Tag: Grayscale

  • Kejutan! Grayscale Bawa Avalanche ke Wall Street

    Grayscale, salah satu pengelola aset kripto terbesar di dunia, membawa Avalanche (AVAX) ke depan panggung institusional.

    Sebagai langkah awal, mereka melayangkan pendaftaran S-1 kepada SEC untuk mengonversi Avalanche Trust menjadi spot ETF yang akan diperdagangkan di Nasdaq.

    Ini merupakan terobosan bernilai strategis, memperluas jangkauan altcoin ke ranah tradisional keuangan.

    Langkah Strategis Menuju ETF AVAX

    Grayscale mengajukan formulir pendaftaran ke SEC agar Avalanche Trust yang selama ini hanya tersedia bagi investor terakreditasi bisa di-“uplist” menjadi ETF yang bisa diperdagangkan publik.

    Jika disetujui, ETF ini memungkinkan paparan langsung pada harga spot AVAX melalui akun broker konvensional, dengan keamanan penyimpanan aset dijamin oleh Coinbase dan administrasi oleh BNY Mellon.

    Sementara itu, NOAA turut melakukan pengajuan peraturan Nasdaq 19b-4 yang telah diajukan pada Maret lalu.

    Pergerakan harga Avalanche (AVAX/USDT) pada Selasa, 26 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Avalanche (AVAX/USDT) pada Selasa, 26 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Avalanche Cetak Rekor Berkat MapleStory dan Kemitraan Strategis

    Ekosistem ETF: Wajah Baru Institutional Crypto

    Langkah ini bukan satu-satunya. Sebelumnya, Grayscale juga mengajukan ETF untuk token seperti XRP dan Dogecoin, dan kini mulai memasuki ranah altcoin layer-1 seperti Avalanche.

    Ditambah, VanEck juga mengajukan produk serupa, meski statusnya tertunda. SEC mulai terbuka dengan pendekatan “merit-neutral” sejak Juli, yang mendorong ekspektasi persetujuan dalam beberapa bulan ke depan.

    Alasan Dibalik Momentum Avalanche

    Menurut laporan Decrypt pada Selasa (26/8), Aalanche memiliki posisi kuat sebagai platform scalable untuk DeFi dan tokenisasi aset nyata.

    Arsitektur tiga-lapisan (X-, C-, dan P-Chain) mendukung interoperabilitas, biaya rendah, dan keamanan: tiga fitur penting untuk adopsi institusional.

    Dukungan besar juga datang dari investor institusi seperti BlackRock, dan proyek seperti stablecoin JPYC yang berjalan di Avalanche, memperkokoh fondasi legitimasi ekosistem ini.

    Nilai pasar AVAX kini sekitar $10 miliar, dengan harga spot yang turun jauh dari puncak sebelumnya. Dengan DeFi TVL hampir $2 miliar, ekosistem Avalanche aktif dan menjanjikan.

    ETF bisa mendorong likuiditas, validasi regulasi, dan mekanisme penemuan harga yang lebih efisien.

    Risiko dan Harapan di Balik Pengajuan

    Analis ETF seperti James Seyffart memproyeksikan peluang persetujuan mencapai 90% untuk ETF Avalanche, serta produk altcoin lainnya seperti Dogecoin dan Cardano.

    Namun, tetap perlu memperhitungkan kemungkinan keterlambatan regulasi atau perubahan kebijakan dari SEC.

    Jika disetujui, ETF ini bisa merevolusi aliran modal ke AVAX. Potensi peningkatan likuiditas, legitimasi regulasi kuat, dan aliran investasi institusional tidak bisa dianggap enteng.

    Bagi investor pro-Avalanche, ini adalah peluang signifikan untuk diversifikasi jangka panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dogecoin Pecahkan Rekor: Grayscale Resmi Luncurkan ETF Pertama

    Grayscale, salah satu manajer aset kripto paling berpengaruh di dunia, akhirnya mengguncang pasar dengan mengumumkan tanggal peluncuran resmi Grayscale Dogecoin Trust ETF (GDOG). Produk investasi ini siap debut di NYSE Arca pada Senin, 24 November 2025, menjadi salah satu momen paling simbolis dalam sejarah memecoin.

    Menariknya, ini adalah ETF Dogecoin pertama yang terdaftar di bawah Securities Act 1933. Pendekatan ini menawarkan pengawasan regulasi yang lebih ringan, namun juga datang dengan risiko lebih tinggi. Meski demikian, aksesnya jauh lebih mudah bagi investor tradisional dan institusional.

    Dogecoin ETF: Ketika Budaya Bertemu Crypto

    Dilaporkan The Crypto Basic, Grayscale menyebut kelahiran GDOG sebagai momen “when culture meets crypto.” Dogecoin, yang awalnya hanya lelucon internet, kini resmi memasuki bursa Wall Street sebagai aset yang dapat dibeli melalui akun broker biasa, dengan biaya manajemen sebesar 0,35%.

    ETF ini memberikan eksposur tidak langsung kepada Dogecoin tanpa perlu membeli aset aslinya. Hal ini membuka pintu bagi lebih banyak investor untuk terlibat dalam pasar kripto, khususnya dari kalangan institusi.

    Grayscale juga menegaskan bahwa Dogecoin telah berkembang menjadi fenomena budaya global, melampaui statusnya sebagai memecoin semata.

    Analis ETF: GDOG Bisa Masuk “Top 10” Produk Terbaik

    Presiden NovaDius Wealth, Nate Geraci, mengonfirmasi peluncuran GDOG dan menyebutnya sebagai “highly symbolic launch.” Ia melihat kehadiran GDOG sebagai bukti perubahan besar dalam regulasi crypto Amerika Serikat dalam satu tahun terakhir.

    Menurut Geraci, banyak pihak mungkin meremehkan ETF ini, namun ia menilai peluncuran tersebut merupakan simbol monumental dari pergeseran kebijakan kripto AS. Ia bahkan menyebut ticker GDOG sebagai salah satu yang terbaik di pasar ETF.

    Peluncuran GDOG juga bertepatan dengan debut ETF XRP milik Grayscale, GXRP, yang melantai di NYSE Arca pada hari yang sama, memperluas portofolio ETF aset digital Grayscale.

    Regulasi Crypto AS Telah Berubah Drastis

    Sebagai catatan, Amerika Serikat baru menyetujui ETF crypto pertama pada Januari 2024 setelah bertahun-tahun penolakan. Keputusan itu pun terjadi setelah Grayscale memenangkan gugatan terhadap SEC di pengadilan.

    Kini, bukan hanya Bitcoin, tetapi altcoin bahkan memecoin pun mulai mendapatkan persetujuan ETF. Meski ada kekhawatiran terhadap volatilitas dan kurangnya nilai intrinsik, para pakar tetap optimis bahwa GDOG akan berkembang.

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dari Meme Menjadi Alat Keuangan Global

    Dalam pernyataannya kepada The Crypto Basic, Grayscale memuji Dogecoin yang kini mendukung pembayaran cepat dan murah, tipping online, transaksi sehari-hari, serta memiliki komunitas global yang sangat aktif.

    Krista Lynch, Senior Vice President ETF Capital Markets di Grayscale, mengatakan bahwa uplisting GDOG akan memberi akses lebih luas bagi investor ke jaringan Dogecoin yang memproses ribuan transaksi cepat dan terjangkau setiap hari.

    Ia menambahkan bahwa Dogecoin telah berevolusi dari meme internet menjadi alat keuangan yang relevan, sejalan dengan misi Grayscale untuk memperluas akses ke aset digital.

    Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Anjlok 60%, Grayscale: Saatnya Beli 5 Kripto Diskon Ini!

    Grayscale Investments menyebut kondisi pasar altcoin saat ini sebagai peluang menarik bagi investor, di tengah penurunan harga yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Dalam laporan terbarunya, perusahaan manajer aset tersebut menyoroti lima altcoin utama yang dinilai berada di “buy zone”, yakni Ethereum (ETH), Solana (SOL), Chainlink (LINK), Sui (SUI), dan Avalanche (AVAX).

    Dilaporkan BeInCrypto, Head of Research Grayscale, Zach Pandl, mengungkapkan bahwa keranjang altcoin yang mereka pantau telah turun sekitar 59% dari level tertingginya. Meski demikian, sejak titik terendahnya, aset-aset tersebut hanya mengalami pemulihan sekitar 2%, menunjukkan bahwa harga masih berada di level relatif rendah secara historis.

    Grayscale melihat kondisi ini sebagai potensi entry point yang menarik, terutama bagi investor jangka panjang yang mencari valuasi lebih rendah di pasar kripto.

    Baca juga: Pasar Jenuh, 40% Altcoin Sentuh Harga Terendah: Sinyal Bottom?

    SUI Jadi Sorotan Utama

    Dari lima altcoin tersebut, Sui (SUI) menjadi salah satu yang paling disorot oleh Grayscale. Token ini saat ini diperdagangkan di sekitar $0,87, turun lebih dari 80% dari puncaknya di atas $5,36.

    Grayscale menilai bahwa arsitektur SUI memiliki keunggulan untuk kebutuhan institusional, terutama dalam hal kecepatan, efisiensi, dan skalabilitas tanpa mengorbankan keamanan. Hal ini menjadikan SUI sebagai salah satu proyek yang dianggap siap untuk adopsi lebih luas di masa depan.

    Komitmen Grayscale terhadap ekosistem SUI juga terlihat dari langkah mereka meluncurkan produk investasi seperti staking ETF GSUI di NYSE Arca, serta pengelolaan trust untuk token dalam ekosistem SUI seperti DeepBook dan Walrus.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa SUI bukan sekadar rekomendasi, tetapi juga bagian dari strategi investasi jangka panjang Grayscale.

    Perbandingan dengan Pasar Tradisional

    Grayscale juga menyoroti bahwa pasar kripto menunjukkan ketahanan relatif dibandingkan pasar tradisional. Pada bulan Maret, indeks S&P 500 tercatat turun sekitar 5%, sementara Grayscale Crypto Sectors Index justru naik sekitar 4%.

    Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga altcoin masih tertekan, sektor kripto secara keseluruhan tetap memiliki daya tahan di tengah tekanan ekonomi global.

    Namun demikian, keberlanjutan tren ini masih bergantung pada masuknya modal institusional yang mengikuti pandangan optimistis dari Grayscale.

    Penurunan Harga Sebagai Peluang

    Tim Research Tokocrypto mengatakan pernyataan Grayscale mencerminkan pendekatan khas institusi besar yang cenderung melihat penurunan harga sebagai peluang akumulasi, bukan sinyal kelemahan permanen.

    Penurunan hingga hampir 60% dari puncak menunjukkan bahwa banyak altcoin saat ini berada pada fase koreksi dalam siklus pasar. Dalam konteks historis, fase seperti ini sering menjadi titik awal akumulasi sebelum potensi pemulihan jangka panjang.

    Namun, penting untuk dicatat bahwa kondisi makro global, seperti kebijakan suku bunga, inflasi, serta ketegangan geopolitik, masih menjadi faktor utama yang membatasi pergerakan naik dalam jangka pendek.

    Selain itu, tidak semua altcoin akan pulih dengan kekuatan yang sama. Proyek dengan fundamental kuat, utilitas jelas, dan dukungan institusional, seperti yang disorot Grayscale, cenderung memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang.

    Tim Research Tokocrypto juga melihat bahwa narasi “buy zone” perlu dipahami dengan perspektif jangka panjang, bukan sebagai sinyal kenaikan instan. Volatilitas masih tinggi, dan investor perlu mempertimbangkan manajemen risiko dalam mengambil keputusan.

    Pernyataan Grayscale bahwa altcoin berada di level menarik menjadi sinyal bahwa institusi mulai melihat peluang di tengah tekanan pasar. Dengan penurunan harga yang signifikan, beberapa aset kripto kini berada pada valuasi yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

    Meski demikian, arah pasar ke depan tetap bergantung pada faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global dan arus modal institusional. Dalam situasi seperti ini, strategi investasi yang terukur dan berbasis fundamental menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar kripto.

    Baca juga: Rekor Baru! Dana Tokenisasi Tembus $17 Miliar, RWA Jadi Perhatian


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com