Tag: hadits

  • 5 Hadits tentang Senyum, Ekspresi Bahagia yang Bernilai Ibadah



    Jakarta

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa bentuk sedekah yang paling ringan adalah tersenyum. Membahagiakan hati seorang muslim adalah suatu kebaikan dan memiliki banyak keutamaan.

    Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 96,

    اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمٰنُ وُدًّا


    Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.

    Menurut Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, ayat tersebut menerangkan balasan bagi orang mukmin dan beramal saleh. Sungguh, orang-orang yang beriman dengan teguh dan membuktikan keimanannya dengan mengerjakan kebajikan, kelak Allah yang maha pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang dalam dirinya kepada sesama orang beriman.

    Maka dari itu, dengan tersenyum di hadapan sesama muslim kita akan mendapatkan pahala seperti pahala bersedekah.

    Hadits tentang Senyum (h2)

    Berikut ini merupakan kumpulan hadits dan manfaat mengenai senyum.

    1. Hadits senyum adalah sedekah

    تَبَسُّمُكَ في وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

    Artinya: “Senyum manismu di hadapan saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi)

    2. Hadits senyum dan salam

    وَعَنِ الْحَسَنِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبيِّ قَالَ: مِنَ الصَّدَقَةِ أَنْ تُسَلِّمَ عَلَى النَّاسِ، وَأَنْتَ طَلِيقُ الْوَجْهِ

    Artinya: “Termasuk sedekah adalah engkau mengucapkan salam dengan wajah ceria (tersenyum) kepada orang-orang.” (HR Ibnu Abi Dunya).

    3. Hadits senyum adalah ibadah

    “Sesungguhnya, pintu-pintu kebaikan itu banyak; tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar makruf nahi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.” (HR. Dailamy)

    4. Hadits ketika Rasulullah SAW tersenyum

    Jarir bin Abdullah Al-Bajli berkata,

    “Tidaklah Rasulullah melarangku (untuk masuk ke rumahnya setelah aku minta izin) sejak aku masuk Islam, dan tidaklah beliau melihatku, kecuali beliau selalu menampakkan senyuman di depan wajahku.” (HR. Tirmidzi, Bukhari, Muslim)

    Diriwayatkan dari Abdullah bin Harits, dia berkata,

    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ قَالَ مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَكْثَرَ تَبَسُّمًا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Artinya: “Aku tidak pernah melihat ada orang yang murah senyum melebihi Rasullah SAW.” (HR. Tirmidzi)

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُحَدِّثُ بِحَدِيثٍ إِلَّا تَبَسَّمَ

    Artinya: “Ketahuilah bahwa tidaklah Rasulullah SAW membicarakan sesuatu kecuali beliau tersenyum.” (HR Ahmad).

    5. Hadits senyum adalah kebaikan

    لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

    Artinya: “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya dengan bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri.” (HR Muslim).

    Manfaat Senyum

    Mengutip buku Seni Curhat Nabi oleh Siwi Karunia Mamfaganti, dijelaskan beberapa manfaat tersenyum. Bukan hanya sebagai amalan yang mendatangkan kebaikan, senyum juga dapat mengubah perasaan sedih menjadi bahagia.

    1. Senyum membuat penampilan lebih menarik

    Senyum dapat mencerminkan pribadi yang menyenangkan dan bersahabat di mata orang lain. Orang akan cenderung merasa nyaman dan senang jika berdekatan dengan sosok yang ramah dan murah senyum.

    2. Mengurangi stress dan mengubah perasaan

    Ketika sedang merasa tertekan atau sedih, cobalah untuk tersenyum. Perasaan akan jadi lebih baik, pikiran jernih dan positif dengan senyuman. Ketika seseorang tersenyum maka tubuh akan memberikan sinyal positif.

    3. Senyum dapat menjaga kesehatan

    Dari sisi kesehatan, senyum sama dengan olah raga yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Senyum dapat mengurangi sakit jantung, meningkatkan semangat, mengurangi hormon eniferin dan kortisol, menghasilkan endorphin dan serotonin, dan mempercepat proses penyembuhan penyakit.

    4. Sebagai penyejuk rohani

    Senyum menjadi tanda kemurahan hati sekaligus ibadah. Namun perlu diperhatikan agar bisa menempatkan senyum pada waktu dan kondisi yang tepat.

    5. Menumbuhkan ikatan kasih sayang dan silaturahmi

    Manfaat lain dari senyum adalah mendekatkan perasaan dan menumbuhkan ikatan kasih sayang. Dengan demikian hubungan silaturahmi akan tetap terjaga.

    Demikian beberapa hadits tentang senyum dan manfaat yang dapat diraih dengan menjadi pribadi yang murah senyum.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Rasulullah Anjurkan Matikan Lampu saat Tidur, Ini Alasannya



    Jakarta

    Rasulullah SAW menganjurkan agar mematikan lampu saat tidur. Ada alasan tersendiri kenapa beliau menganjurkan hal ini.

    Anjuran Rasulullah SAW agar mematikan lampu saat tidur termuat dalam hadits yang diriwayatkan Jabir bin Abdillah RA. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    …أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ إِذَا رَقَدْتُمْ وَغَلَقُوا الْأَبْوَابَ


    Artinya: “Apabila kalian hendak tidur, padamkanlah lampu dan kuncilah pintu terlebih dahulu…” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Malik)

    Dalam Shahih Al-Bukhari tepatnya pada Kitab Al-Isti’dzan juga terdapat riwayat serupa, dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    وَأَحِيفُوا الأَبْوَابَ وَأَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ رُبَّمَا جَرَّتْ الْفَتِيْلَةَ فَأَحْرَقَتْ أَهْلَ الْبَيْتِ…

    Artinya: “…Kuncilah pintu dan padamkanlah lampu terlebih dahulu, karena mungkin tikus akan menyenggol pelita dan membakar penghuni rumah.” (HR Bukhari)

    Ibnu Umar RA juga meriwayatkan hadits serupa dari Nabi SAW yang bersabda,

    لا تَتْرُكُوا النَّارَ فِي بُيُوتِكُمْ حِيْنَ تَنَامُوْنَ

    Artinya: “Janganlah kalian biarkan api menyala di dalam rumah kalian ketika kalian tidur.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

    Dalam Syarah Riyadhus Shalihin dijelaskan, perintah Rasulullah SAW dalam hadits tersebut adalah untuk bimbingan Nabi SAW atau untuk anjuran agar memadamkan api–ada juga penerjemah hadits yang menyebutnya lampu–ketika hendak tidur.

    Menurut penjelasan dalam Kitabul-Aadab karya Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub, alasan perintah untuk memadamkan lampu dan api ketika hendak tidur adalah khawatir jika api menjalar dan membakar penghuni rumah. Mengingat, pada saat itu alat penerangan masih menggunakan api.

    Alasan tersebut turut dijelaskan dalam sabda beliau, “Karena mungkin tikus akan menyenggol pelita dan membakar penghuni rumah.”

    Ada hadits yang lebih lengkap yang menceritakan bahwa ada rumah di Madinah yang terbakar api saat malam hari, hingga Rasulullah SAW memerintahkan untuk memadamkan api sebelum tidur. Hadits ini berasal dari Abu Musa RA, sebagaimana termuat dalam kitab Riyadhus Shalihin karangan Imam an-Nawawi. Ia mengatakan,

    “Ada sebuah rumah di Madinah yang terbakar di malam hari termasuk penghuninya. Setelah itu, mereka memberitahukannya kepada Rasulullah SAW, maka beliau bersabda, ‘Sesungguhnya api itu adalah musuh kalian. Maka dari itu, jika kalian tidur, maka padamkanlah api itu.” (Mutttafaq ‘Alaih)

    Imam Al-Qurthubi dalam Fathul Bari menjelaskan, hadits tersebut mengandung artian bahwa apabila seseorang tidur di rumah dan tidak ada siapa-siapa selain dirinya dan di dalam rumah itu ada api, maka dia wajib memadamkan api tersebut terlebih dahulu sebelum tidur. Adapun, jika di dalam rumahnya ada beberapa orang, maka salah seorang dari mereka wajib memadamkannya, dalam hal ini yang paling wajib melakukannya adalah yang tidur paling akhir.

    Sementara itu, jika merasa aman dari kebakaran, maka boleh membiarkan api dan lampu tetap menyala ketika tidur. Para ulama, seperti Imam an-Nawawi, yang mengatakan hal ini berhujjah karena ‘illat-nya sudah tidak ada.

    “Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan untuk memadamkan api dan lampu pada hadits di atas karena tikus dapat menyenggol lampu di rumah itu dan menyebabkan kebakaran. Jika hal ini tidak terjadi, maka larangan itu pun tidak ada,” kata Imam an-Nawawi dalam Syarh Muslim yang dinukil Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub.

    Selain menganjurkan untuk mematikan lampu, Rasulullah SAW juga memerintahkan untuk menutup pintu dan menguncinya. Dalam riwayat paling shahih, dari Jabir bin ‘Abdullah dikatakan,

    “Telah bercerita kepada kami Hasan telah bercerita kepada kami Zuhair dari Abu Az-Zubair dari Jabir berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tutuplah pintu-pintu kalian, tutuplah bejana-bejana kalian, tutuplah botol-botol kalian, matikanlah lampu-lampu kalian. Setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup, tidak bisa membuka tutup yang terpasang dan tidak bisa melepas tutup, dan tikus tidak bisa membakar rumah pemiliknya.’” (HR Ahmad – shahih)

    Jabir RA turut meriwayatkan dengan lafaz,

    “Telah bercerita kepada kami Katsir bin Hisyam dari Hisyam dari Abu az-Zubair dari Jabir sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tutuplah pintu-pintu pada malam hari. Padamkanlah lampu-lampu kalian, tutuplah bejana-bejana kalian, makanan dan minuman kalian, walau kalian hanya menghalanginya dengan ranting pohon.’” (HR Ahmad – shahih)

    Hadits tersebut termuat dalam buku Tafsir Hadits Al Jam’u wat Taufiq yang disusun oleh Samsurizal.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Versi Doa sesudah Makan Lengkap dengan Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa sesudah makan termasuk ke dalam sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadits dari Mu’adz bin Anas RA, beliau menyebut keutamaan mengamalkan doa sesudah makan, berikut bunyi sabdanya.

    “Siapa yang makan suatu makanan kemudian berdoa: اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا الطَّعَامَ وَرَزَقْنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلً مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ (Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dengan makanan ini dan menjadikannya rezeki untukku, tanpa daya dan kekuatan dariku). Maka akan diampuni dosanya yang terdahulu.” (HR Abu Daud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi)

    Membaca doa sesudah makan mengajarkan umat Islam agar tidak bersifat rakus terhadap makanan yang dikonsumsi. Dengan berdoa, niscaya makanan yang kita santap dapat menjadi berkah untuk tubuh.


    Berikut bunyi doa sesudah makan yang dapat diamalkan oleh kaum muslimin seperti dinukil dari buku Kumpulan Doa Makbul: Berdoa Sesuai dengan Al-Qur’an & Assunnah yang ditulis Dra Neni Nuraeni M Ag.

    Kumpulan Doa sesudah Makan: Arab, Latin dan Artinya

    1. Doa sesudah Makan Versi Pertama

    اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ

    Arab latin: Alhamdulillahilladzi ath-amanaa wa saqoonaa wa ja’alanaa minal muslimiin.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang memberikan makan dan minum kepada kami. Dan menjadikan kami orang Islam.”

    2. Doa sesudah Makan Versi Kedua

    Doa sesudah makan versi keduaDoa sesudah makan versi kedua Foto: Doa sesudah makan versi kedua

    Arab latin: Alhamdulillahilladzi ath-ama wa saqoo wa sawwagohu wa ja’alaa lahu makhrojaan

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan, memberi minum, memudahkan untuk menelan, dan menjadikan baginya jalan keluar.”

    3. Doa sesudah Makan Versi Ketiga

    Doa sesudah makan versi ketigaDoa sesudah makan versi ketiga Foto: Doa sesudah makan versi ketiga

    Arab latin: Allahumma ath-amta wa saqoyta wa aghnayta wa aqnayta wa hadayta wa ah yayta falakalhamdu alaa maa a’thoyta

    Artinya: “Duhai Allah, Engkau telah memberi makan, minum, memperkaya, menyangkutkan, menunjukkan, dan menghidupkan. Maka bagi-Mu segala puji atas apa yang telah Engkau karuniakan.”

    Mengutip dari buku Doa Ajaran Rasul oleh Anis Masykhur, doa sesudah makan versi kedua dan ketiga berasal dari hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan Nasa’i. Dikatakan, doa sesudah makan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan.

    Dengan bersyukur kepada Allah SWT, diharapkan rezeki senantiasa ditambah dengan dibukanya celah-celah sumber rezeki baginya. Allah SWT menambah rezeki bagi orang yang senantiasa bersyukur atas karunia yang diberikan-Nya.

    Itulah berbagai versi doa sesudah makan yang bisa diamalkan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa agar Dipermudah Segala Urusan dan Dilancarkan Rezeki


    Jakarta

    Dalam Islam, segala sesuatu dimulai dan diakhiri dengan doa. Peran doa dalam kehidupan kaum muslimin sangatlah penting.

    Saking pentingnya doa, Allah SWT bahkan menyukai orang-orang yang berdoa kepada-Nya. Dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda:

    “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam berdoa.” (HR Hakim)


    Berkaitan dengan itu, ada doa yang dapat dipanjatkan untuk memudahkan segala urusan sekaligus melancarkan rezeki. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Doa Mengundang Rezeki susunan Islah Susmian.

    Kumpulan Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Dilancarkan Rezeki

    1. Doa dimudahkan urusan dunia dan akhirat

    اللهم الطف بي في تيسير كل عسير، فإن تيسير كل عسير عليك يسير، وأسألك اليسر والمعافاة في الدنيا والآخرة

    Arab latin: Allaahummalthuf bii fii taisiiri kulli ‘asiirin, fa inna taisiira kulli ‘asiirin ‘alaika yasiir, as ‘alukal yusra wal mu’aafaata fid dun-yaa wal aakhirati

    Artinya: “Ya Allah, berilah taufik, kebajikan, atau kelembutan kepadaku dalam hal kemudahan pada setiap kesulitan, karena sesungguhnya kemudahan pada setiap yang sulit adalah mudah bagiMu, dan aku mohon kemudahan serta perlindungan di dunia dan di akhirat.” (HR Thabrani).

    2. Doa dilancarkan rezeki yang luas

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَ مَشَقَّةٍ وَلاَ ضَيْرٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

    Arab latin: Allaahumma innii as’aluka an tarzuqanii rizqan waasi’an thayyiban min ghairi ta’abin, innaka a’laa kulli sya’in qadiirun

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk berkenan memberiku rezeki yang luas serta baik, tanpa payah. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    3. Doa dimudahkan urusan dan terhindar dari beban yang berat

    رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

    Arab latin: Robbanaa laa tuaa khidznaa innasiinaa au akhtho’na, robbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘ala al ladziina min qoblinaa, robbana walaa tuhammilnaa maa laa thoo qatalanabih, wa’ fuanna waghfirlanaa warhamnaa, anta maulana fansurnaa ‘ala al qaumilkaafiriin

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kamu memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir,” (QS Al Baqarah 286).

    4. Doa dilancarkan rezeki sebelum beraktivitas

    Dari Abu Hurairah dalam hadits Abu Dawud, dikatakan Nabi SAW setiap paginya membaca sebuah doa. Bacaan yang sering dipanjatkan Rasulullah SAW di pagi hari ialah sebagai berikut:

    اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    Arab latin: Allāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru.

    Artinya: “Ya Allah, denganMu aku berpagi hari, denganMu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, denganMu kami mati. Hanya kepadaMu (kami) kembali.” (HR Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Majah, dan lainnya).

    5. Doa dimudahkan segala urusan dan memohon pertolongan

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Arab latin: Ya hayyu ya qayyumu birahmatika astaghitsu, ashlih li sya’ni kullahu wala takilni ila nafsi tharfata ‘ainin abadan

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmatMu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dariMu selamanya.” (HR Tirmidzi).

    6. Doa dilancarkan rezeki di pagi hari

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

    Arab latin: Allahmumma inni ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa mala’ikatika wa jami’a khalqika annaka antallahu lailaha illa anta wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasuluka

    Artinya: “Ya Allah, aku berada di waktu pagi bersaksi atas-Mu, dan kepada para pembawa Arsy-Mu, kepada semua malaikat, dan kepada semua mahkluk-Mu, bahwa Engkau adalah Allah yang tidak ada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Mu.” (HR Abu Daud).

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengucap Aamiin setelah Baca Al Fatihah Bisa Hapus Dosa, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Mengucap aamiin setelah membaca Al Fatihah termasuk sunnah sebagaimana dilakukan Rasulullah SAW. Menurut sebuah hadits, Allah SWT akan menghapus dosa bagi orang yang mengucapkan aamiin bersamaan dengan malaikat.

    Kesunnahan mengucap aamiin setelah membaca Al Fatihah ini bersandar pada sejumlah hadits nabi. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani mengatakan dalam kitab Sifat ash-Shalah an-Nabi, menurut hadits Bukhari dan Abu Dawud dengan sanad yang shahih, setelah selesai membaca surah Al Fatihah, Rasulullah SAW membaca aamiin dengan mengeraskan suara dan memanjangkannya.

    Beliau menyuruh para jemaah yang menjadi makmum untuk membaca aamiin setelah imam selesai membacanya.


    Rasulullah SAW bersabda, “Apabila imam telah sampai pada ayat ghairil maghdhuubi ‘alaihim wa laadh dhaaliin, bacalah aamiin (karena para malaikat juga membaca aamiin dan imam pun membaca aamiin).”

    Ada riwayat yang menyebut bahwa mengucapkan aamiin setelah membaca Al Fatihah bisa menghapus dosa, jika ucapan tersebut bersamaan dengan aamiinnya para malaikat.

    “Jika imam mengucapkan aamiin, ucapkanlah aamiin dan siapa yang bacaan aamiinnya bersamaan dengan bacaan aamiinnya para malaikat maka dosa-dosanya yang terdahulu diampuni.” (HR Bukhari, Muslim, an-Nasa’i, dan ad-Darimi)

    Redaksi lainnya: “Apabila salah seorang dari kalian membaca aamiin dalam salatnya sementara para malaikat juga membaca aamiin lalu bacaan aamiin seseorang tersebut bersamaan dengan bacaan aamiinnya para malaikat, dosa-dosanya yang terdahulu diampuni.”

    Al-Albani juga menyebut suatu hadits bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa bagi orang yang mengucapkan aamiin. Rasulullah SAW bersabda,

    فَقُولُوا: آمين يُحبُّكُمُ الله

    Artinya: “Ucapkanlah aamiin maka Allah akan mengabulkan doa kalian.”

    Rasulullah SAW juga bersabda,

    مَا حَسَدَتْكُمُ الْيَهُودُ عَلَى شَيْءٍ مَا حَسَدَتْكُمْ عَلَى السَّلَامِ وَالنَّا مِينِ خَلْفَ الْإِمَام)

    Artinya: “Orang-orang Yahudi tidak iri kepada kalian seperti irinya mereka terhadap bacaan salam dan aamiin (di belakang imam).” HR Bukhari dalam kitab Al-Adab al-Mufrad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ahmad, dan Sirad dengan sanad shahih)

    Sunnah Mengucap Aamiin setelah Al Fatihah

    Sunnah mengucap aamiin setelah Al Fatihah berlaku bagi orang yang sedang salat sendirian maupun berjamaah, baik sebagai imam maupun makmum, seperti dijelaskan dalam Kitab Lengkap Panduan Shalat yang disusun M. Khalilurrahman Al-Mahfani dan Abdurrahim Hamdi.

    Ulama Syafi’iyyah Sayyid Sabiq mengatakan dalam kitab Fiqh Sunnah-nya, bacaan aamiin atau yang juga dikenal dengan ta’min dikeraskan dalam salat jahriyah dan dipelankan saat salat sirriyah. Pada salat jahriyah, aamiin diucapkan imam hingga terdengar sampai shaf pertama.

    Menurut Sayyid Sabiq, disukai bila mengucapkan aamiin bersamaan dengan imam, tidak mendahului atau terlambat darinya. Kata aamin ini bukan bagian dari surah Al Fatihah, namun adalah sebuah doa yang artinya, “Ya Allah, kabulkanlah.”

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China, Benarkah Ada?


    Jakarta

    Salah satu hadits populer yang kerap digunakan oleh para khatib dan da’i adalah hadits yang berbunyi, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.” Benarkah ada hadits yang demikian?

    Hadits tersebut diketahui bersumber dari Anas bin Malik RA. Hadits tersebut juga termaktub dalam tulisan Ibnu ‘Addi dalam Al Kamil, Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbihan, Al Khathib dalam Tarikh Baghdadh, Al Baihaqiy dalam Al Madkhal, dan Ibnu Abdil Barr dalam Al Jami’.

    Berikut bunyi hadits yang dimaksud,


    أُطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ يا الْصِيْنِ

    Artinya: “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.”

    Sementara, dikutip dari Hadits Tarbawi oleh Abu Ubaidah, hadits tersebut merupakan potongan dari hadits lengkap yang berbunyi,

    أُطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ يا الْصِيْنِ فَإِنَّ الْعِلْمَ فَرِضَة عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَضَعُ أَجْنَحَتِهَا لِطَلِبِ رِضَا عًا بِمَا يَطْلُبُ

    Artinya: “Carilah ilmu sekalipun di negeri China, karena sesungguhnya mencari ilmu itu wajib bagi seorang muslim laki-laki dan perempuan. Dan sesungguhnya para malaikat menaungkan sayapnya kepada orang yang mencari ilmu karena ridha terhadap amal perbuatannya.”

    Dikutip dari Abdul Bakir, S.Ag dalam buku 150 Hadits Dha’if yang Sering Dijadikan Dalil, hadits ini disebut sebagai hadits dhaif jiddan atau lemah sekali. Al Baihaqi dalam Syu’ab Al Iman mengatakan bahwa hadits tersebut populer matannya namun bersanad lemah.

    “Telah diriwayatkan dari beberapa jalan namun seluruhnya dhaif,” demikian jelasnya.

    Senada dengan itu, Ibnu Adi’ menambahkan, ia tidak tahu ada yang meriwayatkannya selain al-Hasan bin Athiyyah dari Abu Atikah dari Anas.

    Al-Bazzar juga mengatakan Abu Atikah adalah sosok yang tidak dikenal, dan tidak diketahui dari mana dia berasal. Untuk itu disebutkan, hadits ini tidak memiliki asal atau la ashla lahu.

    Al Bukhari bahkan mengatakan bahwa Abu Atikah adalah munkar al hadits. Sependapat dengan Ibnu Hibban dalam Al Majruhin yang mengatakan bahwa Abu Atikah adalah munkar al hadits jiddan.

    As-Suyuti dalam Al-La’all’ Al-Mashnu’ah menyebutkan dua jalur lain bagi hadits ini dengan tujuan menguatkan. Ternyata, hasil kedua jalur tersebut sama dhaifnya bahkan lebih parah.

    Jalur yang pertama, terdapat seorang pendusta, yaitu Ya’qub bin Ishaq Al-‘Asqalaniy. Jalur kedua, terdapat yang suka memalsukan hadits, Al-Juwaibariy.

    Dengan demikian, As Suyuti mengatakan bawa hadits ini bathil, tidak boleh diamalkan, tidak boleh dijadikan hujjah dan tidak boleh diyakini sebagai sabda Rasulullah SAW.

    Ada beberapa hadits lainnya yang menyebutkan anjuran bagi muslim baik laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu. Hal ini mengindikasikan, ilmu dalam pandangan Islam dianggap sebagai sebuah kebutuhan untuk mengetahui kebenaran dan ditempatkan pada posisi yang tinggi. Berikut di antaranya:

    وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

    1. Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim)

    مَنْخَرَجَفِىطَلَبُالْعِلْمِفَهُوَفِىسَبِيْلِاللهِحَتَّىيَرْجِعَ

    2. Artinya: “Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang,” (HR Tirmidzi)

    إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

    3. Artinya: “Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim)

    طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ

    4. Artinya: “Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim, dan siapa yang menanamkan ilmu kepada yang tidak layak seperti yang meletakkan kalung permata, mutiara, dan emas di sekitar leher hewan.” (HR Ibnu Majah)

    العلم قبل القول و العمل

    5. Artinya: “Berilmulah sebelum kamu berbicara, beramal, atau beraktivitas.” (HR Bukhari).

    مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

    6. Artinya: “Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu,” (HR Ahmad).

    مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

    7. Artinya: “Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridaan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga di hari kiamat nanti.” (HR Abu Daud)

    Berdasarkan hadits menuntut ilmu yang telah dipaparkan di atas, Syekh Al-Zarjuni dalam kitabnya Ta’limul Muta’allim menekankan niat dalam menuntut ilmu itu harus didasari keikhlasan. Sebab, menuntut ilmu dilakukan semata-mata untuk mencari rida Allah SWT dan kehidupan akhirat.

    (rah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits tentang Kejujuran, Sifat Baik yang Harus Dimiliki Muslim



    Yogyakarta

    Sebagai insan yang beriman, jujur merupakan sifat yang sangat penting dimiliki guna menjaga hubungan antar manusia.

    Kejujuran mencakup tindakan menghindari kebohongan, integritas, dan kebenaran dalam segala aspek kehidupan. Dalam Islam, kejujuran ditegaskan dalam Al-Qur’an dan disampaikan melalui hadits-hadits yang penuh hikmah.

    Pentingnya Kejujuran dalam Islam

    Dikutip dari buku Jujur Kunci Hidup Makmur karya Izzal Afifir Rahman bahwa terdapat 28 surat dan 47 ayat yang memberikan bukti betapa pentingnya memiliki sifat jujur.


    Beberapa di antaranya terdapat dalam Al-Qur’an surat al-Ahzab ayat 70, bahwa Allah SWT berfirman,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ٧٠

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar”.

    Masih mengutip dari sumber buku yang sama bahwa Allah SWT berfirman dalam QS. al-Ma’idah ayat 119, Allah akan memberikan balasan berupa surga, hal tersebut memberitahukan betapa pentingnya memiliki sifat jujur.

    Hadits tentang Kejujuran

    Rasulullah SAW secara tegas menyampaikan pentingnya kejujuran melalui hadits-haditsnya.

    Dikutip dari buku Mungkinkah Kita Jujur karya Shafwat Abdul Fattah, beberapa hadits tentang kejujuran antara lain:

    – Hadits dari Ibnu Mas’ud RA

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Kalian harus jujur, karena jujur itu akan menunjukan (jalan) kebaikan, dan kebaikan akan menunjukkan (jalan) ke surga. Dan seseorang yang senantiasa jujur dan ia bersungguh-sungguh untuk senantiasa berlaku jujur, maka ia akan dituliskan di sisi Allah sebagai orang yang jujur sekali (shiqqiq). Dan hati-hatilah kamu dengan berbohong, karena berbohong itu menunjukkan (jalan) kepada perbuatan jahat, dan sesungguhnya perbuatan jahat itu menunjukkan (jalan) ke neraka. Dan seseorang yang selalu bohong dan ia bersungguh-sungguh untuk senantiasa di sisi Allah ia kan dicatat sebagai orang yang pembohong.” (HR. Bukhari, Musli, Ahmad, dan Tirmidzi)

    – Hadits dari Abu Bakar RA

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Kalian harus jujur, karena jujur itu bersama-sama dengan kebaktian yang sempurna (birr). Keduanya akan berada di dalam surga. Dan hati-hatilah kalian dengan bohong, karena bohong itu bersama-sama perbuatan dosa yang terus-menerus (fuqur). Keduanya akan masuk neraka. Dan mintalah kalian keyakinan dan perlindungan dari segala penyakit kepada Allah. Karena seseorang setelah diberi keyakinan akan lebih baik daripada diberi perlindungan dari segala penyakit. Dan janganlah kalian saling hasut, saling membenci, saling memutuskan (tali silaturahmi), saling membelakangi, serta jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana Allah perintahkan kepada kalian.” (HR. Bukhari, Ahmad, dan Ibnu Maajah)

    – Hadits dari Ubadah ibnu Shamit RA

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Berilah aku dari kalian jaminan dengan enam perkara, niscaya aku akan menjamin kalian dengan surga; jujurlah kalian jika berbicara, sempurnakanlah janji oleh kalian jika berjanji, tunaikanlah amanah jika kalian diberi amanah, jagalah kemaluan, pejamkanlah penglihatan, dan tahankanlah tangan kalian (dari meminta-minta).” (HR. Ahmad, Ibnu Abid Dunya, Ibnu Hibban, al-Haakim, dan al-Baihaqi)

    – Hadits dari Abdullah bin Umar RA

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Ada empat hal yang dapat menjadikan (kesan) kalian tidak akan pernah hilang dari dunia, yaitu menjaga amanah, bicara jujur, berakhlak baik, dan hati-hati dari makanan (yang haram).” (HR. Ahmad, Ibnu Abid Dunya, ath-Thabrani, dan al-Baihaqi.)

    – Hadits dari Hasan bin Ali RA

    “Aku masih hafal apa yang dipesankan oleh Rasulullah SAW, “Tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu menuju sesuatu yang tidak menjadikanmu ragu, karena jujur itu menenteramkan, sedangkan bohong itu dapat menjadikanmu bimbang.”” (HR. Tirmidzi)

    Dari pemaparan beberapa hadits di atas dapat disimpulkan bahwa kejujuran merupakan sifat yang wajib dimiliki oleh seluruh umat, dan Allah menjanjikan surga untuk hamba-Nya yang selalu menerapkan kejujuran.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Turun Hujan dan Artinya, Waktu Mustajab untuk Berdoa


    Jakarta

    Doa turun hujan dapat disesuaikan dengan bacaan doa yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Bacaan tersebut bersumber dari keterangan sejumlah riwayat hadits.

    Waktu turun hujan adalah waktu mustajab untuk memanjatkan doa. Imam An Nawawi mengatakan, doa saat hujan jarang ditolak oleh Allah SWT karena rahmat-Nya turun bersamaan dengan hujan tersebut, khususnya curahan hujan pertama di awal musim. Rasulullah SAW bersabda,

    ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ


    Artinya: “Dua doa yang tidak akan tertolak atau paling tidak jarang ditolak oleh Allah SWT yaitu antara adzan dan iqamah serta berdoa ketika turun hujan.” (HR Abu Dawud)

    Dikutip dari buku Fikih Sunnah oleh Sayyid Sabiq, berikut sejumlah doa turun hujan yang bisa diamalkan. Salah satunya, doa yang bersumber dari istri Rasulullah SAW, Aisyah RA, saat mendengar Rasulullah SAW membaca doa hujan dengan harapan hujan yang diturunkan dapat bermanfaat.

    5 Doa Turun Hujan dalam Arab, Latin, dan Artinya

    1. Doa Turun Hujan Versi Pertama

    اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

    Bacaan latin: Allahumma shoyyiban nafi’an

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”

    2. Doa Turun Hujan Versi Kedua

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رَحْمَةً وَلَا تَجْعَلْهَا عَذَابًا، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رِيَاحًا وَلَا تَجْعَلْهَا ضَرُوْرَةً.

    Bacaan latin: Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khairamâ fîhâ wa khairamâ ursilat bih, wa a’ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ fîhâ wa syarrimâ ursilat bih. Allâhummaj’alhâ rahmatan wa lâ taj’alhâ ‘adzâban. Allâhummaj’alhâ riyâhan wa lâ taj’alhâ dharûratan.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, aku minta kepada-Mu kebaikan ini angin, kebaikan barang yang ada di dalamnya, dan kebaikan barang yang diutus melaluinya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan ini angin, kejahatan barang yang ada di dalamnya, dan kejahatan barang yang diutus melaluinya. Wahai Tuhanku, jadikan ini sebagai angin rahmat dan jangan jadikan ini sebagai angin siksa. Wahai Tuhanku, jadikan ini sebagai angin manfaat dan jangan jadikan ini sebagai angin bahaya.”

    3. Doa Turun Hujan Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

    Bacaan latin: Allahumma laa taqtulna bighadlabika walaa tuhlikna biadzabika wa ‘afinaa qabla dzaalik.

    Artinya: “Ya Allah, janganlah engkau matikan kami dengan sebab amarah-Mu, dan janganlah engkau hancurkan kami dengan azabmu dan selamatkan kami sebelum hal itu terjadi.”

    4. Doa Turun Hujan Versi Keempat

    سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    Bacaan latin: Subhanalladzi yusabbihur ro’du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih

    Artinya: “Maha Suci Allah SWT, petir, dan malaikat memuji Allah menyucikan-Nya karena takut kepada-Nya.” (HR Imam Malik)

    5. Doa Turun Hujan Versi Kelima

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِه

    Bacaan latin: Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’

    Artinya: “Diturunkan kepada kami hujan berkat anugerah Allah dan rahmat-Nya.” (HR Bukhari)

    Dikutip dari buku Kumpulan Doa Sepanjang Hari karya Hj Afin Murtiningsih, S Psi, muslim juga bisa memanjatkan doa dan zikir lain sesuai harapan atau kebutuhannya saat turun hujan.

    “Perbanyak dzikir saat ada hujan. Jika memungkinkan, tinggalkan aktivitas untuk berdoa sejenak,” tulis buku terbitan Bhuana Ilmu Populer tersebut.

    Peristiwa turunnya hujan pun termasuk dalam ketetapan Allah SWT yang bahkan sudah tertulis dalam Lauh Mahfudz sebagai takdir tahunan. Takdir tahunan ini ditetapkan Allah SWT pada malam lailatul qadar di bulan Ramadan.

    Abdullah bin Ibnu Abbas RA menafsirkan surat Ad Dukhan ayat 4 yang berbunyi, “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,” Berikut bunyi tafsir dari Ibnu Abbas sebagaimana dikutip dalam tulisan Syaikh Abdul Aziz Marzuq Ath-Tharifi berjudul Akidah Salaf Vs Ilmu Kalam.

    “Pada malam lailatul qadar, dituliskan dari Ummul Kitab (buku induk) apa yang akan terjadi selama satu tahun berupa kematian, kehidupan, rezeki, hujan, bahkan siapa saja yang akan berhaji,” Keterangan ini diceritakan oleh ahli hadits At Thabrani dalam Kitab Tafsir Ibnu Jarir.

    Berkenaan dengan itu, surah An Nahl ayat 10 juga menyinggung bahwa peristiwa hujan merupakan bagian dari ketetapan-Nya. Allah SWT berfirman,

    هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً ۖ لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

    Artinya: “Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu. Sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan yang dengannya kamu menggembalakan ternakmu.”

    (rah/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits Fitnah Akhir Zaman dan Cara Selamat Darinya


    Jakarta

    Dajjal disebut-sebut sebagai fitnah terbesar di akhir zaman. Ada banyak hadits fitnah akhir zaman yang menjelaskan tentang hal itu.

    Rasulullah SAW sudah memberi kisi-kisi yang terjadi ketika dunia akan berakhir. Termasuk datangnya Dajjal sang pembawa kerusakan dan penyebar fitnah di mana-mana.

    Hadits Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal Sang Perusak

    Fitnah paling besar ketika akhir zaman nanti adalah fitnah dari Dajjal. Hal ini disebutkan sebuah hadits yang termuat dalam Qishshatu al-masiih ad-dajjal wa nuzuuli Isa wa qatlihii iyaahu karya Muhammad Nashiruddin al-Albani.


    Diriwayatkan dari Hisyam bin ‘Amir secara marfu’,

    مَابَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقَ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ

    Artinya: “Antara penciptaan Adam hingga hari Kiamat tiba tidak ada makhluk yang lebih besar melebihi Dajjal.”

    Dalam hadits lain dikatakan, “Tidak ada fitnah yang lebih besar melebihi fitnah Dajjal.” (HR Muslim, al-Hakim, dan Ahmad)

    Rasulullah SAW juga telah menggambarkan dahsyatnya fitnah Dajjal kelak. Sebagaimana dikatakan dalam hadits berikut,

    ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُوُلُ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ: لَأَنَا لِفِتْنَةِ أَحَدِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ . وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إلاَّ نَجَا مِنْهَا، وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ مُنْذُ كَانَتِ الدُّنْيَا صَغَيْرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدّجَالِ.

    Artinya: “Suatu ketika ihwal Dajjal disebutkan di hadapan Rasulullah, kemudian beliau bersabda: ‘Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti daripada fitnah Dajjal. Tiada seseorang yang dapat selamat dari fitnah sebelum fitnah Dajjal, melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal). Tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini-baik kecil ataupun besar-kecuali untuk fitnah Dajjal.” (HR Ahmad Ibnu Hibban)

    Dahsyatnya Fitnah Dajjal

    Diambil dari buku Al-Madkhal ila Dirasah Al-Akidah Al-Islamiyyah karya Umar Sulaiman Al-Asyqar, terdapat beberapa hal yang menyebabkan fitnah akhir zaman Dajjal menjadi sangat dahsyat dan tak tertahankan sehingga membuat semua orang jatuh dalam fitnahnya kecuali orang yang beriman.

    Kemampuan-kemampuan Dajjal yang menimbulkan fitnah di muka bumi:

    1. Dajjal Mampu Berpindah Tempat dengan Cepat di Bumi

    Hal ini sudah disabdakan oleh Rasulullah SAW, bahwa kecepatan Dajjal dalam berpindah tempat bagaikan hujan yang dihempaskan angin. Hal tersebut membuat Dajjal akan dengan mudah mencari pasukan ke seluruh bumi kecuali Makkah dan Madinah.

    2. Surga dan Neraka Dajjal

    Dajjal membawa sesuatu yang mirip dengan surga dan neraka atau terlihat seperti sungai air dan sungai api di kedua tangannya. Ketika seseorang tertangkap olehnya, maka ia akan disuruh memilih antara air atau api.

    Namun, sebenarnya yang terlihat tidak seperti yang sebenarnya. Sungai api adalah sungai dingin, sedangkan sungai air adalah sungai yang amat panas. Maka jika seseorang memilih sungai air, ia akan dimasukkan dalam api yang menyala.

    3. Membunuh Pemuda dan Menghidupkannya Lagi

    Sebagai salah satu kemampuan Dajjal untuk mengelabui pikiran manusia, ia memiliki sebuah kemampuan untuk menghidupkan orang.

    Suatu ketika ada pemuda muslim yang keluar dari Madinah yang menantang Dajjal seraya berkata bahwa ia adalah Dajjal. Lalu pemuda tersebut dibelah menjadi dua oleh Dajjal dan dihidupkannya lagi.

    Setelah dihidupkan lagi, Dajjal kembali bertanya kepada pemuda itu sudahkah ia beriman kepada Dajjal. Maka pemuda itu pun dengan tegas mengatakan bahwa hal yang sudah dialaminya tadi semakin meyakinkan bahwa yang berhadapan dengan dia saat ini adalah Dajjal.

    4. Cobaan Fitnah Dajjal Berlangsung Sangat Lama

    Rasulullah SAW mengatakan bahwa Dajjal akan tinggal di bumi selama empat puluh hari. Satu hari seperti setahun, satu hari setelahnya terasa sebulan, satu hari setelahnya terasa seminggu, dan hari-hari lainnya seperti hari biasa.

    Cara Terhindar Dari Fitnah Dajjal

    Saking dahsyatnya fitnah Dajjal, Rasulullah SAW memerintahkan seluruh umat Islam untuk berdoa kepada Allah SWT agar dilindungi olehnya. Doa ini dibaca setiap hari sebanyak minimal lima kali sehari.

    Doa agar terlindung dari fitnah Dajjal ini dibaca pada akhir salat. Adapun, bacaan doa sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW adalah,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

    Bacaan latin: Allahumma inni audzubika min ‘adzabi jahannama wa min adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal

    Artinya: “Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, azab kubur, fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” (HR Muslim)

    Dianjurkan pula memohon perlindungan Allah SWT dari fitnah Dajjal dengan membaca sepuluh ayat pertama surah Al Kahfi. Hal ini bersandar pada sebuah hadits shahih yang berasal dari Abu Darda RA. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

    Artinya: “Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal (fitnah).” (HR Muslim)

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan Hal Ini saat Mimpi Buruk, sesuai Ajaran Rasulullah



    Yogyakarta

    Mimpi adalah jendela menuju alam bawah sadar kita, tempat di mana pikiran dan perasaan terkadang melahirkan gambaran yang tak terduga.

    Dalam kenyataannya, mimpi bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, membawa inspirasi, atau bahkan memberikan peringatan. Setiap orang bisa saja mengalami mimpi baik ataupun buruk.

    Dikutip dari buku Tafsir Mimpi Menurut Al-Qur’an dan as-Sunnah karya Muhammad Ibnu Sirin, bahwa terdapat dua macam mimpi, yaitu mimpi yang berasal dari Allah dan mimpi yang berasal dari setan.


    Rasulullah SAW bersabda,

    الرُّؤْيَا مِنَ اللَّهِ وَاخْلْمُ مِنَ الشَّيْطَانِ

    Artinya: “Ar-ru’ya ‘mimpi kebaikan’ berasal dari Allah sedang al hulmu ‘mimpi buruk’ berasal dari setan.” (HR Muslim)

    Namun, terkadang mimpi buruk datang menghampiri, memicu rasa cemas dan kegelisahan yang tak diinginkan.

    Dalam Islam, ada petunjuk dan anjuran dari Rasulullah SAW tentang bagaimana menghadapi mimpi buruk dan meredakan dampaknya pada kehidupan sehari-hari.

    Hadits Tentang Mimpi Buruk

    Mengutip Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi dijelaskan bahwa terdapat beberapa hadits yang menceritakan mengenai mimpi buruk.

    – Kitab Shahih Bukhari Muslim

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Mimpi yang baik, datangnya dari Allah, sedangkan mimpi yang buruk datangnya dari syaitan. Siapa saja yang bermimpi perkara yang tidak disukainya maka meludah kecil ke arah kirinya sebanyak tiga kali dan memohon perlindungan dari syaitan, maka mereka tidak bisa memberikan mudarat.”

    – Kitab Shahih Muslim

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika seseorang dari kalian bermimpi dengan mimpi yang tidak disukai maka hendaknya meludah ke arah kiri sebanyak tiga kali, dan memohon perlindungan kepada Allah dari syaitan sebanyak tiga kali, kemudian berpindah posisi.”

    – HR Imam Tirmidzi

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika seseorang dari kalian bermimpi dengan perkara yang tidak disukai, maka jangan diceritakannya kepada siapa pun, dan hendaknya dia bangun kemudian shalat.”

    Anjuran Ketika Mimpi Buruk

    Dikutip dari buku Untukmu Yang Sedang Sakit: Tata Cara Bersuci, Shalat, Doa & Dzikir Saat Sakit karya Ammi Nur Baits, S.T., B.A. terdapat beberapa hal yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika seseorang mendapati mimpi buruk, yaitu:

    1. Meludah ke kiri sebanyak tiga kali
    2. Memohon perlindungan kepada Allah SWT dari setan sebanyak tiga kali, dengan membaca ta’awudz
    أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

    3. Memohon perlindungan kepada Allah SWT dari keburukan mimpi tersebut.
    4. Bangun dan melaksanakan sholat.
    5. Mengubah posisi tidurnya
    6. Tidak boleh menafsirkan mimpi tersebut

    Dikutip dari Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi oleh Imam an-Nawawi bahwa jika mendapati mimpi buruk, hendaknya meludah ke kiri sebanyak tiga kali dan membaca doa,

    اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّئَاتِ الأَحْلامِ

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syaitan dan keburukan mimpi.” (HR Ibnu Sunni)

    Insya Allah dengan melakukan beberapa anjuran tersebut ketika mengalami mimpi buruk, maka segala keburukan dari mimpi tersebut tidak akan menghampiri kita.

    Karena sesungguhnya mimpi yang buruk berasal dari setan.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com