Tag: gunung

  • Biaya Masuk Gunung Gede Pangrango Naik, Ini Daftar Rinciannya


    Jakarta

    Biaya pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) naik per 30 Oktober 2024 kemarin. Penetapan tarif barunya berlaku untuk pendakian, wisata alam, hingga berkemah.

    Pembaruan tarif tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2024, SK Kepala BBTNGGP nomor SK.276/BBTNGGP/tek/B/10/2024.

    Informasi penyesuaian tarif tersebut dibagikan oleh akun Instagram resmi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango @bbtn_gn_gedepangrango pada (30/10/2024). Berikut rinciannya.


    1. Biaya Masuk Gunung Gede Pangrango (Resort Cibodas & Gunung Putri)

    Senin-Jumat (Weekday)

    Warga Negara Indonesia (WNI)

    • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 72 ribu
    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 52 ribu
    • Wisata alam (1 hari): Rp 22 ribu

    Warga Negara Asing (WNA)

    • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 435 ribu
    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 415 ribu
    • Wisata alam (1 hari) : Rp 205 ribu

    Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

    • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 52 ribu
    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp32 ribu
    • Wisata alam (1 hari): Rp12 ribu

    Sabtu – Minggu (Weekend)

    WNI

    • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 92 ribu
    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 72 ribu
    • Wisata alam (1 hari): Rp 32 ribu

    WNA

    • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 435 ribu
    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 415 ribu
    • Wisata alam (1 hari): Rp 205 ribu

    Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

    • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 62 ribu
    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 42 ribu
    • Wisata alam (1 hari): 17 ribu

    2. Biaya Masuk Gunung Gede Pangrango (Resort Selabintana)

    Senin-Jumat (Weekday)

    WNI

    • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 72 ribu
    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 32 ribu
    • Wisata alam (1 hari): Rp 12 ribu

    WNA

    • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 435 ribu
    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 315 ribu
    • Wisata alam (1 hari) : Rp 155 ribu

    Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

    • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 52 ribu
    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 22 ribu
    • Wisata alam (1 hari): Rp 7 ribu

    Sabtu – Minggu (Weekend)

    WNI

    • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 92 ribu
    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 42 ribu
    • Wisata alam (1 hari): Rp 17 ribu

    WNA

    • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 435 ribu
    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 415 ribu
    • Wisata alam (1 hari): Rp 205 ribu

    Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

    • Pendakian (2 hari 1 malam): Rp 62 ribu
    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 27 ribu
    • Wisata alam (1 hari): Rp 9,5 ribu

    3. Biaya Masuk Gunung Gede Pangrango (Resort Mandalawangi & Resort Situgunung)

    Senin-Jumat (Weekday)

    WNI

    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 52 ribu
    • Wisata alam (1 hari): Rp 22 ribu

    WNA

    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 415 ribu
    • Wisata alam (1 hari) : Rp 205 ribu

    Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 32 ribu
    • Wisata alam (1 hari): Rp 12 ribu

    Sabtu – Minggu (Weekend)

    WNI

    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 72 ribu
    • Wisata alam (1 hari): Rp 32 ribu

    WNA

    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 415 ribu
    • Wisata alam (1 hari): Rp 205 ribu

    Rombongan Pelajar & Mahasiswa WNI (Minimal 5 orang)

    • Berkemah (2 hari 1 malam): Rp 42 ribu
    • Wisata alam (1 hari): Rp 17 ribu

    Harga yang tertera di atas sudah termasuk tiket masuk, pungutan kemah/pendakian, dan asuransi. Sementara, untuk pungutan penggunaan atau menerbangkan drone berada di tarif Rp 2 juta per unit/per hari.

    Biaya Parkir Kendaraan Gunung Gede Pangrango

    • Kendaraan roda dua : rp 5 ribu per hari
    • Kendaraan roda empat: Rp 10 ribu per hari
    • Kendaraan roda enam/bus: Rp 50 ribu per hari
    • Sepeda: Rp 2 ribu per hari.

    Jalur Pendakian Gunung Gede

    Terdapat 3 jalur pendakian Gunung Gede, yaitu via jalur Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana.

    Dilihat dari situs resminya, total kuota pendakian Gunung Gede adalah 600 per hari. Dengan pembagian kuota 300 untuk pintu masuk via Cibodas, 200 via Gunung Putri, dan 100 via Selabintana.

    (khq/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Harga Terkini Curug Leuwi Hejo Jonggol, Daya Tarik, dan Lokasinya


    Jakarta

    Kabupaten Bogor masih menjadi daerah yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Jawa Barat. Bogor masih menjadi daerah sejuta pesona alam, salah satunya dengan keberadaan curug atau air terjun yang menawarkan keindahan dan kesejukan khas pegunungan.

    Salah satu destinasi wisata alam yang populer ialah Curug Leuwi Hejo Jonggol. Airnya jernih berwarna kehijauan dan suasana yang masih asri. Curug Leuwi Hejo menjadi tempat sempurna untuk melepas penat dari hiruk-pikuk kota.

    Terletak tidak jauh dari pusat kota Bogor, Curug Leuwi Hejo menawarkan pemandangan eksotis yang memanjakan mata. Di sekitarnya juga terdapat beberapa air terjun cantik lainnya yang dapat dikunjungi, yaitu Curug Cibaliung, Curug Leuwi Lieuk, Curug Leuwi Ciung, dan Curug Leuwi Cepet. Lokasi antar curugnya pun tidak terlalu jauh.


    Harga Terkini Curug Leuwi Hejo Jonggol

    Curug Leuwi Hejo yang ada di Bogor ini memang banyak menyita perhatian. Air terjun dengan kolam air yang jernih membuat para pengunjung dapat bermain air sambil mandi di sekitar lokasi curug.

    Leuwi dalam bahasa Sunda berarti relungan atau kolam, sedangkan hejo berarti hijau. Dengan tebing batu pegunungan, curug ini terlihat sangat indah.

    Dari beragam informasi yang dihimpun, biaya masuk ke Curug Leuwi Hejo per akhir tahun 2024 sebesar Rp 25 ribu per orang. Sementara harga curug lain di sekitar Leuwi Hejo bervariasi sekitar Rp 10-30 ribu. Jam Operasional curug ini pukul 08.00-17.00 WIB.

    Harga lainnya yakni parkir motor sebesar Rp 10 ribu dan parkir mobil Rp 25 ribu. Harga toilet Rp 3 ribu, dan ada pula warga yang menyediakan penyewaan motor jika tak mau berjalan kaki dengan harga Rp 50 ribu.

    Daya Tarik Curug Leuwi Hejo Jonggol

    Air Curug Leuwi Hejo Jonggol yang dikenal bening dan dingin, mengalir deras dari tebing-tebing batu yang kokoh. Aliran itu menciptakan kolam alami yang sering dijadikan tempat bermain air oleh para pengunjung.

    Tak hanya menawarkan keindahan, akses menuju Curug Leuwi Hejo relatif mudah meskipun tetap memerlukan sedikit usaha untuk trekking. Perjalanan menuju lokasi dipenuhi dengan pemandangan perbukitan dan udara segar khas pegunungan, menambah pengalaman wisata yang menyenangkan.

    Air terjunnya tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 1,5 meter. Aliran dari curug ini berasal dari mata air di Gunung Kencana, kemudian aliran Curug ini mengalir menuju beberapa sungai seperti Sungai Cikeas, Sungai Cileungsi, dan Sungai Sunter. Curug ini berjarak sekitar 50 km di selatan Jakarta dan 30 km di sebelah timur Kota Bogor.

    Lokasi Curug Leuwi Hejo Jonggol

    Curug Leuwi Hejo Jonggol berbatasan dengan kecamatan Sukamakmur, Jonggol, Bogor dengan Babakan Madang, Bogor yang dibatasi oleh aliran Sungai Cileungsi. Curug ini ada di Jl Cibadak Sukamakmur, Cibadak, Kec Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tapi juga bisa diakses dari Kampung Wangan Cileungsi, Karang Tengah, Babakan Madang, Sentul, Bogor.

    Jika kamu ke sini dengan menggunakan kendaraan roda empat bisa langsung keluar di pintu Tol Sentul, lalu ambil ke arah kawasan Jungleland, dan jarak ditempuh sekitar 4 jam perjalanan dari Jakarta.

    Rute dari Jakarta yakni melewati Tol Jagorawi menuju Sentul Selatan. Setelah keluar dari pintu tol, menuju arah jalan ke Sentul City, Rainbow Hills Golft, lalu Polsek Babakan Madang.

    Dari situ, ikuti beberapa petunjuk jalan menuju Curug Leuwi Hejo. Sesampai di pintu masuk curug, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 15-20 menit untuk tiba di Curug Leuwi Hejo. Pengunjung perlu melalui jalan setapak berbatu, sehingga lebih baik untuk menggunakan sepatu yang aman dan anti licin.

    Nah itulah tadi informasi seputar Curug Leuwi Hejo Jonggol. Berminat untuk berlibur ke sini?

    (aau/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • 8 Glamping Terbaik di Bogor, Punya View Kebun Teh-Persawahan Hijau


    Jakarta

    Tidak hanya objek wisata, Bogor punya sederet tempat bermalam model glamour camping (glamping) terbaik. Lokasinya berada di lingkungan yang asri dan sejuk dengan panorama pegunungan, kebun teh, hingga persawahan hijau.

    Menginap di glamping cocok banget jadi aktivitas untuk mengisi akhir pekan dan muslim liburan bersama keluarga hingga pasangan. Apalagi glampingnya juga ada yang dilengkapi paket trekking maupun outbound, liburan jadi makin seru pastinya.

    Penasaran dengan glamping di Bogor? Temukan rekomendasinya di bawah ini.


    Rekomendasi Glamping Terbaik di Bogor

    Ada banyak tempat glamping di Bogor yang punya view bagus dan fasilitas lengkap. Mengutip Google Review, berikut rekomendasi glamping terbaiknya:

    1. Pakarangan Glamping Resort

    Glamping di Pakarangan Glamping ResortPakarangan Glamping Resort (dok. Pakarangan Glamping Resort)

    Cobain glamping ini kalau mau menikmati sensasi bermalam bak di kawasan Ubud, Bali. Letaknya dikelilingi persawahan terasering dan sungai kecil bebatuan, pengunjung bisa bermain-main di sungainya. View yang ditawarkan di sini meliputi pegunungan, sawah, dan hutan hijau nan syahdu.

    Tersedia fasilitas cukup lengkap untuk glampingnya, mulai dari welcome drink dan snack, smart TV, sofabed, meja kursi, AC, toiletries, dan free WiFi. Ada akses juga ke panorama deck dan restoran.

    • Lokasi: Bantar Karet, Nanggung, Kabupaten Bogor
    • Harga: Mulai Rp 900.000 per malam.

    2. The Ciliwung Adventure Camp

    Glamping ini berada di tengah kebun teh. Lokasinya juga menghadap telaga, pegunungan, dan perbukitan hijau. Suasana yang disuguhkan sudah pasti sejuk dan nyaman.

    Bukan hanya glamping, ada pula camping dengan tenda. Fasilitas menginap di sini mulai dari sarapan, minum teh, mandi air hangat, WiFi, mini playground, hingga keliling kebun teh dan telaga.

    • Lokasi: Tugu Utara, Cisarua, Kabupaten Bogor
    • Harga: Mulai Rp 1.450.000 per malam.

    3. D’Paseban Glamping

    Glamping di D'Paseban Glamping BogorD’Paseban Glamping Bogor (dok. Instagram @d_pasebanglamping)

    D’Paseban Glamping menawarkan bermalam affordable dengan fasilitas lengkap. Glampingnya dilengkapi kasur queen size, complimentary, hingga kamar mandi luar. Fasilitas bersama yang dapat digunakan seperti gazebo, mini playground, restoran, penangkaran burung, serta kolam renang.

    Menginap di sini akan disuguhkan view Gunung Salak dan lingkungan asri hijau. Lokasinya juga dekat dengan wisata Curug Cibulao dan Curug Orok. Traveler cukup berjalan kaki untuk pergi ke sana.

    • Lokasi: Paseban, Megamendung, Kabupaten Bogor
    • Harga: Mulai Rp 540.000 per malam.

    4. Leuweung Geledegan Ecolodge

    Glamping di Leuweung Geledegan Ecolodge BogorLeuweung Geledegan Ecolodge Bogor (dok. Leuweung Geledegan Ecolodge)

    Kalau mau coba glamping aesthetic di Bogor, bisa jajal Leuweung Geledegan Ecolodge. Lokasinya berada di kaki Gunung Salak sehingga lingkungannya masih asri dan rimbun pepohonan hijau. Suasananya sejuk dan nyaman untuk berlibur.

    Selain menginap, ada aktivitas yang dapat diikuti pengunjung meliputi fun games, panahan, ATV, paintball, hingga outbound. Ada restoran dan coffee shop yang bisa didatangi atau bisa pesan suki dan grill untuk makan bersama keluarga. Dilengkapi juga aviari dan kolam renang.

    • Lokasi: Tamansari, Kabupaten Bogor
    • Harga: Mulai Rp Rp 540.000 per malam.

    5. Tiris Pisan Village

    Glamping di Tiris Pisan VillageTiris Pisan Village (dok. Tiris Pisan Village)

    Bermalam di sini akan mendapatkan glamping yang dilengkapi queen size bed, kulkas mini, kamar mandi dalam, AC, amenities, teh dan kopi, hingga sarapan. Traveler bisa melakukan trekking ke air terjun dan akses gratis kolam renang.

    Sesaat setelah bangun tidur, pengunjung dapat langsung disambut dengan matahari pagi dan view menakjubkan. Karena glamping ini dipasangkan jendela transparan, jadi traveler dapat memandangi panorama cukup dari dalam kamar.

    Lokasi: Sukawangi, Sukamakmur, Kabupaten Bogor
    Harga: Mulai Rp 990.000 per malam.

    6. De Boekit Glamping

    Glamping di De Boekit GlampingDe Boekit Glamping (dok. Instagram @deboekitglamping)

    Tempat ini punya tenda glamping dan kamar mandi dalam cukup luas yang dilengkapi water heater. Tersedia sofa, meja bangku, serta karpet, jadi traveler bisa duduk-duduk tanpa kedinginan. Teras luar terdapat nilon hammock dan bangku untuk bersantai.

    Glampingnya sudah termasuk 2-3 paket sarapan. Selain menginap, De Boekit Glamping menawarkan paket trekking dan outbound.

    • Lokasi: Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor
    • Harga: Mulai Rp 840.000 per malam.

    7. Edelweiss Family Glamping

    Glamping di Edelweiss Glamping BogorEdelweiss Glamping Bogor (dok. Instagram @edelweissglamping.bogor)

    Edelweiss Family Glamping punya tenda glamping luas dengan fasilitas komplet. Dapat ditemukan kamar mandi pribadi, TV, AC, lemari gantung dan rak sepatu, dispenser air, meja dan kursi, serta board game yang bisa mengisi waktu luang.

    Ada kolam renang dan mini golf juga yang bisa diakses sepuasnya. Pengunjung yang mau nonton layar tancap dapat menggunakan fasilitas kursi santai. Paket glampingnya juga sudah termasuk sarapan dan WiFi.

    • Lokasi: Gunung Sari, Pamijahan, Kabupaten Bogor
    • Harga: Mulai Rp 1.300.000.

    8. The Highland Park Resort

    Glamping di The Highland Park Resort BogorThe Highland Park Resort Bogor (dok. The Highland Park Resort Bogor)

    Tempat ini menawarkan menginap dengan view taman, hutan rimbun, dan Gunung Salak kehijauan yang memukau. Lokasi glampingnya di lahan yang luas dan dilengkapi fasilitas lengkap, mulai dari kolam renang, mini zoo, hingga coffee shop.

    Kawasannya yang luas dapat dikelilingi dengan sepeda listrik. Setiap titik di tempat ini punya view cantik yang bisa dijadikan background foto. Traveler pun dapat menikmati petualangan berkuda di sini.

    • Lokasi: Sinarwangi, Sukajadi, Tamansari, Kabupaten Bogor
    • Harga: Mulai Rp 800.000.

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rem Motor Disiram Air Biar Adem Usai Lintasi Turunan Panjang, Benarkah Cara Ini?



    Jakarta

    Saat berkunjung ke wisata Gunung Telomoyo, terdapat fasilitas penyiraman air untuk rem. Meski tujuannya baik, benarkah cara tersebut?

    Seperti diketahui Gunung Telomoyo, Magelang, Jawa Tengah menjadi destinasi favorit bagi pemotor. Soalnya motor bisa nanjak sampai ke puncak.

    Setelah menikmati pemandangan, pemotor hurus turun lagi. Kurang lebih 30 menit dari atas hingga ke bawah. Memang treknya itu turunan panjang yang membuat kinerja rem jadi ekstra kerja lebih keras.


    Meski tujuannya baik, untuk membantu mendinginkan rem cakram, apakah menyiram rem cakram yang panas dengan air bersih dibenarkan?

    Kampas rem motor disiram pakai airKampas rem motor disiram pakai air Foto: Ibrahim

    Mengutip laman Wahana Honda, tidak disarankan menyiram rem cakram yang panas menggunakan air. Sebab itu bisa merusak komponen rem cakram. Jika ingin menyiram rem cakram menggunakan air bersih, jangan dilakukan secara langsung ketika kondisi rem masih sangat panas, tapi tunggu dulu sejenak hingga rem cakram agak dingin.

    “Kondisi rem cakram yang panas memang bisa menurunkan performa rem itu sendiri, tapi dengan menyiramnya akan merusak rem cakram. Cara terbaik untuk mendinginkan rem cakram adalah dengan menunggu sampai suhu rem cakram menurun, lalu siram dengan air yang bersih untuk mempercepat proses pendinginan,” tulis Wahana Honda.

    Hal senada juga diungkapkan Adrianto S.Wiyono selaku Advisor Karya Fajar Ultima (perusahaan konsultan di bidang keselamatan jalan). Menurut Rian, rem cakram yang dalam kondisi panas kemudian disiram air secara tiba-tiba, maka akan mengakibatkan suatu kondisi yang dinamakan thermal shock.

    “Sependek ilmu fisika yang saya tahu, ketika (rem) panas molekulnya akan bergetar dan menjauh, Ketika terjadi penurunan temperatur mendadak (saat rem disiram air), maka molekul akan merapat secepatnya dan terjadi pendinginan yang tidak merata,” ungkap Rian.

    Rian menjelaskan, jika struktur benda tersebut masih bisa menoleransi adanya perubahan suhu yang signifikan, maka tidak akan ada dampaknya. Tapi jika tidak, maka benda tersebut bisa pecah atau meleyot.

    “Jadi pendinginan tersebut bergantung apakah dalam rentang suhu yang bisa ditoleransi oleh benda tersebut atau tidak,” bilang Rian.

    (riar/lua)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Wisata Alam di Sembungan Wonosobo, Desa Tertinggi di Pulau Jawa


    Jakarta

    Lanskap Indonesia yang di antaranya terdiri dari gunung dan pegunungan membuat sebagian masyarakat tinggal di dataran tinggi. Bahkan ada suatu wilayah di Pulau Jawa yang disebut sebagai desa tertinggi.

    Ialah Desa Sembungan di Wonosobo yang dijuluki sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa. Bukan tanpa alasan, Sembungan dikenal demikian karena terletak di ketinggian seiktar 2.300 mdpl. Panoramanya menawan dengan hamparan sawah berundak dan latar perbukitan hijau yang diselimuti sejuknya udara pegunungan.

    Pada 2022 silam, Sembungan berhasil masuk daftar desa terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Karena memang di sana terdapat sejumlah wisata alam cantik yang patut dikunjungi. Lantas, ada wisata apa saja di desa tertinggi Pulau Jawa tersebut?


    Wisata Alam di Sembungan Wonosobo

    Desa Sembungan di Wonosobo, Jawa Tengah menawarkan wisata alam meliputi air terjun, telaga, hingga spot melihat matahari terbit. Mengutip situs Kemenparekraf, berikut penjelasannya:

    1. Puncak Sikunir

    Golden sunrise dari puncak sikunirGolden sunrise dari Puncak Sikunir Foto: Fadli Zaini Dalimunthe/d’Traveler

    Di Bukit Sikunir, tepatnya di area puncaknya, traveler dapat menyaksikan matahari terbit (sunrise) mempesona. Cahaya matahari pagi yang mengintip di antara perbukitan dan awannya sungguh elok. Sunrise di Puncak Sikunir diklaim sebagai yang terbaik di Asia lho.

    Pelancong disarankan mengunjungi Puncak Sikunir pada musim kemarau untuk mendapatkan best viewnya, sebab cuacanya cenderung cerah dan tidak berkabut.

    2. Telaga Cebong

    Di perjalanan menuju Puncak Sikunir, traveler akan menemukan Telaga Cebong. Terletak di lembah, telaga ini berlatarkan perbukitan dan sawah terasering hijau yang menyegarkan mata.

    Dinamakan Telaga Cebong lantaran bentuknya yang mirip bayi katak jika dilihat dari atas. Dahulunya, telaga ini merupakan kawah purba seluas 18 hektare. Seiring waktu, kawah tersebut menjadi nonaktif dan mengecil sehingga kini tersisa sekitar 12 hektare saja.

    3. Curug Sikarim

    Pengunjung berwisata di air terjun Sikarim kawasan dataran tinggi Dieng Desa Sembungan, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (11/1/2023). Air terjun setinggi 125 meter yang berada di ketinggian 1.800 mdpl (meter diatas permukaan laut) tersebut dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Tirta sebagai salah satu wisata alam alternatif di kawasan Dieng.  ANTARA FOTO/Anis EfizudinCurug Sikarim di Desa Sembungan Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin

    Traveler juga bakal menjumpai air terjun berundak yang menakjubkan di Desa Sembungan yaitu Curug Sikarim. Menariknya, air terjun ini mengalir di atas permukaan batu curam.

    Bebatuan di bawahnya bertingkat-tingkat sehingga air mengalir bebas di sela tumpukan batunya. Pada bagian bawah terdapat kolam kecil yang dipenuhi batu, pelancong disarankan untuk tidak turun.

    Debit airnya cukup deras sehingga pengunjung mesti berhati-hati saat mendekati curug. Apalagi tumbuh lumut yang membuat bebatuannya licin, jadi traveler harus ekstra waspada.

    Curug Sikarim dikelilingi hutan hijau lebat. Viewnya bahkan sudah terlihat dari jalan. Tak jarang pelancong berfoto di jalanan dengan air terjun indah ini sebagai backgroundnya.

    4. Camping Ground

    Tersedia penginapan serta homestay di Desa Sembungan. Jika tertarik lebih menyatu dengan alam, traveler dapat berkemah di camping ground.

    Bisa dirikan tenda di tepi telaga untuk menikmati nuansa syahdu yang tak ada duanya. Dari sini juga dapat menyaksikan matahari terbenam (sunset) yang epic. Kalau tidak punya tenda, camping ground menawarkan sewa tenda dengan harga terjangkau. Bisa juga rental alat-alat outdoor lainnya.

    Selain sejumlah wisata di atas, traveler dapat mengeksplor lanskap alam Desa Sembungan dengan menaiki jeep. Tour jeep bakal semakin seru jika beramai-ramai.

    (azn/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kemping Sambil Menanam Kopi di Sukabumi



    Sukabumi

    Traveler yang mau menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru bisa meluncur ke Sukabumi. Kalian bisa kemping sambil menanam kopi di tempat ini.

    Goalpara Estate Camp di Sukabumi menawarkan pengalaman camping yang berbeda. Dengan konsep premium camp, pengunjung diajak merasakan kenyamanan berkemah yang berkelas sambil menikmati aktivitas seru seperti menanam pohon kopi dan bersepeda di alam terbuka.

    Manager Goalpara Estate Camp, Fahrul MW, menjelaskan bahwa camping ground ini dirancang sebagai kawasan premium camp yang menawarkan kenyamanan setara fasilitas modern, namun tetap berada di tengah suasana alam yang asri.


    “Konsep estate camp memang terdengar asing, tetapi kami memberikan kesan seperti cluster perumahan dengan area camping yang private,” ujar Fahrul, Senin (23/12/2024).

    Goalpara Estate Camp menyediakan fasilitas unggulan seperti tenda premium, toilet pribadi dengan water heater, area api unggun, listrik gratis, serta lahan berumput khusus yang nyaman.

    “Tanahnya pun bebas bebatuan, jadi sangat nyaman untuk kegiatan camping,” tambahnya.

    Aneka Fasilitas yang Tersedia

    Tenda yang ditawarkan Goalpara Estate Camp hadir dalam berbagai kapasitas. Untuk tenda kapasitas dua orang, pengunjung dikenakan tarif Rp 975 ribu per malam. Harga tersebut sudah termasuk sarapan pagi serta area camp private seluas 120 meter persegi.

    Selain itu, tersedia juga tenda berkapasitas empat orang, hingga tenda dua kamar yang cocok untuk kumpul keluarga. Saat ini, tersedia tujuh tenda premium yang disiapkan untuk para tamu.

    Bagi pengunjung yang membawa tenda sendiri, Goalpara Estate Camp juga menyediakan area khusus dengan kapasitas yang disesuaikan.

    “Kami batasi jumlah tenda untuk menjaga kenyamanan pengunjung,” jelas Fahrul.

    Aneka Aktivitas Menarik buat Wisatawan

    Tak hanya sekadar kemping, Goalpara Estate Camp juga menawarkan berbagai aktivitas menarik. Salah satunya adalah program menanam kopi, yang menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung akan didampingi guide untuk menanam pohon kopi, yang nantinya diberi nama sesuai pemiliknya.

    Setiap dua hingga tiga bulan, perkembangan pohon tersebut akan dilaporkan ke pemiliknya, termasuk saat panen. Selain itu, Goalpara Estate Camp juga menyediakan mountain bike sebagai fasilitas tambahan bagi pengunjung yang menginap.

    Camping Premium di SukabumiKemping di Sukabumi Foto: Siti Fatimah/detikJabar

    “Program kopi ini punya nilai sejarah. Dulu, area Goalpara ini merupakan perkebunan kopi peninggalan zaman Belanda. Kami ingin mengangkat kembali sejarah itu,” terang Fahrul.

    Pengunjung pun dapat menikmati kopi khas Sukabumi melalui Sukha Kopi, kafe di dalam area Goalpara Estate Camp.

    “Kami punya delapan jenis kopi asli Sukabumi, seperti dari Gunung Gombong, Selabintana, Kadudampit, Jampang, dan lainnya,” ujarnya.

    Proyeksi Libur Nataru

    Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), antusiasme pengunjung cukup tinggi. Fahrul mengungkapkan, meskipun belum resmi dibuka sepenuhnya, sudah ada beberapa pemesanan melalui media sosial.

    “Kebetulan belum penuh, tapi sudah ada yang booking. Kami benar-benar menjaga area private agar tidak bercampur dengan pengunjung lain,” jelasnya.

    Cara Menuju ke Lokasi

    Goalpara Estate Camp terletak sekitar 8-9 kilometer dari jalan nasional dan cukup mudah dijangkau, namun tetap memberikan suasana tenang dan jauh dari keramaian.

    Alamatnya berada di Jalan Goalpara, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Tempat wisata ini memiliki luas total sekitar dua hektare.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Indahnya Air Terjun Tumpak Sewu di Kaki Gunung Semeru



    Lumajang

    Lumajang memiliki berbagai objek wisata yang menarik untuk dieksplorasi. Salah satu yang patut didatangi adalah Wisata Air Terjun Tumpak Sewu yang berada di kaki Gunung Semeru.

    Air terjun itu berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Bertepatan dengan dibukanya pendakian ke Semeru, mungkin mampir sejenak ke air terjun itu dapat menjadi pengalaman menyenangkan.

    Wisata air terjun itu memiliki formasi yang indah karena mempunyai sumber mata air yang melebar seperti tirai. Air Terjun Tumpak Sewu memiliki ketinggian 120 meter.


    Nama Air Terjun Tumpak Sewu berasal dari bahasa Jawa, yakni sewu artinya seribu karena memiliki banyak sumber mata air. Air Terjun Tumpak Sewu bisa didatangi menggunakan roda dua maupun roda empat.

    “Nama air terjun ini dari bahasa Sanksekerta “tumpak” itu Sabtu, karena diawali hari Sabtu, dan “sewu” itu dari banyaknya mata air,” ujar pengelola air terjun Abdul Karim kepada detikjatim, Sabtu (28/12/2024).

    Tak heran, wisata alam di lereng Gunung Semeru ini menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik dikunjungi untuk menghabiskan waktu liburan. Apalagi saat ini bertepatan musim liburan Nataru.

    “Di sini, tempatnya keren, meskipun jauh, tapi air terjunnya keren, karena air terjunnya banyak, ke sini dalam rangka liburan,” ujar salah satu wisatawan bernama Gunawan.

    Untuk masuk ke Air Terjun Tumpak Sewu, wisatawan cukup membayar tiket sebesar Rp 10.000, untuk dapat menikmati keindahannya alam, dan swafoto berlatar belakang keindahan air terjun di kaki Gunung Semeru.

    Bagi wisatawan yang belum memiliki destinasi wisata untuk mengisi liburan Nataru, wisata Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang bisa menjadi alternatif.

    ________________

    Artikel ini telah tayang di detikJatim

    (wkn/wkn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 3 Curug untuk Canyoning di Gunung Menir Bogor



    Bogor

    Gunung Menir di Kecamatan Pamijahan, Bogor menjadi surga bagi para pecinta olahraga ekstrem, khususnya canyoning. Tiga curug ikonis di kawasan ini, Curug Hordeng, Curug Tebing, dan Curug Saderi, menawarkan pengalaman seru dengan tingkat kesulitan yang bervariasi.

    Muhammad Rian Fermana, seorang instruktur canyoning setempat, menjelaskan keunggulan masing-masing curug yang dapat memuaskan hasrat petualangan para wisatawan.

    1. Curug Hordeng: Pilihan Aman untuk Pemula

    Curug Hordeng, dengan ketinggian 8 meter, cocok bagi pemula yang ingin menjajal canyoning untuk pertama kalinya. Aliran airnya tidak terlalu deras, sehingga peserta dapat belajar teknik dasar canyoning tanpa terlalu khawatir.


    “Curug ini ideal untuk pemula. Dengan ketinggian yang tidak terlalu ekstrem, peserta bisa beradaptasi dengan olahraga ini sambil menikmati keindahan alam,” ujar Rian saat diwawancarai detikTravel pada Minggu (22/12/2024).

    2. Curug Tebing: Tantangan dengan Tebing Vertikal

    Curug Tebing menjadi favorit para petualang berkat ketinggiannya. Ketinggian Curug mencapai 15-16 meter serta karakteristik tebing vertikal.

    “Curug ini memiliki debit air yang stabil dan cocok untuk aktivitas canyoning sepanjang tahun,” ungkap Rian.

    “Karakter vertikal dari Curug Tebing membuatnya lebih cocok untuk aktivitas canyoning. Stabilitas debit airnya juga menjadi alasan mengapa kami terus memasarkan destinasi ini,” tambah Rian.

    3. Curug Saderi: Sensasi Ekstrem di Ketinggian 25 Meter

    Bagi penggemar adrenalin sejati, Curug Saderi adalah pilihan utama. Dengan ketinggian hingga 25 meter dan debit air yang deras, curug ini memberikan tantangan ekstrem.

    “Ini adalah curug tertinggi di kawasan Gunung Menir. Para peserta harus benar-benar siap fisik dan mental untuk menaklukkan curug ini,” ujar Rian.

    Terdapat Curug baru yang akan dicanangkan oleh Riyan dan Timnya, Yaitu Curug Ciampea yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Selain ketiga curug utama di Gunung Menir, Rian juga memperkenalkan Curug Ciampea yang baru saja dibuka pada Desember 2024.

    “Curug ini terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dengan ketinggian sekitar 22 meter,” kata Riyan.

    Namun, Curug Ciampea memiliki tantangan tersendiri. Debit air curug yang tidak stabil menjadi tantangan bagi pengelola aktivitas ekstream ini.

    “Curug ini agak horizontal, sehingga aliran airnya bisa sangat deras saat musim hujan. Tetapi jika musim kemarau, debit airnya justru kecil,” tambah Rian.

    Pada Januari 2025, Rian dan timnya telah merencanakan 20 trip canyoning. Masing-masing 10 trip di Curug Tebing dan Curug Ciampea.

    Riyan juga memberikan pesan kepada wisatawan bahwa jangan pernah takut mencoba canyoning atau aktivitas ekstream lainnya. Karena aktivitas ekstrem biasanya mampu menghilangkan stress.

    “Jangan bosan untuk berlibur, jangan takut untuk menikmati alam. Dalam kondisi apa pun, alam selalu bisa membantu kita menyegarkan diri dan memperbaiki jiwa setelah rutinitas yang melelahkan,” kata Rian.

    Canyoning di Gunung Menir bukan hanya tentang petualangan ekstrem, tetapi juga cara menikmati keindahan alam Bogor yang memukau. Dengan karakter unik masing-masing curug, kawasan ini layak menjadi destinasi liburan traveler berikutnya.

    Siapkah Anda menjelajahi Curug Hordeng, Curug Tebing, atau Curug Saderi? Jangan lewatkan juga kesempatan mencoba Curug Ciampea yang baru saja dibuka di tahun 2025!

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Profil Gunung Padang, Situs Megalitik Tertua di Indonesia



    Cianjur

    Situs Gunung Padang merupakan punden berundak terbesar di Indonesia. Situs megalitikum tertua ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional (CBN).

    Walaupun namanya Gunung Padang, tapi gunung tersebut tidak berlokasi di Padang, Sumatera Barat. Gunung ini justru berada di Cianjur, Jawa Barat.

    Lokasi Gunung Padang berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Gunung ini memiliki ketinggian 885 meter di atas permukaan laut (MDPL).


    Situs Gunung Padang adalah bukti peradaban kuno Indonesia. Situs ini penting untuk diteliti lebih lanjut. Menurut Menteri Kebudayaan Fadli Zon, kolaborasi dengan BRIN diperlukan guna menyibak sejarah situs Gunung Padang.

    “Banyak yang berpendapat Situs Gunung Padang ini sudah ada sejak belasan hingga puluhan ribu tahun lalu. Situs ini membutuhkan penelitian lebih dalam untuk mengungkap sejarah dan jejak peradaban nenek moyang kita. Kolaborasi dengan BRIN diharapkan mampu mengungkap lebih dalam tentang sejarah situs ini,” ujar Fadli Zon seperti dikutip dari Antara, Kamis (2/1/2025).

    Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX, Retno Raswaty, menambahkan Situs Gunung Padang adalah salah satu aset budaya yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Untuk itu, upaya pelestarian dan pengembangan situs ini terus dilakukan.

    “Kami di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX berkomitmen mendukung pelestarian dan pengembangan situs ini agar generasi mendatang dapat terus menikmati dan mempelajari warisan budaya kita. Harapan kami, Situs Gunung Padang dapat dinobatkan sebagai Warisan Dunia UNESCO, karena nilai sejarah dan arkeologinya yang luar biasa,” imbuh Retno.

    Menteri Kebudayaan Fadli Zon berkunjung ke Situs Gunung PadangSitus Gunung Padang Foto: (dok. Istimewa)

    Menteri Kebudayaan pun berharap situs ini tidak hanya dilihat sebagai artefak, tetapi juga menjadi sumber informasi yang akan menambah kecintaan masyarakat terhadap budaya Indonesia.

    “Kita ingin Situs Gunung Padang menjadi tempat yang memberikan banyak informasi tentang peradaban masa lalu,” tambah Fadli.

    Sejarah Gunung Padang

    Gunung Padang pertama kali ditemukan oleh Nicolaas Johannes Krom. Ia adalah orang yang pertama melaporkan keberadaan situs Gunung Padang pada tahun 1914.

    Kisah Nicolaas menemukan gunung Padang dimuat dalam tulisannya yang berjudul Rapporten Oudheidkundige Dienst (Buletin Dinas Kepurbakalaan).

    Gunung Padang bukan gunung yang aktif. Kawasan Gunung Padang tercatat sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Bentuk punden berundak situs ini mencerminkan zaman megalitikum yang terdiri dari lima teras dan tersusun dengan berbagai ukuran.

    Dengan luas sekitar 291.800 meter persegi, Situs Gunung Padang telah diakui sebagai salah satu warisan budaya yang penting di Indonesia.

    Dinamakan gunung Padang karena kata ‘Padang’ merupakan sebuah akronim dari beberapa kata. “Pa” berarti tempat, “Da” artinya besar atau agung, dan “Hyang” bermakna leluhur.

    Ketika ketiga kata tersebut disusun, maka akan menjadi kata “Padang” yang artinya “Tempat Agung Para Leluhur”.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pusat Kota Garut yang Makin Cantik Saja



    Garut

    Kawasan pusat perkotaan Garut kini punya wajah baru yang berbeda. Penampakannya jadi makin cantik saja. Cocok dikunjungi untuk libur akhir pekan ini.

    Pusat kota Garut atau yang akrab disebut oleh warga setempat dengan nama Pengkolan kini telah selesai dibenahi. Pengkolan saat ini tampil dengan wajah baru, dipenuhi ruang publik dan beragam spot foto yang estetik.

    Berdasarkan pantauan di lokasi, proses renovasi yang dilakukan Pemkab Garut di Pengkolan saat ini sudah rampung seluruhnya.


    Titik renovasi yang paling kentara, berada di perempatan antara Alun-alun dan Rutan Garut. Di sudut perempatan itu, kini disulap menggunakan ukiran seni yang menawan.

    Ada mural berisi beragam ikon-ikon khas Garut. Mulai dari domba adu, Candi Cangkuang, batik garutan, Babancong, dodol hingga Gunung Guntur dan Papandayan.

    Wajah baru Pengkolan Garut yang kini makin estetikWajah baru Pengkolan Garut yang kini makin estetik Foto: Hakim Ghani/detikJabar

    Mural itu dilukis di dinding Rutan Garut yang ikonik sekaligus legendaris, karena sudah eksis sejak zaman Belanda dulu.

    Persis di samping mural, Pemkab Garut juga menambahkan ornamen bunga sintetis yang tersusun dengan warna hijau, kuning dan merah.

    Di tengahnya, ada tulisan ‘Welcome To Garut Swiss van Java’. Spot tersebut langsung menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat buat foto-foto.

    Buktinya, di setiap saat, banyak pelancong yang menyempatkan diri untuk berfoto di sana.

    “Lumayan, cantik. Jadi tidak terlihat kumuh seperti sebelumnya,” kata Nadya Nurhalimah (35), warga Garut di lokasi.

    Selain mural dan ornamen di dinding Rutan Garut tadi, ada beberapa renovasi juga yang dilakukan Pemda. Di antaranya adalah sebuah monumen mini bertuliskan ‘GARUT’ di pertigaan Kantor POS.

    Juga ada beragam tempat duduk umum yang disediakan di dekatnya. Kemudian, ada juga sebuah sudut jalan yang dihias dengan ornamen persegi yang estetik.

    Pj Bupati Garut Barnas Adjidin mengatakan renovasi yang dilakukan di jantung perkotaan Garut itu diharapkan bisa membuat masyarakat yang berkunjung ke Pengkolan nyaman.

    “Penataan kawasan Pengkolan ini maksudnya tentu agar membuat masyarakat Garut nyaman. Kami ingin masyarakat bahagia,” ungkap Barnas.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com