Tag: gunung

  • 9 Tempat Wisata Indonesia yang Dulu Terkenal, Kini Tinggal Kenangan


    Jakarta

    Ada banyak tempat wisata di Indonesia yang dulu sangat terkenal dan ramai dikunjungi. Namun, beberapa di antaranya sudah tutup dan kini tinggal kenangan.

    Ada sejumlah tempat wisata yang mungkin pernah travelers kunjungi, seperti Kampung Gajah Wonderland atau Snowbay Waterpark di TMII. Meski menjadi destinasi wisata populer di zamannya, tapi nasibnya sekarang berubah drastis karena telah berhenti beroperasi.

    Penasaran, apa saja tempat wisata di Indonesia yang dulu terkenal tapi sekarang tinggal kenangan? Simak daftarnya dalam artikel ini.


    9 Tempat Wisata Indonesia yang Dulu Terkenal

    Bagi banyak orang, tempat wisata tak hanya sekadar wahana untuk seru-seruan dan melepas penat. Lebih dari itu, ada banyak kenangan yang tersimpan di memori saat berkunjung ke tempat tersebut.

    Sayangnya, ada sejumlah tempat wisata yang kini ditutup permanen sehingga tidak bisa lagi dikunjungi. Berdasarkan catatan detikcom, berikut 9 tempat wisata yang dulu terkenal tapi kini sudah tidak beroperasi:

    1. Kampung Gajah Wonderland

    Kampung GajahKampung Gajah di Bandung Barat (Whisnu Pradana/detikcom)

    Tempat wisata yang pertama adalah Kampung Gajah Wonderland. Lokasinya berada di Jalan Sersan Bajuri, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat.

    Dahulu, tempat ini memiliki berbagai wahana permainan dan taman rekreasi air yang menarik para wisatawan, khususnya dari luar kota. Tiket masuknya juga terjangkau, yakni Rp 15 ribu (weekday) dan Rp 20 ribu (weekend).

    Sayangnya, Kampung Gajah Wonderland terpaksa harus ditutup pada 2018 karena pailit. Tempat wisata ini hanya bertahan selama sembilan tahun sejak dibuka pertama kali pada 2009.

    Tim detikJabar sempat mengunjungi lokasi tersebut beberapa tahun lalu. Sejumlah bangunannya masih berdiri kokoh, tetapi sudah tidak terawat dan terkesan angker.

    Beberapa patung-patung gajah yang dulu menjadi ikon Kampung Gajah Wonderland kini sudah tidak ada. Tempat patung gajah itu sekarang difungsikan sebagai tempat untuk menjual tanaman oleh warga setempat.

    2. Snowbay Waterpark TMII

    Snowbay Waterpark TMIISnowbay Waterpark TMII ((Putu Intan/detikcom)

    Dahulu, ada sebuah waterpark modern di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), namanya Snowbay. Ciri khas dari waterpark ini adalah mengusung konsep salju, sehingga didominasi oleh warna putih dan terdapat beberapa patung beruang kutub yang menggemaskan.

    Snowbay Waterpark menjadi salah satu pilihan alternatif bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin bermain air. Namun, semenjak pandemi COVID-19, taman wisata air ini terpaksa berhenti beroperasi.

    Setelah dua tahun ditutup, Snowbay Waterpark tidak lagi dibuka dan kondisinya terbengkalai. Seiring renovasi TMII, taman air tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi gedung parkir dan fasilitas lainnya.

    3. Taman Remaja Surabaya

    taman remaja surabayaTaman Remaja Surabaya (TRS) (Deny Prastyo Utomo/detikcom)

    Taman Remaja Surabaya (TRS) merupakan salah satu tempat rekreasi yang terkenal di Kota Pahlawan. Dulu, objek wisata ini sangat merakyat karena harga tiket masuknya yang terjangkau. Selain itu, terdapat sekitar 20 wahana permainan yang seru dan menegangkan.

    Sayangnya, Taman Remaja Surabaya yang berdiri sejak 1971 ditutup karena kontrak kerja sama dengan pihak pengelola sudah habis. Resmi ditutup sejak 2018, kini lokasi TRS dialihfungsikan oleh Pemkot Surabaya sebagai tempat konser dengan kapasitas 35-40 ribu penonton.

    4. Taman Festival Bali

    Di kawasan Denpasar, ada sebuah tempat wisata yang populer di kalangan para turis, namanya Taman Festival Bali. Namun, kondisinya sekarang sudah berubah menjadi angker dan terbengkalai sejak ditutup secara permanen.

    Meski begitu, beberapa orang masih penasaran ingin melihat Taman Festival Bali dari dekat. Bahkan, lokasi tersebut sering dijadikan sebagai tempat uji nyali.

    5. Taman Ria Senayan

    Bagi warga Jakarta, mungkin sudah tidak asing dengan Taman Ria Senayan. Bahkan, nama tempat wisata ini disebut-sebut dalam lagu Rhoma Irama berjudul “Terajana”.

    Pada tahun 70-an, Taman Ria Senayan merupakan salah satu objek wisata yang populer. Sebab, ada banyak wahana permainan yang seru dan bikin jantung deg-degan.

    Namun seiring berjalannya waktu, Taman Ria Senayan mulai kehilangan peminatnya dan kalah bersaing dengan tempat wisata baru di Jakarta. Pada 2010, akhirnya Taman Ria Senayan resmi dibongkar.

    Kini, lokasi bekas tempat wisata tersebut telah dibangun mall bernama Senayan Park atau Spark. Mall ini dikembangkan oleh PT Ariobimo Laguna Perkasa dan dikelola Lippo Group.

    6. Depok Fantasi Waterpark

    Satu lagi waterpark yang dulu ramai dikunjungi orang tapi kini sudah tutup, yakni Depok Fantasi Waterpark. Dikenal juga dengan nama Aladin Waterpark, wahana air ini sebenarnya menjadi pionir tempat rekreasi di Kota Depok.

    Namun sayang, objek wisata ini kabarnya tutup secara permanen akibat pandemi COVID-19. Kini, tidak ada lagi sisa bangunan waterpark tersebut yang berlokasi di Jalan Boulevard Grand Depok City, karena sudah rata dengan tanah dan dialihfungsikan menjadi kompleks perumahan.

    7. Wonderia Semarang

    Tempat wisata berikutnya adalah Wonderia Semarang. Objek wisata ini selalu ramai pengunjung karena lokasinya yang ada di tengah kota dan terdapat berbagai macam wahana permainan seru.

    Nahas, terjadi kecelakaan pada wahana plane tower atau balon udara. Pada 15 November 2007, wahana tersebut jatuh dan mengakibatkan 16 orang luka-luka. Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada Februari 2006.

    Akibat insiden itu, Taman Wonderia Semarang ditutup pada 17 November 2007 hingga waktu yang tidak ditentukan. Kabarnya, lokasi bekas objek wisata tersebut akan diubah menjadi hutan kota.

    8. THR Sriwedari Solo

    Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari di Solo, Jawa Tengah, menjadi salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi anak-anak. Selain itu, tempat ini juga kerap dijadikan pementasan seni musik, mulai dari lagu dangdut hingga musik rock.

    Dahulu, THR Sriwedari sangat populer karena lokasinya yang berada di tengah kota, sehingga mudah diakses masyarakat. Namun, setelah 32 tahun beroperasi akhirnya objek wisata ini harus tutup karena kontrak pengelola dengan Pemkot Solo sudah habis.

    Lalu, lahan bekas THR Sriwedari diratakan dengan tanah untuk dijadikan masjid. Sayangnya, pembangunan masjid justru mangkrak karena masalah status kepemilikan tanah.

    9. Hotel Gantung Purwakarta

    Hotel Gantung Purwakarta Skylodge Padjadjaran AnyarHotel Gantung Purwakarta atau Skylodge Padjadjaran Anyar (dok. Instagram @skylodge.indonesia)

    Hotel Gantung Purwakarta atau Skylodge Padjadjaran Anyar sempat viral beberapa waktu lalu. Hotel ini terkenal hingga ke luar negeri karena sangat unik, yakni sengaja menggantung di tebing dengan ketinggian 500 mdpl atau 400 meter di atas tanah.

    Agar bisa sampai ke hotel tersebut, pengunjung harus melalui beberapa tantangan, mulai dari memanjat ke atas tebing melalui pijakan-pijakan yang telah dibuat, lalu meluncur dengan flying fox. Lokasi hotel tersebut berada di Gunung Parang, yakni gunung batu andesit yang memiliki ketinggian 963 mdpl.

    Namun, Hotel Gantung Purwakarta sudah tidak beroperasi lagi sejak pandemi COVID-19. Meski begitu, kamu masih bisa mendaki gunung atau panjat tebing di Gunung Parang.

    Demikian sembilan tempat wisata di Indonesia yang dahulu populer, tapi kini tinggal kenangan. Pernah berkunjung ke salah satu objek wisata di atas?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daya Tarik Jembatan Gantung Sukabumi, Lengkap dengan Harga dan Fasilitasnya


    Jakarta

    Jembatan Gantung Sukabumi atau Jembatan Situ Gunung, menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik di Jawa Barat. Sebagai jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara, tempat ini menawarkan pengalaman seru bagi para pencinta petualangan dan keindahan alam.

    Dengan panorama hutan hijau yang membentang luas, jembatan ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sambil menguji adrenalin. Terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jembatan Gantung Sukabumi memiliki panjang sekitar 243 meter dengan ketinggian mencapai 150 meter di atas tanah.

    Kamu bisa merasakan sensasi berjalan di atas jembatan, sambil menikmati pemandangan hutan tropis yang asri. Selain itu, destinasi ini juga menawarkan berbagai fasilitas pendukung yang membuat perjalanan semakin nyaman dan menyenangkan.


    Lokasi dan Daya Tarik Jembatan Gantung Sukabumi

    Jembatan Gantung Situgunung SukabumiJembatan Gantung Situgunung Sukabumi. Foto: Siti Fatimah/detikcom

    Situ Gunung adalah tempat wisata alam terletak di Sukabumi yang menyimpan berjuta pesona dan keindahan. Di dalamnya, ada beberapa spot wisata populer. Salah satunya Jembatan Gantung Situ Gunung atau Situ Gunung Suspension Bridge.

    Jembatan Gantung Sukabumi berlokasi di Desa Wisata Gedepangrango tepatnya di Jl. Raya Situgunung KM 9, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

    Jembatan ini merupakan jembatan gantung tengah hutan, yang terpanjang di Asia Tenggara. Dikutip dari laman Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, jembatan gantung ini membentang sepanjang 243 meter, dengan lebar 1,8 meter, dan ketinggian 121 meter di atas permukaan tanah.

    Apalagi, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memiliki banyak keindahan alam. Adapun daya tarik jembatan ini yakni di sekitarnya (area Situ Gunung Sukabumi) terdapat beberapa spot wisata yaitu Air Terjun Curug Sawer dan Air Terjun Lembah Purba.

    Belum lagi, kita akan dimanjakan dengan pemandangan dari jalur gua, jalur pendakian, dan danau. Salah satu dari keindahan-keindahan tersebut adalah Kawasan Situgunung.

    Jembatan gantung memiliki daya tarik bagi wisatawan. Selain memacu adrenalin dengan berjalan di atas ketinggian, pemandangan sekitarnya pun sangat memukau.

    Di sekeliling jembatan, pengunjung akan melihat bukit hijau dan pepohonan tinggi. Suasana sejuk dan dingin akan menemani perjalanan selama berjalan-jalan di Situ Gunung. Selain itu, jembatan ini juga sangat instagramable untuk berswafoto bersama keluarga atau orang terkasih.

    Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Jembatan Gantung Sukabumi

    Tiket masuk ke Situ Gunung mulai dari Rp50-100 ribu. Tiket tersebut sesuai dengan fasilitas yang didapatkan. Selain masuk ke area, masuk ke Curug Sawer, juga ada fasilitas minuman dan camilan sebelum memasuki pintu masuk jembatan.

    • Harga tiket reguler: Rp 50 ribu
    • Harga tiket VIP: Rp 100 ribu
    • Harga tiket VVIP: Rp 150 ribu.

    Tarif tersebut bergantung dengan fasilitas yang didapatkan. Pengunjung dengan tiket reguler akan masuk ke area menuju jembatan dengan berjalan kaki. Namun jika membeli tiket VIP, pengunjung diantarkan ke lokasi utama dengan menggunakan mobil atau ojek secara gratis.

    Sebelum masuk ke jembatan gantung akan disuguhi welcome drink berupa bakso, kacang hijau, dan teh atau kopi panas. Sementara pengguna tiket VVIP tak jauh berbeda, tapi memperoleh makan siang di De’Balcone Resto.

    Jam operasional Jembatan Situ Gunung mulai dari pukul 07.00-16.00 WIB pada hari biasa. Lalu buka pukul 07.00-17.00 WIB ketika weekend dan waktu high season (libur panjang).

    Fasilitas Jembatan Gantung Sukabumi

    Jembatan Gantung Situgunung pertama kali dibangun di pertengahan tahun 2017. Proses pembangunan jembatan dilakukan secara manual dengan melibatkan warga lokal dan tenaga ahli dari Bandung.

    Dalam laman Kementerian Maritim juga disebut pembangunannya tidak menggunakan alat berat, namun bisa selesai dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun, lebih tepatnya selama 4 bulan.

    Material yang digunakan Jembatan gantung Situ Gunung Sukabumi berbahan dasar kayu ulin. Bahan kayu ini digunakan karena memiliki banyak keistimewaan, seperti sifatnya yang tahan terhadap kelembaban dan perubahan cuaca dan air laut.

    Tekstur kayu ulin atau kayu besi dari Papua ini, sangat berat dan keras. Memiliki diameter yang lebar dan panjang, kayu ini tidak mudah dimakan oleh rayap.

    Saat menaiki jembatan, pengunjung juga akan diberi Alat Pelindung Diri (APD) yang telah disediakan oleh pengelola, berupa sabuk pengaman. APD ini wajib kita kenakan di pinggang saat berada di atas jembatan sebagai standar keselamatan. Saat terjadi guncangan, pengunjung harus mengaitkan sabuk ke ramp yang ada pada bagian sisi-sisi jembatan.

    Adapun fasilitas lainnya yang bisa digunakan pengunjung yakni ATM, pusat Kesenian dan Budaya, Musholla, Persewaan Alat, Selfie Area, Tempat makan, dan Wifi Area.

    Ada pula pengalaman wahana lainnya seperti Keranjang Sultan, Floating Lodge Danau Situ Gunung, Flying Fox, hingga paket wisata bermalam di Situ Gunung dari Glamping maupun Camping Ground.

    Dikutip dari laman Kemenkeu Tim KPPN Sukabumi, di area dalam jembatan ini terdapat banyak UMKM makanan dan minuman khas Sunda. Di antaranya cilok, combro, mie rebus, hingga aksesoris dan kerajinan tangan.

    Nah itulah tadi penjelasan soal jembatan gantung Sukabumi dengan lengkap. Jadi, kamu tertarik mengunjunginya?

    (aau/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pemandangannya Desa, Gunung dan Laut



    Jakarta

    Warloka adalah destinasi wisata baru dengan keindahan alam, suasana kampung tua, dan spot foto menarik. Nikmati pengalaman unik di sisi Labuan Bajo ini!

    Labuan Bajo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki banyak destinasi wisata yang menarik. Selain Taman Nasional Komodo, wisatawan kini dapat mengunjungi Warloka, sebuah destinasi baru yang menawarkan keindahan alam dan suasana kampung tua.

    Warloka terletak di Desa Warloka Pesisir, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat. Destinasi ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit perjalanan darat dari Labuan Bajo, tepat di tepi ruas jalan Labuan Bajo-Golo Mori.


    Warloka mulai ramai dikunjungi wisatawan sejak awal tahun ini, terutama wisatawan domestik. Destinasi ini menawarkan panorama laut yang indah, berpadu dengan perbukitan serta suasana kampung tua yang khas.

    “Warloka bagusnya ada tiga pilihan foto pemandangan. Ada pemandangan laut, ada yang gunung, ada juga yang pemukiman warga,” ujar Epy Wahab, salah satu wisatawan lokal yang mengunjungi Warloka, Minggu (23/2/2023).

    Wisatawan domestik menikmati pemandangan alam Warloka, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTTWisatawan domestik menikmati pemandangan alam Warloka, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT (dok. Istimewa)

    Berbagai spot foto tersedia untuk mengabadikan keindahan alam Warloka. “Yang ke sana banyak pilihan spot fotonya. Di spot fotonya juga sudah disiapkan kursi, meja dari kayu. Jadi pengunjung bisa duduk santai sambil nikmati pemandangan,” terang Epy.

    Selain menikmati panorama alam, wisatawan juga bisa merasakan sensasi berjalan di tengah kampung Warloka dengan menyusuri gang-gang di pemukiman warga.

    “Ketika mau ke spot foto juga kita mesti lewati jalan gang di pemukiman rumah-rumah warga, itu juga jadi punya sensasi yang beda buat pengunjung,” jelas Epy.

    Wisatawan lainnya, Hamid, juga merasakan pengalaman berkesan saat mengunjungi Warloka. Menurutnya, pemandangan pantai, laut biru jernih, dan perbukitan di sekitar Warloka menjadi daya tarik utama.

    Baca artikel selengkapnya di detikBali

    (msl/msl)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menikmati Segarnya Tiga Curug di Kaki Gunung Halimun Salak



    Bogor

    Di kawasan kaki Gunung Halimun Salak, Bogor tersimpan salah satu destinasi yang bisa jadi pilihan masyarakat untuk menikmati ketenangan dan keindahan alam, yakni Curug Nangka.

    Suasananya yang sepi tak seperti saat berkunjung ke kawasan Puncak. Jika berkunjung ke Curug Nangka, pengunjung tak hanya akan disajikan dengan satu curug saja. Ternyata di dalam area itu terdapat tiga curug yang bisa dikunjungi pengunjung.

    Pada Sabtu (22/2/2025) detikTravel berkunjung ke curug tersebut yang beberapa waktu ke belakang sempat ramai karena harga tiket yang kurang lebih Rp 50 ribu. Dengan perjalanan yang kurang lebih menghabiskan waktu tiga jam dari Jakarta ini cukup membayar kesuntukan perjalanan.


    Untuk bisa masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak detikTravel mengeluarkan kocek Rp 145 ribu untuk tiga orang dan termasuk kendaraan (mobil) belum termasuk biaya parkir. Untuk biaya parkir mobil seharga Rp 15 ribu. Sehingga kurang lebih untuk satu orang dikenakan biaya sekitar Rp 43 ribu.

    Tapi setelah membayar semua itu, untungnya traveler sudah tidak perlu lagi bayar-membayar di lain areanya (pungli). Sesampainya di tempat parkiran, untuk bisa sampai ke curug traveler harus melakukan trekking kurang lebih sejauh 2 kilometer.

    Dengan pepohonan yang rimbun dan udara yang segar, setidaknya tidak terlalu membuat perjalanan begitu melelahkan. Untuk trek pun tidak terlalu berbahaya, hanya saja tetap perlu fokus karena ada beberapa area bebatuan yang basah.

    Curug Nangka di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, BogorMenyusuri bebatuan untuk menjangkau Curug Kaung. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Kurang lebih setengah jam berjalan, curug yang pertama ditemui adalah Curug Nangka yang. Tetapi Curug Nangka ini hanya terlihat dari atas saja, untuk bisa menikmati alirannya traveler perlu turun dari area yang berbeda dan trek yang sudah disediakan dan perlu menyusuri aliran untuk menikmati turunnya air.

    Namun, jika ingin merasakan segarnya air di kawasannya ini ada beberapa titik kolam alami yang bisa dinikmati. Berjalan menyusuri lebih dalam, traveler harus melewati jalanan yang telah dicor dan bebatuan sungai.

    Kala detikTravel berkunjung, debit air terlihat kecil sehingga sungainya sedikit kering. Di tengah perjalanan menyusuri lebih dalam, traveler akan menemukan curug kedua yakni Curug Daun.

    Di Curug Daun ini traveler bisa bermain air seraya menikmati kesegaran air di sana, tentunya tetap harus berhati-hati. Kemudian jika ingin melihat air terjun lainnya, traveler harus kembali menyusuri bebatuan sungai.

    Di sana traveler akan menemukan Curug Kaung, curug yang paling ujung di area tersebut. Karena debit air yang kecil sehingga tak terlalu basah jika dekat-dekat dengan area turunnya air. Pengunjung yang datang ke Curug Kaung pun banyak yang berendam dan bermain air.

    Tak lupa pengunjung pun berfoto di atas bebatuan besar dengan latar belakang air terjun. Memang berkunjung ke kawasan ini lebih baik ketika cuaca cerah, karena jika kondisi mendung ataupun hujan sangat berbahaya untuk berkunjung ke tiga curug ini.

    Traveler yang ingin merasakan ketenangan dan udara yang bersih, tamasya ke area Curug Nangka ini sungguh memberikan suasana yang menenangkan. Sedikit melepaskan diri dari hiruk-pikuk perkotaan.

    Di kawasan itu pun banyak pedagang-pedagang yang, jadi sebelum traveler masuk untuk menjajal trek menuju ketiga curug itu traveler akan melewati deretan toko-toko makanan dan minuman. Mulai dari makanan ringan, makanan berat hingga menjual buah-buahan.

    Kawasan Curug Nangka ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, selain bisa menikmati sejuknya alam dan segarnya air, traveler juga bisa menikmati bermalam di area ini. Dan yang perlu diperhatikan traveler jika berkunjung ke sini adalah kawanan monyet.

    Jadi perlu berhati-hati jika membawa jinjingan atau totebag karena kawanan monyet ini tak akan segan untuk ‘menjambret’ bawaan traveler.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Wisata Hits di Boyolali, Bisa Berenang hingga Naik Wahana Seru!


    Jakarta

    Boyolali, Jawa Tengah punya sejumlah tempat wisata yang lagi hits dan ramai dikunjungi. Destinasi wisatanya bervariasi, traveler dapat menaiki berbagai wahana seru hingga berenang atau sekadar bermain air.

    Boyolali sendiri memiliki panorama mempesona yang tak kalah dengan wilayah lain di Jawa Tengah. View Gunung Merapi dan Merbabu yang kehijauan dapat terlihat jelas saat cuacanya cerah. Udara sejuk dan alam yang asri pun bikin traveler betah berkunjung ke Boyolali. Simak tempat wisatanya di bawah ini.

    Wisata Hits di Boyolali

    Berikut sederet tempat wisata di Boyolali yang lagi hits dan patut didatangi, merangkum Google:


    1. Cepogo Cheese Park

    Lokasi: Dusun II, Genting, Kecamatan Cepogo, Boyolali
    Jam Buka: Setiap hari, 08.00-18.00 WIB
    Tiket Masuk: Rp 20.000-65.000

    Cepogo Cheese Park termasuk objek wisata ramah keluarga di bawah naungan Cimory Group. Di sana traveler dapat bisa melihat dan berinteraksi dengan hewan di Mini Zoo hingga menaiki wahana seru seperti Tractor Tour De Farm, Rainbow Slide, ATV, dan Gokart.

    Panorama di tempat juga nggak kalah loh, pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu bisa terlihat saat cuacanya cerah. Suasana sejuknya pun bikin betah bermain-main seharian.

    Kalau lapar, traveler dapat bersantap berbagai menu lezat di resto Cepogo Cheese Park. Bisa juga mampir ke toko oleh-olehnya untuk membeli buah tangan berupa aneka makanan dan aksesoris.

    2. Merapi Garden Selo

    Merapi Garden Selo, BoyolaliMerapi Garden Selo, Boyolali Foto: dok. Instagram @merapigardenselo

    Lokasi: Desa Samiran, Selo, Boyolali
    Jam Buka: Senin-Jumat (09.00-20.00 WIB), Sabtu-Minggu (08.00-21.00 WIB)
    Tiket Masuk: Rp 5.000

    Berbagai bunga warna-warni bisa dijumpai di Merapi Garden Selo dan latar Gunung Merapinya mempercantik tempat ini. Ornamen seperti kincir angin hingga ayunan dapat dijadikan spot foto Instagramable.

    Panorama menawan di sini bisa dinikmati lebih lama sambil menyeruput kopi di D’Garden Cafe. Ada juga hidangan enak lain yang dapat dipesan untuk mengisi perut. Boleh reservasi aktivitas menarik seperti paralayang, outbound, dan jeep wisata kafe ini.

    3. Waduk Cengklik Park

    Waduk Cengklik Park, Destinasi Baru Wisata di BoyolaliWaduk Cengklik Park Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

    Lokasi: Gunungparan, Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali
    Jam Buka: Setiap hari, 08.00-18.00 WIB
    Tiket Masuk: Rp 20.000-75.000

    Sesuai namanya, Waduk Cengklik Park berada dekat dengan Waduk Cengklik Boyolali. Traveler dapat menjajal sejumlah wahana seru seperti trampolin, rainbow slide, monorail, hingga bom bom car.

    Anak-anak semakin betah karena di sini terdapat waterboom. Areanya yang dipenuhi miniatur tempat-tempat terkenal dunia juga bisa banget dijadikan spot foto estetik. Pesan tiket masuk bundling agar lebih hemat.

    4. New Selo

    Lokasi: Desa Samiran, Selo, Boyolali
    Jam Buka: 24 Jam
    Tarif Parkir: Rp 3.000-5.000

    View Gunung Merbabu terlihat jelas di New Selo saat cuaca cerah. Puncak gunung hingga hutan lerengnya yang hijau sangat bagus dijadikan background foto.

    Singgah di beberapa warungnya juga boleh untuk menikmati panorama mempesona sambil ditemani minuman dan makanan hangat.

    5. Wisata Alam Panorama

    Wisata Alam Panorama BoyolaliWisata Alam Panorama Boyolali Foto: dok. Instagram @panoramaboyolali.official

    Lokasi: Desa Nepen Teras, Boyolali
    Jam Buka: Setiap hari, 08.00-17.00 WIB
    Tiket Masuk: Rp 10.000

    Kunjungi Wisata Alam Panorama kalau ingin bermain air di kolam bebatuan jernih yang airnya mengalir dari mata air alami. Pengunjung semua usia bisa berenang di sini karena terdapat kolam dangkal hingga sedang. Bisa juga melakukan ban tubing atau menyusuri aliran air menggunakan ban karet.

    Bosan bermain air dapat mencoba berkuda atau tangkap ikan. Ada juga paket outbound bersama rombongan. Jika tak ingin basah-basahan bisa bersantai di gazebonya. Tempatnya sejuk dan teduh lantaran berada di bawah pohon rindang.

    6. Desa Wisata Samiran

    Lokasi: Dusun IV, Desa Samiran, Selo, Boyolali
    Jam Buka: 24 Jam

    Kegiatan seru meliputi berburu sunrise, soft dan hard tracking ke Gunung Merapi serta Merbabu, hingga outbound dan wisata edukasi bisa dicoba saat ke Desa Wisata Samiran atau dikenal Dewi Sambi.

    Traveler juga dapat bermalam di sana lantaran terdapat banyak homestay dengan harga sewa terjangkau. Alam asri dan udara sejuknya cocok jadi tempat healing sejenak.

    7. Wisata Kali Talang

    Lokasi: Area Sawah Desa Nepen, Teras, Boyolali
    Jam Buka: 24 Jam
    Tiket Masuk: Gratis

    Kalau mau wisata gratisan di Boyolali bisa datangi Wisata Kali Talang. Traveler bisa bermain air atau berenang di aliran airnya yang bersih, cukup jernih, dan agak deras. Kalinya dangkal sehingga aman untuk anak-anak.

    Warga sekitar juga kerap memanfaatkan Kali Talang untuk tempat cuci baju hingga tikar. Jadi, jangan heran kalau berenang di sini sambil ditemani ibu dan bapak-bapak yang sedang mencuci.

    8. Simpang Paku Buwono VI

    Simpang PB VI di Selo, Boyolali.Simpang PB VI di Selo, Boyolali. Foto: Jarmaji/detikJateng

    Lokasi: Jl. Blabak-Boyolali, Desa Samiran, Boyolali
    Jam Buka: 24 Jam
    Tiket Masuk: Gratis

    Simpang Paku Buwono VI bukan sekadar area alun-alun biasa. Pengunjung bisa menikmati view Gunung Merapi dengan jelas ketika cuacanya cerah di sini.

    Sepeda listrik, delman, dan kuda dapat disewa untuk berkeliling Alun-Alun Selo, Boyolali yang indah ini. Di sekelilingnya juga banyak penjual makanan yang menjajakan berbagai menu memanjakan lidah.

    9. Taman Air Tlatar

    Taman Air Tlatar di BoyolaliTaman Air Tlatar di Boyolali Foto: Brigida Emi Lilia/d’traveler

    Lokasi: Jl. Pangeran Diponegoro, Dusun 2, Kebonbimo, Boyolali
    Jam Buka: Setiap hari, 09.00-17.00 WIB
    Tiket Masuk: Rp 7.000

    Kunjungi Taman Air Tlatar kalau ingin berenang atau sekadar main air, melihat ikan, dan makan-makan. Kolam renang di sini ditujukan buat anak-anak. Sambil menyantap berbagai hidangan lezat di restonya, traveler bisa melihat ikan di kolam yang jernih. Ada juga taman hijau yang sejuk dan asri di sini.

    10. Omah Kita Selo

    Omah Kita SeloOmah Kita Selo Foto: dok. Instagram @omahkitaselo

    Lokasi: Citakan, Desa Samiran, Selo, Boyolali
    Jam Buka: Setiap hari, 10.00-19.00 WIB

    Panorama Selo, Boyolali amat disayangkan jika dinikmati hanya sehari. Traveler dapat bermalam di Omah Kita untuk pengalaman menginap yang terjangkau. Namun jangan salah, panorama yang disuguhkannya nggak murahan karena Gunung Merapi beserta lereng hijaunya terlihat jelas dari sini.

    Di Omah Kita juga terdapat kafe asik untuk nongkrong. Menu ramen katsu hingga paket sukiyaki dan steamboat bisa dipesan untuk mengganjal perut keroncongan.

    (azn/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Viral di Bogor, Cocok Buat Healing Tipis-tipis



    Bogor

    Kota Hujan memang paling favorit sebagai tempat healing tipis-tipis di akhir pekan atau bahkan libur panjang. Berikut pilihannya!

    Kawasan wisata Puncak menjadi primadona bagi traveler di sekitar Jabodetabek. Lokasinya yang strategis, suasananya beda dari kota dan memiliki segudang tempat wisata yang menarik.

    Selain puncak, kawasan Bogor lainnya juga kerap menjadi tempat liburan pilihan. Buat kamu yang mau healing tipis-tipis bisa datang ke 10 tempat viral ini:


    1. Hibisc Fantasy Puncak

    Hibisc Fantasy Puncak, Bogor.Hibisc Fantasy Puncak, Bogor. (Pradita Utama/detikcom)

    Hibisc Fantasy Puncak menawarkan taman rekreasi dengan banyaknya unsur warna dan bunga.

    Berkunjung ke sana, traveler dapat melihat banyaknya taman bunga hingga berbagai bangunan estetik penuh warna. Bangunan tersebut merupakan bangunan permanen dengan mengambil konsep layaknya Benteng Kremlin Moskow, Rusia.

    Wahana itu baru saja dibuka pada 11 Desember 2024. Meliputi 20 wahana seperti kora-kora, rainbow slide, rumah hantu, hingga taman kelinci. Namun, beberapa wahana wisata tersebut belum semuanya dapat beroperasi lantaran izin yang belum selesai.

    Harga Tiket Masuk: Rp 40 ribu (weekday), Rp 50 ribu (weekend); Tiket terusan (gratis 15 wahana): Rp 90 ribu (weekday), Rp 100 ribu (weekend)

    Jam buka: 8.00-17.00 WIB

    Lokasi: Jl Raya Puncak-Gadog, Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    2. Papa Dino Puncak

    Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus.Papa Dino Puncak, wahana baru di Puncak, Bogor, yang memungkinkan traveler melihat dan belajar terkait hewan purba dinosaurus. (Pradita Utama/detikcom)

    Papa Dino Puncak adalah taman rekreasi bertema dinosaurus yang baru saja dibuka di Puncak, tepatnya pada Jumat (20/12/2024). Spot satu ini melantai di area yang dulu dikenal sebagai The Ranch, atau di Jalan Raya Puncak KM.77, Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

    Daya tarik wisata tersebut yakni dengan banyaknya animatronik dinosaurus yang berukuran besar. Animatronik tersebut tak hanya jadi pajangan, tetapi juga dapat bersuara, bergerak, hingga mengeluarkan air.

    Selain itu, tempat tersebut menyimpan atraksi lain seperti berinteraksi dengan domba hingga sapi, menaiki kereta dino, dino dokar, sepeda gowes atau listrik, hingga flying fox.

    Harga Tiket Masuk: Rp 35 ribu (weekday), Rp 40 ribu (weekend)

    Jam buka: 09.00-18.00 WIB (weekday), 8.00-21.00 WIB (weekend)

    Lokasi: Jl. Raya Puncak No.KM.77, Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    3. Goa Lalay

    Goa Lalay di Klapanunggal, BogorGoa Lalay di Klapanunggal, Bogor Foto: Amalia Novia Putri/detikcom

    Nama destinasi unik di kawasan ini adalah wisata alam Goa Lalay Klapanunggal. Lalay dalam bahasa Sunda yang berarti kelelawar. Tempat ini memiliki suasana alami yang menenangkan dan tebing kapur yang tinggi. Meskipun dulu merupakan bekas penggalian tambang ilegal, wisata alam Goa Lalay kini telah disulap menjadi destinasi menakjubkan dengan banyak spot menarik.

    Wisata alam Goa Lalay menawarkan berbagai fasilitas menarik untuk memanjakan pengunjung, seperti kolam renang dan seluncuran yang cocok untuk merelaksasikan diri. Selain itu, tempat wisata ini juga memiliki sejumlah spot foto yang Instagramable, mulai dari rumah pohon, taman selfie, patung-patung kuda, hingga latar tebing kapur yang megah. Tak ketinggalan, pesona utama dari destinasi ini adalah Goa Lalay itu sendiri, yang menjadi daya tarik unik untuk diabadikan dalam foto.

    Harga Tiket Masuk: Rp 20.000 per orang, biaya parkir Rp 5.000 untuk motor dan Rp 15.000 untuk mobil.

    Jam buka: Senin hingga Minggu, mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB

    Lokasi: Jl. Raya Puncak No.KM.77, Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

    4. Villa Khayangan

    Rainbow Slide di Villa Khayangan BogorRainbow Slide di Villa Khayangan Bogor (dok. Instagram @villa_khayangan_bogor)

    Villa Khayangan adalah penginapan yang dilengkapi wahana permainan antara lain rainbow slide, mini jeep, sepeda gantung, ayunan ekstrem, bioskop 3D, hingga VR. Traveler juga akan menemukan sederet spot foto cantik nan Instagramable di sini.

    Tidak perlu khawatir kelaparan karena tersedia juga kantin, resto, dan kafe. Terdapat kolam renang kalau mau berenang atau sekadar main air. Serta ada mini zoo dengan hewan rusa, beragam burung, dan kambing,

    Harga Tiket Masuk: Rp 25.000 per orang
    Jam Buka: Senin-Minggu, 07.00-17.00 WIB
    Lokasi: Jl. Puncak Dua, Wargajaya, Sukamakmur, Kabupaten Bogor

    5. Fishing Valley Bogor

    Kolam renang di Fishing Valley Bogor WaterPark.Kolam renang di Fishing Valley Bogor WaterPark. (dok. Instagram @fishingvalley)

    Fishing Valley Bogor adalah tempat wisata keluarga di Bogor yang cocok dikunjungi saat momen liburan. Destinasi wisata ini menawarkan keseruan bermain air waterpark, kuliner, hingga pengalaman memancing di kolam pribadi.

    Harga Tiket Masuk (HTM): Rp 30.000 per orang. Sementara, untuk anak di bawah 1 tahun tidak dikenakan biaya masuk.

    Jam Operasional: Senin-Minggu, 08.00 – 18.00 WIB. Sementara, untuk area kolam pancing harian pada hari Selasa tutup.

    Lokasi: Jl. Raya Pemda No.107, Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

    6. HeHa Waterfall

    HeHa WaterfallHeHa Waterfall (dok.Instagram @foodandfootofficial dan @hehawaterfall)

    Wisata hits Bogor selanjutnya ada HeHa Waterfall, yang juga sempat viral di media sosial. Sebenarnya, HeHa Waterfall merupakan tempat makan yang mengusung konsep semi outdoor alias “Spot foto & Resto”.

    Hal yang menarik dari tempat ini yaitu menyuguhkan air terjun buatan terbesar di Indonesia yang tercatat sebagai rekor MURI. Di sini, kamu bisa menghabiskan liburan dengan menyantap makanan lezat sambil menikmati live music, dan berfoto di air terjun buatan yang keren.

    Selain itu, fasilitas umum dan yang akan tersedia juga cukup lengkap. Dikutip dari postingan Instagram @hehawaterfall, tersedia playground, musala, glamping, VIP dining, hingga meeting room.

    Harga Tiket Masuk: Rp 30.000 hingga Rp 35.000.
    Jam Operasional: Weekday mulai dari jam 09:00-20:00 WIB dan Weekend 08:00-21:00 WIB
    Lokasi: Jalan Kapten Harun Kabir, Cibeureum, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    7. Nicole’s River Park

    nicole's river park.Nicole’s River Park. (Instagram @nicolesriverpark)

    Di Tempat wisata Puncak Bogor yang satu ini kamu akan disuguhkan dengan konsep one stop labyrinth. Mulai dari mencoba wahana permainan anak, naik kereta kuda, melihat satwa-satwa, berkuliner, hingga menemukan spot-spot yang instagramable dan keren.

    Harga Tiket Masuk: Weekday Rp 35.000 dan Weekend Rp 40.000
    Jam Operasional: Setiap hari dari jam 08.00-18.00 WIB
    Lokasi: Jl. Raya Puncak Gadog, Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor

    8. The Ranch Puncak

    Wahana dan aktivitas seru untuk menghabiskan liburan juga bisa temukan di The Ranch Puncak. Pengunjung bisa bermain ATV, sepeda renteng, perahu goes, memberi makan hewan ataupun mengajak si kecil untuk menunggangi kuda poni lucu.

    Biasanya travelers juga akan mendapatkan satu cup susu atau bisa memilih voucher diskon untuk belanja di restoran di sana.

    Jam Operasional: Senin-Jumat buka mulai dari jam 09.00-21.00 WIB, dan jam 08.00-21.00 WIB di weekend.

    Harga Tiket Masuk: Mulai dari Rp 25.000

    Alamat: Jalan Raya Puncak Gadog KM 77, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    9. Taman Safari Indonesia

    Panda di Taman Safari Indonesia.Panda di Taman Safari Indonesia. (detikcom)

    Taman Safari Indonesia merupakan pusat konservasi kelas dunia. Wisata ini dinobatkan sebagai situs konservasi terbaik oleh Kementerian Kehutanan Indonesia.

    Destinasi wisata ikonik menjadi yang paling diburu saat libur panjang tiba. Pengunjung bisa berkeliling menggunakan mobil dan melihat kehidupan satwa seperti di tempat aslinya.

    Harga Tiket Masuk: Hari biasa (Weekday)
    >6 Tahun: Rp 230.000

    Akhir pekan dan liburan (weekend & holiday)
    Domestik:
    >6 Tahun: Rp 255.000

    Jam Operasional: Senin-Minggu, 08.00-17.00 WIB
    Lokasi: Taman Safari Indonesia Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

    10. Taman Wisata Alam Gunung Pancar

    Sunset di Gunung PancarSunset di Gunung Pancar (@amanrupiner/d’Traveler)

    Objek wisata yang satu ini menawarkan suasana sejuk dan menenangkan. Hutan pinus yang masih asri menjadi nilai jual dari tempat ini.

    Bagi kamu pemburu golden hour, ini tempat yang tepat karena pada suatu momen sinar matahari yang masuk lewat sela-sela pohon akan terlihat lebih indah.

    Disini juga menyediakan beberapa pilihan, kalian bisa menginap dengan membuat tenda pribadi, atau jika tidak ingin ribet kamu bisa memesan paket glamping yang tersedia.

    Harga Tiket masuk: Rp 5 ribu (weekdays) dan Rp 7 ribu (weekend)
    Jam operasional: 24 jam
    Lokasi: Kampung Ciburial, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Fakta Gunung Carstensz di Tanah Papua


    Jakarta

    Puncak Cartenz di Pegunungan Jayawijaya, Papua Tengah menjadi perhatian setelah dua pendaki perempuan, Elsa Laksono dan Lilie Wijayati, meninggal dunia pada Sabtu (1/3). Berikut fakta-fakta Gunung Carstensz.

    Lilie dan Elsa diduga tewas akibat hipotermia saat perjalanan turun dari puncak. Selain Lilie dan Elsa, tiga pendaki yang melakukan pendakian bersama mereka juga mengalami hipotermia. Mereka adalah Indira Alaika, Alvin Reggy Perdana, dan Saroni. Indira dkk selamat.

    Pendakian itu dilakukan oleh 20 orang dari operator yang berbeda. Rombongan itu terdiri dari lima pemandu, tujuh pendaki Indonesia, enam pendaki asing, dan dua pendaki dari Taman Nasional Lorentz.


    Pendakian Gunung Carstensz bukan pendakian seperti gunung-gunung lain di Indonesia. Pendakian gunung tertinggi di Indonesia itu membutuhkan kemampuan tambahan, yakni penggunaan tali sebagai pengaman saat nak atau pun turun. Para pendaki juga dituntut melakukan dengan cepat dan cermat karena cuaca mudah berubah.

    Untuk mengetahui tentang Gunung Carstensz, berikut rangkuman fakta gunung dengan ketinggian 4884 mdpl yang dirangkum dari berbagai sumber:

    7 fakta Gunung Carstensz:

    1. Lokasi Gunung Cartenz

    Gunung Cartenz berada di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Indonesia. Gunung itu termasuk dalam kawasan Pegunungan Jayawijaya yang membentang di bagian tengah Pulau Papua.

    Meski terletak di daerah tropis yang identik dengan suhu panas dan kelembapan tinggi, puncak gunung ini justru tertutup salju abadi. Fenomena langka tersebut menjadi daya tarik sekaligus keajaiban alam yang memikat banyak pendaki dari berbagai penjuru dunia.

    2. Ketinggian Gunung Cartenz

    Berdasarkan informasi dari situs resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Gunung Cartenz memiliki ketinggian sekitar 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).

    Gunung ini juga dikenal sebagai puncak tertinggi di Indonesia, Australia, dan kawasan Oseania. Selain itu, Cartenz Pyramid termasuk dalam Seven Summits, yaitu tujuh puncak tertinggi di masing-masing benua yang menjadi tujuan impian bagi para pendaki di seluruh dunia.

    Puncak Cartenz juga dikenal dengan sebutan Carstensz Pyramid karena bentuknya yang menyerupai piramida. Carstensz Pyramid terdiri dari tiga puncak terkenal, yakni Puncak Jaya dengan ketinggian 4.884 meter, Puncak Trikora setinggi 4.730 meter, dan Puncak Mandala dengan ketinggian 4.640 meter. Ketiga puncak itu berada di bagian barat dataran tinggi Jayawijaya.

    3. Keajaiban Salju Tropis di Gunung Carstenz

    Gunung Carstenz menjadi salah satu dari lima lokasi di garis khatulistiwa yang diselimuti salju. Empat gunung lain adalah Sierra Nevada di Pegunungan Andes, Gunung Kenya, Gunung Kilimanjaro, dan Ruwenzori di Afrika.

    Adanya salju abadi di puncak menjadikan Cartenz Pyramid sebagai kawasan pergunungan kars yang memiliki nilai penting, baik bagi Indonesia maupun dunia.

    Selain itu, kehadiran salju dan gletser es di puncaknya semakin memperindah panorama alam di sekitarnya. Pada tahun 1992, luas salju di Puncak Jaya diperkirakan mencapai 3.300 hektare.

    Pegunungan kars di Papua secara umum membentang di pematang Perbukitan Tengah dengan ketinggian antara 3.000 hingga 4.500 meter di atas permukaan laut. Wilayah ini menunjukkan betapa luasnya penyebaran kawasan kars di Indonesia.

    4. Satu dari World Seven Summits

    Selain menjadi puncak tertinggi di Indonesia, Carstensz Pyramid juga masuk dalam daftar World Seven Summits. Puncak-puncak tertinggi di dunia ini mewakili setiap benua.

    World Seven Summits terdiri dari Kilimanjaro di Afrika, Gunung Elbrus di Eropa, Denali di Amerika Utara, Gunung Aconcagua di Amerika Selatan, Evereset di Asia, Vinson Massif di Antartika, Kosciuszko di Australia, dan Puncak Jaya di Oseania.

    5. Nama Orang Belanda

    Sebutan Carstensz diambil dari nama seorang pendaki gunung asal Belanda, Jan Carrstenszoon, yang melihat gunung itu pada 1623 dan yakin ada salju di puncak gunung itu. Laporannya sempat ditertawakan.

    Hingga kemudian, pada 1909, Hendrikus Albertus Lorentz, yang juga meneer Belanda bisa membuktikan bahwa salju di gunung itu nyata. Dia menjumpai salju setelah mencapai Pegunungan Tengah dalam sepuluh kali percobaan.

    Sebelumnya, gunung itu bernama Nemangkawi dalam bahasa Amungkal. Puncak Jaya juga memiliki sebutan lain, yaitu Ngga Pulu, di mana “Ngga” berarti gunung.

    6. Pendakian Pertama ke Puncak Jaya

    Puncak Jaya baru didaki pada 1962 oleh sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Heinrich Harrer, seorang pendaki gunung Austria. Ekspedisi itu melibatkan tiga anggota ekspedisi lainnya, yakni Robert Philip Temple, Russell Kippax, dan Albertus Huizenga.

    Philip Temple dari Selandia Baru, adalah yang paling berpengalaman berurusan dengan Puncak Carstensz. Dia sudah membuat banyak ekspedisi pendakian Carstensz dan merintis rute pendakian ke pegunungan itu.

    Dia menemukan beragam jalur alternatif menuju puncak bersalju, sekaligus membuat peta rute perjalanan tersebut. Namun karena kehabisan dana dan logistik, ia tidak berhasil mewujudkan impiannya menaklukkan Puncak Carstensz. Selanjutnya, ia malah bergabung dalam tim Harrer dan menjadi penunjuk jalan.

    Dia berhasil mengantar tim Harrer menginjakkan kaki di puncak gunung bersalju tersebut, meskipun akhirnya nama Harrer yang terpahat sebagai orang yang pertama menundukkan Puncak Carstensz.

    7. Pendakian Tim Indonesia

    Pada 1963, di tahun yang sama Papua bergabung dengan Indonesia, puncak itu berganti nama menjadi Puncak Soekarno, setelah itu kemudian diganti menjadi Puncak Jaya. Namun, di kalangan pendaki, nama Carstensz masih sering digunakan.

    Pendakian pada 1963 itu dilakukan dalam sebuah ekspedisi Cendrawasih dengan tiga pendaki, yaitu Fred Athaboe, Sudarto, dan Sugirin.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Danau Gunung Tujuh, Kaldera Tertinggi di Asia Tenggara yang Menakjubkan



    Kerinci

    Danau Gunung Tujuh merupakan salah satu destinasi wisata alam menakjubkan yang wajib dikunjungi traveler jika datang ke Kabupaten Kerinci, Jambi.

    Jika datang ke destinasi wisata ini, maka traveler akan disuguhkan dengan pemandangan pagi yang begitu syahdu dan tenang. Kabut bak tembok putih perlahan-lahan pun membuka lanskap hijau danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara ini.

    Pemandangan inilah yang dinikmati wisatawan Danau Gunung Tujuh setiap pagi. Danau Gunung Tujuh dikelilingi perbukitan hijau dan udara sejuk khas pegunungan.


    Danau ini berada di Desa Palompek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi. Danau Gunung Tujuh memiliki ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan panjang 4,5 kilometer dan lebar 3 kilometer.

    Sesuai namanya, danau ini dikelilingi tujuh gunung di antaranya, Gunung Hulu Tebo (2.525 mdpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 mdpl), Gunung Madura Besi (2.418 mdpl), Gunung Lumut (2.350 mdpl), Gunung Selasih (2.230 mdpl), Gunung Jar Panggang (2.469 mdpl), dan Gunung Tujuh (2.735 mdpl).

    Danau Gunung Tujuh adalah danau yang tercipta karena proses letusan gunung api dari Gunung Tujuh. Letusan gunung tersebut menyebabkan terbentuknya sebuah kawah besar yang kemudian terisi oleh air hujan sehingga membentuk sebuah danau.

    Perjalanan menuju Gunung Tujuh dapat dilakukan melalui transportasi darat. Jika berangkat dari Kota Sungai Penuh, jaraknya kurang lebih satu jam untuk sampai ke Pos Registrasi Pendakian Gunung Tujuh di Desa Palompek, yang dikelola Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

    Trekking menuju danau memakan waktu sekitar dua-tiga jam dengan jalur yang cukup menantang. Wisatawan akan melewati tiga pos dengan jalur tanah yang basah dan akar-akaran yang terus menanjak.

    Wisatawan berfoto di pinggir Danau Gunung Tujuh dengan latar gunung yang mengelilinginyaWisatawan berfoto di pinggir Danau Gunung Tujuh Foto: (Foto: Dimas Sanjaya)

    Wisatawan akan melewati hutan tropis yang rimbun dengan pepohonan besar. Sesekali, suara monyet dan kicauan burung bersautan menambah kesan alami dalam perjalanan ini. Meski cukup melelahkan, udara sejuk dan segarnya alam membuat rasa letih sedikit terobati.

    Setiba di pos tiga atau pos terakhir, wisatawan akan turun sekitar 500 meter untuk menuju danau. Jalur turun menuju danau ini sedikit curam sehingga memerlukan kehati-hatian, apalagi jika jalur dalam keadaan basah setelah hujan.

    Akan tetapi di jalur ini, ada pegangan tali yang memagari jalur hingga ke bawah danau, sebagai pegangan untuk para wisatawan.

    Setibanya di bawah, panorama Danau Gunung Tujuh langsung menyambut dengan keindahannya yang memukau. Airnya yang jernih membentang luas dengan latar belakang perbukitan hijau yang mengelilingi danau.

    Di tepian danau, wisatawan dapat mendirikan tenda untuk nge-camp. Wisatawan juga bisa memilih pulang di hari yang sama atau yang dikenal dengan istilah pendakian tektok. Jika nge-camp, wisatawan dapat mengabadikan momen matahari terbit dan kabut yang menyingsing di danau tertinggi ini.

    Pengalaman ke Danau Gunung Tujuh memberikan kesan mendalam bagi banyak wisatawan. Salah satunya, Rifani (27), wisatawan dari Kota Jambi, mengaku terpesona dengan keindahan alamnya terutama suasana pagi harinya.

    “Saya sudah dua kali ke sini, yang pertama tektok dan yang kedua kali ini nge-camp. Perjalanan ke sini memang melelahkan, tapi begitu sampai, semua terbayar lunas,” katanya.

    Danau Gunung TujuhDanau Gunung Tujuh Foto: detik

    Hal senada dikatakan wisatawan dari Sumatera Utara, Aryo (30) yang mengaku Danau Gunung Tujuh cocok untuk melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan karena suasananya yang tenang. Ini merupakan pengalaman pertamanya mendaki di Danau Gunung Tujuh.

    “Sebelumnya saya cuma lihat-lihat di media sosial saja, tapi akhirnya bisa sampai ke Danau Gunung Tujuh ini. Suasana dan pemandangan di sini benar-benar keren,” ujarnya.

    Sebagai destinasi wisata alam yang masih alami, Danau Gunung Tujuh membutuhkan kesadaran wisatawan untuk menjaga kebersihannya. Masih banyak ditemukan sampah baik di tepi danau maupun di jalur pendakian.

    “Sangat disayangkan masih banyak pendaki meninggalkan sampah, semoga ada aturan tegas dari pengelola terkait masalah sampah ini agar tidak mengganggu ekosistem di sekitar danau,” kata Aryo.

    Selain berkemah di tepian danau, wisatawan juga dapat menikmati alam dengan memancing, atau sekadar duduk menikmati udara segar sambil menyeruput kopi hangat.

    Beberapa wisatawan juga memilih menjelajahi danau Gunung Tujuh dengan perahu kayu atau sampan milik warga setempat.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kemuning Sky Hills, Tempat Wisata Seru dan Indah di Karanganyar


    Ada sejumlah tempat wisata yang terkenal di Karanganyar, Jawa Tengah, salah satunya adalah Kemuning Sky Hills. Selain mencoba berbagai aktivitas seru, kamu juga bisa menikmati pemandangan alam yang indah dari tempat wisata ini.

    Dibuka sejak Januari 2023, Kemuning Sky Hills langsung menjadi primadona di kalangan wisatawan. Bagaimana tidak, salah satu daya tarik utamanya adalah terdapat jembatan kaca yang diklaim terpanjang di Jawa Tengah.

    Penasaran, apa saja daya tarik lainnya dari Kemuning Sky Hills? Lalu berapa harga tiket masuknya? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.


    Daya Tarik Kemuning Sky Hills

    Ada sejumlah daya tarik yang dimiliki Kemuning Sky Hills. Mengutip akun Instagram resminya @kemuningskyhills, berikut sederet daya tariknya:

    1. Jembatan Kaca

    Daya tarik utama dari Kemuning Sky Hills adalah terdapat jembatan kaca yang panjangnya mencapai 120 meter. Jembatan kaca ini diklaim sebagai yang terpanjang di Jawa Tengah, lho.

    Tinggi jembatan kaca ini mencapai 60 meter. Bagi travelers yang takut ketinggian, tenang saja karena kaca yang digunakan memiliki ketebalan 3 cm, sehingga terjamin kokoh dan aman untuk dilalui.

    Selama di jembatan kaca, kamu bisa melihat pemandangan alam yang indah, mulai dari hamparan kebun teh hijau hingga Gunung Lawu dari kejauhan. Kalau takut ketinggian, jangan lihat ke bawah ya detikers!

    2. Banyak Wahana Seru

    Selain menikmati pemandangan alam dari atas jembatan kaca, pengunjung juga bisa mencoba berbagai wahana seru dan menantang di Kemuning Sky Hills, mulai dari ATV, paralayang, berkeliling naik jeep, flying fox gantole, hingga giant swing.

    3. Restoran dan Kafe

    Kemuning Sky Hills juga memiliki restoran dan kafe yang memiliki pemandangan memukau. Disarankan pilih tempat duduk di area outdoor agar travelers dapat menikmati hidangan lezat sambil melihat hamparan kebun teh dan pesona Gunung Lawu.

    Untuk rekomendasi menu makanannya ada spaghetti sambal matah, nasi goreng katsu, hingga risol mayo. Sedangkan rekomendasi minumannya ada kopi tubruk, es teh manis, hingga kopi susu gula aren.

    4. Spot Foto Instagramable

    Apabila perut sudah kenyang, kini saatnya travelers kembali berkeliling di Kemuning Sky Hills. Sempatkan diri untuk mampir ke kebun teh untuk berfoto-foto dengan latar belakang Gunung Lawu dan pepohonan yang hijau.

    Selain itu, ada juga beberapa spot foto Instagramable di sekitar Kemuning Sky Hills. Pastikan travelers memakai pakaian yang bagus agar hasil fotonya semakin keren!

    Harga Tiket Masuk Kemuning Sky Hills

    Per Maret 2025, pengunjung yang datang ke Kemuning Sky Hills akan dikenakan tiket masuk. Berikut rincian harga tiket masuknya:

    • Harga tiket masuk (HTM) Kemuning Sky Hills: Rp 10.000/orang.
    • Harga tiket masuk (HTM) jembatan kaca: Rp 30.000/orang.
    • Harga tiket terusan (ke jembatan kaca dan area Kemuning Sky Hills): Rp 40.000/orang.

    Selama bulan Ramadan 2025, ada promo menarik bagi pengunjung yang datang ke Sky Kemuning Hills. Untuk HTM ke kawasan dan jembatan kaca hanya dibanderol Rp 25.000/orang. Periode promo ini berlangsung sampai 27 Maret 2025.

    Jam Operasional Kemuning Sky Hills

    Kemuning Sky Hills buka setiap hari dari pukul 09.00-18.30 WIB. Jadwal operasional tersebut juga berlaku pada area wisata jembatan kaca.

    Sebagai informasi, terjadi sedikit perubahan pada jam operasional Sky Kemuning Hills saat Ramadan 2025. Berikut rincian jam bukanya:

    • Kawasan dan wahana: 09.00-20.00 WIB
    • Restoran dan kafe: 12.00-20.00 WIB.

    Fasilitas di Kemuning Sky Hills

    Demi memberikan kenyamanan kepada pengunjung yang datang, pihak Kemuning Sky Hills menyediakan fasilitas yang lengkap. Di antaranya:

    • Tempat parkir luas
    • Toilet
    • Mushola
    • Restoran
    • Kafe
    • Agrowisata kebun teh.

    Kemuning Sky Hills beralamat di Jalan Karangpandan-Ngargoyoso, Sumbersari, Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

    Dari pantauan Google Maps, apabila detikers berangkat dari Kota Surakarta, jarak tempuhnya sekitar 40 km atau 1,5 jam perjalanan dengan mengendarai mobil.

    Apabila travelers berangkat dari Kota Sragen, jarak tempuhnya sekitar 30 km atau memakan waktu selama 1 jam perjalanan dengan berkendara mobil.

    Itu dia ulasan singkat mengenai Kemuning Sky Hills, salah satu tempat wisata seru dan populer di Karanganyar, Jawa Tengah. So, tertarik untuk menghabiskan waktu liburan ke sana?

    (ilf/fds)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menanti Waktu Berbuka Puasa di Gunung Bohong



    Cimahi

    Ngabuburit atau menanti waktu berbuka paling asyik sambil melihat pemandangan. Di Cimahi, traveler bisa ngabuburit di gunung Bohong sambil lihat kereta cepat.

    Jam menunjukkan pukul 15.30 WIB, waktu menuju adzan maghrib tanda berbuka puasa masih cukup lama. Di sela menunggu waktu iftar, sejumlah muda-mudai Kota Cimahi memanfaatkan waktu dengan ngabuburit.

    Langit sore itu juga cerah, tak nampak tanda-tanda mendung sebagai ciri bakal turunnya hujan. Maklum, sepekan belakangan hujan terus membasahi Bandung Raya, termasuk Cimahi.


    Ada yang sibuk memilih jajanan yang mau dibeli, ada yang sabar bermacet-macetan menuju rumah, lalu sedikit orang memilih nangkring di daerah Jalan Tipar Barat, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan.

    Tak ada yang terlalu istimewa, cuma sebuah bukit tempat melihat lanskap Cimahi dari ketinggian. Bonusnya, mereka yang datang ke daerah Gunung Bohong Cimahi itu juga bisa melihat laju Kereta Cepat Whoosh.

    Dari tepi jalan, duduk di atas pembatas jalan, sudah ramai orang-orang menunggu datangnya kereta cepat. Tempat melihat kereta cepat itu, sebetulnya telat di atas terowongan yang dinamai tunnel 11 oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC).

    Tak cuma warga lokal, ternyata ada juga yang jauh-jauh datang dari luar Cimahi. Salah satunya Bagus Arisuta, pemuda asal Sukabumi yang kebetulan sedang bekerja di Kota Cimahi. Ia berkisah baru pertama kali datang ke spot ngabuburit di bukit Gunung Bohong itu.

    “Kebetulan sore ini mau ngabuburit sambil hunting foto. Memang saya senang fotografi dan niat mau foto kereta cepat,” kata Bagus saat berbincang, Rabu (12/3/2025) sore.

    Pengunjung ngabuburit di bukit Gunung Bohong CimahiPengunjung ngabuburit di Gunung Bohong Cimahi Foto: Whisnu Pradana/detikJabar

    Ia menemukan lokasi tersebut setelah riset di media sosial serta mencari di Google Maps. Sampai akhirnya ia diarahkan ke lokasi tersebut yang di bagian kaki bukitnya terdapat warung tempat orang nongkrong bahkan membatalkan puasa.

    “Saya cari di google maps, terus lihat di medsos juga dan diarahkan ke sini. Untungnya enggak terlalu jauh dan lumayan bagus buat ngonten,” kata Bagus.

    Dari ketinggian itu, terlihat jelas trase kereta cepat dengan sudut berbelok di ujung pandangan mata. Di sisi kanan, ada pemandangan jalan tol yang menimbulkan perasaan seperti sedang di luar kota ketika mudik.

    “Pemandangannya bagus, jarang juga ada yang seperti ini. Saya baru pertama kali ke sini, cocok juga buat ngonten dan cari foto. Kalau mau buka, di sini juga ada warung,” ujar Bagus.

    Warga lainnya, Azis Rahmat, datang bersama teman-temannya. Ia sengaja datang ke lokasi tersebut setelah melihat spot itu ramai di media sosial.

    “Ternyata bagus lokasinya, buat spot foto. Cuma sayang di bawahnya itu tanamannya tumbuh subur, jadi agak menghalangi pemandangan,” kata Azis.

    Tak terlalu sulit untuk bisa menikmati pemandangan dari lokasi tersebut. Pengunjung hanya perlu menuju Jalan Ibu Ganirah, Cibeber. Sebelum gerbang belakang Unjani Cimahi, lalu belok kanan dengan patokan Gedung Serba Guna Arizka.

    Dari situ pengunjung hanya perlu mengikuti jalan sampai akhirnya tiba di spot yang dituju. Alangkah baiknya datang pada pagi dan sore hari saat matahari tak terlalu panas menusuk kulit.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com