short maupun long sama-sama berpotensi menghadapi tekanan.

    Mereka juga menekankan pentingnya memperhatikan level kunci serta momentum pasar, karena pergerakan harga dalam kondisi seperti ini cenderung cepat dan tidak linear.

    Pasar Menunggu Arah Selanjutnya

    Dengan kombinasi antara tekanan pasar dan katalis positif pada beberapa aset, pergerakan altcoin dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat fluktuatif.

    Pelaku pasar kini mencermati apakah potensi short squeeze benar-benar akan terjadi, atau justru tekanan makro akan kembali mendominasi dan menahan kenaikan harga.

    Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto Futures vs Spot Trading: Mana yang Cocok untuk Trader?

    Saat pertama kali terjun ke dunia kripto dan melakukan trading, kamu akan dihadapkan dengan dua pilihan… yakni trading menggunakan fitur futures atau trading dengan menggunakan fitur spot.

    Keduanya memang menawarkan peluang untuk mencetak keuntungan, namun dengan cara kerja, tingkat risiko, dan tuntutan keahlian yang jauh berbeda. Sebagian orang terutama pemula mungkin lebih memilih spot karena dirasa lebih aman, namun sebagian orang lagi mungkin lebih lebih memilih futures karena dirasa bisa memberikan keuntungan yang lebih signifikan.

    Sebelum kamu menetapkan pilihan trading futures atau spot, mari kita bedah perbedaan antara Crypto Futures dan Spot Trading, serta tentukan mana yang sebenarnya yang lebih cocok buat kamu yuk!

    Apa Itu Spot Trading?

    Spot trading merupakan jenis transaksi perdagangan yang bisa kamu lakukan langsung atau “on the spot”, kamu akan menerima aset setelah order beli terpenuhi dan masuk ke dalam dompet kamu secara langsung.

    Karena perdagangan ini dilakukan langsung atau “on the spot”, maka dari itu fitur ini disebut dengan Spot Trading. Saat menggunakan fitur spot keuntungan didapat dari selisih harga–seperti beli saat murah, simpan, lalu jual saat harganya naik.

    Contoh sederhana:

    • Beli Bitcoin di harga Rp500 juta.
    • Jual saat harga naik ke Rp550 juta.
    • Profit yang direalisasi = Rp50 juta.

    Karena kamu benar-benar memiliki asetnya dan tersimpan di dompet, spot trading sering dianggap lebih mudah dan aman, terutama untuk pemula.

    Apa Itu Crypto Futures?

    Berbeda dengan spot, crypto futures adalah jenis kontrak keuangan di mana kamu setuju membeli atau menjual aset kripto pada harga yang disepakati di masa depan, bukan langsung menerima koinnya saat itu juga. Karena ada janji penyelesaian di waktu mendatang, fitur ini disebut futures

    Di dunia kripto, yang paling populer adalah Perpetual Futures, sebuah kontrak tanpa tanggal kadaluarsa, jadi kamu bisa menahan posisi selama margin mencukupi dan belum terkena likuidasi.

    Singkatnya melalui fitur futures ini kamu tidak langsung memegang aset kripto secara langsung, melainkan yang kamu pegang adalah kontrak yang nilainya bergerak sesuai harga aset. 

    Di futures, kamu bisa:

    • Buka posisi long kalau kamu memiliki analisa jika harga akan naik.
    • Buka posisi short kalau memiliki analisa jika harga akan turun.

    Selain itu, futures biasanya dilengkapi dengan fitur leverage, yang memungkinkan membuka posisi lebih besar dari modal awal. Namun, leverage ini juga meningkatkan risiko kerugian.

    Lebih lengkap mengenai crypto futures, bisa baca di sini: Apa Itu Crypto Futures? Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Spot Trading

    Perbedaan Antara Crypto Futures vs Spot Trading

    Untuk membuat kamu lebih mudah memilih, berikut tabel sederhana perbandingan antara crypto futures dan spot trading:

    Aspek Spot Trading Crypto Futures
    Kepemilikan Aset Memiliki aset kripto secara langsung Tidak memiliki aset (hanya kontrak)
    Cara Profit Dari kenaikan harga Dari kenaikan & penurunan harga
    Leverage Tidak ada Tersedia (bisa memperbesar posisi)
    Risiko Relatif lebih rendah Lebih tinggi (terutama karena leverage)
    Kompleksitas Lebih sederhana dan ramah pemula Lebih kompleks

    Baca juga: Risiko Crypto Futures yang Perlu Dipahami Sebelum Trading

    Kesimpulan: Mana yang Cocok Untukmu?

    Pilihan antara trading dengan menggunakan Futures atau Spot, tentunya sangat bergantung pada profil risiko dan tujuan finansialmu.

    Pilih Spot Trading jika: 

    • Baru mulai di dunia kripto
    • Ingin investasi jangka panjang
    • Tidak ingin mengambil risiko tinggi
    • Lebih nyaman dengan strategi buy and hold

    Pilih Futures Trading jika

    • Sudah memahami cara kerja pasar kripto
    • Ingin trading aktif dalam jangka pendek
    • Ingin memanfaatkan kondisi pasar naik maupun turun
    • Siap dengan risiko yang lebih tinggi

    Meskipun begitu, pilihan pada akhirnya kembali ke gaya trading dan profil risiko masing-masing. Ada yang nyaman dengan menyimpan aset langsung lewat spot, ada pula yang memilih futures untuk fleksibilitas short/long dan potensi leverage–atau bahkan banyak juga trader menggunakan keduanya secara bersamaan, tergantung pada strategi yang ingin digunakan.

    Apa pun pilihan kamu dalam melakukan trading, baik futures atau spot trading… selalu pastikan kamu trading di exchange crypto yang terdaftar di resmi di Indonesia yang mengikuti prosedur  yang berlaku seperti Tokocrypto.

    Dapatkan potongan 20% biaya trading dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Salip BNB Lagi! Tapi Leverage Naik, Risiko Diam-Diam Mengintai

    XRP kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah berhasil menyalip BNB dan merebut posisi sebagai aset kripto terbesar keempat berdasarkan kapitalisasi pasar. Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan volume perdagangan dan meningkatnya aktivitas di pasar derivatif.

    Namun, di balik penguatan tersebut, data menunjukkan adanya peningkatan leverage yang juga membawa potensi risiko baru bagi pasar.

    XRP Tembus Resistance dan Rebut Posisi Top 4

    XRP mencatat kenaikan sekitar 11% dalam sepekan terakhir dan kini diperdagangkan di kisaran US$1,53.

    Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar XRP mencapai sekitar US$93,4 miliar, melampaui BNB dan mengembalikannya ke posisi empat besar aset kripto global.

    Pergerakan ini juga didukung oleh lonjakan volume perdagangan hingga 125%, menandakan meningkatnya minat pasar terhadap XRP.

    Open Interest Naik Signifikan

    Di sisi derivatif, open interest XRP di Binance meningkat tajam hingga sekitar 353 juta XRP.

    Dilaporkan Coindesk, angka ini naik sekitar 59% sejak Oktober 2025, meskipun harga saat ini masih berada jauh di bawah level sebelumnya.

    Peningkatan open interest ini menunjukkan bahwa trader tidak hanya mempertahankan posisi, tetapi juga menambah eksposur leverage di tengah reli harga.

    Baca juga: Holder XRP Tembus Rekor! Harga Siap Tembus $1.60?

    Struktur Pasar Berbeda dari Awal Tahun

    Kondisi saat ini berbeda dibandingkan awal tahun 2026, di mana pasar didominasi oleh penurunan leverage.

    Kini, pasar justru menunjukkan fase pembangunan kembali posisi leverage, yang mengindikasikan meningkatnya kepercayaan trader terhadap potensi kenaikan harga.

    Meski belum menyentuh level puncak sebelum crash Oktober 2025, tren ini menunjukkan adanya ruang bagi pasar untuk terus berkembang.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kenaikan harga yang dibarengi pembangunan ulang open interest menunjukkan trader derivatif mulai kembali menambah leverage ke sisi pemulihan, bukan sekadar menutup posisi lama.

    “Itu bullish selama momentum spot tetap mendukung, tapi semakin dekat OI ke level pra-crash, semakin besar juga risiko wipeout kalau breakout di area US$1,50-US$1,60 gagal bertahan,” analisanya.

    Level $1.50–$1.60 Jadi Area Krusial

    Secara teknikal, area US$1,50 hingga US$1,60 menjadi level penting yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

    Jika XRP mampu bertahan di atas zona tersebut, potensi kenaikan lanjutan terbuka lebih lebar.

    Namun, jika gagal mempertahankan level ini, risiko koreksi tetap ada, terutama dengan meningkatnya penggunaan leverage di pasar.

    Peluang dan Risiko Berjalan Bersamaan

    Peningkatan open interest dapat memberikan dukungan struktural bagi harga, namun juga meningkatkan potensi volatilitas.

    Semakin tinggi leverage yang digunakan, semakin besar pula risiko likuidasi jika terjadi pergerakan harga yang berlawanan.

    Dengan demikian, meskipun XRP menunjukkan momentum positif, pelaku pasar tetap perlu mencermati dinamika leverage yang berkembang.

    Pergerakan XRP ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan pasar mempertahankan momentum sekaligus mengelola risiko dari meningkatnya aktivitas spekulatif.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PancakeSwap Rilis Pancake Town, Padukan AI Agent dan DeFi

    Platform decentralized exchange (DEX) PancakeSwap kembali memperluas inovasi produknya dengan meluncurkan AI World yang juga dikenal sebagai “Pancake Town”, sebuah lingkungan interaktif berbasis AI agent yang dapat diakses langsung melalui browser tanpa memerlukan instalasi tambahan.

    Peluncuran ini menjadi salah satu eksperimen terbaru di sektor DeFi (Decentralized Finance) yang mencoba menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan pengalaman pengguna yang lebih interaktif dan gamified.

    Melalui Pancake Town, pengguna dapat menjelajahi berbagai fitur DeFi dengan cara yang lebih visual dan intuitif, sekaligus memanfaatkan alat berbasis AI untuk menemukan peluang trading maupun yield farming.

    Baca Juga: Coinbase Pertimbangkan PancakeSwap, BNB Chain Catat Volume Rekor

    AI Agent untuk Membantu Aktivitas DeFi

    Salah satu fitur utama dalam Pancake Town adalah hadirnya berbagai AI Skills yang dirancang untuk membantu pengguna membuat keputusan dalam ekosistem DeFi.

    Menurut laporan Coinmarketcal, AI World Pancake Town membawa beberapa fitur bagi penggunanya, antara lain:

    1. Swap Planner
    Fitur ini membantu pengguna mencari rute swap terbaik antar aset kripto dengan mempertimbangkan faktor seperti harga, likuiditas, dan efisiensi biaya transaksi.

    2. Liquidity Planner
    Tool ini memungkinkan pengguna mengevaluasi berbagai liquidity pool (LP) untuk menemukan peluang penyediaan likuiditas dengan potensi imbal hasil yang menarik.

    3. Farming Planner
    Fitur ini membantu pengguna mengidentifikasi peluang yield farming terbaik dengan menampilkan informasi mengenai APR pool, risiko, serta potensi keuntungan yang tersedia.

    Melalui kombinasi fitur tersebut, PancakeSwap berupaya menyederhanakan proses analisis DeFi yang selama ini sering dianggap rumit bagi pengguna baru.

    Antarmuka Gamified untuk Pengalaman Baru

    Berbeda dengan dashboard DeFi tradisional yang cenderung berbasis tabel dan data teknis, Pancake Town menawarkan pendekatan yang lebih gamified.

    Dalam world interaktif ini, pengguna dapat menjelajahi berbagai fitur DeFi layaknya berada di sebuah kota digital. Setiap area atau fitur di dalamnya mewakili aktivitas tertentu seperti swap, staking, atau farming.

    Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan engagement pengguna serta membuat pengalaman eksplorasi DeFi menjadi lebih intuitif.

    Selain itu, karena platform ini berjalan langsung di browser, pengguna dapat mengaksesnya tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan atau melakukan instalasi perangkat lunak.

    Menggabungkan Fungsi AI dan DeFi

    Peluncuran AI World juga menunjukkan bagaimana sektor kripto terus bereksperimen dengan integrasi teknologi AI.

    Dalam beberapa tahun terakhir, narasi AI x Crypto menjadi salah satu tema yang semakin populer di industri blockchain.

    Banyak proyek mencoba memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi analisis data, otomatisasi trading, hingga pengalaman pengguna.

    Bagi PancakeSwap, integrasi AI dalam bentuk agent dan planner ini berpotensi membantu pengguna memahami kompleksitas DeFi dengan cara yang lebih sederhana.

    Potensi Dampak terhadap Token CAKE

    Peluncuran fitur baru ini juga memicu diskusi mengenai potensi dampaknya terhadap token asli ekosistem PancakeSwap, yaitu PancakeSwap (CAKE).

    Menurut tim riset dari Tokocrypto, inovasi ini dapat menjadi katalis naratif yang menarik bagi komunitas, meskipun dampak langsung terhadap harga token masih belum tentu signifikan.

    “Untuk CAKE, ini menarik sebagai katalis naratif di persimpangan AI dan DeFi karena bisa meningkatkan rasa penasaran user dan engagement produk. Tapi ini masih lebih terlihat sebagai layer UX/gamifikasi daripada upgrade tokenomics inti, jadi dampak harga yang kuat kemungkinan butuh data penggunaan riil atau monetisasi yang jauh lebih konkret,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Secara tidak langsung, meskipun fitur ini dapat meningkatkan minat pengguna, pengaruhnya terhadap nilai token kemungkinan akan bergantung pada adopsi nyata dan aktivitas pengguna di platform.

    Persaingan di Sektor DeFi Semakin Ketat

    Inovasi seperti Pancake Town muncul di tengah persaingan yang semakin ketat di sektor DeFi.

    Berbagai platform DEX dan protokol DeFi kini berlomba menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih ramah, terutama untuk menarik pengguna baru yang sebelumnya merasa kesulitan memahami mekanisme DeFi.

    Integrasi AI juga menjadi salah satu cara bagi proyek kripto untuk membedakan diri dari kompetitor, sekaligus mengikuti tren teknologi yang sedang berkembang.

    Baca Juga: BNB Bertahan di $668, Didukung PancakeSwap dan Strategi Binance

    Peluncuran AI World “Pancake Town” oleh PancakeSwap menandai upaya baru untuk menggabungkan teknologi AI dengan ekosistem DeFi melalui pengalaman yang lebih interaktif dan mudah diakses.

    Dengan fitur seperti Swap Planner, Liquidity Planner, dan Farming Planner, pengguna kini memiliki alat berbasis AI untuk menjelajahi peluang DeFi secara lebih efisien.

    Meski demikian, dampak jangka panjang terhadap token CAKE kemungkinan akan sangat bergantung pada seberapa besar adopsi pengguna terhadap fitur ini serta apakah platform mampu menciptakan model monetisasi yang berkelanjutan.

    Jika berhasil menarik minat pengguna secara luas, Pancake Town bisa menjadi contoh bagaimana AI dan DeFi dapat berpadu untuk menciptakan pengalaman finansial digital yang lebih cerdas dan interaktif.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin Diam-diam Jadi Tulang Punggung Kripto, Bukan Bitcoin

    Stablecoin kini semakin menunjukkan peran penting dalam ekosistem kripto, dengan data on-chain terbaru mengindikasikan bahwa aset ini telah berkembang menjadi infrastruktur utama dalam keuangan digital berbasis blockchain.

    DIlaporkan Crypto Quant, pertumbuhan jumlah pengguna dan kapitalisasi pasar yang signifikan menjadi bukti bahwa stablecoin tidak lagi sekadar alat trading, tetapi juga digunakan secara luas dalam berbagai aktivitas finansial.

    Adopsi Stablecoin Terus Meningkat

    Data blockchain menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif yang menggunakan stablecoin berbasis ERC-20 meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

    Saat ini, total kapitalisasi pasar stablecoin telah mencapai sekitar US$300 miliar. Aset seperti USDT dan USDC mendominasi pasar dan menjadi sumber likuiditas utama dalam perdagangan aset digital.

    Selain digunakan di bursa kripto, stablecoin juga banyak dimanfaatkan dalam ekosistem DeFi, termasuk untuk aktivitas pinjam-meminjam, penyediaan likuiditas, hingga pembayaran on-chain.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, artinya, pertumbuhan stablecoin sekarang lebih mencerminkan utilitas finansial nyata daripada spekulasi murni.

    “Selama permintaan untuk pembayaran digital, transfer lintas negara, dan infrastruktur DeFi terus naik, stablecoin akan tetap jadi rel utama adopsi onchain,” analisanya.

    Baca juga: Stablecoin Cetak Rekor Baru, Tapi Dana Tak Masuk ke Kripto?

    Digunakan Berbeda di Setiap Negara

    Penggunaan stablecoin juga menunjukkan perbedaan signifikan di berbagai wilayah, tergantung pada kondisi ekonomi masing-masing negara.

    Di negara dengan inflasi tinggi atau mata uang yang tidak stabil, stablecoin sering digunakan sebagai alternatif “dolar digital”. Nigeria menjadi salah satu contoh dengan tingkat adopsi yang tinggi, di mana masyarakat memanfaatkan USDT dan USDC untuk melindungi nilai aset dan melakukan transaksi peer-to-peer.

    Sementara itu, di India dan Filipina, stablecoin banyak digunakan untuk pembayaran lintas negara dan remitansi. Di Amerika Serikat, penggunaan lebih terfokus pada pasar keuangan sebagai sumber likuiditas untuk trading dan aliran modal institusional.

    Jadi Infrastruktur, Bukan Sekadar Alat Trading

    Perbedaan pola penggunaan ini menunjukkan bahwa stablecoin telah bertransformasi menjadi infrastruktur finansial yang fleksibel dan menyesuaikan dengan kebutuhan lokal.

    Jepang juga mulai memasuki ruang ini setelah adanya perubahan regulasi, dengan munculnya stablecoin berbasis yen seperti JPYC yang berpotensi menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan teknologi blockchain.

    Secara keseluruhan, data on-chain memperlihatkan bahwa stablecoin kini berkembang dari sekadar pasangan trading menjadi fondasi utama dalam sistem keuangan digital global.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com