Tag: investasi

  • Mengenal FOMO di Investasi Aset Kripto dan Cara Menghindarinya

    Istilah FOMO saat ini sudah banyak kita temukan dalam dunia investasi, baik saham hingga aset kripto. FOMO sendiri merupakan singkatan dari Fear of Missing Out yang berkaitan dengan sebuah perasaan yang takut tertinggal atau ketinggalan karena tidak mengikuti sebuah aktivitas atau tren tertentu.

    Perasaan ini bisa dikatakan sebagai cemas serta takut yang bisa muncul dalam diri seseorang karena ketinggalan informasi atau aktivitas-aktivitas terbaru seperti tren, berita dan lain sebagainya. Adanya rasa takut akan ketertinggalan ini biasanya mengacu pada perasaan ataupun persepsi orang lain bisa bersenang-senang serta menjalani roda kehidupan dengan lebih baik. 

    Penyebab FOMO

    Munculnya FOMO tidak lain dan tidak bukan karena adanya penggunaan media sosial. Teknologi digital saat ini sudah menjadi kebutuhan dan sahabat dekat kita sebagai makhluk sosial. Perkembangan yang begitu pesat memberikan banyak sekali dampak positif dan negatif. Contoh paling nyata adalah adanya Instagram yang membuat kita dengan mudah mendapatkan jutaan informasi baik dari orang sekitar bahkan informasi internasional. 

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Instagram sebagai aplikasi yang banyak digemari oleh masyarakat memiliki banyak sekali fitur yang mendukung pengguna untuk melakukan update video ataupun foto dengan adanya instastory. Biasanya mereka akan menggunakan fitur ini untuk membagikan rutinitas sehari-hari. 

    Adanya instastory ini membuat kita bisa melihat rutinitas seseorang sehari-hari dan inilah yang menyebabkan munculnya perasaan cemas atau insecure dari diri kita masing-masing ketika melihat seseorang membagikan cerita bahagia. 

    Sasaran FOMO

    Fomo bisa terjadi pada siapa saja tanpa adanya perbedaan gender dan umur. Fomo tidak hanya berlaku bagi para orang dewasa, mereka yang masih remaja juga banyak yang sudah mulai merasakan fomo. 

    Gejala yang Timbul karena FOMO

    Lalu, apakah kita termasuk orang yang sedang mengalami FOMO? Yuk, simak beberapa gejala yang timbul akibat FOMO berikut ini:

    • Frekuensi yang Tinggi untuk Cek Gadget

    Gadget adalah alat yang tidak bisa ditinggalkan ataupun kita tinggalkan di era sekarang. Bagi mereka yang mengalami FOMO, maka ia akan memiliki frekuensi yang cukup tinggi untuk melakukan pengecekan ponsel. Contohnya ialah ketika mereka bangun tidur maka gadget adalah alat pertama yang harus mereka pegang. Selain itu, pada waktu malam hari atau sebelum tidur gadget adalah benda terakhir yang di pegang. 

    • Dunia Maya Jadi yang Utama

    Ciri selanjutnya adalah seseorang akan merasa dan menganggap bahwa dunia maya memiliki kepentingan yang lebih tinggi dibandingkan dengan dunia nyata. Hal ini karena munculnya keinginan orang tersebut untuk di akui oleh orang lain melalui dunia maya. Sehingga, kehidupan nyata menjadi nomor dua di bandingkan dengan dunia maya. 

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

    Dalam hal ini, keingintahuan yang di maksud bukanlah keingintahuan terhadap ilmu atau teori tertentu. Melainkan ingin tahu tentang kehidupan orang lain yang di anggap pembanding. Istilah stalking adalah salah satu bentuk keingintahuan seseorang terhadap orang lain. 

    • Tidak Mau Ketinggalan Gosip

    Orang-orang yang mengalami FOMO biasanya tidak ingin ketinggalan gosip terbaru. Gosip yang di maksud bisa berasal dari orang sekitar atau bahkan para public figure

    Ciri kelima yang menandakan bahwa seseorang mengalami FOMO adalah ketika ia mengeluarkan uang dengan sangat mudah bahkan melebihi kemampuan. Ia seringkali membeli hal-hal yang tidak begitu penting hanya agar tidak dipandang ketinggalan zaman. 

    Selain itu, ia akan susah untuk mengatakan “tidak” pada ajakan yang sebenarnya tidak mereka inginkan, termasuk investasi aset kripto. Alasan mereka melakukan ini adalah agar tidak ketinggalan aktivitas dan informasi sehingga ia akan menerima semua ajakan orang yang sebenarnya tidak begitu penting. 

    Tips Kurangi FOMO

    Adanya FOMO ini bisa memicu berbagai hal negatif contohnya adalah stress, depresi, kelelahan hingga gangguan tidur. Orang akan merasa tidak pernah cukup dan tidak mudah merasa puas. Hal ini juga bisa mengganggu finansial seseorang karena adanya budaya hidup tidak mau ketinggalan zaman. Nah berikut ini adalah beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk mengurangi adanya FOMO:

    • Fokus terhadap Diri Sendiri

    Setiap manusia memiliki jalan, takdir dan kapasitas yang berbeda-beda. Tidak semua hal harus terjadi sama antara satu dengan yang lainnya. Sehingga kamu harus lebih fokus terhadap diri sendiri, tanpa perlu membandingkan dengan orang lain. Kita tidak mungkin terus-menerus mengikuti perkembangan yang bisa berubah hanya dalam hitungan menit. 

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Menebak Sikap Presiden AS Joe Biden Terkait Cryptocurrency

    Salah satu penyebab FOMO adalah penggunaan media sosial terus menerus. Sehingga hal yang perlu anda lakukan berikutnya adalah mengurangi penggunaan media sosial dan gadget

    • Kembali Fokus pada Koneksi Sosial

    Sebagai makhluk sosial kita tentu membutuhkan orang lain sehingga kita harus memiliki koneksi nyata. Dengan menggunakan dan mengutamakan koneksi nyata maka kita tidak akan terfokus dengan dunia maya saja. 

    • Apresiasi dan Menghargai Diri Sendiri

    Selanjutnya untuk mengurangi perasaan FOMO maka anda harus bisa mengapresiasi serta menghargai diri sendiri. Kamu harus lebih bisa bersyukur atas apa yang dimiliki. 

    Itulah berbagai hal yang bisa kami berikan pada kamu seputar definisi, sasaran, gejala hingga tips yang bisa digunakan untuk mengurangi FOMO. Semoga bermanfaat!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alasan Investasi Cryptocurrency Dapat Memaksimalkan Uang Kamu!

    Sejak kemunculan Bitcoin dkk, masyarakat banyak memanfaatkan cryptocurrency sebagai media trading dan investasi yang dapat menumbuhkan uang dengan cepat. Walaupun banyak juga masyarakat yang mengalami hal sebaliknya yakni buntung karena bermain Bitcoin.

    Ini adalah sebuah risiko yang memang perlu ditanggung oleh masing-masing investor ketika berinvestasi cryptocurrency. Hal ini dikarenakan saat kamu berinvestasi, sebenarnya kamu layaknya sedang berbisnis sehingga untung atau rugi yang diperoleh perlu diperhitungkan secara matang-matang sebelum memutuskan ingin berinvestasi atau tidak.

    Baca Juga: Bitcoin Mungkin akan Mengalami Volatilitas Harga Besar pada Awal Desember

    Setidaknya, ada 3 alasan utama mengapa masyarakat banyak menempatkan dananya di cryptocurreny walaupun sebenarnya mereka tahu risiko dari investasi cryptocurreny itu sendiri:

    Investasi Cryptocurrency Pengembalian yang Menggiurkan

    Sebagai investor, kamu memiliki tugas untuk mencari peluang sebanyak-banyaknya. Oleh sebab itu, cryptocurrency bisa dijadikan opsi terbaik lantaran memiliki tingkat pengembalian yang tinggi.

    Kamu bisa memaksimalkan cuan dari cryptocurrency bila membelinya saat harga murah. Kamu bisa mengetahuinya dengan indikator teknis yakni menggunakan MA5 atau MA20. Bila harga rata-rata di bawah MA5 atau MA20 berarti harga cryptocurrency tersebut cukup murah dan berlaku sebaliknya. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan cuan dengan menambang baik itu secara solo mining maupun menggunakan cloud mining yang saat ini sudah banyak tersedia.

    Cryptocurrency Tidak Diatur oleh Lembaga

    Investor lebih memilih cryptocurrency sebagai media investasi lantaran jenis aset ini tidak diatur oleh pemerintah maupun lembaga. Sehingga, bebas dari faktor-faktor ekonomi misalnya sistem moneter dan sebagainya.

    Baca Juga: Melihat Grafik Historis, Analis Prediksi Bitcoin Bull Run 2020 Baru Dimulai

    Prediksi Gila Harga Bitcoin

    Alasan terakhir adalah harga Bitcoin bisa terus meroket hingga beberapa tahun ke depan. Bahkan, harga Bitcoin diprediksi akan terus bullish hingga pertengahan 2021 nanti. Ini adalah optimisme investor dan juga para pengamat cryptocurrency yang memiliki keyakinan bahwa Bitcoin akan menembus harga tertingginya sepanjang sejarah di atas $20.000.

    Inilah 3 alasan utama mengapa cryptocurrency dapat dijadikan sebagai tempat untuk memaksimalkan dan menumbuhkan uang yang dimiliki. Alhasil, Bitcoin dkk bisa dijadikan sebagai store of value yang kebal akan inflasi dibanding hanya menyimpan uang di tabungan biasa dengan bunga tidak lebih dari 1%.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Amankan Masa Depan Anda dengan Investasi Bitcoin

    Kemajuan industri dan teknologi, investasi saat ini semakin mudah untuk dilakukan. Berbagai kalangan sudah memulai investasi dan menentukan jenis investasinya sedari dini untuk kehidupan masa depan. Salah satu investasi yang saat ini menjadi banyak diperbincangkan adalah aset kripto. Masa depan bitcoin diprediksikan akan menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dicari.

    Masa Depan Anda dengan Investasi Bitcoin

    Ada beberapa hal yang mendorong aset kripto sebagai instrumen investasi yang menjanjikan, Diantaranya:

    1. Return on Investment yang Besar

    Return on Investment atau ROI merupakan laba atas investasi yang dihitung berdasarkan hasil pembagian dari pendapatan yang dihasilkan dengan besaran modal yang ditanam.

    2. Sifatnya yang Terdesentralisasi

    Aset kripto  menggunakan teknologi yang mendasarinya yaitu Blockchain, teknologi tersebut yang memungkinkan dilakukannya desentralisasi dan memberikan kesempatan bagi semua user untuk menjadi bagian dari validator atau nodes untuk memproses transaksi. Sehingga transaksi dapat di proses secara cepat

    3. Jumlahnya yang Terukur

    Seperti diketahui, Satoshi Nakamoto si pencipta Bitcoin, membatasi kepingan bitcoin hanya akan ada 21 juta Bitcoin di dunia dan saat ini mencapai 80% atau sekitar 16,8 juta BTC. Hal tersebut menjadikan harga bitcoin akan terus naik ke depannya. 

    Sejalan dengan aset kripto yang paling dahulu muncul yakni bitcoin, aset-aset kripto lainya pun punya batasan kepingan tertentu untuk membatasi peredaran aset kripto tersebut.

    4. Legal sebagai Komoditi di Indonesia

    Aset kripto seperti bitcoin dan altcoin lainya, sudah legal di Indonesia sebagai komoditi berjangka yang aturanya tercakup pada Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 5 Tahun 2019.

    Melalui landasan hukum tersebut, pemilik platform exchange bursa berjangka bisa menambahkan aset kripto ke deretan instrumen keuangan yang bisa diperjual-belikan dengan rupiah di Indonesia.

    Selain alasan-alasan diatas yang mendorong aset kripto sebagai salah satu instrumen investasi yang paling baik. Seperti halnya aset investasi lain, Anda perlu untuk menciptakan portofolio yang sejalan dengan toleransi risiko dan tujuan finansial.

    Maka dari i itu, Anda dapat memulai dengan memeriksa kriteria yang mendukung portofolio kripto; seperti manajemen risiko. Lalu manfaatkan untuk mengembangkan perencanaan dengan berbagai tipe aset kripto dalam bermacam-macam kategori. Setelah itu, Anda harus selalu mengingat untuk memanajemen portofolio Anda. Sehingga investasi jangka panjang berjalan dengan lancar.

    Setelah Anda mengetahui alasan kenapa bitcoin menjadi aset investasi masa depan dan menciptakan portofolio untuk investasi jangka panjang. Selanjutnya adalah menentukan tujuan finansial apa yang Anda akan targetkan. Dari berbagai cerita yang pernah diungkapkan oleh media, masa depan bitcoin atau aset kripto dapat mengabulkan impian untuk membeli suatu barang yang  diinginkan.

    Manfaat Investasi Bitcoin di Masa Depan

    Pada berbagai media banyak cerita tentang kisah seseorang yang berhasil mewujudkan impiannya dengan berinvestasi pada aset kripto. Salah satunya terjadi di Texas, Amerika Seriikat, dikutip dari tempo.co seorang ibu rumah tangga yang mampu membeli rumah real estate dengan menggunakan hasil dari investasi bitcoin. Lalu, apa saja sebenarnya manfaat atau hal yang bisa anda wujudkan dengan investasi kripto?

    Dana Cadangan

    Kemudahan untuk menukarkan aset investasi kripto dengan uang fiat ini bisa Anda gunakan di masa depan untuk kebutuhan-kebutuhan yang mendesak. Dengan waktu kurang dari 24 jam anda sudah bisa mencairkan aset kripto anda, sehingga anda tidak perlu khawatir dengan cara yang lama untuk menukarkan aset anda.

    Rumah/ Properti

    Banyak orang beranggapan membeli rumah dari hasil investasi adalah hal yang mustahil. Namun, dari cerita dari seorang ibu rumah tangga di Texas, Amerika Serikat tersebut membuat anggapan banyak orang terbukti salah. Dengan management investasi yang tepat bukan tidak mungkin Anda juga dapat membeli rumah menggunakan hasil investasi kripto.

    Pendidikan 

    Biaya pendidikan yang dari tahun ketahun semakin naik ini bisa anda siapkan dengan investasi di set kripto. Dengan aset kripto yang terus naik  biaya pendidikan anak anda, merupakan hal yang perlu disiapkan sedini mungkin.

    Selain ketiga pilihan tujuan investasi dari aset kripto di atas, Anda juga bisa menggunakannya untuk kegiatan sehari-hari. Ada banyak platform di dunia yang sudah menerima pembayaran menggunakan bitcoin atau kripto. Seperti menggunakan purse.io untuk berbelanja di marketplace Amazon, atau membeli tiket penerbangan dan pemesanan hotel dengan Bitcoin, melalui Expedia, Cheap Air dan Surf Air

    Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan dari hasil investasi di aset kripto. Dengan masa depan bitcoin yang diprediksi akan terus meningkat. Tidak ada salahnya untuk memulai investasi dari sekarang. 

    Anda bisa memulai berinvestasi aset kripto dengan mendaftarkannya di Tokocyrpto. Sebagai platform exchange aset kripto yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Tokocyrpto akan selalu mengedepankan keamanan yang kenyamanan para penggunanya. Kunjungi media sosial kami @Tokocrypto atau website kami untuk lebih mengenal Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perbedaan Trading Saham dan Aset Kripto

    Tak seperti 10 tahun lalu, istilah trading kini tak lagi asing di telinga masyarakat umum, khususnya di bursa efek, untuk jual-beli saham. Dan kini dengan munculnya kelas aset baru, yakni aset kripto seperti Bitcoin, publik kian gemar dan dekat dengannya.

    Kemudahan akses untuk melakukan trading menjadi faktor pendukung dari berkembangnya metode ini. Tak sedikit orang yang bisa menghasilkan uang dengan jumlah banyak dengan melakukan trading.

    Salah satu situs yang bisa Anda kunjungi edusaham melakukan trading saham ataupun aset kripto. Di sini anda bisa mendapatkan edukasi saham serta kripto dan panduan dalam membuka rekening hingga melakukan transaksi.

    Trading kini semuanya bisa dikendalikan melalui smartphone maupun laptop pribadi. Anda tidak perlu ke kantor cabang sekuritas karena semuanya serba online saat ini.

    Bagi Anda yang belum mengenal trading, sebaiknya memahami seluk-beluknya. Ini dia!

    Apa Itu Trading?
    Pada dasarnya, trading merupakan kegiatan pertukaran barang, jasa maupun mata uang, bahkan aset. Pada zaman dahulu, trading juga dikenal dengan istilah barter, ketika manusia belum mengenal konsep uang sebagai standard transaksi.

    Sekarang trading lebih dikenal sebagai aktivitas menjual dan membeli instrumen investasi yang dapat dikendalikan dengan mudah.

    Seiring berjalannya waktu, trading saham dan aset kripto pun mulai mendominasi pasar. Hal itu tak lepas dari kemudahan aksesnya yang membuat siapa saja bisa memulai trading dengan modal yang minim.

    Trading juga diminati banyak orang, karena dapat memberikan keuntungan dalam jangka waktu yang pendek, berbeda dengan investasi yang lebih panjang.

    Namun seorang trader harus aktif melakukan perdagangan untuk menghasilkan keuntungan.

    Persentase keuntungan sangat dipengaruhi oleh keterampilan dari seorang trader. Trader bahkan harus mampu menganalisa mengenai waktu kapan membuka perdagangan dan menutupnya.

    Perlu diketahui, trading menjadi aktivitas perdagangan yang berisiko tinggi. Ketidakhati-hatian dalam melakukan trading dapat membuat uang Anda kacau.

    Terdapat dua jenis trading yang kini banyak digemari masyarakat, yakni trading saham dan aset kripto. Lalu apa perbedaan dari trading saham dan aset kripto sebenarnya?

    Perbedaan Trading Saham dan Aset Kripto
    Ada beberapa aspek yang menjadi dasar dari perbedaan kedua jenis trading tersebut. Untuk cara mendapatkan keuntungan, keduanya serupa, yakni dengan membeli di harga murah dan menjualnya di harga yang lebih mahal.

    Apa yang Diperdagangkan?
    Dalam trading saham, tentu yang diperdagangkan berupa saham dari perusahaan yang ada di bursa efek. Sementara trading aset kripto memperdagangkan aset kripto/mata uang kripto/cryptocurrency yang jenisnya sangat beragam mulai dari Bitcoin, Ether dan masih banyak lagi.

    Trader juga bebas melakukan perdagangan dengan aset lebih dari satu. Asalkan modal yang dimiliki cukup dan paham resiko dari aktivitas yang dilakukannya.

    Jam Perdagangan
    Perbedaan dari kedua jenis trading ini terlihat jelas pada jam perdagangannya. Kalau trading saham hanya bisa dilakukan pada 6 jam x 5 hari kerja saja.

    Waktu yang sedikit ini harus bisa dimanfaatkan trader untuk melakukan perdagangan sesuai analisa yang dilakukan.

    Sedangkan trading aset kripto, bisa dilakukan setiap hari, 24 jam, 7 hari sepekan, 365 hari, tanpa ada batasan waktu.

    Trader bisa melakukan perdagangan pada pagi maupun malam hari, bahkan saat weekend sekalipun.

    Keamanan
    Baik trading saham maupun aset kripto memiliki keamanan yang terjamin. Namun keamanan ini dijamin oleh pihak yang berbeda.

    Untuk keamanan trading saham dijamin oleh perusahaan sekuritasnya, bursa efek. Sementara aset kripto keamanannya bergantung dengan bursa yang digunakan, karena kebanyakan digelar oleh perusahaan swasta.

    Namun di sejumlah negara memiliki lisensi tertentu oleh pemerintah, demi menjamin keamanan dana nasabah.

    Namun tidak perlu khawatir soal keamanan saat melakukan trading, asalkan memilih tempat yang tepat.

    Perdagangan aset kripto di Indonesia misalnya diatur dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang bernaung di bawah Kementerian Perdagangan.

    Tempo Eksekusi Order
    Butuh waktu untuk melakukan eksekusi order ketika melakukan trading saham. Lamanya tergantung dengan antrian yang masih berlaku. Berbeda dengan trading aset kripto, eksekusi yang dilakukan akan diproses secara instan. Hal ini yang membuat banyak orang yang memilih trading aset kripto, karena jauh lebih cepat.

    Pembelian Dipindahkan Ke Broker Lain
    Pada trading saham, jika ingin memindahkan pembelian ke broker lain bisa dilakukan setelah T+3 dengan sejumlah biaya. Sedangkan pada trading aset kripto, bisa dilakukan dengan mudah tanpa syarat dan biaya, kendati sebagian mewajibkan syarat KYC (Know Your Customer), berupa data identitas diri, termasuk foto pengguna.

    Proses Pendaftaran
    Proses pendaftaran trading saham lebih rumit dan membutuhkan waktu yang lama. Trader tidak bisa langsung melakukan perdagangan setelah mendaftar.

    Berbeda dengan trading aset kripto, setelah mendaftar akun baru, Anda bisa melakukan deposit. Sedangkan untuk memulai jual dan beli, lazimnya harus melewati tahapan KYC, kecuali di bursa aset kripto berjenis peer-to-peer ataupun decentralized exchange.

    Itulah perbedaan trading saham dan trading aset kripto yang perlu dipahami. Keduanya memiliki risiko yang sama, namun tingkatannya tergantung kemampuan dari seorang trader.

    Resiko kerugian dapat ditekan dengan melakukan analisa terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

    Baca Juga: Tokocrypto Resmi Perdagangkan Token SANDBOX (SAND)



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Cara Menghasilkan dari Kripto Selain Trading

    Dalam pasar kripto saat ini, orang-orang lebih banyak tahu dan melakukan kegiatan trading untuk menghasilkan cuan selain berinvestasi.

    Sekadar informasi, trading adalah kegiatan membeli dan menjual aset kripto untuk keuntungan jangka pendek dengan memanfaatkan volatilitas harganya yang tinggi.

    Cara Menghasilkan Cuan dari Kripto Selain Trading

    Namun tahukah Anda, saat ini kita juga masih dapat menghasilkan keuntungan selain dengan melakukan trading. Tentu saja, dengan tingkat risiko yang jauh lebih rendah dan dapat dilakukan sambil berinvestasi.

    Staking 

    Staking adalah cara termudah dan teraman untuk menghasilkan keuntungan dari kepemilikan aset kripto Anda. Staking adalah kegiatan mengunci aset untuk membantu validasi jaringan, yang akan memberi hadiah berupa aset kripto yang sama dengan yang Anda kunci.

    Sederhananya, staking mirip seperti deposito.Sehingga Anda hanya perlu menyimpan dana Anda selama jangka waktu tertentu (tidak bisa diambil sebelum jangka waktu tersebut berakhir) dan kemudian menikmati bunga / bonus dari hasil kegiatan tersebut.

    Persentase yang didapat akan berbeda untuk setiap aset kripto. Dan kegiatan ini bisa Anda lakukan dengan mudah dan aman di bursa Zipmex, melalui fitur terbaik mereka, ZipLock.

    ZipLock adalah fitur staking yang disediakan Zipmex. Ada banyak aset yang ditawarkan untuk di-staking, sehingga Anda bisa dapat menghasilkan cuan sambil menunggu nilai investasi Anda meningkat di aset tersebut.

    Baca jugaShiba Inu (SHIB) Bakal Hadir di Bioskop Ternama di AS Ini

    Beberapa aset yang bisa Anda stake di ZipLock antara lain Bitcoin, Ethereum, Litecoin, USDT, USDC, dan ZMT. Di ZipLock, aset Anda akan dikunci selama 45 hari. Anda akan mendapatkan bunga hingga 14% untuk ZMT dan 11% untuk US Stablecoin per tahun yang dibayarkan setiap harinya.

    Yield Farming

    Pada dasarnya, yield farming adalah kegiatan yang hampir serupa dengan staking. Namun hadiah yang didapat adalah berupa aset kripto yang berbeda dengan yang dikunci.

    Yield farming bisa diartikan dengan menjadi penyedia likuiditas bagi sebuah proyek baru yang akan listing di bursa yang menyediakan fitur ini.

    Di bursa Zipmex, Anda juga dapat melakukan yield farming melalui fitur mereka, ZLaunch.

    Di fitur tersebut, Anda akan menemui proyek-proyek potensial yang akan memberikan Anda aset kripto mereka secara cuma-cuma, hanya dengan melakukan penguncian aset untuk dijadikan likuiditas.

    Untuk saat ini, proyek token yang tersedia di ZLaunch adalah Yieldly (YLDY). Anda bisa mendapatkannya hanya dengan mengunci aset ZMT (token asli Zipmex). Masa penguncian di ZLaunch lebih fleksibel dibandingkan ZipLock, karena Anda tidak perlu menunggu hingga 45 hari. Anda bisa mengunci dan melepaskannya kapan saja, sesuai kebutuhan.

    Menabung Kripto

    Ya, sama seperti aset pada umumnya, kripto juga bisa ditabung. Cara ini sebenarnya sama dengan berinvestasi kebanyakan. Salah satu metode yang dapat digunakan ketika menabung adalah Dolar Cost Averaging (DCA).

    Menggunakan metode DCA, Anda bisa menyisihkan beberapa persen dari penghasilan bulanan untuk disimpan dalam bentuk aset kripto. Di Zipmex, Anda bisa menyimpan aset kripto tersebut dalam fitur menarik bernama ZipUp.

    Baca jugaAkhirnya, Metaverse SandBox Alpha akan Diluncurkan Setelah 4 Tahun Pengembangan

    Sama seperti tabungan pada umumnya, di ZipUp, aset kripto dapat disimpan secara fleksibel. Sehingga, dapat ditarik kapan saja ketika dibutuhkan. Selama aset disimpan di ZipUp, pengguna akan mendapatkan bonus berupa bunga yang besarannya berbeda untuk tiap jenis aset.

    Untuk Anda yang tertarik menggunakan ZipUp, Anda bisa mengikuti program spesial dari Zipmex. Daftarkan diri Anda di ZipUp dan pindahkan aset Anda dari Trade Wallet ke Z Wallet minimum Rp100 ribu. Dapatkan cashback berupa GOLD senilai Rp25 ribu. Baca di sini untuk tahu lebih banyak tentang program spesial ZipUp.

    Menambang Kripto

    Cara keempat ini adalah cara paling tua dan menjanjikan, setidaknya sampai hari ini. Karena kita hanya memerlukan modal di awal yakni seperangkat rig penambangan untuk memperoleh penghasilan.

    Keuntungan dari kegiatan ini didapat dari selisih nilai aset kripto yang didapat sesudah dikurangi biaya operasional seperti perawatan, penggunaan energi listrik dan lain-lain.

    Menggunakan peralatan terbaik memang membutuhkan modal yang besar, tetapi keuntungan yang didapat akan berkepanjangan dan setimpal dengan apa yang diusahakan pada awalnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investasi Saat Pandemi, Apa Pilihannya yang Terbaik?

    Pandemi Covid-19 memberikan tantangan tersendiri pada masyarakat Indonesia soal mengelola keuangan. Investasi saat pandemi jadi cara pengelolaan keuangan yang banyak diminati belakangan ini.

    Bahkan, menurut studi dari Investor Global Schroders 2021, di 32 lokasi global terdapat sejumlah 46 persen atau hampir setengah dari investor yang berusia 18-37 tahun menyimpan dananya untuk diinvestasikan lebih banyak setelah pembatasan sosial dicabut.

    Investasi dinilai sangat berguna untuk masa mendatang, terutama jika kembali datang masa-masa tidak pasti seperti pandemi ini. Selain itu, berinvestasi juga melatih diri agar cerdas dalam mengelola keuangan.

    Apakah kamu juga tertarik investasi saat pandemi? Lalu apa saja investasi yang cocok saat pandemi dan bagaimana cara berinvestasi secara aman saat pandemi? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Baca jugaInilah Tips Sebelum Memulai Investasi bagi Anak Muda

    Alasan pentingnya investasi saat pandemi

    Di tengah pandemi, banyak orang yang mengalami ketidakpastian soal pekerjaan dan pendapatan. Investasi menjadi penting karena bisa digunakan sebagai alternatif pendapatan selama pandemi Covid-19.

    Hasil riset Danareksa Research Institute menyebutkan, sebanyak 33,33 persen responden beralasan memulai investasi selama pandemi karena berharap menjadi alternatif pendapatan.

    Ada dua alasan lainnya yang mendorong masyarakat berinvestasi saat pandemi, yakni kelebihan dana, berharap imbal hasil besar, serta akses investasi yang kini lebih mudah.

    Selain itu, investasi juga tidak luput dari perekonomian Indonesia. Kondisi ekonomi Indonesia disebutkan mencakup tiga komponen penting, yaitu konsumsi rumah tangga, sektor bisnis untuk investasi, dan juga ekspor impor dalam sektor luar negeri.

    Jika ada penurunan pada salah satu komponen, maka akan terjadi penurunan pada dua komponen yang lain. Di sini peran investasi jadi penting untuk pemulihan ekonomi di Indonesia, apalagi di tengah pandemi seperti saat ini.

    Sebab, investasi berupa penanaman modal meningkat akan berdampak positif pada proses produksi dalam bisnis dan nantinya juga akan berimbas pada meningkatnya konsumsi rumah tangga.

    Investasi juga dapat dilakukan dalam berbagai cara, bisa melalui peningkatan kemampuan diri, peningkatan pemahaman akan instrumen investasi, dan juga peningkatan imunitas diri kita.

    Punya investasi dalam bentuk asuransi kesehatan juga bisa menjadi salah satu pilihan, apalagi kini banyak asuransi yang memberikan proteksi kesehatan lengkap dengan biaya terjangkau. Kamu bisa temukan asuransi kesehatan terbaik mulai Rp50 ribuan hanya di Lifepal!

    Baca juga4 Aset Kripto yang Berpotensi untuk Investasi di Masa Pandemi

    Investasi yang cocok saat pandemi

    Lantas, apa saja investasi yang cocok saat pandemi? Ada banyak sekali instrumen investasi yang dapat dieksplor, mulai investasi saham, emas, properti, emas, obligasi, asuransi seperti asuransi mobil dan jiwa unit link, atau bahkan cryptocurrency yang kini sedang naik daun.

    Kamu bisa mencoba lima investasi terbaik saat pandemi berikut ini:

    1. Properti
    Investasi properti tanah dan bangunan memiliki nilai investasi jangka panjang yang cukup tinggi, mengingat nilai jual tanah yang meningkat tiap tahunnya.

    Mengapa harus investasi properti? Saat pandemi, banyak pemilik properti yang menawarkan harga menarik, bahkan ada yang memberikan penawaran khusus.

    Meski minat investor terhadap investasi menurun, namun justru bisa dilihat sebagai kesempatan menjadikan investasi masa depan. Terutama jika perekonomian kembali pulih nanti.

    2. Emas
    Investasi emas masih terbukti cukup menguntungkan, sebab nilainya yang mengalami peningkatan dan tingkat likuiditasnya yang sangat tinggi.

    Investasi emas juga minim risiko dan tahan dari fluktuasi inflasi. Tentunya aman bagi kamu yang ingin memiliki investasi yang mudah ditukarkan jadi uang tunai sewaktu-waktu.

    3. Obligasi
    Obligasi milik pemerintah biasanya memiliki bunga yang menjadi kewajiban pinjaman. Umumnya obligasi memiliki jangka waktu investasi yang cukup panjang, bisa mencapai 10 tahun.

    4. Saham
    Saham bisa jadi pilihan investasi jangka panjang dengan keuntungan yang cukup besar. Saham belakangan jadi favorit para investor muda dalam mengelola keuangan.

    Nilai saham dapat naik, bahkan secara signifikan dalam jangka waktu yang panjang. Investasi saham kini sering dibarengi dengan aset kripto yang cukup populer karena dinilai menguntungkan.

    5. Reksa dana
    Reksa dana merupakan investasi jangka panjang yang cocok untuk pemula, terutama bagi kamu yang belum benar-benar memahami instrumen lainnya seperti saham. Dalam reksa dana, kamu akan dibantu dengan manajer investasi dalam memilih saham terbaik.
    Tips mudah berinvestasi saat pandemi.

    Baca jugaYuk, Simak Perbedaan Reksa Dana dan Crypto Sebelum Investasi!

    Tertarik untuk mulai berinvestasi? Nah, sebelum kamu mulai mencoba investasi saat pandemi, ada pentingnya untuk mengetahui tips-tips berikut ini:

    1. Pilih investasi jangka panjang
    Investasi jangka panjang umumnya tidak akan terpengaruh kondisi saat ini, sehingga dalam beberapa waktu ke depan, investasi yang kamu jalan bisa mengalami kenaikan.

    Namun, hindari menggunakan dana untuk kebutuhan sehari-hari dan dana darurat untuk melakukan investasi jangka panjang, ya!

    2. Pilih investasi yang aman
    Jangan sampai kamu terkecoh dengan investasi bodong. Hanya karena suatu investasi sedang naik daun atau menjanjikan keuntungan bombastis, lantas kamu langsung mempercayakan seluruh investasimu pada instrumen tersebut.

    Pilihlah investasi saat pandemi yang aman, terutama dari inflasi. Semakin naik inflasi, maka uang yang ada di tabungan bisa tergerus oleh bunga berjumlah fantastis.

    3. Lakukan riset
    Kalau kamu sudah menentukan jenis investasi saat pandemi yang ingin dilakukan, jangan lupa untuk lakukan riset mendalam. Pelajari seluk-beluk instrumen yang kamu pilih, seperti untung-ruginya, kesulitan, keunggulan, kekurangan, tingkat risikonya dan lainnya.

    4. Alokasikan ke beberapa instrumen
    Jangan terpaku dengan satu jenis instrumen saja, namun coba alokasikan dana ke beberapa jenis instrumen.

    Hal ini penting sebab dapat mengurangi risiko terjadinya kemungkinan buruk yang memengaruhi salah satu aset investasi, sehingga kamu tidak akan khawatir semua aset milikmu akan mengalami kerugian.

    5. Monitor secara berkala
    Jangan lupa untuk terus lakukan monitor secara berkala, pantau peluang investasi yang dapat dilakukan dari hari ke hari. Sehingga kamu bisa lebih berhati-hati dan dapat mengatur strategi ke depan apabila terjadi risiko pada investasi yang kamu miliki.

    Jadi, apakah kamu sudah siap untuk memulai investasi saat pandemi? Jangan lupa, tidak perlu ikut-ikutan tren dalam berinvestasi dan tidak membekali diri dengan ilmu yang cukup. Selamat berinvestasi!

    Catatan Penulis
    Tips ini dibuat oleh Frieda Isyana, Content Writer di Lifepal. Segala informasi yang ada pada artikel ini dapat dipertanggungjawabkan.

    Ketika mengambil, menyadur, atau mengutip informasi di artikel ini diharapkan memberi link ke https://lifepal.co.id/asuransi/mobil/ agar memudahkan pembaca mendapatkan informasi selengkapnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penulis Rich Dad Poor Dad: Bitcoin Bisa Membuatmu Kaya dan Pintar

    Penulis buku terkenal Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki kembali memberikan pandangannya soal Bitcoin. Menurut Kiyosaki, Bitcoin bisa membuat investor lebih pintar dan lebih kaya.

    ” BITCOIN mendidik anak muda. Bitcoin memberi tahu generasi baru tentang mengapa orang tua menyukai emas. Orang tua tidak suka FED yang Korup. Kemudian Investor muda anti-Fed. Dengan emas, perak & Bitcoin membuat orang lebih kaya, lebih kuat melawan Fed,“ cuitnya.

    Minat Terhadap Bitcoin

    Minat Kiyosaki pada Bitcoin semakin meningkat awal tahun ini ketika bitcoin mengalami tekanan pasokan, yang dikenal sebagai halving. Sama seperti Federal Reserve AS dan bank sentral lainnya di seluruh dunia meningkatkan pencetakan uang untuk menopang perekonomian yang yang labil karena Covid-19. Ia justru melihat kalau Bitcoin dan cryptocurrency lainnya sekarang sedang menantang dominasi dolar AS dan fiat lainnya.

    “ Bank-bank sentral, mereka menciptakan ‘uang palsu’ dan meminjamkannya kepada pemerintah. Bitcoin dii sisi lain, sepenuhnya terdesentralisasi yang berarti bahwa tidak ada yang dapat memanipulasi pasar, “  ungkap pria berusia 63 tahun ini.

    Baca Juga: Laporan Terbaru Tunjukkan Investor Mulai Berburu Bitcoin

    Popularitas Bitcoin Meningkat

    Popularitas Bitcoin terus meningkat, dilansir dari survey yang dilakukan oleh Adamant Capital pada 2019 lalu. Responden yang memiliki pandangan positif tentang Bitcoin sebagai inovasi baru dal am teknologi keuangan naik dari 34% menjadi 43%. Persentase orang yang mengindikasikan bahwa mereka kemungkinan akan membeli Bitcoin dalam 5 tahun ke depan naik dari 19% menjadi 27%.

    Bukan hanya namanya yang makin beken, Bitcoin pun berhasil membuktikan kalau dia bukan investasi abal-abal. Soalnya harga aset ini sudah mulai mengalami perbaikan meski harus hancur saat Maret lalu. Tapi di bulan Juli harga Bitcoin cukup baik dan stabil, bahkan diakhir bulan harganya berhasil tembus ke angka $11.000-an atau jika di rupiahkan setara Rp160 juta.

    Baca juga: Harga Bitcoin Rally 13% Menembus $11.000

    Perbaikan harga BTC yang sangat cepat dibandingkan aset lain ini pun membangkitkan minat investor untuk mulai membeli Bitcoin. Ketenaran dan ketahanan Bitcoin ini pun turut dirasakan oleh investor tradisional yang dulu mengalokasikan dananya ke saham, emas atau properti.

    Hal ini makin dirasakan di tengah kondisi global yang masih tidak stabil. Apalagi mulai banyak negara yang masuk jurang resesi dan bank sentral mengambil langkah sangat drastis untuk meminimalisir kerusakan ekonomi karena pandemi.

    Penulis buku terkenal Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki  pun telah memperingatkan investasi yang dulunya populer yakni “real estate dan emas sedang dihapuskan dan akan digantikan oleh Bitcoin yang akan timbul ke permukaan.

    “Saya pikir ini penting, terutama bagi orang-orang tua seperti saya, untuk memahami dunia crypto. Karena dunia itulah yang mulai terlihat saat ini dan real estat serta emas sedang dihapuskan dan Bitcoin yang akan terlihat oleh dunia,” ujar Kiyosaki mengatakan kepada pendengar acara radionya, dilansir dari Forbes.

    Prediksi Bitcoin $75.000

    Kiyosaki pun juga sempat memprediksi jika lewat tweet16 Mei lalu jika harga BTC bisa menyentuh $75.000 dalam tiga tahun, atau setara dengan 1 Milyar Rupiah.

    Ia juga berbagi ketakutannya terhadap ekonomi yang sekarat telah membuatnya membeli lebih dari tiga aset yang ia anggap berharga di luar sistem keuangan tradisional: Emas, Perak, dan Bitcoin (BTC).

    Secara angka, prediksi ini mencerminkan peningkatan tahunan yang diperkirakan masing-masing sekitar 76%, 19%, dan 97% untuk emas, perak, dan Bitcoin. Ini menunjukkan bahwa, setidaknya berdasarkan perhitungan Kiyosaki, Bitcoin memiliki potensi keuntungan paling besar dari tiga aset itu.

    Baca juga: Seberapa Profit Bitcoin Dibandingkan Emas Dalam 10 Tahun?

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Raksasa Jerman Sebut Bitcoin Emas Digital Abad 21

    Valuasi pasar Bitcoin yang mendekati $1 triliun disebut-sebut berpotensi menjadi emas versi digital di abad 21.

    Buruh, ekonom senior, dan ahli strategi pasar asal Deutsche Bank, mengatakan bahwa orang selalu berusaha untuk menyimpan kekayaan mereka dalam aset yang tidak dikendalikan oleh pemerintah, seperti emas.

    “Emas telah memiliki peran ini selama berabad-abad. Dan ya, tidak menutup kemudian Bitcoin akan berpotensi menjadi emas versi digital abad ke-21.”

    Ahli strategi asal Deutsche Bank juga menambahkan bahwa saat ini banyak individu telah melihat Bitcoin sebagai perlindungan terhadap inflasi fiat.

    Hal ini karena Bitcoin memiliki pasokan tetap pada saat bank sentral secara eksponensial meningkatkan pasokan mata uang tradisional.

    Ibaratkannya, pasokan maksimum 21 juta, itu setara dengan 89% Bitcoin sudah beredar.

    Peran Penting Crypto di Masa Depan dalam Pembayaran

    Profesor keuangan dan ekonomi Universitas Harvard, memberi tanggapan bahwa aset crypto akan banyak membantu dalam pembentukan alternatif masa depan pembayaran.

    Saat ini, keterbatasan Bitcoin sebagai alat pembayaran rata-rata berasal dari beberapa gerai merchant yang mendukungnya. Ditambah lagi waktu penyelesaian yang lambat dan biaya transaksi yang tinggi.

    Namun, faktor-faktor tersebut bisa saja berubah karena saat ini aset crypto seperti Bitcoin pasti akan alami peningkatan adopsi dan akan meningkatkan teknologinya agar memungkinkan transaksi yang lebih murah dan lebih cepat.

    “Tetapi penting untuk diingat bahwa Bitcoin tetap memiliki risiko. Sifatnya juga terlalu fluktuatif untuk menjadi penyimpan nilai yang andal saat ini. Dan saya berharap untuk tetap sangat fluktuatif di masa mendatang.” Ungkap sang Profesor.

    Profesor tersebut juga membandingkan Bitcoin dengan Ethereum.

    “Jika Bitcoin kadang-kadang disebut ‘emas digital’, maka Ethereum akan menjadi ‘perak digital’.”

    Baca JugaApa Itu Bitcoin Berjangka?

    Masalah Terbesar Crypto Adalah Kurangnya Regulasi

    Subjek regulasi telah menjadi topik hangat di industri cryptocurrency.

    Itu karena regulasi adalah salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi harga Bitcoin.

    Kenaikan cryptocurrency telah ditangkap setiap kali pemerintah telah memecahkan cambuk kebijakan, dengan negara-negara yang memutuskan mengambil berbagai pendekatan terhadap regulasi Bitcoin.

    Banyak buruh yang mengatakan bahwa sementara ini peraturan yang longgar sedang mengadopsi banyak aset. Itu telah menjadi batasan terhadap investasi potensial dari bisnis dan investor institusi.

    Cryptocurrency juga mengkonsumsi energi dalam jumlah besar dan tidak berkelanjutan untuk memproses transaksi.

    Kedua masalah tersebut dapat diselesaikan dengan mengadopsi teknologi crypto yang lebih ramah lingkungan seperti Tezos misalnya.

    Para buruh kemudian menyimpulkan bahwa aset cryptocurrency, mata uang digital sentral, dan uang tunai akan hidup berdampingan di masa depan.

    CBDC, uang tunai, dan cryptocurrency akan hidup berdampingan. Uang tunai tentu tidak akan hilang, tetapi kami berharap itu menurun sebagai alat pembayaran.”



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin VS Properti, Mana Investasi yang Lebih Untung ?

    Zaman sekarang ini investasi bukan merupakan hal yang asing lagi, apalagi di tengah kondisi global yang tidak bisa diprediksi, kemudian mata uang yang selalu inflasi membuat investasi atau menabung sebuah aset menjadi hal yang patut diperhatikan demi hidup nyaman di masa depan.Salah satu investasi yang selalu memiliki peminat dari waktu ke waktu adalah properti, investasi ini biasanya dikaitkan dengan kepemilikan tanah, apartemen, rumah atau apapun yang berkaitan dengan bangunan. Hal ini wajar, karena pada realitanya harga properti dari tahun ke tahun bisa naik berkali-kali lipat, apalagi kalau kamu memilih lokasi yang strategis.Investasi properti masih jadi favorit bagi generasi baby boomer atau yang lahir tahun 60an, tapi dilansir dari Fintech Magazine, bagi kalangan milenial  (1991-1996)  dan GenZ yang lahir sesudah era itu justru memilih Bitcoin sebagai alat investasi.Apa itu Bitcoin? Jawabannya dapat kamu temukan di sini

    Lalu apa keuntungan investasi Bitcoin dibandingkan dengan properti dan bagaimana perbandingan keuntungannya?

    Jawaban Bitcoin vs Properti dapat kamu temukan di artikel berikut ini.

    Keuntungan Investasi di Bitcoin

    Cryptocurrency, yang paling populer di antaranya adalah Bitcoin. Ini adalah salah satu opsi investasi terbaru yang tersedia. Mata uang digital ini bertindak sebagai alat tukar global sebagai alternatif uang. Bitcoin didukung oleh teknologi blockchain.

    Jumlah Terbatas

    Salah satu manfaat besar dari investasi bitcoin adalah mata uang ini  terbatas hanya berjumlah 21 juta saja. Jadi ketika suplai ini habis, maka Bitcoin tidak akan diproduksi lagi. Harga Bitcoin akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kelangkaan Bitcoin.

    Modal Kecil

    Untuk memulai investasi ini pun tidak perlu modal besar seperti properti, karena kamu tidak perlu membeli 1 BTC untuk bisa investasi, bisa dimulai dari Rp50.000 atau Rp100.000 kamu sudah bisa memiliki sejumlah kecil BTC dan bisa terus ditambah seperti menabung. Dengan begitu investasi ini pun termasuk terjangkau oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.

    Terhindar dari Inflasi

    Karena Bitcoin tidak diatur oleh suatu negara atau lembaga tertentu, Bitcoin terhindari dari inflasi. Pergerakan harganya berkaitan dengan hukum supply dan demand. Selain itu, Bitcoin tidak perlu perawatan bulanan seperti properti.

    Namun, sama besarnya dengan semua fasilitas ini, ada beberapa kekurangan dari aset ini.  Bitcoin adalah aset tidak berwujud, ada sedikit ruang untuk kesalahan dalam pertukaran. Mata uangnya sepenuhnya digital, yang membuatnya terbuka untuk serangan cyber terutama jika kamu menyimpannya di exchange yang sepenuhnya terhubung di internet.

    Tetapi jika kamu menyimpannya di cold wallet ini keamanan akan cukup terjaga.  Juga, meskipun hanya ada sedikit jumlah Bitcoin, ada banyak jenis cryptocurrency lain yang tersedia yang dapat meningkatkan pasar

    Keuntungan Investasi di Properti

    Properti juga merupakan investasi nyata, kamu bisa  menarik uang darinya dan mengembalikan nilainya. Dengan pembelian atau penjualan yang tepat, kamu bisa mendatangkan uang sambil memberi nilai pada aset yang dapat dijual. Keuntungan dari investasi ini antara lain:

    Aset Berwujud

    Properti adalah aset yang bisa kamu lihat dan rawat secara langsung, kamu juga akan mengetahui jika aset kamu mengalami kerusakan dan bisa meminta perbaikan dengan klaim asuransi

    Investasi Serbaguna

    Kamu bisa menyewakannya sehingga mendapatkan pendapatan tambahan setiap bulan dari biaya  yang diberikan orang lain.

    Harga Naik

    Properti sejauh ini selalu memiliki harga dengan tren positif setiap tahun harganya naik karena faktor inflasi dan kekuatan pasar. Bahakn diasumsikan properti bisa mengalami kenaikan 20% setiap tahunnya, sehingga harga properti akan makin mahal setiap tahun apalagi jika lokasi yang dipilih strategis.

    Tapi, ada kekurangan untuk investasi properti yakni beban perawatan yang besar, investasi padat modal yang artinya makin besar modal yang dimiliki maka semakin besar pula keuntungan yang bisa didapat. Selanjutnya, investasi properti tidak begitu terjangkau karena kamu harus menyediakan tabungan yang cukup banyak untuk membeli sebuah properti.

    Selain itu kamu masih akan dibebankan dengan pajak seperti PPH dan BPHTB. Besarnya pajak PPH adalah 5% yang dikenakan bagi penjual dan untuk BPHTB sebesar 5% dikenakan bagi pembeli, sehingga pengeluaran tiap bulan atau tahun bisa bertambah.

    Perbandingan Keuntungan Investasi dalam 10 Tahun

    Setelah mengetahui keuntungan hingga kekurangan dua aset ini, maka kini saatnya untuk membandingkan keuntungan yang bisa di dapatkan jika kita berinvestasi Bitcoin ys properti.

    Di tahun 2019, dilansir dari Kompas.com harga properti satu unit rumah berada di kisaran harga Rp500 juta.  Kita akan membeli rumah tersebut dengan menggunakan kredit kepemilikan rumah (KPR), dilansir dari data Bank Indonesia di triwulan ke tiga 2019 jumlah pembelian rumah menggunakan KPR mencapai 76,02%.

    kpr10 tahun
    Simulasi perhitungan cicilan rumah dalam 10 tahun

    Di sini ada contoh perhitungan sistem KPR menggunakan Bank BTN. Kami akan mengambil properti dengan harga 500 Juta tanpa subsidi. Sehingga uang muka awal adalah Rp75.000.000. Dengan jenis suku bunga flat, dan suku bunga tahunan 8.99%

    Setelah dihitung secara umum menggunakan simulasi yang diberikan oleh Bank BTN, kami harus mengeluarkan uang hingga Rp112.975.600 di pembayaran pertama. Ini termasuk biaya di muka, notaris, asuransi, dan lainnya. Kemudian cicilan selama 10 tahun akan dibayarkan dengan nominal Rp6.725.600 dalam 120 bulan dan rumah itu baru jadi milik pribadi sepenuhnya.

    Jika disederhanakan, maka paling tidak kamu harus memiliki modal minimal  Rp113 juta, dengan gaji yang stabil di kisaran Rp12.000.0000-Rp15.000.000 agar cicilan dan kebutuhan lain tetap terpenuhi. Modal yang terbilang sangat besar, dengan pengembalian yang tidak terlalu cepat. Karena jika kamu ingin menjualnya kembali, paling tidak harus menunggu hingga 10 tahun lagi.

    Sedangkan, mari kita ambil perbandingan harga Bitcoin tertinggi di 2019 yg berharga $7.335.29 setara dengan Rp108 jutaan. Jadi, dengan modal yang sama kamu bisa mendapatkan 1 BTC tanpa harus mencicilnya.  Kemudian, tinggal disimpan hingga menunggu harganya naik. Di 2020 ini harga BTC berada di kisaran $9.000 setara dengan Rp133.000.000.

    Artinya, dalam satu tahun kamu sudah mendapatkan keuntungan Rp25 juta jika menjual BTC yang kamu beli tahun lalu dan dijual tahun 2020. Tetapi jika kamu membeli properti, maka kamu justru harus mengeluarkan uang untuk cicilan hingga 10 tahun ke depan.

    Kesimpulannya, Bitcoin vs Properti dari segi modal akan lebih untung jika investasi di BTC daripada properti. Karena kamu sudah dapat membeli 1 BTC, sedangkan di properti kamu baru melakukan pembayaran awal, dan dalam satu tahun pun belum terlihat keuntungan berarti ditambah lagi akan ada biaya tambahan untuk merawat rumah, sedangkan BTC dalam satu tahun itu berhasil naik dan tanpa uang tambahan apapun.

    Tabel BTC dan Properti Siapa yg Lebih Untung 2

    Keuntungan dalam 10 tahun jika diasumsikan properti akan naik 20%/tahun dan kamu akan lunas mencicil KPR per Januari 2030.

    Menurut laporan dari Crypto Research Team harga BTC di 2030 diprediksi akan menyentuh $397.277, jika di rupiahkan di kurs saat ini maka nilainya adalah 5.8 Milyar Rupiah. 

    Dalam kata lain dari segi modal dan pengembalian keuntungan,  maka Bitcoin vs Properti lebih menguntungkan BTC dibandingkan properti, dan kamu masih tetap bisa beli properti dengan keuntungan yang kamu dapatkan dari Bitcoin.

    Disclaimer

    Artikel ini adalah artikel perbandingan antara investasi Bitcoin vs Properti yang dirangkum dari berbagai sumber untuk memberikan informasi dan perkiraan investasi mana yang lebih menguntungkan. Artikel ini bukan merupakan anjuran atau saran dalam berinvestasi, karena investasi apapun harus atas kesadaran dan kemampuan pribadi tanpa ada unsur paksaan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Ketahui Cara Memulai Investasi Bitcoin di 2021!

    Saham, obligasi, dan deposito adalah beberapa instrumen investasi yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Seiring berkembangnya teknologi di bidang finansial, terdapat salah satu instrumen investasi berbasis digital yang telah dilegalkan oleh BAPPEBTI. Apa lagi kalau bukan aset kripto! Yuk, kita bahas bagaimana perkembangan aset kripto khususnya bitcoin dan cara mulai investasi bitcoin di 2021!

    Kondisi Bitcoin di Awal Tahun 2021

    Dibalik pandemi yang belum usai dan kondisi ekonomi makro yang melemah, harga bitcoin justru merangkak naik saat memasuki tahun 2021. Pada 1 Januari 2021, bitcoin berada di level harga $29,248 atau setara dengan 426 juta rupiah.

    Satu bulan berselang atau saat perusahaan mobil asal Amerika Serikat, Tesla membeli bitcoin senilai 1,5 miliar dollar AS, bitcoin berada di harga $46,633 pada 9 Februari 2021 atau setara dengan 679 juta rupiah. Padahal sehari sebelumnya, bitcoin masih berada di harga $38,585 atau 562 juta rupiah.

    Seakan tidak puas memberi kejutan bagi para pecinta bitcoin, pada 14 Maret 2021 bitcoin naik sebesar 32% yaitu berada di level $61,215 atau setara dengan 892 juta rupiah! Tentu hal tersebut merupakan angin segar bagi para investor dan trader.

    Alasan Kripto Semakin Diminati

    Selain harganya yang meroket pada awal tahun 2021, beberapa alasan mengapa aset kripto semakin diminati masyarakat adalah:

    • Fiat Money Rentan Inflasi

    Seperti yang kita ketahui, fiat money atau mata uang yang digunakan sehari-hari untuk bertransaksi bersifat rentan terhadap inflasi. Akhirnya, banyak masyarakat yang beralih kepada aset kripto karena tidak terpengaruh oleh inflasi seperti fiat money.

    Jika sistem keuangan konvensional rawan pencurian atau pembobolan, pada aset kripto terdapat teknologi yang bisa meminimalisir kejahatan, teknologi tersebut adalah blockchain.

    Dengan keamanan yang tinggi, apabila ada seseorang yang ingin membobol bitcoin, maka Ia harus membobol kurang lebih 1 juta komputer pengguna yang berperan sebagai penambang atau miners

    Selain itu, kegiatan transaksi akan tercatat secara otomatis dan bisa dilihat semua pengguna. Namun jangan khawatir,  identitas Anda akan tetap terjaga rahasianya dengan susunan alfabetis dan numerik yang unik bagi setiap penggunanya.

    Sejak awal diciptakan, bitcoin memiliki jumlah maksimum, yaitu 21 juta koin. Dilansir dari Coinmarketcap, pada 9 April 2020 terdapat 18,677,481 koin BTC yang telah beredar. 

    Sesuai dengan prinsip ekonomi, jumlah koin yang menipis tentu menjadikan koin BTC menjadi langka dan mengakibatkan harganya kian melambung dari waktu ke waktu.

    Ini adalah satu dari sekian faktor mengapa bitcoin semakin dicari dan tentunya harganya pun semakin meningkat. 

    • Tidak Membutuhkan Storage Fisik

    Instrumen investasi yang diminati masyarakat salah satunya adalah emas. Untuk penyimpanan emas sendiri, seseorang membutuhkan tempat penyimpanan atau storage. 

    Lain halnya dengan aset kripto yang berbasis digital, dimana tidak membutuhkan storage fisik dan semua data akan tersimpan pada jaringan internet, sehingga lebih efisien.

    Cara Investasi Bitcoin

    Memilih exchange terpercaya dan telah mendapat izin dari BAPPEBTI dapat meminimalisir risiko kejahatan serta kerugian yang tidak dapat diprediksi. Salah satu exchange yang terdaftar di BAPPEBTI tentu saja Tokocrypto!

    Setelah memilih exchange yang aman, Anda bisa langsung membuat akun dan menyelesaikan proses KYC (Know Your Customer) yang meliputi pengisian identitas serta bukti foto diri.

    Sesudah akun terverifikasi, Anda dapat melakukan deposit dengan memasukan sejumlah dana yang Anda inginkan. Proses deposit ini wajib dilakukan apabila Anda ingin melakukan trading atau investasi bitcoin.

    Sebelum memutuskan untuk berinvestasi bitcoin, Anda harus memperhatikan pergerakan pasar. Pada umumnya para investor dan trader menggunakan analisis fundamental dan analisis teknikal agar mendapat harga terbaik.

    • Beli Bitcoin untuk Investasi

    Usai memerhatikan pergerakan pasar dan mendapat harga terbaik, Anda bisa langsung membeli bitcoin menggunakan dana yang telah didepositkan di awal.

    Toko Token (TKO)

    Selain berinvestasi dengan bitcoin, ada salah satu koin yang dinantikan para investor dan trader, yaitu TKO. Diluncurkan awal April 2021 kemarin, TKO merupakan proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menghadirkan model token hybrid unik dengan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

    TKO juga memiliki fundamental yang bagus. Selain didukung langsung oleh Binance, fitur TKO sebagai salah satu coin DeFi juga akan terus bertambah dan pastinya akan menguntungkan trader yang memiliki TKO ini, salah satunya yaitu: jika Anda menyimpan TKO di Tokocrypto maka anda dapat mendapatkan bunga dari TKO, dan masih banyak lagi fitur yang akan dirilis ke depannya.

    Gimana? Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang TKO? Simak informasi terbaru kami di instagram TKO dan dapatkanTKO di sini!! Salam to the Moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com