Tag: gunung

  • 8 Rekomendasi Wisata Magelang, Tempat Berburu Sunrise Hingga Kota M



    Jakarta

    Magelang bersinar akhir pekan ini lewat Festival Lampion Waisak 2025. Buat traveler yang tengah berada di kota itu, ada delapan rekomendasi destinasi wisata selain Candi Borobudur.

    Tahun ini, Hari Raya Waisak jatuh pada Senin (12/5/2025). Perayaannya kembali dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

    Magelang terletak di sebelah utara Yogyakarta dan sebelah selatan Semarang. Perjalanan dari Yogyakarta ke Magelang dapat ditempuh dengan bus atau travel sekitar 1-2 jam, sedangkan dari Semarang ke Magelang dapat ditempuh dengan bus atau travel sekitar 1,5-2 jam.


    Untuk mencapainya, traveler bisa menggunakan bus umum atau travel, baik dari Yogyakarta atau pun Semarang.

    Nah, saat sudah berada di Magelang, traveler bisa memilih destinasi lain di samping Candi Borobudur sebagai pusat pelaksanaan Festival Lampion Waisak yang disarikan dari rilis Kemenpar dan sumber lain.

    Berikut 8 rekomendasi wisata Magelang:

    1. Museum dan Kampung Seni Borobudur

    Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan beserta rombongan meninjau Museum dan Kampung Seni Borobudur di Kujon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (19/9/2024).Museum dan Kampung Seni Borobudur di Kujon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang (Eko Susanto/detikJateng)

    Tidak jauh dari Candi Borobudur, ada Museum dan Kampung Seni Borobudur sebagai pilihan destinasi yang bisa dikunjungi sebelum atau sesudah mengikuti acara Festival Lampion Waisak. Sesuai namanya, daya tarik tempat ini adalah area museum yang berisi replika arca singa Candi Borobudur, miniatur candi, patung Buddha, dan lukisan Borobudur karya Affandi.

    Di bagian luar, pengunjung bisa berfoto-foto dengan latar dinding besar berisi relief yang menggambarkan perjalanan Candi Borobudur dan kehidupan setempat.

    Museum dan Kampung Seni Borobudur juga menjadi tempat yang tepat untuk berburu oleh-oleh. Mulai dari aksesoris, kerajinan tangan, hingga kaos dan kain tersedia dengan harga relatif terjangkau.

    Jika ingin mengabadikan momen, area Top Selfie memungkinkan pengunjung bisa berfoto dengan latar pemandangan Bukit Menoreh. Ada juga area Amphitheatre yang sering kali menjadi venue event dan pertunjukan kebudayaan, atau sekadar bersantai menikmati suasana.

    Pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk ke museum ini.

    2. Taman Baca Melek Huruf

    Taman Baca Melek Huruf adalah tempat terbaik untuk mengenal Magelang lebih dalam. Di sini terdapat lebih dari 1.000 koleksi literatur, mulai dari buku fiksi, buku non-fiksi, buku anak, majalah, hasil riset, hingga statistik mengenai Magelang yang dapat dibaca di tempat secara gratis.

    Pengunjung juga akan dimanjakan dengan latar pemandangan kebun dan Perbukitan Menoreh. Taman Baca Melek Huruf juga menyediakan aneka kudapan rumahan sebagai teman ngobrol dan membaca buku.

    Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pengalaman liburan seru, tersedia juga area penginapan Taman Baca Melek Huruf dengan tarif Rp 500 ribu per malam. Menariknya, penginapan ini menawarkan fasilitas tur yang bisa disesuaikan dengan selera pengunjung untuk mengeksplorasi tempat-tempat di Magelang.

    Taman Baca Melek Huruf berada di Dusun Pucungan, Desa Candirejo, Kabupaten Magelang dan dapat dikunjungi mulai Jumat – Senin pukul 10.00 – 18.00 WIB.

    3. Punthuk Setumbu

    Punthuk SetumbuSunrise di Punthuk Setumbu (Raina Widita Swasti)

    Salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berlibur di Magelang adalah Punthuk Setumbu. Area ini sering disebut sebagai tempat terbaik untuk menikmati momen matahari terbit. Daya tarik utama dari Punthuk Setumbu adalah area perbukitan menawan dengan latar Candi Borobudur dan pegunungan.

    Terletak di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl), Punthuk Setumbu mempunyai suasana yang sejuk. Oleh karena itu, destinasi wisata Magelang ini biasa menjadi pilihan favorit liburan anak muda maupun keluarga sambil menikmati pemandangan matahari terbit.

    4. Dusun Butuh

    Nepal van Java julukan dari Dusun Butuh, yang berada di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memiliki lanskap yang menarik untuk dikunjungi. Deretan rumah berwarna-warni diketinggian 1.600 mdpl yang berada di kaki Gunung Sumbing itu hampir mirip dengan kontur yang ada di Pegunungan Himalaya, Nepal.Nepal van Java julukan dari Dusun Butuh, yang berada di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memiliki lanskap yang menarik untuk dikunjungi. (Kemenparekraf)

    Dusun Butuh, dikenal dengan julukan “Nepal van Java”, merupakan kawasan permukiman yang berada di dataran tinggi lereng Gunung Sumbing. Lokasinya yang berada di ketinggian 1.620 mdpl membuat suasana Dusun Butuh seringkali disandingkan dengan desa-desa dataran tinggi Pegunungan Himalaya.

    Seperti permukiman dataran tinggi pada umumnya, Dusun Butuh berlatar panorama indah area persawahan terasering dan rumah-rumah di perbukitan. Saat sunrise, dusun ini terlihat makin cantik dengan sinar matahari yang menembus kabut dan menyinari pemukiman.

    Desa Butuh menjadi titik awal bagi pendaki yang ingin mencapai puncak Gunung Sumbing, yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah.

    5. Gunung Andong

    Sensasi Mendaki Gunung AndongJalur pendakian Gunung Andong (Eko Susanto/detikcom)

    Dengan ketinggian 1.726 mdpl, Gunung Andong adalah pilihan favorit para pendaki pemula. Terlebih, gunung ini mempunyai trek pendakian yang landai sehingga relatif mudah dilalui untuk sampai ke puncak.

    Tak hanya dikenal sebagai destinasi pendakian, Gunung Andong juga kerap menjadi pilihan wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan. Oleh karena itu, Gunung Andong juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata ikonik Magelang yang menarik untuk dikunjungi.

    6. Wisata Getek Balong

    Wisata Getek Balong merupakan salah satu aktivitas menyusuri Sungai Progo dengan menggunakan rakit bambu tradisional sambil menikmati pemandangan matahari tenggelam. Jeram-jeram kecil dan batu-batuan andesit di tengah sungai menjadi rintangan yang menambah keseruan wisata ini.

    Fakta menariknya, wisata ini merupakan bentuk replikasi kehidupan masyarakat setempat pada zaman dahulu yang memanfaatkan Sungai Progo untuk mengambil batuan dan mengantarnya dengan getek sebagai bahan pembangunan Candi Borobudur.

    Oleh karena itu, Wisata Getek Balong juga menjadi salah satu bagian dari Borobudur Trail of Civilization, perjalanan wisata tematik yang terinspirasi dari relief-relief Candi Borobudur.

    7. Kota M di Serial Netflix Gadis Kretek

    Serial Gadis Kretek yang tayang di Netflix pada 2 November 2023 berhasil menarik perhatian publik, salah satunya karena latar misterius bernama ‘Kota M’. Penulis novelnya, Ratih Kumala, mengungkap bahwa ‘Kota M’ merupakan kota fiktif yang terinspirasi dari Muntilan, sebuah kecamatan di Kabupaten Magelang.

    Petunjuknya terlihat dari posisi geografis Muntilan yang berada di antara Yogyakarta dan Magelang, serta referensi budaya khas seperti tape ketan dan wajik Nyonya Pang yang juga disebutkan dalam cerita.

    Muntilan yang sebenarnya memiliki sejarah panjang dan peran strategis sebagai pusat perdagangan dan pendidikan sejak era kolonial. Pernah menjadi bagian dari Kesultanan Yogyakarta hingga dikuasai Inggris dan Belanda, Muntilan berkembang pesat pada awal abad ke-20 dengan hadirnya jalur kereta api, kantor pos, dan sekolah modern dari misi Katolik.

    8. Bukit Rhema

    Bukit Rhema, yang lebih dikenal sebagai Gereja Ayam, adalah salah satu destinasi unik di Magelang yang menawarkan pemandangan alam spektakuler dan bangunan ikonik berbentuk burung merpati besar. Bangunan itu juga dikenal sebagai gereja ayam, karena bentuk kepalanya menyerupai ayam jantan. Padahal, sebenarnya bangunan itu didirikan sebagai rumah doa lintas agama oleh Daniel Alamsjah pada tahun 1990-an.

    Terletak di perbukitan Menoreh, destinasi itu menjadi populer setelah muncul dalam film Ada Apa dengan Cinta 2, dan kini menjadi salah satu spot foto paling favorit di sekitar Borobudur.

    Selain arsitekturnya yang menarik, Bukit Rhema juga menawarkan pengalaman spiritual dan edukatif. Di dalam bangunan terdapat ruang-ruang doa, galeri sejarah pembangunan, hingga spot merenung di bagian mahkota.

    Pengunjung juga bisa naik ke puncak kepala burung untuk menikmati panorama 360 derajat yang menakjubkan-dengan latar Gunung Merapi, Merbabu, dan Borobudur di kejauhan. Tempat ini cocok untuk mereka yang mencari suasana tenang, inspiratif, sekaligus instagramable.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 12 Geopark Indonesia yang Diakui UNESCO di 2025


    Jakarta

    Geopark (taman bumi) adalah bentang alam yang menyimpan jejak geologis berupa keragaman batu dan mineral, hayati, dan budaya serta diwariskan antar generasi. Geopark dapat dikelola masyarakat setempat dengan mempertimbangkan keseimbangan lingkungan, edukasi, dan ekonomi.

    Di dunia banyak geopark dengan luas, ciri, dan keragaman yang layak mendapat pengakuan dunia. Biodiversitas dan jejak kebumian (geologis) dalam geopark wajib dilindungi demi keberlanjutan kehidupan di dunia yang ramah lingkungan.

    Daftar 12 Geopark di Indonesia yang Diakui UNESCO

    Dikutip dari situs UNESCO, ada 12 geopark di Indonesia berstatus UNESCO Global Geopark (UGGp). Berikut daftarnya

    1. Geopark Batur

    • Lokasi: Gunung Batur, Bali
    • Lanskap: Kawasan kaldera Gunung Batur dan dinding luarnya yang membentuk bentang alam khas Bali serta danaunya.

    2. Geopark Gunung Sewu

    • Lokasi: Antar wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
    • Lanskap: Menampilkan bentang alam karst pada iklim tropis yang terbentuk jutaan tahun lalu melalui proses geologis.

    3. Geopark Ciletuh-Palabuhanratu

    • Lokasi: Sukabumi, Jawa Barat
    • Lanskap: Jejak geologi sejak 65 juta tahun lalu dengan formasi batuan unik, air terjun, dan pantai.

    4. Geopark Rinjani-Lombok

    • Lokasi: Nusa Tenggara Barat
    • Lanskap: Mencakup Gunung Rinjani dengan kaldera, savana, dan hutan tropis.

    5. Geopark Kaldera Toba

    • Lokasi: Sumatra Utara
    • Lanskap: Terdiri dari 16 geosite dengan bentang alam air terjun, bukit, dan Danau Toba yang menyatukannya.

    6. Geopark Belitong

    • Lokasi: Kepulauan Bangka Belitung
    • Lanskap: Terdiri dari batu granit besar yang eksotis lengkap dengan kekayaan hayati di darat dan laut.

    7. Geopark Ijen

    • Lokasi: Jawa Timur
    • Lanskap: Kawah dengan danau asam terbesar di dunia serta fenomena api biru yang langka.

    8. Geopark Maros-Pangkep

    • Lokasi: Sulawesi Selatan
    • Lanskap: Susunan batuan kapur (karst) yang berasal dari zaman purba.

    9. Geopark Merangin Jambi

    • Lokasi: Jambi
    • Lanskap: Lokasi asal fosil tumbuhan berusia 296 juta tahun kurang lebih periode Permian Awal.

    10. Geopark Raja Ampat

    • Lokasi: Papua Barat
    • Lanskap: Biodiversitas laut lengkap dengan batuan tua dari era Silur-Devon.

    11. Geopark Kebumen

    • Lokasi: Jawa Tengah
    • Lanskap: Batuan purba, goa-goa karst, dan jejak geologis sejak jutaan tahun lalu.

    12. Geopark Meratus

    • Lokasi: Kalimantan Selatan
    • Lanskap: Warisan jejak kebumian tropis lengkap dengan kekayaan budaya dan masyarakat adat.

    Buat traveler yang ingin berkunjung, jangan lupa update informasi untuk memastikan ketersediaan layanan. Termasuk harga tiket, rute, dan transportasi terbaik menuju destinasi wisata pilihan.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 9 Tempat Wisata Hits di Bogor, Pilihan Tempat Liburan Bareng Keluarga


    Jakarta

    Bogor tak pernah kekurangan pilihan tempat wisata untuk keluarga dan orang-orang terdekat. Berbagai destinasi wisata bisa ditemukan di sini dengan beragam fasilitas, wahana, dan layanan bagi pengunjung.

    9 Pilihan Tempat Wisata Hits di Bogor Bareng Keluarga

    Berikut adalah pilihannya dikutip dari arsip berita detik travel dan media sosial tempat wisata terkait.

    1. Enchanting Valley

    Enchanting Valley PuncakEnchanting Valley Puncak Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

    Tiket masuk

    • Regular dewasa weekday 135 ribu dan weekend 160 ribu.
    • Premium dewasa weekday 195 ribu dan weekend 225 ribu.

    Alamat

    • Jalan Raya Puncak KM 77, Cilember, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

    Destinasi seluas 22 hektar ini menggabungkan wahana permainan, spot foto, kuliner, dan pentas drama musikal. Dengan suhu yang relatif sejuk, Enchanting Valley menyediakan tempat healing yang asri, nyaman, dan rindang.


    2. The Nice Playland Gunung Geulis

    Tiket masuk

    Alamat

    • Jalan kampung, RT 02/RW 02, Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Destinasi wisata ini menggabungkan arena permainan, kebun binatang mini, dan kuliner enak. Area tempat bermain berada di luar ruangan dengan pilihan wahana dan rainbow slide. Pengunjung juga bisa main air di kolam yang menyediakan sarana permainan.

    3. Hidden Dragon Hill

    Tiket masuk

    • Rp 50 ribu per orang diutamakan bagi yang pesan lebih dulu.

    Alamat

    • Jalan Kadaka, Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Tempat healing ini cocok dinikmati bersama keluarga dan orang-orang terdekat sambil makan durian. Selain cuaca yang sejuk dan asri, pengunjung bisa menikmati ikon negeri Cina yang identik dengan naga dan warna merah. Jangan lupa pesan tempat dulu sebelum datang agar bisa menikmati semua layanan.

    4. Minimania Puncak Bogor

    Mini ManiaMini Mania (Mini Mania/instagram)

    Tiket masuk

    • Minimania: Rp 35 ribu
    • Sakura Park: Rp 35 ribu
    • Adventure Land: Rp 35 ribu.

    Alamat

    • Jl. Sentul Paradise Park, Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Sesuai taglinenya, Minimania menyediakan aneka miniatur dunia dalam ukuran mini. Pengunjung bisa berfoto depan spot pilihan, dengan kostum favorit. Di sini juga tersedia skyride yang memungkinkan pengunjung melihat pemandangan area wisata dan sekitarnya dari atas.

    5. Goa Lalay

    Liburan ke Bogor tak lengkap tanpa menjelajahi keindahan wisata alamnya. Namun, pernahkah terpikir untuk mengunjungi bagian timur kota Bogor yang menyimpan surga tersembunyi?Goa Lalay (Amalia Novia Putri)

    Tiket masuk

    Alamat

    • Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat.

    Bekas tambang ilegal ini ditata sedemikian rupa hingga menjadi alternatif wisata warga Bogor dan sekitarnya. Selain arena permainan, Goa Lalay menyediakan banyak spot menarik untuk bahan update medsos. Sebagai informasi, lalay dalam bahasa Sunda artinya adalah kelelawar yang pernah menghuni wilayah tersebut.

    6. The Ranch Puncak

    The Ranch di BogorThe Ranch di Bogor (maureen/d’Tarveler)

    Tiket masuk

    • Rp 10.000 = tiket masuk
    • Rp 25.000 = tiket masuk + segelas susu sapi segar
    • Rp 25.000 = tiket masuk + kasih makan kelinci
    • Rp 30.000 = tiket masuk + kasih makan domba
    • Rp 35.000 = tiket masuk + menunggangi kuda poni
    • Rp 40.000 = tiket masuk + menunggangi kuda besar
    • Rp 40.000 = tiket masuk + sepeda listrik (20 menit).

    Alamat

    • Jl. Raya Puncak Gadog KM 77, Cisarua, Bogor.

    The Ranch Puncak cocok untuk healing dan liburan bareng teman dan keluarga dengan udara segar, sejuk, dan nyaman. Destinasi wisata ini menyediakan kebun binatang mini, aneka wahana permainan, dan tentunya berbagai kuliner lezat.

    7. Nicole’s River Park

    nicole's river park.Nicole’s River Park (Instagram @nicolesriverpark)

    Tiket masuk

    • Weekday Rp 35 ribu
    • Weekend Rp 40 ribu
    • WNA Rp 120 ribu.

    Alamat

    Jl. Raya Puncak, Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Tempat wisata bertema istana ini menyediakan spot foto menarik, misal replika bunga sakura dan jembatan merah shinkyo. Tentunya pengunjung bisa berwisata sambil mengenakan kimono. Selain berfoto, pengunjung juga bisa memberi makan hewan-hewan lucu di mini zoo dan naik aneka wahana.

    8. Melrimba Garden

    Sejumlah wisatawan mencoba menaiki wahana balon udara di Melrimba Garden, Puncak Bogor, Jawa Barat, Senin (5/5/2025).Balon udara di Melrimba Garden, Puncak Bogor, Jawa Barat (Agung Pambudhy)

    Tiket masuk

    • Dewasa Rp 20 ribu
    • Anak-anak Rp 15 ribu

    Alamat

    • Jalan Raya Puncak Km 87 Tugu Utara, Cisarua, Bogor.

    Destinasi wisata ini menyediakan wisata balon udara dengan tarif Rp 850 ribu per orang. Balon udara nantinya mengangkasa selama 15 menit dengan jarak kurang lebih 50 meter dari tanah. Jadwal wisata balon udara adalah pukul 06.00-09.00 WIB dan pukul 15.00-20.00 WIB sesuai cuaca serta arah angin.

    9. Kampung Tokyo Bogor

    Jauh dari hiruk pikuk keramaian, Desa Malasari menawarkan berbagai keindahan. Inilah salah satu destinasi wisata tersembunyi di Bogor.Rumah penduduk di Kampung Tokyo berlokasi di Desa Malasari, Bogor (Andhika Prasetia)

    Tiket masuk

    Alamat

    • Desa Malasari, Kecamata Nanggung, Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH).

    Kampung Tokyo sebetulnya adalah sebutan bagi Desa Malasari karena rumah penduduknya yang seperti perkampungan Jepang zaman dulu. Malasari dikelilingi perkebunan teh Nirmala yang punya hawa sejuk, asri, dan sangat nyaman.

    Buat detikers yang mau berkunjug ke tempat wisata hits di Bogor, jangan lupa update informasi di medsos atau situs wisata terkait. Info terkini memungkinkan pengunjung tahu ketersediaan layanan, harga tiket, program promo, dan rute terbaik.

    (row/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 7 Fakta Danau Gunung Tujuh di Jambi, Kaldera Berair Jernih dan Tenang


    Jakarta

    Danau Gunung tujuh adalah salah satu spot pesona pendakian di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Sebagai sebuah kaldera, Danau Gunung Tujuh seolah potongan surga yang tertinggal di Jambi.

    Fakta Unik Danau Gunung Tujuh

    Berikut fakta unik danau kaldera yang bikin detikers penasaran hingga mengunjungi jejak geologis di kaki Gunung Kerinci ini

    1. Salah satu kaldera tertinggi di Asia Tenggara

    Danau Gunung Tujuh berada di ketinggian 1.996 mdpl dengan luas sekitar 960 ha. Dikutip dari tulisan berjudul Daya Dukung Ekowisata Jalur Pendakian Danau Gunung Tujuh Taman Nasional Kerinci Seblat oleh Lil Sindi Tiola dari jurusan kehutanan fakultas pertanian Universitas Jambi, lokasi tersebut menjadikan Danau Gunung Tujuh sebagai salah satu kaldera tertinggi di Asia Tenggara.


    2. Terbentuk dari letusan gunung berapi

    Danau Gunung Tujuh adalah sebuah kaldera, yang artinya terbentuk dari letusan gunung berapi di masa lampau. Jejak erupsi Gunung Tujuh tersebut kini menarik perhatian para pendaki untuk melihat langsung danau dengan panjang 4,5 km dan lebar 3 km ini.

    3. Dikelilingi 7 gunung

    aAnau Gunung Tujuh dikelilingi Gunung Hulu Tebo (2.525 mdpl), Hulu Sangir (2.330 mdpl), Madura Besi (2.418 mdpl), Lumut (2.350 mdpl), Selasih (2.230 mdpl), Jar Panggang (2.469 mdpl), dan Gunung Tujuh (2.735 mdpl). Danau Gunung Tujuh tepatnya berlokasi di Desa Palompek di bawah pengelolaan TNKS.

    4. Berair jernih dan tenang

    Danau Gunung Tujuh adalah kaldera luas yang sangat indah, dengan air jernih dan latar belakang perbukitan hijau. Dalam arsip berita detiksumbagsel disebutkan, para pendaki tidak segan berkemah di pinggiran danau demi melihat pemandangan indah ini dan mengabadikannya.

    5. Bikin penat hilang

    Meski terasa lelah, mendaki Danau Gunung Tujuh dijamin tidak menimbulkan sesal. Pemandangan yang indah terutama di pagi hari saat embun dan kabut belum turun, bikin penat seperti hilang begitu saja. Suasana yang tenang sangat cocok untuk pendaki yang merasa lelah dengan kesibukan khas perkotaan.

    6. Trek basah, licin, dan menantang

    Perjalanan menuju Danau Gunung Tujuh membutuhkan waktu 2-3 jam dengan trek terasa basah dan licin. Perjalanan ini melewati tiga pos dengan jalur terus menanjak penuh akar tanaman. Sepanjang jalan pendaki ditemani pemandangan alam memukau dan suara hewan penghuni hutan.

    Di pos ketiga, pendaki harus turun sekitar 500 meter menuju tepi danau. Pendaki wajib berhati-hati karena jalur ini curam dan licin. Ketika tiba di tepi danau, pengunjung langsung disambut pemandangan indah Danau Gunung Tujuh.

    7. Banyak sampah

    Seiring dengan banyaknya kunjungan ke Danau Gunung Tujuh, sampah menjadi masalah serius yang harus segera diatasi. Tidak semua pendaki punya kesadaran untuk menjaga lingkungan tetap lestari, salah satunya tidak buang sampah sembarangan. Sampah bisa dibawa turun, lalu dibuang pada tempatnya.

    Bagi detikers yang ingin mengunjungi Danau Gunung Tujuh, jangan lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Jangan sampai keindahan Danau Gunung Tujuh tertutup tumpukan sampah.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Memetik dan Menyeduh Kopi Langsung dari Kebunnya di Pegunungan Muria



    Kudus

    Traveler pecinta kopi mesti mencoba pengalaman wisata satu ini, memetik dan menyeduh kopi langsung dari kebunnya di pegunungan Muria. Syahdu!

    Di lereng Pegunungan Muria, tepatnya di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, terdapat kebun kopi yang luas dengan pemandangan yang indah. Wisatawan yang liburan ke sini bisa merasakan kopi khas pegunungan Muria dengan pemandangan yang tiada duanya.

    Salah satu penyedia paket wisata kopi di Lereng Muria adalah M Ridlo (35), warga Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus. Pemilik kopi Zayna ini menyediakan jasa trip perjalanan ke puncak Muria sambil menyeduh kopi langsung dari kebunnya.


    Lokasinya berada di Puncak Gunung Muria. Perjalanan dari Desa Colo ditempuh dengan menggunakan sepeda motor. Jalan yang ekstrem dan terjal di Lereng Pegunungan Muria menjadi tantangan tersendiri bagi wisatawan. Perjalanan itu jaraknya sejauh 4 kilometer.

    Sesampainya di puncak, wisatawan harus berjalan kaki lagi sekitar 500 meter. Pengunjung harus berhati-hati karena medan jalan cukup licin dan terjal.

    Sesampainya di atas puncak gunung, rasa lelah bakal terbayar lunas. Sebab di atas terdapat gardu pandang yang siap digunakan untuk ngopi bersama dengan melihat keindahan alam.

    Wisatawan asal Semarang, Winda, mengaku sengaja datang bersama temannya untuk menikmati kopi dan perjalanan muncak Gunung Muria. Dia mengakui harus melalui jalan yang ekstrem dan terjal. Namun hal itu terbayarkan setelah sampai puncak Muria.

    “Perjalanan luar biasa bikin capek karena kita ramai-ramai juga pas perjalanan pakai motor. Untuk jalan kaki sedikit (terjal) tapi seru banget,” ungkap Winda di lokasi beberapa waktu lalu.

    Menurutnya pemandangan dari puncak Muria begitu indah. Banyak Pegunungan terlihat. Pemandangan indah kota Kudus juga terlihat dari atas. Di lokasi juga terdapat hamparan kebun kopi yang luas.

    Menikmati kopi langsung dari kebunnya di Lereng Gunung Muria Kudus, Sabtu (12/4/2025).Menikmati kopi langsung dari kebunnya di Lereng Gunung Muria Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

    Wisatawan bisa menikmati kopi di atas gardu pandang. Tak ayal berasa ngopi di atas awan dengan pemandangan alam yang sejuk dan indah.

    “Pemandangan luar biasa banget. Bisa melihat pegunungan, terus suasananya sejuk banget. Kita diajak seduh kopi langsung dan di sini kita masak mi juga. Suara burung terdengar merdu sekali,” ungkap dia.

    Pengelola wisata kebun kopi khas Muria, M Ridlo, menjelaskan potensi wisata ngopi di tengah kebun kopi Puncak Muria amat menarik. Sebab lokasi ini menawarkan panorama keindahan alam yang indah dan sejuk.

    “Kita lagi ngopi di kebun kopi. Kita bisa sambil ngopi nyeduh kopi langsung di perkebunan kopi. Jadi kita ada edukasi wisata trip perjalanan ke kebun kopi. Petik kopi hingga nyeduh kopi langsung dari kebun,” ujar dia.

    Ridlo menyediakan fasilitas jasa ojek hingga kopi. Wisatawan akan diantarkan sampai atas Muria. Setelah itu bisa menikmati kopi langsung dari tengah kebun di Puncak Muria.

    “Perjalanan menyusuri Lereng Muria sampai di atas sini. Di sini ada beberapa fasilitas ada gardu pandang, masak, ngopi dan lainnya,” ujarnya.

    Tarif untuk merasakan pengalaman ini dibanderol per orang antara Rp 60 ribu sampai Rp 120 ribu. Tergantung dengan spot puncak yang diinginkan. Semakin berat medannya, maka biayanya semakin bertambah.

    “Untuk ngopi free semua. Tarif itu jasa ojek ke atas,” jelasnya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJateng.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Gunung Bohong, Pilihan Saat Long Weekend Nggak Jauh dari Jakarta


    Jakarta

    Gunung Bohong bisa jadi pilihan warga Jabodetabek saat liburan tanpa harus jauh dari Jakarta. Lokasinya mudah diakses, murah, dan seru dengan trekking.

    Gunung Bohong berada di Kota Cimahi, Jawa Barat. Di sini tersedia jalur trekking yang tidak terlalu tinggi dan cukup nyaman serta anak tangga yang membantu pengunjung sampai ke puncak.

    Lokasi Gunung Bohong

    Gunung Bohong berada di Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Pengunjung bisa menikmati jalur pendakian yang sudah diberi paving blok, sehingga lebih aman dan nyaman. Namun tetap harus berhati-hati karena masih tetap terasa licin, apalagi saat basah.


    Gunung Bohong sebetulnya bukit namun punya tampilan mirip gunung dan memiliki puncak. Dikutip dari arsip berita detikcom, Gunung Bohong memiliki ketinggian 877 mdpl. Lokasinya dengan dengan permukiman penduduk.

    Di sini tersedia banyak alternatif penginapan dan wisata kuliner.

    Rute ke Gunung Bohong dari Jakarta

    Pengunjung yang ingin berwisata ke Gunung Bohong bisa naik kereta lalu turun di Stasiun Cimahi. Beberapa pilihan kereta yang tersedia dikutip dari KAI Access adalah

    • Papandayan: tiket Rp 145 ribu.
    • Parahyangan: tiket Rp 195 ribu.
    • Pangandaran: tiket Rp 145 ribu.
    • Serayu: Rp 63 ribu.

    Harga dan ketersediaan tiket bisa berubah tiap saat sesuai permintaan pengguna kereta.

    Pengunjung bisa melanjutkan dengan kendaraan umum, online, atau charter setelah turun di Stasiun Cimahi. Dalam kondisi lancar, Stasiun Cimahi-Gunung Bohong bisa ditempuh dalam waktu 10 menit sejauh 2,8 km.

    Ada Apa di Gunung Bohong?

    Gunung Bohong adalah lokasi tepat untuk detikers yang ingin healing tipis-tipis bersama teman dan keluarga. Beberapa hal yang ada di Gunung Bohong adalah:

    1. Monumen Kujang Pasangan

    Tugu ini berada di puncak Gunung Bohong dan sangat ikonik, sehingga kerap menjadi spot foto. Monumen tertanda Yonif 310/Kidang Kencana (KK) ini mencerminkan silih asah-silih asih-silih asuh yang merujuk pada perbuatan saling bantu dalam tujuan baik.

    2. Olahraga agar sehat

    Puncak Gunung Bohong bisa diakses setelah melalui jalur trekking. Perjalanan ini memungkinkan kamu olahraga sambil menikmati alam hijau dan udara sejuk. Jika merasa lelah, pengunjung bisa istirahat dan minum sebentar sambil menikmati pemandangan sekitar.

    3. Melihat lanskap Cimahi

    Gunung Bohong memungkinkan pengunjung melihat Cimahi dari ketinggian. Pengunjung juga bisa melihat KCIC sedang menempuh perjalanan, serta pemandangan tol Padalarang yang dipenuhi kendaraan menuju atau dari Bandung.

    4. Spot foto dan lihat sunset

    Kamu yang sempat ke Gunung Bohong, jangan sampai tidak berfoto di spot yang cocok untuk unggahan medsos. Setelah berfoto, pengunjung bisa lihat pemandangan indah matahari senja menjelang tenggelam di ufuk barat.

    5. Wisata kuliner

    Spot Gunung Bohong selalu ramai dikunjungi para wisatawan bersama teman dan keluarga. Pengunjung bisa menikmati aneka jajanan dan minuman yang disediakan pedagang sekitar.

    Gunung Bohong bisa menjadi pilihan bagi yang ingin liburan murah dan mudah tak jauh dari Jakarta. Bagi detikers yang ingin berkunjung, jangan lupa update info lebih dulu untuk memastikan ketersediaan akses dan wajib jaga kebersihan selama di Gunung Bohong.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ulasan Kemuning Sky Hills 2025, Pemandangan Stunning di Tengah Kebun Teh


    Jakarta

    Kemuning Sky Hills adalah spot wisata populer berupa jembatan kaca setinggi 60 meter di Karanganyar, Jawa Tengah. Berdiri di tengah kebun teh yang terletak di ketinggian 800-1.540 mdpl, destinasi wisata itu menjanjikan udara sejuk dan pemandangan luar biasa.

    “Stunning, ke sana saat cuaca cerah banget jadi viewnya makin amazing. Buat yang suka ijo-ijo pasti seneng banget ke sini. Parkiran di sini luas, nggak perlu khawatir buat yang bawa kendaraan sendiri ga usah khawatir,” tulis akun Vika Kumala Sari dalam google review.

    Kemuning Sky Hills dengan suasana yang nyaman dan damai memang tempat yang tepat untuk healing dan refreshing. Di sini, pengunjung bisa melihat pemandangan Gunung Lawu dari jauh, langit yang bersih, dan udara sejuk.


    Daya Tarik Kemuning Sky Hills

    Kemuning Sky Hills diresmikan pada pergantian tahun 2022-2023 seperti ditulis dalam laman Pesona Karanganyar. Selain jembatan kaca yang jadi primadona, masih ada spot piknik lain di spot ini seperti dijelaskan dalam situs yang dikelola Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar tersebut.

    1. Sky bridge terpanjang se-Jawa Tengah

    Tinggi jembatan kaca Kemuning Sky Hills disebutkan berbeda-beda di tiap sumber. Situs The Lawu Grup sebagai yang mendirikan sky bridge menjelaskan, tinggi jembatan kaca 10-38 meter sesuai lokasi. Sedangkan panjang jembatan kaca mencapai 120-125 meter.

    Bahan yang digunakan adalah kaca setebal 3 cm dengan ketahanan beban mencapai 280 kg/m2. Sky bridge memiliki total luas penampang adalah 245 m2 sehingga menampung 600 orang. Namun demi keamanan, pengelola memutuskan kapasitas maksimal adalah 150 orang dengan syarat tidak merokok dan lepas alas kaki selama di sky bridge.

    2. Hamparan kebun teh Kemuning

    Kebun teh peninggalan Belanda ini adalah daya tarik lain Kemuning Sky Hills. Berdiri sejak 1925, kebun teh ini masih memberi penghidupan bagi masyarakat sekitar. Pengunjung bisa melihat sendiri petani sedang memetik teh di lahan seluas 437 hektar ini.

    Selama di kebun teh, pengunjung bisa merasakan udara dingin namun tidak sampai menggigil. Menghirup udara sejuk ini dalam-dalam bisa memberi banyak energi bagi turis yang perlu relaksasi dan recharge. Luasnya kebun teh juga membantu mata relaksasi setelah berhari-hari sibuk dengan banyak aktivitas.

    3. Bukit Teletubbies

    Daya tarik Bukit Teletubbies sebetulnya adalah puncak Kebun Teh Kemuning yang dipangkas hingga jadi tanah lapang. Lahan yang lapang dan terletak di ketinggian ini mengingatkan pengunjung pada Bukit Teletubbies di serial anak-anak.

    Di sini, pengunjung bisa duduk santai menikmati pemandangan atau menikmati makanan di warung sekitar. Area ini juga menyediakan kamar kecil sehingga pengunjung tak perlu khawatir.

    4. Spot foto Instagramable

    Selama di Kemuning Sky Hills, pengunjung tentunya wajib berfoto yang nantinya diunggah ke medsos. Tak perlu khawatir, Kemuning Sky Hills menyediakan banyak spot foto Instagramable yang bakal bikin follower iri luar biasa.

    Spot ini adalah depan gerbang Bukit Teletubbies, patung flamingo pink, hasil seni kontemporer berbentuk bintang dari bambu, pigura foto, bulan sabit, dan pose tangan terbuka. Tiket masuk di spot foto ini adalah Rp 10 ribu per orang.

    5. Ngopi sambil liat sunset

    Setelah lelah berkeliling Kemuning Sky Hills, pengunjung bisa melepaskan penat di coffee shop yang terletak di tengah kebun teh. Segelas kopi atau teh hangat dan aneka camilan menjadi teman yang pas untuk menutup hari.

    Apalagi bila pengunjung menikmatinya ditemani keindahan pesona sunset. Kehadiran keluarga dan orang-orang terdekat akan semakin menghangatkan suasana di kebun teh. Sebagai informasi Cafe Kemuning Sky Hills kini sudah berstatus halal. Kfe buka setiap hari pada pukul 09.00-19.00.

    Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Kemuning Sky Hills

    Dikutip dari akun Instagramnya @kemuningskyhills, berikut infonya.

    Lokasi

    Kemuning Sky Hills berlokasi di Jl. Karangpandan-Ngargoyoso, Sumbersari, Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

    Harga tiket

    • Tiket kawasan wisata: Rp 10 ribu
    • Tiket jembatan kaca: Rp 30 ribu.

    Harga tiket kawasan wisata sudah termasuk ke berbagai spot foto, kafe, dan Bukit Teletubbies.

    Jam buka

    Operasional Kemuning Sky Hill adalah pukul 09.00-18.30.

    Rute ke Kemuning Sky Hills dari Jakarta

    Perjalanan ke Kemuning Sky Hills diawali naik kereta menuju stasiun Karanganyar dengan pilihan sebagai berikut

    • Fajar Utama Solo: Rp 350 ribu.
    • Sawunggalih: Rp 250 ribu.
    • Gajahwong: Rp 300 ribu.
    • Bangunkarta: Rp 265 ribu.

    Selanjutnya, detikers bisa melanjutkan perjalanan dengan transporasi charter menuju destinasi wisata. Bagi yang memilih kendaraan umum, detikers bisa memilih angkutan menuju Terminal Ngargoyoso lalu dilanjutkan menuju Jl. Karangpandang-Ngargoyoso.

    Objek Wisata Sekitar Kemuning Sky Hills

    Buat pengunjung yang masih ingin liburan di sekitar Kemuning Sky Hills untuk menikmati udara segar dan alamnya yang hijau, berikut pilihan lainnya

    1. Paralayang

    Olahraga yang kerap dikatakan ekstrem ini memungkinkan pengunjung menikmati area kebun teh Kemuning dari ketinggian 2.300 meter. Dikutip dari Instagram salah satu penyedia paralayang, tarif olahraga ini berkisar Rp 450 ribu-700 ribu.

    2. Jeep

    Alam Kemuning sangat cocok bagi detikers yang suka wisata petualangan, salah satunya dengan naik jeep di jalan licin berlumpur. Pengunjung akan berdiri di mobil dengan mobil khas adventure tersebut merasakan ugal-ugalannya driver menembus alam Kemuning. Paket wisata seru ini dipatok dengan harga Rp 200 ribu-300 ribu per pack bergantung pengelola.

    3. Candi Cetho

    Bangunan bersejarah ini dibangun pada masa Kerajaan Majapahit pada 1451-1470. Candi bercorak Hindu ini berlokasi di Desa Cetho, Gumeng, Kecamatan Jenawi. Situs ini berlokasi sejauh kurang lebih 4 km dari Kemuning Sky Hills dengan waktu tempuh 13 menit.

    4. Air Terjun Parang Ijo

    Wisata alam ini berjarak kuran lebih 6,4 km dari Kemuning Sky Hill dengan waktu tempuh 17 menit. Air terjun ini dikelilingi tebing yang penuh dengan aneka tumbuhan rimbun. Air terjun Parang Ijo akan mengundang decak kagum siapa saja yang melihatnya.

    5. Air Terjun Jumog

    Di sini pengunjung dapat menyaksikan panorama alami sambil berfoto, berenang, atau mandi air terjun. Dikutip dari google maps, air terjun bisa diakses dalam waktu 16 menit sejauh 6,6 km dari Kemuning Sky Hills.

    Detikers yang ingin berkunjung ke Kemuning Sky Hills, bisa update lebih dulu untuk memastikan ketersediaan layanan. Update info juga memungkinkan detikers merencanakan perjalanan dan akomodasi dengan baik.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dulu Miskin, Kini Kaya dan Mandiri Berkat Kearifan Lokal


    Garut

    Desa Saung Ciburial di Garut adalah destinasi tepat untuk kamu yang butuh healing dengan melihat pemandangan alam dan menghirup udara segar. Desa ini dianugerahi alam indah, subur, dan tradisi yang diolah menjadi destinasi wisata.

    “Bersih, nyaman dan pemandangannya bagus,” tulis akun Charles Aritonang dalam google review. Dalam keterangan review tertulis, pemilik akun mengunjungi Desa Saung Ciburial sekitar satu bulan sebelumnya saat hari libur nasional.

    Lokasi Desa Saung Ciburial

    Desa Wisata Saung Ciburial berlokasi di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kawasan ini sebelumnya adalah Desa Sukalaksana, namun mengganti namanya sejak memutuskan mengolah poteni wisata.


    Kepala Desa Sukalaksana saat itu Obon Sobana, bertekad membuat desanya sukses bertransformasi menjadi desa wisata. Desa ini menggunakan rumah palupuh yang merupakan tempat tinggal khas masyarakat setempat. Pemerintah desa juga menggunakan air Ciburial yang menghidupi masyarakat desa.

    Sejak saat itu, Desa Sukalaksana dikenal sebagai Desa Wisata Saung Ciburial. Desa ini kemudian memanfaatkan seluruh potensinya hingga siap menyambut kunjungan wisatawan. Keindahan desa pelayanan yang baik sukses menggaet wisatawan dan meningkatkan pendapatan desa.

    Desa Wisata Saung Ciburial saat ini dikelola BUMDesa Sukalaksana. Menurut Onon, potensi wisata pada akhirnya menjadikan desa lebih kaya dan mandiri. Desa Wisata Saung Ciburial atau Desa Sukalaksana tak lagi miskin serta tertinggal.

    Tiket Masuk Desa Saung Ciburial

    Pengunjung tak perlu bayar tiket masuk Desa Wisata Saung Ciburial yang terletak di kaki Gunung Cikuray. Namun, pengunjung dikenakan tarif untuk menikmati layanan di destinasi wisata tersebut.

    Berikut tarif fasilitas Desa Wisata Saung Ciburial dikutip dari akun media sosialnya:

    Paket wisata

    • Belajar pertanian: Rp 25 ribu minimal 40 orang
    • Kaulinan barudak lembur (Kabarulem): Rp 2 juta
    • Melukis di atas media: Rp 50 ribu minimal 40 orang
    • Pandai besi: Rp 20 ribu minimal 40 orang
    • Tracking kampung: Rp 30 ribu minimal 40 orang
    • Belajar pencak silat: Rp 25 ribu minimal 40 orang
    • Menangkap ikan (ngagogo): Rp 65 ribu per kg minimal 15 kg
    • Papalidan (river tubing): Rp 45 ribu minimal 40 orang
    • Belajar membuat kerajinan tenun: Rp 25 ribu minimal 40 orang
    • Atraksi domba Garut: Rp 3 juta
    • Pembuatan tas lipat: Rp 25 ribu minimal 40 orang
    • Fun games: Rp 30 ribu minimal 40 orang.

    Paket penginapan

    • Saung Cikalapa 1 dan 2: Rp 1,5 juta 3 kamar
    • Saung Cikalapa 2: Rp 1,5 juta 3 kamar
    • Saung Ciburial: Rp 1,5 juta 4 kamar
    • Saung Cikahuripan 1 dan 2: Rp 1,5 juta 2 kamar
    • Saung Ciliang: Rp 500 ribu 1 kamar
    • Saung Cigintung Rp 2 juta 4 kamar
    • Saung Cigembor Rp 1,5 juta 2 kamar
    • Homestay: Rp 50 ribu 1 orang
    • Meeting room: Rp 1,5 juta.

    Tersedia juga akomodasi lain yaitu paket makan dan sewa alat yang bisa dinikmati pengunjung. Detikers yang tertarik bisa melakukan pemesanan dulu dengan menghubungi langsung Instagram Desa Wisata Saung di @pesonasaungciburial.

    Detikers bisa menggunakan kereta lebih dulu menuju Stasiun Garut dengan pilihan sebagai berikut:

    • Papandayan: Rp 195 ribu
    • Papandayan Panoramic: Rp 675 ribu
    • Cikuray: Rp 45 ribu.

    Ketersediaan akses kereta bisa berubah setiap saat sesuai permintaan konsumen. Jadwal dan akses kereta bisa diakses di aplikasi KAI Access.

    Selanjutnya, detikers bisa naik transportasi roda dua menuju Desa Wisata Saung Ciburial dengan waktu tempuh 42 menit. Rute perjalanan melewati Jl. Raya Samarang-Garut dan Jl. Raya Kamojang yang makin lama semakin sempit. Karena itu, pengunjung sebaiknya tidak menggunakan mobil kecil atau besar.

    Pesona Tirta Setra Ciburial dan Wisata Lain di Desa Saung Ciburial

    Salah satu spot wisata populer di Saung Ciburial adalah Tirta Setra Ciburial yang punya air bersih, jernih, dan menyegarkan. Tirta Setra Ciburial berasal dari mata air Ciburial yang telah lama memberi manfaat bagi warga desa.

    Ciburial (bahasa Sunda) artinya adalah air yang memancar keluar dan tiap tetesnya selalu memberi manfaat. Sesuai filosofi Ciburial, warga desa berharap semua aktivitas yang dilakukan bermanfaat dan selalu berdampak baik pada pelestarian lingkungan.

    Air dari mata air Ciburial ini menjadi kolam renang dan wahana snorkeling. Selain Tirta Setra Ciburial, masih ada lagi pesona Desa Wisata Saung Ciburial yang terdiri dari:

    Teh kewer

    Teh kewer berasal dari olahan biji buah tanaman kewer yang banyak tumbuh sekitar desa. Minuman ini punya rasa dan aroma yang sangat khas.

    Domba Garut

    Di Desa Wisata Saung Ciburial, pengunjung bisa ikut memberi pakan, merawat, dan membantu domba olahraga. Pengunjung juga bisa menyaksikan adu ketangkasan domba Garut sebagai bagian dari tradisi.

    Kopi akar wangi

    Minuman ini adalah perpaduan bubuk kopi dan tanaman akar wangi yang menghasilkan aroma khas. Jenis minuman ini adalah salah satu hidangan khas di Desa Wisata Saung Ciburial.

    (row/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menemukan Ketenangan di Kaki Gunung Ciremai



    Kuningan

    Libur panjang akhir pekan, saatnya traveler berwisata alam. Carilah ketenangan di kaki gunung Ciremai, tepatnya di Curug Putri Palutungan.

    Curug tersebut berlokasi di Jalan Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Lokasinya tepat berada di bawah kaki gunung Ciremai.

    Suasana udara yang segar dan sejuk langsung traveler rasakan saat memasuki area Curug Putri Palutungan. Karena ketinggian air di sekitar curug tidak terlalu dalam, membuat pengunjung bisa langsung ke menikmati air terjun tanpa khawatir akan basah.


    Pengunjung hanya perlu menyingsingkan celananya hingga di atas mata kaki, maka sudah bisa merasakan kesejukan curug yang masih sangat alami itu.

    Curug Putri Palutungan di KuninganCurug Putri Palutungan di Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

    Di bagian depan curug Putri Palutungan, terlihat curug kecil yang mengalir cukup deras melalui celah batu. Di depannya terdapat sebuah kolam yang bisa digunakan pengunjung untuk berendam atau bermain air.

    Di atasnya, terdapat sebuah jembatan yang bisa digunakan pengunjung untuk berfoto dengan latar belakang air curug yang mengalir deras.

    Bagi yang tidak ingin bermain air di curug, pengunjung bisa duduk santai di sekitar curug sambil menikmati suasana sejuknya hutan pinus dan derasnya air curug yang mengalir dari atas ke bawah.

    Salah satu pengunjung, Ali mengatakan, bahwa Curug Putri memiliki suasana yang sejuk dan segar. Cocok bagi pengunjung yang ingin berlibur sejenak dari penatnya rutinitas.

    “Suasananya segar, adem, cocok kalau buat liburan mah,” tutur Ali, belum lama ini.

    Sementara itu, pengelolaan objek wisata Curug Putri, Iyus mengatakan, untuk menikmati keindahan dari Curug Putri pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sekitar Rp 20.000 untuk hari Senin-Jumat dan di hari libur atau Sabtu-Minggu Rp 25.000.

    Iyus juga mengatakan, di sekitar Curug Putri tersedia juga beberapa fasilitas lain seperti kantin, musala, gazebo, motor ATV, area perkemahan, dan toilet. Untuk jam operasionalnya, Curug Putri buka dari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB.

    “Fasilitasnya ada musala, area camping, motor ATV ada juga jasa penitipan kendaraan. Tiketnya sudah termasuk parkir,” pungkas Iyus.

    Cara Menuju ke Curug Putri Palutungan

    Traveler bisa liburan ke curug Putri Palutungan dengan bantuan Google Maps. Untuk rutenya, dari arah Cirebon bisa langsung lurus di Jalan Cirebon-Kuningan, lalu belok kiri di Jalan Cirendang.

    Setelah itu, lalu belok kiri ke Jalan Gunungkeling, kemudian belok ke arah Jalan Cisantana. Perjalanan masih lurus terus sampai di Jalan Palutungan sampai terlihat papan informasi bertuliskan Bumi Perkemahan Palutungan.

    Untuk mencapai curug cantik tersebut, para pengunjung harus melewati hutan pinus dan area perkemahan terlebih dahulu. Lalu dilanjutkan dengan mengikuti jalan setapak menurun hingga terlihat sebuah tangga yang menghubungkan area hutan pinus dengan curug hingga sampai ke destinasi tersebut.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Sejarah Candi Sumber Tetek yang Unik di Pasuruan



    Pasuruan

    Libur long weekend bisa traveler manfaatkan dengan berwisata sejarah ke candi Sumber Tetek yang unik di Pasuruan.

    Di Pasuruan ada banyak candi peninggalan masa kerajaan yang bisa menjadi destinasi wisata sejarah. Salah satunya Candi Sumber Tetek di Dusun Belahan, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol.

    Bangunan bersejarah yang juga disebut Candi Belahan ini juga merupakan destinasi wisata religi bagi sebagian umat yang beragama Hindu.


    Candi Sumber Tetek yang ada di lereng Gunung Penanggungan adalah petirtaan kuno peninggalan Prabu Airlangga. Petirtaan ini dibangun dari bata merah sebagian besar strukturnya sudah hancur, yang tersisa dinding dengan dua arca sosok Dewi Laksmi dan Dewi Sri.

    Dari payudara atau tetek patung Dewi Laksmi itulah terpancar air ke kolam yang ada di depannya. Pancuran air yang keluar dari tetek arca Dewi Laksmi ini menjadi daya pikat wisatawan.

    Meski lokasinya relatif jauh dari jalan utama jurusan Surabaya-Malang, candi ini selalu dikunjungi wisatawan setiap hari. Pada hari libur, wisatawan yang datang semakin banyak.

    Kepercayaan bahwa air pancuran di candi ini memiliki khasiat sebagai obat dan membuat awet muda juga menjadi magnet wisatawan. Air pancuran di candi ini bersumber dari pegunungan.

    “Wisatawan yang masuk sini gratis. Cukup isi buku tamu,” kata Koordinator Juru Pelihara (Jupel) Cagar Budaya Wilayah Pasuruan, Astono, Kamis (29/5).

    Wisatawan datang untuk membasuh muka, mandi di kolam bahkan membawa air pulang. Mereka juga tidak melewatkan kesempatan kunjungan ke lokasi ini untuk berfoto dengan latar belakang candi.

    “Petirtaan Belahan merupakan cagar budaya yang menjadi daya tarik wisatawan. Ini tempat bersejarah yang terbuka untuk umum,” jelasnya.

    Selain wisatawan umum, candi yang sumber airnya menjadi andalan warga saat musim kering ini juga menjadi wisata religi bagi sebagian orang. Menurut Astono, banyak orang yang datang untuk melakukan ritual.

    “Kadang ada yang datang ritual, umumnya malam hari, tapi kadang juga siang hari,” terangnya.

    Mereka yang melakukan ritual berasal dari berbagai daerah. “Orang-orang kejawen banyak yang ritual di sini. Orang dari Bali juga banyak yang datang untuk melakukan ritual,” urainya.

    Astono mengatakan, mereka yang datang untuk melakukan ritual juga tidak dipungut biaya alias gratis. Mereka hanya diminta mengisi buku tamu dan berkoordinasi dengan juru pelihara.

    “Kalau mau ritual koordinasi dulu, sehingga kami bisa mengkondisikan wisatawan umum agar memberikan kesempatan mereka yang ritual. Wisatawan umum biasanya mengerti dan mau menunggu. Toh ritual nggak lama,” pungkasnya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com