Tag: hyperliquid

  • Grayscale Tambah BONK, Hyperliquid, dan 30 Altcoin Baru di Q3 2025

    Grayscale Research kembali merilis daftar terbaru “Aset yang Dipertimbangkan” (Assets Under Consideration) untuk kuartal ketiga 2025, termasuk BONK. Dalam pembaruan kali ini, perusahaan manajemen aset kripto tersebut memasukkan 31 altcoin, termasuk nama-nama baru seperti BONK dan Hyperliquid, sekaligus memangkas sejumlah besar token dari daftar sebelumnya.

    Penurunan Jumlah dan Perubahan Signifikan

    Menurut BeInCrypto, jumlah altcoin yang dipertimbangkan dalam Q3 2025 mengalami penurunan dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya. Jika pada Q2 Grayscale mencantumkan 40 aset, kini hanya tersisa 31, menandai langkah kurasi yang lebih selektif. Tak hanya memangkas jumlah, Grayscale juga merombak susunan kategori dan komposisi aset yang ada.

    Beberapa altcoin yang kini tidak lagi masuk dalam radar Grayscale antara lain TRON, VeChain, Immutable, Celestia, Arweave, hingga Helium. Di sisi lain, kategori “Kontrak Cerdas” dipersempit dari 12 menjadi hanya 7 aset, sementara kategori “Utilitas & Layanan” juga menyusut drastis dari 13 menjadi 4.

    Pergerakan harga Bonk (BONK/USDT) pada Jumat, 11 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bonk (BONK/USDT) pada Jumat, 11 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: 3 Meme Coin Ekosistem Bonk yang Wajib Masuk Watchlist Pekan Ini

    Token AI dan Kejutan BONK

    Yang menarik, Grayscale memperkenalkan kategori baru untuk token AI, mencerminkan tren yang berkembang di sektor kripto. Beberapa token yang sebelumnya masuk dalam kategori umum kini dipindahkan ke kategori AI.

    Salah satu kejutan terbesar adalah masuknya BONK, meme coin berbasis Solana, yang dalam sepekan terakhir mencatatkan kenaikan harga signifikan. Meskipun performa pasar menjadi sorotan, Grayscale tidak memberikan alasan spesifik mengapa BONK maupun token-token lainnya dipilih dalam daftar.

    Token yang Belum Dikategorikan

    Beberapa nama baru seperti MegaETH, Monad, Lombard, Playtron, Prime Intellect, dan Story (IP) juga muncul dalam daftar, meskipun belum masuk ke dalam salah satu kategori utama Grayscale. Ini menunjukkan bahwa perusahaan masih mengevaluasi posisi mereka dalam kerangka produk investasinya.

    Transparansi Masih Minim

    Meskipun Grayscale merinci 20 aset teratas secara lebih jelas dalam laporan terpisah, daftar “Aset yang Dipertimbangkan” masih berupa data mentah tanpa narasi atau penjelasan strategis. Hal ini menyulitkan investor untuk memahami sepenuhnya logika di balik pemilihan dan penghapusan aset dalam daftar tersebut.

    Sebagai salah satu pelaku utama dalam industri aset digital dan penerbit ETF Bitcoin terbesar, setiap langkah Grayscale dipantau ketat oleh pasar. Daftar Aset Q3 2025 yang lebih ramping ini mengindikasikan pendekatan yang lebih hati-hati di tengah dinamika pasar yang cepat berubah, serta sinyal bahwa sektor AI dan meme coin mulai mendapat tempat di portofolio institusional.

    Baca juga: BONK Kalahkan SHIB dan DOGE Dalam Sepekan, Ini Rahasianya!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hyperliquid (HYPE) Dominasi Pasar Perpetual Semakin Tak Terbendung

    Token Hyperliquid (HYPE) kembali mencuri perhatian dunia kripto setelah menembus rekor tertinggi sepanjang masa dan stabil di atas angka $40. Dalam 30 hari terakhir, HYPE melonjak hampir 70%, menjadikannya salah satu dari 10 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar — jika tidak menghitung stablecoin dan aset terbungkus.

    Kenaikan tajam ini bukan tanpa alasan: Hyperliquid tengah mendominasi pasar perpetual (perps) dengan volume dan pendapatan yang mengungguli pesaing-pesaingnya secara signifikan.

    Hyperliquid Unggul dalam Volume dan Pendapatan

    Dilaporkan BeInCrypto, Hyperliquid telah memantapkan posisinya sebagai pemimpin di pasar perpetual dengan pangsa pasar melonjak dari 63,7% pada Desember 2024 menjadi 76,9% saat ini. Volume mingguan perdagangan protokol ini berada di kisaran $50 hingga $75 miliar, jauh meninggalkan Jupiter yang hanya mencatatkan $4 hingga $7 miliar.

    Dalam hal pendapatan, Hyperliquid mencatatkan hampir $65 juta dalam 30 hari terakhir, hanya kalah dari Tether dan Circle, dua raksasa stablecoin. Capaian ini juga menempatkan Hyperliquid di atas nama-nama besar seperti Tron, PancakeSwap, dan Axiom.

    Baca juga: Harga HYPE Melonjak Dekati ATH Usai Listing Binance US

    Dalam 24 jam terakhir saja, protokol ini mengumpulkan pendapatan sebesar $2,5 juta, bertepatan dengan lonjakan harga HYPE. Bahkan, di tengah kontroversi baru-baru ini terkait aktivitas perdagangan James Wynn, momentum HYPE tetap tak tergoyahkan. Token ini juga baru saja terdaftar di Binance US, memicu spekulasi bahwa listing di Binance global mungkin hanya tinggal menunggu waktu.

    Indikator Teknis: Fase Pendinginan, Tapi Momentum Tetap Terjaga

    Secara teknikal, Relative Strength Index (RSI) HYPE menurun ke 67,27 setelah sempat mencapai 77,63. Meski belum masuk ke zona jenuh beli (RSI > 70), angka ini menunjukkan bahwa reli mulai memasuki fase pendinginan, namun masih dalam tren bullish.

    Sementara itu, BBTrend—indikator tren berbasis Bollinger Band—menunjukkan nilai -0,9, naik tajam dari -4,11 sehari sebelumnya. Meskipun nilai ini masih negatif, tren pemulihannya menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda dan momentum naik kembali tumbuh.

    Target Berikutnya: $45, Tapi Risiko Koreksi Masih Ada

    Harga HYPE berhasil bertahan di atas level kunci $40, didukung oleh struktur Exponential Moving Average (EMA) yang sehat — di mana garis jangka pendek tetap berada di atas garis jangka panjang, mengindikasikan kekuatan tren naik masih kuat.

    Jika tren ini berlanjut, target kenaikan berikutnya berada di wilayah $45. Namun, jika tekanan beli melemah, level support di $38,2 akan menjadi zona pertahanan penting. Kegagalan mempertahankan level ini bisa membuka jalan bagi koreksi lebih dalam ke area $32,62, bahkan hingga $30,64 jika tekanan jual meningkat drastis.

    Dengan dominasi pasar perpetual yang luar biasa dan performa pendapatan yang mengesankan, Hyperliquid dan token HYPE-nya terus menunjukkan kekuatan di tengah fluktuasi pasar. Meski beberapa indikator teknikal mengisyaratkan fase konsolidasi, tren jangka menengah masih berpihak pada para bull — dengan mata pasar kini tertuju pada apakah HYPE bisa menembus $45 dalam waktu dekat.

    Baca juga: Jalan Hyperliquid Meraih Kepercayaan di Dunia DeFi


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jalan Hyperliquid Meraih Kepercayaan di Dunia DeFi

    Ruang keuangan terdesentralisasi (DeFi) sedang mengalami pergeseran menarik. Protokol seperti Hyperliquid dan Ethena tampil mencolok—bukan karena mereka sepenuhnya terdesentralisasi, tetapi karena justru sebaliknya: mereka mengadopsi pendekatan hibrida.

    Di tengah idealisme dunia kripto soal desentralisasi penuh, keberhasilan protokol semi-terdesentralisasi ini menunjukkan bahwa akses tanpa izin dan transparansi bisa lebih penting bagi pengguna daripada arsitektur sistem yang sepenuhnya terdesentralisasi.

    Hyperliquid dan Pendekatan Hibrida

    Dalam satu bulan terakhir, Hyperliquid mencatatkan lonjakan luar biasa dalam Total Value Locked (TVL), naik 54% dari $2,21 miliar menjadi $3,35 miliar. Ini menandakan meningkatnya minat investor terhadap model operasionalnya yang unik.

    Menurut laporan BeInCrypto, Hyperliquid menggunakan sistem pencocokan pesanan di luar jaringan (off-chain), namun tetap menyimpan dan memverifikasi semua data penting di blockchain. Ini memungkinkan kecepatan transaksi tinggi tanpa mengorbankan transparansi atau keamanan. Meski demikian, model ini belum sepenuhnya desentralistik seperti Uniswap atau Aave.

    Namun, justru pendekatan ini yang mendapatkan kepercayaan pengguna.

    “Proyek seperti Hyperliquid dan Ethena berhasil karena mereka sengaja menjauh dari desentralisasi penuh. Mereka menekankan akses terbuka dan transparansi yang dapat diverifikasi di rantai,” jelas Tracy Jin, COO MEXC, kepada BeInCrypto.

    Menurutnya, pengguna kini lebih mementingkan pengalaman dan keandalan, bukan sekadar prinsip. Tim pengembang yang memanfaatkan sentralisasi sebagian pun dapat bergerak lebih cepat dan menawarkan nilai nyata yang langsung dirasakan oleh pengguna.

    TVL hiperlikuid. Sumber: DeFiLlama
    TVL hiperlikuid. Sumber: DeFiLlama

    Baca juga: Dampak Posisi Short Rp 5,9 Triliun di Hyperliquid terhadap Bitcoin

    Masa Depan: Solusi Hibrida

    Tren ini tampaknya bukan kebetulan. Pauline Shangett, CSO dari ChangeNOW, bahkan menyebut model hibrida sebagai masa depan industri kripto.

    “Solusi hibrida akan menjadi fondasi. DeFi akan tetap dijual sebagai narasi utama, tapi realitanya, banyak proyek akan mengadopsi elemen sentralisasi di belakang layar,” ujarnya.

    Pengguna, menurut Shangett, lambat laun akan menerima kenyataan bahwa “desentralisasi absolut” sulit dicapai tanpa mengorbankan aspek penting lain seperti efisiensi dan keamanan. Dalam jangka panjang, kepercayaan dan efisiensi akan menjadi tolok ukur utama, bukan struktur teknisnya.

    HYPE: Token yang Ikut Terbang

    Pergerakan harga Hyperliquid (HYPE).
    Pergerakan harga Hyperliquid (HYPE).

    Token asli Hyperliquid, HYPE, turut mencatat pertumbuhan impresif. Sepanjang Mei 2025, HYPE melonjak 64% dan saat ini diperdagangkan di kisaran $36,33—hanya sekitar 16% di bawah all-time high (ATH) sebesar $42,25 yang dicapai Desember 2024.

    Jika mampu bertahan di atas support $36,47, HYPE berpotensi menembus ATH dan melanjutkan tren naik. Namun demikian, tekanan jual yang meningkat dapat membawa harga turun ke $31,26, atau bahkan menyentuh $27,31 jika sentimen pasar berubah drastis.

    Kesimpulan: Yang Penting Bukan Struktur, Tapi Kepercayaan

    Keberhasilan Hyperliquid menegaskan bahwa dalam dunia DeFi, kepercayaan lebih penting daripada dogma desentralisasi penuh. Pengguna ingin solusi yang dapat diakses, transparan, dan efisien—meskipun itu berarti harus menerima sedikit sentralisasi.

    Seperti yang ditegaskan oleh Tracy Jin, “Kepercayaan adalah fondasi DeFi. Tanpa kepercayaan, likuiditas mengering, investor pergi, dan inovasi melambat.”

    Dan hingga saat ini, protokol seperti Hyperliquid tampaknya telah menemukan cara membangun kepercayaan itu—dengan cara mereka sendiri.

    Baca juga: Harga HYPE Melonjak Dekati ATH Usai Listing Binance US


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Anjlok Hingga Rp36 Juta, Bagaimana Caranya Bangkit?

    Harga Ethereum (ETH) kembali anjlok dengan penurunan yang cukup signifikan setelah jatuh di bawah $2.200 (Rp 36 juta) pada 9 Maret.

    Berdasarkan pantauan dari Cointelegraph pada Rabu (19/3), Altcoin ini turun 14% sepanjang bulan, jauh lebih buruk dibandingkan dengan penurunan pasar kripto yang hanya 4%.

    Salah satu faktor utama di balik pelemahan ini adalah penurunan volume perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX) berbasis Ethereum.

    Penurunan Aktivitas DEX Ethereum

    Dalam tujuh hari terakhir, volume perdagangan DEX di jaringan Ethereum turun sebesar 34%.

    Penurunan ini juga berdampak pada solusi layer-2 Ethereum seperti Base, Arbitrum, dan Polygon.

    Meskipun beberapa blockchain lain seperti Solana dan SUI juga mengalami penurunan, jaringan BNB Chain justru mengalami lonjakan volume sebesar 27%, sementara Canto melonjak 445%.

    Ethereum mengalami penurunan signifikan dalam beberapa platform, termasuk Maverick Protocol yang turun 85% dan DODO yang turun 46%.

    Selain itu, PancakeSwap di jaringan BNB Chain mencatatkan pendapatan lebih tinggi dibandingkan Uniswap, yang merupakan DEX utama di ekosistem Ethereum.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 19 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Total Value Locked (TVL) Masih Dominan, Tapi Mulai Menyusut

    Ethereum masih memimpin dalam total nilai terkunci (TVL) dengan $47,2 miliar. Namun, TVL Ethereum mengalami penurunan sebesar 9% dalam satu minggu.

    Sementara BNB Chain justru mengalami peningkatan 6%. Beberapa proyek besar di Ethereum juga mengalami penurunan signifikan, seperti Stargate Finance yang turun 11%, Maker yang turun 9%, dan Spark yang turun 6%.

    Minat Institusional Menurun

    Selain penurunan aktivitas di DEX dan TVL, Ethereum juga menghadapi penurunan minat dari investor institusional.

    Premi tahunan untuk kontrak berjangka Ethereum turun di bawah 5%, menandakan lemahnya permintaan dari trader bullish.

    Selain itu, sejak 5 Maret, ETF Ethereum mengalami arus keluar bersih sebesar $293 juta, yang semakin memperlihatkan menurunnya kepercayaan investor besar.

    Persaingan Ketat dari Solana, Tron, dan Hyperliquid

    Ethereum kini menghadapi persaingan ketat dari jaringan lain seperti Solana dan Tron. Kedua jaringan ini telah mengumpulkan stablecoin senilai $75 miliar berkat biaya transaksi yang lebih rendah.

    Selain itu, Solana semakin menguat di sektor memecoin setelah peluncuran token TRUMP. Di sisi lain, Hyperliquid memperkenalkan blockchain mereka sendiri untuk pasar perpetual futures, semakin menekan dominasi Ethereum.

    Pentingnya Upgrade ‘Pectra’ bagi Ethereum

    Untuk kembali menarik minat investor dan trader, Ethereum harus membuktikan keunggulannya dibandingkan kompetitor.

    Salah satu langkah yang dapat membantu adalah upgrade ‘Pectra’ yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan adopsi pengguna.

    Jika tidak ada keunggulan kompetitif yang jelas, Ethereum mungkin akan terus kehilangan pangsa pasar terhadap rival-rivalnya yang semakin agresif.

    Ethereum saat ini menghadapi tantangan besar dengan penurunan harga ETH, volume DEX, dan minat institusional.

    Meskipun masih mendominasi dalam hal total value locked, persaingan ketat dari Solana, Tron, dan Hyperliquid membuat masa depan Ethereum tidak pasti.

    Upgrade ‘Pectra’ bisa menjadi peluang untuk mengembalikan daya saing Ethereum, tetapi tanpa adopsi yang kuat, Ethereum berisiko tertinggal di pasar kripto yang semakin dinamis.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dampak Posisi Short Rp 5,9 Triliun di Hyperliquid terhadap Bitcoin

    Seorang trader seperti dilaporkan oleh Nftevening baru-baru ini, membuka posisi short Bitcoin dengan nilai mencapai $366 juta (Rp 5,9 triliun) di platform Hyperliquid.

    Posisi ini menggunakan leverage 40x dengan harga likuidasi di kisaran $85.587 atau setara Rp 1,4 miliar).

    Langkah ini berpotensi memengaruhi pergerakan harga Bitcoin secara signifikan dalam waktu dekat.

    Detail Transaksi yang Mengguncang Pasar

    Trader ini membayar biaya pendanaan sebesar $243.000 dan saat ini mencatat keuntungan belum terealisasi sebesar $4,6 juta (Rp 75,3 miliar) akibat penurunan harga Bitcoin ke level $83,527 (Rp 1,3 miliar).

    Jika trader ini menutup posisinya dan mengambil keuntungan, Hyperliquid bisa mengalami kerugian besar.

    Namun, jika harga Bitcoin melonjak dan posisi ini dilikuidasi, Hyperliquid akan dipaksa membeli BTC dengan harga lebih tinggi dari pasar.

    Peran Hyperliquid dalam Perdagangan Kripto

    Hyperliquid adalah platform perdagangan desentralisasi berbasis Layer-1 blockchain HyperEVM, yang menawarkan fitur canggih seperti copy trading dan scale orders.

    Dengan volume perdagangan harian yang besar, Hyperliquid mulai bersaing dengan bursa desentralisasi utama seperti Uniswap dan Raydium.

    Dampak terhadap Pasar Bitcoin

    Posisi short dalam jumlah besar seperti ini dapat meningkatkan volatilitas Bitcoin. Jika harga BTC turun lebih lanjut, trader dapat meraup keuntungan besar.

    Sebaliknya, jika harga melonjak di atas level likuidasi, Hyperliquid harus menutupi posisi ini, yang bisa menyebabkan lonjakan harga lebih tinggi.

    Pergerakan harga Bitcoin sering kali dipengaruhi oleh aksi para trader besar. Dengan adanya posisi short besar di Hyperliquid, pasar bisa mengalami tekanan jual dalam jangka pendek.

    Namun, jika terjadi pembalikan harga yang tajam, ini bisa memicu reli mendadak yang menguntungkan para pemegang Bitcoin.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga HYPE Melonjak Dekati ATH Usai Listing Binance US

    Hyperliquid (HYPE) kembali menjadi sorotan setelah pengumuman listing di Binance US memicu lonjakan harga sebesar 15%, mencapai $37,50.

    Kenaikan harga Hyperliquid menempatkan HYPE hanya sekitar 6% dari rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $39,93 yang dicapai pada 26 Mei 2025.

    Dominasi di Pasar Derivatif Terdesentralisasi

    Hyperliquid telah mencatatkan volume perdagangan bulanan tertinggi sepanjang masa pada Mei 2025, mencapai $244 miliar.

    Platform ini menguasai 74,97% dari total volume di semua platform derivatif terdesentralisasi, menegaskan dominasinya di sektor DeFi.

    Dengan arsitektur Layer-1 yang menggunakan konsensus HyperBFT, Hyperliquid menawarkan eksekusi order dengan latensi rendah dan kontrol penuh atas aset, menjadikannya pilihan menarik bagi investor ritel dan institusional.

    Baca Juga: Dampak Posisi Short Rp 5,9 Triliun di Hyperliquid terhadap Bitcoin

    Model Token Deflasi dan Insentif Staking

    Token HYPE memiliki pasokan maksimum sebesar 1 miliar, dengan model deflasi yang mengurangi sirkulasi tahunan sebesar 26%.

    Lebih dari $1 miliar dalam token HYPE telah di-stake, dan 40 juta token terkunci, mencerminkan kepercayaan komunitas terhadap proyek ini.

    Staking HYPE juga memberikan insentif berupa diskon biaya perdagangan. Misalnya, staking lebih dari 10 HYPE dapat memberikan diskon 5%, sementara staking lebih dari 10.000 HYPE dapat mengurangi biaya hingga 20%.

    Pergerakan harga Hyperliquid (HYPE/USDT) pada Kamis, 5 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Hyperliquid (HYPE/USDT) pada Kamis, 5 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analisis Teknikal dan Prospek Harga

    Secara teknikal, HYPE menunjukkan momentum bullish yang kuat.

    Indikator RSI mendekati zona overbought, dan pola “cup-and-handle” pada grafik 12 jam mengindikasikan potensi breakout ke atas.

    Target harga jangka pendek diperkirakan antara $40 hingga $45, dengan potensi kenaikan hingga 63% dari level saat ini.

    Baca Juga: Riset Kripto 26-30 Mei 2025: Sektor AI Memes Memiliki Potensi?

    Hyperliquid (HYPE) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan didorong oleh listing di Binance US, dominasi di pasar derivatif terdesentralisasi, dan model token deflasi yang kuat.

    Dengan fundamental yang solid dan momentum pasar yang positif, HYPE berpotensi mencapai rekor tertinggi baru dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MetaMask Gandeng Hyperliquid untuk Fitur Gila Ini

    Dunia DeFi kembali dikejutkan! MetaMask, dompet kripto paling populer di dunia, kini tengah bersiap meluncurkan fitur perdagangan kontrak perpetual langsung dari aplikasinya berkat integrasi dengan Hyperliquid, blockchain Layer-1 yang tengah naik daun.

    Dilaporkan Coincu, langkah strategis ini, yang terungkap melalui pembaruan di GitHub MetaMask, diprediksi akan diumumkan secara resmi di ajang Token2049 Singapura. Integrasi ini bukan sekadar pembaruan biasa, melainkan bisa menjadi titik balik besar dalam lanskap derivatif terdesentralisasi.

    MetaMask x Hyperliquid: Ancaman Baru bagi dYdX & GMX?

    Dengan integrasi Hyperliquid, pengguna MetaMask akan bisa berdagang kontrak perpetual tanpa meninggalkan dompet mereka. Hal ini diprediksi bakal memberi tekanan besar pada protokol derivatif DeFi yang sudah mapan, seperti dYdX dan GMX, yang selama ini menjadi pemain utama di sektor ini.

    Respons pasar sejauh ini masih hati-hati. Token HYPE milik Hyperliquid hanya mengalami volatilitas ringan, namun banyak analis melihat potensi dampak jangka panjang yang signifikan.

    Joseph Lubin, CEO ConsenSys (induk MetaMask), ikut memberi sinyal optimisme. Ia menyebut, “Token MASK akan segera hadir — mungkin lebih cepat dari yang Anda kira. ConsenSys mendukung ekosistem Ethereum untuk bergerak menuju desentralisasi bertahap melalui MetaMask, Infura, dan Linea.”

    Baca juga: RESMI! Token MASK Diumumkan, MetaMask Bakal Bikin Web3 Meledak!

    USDC Jadi Kunci, Pasar Tetap Stabil

    Menariknya, USDC diproyeksikan bakal memainkan peran penting dalam integrasi ini. Data terbaru menunjukkan USDC diperdagangkan di harga $0,99987 dengan kapitalisasi pasar $73,99 miliar, meski volume harian turun 20,32% menjadi $9,33 miliar.

    Stabilitas USDC diyakini bisa menjadi pondasi utama dalam mendorong adopsi fitur kontrak perpetual di MetaMask, sekaligus menjaga kepercayaan pengguna terhadap perdagangan derivatif berbasis stablecoin.

    Efek Domino: Perubahan Arah DeFi?

    Sejarah mencatat, integrasi MetaMask dengan Uniswap pada 2020 lalu berhasil mendorong lonjakan adopsi DeFi secara masif. Banyak pihak kini percaya, langkah terbaru dengan Hyperliquid bisa menimbulkan efek domino serupa — mempermudah akses ke derivatif, memperluas basis pengguna, dan bahkan menggeser arus volume perdagangan dari DEX yang sudah ada.

    Meski lanskap regulasi global masih penuh ketidakpastian, reputasi MetaMask dan Hyperliquid yang sudah mapan bisa menjadi katalis adopsi cepat di kalangan trader maupun institusi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 1,75 Juta Token HYPE Resmi Di-unlock, Harga Langsung Tertekan 4,6%

    Sebanyak 1,75 juta token Hyperliquid (HYPE) senilai lebih dari $60,4 juta resmi dibuka kuncinya (unlock) pada Sabtu (29/11). Langkah ini memicu kekhawatiran komunitas bahwa pasar akan dibanjiri tekanan jual dari developer dan kontributor inti proyek.

    Menurut pengembang pseudonim iliensinc, unlock ini bukan kejutan baru. Ia menegaskan bahwa proses tersebut telah dijadwalkan sebagai bagian dari program vesting token HYPE. Pengumuman ini bertepatan dengan satu tahun peluncuran airdrop dan token generation event (TGE) yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di industri kripto.

    “Sebagai gambaran, sekitar 270 juta token sudah sepenuhnya terbuka pada 29 November 2024 sebagai airdrop terbesar dalam sejarah, dengan nilai pasar mencapai sekitar $9,5 miliar. Tidak ada unlock untuk investor karena Hyperliquid tidak pernah menerima pendanaan eksternal,” ujar iliensinc.

    Namun, meski sudah diumumkan sebelumnya, jumlah token baru yang beredar tetap memunculkan kekhawatiran. Harga HYPE sempat melemah sekitar 4,6% pada saat unlock berlangsung.

    Pasar Sudah Prediksi Tekanan Jual

    Dilaporkan Cointelegraph, Pendiri BitMEX, Arthur Hayes, menanggapi unlock ini dengan peringatan keras. Ia menyebut bahwa meskipun tim pengembang berjanji tidak akan menjual token, pasar tetap memperhitungkan kemungkinan tersebut.

    “Pemegang HYPE harus sadar ada peluang tekanan jual harian, dan itu semua sudah tercermin di harga saat ini,” ujar Hayes.

    Sejak mencapai all-time high (ATH) $59,40 pada September, harga HYPE telah turun sekitar 42% dan kini berada di bawah moving average 200 hari, level teknikal penting yang sering menjadi acuan dukungan harga.

    HYPE Anjlok Setelah Bull Run, Tapi Pernah Terkoreksi 54% Dalam Sehari

    Data harga menunjukkan bahwa HYPE mulai melemah sejak 19 September, sebelum pasar kripto mengalami crash besar pada Oktober yang menumbangkan hingga 95% nilai beberapa altcoin.

    Pada 10 Oktober, HYPE bahkan sempat jatuh 54% dalam sehari, namun pulih cepat ke level $40 hanya dalam dua hari.

    Meski Harga Turun, Hyperliquid Masih Dipuji Industri

    Di balik fluktuasi harga, Hyperliquid tetap mendapat pujian dari analis dan eksekutif industri kripto. Platform DEX ini mampu mencatat volume trading bulanan mencapai $330 miliar,angka yang luar biasa untuk tim pengembang yang relatif kecil.

    Model peluncuran proyek yang berfokus pada komunitas, bukan investor modal ventura, juga dianggap mengubah tren peluncuran produk dalam dunia kripto.

    Baca juga: Crash Test Pertama Hyperliquid! Token $HYPE Bikin Harga Jeblok ke $20?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token HYPE Melonjak, Potensi Naik 90% ke Rekor Harga Baru

    Token Hyperliquid (HYPE) mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, memicu spekulasi bahwa harga aset ini berpotensi mencapai rekor tertinggi baru. Sejak 24 Februari, HYPE telah naik sekitar 31% dan saat ini diperdagangkan di kisaran US$32.

    Kinerja ini bahkan melampaui beberapa aset kripto besar seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana yang masih mencatat pelemahan dalam periode 30 hari terakhir. Analis menilai kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan aset keuangan tradisional di platform Hyperliquid.

    Hyperliquid Buka Akses TradFi 24 Jam

    Dilaporkan BeInCrypto, Hyperliquid menarik perhatian karena menawarkan perdagangan derivatif aset tradisional seperti minyak, emas, perak, hingga saham secara 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.

    Berbeda dengan pasar keuangan tradisional yang memiliki jam operasional terbatas, platform ini memungkinkan trader memperdagangkan aset seperti NVIDIA atau komoditas energi kapan saja menggunakan kontrak perpetual.

    Lonjakan aktivitas terlihat pada akhir pekan 1–2 Maret ketika volume perdagangan di platform tersebut melampaui US$6,4 miliar hanya dalam satu hari. Perdagangan kontrak perpetual minyak bahkan dilaporkan melonjak hampir 20%.

    Data dari Delphi Digital juga menunjukkan bahwa aset tradisional yang ditokenisasi kini menyumbang sekitar 31,6% dari total volume perdagangan Hyperliquid, meningkat tajam dari kurang dari 5% hanya sebulan sebelumnya.

    Baca Juga: Hyperliquid Dirikan Policy Center di Washington, Sinyal Baru Lobi DeFi

    Mekanisme Burn Dorong Tekanan Pasokan

    Kenaikan aktivitas perdagangan ini berdampak langsung pada mekanisme deflasi token HYPE. Sekitar 97% biaya transaksi di platform dialokasikan ke sistem yang secara otomatis membeli token HYPE dari pasar dan membakarnya secara permanen.

    Selain itu, biaya gas dari HyperEVM juga ikut dibakar, sehingga setiap transaksi di platform secara langsung mengurangi suplai token.

    Data terbaru menunjukkan platform menghasilkan sekitar US$2,74 juta biaya transaksi dalam 24 jam dan sekitar US$16,96 juta dalam tujuh hari terakhir. Selama periode tersebut, sekitar US$9,22 juta token HYPE telah dibakar.

    Saat ini jumlah token yang dibakar setiap hari mencapai lebih dari 48.000 HYPE, sementara emisi token baru dari staking hanya sekitar 26.790 HYPE per hari. Artinya, tingkat pembakaran token sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan pencetakan token baru.

    Smart Money Dominan Posisi Long

    Data on-chain juga menunjukkan perbedaan strategi antara investor institusional dan investor ritel. Menurut analisis Nansen AI, dompet yang dikategorikan sebagai smart money memegang posisi long sekitar US$8,5 juta pada HYPE, sementara posisi short hanya sekitar US$70.000.

    Beberapa investor besar seperti Arrington XRP Capital dan Selini Capital juga tercatat membuka posisi long pada token tersebut.

    Sebaliknya, trader ritel justru lebih banyak membuka posisi short. Data peta likuidasi menunjukkan potensi likuidasi short cukup besar di atas level harga US$34, yang dapat memicu short squeeze jika harga berhasil menembus area tersebut.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, mekanisme burn flywheel Hyperliquid yang menghanguskan biaya transaksi dari perdagangan aset TradFi menciptakan tekanan suplai negatif yang sangat kuat.

    “Secara teknis, keberhasilan menembus resistance $34 dapat memicu short squeeze menuju target jangka panjang di area $62,” jelasnya.

    Target Harga Hingga US$62

    Dari sisi teknikal, harga HYPE baru saja kembali menembus indikator 20-day exponential moving average (EMA), yang sebelumnya juga menjadi titik awal reli besar pada Januari.

    Pada saat itu, harga HYPE melonjak sekitar 81% hingga mencapai US$43 sebelum mengalami koreksi.

    Jika pola serupa terulang, analis memproyeksikan beberapa level resistance penting di sekitar US$34, US$39, dan US$43. Jika harga mampu menembus level tersebut, target berikutnya berada di kisaran US$48 hingga US$62.

    Level US$62 akan menandai rekor harga baru bagi HYPE, melampaui puncak sebelumnya di atas US$59 pada September 2025.

    Namun skenario bullish ini dapat berubah jika harga turun di bawah US$30. Penurunan lebih dalam hingga US$25 berpotensi membatalkan struktur kenaikan yang sedang terbentuk.

    Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crash Test Pertama Hyperliquid! Token $HYPE Bikin Harga Jeblok ke $20?

    Hyperliquid, salah satu proyek on-chain perpetual DEX paling panas di 2025, kini menghadapi ujian terbesar sejak peluncurannya. Pada November ini, proyek tersebut akan melakukan token unlock besar-besaran yang berpotensi mengguncang harga dan sentimen pasar.

    Menurut data Tokenomist, sekitar 2,66% dari total pasokan HYPE akan dilepaskan ke pasar bulan ini. Meski jumlahnya tampak kecil, pelepasan token dalam volume besar seperti ini kerap menimbulkan kekhawatiran soal dilusi dan tekanan jual yang dapat memicu koreksi harga jangka pendek.

    Skenario Tekanan Harga: Pola Head-and-Shoulders dan Potensi Koreksi ke $20

    Dilaporkan BeInCrypto, beberapa analis teknikal memperingatkan bahwa grafik harian HYPE sedang membentuk pola head-and-shoulders, yang berpotensi menyeret harga turun ke sekitar $20 jika pola tersebut terkonfirmasi.

    Seorang trader juga mencatat adanya aktivitas “TWAP out, slow efficient selling”, menandakan adanya aksi jual perlahan oleh pemegang besar (whales) tanpa menimbulkan lonjakan volatilitas ekstrem.

    “Nggak tahu pasti apa yang sedang terjadi, tapi saya akan menunggu kejelasan lebih dulu,” ujarnya.

    Namun, tak semua pandangan bersifat pesimis. Analis Route2FI melihat peluang di tengah gejolak pasar. Ia menyebut bahwa jika HYPE mampu menutup candle 1 menit di sekitar $40, itu bisa menciptakan peluang temporary yield farm alias strategi keuntungan jangka pendek, meski ini hanya cocok bagi trader berpengalaman yang siap menghadapi volatilitas tinggi.

    Pendapatan On-Chain Kuat Jadi Penyelamat?

    Di tengah tekanan pasokan baru, kekuatan fundamental Hyperliquid justru terletak pada pendapatan on-chain yang luar biasa besar. Data dari Artemis menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, Hyperliquid menghasilkan lebih dari $2,2 juta dalam biaya transaksi, melampaui semua blockchain lain di sektor DeFi.

    Bahkan, laporan sebelumnya mencatat Hyperliquid menguasai 33% dari total pendapatan blockchain global, menjadikannya “tambang emas biaya transaksi” di ekosistem DeFi.

    Jika sebagian dari pendapatan besar ini digunakan untuk buyback atau mekanisme burn token, maka tekanan jual akibat unlock bisa diimbangi, menjaga harga tetap stabil sambil memperkuat nilai jangka panjang token HYPE.

    Ujian Sejati untuk Model Bisnis Hyperliquid

    November ini akan menjadi momen krusial bagi Hyperliquid dan komunitas investornya. Di satu sisi, unlock token sebesar 2,66% bisa menimbulkan gejolak harga jangka pendek. Namun di sisi lain, fundamental kuat dan pendapatan nyata on-chain memberi peluang bagi proyek ini untuk membuktikan ketahanan dan keberlanjutan model bisnisnya.

    Jika Hyperliquid mampu mengelola hasil pendapatannya secara efisien, lewat buyback, staking, atau program likuiditas, maka token unlock ini bukanlah awal dari kejatuhan, melainkan titik revaluasi bagi salah satu proyek DeFi paling menjanjikan di tahun 2025.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com