Tag: hyperliquid

  • Hyperliquid Dirikan Policy Center di Washington, Sinyal Baru Lobi DeFi

    Ekosistem decentralized finance (DeFi) memasuki babak baru.

    Dilansir dari The Block, Hyperliquid Foundation resmi mendirikan Hyperliquid Policy Center, sebuah lembaga advokasi dan riset kebijakan yang berbasis di Washington D.C.

    Inisiatif ini didanai melalui donasi 1 juta token HYPE senilai sekitar $9 juta dan dipimpin oleh pengacara kripto ternama, Jake Chervinsky.

    Langkah ini menandai transformasi strategis Hyperliquid dari sekadar protokol perdagangan derivatif terdesentralisasi menjadi aktor aktif dalam membentuk arah regulasi DeFi di Amerika Serikat.

    Baca Juga: Menyala! Trader Perpetual di Hyperliquid Tembus 202 Ribu

    Dari Protokol ke Arena Politik

    Selama beberapa tahun terakhir, sektor DeFi menghadapi ketidakpastian regulasi yang signifikan di AS.

    Banyak protokol beroperasi di area abu-abu hukum, sementara regulator seperti SEC dan CFTC terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas aset digital.

    Dengan mendirikan pusat kebijakan khusus, Hyperliquid menunjukkan bahwa protokol DeFi tidak lagi hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga mulai menginvestasikan sumber daya untuk memengaruhi diskursus kebijakan publik.

    “Hyperliquid mulai beralih dari sekadar protokol teknis menjadi pemain politik aktif untuk membentuk regulasi DeFi di AS. Penggunaan token native (HYPE) sebagai dana lobi menunjukkan kekuatan ekonomi protokol desentralisasi dalam melawan ketidakpastian hukum, sekaligus memperkuat legitimasi Hyperliquid di hadapan regulator,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Donasi Token HYPE: Model Pendanaan Baru

    Yang menarik, pendanaan lembaga ini tidak berasal dari dolar AS konvensional, melainkan dari token asli ekosistem, yaitu HYPE.

    Donasi sebesar 1 juta HYPE memperlihatkan model baru dalam pendanaan advokasi kebijakan: protokol menggunakan kekuatan ekonomi token mereka untuk mendukung kepentingan industri.

    Pendekatan ini memiliki dua implikasi besar:

    1. Validasi nilai ekonomi token – Token bukan sekadar instrumen spekulasi, tetapi juga alat strategis untuk memengaruhi kebijakan.
    2. Transparansi on-chain – Penggunaan dana dapat dilacak secara publik, meningkatkan akuntabilitas.

    Jika model ini berhasil, bukan tidak mungkin protokol DeFi lain akan mengikuti jejak serupa dengan mendirikan lembaga advokasi berbasis token.

    Peran Jake Chervinsky

    Penunjukan Jake Chervinsky sebagai pimpinan Hyperliquid Policy Center juga bukan langkah sembarangan.

    Ia dikenal sebagai salah satu suara paling vokal dalam isu regulasi kripto di AS, dengan pengalaman panjang dalam advokasi kebijakan blockchain.

    Kehadirannya memberikan kredibilitas hukum dan jaringan politik yang kuat bagi Hyperliquid. Ini menunjukkan bahwa inisiatif tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan upaya serius untuk berpartisipasi dalam pembentukan regulasi.

    Strategi Jangka Panjang DeFi

    Keputusan membuka pusat kebijakan di Washington D.C. yang merupakan jantung pemerintahan AS menunjukkan ambisi jangka panjang Hyperliquid.

    Alih-alih menghindari regulator, protokol ini memilih pendekatan kolaboratif dan proaktif.

    Dalam konteks global, langkah ini mencerminkan tren yang lebih luas: industri kripto mulai mengadopsi strategi institusional yang sebelumnya hanya dilakukan oleh perusahaan keuangan tradisional.

    Jika sebelumnya perusahaan fintech dan bank besar yang aktif melakukan lobi di Washington, kini protokol DeFi pun ikut masuk arena.

    Dampak terhadap Ekosistem HYPE

    Secara pasar, inisiatif ini dapat berdampak pada persepsi investor terhadap token HYPE.

    Pendekatan yang lebih matang terhadap regulasi sering kali dipandang positif oleh pelaku pasar institusional.

    Namun demikian, respons harga jangka pendek tetap bergantung pada sentimen pasar kripto secara umum.

    Yang jelas, dari sisi fundamental, langkah ini memperkuat narasi bahwa Hyperliquid ingin menjadi pemain utama dalam lanskap DeFi global.

    Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!

    Masa Depan Regulasi DeFi di AS

    Pembentukan Hyperliquid Policy Center menandai babak baru dalam hubungan antara DeFi dan regulator AS.

    Jika dialog konstruktif dapat terjalin, industri mungkin bergerak menuju kerangka regulasi yang lebih jelas dan ramah inovasi.

    Bagi ekosistem DeFi, langkah ini menjadi preseden penting: protokol desentralisasi kini mampu mengorganisir diri secara politik untuk melindungi dan mengembangkan industrinya.

    Dengan dukungan dana signifikan dan kepemimpinan berpengalaman, Hyperliquid berpotensi memainkan peran kunci dalam membentuk masa depan regulasi DeFi di Amerika Serikat.

    Satu hal yang pasti, industri kripto tidak lagi hanya bertarung di pasar, tetapi juga di meja perundingan kebijakan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menyala! Trader Perpetual di Hyperliquid Tembus 202 Ribu

    Aktivitas perdagangan derivatif di ranah decentralized exchange (DEX) kembali memanas.

    Dalam paparan data terbaru via akun X resmi Hyperliquid, jumlah pedagang perpetual (perp traders) aktif di Hyperliquid melonjak hingga hampir menyentuh rekor tertinggi baru di 202.665 pengguna.

    Grafik aktivitas harian memperlihatkan pola V-shape recovery, menandakan pemulihan cepat setelah periode penurunan sebelumnya.

    Lonjakan ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah dinamika pasar kripto yang masih fluktuatif.

    Kebangkitan aktivitas di Hyperliquid juga memperkuat narasi bahwa decentralized perpetual exchange mulai menarik kembali minat trader ritel maupun semi-profesional.

    Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!

    V-Shape Recovery: Apa Artinya?

    Pola V-shape recovery pada grafik jumlah pengguna aktif harian menunjukkan penurunan tajam yang diikuti pemulihan cepat dalam waktu relatif singkat.

    Dalam konteks Hyperliquid, kondisi ini mencerminkan aktivitas yang sempat melemah, minat trader kembali meningkat signifikan, atau partisipasi pasar yang pulih dengan cepat.

    Pola seperti ini sering kali mengindikasikan bahwa pasar belum kehilangan minat struktural, melainkan hanya mengalami fase konsolidasi sementara.

    Kembalinya jumlah trader mendekati rekor 202 ribu user menunjukkan bahwa Hyperliquid tetap menjadi salah satu pemain utama dalam segmen decentralized perpetual trading.

    Pergeseran Volume dari CEX ke DEX?

    Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan perubahan dinamika pasar.

    “Peningkatan aktivitas di decentralized perpetual exchange ini mengindikasikan kembalinya minat spekulatif ritel dan pergeseran volume trading dari CEX ke DEX yang menawarkan performa tinggi, likuiditas dalam, dan insentif on-chain yang lebih menarik,” ujar tim Research Tokocrypto.

    Beberapa faktor yang mendorong perpindahan ini antara lain:

    1. Transparansi on-chain
      DEX menawarkan eksekusi yang dapat diverifikasi publik tanpa perantara kustodian.
    2. Self-custody
      Trader tetap memegang kendali atas aset mereka.
    3. Insentif token dan reward likuiditas
      Banyak DEX memberikan reward tambahan bagi pengguna aktif.
    4. Kekhawatiran regulasi terhadap CEX
      Ketatnya regulasi di sejumlah yurisdiksi mendorong trader mencari alternatif terdesentralisasi.

    Hyperliquid dan Label “High-Performance DEX”

    Hyperliquid dikenal sebagai platform perpetual DEX yang menekankan performa tinggi, kecepatan eksekusi, serta kedalaman likuiditas yang kompetitif dengan centralized exchange (CEX).

    Dalam beberapa bulan terakhir, narasi seputar high-performance on-chain derivatives semakin kuat.

    Trader ritel kini tidak lagi melihat DEX sebagai opsi sekunder, melainkan sebagai alternatif utama, khususnya untuk perdagangan leverage.

    Lonjakan jumlah pengguna aktif ini juga bisa menjadi indikator bahwa pasar derivatif kripto masih menjadi magnet spekulasi, meskipun harga spot belum sepenuhnya pulih.

    Sinyal Kembalinya Spekulasi Ritel?

    Aktivitas derivatif sering kali menjadi barometer sentimen spekulatif.

    Ketika jumlah perp traders meningkat tajam, biasanya ada beberapa implikasi, termasuk meningkatnya volatilitas pasar, bertambahnya open interest, hingga potensi likuidasi massal saat pergerakan ekstrem.

    Lonjakan hingga lebih dari 200 ribu pengguna aktif menunjukkan bahwa minat terhadap perdagangan leverage belum surut.

    Hal ini bisa menjadi sinyal awal fase volatilitas yang lebih tinggi ke depan.

    Namun demikian, peningkatan aktivitas derivatif juga membawa risiko. Leverage tinggi dalam kondisi pasar yang belum stabil dapat memperbesar fluktuasi harga.

    Dampak terhadap Ekosistem dan Token Terkait

    Jika tren peningkatan pengguna ini berlanjut, dampaknya bisa meluas ke peningkatan volume perdagangan, kenaikan fee revenue protokol, bertambahnya likuiditas pool, dan penguatan valuasi token ekosistem (jika ada mekanisme capture value).

    DEX yang berhasil mempertahankan pertumbuhan pengguna biasanya memperoleh efek jaringan (network effect) yang memperkuat posisi kompetitifnya.

    Baca Juga: Hyperliquid Usulkan HIP-4, Hadirkan Pasar Prediksi Tanpa Risiko Likuidasi

    Lonjakan jumlah trader perpetual aktif di Hyperliquid hingga hampir menyentuh 202.665 user menjadi sinyal kuat bahwa minat terhadap decentralized derivatives kembali meningkat.

    Pola V-shape recovery dalam aktivitas harian memperlihatkan pemulihan cepat dan potensi momentum baru.

    Fenomena ini juga mengindikasikan adanya pergeseran volume dari CEX ke DEX, didorong oleh kebutuhan transparansi, self-custody, serta insentif on-chain yang lebih menarik.

    Ke depan, pasar akan mencermati apakah lonjakan ini mampu bertahan dan bertransformasi menjadi tren jangka panjang.

    Jika ya, Hyperliquid berpotensi menjadi salah satu pemain kunci dalam evolusi pasar derivatif kripto berbasis blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!

    Drama terbaru dalam dunia investasi kripto terjadi setelah Kyle Samani, salah satu pendiri dan figur publik dari Multicoin Capital.

    Seperti dilaporkan BeInCrypto pada Senin (9/2), Samani secara terbuka mengkritik proyek Hyperliquid (HYPE) hanya beberapa hari setelah pengumuman pengunduran dirinya dari firma modal ventura besar itu.

    Komentar tajam Samani, yang menyebut Hyperliquid sebagai sesuatu yang “salah dalam segala hal”, menarik perhatian luas di komunitas kripto karena berlawanan dengan data on-chain yang menunjukkan entitas terkait Multicoin justru telah mengakumulasi puluhan juta dolar HYPE sebelum kritik itu muncul.

    Baca Juga: Hyperliquid Usulkan HIP-4, Hadirkan Pasar Prediksi Tanpa Risiko Likuidasi

    Mundur dari Multicoin dan Kecaman Publik

    Samani mengumumkan pengunduran dirinya dari Multicoin Capital pada 5 Februari 2026, menandai akhir hampir satu dekade kepemimpinannya sebagai co-founder dan tokoh penting dalam investasi aset kripto institusional.

    Dalam pernyataannya, Samani menegaskan bahwa ia akan tetap terlibat dalam kripto, khususnya dalam ekosistem Solana, sebagai bagian dari perannya sebagai Chairman di Forward Industries, sebuah entitas yang fokus pada pengembangan infrastruktur blockchain.

    Namun hanya tiga hari setelah pengunduran itu, Samani mengejutkan komunitas dengan kritik publik terhadap Hyperliquid, platform pertukaran perpetual futures yang dikenal karena likuiditas tinggi, biaya rendah, dan teknologi blockchain internalnya.

    Ia menuduh Hyperliquid memiliki sistem yang tertutup dan permissioned, mencerminkan model yang bertentangan dengan prinsip desentralisasi yang selama ini diperjuangkannya.

    Spekulasi Konflik Internal dalam Multicoin

    Kritik Samani datang di tengah laporan bahwa beberapa wallet on-chain yang ditautkan ke Multicoin telah membeli lebih dari $40 juta token HYPE dalam satu bulan terakhir.

    Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Multicoin, informasi ini memicu spekulasi bahwa kesenjangan pandangan antara Samani dan tim investasi dapat menjadi salah satu pemicu perpisahan tersebut.

    Sementara Samani menekankan pentingnya desentralisasi yang tulen dan keterbukaan kode sumber, langkah Multicoin yang tampak agresif dalam mengakumulasi HYPE justru menunjukkan pendekatan yang lebih pragmatis: mencari profit tinggi dan eksposur likuiditas instan bahkan jika itu berarti memilih proyek dengan struktur yang agak terpusat.

    Terang saja, pernyataan Samani memunculkan perdebatan tentang strategi investasi terbaik dalam lanskap kripto saat ini.

    Idealisme Desentralisasi vs. Pragmatisme Profit

    Menurut para analis dari Tim Research Tokocrypto, peristiwa ini mengungkap dilema besar yang dihadapi banyak venture capital (VC) kripto.

    “Drama ini menyingkap dilema besar di kalangan Venture Capital (VC) kripto saat ini: Idealisme Desentralisasi vs Pragmatisme Profit.”

    Jika Multicoin berani bertaruh besar ($40M) pada HYPE meskipun ditentang oleh pendirinya sendiri, ini adalah sinyal High Conviction (keyakinan tinggi) dari institusi terhadap model bisnis Hyperliquid.

    “Di satu sisi, tokoh seperti Samani merupakan advokat kuat untuk infrastruktur blockchain yang sepenuhnya terdesentralisasi yang mengutamakan transparansi, partisipasi komunitas, dan nilai fundamental jangka panjang,” lanjut Tim Research Tokocrypto.

    Di sisi lain, strategi investasi seperti akumulasi HYPE oleh Multicoin menunjukkan bahwa institusi besar kini semakin bersedia mempertimbangkan proyek yang mampu menawarkan likuiditas tinggi dan adopsi pengguna nyata, meskipun struktur internalnya tidak sepenuhnya terbuka atau sepenuhnya terdesentralisasi.

    Bagi investor institusional, hal ini bisa dibaca sebagai sinyal keyakinan tinggi terhadap potensi pertumbuhan Hyperliquid.

    “Bagi investor ritel, ini bisa dibaca sebagai sinyal bullish untuk HYPE, karena institusi tampaknya bersedia mentolerir risiko sentralisasi demi mengejar likuiditas dan adopsi pengguna yang nyata,” tutup Tim Research Tokocrypto.

    Reaksi Komunitas Kripto

    Komentar Samani menuai beragam respons di komunitas. Beberapa pihak setuju dengan kritiknya dan mengajak diskusi soal standar desentralisasi yang “sejati”.

    Namun, ada pula yang justru membela Hyperliquid, menekankan bahwa proyek tersebut memberikan nilai nyata melalui likuiditas dan peluang trading yang kuat.

    Hal ini mencerminkan adanya pertentangan yang lebih luas di antara pelaku pasar mengenai apa yang sebenarnya merupakan “nilai fundamental” dalam proyek blockchain.

    Dampak terhadap Harga HYPE dan Industri Kripto

    Terlepas dari kritik publik, token HYPE tampaknya menunjukkan ketahanan yang relatif kuat di pasar, mencerminkan bahwa minat investor mungkin lebih dipengaruhi oleh peluang utilitas dan likuiditas daripada narasi reputasional semata.

    Sementara itu, perdebatan ini bisa membuka ruang untuk diskusi lebih luas tentang bagaimana investor, baik ritel maupun institusional, harus mengevaluasi proyek kripto di tengah lanskap yang terus berkembang.

    Baca Juga: Ini Alasan Harga Bitcoin Hancur Menurut Multicoin Capital

    Narasi yang Berlangsung

    Peristiwa di sekitar kritik Samani terhadap Hyperliquid tidak hanya menceritakan tentang satu individu atau satu proyek.

    Ini mencerminkan konflik ideologi dan strategi investasi yang lebih dalam dalam industri kripto: antara mereka yang melihat masa depan penuh dengan sistem desentralisasi yang murni, dan mereka yang mengejar efisiensi, adopsi, dan profit melalui pendekatan yang lebih pragmatis.

    Dengan spekulasi yang masih terus berkembang dan data on-chain yang terus dipantau, dinamika ini kemungkinan akan menjadi salah satu narasi kunci di pasar kripto sepanjang 2026.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • HYPE Terjebak Liquidation Trap? Zona $28–$32 Jadi Target Empuk

    Token native Hyperliquid, HYPE, mengalami tekanan jual dalam 24 jam terakhir setelah turun 6,8% ke level $32,40. Meski harga melemah, volume perdagangan justru tetap tinggi dengan catatan mencapai $1,03 miliar, menunjukkan aktivitas pasar masih sangat intens di tengah penurunan harga. Dalam tujuh hari terakhir, HYPE juga tercatat turun tipis 0,5%, mengindikasikan adanya pelemahan jangka pendek setelah pergerakan harga yang cukup fluktuatif.

    Saat ini, perhatian pasar mulai bergeser ke level-level bawah, karena struktur harga dan data posisi leverage menunjukkan tekanan yang semakin kuat. Para trader kini mengamati apakah HYPE mampu bertahan di area support penting atau justru melanjutkan penurunan menuju zona yang dianggap sebagai area likuidasi terbesar.

    Likuiditas Padat di $28–$32, Long Berisiko Terpukul

    Data likuiditas menunjukkan adanya konsentrasi besar level likuidasi posisi long pada rentang harga $28 hingga $32. Zona ini dipenuhi oleh trader yang menggunakan leverage dan berpotensi dipaksa menutup posisi jika harga bergerak lebih rendah. Seorang analis bernama Ardi menyebut bahwa HYPE memiliki “tembok likuidasi long” di kisaran tersebut, yang dapat memicu tekanan jual besar jika harga memasuki area itu.

    Heatmap likuiditas memperkuat sinyal tersebut, dengan munculnya pita terang di area $28–$32 yang menandakan kemungkinan terjadinya forced liquidation. Umumnya, ketika harga memasuki wilayah dengan kepadatan likuidasi tinggi, tekanan jual bisa meningkat secara cepat karena stop order dan margin call mulai terpicu secara beruntun.

    Baca juga: Hyperliquid Usulkan HIP-4, Hadirkan Pasar Prediksi Tanpa Risiko Likuidasi

    Harga Terus Ditolak di Atas $32,5, Sinyal Buyer Mulai Melemah

    Dilaporkan Coincu, pergerakan harga HYPE juga menunjukkan bahwa level $32,5 menjadi batas yang sulit ditembus. Setiap kali terjadi rebound, harga kembali terkoreksi dan gagal bertahan di atas level tersebut, menandakan lemahnya kekuatan beli. Ardi menilai bahwa penolakan berulang di area tersebut memperbesar risiko penurunan, karena semakin banyak posisi long justru menumpuk di bawah resistance.

    Ia juga menyampaikan bahwa setiap penolakan dari area $35 membuat eksposur long semakin besar di bawah harga saat ini. Situasi ini meningkatkan potensi terjadinya “liquidation cascade” karena semakin lama harga tertahan di bawah resistance, semakin besar pula kumpulan likuidasi yang terbentuk di area bawah.

    Support $32–$33 Jebol, Struktur Harga Berubah Jadi Bearish

    Dari sisi teknikal, HYPE juga dilaporkan telah menembus support horizontal di zona $32–$33. Area ini sebelumnya menjadi pijakan penting yang sering menahan penurunan harga dan memicu reversal. Namun, candle terbaru justru ditutup di bawah level tersebut, menunjukkan bahwa pasar mulai menerima harga di bawah support lama.

    Analis SilverBulletBTC menyebut bahwa HYPE telah menembus support horizontal penting dan hingga saat ini belum mampu merebutnya kembali. Kondisi tersebut membuat support lama berpotensi berubah menjadi resistance, sehingga upaya pemulihan harga dinilai semakin terbatas.

    Target Berikutnya $28, Trader Waspada “Market Makers Feast”

    Dengan harga yang masih berada di bawah $32,5, fokus pasar kini tertuju pada level $28 yang disebut sebagai zona likuidasi terbesar berikutnya. Data menunjukkan tidak banyak hambatan likuiditas antara level saat ini menuju $28, sehingga penurunan bisa terjadi lebih cepat jika tekanan jual meningkat.

    Ardi memperingatkan bahwa jika level $32,5 gagal dipertahankan, market maker berpotensi “berpesta” hingga harga turun ke $28 karena banyaknya posisi leverage yang siap terlikuidasi di rentang tersebut. Selama HYPE belum mampu kembali menembus $32,5, risiko penurunan masih terbuka dan area $28–$32 dipandang sebagai zona krusial yang akan menentukan arah pergerakan berikutnya.

    Jika HYPE berhasil naik kembali di atas $32,5, tekanan likuidasi dapat berkurang. Namun, selama harga masih tertahan di bawah support yang hilang, pasar tetap menganggap zona $28 sebagai target utama yang perlu diwaspadai.

    aca Juga: HIP-3 Ubah Wajah Hyperliquid (HYPE), Pasar Baru Bermunculan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hyperliquid Usulkan HIP-4, Hadirkan Pasar Prediksi Tanpa Risiko Likuidasi

    Platform decentralized exchange (DEX) derivatif Hyperliquid kembali mencuri perhatian komunitas kripto setelah mengajukan Proposal HIP-4.

    Sebagaimana dilansir dari Cointelegraph pada Rabu (4/2), proposal HIP-4 merupakan sebuah inisiatif tata kelola yang akan memperkenalkan pasar prediksi (prediction markets) serta instrumen menyerupai opsi (options-like instruments) tanpa risiko likuidasi maupun penggunaan leverage.

    Jika disetujui dan diimplementasikan, proposal ini menandai evolusi penting Hyperliquid: dari sekadar Perpetual DEX menjadi ekosistem finansial terdesentralisasi yang lebih komprehensif, dengan fokus pada manajemen risiko dan aksesibilitas bagi trader ritel.

    Baca Juga: HIP-3 Ubah Wajah Hyperliquid (HYPE), Pasar Baru Bermunculan

    Apa Itu Proposal HIP-4?

    HIP-4 merupakan proposal pengembangan produk yang bertujuan memperluas jenis instrumen perdagangan di Hyperliquid.

    Berbeda dengan produk derivatif konvensional seperti perpetual futures yang bergantung pada leverage dan mekanisme margin, instrumen baru ini dirancang tanpa risiko likuidasi otomatis.

    Artinya, pengguna tidak akan kehilangan posisi secara paksa akibat pergerakan harga ekstrem—sebuah masalah klasik yang sering menimbulkan trauma bagi trader ritel, terutama di pasar volatil kripto.

    Selain itu, HIP-4 juga mengusulkan aktivasi pasar prediksi, di mana pengguna dapat berspekulasi terhadap hasil suatu peristiwa atau kondisi pasar tanpa harus terlibat langsung dalam perdagangan aset spot atau derivatif berisiko tinggi.

    Mengapa Produk “Bebas Likuidasi” Ini Penting?

    Selama ini, salah satu penghalang adopsi DeFi derivatif adalah kompleksitas dan risiko leverage.

    Banyak trader ritel tertarik pada potensi keuntungan, namun enggan menghadapi ancaman likuidasi mendadak.

    Tim Research Tokocrypto menilai pendekatan Hyperliquid ini sebagai langkah strategis.

    “Inovasi produk ‘bebas likuidasi’ ini dapat menarik segmen trader ritel yang menghindari risiko tinggi. Hyperliquid terus berevolusi dari sekadar Perp DEX menjadi ekosistem finansial lengkap,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Dengan menghilangkan leverage dan likuidasi, HIP-4 berpotensi memperluas basis pengguna Hyperliquid ke kalangan yang lebih konservatif namun tetap ingin mendapatkan eksposur pasar kripto.

    Pasar Prediksi: Use Case Baru di DeFi

    Pasar prediksi telah lama dianggap sebagai salah satu aplikasi paling menarik di Web3, karena mampu menggabungkan informasi kolektif (wisdom of the crowd) dengan insentif finansial.

    Implementasi pasar prediksi di Hyperliquid memungkinkan pengguna untuk berspekulasi pada pergerakan harga atau event tertentu; mengelola risiko tanpa membuka posisi derivatif tradisional; dan mengakses produk spekulatif dengan struktur payoff yang lebih jelas.

    Dalam konteks DeFi, fitur ini juga dapat meningkatkan engagement dan volume transaksi, sekaligus memperkaya variasi produk di dalam ekosistem.

    Dampak bagi Ekosistem Hyperliquid

    Proposal HIP-4 memperkuat narasi bahwa Hyperliquid tidak ingin terjebak sebagai “satu produk satu fungsi”.

    Dengan memperluas lini produknya, Hyperliquid berpotensi menarik pengguna baru dari luar segmen trader leverage tinggi.

    Selain itu, HIP-4 digadang dapat meningkatkan retensi pengguna melalui diversifikasi instrumen, sekaligus memposisikan diri sebagai alternatif terdesentralisasi bagi platform derivatif terpusat.

    Strategi ini juga relevan di tengah meningkatnya tekanan regulasi terhadap bursa derivatif terpusat, di mana produk dengan risiko lebih rendah cenderung lebih mudah diterima oleh regulator.

    Risiko dan Hal yang Perlu Dipantau

    Meski terdengar menarik, implementasi HIP-4 tetap memiliki tantangan.

    Desain instrumen options-like tanpa leverage memerlukan mekanisme pricing dan risk management yang solid, agar tidak menciptakan celah eksploitasi atau ketidakseimbangan pasar.

    Selain itu, adopsi pasar prediksi sangat bergantung pada likuiditas dan kualitas event yang ditawarkan. Tanpa partisipasi aktif, pasar prediksi berisiko menjadi sepi dan tidak efisien.

    Baca Juga: HIP-3 Ubah Wajah Hyperliquid (HYPE), Pasar Baru Bermunculan

    Proposal HIP-4 Hyperliquid menandai langkah ambisius menuju DeFi yang lebih inklusif dan ramah risiko.

    Dengan menghadirkan pasar prediksi serta instrumen mirip opsi tanpa likuidasi dan leverage, Hyperliquid berpotensi menjangkau segmen pengguna yang selama ini menghindari derivatif kripto.

    Jika dieksekusi dengan baik, inovasi ini tidak hanya memperkuat posisi Hyperliquid di sektor DEX derivatif, tetapi juga mendorong evolusi DeFi ke arah produk yang lebih matang, beragam, dan berkelanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • HIP-3 Ubah Wajah Hyperliquid (HYPE), Pasar Baru Bermunculan

    Ekosistem DeFi kembali mencatat tonggak penting. Hyperliquid secara resmi meluncurkan HIP-3 (Hyperliquid Improvement Proposal 3).

    Menurut laporan Republik Rupiah, HIP-3 digambarkan sebagai sebuah pembaruan besar yang memungkinkan developer untuk membuat pasar perpetual secara permissionless hanya dengan melakukan staking 500.000 HYPE.

    Melalui HIP-3, pasar derivatif di Hyperliquid tidak lagi terbatas pada kripto, tetapi dapat mencakup aset apa pun, mulai dari saham, indeks, hingga komoditas seperti perak dan emas.

    Peluncuran ini langsung memicu lonjakan aktivitas di jaringan. Data terbaru menunjukkan Open Interest (OI) Hyperliquid menembus All-Time High, dengan salah satu kontributor utamanya berasal dari meningkatnya volume trading komoditas, khususnya Perak (Silver).

    Hal ini menandakan bahwa minat trader tidak hanya datang dari pasar kripto, tetapi juga mulai merambah instrumen yang selama ini identik dengan keuangan tradisional.

    Baca Juga: Hyperliquid Donasikan $254.000 ke ZachXBT, Siapa ZachXBT?

    Seberapa Penting HIP-3?

    HIP-3 adalah proposal yang mengubah cara listing pasar di Hyperliquid.

    Jika sebelumnya penambahan pasar sangat bergantung pada keputusan terpusat, kini siapa pun dapat menciptakan pasar perpetual untuk aset apa pun, selama memenuhi syarat staking HYPE.

    Skema staking 500.000 HYPE berfungsi sebagai mekanisme insentif sekaligus filter kualitas. Di satu sisi, ini mencegah spam market berkualitas rendah.

    Di sisi lain, ini memastikan bahwa pihak yang membuat pasar memiliki “skin in the game” dan kepentingan langsung terhadap stabilitas ekosistem.

    Dengan HIP-3, Hyperliquid pada dasarnya memperkenalkan konsep “permissionless market creation” di sektor derivatif on-chain, sebuah terobosan yang membuka peluang lahirnya ribuan pasar baru tanpa perlu restu otoritas terpusat.

    Open Interest All-Time High, Komoditas Jadi Pendorong Baru

    Tak butuh waktu lama bagi pasar merespons. Setelah HIP-3 diluncurkan, Open Interest Hyperliquid melonjak ke rekor tertinggi sepanjang sejarah.

    Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya jumlah posisi terbuka, yang umumnya diasosiasikan dengan masuknya likuiditas baru dan bertambahnya partisipan pasar.

    Yang menarik, salah satu pendorong utama bukan berasal dari kripto, melainkan dari pasar komoditas seperti Perak (Silver).

    Fenomena ini menunjukkan bahwa Hyperliquid mulai berfungsi sebagai jembatan antara dunia on-chain dan off-chain, di mana trader dapat mengekspresikan pandangan terhadap aset global langsung dari infrastruktur DeFi.

    Masuknya komoditas sebagai kelas aset aktif memperluas basis pengguna Hyperliquid, dari semula didominasi trader kripto menjadi mencakup trader makro dan spekulan komoditas.

    Dari DEX ke “Everything Exchange

    Tim Research Tokocrypto menilai HIP-3 sebagai titik balik strategis bagi Hyperliquid.

    “Hyperliquid bertransformasi dari sekadar DEX menjadi ‘Everything Exchange’. Kemampuan listing tanpa izin (permissionless) ini adalah game changer yang bisa menyedot likuiditas dari pasar TradFi ke on-chain secara masif.”

    Istilah “Everything Exchange” mencerminkan visi Hyperliquid untuk tidak lagi hanya menjadi tempat trading kripto, tetapi sebuah hub global derivatif on-chain.

    “Pertumbuhan eksplosif ini memvalidasi tesis HYPE sebagai blue chip DeFi masa depan,” tambah Tim Research Tokocrypto.

    Jika visi ini terwujud, Hyperliquid berpotensi menjadi platform di mana saham, komoditas, indeks, hingga produk sintetis lain dapat diperdagangkan secara terdesentralisasi, 24/7, dan tanpa perantara.

    Implikasi Besar bagi DeFi dan TradFi

    HIP-3 menghadirkan implikasi yang lebih luas dari sekadar fitur baru. Dengan kemampuan membuat pasar apa pun, Hyperliquid membuka pintu bagi:

    1. Eksperimen finansial skala besar – developer dapat meluncurkan pasar niche, aset sintetis, atau produk derivatif inovatif tanpa hambatan birokrasi.
    2. Migrasi likuiditas TradFi ke DeFi – trader komoditas dan makro kini memiliki alternatif on-chain untuk mengeksekusi strategi mereka.
    3. Pertumbuhan ekosistem berbasis komunitas – pasar tidak lagi ditentukan dari atas ke bawah, tetapi lahir dari kebutuhan pengguna.

    Namun, pendekatan permissionless juga membawa tantangan: risiko manipulasi harga, likuiditas tipis di pasar baru, dan kebutuhan akan sistem kurasi berbasis reputasi.

    Keberhasilan jangka panjang HIP-3 akan sangat bergantung pada bagaimana Hyperliquid dan komunitasnya mengelola risiko-risiko tersebut.

    Dampak terhadap HYPE sebagai Aset

    Dari sisi tokenomics, kewajiban staking 500.000 HYPE untuk membuat pasar berpotensi menciptakan tekanan permintaan struktural.

    Semakin banyak developer yang ingin meluncurkan pasar, semakin besar pula jumlah HYPE yang terkunci di jaringan.

    Dalam jangka panjang, ini dapat memperkuat posisi HYPE sebagai aset utilitas inti sekaligus value capture mechanism dalam ekosistem Hyperliquid.

    Baca Juga: Crash Test Pertama Hyperliquid! Token $HYPE Bikin Harga Jeblok ke $20?

    Peluncuran HIP-3 menandai evolusi besar Hyperliquid dari DEX derivatif kripto menjadi kandidat kuat bursa on-chain multiaset.

    Open Interest yang mencetak rekor baru dan meningkatnya minat pada komoditas seperti Perak menjadi sinyal awal bahwa pasar menyambut transformasi ini.

    Jika adopsi berlanjut, HIP-3 bukan hanya fitur, tetapi fondasi bagi lahirnya “Everything Exchange” di dunia DeFi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • HYPE Naik 60%! Sinyal Short Squeeze Menuju ATH Baru?

    Harga Hyperliquid (HYPE) menunjukkan pemulihan setelah sempat terkoreksi dari reli besar yang mendorong kenaikan hingga lebih dari 60% sejak awal tahun. Dalam 24 jam terakhir, HYPE kembali menguat lebih dari 6% dan diperdagangkan di sekitar $40.

    Meski sempat mengalami tekanan, kombinasi sinyal teknikal dan pergerakan pasar menunjukkan bahwa potensi kenaikan lanjutan masih terbuka, bahkan menuju level tertinggi baru (all-time high).

    Pullback Terjadi Setelah Sinyal Melemah

    Dilaporkan BeInCrypto, koreksi harga HYPE sebelumnya dipicu oleh munculnya hidden bearish divergence pada indikator RSI, yang menandakan melemahnya momentum meskipun harga sempat terlihat kuat.

    Setelah breakout dari pola inverse head and shoulders pada 10 Maret, harga HYPE naik dari sekitar $25 hingga mendekati $43, hampir mencapai target teknikalnya. Namun, sinyal divergence tersebut menjadi peringatan bahwa reli mulai kehilangan tenaga.

    Koreksi yang terjadi kemudian membawa harga turun sebelum akhirnya stabil kembali di sekitar $40.

    Sinyal Baru Buka Peluang Kenaikan

    Di tengah koreksi tersebut, kini muncul sinyal bullish divergence baru pada timeframe harian. Pola ini sering kali menjadi indikasi awal dari potensi rebound harga.

    Selain itu, arus dana di pasar spot menunjukkan perubahan signifikan. Setelah sempat terjadi inflow besar ke exchange, kini net flow berubah menjadi negatif sekitar $818 ribu, yang mengindikasikan adanya akumulasi oleh investor.

    Perubahan ini menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda dan minat beli kembali meningkat.

    Baca juga: Token HYPE Melonjak, Potensi Naik 90% ke Rekor Harga Baru

    Potensi Short Squeeze Menguat

    Data pasar derivatif menunjukkan bahwa posisi short masih mendominasi, dengan potensi likuidasi mencapai sekitar $29 juta dalam tujuh hari terakhir. Posisi short yang besar ini menciptakan peluang terjadinya short squeeze.

    Jika harga HYPE berhasil menembus level $45, maka likuidasi berantai pada posisi short dapat terjadi, yang berpotensi mendorong harga naik lebih cepat.

    Kondisi ini menciptakan dinamika menarik, di mana mayoritas trader bertaruh pada penurunan, sementara pasar spot justru menunjukkan akumulasi.

    Level Kunci Menuju All-Time High

    Untuk melanjutkan tren naik, HYPE perlu menembus level $41 sebagai konfirmasi awal. Selanjutnya, resistance di $43 menjadi area penting sebelum menuju level krusial di $48.

    Jika $48 berhasil ditembus, potensi kenaikan ke $51, $54, hingga $66 terbuka, yang sekaligus akan mencetak rekor harga tertinggi baru.

    Namun, jika harga gagal bertahan di atas $36, maka potensi koreksi ke area $25 kembali meningkat.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa struktur pasar HYPE saat ini menunjukkan kombinasi menarik antara tekanan short yang tinggi dan akumulasi di pasar spot.

    Menurut mereka, kondisi seperti ini sering menjadi pemicu pergerakan tajam, terutama jika didukung oleh breakout di level resistance kunci.

    Namun, mereka juga mengingatkan bahwa volatilitas akan tetap tinggi, mengingat adanya konflik antara sinyal bearish jangka pendek dan potensi bullish dari sisi struktur pasar.

    Tim Research Tokocrypto menyarankan agar pelaku pasar memperhatikan level teknikal utama serta perkembangan arus dana, karena kedua faktor ini akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.

    Dengan sinyal teknikal yang saling berlawanan namun didukung oleh potensi short squeeze, HYPE kini berada di fase krusial.

    Arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan harga menembus resistance utama dan mempertahankan momentum beli di tengah tekanan dari posisi short yang masih besar.

    Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com